27 C
Medan
Sunday, January 25, 2026
Home Blog Page 4510

Baru Tiba dari Negara Terjangkit Virus Corona, 83 WNI & Asing Karantina Rumah

DIRAWAT: Pasien diduga mengidap virus corona menjalani perawatan di Tiongkok, beberapa hari lalu. Hingga kemarin, jumlah korban tewas bertambah menjadi 80 orang.
DIRAWAT: Pasien diduga mengidap virus corona menjalani perawatan di Tiongkok, beberapa hari lalu. Hingga kemarin, jumlah korban tewas bertambah menjadi 80 orang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 83 orang warga, terdiri dari 45 warga negara asing (WNA) dan 38 warga negara Indonesia, dikarantina rumah di beberapa daerah di Sumatera Utara, selama 14 hari ke depan. Ke-83 orang

tersebut dikarantina rumah sekaligus dipantau oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), karena baru pulang dari negara terjangkit virus corona (nCoV).

“Kendati dikarantina, ke-83 orang ini kondisi kesehatannya baik. Hanya saja, dianggap perlu diamati karena baru pulang dari negara terjangkit virus. Kenapa karantinanya di rumah, bukan di rumah sakit? Ya karena mereka tidak sakit,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, kepada wartawan, Selasa (11/2).

Sebelum diizinkan masuk ke Sumut, sambung Alwi, ke-83 orang itu telah membuat perjanjian untuk diam di rumah selama 14 hari. Bila terjadi apa-apa, maka secepat mungkin harus segera melapor ke Dinas Kesehatan. “Tapi kita juga akan terus ikuti perkembangannya. Jadi sewaktu-waktu akan dilakukan kunjungan berkala dan sifatnya juga mendadak,” tegasnya.

Disinggung mengenai identitas ke-83 orang yang menjalani karantina rumah ini, Alwi enggan membeberkannya. Ia mengatakan, hal ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat secara luas atas isu virus corona. “Kasihan masyarakat menjadi stres karena isu virus corona ini,” tandasnya.

Di Medan, 16 Orang Diawasi

Sementara itu, 16 orang diawasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan terkait antisipasi virus corona. Di antaranya, tiga tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang baru tiba di Medan beberapa hari. Turut diawasi 13 WNI, karena mereka juga baru pulang dari China.

“Pengawasan terhadap 3 TKA asal Tiongkok dan 13 WNI tersebut berdasarkan data dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan. Namun, ke-16 orang itu bukan datang dari Wuhan. Tetapi dari daerah lain di China. Setelah kita mendapat data 16 orang yang baru berkunjung dari China tersebut, kita menurunkan petugas surveilans untuk melakukan pengamatan penyakit-penyakit yang terkait dengan virus korona,” ujar Kepala Dinkes Medan dr Edwin Effendi, di kantornya, Selasa (11/2).

Menurut Edwin, pengawasan khusus terkait kondisi kesehatan selama 14 hari. Jadi bukan karantina rumah. “Perlakuan pengawasan yang dilakukan terhadap mereka sama. Tidak ada yang dibedakan dalam hal pelayanan pengamatan kesehatannya. Kita harapkan mereka dapat kooperatif, karena hal ini tak lain untuk kepentingan mereka juga,” ungkapnya.

Walaupun sifatnya observasi rumah, menurut Edwin, jika ada keluhan-keluhan kesehatan seperti demam, batuk, flu, pilek, atau sesak nafas, diminta segera melaporkan kepada petugas kesehatan untuk dilakukan penanganan.

“Mereka datang ke Medan tidak sekaligus. Ada yang baru datang beberapa hari belakangan, dan ada juga beberapa hari sebelumnya. Misalnya, datang 3 orang, lalu 6 orang dan seterusnya,” tutur mantan Dirut RSUD dr Pirngadi Medan ini.

Edwin mengaku, 3 TKA Tiongkok dan 13 WNI tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan atau wilayah yang ada di Medan. Seperti kawasan Medan Utara, Medan Timur, dan sebagainya. “Semua rata-rata usia dewasa. Mereka ada yang datang dari bandara, dan ada juga dari pelabuhan masuknya. Kalau jelas positif terinfeksi virus korona, maka langsung diisolasi ke rumah sakit. Namun, sejauh ini kondisinya dalam keadaan sehat dan terkendali,” papar Edwin.

Ia menambahkan, untuk 13 WNI yang pergi ke Tiongkok tujuannya berbeda-beda. Ada yang mahasiswa, berwisata, dan lain sebagainya. “(Dari 13 WNI) ada yang satu keluarga, tetapi hanya 2 orang terdiri ibu dan ayah,” tandas Edwin.

5 TKA Diisolasi di Karo

Sebelumnya 5 TKA Tiongkok yang baru saja pulang dari negaranya pada 3 Februari 2020, melaporkan diri untuk menjalani isolasi mandiri sejak 4 Februari 2020. Kelimanya menjalani isolasi di barak pekerja PT AHE, di Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Kepala Dinkes Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, pihak Dinkes Karo terus melakukan pemantauan terhadap kelimanya. Kini, para TKA Tiongkok tersebut masih dalam proses isolasi selama 14 hari.

“Selama 14 hari, mereka tidak boleh ke mana-mana (diisolasi) atau dikarantina di dalam rumah. Kelima TKA asal China yang di Karo itu merupakan orang dalam kategori pemantauan, bukan dengan suspect. Apabila suspect, maka langsung diisolasi sejak dari bandara atau pelabuhan,” ujar Alwi saat memberikan keterangan pers di kantornya, Senin (10/2) sore.

Disebutkan Alwi, baik di bandara maupun pelabuhan, setiap kedatangan dari luar negeri maka harus melalui proses pemeriksaan kesehatan. Selain itu, juga pendataan pihak Imigrasi dengan mengisi Kartu Kewaspadaan. Artinya, semua orang dari luar negeri yang datang ke Sumut harus melalui proses tersebut, termasuk juga TKA asal China yang ada di Karo.

“Jadi, dari KKP dikoordinasikan ke Dinkes kabupaten/kota setempat untuk dipantau kondisi kesehatannya dan dipastikan diisolasi selama 14 hari. Apabila selama 14 hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kondisi kesehatan kurang baik maka harus melaporkan kepada petugas kesehatan setempat,” sebut dia.

Alwi menyatakan, WNA yang datang ke Sumut pasti dipilah-pilah, tidak disamakan semuanya. “Mana yang aman, mana yang dalam pemantauan, dan mana yang suspect. Semua WNA tidak disamakan, mereka dipilah-pilah,” cetusnya.

Belum Pengaruhi Hunian Hotel

Meski terus meluas, wabah virus corona disebut belum memberikan dampak siginifikan terhadap hunian hotel di Sumatera Utara (Sumut), terkhusus di Kota Medan. Hingga saat ini, tingkat hunian masih tergolong normal, dan tidak ada pembatalan atau cancel.

“Sejauh ini, belum ada laporan pembatalan untuk pemesanan hotel dari wisman. Masih aman dan berjalan seperti biasa. Virus yang berasal dari Kota Wuhan itu hanya berdampak dengan penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman),” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Sumut, Deni S Wardhana, kepada wartawan di Medan, Selasa (11/2).

Deni menjelaskan, pengguna hotel di Kota Medan kebanyakan untuk meetings, incentive, convention, and exhibition (MICE). Karenanya, tidak terlalu terdampak.

Deni mengimbau kepada perusahaan dan pengelolaan hotel untuk selalu melakukan antisipasi dini virus corona, dengan cara menyediakan cairan pembersih tangan (handsanitizer) di meja resepsionis dan di dekat lift menuju ke kamar tamu. “Juga menyediakan masker untuk para tamu,” kata Deni. (ris/gus)

Diklaim Mampu Melawan Corona, Dokter: Chloroquine Masih Uji Coba

TEMU PERS: Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahid Hasibuan (kiri) saat konferensi pers terkait virus corona di Medan, Selasa (11/2).
TEMU PERS: Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahid Hasibuan (kiri) saat konferensi pers terkait virus corona di Medan, Selasa (11/2).
TEMU PERS: Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahid Hasibuan (kiri) saat konferensi pers terkait virus corona di Medan, Selasa (11/2).
TEMU PERS: Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahid Hasibuan (kiri) saat konferensi pers terkait virus corona di Medan, Selasa (11/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Korban meninggal karena virus corona, Selasa (11/2), mencapai 1.018 orang dengan 2.478 kasus baru dilaporkan. Mengutip data dari South China Morning Post, untuk pertama kalinya sejak merebak pada Desember 2019, ada lebih dari 100 orang meninggal dalam sehari karena virus corona. Terbaru, obat chloroquine diklaim mampu menjadi salahsatu komponen memerangi infeksi virus corona. Benarkah?

“Chloroquine belum direkomendasi Kemenkes RI sebagai obat virus corona. Keampuhannya belum bisa dipastikan. Penelitian masih bersifat laboratorium dan uji pada hewan. Sedangkan uji pada manusia dan lebih luas lagi belum dilakukan. Masih butuh penelitian lebih lanjut,” kata Koordinator Tim PINERE (Penyakit Infeksi New- Emerging dan Re-Emerging) RSUP H Adam Malik, dr Ade Rahmaini MKed (Paru) SpP,” ungkap dr Ade, kepada wartawan kemarin.

Kata dr Ade, hingga saat ini, vaksin untuk virus corona belum tersedia. Juga belum ada konsensus internasional maupun konsensus nasional untuk Indonesia yang ditetapkan oleh Kemenkes RI mengenai terapi definitif (pengobatan standar) dan profilaksis (obat yang digunakan untuk pencegahan) virus corona.

“Beberapa negara terdampak terutama Tiongkok, aktif melaksanakan berbagai penelitian, baik in-vitro (dilakukan di tingkat sel di dalam laboratorium), juga penelitian klinis yang dilakukan pada sampel pasien dengan jumlah yang sedikit. Namun, sampai saat ini WHO belum menetapkan adanya terapi definitif dan profilaksis,” katanya.

Juga terdapat penelitian-penelitian terdahulu yang mencoba meneliti terapi dan profilaksis untuk dua infeksi virus corona lain, yaitu SARS dan MERS. Namun hingga kini belum ada standar internasional yang terbukti secara ilmiah.

Dijelaskan Ade, selain chloroquine, obat-obatan antivirus yang biasa digunakan sebagai obat HIV/AIDS, yaitu ritonavir juga telah diujicobakan untuk terapi virus corona. Termasuk remdesivir yang baru-baru ini diajukan Tiongkok hak patennya sebagai terapi virus tersebut.

“Masih jadi pertanyaan apa sebenarnya proses yang harus dilalui agar suatu obat dapat dikatakan terbukti secara ilmiah dan dapat diterima untuk terapi maupun profilaksis? Jawabannya adalah ada banyak tahapan yang dilakukan dalam hal uji khasiat obat pada manusia. Yakni uji di dalam laboratorium, uji pada hewan percobaan, uji pada manusia dengan sampel yang sedikit, uji lebih luas lagi dengan sampel yang banyak dan di banyak lokasi penelitian di berbagai belahan dunia, serta wajib terpenuhinya syarat-syarat penelitian yang kuat dan valid,” jabar dr Ade.

Dengan demikian, sambungnya, tidak bisa mengambil satu data penelitian untuk dapat langsung diterapkan kepada masyarakat luas. Ada tata cara dalam penyampaian informasi hasil penelitian tertentu, agar pesan ataupun kesimpulan dari penelitian itu tersampaikan dengan benar dan terhindarkan dari mispersepsi.

Di sinilah peran pemerintah serta pemangku kebijakan dalam hal ini para ahli tersebut di atas juga organisasi profesi dokter, untuk menjaga agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar sehingga masyarakat tidak dirugikan.

“Mengenai chloroquine yang di Indonesia sebelumnya dikenal sebagai obat malaria namun saat ini tidak dipakai lagi (tidak direkomendasikan lagi oleh ahli melalui Kemenkes RI untuk dipakai), tetapi masih dipakai sebagai salah satu terapi Systemic Lupus Erithematosus (SLE). Kita lihat beberapa jurnal tentang chloroquine, maka dari beberapa jurnal penelitian tersebut terlihat bahwa sampai saat ini belum dapat digunakan sebagai profilaksis untuk orang sehat agar tidak terkena infeksi virus corona,” terangnya.

Diutarakan dr Ade, masih diperlukan penelitian-penelitian lebih lanjut lagi sesuai tahapan-tahapan yang harus dilewati untuk uji khasiat obat. Penggunaan chloroquine ataupun obat lain sebelum adanya bukti ilmiah dasar terstandar dan kesepakatan ahli di tingkat global/nasional, dapat membawa kerugian berupa efek samping, resistensi serta dapat menimbulkan kelangkaan obat atau melambungnya harga obat di mana obat tersebut masih dibutuhkan untuk terapi SLE.

“Ini sudah tampak pada masker, di mana kelangkaan dan naiknya harga masker banyak disebabkan oleh maraknya penggunaan masker yang tidak pada tempatnya, berdampak pada para personel medis dan paramedis dan orang lain yang yang benar-benar membutuhkan masker. Para medis justru tidak mendapatkannya dan menyebabkan mereka terpapar risiko yang tinggi untuk terinfeksi virus corona. Untuk itu, hal-hal sedemikan harus dihindarkan,” tegasnya.

Senada disampaikan dr Restuti Hidayani Saragih, yang juga Tim PINERE RSUP H Adam Malik. Kata dr Restuti, untuk menciptakan vaksin membutuhkan proses yang cukup panjang atau waktu lama.

“Cara penularan (virus corona) melalui percikan ludah. Pencegahan yang efektif sampai saat ini adalah dengan sering mencuci tangan dengan cairan pencuci tangan yang mengandung alkohol atau dengan air dan sabun. Selain itu, memakai masker sesuai peruntukannya dan sesuai kondisi. Dan jika memakainya, dianjurkan untuk mengganti masker tersebut setiap 4 jam sekali,” kata dr Restuti.

Selanjutnya, lanjut dia, tidak menyentuh muka, hidung, mulut, mata jika belum mencuci tangan, serta menghindari berpergian ke negara-negara terdampak virus corona jika tidak amat sangat perlu dan urgen. “Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, senantiasa mengikuti perkembangan informasi dan melaksanakan arahan dari pemerintah,” tukas dokter spesialis penyakit dalam-konsultan penyakit tropis dan infeksi ini. (ris)

Sebut Virus Corona Tak Terdeteksi, Menkes: Itu Menghina Negara

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan, belum lama ini.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan, belum lama ini.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan, belum lama ini.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan, belum lama ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto angkat bicara soal kekhawatiran peneliti Harvard terkait belum terdeteksinya virus corona di Indonesia. Menurut SI peneliti Harvard, ada kemungkinan virus corona sebenarnya sudah menyebar, tapi tak terdeteksi.

“Itu namanya menghina. Wong peralatan kita kemarin di-fixed-kan dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS). Kita menggunakan kit-nya (alat) dari AS,” ujar Terawan seusai rapat di Kantor TNP2K, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).

Kemenkes Terawan mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah bekerja sesuai standar internasional dalam melakukan proses pengecekan virus corona. Tidak hanya peneliti Harvard, Terawan pun mempersilakan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk melihat proses pengecekan yang dilakukan di Indonesia dengan alat yang mereka miliki.

“Kita terbuka kok, enggak ada yang ditutup-tutupi. Tapi kalau disuruh compare ke negara lain itu namanya ada MTA, material transfer agreement-nya. Tidak boleh material itu di bawa keluar, ada perjanjian luarnya,” tutur dia.

Pada prinsipnya, kata Terawan, pihaknya sangat transparan sehingga mempersilakan apabila para peneliti Harvard itu ingin memeriksa laboratorium dan proses pemeriksaannya. Hal tersebut agar tidak ada lagi yang menyangsikan hasil deteksi yang telah dilakukan terhadap dugaan virus corona di Indonesia.

“Negara lain yang sudah terakreditasi sudah mengakui, WHO juga sudah mengakui, alat juga dari sana,” kata dia. “Kalau ada orang lain mau melakukan survei dan dugaan ya, silakan saja. Tapi jangan mendiskreditkan suatu negara,” lanjut dia.

Terawan mengatakan, sejak awal Indonesia sudah waspada dengan keberadaan virus corona dan tidak ada satu pun yang lolos dari deteksi. Termasuk juga orang-orang yang dikabarkan datang dari lokasi keberadaan virus corona dan belum terdeteksi juga sudah dipantau dengan melakukan surveillance tracking.

Di Indonesia, hingga saat ini belum ada satu pun kasus virus corona yang ditemukan positif. Hal tersebut memicu kekhawatiran peneliti Harvard sehingga mereka menyebut, ketiadaan tersebut berarti virus sebenarnya sudah menyebar tapi tak terdeteksi. Menurut mereka, jika hal tersebut terjadi, maka ada potensi bagi virus tersebut membentuk epidemi yang jauh lebih besar.

WHO: Ancaman Sangat Besar

Terpisah, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengingatkan bahwa virus corona merupakan ancaman yang sangat besar bagi dunia. “Dengan 99% kasus di China, ini tetap sangat darurat bagi negara itu, tetapi juga memiliki ancaman sangat besar bagi seluruh dunia,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (11/2).

Hal ini disampaikan kepala WHO tersebut menjelang dibukanya konferensi WHO untuk memerangi wabah virus corona. Dalam forum WHO yang akan berlangsung dua hari itu, sekitar 400 ilmuwan akan membahas bagaimana virus ini ditularkan dan kemungkinan vaksinnya.

“Yang paling penting adalah menghentikan wabah dan menyelamatkan nyawa. Dengan dukungan Anda, itulah yang bisa kita lakukan bersama,” kata Tedros.

Virus yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember 2019 ini, telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, menginfeksi lebih dari 42.000 dan mencapai sekitar 25 negara.

Dalam konferensi WHO di Jenewa ini, juga akan dibahas mengenai sumber virus corona yang diperkirakan berasal dari kelelawar dan mencapai manusia melalui hewan lain seperti ular atau trenggiling.

Sejauh ini tidak ada pengobatan khusus atau vaksin untuk melawan virus, yang dapat menyebabkan kegagalan pernapasan ini.

Saat ini sejumlah perusahaan dan institusi di Australia, China, Prancis, Jerman dan Amerika Serikat ini tengah berupaya untuk mengembangkan vaksin coronavirus —sebuah proses yang biasanya butuh waktu bertahun-tahun. (net)

Sah, 689 WNI Eks ISIS Tak Dipulangkan

Mahfud MD

Gubsu dan DPRD Sumut Dukung Pusat

Mahfud MD

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah akhirnya memutuskan tidak memulangkan WNI eks ISIS ataupun yang terlibat dalam jaringan teroris di luar negeri. Hal ini menjadi keputusan rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2).

“Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Tidak akan memulangkan FTF (foreign terrorist fighter) ke Indonesia,” kata Menko Polhukam Mahfud MD usai rapat.

Mahfud mengatakan, ada 689 WNI yang berada di Suriah dan Turki. Mereka merupakan teroris lintas batas atau FTF. “Hasil rapat menyangkut teroris lintas batas, FTF, itu keputusan rapat kabinet tadi, pertaman

apakah teroris yang ada di luar negeri ini jumlahnya 689 per hari ini warga negara Indonesia di Suriah, Turki, terlibat FTF itu akan dipulangkan apa tidak,” kata Mahfud.

Dari hasil rapat, pemerintah tidak akan memulangkan WNI yang terlibat jaringan teroris. Pemerintah tidak ingin mereka menjadi ‘virus’ bagi warga Indonesia. “Keputusan rapat tadi pemerintah dan negara harus memberi rasa aman dari teroris dan virus-virus baru, terhadap 267 juta rakyat Indonesia karena kalau FTF pulang itu bisa menjadi virus baru yang membuat rakyat yang 267 juta merasa tidak aman,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi pun sependapat dengan pemerintah pusat, menolak pemulangan WNI bekas ISIS ke Tanah Air. “Nggaklah, janganlah. Yang sudah pindah warga negara ngapain pindah lagi,” ujarnya menjawab wartawan, Senin (10/2) sore.

Meski begitu, Edy menyebut wewenang tersebut berada di pemerintah pusat. “Itu wewenang pusat bukan gubernur, nanti salah kalian demo lagi,” ujarnya berseloroh.

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto juga mendukung sikap tegas pemerintah pusat. Secara kelembagaan, ia menekankan, pihaknya menolak keras Pemerintah Indonesia menerima bekas ISIS pulang ke tanah air. “Saran kami kepada Pak Jokowi, pemerintah kita harus tegas jangan membuka ruang untuk itu. Karena kita tidak mau ada bibit-bibit ancaman baru di Indonesia yang dapat merusak keutuhan bangsa dan pancasila,” katanya.

Menurut dia, radikalisme, terorisme dan bentuk ancaman lain tidak dibenarkan baik dari sisi agama maupun tatanan bernegara. Apalagi wacana yang telah digulirkan ini, sebut dia juga berasal dari Suriah. “Jangan-jangan ini mohon maaf ya, kepulangan mereka terindikasi ingin merusak keutuhan bangsa kita. Pemerintah tidak boleh memberi keleluasaan kepada mereka, sebagai masyarakat kita patut mempertanyakan sikap eksekutif,” kata politisi PKS itu.

Pihaknya juga minta TNI dan Polri tegas menjaga kedaulatan bangsa ini, untuk selalu melakukan deteksi dini terhadap berbagai ancaman teror bagi Indonesia. “Artinya ada upaya preventif yang dilakukan serta tidak mentolerir segala bentuk ancaman terhadap NKRI,” katanya.

Senin (10/2) kemarin, Satuan Intelkam Polrestabes Medan melakukan peninjauan ke Pesantren Al-Hidayah Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, untuk melihat saran dan prasarana pesantren tersebut. Tujuannya akan dijadikan tempat penampungan untuk pemulangan ratusan WNI eks ISIS.

Hal itu dibenarkan ?Pimpinan/Pendiri Pesantren Al-Hidayah, Khairul Ghozali kepada wartawan. Ia mengatakan peninjauan itu hanya sekadar melihat fasilitas dimiliki pesantren untuk anak-anak mantan napi terorisme itu. “Emang ada meninjau aparat kepolisian. Tapi, belum ada kita berkordinasi dengan BNPT. Kalau itu domainnya BNPT, kalau polisi keamanan,” katanya.

Ghozali mengakui pesantren yang ia pimpin itu belum memadai keseluruhannya. Namun, mampu menampung sebagian WNI eks ISIS. Bila digunakan untuk mengembalikan pemahaman cinta NKRI dan deradikalisasi. “Bisa-bisa saja, untuk mengembalikan pemikiran. Masih melakukan peninjauan dan persiapan, kalau kita ya siap-siap saja. Kalau dibangun sarana dan prasarana kita siap-siap saja,” tutur dia.

Menyikapi pernyataan Pimpinan Ponpes Al-Hidayah, Ghozali, Hendro menyatakan sah-sah saja dimaknai jika dalam konteks demokrasi. Namun jika dilihat dari kacamata hukum maupun bernegara, Ghozali diminta harus taat dan patuh dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Ponpes juga harus patuh akan hukum di negara kita. Mungkin bisa ditanyakan dulu dia bicara sebagai apa, pribadi atau sebagai pimpinan ponpes. Kalau kita dalam konteks demokrasi, orang ngomong tentu kita hormati. Tapi dari kacamata hukum kita tidak boleh main-main. Dia harus tunduk dan taat dengan hukum serta norma-norma yang berlaku di republik ini. Ini bukan masalah kemanusiaan tapi ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. (bbs/prn)

GoFood Target Pemesanan Tumbuh 2 Kali Lipat

JAKARTA, SUMUTPOS. CO – Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi mengaku tak memiliki minat untuk mengekspansi layanan pesan antar GoFood pada 2020 ini.

Alih-alih mengekspansi bisnis, pihaknya bakal memperdalam layanan GoFood yang telah ada di beberapa pasar internasional, seperti Vietnam dan Thailand yang baru sekitar 1 tahun berdiri.

“Kalau ekspansi sudah ada layanan GoFood di Vietnam dan Thailand. Fokus kita lebih memperdalam market yang sudah ada dulu untuk saat ini. Mereka kan baru 1 tahun berdiri jadi masih banyak lah yang perlu diselesaikan,” kata Kevin di Jakarta, Selasa (11/2).

Pendalaman market yang dimaksud Kevin adalah menggandakan volume order di layanan Gofood. Targetnya, volume tersebut minimal meningkat 2 kali lipat dari yang sebelumnya. Dia bilang, memperdalam pangsa pasar juga perlu berbagai inovasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, mulai dari kualitas merchant dan produktivitas pengemudi pesan antar. “Kita ingin sekali terus berinovasi untuk kepuasan pelanggan dan mitra usaha,” ungkapnya. Di samping itu, dia mengaku telah menyiapkan jangka panjang untuk membangun perusahaan yang lebih sehat, tak melulu harus memberikan sejumlah diskon dan promo alias “bakar duit”. Kevin mengklaim, strategi tersebut telah dilakukan sejak tahun 2018.

Hingga saat ini, total pengguna aktif bulanan mencapai kenaikan 1,5 kali lipat dalam setahun terakhir, pertumbuhan pendapatan sebesar 2 kali lipat, dan telah diunduh 170 juta kali oleh pengguna.

Di fitur GoFood, merchant GoFood telah mencapai 500.000, meningkat 17 kali lipat. Pada April 2018, merchant Gojek hanya sekitar 125.000. Dari total tersebut, sebanyak 96 persen merchant adalah UMKM. Riset Nielsen Singapura tahun 2019 menyebut, sebanyak 79 persen konsumen setuju GoFood merupakan layanan pesan antar tercepat.

Hingga saat ini, aplikasi GoFood telah menyuguhkan 16 juta menu dengan order selesai meningkat 30 kali lipat. Transaksi pada kuartal IV 2019 meningkat 2 kali lipat menjadi lebih dari 20 juta pelanggan dibanding kuartal IV 2018. (dtc/ram)

Realme C3 HP dengan Harga Rp1 Jutaan

SUMUTPOS.CO – Setelah meluncur di Negeri Bollywood, HP anyar Realme harga Rp 1 jutaan akan sambangi Indonesia. Hanya saja spesifikasi kameranya berbeda dari India.

Ponsel yang dimaksud adalah Realme C3. Di India, ponsel ini hanya membawa dua kamera belakang yang berukuran 12 MP dan 2 MP.

Sementara di Indonesia akan ada tiga kamera terpasang di bagian belakangnya. Tidak diketahui ukuran yang akan diusungnya.

Selebihnya tidak ada yang berbeda. Layarnya masih berukuran 6,52 inch dengan resolusi HD Plus. Ada notch tetesan air yang memuat kamera 5 MP.

Dapur pacunya ditenagai Helio G70 dengan RAM 4 GB. Memori internalnya 64 GB yang dapat ditambah berkata adanya slot microSD yang mendukung hingga 256GB.

Baterainya berkapasitas 5.000 mAh. Ponsel ini akan menjalankan Realme UI. Akan tersedia tiga pilihan warna, yakni Blaxing Red dan Frozen Blue.

Di India, Realme C3 dibanderol 6.999 rupee atau kisaran Rp 1,3 juta. Bila mengacu sebelumnya, harga di Indonesia tidak akan jauh berbeda.

Tapi semua itu akan terjawab saat acara peluncuran yang rencananya digelar 19 Februari mendatang. Acara peluncuran akan dilangsungkan pukul 15.00 WIB. (dtc/ram)

Kongres PAN Rusuh, Diawali Saling Lempar Kursi, 30 Kader Luka

RUSUH: Suasana Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, yang berlangsung rusuh dan mengakibatkan 30 kader mengalami luka-luka, Selasa (11/2). Meski sempat diskors, Zulkifli Hasan akhirnya kembali terpilih sebagai Ketua Umum PAN periode 2020-2025.
RUSUH: Suasana Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, yang berlangsung rusuh dan mengakibatkan 30 kader mengalami luka-luka, Selasa (11/2). Meski sempat diskors, Zulkifli Hasan akhirnya kembali terpilih sebagai Ketua Umum PAN periode 2020-2025.

KENDARI, SUMUTPOS.CO – Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari, Sulawesi Tenggara, diwarnai kerusuhan. Ratusan kader partai biru tua itu terlibat aksi baku hantam dan saling lempar kursi hingga botol di arena kongres. Sedikitnya, 30 kader mengalami luka-luka dan memar. Meski sempat diskors, kongres kembali dilanjutkan dan Zulkifli Hasan (Zulhas) menang telak atas rival terberatnya Mulfachri Harahap, dan kembali terpilih sebagai Ketua Umum DPP PAN periode 2020-2025.

ZULHAS meraih dukungan 331 suara. Sedangkan Mulfachri hanya 225 suara. Di bawah dua orang itu ada Dradjad Wibowo yang mendapat 6 suara. Satu kandidat lain, Asman Abnur, memutuskan mengundurkan diri sesaat sebelum pemilihan dimulai pukul 16.20 Wita.

Namun sebelum pemungutan suara, kericuhan demi kericuhan mewarnai jalannya Kongres V PAN. Ekskalasi ketegangan meningkat dengan terjadinya bentrok antarpendukung di arena kongres. Mereka yang bersitegang adalah pendukung Zulkifli Hasan dan Mulfachri Harahap. Aroma ketegangan mulai terasa saat para peserta kongres memasuki ruangan Phinisi Ballroom, Hotel Claro.

Kericuhan pertama terjadi pukul 13.00 Wita. Saat itu, Steering Committee (SC) Kongres V PAN membacakan tata tertib (tatib) kongres.

DIRAWAT: Ketua DPD PAN Medan, HT Bahrumsyah mendapat perawatan karena terluka saat terjadi insiden lempar kursi pada Kongres PAN di Kedari, Selasa (11/2). markus/sumut pos

Namun, beberapa pendukung Mulfachri Harahap melayangkan aksi protes terkait masuknya sejumlah pemilik suara yang dinilai tidak sah. Sebab, sebagian ketua DPD di wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara berstatus pelaksana tugas (Plt). Bukan ketua definitif. Mereka dinggap tidak sah sebagai pemilik suara.

Protes yang masif membuat panitia kongres tidak bisa mengendalikan situasi. Suasana makin panas. Awalnya, para pendukung caketum saling melempar botol air mineral. Lama-kelamaan berubah menjadi aksi saling lempar kursi. Khawatir menjadi sasaran amuk, para peserta kongres perempuan berhamburan keluar ruangan.

Melihat kekacauan tersebut, Zulkifli Hasan berupaya mengambil alih kendali. Dia mencoba menenangkan suasana. “Berhenti saling lempar. Zulhas di sini,” teriak Zulkifli Hasan.

Namun imbauan Zulhas tak digubris massa. Aksi saling lempar kursi terus terjadi. Kerusuhan di dalam ruang kongres bisa dikendalikan setelah kepolisian datang melerai. Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Merdisyam turun langsung memimpin pengamanan di dalam ruang sidang.

Bentrok kedua terjadi pukul 14.00 Wita. Saat itu sedang jam istirahat. Namun, pendukung Zulhas tetap bertahan di dalam ruangan. Mereka makan dan salat di dalam ruang kongres. Sedangkan pendukung Mulfachri berada di luar ruangan. Nah, saat jam istirahat itulah, kerusuhan yang lebih brutal kembali pecah. Segerombolan orang tanpa atribut merangsek masuk ke ruang kongres. Mereka langsung mengamuk di dalam ruangan. Deretan kursi dilempar secara membabi-buta. Bahkan ada yang sampai baku hantam.

“Tinggalkan ruangan ini. Tinggalkan ruangan ini,” teriak massa tersebut.

Suasana di dalam ruangan pun chaos. Khawatir menjadi sasaran amuk massa, Zulkifli Hasan dan sejumlah tokoh PAN diungsikan ke sebuah ruangan. Massa terus mengamuk hingga 20 menit berselang. Pada insiden kedua tersebut, sejumlah orang luka-luka terkena lemparan kursi. Salah satunya dialami peserta kongres bernama Bahrunsyah. Darah mengucur deras dari telinga pria yang menjabat ketua DPD PAN Kota Medan itu. “Saya kena lemparan kursi,” ujar Burhansyah yang mengaku sebagai pendukung Mulfachri Harahap itu.

Kondisi serupa dialami Mahasale Sangaji. Kepala departemen bidang kesra DPP PAN itu terluka di bagian kening. Keningnya berdarah terkena lemparan kursi. “Kami awalnya memprotes aturan partai yang dilanggar Zulkifli Hasan. Ada banyak pengurus Plt yang masuk daftar pemilih kongres. Padahal tidak boleh,” kata pendukung Mulfachri Harahap tersebut.

Koordinator Tim Pemenangan Mulfachri Harahap Asri Anas mengklaim, ada 30 peserta Kongres V PAN terluka akibat kericuhan yang terjadi di ruang rapat pleno. Mereka sudah ditangani tim medis yang disediakan panitia Kongres V PAN. Anas mengatakan, kericuhan terjadi ketika pihaknya meminta peserta yang tidak memiliki hak suara untuk tidak memasuki ruangan rapat pleno. ‘’Jangan masukkan yang bukan voters. Kami meminta ada verifikasi ulang, tapi tidak dilakukan oleh steering committe,” katanya.

Mulfachri Harahap mengaku sudah memprediksi kericuhan bakal terjadi. Menurut dia, insiden itu dipicu oleh proses registrasi peserta kongres yang tidak transparan. “Saya berulang-ulang minta ke SC agar registrasi dilakukan dengan baik dan diverifikasi. Karena proses tidak diperbaiki ya akhirnya begini,” papar wakil ketua Komisi III DPR itu.

Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam turun tangan langsung mengamankan lokasi kongres. Ratusan personel kepolisian langsung masuk dalam ruangan kongres. Tiga terduga pelaku kericuhan pun diamankan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sultra, Komisaris Besar La Ode Aries El Fatar mengatakan, ketiga pelaku ditangkap di arena kongres karena membuat ricuh dan melakukan penganiayaan. “Tadi kita amankan tiga. Kepolisian Daerah Sultra mengamankan jalannya Kongres V PAN,” kata Aries saat ditemui di arena kongres.

Ketua PAN Medan Terluka

Ketua DPD PAN Kota Medan yang juga Wakil Ketua DPRD Medan, HT Bahrumsyah mengalami luka-luka dalam kericuhan itu. Informasi diterima, Bahrumsyah mengalami luka-luka di bagian wajah dan kepala bagian belakang. Sejumlah kader PAN Kota Medan yang mengikuti kongres, membenarkan kabar itu.

Ketua Fraksi PAN DPRD Medan Edwin Sugesti Nasution, yang juga fungsionaris DPD PAN Kota Medan mengatakan, Bahrumsyah mengalami luka di bagian hidung, telinga, dan kepala. “Memang benar saudara kami Bahrumsyah mengalami luka. Tapi, sebagai pemegang mandat hak suara, beliau masih berupaya ikut memberikan suaranya. Dan tadi sudah diperiksa tim medis di acara kongres, selanjutnya setelah acara ini selesai beliau akan kita bawa ke rumah sakit di Kendari untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Edwin juga meminta seluruh kader PAN di Kota Medan termasuk keluarga Barumhsyah agar tetap tenang. “Proses perjalanan demokrasi itu perlu, tapi kita sangat sayangkan kongres ini ricuh. Harusnya hal ini tidak perlu terjadi karena telah membuat tercoreng perjalanan demokrasi partai ini. Jadi ke depan hal ini tidak perlu terjadi lagi,” katanya.

“Perlu kami sampai kepada seluruh saudara ku di Kota Medan atau para kader PAN kondisi Bahrusmyah baik dan bisa menjalankan aktivitas. Jadi tidak perlu dikhawatirkan termasuk keluarga. Sekali lagi kami sampaikan semuanya berjalan dengan baik dan Bahrumsyah dalam keadaan sehat,” tutupnya.

Kericuhan tersebut terjadi karena beberapa peserta kongres yang tidak memiliki hak suara masuk ke dalam ruangan rapat pleno. Padahal, seharusnya yang berada di dalam ruangan rapat adalah peserta yang memiliki hak suara dalam pemilihan ketua umum PAN periode 2020-2025. Akibatnya, terjadi adu mulut antar-peserta yang berujung pada aksi dorong dan lempar kursi hingga sekitar 30 orang mengalami luka-luka di bagian kepala. “Jangan masukkan yang bukan voters, tapi mereka terus memaksa. Dan kami meminta ada verifikasi dan itu keputusan Steering Committe, tapi mereka enggak mau keluar dari ruangan. Begitu kondisinya,” kata Koordinator Tim Pemenangan Mulfachri Harahap, Asri Anas.

Menanggapi itu, Sekretaris Steering Committe (SC), Saleh Daulay mengatakan, panitia kongres akan melakukan pengecekan ulang terhadap peserta kongres. “Nanti mereka akan datang satu per satu. Jadi disuruh duduk semua pesertanya nanti ada tim dari 4 orang ditambah dengan Steering Committe untuk mengecek satu-satu id card masing-masing,” kata Saleh.

Saleh menegaskan, bagi peserta yang tidak memenuhi syarat, seharusnya tidak diperbolehkan masuk ke ruang rapat pleno. “Mestinya kalau dia tidak peserta tidak boleh masuk kan ada statusnya tadi seperti model saya status ada tiga saya sekretaris SC, anggota DPR RI, pengurus DPP. Jadi saya punya hak untuk masuk,” pungkasnya.

Zulhas Menang Telak

Adapun, rapat pleno kembali dilanjutkan dengan mengubah tata tertib pelaksanaan kongres dengan mendahulukan pemilihan ketua umum PAN. Pemilihan ketua umum ini dilakukan dengan pemungutan suara dari 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) provinsi.

Zulhas menang telak atas pesaingnya Mulfachri Harahap dalam pemilihan Ketua Umum PAN 2020-2025 pada Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/2) malam. Dukungan untuk Zulhas tidak terbendung. Mantan Ketua MPR itu meraih 331 suara. Sementara, Mulfachri memperoleh 225 suara. Calon lainnya, Drajad Wibowo hanya meraih enam suara. Total suara sah 562. Total suara tidak sah 3.

Saat awal penghitungan suara, perolehan suara untuk Mulfachri memimpin. Namun masuk pertengahan, suara untuk Zulkifli Hasan terus bertambah dan menyalip Mulfachri. Penghitungan suara dilakukan menggunakan metode manual dan digital. Ada tiga layar projektor yang digunakan untuk menampilkan mulai dari proses hingga hasil perhitungan suara.

Tampak pendukung masing-masing caketum terus memantau jalannya perhitungan suara. Mendekati detik-detik akhir perhitungan suara, massa Zulkifli Hasan mulai bersorak dan meluapkan kegembiraan.

Usai diumumkan terpilih kembali, Zulhas langsung dihampiri para pendukungnya untuk memberi ucapan selamat. Termasuk mantan Ketua Umum PAN, Soetrisno Bachir dan Hatta Radjasa.

Pesaing beratnya, Mulfachri Harahap juga langsung mendatanginya untuk memberi ucapan selamat. Pelukan pun diberikan Zulhas kepada calon ketua umum yang didukung Amien Rais itu.

Usai terpilih sebagai Ketua Umum PAN untuk kali kedua, Zulkifli Hasan meminta maaf atas segala insiden yang terjadi dalam arena Kongres V PAN di Kendari. “Sahabat saya Mulfachri Harahap memang keras, tapi hatinya baik. Kalau ada gesekan-gesekan, kami yang bersalah di hadapan teman-teman, saya meminta maaf. Ini menjadi peristiwa penting untuk partai,” kata Zulhas.

Menurutnya, PAN akan tetap solid meski telah terjadi peristiwa tersebut. Pada dasarnya, seluruh kader memiliki kecintaan terhadap partai dengan berbagai sikap. “Tentu ini kemenangan Partai Amanat Nasional. Apalah Zulkifli Hasan seorang diri tentu tidak bisa berbuat apa-apa. Ini perjuangan kawan-kawan, senior-senior semua,” jelas dia.

Zulhas berharap, terpilihnya dia menjadi Ketum PAN merupakan takdir baik untuk partai dalam lima tahun ke depan. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Kembali dia meminjam istilah smackdown dari Amien Rais. Bahwa meski kekerasan terjadi di awal, namun pada akhirnya akan kembali bersikap baik. “Tentu semua karena pendiri partai kita, tokoh reformasi, Pak Amien Rais,” tandas Wakil Ketua MPR itu.(jpg/bbs/adz)

Dinas TPH Sumut Kembangkan Bibit Unggul Bawang Merah di 6 Daerah

Foto: Dame/Sumut Pos Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Taufik Batubara (dua kiri) menjelaskan soal rencana pengembangan bibit bawang merah di Sumut, Selasa (11/2/2020).
Foto: Dame/Sumut Pos
Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Taufik Batubara (dua kiri) menjelaskan soal rencana pengembangan bibit bawang merah di Sumut, Selasa (11/2/2020).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bawang merah termasuk salahsatu pemicu inflasi di Sumatera Utara. Maklum, tingkat konsumsi bawang merah melampaui jumlah produksi dari petani Sumut. Tahun 2019, konsumsi bawang merah di Sumut mencapai 47.941 ton. Sementara produksi hanya 16.761 ton. Sisanya didatangkan dari Brebes, Jawa Tengah.

Menyikapi hal itu, Pemprovsu melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumut bersiap mengembangkan bibit bawang merah unggul di atas lahan seluas 9 hektare lahan di 6 daerah di Sumut. Penangkaran benih dilakukan mulai Februari 2020.

“Data BPS 2019 menunjukkan, total luas tanaman bawang di 16 kabupaten/kota Sumut pada 2019 masih 2.124 hektare, dengan produksi 16.761 ton. Tidak cukup untuk kebutuhan masyarakat Sumut. Karena itulah, Dinas TPH melakukan penangkaran bibit bawang merah unggul melalui kelompok tani di 6 kabupaten/kota di Sumut. Pengembangan bibit bawang dilakukan di Medan, Serdangbedagai, Deliserdang, Batubara, Simalungun, dan Karo,” ujar Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Taufik Batubara di Medan, Selasa (11/2).

Taufik mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Dahler Lubis, mengatakan, pengembangan bibit di atas lahan seluas 9 hektare itu ditargetkan akan menghasilkan produksi sekitar 56 ton bibit.

Selanjutnya, panen bibit unggul itu akan disalurkan ke sekitar 190-an kelompok tani di 16 kota/kabupaten di Sumut, per April 2020, untuk dibudidayakan. Proyeksinya, budidaya bibit bawang varietas unggul itu akan menghasilkan produksi sekitar 7-8 ton bawang merah per hektare.

“Sehingga produksi bawang merah Sumut bisa meningkat, meski belum surplus,” ujar Taufik didampingi stafnya, Adri A Nasution selaku Kaseksi Sayur dan Tanaman Obat, Adly Saragih selaku Kaseksi Pembenihan dan Penanganan Mutu, dan Rismauli Gultom selaku Penyuluh Pertanian Provinsi.

Dengan dukungan bibit varietas unggul, Dinas TPH menargetkan sasaran tanam bawang di Sumut tahun 2020 ini seluas 2.551 hektare, dengan total produksi 17.341 ton.

Untuk mencapai swasembada bawang merah, menurut Taufik, Sumatera Utara membutuhkan luas tanam sekitar 5.992 hektare, dengan jumlah bibit unggul mencapai 6.849 ton. “Jadi, dibutuhkan kurang lebih sekitar 3.600 hektare lagi luas tanam untuk mencapai swasembada bawang merah di Sumut,” katanya.

Bantuan untuk Keltan

Kelompok tani (keltan) yang melakukan penangkaran bibit bawang merah varietas unggul, mendapat bantuan berupa bibit, pupuk, pestisida, bangsal untuk penjemuran, serta alat transportasi roda tiga sebagai alat pengangkutan.

Nantinya, bibit unggul itu akan disertifikasi, dan digolongkan untuk varietas dataran tinggi atau dataran rendah.

“Kitar harapkan, Sumut dapat menjadi sumber benih bawang merah nasional. Karena peluangnya sangat besar. Pasar sumber benih itu tinggi. Dalam satu tahun bisa dua kali panen,” kata Taufik.

Ia berharap, penangkaran benih bawang merah varietas unggul di atas lahan 9 hektare itu, sebagai cikal bakal Sumut menjadi sumber benih nasional.

Untuk merangsang petani memproduksi bawang merah, kata dia, tahun ini Dinas TPH Sumut menyalurkan bantuan bibit bawang merah untuk 196 hektare lahan tanam di 16 kota/kabupaten di Sumut. Bantuan bibit dari APBD 95 hektare, dan APBN 101 hektare untuk bamer konsumsi. Petani mendapat bantuan bibit, insektisida, dan pupuk.

“Syarat keltan untuk mendapat bantuan yakni sudah berbadan hukum, dan memiliki lahan minimal 1 hektare,” katanya. (mea)

Salurkan Pembiayaan Rp27,38 Triliun Selama 2019, BRI Syariah Kuasai Ritel

UANG: Teller Bank BRI Syariah sedang menghitung uang. ist

SUMUTPOS.CO – PT Bank BRI Syariah Tbk menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 27,38 triliun pada 2019. Angka ini tumbuh 25,29 persen dibandingkan pada 2018 sebesar Rp 21,86 triliun.

Direktur Bisnis Ritel BRI Syariah Fidri Arnaldy mengatakan segmen ritel (SME, kemitraan, konsumer, dan mikro) menjadi pendorong pertumbuhan pembiayaan BRI Syariah. Ketiganya tumbuh masing-masing sebesar 37,47 persen, 28,7 persen dan 26,09 persen.

“Segmen konsumer, peningkatan pesat pembiayaan ditopang oleh kinerja produk Griya Faedah dan KPR Sejahtera yang merupakan program pemerintah atau dikenal dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP),” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/2).

Penyaluran Griya Faedah BRI Syariah sebesar Rp 3,59 triliun pada 2019 atau meningkat 18,55 persen dibandingkan 2018 sebesar Rp 3,03 triliun. Adapun pembiayaan KPR Sejahtera meningkat menjadi Rp 2,93 triliun atau tumbuh 37,79 persen dibanding 2018 Rp 2,13 triliun.

Sisi pembiayaan ritel SME dan kemitraan, Qanun Lembaga Keuangan Syariah memberikan kontribusi positif. BRI Syariah mulai mengonversi pembiayaan nasabah BRI di Aceh sejak Juli 2019 dan semakin menunjukkan peningkatan pada akhir 2019.

Akhir 2019, pembiayaan ritel SME Kemitraan tumbuh 37,47 persen. Pada segmen mikro, digitalisasi proses bisnis juga menjadi cara BRI Syariah mengakselerasi pertumbuhannya. i-Kurma (Kemaslahatan Untuk Rakyat Madani) yang diluncurkan pada November 2019 telah menunjukkan hasil, yaitu pertumbuhan pembiayaan mikro sebesar 26,09 persen.

“Hasil ini tidak lepas dari berbagai strategi yang diterapkan manajemen 2019, antara lain digitalisasi proses bisnis (i-Kurma), rekomposisi sumber daya manusia dari lini support ke lini bisnis dan rekomposisi portofolio pembiayaan yang fokus pada core bisnis dan memiliki profil risiko rendah,” jelasnya.

Tak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, menurutnya, perbaikan kualitas pembiayaan juga menjadi perhatian perusahaan. NPF Nett sebesar 3,38 persen, membaik dari tahun sebelumnya 4,97 persen sedangkan Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 80,12 persen atau masih berada pada level terjaga untuk likuiditas BRI Syariah.

“Kami sangat serius berupaya melakukan perbaikan kualitas pembiayaan. Salah satu strateginya adalah monitoring pergerakan kualitas aktiva produktif harian secara terintegrasi,” ucapnya.

Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) BRIsyariah tercatat Rp 34,12 triliun pada 2019 atau meningkat sebesar 18,23 persen dari 2018 sebesar Rp 28,86 triliun.

Dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) memiliki kontribusi tertinggi dalam peningkatan DPK, yaitu sebesar 53,43 persen. Tercatat CASA BRI Syariah mengalami peningkatan pada 2019 menjadi 44,21 persen dari 34,07 persen.

BRIsyasriah mencatatkan pertumbuhan aset 13,74 persen (YoY) pada 2019 menjadi Rp 43,12 triliun dari Rp 37,87. Laba operasional sebelum pencadangan mencapai Rp 972,18 miliar tumbuh 25,16 persen dari Rp 776,77 miliar.

Pada tahun ini, BRI Syariah akan semakin meningkatkan digitalisasi bisnisnya. Setelah meluncurkan aplikasi i-Kurma, BRI Syariah akan terus mengembangkan digitalisasi proses bisnis untuk segmen lainnya. (rol/ram)

Layani Jamaah Umrah, Citilink Buka Rute Surabaya-Jeddah

PEMERIKSAAN: Pesawat Citilink sedang diperiksa kondisinya sebelum lepas landas di Bandara Kualanamu, Deliserdang, beberapa waktu yang lalu.
istimewa
PEMERIKSAAN: Pesawat Citilink sedang diperiksa kondisinya sebelum lepas landas di Bandara Kualanamu, Deliserdang, beberapa waktu yang lalu.
istimewa

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Maskapai penerbangan Citilink Indonesia menambah jaringan trayek internasionalnya. Kali ini anak perusahaan Garuda Indonesia itu meluncurkan rute penerbangan baru dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

“Untuk memenuhi rute itu yang sudah dimulai per 9 Februari 2020, Citilink akan menggunakan armada A330-900 NEO,” ujar Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.

Menurut Juliandra, pembukaan rute baru tersebut merupakan upaya Citilink meningkatkan eksistensi di ranah penerbangan internasional.

“Penerbangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan transportasi untuk masyarakat yang ingin menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci,” ujarnya.

Penerbangan rute Surabaya-Jeddah pulang pergi merupakan rute penerbangan internasional ke-11 yang dimiliki Citilink Indonesia setelah sebelumnya meluncurkan penerbangan internasional rute Denpasar-Melbourne (Avalon) dan Bandung-Kuala Lumpur.

Penerbangan rute Surabaya-Jeddah untuk tahap awal beroperasi satu kali dalam seminggu yakni pada hari Minggu dengan menggunakan pesawat Airbus A330-900 NEO berkapasitas 365 penumpang. Selanjutnya, di bulan Maret 2020 penerbangan ini akan beroperasi tiga kali dalam seminggu.

Penerbangan ini dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Juanda pada pukul 16:00 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz pada pukul 22:40 waktu setempat dengan nomor penerbangan QG 526.

Sebaliknya, penerbangan ini dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz pada pukul 00:20 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Juanda pada pukul 15:50 waktu setempat dengan nomor penerbangan QG 527.

Harapannya, kata Juliandra, tidak hanya menjadi pilihan transportasi untuk masyarakat yang ingin menjalankan ibadah umrah, tapi juga sekaligus dapat meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia, melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya yang terhubung dengan kota-kota lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Denpasar, Makassar, Manado, dan sebagainya. (jpc/ram)