24 C
Medan
Monday, January 26, 2026
Home Blog Page 4515

Edarkan Sabu, Buruh Bangunan Ditangkap Polisi

TERSANGKA: 2 tersangka masing-masing FI (19) dan Suyanto alias Tober ditangkap personel Polsek Batang Kuis.
TERSANGKA: 2 tersangka masing-masing FI (19) dan Suyanto alias Tober ditangkap personel Polsek Batang Kuis.
TERSANGKA: 2 tersangka masing-masing FI (19) dan Suyanto alias Tober ditangkap personel Polsek Batang Kuis.
TERSANGKA: 2 tersangka masing-masing FI (19) dan Suyanto alias Tober ditangkap personel Polsek Batang Kuis.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Polsek Batang Kuis membekuk 2 pria diduga terlibat narkotika, Minggu (9/2) malam. Kedua pria itu FI (19) warga Simpang Muntik Dusun VI Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang dan Suyanto alias Tober (34) warga Jalan Nusa Indah Gang Mawar Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis.

Informasi dihimpun penangkapan itu bermula ketika Unit Reskrim Polsek Batang Kuis mendapat kabar melalui telfon ada seseorang hendak mengkosumsi narkoba di dusun VI Desa Sena Kecamatan Batang Kuis. Mendapat informasi petugas menindaklanjuti dan menuju kelokasi.

Tiba dilokasi yang disebutkan itu, petugas melihat seorang laki-laki sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan dan langsung mengamankannya.

Kemudian petugas melakukan penggeledahan dan dari dalam saku depan baju FI ditemukan barang bukti berupa msatu buah plastik klip kecil berisikan sabu sabu dibeli pelaku seharga Rp50.000.

Selanjutnya FI dan barang bukti diamankan ke Polsek Batang Kuis. Saat dilakukan Interogasi, FI mengaku bahwa sabu tersebut dibeli dari seseorang bernama Suyanto alias Tober. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan mengamankan buruh bangunan ini dari Jalan Nusa Indah Gang Mawar Dusun V Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang.

Dari Suyanto alias Tober diamankan satu buah dompet warna ungu yang bertuliskan toko mas SINAR BARU yang berisikan 1 buah plastik klip ukuran sedang berisikan sabu sabu, 35 buah plastik klip kecil, skop yang terbuat dari pipet, uang sebesar Rp50.000.

Kasubbag Humas Polresta Deliserdang Iptu Masfan Naibaho SH saat dikonfirmasi, Senin (10/2) siang membenarkan kedua pria itu diamankan berikut barang bukti sabu. “Diperiksa di Polsek Batang Kuis, kedua tersangka diserahkan ke Sat Narkoba Polresta Deliserdang untuk pemeriksaan lanjutan,” sebutnya. (btr)

Siswa Dipungut SPP Rp25 Ribu per Bulan di SMAN 1 Dolok Sanggul

Berdalih Keputusan Komite

ilustrasi

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Berdalih keputusan komite sekolah, dan telah mendapat persetujuan para orangtua, siswa di SMA Negeri 1 Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), dipungut Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp25 ribu per bulan, yang diberlakukan sejak September 2019 lalu.

Kepala SMA Negeri 1 Dolok Sanggul, Tuena Harauli Pakpahaan, didampingi Wakil Kepala, Erwin Sitorus, mengatakan, keputusan untuk mengutip SPP sebesar Rp25 ribu per siswa itu, merupakan kesepakatan antara komite sekolah bersama para orangtua dan wali siswa.

Tuena mengakui, beberapa waktu lalu pihak komite sekolah mengundang semua orangtua siswa untuk mengikuti rapat. Pemungutan SPP ini, dimaksudkan untuk menanggulangi permasalahaan yang ada di sekolah.

“Iya. Jadi ini keputusan komite sekolah dan orangtua siswa,” ungkap Tuena, seraya bergegas hendak keluar dari kantornya, Senin (10/2).

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Dolok Sanggul, Erwin Sitorus menambahkan, SPP yang dipungut sebesar Rp25 ribu per siswa itu, digunakan untuk uang sosial, kegiatan ekstra yang tidak ditampung pada Dana BOS, dan guru honorer yang tidak ada surat penugasan dari provinsi.

“Awalnya ini dimotori Bapak Jonny Simanjuntak (eks Kepala SMA Negeri 1 Dolok Sanggul). Ini dimaksudkan untuk menanggulangi permasalahaan di sekolah. Kemudian mereka (komite sekolah, orangtua dan wali siswa) berembuk dan mengambil kesepakatan bersama. Dan yang menentukan besar jumlahnya, orangtua bersama komite sekolah,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan, pungutan SPP itu mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016, tentang Komite Sekolah.

“Jadi ini enggak ada masalah, dan tidak menyalahi aturan, karena berdasar aturan Permendikbud tentang Komite Sekolah,” jelas Erwin lagi.

Dari acuan itu, lanjut Erwin, dari 1.067 siswa, tidak semua diwajibkan untuk dibebani. Dan hanya 726 siswa yang memberikan SPP sebesar Rp25 ribu per bulan. Sementara sisanya, bagi siswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Harapan, tidak dibebani.

“Jadi, sejauh ini tidak ada masalah,” katanya.

Sementara itu, mantan Kepala SMA Negeri 1 Dolok Sanggul, Jonny Simanjuntak membenarkan, pungutan uang SPP berawal dari usulannya kepada komite sekolah, mengingat permasalahaan yang ada di sekolah saat itu.

“Awalnya memang saya. Tapi saya sudah lebih dulu dipindahkan,” katanya.

Dia juga menjelaskan, rencananya uang SPP itu dipungut karena banyaknya permasalahaan di sekolah yang tidak bisa ditanggulangi hanya dengan Dana BOS. Dan itu baru hanya disampaikan Jonny kepada komite sekolah, belum ada rapat dengan orangtua siswa.

Begitupun, lanjut Jonny, dia yang sudah tidak lagi menjabat, mengatakan, masalah itu kembali berpulang kepada kepala sekolah yang baru, setuju atau tidak dengan rencana tersebut.

“Kembali kepada kepala sekolah yang baru untuk membuat keputusan. Bisa saja jika menurut dia tidak perlu, jadi dibatalkan, karena tidak ada persetujuan orangtua,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Humbahas dan Tapanuli Utara, Samsul Purba, hingga berita ini diturunkan, tak memberikan tanggapan. (des/saz)

Lubang Drainase Ancam Pejalan Kaki

MENGANGA: Lubang yang menganga di persimpangan Jalan Udara Berastagi.
SOLIDEO SEMBIRING/SUMUT POS

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemkab Karo terkesan tutup mata dengan amblasnya saluran drainase di dekat Tugu Kol Berastagi, Kabupaten Karo, tepatnya di simpang Jalan Udara. Pembiaran ini, menyebabkan lubang besar dan menganga, Minggu (9/2).

Warga yang melintasi, terutama pelajar, mengaku kecewa. Selain mengganggu dan membahayakan, kerusakan ini juga ditengarai sebagai penyebab banjir, karena plat beton penutup saluran drainase, amblas ke dalam.

“Kalau pun dikatakan di Karo ini sudah bagus pembangunanya, orang tidak akan percaya. Karena pintu masuk ke kota wisata saja seperti itu. Pasti orang berpikir, dalamnya lebih parah lagi. Sehingga orang jadi malas masuk ke Berastagi ini. Karena bagian jalannya saja pun berantakan,” ungkap seorang warga Berastagi, Sitepu (52), kepada Sumut Pos.

Menurut Sitepu, kerusakan itu akibat terlindas mobil, yang mau memarkirkan kendaraannya saat mau menurunkan penumpang.

“Waktu itu ada mobil yang mau menurunkan penumpang, jadi karena lewat batas, mobil tersebut pun melindas penutup drainase tersebut, dan akhirnya jebol. Untung saja saat itu penumpangnya tidak jatuh ke dalam lobang drainase,” bebernya.

Pantauan di lokasi, sebuat lubang berukuran 1×3 meter menganga, tepat di gerbang masuk Jalan Udara. Warga sekitar, dan anak sekolah, terlihat gamang melintasi area tersebut. (deo/saz)

Warga Negara Korsel Mendadak Tewas di Langkat, Dinkes Sumut Pastikan Negatif Virus Corona

MENDADAK: ABK Sun Shine, berbendera Panama, warga negara Korea Selatan, Jung Seungwon (20), yang mendadak meninggal, dipastikan negatif terinfeksi virus corona.
ris/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut memastikan, tewasnya warga negara (WN) Korea Selatan (Korsel), Jung Seungwon (20), negatif terinfeksi virus corona. Kematian anak buah kapal (ABK) Sun Shine, berbendera Panama ini, diduga terkena serangan jantung.

“Bukan penderita corona atau penyakit karantina. Tidak mencirikan corona, lebih ke penyakit jantung. Kalau terkena corona, tentu ada riwayat perjalanan penyakitnya,” ungkap Kepala Dinkes Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan, dalam keterangan persnya, Senin (10/2) sore.

Lebih lanjut Alwi mengatakan, WN Korsel tersebut tidak ada gejala sesak nafas atau gangguan pernapasan. “Kami yakin dari perjalanan kapal, memang bukan (corona). Kapal ini dari Batam pada 9 Februari, sebelum berangkat dari sana, sudah diperiksa mereka (ABK),” jelas Alwi, yang didampingi Sekretaris Dinkes Sumut dr Aris Yudhariansyah, Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes Pol R Harjuno, dan Tim Pinere RSUP H Adam Malik.

Alwi juga menyebutkan, pihak otoritas Pangkalansusu, melakukan pertolongan terhadap kru kapal tersebut, karena ada panggilan emergency. Sesuai perjanjian internasional, panggilan emergency yang menyangkut nyawa manusia, wajib ditolong. “Pada saat dilakukan pertolongan, dalam perjalanan meninggal. Ini cenderung serangan jantung. Nanti bisa dilihat hasil otopsi,” jelasnya.

Saat ini, sambungnya, jasad WN Korsel tersebut berada di RSUD dr Pirngadi Medan. “Kalau ada hasil otopsi, itu hanya untuk menguatkan, kalau ini bukan corona,” tukas Alwi.

Sementara, Kabid Dokkes Polda Sumut, Kombes Pol R Harjuno menyampaikan, apabila ada pemberitaan tentang corona, agar masyarakat benar-benar mengecek sumber berita tersebut.

“Kepada masyarakat diimbau, ketika mendapat informasi tentang corona, maka lihat sumbernya dari mana, apakah kompeten atau tidak? Jangan langsung terima begitu saja,” harap Alwi. Sebelumnya, dari informasi yang dihimpun, kapal yang ditumpangi Jung Seungwon bertolak dari Pelabuhan Batam, Minggu (9/2) malam, menuju Qatar. Di perjalanan, persisnya di kawasan perairan Pangkalansusu, mengirimkan signal medical evacuation kepada pihak Poskamla TNI-AL Belawan, karena adanya seorang kru yang mengalami sakit.

Selanjutnya, Poskamla TNI-AL Belawan menginformasikan kepada Poskamla TNI-AL Pangkalansusu dan Kantor Syahbandaran dan Otoritas (KSO) Pelabuhan Kelas IV Pangkalansusu, untuk melakukan proses evakuasi, mengingat lokasi Kapal Sun Shine lebih dekat dengan perairan Langkat.

Pukul 21.30 WIB, dilaksanakan proses evakuasi terhadap kapal Sun Shine oleh tim gabungan, yang terdiri dari Tim Kesehatan Pertamina Pangkalansusu, Poskamla TNI-AL Pangkalansusu, Sat Pol Air Polres Langkat, dan Kantor Syahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalansusu, dengan menggunakan kapal bots Martha Channel, milik Pertamina Pangkalansusu. Namun di perjalanan evakuasi, Senin dini hari, kru kapal tersebut dinyatakan meninggal dunia. Sempat beredar isu, kru kapal tersebut diduga terindikasi virus corona, namun Dinkes Sumut menyanggah isu tersebut sesat dan tidak benar, masyarakat diharapkan jangan panik. (ris/saz)

Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Musibah

Baginda Lumbangaol Beri Bantuan Sembako ke 18 Kepala Keluarga

BANTUAN: Tim Baginda Polin Lumbangaol, menyalurkan bantuan, berupa beras, telur, minyak makan, dan gula, kepada korban bencana banjir dan kebakaran di Desa Aek Sopang, Kecamatan Pakkat, Humbahas.
DEDDY EFFENDY GEMAYEL SIMBOLON/SUMUT POS
BANTUAN: Tim Baginda Polin Lumbangaol, menyalurkan bantuan, berupa beras, telur, minyak makan, dan gula, kepada korban bencana banjir dan kebakaran di Desa Aek Sopang, Kecamatan Pakkat, Humbahas.
DEDDY EFFENDY GEMAYEL SIMBOLON/SUMUT POS

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Bakal Calon Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Baginda Polin Lumbangaol, menyalurkan ban tuan ke 3 desa yang terkena musibah banjir bandang, dan korban kebakaran, beberapa hari lalu. Hal ini guna meringankan beban warga yang terdampak musibah tersebut.

Adapun penyaluran bantuan ini digelar di Desa Aek Sopang, Kecamatan Pakkat, Jumat (7/2) lalu. Bantuan yang diterima langsung oleh 18 kepala keluarga ini, berisikan sembako, seperti beras, telur, minyak makan, dan gula.

Jarunjung Banjarnahor, mewakili Baginda Polin Lumbangaol, mengatakan, Baginda turut prihatin atas bencana yang dialami masyarakat Kecamatan Pakkat tersebut. Karena itu, bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban para korban.

“Iya, kami memberikan, beras, gula, telur, minyak makan, dan gula. Bantuan ini untuk meringankan kesedihan mereka,” ungkap Jarunjung, didampingi Jabonder Lumbangaol, di Dolok Sanggul, Sabtu (8/2).

Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Pakkat ini, mengakibatkan sejumlah rumah mengalami kerusakan kecil, dan sebagian warga yang menjadi korban, mengungsi ke rumah tetangga.

Menurut Jarunjung, banyak ke rugian ketika alam sudah berbicara, namun dari musibah itu ha rusnya dapat dipetik hikmahnya. Dan kiranya, diharapkan warga sebaiknya menjaga alam sekitar, tanpa melakukan penebangan dan mengeruk tebing, demi menghindari bencana.

“Kepada saudara-saudara kami yang tertimpa bencana, semoga diberikan kesabaran, keikhlasan, dan bisa memetik hikmah di balik musibah ini,” harapnya.

Di samping memberikan sembako kepada korban bencana, Baginda juga menyalurkam tali asihnya kepada keluarga Managam Sihotang, yang merupakan korban kebakaran.

Sementara itu, Albiner Tumanggor, perwakilan korban bencana banjir bandang, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Baginda, yang prihatin atas kejadian yang menimpa mereka.

“Kami terharu atas prihatin Pak Baginda kepada kami,” ujarnya.

Di samping berterimakasih, dia juga mendoakan Baginda, agar apa yang menjadi cita-citanya sebagai ‘pelayan masyarakat’ di Humbahas, dapat dikabulkan Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami berdoa, semoga impian Pak Baginda sebagai parhobas (pelayan) di Humbahas ini terwujud,” ungkap Albiner, yang diamini 17 kepala keluarga lainnya. (des/saz)

Dua Pengedar Sabu Gagal Jumpai Calon Pembeli

SABU: Budi alias Joko (49) dan Heri Sukamto alias Gepeng (38) ditangkap setelah gagal jual sabu ke calon pembeli. tedi/ SUMUT POS
SABU: Budi alias Joko (49) dan Heri Sukamto alias Gepeng (38) ditangkap setelah gagal jual sabu ke calon pembeli. tedi/ SUMUT POS
SABU: Budi alias Joko (49) dan Heri Sukamto alias Gepeng (38) ditangkap setelah gagal jual sabu ke calon pembeli.  tedi/ SUMUT POS
SABU: Budi alias Joko (49) dan Heri Sukamto alias Gepeng (38) ditangkap setelah gagal jual sabu ke calon pembeli. tedi/ SUMUT POS

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Budi alias Joko (49) dan Heri Sukamto alias Gepeng (38) warga Sunggal, Deliserdang gagal jumpai calon pembelinya. Kedua pengedar sabu inipun berurusan dengan polisi.

“Keduanya ditangkap oleh Tim Opsnal Polsek Binjai Timur dengan barang bukti sabu siap edar,” kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Senin (10/2).

Keduanya ditangkap di depan salah satu komplek perumahan Jalan Danau Laut Tawar Km 18, Kelurahan Sumber Karya, Binjai Timur, sekitar pukul 03.00 WIB dinihari. Disinyalir, keduanya sedang menunggu calon pembeli yang ingin belanja.

Hasil penyelidikan, informasi yang disebutkan benar terlihat orang dimaksud. Setelah melihat kedua pengedar ini, kata dia, polisi menghampiri mereka sekaligus melakukan komunikasi.

“Setelah ditanyai, petugas memerintahkan keduanya untuk mengeluarkan isi dari kantung saku celananya,” beber dia.

Tak ayal, keduanya gugup. Meski demikian, perintah dari personel tetap dilakukan keduanya. “Dari kantung saku celana Budi ditemukan bungkusan plastik asoy warna hitam dan 1 bungkus rokok. Kemudian dibuka, isi dalam plastik asoy ditemukan narkotika diduga sabu sebanya 10 gram,” kata Siswanto.

Selain kemasan banyak, sambung dia, juga ditemukan paket kecil lainnya. Masing-masing 2 paket seharga Rp250 ribu, 1 paket seharga Rp70 ribu, 1 paket seharga Rp50 ribu dan 1 paket seharga Rp40 ribu.

“Sabu itu semua siap edar, karena sudah dipaket-paketin. Dari dalam bungkus rokok juga ditemukan 62 buah plastik klip transparan,” urai dia. Atas temuan barang bukti ini, keduanya tidak dapat menghindarinya. Dia menambahkan, semua barang itu diakui milik Budi.

“Keduanya dan barang bukti sudah dibawa ke Polsek Binjai Timur untuk diperiksa lebih lanjut sekaligus akan dilimpahkan ke Sat Res Narkoba Polres Binjai guna kepentingan penyidikan. Sepeda motor yang digunakan mereka juga dijadikan barang bukti, Yamaha Mio Soul metik warna hitam BK 5166 XG,” pungkasnya. (ted/btr)

Pengoplosan LPG 12 Kilogram di Dairi

Pertamina dan Pemkab Didesak Bertindak Tegas

BARCODE: Plt Kepala Dinas Perindag Dairi, Rahmatsyah Munthe, menunjukkan contoh barcode asli penutup LPG 12 kilogram non subsidi dari PT Pertamina.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BARCODE: Plt Kepala Dinas Perindag Dairi, Rahmatsyah Munthe, menunjukkan contoh barcode asli penutup LPG 12 kilogram non subsidi dari PT Pertamina.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Distributor LPG 12 kilogram non subsidi untuk wilayah Kabupaten Dairi, mendesak PT Pertamina dan Pemkab Dairi untuk bertindak tegas, terkait maraknya dugaan pengoplosan LPG 3 kilogram ke tabung LPG 12 kilogram. Pengoplosan ini, diduga terjadi di Kota Sidikalang, seperti dilansir sejumlah media massa, belum lama ini.

Diketahui, akibat pengoplosan ini, pengusaha atau distributor resmi, serta penerima mamfaat LPG 3 kilogram bersubsidi, sangat dirugikan.

Desakan itu disampaikan Manajer PT Indah Sentosa, Dedy Efranda Pola Sembiring, distributor resmi LPG 12 kilogram non subsidi untuk wilayah Kabupaten Dairi, di Sidikalang, Senin (10/2).

Dedy mengatakan, isu banyaknya beredar LPG 12 kilogram yang diduga oplosan, sudah lama berlangsung.

“Dugaan pengopolosan itu, sangat merugikan kami sebagai distributor resmi. Selain kami, masyarakat miskin sebagai penerima mamfaat LPG 3 kilogram bersubsidi, juga sangat dirugikan. Karena dampaknya akan mempengaruhi ketersediaan LPG 3 kilogram itu sendiri,” tegasnya. Dipastikan, jika hal itu terus berlangsung, akan terjadi kelangkaan untuk LPG 3 kilogram. “Selain itu, harga LPG 12 kilogram oplosan bisa dijual lebih murah dibanding yang resmi dari distributor yang ditunjuk Pertamina,” kata Dedy.

Dedy mewakili distributor resmi di Kabupaten Dairi, mendesak PT Pertamina, Pemkab Dairi, serta pihak kepolisian mengambil tindakan tegas, untuk menangkap pelaku pengoplosan tersebut.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dairi, Rahmatsyah Munthe mengatakan, setelah berita dugaan pengopolosan itu beredar, pihaknya pun langsung turun ke lapangan pada Jumat (7/2) lalu, untuk memastikan dugaan itu.

“Pas tim ke lapangan memantau sejumlah kios dan pangkalan di Sidikalang, kami tidak ada menemukan kasus tersebut,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Rahmatsyah, pihaknya mengumpulkan agen untuk menyampaikan dugaan pengoplosan LPG 12 kilogram, dalam memastikan LPG 3 kilogram tidak dioplos. “Kami juga mengimbau para agen, agar disampaikan ke konsumen, supaya tidak membeli LPG 12 kilogram oplosan,” bebernya.

Rahmatsyah pun mengatakan, LPG 12 kilogram yang disalurkan distributor resmi ditunjuk oleh PT Pertamina, memiliki segel penutup di atas tabung, dengan barcode berukuran 20×10 milimeter, berwarna silver, dan dibalut nama distributor menggunakan huruf besar.

Rahmatsyah juga mengatakan, sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pengawasan Barang dan Jasa yang Beredar dan Perlindungan Konsumen, merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi.

“Sementara pemerintah kabupaten memiliki tim pengawasan peredaran/distribusi minyak dan gas. Untuk itu, kami akan berkoordinasi dengan para aparat penegak hukum, untuk menyelidiki dugaan pengoplosan itu. Sembari mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur membeli LPG 12 kilogram yang diduga oplosan tersebut,” pungkasnya. (rud/saz)

Gagal Mencuri, Residivis Curanmor Ditembak Polisi

TEBAK: Kedua kaki Sharil (tengah) ditembak polisi setelah tertangkaptangan hendak mencuri sepeda motor korbanya di belakang Plaza Medan Fair.
TEBAK: Kedua kaki Sharil (tengah) ditembak polisi setelah tertangkaptangan hendak mencuri sepeda motor korbanya di belakang Plaza Medan Fair.
TEBAK: Kedua kaki Sharil (tengah) ditembak polisi setelah tertangkaptangan hendak mencuri sepeda motor korbanya di belakang Plaza Medan Fair.
TEBAK: Kedua kaki Sharil (tengah) ditembak polisi setelah tertangkaptangan hendak mencuri sepeda motor korbanya di belakang Plaza Medan Fair.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sahril (50) terduga kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di belakang Plaza Medan Fair roboh setelah kakinya ditembak petugas Polsek Medan Baru, Minggu (9/2) tengah malam.

Disebutkan pria yang beralamat di Jalan Karya IV Gang Sepakat, Kecamatan Medan Helvetia ini kabur dan melawan petugas saat dilakukan pengembangan kasus.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing menjelaskan, semula tersangka Sahril mencuri sepeda motor Yamaha N-Max BK 5332 ZAM milik Gella Trapattoni (19), yang diparkirkan di belakang gedung Plaza Medan Fair dengan stang terkunci.

“Beberapa jam, korban lalu hendak pulang dan menuju sepeda motornya. Namun, korban melihat ada seorang pria berjongkok di dekat motornya,” ungkap Martuasah, Senin (10/2).

Lanjut dia, korban lalu mendekati tersangka. Akan tetapi, tersangka langsung buru-buru kabur. “Korban yang curiga lalu menuju sepeda motornya. Saat tiba di kendaraannya, korban melihat kunci T sudah berada di kunci kontak sepeda motornya,” terang Martuasah.

Mengetahui kendaranya akan menjadi korban kejahatan. Korban berteriak minta tolong kemudian didengar sekuriti dan beberapa warga yang ada di lokasi. Kemudian mengejar tersangka, namun tidak berhasil. Korban kemudian melaporkan kepada petugas Polsek Medan Baru.

“Mendapat informasi keberadaan tersangka yang bersembunyi di bawah mobil tidak jauh dari lokasi parkir kendaraan korban yang kemudian berhasil ditangkap,” jelas Martuasah.

Disebutkan dia, setelah diinterogasi ternyata tersangka mengakui perbuatannya. Dalam aksi kejahatannya, tersangka melakukan bersama seorang rekannya bernama Hendra.

“Kita bawa tersangka untuk mencari rekannya dan barang bukti lain. Namun, saat pengembangan ternyata tersangka mencoba kabur dan melawan petugas. Sempat diberikan tembakan peringatan, tetapi tak dihiraukan sehingga dilakukan tindakan tegas,” jelas Martuasah.

Diterangkan tersangka dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk diberikan pertolongan. “Dari hasil penyelidikan, tersangka diketahui merupakan residivis kasus curanmor yang baru bebas pada akhir tahun lalu,” katanya. (ris/btr)

Sudah Longsor Selama 15 Tahun, Jalan Pasir Mbelang Dairi Tak Kunjung Diperbaiki

LONGSOR: Sudah berjalan 15 tahun, jalan yang menghubungkan Desa Pasir Mbelang ke Pasir Tengah, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, kerap mengalami longsor. Namun hingga kini, ruas jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
LONGSOR: Sudah berjalan 15 tahun, jalan yang menghubungkan Desa Pasir Mbelang ke Pasir Tengah, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, kerap mengalami longsor. Namun hingga kini, ruas jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Desa Pasir Mbelang dan Pasir Tengah, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, sangat mengeluhkan kondisi jalan menuju desa mereka. Meski sudah 15 tahun badan jalan yang menghubungkan kedua desa tersebut mengalami longsor, namun hingga saat ini, Pemkab Dairi tak kunjung melakukan perbaikan.

Hal ini dikeluhkan tokoh pemuda Kecamatan Tanah Pinem, Bonitra Sinulingga. Menurutnya, badan jalan yang longsor tersebut sudah lama terjadi, tapi sampai sekarang tak kunjung diperbaiki instansi terkait.

“Akibatnya, arus transportasi baik untuk mengangkut hasil pertanian dan sarana produksi, serta mobil penumpang umum, jadi terkendala. Karena lebih dari separuh badan jalan mengalami longsor, sehingga kendaraan sulit melintas,” ungkap Bonitra, Senin (10/2).

Bonitra juga mengatakan, kerusakan infrastruktur tersebut, pun sangat merugikan mayoritas masyarakat sekitar, yang merupakan petani jagung. Karena harga jual komoditas di Desa Pasir Mbelang dan Pasir Tengah, jadi menurun dibanding desa lain di kecamatan tersebut.

“Hal ini disebabkan agen pengumpul hasil bumi, membeli dari masyarakat sekitar lebih murah. Alasannya, jalan rusak dan sulit menjangkau perkampungan. Serta biaya angkut mahal, sehingga dibebankan ke petani dengan membeli komoditas lebih murah,” bebernya, seraya mengatakan, perbedaan harga jual komoditas di tingkat petani, mencapai Rp200-Rp300 per kilogram. Dan kondisi ini diketahui sangat merugikan masyarakat petani setempat.

Dia juga mengatakan, saat ini sudah jadwal masuk musim tanam. Informasinya, pekan ini akan dilakukan distrbusi pupuk bersubsidi kepada petani.

“Dengan kondisi badan jalan seperti itu, dipastikan pengangkutan akan sulit. Para petani mendesak Pemkab Dairi segera memperbaiki badan jalan yang longsor itu, sehingga tidak lagi merugikan masyarakat petani di kedua desa tersebut,” pungkas Bonitra. (rud/saz)

Tewas Dianiaya, Korban Diduga Pelaku Pencurian

TEWAS: Korban dugaan penganiayaan yang tewas sempat dirawat di RSUD Djoelham. tedi/sumut pos
TEWAS: Korban dugaan penganiayaan yang tewas sempat dirawat di RSUD Djoelham. tedi/sumut pos
TEWAS: Korban dugaan penganiayaan yang tewas sempat dirawat di RSUD Djoelham. tedi/sumut pos
TEWAS: Korban dugaan penganiayaan yang tewas sempat dirawat di RSUD Djoelham. tedi/sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Mulai terungkap penyebab tewasnya DA (23) yang diduga akibat dianiaya secara bersama-sama merupakan seorang terduga pelaku pencurian. Disebutkan DA kepergok saat akan melakukan aksinya melakukan pencurian dirumah S yang berada di Jalan Letnan Jenderal Jamin Ginting, Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan, akhir pekan lalu.

Korban DA kepergok pemilik rumah berinisial S.”Memang saat itu, pemilik rumah sedang sendirian di rumah. Tiba-tiba, terdengar suara dari arah dapur,” Demikian keterangan Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting,ketika dikonfirmasi, Senin (10/2).

Ditambahkan DA memasuki rumah S dari arah dapur. Namun, aksi DA diketahui pemilikrumah S. Karena DA ketika menjalankan aksinya menimbulkan kegaduhan. Lantas S melihat DA, dan berteriak menyatakan maling.

Mengetahui aksinya diketahui DA berusaha kabur. Namun nahas. “Pemilik rumah (S) diteriaki maling. Warga lain yang dengar, mengerumuni hingga terjadi hal itu (penganiayaan bersama),” tambah mantan Kanit Intelkam Polres Binjai ini.

“Sekarang jadi belum tahu bagaimana. Namun yang pasti, semua laporan diproses,” tukasnya.

Disebutkan DA yang merupakan warga Jalan Gunung Bendahara, Lingkungan 13, Kelurahan Binjai Estate, Binjai Selatan. Disebut diduga dianiaya secara bersama-sama hingga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai, Sabtu (8/2). DA mengembuskan nafas terakhir di rumah sakit, Minggu (9/2). Keluarga korban tak terima atas kematian itu dan membuat laporan ke Polres Binjai sesuai nomor LP/123/II/2020/SPKT-C Res Binjai pada 9 Februari 2020.

Pelapor atas nama Villa Donna Yunita yang merupakan ibu DA. Penyidik Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai juga sudah mengambil keterangannya. (ted/btr)