TINGGALKAN RUANG RAPAT: Ketiga Pimpinan DPRD Karo meninggalkan ruang rapat koordinasi Forkompimda dan OPD terkait pencegahan penyebaran
Covid-19, di aula kantor Bupati Karo,
Kamis (19/3).
TINGGALKAN RUANG RAPAT: Ketiga Pimpinan DPRD Karo meninggalkan ruang rapat koordinasi Forkompimda dan OPD terkait pencegahan penyebaran
Covid-19, di aula kantor Bupati Karo,
Kamis (19/3).
KARO, SUMUTPOS.CO – Tiga pimpinan DPRD Karo memilih meninggalkan rapat koordinasi Forkompimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pasca dibentuknya Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Pasalnya, Bupati Karo Terkelin Brahmana selaku pengambil kebijakan dan keputusan, tidak menghadiri rapat yang digelar di aula kantor Bupati, Kamis (19/3) sore.
Sikap tak peduli Bupati Karo ini, membuat Ketua DPRD Karo, Iriani br Tarigan, Wakil Ketua DPRD Karo, Sadarta Bukit dan Davit Kristian Sitepu, berang dan kecewa. Ketidakhadiran ini dianggap sebagai bukti ketidakpedulian Bupati Karo terhadap kepentingan dan keselamatan warganya.
Usulan-usulan dan wacana yang sudah dibuat, tak satu pun yang bisa ditingkatkan menjadi keputusan.
Karena penetapan keputusan ada ditangan Bupati Karo.
Alhasil, para peserta rapat, terutama para SKPD hanya berkutat pada masukan dan wacana saja.
“Kita bersyukur, sampai hari ini Kabupaten Karo masih bebas dari Virus Corona. Meski demikian, kita tidak boleh berdiam diri saja. Apa langkah pencegahan yang kita buat? Jangan nanti sudah masuk baru sibuk,”ujar Sadarta Bukit, kesal.
Sadarta juga sangat menyesalkan ketidakhadiran Bupati Karo dalam rapat tersebut. “Pengambil keputusan tak ada di tempat. Bagaimana arah kebijakan pimpinan daerah ini? Kami menunggu keputusan dari Pemda Karo. Kalau begini terus, tidak akan ada keputusan. Jadi kami permisi,”katanya sembari meninggalkan ruang rapat.
Kekecewaan senada juga dikatakan Ketua DPRD Karo, Iriani br Tarigan. Menurut Iriani, dia dan kedua wakil Ketua DPRD Karo langsung hadir karena rapat tersebut menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat Kabupaten Karo.
“Kami sengaja hadir bertiga karena ini menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat. Namun justru Bupati Karo yang tak hadir. Jadi nggak ada keputusan yang bisa diambil,” kesalnya.
Tak hanya Iriani dan Sadarta, Wakil Ketua DPRD Karo David Kristian Sitepu juga sangat menyayangkan ketidakpedulian Bupati Karo.
“Ini bukti Bupati Karo tak perduli. Seharusnya kepentingan dan keselamatan masyarakat yang diutamakan,” tegasnya. Karena itu DPRD Karo itu meminta para SKPD menyelesaikan usulan-usulan mereka ke Bupati Karo. Jika nanti sudah ada keputusan, mereka akan mendukung keputusan-keputusan tersebut selama bersifat untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat Karo.
“Pada intinya kami siap mendukung. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami permisi,” kata David.
Usai meluapkan kekesalan masing-masing, ketiga pimpinan DPRD Karo itu memilih meninggalkan rapat. (deo/han)
KARO, SUMUTPOS.CO – Terhitung 20 Maret 2020, para pelajar tingkat PAUD/SD/SMP Negeri/swasta di Kabupaten Karo, diliburkan hingga 3 April mendatang.
Meliburkan para pelajar tersebut, sesuai surat pemberitahuan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo edarkan surat pemberitahuan kepada Kepala PAUD/SD/SMP Negeri/swasta, Korwil bidang pendidikan kecamatan dan pengawas sekolah se-Kabupaten Karo.
Surat edaran tersebut merupakan turunan dari surat edaran Mentri Pendidikan dan Kebudayaan No 3 tahun 2020 tanggal 09 Maret 2020 Tentang pencegahan Corona Virus Disease ( COVID – 19 ) tentang satuan pendidikan. Surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 36962/MPK. A/HK/2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus disease ( COVID -19 ). Surat edaran Gurbenur Sumatera Utara No. 440/2666/2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi corona virus diseasi ( COVID 19 ) di Sumatera Utara. Surat keputusan Bupati Karo No. 360/080/BPDB/2020 tanggal 18 Maret 2020 tentang penetapan status siaga darurat bencana non alam Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Karo. Surat edaran belajar mandiri di rumah juga terbit dari hasil rapat Gugus Tugas percepatan penanganan (COVID -19 ) Kab Karo tanggal 19 Maret 2020 tentang langkah-langkah strategis percepatan penanganan COVID 19 di Kab. Karo.
Kepala Dinas Pendidikan Karo, Dr. Drs. Eddi Surianta Surbakti MPd menyampaikan beberapa hal isi surat edarat tersebut yakni, untuk penyebaran COVID 19 di lingkungan Dinas Pendidikan Kab. Setiap guru memberikan tugas mandiri kepada siswa sesuai dengan program semester tahun pembelajaran 2019/2020.
Kepala sekolah menginformasikan kepada orangtua siswa, agar mengawasi pembelajaran siswa di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah, dan tidak ke luar atau menghindari kontak fisik dengan orang lain. Selanjutnya, Kepala Sekolah melaporkan keterlaksanaan pembelajaran mandiri di sekolah masing-masing kepada pengawas sekolah pembina secara online dan pengawas sekolah pembina menyampaikan laporan secara tertulis kepada Dinas Pendidikan Karo. (deo/han)
istimewa/sumut pos
SENGKETA: Kondisi bangunan Medan Warenhuis di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat berada dalam sengketa.
SENGKETA: Kondisi bangunan Medan Warenhuis di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gedung-gedung heritage di Jalan Hindu VII Kota Medan mayoritas bukan merupakan aset Pemko Medan. Pemko sendiri diketahui hanya memiliki Gedung Warenhuis sebagai asetnya di kawasan tersebut, sedangkan gedung sekitarnya merupakan milik pihak lainnya, seperti perseorangan atau coorporate.
Karena hal ini, Pemko Medan telah menyiapkan strategi untuk mensukseskan rencana pembentukan kawasan Heritage tersebut. “Seusai hasil rapat Senin (16/3) kemarin dengan pak Plt Wali Kota dan OPD lainnya sebagai tindak lanjut studi ke Kota Tua Semarang beberapa waktu yang lalu, setidaknya Pemko sudah menetapkan 5 hal,” ucap Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT kepada Sumut Pos, Kamis (19/3).
Dijelaskan Benny, untuk yang pertama Pemko Medan akan membentuk badan pengelola kawasan cagar budaya yang salah satu poin pertamanya adalah kawasan Kesawan yang terdiri dari unsur pemerintah, swasta, akademisi hingga pemilik bangunan.
“Lalu yang kedua, Pemko akan menetapkan Perwal Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. Ketiga, Pemko akan melakukan sosialisasi dengan mendatangi serta mengajak pemilik bangunan untuk aktif dalam mendukung rencana penataan ini,” ujarnya.
Berikutnya, Pemko Medan akan memperbaiki atau merenovasi gedung Warenhuis sebagai tanda diawalinya pembangunan kawasan Heritage di Kota Medan. Tak hanya itu, Pemko Medan juga berencana untuk membeli bangunan yang dinilai potensial dan butuh perawatan pada kawasan Kesawan menjadi aset milik Pemko Medan.
Terakhir dan yang paling menarik, Pemko Medan akan memberikan insentif kepada masyarakat pemilik bangunan yang koorperatif dalam mengikuti pola penataan kawasan Kesawan sebagai pusat kawasan Heritage di Kota Medan.
“Pemko akan memberikan insentif berupa keringanan pajak dan retribusi bagi masyarakat yang mengikuti pola penataan kawasan bersama pemko. Misalnya, Pemko akan memberikan potongan pajak seperti PBB hingga 50 persen,” pungkasnya.
Menanggapi hal ini, anggota Komisi I DPRD Medan dari PPP, Abdul Rani menyatakan dukungannya kepada Pemko Medan untuk memberikan insentif bagi masyarakat pemilik bangunan yang kooperatif dalam mengikuti pola penataan kawasan Kesawan.
“Kalau ada masyarakat yang dengan senang hati mendukung rencana pemerintah, wajar lah rasanya kalau pemerintah memberikan bonus seperti itu. Kita menilai hal itu sebagai penghargaan bagi masyarakat yang ingin membantu percepatan pembangunan di Kota Medan,” katanya.
Namun, Rani mengingatkan agar Pemko Medan tidak merugikan masyarakat dalam rencana tersebut. Misalnya rencana Pemko Medan untuk membeli gedung-gedung di kawasan tersebut yang dinilai potensial dan butuh perawatan.
“Kalau memang nantinya mau dibeli, ya pastikan masyarakat nya juga harua bersedia dan proses appraisalnya harus berjalan baik agar membuat harga yang pantas atas gedung itu. Kita harapkan terbentuknya kawasan Heritage di Kota Medan ini dapat meningkatkan PAD di Kota Medan secara signifikan dari berbagai sektor,” pungkasnya.
Seperti diketahui, penataan heritage Kota Medan mulai dilakukan, Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi juga telah memimpin Rapat Penataan Kawasan dan Gedung Warenhuis di Balai Kota Medan, Senin (16/3) yang lalu.
Rapat itu digelar dalam rangka pembentukan tim yang nantinya akan melakukan penataan dan revitalisasi gedung Warenhuis yang telah berdiri sejak tahun 1919 tersebut. Akhyar berharap, tim yang terbentuk benar-benar berkompeten sehingga proses penataan dapat berjalan lancar lewat ide serta gagasan yang diberikan.
Seperti diketahui, bangunan tua yang merupakan supermarket pertama di Kota Medan itu akan direnovasi untuk mengawali dimulainya pengembangan wisata heritage di ibukota Provinsi Sumatera Utara. Selain sebagai tempat pertunjukkan seni, gedung tua yang dibangun tahun 1919 itu nantinya juga direncanakan menjadi tempat pemasaran aneka kerajinan tangan unggulan para pelaku UMKM yang ada di Kota Medan.
Selain itu, akan menjadi tempat bagi warga untuk menikmati aneka kuliner khas Kota Medan. Kehadiran gedung Warenhuis itu diharapkan mampu menjadi ikon baru di Kota Medan sekaligus mendorong peningkatakan ekonomi masyarakat dan menjadi wadah terbukanya lapangan pekerjaan baru. (map/ila)
JENGUK: Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan dan rombingan menjenguk korban yang mengalami keracunan.
fachril/sumut pos
JENGUK: Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan dan rombingan menjenguk korban yang mengalami keracunan. Fachril/sumut pos
HAMPARANPERAK, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 32 remaja dan anak – anak keracunan bakso bakar keliling di Desa Klumpang Kebun dan Desa Kelambir, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, Rabu (18/3) sore.
Keracunan dialami para korban setelah mengalami mual, muntah, pusing dan sakit perut. Para korban yang mengalami keracunan menjalani perawatan di Puskesmas Hamparanperak. Dari 32 orang tersebut, 6 di antaranya sudah pulang.
Salah satu korban, Nining Arningsi (18) mengatakan, dirinya keracunan setelah memakan bakso bakar yang dibelinya dari pedagang keliling saat melintas di depan rumahnya. Bakso bakar itu dibeli seharga Rp1.000 pertusuk.
“Saya sudah sering beli bakso bakar pedagang itu. Tapi kali ini kok beda, ada rasa sakitn
setelah 4 jam mengalami mual, muntah dan pusing,” kata remaja yang menetap di Pasar 1, Dusun 16, Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak ini.
Keracunan massal yang menimpa warga, mendapat respon dari Kepala Desa Desa Klumpang Kebun Handayanto, Camat Hamparanperak Amos Karo Karo dan petugas kepolisian Hamparan Perak turun ke Puskesmas tempat paea korban dirawat.
Camat Hamparanperak, Amos Karo Karo mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah warga yang keracunan. Dari informasi diperoleh, para korban keracunan usai menyantap bakso bakar keliling.
“Saat ini ada ada 32 warga yang sudah kita data, tapi 26 masih dirawat dan 6 sudah pulang. Penyebabnya masih diteliti. Ini masih diduga keracunan jajanan bakso bakar, tapi harus kita pastikan dengan pemeriksaan laboratorium dari pihak kepolisian. Kita imbau kepada orangtua agar tidak membeli jajanan sembarangan kepada anaknya,” kata Amos.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan didampingi Kapolsek Hamparanperak, Kasat intel dan Kasat Binmas mengecek kondisi korban yang mengalami keracunan.
“Kita mengimbau kepada orangtua korban untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak jajan sembarang serta hindari makan makan yang tidak higienis,” kata Kapolres.
Untuk penyebab keracunan, Dayan masih meyelidiki, sample bakso akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengecekan kandungan dari bakso tersebut.
“Kita sudah memeriksa beberapa saksi, bahkan pedagang bakso sudah kita periksa. Pengakuan pedagang bakso, dia tidak tahu kalau daganganya yang menjadi penyebab keracunan, sebab dia sudah berjualan 2 tahun tidak pernah ada masalah. Jadi, kita masih selidiki kasus ini,” ungkap Dayan. (fac/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menutup sementara pelayanan tilang untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan kejaksaan. Tetapi, pelanggar tilang dapat menggunakan aplikasi Siabang Lae atau WhatsApp.
“Mengantisipasi Covid-19 tidak menyebar, kami sampaikan ke pelanggar tilang, bahwa pelayanan tilang ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Kepala Kejari Medan, Dwi Setyo Budi Utomo, sesuai dengan instruksinya.
Dikatakan Dwi, langkah itu dilakukan sebagai bentuk layanan dan pengabdian Kejari Medan untuk warga.
Namun, pelanggar tilang dapat menggunakan aplikasi Siabang Lae (Sistem Antar Barang Bukti Lewat Aplikasi Online) atau WhatsApp (WA) di nomor 081370820455 dan pengantaran secara gratis.
“Pelanggar tilang dapat mengisi nama (sesuai KTP), alamat (tempat diantar) dan foto kertas tilang tersebut. Kita berharap dengan ini warga Kota Medan, khususnya pelanggar tilang agar tidak menumpuk massa saat mengambil tilang,” pungkasnyan
PN Medan Belum Tunda Persidangan
Sementara itu, Pengadilan Negeri (PN) Medan belum berencana melakukan penundaan persidangan mengantisipasi penyebaran virus corona (covid-19). Hanya saja, penundaan persidangan bergantung kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara.
“Untuk penundaan sidang, seluruhnya adalah kewenangan majelis yang menyidangkan perkara masing-masing,” ungkap Ketua PN Medan, Sitio Jumagi Akhirno kepada wartawan, Kamis (19/3).
Menurut Sitio, tanpa arahan darinya, para majelis juga sudah ada yang menunda persidangan selama 14 hari kedepan.”Tanpa adanya arahan dari ketua, ada juga majelis yang menunda sidang. Ya tidak apa-apa sebagai bentuk antisipasi,” ujarnya.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena telah menyadari adanya sosial disetensi untuk menghindari penyebaran Covid-19. “Karena menyadari adanya sosial disetensi itukan,” bilangnya.
Namun tak semua majelis memberlakukan hal tersebut, karena adanya masa tahanan yang tak bisa ditunda atau habis. “Kalau ditunda ya bisa bebas tahanannya. Jadi ada beberapa sidang yang tidak bisa diberhentikan, karena pemeriksaannya yang memerlukan waktu panjang, seperti Tipikor, Praperadilan. Maka dari itu semua diserahkan kepada Majelis untuk mengambil kebijakan ini,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini belum ada arahan dari pusat untuk memberlakukan Lockdown untuk pelayanan umum seperti Pengadilan Negeri Medan.
“Sebelum adanya arahan dari pusat, maka dari itu semuanya saya serahkan kepada Majelis untuk memilih-milih, atau untuk memilah-milah bila ada sidang yang memungkinkan untuk ditunda selama 14 hari, maka silahkan untuk ditunda,” terangnya.
Menurutnya arahan yang turun dari Mahkama Agung (MA) hanya saja mengurangi perjumpaan-perjumpaan di luar persidangan. “Saat ini MA masih belum ada keluarkan surat perintah soal pemberhentian sidang, hanya saja saat ini perintah untuk pengurangan penjumpaan,” pungkasnya. (man/ila)
PERIKSA:Security DPRD Medan melakukan pemeriksaan suhu udara terhadap anggota DPRD Medan hingga tamu, di pintu masuk geudng DPRD Medan.
markus/sumut pos
PERIKSA:Security DPRD Medan melakukan pemeriksaan suhu udara terhadap anggota DPRD Medan hingga tamu, di pintu masuk geudng DPRD Medan.
markus/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretariat DPRD Medan secara resmi melakukan pemeriksaan suhu badan dengan termometer infrared terhadap seluruh tamu dan pegawai yang masuk ke gedung dewan.
Hal itu juga ditegaskan dengan dikeluarkannya surat edaran Nomor: 800/3876 tertanggal 18 Maret 2020, terkait pencegahan penularan covid-19 di wilayah Kota Medan yang ditandatangani Sekretaris DPRD Medan Abdul Azis, sebagaimana imbauan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasutionn
Kabag Umum DPRD Medan Andi Syukur Harahap kepada sejumlah wartawan, pihaknya sudah melaksanakan arahan Plt Wali Kota Medan mengenai pencegahan penyebaran covid-19 di gedung DPRD Medan dengan cara penyemprotan disinfektan di tiap-tiap lantai dan ruangan.
Tidak hanya itu, pihaknya juga telah menyiapkan hand sanitizer di tiap-tiap laintai, dan penyemprotan disinfektan akan dilakukan secara berkala. Bahkan, pihaknya sudah menerapkan pemeriksaan suhu badan terhadap seluruh tamu dan pegawai yang masuk ke gedung dewan.
“Seluruh pegawai dan tamu yang masuk dari pintu lobby DPRD Medan akan diperiksa satu persatu suhu badannya,” ujar Andi kepada Wartawan, Kamis (19/3).
Dijelaskannya juga, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh staf yang bertugas di Sekretariat DPRD Medan untuk menjaga kesehatan diri masing-masing. Sementara untuk akses keluar masuk gedung, ke depan akan diterapkan satu akses.
“Staf atau ASN yang sakit akan kita pantau dan laporkan ke Pemko Medan. Bukan mencurigai, tapi sebagai langkah mengantisipasi dalam rangka pencegahan Covid-19 di jajaran Sekretariat DPRD Medan,” ujarnya.
Disebutkannya, sejauh ini belum ada arahan untuk meliburkan atau menginstruksikan ASN agar bekerja dari rumah. “Yang kami terima informasinya, baru di jajaran pendidikan saja meliburkan siswa. Untuk ASN belum ada arahan,” jawabnya.
Pantauan wartawan terlihat, seluruh tamu yang masuk ke gedung dewan diperiksa dengan menggunakan termometer infrared. Menurut petugas yang berjaga di lobby DPRD Medan, tamu yang diperbolehkan masuk adalah tamu yang memiliki suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius. (map/ila)
DITEGUR: Satpol PP menegur orangtua yang membawa anaknya di tempat keramaian dan meminta untuk dibawa pulang.
DITEGUR: Satpol PP menegur orangtua yang membawa anaknya di tempat keramaian dan meminta untuk dibawa pulang.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menindak lanjuti surat edaran Wali Kota Medan tentang antisipasi pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Medan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan melakukan sosialisasi kepada anak-anak sekolah maupun orangtua yang berada di luar rumah atau pusat keramaian.
Sebelum melakukan sosialisasi, terlebih dahulu Satpol PP melaksanakan apel yang dipimpin Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rahmat Harahap yang bertempat di pelataran Plaza Medan Fair Jalan Gatot Subroto No 30, Kamis (19/3).
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Satpol PP memberikan arahan kepada anggotanya agar melakukan sosialisasi dan mengimbau masyarakat yang anak-anaknya masih berada di luar rumah atau di pusat keramain untuk segera membawa anaknya kembali ke rumah, guna untuk mencegah meluasnya wabah Virus Corona.
Dalam sosialisasi ini, Satpol PP dibagi menjadi 4 tim. Tim pertama melakukan sosialisasi di kawasan Plaza Medan Fair dan Berastagi Supermarket di Jalan Gatot Subroto, tim kedua mendatangi Manhattan Times Square dan Ringroad City Walks, tim yang ketiga mendatangi Pasar Petisah dan Plaza Millenium, dan tim terakhir mendatangi warnet-warnet yang ada di sekitaran Kota Medan.
Dikatakan Rahmat, saat ini Pemko Medan memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait wabah corona virus untuk tidak berada di tempat-tempat keramaian dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
“Hari ini kita hanya memberikan sosialisasi dan imbauan tanpa adanya sanksi yang diberikan. Ini kami lakukan meneruskan dari keputusan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution Msi agar anak-anak belajar di rumah, bukan malah keluar ke tempat-tempat keramaian. Jadi tolong orangtua yang bawa ana,knya ke tempat keramaian, bqawa pulang anaknya segera!” tegas Rahmat.
Rahmat mengungkapkan, dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa siswa dan mahasiswa mulai diliburkan sejak tanggal 17 hingga 30 Maret dan melakukan proses kegiatan belajar di rumah melalui e-learning (belajar online) dengan menggunakan WA grup mata pelajaran, rumah belajar, ruang guru, dan atau jenis pembelajaran online lainnya, tentunya dengan bimbingan orangtua.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali mengeluarkan imbauan ke 33 pemerintah daerah. Kali ini, seluruh kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diminta lakukan patroli anak sekolah yang berkeliaran pada spot-spot keramaian.
Patroli petugas Satpol PP tersebut, guna memantau dan memastikan bahwa para pelajar tetap belajar dari rumah dengan diawasi intens oleh orangtua mereka.
Kasatpol PP Sumut Suriadi Bahar mengamini ihwal SE partoli wilayah yang pihaknya keluarkan mulai 18 Maret 2020. Kata dia, SE bernomor 812/Satpol.PP/I/2020 itu merupakan tindak lanjut dari SE Gubsu No.440/2666/2020 pada 17 Maret tentang Kewaspadaan terhadap resiko penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) dan arahan langsung Gubsu kepada pihaknya pada 18 Maret tentang wabah berbahaya tersebut di Sumut.
“Sifatnya lebih kepada patroli wilayah bukan razia. Kalau razia pasti ada hukuman. Namun ini kita mau memastikan bahwa para pelajar tidak berkeliaran keluar rumah selama sekolah diliburkan dua minggu,” katanya menjawab Sumut Pos, Kamis (19/3).
Terdapat dua poin krusial dalam SE tersebut. Pertama, patroli wilayah bermaksud memonitoring keberadaan pelajar (SD, SMP, dan SMA) yang berkeliaran di tempat-tempat umum seperti plaza, warnet dan cafe.
Kedua, melakukan pengecekan ke pusat-pusat perbelanjaan dan tempat rekreasi serta tempat keramaian lainnya. Apabila ditemukan ada warga yang panic buying (membeli dalam jumlah yang berlebihan) agar memberi penyuluhan, pemahaman, dan pengertian untuk tidak resah dalam menghadapi Covid-19.
“Kami juga mengimbau agar para orangtua dapat mengawasi anak-anaknya dengan baik di rumah, dan tetap memastikan bahwa mereka tetap belajar seperti biasa serta tidak berkeliaran ke titik-titik keramaian tersebut,” harapnya.
Seperti diketahui, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada Selasa (17/3) telah mengeluarkan surat edaran meliburkan seluruh sekolah menengah atas (SMA) sederajat dan meminta siswa-siswi belajar secara mandiri dari rumah.
Sementara itu, kemarin petugas dari Kodam I/BB telah berjaga-jaga dan mengawasi aktivitas pelajar dan sekolah-sekolah. Para petugas tersebut memberikan pemahaman bahwa sekolah diliburkan sementara waktu. Sebab didapati masih ada pelajar yang datang ke sekolah untuk mengikuti proses belajar dan mengajar. (map/prn/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu, SH, M HUMmengharapkan agar 1.500 mahasiswa USU yang akan melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam program KKN PPM tahun 2020 di 18 kabupaten/Kota dapat menjaga nama baik USU. Rektor juga berharap agar kegiatan KKN ini dapat memberikan manfaat nyata, tidak saja bagi mahasiswa yang melaksanakan KKN, namun juga untuk daerah di mana para mahasiswa ditempatkan, serta bagi universitas.
Hal tersebut disampaikan Rektor tatkala membuka acara Sosialisasi Program KKN-PPM USU tahun 2020, bertempat di Ruang Diponegoro Hotel Polonia Medan, baru-baru ini. Turut hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari pemerintahan 18 kabupaten/kota di Sumut, di antaranya Asisten Pemko Tebingtinggi Zubir Husni Nasution. Kemudian, Staf Ahli Bupati Simalungun Ir Topot Saragih, MA, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Lawas Rosidawati Saragih, Asisten Administrasi Dairi Sudung Ujung, dan lain-lain. Dari USU hadir Ketua LPPM USU Prof Tulus, Vor Dipl Math, M Si, Ph D beserta seluruh jajarannya, para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan USU, serta dosen pendamping KKN-PPM.
Prof Runtung juga menyampaikan, bahwa meskipun 40 persen dari mahasiswa USU berasal dari wilayah Kota Medan dan sekitarnya, namun USU adalah milik Sumatera Utara. Sehingga, berbagai kebijakan dan program kinerja yang dilakukan tetap ditujukan bagi seluruh daerah yang ada di Sumut. Khususnya terkait manfaat yang didapatkan dari kegiatan KKN maupun pengabdian masyarakat.
“35 hari masa KKN sesungguhnya mustahil bisa melakukan banyak hal. Manfaat itu baru bisa dirasakan saat KKN dilakukan selama tiga bulan, sebagaimana yang diterapkan pada masa dulu. Begitupun harus kita upayakan bersama agar dapat mencapai target optimal,” kata Rektor.
Menurut Rektor, pelaksanaan KKN ini juga merupakan salah satu perwujudan awal dari kebijakan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang diluncur Mendikbud 24 Januari 2020 lalu, yakni hal belajar tiga semester di luar program studi.
“KKN PPM ini awal mula dari program Kampus Merdeka yang diluncurkan Mendikbud. Kalau bisa kita terapkan selama satu semester, agar lebih terasa manfaatnya. Lumayan juga untuk menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman mahasiswa. Tapi harus diiringi dengan penambahan kreditnya. Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk mengidentifikasi persoalan di daerah dengan lebih menyeluruh. Masa 6 bulan itu bisa kita berikan 18 SKS. Jadi lebih jelas hasil dan manfaatnya, baik bagi mahasiswanya, daerah maupun USU,” tandas Rektor.
Rektor dalam kesempatan itu juga mengapresiasi kinerja LPPM USU yang dalam masa 4 tahun ini berhasil mendongkrak prestasinya, yang sebelumnya berada di peringkat 52 menjadi peringkat 7, yang berarti naik sebanyak 45 peringkat.
Sebelumnya Ketua LPPM USU Prof Tulus, Vor Dipl Math, M Si, Ph D, menyampaikan ucapan terima kasih kepada perwakilan pemerintah dari 18 kabupaten/kota yang telah hadir dalam pertemuan tersebut. Dikatakannya, pada tahun-tahun sebelumnya tim USU lah yang turun ke daerah, namun pada pelaksanaan sosialisasi kali ini kegiatan dipusatkan di Kota Medan agar dapat melakukan diskusi intensif.
Menurut Prof Tulus, prioritas dari kegiatan KKN yang telah dilakukan adalah membuat panduan daftar semua kabupaten/kota di Sumut, berikut desa-desa yang ada. Di mana seluruh permasalahan desa yang didapatkan oleh mahasiswa akan menjadi program prioritas pengabdian masyarakat pada tahun ini.
Fakultas-fakultas yang sudah ada juga akan bekerja sama dengan desa-desa dan akan dilibatkan dalam tim. “Bapak dan ibu dari kabupaten/kota juga dapat memanfaatkan program ini, sehingga seluruh hal yang dilakukan nantinya dapat tepat sasaran,” kata Prof Tulus.
KKN Tahun 2020 ini merupakan KKN ke-enam yang akan dilaksanakan di lingkungan USU, karena sejak tahun 1999 KKN di USU ditiadakan. Sesuai dengan SK Rektor No.1719/UN5.1.R/SK/SPB/2013, bahwa TA 2015 kegiatan KKN kembali dilaksanakan dan menjadi mata kuliah pilihan bagi mahasiswa USU.
Pada tahun 2020 sejumlah fakultas telah membuat mata kuliah KKN menjadi mata kuliah wajib, selaras dengan konsep Kampus Merdeka. Pada tahun-tahun berikutnya, KKN diharapkan dapat menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa USU. KKN merupakan mata kuliah yang sangat penting bagi mahasiswa, sebelum lulus menjadi sarjana. KKN diperlukan dalam membentuk karakter seorang lulusan sarjana yang kelak terjun di tengah-tengah masyarakat, menjadi cendikiawan yang memiliki rasa empati dan jiwa kepemimpinan.
Pada tahun 2020, USU akan mengirimkan 1.500 mahasiswa ke 90 desa yang tersebar di 18 kabupaten/kota dengan rincian sebagai berikut: KKN-PPM Reguler dengan tema “Memberdayakan Kearifan Lokal dan Potensi Desa Menuju Masyarakat Sadar Wisata” yang akan dilaksanakan di 14 Kabupaten/Kota di provinsi Sumatera Utara yang tersebar di 54 Desa. KKN Tematik melalui kerjasama dengan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Danau Toba USU yang bermitra dengan 8 (delapan) Pemerintah Daerah yang akan dilaksanakan di 32 desa di sekitar Danau Toba. KKN Pulau Terluar, yang akan dilaksanakan di daerah Kabupaten Simeulue dan Kota Gunung Sitoli, Nias dengan total peserta sebanyak 40 orang yang tersebar di 4 desa. KKN Kebangsaan yang akan dilaksanakan di Jambi dengan tuan rumah Universitas Jambi. (gus/ila)
Peserta KKN Kebangsaan berasal dari 79 PTN seluruh Indonesia. Untuk tahun 2020 Universitas Sumatera Utara mengirim 5 orang peserta.
“KKN Bersama yang juga akan dilaksanakan di Jambi dimana Universitas Sumatera Utara akan mengirimkan sebanyak 5 orang peserta. KKN Bersama diikuti oleh mahasiswa perwakilan Perguruan Tinggi Negeri yang tergabung dalam BKS PTN Wilayah Barat. KKN Internasional yang masih akan dijajaki dengan dalam kerja sama dengan Universitas Andalas Padang,” pungkasnya.(gus/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga Sumatera Utara di sejumlah daerah, diisolasi rumah pascadiketahui baru pulang dari luar negeri. Paling banyak dari Malaysia usai mengikuti Tabligh Akbar di sebuah masjid di Petaling kemudian dari Jerusalem, dan dari Thailand.
“Sebanyak 30 jamaah Tabligh asal Langkat baru saja pulang dari Malaysia pada hari Minggu, 15 Maret 2020 baru lalu. Seorang di antaranya, yakni warga Kecamatan Hinai, saat ini dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP ) Corona Virusdisease (Covid-19) dan masih diisolasi rumah. Rekan-rekannya sesama anggota jamaah Tabligh juga diisolasi di rumah masing-masing. Tujuannya sebagai langkah mencegah penyebaran virus corona,” kata Sekretaris Daerah Langkat, Indra Salahuddin di Stabat, Kamis (20/3).
Pemantauan kesehatan dilakukan selama 14 hari pascakepulangan. “Camat Hinai maupun kepala desa dan lurah setempat sudah diperintahkan untuk terus memantau dan mengawasi kesehatan ke-30 warga tersebut,” kata Indra.
Selain itu, Lurah, Kades, dan Camat juga akan mendata pekerja asing yang berada di berbagai perusahaan di Langkat, dan terus melakukan pengawasan ketat. Hal itu sesuai dengan instruksi Bupati Langkat melaui surat edaran Nomor 440-579/Dinskes/2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap Corona Virusdisease (Covid-19) di Langkat.
Senada, Sekretaris Dinas Kesehatan Langkat, Ansari, menjelaskan instansinya sudah melaksanakan sejumlah langkah dalam pencegahan Covid-19. Seperti sosialisasi pencegahan di beberapa kantor instansi pemerintahan, di antaranya Polres Langkat, Pemkab Langkat, dan rencananya ke sekolah-sekolah. Juga memantau pekerja asing di PLTU Pangkalan Susu.
“Posko penerima pengaduan tentang penyebaran Covid-19 ada di Dinas Kesehatan. Rujukan awal terdapat di puskesmas yang ada di tiap kecamatan. Juga ada 3 rumah sakit besar di Langkat sebagai rujukan berikutnya, yakni Rumah Sakit Petra Medica Pangkalan Brandan, Rumah Sakit Putri Bidadari, Rumah Sakit Delia, dan Rumah Sakit Umum Tanjung Pura,” imbuhnya.
Seorang warga Hinai yang minta identitasnya tidak dituliskan membenarkan adanya warga Hinai yang baru pulang dari Malaysia, dan masuk Orang Dalam Pemantauan ( DOP).
“Kalau mengenai tanda-tanda Covid-19, kami lihat belum ada. Kesehatannya biasa-biasa saja. Karena itu statusnya masih ODP,” katanya.
8 Warga Hamparanperak Masuk ODP
Selain 30 warga di Langkat, sebanyak 8 warga di Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, juga masuk daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP) terkait virus corona. Pemantauan dilakukan pihak Kecamatan dan Puskesmas Hamparanperak.
Camatan Hamparanperak, Amos Karokaro, Kamis (19/3), mengatakan berdasarkan informasi yang mereka terima di lapangan, ada sebanyak 8 warga yang menetap di Kota Datar, Kecamatan Hamparanperak, yang baru pulang dari Malaysia.
“Hasil pemeriksaan kesehatan dengan standarisasi puskesmas, ke- 8 orang itu belum ditemukan gejala-gejala virus corona. Begitupun, Puskesmas terus mengawasi ke-8 orang itu, dengan mengisolasi rumah. Jika ada gejala aneh di tubuh mereka, wajib melapor ke Puskesmas,” terang Amos.
Kepulangan ke-8 orang tersebut, menurut Amos, sudah dilaporkan ke Bupati Deliserdang. Saat ini, perkembangannya terus diipantau.
“Saat ini, kita melakukan bersih-bersih dengan penyemprotan disinfektan di kantor pelayan, seperti Kantor Camat Hamparanperak, Polsek, Kantor Koramil, sekolah, puskesmas, dan kantor desa,” katanya.
Selain itu, pihaknya terus melakukan sosialisi terkait pencegahan virus corona ke sekolah-sekolah di Hamparan Perak. “Sosialisasi sudah kita lakukan sejak Senin (16/3),” jelas Amos.
Pihaknya juga berencana melakukan razia terhadap siswa sekolah yang bermain atau kumpul-kumpul di tempat keramaian, seperti warnet atau cafe. Razia dilakukan setelah berkoordinasi dengan unsur Muspika lainnya.
“Sesuai surat edaran dari Bupati Deliserdang, sekolah di Hamparan Perak sudah diliburkan. Muspika akan melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap siswa sekolah yang bermain di luar rumah seperti warnet atau cafe. Jika kedapatan bermain di luar, pihak Muspika akan memanggil orang tua dan pihak sekolahnya,” tutur Amos.
Amos mengiimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, waspada dan jangan panik terkait merebaknya virus corona. Masyarakat diminta mengurangi kegiatan di luar rumah, jika tidak ada keperluan penting.
“Kita minta agar dijaga pola hidup sehat. Jika ada yang merasa sakit, agar datang segera ke Puskesmas atau lapor ke pemerintah desa setempat. Sementara, bagi adik-adik siswa walaupun diliburkan, tetap belajar dari rumah,” tutup Amos.
Pulang dari Yerusalem & Thailand
Selain Hinai dan Hamparanperak, ODP (Orang Dalam Pemantauan) juga ada di Medan Tuntungan, Kota Medan. Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting, mengungkapkan ada dua warganya masuk daftar ODP karena baru pulang dari luar negeri.
“Ada dua orang. Satu baru kembali dari Yerusalem, Israel. Satu lagi dari Thailand. Keduanya mengurung diri sampai hari ini setelah mendengar kabar satu pasien PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di RS Haji Adam Malik meninggal dunia karena positif corona,” ujar Topan saat rapat gugus tugas percepatan penanganan virus corona di Balai Kota Medan, Kamis (19/3).
Informasi diterimanya, kondisi kesehatan kedua pasien ODP tersebut kurang baik. Karena itulah, ia berkoordinasi dengan puskesmas setempat
Mantan Kassubag Protokol Setda Kota Medan ini menyebut, warganya banyak yang khawatir atau cemas setelah pasien positif virus corona di RS Haji Adam Malik, meninggal dunia. “Perawat-perawat itu kosnya di sekitaran Adam Malik. Mereka sekarang cemas. Jangankan mereka, kita aja kalau ada seperti itu gimana,” ungkapnya.
Topan menjelaskan, kekhawatiran itu muncul karena pasien positif corona yang meninggal, pernah beraktivitas di sekitar RS Adam Malik. Pasien itu cukup lama beraktivitas sebelum diisolasi.
“Dokter yang meninggal itu masuk ke RS tanggal 15. Berarti ada waktu mulai tanggal 1 sampai 14 dia berinteraksi di wilayah rumah sakit,” ungkapnya.
Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Medan, Wirya Al Rahman dan dihadiri para pimpinan OPD. (yas/fac/net)
PIMPIN RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi pimpin rapat dengan OPD Pemprovsu di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan terkait Covid-19, Kamis (19/3).
PIMPIN RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi pimpin rapat dengan OPD Pemprovsu di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan terkait Covid-19, Kamis (19/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – MENJAMIN keterbukaan informasi terkait penanganan Covid-19, Pemprov Sumut melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan melakukan pembaruan informasi melalui konferensi pers (live streaming) secara berkala. Pada konferensi pers di Posko Media Center, Kamis (19/3), Ketua Pelaksana Gugus Tugas Riadil Akhir Lubis dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan menyampaikan bahwa Pemprov Sumut melalui Tim Gugus Tugas telah melakukan beberapa hal untuk penanganan wabah Covid-19 di daerah ini, seperti menyiapkan rumah sakit (RS) untuk menampung orang dalam pemantauan (ODP).
Beberapa RS yang disiapkan antara lain RS Perkebunan RS TNI Polri dan RS Swasta untuk menampung jika ada peningkatan kapasitas penerimaan ODP dan pasien dalam pengawasan (PDP). Sedangkan, RS utama tetap berada di RS Adam Malik. “Sampai hari ini, sekitar pukul 17.00 WIB, data pasien terkait Covid-19 berjumlah 19 PDP. 3 PDP sudah pulang dan dinyatakan negatif. Sedangkan untuk ODP berjumlah 53. Status Covid-19 yang positif di Sumut jumlahnya 2 dan 1 sudah meninggal,” jelas Riadil.
“Banyak pertanyaan tentang kesiapan tim medis. Saat ini, kita sedang memesan 10.000 Alat Pelindung Diri (ADP). Paling cepat besok atau lusa sudah tersedia di posko. RS rujukan sudah kita siapkan untuk PDP pada RS PTPN II di Tanjung Morawa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Riadil pun mengimbau kepada seluruh pihak rumah sakit untuk menomorsatukan kepentingan pasien yang melakukan pelaporan. Bagi RS di kabupaten/kota yang tidak sanggup agar segera merujuk ke provinsi. Imbauan kepada masyarakat juga disampaikan, diantaranya melaksanakan protokol pencegahan Covid-19, seperti social distancing (menjaga jarak), belajar dari rumah, ke luar rumah hanya seperlunya dan hindari kerumunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan bahwa saat ini ada satu pasien Covid-19 yang positif. Menyikapi hal ini, akan dilakukan penyelidikan epidemiologi dan tracing terhadap dua pasien positif Covid-19 untuk memantau dan mengidentifikasi ODP. “Tadi disebutkan ada 53 ODP. Dengan bertambahnya pasien positif, kemungkinan ODP juga akan bertambah. Ini yang akan kita lacak. Para ODP diminta agar tetap berdiam diri di rumah agar tidak ada kemungkinan peningkatan penyebaran,” imbau Alwi.
Saat ini, Alwi menyebutkan bahwa tim medis sedang menyiapkan 1.000 unit Rapid Test, sehingga status ODP secara dini bisa diketehui positif atau negatifnya dengan cepat. Apabila ada yang postif akan dikonfirmasi dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), karena tes tersebut yang akurat. Rapid test hanya bersifat screening sementara. “Terakhir, imbauan Saya menegaskan imbauan yang telah disampaikan Ketua Pelaksana Gugus Tugas. Kami minta kerja sama dari seluruh masyarakat. Lakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) serta social distancing. Hal ini untuk memutus rantai penyebaran. Kalau kita gagal memutus, kemungkinan peningkatan akan lebih besar bahkan akan terjadi lonjakan,” pesan Alwi.
RS Jangan Tolak Pasien
Gubsu Edy Rahmayadi mengingatkan seluruh RS di Sumut agar tidak menolak warga yang memeriksakan diri terkait wabah Covid-19. Peran serta seluruh RS sangat penting dalam upaya percepatan penanggulangan wabah tersebut. “Jangan coba-coba ada rumah sakit yang menolak warga yang ingin periksakan diri. Masalah virus corona ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah. Harus sama-sama kita atasi masalah ini. Beberapa waktu lalu mereka nyatakan siap untuk berikan ruangan untuk warga PDP corona, malamnya semua pada tarik diri,” kata Gubsu saat memimpin rapat dengan pimpinan OPD Pemprovsu di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Kamis (19/3).
Dikatakannya, agar seluruh pimpinan OPD untuk saling berkoordinasi. Karena saat ini semua berlomba dengan waktu dan tidak cukup lagi waktu untuk berdiskusi. “Saling berkoordinasi Kadisperindag dan Kadis Ketahanan Pangan harus cek kembali stok cadangan beras dan lainnya. Jangan barang sudah langka baru kita sibuk mencari,” tambahnya.
Gubsu pun mengarahkan agar Satpol PP rutin melakukan patroli terhadap anak-anak sekolah yang masih berkeliaran diluar rumah. Sebab Pemprovsu sudah menginstruksikan agar melakukan aktivitas belajar dari rumah selama dua pekan ke depan. “Begitu saya selesai dilantik, Satpol PP adalah yang pertama sekali ingin saya tingkatkan. Nah, saat ini kalian harus lebih berperan, banyak anak-anak sekolah yang masih keluyuran, lakukan penertiban, lalu cek gudang-gudang para importir jangan sampai di saat seperti ini ada yang melakukan penimbunan masker dan APD,” ucapnya.
Menyikapi instruksi Gubsu, bila ada pihak RS menolak warga memeriksakan diri, Kadinkes Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, sudah mengirimkan tim ke setiap RS. “Kita akan tagih komitmen mereka kemarin. Saya sudah turunkan tim agar itu disasar satu persatu. Awalnya semua mengaku siap untuk memberikan kamar isolasi. Saat ini kamar di RSU Adam Malik penuh. Untung RSU USU siap, sembari itu kita juga kan harus mempersiapkan ruang isolasi lainnya,” ujarnya.
Pada rapat tersebut, Kepala Pelaksana Gugus Tugas Covid-19 Sumut Riadil Akhir Lubis menginformasikan kondisi terkini pasien Covid-19. “Izin pak, saya melaporkan info terkini. Saat ini sudah ada 49 ODP dan 17 PDP untuk Sumut. Untuk penanganan pasien PDP nanti akan difokuskan ke RSU Adam Malik dan RS GL Tobing/Medical Tembakau Deli PTP Nusantara II Tanjungmorawa,” katanya. (prn)