UJUNG TOMBAK: Zlatan Ibrahimovic menjadi andalan AC Milan di lini depan menghadapi Inter Milan di San Siro, Senin (10/2) dini hari WIB.
UJUNG TOMBAK: Zlatan Ibrahimovic menjadi andalan AC Milan di lini depan menghadapi Inter Milan di San Siro, Senin (10/2) dini hari WIB.
MILAN, SUMUTPOS.CO – Derby Inter Milan vs AC Milan menjadi laga sepak bola terakbar di Italia. Setiap musim, Derby della Madonnina ini pasti dinanti-nantikan, entah di Serie A atau di kompetisi lainnya.
Laga Inter Milan vs AC Milan pada pekan ke-23 Liga Serie A di San Siro, Senin (10/2) dini hari pukul 02.45 WIB nanti, diprediksi akan berjalan sengit. Tak peduli bagaimana perbedaan kondisi kedua tim saat ini, duel ini biasanya selalu menguras emosi.
Saat ini, posisi kedua tim bagai langit dan bumi. Inter sudah mulai kembali ke habitat mereka, yakni papan atas perebutan scudetto. Sedangkan Milan masih berdarah-darah untuk memperjuangkan satu posisi di kompetisi Eropa musim depan.
Selisih poin keduanya juga jauh. Inter berada di posisi kedua dengan 51 poin, sedangkan Milan ada di peringkat ke delapan, dan baru mengumpulkan 32 poin. Namun hal itu tak jadi soal bagi pendukung kedua tim.
Hal itu pun diamini legenda sepakbola Italia, Andrea Pirlo. Pernah membela kedua tim, Pirlo tahu bagaimana atmosfer derby yang akan berlangsung. “Ada gap 19 poin antara kedua tim, tapi laga derby itu berbeda sendiri, hal itu (jarak poin) tak ada artinya,” kata Pirlo kepada La Gazzetta dello Sport.
“Inter memang sedang bagus-bagusnya, tapi kedua tim sadar laga ini bisa mengubah musim secara keseluruhan. Laga ini tak sekedar memberikan poin, tapi juga harga diri,” sambung pemegang enam gelar Serie A tersebut.
Skuad asuhan Antonio Conte memang membutuhkan 3 poin untuk tetap bisa menempel Juventus yang berpeluang melebarkan keunggulan menjadi 6 angka, saat menghadapi Hellas Verona. Namun, Rossoneri tidak akan membiarkan tetangganya tersebut, bisa melakukannya dengan mudah. Tim besutan Stefano Pioli, juga siap mencuri 3 angka untuk bisa kembali ke zona Eropa.
Inter berhasil keluar dari tren negatif dengan mempermalukan tuan rumah Udinese, setelah sebelumnya menelan 3 hasil imbang secara beruntun. Sayang, Nerazzurri harus menjalani laga derbi dengan diterpa krisis kiper. Penjaga gawang utama Samir Handanovic mengalami retak kelingking, sehingga diperkirakan harus menepi meski sang pemain mengungkap ingin bermain.
Daniele Padelli akan menjadi pilihan paling memungkinkan setelah dia menjalani laga Serie A perdana sejak Agustus 2016 silam, saat menghadapi Udinese pekan lalu. Sementara itu, Inter juga belum bisa diperkuat oleh Lautaro Martinez yang menjalani hukuman kartu, dia akan digantikan oleh Alexis Sanchez yang tampil impresif saat menghadapi Udinese.
Kurang maksimalnya sektor kiper dan striker tidak diikuti oleh sektor lain, Inter akan menurunkan kekuatan terbaik di lini belakang dengan trio Diego Godin, Milan Skriniar dan Stefan De Vrij, kemudian Conte memiliki banyak opsi di lini tengah dengan Christian Eriksen dan Nicolo Barella berpeluang besar menjadi starter. Sementara di posisi sayap, Antonio Candreva dan Ashley Young diharapkan bisa tampil dengan performa terbaik.
Di kubu Milan, Stefano Pioli berambisi untuk mempertahankan catatan tak pernah kalah timnya sejak awal 2020, dan terlebih saat menghadapi mantan klubnya di partai yang bergengsi.
Zlatan Ibrahimovic akan menjadi sorotan di laga derbi ini, pemain veteran asal Swedia tersebut akan berusaha membuktikan magisnya masih terasa meski usianya sudah menginjak 38 tahun. (glc/saz)
TERIMA: Dirut Sumut Pos Zulmansyah Sekedang yang juga Ketua SPS Riau menerima penghargaan dari Ketua Harian SPS Pusat, Jumat (7/2) malam.
Jaga Tradisi di Level Nasional
TERIMA: Dirut Sumut Pos Zulmansyah Sekedang yang juga Ketua SPS Riau menerima penghargaan dari Ketua Harian SPS Pusat, Jumat (7/2) malam.
BANJARMASIN, SUMUTPOS.CO – Penampilan wajah (cover) Harian Sumut Pos kembali menorah prestasi dalam ajang Indonesia Print Media Award (IPMA) 2020. Penghargaan diberikan pada malam Awarding Night SPS di Hotel Mercure, Banjarmasin (7/2).
Dalam kompetisi yang diikuti ratusan media cetak dari berbagai daerah di Nusantara itu, Sumut Pos menyabet Bronze Winner pada kategori penampilan wajah Koran terbaik di tingkat regional Sumatera.
Adapun cover Sumut Pos yang terpilih terbitan edisi 28 Desember 2019. IPMA 2020 merupakan gelaran yang ke-11 tahun. Even ini merupakan even tahunan SPS yang menjadi wahana pemacu lahirnya karya sampul muka media cetak, yang kreatif serta inovatif.
Penghargaan ini menjadi IPMA kesembilan bagi Sumut Pos sejak 2009 silam. Ini juga membuktikan Sumut Pos sebagai Koran asal Sumatera Utara yang selalu menjaga tradisi meraih penghargaan di level nasional dan tetap mengedepankan sajian berita serta visualisasi menarik bagi para pembaca.
Ketua Harian SPS Pusat, Januar Primadi Ruswita menyampaikan selamat kepada para pemenang. Dia mengatakan, minat media cetak mengikuti even ini menunjukkan media cetak masih bisa terus berkarya di era disrupsi saatini. “Media prin harus bisa jadi referensi bagi masyarakat untuk mencari kebenaran sumber informasi,” ujarnya.
Dikatakan Januar, penghargaan IPMA 2020 diberikan kepada para perusahaan penerbit untuk memacu agar para pekerja surat kabar bertambah kreatif, dan menampilkan penyajian berita dan cover semenarik mungkin.
SPS Riau TerbaikNasional
Awarding Night SPS bertajuk Kreasi yang Menginspirasi Negeri di Hotel Mercure Banjarmasin, Jumat (7/2) malam ini, kembali menetapkan SPS Riau sebagai SPS Terbaik Nasional. Terbaik kedua dan ketiga adalah SPS Sumatera Utara dan SPS Banten.
Ketua Harian SPS Pusat Januar P Ruswita menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Ketua SPS Riau H Zulmansyah Sekedang yang didampingi Bendahara Umum Oberlin Marbun. Januar menyampaikan selamat kepada SPS Riau, Sumut dan Banten. Menurutnya, pengharaan ini diberikan atas penilaian capaian program-program yang selama ini dijalankan.
Pengurus SPS Sumut 2020-2024 Dikukuhkan
Di sela Awarding Night SPS tadi malam, Ketua Umum SPS Pusat HM Alwi Hamu melalui Ketua Harian SPS Pusat Januar Primadi Ruswita mengukuhkan pengurus SPS Cabang Sumatera Utara masa bakti 2020-2024. Berdasarkan SK Pengurus SPS Pusat No 04/KEP/XII/2019, pengurus yang dilantik ini adalah hasil Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Hotel Garuda Plaza Medan pada 7 November 2019 lalu.
Januar mengatakan, pengurus yang dilantik agar patuh dan taat kepada Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) SPS.
Pada Muscab SPS Sumut November lalu, Farianda Putra Sinik kembali terpilih secara aklamasi menjadi Ketua SPS Sumatera Utara periode 2020-2024. Sementara jabatan Sekretaris dipercayakan kepada RiantoAhgly dan bendahara diamanahkan kepada Asih Astuti (Sumut Pos).
Farianda Putra Sinik mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk kembali memimpin SPS Sumut empat tahun ke depan. Dia mengatakan, akan tetap melanjutkan program-program yang sudah dijalankan sebelumnya, dan akan terus melakukan yang terbaik untuk SPS khususnya SPS Sumatera Utara. Kepada jajaran SPS Sumut yang baru diantik, Farianda mengajak agar semua berkerjasama sehingga semua program yang telahdisusun dapat dijalankan denganbaik. (sih)
Disbudpar Dukung Pemerintah Pusat Batasi WNA Masuk
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PEMPROV Sumut mendukung langkah Pemerintah Indonesia untuk membatasi kedatangan warga negara asing (WNA) akibat dampak novel coronavirus (nCoV/virus korona) yang sedang menggemparkan dunia. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Ria Nofida Telaumbanua mengungkapkan, upaya dimaksud hanya bersifat sementara.
Dalam upaya menyikapi kebijakan pemerintah itu, diakuinya memang akan berimbas pada sektor kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah ini. “Itu sudah keputusan tepat yang dilakukan pemerintahn
Bukan hanya di Sumut. Tapi itukan untuk sementara sampai situasi pulih kembali. Kita lebih melihat dampaknya kalau virus itu menyebar ke tempat kita jika tidak dilakukan pembatasan saat ini. Tentu saja berdampak pada jumlah kunjungan wisman kita, namun ini hanya sementara,” katanya menjawab Sumut Pos, Jumat (7/2).
Pihaknya juga mengamini, pasti ada jumlah wisman asal Tiongkok yang berkurang untuk datang ke Sumut. Terlebih, wisman Tiongkok masuk sepuluh besar dari daftar kunjungan turis ke wilayah ini. “ Tiongkok masuk 10 besar (kunjungan) wisman yang masuk ke Sumut. Masih belum begitu besar dibandingkan Malaysia,” katanya.
Pihaknya siap menjalankan apa yang disampaikan menteri soal pembatasan WNA itu. Di samping itu, Disbudpar Sumut juga telah beri imbauan kepada asosiasi travel dibawah ASITA dan Dinas Pariwisata kabupaten/kota,” katanya.
Imbauan dimaksud, imbuh Ria, untuk sementara waktu tidak mengakomodir wisatawan yang ingin plesiran ke negari Tirai Bambu. “Lalu mengabarkan kepada pemerintah setempat jika ada masyarakat yang baru pulang dari negara yang suspek virus tersebut atau mempunyai gejala-gejala seperti korona, bisa melapor ke Dinas Kesehatan setempat,” pungkasnya.
Sementara, Pemko Medan tak begitu khawatir dengan pembatasan kunjungan WNA ke Indonesia. Menurut Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan, H Agus Suriyono, mayoritas wisman yang masuk ke Kota Medan merupakan negara-negara Asia Tenggara yakni Malaysia dan Singapura sehingga tidak begitu berpengaruh pada jumlah kunjungan Wisman ke Kota Medan.
“Kalau Medan Alhamdulillah, tidak berdampak secara signifikan. Berdasarkan data sebenarnya ada di Imigrasi, bukan di kita. Tetapi memang kalau menurut pantauan kita sejak dulu, mayoritas wisman yang datang ke Medan adalah warga negara Malaysia dan Singapura, sebagian dari Thailand, Brunei Darussalam dan negara-negara Asia Tenggara lainnya,” kata Agus Suriyono kepada Sumut Pos, Jumat (7/2).
Dikatakan Agus, Pemko Medan juga telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dalam memperketat masuknya WNA ke Kota Medan agar virus Corona tidak masuk ke Kota Medan. “Insya Allah semua yang masuk sudah melalui tahapan pemeriksaan yang ketat dari Imigrasi. Apalagi, Wisman yang masuk ke Kota Medan mayoritas bukan dari Tiongkok. Wisman dari Asia Tenggara masih sangat mendominasi, itupun mereka sudah melalui berbagai tahapan pemeriksaan di Bandara. Pihak Imigrasi lebih berkompeten dalam menjelaskan hal itu,” katanya.
Ditambah lagi, kata Agus, dalam waktu dekat ini, Dispar Kota Medan tidak memiliki agenda Pariwisata Internasional yang melibatkan berbagai negara. Adapun agenda yang ada dalam waktu dekat, masih bersifat agenda lokal. “Agenda internasional seperti Gemes (Gemar Melayu Serumpun) yang melibatkan sejumlah negara, baru akan dilaksanakan di akhir tahun. Event-event besar itu agendanya akhir tahun, setidaknya mulai Juli nanti. Untuk semester pertama di tahun ini, kita akan melakukan agenda-agenda lokal dulu yang dampaknya juga cukup besar bagi pariwisata di Kota Medan,” tambahnya.
Dijelaskan Agus, di tahun 2020 ini pihaknya akan terus secara gencar mempromosikan pariwisata di Kota Medan, terkhusus wisata kuliner dan bangunan Heritage di Kota Medan. “Wisata kuliner dan gedung heritage di Kota Medan sangat bisa diandalkan, itu akan terus kita promosikan agar terus dapat meningkatkan pariwisata di Kota Medan.” tutupnya.
Sekretaris Komisi B DPRD Sumut, Ahmad Hadian meminta Disbudpar provinsi dan kabupaten/kota untuk sementara waktu tidak melakukan promosi pada negara-negara suspek virus korona. “Kegiatan promosi atau pemasaran pariwisata bisa dialihkan ke negara-negara yang aman virus nCoV dulu. Sembari itu kita perkuat lagi promosi maupun branding pariwisata Sumut disetiap pintu-pintu masuk se Indonesia. Karena kami melihat Disbudpar provinsi belum punya konsep mengarah ke sana,” katanya.
Pihaknya mengamini sudah pasti dampak pencekalan WNA ke Indonesia akan mengurangi jumlah kunjungan wisatawan termasuk ke Sumut. Meski begitu, jangan sampai pada negara yang belum suspek virus korona pun ikut menambah kemerosotan jumlah turis menuju Sumut.
“Itu memang resiko logis yang harus ditanggung. Namun kemudian untuk skup pemerintah provinsi, juga mesti mengantisipasi. Jangan dengan pembatasan ini berakibat fatal terhadap kemajuan pariwisata Indonesia. Antisipasinya berupa peningkatan promosi ke negara-negara yang aman korona. Contohnya Malaysia karena kita tahu sangat dominan untuk datang ke Indonesia terkhusus Sumut,” katanya
Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga menyarankan kepada Pemprovsu dan pemda harus lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan akibat dampak pencekalan WNA masuk, termasuk yang berasal dari Tiongkok. Hemat dia, membatasi wisatawan tentunya akan memengaruhi devisa negara dan menurunkan ekonomi masyarakat terkhusus disekitar destinasi wisata. “Pemprov tidak serta merta bisa mengambil kebijakan tanpa memikirkan dampaknya terhadap ekonomi daerah. Jadi mesti hati-hati menerapkan kebijakan ini,” katanya. (prn/map)
PENCEGAHAN:
Petugas kesehatan Malaysia dikerahkan untuk kesiagaan penyebaran virus corona di Bandara Internasional Kuala Lumpur, beberapa hari lalu. Hingga kini Indonesia, khususnya Sumatera Utara masih aman dari penyebaran virus mematikan itu. Namun begitu, terus diperkuat upaya pencegahan.
Semua Penumpang Bandara Diberi Karu Kewapadaan
PENCEGAHAN:
Petugas kesehatan Malaysia dikerahkan untuk kesiagaan penyebaran virus corona di Bandara Internasional Kuala Lumpur, beberapa hari lalu. Hingga kini Indonesia, khususnya Sumatera Utara masih aman dari penyebaran virus mematikan itu. Namun begitu, terus diperkuat upaya pencegahan.
SUMUTPOS.CO – Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam, sudah melaporkan ada warganya yang positif virus corona (novel coronavirus/nCoV) ke Sumut. Namun sejauh ini Indonesia, khususnya Sumatera Utara masih belum tertular. Untuk itu, Sumut harus memperkuat pencegahan.
SELURUH stakeholder di Sumut sudah siaga menyikapi penyebaran virus corona. Setelah membentuk Tim Khusus Kesiapsiagaan Penyebaran n-CoV Sumut, Pemprov Sumut melalui Dinas Kesehatan mengumpulkan seluruh Rumah Sakit Umum (RSU) yang ada di Sumut di Kantor Gubernur, Jumat (7/2), untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah sehingga siap dan siaga menanggapi wabah yang mematikan tersebut.
“Ini agar kita satu bahasa, satu pandangan dan satu gerak langkah menanggapi penyebaran virus korona. Dengan begitu, tidak akan ada kesalahan merespons n-CoV atau gagap menanggapi virus ini,” kata Kepala Dinkes Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menjawab Sumut Pos, usai rapat.
Diungkapkannya, sejak wabah virus corona membahayakan dunia, seluruh stakeholder terkait sudah bergerak cepat. Terutama pada pintu-pintu masuk warga negara asing ke Sumut. Bahkan sudah pula diberikan kartu kewaspadaan kepada semua penumpang seperti di bandara, baik yang masuk maupun keluar dari Sumut. Tak hanya WNA, juga berlaku kepada WNI.
“Laporan semua manifest itukan diberikan ke kami. Namun yang akan ketat kita awasi bersama, jika dalam pemeriksaan terdapat gejala-gejala nCoV ini, mereka bakal diisolasi di rumahnya masing-masing selama 14 hari di mana ada pihak yang menjamin dari keluarganya,” katanya.
Dinkes Sumut juga akan intens mengawasi orang-orang yang diisolasi tersebut. Jika ditemukan gejala-gejala suspek nCoV, penanganan akan dilanjutkan ke RSUP H Adam Malik sebagai rujukan RS isolasi wabah virus tersebut. “Sebenarnya hal ini adalah SOP baku dan sudah berjalan. Jadi semua manifest setiap penerbangan itu ada.
Mereka dapat kartu kewaspadaan selama 14 hari. Dan dia pun kalau ada terjadi apa-apa pasti segera lapor. Sebab sifatnya sudah dalam kondisi darurat, dan warning dari WHO (Badan Kesehatan Dunia). Yang terpenting harapan kita dari pertemuan ini, semua stakeholder menjadi siap dan tidak panik dalam menyikapi wabah virus nCoV,” katanya.
Ciri-ciri orang terjangkit n-CoV berdasarkan Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus dari Kementerian Kesehatan RI antara lain deman 38 derajat atau memiliki riwayat deman, batuk/pilek, nyeri tenggorokan, pnemonia ringan hingga berat. Namun, menurut Tim Penanganan Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa dan PINERE RSUP H Adam Malik Medan Ade Ramaini, hal lain yang paling penting diperhatikan adalah riwayat perjalanan pasien.
“Singapura memang daerah yang terjangkit virus corona, tetapi bila aktivitas pasien hanya ke mal, jalan-jalan atau ke rumah saudaranya ini sangat kecil kemungkinan dia terjangkit. Kecuali dia ke RS tempat perawatan pasien terjangkit corona virus atau petugas kesehatannya atau PRT yang bosnya terjangkit. Jadi saya berharap dokter yang bertanggung jawab lebih detail menanyakan soal ini,” katanya.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Medan Priagung Adhi Bawono mengatakan, Indonesia sudah melakukan persiapan penyebaran virus corona bahkan sudah memprediksi adanya wabah global yang akan menyerang manusia. Khusus untuk penyebaran n-CoV pemerintah sudah mengeluarkan beberapa peraturan seperti UU dan juga surat edaran.
“Kita sudah memprediksikan adanya wabah jauh sebelum n-CoV. Karena sudah beberapa kali terjadi seperti SARS dan MERS. Tetapi sekarang kita juga mengeluarkan peraturan seperti UU No. 6 Tahun 2018, Surat Edaran Dirjen P2P No. SR.0364/II/55/2020 dan HK.02.02/II/329/2020. Jadi kita sudah punya pedoman,” kata dia.
Mulai 6 Februari 2020 menurut laporan WHO ada total 28.276 kasus corona virus di seluruh dunia dari 25 negara (termasuk Tiongkok). Sedangkan Indonesia sendiri masih belum terdapat kasus positif virus corona walau negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam dan Kamboja memiliki kasus positif nCoV.
Priagung berharap Indonesia khususnya Sumut tetap bekerja keras untuk mencegah virus ini masuk dan bila masuk sudah tahu apa yang harus dilakukan. “Sampai detik ini belum ada laporan kasus positif corona virus di Sumut dan Indonesia. Tentu saja kita mengharapkan tidak ada kasus sampai wabah ini selesai. Namun, bila ada kita juga harus sudah siap menanganinya. Untuk itulah kita berkumpul di sini. Jadi, kuncinya adalah koordinasi yang kuat,” katanya.
Pertemuan turut dihadiri Kabinda Sumut Ruruh A Setyawibawa, Forkopimda, OPD terkait, direksi dan dokter RSU yang ada di Sumut, asosiasi kedokteran dan para pelaku kesehatan.
KNIA Belum Temukan Penumpang Suspek Corona
Sejak diberlakukannya larangan masuk bagi warga Negara Tiongkok oleh pihak Imigrasi, pihak Bandara Kualanamu (KNIA) memastikan belum ada ditemukan penumpang dengan gejala virus corona. “Mudah-mudaan semuanya yang take off dan landing dari Kualanamu aman dan sehat,” kata Plt Branch Communication & Legal Manager PT Angkasa Pura II KC Bandara International Kualanamu, Paulina Simbolon, Jumat (7/2).
Dikatakan Paulina, pihak Bandara Kualanamu berupaya semaksimal mungkin untuk pencegahan penyebaran virus Corona. Salah satunya pengecekan suhu badan penumpang melalui Thermal Scanner secara berkala oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan bersama stakeholder terkait, untuk penerbangan Internasional.
Selain Bandara Kualanamu, larangan masuk bagi WN Tiongkok juga serentak berlaku di seluruh Indonesia. Pasca-penetapan, hingga kini belum ada WN Tiongkok yang masuk dari Bandara Kualanamu. Kalau ada, langsung dilakukan penolakan.
Kepala Kantor Imigrasi Klas I Khusus Medan, Supartono, menerangkan, selain memberlakukan larangan masuk bagi WN Tiongkok, Pemerintah Indonesia juga menghentikan sementara penerbangan langsung ke negara tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona. “Warga negara Indonesia juga dilarang melakukan kunjungan ke Tiongkok. Kita juga menyiagakan petugas, terutama di bandara untuk memeriksa siapa saja warga negara asing yang masuk ke Sumut,” katanya.
Supartono menjelaskan, meski penerbangan langsung dari dan ke Tiongkok sudah ditutup, sebagian besar yang masuk ke Sumut biasanya transit lebih dulu di Singapura atau Malaysia. Hal ini menjadi perhatian serius pihaknya untuk lebih teliti memeriksa warga negara asing masuk ke Kualanamu.
“Hanya berlaku bagi warga negara Tiongkok yang datang dari Tiongkok daratan, karena di sana virus corona. Jika ada warga negara Tiongkok yang tinggal di Australia, atau lain, bukan dari Tiongkok daratan, tetap kami izinkan masuk,” katanya.
Sejak diberlakukannya larangan penerbangan langsung ke Tiongkok, menyusul penghentian sementara bebas visa terhadap warga negara Tiongkok, diimbau tidak panik, karena pemerintah akan memfasilitasi perpanjangan visa. “Tiongkok sendiri sudah melarang masuknya orang luar ke negara mereka. Nah, warga negara Tiongkok yang hendak pulang ke negaranya kemungkinan besar akan ditolak. Konsekuensinya, mereka harus memperpanjang visa atau izin tinggal,” terang Supartono.
Sepanjang Desember 2019, warga negara asing yang mendarat di Bandara Kualanamu dari Tiongkok sebanyak 1.173 orang dan yang bertolak ke Tiongkok sebanyak 1.102 orang. Angka tersebut turun pada Januari 2020. Pendatang dari Tiongkok hanya 661 orang, sementara yang berangkat ke Tiongkok sebanyak 942 orang. (prn/ris)
MENINGGAL: Dokter Li Wenliang, yang mengungkap ancaman virus corona pertama kali, meninggal dunia karena tertular virus tersebut.
MENINGGAL: Dokter Li Wenliang, yang mengungkap ancaman virus corona pertama kali, meninggal dunia karena tertular virus tersebut.
SUMUTPOS.CO – DOKTER asal Tiongkok, Li Wenliang, yang pertama kali mengungkap dan memprediksi virus Corona jenis baru bisa mewabah, dinyatakan meninggal dunia. Dokter Li sejak awal mengeluarkan peringatan pertama tentang wabah virus Corona. Li tertular virus tersebut saat bekerja di Rumah Sakit Pusat di Wuhan.
Li dikenal publik karena menjadi dokter pertama yang mengirimkan peringatan kepada sesama petugas medis pada 30 Desember 2019 terkait virus Corona dan dia yakin bisa mewabah. Tapi, dia justru dituduh melontarkan kabar yang meresahkan publik terkait virus Corona. Polisi bahkan mengatakan kepadanya untuk berhenti membuat komentar palsu saat itu seperti dilansir dari BBC, Jumat (7/2).
Dokter Li sendiri sempat ditangkap Kepolisian Wuhan terkait prediksinya. Dia ditangkap di rumahnya pada malam hari. Li sudah meyakini virus Corona akan mewabah, jauh sebelum menjadi epidemi seperti saat ini.
Terkait kematiannya, ada laporan yang berbeda, People’s Daily mengatakan, Li meninggal pada pukul 02:58 dini hari waktu Tiongkok, Jumat (7/2). Namun berita awal sempat mengungkapkan Li, pada awalnya dinyatakan meninggal pada Kamis (6/2) pukul 21:30 waktu setempat dan berita itu memicu gelombang reaksi media sosial di Tiongkok.
People’s Daily mengirim tweet yang mengatakan, kematian Dr Li telah memicu kesedihan nasional. Global Times kemudian mengatakan, dia telah diberi perawatan ECMO (oksigenasi membran ekstra-korporeal) yang berfungsi untuk memompa jantung dan menjaga darah tetap mendapat oksigen.
Dokter Li adalah seorang dokter spesialis mata. Dia mem-posting kisahnya di Weibo dari tempat tidur rumah sakit, sebulan setelah mengirimkan peringatan awal terkait virus Corona.
Dia telah memperhatikan 7 kasus pasien yang terkena virus Corona yang dia pikir tampak seperti SARS. Dia sudah meramalkan sejak awal bahwa virus Corona akan menjadi wabah. Empat hari kemudian dia dipanggil ke Biro Keamanan Umum dan disuruh menandatangani surat. Dalam surat itu dia dituduh membuat komentar palsu yang telah mengganggu tatanan sosial dan menimbulkan keresahan.
Li adalah satu dari delapan orang yang berurusan dengan polisi karena dianggap menyebarkan desas-desus soal virus Corona. Pihak berwenang setempat kemudian meminta maaf kepada Li.
Tak lama, Li jatuh sakit. Dalam postingan di Weibo-nya dia menjelaskan pada 10 Januari dia mulai batuk. Pada hari berikutnya dia demam dan dua hari kemudian dirawat di rumah sakit. Dia didiagnosis terinfeksi virus Korona pada 30 Januari. Dan, kini Dokter Li telah meninggal dunia.
3 WNI Belum Bisa Pulang
Hingga kini, Kota Wuhan, masih diisolasi. Karena itu, belum ada rencana pemerintah untuk memulangkan 3 WNI yang masih berada di sana. Sebenarnya, ada 7 WNI yang batal dipulangkan saat evakuasi pada Minggu (2/2) lalu. Empat orang memilih bertahan karena alasan keluarga. Sementara 3 lainnya tak pulang karena tidak lolos screening.
“Selama masih PHEIC (Public Health Emergency of International Concern), bagaimana caranya? Di-lockdown semua,” ujar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto seusai rapat di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (7/2).
Terawan mengatakan, 3 WNI tersebut terus dipantau kesehatannya oleh pemerintah Tiongkok, juga dalam pantauan Kedutaan Besar Indonesia di Tiongkok. “Di-lockdown kotanya, dan dia dipelihara kesehatannya oleh pemerintah sana dan terhubung terus dengan konsulat kita, juga kedutaan besar kita,” ujarnya.
Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan, pemulangan 3 WNI yang gagal pulang dari Wuhan, mulai dibahas. Pembahasan itu sebagai antisipasi. “Baru diskusi tadi (rapat). Sekarang belum ada keadaan darurat yang harus…. Itu baru diskusi untuk antisipasi,” kata Mahfud.
Dia menegaskan, tidak ada permasalahan terhadap 3 WNI yang batal pulang. Dia mengatakan itu sebagai bukti bahwa 238 mahasiswa yang telah dipulangkan dalam keadaan sehat. “Ya itu bahwa ada 3 WNI yang batal balik ke Indonesia itu membuktikan itu tidak ada masalah. Yang dipulangkan itu orang sehat,” tegasnya.
Mahfud juga menerangkan alasan 3 WNI yang gagal pulang itu karena suhu tubuhnya tinggi. Sehingga, kata Mahfud, tidak mendapatkan izin dari pemerintah setempat. “Nah, yang 3 orang itu suhunya tinggi melebihi dari batas maksimal yang ditentukan sehingga tidak boleh pulang dulu dan tidak boleh oleh pemerintah RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Yang pulang di sini itu semuanya sehat, jangan panik,” terangnya.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu, Judha Nugraha, mengatakan ketiga WNI tersebut merupakan mahasiswa. Satu mahasiswa dari Wuhan dan 2 dari Xianning. Mereka saat ini sudah dipulangkan ke asrama masing-masing. (jpc/dtc)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Polresta Deliserdang melakukan kegiatan razia di Terminal Lubukpakam, Jumat (7/2) pukul 04.00 wib. Kedua pria itu diamankan karena kedapatan membawa sabu yang disimpan dalam topi. Keduanya Syahrul (32) warga Jalan Kamboja Nomor 2 Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, dan Ali Jambak (33) warga Citaman Jernih Kecamatan Perbaungan.
Informasi diperoleh, razia itu berdasarkan surat telegram Dir Res Narkoba Polda Sumut No : ST/56/I/Res.4./2020/Dit Res Narkoba perihal Pelaksanaan Razia di Jalur Lintas Propinsi, Kabupaten Kota, Perbatasan, tempat hiburan dan daerah rawan penyalah gunaan narkoba dan Sprint Kapolresta Deli Serdang No : Sprint/298/II/Pam3.3/2020 perihal pelaksanaan Razia. Sebanyak 30 personel yang dipimpin Kasat Intelkam Polresta Deli Serdang AKP Amir Sinaga SH dengan sasaran senjata tajam, narkotika, senjata api dan lainnya.
Satu persatu kendaraan yang melintas di Jalinsum diarahkan masuk kedalam terminal. Selanjutnya mempertanyakan surat kendaraan, para petugas juga melakukan penggeledahan badan dan barang yang ada dalan mobil.
Saat mobil Honda Civik BK 558 HI warna silver melintas, petugas mengarahkan masuk dalam terminal. 2 pria yang ada dalam mobil diketahui bernama Syahrul dan Ali Jambak digeledah petugas. Sepaket diduga berisi sabu-sabu dalam plastik klip transparan yang dsimpan di dalam topi ditemukan petugas. Guna penyelidikan kedua pria berikut barang bukti sepaket sabu diamankan petugas.
Saat diinterogasi petugas, Ali Jambak mengaku pernah dihukum penjara pada tahun 2006 dan bebas pada tahun 2009. Selain mengamankan kedua pria itu, razia yang berakhir pada hingga Jumat (7/2) sekira pukul 04.00 wib itu juga melakukan tilang STNK terhadap 2 pengendara. (btr)
BUNUH : Jasad ibu muda yang diduga menjadi korban pembunuhan dikerumuni warga di tepi areal Galian C Tanjung Putri, Desa Namu Ukur Utara, Sei Bingai.
BUNUH : Jasad ibu muda yang diduga menjadi korban pembunuhan dikerumuni warga di tepi areal Galian C Tanjung Putri, Desa Namu Ukur Utara, Sei Bingai.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyidik Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai masih terus mendalami dugaan pembunuhan terhadap Raskami Surbakti (21) yang dibuang ke lokasi Galian C, Dusun Tanjung Putri, Desa Namu Ukur Utara, Sei Bingai, Langkat, berapa waktu lalu. Menurut dugaaan Kepolisian korban dibunuh orang dekat.
Penelusuran wartawan Sumut Pos, bahwa ada fakta baru. Korban diketahui sudah menikah dua kali. Suami pertama, korban memberikan seorang keturunan. Tidak diketahui bagaimana hubungannya dengan suami pertama.
Namun belakangan diketahui, kalau korban kembali menikah dengan Ramona Sembiring (21). Bahkan diketahui juga, kalau korban sedang mengandung anak usia 2 bulan.
“Ya, korban sedang hamil memang. Kami tahu berdasarkan keterangan dari keluarga dan suaminya,” kata Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif ketika dikonfirmasi, Jum’at (7/2).
Menurut Wirhan, penyidik sedang mendalami keterangan saksi-saksi kasus dugaan pembunuhan tersebut. “Hasil visum dan otopsi belum keluar. Belum dapat kita. Terduga pelaku orang terdekat korban ini, cuma kami masih terus mendalaminya,” tambah dia.
Tubuh korban ditemukan luka lebam diduga bekas penganiayaan. Selain itu, ditemukan juga luka tusukan di perut korban. Dugaan lain, luka lebam itu akibat bekas lindasan mobil. Karenanya, isi perut korban keluar.
Suami kedua korban sudah dimintai keterangan. Hingga kini, sudah 2 kali suaminya diperiksa. Sebelumnya, korban ditemukan oleh operator alat berat eskavator Adi Gurusinga (47), Kamis (30/1) siang. Temuan mayat kemudian dilaporkan ke Iwan Ketaren (47), mandor.
Mayat kemudian diletakkan ke pinggir dan dikabarkan ke Kadus Tanjung Putri. Tak lama berselang, polisi tiba di lokasi yang kemudian melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara. (ted/btr)
SIDANG: Rudy alias Ajun bin Ho Cum Lim, terdakwa napi pengendali ekstasi menjalani sidang tuntutan,
Jumat (7/2).
SIDANG: Rudy alias Ajun bin Ho Cum Lim, terdakwa napi pengendali ekstasi menjalani sidang tuntutan,
Jumat (7/2).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rudy alias Ajun bin Ho Cum Lim (33) dituntut 19 tahun penjara denda Rp2 miliar subsider 1 tahun kurungan. Warga Jalan Perjuangan, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Deliserdang tersebut dianggap terbukti mengendalikan pembuatan ekstasi dari Lapas.
“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama 19 tahun penjara denda Rp2 miliar subsider 1 tahun,” ujar Jaksa Tiorida Hutagaol di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (7/2).
Dalam amar tuntutan JPU, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sementara hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan.
“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tandasnya.
Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Ahmad Sumardi, menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.
Dalam dakwaan JPU Tiorida Hutagaol, pada Januari 2019, petugas mendapatkan informasi bahwa ada pembuat ekstasi di Medan.
Berdasarkan informasi itu, petugas mencurigai sebuah rumah yang merupakan tempat pencetakan ekstasi, Jalan Pukat VIII Gang Murni Nomor 19 Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung.
“Selanjutnya, petugas mendapatkan informasi bahwa Rudy selaku napi di Lapas Binjai memerintahkan Muhammad Irsan Siregar untuk mengambil pesanan ekstasi yang telah dicetak oleh Gunawan,” ujar JPU.
Awalnya, Rudy memerintahkan Gunawan untuk menyiapkan pil ekstasi sebanyak 250 butir dan diserahkan Muhammad Irsan Siregar. Sekira pukul 18.45 WIB, Gunawan bertemu dengan Muhammad di depan Mushola As Shobirin Jalan Pukat VIII Gang Murni Nomor 19 Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung.
“Disitu, Gunawan menyerahkan dua bungkus plastik klip masing-masing berisi pil ekstasi sebanyak 100 butir dan 12 butir terpisah dengan total 220 butir kepada Muhammad Irsan Siregar,” pungkas Maria. Tak lama, petugas BNN melakukan penangkapan terhadap Gunawan.(man/btr)
SAKSI: Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah menjadi saksi dalam kasus pungli BPKD Siantar, Kamis (6/2) sore. Pematangsiantar, Hefriansyah menjadi saksi dalam kasus pungli BPKD Siantar, Kamis (6/2) sore. Agusman/SUMUT POS
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah menjadi saksi dalam persidangan dengan terdakwa mantan Kaban dan Bendahara Pengeluaran Badan Pengelola Keuangan Aset dan Daerah (BPKAD), Adiyaksa Purba dan Erni Zendrato, di ruang Cakra 4, Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (6/2) sore.
Dalam persidangan tersebut, Hefriansyah tidak terlalu banyak mendapat pertanyaan baik dari penuntut umum, penasehat hukum terdakwa maupun majelis hakim tipikor yang diketuai Jarihat Simarmata.
Bahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hendrik Sipahutar sempat menanyakan tentang pemotongan 15 persen di BPKAD Pematang Siantar. “Apakah anda tahu ada pemotongan selama ini sebelum terjadinya OTT,” tanya Hendrik.
“Saya tidak mengetahui soal pemotongan itu. Saya hanya sempat dipanggil penyidik Polda Sumut sebagai saksi,” jawab Hefriansyah.
Begitu juga, saat Nety selaku penasehat Hukum terdakwa Adiaksa, menanyakan tentang perjalanan dinas atau tamu-tamu apakah ditanggung dalam anggaran. Kegiatan itu, kata Hefriansyah, sudah terjadwal dan sudah dianggarkan pada Bagian Umum.
“Bila sudah dimasukkan diawal atau sebelum pembahasan anggaran bisa saja diterima. Namun kalau tak masuk, ya menunggulah karena semua itu sudah disusun sesuai anggaran,” urainya.
“Namun bila secara teknis bisa ditanyakan pada bagian Umum dan Kesra,” sambungnya lagi.
Ia juga menyangkal pernah menyuruh orang menjumpai Adiaksa terkait anggaran yang tidak ditampung dalam anggaran. Tapi ketika mengenai perjalanan ke Solo, apakah ditanggung dari BPKAD, Hefriansyah mengaku tidak ingat secara pasti, dan tetap mengarahkan kepada bagian umum.
Hefriansyah menyatakan bahwa saat OTT terjadi, Adiaksa memang tidak di Kota Pematang Siantar. “Setahu saya, Pak Adiaksa berada di Jakarta dalam rangka Diklat Pim atau semacam belajar untuk promosi jabatan,” katanya.
Mendengar itu, Nety menanyakan jadi izin yang diberikan bagaimana secara tertulis atau lisan.
Hefriansyah menyatakan ketika itu terdakwa mengajukan secara tertulis dan kemudian disetujuinya.
Sementara itu, Lodewyk selaku staff Humas Protokoler Pemkot Pematang Siantar yang menjadi saksi mengaku pernah mendatangi Adiaksa untuk meminta iklan ucapan ulang tahun media cetak. Itu sifatnya sukarela.
Penagihan iklan itu pun dilakukan karena ada perintah dari Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Pematang Siantar, yang waktu itu Amal Saleh. Namun kesaksian Lodewyk ini, langsung disanggah oleh Adiaksa, tidak benar itu sukarela tapi ada biaya nominal yang tertera.
Sedangkan kesaksian Marlon Sitorus selaku Ajudan Walikota Pemkot Siantar yang mengaku tidak pernah bertemu, lagi mendapat sanggahan dari Adiaksa kalau ia beberapa kali bertemu dengan Marlon. Ini juga dikuatkan oleh Erni Zendrato yang membenarkan ada pertemuan itu.
“Benar kalau si Marlon pernah datang, tapi kalau untuk urusan apa ia tak tahu,” katanya.
Usai mendengarkan keterangan para saksi, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda kesaksian ahli.
Diluar persidangan, Hefri yang ditemui awak media di Halaman Gedung Pengadilan Negeri Medan, terlihat gelisah soal pungli di BPKAD.
“Saya kaget jugakan, sebelumnya saya Wakil Walikota dan 2017 baru jadi Wali Kota Pematangsiantar. Karena setahu saya tidak ada kabar seperti ini. Kalau ada pasti sudah saya suruh inspektorat memeriksanya,” tandasnya, yang buru-buru meninggalkan awak media. (man/btr)
DISAMBUT: Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi (kemeja putih) disambut pengurus BKM dan jamaah saat melakukan Safari Jumat di Masjid Al-Ikhwan Jalan Bunga Wijaya Kesuma, Gang Masjid, Kelurahan Selayang II Padang Bulan, Medan Selayang, Jumat (7/2).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas Walikota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi beserta rombongan melaksanakan Safari Jumat di Masjid Al Ikhwan, Jalan Bunga Wijaya Kesuma, Gang Masjid Al Ikhwan, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (7/2/2020) siang.
Saat tiba di masjid tersebut, Akhyar beserta rombongan disambut meriah lantunan Marhaban Ar Raudhah Lingkungan IV, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang.
Turun dari mobil dinasnya, Akhyar langsung menyalami para alim ulama yang telah hadir di masjid tersebut. Tampak pula Al ustad Ahmad Zaini, MA, BKM Masjid Al Ikhwan Junaidi, Camat Medan Selayang Sutan Tolang Lubis, pimpinan OPD, lurah dan kepling se Medan Selayang.
Safari Jumat yang dilakukan oleh Plt Walikota Medan ini, tak lain untuk terus menjaga dan menjalin hubungan silaturahmi yang lebih erat lagi kepada warga dan alim ulama. Apalagi, sebagai umat muslim, ini sebagai bentuk jalinan Hablumminannas dan melancarkan rezeki.
Akhyar secara simbolis memberikan bantuan pembangunan masjid sebesar Rp50 juta yang diterima langsung Ketua BKM Masjid Al Ikhwan, Junaidi.
Dalam arahannya, Akhyar mengatakan, Pemerintah Kota Medan selalu berkeliling melakukan Safari Jumat setiap minggunya. Tujuannya, membangun silaturahmi dan komunikasi antara umat muslim. Karena umat Islam di Kota Medan adalah umat yang memiliki jumlah yang cukup besar.
“Apapun ceritanya, kami harus membangun komunikasi InsyaAllah minggu depan akan dilakukan MTQ dan diawali pawai ta’aruf dan memohon doa serta memohon maaf kepada masyarakat bahwa akan ada kemacetan yang akan terjadi. Tapi sesungguhnya, itu merupakan memeriahkan MTQ ke 53 dan marilah kita semua untuk memeriahkannya bersama,” ujarnya.
“Tadi kita menyerahkan Rp50 juta untuk pembangunan masjid kita tercinta ini. Itu adalah uang bapak ibu semua. Kami sebagai pemerintah hanya mengumpulkan dan menyalurkan dana tersebut untuk pembangunan rumah ibadah. Seluruh rumah ibadah di kota kita ini akan mendapatkan anggaran yang proporsional,” terangnya.
Selain itu, Akhyar mengajak semua elemen masyarakat untuk memusuhi dan memerangi narkoba.
“Kalau ada sanak keluarga, mari kita rehabilitasi. Kalau pengedar, laporkan saja kepada aparat kepolisian. Sebab, tindak pidana diawali karena narkotika. Kita ingin hidup dengan aman dan nyaman serta tidak was was,” ujarnya.
Tak hanya itu, Akhyar juga mengajak warga yok bikin cantik Medan. Dengan harapan, kota ini akan indah dan banyak orang lain atau wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Medan, sehingga terjadinya peningkatan perekonomian bagi warga khususnya pelaku UKM.
Sementara itu, BKM Al Ikhwan, Junaidi menyampaikan, sangat bersyukur atas kehadiran Plt Walikota Medan yang berhasil ke Masjid Al Ikhwan.
“Kami sangat berterimakasih sekali telah dilihat oleh Walikota Medan. Waktu peletakkan baru pertama, juga dilakukan Walikota Medan pada tahun 2006. ini menunjukkan bahwa masjid kita adalah masjid yang diberkahi oleh Allah SWT,” singkatnya.
Di tempat yang sama, dalam tausyiah singkatnya, Al stad Ahmad Zaini, MA mengatakan, ada 3 benteng bagi orang beriman yakni masjid.
“Maka dari itu, kita harus peduli dengan pemimpin pemimpin kita yang peduli dengan masjid, yang dekat dengan masjid. Karena masjid adalah bentengnya umat muslim,” ucapnya sembari menjelaskan benteng umat yakni dzikir dan membaca Al Quran. (adz)