Home Blog Page 4527

Tak Tahu Persis Kejadian, Saksi Pelapor Kasus Penculikan Cabut Keterangan

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hendri Wijaya (37), warga Jalan AR Hakim Gang Pacar No 15, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Medan Area, mencabut kesaksian keterangan dalam laporan kasus dugaan penculikan dengan nomor LP/45/I/2020/SPKT. Sebab, dalam kasus tersebut Hendri tidak mengetahui persis peristiwa penculikan yang dialami oleh Sjamsul Bahari alias Ationg dengan terlapor Ayong Susanto.

Kuasa hukum terlapor Ayong Susanto, Rony Lesmana mengatakan, dicabutnya keterangan saksi itu dituliskan dalam surat pernyataan bermaterai. “Berdasarkan surat pernyataan Hendri Wijaya, dia mencabut kesaksiannya ketika memberikan keterangan kepada penyidik (Direktorat Reskrimum Polda Sumut) dengan alasan tidak mengetahui persis kejadian penculikan itu,” kata Rony kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Demikian ujar Rony, terkait dicabutnya keterangan saksi pelapor tersebut pihaknya akan menanyakan perkembangan proses penyidikan ke Direktorat Reskrimum Polda Sumut. “Kita akan pertanyakan ke penyidik, bagaimana perkembangan penyidikan selanjutnya dengan adanya saksi pelapor yang mencabut keterangannya,” ucap Rony.

Menurutnya, setiap laporan kepolisian itu akan dinyatakan penuh unsur jika terdapat saksi dan bukti tercukupi. “Apakah dengan adanya saksi pelapor yang mencabut keterangannya kasus itu masih tetap memenuhi unsur,” tanya Rony.

Sementara, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, surat pernyataan pencabutan keterangan saksi pelapor sah-sah saja dilakukan oleh yang bersangkutan. Namun demikian, pihaknya dalam hal ini penyidik tetap menjalankan berkas laporan tersebut. “Kita tetap mengirim berkas kasus itu ke jaksa walaupun dia (Hendri Wijaya) membuat surat pernyataan tersebut,” cetusnya.

Lanjut MP Nainggolan, biarlah nanti pengadilan yang menentukan apakah keterangan yang sebelumnya diberikan kepada penyidik benar atau salah. “Yang menentukan itu nanti pengadilan, silahkan beri keterangan di depan hakim saat sidang kasusnya,” tandas dia.

Untuk diketahui, kasus penculikan ini dilaporkan oleh Feny Laurus Chen, istri Sjamsul Bahari alias Ationg pada 10 Januari 2020 dengan nomor STTP/45/I/2020/Sumut/SPKT II. Akibat penculikan itu, korban mengalami luka-luka.

Kejadian penculikan itu terjadi pada 9 Januari 2020. Saat itu, awalny Ationg baru saja selesai makan di Restoran Selecta, Jalan Listrik, Medan. Begitu keluar dari lift, korban dicegat dan dibawa oleh 4 orang pria berbadan tegap.

Kemudian, Ationg dibawa paksa masuk ke dalam mobil Innova dan barang-barangnya berupa handphone dan dompet diambil. Saat di dalam mobil, korban melihat ada orang yang dikenalnya yaitu Ayong.

Korban dibawa keliling hingga sampai Pasar 7 Marelan.. (ris/btr)

3 Pria Terlibat Narkotika Diamankan Polsek Tanjung Morawa

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Polsek Tanjung Morawa Polresta Deliserdang mengamankan 3 pria terlibat narkotika dari Gang Patria Dusun IV, Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Minggu (22/3).

Ketiga pria itu M Agung Ramadhan (25) warga Dusun IV Desa Tanjung Morawa B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Dian (32) warga Gang Bilal Dusun IV, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Agung aials Bolot (28) warga Dusun IV Tanjung Morawa B, Kecamatan Morawa Kabupaten Deliserdang.

Informasi dihimpun, sebelum Tim Tekab Polsek Tanjung Morawa Polresta Deliserdang mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada diduga membawa, memiliki, menyimpan narkotika jenis sabu di Dusun IV Desa Tanjung Morawa B dengan ciri-ciri orang yang sudah dijelaskan.

Kemudian Tim Tekab melakukan penyelidikan dan memantau sekitar lokasi yang dimaksud. Saat disitu, petugas mendapati beberapa orang yang mencurigakan sesuai dengan ciri yang disebutkan lalu menggrebek dan memeriksa ketiga pria itu.

Seorang yang diketahui bernama M Agung Ramadhan membuang paket plastik transfaran les merah yang diduga sabu yang terdapat di tangan sebelah kirinya.

Namun petugas memergokinya dan menyuruhnya untuk memungut palstik klip transparan yang di buangnya. Selanjutnya ketiga pria dan barang bukti dibawa ke komando untuk pemeriksaan.

Ketika diinterogasi M Agung Ramadhan menyebutkan bahwa sabu tersebut di peroleh dari Agung alias Bolot sebanyak seperempat dengan harga Rp150 ribu dan Agung alias bolot mendapat sabu dari Rizal warga Perbaungan, Sergai seharga Rp250 ribu.

Sedangkan Dian membeli sabu Rp20.000 dari M Agung Ramadhan dan sudah dipakai. Dari kantong celananya petugas menyita dua plastik transfaran. (btr)

Truk Fuso Tabrak Colt Diesel di Tapanuli Utara, Sopir & Kernet Colt Diesel Tewas di Tempat

TEWAS: Petugas Sat Lantas Polres Taput berupaya melepaskan jasad Denni Setiawan dan kernetnya Yudi Ardiansyah yang terjepit pada peristiwa kecelakaan.
TEWAS: Petugas Sat Lantas Polres Taput berupaya melepaskan jasad Denni Setiawan dan kernetnya Yudi Ardiansyah yang terjepit pada peristiwa kecelakaan.
TEWAS: Petugas Sat Lantas Polres Taput berupaya melepaskan jasad  Denni Setiawan dan kernetnya Yudi Ardiansyah yang terjepit pada peristiwa kecelakaan.
TEWAS: Petugas Sat Lantas Polres Taput berupaya melepaskan jasad Denni Setiawan dan kernetnya Yudi Ardiansyah yang terjepit pada peristiwa kecelakaan.

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Dua unit truk saling bertabrakan di KM 10-11, Jalan Lintas Sumatera, Dusun Silangkitang, Desa Pagar Batu, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara, Sabtu (21/3) sekira pukul 16.00 WIB.

Insiden itu menewaskan pengemudi truk Colt Diesel, Denni Setiawan (31) warga Dusun II, Desa Sena, Batang Kuis Kabupaten Deliserdang dan kernetnya Yudi Ardiansyah.

Kedua korban mengalami luka parah karena terjepit di dalam kabin truk. Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen dalam keterangan melalui Kasubbag Humas Aiptu W Baringbing, menjelaskan, kedua truk yang terlibat kecelakaan adalah Mitsubishi Colt Diesel, BK 9959 CI dan truk Mitsubishi Fuso, B 9023 UVY.

Sebelum kecelakaan, truk Fuso datang dari arah Siborong-borong menuju Tarutung. Tiba di lokasi kejadian, truk Fuso yang belum diketahui identitas pengemudinya itu, tiba-tiba masuk ke jalur kanan . “Diduga, pengemudi truk Fuso lepas kendali, sehingga masuk ke jalur kanan arah jurusannya, sehingga terjadi kecelakaan,” sebut Baringbing, Minggu (22/3).

Saat bersamaan, truk Colt Diesel yang dikemudikan Denni Setiawan datang dari arah berlawanan tak sempat mengelak dan langsung tertabrak. Setiawan dan temannya Yudi Ardiansyah terjepit di dalam kabin truk. Warga yang mengetahui kejadian itu coba menyelamatkan Denni dan Yudi.

Namun, ketika diperiksa, keduanya sudah meninggal dunia di lokasi. Selanjutnya, warga menghubungi pihak Sat Lantas Polres Tapanuli Utara yang tiba di lokasi tak lama kemudian. Sementara itu, pengemudi truk Mitsubishi Fuso, B 9023 UVY, langsung melarikan diri dari lokasi kejadian dan meninggalkan kendaraan di sana. Kondisi kedua kendaraan sesaat setelah bertabrakan.

Polisi yang tiba di lokasi kemudian mengevakuasi kedua korban dari kabin truk Colt Diesel untuk selanjutnya dibawa ke RSU Tarutung. Setelah meminta keterangan sejumlah saksi, kedua kendaraan kemudian diamankan ke Sat Lantas Polres Tapanuli Utara. “Jenazah korban masih di rumah sakit menunggu pihak keluarganya datang menjemput. Untuk pengemudi truk Fuso yang melarikan diri, identitasnya masih diselidiki,”pungkasnya. (net)

Panin Dai-Ichi Life Perkuat Jaringan Pemasaran Di Sumut

Businnes Development Manager, Ronny Wiyanto (tengah) bersama mitra bisnis Panin Dai-Ichi Life saat pembukaan, sabtu (21/3)

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Seiring pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Panin Dai-ichi Life kian gesit dalam meningkatkan layanan dan memperkuat jaringan pemasarannya, termasuk di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tahun 2019 lebih baik dibanding 2018. Perekonomian Sumut diperkirakan tumbuh mencapai 5,4% atau di kisaran 5%-5,4% setiap tahunnya.

Melihat potensi tersebut, hari ini Panin Dai ichi Life meresmikan titik pemasaran baru di Kabupaten Deli Serdang, yakni kantor general agency Sinergi Sejuta Impian.

Berlokasi di Citraland Gamma City, Jalan Boulevard Raya R-8 No. 23, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, kantor general agency Sinergi Sejuta Impian adalah salah satu kantor pemasaran yang beroperasi secara independen dan merupakan titik pemasaran Panin Dai-ichi Life kedelapan di Sumatera Utara.

Acara peresmian dihadiri oleh perwakilan Panin Dai-ichi Life, Ronny Wiyanto, selaku Business Development Manager serta para mitra bisnis dan pemilik dari kantor general agency Sinergi Sejuta Impian yaitu Andy Arifin selaku pemilik, Elvita selaku komisaris, Siswanto selaku finance manager dan Stephanie selaku operational manager.

“Selaras dengan filosofi perusahaan kami yaitu ‘by your side, for life’, kami berkomitmen untuk hadir dan mendampingi nasabah di setiap tahap kehidupan nasabah.

Dengan diresmikannya kantor general agency Sinergi Sejuta Impian, kami ingin lebih dekat, dapat menjangkau kebutuhan serta melayani kebutuhan nasabah di Sumatera Utara, khususnya Deli Serdang, dengan lebih baik,” kata Ronny Wiyanto, Sabtu (21/3).

Ronny menambahkan, dengan adanya jaringan pemasaran Panin Dai-ichi Life yang semakin luas di Deli Serdang, diharapkan juga dapat menyerap lebih banyak tenaga pemasaran yang berdedikasi dan profesional
“Strategi pemasaran ini merupakan bentuk upaya dari Panin Dai-ichi Life untuk mencapai sasaran bisnis dan pertumbuhan jangka panjang yang berkesinambungan”, Pungkasnya (tri)

Cegah Corona, Hidayatullah Beri Bantuan dan Edukasi Warga Medan Johor

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tingkat penyebaran yang tinggi membuat pemerintah kewalahan menangani virus Corona (Covid-19).

Bahkan, wabah ini berisiko memberatkan rumah sakit karena tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung pasien COVID-19, sehingga krusial sekali bagi kita untuk mencegah laju penyebarannya.

Salah satu metode atau upaya memutus mata rantai penularannya adalah dengan melakukan pembatasan sosial atau social distancing, artinya, mengurangi kontak sosial.

“Dengan adanya pembatasan sosial, harapanya setiap masyarakat tidak akan menjadi penular maupun tertular,” kata anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayatullah saat membagikan vitamin, masker dan disinfektan yang dibutuhkan warga sekaligus memberi edukasi tentang mewabahnya virus Corona yang sudah menjadi bencana Nasional kepada warga Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, Sabtu (21/3/2020).

Tindakan ini dilakukan Hidayatullah menyahuti instruksi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nomor: 02/D/INT/DPP-PKS/2020 Tanggal: 26 Rajab 1441H/21 Maret 2020 agar kader PKS membantu pemerintah dalam melakukan penangan Covid-19 dalam bentuk pemberian logistik kepada masyarakat.

Menurut Hidayatullah, hhingga saat ini belum ditemukan vaksin Covid-19, maka untuk mencegah dan meluasnya penyebaran virus dapat dilakukan dengan memutus mata rantai penularannya dan memperkuat anti body.

“Mayoritas orang punya imunitas atau daya tahan tubuh yang baik, tetapi belum tentu memiliki imun terhadap rasa takut. Penangkal Virus Corona paling efektif saat ini adalah daya tahan tubuh kita sendiri.

Makin rendah daya tahan makin berisiko. Perbanyak mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan dan konsumsi makanan yang bergizi dan vitamin,” bebernya.

Hidayatullah jg mengungkapkan, Corona ini mengingatkan kita bagaimana satu saja tentara Allah, virus kecil berukuran 150 nano bisa membuat kalang kabut tujuh milyar manusia yang hidup di bumi ini.

“Untuk itu sebagai hambanya, jangan sombong. Segera minta ampun, kita harus percaya Allah menurunkan sesuatu dengan hikmah. Ada pelajaran besar dalam hal ini bagi mereka yang bijaksana dan arief untuk melihat,” pungkasnya. (adz)

Menyikapi Pandemi Covid-19, MTQ ke-37 Tingkat Sumut Ditunda

Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut/Veri Ardian SILATURAHIM: Gubsu Edy Rahmayadi menerima kunjungan silaturahim Pemerintah Kota Tebingtinggi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Jumat (20/3).
Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut/Veri Ardian SILATURAHIM: Gubsu Edy Rahmayadi menerima kunjungan silaturahim Pemerintah Kota Tebingtinggi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Jumat (20/3).
Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut/Veri Ardian SILATURAHIM: Gubsu Edy Rahmayadi menerima kunjungan silaturahim Pemerintah Kota Tebingtinggi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Jumat (20/3).
Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut/Veri Ardian SILATURAHIM: Gubsu Edy Rahmayadi menerima kunjungan silaturahim Pemerintah Kota Tebingtinggi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Jumat (20/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyikapi kondisi merebaknya wabah Covid-19 (Virus Corona) di berbagai wilayah Indonesia termasuk Sumatera Utara (Sumut), dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi yang akan digelar di Kota Tebingtinggi pada 1-9 April mendatang, ditunda.

Penundaan pelaksanaan MTQ tersebut disampaikan langsung Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi, Muhammad Dimiyathi kepada Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dalam kunjungan silaturahmi Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi, Jumat (20/3), di Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman, Medan.

Turut mendampingi gubernur, yakni Kepala Biro Sosial dan Kesejahteraan Setdaprovsu sekaligus mewakili LPTQ Sumut Muhammad Yusuf beserta jajaran.

“Semula yang dijadwalkan tanggal 1-9 April 2020. Kita usulkan untuk diundur hingga bulan Mei. Namun untuk tanggal belum dipastikan Pak. Hal ini sebagai langkah dan upaya untuk mendukung dan membantu menghambat penyebaran Covid-19. Mohon arahan dan bimbingan Pak,” ujar Muhammad Dimiyathi, yang hadir bersama Kakan Kemenag Tebingtinggi, Jul Sukri Mangandar Limbong beserta jajarannya.

Dimiyathi menyampaikan, penundaan tersebut sekaitan dengan kondisi merebaknya pandemi global Covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus adanya surat edaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana terkait perpanjangan masa darurat bencana Covid-19 serta adanya surat edaran Gubernur Sumut tentang larangan perjalanan dinas, dan imbuan tidak melakukan kegiatan yang bersifat massal.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyetujui usulan pengunduran pelaksanaan MTQ ke-37 Tingkat Provinsi di Kota Tebing Tinggi tersebut. Apalagi hal ini untuk kebaikan masyarakat Sumut seluruhnya.

“Semua instruksi-instruksi dan protokol pencegahan dan penanganan Covid-19 baik tingkat nasional, tingkat provinsi dan kabupaten/kota supaya diikuti. Sementara kita tunda dulu. Ini sudah merupakan langkah tepat untuk menghambat penyebaran,” ucap Edy.

Informasi ini diharapkan Edy disosialisasikan kepada seluruh masyarakat dan kabupaten/kota se-Sumut yang akan mengikuti MTQ ke-37 Tingkat Provinsi di Kota Tebing Tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan secara simbolis dana hibah sebesar Rp5 Miliar kepada Sekdako Tebing Tinggi Muhammad Dimiyathi untuk pembuatan astaka dan fasilitas pendukung di Lapangan Sri Mersing Kota Tebingtinggi.

Acara silaturahmi dilanjutkan dengan perbincangan seputar arahan dan imbauan untuk melakukan pemantauan dan penanganan Covid-19 secara maksimal di Kota Tebing Tinggi. (prn/han)

Kadinkes Tebingtinggi Tinjau Kesiapan Rumkit Tangani Covid 19

RAPAT: Kadinkes Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia ketika melakukan rapat dengan kepala rumah sakit pemerintah dan swasta.
RAPAT: Kadinkes Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia ketika melakukan rapat dengan kepala rumah sakit pemerintah dan swasta.
RAPAT: Kadinkes Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia ketika melakukan rapat dengan kepala rumah sakit pemerintah dan swasta.
RAPAT: Kadinkes Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia ketika melakukan rapat dengan kepala rumah sakit pemerintah dan swasta.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Kesehatan Tebingtinggi (Kadinkes) Nanang Fitra Aulia didampingi Kabid P2P, dr Henny melakukan peninjauan langsung kesiapan Rumah Sakit (Rumkit) Kumpulan Pane dan Sri Pamela dalam penanganan kasus Covid 19, Kamis (20/3).

Dalam kunjungan tersebut, dr Nanang mengecek langsung sarana dan prasarana yang dimiliki rumah sakit tersebut, tidak hanya ketersediaan tempat tidur dan kamar yang disiapkan untuk isolasi, tetapi juga kesiapan tenaga medis dan Alat Pelindung Diri (ADP).

Disampaikan dr Nanang, sesuai dengan instruksi Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, selain kesiapan tempat tidur, rumkit harus menyiapkan kesiapan tenaga medis dengan APD sesuai SOP.

Direktur Rumah Sakit Kumpulan Pane, dr Yohnly B Dachban dan Kepala Rumah Sakit Sri Pamela, dr Syahrizal sama-sama menyatakan sampai saat ini APD sesuai standart untuk para petugas belum dimiliki, masih dilakukan pemesanan namun barangnya tidak ada di lapangan dan harganya juga sudah setinggi langit. “Untuk mencari masker saja sudah mengalami kesulitan, dimana-mana dipesan barangnya tidak ada dan harganya juga sudah gila-gilaan tak menentu, namun kami terus berupaya memperolehnya,” ujar dr Syahrizal.

Menanggapi hal itu, dr Nanang mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi akan terus berupaya untuk mendapatkannya APD tersebut. “Dinkes Tebingtinggi akan mohon bantuan Dinkes Provinsi Sumatera Utara mencarikannya,” jelas Nanang.

Nanang juga berharap, kita terus berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk penanggulangan dan pencegahan virus Covid 19. “Semua arahan dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Wali Kota Tebingtinggi senantiasa kita laksanakan,” ujarnya. (ian/han)

Di Batubara, 13 Orang Berstatus ODP

RAKORNIS: Bupati Batubara, Ir. Zahir, M. AP, dan sejumlah forkompinda melaksanakan rakornis tim Gugus Tugas dalam pencegahan penyebaran Covid-19 pada Jumat (20/3).
RAKORNIS: Bupati Batubara, Ir. Zahir, M. AP, dan sejumlah forkompinda melaksanakan rakornis tim Gugus Tugas dalam pencegahan penyebaran Covid-19 pada Jumat (20/3).
RAKORNIS: Bupati Batubara, Ir. Zahir, M. AP, dan sejumlah forkompinda melaksanakan rakornis tim Gugus Tugas dalam pencegahan penyebaran Covid-19 pada Jumat (20/3).
RAKORNIS: Bupati Batubara, Ir. Zahir, M. AP, dan sejumlah forkompinda melaksanakan rakornis tim Gugus Tugas dalam pencegahan penyebaran Covid-19 pada Jumat (20/3).

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Kesehatan Batubara, drg. Wahid Khusairi, MM mengungkap, hingga 20 Maret 2020, telah menetapkan 13 orang dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena melakukan perjalanan dari luar negeri dan luar daerah. Dan telah menyiapkan 15 Alat Pelindung Diri (APD) hingga 23 Maret mendatang.

Hal itu diungkapkan Wahid Khusairi dalam laporannya pada Rapat Kordinasi Teknis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jumat (20/3), di Aula Rumah Dinas Bupati, Komplek Perumahan PT. Inalum Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Kabuputen Batubara.

Kemudian, Dinkes Batubara juga telah mempersiapkan Alat Pelindung Diri (APD) hingga pada 23 Maret mendatang.

Bupati Batubara, Ir. Zahir, M.AP dalam sambutannya menyampaikan, kerja Tim Gugus Tugas tidak lagi bersifat imbauan, melainkan harus dilaksanakan secara teknis di lapangan.

Secara teknis misalnya, ketersediaan hand sinitizer, disinfektan, masker atau monitoring warga yang baru pulang dari daerah yang sudah pandemi Covid-19.

Selain itu, Zahir juga menegaskan tidak mengizinkan perjalanan dinas bagi ASN, baik dalam maupun luar kota, terkecuali mendapat izin dari Bupati.

Kemudian dalam Rakornis, Bupati Batubara juga menginstruksikan kepada seluruh camat, agar meningkatkan sosialisasi Covid-19 kepada seluruh lapisan masyarakat.

Terhadap Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Zahir meminta agar mengantisipasi ketersedian stok pangan.

Melalui Rakornis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini, Bupati Zahir meminta kepada Dandim dan Kapolres, mohon bantuan terkait pengawasan di pelabuhan tikus yang ada di pesisir pantai Kabupaten Batubara, karena saat ini banyak TKI dari Malaysia pulang ke Batubara.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Batubara menyampaikan, telah berkonsultasi dengan Kakan Imigrasi Tanjung Balai.

Dari hasil data yang diberikan per 1 Maret – hingga 17 Maret ada 113 pembuatan pasport.

Berkaitan dengan kedatangan warga Batubara yang pulang melalui Pelabuhan Teluk Nibung, ada berkisar 44 orang warga Batubara kembali ke Indonesia dari Malaysia.

”Alat pendeteksi di Pelabuhan Teluk Nibung sangat sederhana, sehingga tidak bisa dipastikan apakah 100 persen negatif Covid-19 yang sudah diperiksa di pelabuhan tersebut,” ucap Ketua DPRD itu.

Berikut dari Kepala BPBD Kabuputen Batubara Anwardi menyampaikan, setelah dikeluarkan bahaya Covid-19, Tim Gugus Tugas Covid-19 telah melaksanakan tupoksinya, sesuai dengan SKPD nya masing-masing.

Menurut sepengetahuannya, Insyaallah belum ada kasus corona di Kabupaten Batu Bara. Meskipun belum ada, kita berharap kerjasama, agar dapat menanggulangi dan mencegah wabah Covid-19 di Kabupten Batubara. (mag-14/han)

RS Sari Mutiara sebagai Pusat Screening Awal Covid-19 Diragukan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadikan eks Rumah Sakit Umum Sari Mutiara di Jalan Kapten Muslim Medan sebagai pusat screening awal pasien suspect Covid-19 dipertanyakan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut dr Poradda Nababan. Dia meragukan kelayakan eks RSU Sari Mutiara sebagai pusat screening awal pasien suspect Covid-19, sebab RSU tersebut sudah lama tidak beroperasi melayani pasien.

“Kami meragukan berbagai fasilitas dan alat kesehatan yang akan digunakan oleh rumah sakit tersebut dalam melayani calon pasien Covid-19, walau pun Gubsu akan menggunakan alat-alat kesehatan baru dan khusus untuk suspect Covid-19. Tetapi itu semua masih rencana yang belum teralisasi,” kata Poradda kepada wartawan, Sabtu (21/3/2020).

Selain itu, posisi rumah sakit yang tidak berjarak sama sekali dengan pemukiman dan aktivitas warga seharusnya menjadi pertimbangan Gubernur dalam memutuskan. “Eks Rumah Sakit Sari Mutiara itu dekat sekali bahkan tidak berjarak dengan pemukiman dan aktivitas warga. Kok bisa-bisanya diletak di situ, jangan coba-cobalah kalau urusan nyawa,” tegas Poradda.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyebaran virus Corona telah bergerak cepat menjangkiti banyak orang. Karenanya pemerintah harus bergerak cepat melakukan berbagai tindakan, baik yang bersifat pencegahan maupun penindakan. “Tidak gampang menjadikan RSU swasta yang sudah lama tutup dijadikan tempat pemeriksaan awal Covid-19. Pasti akan menimbulkan persoalan baru. Gubernur sebaiknya bekerja sesuai fakta jangan selalu membuat wacana yang senantiasa tidak konsisten” tegasnya lagi.

“Sebaiknya Gubsu menunjuk langsung RSU yang memang telah siap menerima pasien dengan berbagai penyakitnya termasuk Covid-19, langsung saja rujuk ke RS GL Tobing Tanjung Morawa kalau memang ada yang diduga suspect Covid-19, kenapa harus singgah dulu ke RSU Sari Mutiara, ngobati orang sakitnya saja kok pakai birokrasi” imbuh Poradda.

Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa Gubsu berencanakan menjadikan eks RSU Sari Mutiara sebagai pusat screenig awal pasien suspect Covid-19, bila ternyata positif maka pasien yang bersangkutan akan dirujuk ke RS GL Tobing di Tanjung Morawa. (adz)

Equinox, Peristiwa ketika Durasi Siang dan Malam Sama

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Equinox adalah saat matahari berada di atas garis khatulistiwa, pada saat ini seluruh tempat di bumi akan memiliki jumlah siang dan jam malam sama yakni 12 jam.

Sesuai namanya, fenomena ini menandakan peralihan musim bagi kedua wilayah Bumi. Disebut sebagai Vernal Equinox (musim semi) untuk Bumi Bagian Utara (BBU) dan Autumnal Equinox (musim gugur) untuk Bumi Bagian Selatan (BBS).

Menurut mantan Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Abdul Azis, Equinox tahun ini terjadi pada 20 Maret 2020 pukul 10.50 WIB, dan akan terjadi kembali pada 22 September 2020 pukul 20.31 WIB. Ini akan menjadi awal musim semi bagi Belahan Bumi Selatan (BBS) dan musim gugur di Belahan Bumi Utara (BBU).

Lalu apa itu equinox? Menurut Abdul Azis, nama Equinox sendiri berasal dari bahasa Latin, yakni aequus (sama) dan nox (malam). Seperti disebutkan di atas, antara siang dan malam sama panjang.

“Ini peristiwa astronomi dimana saat matahari melintas garis khatulistiwa secara periodik berlangsung dua kali setahun untuk tahun ini tanggal 20 Maret dan 22 September,” kata Abdul Azis kepada wartawan, kemarin.

Dijelaskannya, saat musim panas di belahan Utara, tekanan udara daerah ini cenderung lebih rendah dibanding tekanan udara di daerah belahan Selatan. Maka dari itu, dominan akan bertiup angin tenggara dari benua Australia yang kering sehingga akan mengalami musim kemarau dari April hingga September.

“Untuk Sumatera, garis khatulistiwa terletak di Kota Bonjol, Sumatera Barat, di sana dibangun sebuah tugu Equator yang bentuknya menyerupai rumah gadang yaitu rumah Adat Minangkabau,” jelas aziz.

Menurutnya, pengukur lamanya penyinaran matahari disebut Campbell Stokes. “Alat ini berbentuk bola kaca yang fokus menyerap sinar matahari yang jatuh ke permukaan bumi, membakar kertas pias yang terpasang di alat, sehingga dapat dihitung berapa lamanya matahari bersinar dalam satu hari,” pungkas Aziz. (*)