30 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 4555

PLN UPK Labuhan Angin Apel Bulan K3 Nasional 2020, Keselamatan Kerja Aspek Penting di Ketenagalistrikan

PENYEMATAN: Penyematan secara simbolik Alat Pelindung Diri (APD) kepada perwakilan pegawai untuk kelengkapan kerja.
PENYEMATAN: Penyematan secara simbolik Alat Pelindung Diri (APD) kepada perwakilan pegawai untuk kelengkapan kerja.
PENYEMATAN: Penyematan secara simbolik Alat Pelindung Diri (APD) kepada perwakilan pegawai untuk kelengkapan kerja.
PENYEMATAN: Penyematan secara simbolik Alat Pelindung Diri (APD) kepada perwakilan pegawai untuk kelengkapan kerja.

LABUHAN ANGIN, SUMUTPOS.CO – PLN UPK Labuhan Angin didaulat sebagai tuan rumah pelaksanaan Apel Peringatan Bulan K3 Nasional. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh PLN UIKSBU. Dalam kegiatan ini dihadiri Pejabat Pelaksana K3 dan Keamanan dari masing-masing Unit d lingkungan PLN UIKSBU.

Peringatan bulan K3 yang bertemakan, optimalisasi kemandirian masyarakat berbudaya K3 pada era revolusi industri 4.0 berbasis teknologi informasi, berlangsung pada tanggal 12 Januari sampai dengan 12 Februari 2020.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu aspek penting dalam lingkungan perusahaan terutama ketenagalistrikan. K3 juga selalu dijadikan sebagai hal utama yang harus diperhatikan dan kehadirannya dibutuhkan bagi karyawan di seluruh area kerja.

Rangkaian acara pada apel tersebut di antaranya pembacaan quote dari divisi HSSE PT PLN (Persero) oleh Inspektur Apel dan melakukan penyematan secara simbolik Alat Pelindung Diri (APD) kepada perwakilan pegawai untuk kelengkapan kerja. Kemudian, simulasi pemadaman kebakaran dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Pejabat Pengendali K3L UIKSBU, Ombun Sihombing menjadi Inspektur pada apel tersebut. Dalam sambutannya ia meminta agar jangan setengah hati dalam melaksanakan tugas, namun harus tulus dalam bekerja.

Sementara itu, Pejabat Operasional K3 PLN UIKSBU, Fathdi Akbar mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sikap peduli, taat, tanggap terhadap K3 dalam bekerja di lingkungan PLN UIKSBU hingga dapat menjadi budaya.

“Selain itu peran teknologi informasi dalam era revolusi industri 4.0 telah menjadi milestone 3 tahun ke depan pada program kerja K3 PLN UIKSBU,” ujarnya. (ila)

Gelar RUPS LB, Bank Sumut Tetapkan Komisaris Nonindependen

PIMPIN: Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, didampingi Dirut Bank Sumut, Muchammad Budi Utomo, dan Komut Bank Sumut, Rizal Fahlevi Hasibuan, saat memimpin RUPS LB Bank Sumut, Kamis (30/1).
PIMPIN: Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, didampingi Dirut Bank Sumut, Muchammad Budi Utomo, dan Komut Bank Sumut, Rizal Fahlevi Hasibuan, saat memimpin RUPS LB Bank Sumut, Kamis (30/1).
PIMPIN: Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, didampingi Dirut Bank Sumut, Muchammad Budi Utomo, dan Komut Bank Sumut, Rizal Fahlevi Hasibuan, saat memimpin RUPS LB Bank Sumut, Kamis (30/1).
PIMPIN: Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, didampingi Dirut Bank Sumut, Muchammad Budi Utomo, dan Komut Bank Sumut, Rizal Fahlevi Hasibuan, saat memimpin RUPS LB Bank Sumut, Kamis (30/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Bank Sumut menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Ruang Rapat Besar Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (30/1). Pada rapat ini, satu agendanya adalah mengangkat dan menetapkan Syahruddin Siregar sebagai Komisaris Non Independen Bank Sumut.

Direktur Utama Bank Sumut, Muchammad Budi Utomo mengatakan, pengangkatan komisaris non independen ini, dilakukan sebagai komitmen pihaknya dalam mematuhi regulasi yang telah ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK, tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum. Disebutkan, bank wajib memiliki anggota dewan komisaris dengan jumlah paling sedikit 3 orang.

Saat ini Komisaris Bank Sumut hanya berjumlah 2 orang, setelah Komisaris Nonindependen sebelumnya, Muchammad Budi Utomo, diamanatkan menjadi Direktur Utama oleh RUPS LB Bank Sumut pada 23 Agustus 2019 lalu. Maka, untuk menyempurnakan penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik, ditunjuklah seorang komisaris lagi.

“Dapat kami sampaikan kepada masyarakat, formasi Dewan Komisaris Bank Sumut saat ini sudah lengkap,” ungkap Budi.

Lebih lanjut, Budi juga menjelaskan, pengangkatan Komisaris Non Independen ini dilakukan setelah melalui proses uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) sesuai dengan Peraturan dan Surat Edaran OJK.

“Komisaris Nonindependen yang diangkat telah dinyatakan lulus uji kemampuan dan kepatutan oleh OJK. Karena itu, seluruh anggota Dewan Komisaris Bank Sumut yang menjabat telah memiliki kompetensi, integritas, dan reputasi keuangan yang memadai, dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” jelasnya.

Budi meyakini, dengan ditunjuknya anggota komisaris yang baru, semangat penerapan tata kelola perusahaan yang baik di Bank Sumut, akan semakin meningkat, seiring dengan pengawasan yang optimal dan tentu saja akan berimplikasi pada peningkatan kinerja.

RUPS LB Bank Sumut ini juga dihadiri Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan seluruh pemimpin kabupaten kota di Sumut, yang merupakan pemegang saham. (saz/ila)

Cak Imin Diperiksa 5 Jam, Bantah Ada Duit untuk PKB

DIPERIKSA: Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar didampingi dua mantan menteri yang juga kader PKB, yakni Hanif Dhakiri eks Menteri Ketenagakerjaan dan Eko Putro Sandjojo mantan Menteri PDTT saat akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, Rabu (29/1). jawa pos
DIPERIKSA: Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar didampingi dua mantan menteri yang juga kader PKB, yakni Hanif Dhakiri eks Menteri Ketenagakerjaan dan Eko Putro Sandjojo mantan Menteri PDTT saat akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, Rabu (29/1).  
jawa pos
DIPERIKSA: Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar didampingi dua mantan menteri yang juga kader PKB, yakni Hanif Dhakiri eks Menteri Ketenagakerjaan dan Eko Putro Sandjojo mantan Menteri PDTT saat akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, Rabu (29/1). jawa pos

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar alias Cak Imin akhirnya memenuhi panggilan KPK kemarin (29/1). Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu diperiksa sebagai saksi untuk perkara suap di lingkungan Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara.

Tidak seperti saksi lain, Cak Imin kemarin “dikawal” dua mantan menteri yang juga kader PKB. Yakni, eks Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo. Keduanya menunggu Cak Imin selama pemeriksaan berlangsung.

Setelah diperiksa hampir lima jam, Cak Imin yang tiba di gedung KPK sekitar pukul 10.00 mengaku diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hong Artha John Alfred, direktur dan komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group). “Mestinya diagendakan besok (hari ini, Red). Tapi, karena besok (hari ini, Red) saya ada acara, saya minta maju,” ujar mantan ketua MPR itu.

Imin mengaku telah memberikan penjelasan kepada penyidik terkait kewenangannya dalam perkara tersebut. Saat kasus di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu bergulir, Imin menjabat anggota Fraksi PKB DPR. “Semuanya sudah saya beri penjelasan ya (ke penyidik KPK),” tuturnya kepada awak media.

Ditanya soal dugaan aliran uang ke PKB, Muhaimin membantah. Dia menyebut tidak ada aliran uang ke partainya terkait dengan perkara yang bergulir sejak 2016 itu. “Tidak benar (ada aliran uang ke PKB, Red),” ucap dia seraya meninggalkan awak media.

Dalam perkara tersebut, tim penyidik KPK telah memeriksa sejumlah politikus PKB. Antara lain, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim alias Nunik. Kemudian, Fathan, Jazilul Fawaid, dan Helmi Faisal Zaini. Namun, hingga kini KPK belum menjelaskan seberapa jauh keterlibatan politisi itu.

Seperti diberitakan, KPK menduga Hong Artha bersama-sama memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran H.I. Mustary. Amran diduga menerima uang Rp 8 miliar dan Rp 2,6 miliar dari Hong Artha. Kasus tersebut berawal dari penangkapan mantan anggota Komisi V DPR Damayanti pada 13 Januari 2016.

Sementara itu, sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 2 Juli 2019, KPK belum menahan Hong Artha. Di sisi lain, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri belum memberikan hasil pemeriksaan Cak Imin. Namun, dia menegaskan bahwa pemeriksaan orang nomor satu di PKB itu masih sebatas permintaan keterangan sebagai saksi. (tyo/c6/oni/jpg)

Terkait Kemungkinan Jemput WNI dari Tiongkok, TNI Siapkan Tiga Pesawat Angkut

RAPIM: Sejumlah petinggi TNI dan Polri di sela Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2020 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (28/1). Mabes TNI memastikan bahwa mereka sudah menyiapkan diri untuk membantu evakuasi WNI di Tiongkok.
RAPIM: Sejumlah petinggi TNI dan Polri di sela Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2020 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (28/1). Mabes TNI memastikan bahwa mereka sudah menyiapkan diri untuk membantu evakuasi WNI di Tiongkok.
RAPIM: Sejumlah petinggi TNI dan Polri di sela Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2020 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (28/1). Mabes TNI memastikan bahwa mereka sudah menyiapkan diri untuk membantu evakuasi WNI di Tiongkok.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mabes TNI memastikan bahwa mereka sudah menyiapkan diri untuk membantu pemerintah jika evakuasi WNI dari Wuhan, Tiongkok terlaksana. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriadi menyampaikan, instansinya melakukan langkah itu sesuai dengan instruksi presiden nomor 4 tahun 2019.

Sisriadi menyampaikan itu di sela-sela rapat pimpinan (rapim) TNI di Mabes TNI, Jakarta Timur Rabu (29/1). “TNI telah menyiapkan seluruh rumah sakit TNI. Baik TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU,” ungkap jenderal bintang dua matra darat tersebut. Tidak sampai di itu, semua personel dan satuan kesehatan juga sudah mereka siapkan.

Lantaran persiapan kali ini dilakukan terkait dengan virus yang tengah jadi perhatian masyarakat global, Sisriadi menyebutkan bahwa instansinya tidak sembarangan mengambil keputusan. Seluruh personel yang dilibatkan oleh TNI diminta untuk selalu terukur dan tidak pernah luput berkoordinasi dengan instansi terkait.

Perwira tinggi TNI AD yang pernah berdinas di Kementerian Pertahanan (Kemhan) itu pun membenarkan bahwa personel dan satuan yang disiapkan termasuk pesawat angkut milik TNI AU. “Ini adalah rencana kontinjensi yang dibuat oleh Kementerian Luar Negeri,” terang dia. Sejauh ini, dia menyebut, sudah ada tiga pesawat angkut dari TNI AU yang disiapkan.

Namun demikian, sampai kemarin sore, belum ada keputusan apakah pesawat angkut tersebut segara berangkat ke Tiongkok untuk menjemput WNI di sana atau tidak. Sisriadi menegaskan, keputusan tetap diambil oleh pemerintah lewat Kementerian Luar Negeri. Pihaknya hanya membantu. “Pada prinsipnya TNI siap,” tegasnya.

Jawa Pos juga sempat mengonfirmasi informasi yang menyebutkan bahwa ada opsi evakuasi WNI dari Wuhan dilaksanakan lewat jalur darat. Info yang diterima Jawa Pos menyebut, opsi itu akan diambil bila izin untuk membawa pulang ratusan WNI dari Wuhan memakai pesawat sulit mendapat izin. Namun, Sisriadi membantah informasi tersebut. “Tidak (benar),” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto menyampaikan bahwa instansinya menyiapkan pesawat angkut berdasar hasil rapat koordinasi yang dilaksanakan bersama instansi lainnya. Termasuk di antaranya Kementerian Kesehatan. “Kami sudah siapkan pesawat Boeing 737 dan C130 Hercules,” terangnya.

Selain itu, sejumlah personel dari batalyon kesehatan juga turut disiapkan oleh TNI AU. Fajar menyebutkan, saat ini pihaknya menunggu arahan atau instruksi lanjutan dari pemerintah. “Tembus nggak ke pemerintah (Tiongkok) sana agar kami bisa berangkat,” kata dia. “Yang jelas TNI AU siap 24 jam,” tambahnya.

Kalau pun jadi diberangkatkan, Fajar memastikan seluruh prosedur dilalui. Pihaknya, lanjut dia, memahami tidak boleh gegabah. Setiap personel TNI yang ikut terlibat, lebih dulu disortir oleh Kementerian Kesehatan. Mereka diberi antivirus dan berbagai perlengkapan proteksi. Tujuannya tidak lain agar mereka aman.

Berdasar pengarahan yang sudah diperoleh TNI AU, Fajar menjelaskan bahwa WNI yang dijemput dari Tiongkok juga akan dikaratina setelah tiba di tanah air. “Jadi, tidak langsung turun langsung bebas,” ungkapnya. Di Jakarta ada Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianto Saroso, Jakarta Utara. Lokasi pendaratan pun, lanjutnya, sudah disiapkan.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyatakan belum bisa memastikan kapan WNI di Wuhan akan dipulangkan. Meskipun, persiapan di dalam negeri sudah cukup baik untuk menyambut kedatangan mereka. ’’Pemerintah memiliki opsi untuk evakuasi. Tetapi kota-kota itu masih dikunci,’’ terangnya di sela kunjungan kerja ke Cimahi kemarin.

Rencana evakuasi tidak hanya untuk WNI di Wuhan, namun juga 15 kota lainnya. Status isolasi membuat upaya evakuasi menjadi tidak mudah. ’’Yang paling penting komunikasi antara KBRI dengan mahasiswa dan masyarakat yang ada di sana selalu terjalin dengan baik,’’ lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Untuk saat ini, KBRI masih fokus mencarikan solusi untuk memenuhi kebutuhan logistik para WNI di Wuhan. Setidaknya untuk 4-5 hari ke depan Bila memang sudah memungkinkan untuk dipulangkan, maka opsi pemulangan tentu akan dipakai. Namun, karena saat ini kota Wuhan dan beberapa kota lainnya masih diisolasi, maka yabg perlu dicarikan solusi adalah memenuhi kebutuhan logistik. (syn/byu/han/mia/jpg)

Kepala Biro Hukum, Organisasi, dan Kerja Sama BNPB Zahermann Muabezi mendatangi kantor Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri kemarin. Dia menyerahkan bantuan 10 ribu masker N95 untuk WNI yang berada di Tiongkok. Direktur PWNI-BHI Judha Nugraha menerima secara simbolis bantuan tersebut.

Masker N95 adalah masker yang memiliki fungsi respirator dengan kemampuan menyaring asap, debu, dan partikel lainnya. Masker tersebut sudah dibawa ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang sejak pukul 10.00. “Pengiriman menyesuaikan penerbangan kargo. Secepatnya. Pendistribusiannya KBRI di Beijing yang mengatur,” kata Zahermann.

Judha mengatakan, fokus utama pemerintah Indonesia saat ini mencegah WNI terpapar virus korona dan memenuhi kebutuhan logistik. Kemenlu melalui KBRI telah menyalurkan dana sebesar Rp 133 juta untuk 243 orang WNI yang berada di daerah isolasi di Tiongkok. “Itu cara yang paling efektif saat ini. Meski toko juga sedikit yang buka. Dan harga barang-barang di sana meningkat karena pasokan terbatas,” papar Judha.

Plt Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah menuturkan, pemerintah saat ini sedang mematangkan opsi untuk evakuasi. Dubes RI di Beijing sudah menyampaikan pesan pemerintah Indonesia untuk melakukan evakuasi. “Kami terus berkomunikasi intensif dengan pihak otoritas Tiongkok sehingga di dalam kita berproses di ini mendapat respon yang baik dan terbuka untuk Indonesia,” terang Faiza. Sementara itu, rombongan anggota Komisi IX DPR RI mulai melakukan lawatan ke 100 rumah sakit (rs) rujukan untuk penanganan kasus 2019-nCoV. Rs Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara jadi yang pertama dikunjungi.

Wakil Ketua Komisi IX Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan, pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan rs-rs tersebut. Apakah rs benar-benar siap untuk jika terjadi kasus. “Setelah diskusi dan mengecek langsung, rs ini siap. nanti kita juga akan cek ke 99 lainnya,” katanya.

Menurutnya, kesiapsiagaan pemerintah kali ini jauh lebih siap dibanding pada kasus-kasus sebelumnya. Bahkan, pihak TNI pun turut disiagakan jika tiba-tiba ada kondisi kegawatdaruratan.

Dalam kesempatan itu, Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini pun meminta masyarakat untuk tetap tenang. Dia meyakinkan, jika tingkat kematian dari 2019-nCoV ini jauh lebih rendah dibanding kasus flu burung yang sempat merebak di sekitar tahun 1997.

“Untuk flu burung kematian 90 persen dari yang suspect. Sementara virus novel korona ini, dari 5 ribuan yang kena, hanya 5 persen. Jauh tingkat kematiannya dengan flu burung,” paparnya.

Kesiapan 100 rs ini pun turut ditegaskan kembali oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Bambang Wibowo. Dia mengatakan, ada standar khusus yang diterapkan pada rs-rs tersebut sehingga dipastikan mumpuni. Kemudian, pemerintah juga memfasilitas terkait sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas sumber daya manusianya (SDM).

Selain itu, pada kondisi munculnya wabah baru ini pun telah dilakukan pemantauan ulang terhadap 100 rs tersebut. “Rs juga sudah melakukan refreshing dengan simulasi kalau ada rujukan kasus,” ungkap Bambang.

Saat ini sendiri, untuk kasus pemantauan dan pengawasan di Indonesia jumlahnya terus meningkat. Tercatat hingga kemarin (29/1), ada 11 orang dalam posisi pemantauan dan 11 orang pengawasan. Di mana, sebagian besar hasil laboratoriumnya negative.

Tambahan kasus ini salah satunya terjadi di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Direktur Utama RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Mohammad Syahril menuturkan, jika pihaknya sudah mengawasi dua pasien. Satu dinyatakan negative dans udah pulang, sementara satu pasien lainnya masih menunggu hasil laboratorium yang keluar hari ini (30/1). “Secara klinis bagus, kondisi stabil,” katanya.

Pasien tersebut diketahui baru saja pulang dari Wuhan. Sebelumnya, dia dirawat di rumah sakit pondok Indah lalu dirujuk ke RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso karena tidak tersedianya ruang isolasi di sana. Dugaannya, pasien merupakan seorang petugas udara sebuah maskapai penerbangan atau pramugari. Sebab, Wuhan telah dilockdown sejak 23 Januari 2020 lalu. Sayangnya, saat dikonfirmasi Syahril enggan berkomentar panjang. Ia hanya melakukan gerakan jari seolah menutup mulutnya dengan resleting.

Kendati demikian, ia menegaskan, bahwa semua dalam kondisi aman. Penanganan dilakukan sesuai prosedur. Pihaknya juga sudah memiliki pengalaman dalam penganana flu burung dan SARS sebelumnya.

“RSPU punya 11 ruang isolasi ketat khusus kasus ini,” tegasnya.

Disinggung soal mekanisme penanganan WNI di Wuhan yang akan dievakuai, Ketua POKJA PINERE (penyakit infeksi, new emerging, & reemerging) RSPI Sulianti Saroso Pompini Agustina menjelaskan, bahwa sejatinya Kemenkes sudah membuat panduan.

Ketika ada kasus yang datang atau surveilans maka akan dilakukan screening awal di pintu masuk negara. Selanjutnya, petugas Kantor Kesehatan pelabuhan (KKP) akan melakukan penilaian. “Apakah yang bersangkutan memang masuk kasus pengawasan, artinya yang harus diisolasi di rs atau tidak,” ujarnya. Kalau tidak memenuhi criteria, maka akan dilakukan notifikasi dan dikembalikan ke masyarakat.

Meski begitu, aka nada pemantauan selama 14 hari. pemantauan ini dilakukan oleh petugas kesehatan di masing-masing wilayah. Petugas akan melihat kondisi mereka setiap hari. Jika memang tidak ditemukan gejala pada masa inkubasi tersebut maka dapay dinyatakan pasien tidak terpapar.

Selain itu, dia menekankan bahwa sebelum screening di Indonesia, para wni ini pun akan diperiksa terlebih dahulu di Wuhan. Ini dilakukan untuk memastikan mereka tak terpapar.

Di bagian lain, Kementerian Ketenagakeraan (Kemenaker) telah mengeluarkan surat edaran terkait antisipasi penyebaran virus korona ini pada tenaga kerja di Indonesia. Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B.5/51/AS.02.02/I/2020 perihal Kewaspadaan Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat Yang Tidak Diketahui Penyebabnya pada Pekerja. SE tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi dan pimpinan perusahaan se-Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menuturkan, surat edaran ini dikeluarkan agar tenaga kerja Indonesia tidak terkena virus korona. Oleh karena itu, seluruh Kepala Dinas dan pemimpin perusahaan diminta untuk segera melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepada para pekerjanya. “Kewaspadaan ini perlu dilakukan jika sewaktu-waktu menyebar ke Indonesia, sehingga kita dapat menghindarkan diri dari dampak negatif bagi dunia usaha dan ketenagakerjaan,” ungkapnya. (syn/byu/han/mia/jpg)

RS Pirngadi Desak BPJS Kesehatan Hapus Sistem Rujukan Berjenjang

LAYANI: Petugas BPJS Kesehatan melayani peserta BPJS Kesehatan. Saat ini BPJS Kesehatan masih menunggak klaim di RS Adam Malik dan RSU Pirngadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – RSUD dr Pirngadi Medan mendesak BPJS Kesehatan menghapus sistem rujukan berjenjang bagi pasien yang berobat. Pasalnya, dengan sistem tersebut jumlah kunjungan pasien di rumah sakit tipe B milik Pemko Medan itu mengalami menurun.

Salah satunya jumlah kunjungan pasien kanker, pada tahun 2019 hanya mencapai 205 pasien deng-an rincian rawat jalan 130 pasien dan rawat inap 75 pasien. Sedangkan tahun 2018 mencapai 351 pasien, dengan rincian rawat jalan 201 pasien dan rawat inap 150 pasienn

Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, dr Suryadi Panjaitan meminta BPJS Kesehatan segera menghapus sistem rujukan berjenjang. Hal ini, menurutnya, setelah ditandatangani Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 tahun 2020, di mana dalam pasal 6 rujukan berjenjang dihapus.

“Dulu di Permenkes 30 tahun 2018, memang ada sistem rujukan berjenjang. Namun, sekarang pasien bisa langsung berobat sesuai klasifikasi rumah sakit dan sesuai spesialis rumah sakit. Jadi, sudah dihapus rujukan berjenjang sesuai Pasal 6 pada Permenkes 3 tahun 2020,” ungkapnya, Rabu (29/1).

Suryadi mengaku, terkait penghapusan rujukan berjenjang tersebut pihaknya sudah berjuang dan berkoordinasi dengan Pemko Medan dam BPJS Kesehatan sejak tahun lalu. Di mana, sudah diminta ke BPJS Kesehatan agar semua Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bisa langsung merujuk ke RSUD dr Pirngadi Medan.

Misalnya, pasien dari Puskesmas tidak lagi harus dirujuk ke RS tipe D terlebih dahulu untuk ke RS tipe C. Selanjutnya, baru bisa ke RS Tipe B. Jadi, pasien dari Puskesmas bisa langsung dirujuk ke RS tipe B. “Sejak adanya rujukan berjenjang, jumlah pasien yang berobat ke sini menurun. Karena itu, kita apresiasi penghapusan rujukan berjenjang tersebut dan kita minta segera diberlakukan,” tegasnya.

Ia menuturkan, guna meningkatkan kunjungan pasien pihaknya sudah berkunjung ke rumah sakit swasta seperti Sibolga dan Kisaran, Langkat, Deliserdang hingga Aceh. “Hal itu salah satu cara kita menambah pasien, minimal kita sosialisasi kalau kami itu mampu melayani masyarakat karena punya alat dan tenaga SDM yang mumpuni,” ujarnya.

Suryadi mengatakan, tahun 2020 ini pihaknya fokus pada peningkatan pelayanan yang berhubungan dengan SDM, sarana dan prasarana. “Kita sudah tambah layanan spesialisasi gigi konservasi konsultan dan dua dokter sudah dikredensial, dan aktif melayani di Poli THT,” papar dia.

Menurutnya, sarana dan prasarana pada tahun ini juga akan dilakukan pemeliharan gedung dan rencana pembangunan private wings. Kemudian, pembelian alat kesehatan berupa pengadaan laparoscopy, alat kesehatan untuk THT, menambah alat untuk ruangan intensif ICU dan ICCU, seperti tempat tidur elektrik, anastesi. Selain itu, alat untuk urologi dan ESWL.

“Kita miliki 181 spesialis yang sudah cukup mumpuni, dan ada SDM profesional yang akan mengoperasikan alat-alat tersebut. Diharapkan tahun 2020 ini kita makin lincah, apalagi Pemko makin memperhatikan RS kita ini,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Medan, Rahman Cahyo menyatakan, sampai saat ini pihaknya belum ada menerima salinan Permenkes Nomor 3 tahun 2020. “Kami tetap akan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan Pusat mengenai hal tersebut. Namun begitu, kita tunggu saja,” ujarnya. (ris)

PT STTC Bangun Pabrik tanpa IMB, DPRD Medan akan Sidak ke Lokasi

TANPA IMB: PT STTC membangun pabrik untuk pergudangan, tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). fachril/sumut pos
TANPA IMB: PT STTC membangun pabrik untuk pergudangan, tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). fachril/sumut pos
TANPA IMB: PT STTC membangun pabrik untuk pergudangan, tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).   fachril/sumut pos
TANPA IMB: PT STTC membangun pabrik untuk pergudangan, tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). fachril/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Sumatra Tobacco Trading Company (STTC) mendirikan pabrik untuk pergudangan tanpa memiliki izin mendirikan bangunan (IMB), mengundang perhatian serius dari DPRD Kota Medan.Hal itu ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah.

Politisi PAN ini menegaskan, pergudangan mega proyek seluas 2 hektare lebih di Jalan Raya Pelabuhan Belawan, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, sudah merusak tatanan aturan yang telah diterapkan Kota Medann

Sebab, perusahaan bergerak di bidang produksi rokok ini sejak awal penimbunan, penembokan dan pembangunan tidak memiliki izin. Dengan tegas, ia akan membawa masalah itu ke lembaga legiskatif Kota Medan.

“Sampai saat ini, izin proyek itu tidak ada. Dalam waktu dekat ini, saya akan mengundang sejumlah komisi untuk segera melakukan sidak ke lokasi. Selain itu, kita akan mengeluarkan rekomendasi ke dinas terkait, agar pembanguna pabrik itu dihentikan sebelum ada izin,” tegasnya, Rabu (29/1).

Selama ini, kata wakil rakyat dari Medan Utara ini, pembangunan proyel itu untuk segera ditertibkan, agar penegakan perda restribusi izin bangunan untuk menegakkan aturan dapat berjalan.

“Sekarang coba kita lihat, perusahaan itu membandel harus diambil tindakan, bukan dibiarakan berdiri secara ilegal, dalam waktu dekat, kita akan segera turun ke lapangan bersama dinas terkait, agar proyek itu benar – benar dihentikan sebelum izinnya keluar,” tegas wakil rakyat akrab disapa Bahrum.

Melihat pembangunan itu, kata Ketua DPD PAN Kota Medan ini, perusahaan seakan menunjukkan powernya, sehingga mereka bisa mendirikan bangunan dengan melanggar hukum. Ia bukan menghalangi pembangunan tersebut, tapi harus taat hukum dan aturan yang berlaku.

“Silahkan melakukan investasi untuk pengembangan usaha, kita senang. Tapi harus taat aturan, bukan seenaknya. Jadi, kita minta Pemko Medan khususnya dinas terkait segera ambil tindakan,” pungkas Bahrum.

Wakil rakyat dari Medan Utara kembali menegaskan, areal lahan berdampak langsung dengan lingkungan hidup, perlu diteliti masalah lingkungannya. Jadi, pembangunan itu wajib AMDAL yang sudah ada prosedurnya sesuai aturan.

“Saya minta agar perusahaan itu taat aturan, kita minta komitmen Plt Wali Kota Medan agar bangunan tanpa izin itu segera dihentikan sebelum ada izinnya,” pungkas Bahrum.

Terpisah, Camata Medan Belawan, Ahmad SP sebelumnya mengaku sudah menyurati perusahaan tersebut, namun tidak ada respon atas pembangunan yang sudah mereka lakukan. Pihaknya pun meneruskan masalah itu ke dinas terkait. “Dinas yang punya kewenanga, secara kwilayahan kita sudah laporkan ini,” ujarnya. (fac/ila)

Konsul Jenderal Singapura Silaturahim ke DPRD Medan

SILATURAHIM: Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE saat menerima kunjungan Konsul Jenderal Singapura, Richard Grosse.

Harapkan Kerja Sama Terus Terjalin

 SILATURAHIM:
 Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE saat menerima kunjungan Konsul Jenderal Singapura, Richard Grosse.
SILATURAHIM: Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE saat menerima kunjungan Konsul Jenderal Singapura, Richard Grosse.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Konsul Jenderal Singapura, Richard Grosse melakukan silaturahim dengan pimpinan DPRD Kota Medan, Rabu (29/1). Pertemuan ini membahas tentang kerja sama bilateral di antara kedua negara, khususnya Singapura dan Kota Medan.

Kedatangan Richard disambut langsung oleh Ketua DPRD Medan Hasyim SE, Wakil Ketua Ihwan Ritonga dan Rajuddin Sagala, anggota DPRD Wong Chun Sen dan Sekwan DPRD Medan, Abdul Azis.

“Saya datang kemari hanya untuk silaturahim. Tidak ada tujuan khusus, karena saya sudah bertugas lebih kurang satu tahun setengah. Jadi silaturahim ini untuk mempererat hubungan saja,” ucap Richard Grosse kepada wartawan usai pertemuan dengan Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE dan Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga juga Rajudin Sagala.

Didampingi Hasyim, Richard Grosse menyebutkan telah banyak kerja sama yang dijalin oleh kedua negara. Malah, pengusaha asal Singapura kerap menjadi investor dalam pembangunan dan pengembangan Kota Medan. “Semoga silaturahm ini terus terjalin dan terjaga di antara kita,” ujarnya.

Sementara itu, Hasyim menyatakan pertemuan mereka dengan Konsul Jenderal Singapura tidak ada membahas hal-hal yang mendalam. “Hanya diskusi dan bertukar pikiran tentang kerjasama yang sudah pernah terjalin. Kami tadi bicara soal pendidikan dan hal-hal ringan lainnya,” kata Hasyim.

Hasyim berharap dengan pertemuan ini, Kota Medan dan Singapura terus bisa berhubungan baik. Karena Medan adalah kota jasa dan kota perdagangan, sehingga layak sekali jika semakin banyak investor yang mau menanam modal untuk perbaikan dan kemajuan kota.

“Kita harap nantinya kerjasama yang terbangun ke depan bisa mengandeng dan melibatkan masyarakat banyak. Sehingga lapangan kerja semakin luas terbuka untuk masyarakat Kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Rencana Penambahan Ornamen Melayu di Underpass Titi Kuning

ORNAMEN MELAYU: Kendaraan melintas di Underpass Titikuning. Pada bagian dinding underpass tersebut, menampilkan warna kuning yang melambangkan warna indentik budaya Melayu. Dalam waktu dekat, akan ditambah ornamen budaya Melayu lainnnya di underpass tersebut.
ORNAMEN MELAYU: Kendaraan melintas di Underpass Titikuning. Pada bagian dinding underpass tersebut, menampilkan warna kuning yang melambangkan warna indentik budaya Melayu. Dalam waktu dekat, akan ditambah ornamen budaya Melayu lainnnya di underpass tersebut.

Tepak Sirih di Pintu Masuk dan Pintu Keluar

ORNAMEN  MELAYU: Kendaraan melintas di Underpass Titikuning. Pada bagian dinding underpass tersebut, menampilkan warna kuning  yang melambangkan warna indentik budaya Melayu. Dalam waktu dekat, akan ditambah ornamen  budaya Melayu lainnnya di underpass tersebut.
ORNAMEN MELAYU: Kendaraan melintas di Underpass Titikuning. Pada bagian dinding underpass tersebut, menampilkan warna kuning yang melambangkan warna indentik budaya Melayu. Dalam waktu dekat, akan ditambah ornamen budaya Melayu lainnnya di underpass tersebut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ornamen di Underpass Titi Kuning akan dipercantik dengan lebih meninjolkan budaya Melayu. Rencananya akan ditambah ornamen tepak sirih pada pintu masuk dan pintu keluar di underpass tersebut.

Seperti diketahui, motif ornamen yang berada pada Underpass Titi Kuning saat ini di antaranya motif Semut Beriring dan motif Lebah Bergayut dari Etnis Melayu; motif Tapak Sulaiman, motif Pangeret-eret dan motif Embun Sikawetan dari Etnis Karo, dan motif Sopo Panision dari Etnis Mandailing.

Selanjutnya ada motif Pahu-pahu Natundal, motif Gorga Ganjo Mardompak dan motif Gorga Hail Putor dari Etnis Simalungun; motif Boras Pati, motif Adop Adop dan motif Simeol Eol dari Etnis Toba; motif Songket Batu Bara dari Etnis Melayu Batu Bara dan yang terakhir motif Gorga Parsalimbat dari Etnis Phak Phak.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Kadis Perdagangan Kota Medan Damikrot mematangkan rencana penambahan ornamen tersebut melalui Rapat Pembahasan Ornamen Underpass Titi Kuning di Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan Jalan Sakti Lubis No 1, Selasa (28/1).

Rapat ini dipimpin Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan Selamet Rasidi. Ia mengatakan bahwa masyarakat Etnis Melayu mengkritik terkait penggunaan motif ornamen Melayu yang dinilai kurang dan tidak menonjolkan nilai Melayu karena Kota Medan merupakan Tanah Melayu.

“Adanya keinginan bahwa ini adalah tanah Melayu seharusnya berbau melayu. Tentunya kamu harus bersikap adil dan menampung keinginan dari masyarakat etnis Melayu yang ada di Kota Medan tetapi untuk menonjolkan Budaya Melayu yang ada di underpass tersebut sebab Kota Medan merupakan Tanah Melayu,” ungkap Selamet.

Selamet menjelaskan akan menambah ornamen tepak sirih yang akan diletakkan di pintu masuk dan pintu keluar underpass tersebut nantinya sesuai usulan yang diajukan salah satu sejarawan Kota Medan.

“Ornamen yang telah ada tidak akan diubah tetapi akan ditambah dengan lebih menonjolkan budaya Melayu dengan menambah ornamen di bagian pintu masuk dan pintu keluar. Sehingga budaya Melayu lebih ditonjolkan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Perdagangan Kota Medan Damikrot mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Medan menyambut baik ditambahkannya ornamen Melayu di Underpass Titi Kuning, tentunya penambahan ornamen Melayu akan semakin memperindah dan mempercantik kawasan Underpass Titi Kuning tersebut.

“Saat ini ornamen di Underpass Titi Kuning selain ornamen Melayu terdapat juga Ornamen dari Kebudayaan lokal Kota Medan. Sebagai Kota Multikultural dengan beragam kebudayaan tentunya penambahan ornamen Melayu akan semakin memperlihatkan jati diri dan mencitrakan Kota Medan yang merupakan Tanah Melayu,” katanya.

Selain dari Pemko Medan, rapat ini juga dihadiri sejarawan, pengamat jalan secara teknis, mewakiki Gubernur Sumut, perwakilan dari Etnis Melayu Kota Medan, beberapa staf BBPJN II Medan, serta beberapa OPD terkait dilingkungan Pemko Medan. (map/ila)

Selewengkan BBM Bersubsidi ke Industri, Polair Segel SPBU Hamparanperak

DISEGEL: Ditpolair Polda Sumut saat menyegel SPBU rekanan Pertamina di Jalan Perintis Kemerdekaan, Hamparanperak, karena menyelewengkan BBM subsidi ke industri. fachril/sumut pos
DISEGEL: Ditpolair Polda Sumut saat menyegel SPBU rekanan Pertamina di Jalan Perintis Kemerdekaan, Hamparanperak, karena menyelewengkan BBM subsidi ke industri. fachril/sumut pos
DISEGEL: Ditpolair Polda Sumut saat menyegel SPBU rekanan Pertamina di Jalan Perintis Kemerdekaan, Hamparanperak, karena menyelewengkan BBM subsidi ke industri.   fachril/sumut pos
DISEGEL: Ditpolair Polda Sumut saat menyegel SPBU rekanan Pertamina di Jalan Perintis Kemerdekaan, Hamparanperak, karena menyelewengkan BBM subsidi ke industri. fachril/sumut pos

HAMPARANPERAK, SUMUTPOS.CO – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Hamparanperak, disegel Ditpolair Polda Sumut, Pasalnya, stasiun pengisian bahan bakar minyak (BBM) rekanan Pertamina itu menyelewengkan minyak solar bersubsidi dengan menjual ke industri.

Terungkapnya penyelewengan itu setelah dilakukan operasi tangkap tangan dipimpin oleh Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Sumut, AKBP Jenda Kita Sitepu, saat melakukan penggerebekan di SPBU tersebut.

“Modus yang dilakukan SPBU tersebut dengan cara menjual BBM jenis solar subsidi didistribusikan dari pompa SPBU ke mobil tangki untuk dijual kembali dengan harga industri,” jelas Jenda.

Dalam penggerebekan itu, para pekerja sedang melakukan pengisian BBM jenis solar ini ke mobil tangki malam hari. Para pekerja mengaku diperintahkan manajernya, dan mereka membuka pompa pengisian untuk mendistribusikan solar ke mobil tangki BBM Industri.

“Seluruh pelaku sudah diamankan, pelaku yang diamankan antara lain sopir truk tanki inisial N (30) warga Marelan, H penjaga malam SPBU, Z pengamat meteran, C cleaning service, A operator pengisian BBM dan N (28) warga Sei Baharu Hamparan Perak yang bekerja sebagai kasir SPBU,” jelasnya.

Selain itu, kata Jenda, pihaknya juga mengamankan barang bukti mobil tangki ilegal kapasitas 18.000 liter dengan nomor polisi BK 9365 GI dengan muatan solar sekitar 10.000 hingga 12.000 liter serta selang dispenser ke mobil tangki,” jelasnya

Operasi tangkap tangan yang dilakukan merupakan tugas dan tanggung jawab mereka untuk menuntas mafia BBM yang merugikan masyarakat kecil. Sebab, setiap nelayan membeli BBM jenis solar operator selalu mengatakan habis. “Kita serius, karena banyaknya potensi kebocoran penyaluran BBM yang merugikan negara dan masyarakat,” pungkasnya. (fac/ila)

Seluruh OPD Pemprov Sumut Terapkan Aplikasi CMS Non SP2D Pada Triwulan Pertama 2020

SOSIALISASI: Sekdaprov Sumut, R Sabrina saat membuka sosialisasi peningkatan CMS Non SP2D, Rabu (29/1).
SOSIALISASI: Sekdaprov Sumut, R Sabrina saat membuka sosialisasi peningkatan CMS Non SP2D, Rabu (29/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) diharapkan dapat segera menerapkan aplikasi Cash Management System Nonsurat Perintah Pencairan Dana atau CMS Non SP2D. Aplikasi online ini ditujukan bagi OPD untuk memenuhi kebutuhan transaksi nontunai yang diluncurkan November 2019 lalu.

Penerapan transaksi nontunai yang saat ini sedang digencarkan Pemerintah Pusat dan Daerah, diharapkan dapat mempermudah pengelolaan keuangan daerah serta sejalan dengan upaya pencegahan korupsi.

“Jadi kita harapkan pada triwulan pertama 2020 ini semua OPD sudah menerapkan CMS Non SP2D untuk pengelolaan keuangannya masing-masing. Saat ini sudah ada 13 OPD yang menerapkan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina saat membuka sosialisasi peningkatan CMS Non SP2D di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro 30 Medan, Rabu (29/1).

Setelah seluruh OPD Pemprov Sumut menerapkannya, Sabrina mengharapkan agar kabupaten/kota juga ikut menerapkannya. Sehingga, tata kelola pemerintahan yang bersih, akurat, efisien dan akuntabel dapat terwujud di Sumut.

“Saya berharap agar program ini dapat memberikan peningkatan kualitas layanan pengelolaan keuangan daerah, bukan hanya mempermudah pengelolaan keuangan. CMS juga dapat mencegah korupsi dan kerugian dalam pengelolaan keuangan. Hal ini dilakukan dalam rangka pembangunan Provinsi Sumut yang kita cintai ini,” ujar Sabrina.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut Ismael Sinaga menyampaikan, peng-elolaan keuangan tidak hanya sampai pada transformasi transaksi tunai ke nontunai. Selanjutnya, Pemprov Sumut akan mengembangkan integrasi pembayaran pajak secara online. “Kita harapkan Sumatera Utara terdepan dalam implementasi CMS ini,” kata Ismael.

Pimpinan Cabang Koordinator Medan Bank Sumut Julian Helmi Lubis mengatakan, aplikasi tersebut telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan. Julian juga mengapresiasi Pemprov Sumut yang telah bekerja sama dengan PT Bank Sumut dalam pelaksanaan transaksi non tunai.

“Harapan kami juga agar seluruh OPD di Pemprov Sumut dapat mengimplementasikannya agar tercipta Sumatera Utara bermartabat. Kami akan mendukung memaksimalkan pelayanan transaksi yang mudah dan efisien kepada stakeholder yaitu Pemprov Sumut,” kata Julian.(prn/ila)