MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sempat buron selama 2 bulan, pelaku penikaman seorang mahasiswa Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, Roger Siahaan (21), hingga tewas, akhirnya ditangkap personel Satuan Reskrim Polrestabes Medan. Pelaku yang juga mahasiswa UHN Medan, menikam korban saat terjadi bentrokan di Kampus Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, pada 22 November 2019 lalu.
Pelaku tersebut adalah Eka Putra Pardede (22), warga Kelurahan Pardede Onan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir. Eka ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor: LP/2658/K/XI/2019/SU/SPKT Restabes Medan. Pelaku ditangkap saat bersembunyi di kawasan Kabupaten Pakpak Bharat, 22 Januari 2020 lalu.
Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simajuntak, membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan Roger.
“Iya, pelaku kami amankan dari Pakpak Bharat, tanpa perlawanan. Dia ditetapkan tersangka berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan alat bukti autentik yang ada,” ungkap Maringan, akhir pekan lalu.
Lebih lanjut Maringan mengatakan, setelah mengamankan Eka, pihaknya melakukan interogasi atau pemeriksaan. Alhasil, Eka mengakui telah menikam Roger, saat kerusuhan di kampus UHN Medan, menggunakan senjata jenis samurai.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan, pelaku mengakui perbuatannya melakukan penikaman. Dia telah menusuk korban di bagian dada, yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Setelah menikam korban, pelaku membuang samurai yang digunakannya untuk menusuk dada korban ke lapangan kampus,” beber mantan Kapolsek Percut Seituan ini.
Dia mengatakan, dari tersangka Eka, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu tas sandang warna hitam, satu unit handphone merek Samsung, KTP, Kartu Tanda Mahasiswa UHN, senjata tajam, uang tunai Rp350 ribu, dan lainnya.
“Setelah menangkap pelaku, kami melakukan pemeriksaan secara intensif. Pelaku kami persangkakan melanggar Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun,” jelas Maringan, seraya menambahkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut, guna mengetahui pasti duduk perkaranya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polrestabes Medan telah menetapkan 3 mahasiswa sebagai tersangka, terkait bentrokan antara mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik UHN Medan di kampus Jalan Perintis Kemerdekaan, 22 November 2019 lalu. Adapun 3 mahasiswa yang ditetapkan tersangka itu, disebut-sebut dari Fakultas Teknik, yang berinisial MS, RS, dan EKS.
Kapolrestabes Medan saat itu, Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, ketiga mahasiswa itu ditangkap saat bersembunyi di sebuah rumah kawasan Jalan Waringin/Sekip Medan, 23 November dini hari WIB. Selanjutnya, mereka dibawa ke Mapolrestabes Medan untuk proses hukum lebih lanjut.
“Kami sudah melakukan penyelidikan, dari hasil penyelidikan kami tangkap 3 mahasiswa pada 23 November, sekira pukul 02.00 WIB,” beber Dadang.
Lebih lanjut Dadang mengatakan, ketiga mahasiswa yang ditetapkan tersangka itu terlibat langsung dalam bentrokan yang berujung korban jiwa dan luka-luka. Namun sayangnya, Dadang tidak menjelaskan secara gamblang peran tersangka seperti apa.
“(Ketiga) Tersangka merupakan mahasiswa dari fakultas yang terlibat bentrok,” katanya.
Dia juga menyatakan, selain ketiga tersangka tersebut, masih ada terduga pelaku lain. Saat ini, para pelaku lain itu sedang dalam pengejaran.
“Kami juga sudah mengetahui identitas pelaku lainnya, yang terlibat dalam bentrokan tersebut. Kami harap para pelaku ini menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Dadang.
Disinggung motif pemicu terjadinya bentrokan, menurut Dadang, para mahasiswa yang bertikai hanya merasa tidak senang karena dipicu dari pertandingan futsal. Setelah pertandingan, ada saling mengejek, hingga terjadi saling melempar dan berujung bentrok.
“Sejauh ini para pelaku yang teridentifikasi merupakan mahasiswa, belum ada dari pihak luar. Kami juga sudah bekerja sama dengan pihak kampus, dan berkunjung ke sana untuk melakukan komunikasi yang intens. Kami berharap untuk ke depannya tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (ris/saz)
TEWAS TERBAKAR: Korban Bunkin (64) dan istrinya Ana alias Popo (60) tewas terbakar di lantai satu rumahnya di Jalan Cokroaminoto No 3, Kelurahan Lubukpakam Pekan, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserang, Minggu (26/1), sekira pukul 04.20 WIB.
TEWAS TERBAKAR: Korban Bunkin (64) dan istrinya Ana alias Popo (60) tewas terbakar di lantai satu rumahnya di Jalan Cokroaminoto No 3, Kelurahan Lubukpakam Pekan, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserang, Minggu (26/1), sekira pukul 04.20 WIB.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah permanen di Jalan Cokroaminoto No 3, Kelurahan Lubukpakam Pekan, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserang, Minggu (26/1), sekira pukul 04.20 WIB. Kejadian ini menewaskan pasangan suami istri (pasutri) Bunkin (64) dan istrinya Ana alias Popo (60). Diduga kebakaran disebabkan hubungan arus pendek listrik.
Dari informasi yang dihimpun, pertama kali peristiwa itu diketahui Yesa (19), cucu korban, yang terbangun dari tidurnya. Yang kemudian memberitahukan kepada Bibi (34), orang tuannya, bahwa di ruang tengah rumahnya terjadi kebakaran. Selang beberapa menit, Bibi dan Yesa membantu evakuasi keponakan dan adik, yang saat itu berada di dalam rumah.
Setelah Bunkin mnegetahui kejadian kebakaran, dia pun ikut membantu mengevakuasi sejumlah sanak keluarga, termasuk keponakannya, Karolina (6), dari pintu depan rumah. Mengetahui sang istri masih berada di dalam rumah, Bunkin pun masuk kembali ke dalam rumah. Namun, saat itu api semakin membesar, sehingga kedua korban tidak dapat menyelamatkan diri. Dan kedua korban ditemukan tewas di dalam kamar mandi.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deliserdang, Darwin Surbakti mengatakan, peristiwa kebakaran ini terjadi Minggu (26/1) dini hari WIB.
“Kedua korban saat ditemukan sudah meninggal dunia di dalam kamar mandi lantai satu rumah korban,” beber Darwin.
Darwin juga menjelaskan, peristiwa kebakaran ini terjadi akibat radio sembahyang yang terletak di ruang tengah lantai satu rumah korban terbakar. Api dengan cepat membesar, karena tempat tersebut dikelilingi oleh minyak dan lilin sembahyang.
“Kami bekerja sama dengan pemadam kebakaran, dan mengisolir, agar api tidak merebet ke rumah lain. Kami mengevakuasi korban meninggal ke rumah sakit di Lubukpakam dengan mobil PMI. Mungkin nanti pemerintah akan menindaklanjuti bantuan kepada keluarga korban,” imbuhnya.
Sekira pukul 04.30 WIB, 4 unit pemadam kebakaran milik Pemkab Deliserdang tiba di lokasi, dan pada pukul 06.15 WIB, baru api dapat dipadamkan. Sementara kedua korban telah ditemukan tewas di dalam rumah.
Selain menimbulkan korban jiwa, peristiwa kebakaran itu, juga menimbulkan kerugian materi yang ditaksir berkisar Rp150 juta. Sedangkan korban yang selamat sejauh ini, menginap di rumah saudara terdekat.
Kasubbag Humas Polres Deliserdang Iptu Masfan Naibaho, saat dikonfirmasi, Minggu (26/1) pagi, membenarkan peristiwa kebakaran yang mengakibat 2 korban jiwa. Menurut perwira berpangkat 2 balok emas di pundak ini, dugaan sementara api bersumber dari arus pendek listrik.
“Korban tidak sempat menyelamatkan diri dan istrinya dari dalam rumah. Untuk penyebab kebakaran, masih dilakukan penyidikan,” katanya.
Sementara Kapolsek Lubukpakam AKP Firdaus Kemit, yang turun ke tempat kejadian perkara (TKP), telah melakukan evakuasi korban dan melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran.
“Barang bukti satu potong kayu rumah yang terbakar dan satu unit pintu plastik yang sudah terbakar, kami sita dari TKP untuk diketahui penyebabnya (kebakaran),” jelasnya. (btr/saz)
Ratusan peserta mengikuti test Selektif Kompetensi Dasar-Ilustrasi.
Ratusan peserta mengikuti test Selektif Kompetensi Dasar-Ilustrasi.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepastian jadwal pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 di jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), akhirnya terjawab. Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan telah selesai menyusun jadwal SKD di seluruh wilayah kerjanyan
Data dari BKN Regional VI Medan, sebanyak 12.316 peserta dari 306 formasi Pemprovsu akan mengikuti ujian SKD di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Jalan Ngalengko Medan pada 3 hingga 11 Februari mendatang. Sedangkan ujian SKD formasi Pemko Medan akan dilaksanakan pada 15-17 Februari di SMP Negeri 1 Medan.
Panitia Seleksi Pengadaan CASN Pemprov Sumut juga telah mengumumkan jadwal dan lokasi SKD. Hal itu tertuang dalam Pengumuman Nomor 800/4394/BKD/II 2020 tertanggal 23 Januari 2020, yang ditandatangani Ketua Pansel CPNS, Syahruddin Lubis. Jadwal ujian SKD mulai Senin, 3 Februari 2020 hingga Selasa, 11 Februari 2020. Pelaksanaan ujian dibagi dalam 4 sesi, yakni 08.30-10.00 WIB, 10.00-11.30 WIB, 12.30-14.00 WIB dan 14.30-16.00 WIB.
Syahruddin Lubis mengimbau agar peserta memperhatikan dimana lokasi ujian dan kapan akan ujian. “Diharapkan peserta agar meninjau lokasi ujian dan jangan lupa cetak kartu ujian,” ujarnya akhir pekan kemarin.
Diharapkan juga agar peserta ujian tidak terbuai dengan iming-iming kelulusan. “Persiapkan diri dengan baik, jangan percaya calo yang janjikan kelulusan,” tambah Syahruddin.
Untuk SKD CPNS 2019 tingkat pusat, mulai digelar secara serentak di sejumlah titik lokasi, Senin (27/1) hari ini. “Titik lokasi BKN (Badan Kepegawaian Negara) yang dimaksud meliputi Kantor BKN Pusat, 13 kantor regional, dan 20 unit pelaksana teknis,” kata Plt Kepala Biro Humas BKN, Paryono seperti dilansir dari laman Setkab.go.id, Minggu (26/1).
Menurut Paryono, lokasi tes di tingkat pusat nantinya akan tersedia 450 komputer yang ditempatkan di tiga ruangan berbeda, untuk memfasilitasi 2.250 peerta. Adapun pelaksanaan SKD akan terbagi ke maksimal lima sesi per hari, dan setiap sesi berlangsung selama 90 menit.
Di kantor pusat BKN sendiri akan dilangsungkan SKD bagi peserta yang melamar formasi di BKN dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Namun di tempat lain juga akan dilaksanakan SKD serupa seperti di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan Arsip Nasional, Mahkamah Agung, Kementerian Agama, Kementerian LHK. Selanjutnya, BPOM, Bawaslu, Setjen KPU, BPK, Pemkot Ternate, KKP, Kemensos, Pertanian, BKKBN, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, BNN, KemenPAN RB, Ombudsman RI, Kemenristekdikti, Kota Batam, dan sejumlah Pemda. “Pelamar yang dinyatakan lulus administrasi atau memenuhi syarat (MS) untuk mengikuti SKD sebanyak 3.364.868 peserta, dari jumlah pendaftar sebanyak 4.433.029 orang,” ucapnya. (prn/kps)
SERAHKAN: Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi menyerahkan usulan jalur sejajar Berastagi-Medan ke Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting.
pran/sumut pos
SERAHKAN: Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi menyerahkan usulan jalur sejajar Berastagi-Medan ke Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting.
pran/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kemacetan di jalan utama Medan-Berastagi kian hari semakin parah. Karenanya, guna mengurangi kemacetan, Pemkab Karo mengusulkan pembangunan jalur sejajar dari Berastagi menuju Kota Medan kepada DPRD Sumutn
Jalur sejajar itu nantinya akan dibangun melalui Desa Jaranguda, Dusun Laugedang, Sibolangit, Sukamakmur, hingga Medan Tuntungan.
Mewakili Bupati Karo, Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi didampingi Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Karo Edward Sinulingga, Kabid Tata Ruang PUPR David Ginting, Kabid Bina Marga Hendra Mitcon Purba, Kabid Fisik Bappeda Evanlit Sembiring, dan Kabid Infrastruktur Dedy Ramin Ginting menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Ketua DPRD Sumut , Baskami Ginting di DPRD Sumut, Jumat (24/1).
“Usulan pembangunan jalan sejajar ini tujuannya untuk mengatasi kemacetan jalur utama Medan-Berastagi yang semakin hari semakin parah dan meresahkan masyarakat, sehingga besar harapan Pemkab Karo agar DPRD Sumut bisa memulai dan mengalokasikan anggarannya di P-APBD Sumut 2020 dan APBD 2021,” ujar Nasib.
Menurut dia, usulan pembangunan jalan sejajar ini merupakan solusi tercepat untuk mengurai kemacetan jalur utama Medan-Berastagi, dengan panjang jalan 55,8 Km. “Tim Pemkab Karo bersama Dinas BMBK (Bina Marga dan Bina Konstruksi) Sumut dan BBPJN (Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional) II Medan sudah turun ke lokasi dan Dinas BMBK telah menyusun dokumen feasibility study-nya. “Jika memungkinkan, anggaran pembangunannya nanti juga diusulkan ke APBN, terkait dengan kelancaran arus lalulintas untuk menyukseskan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Nasional,” ujar Nasib.
Dari hasil peninjauan tim ke lapangan, tambah Sianturi dan Hendra Mitcon, akses jalan sepanjang 55,8 Km tersebut telah dibuka dan sebagian sudah diaspal beton dari simpang Tuntungan-Kutalimbaru-Sibolangit dan bisa tembus ke Bumi Perkemahan Pramuka Bandarbaru. Akan tetapi belum tersambung dari Sibolangit ke Dusun Laugedang-Berastagi (masih jalan tanah) yang panjangnya lebih kurang 6 Km, karena berada dalam kawasan hutan.
Untuk menindaklanjutinya, ujar Nasib, pihaknya sangat berharap adanya dukungan dari DPRD Sumut agar Dinas BMBK Sumut terus melanjutkan studi pembangunan jalan sejajar dari Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit menuju Dusun Sembekan Kecamatan Kutalimbaru dan Dusun Laugedang Karo, agar akses jalan itu bisa segera mengatasi kemacetan jalur utama Medan-Berastagi.
Selain itu, untuk pelepasan atau pinjam pakai kawasan hutan sepanjang 6 Km tersebut, diharapkan dapat segera disetujui sehingga jalur sejajar bisa segera dibangun dan dimulai pada 2021, agar lalulintas masyarakat dari 6 kabupaten (Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbahas, Deliserdang dan sebagian Provinsi Aceh) bisa kembali lancar.
Menanggapi usulan tersebut, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting mengatakan pihaknya sangat mendukung rencana tersebut itu dan pada awal Februari ini, Komisi D DPRD Sumut sudah menjadwalkan bersama Bupati Karo, Bupati Deliserdang, Dinas BMBK Sumut maupun BBPJN II melakukan peninjauan ke lokasi.
Pihaknya akan tetap komit mendukung segala bentuk pembangunan yang sifatnya untuk kepentingan masyarakat banyak, karena jalan Medan – Berastagi sudah tidak layak lagi dijadikan satu-satunya jalan utama, karena tidak mampu lagi menampung arus kendaraan yang melintas.
Karenanya, kata politisi PDI Perjuangan ini, dibutuhkan jalur sejajar untuk mengatasi kemacetan tersebut. “Kami di dewan segera membahas usulan ini, apalagi Gubernur Edy Rahmayadi juga sudah menyatakan dukungannya. Semoga di APBD 2021 sudah bisa dialokasikan anggaran pembangunannya,” ujarnya.
Sebelumnya, usai menandatangani surat usulan pembangunan jalur sejajar tersebut di ruang kerjanya, Kamis (23/1) lalu, Bupati Karo Terkelin Brahmana kepada wartawan mengatakan, menelisik situasi di lapangan, jalur sejajar yang mereka gagas tersebut bukan cuma daerah kewenangan Pemkab Karo, namun butuh peran beberapa kepala daerah, seperti Kota Medan dan Deliserdang. Karenanya, butuh koordinasi lintas sektoral. “Jadi kita butuh kerjasama dari pihak berkompeten dalam hal ini Provinsi Sumatera Utara. Kita berharap Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting dapat mengkoordinasikan lintas daerah untuk menggolkan jalan alternatif tersebut,” sebut Terkelin.
Menurutnya, Baskami Ginting merupakan sosok yang sangat tepat untuk dimintai dukungan, dimana saat menggolkan jalur alternatif Karo-Langkat, Baskami yang saat itu masih menjabat anggota Komisi D DPRD Sumut, banyak berperan mendukung gagasan Pemkab Karo dalam membuka jalur evakuasi Gunung Sinabung. “Hasilnya dapat kita lihat sekarang, masyarakat dapat menikmati dan jalur ini sangat efektif membantu mengurai kemacetan lalu lintas Medan – Berastagi,” pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Bupati Karo Terkelin Brahmana juga sudah mengusulkan rencana pembangunan jalan sejajar jurusan Berastagi -Jaranguda-Laugedang-Sibolangit- Tuntungan- Medan ini kepada Gubernur Sumut.
Gubernur saat itu langsung menugaskan Asisten III Bagian Administrasi Umum dan Aset, M Fitriyus untuk menjajaki pembukaan jalur sejajar ini, sekaligus dapat dimonitor dengan berkordinasi terhadap OPD terkait, agar bisa segera dimulai pembangunannya. (prn/deo)
BERSIH-BERSIH: Seorang petugas Vihara Kshitigarba di Jalan Besar Medan-Berastagi, membersihkan vihara sebagai persiapan menyambut Imlek, Jumat (24/1).
solideo/sumut pos
Ajarkan Hidup Sederhana dan Memohon Kemakmuran
BERSIH-BERSIH: Seorang petugas Vihara Kshitigarba di Jalan Besar Medan-Berastagi, membersihkan vihara sebagai persiapan menyambut Imlek, Jumat (24/1).
solideo/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2571, Sabtu (25/1) lalu. Kemeriahan Imlek begitu terasa di berbagai daerah di Sumatera Utara. Perayaan Tahun Baru Imlek ini dimulai pada hari pertama bulan pertama penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan capgome, yakni tanggal 15 (pada saat bulan purnama).
SEJUMLAH vihara (klenteng) di Kota Tebingtinggi dalam merayakan malam Hari Raya Imlek Shio Tikus Logam banyak menampilkan kesenian tradisional dari Negeri Tirai Bambu, seperti menggelar kegiatan barongsai dan pemasangan lampu lampion.
Bukan warga etnis Tionghoa saja, tetapi warga pribumi turut menyaksikan pertunjukan barongsai mulai dari antraksi melompat dan mengambil angpao dari ketinggian 3 meter. Kegiatan itu salah satunya tersaji di Vihara Avalokites Vara San Temple, Jalan Tengku Hasyim Tebingtinggi. Ratusan warga menyaksikan atraksi barongsai yang memukau penonton.
Para pengunjung warga Tionghoa juga melalukan ritual sembayang memohon kemudahan rezeki.
Pengurus Vihara Avalokites Para Sun See Tample, Suhu Darma Surya mengatakan, Imlek tahun ini dirayakan dengan sederhana, hanya penampilan barongsai tanpa ada pertunjukan wayang China dan pelepasan lampu lamphion terbang.
Dikatakannya, Imlek yang bertepatan Shio Tikus Logam agar mengajarkan kita untuk hidup sederhana dan memohonkan kemakmuran. “Imlek tahun ini, kita memohon kepada Tuhan agar di murahkan rezeki dan dijauhkan dari mara bahaya,” ujar Suhu Darma Surya, Sabtu (25/1) malam.
Bahkan dalam kegiatan imlek, puluhan pengemis setiap tahun duduk di depan Klenteng. Mereka berharap belas kasih untuk mendapatkan angpoa dari pengunjung vihara yang usai melakukan sembayang.
Seorang warga, Ationg (52), mengaku membawa keluarga semua untuk menyaksikan pertunjukan barongsai. Anak-anak hanya bisa menyaksikan barongsai setahun sekali pada saat momen Tahun Baru China (Imlek). “Setelah sembayang, kita menyasikan pertunjukan barongsai. Esok harinya, usai sembayang kita melakukan tradisi kumpul bersama keluarga untuk makan besar,” ujarnya.
Esok harinya, Minggu (26/1), warga Tionghoa yang merayakan Imlek kembali mendatangi viahara dan klenteng untuk melakukan sembahyang meminta kesehatan dan kemurahan rezeki. Termasuk di Vihara Avalokites Vara San see Temple, warga melakukan ritual sembahyang arwah.
Dengan membawa berbagai sesajen seperti nasi lengkap dengan lauk pauknya, buah-buahan segar seperti buah apel dan nanas, berbagai kue seperti kue bakul dan apem dan gincua (kertas berbetuk uang) dan cuasa (kertas berbentuk baju) untuk di bakar di persembahkan kepada arwah leluhur yang telah meninggal.
Sebelum melakukan ritual sembahyang leluhur, keluarga terlebih dahulu harus melakukan ritual pembakaran dupa sambil memohon doa-doa untuk diberikan kemurahan rezeki kepada arwah leluhur yang telah meninggal, kemudian mereka mengambil Siangpoe (bahan yang terbuat dari akar bambu) di lemparkan keatas sembari membawa sesajen, apabila siangpoe dilempar dan jatuh tertutup sebelah maka sesajen yang di bawah diterimah arwah leluluhur.
Apabila siangpoe dilempar ke atas dan jatuh tertutup keduanya, maka sesajen yang di bawa belum diterima oleh arwah leluhur dan harus di ulang melempar hingga tiga kali, apabila siangpoe di lempar dan terbuka keduanya, maka arwah leluhur tersenyum menerima sesajen dan kedatangan keluarga yang melakukan ritual sembahyang.
Pengurus Vihara, Suhu Darma Surya mengatakan, sembahyang ritual pada imlek tahun ini warga yang datang ke vihara sangat banyak dengan membawa berbagai sesajen mereka melakukan ritual sembahyang di penyimpanan abu jenazah dan tempat makam yang para keluarganya telah dikuburkan. “Keluarga memberikan sesajen dengan membakar dupa dan memohon kemudahan rezeki dan kesehatan keluarga,”papar Darma Surya.
Bukan itu saja, menurut Suhu Darma Surya, pihaknya juga membuka open house setiap perayaan imlek, banyak warga tetangga yang beragama Islam melakukan silatuhrami serta mengucapkan gong xi facai kepada pengurus vihara dan ini adalah satu satunya vihara yang melaksanakan kegiatan open house, selain warga sekitar para tamu yang hadir dari organisasi sepeda ontel baik dari Kota Tebingtinggi dan Kota Medan.
Harapkan Kedamaian dan Kerukunan Beragama
Warga Tionghoa di Sidikalang, Kabupaten Dairi, juga memadati vihara dan klenteng untuk melaksanakan sembayang dan berdoa, Sabtu (25/1) lalu. Seperti di Klenteng Tua Pek Kong di Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang. Sejak pagi, warga Tionghoa silih berganti berdatangan ke klenteng melaksanakan sembayang dan melakukan ritual membakar dupa seraya merapalkan doa kepada Tuhan.
Pengurus Kelenteng Tua Pek Kong, James Lee kepada wartawan mengatakan, selain di sini, warga Tionghoa di Kabupaten Dairi juga melaksanakan sembayang di Vihara Siddhi Maitreya di Jalan Pemuda, Vihara Saddhavana Komplek Taman Wisata Iman (TWI), Kecamatan Sitinjo.
Menurutnya, perayaan Imlek tahun 2020 ini sangat sederhana dan sama seperti tahun sebelumnya. “Warga Tionghoa di Kabupaten Dairi hanya sekitar 100 kepala keluarga, itupun sebagian sudah
membaur. Ada yang sudah beragama Islam dan Kristen. Ada juga yang merayakan Imlek di tempat keluarganya di luar daerah,” kata James.
Perayaan Imlek hampir sama dengan tradisi perayaan lebaran dan Natal. Dimana usai melaksanakan sembayang warga Tionghoa berkunjung ke rumah saudara dan kerabat. “Perayaan Imlek sebagai momen berkunjung ke rumah saudara dan kerabat untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan,” ujarnya.
Salah satu warga Tionghoa juga pemilik Toko Berdikari, Candra Berdikari menyampaikan, kalau Hari Raya Imlek tahun ini tidak ada yang istimewa. Tidak ada lagi hiburan barongsai seperti tahun sebelumnya. “Kita berharap dan berdoa agar Indonesia khususnya Kabupaten Dairi selalu diberi kedamaian, ketentraman dan masyarakat bersatu dan rukun,” ucapnya.
Terpantau, Polres Dairi menyiagakan sejumlah anggota berjaga-jaga di lokasi Klenteng dan Vihara guna menjaga keamanan dan kenyamanan warga Tionghoa yang melaksanakan sembayang.
Berastagi Dipadati Wisatawan
Menyambut Tahun Baru Imlek 2020, kota wisata Berastagi dipadati wisatawan. Sementara itu, sejumlah vihara telah siap menyambut tamu yang ingin sembahyang dengan berbagai dekorasi menarik.
Pengurus Vihara Kshitigarba di Jalan Besar Medan-Berastagi, Desa Sempa Jaya, Kecamatan Berastagi, melakukan bersih-bersih dan mendekorasi vihara sejak Jumat (24/1) lalu. “Untuk persiapan Tahun Baru Imlek itu sudah dari tanggal 24 sampai tanggal 30,” kata pengurus Vihara Kshitigarba, Maria kepada wartawan.
Menurut Maria, Tahun Baru Imlek di Vihara Kshitigarba biasanya kedatangan warga melakukan sembahyang. “Biasanya sehari sebelum Imlek itu para tetua dulu yang sembahyang. Terus malamnya, orang-orang yang mau sembahyang berdatangan, malam menyambut Imlek sudah ramai,” katanya.
Maria menyebutkan, warga yang sembahyang di Vihara Kshitigarba berasal dari Berastagi, Kabanjahe dan Kota Medan. “Umumnya yang datang kemari itu warga sekitar sini sama Kabanjahe. Tapi ada juga yang dari Medan, biasanya karena kebetulan lagi melintas sekalian singgah untuk sembahyang. Kalau di sini kegiatannya cuma sembahyang, berdoa, bakar dupa, tidak ada yang spesifik. Mungkin kalau tempat lain itu, seperti vihara yang besar biasanya ada kegiatan keagamaannya,” ujar Maria.
Sementara itu, arus lalu lintas di Berastagi mulai meningkat. Diperkirakan puncak arus balik pada Minggu (26/1) kemarin. “Sejumlah kendaraan wisatawan yang datang berkunjung ke Berastagi terpantau dari pagi dan diperkirakan hingga sore akan terus berdatangan,” kata Kasat Lantas Polres Tanah Karo AKP Ridwan Ahmad Harahap, Sabtu (25/1)
AKP Ridwan memprediksi, kemungkinan puncak arus balik akan berlangsung, mengingat hari Senin 27 Januari 2020, hari kerja. “Kita mengimbau kepada wisatawan dalam berkendaraan harus tetap berhati-hati dan saling menjaga untuk tidak mendahului demi keselamatan bersama. Kita juga berlakukan jalur rute (alternatif) agar arus lalu lintas di Kota wisata Berastagi tetap lancar,” imbuhnya. (ian/rud/deo)
KE INDONESIA: Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus akan menyambangi Indonesia pada September tahun ini.
KE INDONESIA: Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus akan menyambangi Indonesia pada September tahun ini.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jika tidak ada halangan, pemimpin umat Katolik dunia Paus Fransiskus akan menyambangi Indonesia pada September tahun ini. Hal itu menyusul adanya undangan resmi yang sudah dikirimkan Presiden Joko Widodo, 16 Januari 2020 lalu.
Rohaniwan Katolik yang juga Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny Susetyo, mengatakan kedatangan Paus akan menjadi momen besar bagi Indonesia. Pasalnya, ketokohan Paus yang besar akan disorot dunia Internasional.
Bagi Indonesia sendiri, momen tersebut menjadi panggung tepat untuk menunjukkan kepada dunia terkait ideologi Pancasila yang mampu menyatukan. “Ideologi Pancasila mampu untuk mempersatukan ribuan etnis, budaya, suku dan ratusan agama lokal bisa berdampingan hidup damai,” ujarnya kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos), Minggu (26/1).
Selain itu, lanjut dia, momen tersebut juga dapat menunjukkan kepada dunia betapa Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia bisa menunjukkan sikap yang inklusif. “Sebagai negara mayoritas muslim terbesar mampu memberi contoh demokrasi dan penghargaan nilai kemanusiaan yang universal,” imbuhnya.
Dan jika kunjungan tersebut terealisasikan, Romo Benny menafsirkan sebagai bentuk pengakuan Paus bahwa Indonesia sebagai negara bhineka menjadi inspirasi bagi dunia lainnya. Dia sendiri mengaku optimis, Paus akan memenuhi undangan tersebut. Sebab, sudah banyak sinyal-sinyal yang ditunjukkan Vatikan.
Saat bertemu tokoh NU, Yahya Cholil Staquf, awal tahun 2020 lalu misalnya, Paus secara terbuka menyampaikan keinginan mengunjungi Indonesia. Selain itu, sinyal lainnya juga diperlihatkan dengan kunjungan Paus ke Taman Borobudur Indonesian Corner di museum etnologi Vatikan.
“Kita tinggal nunggu saja, saya lihat respon vatikan cukup positif karena sinyal jelas ketika Paus mengunjungi museum Indonesia di Vatikan,” tuturnya.
Sebelumnya, surat undangan yang dikirimkan Presiden Joko Widodo ke Paus Fransiskus tersebar ke publik pada Jumat malam (24/1). Juru bicara kepresidenan Fadjroel Rachman membenarkan keabsahan surat tersebut. Dia menjelaskan, pemerintah mendengar kabar kunjungan Paus ke Asia sehingga meminta mampir ke Indonesia. “Menyesuaikan dengan rencana kunjungan beliau,” ungkapnya melalui pesan singkat. (far)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyebaran virus novel coronavirus (nCov) atau virus corona di seluruh dunia sudah mencapai 2.000 laporan, menyebar di 13 negara. Angka itu mencakup yang positif maupun terduga. Tiongkok sebagai negara pertama terjangkit, mengalami kondisi paling parah. Hingga kemarin, jumlah korban meninggal mencapai 56 orang. Mengantisipasi penyebaran, Indonesia melakukan langkah siaga dengan mengaktifkan thermoscanner di pintu-pintu masuk. Warga diimbau pakai masker.
LAPORAN situasi terkini terkait kejadian luar biasa (KLB) virus corona, sebanyak 1.297 kasus berada di Tiongkok. Selain Tiongkok, beberapa negara yang melaporkan kasus virus korona yang terkonfirmasi adalah Thailand empat kasus, Jepang tiga kasus, Singapura tiga kasus, Korea Selatan dua kasus, Vietnam dua kasus, Amerika Serikat dua kasus, Australia empat kasus, Malaysia 3 kasus, Taiwan 3 kasus, Kanada dan Nepal masing-masing satu kasus. Prancis juga telah melaporkan tiga kasus pasien corona, dan menjadi negara pertama di Eropa yang kena.
Kasus penyakit tersebut melonjak sebanyak 474 kejadian berbanding hari sebelumnya. Dan jumlah kematian yang diakibatkan melonjak hampir dua kali lipat dari laporan per Jumat (24/1), sebanyak 25 orang meninggaln
Kasus di Tiongkok termasuk kasus penyakit di Hong Kong lima kasus dan Macau dua kasus. Kasus virus corona di Tiongkok terjadi di 20 provinsi, dan kabupaten-kota di luar Hong Kong, Macau, dan Taipei. Dari 1.287 kasus virus corona di Tiongkok, sebanyak 237 kasus dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang serius.
Sebanyak 21 orang dari 23 kasus virus corona yang terjadi di luar Tiongkok memiliki riwayat bepergian ke Kota Wuhan di Provinsi Hubei.
Satu kasus virus corona yang terjadi di Australia memiliki riwayat kontak langsung dengan orang yang positif terinfeksi virus corona di Wuhan saat berada di Tiongkok.
Sementara itu, satu orang yang positif virus corona di Vietnam tidak memiliki riwayat bepergian ke Tiongkok, tetapi tinggal bersama anggota keluarga yang terjangkit penyakit tersebut setelah berkunjung ke Wuhan. Kasus tersebut merujuk bahwa penyakit virus corona ini dapat menular dari manusia ke manusia.
WHO menyebut status risiko virus corona ini sangat berisiko tinggi untuk wilayah Tiongkok, berisiko tinggi untuk wilayah regional Asia, dan risiko sedang untuk skala global.
Di Tiongkok, , sebanyak 549 kasus berasal dari Provinsi Hubei. Sebanyak 85 kasus dinyatakan negatif dan pasien telah diizinkan meninggalkan ke rumah sakit.
Sementara itu, di Beijing terdapat 10 kasus baru, termasuk di antaranya tiga orang dokter yang baru kembali dari Wuhan. Sampai saat ini total ada 51 kasus di ibu kota Tiongkok tersebut.
Dari tiga dokter asal Beijing yang mengidap virus 2019-nCoV itu, dua di antaranya telah melakukan perjalanan ke Wuhan, sedangkan satunya lagi sempat duduk bersama dengan seorang pengidap dalam salah satu rapat di Wuhan.
Sementara itu, mulai Minggu, Dinas Lalu Lintas Jalan Raya Kota Beijing menutup semua akses kendaraan penumpang dan barang antarprovinsi.
Salah satu perusahaan bus antarprovinsi dari Bandar Udara Internasional Daxing, Beijing, telah menghentikan layanan ke luar provinsi sejak Sabtu (25/1).
Sejak Jumat (25/1) petugas kesehatan dibantu aparat kepolisian mendatangi setiap rumah atau apartemen di Beijing untuk memastikan tidak ada warga dari Wuhan atau baru saja bepergian dari Wuhan.
Sampai saat ini Distrik Dongcheng masih nihil dari kasus wabah virus yang ditularkan oleh ular dan kelelawar di Pasar Huanan, Wuhan, Provinsi Hubei itu. Jarak Beijing-Wuhan sekitar 1.500 kilometer.
Sebanyak 150 petugas medis dari Army Medical University diterbangkan dari Kota Chongqing menuju Wuhan untuk membantu penangangan wabah mematikan itu pada, Kamis (24/1), atau H-1 Tahun Baru Imlek di China.
Warga Jambi Diduga Terjangkit
Di Indonesia, seorang warga Jambi diduga terjangkit virus corona atau wabah pneunomia dan saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi. Sebelum sakit dan dirawat di rumah sakit, pasien tersebut ternyata bepergian ke Wuhan, China. Setelah pulang dia mengeluh batu dan pilek.
Pasien yang diduga terinfeksi virus corona itu dirujuk dari rumah sakit swasta ke RSUD Raden Mattaher Jambi pada Sabtu (25/1/2020) malam. Saat ini pasien tersebut tengah dirawat di lantai satu di Rumah Sakit Raden Mattaher, Jambi, dan dibatasi dari jangkaun pengunjung RSUD.
Di lokasi, tampak kamar perawatan pasien corona diberi pembatas berupa kain putih, yang diberi tulisan “Dilarang lewat selain petugas, Isolasi Virus Corona”. Pembatas itu kurang lebih berjarak 10 meter dari kamar pasien.
Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan RSUD Raden Mattaher Jambi, dr Dewi Lestari mengatakan, pihaknya belum memastikan apakah warga Jambi itu terjangkit virus corona atau tidak. “Perlu pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.
Saat ini pihaknya juga telah menyiapkan ruang isolasi khusus untuk pasien terkena penyakit Wuhan Pneumonia. “Kita sudah siapkan ruang isolasi khusus untuk pasien diduga terkena penyakit Wuhan Pneumonia,” ujarnya.
Selain itu, petugas juga telah disiapkan untuk menerima pasien dengan alat perlindungan diri (APD) yang lengkap ,mulai dari helm, baju astronot, Masker N95, sarung tangan panjang, dan sepatu boat.
Ia menambahkan, penyebaran virus ini melalui udara. Dewi mengimbau masyarakat sementara waktu tidak berada di area ke rumah sakit jika di luar jam besuk. “Apalagi anak-anak dan juga orangtua karena sangat beresiko tertular wuhan pneumonia,” pungkasnya.
Pakailah Masker
Mengantisipasi penyebaran virus corona ke Indonesia khususnya Sumatera Utara, Dinas Kesehatan melakukan langkah antisipasi intens. Khususnya pascalibur Tahun Baru China atau Imlek. Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, sebelumnya mengatakan Sumut telah siap-siaga sesuai surat edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI.
Kesiapsiagaan itu didukung anggota Komisi B DPRD Sumut, Sugianto Makmur. Kepada Sumut Pos, Minggu (26/1), Makmur mengatakan, pemerintah khususnya Pemprov Sumut dan pemda di Sumut agar bekerja secara profesional. “Jangan sampai virus ini masuk ke tanah air khususnya Sumatera Utara,” katanya.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menyatakan, pencegahan sudah dilakukan oleh Tiongkok berupa isolasi Kota Wuhan. Penduduknya tidak diizinkan keluar masuk. Untuk itu, pemerintah juga perlu melakukan langkah preventif mencegah virus tersebut masuk ke tanah air. Sebab Indonesia termasuk negara kunjungan turis dari Tiongkok.
“Semua pelabuhan udara internasional dan pelabuhan laut harus memberlakukan biosecurity check yang ketat. Selain itu fasilitas yang dibutuhkan untuk melakukan karantina, ruang observasi yang steril di setiap kota harus disiapkan,” ujarnya.
Selain itu, dibentuk dan dilatih tim-tim khusus untuk menangani kasus virus corona. “Jangan lagi terbentur dengan alasan anggaran. Nyawa lebih penting dari anggaran,” katanya.
Langkah antisipasi antara lain lewat screening Dinkes bersama petugas karantina di pintu-pintu masuk Sumut, seperti bandara dan pelabuhan internasional.
“Setiap orang dari luar negeri diperiksa kesehatannya (di-screening). Bilamana ada teridentifikasi, langsung diperiksa di RS Adam Malik,” imbuhnya.
Terpisah, Pengamat Kesehatan Sumut dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) Destanul Aulia, meminta Indonesia bersiap-siap mengantisipasi penyebaran virus corona.
“Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), hingga kebiasaan menggunakan masker warga Indonesia perlu ditingkatkan. Kita khawatir virus ini bisa masuk ke Indonesia, karena kesiapsiagaan kita masih lemah,” katanya saat dihubungi wartawan, Minggu (26/1).
Sementara pemerintah diminta benar-benar melakukan screening atas virus ini. Karena bisa saja thermoscanner yang ada di bandara dapat dikelabui, sehingga terjadi kecolongan.
Destanul sendiri menduga, kasus virus corona ini bisa jadi berkaitan dengan bisnis farmasi. Ia bercermin dari kasus SARS beberapa tahun lalu, di mana China sebagai negara sumber penyebaran, dapat dengan cepat mampu membuat vaksinnya. Sehingga negara-negara lainnya bergantung kepadanya dalam hal pengobatan.
“Jangan-jangan da motif terselubung dari bisnis farmasi dunia. Seperti kasus SARS, membuat Indonesia terpaksa membeli obatnya dari luar negeri. Memang ini belum bisa dibuktikan secara pasti. Tapi hal itu bisa saja terjadi untuk kasus virus corona ini,” cetus dia.
6 Langkah Ini Perlu Dilakukan
Menanggapi kasus virus corono, anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay, meminta pemerintah melakukan sejumlah langkah. Pertama, mengawasi pintu-pintu masuk secara ketat.
“Jika ditemukan ada suspect tertular virus corona yang mau masuk Indonesia, perlu segera dikarantina dan dilakukan tindakan-tindakan yang diperlukan agar tidak meluas dan menginveksi yang lain,” ucap Saleh, Minggu (26/1).
Kedua, pemerintah diminta untuk melakukan sosialisasi terkait virus corona ini. Sosialisasi ditujukan agar masyarakat secara bersama-sama dapat menghindari agar tidak tertular.
Ketiga, pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak panik. Jika ada anggota keluarganya yang sakit dan diduga tertular virus ini, diminta untuk segera dibawa ke rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan lainnya.
Keempat, pemerintah harus menyiapkan rumah-rumah sakit khusus yang dapat menangani virus corona dan keberadaan RS itu perlu diumumkan ke publik. Dengan begitu mereka bisa langsung membawa suspect atau orang yang diduga tertular virus corona ke rumah-rumah sakit tersebut.
Kelima, menurut wakil rakyat dari Sumatera Utara ini, , pemerintah terus memantau keberadaan WNI yang sedang berada di luar negeri. Terutama mereka yang berada di negara di mana virus ini sudah menyebar.
Terakhir, pemerintah Indonesia dapat bekerjasama dengan pemerintah China untuk memantau pergerakan lalu lintas barang dan orang dari dan ke Negeri Tirai Bambu tersebut.
Kerja sama seperti ini diperlukan agar virus tersebut tidak dengan mudah menyebar ke luar daratan Tiongkok.
“Sebagai anggota komunitas global, pemerintah China tentu senang bekerjasama dengan pihak mana pun sebagai wujud dari tanggung jawab kemanusiaan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, virus corona mulai mewabah di Wuhan, Cina, pada Desember lalu. Para pejabat negara mengatakan virus corona mungkin berasal dari hewan liar yang dijual di Pasar Makanan Laut Huanan (Huanan Seafood Market) yang terletak di pusat kota Wuhan.
Gejala dini manusia terjangkit virus corona diantaranya, bersin, pilek, kelelahan, batuk dalam kasus yang jarang terjadi, demam, sakit tenggorokan, memperburuk asma. (prn/dris/ant/kps/jpnn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sengketa lahan tanah seluas 7.200 meter persegi di Jalan Krakatau, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Medan Timur, semakin memanas. Terbaru, Camat Medan Timur, Ody Batubara diancam bakal dilaporkan ke Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ahli waris pemilik tanah Almarhum Basri merasa dirugikan karena tidak bisa mengurus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Surat Keterangan Tidak Sengketa (SKTS) di kecamatan tersebut.
Padahal, ahli waris sudah memenangkan gugatan di pengadilan terkait sengketa lahan tanah seluas 7.200 meter persegi di Jalan Krakatau, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur, Medan. Bahkan putusan itu sudah ada sejak 1997 silam.
“Kita akan melaporkan ke Mabes Polri dan KPK. Mungkin minggu depan, kita akan melapor,” ujar kuasa ahli waris. Ade Suferi (45) di Medan, kemarin.
Ade menegaskan, pihaknya terpaksa membawa kasus ini ke KPK karena pihak Kecamatan Medan Timur tidak juga mengindahkan putusan pengadilan. Sebab dalam putusan itu ahli waris dinyatakan selaku pemilik sah lahan tanah tersebut.
Ade menilai, tindakan itu seperti melecehkan supremasi hukum. Sebab, di dalam KUHP, pihak-pihak yang menghalangi pelaksanaan putusan pengadilan dapat dipidana dengan hukuman penjara selama empat tahun lamanya.
“Kami tidak akan tinggal diam. Beliau kami duga ada main dengan mafia tanah. Kami akan mendalami oknum-oknum siapa lagi yang diduga terlibat. Tak mungkin dia sendiri pasti, ada dibelakangnya. Kita akan ungkap semua,” tegasnya.
Sebelumnya, ahli waris pemilik tanah almarhum Basri selaku penggugat, telah memenangkan gugatan melawan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, mulai dari Pengadilan Negeri (PN) Medan tahun 1993, Pengadilan Tinggi (PT) Sumut tahun 1994, Kasasi Mahkamah Agung (MA) tahun 1996, hingga Peninjauan Kembali (PK) MA tahun 1997. (dek)
Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi melihat gajah mati di Kebun Binatang Medan, Sabtu (25/1/2020).Gajah bernama Neneng yang berumur 55 tahun tersebut diduga mati karena sakit.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Si ‘Neneng’ gajah betina seberat 3 ton mati di Medan Zoo, pada Sabtu (25/1/2020) sekira pukul 10.30 WIB. Neneng mati diusia sekitar 55 tahun, setelah mengalami sakit sejak Selasa (21/1/2020) pagi.
Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyat Nasution MSi yang mengetahui adanya kabar gajah betina mati tersebut, langsung bergegas ke Medan Zoo di Kelurahan Simalingkar B, Medan Tuntungan. Dengan berjalanan kaki dari pintu masuk Medan Zoo sekira 1 Km, dan menuruni lembah sedalam 5 meter, tampak tergeletak gajah betina seberat 3 ton yang dikerumuni sejumlah dokter hewan dan staf Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Sekitar 45 menit berdiskusi dengan sejumlah dokter hewan, akhirnya Akhyar Nasution buka suara tentang matinya gajah betina yang mati tersebut.
Akhyar menyampaikan, Pemerintah Kota Medan turut berduka atas matinya Neneng seekor gajah betina berumur sekitar 55 tahun. Gajah betina tersebut dirawat oleh Medan Zoo sejak berusia 20-an tahun, jadi lebih dari 20 tahunan sejak di kebun binatang di Jalan Brigjen Katamso ‘Neneng’ sudah dirawat.
Sebelum mati, Akhyar menyebutkan, Neneng mengalami sakit sejak Selasa (21/1/2020) pagi, diawali tidak mau makan, hingga Rabu (22/1/2020) dipantau oleh drh Sucitrawan. Akhirnya, pada hari Rabu mulai diambil tindakan dengan memberikan infus larusan glukosa dan Ringer lactat.
“Tindakan yang dilakukan ini sebagai observasi awal dari tim medis hewan di Medan Zoo, dan akhirnya setelah menghabis 57 botol infus, sekira pukul 10.30 pada Sabtu (25/1/2020), Nenang mati,” sebutnya didampingi drh Sucitrawan dan Dirut PD Pasar Putrama Al Khairi di kawasan Medan Zoo.
Sucitrawan menyampaikan, dugaan sementara matinya gajah dikarenakan usianya sudah tua, biasanya usia gajah mencapai 60 tahun. Tapi, untuk mengetahui lebih tegaknya penyebab kematian, tim medis bersama BKSDA sedang melakukan outopsi, kemudian membawa hasil aoutopsi untuk dicek di laboratorium.
Sucitrawan menerangkan riwayat Neneng gajah betina, gajah betina ini ada di kebun binatang sudah cukup lama, lebih dari 20 tahun. Selanjutnya, saat pindah dari kebun binatang di Jalan Brigjen Katamso ke Simalingkar B ini, gajah ini masih terus sehat.
“Saya mulai melihat dan memantau perkembangannya sejak tahun 2008. Sejak itulah saya tak pernah melihat Nunung sakit parah, hanya diare biasa. Hari ini dia sudah mati, dan tim kami sedang mencari tahu penyebab kematiannya,” ujarnya.
Dikebumikan Untuk penanaman bangkai gajah Neneng akan ditanam dengan memakai alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan. Akhyar yang mengetahui adanya kesulitan pengelola Medan Zoo menanamkan bangkai gajah, langsung menghubungi PLT Kadis Pekerjaan Umum Zulfansyah.
“Pak Kadis, tolong kirimkan alat berat yang mini untuk mengebumikan gajah, seterusnya koordinasi dengan PD Pembangunan di Medan Zoo ya, terimakasih ya,” pintanya ke Kadis PU.
Di depan Dirut PD Pembangunan, tim medis dan BKSDA, Akhyar menyampaikan, nanti alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum Pemko Medan membantu untuk penanaman bangkai, mungkin sore nanti sudah tiba. Silahkan tetapkan dimana ditanam supaya aromanya tak tercium ke luar di kawan Medan Zoo.
“Tempatnya di sekitar dekat tempat perawatan dan tenpat outopsi ini saja, sehingga tidak jauh untuk mengangkatnnya. Kemudian, di bawah ini juga sudah cukup secara tempatnya,” dijawab oleh drh Sucitrawan. “Secara teknis sudah selesai, saya minta hasil lab dan outopsinya terus dilaporkan dan disampaikan juga ke BKSDA,” ucapnya sembari jalan dan menyapa tim medis yang sedang melakukan outopsi. (adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai menghadiri open house tahun baru Imlek di Jalan Ladang, Kelurahan Kedai Durian, Medan Johor dan beranjak pulang, Plt Walikota Medan Ir Akhyar Nasution seketika turun dari mobil dinasnya saat melintas di Jalan Besar Delitua/Brigjend Zein Hamid untuk melihat seni mural yang terlukis di dinding parit besar tak jauh dari kelenteng.
Di dampingi Camat Medan Johor, Zulfachri Ahmadi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Armansyah Lubis, Akhyar sangat bergembira dan mengapresiasi seni mural hasil swadaya masyarakat di Kelurahan Kedai Durian.
“Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh aparatur, baik kecamatan, kelurahan, hari ini di Medan Johor tepatnya di Kelurahan Kedai Durian, Pak Lurah, Pak Kepling di bawah bimbingan Pak Camat telah membuat seni mural, sehingga menambah cantik Kota Medan,” ujar Akhyar, Jumat (24/1/2020) sore.
Manfaat cantik ini, sambung Akhyar, di samping indah dilihat, manfaat lainnya diharapkan ada tidak lagi yang berani mengotori wilayah ini.
“Kalau tidak cantik, malah jadi tempat sampah. Jadi kita menjaga kebersihan Kota Medan, salah satunya adalah dengan membuat cantik Kota Medan (seperti seni mural ini),” ujarnya.
Menurut Akhyar, seluruh kecamatan sudah bergerak dan sudah berbuat untuk mempercantik Kota Medan dengan cara seni mural.
“Tadipun di Denai sudah dibuat. Sekarang semua lingkungan sudah mulai buat mural-mural seperti ini dan semua ini adalah swadaya masyarakat. Saya ucapkan terimakasih untuk ini,” ujarnya.
Akhyar juga kembali mengucapkan terimakasih kepada Camat, Lurah dan kepala lingkungan yang telah berbuat untuk membikin cantik Kota Medan.
“Terimakasih ya Pak Lurah. Harapannya yok bikin cantik Kota Medan,” ucapnya kepada Camat Medan Johor dan Lurah serta Kepling.
Saat di lokasi, Akhyar juga sempat berbincang dengan kepling bahwa membikin cantik Kota Medan ini merupakan upaya agar semakin banyak orang yang datang ke Medan.
“Tentunya, dengan semakin banyaknya orang datang ke Medan, tentunya akan berdampak kepada perputaran ekonomi, orang belanja kemari. Tapi kalau Kota Medan jelek dan kotor, orangpun enggan untuk datang,” tandasnya.
Sebelum beranjak dari lokasi tersebut, Akhyar bersama Camat dan Kadis serta warga turut berwefie ria di seni mural bertuliskan Indonesia Satu Nusa Satu Bangsa dengan bermotifkan angkot dan Istana Maimun. (adz)