27 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 4647

Kapolresta Deliserdang dan 93 Personel Naik Pangkat

DIABADIKAN: Kapolresta Deliserdang Kombes Yemi Mandagi bersama 93 personel diabadikan usai kegiatan Korps Rapor Kenaikan Pangkat, Selasa (31/12).
DIABADIKAN: Kapolresta Deliserdang Kombes Yemi Mandagi bersama 93 personel diabadikan usai kegiatan Korps Rapor Kenaikan Pangkat, Selasa (31/12).
DIABADIKAN: Kapolresta Deliserdang Kombes Yemi Mandagi bersama 93 personel diabadikan usai kegiatan Korps Rapor Kenaikan Pangkat, Selasa (31/12).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kapolresta Deliserdang, Yemi Mandagi SIK, naik pangkat setingkat dari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) menjadi Komisaris Besar (Kombes) beserta 93 personel lainnya.

Kegiatan upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat dan upacara Purna Bhakti Personel Polresta Deliserdang tersebut dilaksanakan di Mapolresta Deliserdang, Selasa (31/12) siang

Korps Raport kenaikan pangkat yakni 93 personel dengan rincian, dari AKP ke Kompol 1 personel yakni Kasat Sabhara, Sudirman. Dari pangkat Iptu ke AKP 3 personil, yaitu Kapolsek Galang Teddy Napitupulu, Kapolsek Lubuk Pakam Firdaus Kemit dan Kapolsek Talun Kenas, Dahnial Saragih.

Selain itu, satu personel mendapat penghargaan kenaikan pangkat dari Aiptu ke Ipda, yaitu Yaedi Zebua. Personel yang purna bhakti Iptu Kasiat dan Ipda Abdul Hakim Harahap.

Personel yang naik pangkat dari Aipda ke Aiptu sebanyak 2 personel, dari Bripka ke Aipda 18 personel, dari Brigadir ke Bripka 27 personel, dari Briptu ke Brigadir 1 personel, dari Bripda ke Briptu 22 personel.

Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK dalam amanatnya mengatakan, kenaikan pangkat adalah suatu bentuk amanah yang harus diemban dengan penuh rasa tanggung jawab yang diberikan oleh Kepolsian Negara Republik Indonesia kepada Personil Polri. Kenaikan pangkat bukan untuk kesombongan diri melainkan berupa titipan yang harus di jaga. Semakin tinggi pangkat semakin berat tanggungjawab.

“Kepada yang purna tugas, Polresta Deliserdang adalah merupakan keluarga besar dan tetap menjaga hubungan baik,” sebut perwira menengah berpangkat tiga melati dipundak ini.

Kemudian, Kapolresta Deliserdang memberikan bingkisan kepada anggota yang purna Bhakti. Sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur Kapolresta bersama seluruh anggota yang naik pangkat mendapat siraman air dari mobil pemadam kebakaran yang disediakan sehingga larut dalam kegembiraan. (btr/han)

Bupati Langkat Lantik Pengurus PAC dan Ranting PP Selesai

SERAHKAN: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA menyerahkan bendera pataka kepada pengurus PAC dan Ranting PP Selesai. ILYAS EFFENDY/SUMUT POS
SERAHKAN: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA menyerahkan bendera pataka kepada pengurus PAC dan Ranting PP Selesai.
ILYAS EFFENDY/SUMUT POS
SERAHKAN: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA menyerahkan bendera pataka kepada pengurus PAC dan Ranting PP Selesai. ILYAS EFFENDY/SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) beserta Ranting Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat Periode 2019-2022 dilantik secara resmi oleh Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Langkat Terbit Rencana PA, disaksikan Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) PP Langkat H.Ngogesa Sitepu, di Halaman Terminal Bus Selesai, Jalan Binjai Bahorok Kelurahan Pekan Selesai, Langkat, akhir pecan lalu.

Pelantikan tersebut, ditandai penyerahan bendera pataka oleh Bupati dan pembacaan SK pelantikan oleh Sekjen MPC PP Langkat Amir Hamzah, sebagai ketua terpilih PAC PP Selesai Wahyu Manaf Ginting dan sebagai Sekretaris Khairul Fuad.

Bupati Langkat berharap, PAC PP Selesai yang baru dilantik dapat memperkuat kepengurusan dan mengkonsolidasikan seluruh kader PP di Selesai, agar benar-benar dapat memberikan perannya bagi pembangunan.

“Bermitralah, dengan pimpinan Kecamatan organisasi lainnya, serta kepada tokoh masyarakat, untuk mengembangkan potensi pemuda, karena pengembangan itu merupakan investasi yang tak ternilai harganya bagi masa depan bangsa.

“Saya yakin, di sini akan tercipta kader PP yang mau meningkatkan SDM nya. Berjiwalah patriotisme, karena jiwa seorang pemuda menjadi acuan kemana arah bangsa dan negara ini dimasa mendatang, “ungkapnya. Bupati Langkat juga menegaskan, agar seluruh Kader PP menjaga nama baik organisasi, serta bersama berkomitmen mengharamkan menyentuh, memakai apalagi mengedarkan narkoba.

Sementara itu H Ngogesa mendoakan pengurus PAC PP Selesai dapat menjadikan momentum ini sebagai Starter Point untuk berkiprah dalam derap pembangunan di Kecamatan Selesai khususnya, dan Langkat umumnya.

Ketua panitia Dede Alamsyah melaporkan, kegiatan ini bertemakan ‘Dengan konsulidasi kita tingkatkan peran serta PP di Kecamatan Selesai, menyongsong masyarakat aman, sejahtera dan religius’.

Dalam kesempatan tersebut, Dede Alamsyah tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Bupati Langkat dan H. Ngogesa serta pihak terkait lainnya, atas dukungannya baik secara moril dan materil, hingga kegiatan ini terselenggara dan berjalan lancar.

Bupati Langkat bersama H. Ngogesa usai pelantikan berkesempatan memberikan tali asih kepada 15 anak yatim dan 15 kaum duafa.

Hadir dalam rombongan MPW PP Sumut, Ketua dan sejumlah anggota DPRD Provinsi dan Langkat, rombongan MPC PP Binjai dan Tanah Karo, Ketua Sapma PP Langkat, para pejabat Pemkab Langkat, Forkopim Selesai, ketua FKPPI Langkat, keluarga besar PP se Langkat, tokoh agama/masyarakat dan pemuda serta undangan lainnya. (yas/han)

PKS Target Kader Jadi Wali Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan menjadi pemenang di Pilkada Kota Medan tahun 2020. PKS mengatakan ingin mengusung kader sendiri di Pilkada.

“Untuk kota Medan, PKS harapan besarnya menang di Pilkada. Mudah-mudahan kader PKS jadi Wali Kota,” kata Ketua DPD PKS Medan Salman Alfarisi kepada wartawan, Kamis (2/1).

Dia mengatakan ada sejumlah nama yang sudah diusulkan ke DPP PKS untuk digodok sebagai calon Wali Kota (calwakot) Medan. Salah satunya adalah Eks Menkominfo Tifatul Sembiring.

“Sudah ada beberapa yang diusulkan ke DPP (PKS), ada nama Pak Tifatul Sembiring,” ucapnya.

Salman mengatakan pada Pilkada Medan 2015, PKS sudah mendukung calon di luar kadernya. PKS sendiri punya 7 kursi di DPRD Medan sehingga harus berkoalisi untuk mengusung pasangan calon di Pilkada 2020.

“Di tahun 2015 lalu kita mengusung non-kader, wajar saya rasa kader partai PKS maju dalam Pilkada Kota Medan,” ucap Salman.

Dia juga menyebut PKS tetap terbuka dengan komunikasi politik dari nama-nama bakal cawalkot Medan lain seperti Menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution; Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution; ataupun Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra Ihwan Ritonga. Namun, Salman mengatakan PKS tak membuka pendaftaran cawalkot secara terbuka. (bbs/azw)

Cyber War akan Mewarnai Pilkada Serentak 2020

Dirjen Polpum Kemendagri Bahtiar
Dirjen Polpum Kemendagri Bahtiar
Dirjen Polpum Kemendagri Bahtiar

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tahun 2020, kembali akan digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 270 daerah, dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pemilihan serentak ini digelar untuk daerah-daerah yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir pada tahun 2021.

Untuk mengupas lebih lanjut, apa saja potensi konflik yang mungkin terjadi di Pilkada serentak 2020, wartawan mewawancarai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Polpum Kemendagri) Bahtiar di Jakarta.

Tahun depan kembali akan digelar Pilkada serentak di 270 daerah. Mungkin bisa dipetakan sumber konflik yang mungkin terjadi dan perlu diantisipasi?

Kami, Kemendagri, khususnya Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum telah melakukan pemetaan potensi kerawanan Pilkada serentak. Ada beberapa kerawanan yang perlu diwaspadai.

Salah satunya adalah cyber war dan politik identitas. Politik di media sosial saat pemilu serentak begitu mengharu biru. Ini yang banyak dibicarakan, ini juga ancaman. Media sosial ini repotnya semua orang bisa jadi pewarta. Di sinilah pentingnya produksi konten positif untuk melawan hoaks, ujaran kebencian, dan kampanye negatif. Begitu juga politik identitas pada pemilu serentak kemarin begitu kuat.

Politik identitas itu adalah sebuah alat politik suatu kelompok seperti etnis, suku, budaya, agama atau yang lainnya untuk tujuan tertentu, misalnya sebagai bentuk perlawanan atau sebagai alat untuk menunjukkan jati diri suatu kelompok tersebut. Nah, soal politik identitas, ini yang mengasah ini adalah konsestan, calon, supaya dapat dukungan dan membuat sentimental.

Sentimentil kesukuan atau SARA itu diangkat dikentalkan, dan biasanya diproduksi oleh calon atau pendukungnya supaya pemilih menjadi fanatik. Saya kira partisipasi publik menjadi kata kunci terakhir dan menjadi sangat penting, partipasi bukan hanya di TPS tetapi di seluruh proses ini, terlibat memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat. Semua proses pilkada yang sehat harus dalam suasana rileks, santai, tak tegang, bersahabat dan damai walau berbeda pilihan.

Polarisasi masyarakat akankah mungkin terjadi di Pilkada seperti dalam pemilu serentak 2019?

Potensi terjadinya polarisasi di tengah masyarakat ini juga harus diantisipasi dengan baik. Utamanya, dalam media sosial yang memungkinkan setiap orang membuat konten sesuai kehendaknya masing-masing.

Hoaks, ujaran kebencian, kampanye negatif yang dapat menggangu persatuan dan kesatuan harus dicegah secara maksimal. Intinya hati-hati juga dengan produksi konflik yang ditimbulkan media sosial, ada hoaks, dan lain-lain.

Apalagi mendekati hari pelaksanaannya, biasanya suasana menjadi panas, kampanye tersebut harus dilawan dengan kampanye positif. Di sinilah peran peserta Pilkada dan partai politik agar ikut serta meminimalisir suasana panas dan konflik di tengah masyarakat. (bbs/azw)

Binjai Siap Terapkan e-Rekap

BERBINCANG: Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik (tengah) berbincang dengan anggota KPU Binjai dalam kunjungannya di Sekretariat KPU Binjai.
BERBINCANG: Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik (tengah) berbincang dengan anggota KPU Binjai dalam kunjungannya di Sekretariat KPU Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu Komisi Pemilihan Umum Indonesia, Evi Novida Ginting Manik juga mendatangi Sekretariat KPU Binjai usai mendatangi KPU Medan di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur, Binjai Barat, Senin (30/12) pagi. Mantan Ketua KPU Medan ini datang didampingi Ketua KPU Sumut Herdensi.

Mereka disambut jajaran komisioner KPU Binjai. Evi menjelaskan, kedatangan mereka dalam rangka melakukan pembahasan-pembahasan sekaligus persiapan untuk penggunaan e-Rekap dalam Pilkada tahun 2020 mendatang di Kota Rambutan.

Menurut Evi, sejumlah persiapan telah disiapkan terkait e-Rekap. “Itu (e-Rekap) dimulai nanti saat penghitungan di TPS. Saat ini sedang disiapkan formulir dan teknologinya sehingga kita berencana akan masuk tahap ujicoba dengan melakukan perekayasaan formulir dan juga tata cara penghitungannya,” kata dia.

“Teman-teman di 270 daerah (yang gelar Pilkada), harus mempersiapkan pertama kali adalah yang bisa dijangkau oleh jaringan internet. Binjai sudah memiliki titik koordinat jaringan pada 713 TPS,” sambung dia.

Menurut dia, jumlah TPS pada Pilgubsu 2018 dengan Pilkada 2020 mendatang nanti akan terjadi perbedaan. Ditaksir pada Pilkada 2020 nanti, Binjai memiliki 398 TPS.

“Perubahan terjadi, makanya kita melihat perkembangan dan kesiapan teman-teman. Binjai sudah cukup siap menggunakan e-Rekap pada Pilkada 2020. Kesiapan teman-teman daerah sangat penting,” kata dia.

Keunggulan e-Rekap, tambah dia, tentu dari sisi efisiensi waktu. Dia menegaskan, e-Rekap tetap mengedepankan transparansi dan akuntabel.

“E-Rekap ini akan menjadi hasil yang ditetapkan. Beda dengan situng, jadi enggak menggunakan salinan lagi. Sudah digital nanti salinannya,” pungkasnya. (ted)

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu Komisi Pemilihan Umum Indonesia, Evi Novida Ginting Manik saat diwawancarai wartawan

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu Komisi Pemilihan Umum Indonesia, Evi Novida Ginting Manik saat memberikan penjelasan terkait e-Rekap di hadapan komisioner KPU Binjai. (bbs/azw)

Ingatkan Potensi Pergeseran Koordinat TPS, KPU akan Uji Coba e-Rekap

MENDENGARKAN: Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik (kiri) mendengarkan penjelasan anggota KPU Kota Medan, Senin (30/12).
MENDENGARKAN: Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik (kiri) mendengarkan penjelasan anggota KPU Kota Medan, Senin (30/12).
MENDENGARKAN: Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik (kiri) mendengarkan penjelasan anggota KPU Kota Medan, Senin (30/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Evi Novida Ginting Manik mengingatkan agar KPU Kota Medan dan kabupaten/kota yang sedang menyelenggarakan Pemilihan Serentak 2020 mengantisipasi potensi pergeseran koordinat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal itu penting untuk dipersiapkan agar tidak menjadi persoalan saat pelaksanaan elektronik rekapitulasi (e-rekap).

“Pergeseran koordinat TPS mohon diperhatikan kembali,” kata Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU RI itu saat memberikan supervisi persiapan pelaksanaan e-rekap di KPU Kota Medan Jalan Kejaksaan No 37, Senin (30/12).

Perubahan koordinat TPS tentu punya potensi besar ketika TPS yang sebelumnya didaftarkan di Pemilu 2019 dan Pilgubsu 2018 harus pindah karena alih fungsi lahan. Salah satu contohnya lahan yang sebelumnya jadi lokasi TPS kini sudah digusur menjadi jalan tol, lahan kosong telah berdiri bangunan, atau sudah tidak ada lagi karena lahan abrasi. Jika itu terjadi maka harus segera diinformasikan dan dilaporkan lokasi pemindahan TPS-nya.

Selain Medan, supervisi KPU RI juga dilakukan di Binjai, Pematangsiantar dan Serdangbedagai. Dalam waktu dekat, KPU akan mengujicoba pelaksanaan e-rekap bagi daerah yang melakukan Pemilihan Serentak 2020. “Medan jadi pilot project e-rekap,” ujar Evi didam pingi Ketua KPU Sumut Herdensi Adnin.

Evi pun mengingatkan untuk mendukung pelaksanaan e-rekap, maka KPU yang melaksanakan pilkada agar merekrut penyelenggara ad hoc baik PPK dan PPS yang familiar dengan teknologi informasi. Dalam berkas lamarannya saat mendaftar wajib mencantumkan alamat email dan semua akun media sosial yang dimilikinya.

Dari informasi tersebut setidaknya KPU mendapatkan gambaran awal apakah calon penyelenggara ad hoc familiar dengan teknologi informasi. Sedangkan untuk KPPS, jika tidak dapat merekrut semua anggota yang paham teknologi informasi, minimal salah satu diantaranya memiliki kemampuan yang cukup terkait hal tersebut.

E-rekap nantinya akan menggantikan salinan rekapitulasi di TPS. KPPS hanya tinggal mengirimkan foto plano ke aplikasi atau server yang sudah disiapkan. Untuk menjamin keamanannya, maka nomor sim card yang mengirimkan harus didaftarkan secara khusus sebelum pelaksanaan pemilihan.

Ketua KPU Kota Medan Agussyah Ramadani Damanik menyebutkan secara keseluruhan Kota Medan sudah siap untuk melakukan e-rekap. Sebab TPS yang didaftarkan sebelumnya sudah memiliki titik koordinat dan semua daerah telah memiliki jaringan internet.

Meskipun ada beberapa daerah seperti Kampung Nelayan Seberang di Belawan I yang jaringannya naik turun, namun bukan karena faktor tidak ada jaringan internet. Hanya lebih pada persoalan teknis dan hal itu bisa dikomunikasikan dengan pihak provider telekomunikasi. (map/azw)

Dua Kapal Perang Siaga di Natuna, Coast Guard Tiongkok Dihadang

SIAGA: Dua kapal Bakamla disiagakan di lautan Natuna.
SIAGA: Dua kapal Bakamla disiagakan di lautan Natuna.
SIAGA: Dua kapal Bakamla disiagakan di lautan Natuna.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah tidak hanya mengirimkan nota protes diplomatik terkait pelanggaran zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna. Pengawasan secara langsung dilakukan Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan TNI-AL. Kapal Negara (KN) Tanjung Datu yang dibantu dua KRI dari Komando Armada I, yakni KRI Tjiptadi 381 dan KRI Teuku Umar 385, siaga di garis depan untuk menghalau kapal asing, termasuk kapal Tiongkok.

Direktur Operasi Laut Bakamla Laksamana Pertama Bakamla Nursyawal Embun mengatakan, pihaknya sudah memonitor Coast Guard Tiongkok di wilayah ZEE Indonesia sejak 10 Desember 2019. ”Kami langsung melakukan penghadangan dan kami usir,” tegas dia. Namun, upaya tersebut tidak dihiraukan Coast Guard Tiongkok. ”Tanggal 23 (Desember 2019) masuk kembali,” imbuhnya.

Bahkan, bukan hanya kapal Coast Guard Tiongkok, kapal ikan berbendera Tiongkok juga ikut masuk. Sempat terjadi perdebatan antara kedua pihak. Bakamla kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada komando atas di Jakarta hingga keluar nota protes diplomatik dari Kemenlu.

Bakamla bersama TNI-AL bertindak tegas lantaran kapal-kapal tersebut sudah masuk ZEE Indonesia. Dengan kata lain, mereka melanggar UNCLOS. ”Mereka melakukan penangkapan. Sehingga kami minta untuk keluar dari wilayah yurisdiksi kita. Tapi, dia (Tiongkok, Red) mengatakan tidak, ini wilayah kita (mereka, Red). Itu di lintang 5 derajat,” beber pria dengan satu bintang di pundak itu.

Kadispen Komando Armada I Letkol Laut Pelaut Fajar Tri Rohadi menjelaskan, saat ini yang berada di lokasi-lokasi rawan adalah KRI Tjiptadi 381. KRI Teuku Umar 385 stand by di Lanal Ranai.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kerja Sama Bakamla Kolonel Bakamla Salim menyampaikan, selama ini pihaknya berusaha menjalin kerja sama dengan coast guard dari negara-negara sahabat. Namun, belum ada kerja sama antara Bakamla dan Coast Guard Tiongkok.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang menuturkan, Tiongkok memiliki kedaulatan dan yurisdiksi atas perairan di dekat Kepulauan Nansha di Laut Tiongkok Selatan. Shuang menekankan bahwa Tiongkok memiliki hak historis di perairan tersebut yang selama ini sah.

”Penjaga pantai Tiongkok sedang melakukan tugasnya patroli rutin menjaga ketertiban laut dan melindungi hak-hak kepentingan rakyat kami yang sah,” beber Shuang dilansir dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok.

Di sisi lain, Juru Bicara Menteri Luar Negeri RI Teuku Faizasyah mengatakan, klaim historis Tiongkok atas perairan tersebut hanya bersifat unilateral. Tidak memiliki dasar hukum dan tidak diakui UNCLOS. (jpnn/btr)

Jokowi : Kasus Jiwasraya Butuh Proses Panjang

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan terkait persoalan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang mengalami gagal bayar pemegang polis nasabahnya. Menurutnya, dalam menangani permasalahan Jiwasraya membutuhkan proses yang panjang.

“Ini proses yang tidak sehari dua hari, tapi (penyelesaiannya) agak panjang,” ujarnya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (2/1).

Jokowi mengatakan, penanganan Jiwasraya saat ini telah dilakukan oleh pihak yang berwenang yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Nanti dilihat karena Jiwasraya sedang ditangani oleh Korporasinya, sedang ditangani oleh OJK, Menteri Keuangan, Menteri BUMN semuanya sedang menangani ini. Disisi hukum juga ditangani oleh kejaksaan Agung,” tuturnya.

Jokowi menyatakan, saat ini telah ada 10 orang pejabat yang dicekal agar tidak bepergian keluar negeri selama kasus ini masih berlangsung.

“Sudah dicekal 10 orang, tidak semuanya sebenernya, problemnya dimana. Ini menyangkut proses yang panjang,” ucapnya.

Sebagai informasi, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Adi Toegarisman memastikan 10 pejabat dicekal terkait kasus dugaan korupsi Jiwasraya agar tidak melarikan diri ke luar negeri. 10 orang tersangka itu diketahui atas nama inisial HR, DYA, HP, MZ, DW, GL, ER, HH, BT, dan AS.

Kejagung menemukan adanya dugaan korupsi di PT Jiwasraya. Hal tersebut diduga lantaran perusahaan plat merah tersebut menempatkan 95 persen saham di perusahaan yang berkinerja buruk. Dugaan awal potensi kerugian negara dalam kasus ini senilai Rp 13,7 triliun. (jpnn/btr)

Nekat Jual Paket Umrah, Kemenag Peringatkan Travel Wisata

ATURAN: Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim jelaskan masih ada travel langgar aturan.
ATURAN: Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim jelaskan masih ada travel langgar aturan.
ATURAN: Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim jelaskan masih ada travel langgar aturan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Masih ditemukan sejumlah travel wisata yang nekat menjual paket umrah. Tim satuan tugas (satgas) pengawas umrah mendapatkan fakta itu dari pengawasan di sejumlah daerah dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasar ketentuan penyelenggaraan umrah, travel wisata atau biro perjalanan wisata (BPW) dilarang menjual paket umrah. Meskipun secara legal, BPW tersebut sudah memiliki izin operasional yang lengkap. Paket umrah hanya boleh dijual penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang mengantongi izin dari Kementerian Agama (Kemenag).

BPW yang menjual paket umrah, antara lain, ditemukan di Kalimantan Selatan (Kalsel). Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim menyatakan, secara berkala inspeksi ke sejumlah daerah terus dilakukan. ’’Kita pantau sebulan ke depan. Jika masih melanggar, kita tegakkan aturan,’’ katanya kemarin (1/1).

Pada tahap awal, Kemenag memberikan kesempatan kepada para pelanggar itu untuk segera menghentikan penjualan paket umrah. Tetapi jika kemudian kedapatan masih menjual, mereka akan dibawa ke ranah pidana.

Dalam UU 8/2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, diatur penjatuhan sanksi kepada travel tidak berizin yang nekat menjual paket umrah. Ancaman pidananya adalah maksimal 6 tahun kurungan atau denda paling banyak Rp 6 miliar.

Di sisi lain, Kemenag masih melakukan moratorium penerbitan izin PPIU baru. Jumlah PPIU yang tercatat adalah 1.016 unit. Penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) sebanyak 328 unit. Perjalanan ibadah umrah merupakan potensi bisnis yang besar.(jpnn/btr)

Soal Motif Kasus Novel Baswedan, Pengamat: Pelaku Salah Artikan Jiwa Korsa

PELAKU: Seorang pelaku tersangka penyiram Novel Basweda di giring. JPNN
PELAKU: Seorang pelaku tersangka penyiram Novel Basweda di giring. 
JPNN
PELAKU: Seorang pelaku tersangka penyiram Novel Basweda di giring. JPNN

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penyerangan kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diduga dilatarbelakangi oleh ketidaksukaan pribadi. Sebab, pelaku penyiraman yang juga rekan sesama polisi sempat menuding Novel seorang pengkhianat.

Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai penyerangan kepada Novel merupakan tindakan di luar batas. Bahkan dia menganggap sang oknum polisi tersebut melontarkan kata pengkhianat sebagai bentuk jiwa korsa Polri. “Tentu saja implementasi yang benar dari jiwa korsa tak seperti itu,” kata Khairul kepada wartawan, Kamis (2/1).

Dia menilai jiwa korsa memang penting dimiliki oleh seorang anggota polri. Namun, pada penerapannya harus sesuai. Sehingga melambangkan sebuah kebenaran. “Masalahnya adalah penerapan yang membabi-buta. Wajar saja, indoktrinasi dan ideologisasi memang tak membutuhkan keberpikiran,” imbuhnya.

Khairul menyebut jiwa korsa kemudian ditangkap semata-mata soal keseragaman, kekompakan dan solidaritas. Tanpa melihat, apalagi menelaah kondisi objektif secara kritis. “Pokoknya hantam dulu, sikat dulu. Apalagi ketika ada keyakinan bahwa kehormatan korps telah tercoreng, lembaga telah dipermalukan,” ucapnya.

Apalagi, menurutnya, jika korbannya dianggap sebagai bagian dari dirinya, maka cap pengkhianat langsung melekat, tanpa melihat duduk perkara. “Dan pembalasan atau penghukuman dianggap layak dan setimpal dilakukan pada siapapun yang telah mempermalukan, menghina apalagi mengkhianati,” terangnya.

Lebih lanjut Khairul mengatakan, Jiwa korsa selalu menjadi klaim dan pembenaran ketika suatu peristiwa, entah itu bentrok antarsatuan, antarinstitusi, bahkan kekerasan yang melibatkan personel-personel satuan tertentu terhadap pihak di luar kesatuannya atau bahkan masyarakat umum.

“Tentunya jangankan perbuatan yang jelas tindak pidana seperti peyiraman air keras ini, jiwa korsa mestinya bahkan tak membuat pelanggaran disiplin atas nama solidaritas dan kekompakan dapat ditolerir,” pungkasnya.

Sebelumnya, 2 tersangka penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, RM dan RB dipindahkan dari Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya ke Rutan Bareskrim Polri. Keduanya terlihat keluar dari Polda Metro Jaya sekitar pukul 14.35 WIB.

Dua tersebut tersebut terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna orange. Tangan kedua terborgol rapat. Sejumlah aparat kepolisian tampak mengawal pemindakan tahanan tersebut. Tak banyak kata yang dilontarkan oleh mereka saat diserbu pertanyaan oleh awak media. Mereka langsung bergegas diring ke mobil petugas. Namun, RB sempat berujar bahwa dia tega menyerang Novel atas dasar ketidaksukaan.

“Tolong di catat saya enggak suka sama Novel karena dia pengkhianat,” kata RB, Sabtu (28/12). Namun, dia tak menjelaskan kata pengkhianat yang diucapkannya. (jpnn/btr)