Home Blog Page 49

Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025, Pemkab Karo Siap Tindak Lanjuti

PARIPURNA: Wakil Bupati Karo dan Ketua DPRD foto bersama dalam rapat Paripurna.
PARIPURNA: Wakil Bupati Karo dan Ketua DPRD foto bersama dalam rapat Paripurna.

KARO – Pemerintah Kabupaten Karo menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karo Tahun Anggaran 2025. Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karo yang digelar di Kantor DPRD Karo, Senin (4/5/2026).

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Karo, Iriani Br. Tarigan, dengan agenda laporan gabungan komisi, pengambilan keputusan, serta penetapan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Karo.

Bupati Karo Antonius Ginting diwakili oleh Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas perhatian, masukan, dan rekomendasi yang diberikan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Wabup Karo menyebut terdapat sejumlah catatan penting yang menjadi perhatian bersama untuk perbaikan ke depan, di antaranya peningkatan kualitas pelayanan publik, optimalisasi pendapatan daerah, serta percepatan pembangunan infrastruktur.

Selain itu, sektor kesejahteraan masyarakat juga menjadi sorotan, terutama pada bidang pertanian, pariwisata, dan UMKM, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo menegaskan kesiapan untuk melakukan langkah-langkah perbaikan secara konkret. Di antaranya melalui penyempurnaan perencanaan dan penganggaran agar lebih efektif dan tepat sasaran, peningkatan pengawasan serta evaluasi program, hingga penindaklanjutan rekomendasi DPRD secara konsisten sesuai aturan perundang-undangan.

Pemkab Karo juga menilai rekomendasi DPRD sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Karena itu, sinergi antara eksekutif dan legislatif akan terus diperkuat demi mendorong pembangunan yang lebih optimal dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Sekda Kabupaten Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, staf ahli bupati, para asisten Sekda, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Karo. (deo/ila)

Jenazah Warga Binjai di Kamboja Ditindaklanjuti KBRI, Keluarga Kini Terkendala Biaya Pemulangan

TUNJUKKAN FOTO: Kiki Tresia saat menunjukkan foto bersama sang suami ketika diwawancarai di rumahnya, Jalan Nenas, Gang Nenas I, Kelurahan Sukaramai, Binjai Barat. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
TUNJUKKAN FOTO: Kiki Tresia saat menunjukkan foto bersama sang suami ketika diwawancarai di rumahnya, Jalan Nenas, Gang Nenas I, Kelurahan Sukaramai, Binjai Barat. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja mulai menindaklanjuti kabar meninggalnya warga Kota Binjai, Sumatera Utara, Rasdi Fauzi yang sebelumnya diduga terlantar di mes tempat kerjanya di Poipet, Kamboja.

Namun di tengah harapan keluarga untuk memulangkan jenazah ke tanah air, persoalan baru muncul. Keluarga kini harus menghadapi tingginya biaya pemulangan jenazah yang disebut mencapai ratusan juta rupiah.

Istri almarhum, Kiki Tresia mengaku telah dihubungi pihak KBRI terkait proses pemulangan jenazah suaminya dari Kamboja.

“Pihak KBRI ada menghubungi saya dan mereka nanyakan biaya untuk mengurus kepulangan jenazah suami dari Kamboja,” ungkap Kiki, Rabu (6/5/2026).

Kepada pihak KBRI, Kiki meminta waktu untuk berembuk bersama keluarga terkait kemungkinan pembiayaan pemulangan jenazah tersebut. “Saya bilang, biar kami rembukkan dulu dengan keluarga,” katanya.

Dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, Kiki mengaku bingung mencari biaya pemulangan jenazah sang suami.

“Kita tahu, untuk biaya bawa pulang jenazah suami saya tidak kecil, butuh uang yang banyak. Dengan kehidupan saya seperti ini mana mungkin sanggup,” sambungnya lirih.

Tak hanya KBRI, Dinas Sosial Kota Binjai juga disebut telah memberikan respons atas kondisi yang dialami keluarga almarhum. Menurut Kiki, petugas Dinsos Binjai sempat mendatangi rumahnya.

“Pagi tadi ada petugas dari Dinas Sosial Binjai datang ke rumah. Dan kemudian saya ditelepon petugas Dinas Sosialnya, saya bilang tetap minta jenazah suami saya dipulangkan ke Indonesia,” katanya.

Meski demikian, Dinsos Binjai disebut belum memiliki anggaran yang cukup untuk membantu proses pemulangan jenazah dari luar negeri. “Mereka bilang dana dari Dinas Sosial enggak cukup, tapi coba dirapatkan,” ujar Kiki.

Karena itu, ia berharap ada bantuan dari pemerintah maupun para dermawan agar jasad suaminya bisa dipulangkan ke tanah air.

“Sampai detik ini, saya dan keluarga sangat menginginkan jasad suami saya bisa dibawa pulang ke tanah air,” ucapnya penuh harap.

Diketahui, Rasdi Fauzi berangkat ke Kamboja pada Februari 2025 demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Sebelumnya, ia sempat menganggur selama empat bulan dari pekerjaannya sebagai sales marketing.

Warga yang tinggal mengontrak di Jalan Nenas, Kelurahan Sukaramai, Binjai Barat itu kemudian mendapat tawaran pekerjaan dari rekannya yang lebih dulu berada di Kamboja, diduga berkaitan dengan praktik judi scam.

Meski sempat dilarang keluarga, Rasdi tetap memilih berangkat ke Kamboja. Namun perjalanan tersebut berakhir tragis. Rasdi dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (3/5/2026) di Kamboja dan jenazahnya disebut sempat terlantar selama tiga hari di tempat kerjanya.

Duka yang dialami Kiki pun semakin mendalam. Selain kehilangan suami di tahun 2026, ia juga diketahui baru kehilangan buah hatinya pada tahun sebelumnya. (ted/ila)

Fraksi Golkar DPRD Sumut, Kolaborasi Ironman Group Diyakini Tarik Wisatawan Mancanegara

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut, Aswin Parinduri
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut, Aswin Parinduri

MEDAN-Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara, Aswin Parinduri, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution yang menjalin kolaborasi dengan Ironman Group untuk mendorong sektor pariwisata daerah ke level internasional.

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi terobosan penting dalam memperkuat daya saing pariwisata Sumut, khususnya kawasan Danau Toba sebagai destinasi super-prioritas nasional.

“Kami melihat ini sebagai langkah maju. Dengan bermitra dengan pihak internasional, Danau Toba berpotensi menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan mancanegara,” ujarnya pada wartawan, Kamis (7/5).

Ia menilai, keberhasilan pengembangan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari suksesnya penyelenggaraan even, tetapi juga dari dampak ekonomi dan sosial yang dapat dirasakan masyarakat sekitar.

“Dukungan seluruh elemen masyarakat sangat penting. Kita berharap kegiatan-kegiatan internasional ini benar-benar memberikan efek berganda bagi pelaku UMKM, sektor perhotelan, transportasi, hingga ekonomi kreatif masyarakat,” katanya.

Ia optimistis kolaborasi internasional itu akan menjadi pintu masuk bagi Sumatera Utara untuk semakin dikenal dunia, sekaligus memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Mistar, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara telah menyiapkan berbagai agenda besar sepanjang tahun 2026. Sejumlah kegiatan tersebut tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan total anggaran miliaran rupiah untuk mendukung promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Beberapa agenda yang telah disiapkan di antaranya Jasa Penyelenggara Acara Drag Race Sumatera Utara dengan anggaran Rp300 juta, Festival Seni Sumatera Utara Rp1 miliar, Festival Budaya Sumatera Utara Rp2,5 miliar, serta Geo Festival 2026 sebesar Rp2,5 miliar.

Selain itu, terdapat pula anggaran Rp2 miliar untuk berbagai kegiatan pendukung lainnya, termasuk Festival Seni dan Budaya Daerah di lima lokasi yakni Tatabuse, Sibandan, Sipuan, Kardapak, dan Bahlike sebesar Rp500 juta, serta Festival Seni dan Budaya Huta Na Martua sebesar Rp200 juta.

Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran untuk sejumlah event olahraga dan hiburan, seperti Drag Race Sumatera Utara 2 di Simalungun Rp300 juta, Drag Race Sumatera Utara 3 di Deliserdang Rp300 juta, acara Berkarya Sumatera Utara Rp800 juta, hingga Pawai Mobil Hias Rp200 juta.

Tak hanya itu, dukungan terhadap event internasional juga terlihat dari pengalokasian anggaran pendukung Acara Aquabike sebesar Rp1 miliar dan Trail of the Kings by UTMB sebesar Rp1 miliar.

Di sektor digital dan generasi muda, Pemprov Sumut turut menyiapkan Kejuaraan E-Sports 2026 dengan anggaran Rp400 juta, serta kegiatan perjalanan pengenalan atau famtrip senilai Rp714,8 juta guna memperkuat promosi destinasi wisata Sumatera Utara.

Rangkaian agenda tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi, sekaligus menjadikan Sumut sebagai salah satu pusat destinasi wisata dan sport tourism terbesar di Indonesia. (map/azw)

Wali Kota Tebingtinggi Buka Pelayanan MOP 2026, Iman Target Raih Kembali Ikon KB Pria

SAPA MASYARAKAT: Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih menyapa dan bersalaman dengan masyarakat saat membuka kegiatan Pelayanan Metode Operasi Pria (MOP) Tahun 2026 di Aula RSUD  Kumpulan Pane, Rabu (06/05/2026), Azan purba / sumutpos.
SAPA MASYARAKAT: Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih menyapa dan bersalaman dengan masyarakat saat membuka kegiatan Pelayanan Metode Operasi Pria (MOP) Tahun 2026 di Aula RSUD  Kumpulan Pane, Rabu (06/05/2026), Azan purba / sumutpos.

TEBINGTINGGI – Pemerintah Kota Tebingtinggi berkomitmen mengulang masa kejayaan sebagai ikon program Keluarga Berencana (KB) Pria. Hal ini ditegaskan Wali Kota Tebingtinggi, H Iman Irdian Saragih, saat membuka kegiatan Pelayanan MOP (Metode Operasi Pria) Tahun 2026 di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Kumpulan Pane, Rabu (6/5).

Dalam sambutannya, Iman menyampaikan bahwa program KB pria telah terbukti efektif menekan angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk. Lebih dari itu, program ini dinilai berhasil mentransformasi pandangan masyarakat mengenai pentingnya nilai sebuah keluarga, kesejahteraan dan ketahanan keluarga.

Iman juga mengenang kembali pencapaian historis di mana pada Tahun 2006 silam, Kota Tebingtinggi pernah menjadi ikon untuk pelaksanaan MOP.

“Hal ini semoga menjadi motivasi kepada kita untuk membangkitkan semangat dalam meraih penghargaan dan mengulang kesuksesan kita pada masa yang lalu. Dan pada tahun 2025, Kota Tebingtinggi mendapat penghargaan kelompok KB Pria Terbaik III tingkat Sumatera Utara,” ujar Iman.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada para akseptor yang secara sukarela berpartisipasi. Iman berharap mereka dapat menjadi motivator bagi pria lainnya di Kota Tebingtinggi untuk tidak ragu ikut serta dalam program serupa di masa mendatang.

Kepada pihak RSUD dr H Kumpulan Pane, Iman menginstruksikan agar memberikan pelayanan medis terbaik dan maksimal bagi seluruh peserta.

“Kepada pihak RS Kumpulan Pane, saya mengucapkan terima kasih karena telah ikut memfasilitasi kegiatan ini. Berilah pelayanan yang terbaik kepada calon akseptor yang berpartisipasi mensukseskan program ini,” kata Iman.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB), Dedi Parulian Siagian, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merujuk pada Undang Undang (UU) No 52 Tahun 2009 serta Rencana Kerja Dinas PPKB 2026.

Selain untuk meningkatkan partisipasi pria dalam ber-KB secara gratis dan berkualitas, momentum ini juga digelar dalam rangka memperingati HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 Tahun 2026.

“Tercatat sebanyak 40 akseptor mengikuti program MOP dan 25 akseptor mengikuti Metode Operasi Wanita (MOW). Sasarannya adalah Pasangan Usia Subur (PUS),” papar Kadis PPKB.

Kadis PPKB juga menambahkan bahwa pelaksanaan Kontap MOW dijadwalkan berlangsung pada Kamis (07/05) esok hari mulai pukul 07.00 WIB. Ia juga menghimbau agar para akseptor dapat hadir dalam keadaan berpuasa.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para akseptor dan sesi foto bersama. Turut hadir dalam acara ini Sekdako Erwin Suheri Damanik, Kadis Kesehatan dr Fitri Sari Saragih, Kadis PUPR Tora Daeng Masaro, Kadis Pendidikan Muhammad Deni Saragih, Ketua IBI Kota Tebingtinggi Asrinab, serta jajaran Camat atau yang mewakili. (mag-3/azw)

Sihar Sitorus Dorong Program “1 Puskesmas 1 Psikolog” Jadi Agenda Nasional

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar Sitorus, mendorong program “1 Puskesmas 1 Psikolog” menjadi agenda nasional sebagai langkah memperkuat layanan kesehatan mental masyarakat. Menurutnya, negara harus hadir dalam menangani krisis kesehatan jiwa yang kini semakin meluas di berbagai lapisan masyarakat.

Sihar menilai persoalan kesehatan mental di Indonesia bukan masalah yang muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk sejak lama akibat pola pengasuhan, tekanan sosial, hingga minimnya perhatian kebijakan publik terhadap layanan kesehatan jiwa.

“Ke-19 juta orang yang kini menanggung beban gangguan mental itu bukan gagal sendiri. Mereka tumbuh dalam sistem yang tidak pernah menyiapkan layanan untuk mereka. Kebijakan yang abai terhadap kesehatan jiwa bukan kebijakan yang netral, ia meninggalkan luka,” kata Sihar dalam keterangannya di Jakarta.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), lebih dari 19 juta penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, sementara sekitar 12 juta lainnya mengalami depresi.

Sihar juga menyoroti tingginya angka penyalahgunaan narkoba dan minuman keras yang dinilai berkaitan erat dengan persoalan kesehatan mental yang tidak tertangani. Data Badan Narkotika Nasional (BNN), BRIN, dan BPS tahun 2023 mencatat sebanyak 3,3 juta penduduk Indonesia usia 15–64 tahun menyalahgunakan narkoba, dengan peningkatan signifikan pada kelompok usia muda.

“Kita tidak bisa terus-menerus mendekati masalah narkoba dan miras hanya dengan pendekatan hukum dan represif. Banyak dari mereka mencari pelarian karena tidak punya ruang untuk bicara dan tidak ada psikolog yang bisa mereka datangi,” ujarnya.

Menurut Sihar, generasi muda menjadi kelompok paling rentan dalam krisis kesehatan mental saat ini. Survei Kesehatan Jiwa Remaja Nasional (I-NAMHS) mencatat lebih dari 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kejiwaan, sementara 2,45 juta lainnya telah terdiagnosis gangguan jiwa.

Namun, akses layanan kesehatan mental masih sangat terbatas. Dalam survei yang sama, hanya 2,6 persen remaja dengan masalah kesehatan mental yang mengakses layanan konseling atau fasilitas kesehatan jiwa dalam 12 bulan terakhir.

“Generasi muda kita sedang menanggung beban yang luar biasa. Tekanan akademik, tekanan ekonomi, dan dampak media sosial itu nyata. Ketika mereka butuh pertolongan, negara belum hadir di sana,” kata Sihar.
Ia menilai Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya yang cukup untuk menjalankan program tersebut. Saat ini terdapat lebih dari 10.292 puskesmas di seluruh Indonesia, sementara setiap tahun sekitar 14.700 sarjana psikologi lulus dari berbagai perguruan tinggi.

“Kita punya gedungnya. Kita punya orangnya. Yang tidak kita punya adalah keputusan untuk menyatukan keduanya demi rakyat. Program 1 Puskesmas 1 Psikolog bukan ide baru yang sulit, ia adalah keputusan kebijakan yang selama ini belum diambil,” ujarnya.

Sihar membandingkan kebutuhan layanan kesehatan mental dengan langkah pemerintah melalui program Badan Gizi Nasional (BGN) yang fokus pada pemenuhan gizi masyarakat.
“Untuk kesehatan fisik, pemerintah sudah bergerak. Tapi manusia bukan hanya tubuh, ia juga jiwa. Generasi Emas 2045 tidak akan terwujud jika kita membangun badan yang sehat di atas kondisi mental yang rapuh,” katanya.

Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Sihar menyatakan akan mengawal isu tersebut melalui legislasi dan pengawasan anggaran. Ia juga mendorong pemerintah daerah mengambil langkah proaktif melalui penganggaran APBD, rekrutmen tenaga psikolog lokal, serta kerja sama dengan perguruan tinggi.
“Psikolog harus hadir di tengah masyarakat, di puskesmas yang sudah ada, di kecamatan-kecamatan mereka. Ini bukan kemewahan. Ini adalah tanggung jawab negara,” pungkasnya.

Kunker di Gunungsitoli, Muhammad Nuh Komitmen Kawal Aspirasi Daerah ke Tingkat Pusat

Anggota DPD RI asal Sumatera Utara KH Muhammad Nuh MSP saat diterima Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase SH didampingi Sekda dan pejabat lainnya di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Selasa (5/5/2026).
Anggota DPD RI asal Sumatera Utara KH Muhammad Nuh MSP saat diterima Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase SH didampingi Sekda dan pejabat lainnya di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Selasa (5/5/2026).

GUNUNGSITOLI, SumutPos.co– Pemerintah Kota Gunungsitoli secara resmi menerima kunjungan kerja dalam rangka reses Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Utara, KH Muhammad Nuh MSP, di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Selasa (5/5/2026). Pertemuan strategis ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai kendala pembangunan, mulai dari keterbatasan fiskal hingga isu konektivitas udara.

Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase SH, didampingi Sekretaris Daerah, menyambut baik kehadiran perwakilan pusat tersebut. Dalam sambutannya, Martinus menegaskan, kehadiran DPD RI membawa harapan besar bagi percepatan pembangunan di daerah yang saat ini masih memiliki keterbatasan anggaran.

“Kedatangan DPD RI ini membawa angin segar bagi kami. Kami sangat berharap aspirasi yang disampaikan hari ini dapat disalurkan secara efektif ke pemerintah pusat sehingga menghasilkan manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Martinus.

Martinus secara terbuka memaparkan kondisi fiskal Gunungsitoli yang masih sangat bergantung pada dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, tanpa intervensi pusat, daerah akan mengalami kesulitan besar untuk berkembang, meskipun memiliki potensi alam yang subur dan menjanjikan.

Salah satu poin krusial yang disoroti Wakil Wali Kota adalah tingginya harga tiket pesawat. Masalah ini dinilai menjadi hambatan utama dalam mobilitas masyarakat serta sangat membebani urat nadi perekonomian dan konektivitas daerah. Ia meminta agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap persoalan transportasi udara tersebut.

Sementara itu, Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh MSP menjelaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari tugas konstitusional Komite IV DPD RI. Fokus utamanya mencakup pengawasan APBN, perpajakan, perbankan, perdagangan, hingga sektor koperasi.

“Kami ditugaskan turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi dan melihat kondisi riil di daerah. Segala masukan, usulan, dan identifikasi masalah yang kami peroleh hari ini akan dikoordinasikan dan diperjuangkan di tingkat pusat,” tegas Muhammad Nuh.

Dalam sesi dialog yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyampaikan beragam isu strategis lainnya, di antaranya usulan kenaikan gaji ASN serta tingginya harga tiket pesawat. Permasalahan keterbatasan akses air bersih di beberapa wilayah.

Terkait dana desa yang mengalami pemotongan hingga 58% serta kendala penyelesaian pembangunan kantor desa akibat pembatasan regulasi. Serta kenaikan harga Dexlite yang berdampak pada operasional alat berat pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup.

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Nuh juga mencatat dinamika pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan agar program tersebut tidak memicu inflasi atau kenaikan harga kebutuhan pokok yang dapat memberatkan warga.

Kegiatan yang berlangsung akrab ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari Pemerintah Kota Gunungsitoli kepada Anggota DPD RI sebagai bentuk apresiasi. Sinergi ini diharapkan mampu menjadi jembatan yang memperkuat posisi daerah dalam mendapatkan porsi pembangunan yang lebih merata dari pemerintah pusat.

Hadir dalam pertemuan tersebut para Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemko Gunungsitoli, para Camat, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya. (adz)

Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di LLDIKTI Wilayah I Dilaporkan ke Kejatisu

MEDAN, SumutPos.co- Dugaan praktik korupsi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara kembali mencuat. Setelah sebelumnya terseret dalam isu penyimpangan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, kini institusi di bawah naungan Kemendikbudristek tersebut dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) atas dugaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa serta belanja internal.

Laporan resmi tersebut dilayangkan Haris MH, aktivis dari Gerakan Untuk Rakyat (GUNTUR), pada Kamis (7/5/2026). Pengaduan masyarakat (Dumas) tersebut teregistrasi dengan Nomor: 005/DUMAS/HARIS/2026.

Dalam laporannya, Haris menuding adanya skema sistemik dalam pengelolaan keuangan negara pada satuan kerja LLDIKTI Wilayah I yang berpotensi merugikan kas negara secara signifikan.

Haris menyoroti sejumlah proyek pengadaan yang dinilai tidak transparan dan sarat akan indikasi penggelembungan nilai proyek atau mark-up. Salah satu poin utama yang dilaporkan adalah proyek renovasi ruang podcast humas dengan pagu anggaran mencapai Rp134.597.000. Menurut Haris, proyek ini tidak memiliki rincian teknis yang memadai, sehingga muncul kecurigaan adanya rekayasa anggaran.

“Dugaan pola serupa juga ditemukan pada kegiatan pemeliharaan fasilitas rutin, seperti genset dan kamar mandi. Kami melihat ada indikasi rekayasa kebutuhan anggaran agar proyek tersebut dapat dikerjakan secara langsung tanpa melalui mekanisme yang ketat,” ujar Haris di depan Gedung Kejatisu, Medan.

Selain renovasi fisik, laporan tersebut juga membedah sektor pengadaan operasional jasa cleaning service yang nilainya ditaksir mencapai Rp660 juta, yang terbagi dalam 12 paket pekerjaan. Haris menduga penggunaan metode pengadaan langsung secara berulang pada paket-paket ini merupakan upaya untuk menghindari mekanisme tender terbuka yang lebih kompetitif dan transparan.

Sorotan tajam juga diarahkan pada anggaran pemeliharaan kendaraan dinas. Nilai yang dilaporkan cukup fantastis, yakni sekitar Rp84,36 juta untuk kendaraan pejabat eselon II dan Rp294,56 juta untuk kendaraan roda empat operasional lainnya. Haris menilai besaran angka tersebut tidak wajar dan patut ditelaah lebih dalam oleh aparat penegak hukum.

“Berdasarkan fakta awal yang kami kumpulkan, telah terpenuhi unsur prima facie untuk dilakukan penyelidikan. Kami meminta Kejatisu segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh kegiatan anggaran tersebut dan menelusuri aliran dana yang ada,” tegasnya.

Ia bahkan mengancam akan membawa temuan ini ke Kejaksaan Agung hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika laporan di tingkat daerah tidak diproses secara serius.

Merespons laporan tersebut, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum), Rizaldi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima berkas pengaduan dari Gerakan Untuk Rakyat.

“Laporan sudah kami terima melalui PTSP. Sesuai prosedur, laporan ini akan terlebih dahulu dievaluasi dan ditelaah oleh pimpinan. Setelah itu, baru akan ditentukan apakah penanganannya diarahkan ke Bidang Pidana Khusus (Pidsus) atau Intelijen,” jelas Rizaldi saat dikonfirmasi wartawan.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan hukum yang melilit LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara. Sebelumnya, Kejatisu juga tengah mendalami dugaan korupsi dana KIP Kuliah. Dalam perkara tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah I, Prof. Syaiful Anwar Matondang, telah dipanggil dan diperiksa oleh tim jaksa pada Senin (27/4) untuk memberikan keterangan klarifikasi.

Hingga saat ini, Kejatisu masih berada pada tahap pengumpulan data dan bahan keterangan (pulbaket) terkait rentetan kasus di lembaga tersebut. Jika dalam proses telaah ditemukan bukti permulaan yang cukup mengenai tindak pidana korupsi, status penanganan perkara dipastikan akan ditingkatkan ke tahap penyidikan guna menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab secara hukum. (adz)

Permudah Layanan, Disdukcapil Medan Operasikan Perekaman E-KTP di 7 Kecamatan

Masyarakat saat memadati kantor Disdukcapil Kota Medan.
Masyarakat saat memadati kantor Disdukcapil Kota Medan.

MEDAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kini memperluas jangkauan layanan administrasi kependudukan dengan mengaktifkan kembali layanan perekaman dan pencetakan KTP Elektronik (E-KTP) di tingkat kecamatan.

Untuk tahap awal, layanan ini sudah tersedia di tujuh kecamatan di wilayah tersebut.

Kadisdukcapil Kota Medan Baginda P Siregar, menyatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk memberikan kemudahan akses bagi warga.

Menurutnya, pemindahan kembali layanan ke tingkat kecamatan bertujuan agar pelayanan lebih dekat dan terjangkau oleh masyarakat luas.

“Tujuannya untuk memperdekat layanan dan membahagiakan masyarakat. Jadi warga tidak perlu jauh-jauh lagi, cukup di kecamatan masing-masing agar lebih enak dalam mendapatkan pelayanan,” ujar Baginda dalam sesi wawancara, Kamis (7/5/2026).

Dijelaskan Baginda, tujuh kecamatan tersebut yakni Kecamatan Medan Belawan, Kecamatan Medan Deli, Kecamatan Medan Labuhan, Medan Tuntungan, Kecamatan Medan Johor dan Kecamatan Medan Marelan serta Medan Denai.

Dikatakan Baginda bahwa tujuh kecamatan yang terpilih pada tahap awal ini sudah mampu melayani berbagai kebutuhan KTP, mulai dari, Perekaman Pemula (Bagi warga yang baru pertama kali membuat KTP), Penggantian KTP Rusak, Layanan cetak ulang bagi fisik kartu yang sudah tidak layak.

“Selain itu Penggantian KTP Hilang dengan Proses penerbitan kembali bagi warga yang kehilangan kartu identitasnya,” jelas Baginda.

Meskipun saat ini baru tersedia di tujuh Kecamatan, Baginda menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan hingga mencakup seluruh wilayah. “Ini adalah tahap awal. Rencananya akan berlanjut hingga mencakup 21 kecamatan. Kami upayakan segera, mungkin targetnya tahun depan sudah terealisasi semua,” tuturnya.

Stok Blangko Dipastikan Aman
Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan material KTP, Baginda menjamin bahwa stok blangko dalam kondisi mencukupi.

Ia meminta warga tidak perlu ragu untuk datang dan mengurus dokumen kependudukannya.
“Inshaallah blangko aman, tidak ada masalah sama sekali,” tegasnya.

Dengan adanya langkah ini, diharapkan antrean di kantor pusat Disdukcapil dapat terurai dan masyarakat mendapatkan kepastian layanan yang lebih cepat dan efisien di wilayah tempat tinggal mereka masing-masing. (map/ila)