28 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 49

Tugu Juang Perbaungan jadi Ruang Hidup Masyarakat

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Langit Perbaungan siang itu membentang cerah. Di persimpangan strategis Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, berdiri megah Tugu Perjuangan Pelagan Medan Area. Monumen tinggi menjulang dengan bintang di puncaknya itu tampak kokoh menantang waktu. Seolah menjadi penanda bahwa di tanah ini pernah terjadi pertempuran besar demi mempertahankan kemerdekaan.

Namun hari ini, suasana di sekelilingnya jauh dari kesan sunyi dan sakral semata. Tugu Juang Perbaungan kini hidup. Ia berdenyut bersama langkah warga, tawa anak-anak, aroma kuliner UMKM, dan percakapan santai yang mengalun hingga senja.

Tugu Perjuangan Pelagan Medan Area didirikan sebagai penghormatan atas pertempuran sengit tahun 1947. Kala itu, pasukan Belanda melakukan invasi melalui wilayah pesisir Pantai Cermin dan menyusuri Sungai Ular-jalur strategis menuju Perbaungan dan Lubukpakam.

Sungai Ular menjadi saksi bisu bagaimana para pejuang dari berbagai daerah berkumpul, mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan tanah air. Banyak yang gugur di medan laga. Nama mereka mungkin tak seluruhnya tercatat, tetapi semangat juangnya abadi dalam monumen yang berdiri tegak ini.

Tugu yang dibangun pada 1995 tersebut diresmikan oleh Gubernur Sumut ke-13 Raja Inal Siregar bersama Pangdam saat itu Letjen Arie Jeffry Kumaat serta Ketua Legiun Veteran RI Jenderal Achmad Tahir. Sejak saat itu, ia menjadi simbol heroisme rakyat yang pernah bertempur di wilayah yang kini masuk Kabupaten Sergai.

Di bagian bawah tugu, terpampang informasi sejarah yang mengajak siapa pun untuk berhenti sejenak dan membaca-merenungkan betapa mahalnya harga kemerdekaan.

Waktu berjalan. Kawasan ini sempat kehilangan daya tariknya sebagai ruang publik. Namun revitalisasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) di bawah kepemimpinan Bupati Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan mengubah semuanya.

Area sekitar tugu kini tertata lebih rapi. Lantai berpaving, penerangan yang memadai, fasilitas umum seperti toilet terpisah dan ruang salat, hingga sentra UMKM dengan konsep food court terbuka menghadirkan suasana yang lebih nyaman dan inklusif.

Stan-stan UMKM yang sebelumnya tersebar kini terpusat di kawasan ini. Meja dan kursi warna-warni tersusun rapi. Sore hari menjadi waktu favorit warga datang bersama keluarga-menikmati jajanan, bercengkerama, dan mengabadikan momen.

Tak hanya itu, hadir pula area bermain anak-anak. Ayunan, wahana kecil, hingga mini lintasan bermain membuat kawasan ini semakin ramah keluarga. Anak-anak berlarian riang, sementara orang tua duduk santai mengawasi. Tugu Juang kini bukan lagi sekadar monumen sejarah, tetapi ruang tumbuh kebersamaan.

Senin sore (16/2/2026), rombongan Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Sergai turut merasakan atmosfer baru tersebut. Mereka berdiri di depan tugu, berfoto bersama, lalu duduk berdiskusi di salah satu sudut kawasan.

Bagi mereka, kunjungan ini bukan hanya agenda santai. Ini adalah momen merefleksikan peran sejarah dalam kehidupan modern. Di tengah geliat UMKM dan riuh pengunjung, mereka membaca kembali kisah perjuangan yang menjadi fondasi berdirinya monumen tersebut.

Seorang anggota Forwakum menyebut, sejarah tidak boleh hanya menjadi arsip. Ia harus terus diceritakan, ditulis, dan disampaikan kepada generasi berikutnya. Wartawan, katanya, memiliki peran penting sebagai jembatan informasi-menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Simbol yang Tak Pernah Padam

Menjelang malam, lampu-lampu di sekitar kawasan mulai menyala. Cahaya menerangi tubuh tugu yang menjulang tinggi. Bintang di puncaknya tampak bersinar di antara langit yang mulai menggelap.

Di bawahnya, aktivitas tetap berlangsung. Remaja bercengkerama, keluarga menikmati hidangan, pedagang melayani pembeli, anak-anak tertawa tanpa beban. Ekonomi kecil bergerak. Interaksi sosial tumbuh. Ingatan sejarah tetap terjaga.

Tugu Perjuangan Pelagan Medan Area hari ini bukan hanya simbol perlawanan masa lampau. Ia telah menjadi ruang hidup masyarakat-tempat sejarah, ekonomi rakyat, rekreasi keluarga, dan identitas daerah berpadu dalam satu lanskap.

Di Perbaungan, masa lalu tidak ditinggalkan. Ia berdiri kokoh, menyatu dengan kehidupan hari ini. Dan di bawah bintang perjuangan itu, masyarakat Sergai terus melangkah-mengingat, merawat, dan menghidupkan kembali semangat yang tak pernah padam. (fad)

Pemkab Karo Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

MEETING: Bupati Karo Antonius Ginting dan Komando Tarigan, dalam kegiatan entry meeting.
MEETING: Bupati Karo Antonius Ginting dan Komando Tarigan, dalam kegiatan entry meeting.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Karo menegaskan komitmennya dalam meningkatkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Hal itu ditunjukkan dengan keikutsertaan Bupati dan Wakil Bupati Karo, Antonius Ginting dan Komando Tarigan, dalam kegiatan entry meeting pemeriksaan interim laporan keuangan pemerintah daerah se-Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti seluruh pemerintah daerah se-Sumatera Utara sebagai tahapan awal pemeriksaan interim. Turut hadir dalam kesempatan itu Inspektur Kabupaten Karo Sodes Sembiring, SE, M.Si, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Karo menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karo berkomitmen penuh mendukung proses pemeriksaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola keuangan yang baik dan bertanggung jawab.

“Melalui pemeriksaan ini, kami terus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan keuangan guna menunjang pelayanan publik yang lebih baik serta pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang tertib dan sesuai ketentuan menjadi fondasi penting dalam mendukung program pembangunan daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan BPK, Pemkab Karo optimistis mampu menghadirkan sistem pengelolaan keuangan yang semakin transparan, akuntabel, dan berkualitas, demi mendukung pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat. (deo/ila)

Bupati Karo Tekankan Pemenuhan Lima Klaster Hak Anak

GUGUS: Bupati Karo memimpin rapat kordinasi KLA
GUGUS: Bupati Karo memimpin rapat kordinasi KLA

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Antonius Ginting memimpin Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Karo Tahun 2026 di aula Rakoetta Brahmana, kantor Bupati Karo, Kamis (19/2).

Rapat ini menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kabupaten Karo dalam memulai tahapan Evaluasi Mandiri KLA Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung sejak 18 Februari hingga 30 April 2026 mendatang.

Dalam arahannya, Bupati Karo menekankan bahwa pemenuhan hak anak merupakan tanggungjawab bersama yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah nyata mewujudkan IDOLA (Indonesia Layak Anak) pada tahun 2030.

“Pertemuan ini adalah momen penting bagi kita semua dalam rangka pelaksanaan Evaluasi Mandiri KLA Kabupaten Karo Tahun 2026. Saya berharap setiap OPD dan stakeholder dapat bersinergi memberikan data dan dokumen yang dibutuhkan secara akurat,” ujar Bupati Karo.

Bupati memaparkan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Karo telah berhasil meraih penghargaan KLA tingkat Pratama. Meski merupakan pencapaian yang patut dibanggakan,mengingat hanya 21 dari 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara yang meraih penghargaan serupa,Bupati mendorong seluruh tim untuk tidak berpuas diri.

“Penghargaan tingkat Pratama adalah tahap awal dan tantangan selanjutnya adalah bagaimana kita bisa meraih capaian yang tingkatnya lebih tinggi lagi. Indikator KLA jangan hanya berhenti menjadi sederet checklist evaluasi, tetapi harus menjadi acuan dalam memenuhi hak anak secara holistik dan terintegrasi,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, ditekankan kembali lima klaster utama pemenuhan hak anak yang harus dipenuhi oleh Kabupaten Karo yang meliputi hak sipil dan kebebasan. Lingkungan Keluarga dan pengasuhan alternatif. Kesehatan dasar dan kesejahteraan. Pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan seni budaya dan perlindungan khusus.

“Usaha pemenuhan hak anak ini adalah bagian dari upaya kita menuju Karo Beriman, Karo Berbudaya, Karo Modern, dan Karo Unggul guna mewujudkan Kabupaten Karo yang sejahtera dan berkelanjutan,” pungkasnya. (deo/ila)

Sambut Ramadan, Lapas Binjai Gotong Royong Bersihkan Masjid Al-Ikhlas

BERSIH-BERSIH: Jajaran petugas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai bergotong royong membersihkan Masjid Al-Ikhlas yang berada di dalam area lapas.
BERSIH-BERSIH: Jajaran petugas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai bergotong royong membersihkan Masjid Al-Ikhlas yang berada di dalam area lapas.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana berbeda tampak di lingkungan Binjai, Rabu (18/2/2026). Sejak pagi, jajaran petugas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai bergotong royong membersihkan Masjid Al-Ikhlas yang berada di dalam area lapas.

Debu-debu yang menempel di sudut ruangan dibersihkan, lantai dipel hingga mengilap, sementara halaman masjid dirapikan dari daun-daun kering yang berserakan. Tak hanya ruang utama ibadah, teras, tempat wudhu, hingga lingkungan sekitar masjid pun dibersihkan secara menyeluruh.

Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Ada semangat menyambut Ramadan yang terasa hangat di antara mereka. Petugas dan warga binaan bekerja berdampingan tanpa sekat, menciptakan suasana kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.

Kepala Lapas Binjai Wawan Irawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan religius, sekaligus mendukung program pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

“Terima kasih kepada jajaran petugas dan warga binaan yang ikut melakukan bersih-bersih dengan semangat, sebagai bentuk kepedulian bersama,” ujar Wawan, Kamis (19/2/2026).

Wawan pun turut ambil bagian dengan menyapu halaman masjid. Baginya, kebersihan masjid bukan hanya soal kenyamanan fisik, tetapi juga tentang kesiapan hati menyambut bulan penuh ampunan.

Masjid Al-Ikhlas sendiri menjadi pusat kegiatan keagamaan di dalam lapas. Di tempat inilah warga binaan melaksanakan salat berjamaah, mengikuti pengajian, serta berbagai kegiatan pembinaan rohani. Karena itu, menjaga kebersihan dan kesuciannya menjadi tanggung jawab bersama.

Lebih dari sekadar membersihkan ruangan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kebersamaan kepada warga binaan. Di balik dinding pembatas, mereka diajak untuk belajar tentang makna kebersihan sebagai bagian dari iman.

“Harapannya ke depan, melalui kegiatan ini kita bisa bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” pungkas Wawan.

Menjelang Ramadan, lantai masjid kini tampak bersih berkilau. Namun yang tak kalah penting, semangat kebersamaan dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik juga ikut dibersihkan dan disiapkanmenyongsong bulan suci dengan hati yang lebih lapang. (ted/ila)

Hadiri PMLDK, Muhammad Nuh Dorong Aktivis Dakwah Kampus Lebih Kreatif dan Inovatif

MEDAN, SumutPos.co- Kampus tetap menjadi pilar strategis dalam peta dakwah Islamiyah di Indonesia dari masa ke masa. Menyadari hal tersebut, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Pelatihan Manajemen Lembaga Dakwah Kampus (PMLDK) sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi mahasiswa muslim di tingkat universitas.

Hadir sebagai salah satu pemateri, Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh menekankan peran vital FSLDK (Puskomda) hingga unit LDK di tiap kampus sebagai pemain kunci dakwah di tanah air. Ia menyebutkan, pengembangan potensi kader LDK sangat bergantung pada dua prinsip utama.

“Pengembangan potensi kader sangat mungkin dilakukan dengan memegang teguh prinsip ketaatan dan ukhuwah Islamiyah,” ujar KH Muhammad Nuh dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara, Jumat (7/2).

Lebih lanjut, Muhammad Nuh berharap, agenda PMLDK ini menjadi pemantik bagi para pengurus LDK agar lebih kreatif, inovatif, dan efisien dalam mengelola organisasi. Ia juga mengingatkan agar sistem pendampingan mahasiswa tidak kendor. “Prinsip ukhuwah yang dibentuk melalui mentoring-mentoring di kampus harus tetap dimaksimalkan. Di agenda PMLDK inilah semua visi tersebut dikonsolidasikan,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum FSLDK Sumut Feri Hidayat Purba S.Pd.Gr mengungkapkan, pihaknya terus berupaya merancang program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini. Selain fokus pada aspek spiritual, FSLDK berkomitmen mencetak kader yang unggul secara akademis.

“Banyak program yang bisa dilaksanakan, semisal program yang membentuk kader LDK menjadi akademisi yang unggul, pelatihan kepemimpinan, serta berbagai program pengembangan diri lainnya,” jelas Feri.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pengurus LDK dari berbagai perguruan tinggi ternama di Sumatera Utara, di antaranya LDK Al Izzah (UINSU), UKMI Ar Rahman (Unimed), UKMI Ad Dakwah (USU), UKDM UISU, UKMI Al Halim (Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai), hingga LDK Ismail Banda (Al-Washliyah Labuhan Batu).

Melalui pelatihan manajemen ini, diharapkan lahir wajah baru dakwah kampus di Sumatera Utara yang lebih profesional, inklusif, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan akademik maupun masyarakat luas. (adz)

Curah Hujan Capai 3.500 Mm per Tahun, Pemkab Karo Gandeng Cendekiawan Bahas Mitigasi Bencana

MITIGASI: Pemkab Karo dan Cendikiawan menggelar diskusi untuk mengatasi bencana
MITIGASI: Pemkab Karo dan Cendikiawan menggelar diskusi untuk mengatasi bencana

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Karo menggelar diskusi strategis bersama Cendekiawan Karo Indonesia dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) guna merumuskan langkah mitigasi bencana serta arah kebijakan pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Karo Antonius Ginting, dan dihadiri Wakil Bupati Komando Tarigan, Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Dalam pemaparan terungkap bahwa curah hujan di wilayah Kabupaten Karo tergolong sangat tinggi, yakni mencapai 3.000–3.500 mm per tahun. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko bencana seperti banjir dan longsor, terlebih dengan adanya perubahan iklim, tata guna lahan yang belum optimal, serta karakter topografi wilayah yang berbukit.

Sejumlah rekomendasi strategis mengemuka dalam diskusi tersebut. Di antaranya program reboisasi dan penghijauan kawasan hulu, penataan ulang permukiman dan lahan pertanian, penguatan sistem irigasi dan teknologi pertanian, hingga pembangunan shelter bencana multifungsi di titik-titik rawan.

Tak hanya itu, peserta diskusi juga mendorong penyediaan sistem peringatan dini (early warning system) guna meminimalisasi dampak korban saat terjadi bencana.

Kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi turut menjadi perhatian serius. Penguatan standar bangunan tahan gempa, pemanfaatan peta kawasan rawan bencana, serta keterlibatan tenaga ahli dalam proses perizinan bangunan gedung dinilai penting untuk menekan risiko kerusakan dan korban jiwa.

Selain isu kebencanaan, forum ini juga menekankan pentingnya kebijakan pembangunan yang tepat sasaran untuk mendorong iklim investasi. Di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah, investasi dinilai menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karo.

Menutup kegiatan, Bupati Antonius Ginting menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemikiran para cendekiawan dan TP2D. Ia mendorong seluruh perangkat daerah memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga diaspora Karo.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan kebijakan pembangunan yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan daerah menghadapi ancaman bencana di masa mendatang. (deo/ila)

YBM dan PLN UID Sumatera Utara Salurkan Bantuan Pangan bagi Warga Terdampak Banjir di Tapteng

Foto bersama relawan PLN Peduli bersama warga terdampak bencana.
Foto bersama relawan PLN Peduli bersama warga terdampak bencana.

TAPTENG— PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan program PLN Peduli bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada Minggu (16/2/2026).

YBM PLN UID Sumut sebelumnya juga telah merealisasikan pembangunan 6 unit sumur bor air bersih lengkap dengan sarana dan prasarana pendukung di enam titik lokasi terdampak. Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas insan PLN kepada warga yang terdampak bencana hidrometeorologi, bertepatan dengan momentum awal Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Banjir akibat intensitas curah hujan tinggi tersebut menyebabkan sejumlah desa terdampak, rumah warga terendam, serta aktivitas masyarakat terganggu.

Di masa tanggap darurat ini, kebutuhan pangan menjadi prioritas utama bagi warga yang tengah berupaya memulihkan kondisi tempat tinggal dan perekonomian keluarga.

Melalui YBM PLN, bantuan bahan pangan pokok yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, gula, mi instan, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan ini merupakan amanah dari zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN yang dihimpun dan dikelola secara transparan melalui YBM.

Ketua YBM PLN UP3 Sibolga Irwan Rais, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud nyata empati keluarga besar PLN terhadap masyarakat terdampak.

“Bantuan ini adalah amanah dari zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN yang kami salurkan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Kami berharap bantuan bahan pangan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, khususnya di awal Ramadhan,” ujar Irwan.

Selain melalui YBM, PLN UID Sumatera Utara juga menyalurkan bantuan melalui program PLN Peduli. Secara khusus, PLN UP3 Sibolga menyerahkan 100 paket sembako siap saji kepada warga terdampak banjir di wilayah Tapanuli Tengah. Paket tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan konsumsi harian secara cepat dan praktis di tengah keterbatasan akses dan kondisi darurat.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya sebatas memastikan keandalan pasokan listrik, tetapi juga turut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan saat terjadi bencana.

“PLN hadir tidak hanya melalui layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga melalui kepedulian sosial. Sinergi YBM dan PLN Peduli ini merupakan wujud komitmen kami untuk berbagi dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi ujian. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga serta mendukung percepatan pemulihan kondisi di lapangan,” ujar Mundhakir.

Penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan perangkat desa dan relawan setempat guna memastikan distribusi tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan sosial masyarakat pascabencana.

Sebagai perusahaan yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan transisi energi, PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui YBM PLN dan PLN Peduli, insan PLN UID Sumatera Utara akan terus berkontribusi dalam aksi sosial kemanusiaan yang selaras dengan nilai empati, gotong royong, dan keberlanjutan. (ila)