29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 48

Ferrel Arda Santoso Jalani Operasi Lutut, Absen Bela PSS Sleman Hingga Akhir Musim

PERAWATAN: Arda Santoso perawatan usai operasi, hingga akhir musim ia dipastikan absen di PSS Sleman.
PERAWATAN: Arda Santoso perawatan usai operasi, hingga akhir musim ia dipastikan absen di PSS Sleman.

JAKARTA – Kabar terbaru datang dari kubu PSS Sleman. Gelandang muda mereka, Ferrel Arda Santoso, dipastikan harus menepi hingga akhir musim setelah menjalani operasi pada lutut kirinya.

Tindakan medis tersebut dilakukan untuk menangani cedera di lokasi yang sama seperti yang dialaminya beberapa bulan lalu. Kepastian operasi ini disampaikan langsung oleh Manajer Tim PSS, Kim Jeffrey Kurniawan.

Dalam pernyataan resminya di Omah PSS, Rabu (18/2) yang dikutip pssleman.id, ia menyebut prosedur berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti. Menurut Kim, operasi dilakukan untuk merekonstruksi bagian lutut kiri yang sebelumnya menjadi keluhan utama Ferrel.

Tim medis menilai langkah ini sebagai opsi terbaik demi menjaga karier jangka panjang sang pemain. Hasil tindakan pun disebut positif dan sesuai dengan harapan tim.

Meski demikian, proses pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan. Cedera lutut dengan tingkat keparahan seperti yang dialami Ferrel membutuhkan rehabilitasi panjang, bertahap, dan konsisten.

Tim medis PSS akan memantau perkembangan kondisi sang pemain secara berkala guna memastikan tidak ada komplikasi lanjutan. Manajemen klub juga menegaskan bahwa Ferrel dipastikan absen hingga kompetisi musim ini berakhir.

Keputusan tersebut diambil demi memberi waktu yang cukup bagi proses penyembuhan total sebelum ia kembali ke lapangan. Klub tak ingin mengambil risiko dengan mempercepat comeback yang justru bisa memperburuk kondisi.

Absennya Ferrel tentu menjadi tantangan tersendiri bagi lini tengah PSS Sleman. Sepanjang musim ini, ia kerap menjadi opsi penting dalam rotasi permainan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Namun tim pelatih diyakini telah menyiapkan alternatif untuk menjaga stabilitas skuad.

Di sisi lain, dukungan moral terus mengalir untuk sang pemain. Manajemen, staf pelatih, serta rekan-rekan setim berharap Ferrel dapat menjalani masa rehabilitasi dengan disiplin dan semangat tinggi.

Fokus utama kini bukan sekadar kembali bermain, tetapi memastikan ia pulih sepenuhnya. Dengan operasi yang berjalan lancar, langkah berikutnya adalah memastikan proses pemulihan maksimal.

PSS Sleman menargetkan Ferrel Arda Santoso bisa kembali dalam kondisi prima pada musim mendatang, bahkan tampil lebih kuat setelah melewati fase sulit ini. (jpc/tri)

Hujan Deras, Sungai di Medan Meluap

TERGENANG: Pemukiman warga di Kecamatan Medan Maimun tergenang banjir akibat hujan deras yang mengguyur selama dua hari, sejak Rabu (18/2/2026) sore hingga Kamis (19/2/2026).
TERGENANG: Pemukiman warga di Kecamatan Medan Maimun tergenang banjir akibat hujan deras yang mengguyur selama dua hari, sejak Rabu (18/2/2026) sore hingga Kamis (19/2/2026).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan sejak Rabu (18/2/2026) sore hingga Kamis (19/2/2026) dinihari menyebabkan sejumlah sungai di Kota Medan meluap dan menggenangi beberapa kawasan permukiman warga.

Beberapa sungai yang dilaporkan meluap antara lain Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Sikambing, dan Sungai Belawan. Luapan air sempat merendam sejumlah ruas jalan serta permukiman masyarakat di beberapa titik kota.

Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan di daerah pegunungan menjadi penyebab utama meningkatnya debit air sungai.

“Hujan deras di wilayah pegunungan membuat sejumlah sungai di Kota Medan meluap dan menggenangi sebagian ruas jalan dan permukiman warga sejak kemarin sore,” ujar Yunita Sari, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, ketinggian air di setiap sungai bervariasi, namun rata-rata mengalami kenaikan hingga sekitar 50 sentimeter. Beberapa wilayah terdampak genangan antara lain Kelurahan Aur dan Kelurahan Sei Mati di Kecamatan Medan Maimun. Selain itu, genangan juga terjadi di sebagian kawasan Kecamatan Medan Helvetia.

Meski demikian, kondisi berangsur membaik pada Kamis pagi. Air dilaporkan mulai surut dan aktivitas masyarakat kembali normal. “Untuk pagi ini kondisinya sudah surut, semuanya aman dan terkendali,” ujarnya.

BPBD memastikan tidak ada warga yang dievakuasi maupun mengungsi akibat peristiwa tersebut. Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan intensif terhadap debit air sungai guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya luapan susulan, mengingat curah hujan di wilayah hulu masih tergolong tinggi.

“Tidak ada evakuasi, tidak ada yang mengungsi. Hingga saat ini, kita terus memantau kondisi sungai-sungai di Kota Medan,” pungkas Yunita.

Pemerintah mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan. (map/ila)

DPRD Sumut Minta MBG Tetap Jalan Selama Ramadan

Ketua Komisi E DPRD Sumut, Subandi
Ketua Komisi E DPRD Sumut, Subandi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara, Subandi, menegaskan bahwa program Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah dengan penyesuaian teknis sesuai petunjuk pelaksanaan.

Menurut Subandi, program MBG memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Karena itu, pelaksanaannya tidak boleh terhenti meski memasuki bulan suci.

“Program ini sangat penting dan tidak boleh berhenti, termasuk di bulan Ramadan. Kita ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup agar pertumbuhan mereka sesuai dengan usianya,” ujarnya kepada Sumut Pos, Kamis (19/2/2026).

Ia mengakui, pelaksanaan selama Ramadan membutuhkan penyesuaian teknis, terutama terkait jenis makanan yang dibagikan. Komisi E meminta dapur umum maupun penyedia makanan menyesuaikan menu agar tetap relevan bagi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa.

“Kita minta penyedia makanan menyesuaikan. Misalnya memberikan makanan atau kue yang bisa bertahan satu hingga dua hari dan dapat dibawa pulang ke rumah. Jadi tetap bermanfaat dan tidak terbuang,” jelasnya.

Subandi menambahkan, makanan yang dibagikan bisa berupa makanan siap santap yang tahan lama atau kue bergizi yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa maupun sahur. Dengan pola distribusi tersebut, manfaat program tetap dirasakan tanpa mengganggu ibadah.

Ia juga menegaskan bahwa nilai bantuan dalam program MBG tetap sebesar Rp10.000 per orang. Anggaran tersebut diharapkan cukup untuk menyediakan makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Nilai bantuannya tetap Rp10.000 per orang. Yang terpenting kualitas gizinya tetap terjaga dan tepat sasaran,” katanya.

Komisi E, lanjut Subandi, akan terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan program berjalan optimal, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak yang membutuhkan.

Menurutnya, kesinambungan program menjadi kunci agar capaian perbaikan gizi tidak kembali ke titik awal. Ia mengingatkan bahwa gangguan terhadap program berpotensi memengaruhi asupan gizi anak dan menghambat target jangka panjang pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah, DPRD, dan para penyedia layanan, diharapkan program MBG tetap menjadi langkah strategis dalam mendukung kesehatan dan masa depan generasi muda, termasuk selama Ramadan. (san/ila)

Faisal Arbie Dorong UPT BPBD dan Perahu Karet di Medan

SOSIALISASI: Faisal Arbie saat Sosialisasi Perda Kota Medan tentang Penanggulang Bencana di Medan Deli, Minggu (15/2/2026).
SOSIALISASI: Faisal Arbie saat Sosialisasi Perda Kota Medan tentang Penanggulang Bencana di Medan Deli, Minggu (15/2/2026).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai NasDem, dr Faisal Arbie MBiomed, mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah-wilayah rawan banjir, khususnya di kawasan Medan Utara seperti Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Deli.

Bahkan, Faisal Arbie mengusulkan dibentuknya relawan-relawan tanggap bencana guna untuk membantu masyarakat pada saat bencana seperti yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Hal itu dikatakan Faisal Arbie saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 2 tahun 2018 tentang Penanggulang Bencana yang dilaksanakan di Jalan Platina Komplek Bank, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Minggu (15/2/2026).

“Saya secara pribadi dan Fraksi NasDem di DPRD sangat setuju sekali dengan dibentuknya UPT BPBD di wilayah-wilayah rawan banjir khususnya di Kecamatan Medan Deli ini yang merupakan kawasan rasan banjir,” ucap Faisal Arbie kepada seluruh warga yang menghadiri kegiatan tersebut.

Dikatakan Faisal Arbie, untuk merealisasikan pembentukan UPT BPBD di wilayah-wilayah rawan banjir, Fraksi NasDem akan memperjuangkan penambahan anggaran di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Medan tahun 2026.

“Kita (Fraksi NasDem) siap untuk memperjuangkan adanya penambahan anggaran untuk pembentukan UPT BPBD di Kecamatan rawan banjir, dan harus juga dipastikan ada pembentukan tim relawan tanggap bencana,” ujarnya.

Masih dalam kesempatan itu, selain pembentukan UPT BPBD, Faisal Arbie juga mendukung disediakannya perahu karet di tiap kelurahan, khususnya di daerah rawan banjir.

Pentingnya perahu karet di tiap kelurahan, katanya, belajar dari bencana banjir yang terjadi pada 27 November 2025 lalu, Pemko Medan sangat penting untuk memiliki perahu karet untuk mempermudah evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak banjir.

“Selama ini penanganan sering terlambat karena terpusat di satu titik. Jika UPT dan penyediaan perahu karet  ada di setiap wilayah rawan, penanganan bisa dilakukan lebih cepat, masyarakat pun merasa lebih aman,” pungkasnya. (map/ila)

Dorong Percepatan Infrastruktur, DPRD Sumut Minta BKP Kembali Digulirkan

Yahdi Khoir Harahap
Yahdi Khoir Harahap

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumatera Utara Yahdi Khoir Harahap, mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk kembali merealisasikan Program Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) kepada kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Menurut Yahdi, program tersebut terbukti efektif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah, khususnya yang selama ini terkendala kewenangan dan keterbatasan anggaran di tingkat kabupaten/kota.

“Kalau yang paling menonjol saat reses itu memang infrastruktur. Banyak keluhan soal jalan penghubung kecamatan dan antar desa. Namun kewenangan itu berada di kabupaten/kota, sehingga kami anggota DPRD provinsi cukup kesulitan menanganinya,” ujar Yahdi, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, aspirasi masyarakat yang paling dominan setiap masa reses berkaitan dengan kondisi jalan dan jembatan penghubung antarwilayah. Sementara itu, kewenangan pembangunan infrastruktur tersebut mayoritas berada di pemerintah kabupaten/kota.

Yahdi menilai, BKP menjadi solusi strategis karena bersumber dari APBD Provinsi, namun dialokasikan ke APBD kabupaten/kota melalui surat keputusan gubernur. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah provinsi tetap dapat membantu pembangunan daerah tanpa melanggar batas kewenangan.

“Dana berasal dari provinsi, tetapi pelaksanaannya di kabupaten/kota berdasarkan surat keputusan gubernur. Program ini sebelumnya berjalan dan sangat membantu,” katanya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut itu menambahkan, keberadaan BKP semakin penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD). Sebagian dana yang dikembalikan pemerintah pusat kini lebih difokuskan pada penanganan serta mitigasi bencana.

Ia mengkhawatirkan, tanpa dukungan BKP, banyak infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan tidak tertangani secara berkelanjutan karena keterbatasan APBD kabupaten/kota.“Kalau hanya mengandalkan APBD kabupaten/kota, banyak jalan yang dari tahun ke tahun tidak tertangani,” tegasnya.

Yahdi mencontohkan keberhasilan program BKP di daerah pemilihannya, salah satunya pembangunan jembatan permanen sepanjang 19 meter yang menghubungkan Desa Sungai Beluru, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan dengan Desa Durian, Kecamatan Sungai Balai, Kabupaten Batubara.

Jembatan kayu yang telah berusia lebih dari 30 tahun itu sebelumnya kerap memicu kecelakaan. Melalui BKP dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, jembatan tersebut kini berdiri permanen dan dapat dilalui kendaraan besar.“Masyarakat sangat terbantu, terutama untuk akses sekolah dan distribusi hasil pertanian,” tuturnya.

Selain itu, pembangunan jalan menuju kawasan wisata kebun jeruk di Desa Kandangan, Kabupaten Asahan, juga menjadi contoh dampak positif BKP. Dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, jalan sepanjang 700 meter berhasil dibangun dan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. “Sekarang ribuan pengunjung datang ke sana. Ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” ungkapnya.

Yahdi mengatakan, BKP tidak hanya menyasar pembangunan jalan dan jembatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk renovasi sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

“BKP ini penting karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kami akan terus meyakinkan gubernur agar program ini dapat kembali berjalan,” pungkasnya. (map/ila)

H Samsul Pimpin Upacara HKN di Pemkab Labura

UPACARA: Wabup Labura, Dr H Samsul Tanjung memimpin upacara memperingati HKN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Laburan di Halaman Kantor Bupati Labura, Rabu (18/2).
UPACARA: Wabup Labura, Dr H Samsul Tanjung memimpin upacara memperingati HKN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Laburan di Halaman Kantor Bupati Labura, Rabu (18/2).

LABURA, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati (Wabup) Labuhanbatu Utara (Labura), Dr H Samsul Tanjung memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Laburan. Upacara tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Labura, Rabu (18/2).

Dalam amanatnya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ke depan umat Islam memasuki bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah. Namun demikian, Ramadan juga identik dengan meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Kegiatan ibadah, pasar Ramadan, buka puasa bersama, hingga persiapan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri  berpotensi menyebabkan lonjakan volume kendaraan, terutama pada sore hari menjelang berbuka puasa dan malam hari setelah pelaksanaan ibadah tarawih.

“Kondisi ini menuntut kita semua untuk semakin meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam berlalu lintas. Keselamatan di jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab bersama. “Jangan sampai momen kebahagiaan Idul Fitri ternodai oleh kecelakaan lalu lintas yang sebenarnya dapat dicegah,” harapnya.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada kita semua serta menjadikan setiap perjalanan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya. (ind/azw)

Ribuan Polisi Siap Jaga Kemanan Ramadan

BERJAGA: Polisi sedang melakukan pengamanan di masjid masjid di Sumut.(Istimewa/Sumut Pos)
BERJAGA: Polisi sedang melakukan pengamanan di masjid masjid di Sumut.(Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) beserta seluruh Jajaran Kepolisian Resor (Polres) menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) datangnya Bulan Suci Ramadan. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh umat Muslim di Sumut dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menyampaikan, bahwa pengamanan akan dilakukan secara komprehensif, mulai dari aspek lalu lintas hingga pengamanan titik-titik pusat aktivitas ibadah.

“Polda Sumut dan jajaran sudah memetakan potensi kerawanan menjelang Ramadan 1447 H. Fokus utama kami adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat, baik saat menjalankan ibadah Shalat Tarawih, waktu sahur, maupun saat beraktivitas di pasar tumpah menjelang berbuka puasa,” ujarnya saat memberikan keterangan di Mapolda Sumut, Kamis (19/2).

Ferry menjelaskan, bahwa salah satu perhatian khusus kepolisian adalah fenomena ‘Asmara Subuh’ yang kerap diikuti dengan aksi balap liar oleh kalangan remaja. Polda Sumut akan menyiagakan personel di titik-titik rawan berkumpulnya massa setelah waktu sahur.

“Kami mengedepankan tindakan preventif dan humanis. Tim patroli gabungan akan rutin menyisir lokasi-lokasi yang biasa dijadikan tempat berkumpul pasca-sahur untuk mencegah balap liar maupun tawuran yang dapat mengganggu ketenangan warga,” tegasnya.

Selain pengamanan fisik di lapangan, sambungnya, Jajaran Polda Sumut juga berkoordinasi dengan pengurus masjid untuk mengatur lalu lintas dan parkir jamaah guna menghindari kemacetan. Di sisi lain, Satgas Pangan Polda Sumut juga mulai bergerak memantau ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar tradisional maupun distributor.

“Satgas Pangan terus memantau fluktuasi harga dan stok sembako. Kami pastikan tidak ada praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat di bulan suci ini. Jika ditemukan pelanggaran, kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Sumatera Utara yang dikenal dengan semangat toleransinya yang tinggi.

“Mari kita jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan melalui layanan Call Center 110 jika melihat adanya tindakan premanisme atau gangguan keamanan di lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Dengan dimulainya Operasi Keselamatan Toba 2026 sebagai pembuka, Polda Sumut optimistis rangkaian ibadah Ramadan hingga Idul Fitri mendatang akan berjalan dengan aman dan lancar di seluruh wilayah hukum Sumut. (dwi/azw)