Home Blog Page 4930

Tenaga Ahli Rekanan Mengundurkan Diri, Proyek Jalan dan Irigasi Batal Dikerjakan

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembangunan jalan dan irigasi tahun anggaran 2019 yang tersebar di sejumlah daerah di Sumatera Utara gagal dilaksanakan, alias gagal tender.Hal itu dibenarkan Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Setdaprovsu, Safruddin kepada wartawan, Rabu (13/11).

“Antara lain yang saya ingat itu yakni seperti di Tanjungbalai, berupa pekerjaan jalan. Lalu di Kabupaten Humbang Hasundutan atas proyek irigasi pada Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang. Kemudian di Mandailing Natal proyek pembangunan jalan,” katanya.

Persoalan proyek dimaksud gagal ditenderkan, sambung dia, ketika hendak dilakukan penandatanganan kontrak pekerjaan dengan rekanan proyek, tenaga ahli si rekanan mengundurkan diri. Pihaknya pun tidak mengetahui detail alasan tenaga ahli si rekanan proyek mengundurkan diri.

“Alasannya subjektif. Si tenaga ahli itu memang mau mengundurkan diri saja. Sehingga karena ketiadaan tenaga ahli itu, batalnya ditandatangani kontrak tersebut,” ujar mantan Kabiro Organisasi Setdaprovsu itu.

Begitupun, proyek pengairan oleh Dinas SDACKTR, disebut dia kondisinya juga hampir mirip. Dan sudah pasti bahwa menyangkut pembangunan jalan ataupun irigasi itu, sangat vital bagi masyarakat.

“Disayangkan tentu iya, tapi tidak mungkin juga dipaksakan daripada salah. Artinya, itu jauh lebih aman ketimbang diteruskan,” katanya.

Disebutkan Safruddin, berdasarkan data hingga Oktober 2019 terdapat 798 paket pekerjaan yang pihaknya lelang melalui Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP). Dari total jumlah paket tersebut, nilainya sebesar Rp1,44 triliun.

“Paket ini tersebar hampir di semua instansi fisik baik bina marga, pengairan, perkim dan OPD lain seperti Dinas Pendidikan. Dan sebenarnya untuk belanja langsung ini, dalam setahun anggaran nilainya bisa mencapai Rp2 triliun lebih,” terangnya.

Pihaknya pun mengamini seiap tahun selalu ada proyeksi atas target pekerjaan yang akan dilelang. Bahkan jumlahnya mencapai dua ribuan paket lelang pada semua OPD di lingkungan Pemprovsu.

“Namun kan tidak semua dilelang karena ada yang dikerjakan secara PL (penunjukkan langsung). Paling sekitar 700 sampai 900 paket saja dalam setahun yang ditender pelaksanaannya,” pungkasnya. (prn/han)

Bangunan Bronjong Amblas, Pengerjaan Disinyalir Tak Sesuai Bestek

AMBLAS: Pembangunan Bronjong di Jalan Syeh Samah, Lingkungan IV, Kelurahan Setia, Binjai Kota, amblas. Amblasnya bronjong tersebut dikarenakan curah hujan yang tinggi beberapa hari belakangan terjadi di Binjai. TEDDY AKBARI/SUMUT POS
AMBLAS: Pembangunan Bronjong di Jalan Syeh Samah, Lingkungan IV, Kelurahan Setia, Binjai Kota, amblas. Amblasnya bronjong tersebut dikarenakan curah hujan yang tinggi beberapa hari belakangan terjadi di Binjai. 
TEDDY AKBARI/SUMUT POS
AMBLAS: Pembangunan Bronjong di Jalan Syeh Samah, Lingkungan IV, Kelurahan Setia, Binjai Kota, amblas. Amblasnya bronjong tersebut dikarenakan curah hujan yang tinggi beberapa hari belakangan terjadi di Binjai. TEDDY AKBARI/SUMUT POS

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Binjai mengaku bangunan Bronjong yang amblas masih dalam proses pembangunan. Dan masih dalam tanggung jawab rekanan yang melakukan pengerjaan.

Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR, Achmad Heriansyah yang mengucapkan terimakasih atas informasi yang disampaikan.

“Segera kami suruh rekanannya memperbaiki,” ujar dia, Rabu (13/11).

Achmad Heriansyah menyesalkan pengerjaan bangunan Bronjong telah amlas. Muncul dugaan, pengerjaan tersebut diduga tak sesuai bestek sebagaimana dalam rencana anggaran biaya.

“(Rekanan) dari Medan yang mengerjakan. Pengerjaan itu mendapat pendampingan kok (pendampingan TP4D),” tukasnya.

Sebelumnya, proyek pembangunan Bronjong di Jalan Syeh Samah, Lingkungan IV, Kelurahan Setia, Binjai Kota amblas. Informasi dihimpun, proyek Bronjong tersebut sudah berjalan sejak 60 hari kerja.

Berdasarkan papan plang proyek, Bronjong tersebut dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Binjai. CV Buana Perkasa selaku pelaksana proyek.

Anggaran pembangunan Bronjong ini dengan nilai kontrak Rp562.632.500. Dari papan plang proyek, tak tertulis proyek tersebut dikerjakan dengan mendapat pendampingan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah dari kejaksaan negeri setempat.

Disebut-sebut, pemborong proyek dengan Konsultan CV Abdi Kriasi sudah tidak kompak lantaran pengerjaannya mengalami permasalahan. Pelaksana pembangunan Bronjong ditenggat waktu selama 120 hari kerja untuk menyelesaikan pengerjaan tersebut. Bronjong adalah anyaman kawat baja yang dilapisi dengan seng atau galvanis. Anyaman kawat baja ini membentuk sebuah kotak atau balok. Bagian dalamnya diisi dengan batu-batu berukuran besar untuk mencegah erosi. (ted/han)

Usut Bimtek Kades ke Bali

KARO, SUMUTPOS.CO – Hingga kini kegiatan Bimtek kepala desa se-Kabupaten Karo ke Kabupaten Badung Bali, masih jadi bahan pergunjingan di tengah masyarakat. Apalagi, kebanyakan kepala desa turut memboyong istri masing-masing ke Pulau Dewata tersebut.

Warga tak menampik, Bimtek dan Studi Banding memang penting untuk pengembangan potensi SDM sang kepala desa. Namun pada kenyataannya, kegiatan yang menghabiskan miliaran uang rakyat ini tak memberikan dampak apa pun pada perkembangan dan kemajuan desa.

Kegiatan ini dinilai hanya seremoni dan jalan-jalan belaka. Berulangkali melakukan Bimtek, namun pengelolaan keuangan tidak akuntabel dan tidak optimal. Padahal, salah pengelolaan dan realisasi Alokasi Dana Desa dan Dana Desa akan merugikan negara. Karena itu warga mendesak penegak hukum segera menyelidiki dan memeriksa kegiatan Bimtek ini.

“Aparat penegak hukum harus menyelidiki kegiatan ini. Panggil dan periksa para kepala desa dan penyelenggara Bimtek tersebut.

Periksa pengelolaan keuangan dan transparansi pelaporannya. Kalau terindikasi korupsi, yang bersangkutan sebagai oknum yang merugikan negara ini harus dihukum,” pinta warga Kabanjahe diwakili M Sitepu (37) pada wartawan, Rabu (13/11) siang.

Aparat penegak hukum dan lembaga terkait juga didesak bertindak secepat mungkin dan tegas. “Apa kapasitas istri kepala desa ikut dalam Bimtek ini? Para kepala desa ini mau pelatihan atau bulan madu. Padahal, kegiatan ini dibiayai dana desa yang notabene adalah milik warga desa,” kesal Sitepu.

Kenapa harus jauh-jauh ke Bali, di Tanah Karo saja lanjut warga, ada desa masuk nominasi kategori Desa Terbaik dari 33 provinsi di seluruh Indonesia. Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo adalah nama desa tersebut.

Nominasi ini tercatat dalam surat pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Pembangunan, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi kepada Pemerintah Kabupaten Karo nomer 1143/Hm.07/XI/2018 tertanggal 9 November 2018, tentang Pemberitahuan 33 daerah yang berhak menerima Penghargaan Desa terbaik, berdasarkan pengukuran IDM (Indeks Desa Membangun) 2018.

“Kenapa tidak belajar dulu ke Desa Raya sebagai desa terbaik se-Indonesia. Kok mesti jauh-jauh ke Bali sana. Apa hubungan desa di Bali sana dengan di Kabupaten Karo ini. Nggak nyambunglah,” jelas Sitepu seraya berharap aparat penegak hukum segera menyelidiki dugaan penyelewengan dana dalam kegiatan yang mereka tak masuk akal ini.

Kepala Inspektorat Pemkab Karo, Philemon Brahmana saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya akan memeriksa dan mengaudit dana Bimtek ini. “Pada prinsipnya pengelolaan keuangan desa harus transparan, tertib dan dapat dipertanggung jawabkan,” tegasnya.

Namun untuk saat ini, Philemon mengaku belum dapat memberi tanggapan. “ Kami dari Inspektorat belum dapat memberikan tanggapan atau pun dugaan resmi tanpa melalui pemeriksaan. Dana Bimtek ini sesuai info diatas adalah dana TA 2019 dan akan kami periksa setelah tutup tahun anggaran,” janjinya.

Sekedar mengingatkan, kegiatan Bimtek para Kepala Desa se-Kabupaten Karo ke Kabupaten Badung Bali, dinilai hanya buang-buang anggaran dan jadi ajang cari untung. Apalagi kegiatan ini menghabiskan dana sekitar Rp7 miliar.

Warga kian apatis karena kegiatan serupa yang digelar dua tahun sebelumnya juga tidak menghasilkan trobosan apapun bagi kemajuan desa mereka. Alhasil, Bimtek yang tengan berlangsung ini ditengarai modus untuk pelesiran. Tahun 2017 dan 2018 lalu, para kepala desa di Karo ini juga menggelar pelayihan ke luar kota baik ke Bogor dan Jogjakarta. Namun hasilnya dinilai nihil. (deo)

BNN Tes Urine Hakim PN Binjai

TES URINE: Petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai sedang melakukan pemeriksaan tes urine terhadap pegawai, calon hakim dan hakim di Pengadilan Negeri Binjai, Rabu (13/11). teddi/sumu tpos
TES URINE: Petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai sedang melakukan pemeriksaan tes urine terhadap pegawai, calon hakim dan hakim di Pengadilan Negeri Binjai, Rabu (13/11).
teddi/sumu tpos
TES URINE: Petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai sedang melakukan pemeriksaan tes urine terhadap pegawai, calon hakim dan hakim di Pengadilan Negeri Binjai, Rabu (13/11). teddi/sumu tpos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – “Ya, benar. Tadi pagi ada pemeriksaan urine,” kata Ketua PN Binjai, Fauzul Hamdi ketika dikonfirmasi. Dia menambahkan, pemeriksaan urine ini memang setiap tahunnya dilakukan. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari kontroling dan monitoring.

“Semuanya diperiksa urine. Pegawai, calon hakim dan hakim. Bahkan juga tenaga honor,” sambungnya. Kata dia, jumlah seluruhnya yang diambil urine sebanyak 60 orang. Meski demikian, dari jumlah itu ada juga yang belum diperiksa urinenya karena tidak hadir dengan sejumlah alasan.

Seperti sakit dan tugas luar. Karenanya, sambung Fauzul, mereka yang tidak sempat diperiksa urinenya tetap akan dilakukan. “Hasilnya belum keluar. Mereka (BNN) belum bilang hasilnya,” tukasnya. (ted/han)

Salimah Expo 2019, Ayahku Pahlawanku…

SALIMAH KIDS Penampilah Salimah Kids menyanyikan nasyid Ayah Ibu pada pembukaan seminar yang digelar PW Salimah Sumut di Hotel Grandhika Medan, Minggu (11/11).
SALIMAH KIDS
 Penampilah Salimah Kids menyanyikan nasyid Ayah Ibu pada pembukaan seminar yang digelar PW Salimah Sumut di Hotel Grandhika Medan, Minggu (11/11).
SALIMAH KIDS Penampilah Salimah Kids menyanyikan nasyid Ayah Ibu pada pembukaan seminar yang digelar PW Salimah Sumut di Hotel Grandhika Medan, Minggu (11/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan peserta mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah Sumatera Utara (PW Salimah Sumut). Seminar bertajuk Ayahku Pahlawanku ini berlangsung di Hotel Grandhika, Medan, Minggu (11/11) lalu.

Acara dibuka dengan muraja’ah ayat suci Alquran oleh Salimah Kids. Suara merdu dari 3 anak yang melantunkan surah Luqman ayat12-13 berhasil menghipnotis tak kurang dari 400 hadirinn

Bukan itu saja, 10 anak dari Salimah Kids juga meramaikan suasana dengan mendendangkan Mars Salimah serta nasyid Assalamu ‘alaikum dan Ayah Ibu.

Sekira pukul 09.30 WIB, acara inti pun dimulai. Sri Prafanti, selaku moderator, memperkenalkan dua pembicara yang mengisi seminar. Ayah Iwan Rinaldy memaparkan topik Ayahku Pahlawanku, sedangkan Bunda Wina Risman menjelaskan makalahnya yang berjudul Cerita tentang Dua Ayah.

Ketua panitia seminar, Tengku Amiliza menyebutkan, seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Salimah Expo 2019. Salimah Expo diselenggarakan PW Salimah Sumut sejak akhir September hingga akhir November mendatang.

“Salimah Expo diadakan dalam rangka memeriahkan agenda Musyawarah Wilayah Salimah Sumut ke-4. Dimulai dari nobar film Hayya, training muballighah, madrasah Salimah kelas fiqh munakahat dan kelas ketrampilan ibu, lomba marhaban dan pidato, lomba menulis, Salimah berbagi, seminar nasional, dan akan berakhir dengan musywil, workshop humas kreatif, serta Salimah fair,” terang Tengku.

Ia mengatakan, seminar ini merupakan upaya untuk menuju masyarakat dan bangsa yang kuat. Sebab, bangsa yang kuat berawal dari keluarga yang hebat. (adz/ila)

Pomdam I/BB Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Prajurit Harus Tingkatkan Iman dan Takwa

SAMBUTAN: Denpomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan saat memberikan kata sambutan di acara Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (13/11). istimewa/sumut pos
SAMBUTAN: Denpomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan saat memberikan kata sambutan di acara Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (13/11).  
istimewa/sumut pos
SAMBUTAN: Denpomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan saat memberikan kata sambutan di acara Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (13/11). istimewa/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keluarga besar Polisi Militer Daerah Militer (Pomdam) I/Bukit Barisan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ikhlas Pomdam I/BB di Jalan Sena Kota Medan, Rabu (13/11).

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad 1441H/2019M ini berjalan khidmat dan penuh nilai kebaikan. Acara semakin meriah dengan lantunan salawat dari tim nasyid yang ditampilkan panitia.

Dalam kesempatan itu, Danpomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan meminta agar personelnya menerapkan keteladanan Rasulullah dan menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai Islam dan konsisten dalam menjadikan Islam sebagai pedoman hidup.

Ia mengajak agar setiap prajurit khususnya muslim terus meningkatkan iman dan takwa kepada Allah serta menjalankan sunnah rasul. “Dengan kisah dan riwayat hidup Nabi Muhammad, agar kita dapat mengambil hikmah untuk menjalankan kehidupan di dunia serta untuk menjaga amanah atas tugas-tugas yang diberikan,” ujarnyan

Sudarma juga sekilas mengulik perjalanan sejarah nabi yang dapat diambil nilai serta pelajaran berharga yang dapat diaplikasikan bagi umat saat ini. “Suri tauladan dari Nabi Muhammad merupakan sumber semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan amal baik termasuk dalam melaksanakan sunnah-sunnahnya,” terangnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang dibawakan oleh ustad H Haryono, SAg. Dalam materi ceramahnya, dia menyampaikan tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad yang penuh dengan hikmah di segala aspeknya.

Sebagaimana Alquran sebutkan suri tauladan yang baik terpancar dari diri Rasulullah. Keteladanan nabi meliputi aspek kepemimpinannya yang mampu adil dalam memperlakukan suku-suku Arab kala itu. “Hal ini menjelaskan, pemimpin saat ini harus mampu bersikap adil, tawadhu dan tidak sombong,” ujar ustad H Haryono.

Menilik kepemimpinan nabi dengan kondisi keindonesiaan saat ini, ia menjelaskan penting meyakini segala perbedaan adalah keberkahan. Jadi ia berpesan jangan jadikan itu hambatan dalam menggapai perdamaian sesama manusia.

Ustad mengajak agar muslim senantiasa membangun ketakwaan terlebih dahulu baru bisa berpedoman dengan Alquran sebagai tuntunan dan petunjuk. “Insyaallah dengan iman, takwa dan keyakinan kita bisa berkomitmen dalam menegakkan ajaran Allah. Termasuk peringatan Maulid ini dalam rangka kita memuliakan Rasulullah SAW,” jelasnya.

Selanjutnya, dijelaskan tentang tahapan keyakinan. Yaitu keyakinan dengan mata yaitu melihat baru menyatakan yakin, lalu yakin dengan ilmu yaitu memutuskan yakin dengan suatu hal dengan landasan ilmu.

Lalu tahap yakin tertinggi yaitu ia jelaskan seperti yakinnya Abu Bakar, seorang sahabat nabi yang punya keyakinan mutlak atas perjalanan Isramiraj Nabi Muhammad. Terakhir, ia menegaskan sifat nabi yang begitu penting dimiliki kita semua dalam rangka membangun peradaban yaitu sifat pemaaf dan tawadhu. (tri/ila)

PBB Fair 11-15 November, Ada Pemutihan Denda

Suherman
Suherman
Suherman

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Medan menggelar Pajak Bumi Bangunan (PBB) Fair 2019. Kegiatan ini dimulai 11- 15 November 2019. Kepala BP2RD Medan, Suherman, mengatakan, ada 4 titik lokasi pelaksa-naan PBB Fair, yakni Merdeka Walk, Ring Road City Walkn

Suzuya Kampung Bary dan Suzuya Marelan.

“Denda keterlambatan membayar akan dihapuskan selama kegiatan PBB Fair,” ujarnya, di Medan, Selasa (12/11).

Maka dari itu, ia berharap masyarakat Kota Medan memanfaatkan kegiatan tersebut dan membayar PBB.

Mantan Kadis Kebudayaan ini menyebut, realisasi penerimaan PBB sampai dengan 31 Oktober 2019 mencapai Rp425.653.049.396 atau sama dengan 82.52% dari target pencapaian tahun ini sebesar Rp515.795.969.214.

Kabid PBB dan BPHTB Medan, Ahmad Untung Lubis, mengatakan PBB Fair digelar mulai 11 – 15 November 2019. Di mana, ia menargetkan selama 5 hari penerimaan PBB bisa mencapai Rp50 miliar lebih menutupi kekurangan penerimaan dari target yang telah ditetapkan sebelumnya. (mbo/ila)

Alat Musik dan Kerajinan Karo Dipamerkan di USU

ALAT MUSIK: Alat musik asal karo, Keteng-keteng yang ikut dipamerkan di USU. istimewa/sumut pos
ALAT MUSIK: Alat musik asal karo, Keteng-keteng yang ikut dipamerkan di USU.
istimewa/sumut pos
ALAT MUSIK: Alat musik asal karo, Keteng-keteng yang ikut dipamerkan di USU. istimewa/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah alat musik tradisi Karo dipamerkan di Festival Budaya Karo yang digelar Ikatan Mahasiswa Karo (Imka) Siroga, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatra Utara (USU). Festival ini berlangsung di Gedung Pancasila USU, Jalan Dr Mansyur, Medan, Rabu (13/11/2019)n

Berbagai alat musik yang dipamerkan itu antara lain, kulcapi, keteng-keteng, surdam, sarunai dan sebagainya. Selain itu, juga dipamerkan berbagai cinderamata berupa kerajinan tangan dan berbagai jenis uis dan buku-buku tentang budaya Karo. Harga alat musik itu pun ditawarkan beragam. Mulai dari Rp 1,4 juta untuk kulcapi dan Rp 450 ribu untuk keteng-keteng.

Ketua panitia Arbiansyah Tarigan mengatakan, festival ini digelar untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda Karo dengan budayanya. “Generasi muda Karo adalah penerus kebudayaan Karo. Ada tanggungjawab untuk melestarikan budayanya,” jelasnya. (mbo/ila)

Kenaikan UMK 2020, 17 Kabupaten/Kota Sudah Usulkan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejauh ini baru 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang mengusulkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2020. Diharapkan agar kabupaten/kota lainnya segera menyampaikan usulannya. Kepala Bidang Hubungan Industri Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumut, Maruli Silitonga, mengatakan usulan UMK yang masuk sedang dieksaminasi sebelum ditetapkan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadin

Nantinya usulan UMK 2020 itu diumumkan Gubernur Sumut pada 21 November 2019, di mana UMK itu berlaku sejak 1 Januari 2020. Hal itu dikatakan Maruli Silitonga, menjawab wartawan di Medan, Rabu (13/11).

Seperti diketahui, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) melalui Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Medan telah mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Medan tahun 2020 sebesar 8,51 persen yakni dari Rp2.969.824 menjadi Rp3.222.556. Hal ini dinilai dewan Kota Medan sudah sangat ideal.

Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga mengatakan, UMK Kota Medan tersebut sudah sangat layak. Pihaknya pun sangat mendukung kenaikan upah yang dinilainya sudah ideal tersebut.

“Itu memang sudah ideal, perhitungannya dari besar inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi. Kita sangat mendukung Pemerintah Kota Medan dalam mengusulkan nilai kenaikan itu, itu sudah bagus. Kita berharap agar taraf kesejahteraan para buruh dapat meningkat seiring meningkatnya upah mereka,” ucap Ihwan Ritonga kepada Sumut Pos, Rabu (13/11).

Ihwan yakin bahwa Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi juga akan menyetujui usulan yang diajukan oleh Depeko Medan tersebut.

“Kita optimis dan berharap agar pak Gubernur mau menyetujui usulan itu. Sama seperti UMP kenaikannya 8,51 persen, kita yakin Kota Medan juga bisa naik layaknya UMP,” katanya.

Ihwan mengingatkan Pemko Medan agar selalu mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan buruh serta rakyat kecil lainnya.

“Pemerintah harus selalu hadir untuk membela kepentingan rakyatnya, memberikan kesejahteraan berupa upah, jaminan kesehatan dan pendidikan yang layak bagi warga Kota Medan,” tegasnya.

Seperti diketahui, Upah Minimum Provinsi 2020 naik sebesar 8,51 persen. Hal itu merujuk pada surat edaran Menteri Ketenagakerjaan nomor B-M/308/HI.01.00/X/2019 pada Kamis, 17 Oktober 2019.

Nilai 8,15 persen tersebut disyaratkan sesuai dengan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik yang akan digunakan untuk menghitung upah minimum tahun 2020.

Berdasarkan Surat Kepala BPS RI Nomor B-246/BPS/1000/10/2019 Tanggal 2 Oktober 2019 inflasi nasional sebesar 3,39 persen, dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen. Sehingga kenaikan UMP dan UMK 2020 berdasarkan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional adalah 8,51 persen.

Upah minimum yang ditetapkan tersebut harus sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Dalam menetapkan upah minimum haruslah dengan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi, Gubernur pun harus menetapkan Upah Minimum Provinsi dengan memperhatikan rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi. (prn/map/ila)

Sambut Natal & Tahun Baru, Penjualan Pakaian di Petisah Mulai Ramai

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penjualan Pakaian di Pasar Tradisional mulai ramai. Ini terjadi sejak awal memasuki bulan November hingga saat ini. Hal ini dikatakan salah seorang pedagang pakaian anak di lantai I Pasar Petisah Medan, Ariyanti. “Pembeli sudah mulai ramai di awal bulan ini bahkan terlihat pembeli mulai fokus belanja membeli perlengkapan natal,” katanya.

Lanjut Ariyanti, menyambut Natal dan tahun baru, jauh-jauh hari ia sudah persiapan seperti gaun, kemeja, dress dan berbagai pakaian anak lainnya.

“Sudah persiapan gaun Natal, celana, kemeja. Dan semua barang sudah masuk, jadi jika pembeli mau pilih apa saja untuk di natal nanti, kita sudah ada semua, dan yang disiapkan itu mulai usia 0 bulan sampai belasan tahun,” ungkapnya.

Pakain jadi yang ia siapkan baik produk lokal maupun import (Hongkong, Bangkok). Sebab pembeli selain mencari produk lokal, banyak juga mencari produk import karena dinilai lebih berkualitas dan serat kainnya lebih halus.

“Selain barang lokal, kita siapkan juga barang Bangkok dan Hongkong. Ini karena banyak masyarakat yang mencari. Meski harganya sedikit lebih mahal,” katanya lagi.

Dijelaskannya, produk Bangkok dan Hongkong iberbeda. Kalau produk Bangkok kualitasnya hampir sama dengan Produk Ban-dung namun produk Hongkong jauh lebih bagus kualitasnya. Untuk harga hanya sedikit lebih mahal. “Kita prediksipembeli naik pada pertengahan bulan November dan itu terjadi tiap tahun. Saya juga melayani pembeli dengan harga eceran maupun grosiran,” ungkapnya.

Saat ini yang trend buat baju Natal anak perempuan adalah dress. Untuk anak laki-laki, baju kemeja polos. Dan ada juga model kemeja yang dimiks menyatu dengan jas dan rompi bahkan ada tambahan aksesoris nya seperti dasi.

Sementara itu, sebahagian pedagang pakain jadi mengaku tahun ini daya beli sangat rendah. Alhasil mereka tidak belanja stok banyak seperti halnya tahun-tahun sebelumnya.

Salah seorang pembeli, Nelli mengaku membeli perlengkapan baju Natal lebih awal karena harganya lebih murah dan pilihan masih banyak juga tidak berdesakan dengan pembeli lainnya. “Saya tiap tahun seperti ini, sengaja beli di Me-dan banyak pilihan, murah juga harganya. Dan saya bisa lebih santai memilih jika belanja di Awal-awal,” ungkapnya. (net/ila)