MENGADU: Perwakilan Forum Honorer Indonesia Kota Medan mengadu ke DPRD Medan, diterima Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ihwan Ritonga.
istimewa
MENGADU: Perwakilan Forum Honorer Indonesia Kota Medan mengadu ke DPRD Medan, diterima Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ihwan Ritonga.
istimewa
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengeluhkan sikap Pemko Medan yang dinilai kurang memberi perhatian, perwakilan Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan mengadu ke DPRD Medan, kemarin. Mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ihwan Ritonga di ruang kerjanya.
Ketua FHI Kota Medan, Fahrul Lubis, mengatakan masih banyak permasalahan di tingkat guru honorer yang belum juga terselesaikan. Beberapa di antaranya bantuan Rp 15 miliar yang sudah dianggarkan oleh DPRD Medan sampai sekarang belum juga diterima hingga gaji guru honor hanya 3 bulan yang dibayarkan. “Padahal kami sudah tidak menerima gaji selama 5 bulan. Masa kami harus menunggu dana BOS yang berikutnya turun, pak,” ucapnya.
Fahrul dan para guru honor lainnya berharap ada upaya dari DPRD Medan untuk menyampaikan keluhan mereka ke Wali Kota Medan maupun Dinas Pendidikan Medan.
“Kami juga meminta pada Pak Ihwan menyuarakan isi hati kami ini juga. Stop penerimaan guru honor di sekolah-sekolah agar lebih sejahtera lagi. Kami juga berharap guru honor gajinya sesuai UMK, atau paling tidak sesuaikan dengan gaji honor di dinas-dinas,” pintanya seraya menjelaskan bahwa semua guru honor merupakan tamatan S1.
Menyikapi pengaduan itu Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga, mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Medan sudah mendata seluruh guru honor penerima insentif dan memberikan data tersebut ke Pemko Medan. Hanya saja Pemko Medan yang belum juga menyalurkan dana tersebut.
“Kita paham kondisi guru-guru honor di Kota Medan yang terima gaji Rp 300 ribu – Rp 600 ribu per bulan. Tiap rapat kita sampaikan ke Disdik Medan supaya kesejahteraan guru honor di Medan diperhatikan. Makanya kemarin ada bantuan insentif yang Rp 15 miliar itu. Bagaimana teknisnya, kita serahkan ke Disdik pola pembagiannya,” jelasnya.
Ihwan menambahkan, secara tegas Fraksi Gerindra tiap tahun terus mendorong Pemko Medan supaya memperhatikan nasib guru-guru honor. Begitupun dirinya berharap semua guru bersabar. “Tahun 2020 juga akan kita anggarkan lagi insentif ke guru-guru honor. Ada ribuan guru honor kan? Jadi itu juga harus kita fikirkan,” ujarnya.
Kepada kepala sekolah, Ihwan menegaskan agar tidak menunda-nunda penyaluran dana BOS, di mana di dalamnya terdapat pembayaran gaji guru honor. “Pendapatan daerah kita di angka Rp 2,2 triliun per tahun. Kalau seluruh potensi bisa dikelola dengan baik, bisa mencapai Rp 4 triliun. Semua sektor bisa kita sejahterakan. Memang, tidak semuanya bisa dianggarkan Pemko Medan. Tapi bersabarlah, semua akan mengarah pada kesejahteraan,” pungkas Ihwan. (map/ila)
MENOLAK: Bongotan Siburian menolak diwawancara wartawan usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Deliserdang, Rabu (13/11).
IST/SUMUT POS
MENOLAK: Bongotan Siburian menolak diwawancara wartawan usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Deliserdang, Rabu (13/11).
IST/SUMUT POS
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bongotan Siburian (52) menghadiri rapat paripurna perdana DPRD Deliserdang, Rabu (13/11) sekira pukul 14.00 WIB. Warga Jalan Tomuan, Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang ini merupakan terlapor kasus penganiayaan dan pengancaman.
Anggota DPRD dari Fraksi Nasdem, kini menjadi anggota DPRD Deliserdang periode 2019-2024. Ia dilaporkan Doni Parhusip (27) ke Polres Deli Serdang pada 7 Januari 2017.
Usai rapat paripurna, sejumlah wartawan melakukan konfirmasi terkait laporan pengaduan korban Doni Parhusip. Namun, Bongotan Siburian malah mengarahkan sejumlah wartawan untuk konfirmasi kepada salah seorang yang tidak ada kaitannya dengan laporan Doni Parhusip.
“Dalam laporan pengaduan korban itu disebutkan terlapor Bongotan Siburian bukan Putra Sihaloho seperti yang bapak sebutkan. Siapa Putra Sihaloho itu?,” tanya wartawan kepada Bongotan Siburian.
“No comment,” jawab Bongotan sambil berlalu.
Ramai diberitakan sebelumnya, Polres Deliserdang diduga ‘mengendapkan’ kasus penganiayaan antara Doni Parhusip (27) dan Bongotan Siburian (52). Keduanya sama-sama melapor. Namun, penyidik mengutamakan pengaduan Bongotan Siburian yang disebut-sebut sebagai bekas bandar judi togel terbesar di Deliserdang.
Peristiwa penganiayaan yang dialami Doni Parhusip terjadi di Jalan Siantar, Gang Azas, Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubukpakam, 7 Januari 2017 sekira pukul 11.00 WIB.
Saat itu, Doni hendak keluar rumah. Ketika akan menyalakan sepedamotornya, Bongotan Siburian alias Oppung mengambil paksa kunci kontak motor Doni.
Doni kemudian meminta kunci sepedamotornya kepada Bongotan. Alih-alih diberi, Doni malah didorong Bongotan hingga jatuh ke tanah.
Bukan itu saja, Bongotan juga mengambil handphone milik Doni. Setelah itu, Bongotan meninggalkan Doni.
Kemudian, Doni bertemu dengan Rudi Simarmata. Ia minta ditemani untuk meminta ponselnya kepada Bongotan.
Ketika tiba dirumah Bongotan di Jalan Siantar, Kampung Tomuan, Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubukpakam, tiba-tiba pelaku langsung mencekik leher dan menodongkan sebilah pisau ke leher Doni.
Tak terima warga Dusun II, Kampung Baru, Desa Pasar Melintang, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang langsung membuat pengaduan ke Polres Deliserdang.
Oleh petugas SPKT Polres Deliserdang, pengaduan Doni diterima dengan Nomor LP/18/I/2017/SU/RES DS.
Orangtua Doni mengatakan, anaknya belum ada perdamaian dan kemungkinan tidak mau berdamai.
“Anakku sudah masuk penjara pada Agustus 2017 dan bebas Oktober 2019. Sedangkan laporan pengaduan anakku sampai sekarang tak tahu prosesnya,” sebutnya saat disambangi Sumut Pos di rumahnya, Rabu (16/10).
Terpisah, Kanit Idik I Satreskrim Polres Deliserdang, Ipda Randy Anugrah SIK mengaku akan mengecek laporan pengaduan Doni. “Penyidik yang menangani sedang lepas piket, nanti kami check dulu ya,” sebutnya. (btr/ala)
DIPAPARKAN: Dua tersangka yang coba selundupkan sabu dipaparkan.
IST/SUMUT POS
DIPAPARKAN: Dua tersangka yang coba selundupkan sabu dipaparkan.
IST/SUMUT POS
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bea Cukai KPPBC Tipe Madya Pabean B Kualanamu mengamankan dua penumpang air asia berinisial GM (39) warga negara Malaysia, dan MBU (31) warga negara Indonesia. Kedua pria yang mengaku berprofesi sebagai pembuat tato dan pekerja doorsmeer itu diamankan pada Kamis (7/11) dan Jumat (8/11).
“Penumpang berinsial GM tiba lebih dulu menggunakan pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ 123 rute Kualalumpur-Kualanamu,” ujar Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumut didampingi Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Kualanamu Bagus Nugroho Tamtomo Putro, Rabu (13/11).
Dari hasil analisa dan profiling terhadap GM oleh petugas Bea Cukai, penumpang dengan nomor paspor A53877029 itu diketahui membawa sabu seberat 2,3 gram yang dimasukkan ke dalam spidol.
Kemudian, tersangka MBU tiba pada Jumat (8/11). Petugas Bea Cukai pun melakukan pemeriksaan terhadap MBU dan barang bawaannya.
Saat diperiksa, dari barang bawaan penumpang yang memiliki paspor nomor C0642736 itu, petugas menemukan sabu seberat 21,3 gram dari dalam pasta gigi.
“Kedua tersangka dijerat UU RI Nomor 17 tahun 2006, tentang perubahan atas UU Nomor 10 tahun 1995, tentang kepabeanan pasal 102 huruf (h) dengan ancaman paling singkat 1 tahun, paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp 10 miliar,” sebut Kakanwil DJBC Sumut Oza Olivia.
Selain itu, kedua tersangka dijerat pasal 113 ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika. Ancaman penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun penjara.
“Kemudian pidana denda paling sedikit Rp1 miliar paling banyak Rp10 miliar,” pungkasnya. (btr/ala)
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Efrijal Rinaldi alias Bengbeng (37), ditangkap personel Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Simalungun, Minggu (10/11) sekira pukul 22.30 WIB.
“Tersangka diamankan tak jauh dari rumahnya di Jalan Medan, KM 10, Desa Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun,” ujar Kepala BNNK Simalungun Kompol Suhana Sinaga didampingi Kasi Pemberantasan Kompol Hendry Sinaga.
Saat hendak ditangkap, warga Lingkungan V, Desa Sinaksak itu sedang terlihat petugas hendak melakukan transaksi narkotika jenis sabu.
Kompol Suhana mengatakan, penangkapan tersangka hasil tindaklanjut informasi masyarakat setempat. Dari penangkapan itu, petugas BNN menemukan barang bukti narkotika jenis sabu.
“Ditemukan paket barang bukti lainya diduga narkotika jenis sabu dengan total berat keseluruhan mencapai 1,23 gram,” jelas Suhana.
Personel BNNK Simalungun juga mengamankan dua telepon selular, satu unit sepedamotor Yamaha RX Spesial tanpa plat dan uang tunai Rp450.000 diduga hasil transaksi narkotika jenis sabu.
Kompol Hendry Sinaga menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan kasus penyalahguna narkotika jenis sabu tersebut.
“Tersangka mengaku mendapatkan sabu dari seseorang berinisial J, warga Kota Pematangsiantar,” jelasnya.
Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (bbs/ala)
FAJAR DAME/SUMUT POS
BERSERAKAN: Muatan bawang berserakan di jalan usai terjadi kecelakaan beruntun di Jalinsum Labusel, Selasa (12/11).
BERSERAKAN: Muatan bawang berserakan di jalan usai terjadi kecelakaan beruntun di Jalinsum Labusel, Selasa (12/11). FAJAR DAME/SUMUT POS
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Tabrakan beruntun melibatkan tiga truk terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Selasa (12/11). Tepatnya di Desa Beringin Jaya, KecamatanTorgamba, Kabupaten Labusel, antara Km 375-3762 Medan-Baganbatu, Riau. Satu diantaranya, truk pengangkut bawang.
Informasi dihimpun, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, menyebabkan muatan truk berupa bawang berserakan di badan jalan.
Kapolsek Torgamba AKP Mulyadi mengatakan, peristiwa bermula ketika Dum Truck BK-8222-XA yang dikemudikan Suhendra datang dari arah Medan menuju Baganbatu, Riau.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), diduga truk naas itu mengalami rem blong sehingga menabrak truk Colt Diesel BK 9339 CC. Truk colt diesel dikemudikan oleh Jumirin.
Akibatnya, truk colt diesel oleng ke kanan. Di saat bersamaan, datang truk tronton BK 8303 VP dari arah Baganbatu menuju Medan. Truk tersebut dikemudikan oleh Pitriadi Hasibuan.
“Akibatnya terjadi tabrak samping kanan. Sehingga terjadi tabrak beruntun. Akibat Laka Lantas itu, ketiga truk terbalik di bahu jalan dan badan jalan,” jelas kapolsek.
Akibat peristiwa itu, pengemudi truk colt diesel Jumirin (40) warga Serdangbedagai (Sergai) mengalami luka lecet pada kaki kanan dan kaki kirinya. Ia terpaksa dievakuasi ke pusat pelayanan kesehatan terdekat.
Tiga Truk Terlibat Tabrakan Beruntun di Jalinsum Torgamba Labusel (mag-13/ala)
TEWAS: M Siddik meregang nyawa (kiri) setelah tiba di RS Trianda Perbaungan, Rabu (13/11)
TEWAS: M Siddik meregang nyawa (kiri) setelah tiba di RS Trianda Perbaungan, Rabu (13/11)
SERGAI, SUMUTPOS.CO – M Siddik meregang nyawa tak lama setelah tiba di RS Trianda Perbaungan, Rabu (13/11) sore. Warga Dusun III, Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai (Sergai) itu mengalami luka parah setelah sepedamotor yang dikendarainya ditabrak mobil pickup di jalan umum Desa Lidah Tanah, Desa Tanah Merah.
Tepatnya di Dusun III Desa Kesatuan, Perbaungan, Sergai, sekira pukul 14.30 Wib. Sedangkan adiknya, Zulfiqar (15), mengalami retak tulang kaki dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
“Sebelum kecelakaan, mobil Daihatsu pickup BK 9031 DT yang dikemudikan Nuriadi warga Dusun B, Desa Tanah Merah yang datang dari arah Desa Tanah Merah menuju Desa Lidah Tanah,” kata Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Haris SE, Rabu (13/11) malam.
Tiba di lokasi kejadian, pengemudi mobil diduga kurang hati-hati tanpa memperhatikan kendaraan dari arah depannya. Saat bersamaan, dari arah berlawanan M Siddik datang mengendarai sepedamotor Yamaha Jupiter BK 4321 XL.
Ia berbocengan dengan adiknya Zulfiqar (15). Brakkk! Kedua remaja itu langsung terpental dihantam bagian kanan depan mobil pickup.
“Pengendara sepedamotor dan yang dibonceng terlempar ke parit dan mengalami luka berat,” jelas Haris.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian kemudian membawa keduanya ke RSU Trianda Pasar Bengkel. Namun sayang, tak lama di rumah sakit, M Siddik dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, polisi yang mendapat informasi tiba di lokasi kejadian tak lama kemudian.
“Korban M Siddik mengalami luka lecet di lengan, lutut, serta punggung kanan, meninggal dunia di RSU Trianda Pasar Bengkel. Korban Zulfiqar mengalami patah tertutup paha, lutut dan pergelangan kaki kanan, berobat di RSU Trianda Pasar Bengkel,” jelas Haris.
Setelah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi, polisi kemudian mengamankan kedua kendaraan ke Pos Lantas Sei Sijenggi. (bbs/ala)
Itu setelah sebuah truk gagal mendaki tanjakan Jalinsum Adam Malik By Pass, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu. Tepatnya di antara Km 285-286 Medan menuju Aek Nabara.
Informasi diperoleh, kronologi kejadian bermula ketika truk tronton BK 8802 LO bermuatan kacang tak mampu menanjak. Akibatnya, truk yang dikemudikan Syahri itu mundur dan langsung menghantam becak bermotor yang dikemudikan Syamsudin (57) warga Perum Puri, Kampung Baru, Rantauprapat.
“Betor tersebut sedang mengangkut penumpang bernama Fatmawati (32) warga Jalan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu,” kata Kasat Lantas Polres Labuhanbatu, AKP Imam Alriyuddin.
Selanjutnya, truk maut itu turun ke kiri dan menabrak teras rumah milik Rosdiani Munthe. Kemudian masuk ke dalam parit.
Akibat insiden itu, pengemudi betor tewas dan penumpang betor mengalami luka. Mereka terpaksa dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat.
“Pengemudi betor meninggal dunia di TKP dibawa ke RSUD Rantauprapat dan penumpangnya mengalami luka ringan dibawa ke RSU Elfi Al Azis Rantuprapat,” bebernya.
Akibat peristiwa itu, arus lalulintas dari kedua arah berlawanan macet total. Dampaknya, pihak Polantas melakukan rekayasa lalulintas untuk mengurai kemacetan yang terjadi.(mag-13/ala)
MENUNGGU: Keluarga korban tewas tertimpa bangunan rumah sedang menunggui jenazah Anto Silalahi di kamar mayat RSUD Sidikalang.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
MENUNGGU: Keluarga korban tewas tertimpa bangunan rumah sedang menunggui jenazah Anto Silalahi di kamar mayat RSUD Sidikalang.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Anto Silalahi (38) warga Dusun 5 Desa Bintang Mersada Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi tewas tertimpa bangunan rumah.
Pria itu mengalami kecelakaan kerja dalam pembangunan rumah di Jalan Lestari, Desa Kalang, Kecamatan Sidikalang, Rabu (13/11) sekira pukul 09.50 WIB.
Kapolsek Sidikalang AKP Jokner Malau membenarkan peristiwa tersebut.
“Korban meninggal akibat kecelakaan kerja,” kata Jokner.
Sebelum mengalami kecelakaan kerja, korban bekerja di rumah milik Luhut Sihombing (40). Korban ditemani saudaranya Lambok Silalahi dan Indra Siagian (18).
Korban bersama Indra saat kejadian sedang menyelesaikan pekerjaan bagian depan teras atau dalam istilah tukang bagian level. Keduanya sedang memplester bagian tersebut.
Entah kenapa, saat keduanya kerja dibawah bagian tersebut, tiba-tiba teras ambruk dan menimpa korban. Indra sempat menyelamatkan diri, tetapi korban tidak sempat lari dan terjepit bangunan yang runtuh.
“Untuk mengevakuasi jenazah, Kepolisian dan warga sekitar terpaksa mencongkel bangunan untuk mengeluarkan korban dari timbunan bangunan itu,” ucap Jokner.
Korban sudah dievakuasi ke RSUD Sidikalang dan selanjutnya akan diserahkan ke pihak keluarga. Kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dan di lokasi sudah dipasang garis polisi,” tandasnya. (rud/ala)
PERLIHATKAN: Tim Serse Polsek Pancurbatu memperlihatkan tiga tersangka beserta barangbukti Toyota Avanza yang digunakan untuk merampok.
IST/SUMUT POS
PERLIHATKAN: Tim Serse Polsek Pancurbatu memperlihatkan tiga tersangka beserta barangbukti Toyota Avanza yang digunakan untuk merampok.
IST/SUMUT POS
PANCURBATU, SUMUTPOS.CO – Personel Unit Reskrim Polsek Pancurbatu sukses meringkus 3 dari 4 anggota komplotan perampok pedagang telur Prisdiantoro Aritonang (25), warga Perumahan Addres Cempaka Madani, Gaperta Ujung.
KETIGANYA tersangka masing-masing, Mittun Angkat (22) warga Jalan Air Bersih, Kecamatan Sidikalang, Dairi; Masriadi Situngkir (25) warga Perumahan Cempaka Madani, Jalan Gaperta Ujung, Medan dan Lolo Banurea (25) warga Jalan Tiga Lingga KM 5, Desa Tambahan, Kecamatan Siepat Nempuh, Dairi.
Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu Iptu Suhaily Hasibuan mengatakan, para pelaku sebelumnya beraksi di Tikungan Amoy, Jalan Jamin Ginting, Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, Senin (11/11) sekira pukul 19.00 WIB.
“Senin (11/11) sekira pukul 06.00 WIB, korban dan sopirnya Masriadi Situngkir berangkat dari Jalan Cempa, Gaperta, Medan mengendarai Mitshubishi L-300, BK 8271 RE. Mereka membawa muatan telur untuk dijual di Kabupaten Karo,” kata Suhaily, Rabu (13/11) siang.
Prisdiantoro kemudian tiba di Berastagi sekira pukul 10.00 WIB lalu menjual dagangan mereka hingga sore.
“Sekira pukul 18.30 WIB, korban berniat kembali ke Medan. Sesampainya di Tikungan Amoy Bandar Baru, mobil mereka dipepet mobil Avanza warna silver BK 1406 OR (plat palsu),” beber Suhaily.
Setelah mobil Prisdiantoro berhenti, dari mobil Avanza kemudian keluar tiga pria yang langsung mendatanginya. Sejurus kemudian, salah seorang dari mereka memukul Prisdiantoro dengan benda berbentuk pistol (diduga pistol mainan) dan langsung berusaha menarik tas yang disandang korban.
“Karena korban berusaha melawan, tersangka kemudian memukul kepala korban dengan batu sebanyak tiga kali sehingga korban tak berdaya. Selanjutnya, para tersangka melarikan diri ke arah Kota Medan,” jelas Suhaily.
Kemudian, korban dan sopirnya mendatangi Mapolsek Pancurbatu dan membuat pengaduan terkait kejadian itu.
“Jadi, saat di Polsek, kita interogasi korban dan sopirnya. Setelah dilakukan interogasi, sopir kita bawa untuk cek TKP dan reka ulang. Akhirnya si sopir ini mengakui keterlibatannya dalam perampokan tersebut,” beber Suhaily.
Selanjutnya, dari Masriadi, polisi kemudian mengetahui identitas ketiga rekannya yang terlibat dalam perampokan tersebut. Polisi kemudian membawa Masriadi untuk mengejar rekan-rekannya, Selasa (12/11).
“Berdasarkan informasi dari tersangka Masriadi Situngkir, teman-temannya berada di seputaran Simpang Pos, Jalan Jamin Ginting, Medan. Tim yang dipimpin Kanit Reskrim kemudian melakukan patroli di seputaran Jalan Jamin Ginting Simpang Pos hingga ke Jalan AH Nasution,” sebutnya.
“Sekira pukul 14.00 WIB, kita melihat mobil Avanza BK 1525 IM warna silver melintas dari Simpang Pos. Keterangan tersangka Masriadi, itu adalah mobil yang digunakan saat perampokan,” jelas Suhaily.
Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan mobil tersebut di depan SPBU, Jalan Karya Jaya, Kecamatan Medan Johor.
“Dari dalam mobil tersebut kita amankan 2 tersangka lainnya yang ikut melakukan perampokan. Hasil interogasi terhadap keduanya, seorang rekan mereka lainnya berinisial RA. Kita masih terus memburunya,” sambungnya.
Dari pengungkapan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah batu, topi warna hitam, pecahan plastik gagang senjata mainan, sisa uang hasil rampokan Rp2.596.000, tas sandang warna hitam abu merk Support, 1 unit mobil Toyota Avanza BK 1525 IM warna Silver.
“Korban mengalami kerugian sebesar Rp120.000.000,” pungkas Suhaily.(bbs/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terduga pelaku bom bunuh diri, Rabbial Muslim Nasution alias Dedek, dikenal baik dan ramah di lingkungan tempat tinggal orang tuanya, Jalan Jangka Ujung Gang Tentram No. 98 B Lingkungan 3, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah. Pelaku juga rajin sholat di masjid dekat rumah orang tuanya.
Semasa kecil hingga beranjak dewasa, pelaku akrab dipanggil Dede. Namun, semenjak menikah dengan dan berkeluarga, pelaku tinggal di rumah mertuanya di kawasan Kecamatan Medan Marelan.
“Setahun lalu atau 2018, dia (pelaku) sudah tak tinggal di rumah orang tuanya. Dede bersama istrinya tinggal di kawasan Medan Marelan. Ayahnya masih hidup, sedangkan ibunya sudah meninggal,” kata Supriansyah, tetangga di rumah orang tuanya.
“Orangnya baik. Sejak kecil saya tahu dia baik. Tidak pernah ada hal-hal yang negatiflah,” ujar Wandah, kepada wartawan, Rabu.
Hal serupa juga dikatakan Muhammad Fahrizal Lubis alias Ije, yang juga tetangga di rumah orang tuanya. Ije mengaku sangat kaget dan sempat tak percaya mengetahui Dede sebagai pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. menurutnya, Dede memiliki kepribadian yang asik dan bergaul di lingkungan tempat tinggalnya.
“Pastinya sangat kagetlah karena orangnya asik, baiklah pokoknya. Dia juga mudah bergaul dan rajin sholat. Bahkan, sebelum menikah sempat menjadi anak remaja masjid di lingkungan kami. Sewaktu tinggal di sini, sering tegur sapa,” ucapnya.
Kata Ije, aktivitas sehari-hari Dede memang sebagai pengemudi ojek online. Hal itu diketahuinya dari jaket yang sering digunakan Dede. “Saya pernah lihat dia pakai jaket ojek online,” ucapnya.
Tak jauh beda disampaikan Bagus, yang mengaku teman semasa kecilnya. Kata Bagus, ia sudah mengenal Dede sejak usia anak-anak dan sering bermain bersama. Bahkan, sempat satu sekolah dengan Dede di SMK Negeri 9 Medan. “SD dan SMP kalau enggak salah dia di Muhammadiyah, tapi kami enggak satu sekolah. Pas SMK kami satu sekolah, namun Dede enggak sampai tamat hanya kelas 1 saja,” ujarnya.
Menurut Bagus, untuk berteman sosok Dede asik diajak ngobrol bahkan sering terlibat di organisasi remaja masjid. “Dia punya abang dan kakak, tapi saya kurang tahu dia anak ke berapa dan berapa bersaudara. Saya terakhir bertemu pas sebelum nikah, setelah itu enggak ada lagi. Dia sekarang tinggalnya di Marelan sama istrinya, dan menikahnya juga di sana,” tandas Bagus.
Sementara itu, Kepling IV, Nardi (59) mengatakan, pernah mengenal RMN karena pelaku bom bunuh diri itu lahir di daerah tersebut. “Dia lahir di sini dan pernah menetap di Kuala Simpang, Aceh. Baru pas sudah besar dia balik lagi ke sini,” kata Nardi.
Nardi mengatakan, sehari-hari RMN bekerja sebagai pengemudi ojek online dan juga sambilan berjualan bakso bakar. Orangtua perempuannya sudah meninggal. “Dia rajin shalat, orangnya baik. Tapi entah apa yang terjadi. Begitu berumah tangga berubah sikap jadi seperti ini,” ungkapnya.
Menikah Setahun Lalu
Kepling Lingkungan III Kelurahan Sei Putih Barat, Poetra mengatakan, setelah menikah pada 2018, Dede sudah tidak tinggal di rumah orang tuanya lagi. Dede tinggal bersama istrinya di Marelan.
“Dede ini memang warga saya dulunya, dia kecil di sini. Tapi, setelah menikah dia pindah ke Marelan. Saya terakhir jumpa sebelum dia menikah. Setelah menikah enggak ketemu lagi, dan pindah pun saya enggak tahu karena tidak pernah mengurus surat pindahnya sama saya,” ungkap Putra.
Ia mengaku, saat menjadi warganya, Dede aktif dan bergaul dengan dengan anak-anak seusianya. Bahkan, Dede juga aktif dalam kepanitian bila ada kegiatan di masjid dan Siskamling di lingkungannya. “Setahu saya, pekerjaan dia pengemudi ojek online. Kalau enggak salah, dia empat bersaudara, tapi enggak tahu anak ke berapa,” pungkasnya.
Jarang Bergaul
Pernikahan Rabbial Muslim Nasution alias Dedek dengan Dewi sudah berusia setahun. Selama pernikahan, pasangam suami istri ini jarang bergaul dengan masyarakat.
Hal itu terkuak dari lokasi awal tempat mereka menikah di rumah orangtua Dewi di Pasar I Marelan. Nah, selama di rumah itu, Dewi yang sehari- hari bercadar dan Rabbial bekerja sebagai ojek tidak pernah keluar rumah.
“Selama tinggal di sini, saya jarang lihat mereka bergaul. Kalau mertuanya sering saya lihat ke mesjid. Jadi, saya kurang tahu latar belakang Rabbial dan istrinya,” kata Kepling I, Muklis.
Belakangan, rumah itu sudah dijual. Rabbial pindah rumah tidak diketahui tempat tinggalnya. Sedangkan mertuanya di Pasar II Marelan.
“Sehabis nikah, mereka (Rabbial bersama istrinya), selama lima bulan belakangan ini tidak di rumah itu, karena rumah itu dijual mertuanya,” kata kepling lagi.
Belakangan, diketahui mertuanya pindah di Pasar II Marelan. Di rumah yang dijadikan dagangan ayam geprek, warga pum tidak pernah tahu tentang Rabbial dan istrinya Dewi. “Setahu kami, si Dewi tidak pernah nampak di rumah tempat jualan orantuanya. Memang sering mampak datang dengan suaminya, untuk aktivitasnya kami kurang tahu, karena mereka (Rabbial dan Dewi) jarang bergaul,” kata warga sekitar rumah mertua Rabbial.
Bahkan, tetangga pun tidak begitu kenal dengan mertua Rabbial bernama Andi Syahputra, sebab, Andi Syahputra yang menetap di rumah itu sambil berjualan baru 6 bulan, namun tidak tahu latar belakang keluarga mertua Rabbial.
“Kalau kami lihat, mereka berjualan aja. Jadi, untuk aktivitas mencurigakàn tidak pernah ada,” beber warga yang heboh.
Syahrul (23), warga yang tinggal bersebelahan dengan Rabbial mengatakan, keluarga Rabbial sangat tertutup. Syahrul baru sebulan tinggal bersebelahan dengan Rabbial. Syahrul bertemu dengan Rabbial dan istrinya pada pagi hari, sekitar pukul 08.00 – 09.00 WIB, saat keduanya akan pergi.
“Tak tahu kerjanya apa. Katanya ojek online,” kata Syahrul di lokasi, Rabu (13/11/2019) sore.
Ketika berpapasan pun, tegur sapa hanya sekedar saja. Dengan rutinitas demikian, Syahrul mengaku tidak mengenal keduanya dengan baik. “Dia berangkat kerja pagi, pulangnya jam 12 malam, jarang lah ngobrolnya,” kata Syahrul.
Syahrul mengatakan, tidak pernah curiga dengan tetangga barunya itu yang ketika berpindah ke rumah dengan satu kamar menggunakan mobil pikap. “Ada lah pernah kemarin kayak mukul-mukul dinding, mungkin pasang paku. Selebihnya tak ada lah,” kata Syahrul.
Dijelaskannya, sekitar tiga pekan lalu, kawan-kawan Rabbial berkunjung ke rumah Rabbial. Mereka menggunakan sepeda motor. Namun saat itu, pintu rumahnya dibuka. “Ada lah dua atau tiga kereta (sepeda motor). mereka berboncengan,” katanya.
Salma, warga tetangga rumah Dedek dan Dewi menyebut pasangan pengantin baru itu ramah meski jarang bicara. “Suaminya ramah, kalau istrinya jarang bicara,” jelasnya. Dewi sendiri belum diketahui di mana berada.
Seorang YouTuber
Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait aksi bom bunuh diri yang dilakukan Rabbial Muslim Nasution di Polrestabes Medan, Rabu (13/11) pagi.
Dari hasil penelusuran, diduga pemuda kelahiran 1995 itu adalah seorang YouTuber. Hal ini diketahui dari akun YouTube yang sama persis dengan nama pelaku. Dia tampak memiliki 475 subscriber. Rabbial bergabung di YouTube sejak 9 April 2011 lalu.
Berdasar hasil penelusuran, hanya dua video yang dia posting di akun tersebut. Konten pertama berjudul Jokowi datangi korban BANJIR di Medan (JANGKA). Diposting enam tahun lalu, video ini ditonton 1,9 ribu kali.
Dalam konten tersebut Rabbial dia berpura-pura menjadi pembawa acara dalam kondisi banjir. Tetapi, tak tampak ada Jokowi dalam video ini. Video lebih ke adegan pura-pura jadi pembawa acara di tengah banjir.
Video keduanya memiliki konten lebih tidak jelas lagi maksudnya. Videonya pun hanya berdurasi 15 detik. Video baru diunggah sebulan lalu. Video ini hanya menunjukkan seekor babi tertidur lalu diberi makan oleh seseorang.
Namun, informasi bahwa pelaku bom bunuh diri ini sebagai YouTuber belum ada yang membenarkan. Kepolisian pun masih mendalami informasi itu. (ris/fac/bbs/jpnn)