Home Blog Page 4952

Sabu Campur Kuah Gulai Gagal Hisap, Coba Diselundupkan Pasutri di Rutan Polrestabes Medan

DIAMANKAN: Pasutri kedapatan menyelipkan sabu di dalam kuah gulai nasi bungkus diamankan. M Idris/ Sumut Pos
DIAMANKAN: Pasutri kedapatan menyelipkan sabu di dalam kuah gulai nasi bungkus diamankan.
M Idris/ Sumut Pos
DIAMANKAN: Pasutri kedapatan menyelipkan sabu di dalam kuah gulai nasi bungkus diamankan. M Idris/ Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasangan suami istri (pasutri) Yopi (36) dan AH (34), diamankan personel yang bertugas di Rumah Tahanan Mapolrestabes Medan, Senin (5/11) sore. Pasalnya, warga Jalan Balai Desa Lingkungan VII, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal ini nekat menyelipkan sabu di dalam kuah gulai pada nasi bungkus yang hendak diantarkannya kepada salah satu tahanan.

Kasat Sabhara Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar mengatakan, sebelum diamankan keduanya mengaku ingin mengunjungi seorang tahanan di Mapolrestabes Medan. Sebelum mengizinkan keduanya masuk, petugas melakukan pengeledahan dan pemeriksaan terhadap barang bawaan.

“Saat dilakukan pemeriksaan, petugas mencurigai ada benda mencurigakan di dalam nasi bungkus yang dibawa pasutri tersebut. Saat diperiksa, petugas menemukan 5 bungkus kecil diduga berisi sabu-sabu yang disembunyikan di dalam kuah gulai,” ujar Sonny, Selasa (5/11).

Disebutkannya, pasutri tersebut kemudian diamakan dan diserahkan kepada Satres Narkoba untuk proses hukum lebih lanjut.

“Keduanya sudah diserahkan ke Satres Narkoba, diduga sabu tersebut pesanan tahanan. Namun, untuk lebih jelasnya bisa konfirmasi langsung (Satres Narkoba),” tandasnya.

Sementara, Kasatres Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandhy mengaku pihaknya masih mendalami keterangan pasutri tersebut dan masih enggan membeberkannya. “Masih didalami dan dikembangkan, nanti akan disampaikan,” katanya.(ris/ala)

4 Buron, 2 Pembunuh Warga Labuhanbatu Ditangkap, Dendam Soal Lahan Picu Pembantaian

DITANGKAP: Pak Revi dan Pak Tati, diamankan setelah membunuh dua orang aktivis yang kerap mempersoalkan lahan perkebunan PT Sei Alih Berombang/Koperasi Serba Usaha Amalia. FAJAR DAME/SUMUT POS
DITANGKAP: Pak Revi dan Pak Tati, diamankan setelah membunuh dua orang aktivis yang kerap mempersoalkan lahan perkebunan PT Sei Alih Berombang/Koperasi Serba Usaha Amalia.
FAJAR DAME/SUMUT POS
DITANGKAP: Pak Revi dan Pak Tati, diamankan setelah membunuh dua orang aktivis yang kerap mempersoalkan lahan perkebunan PT Sei Alih Berombang/Koperasi Serba Usaha Amalia. FAJAR DAME/SUMUT POS

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Dua dari enam pelaku pembantaian Maraden Sianipar dan Maratua P Siregar, Rabu (30/10/2019) berhasil ditangkap.
Aksi nekat keduanya dipicu dendam bermotif sengketa lahan perkebunan.

“YA, ada dua orang diamankan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Jamakita Purba, Selasa (5/11).

Kedua tersangka masing-masing, VS alias Pak Revi (49) dan SH alias Pak Tati (50). Keduanya warga Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Dijelaskan Jamakita, VS memukul kedua korban menggunakan kayu bulat sepanjang 1 meter. Kemudian menarik dan memasukkan mayat korban ke parit.

“Hal yang sama dilakukan tersangka SH,” ujar mantan Panit Vice Control/Judi Sila Polresta (sekarang Polrestabes) Medan.

Kini, polisi sedang memburu empat pelaku lainnya. Keempatnya berinisial JS, S als PR, M dan P.

“Keempatnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” tegasnya.

Diungkap Jama, motif para tersangka menghabisi korban karena dendam terkait sengketa lahan perkebunan kelapa sawit.

“Saat ini kedua tersangka dibawa ke Polres Labuhnbatu untuk diproses lanjut,” sebutnya.

Para tersangka terancam pasal 340 subs 338 Juncto 55 dan 56 KUHP. Ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup karena dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain.

“Polisi juga menyita satu unit sepeda motor Honda Revo 110 BK 5185 VAB warna hitam,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, dua sosok mayat ditemukan warga di komplek eks areal PT Sei Alih Berombang (SAB)/Koperasi Serba Usaha (KSU) Amalia. Tepatnya di Dusun VI, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Korban Maraden Sianipar warga Jalan Gajah Mada, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu ini ditemukan di dalam parit, Rabu (30/10) sekira pukul 16.00 WIB. Posisinya tak jauh dari komplek gudang kontainer PT SAB.

Sedangkan temannya, Maratua Parasian Siregar alias Sanjay ditemukan, Kamis (32/10) sekira jam 09.00 WIB. Ia tergeletak 200 meter dari lokasi penemuan jasad Maraden Sianipar. Diduga kedua mayat tersebut korban pembunuhan. Sebab, di sekujur tubuh penuh luka bacokan senjata tajam.(mag-13/ala)

Kemenkum HAM Butuh 4.598 CPNS, Lulusan SMA Bisa Jaga Tahanan

M Ridwan/Jambi Ekspres UKUR TINGGI: Peserta CPNS untuk jenjang SLTA yang mengikuti seleksi di Kemenkum HAM, Kota Baru, Jambi, beberapa waktu lalu.
UKUR TINGGI: Peserta CPNS untuk jenjang SLTA yang mengikuti seleksi di Kemenkum HAM, Kota Baru, Jambi, beberapa waktu lalu. 
 M Ridwan/Jambi Ekspres
UKUR TINGGI: Peserta CPNS untuk jenjang SLTA yang mengikuti seleksi di Kemenkum HAM, Kota Baru, Jambi, beberapa waktu lalu.
M Ridwan/Jambi Ekspres

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dimulai 11 November mendatang. Kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sudah memasukkan data kebutuhan pegawai ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Di antaranya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

KEMENKUMHAM mengumumkan formasi CPNS berdasar surat nomor SEK.KP.02.01-745 yang bertanggal 1 November 2019. Total lowongan mencapai 4.598 formasi. Terdiri atas formasi khusus dan umum.

“Formasi khusus, yakni cum laude, disabilitas, serta putra/putri Papua dan Papua Barat,” ucap Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Kemenkum HAM Bambang Wiyono.

Dari jumlah tersebut, 3.532 lowongan diperuntukkan lulusan SMA. Perinciannya, untuk formasi penjaga tahanan, dibutuhkan 2.875 orang. Sisanya, 657 lowongan, dibuka untuk posisi pemeriksa keimigrasian pelaksana/pemula.

“Penjaga tahanan akan tersebar di 33 kantor wilayah,” imbuh Bambang.

Pendaftar berijazah SMA diminta untuk menyiapkan dokumen yang tertera dalam surat pengumuman. Ada surat lamaran yang bisa diunduh di sscasn.bkn.go.id.

Lalu, pendaftar mengisi surat pernyataan yang bisa diunduh di cpns.kemenkumham.go.id. Setelah itu, ketik, cetak, dan tempeli meterai Rp 6.000 surat tersebut. Pendaftar diminta untuk menyertakan KTP atau e-KTP asli plus dokumen pelengkap seperti ijazah atau surat keterangan lulus dan transkrip nilai dalam format PDF.

Sementara itu, Kemenkes awal bulan ini telah mengumumkan pembukaan seleksi CPNS. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati mengatakan, pengumuman pembukaan seleksi CPNS berdasar surat nomor KP.01.02/IV/1065/2019. Ada 2.205 formasi jabatan yang dibutuhkan.

Menurut Widyawati, yang lolos seleksi CPNS akan ditempatkan di kantor pusat dan unit pelaksana teksis (UPT) milik Kemenkes. Jadwal seleksi masih disusun.

Meski demikian, dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi itu disebutkan, pada Februari 2020 dilaksanakan seleksi kompetensi dasar dengan menggunakan CAT. Sedangkan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dilaksanakan sebulan setelah itu. (bbs/jpc/ala)

BNP2TKI Berubah Nama

MELAYANI: Sejumlah petugas BNP2TKI melayani orang yang ingin melakukan pengurusan.
MELAYANI: Sejumlah petugas BNP2TKI melayani orang yang ingin melakukan pengurusan.
MELAYANI: Sejumlah petugas BNP2TKI melayani orang yang ingin melakukan pengurusan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan berganti nama menjadi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Demikian disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala BNP2TKI Tatang Budie Utama Razak saat Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR, Jakarta, Senin (4/11).

Tatang mengatakan pengubahan nama itu disesuaikan dengan adanya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pekerja Migran Indonesia.

“Undang-undang itu mengatur pengubahan nama dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Jadi pengubahan nama badan ini agar sejalan dengan undang-undang tersebut,” kata Tatang.

Tatang mengatakan merujuk Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 itu, dalam BP2MI akan ada hal baru yang diatur seperti area pekerja migran Indonesia (PMI) juga merujuk pada yang bekerja di laut seperti anak buah kapal (ABK).

Kemudian instansi yang terlibat dalam penempatan dan perlindungan PMI tidak hanya pemerintah pusat dan swasta tetapi juga pemerintah daerah.

“Kemudian cakupan layanannya tidak hanya dengan calon PMI dan PMI saja tetapi juga sampai keluarganya,” kata Tatang.

Dia mengatakan BP2MI nanti akan lebih banyak menempatkan PMI terampil dan profesional, kemudian mereka juga akan berupaya menurunkan jumlah PMI yang memiliki kategori tingkat rendah seperti asisten rumah tangga dan berisiko tinggi.

BP2MI juga akan akan menekan jumlah PMI non-prosedural semaksimal mungkin, serta terwujudnya tata kelola organisasi yang efisien, efektif dan akuntabel. (bbs/ala)

Tidak Terbukti Korupsi Proyek PLTU Riau-1, Eks Dirut PLN Bebas

LAMBAIKAN TANGAN: Eks Dirut PLN, Sofyan Basir melambaikan usai bebas karena tidak terbukti melakukan korupsi Proyek PLTU Riau-1.
LAMBAIKAN TANGAN: Eks Dirut PLN, Sofyan Basir melambaikan usai bebas karena tidak terbukti melakukan korupsi Proyek PLTU Riau-1.
LAMBAIKAN TANGAN: Eks Dirut PLN, Sofyan Basir melambaikan usai bebas karena tidak terbukti melakukan korupsi Proyek PLTU Riau-1.

Mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir resmi bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (4/11). Sofyan mengirup udara bebas usai majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis bebas dari dugaan korupsi proyek PLTU Riau-1.

Pantauan wartawan di lapangan, Sofyan keluar dari Rutan KPK sekitar pukul 17.52 WIB. Ia didampingi sejumlah kuasa hukum, yang dipimpin Soesilo Aribowo serta jaksa penuntut KPK.

Sofyan mengenakan kemeja warna biru muda itu keluar di saat azan Magrib berkumandang. Setelah itu Sofyan langsung berjalan menuju ke mobilnya. Ia tak banyak mengeluarkan komentar. Sofyan hanya mengucapkan terima kasih kepada awak media yang menunggu pembebasannya.

Sofyan yang didampingi kuasa hukumnya langsung menuju mobil Toyota Alphard B 786 MSA. Saat disinggung apakah akan kembali menjabat Dirut PT PLN, Sofyan mengaku ingin istirahat.

“Enggak lah, ingin istirahat dulu,” kata Sofyan.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis bebas Sofyan dalam kasus dugaan korupsi proyek PLTU Riau-1. Sofyan dinilai tak terbukti dalam kasus yang juga menjerat mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

“Menyatakan Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan pertama dan kedua,” Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Hariono saat membacakan putusan, Jakarta, Senin (4/11).

Majelis hakim lantas memerintahkan jaksa penuntut KPK membebaskan Sofyan dari Rutan KPK. Majelis juga memerintahkan jaksa membuka pemblokiran rekening bank milik Sofyan dan anggota keluarga lain.

Selain itu, majelis juga menginstruksikan KPK mengembalikan barang-barang sitaan.

“Membebaskan saudara Sofyan Basir dari segala dakwaan. Tiga, memerintahkan saudara Sofyan Basir untuk segera dibebaskan dari tahanan,” ujar Hariono.

KPK sendiri akan membahas putusan majelis hakim terhadap Sofyan terlebih dahulu, sebelum memutuskan langkah hukum atas vonis bebas tersebut. Langkah hukum yang bisa diambil lembaga antirasuah itu adalah kasasi ke Mahkamah Agung karena Sofyan bebas murni.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Saut Situmorang mengatakan, pihaknya akan menempuh upaya hukum atas vonis bebas terhadap mantan Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Sofyan Basir.

KPK menghargai putusan Pengadilan Tipikor tersebut, tetapi akan tetap melakukan upaya check and balances. Menurut Saut, lima pimpinan KPK sudah bertemu dan memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

“Lima pimpinan sudah ketemu dan saya pikir kita akan lakukan upaya hukum selanjutnya dan kita firm kok di situ dan nanti kita lihat hasilnya seperti apa,” ujar Saut kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Pusat, Senin (4/11).

“Setiap apa yang dilakukan oleh KPK harus di-check and balances. Ini bagian dari check and balances, makanya kita lakukan itu dengan upaya hukum, “ ucap Saut. (bbs/ala)

Ada Indikasi Atur Skor, Kami Laporkan ke Satgas

Mochamad Iriawan ISTimewa
Mochamad Iriawan
ISTimewa
Mochamad Iriawan ISTimewa

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Skandal pengaturan skor yang menyeruak akhir tahun lalu, direspon PSSI dengan membentuk Komite AdHoc Integritas dalam Kongres Tahunan PSSI 2019 Bali. Itu terjadi setelah Polri lebih dulu membentuk Satgas Antimafia Bola. Namun, kini masa berlaku komite yang diketuai Ahmad Riyadh itu berakhir. Lantas, bagaimana kelanjutannya?

“PSSI akan bentuk badan integritas. Nanti dipilih lagi siapa anggota dan ketuanya. Disesuaikan dengan visi dan misi ketua umum terpilih,” ungkap Ketua Komite AdHoc Integritas PSSI, Riyadh.

Seperti diketahui, Komite AdHoc Integritas PSSI dibentuk terkait dengan maraknya isu pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Tujuan awalnya adalah memberikan hukuman dalam ruang lingkup sepak bola kepada pelaku pengaturan skor. Dari sisi pidana, pelaku dan pelanggaran diserahkan kepada Satgas Antimafia Bola.

Tapi, setahun dibentuk, Komite AdHoc Integritas tidak menunjukkan tajinya. Hanya memberikan sanksi setelah Satgas Antimafia Bola menetapkan 16 pelaku sebagai tersangka. Sebut saja sanksi seumur hidup tak boleh berkecimpung di sepak bola Indonesia untuk Johar Lin Eng, dan larangan masuk stadion 2 tahun plus denda Rp150 juta untuk Hidayat.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan angkat bicara, mengenai keseriusan pengurus baru dalam memberantas pengaturan skor. Dia berjanji memegang komitmennya tersebut. Entah melalui Badan Integritas PSSI yang bakal dibentuk pada Januari 2020, atau bantuan dari Satgas Antimafia Bola. “Saya sudah sampaikan itu. Nanti kalau memang terbukti, didorong ke kepolisian,” tegas Iwan Bule, sapaan karib Iriawan.

Disinggung soal langkah konkret, Iwan Bule menegaskan, bakal langsung melapor ke Satgas Antimafia Bola, jika memang ada indikasi pengaturan skor. Pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan satgas. “Masalah evaluasi, itu nanti sama Satgas Antimafia Bola. Saya harus tahu mana yang belum selesai kasusnya. Kalau memang ada yang terlibat, akan kami tindak,” katanya.

Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Sumantri menambahkan, PSSI tidak bisa hanya mengandalkan Satgas Antimafia Bola untuk bergerak. Pembenahan dari sisi internal juga harus diperhatikan. “Peningkatan kualitas wasit hingga penertiban anggota yang terindikasi nakal. Kami harus bergerak cepat soal ini, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. (jpc/saz)

Kodrat Shah Sambut, Tim Sepak Bola Sumut

BERSAMA: Tim Sepak Bola Sumut diabadikan bersama Ketua Umum Asprov PSSI Sumut dan pengurus lainnya setibanya di VIP Room KNIA, Senin (4/11).
BERSAMA: Tim Sepak Bola Sumut diabadikan bersama Ketua Umum Asprov PSSI Sumut dan pengurus lainnya setibanya di VIP Room KNIA, Senin (4/11).
BERSAMA: Tim Sepak Bola Sumut diabadikan bersama Ketua Umum Asprov PSSI Sumut dan pengurus lainnya setibanya di VIP Room KNIA, Senin (4/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Asprov PSSI Sumut Kodrat Shah, menyambut kepulangan Tim Sepak Bola Sumut yang baru saja mengikuti Porwil Sumatera X 2019 Bengkulu. Penyambutan tim dilakukan di VIP Room KNIA, Senin (4/11) siang.

“Selamat dan terima kasih kepada pemain serta pelatih, yang sudah berjuang meraih tiket tampil di PON 2020 Papua,” ungkap Kodrat didampingi Exco Sepak Bola Wanita Sri Radrida Lubis, Sekum Fityan Hamdy, dan Wasekum Muhammad.

Tim Sepak Bola Sumut memastikan tiket PON 2020 Papua, setelah menempati peringkat ketiga Porwil Sumatera X 2019, usai mengalahkan Sumbar dengan skor 3-1. Tim Sepak Bola Sumut sesuai jadwal KONI Sumut, kembali akan menjalani Pelatda pada Januari 2020 mendatang. “Ke depan diharapkan, kalian dapat lebih bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan nama Sumatera Utara di arena PON. Kami ingin Sumut menjadi yang terbaik dengan meraih medali emas PON 2020,” harap Kodrat.

Kodrat juga meminta, agar para pemain besutan trio Pelatih Ansyari Lubis, Ridwan Saragih, dan M Halim ini, lebih serius dalam meniti karir di sepak bola. Sebab, saat ini sepak bola sudah menjanjikan dan mempunyai prospek masa depan.

Pemain Tim PON Sumut juga diharapkan nantinya bisa menjadi pemain PSMS Medan. Sebab, Kodrat yang juga Pembina PSMS Medan, berharap ke depan tim sepak bola yang sedang berjuang kembali masuk Liga 1 itu, bisa seluruhnya diperkuat pemain lokal Sumut. “Saya dari dulu memang inginnya pemain PSMS itu semua anak Sumut. PSMS klub yang punya sejarah panjang, dan sudah banyak pemainnya memperkuat timnas. Sebelumnya 2 pemain PSMS (Natanael Siringoringo dan Ilham Fathoni) juga dipanggil timnas. Awalnya mereka sama seperti kalian, bukan siapa-siapa, dan tidak dikenal,” bebernya.

“Sebab itu, kalian harus bersungguh-sungguh. Saya yakin, nanti kalian juga bisa memperkuat PSMS dan dipanggil timnas,” imbuh Kodrat, sekaligus berharap, pemain memanfaatkan kesempatan dengan menunjukkan kemampuan terbaik di PON mendatang.

Sebagai bentuk perhatian dan rasa kasih sayang kepada para pemain, Kodrat menyerahkan tali asih kepada pemain, pelatih, dan official Tim Sepak Bola Sumut. (dek/saz)

Bertekad Bawa PSMS Promosi ke Liga 1, Stoper Siap ‘Mati-matian’

LATIHAN: Para penggawa PSMS Medan saat berlatih di Stadion Teladan Medan, belum lama ini. triadi wibowo/sumut pos
LATIHAN: Para penggawa PSMS Medan saat berlatih di Stadion Teladan Medan, belum lama ini.
triadi wibowo/sumut pos
LATIHAN: Para penggawa PSMS Medan saat berlatih di Stadion Teladan Medan, belum lama ini. triadi wibowo/sumut pos

Stoper andalan PSMS Medan, Bruno Casimir, bertekad membawa Ayam Kinantan lolos ke Liga 1 musim depan. Hal ini diungkapkannya, saat tim besutan Jafri Sastra ini, bersiap menghadapi babak 8 besar Liga 2 2019, yang segera bergulir.

Pemain naturalisasi asal Kamerun ini, merapat ke PSMS pada putaran kedua Liga 2. Sedikit banyak, kontribusinya memang memberikan kekuatan di lini pertahanan tim.

“Pertama, puji Tuhan, PSMS sudah mencapai target awal dengan lolos ke babak 8 besar. Dan selanjutnya, semua pihak ingin tim ini lolos ke Liga 1. Saya pribadi, siap mati-matian untuk membawa PSMS ke semifinal, dan tujuan akhirnya lolos ke Liga 1,” ungkap Bruno, baru-baru ini.

Ambisi besar Bruno mengantarkan Ayam Kinantan promosi ke Liga 1, memiliki kenangan tersendiri. Pasalnya, dia juga sempat membawa satu tim promosi ke kasta tertinggi di sepak bola Indonesia tersebut.

Dia mengaku, pernah mengantarkan Persiba Bantul promosi ke Liga , saat membawa Laskar Sultan Agung juara Liga 2 musim 2010/2011. Kala itu, kasta kedua liga Indonesia tersebut masih bernama Divisi Utama.

Namun, Persiba promosi ke Liga Primer bukan Liga Super 2011/2012, karena masalah dualisme di tubuh kompetisi Tanah Air ini. “Sebelumnya saya sudah pernah tampil di babak 8 besar bersama Persiba. Bahkan, saya berhasil mengantarkan Persiba juara, dan tentunya promosi. Maka dari itu, saya ingin mengulanginya bersama PSMS di musim ini,” tutur Bruno bersemangat.

Senada, stoper PSMS lainnya, Afiful Huda, pun mengaku optimistis timnya lolos ke babak semifinal, dan promosi ke Liga 1.

Meski babak 8 besar belum dimulai, dia yakin, Ayam Kinantan bisa bersaing di Grup B, dengan 3 tim lainnya, yakni Persik Kediri, Persita Tangerang, dan Martapura FC. “Kami tidak akan menganggap persaingan di Grup B ini mudah. Semua tim harus diwaspadai. Karena yang lolos ke babak 8 besar ini, merupakan tim-tim tangguh. Tapi kami sebagai pemain, sudah siap tempur, dan optimis bisa lolos ke semifinal dan promosi ke Liga 1,” jelas Afiful, belum lama ini.

Jika melihat persaingan di Grup B, PSMS dinilai menjadi satu tim yang difavoritkan untuk lolos ke semifinal. Mengingat, Ayam Kinantan baru saja degradasi ke Liga 2, dan bertekad promosi kembali musim depan. ”Tim lain menganggap kami yang paling tangguh, itu tidak masalah. Tapi tidak menjadikan hal itu beban untuk tim. Justru semua pemain jadi makin semangat bersaing di babak 8 besar nanti. Insya Allah, kami semua akan bekerja keras agar lolos ke semifinal, dan promosi ke Liga 1,” pungkas Afiful. (isc/saz)

Krakatau Steel Rugi

JAKARTA, SUMUTPOS.CP – Pabrik baja pelat merah, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali mencatatkan rugi. Pada triwulan III atau 9 bulan pertama tahun 2019, emiten dengan kode saham KRAS ini mencatat nilai kerugian mencapai US$ 211,912 juta atau setara Rp 2,96 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Mengintip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip detikcom, Senin (4/11/2019), kerugian itu disumbang oleh tertekannya pendapatan bersih perusahaan pada kuartal III-2019 yang hanya sebesar US$ 1,053 miliar atau sekitar Rp 14,7 triliun. Lebih rendah dari pendapatan bersih yang berhasil dicatat pada kuartal III-2018 yang senilai US$ 1,276 miliar atau Rp 17,8 triliun.

Padahal, penjualan baja di pasar ekspor tercatat mengalami kenaikan menjadi US$ 90,92 juta. Sayangnya penjualan di pasar domestik malah melempem ke angka US$ 776 juta dari sebelumnya US$ 1,09 miliar.

Perusahaan sendiri terpantau sudah berhasil meningkatkan efisiensi, tercermin dari penurunan beban pokok penjualan dari US$ 1,161 miliar menjadi US$ 995,353 juta.

Sayang, beban keuangan perseroan tercatat mengalami kenaikan dari sebelumnya US$ 79,106 juta menjadi US$ 92,824 juta pada kuartal III-2019.

Kondisi itu lah yang membuat keuangan KRAS babak belur pada kuartal III-2019. Bahkan, rugi yang dicatatkan KRAS melonjak tajam dari Kuartal III-2018 yang hanya US$ 37,382 juta menjadi US$ 211,912 juta di Kuartal III-2019. (dtc/ram)

Hongkong dan Singapura Hadapi Resesi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dua negara tengah menghadapi resesi, yakni Singapura dan Hong Kong. Meski Singapura sendiri belum jatuh ke jurang resesi seperti Hongkong, namun pertumbuhan ekonominya masih rendah dan terancam resesi. Pertumbuhan ekonomi Singapura secara tahunan atau year on year di kuartal III-2019 dibandingkan kuartal III-2018 hanya tumbuh 0,1%.

Menurut Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam, dampak dari hal tersebut terhadap perekonomian Indonesia tak terlalu signifikan. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih didominasi oleh konsumsi dalam negeri dan juga pertumbuhan investasi. Sedangkan, pertumbuhan ekspor sendiri sedikit andilnya terhadap pertumbuhan ekonomi. Sehingga, perekonomian Indonesia masih mampu menghadapi berbagai gejolak ekonomi luar negeri.

“Perekonomian kita kan tidak bergantung ekspor. Kontribusi ekspor ke perekonomian kita relatif kecil. Ekonomi kita lebih bergantung pada isu domestik, dari pertumbuhan konsumsi dan investasi, bukan dari ekspor. Oleh karena itu dampak perekonomian global lebih kecil walaupun kita sudah mengalami pertumbuhan ekspor yang negatif. Kontraksi di ekspor sudah cukup lama, tapi kita bisa tumbuh 5%,” jelas Piter.

Lalu, untuk Hong Kong sendiri yang sudah terjun ke jurang resesi apakah akan mengancam nasib Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sana? Apalagi TKI punya peran mencetak devisa negara.

Menjawab hal tersebut, Piter menuturkan, sebagian besar TKI yang dikirim ke Hong Kong bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Ia menuturkan, resesi yang disebabkan oleh demonstrasi berlarut-larut ini tak begitu berpengaruh pada orang-orang berpendapatan tinggi di Hong Kong. Sehingga, ART masih akan terus dibutuhkan.

“TKI banyak ke sana utamanya kan ART, bukan TKI pabrik, bukan tenaga sipil, sehingga kondisinya kembalikan ke kita. Kondisi kita sulit pun ART tetap saja kan. Jadi dampaknya menurut saya terhadap TKI itu sangat minimal. Walaupun resesi di sana, orang-orang kaya di sana masih punya uang, jadi masih butuh ART,” ujar Piter.

Perlu diketahui, tahun ini ada sekitar 250.000 TKI di Hong Kong. TKI punya andil terhadap devisa negara pasalnya jasa pengiriman uang alias remitansi TKI menyumbang 10% nilai APBN.

Menurut Piter, hubungan perdagangan Indonesia dengan Hong Kong relatif kecil. Ia mengungkapkan, andil resesi Hong Kong terhadap perdagangannya dengan Indonesia tak begitu besar.

“Hubungan dagang kita lebih besar dengan China, Amerika, Eropa, bukan dengan Hong Kong. Terhadap perdagangan dampaknya nggak begitu besar,” imbuh dia. (dtc/ram)