Home Blog Page 4954

Ketat, Chelsea vs Ajax

LONDON, SUMUTPOS.CO – Kemenangan di Belanda telah membawa Chelsea memiliki poin sama dengan Ajax Amsterdam. Kali ini, di kandang sendiri, The Blues memburu kemenangan demi coba meninggalkan pesaing-pesaingnya. Namun, jika mempertimbangkan motivasi Ajax untuk melakukan pembalasan kemenangan sepertinya tak bakal mudah didapatkan, dan laga diprediksi akan cukup ketat.

Chelsea akan menjamu Ajax Amsterdam di Stamford Bridge pada matchday 4 Grup H Liga Champions 2019/2020, Rabu (6/11) dini hari WIB.

Pada matchday sebelumnya, yang merupakan pertemuan perdana mereka, Chelsea menaklukkan Ajax 1-0 di Amsterdam. Gol tunggal pemain pengganti Michy Batshuayi, memastikan pasukan Frank Lampard pulang membawa poin maksimal.

Chelsea sekarang memiliki 6 poin, sama dengan Ajax. Kedua tim unggul 2 poin atas Valencia di peringkat ketiga, dan 5 poin atas Lille di posisi terbawah. Akhir pekan kemarin, Chelsea mengalahkan tuan rumah Watford 2-1 di Premier League. Chelsea menang melalui gol-gol Tammy Abraham dan Christian Pulisic.

Ajax sudah cukup siap untuk lawatan ke Inggris ini. Modalnya adalah kemenangan tandang kontra PEC Zwolle, lewat masing-masing 2 gol Quincy Promes dan David Neres di Eredivisie.

Chelsea dan Ajax sama-sama memerlukan kemenangan pada laga ini untuk memantapkan posisi di puncak klasemen.

Bermain di kandang sendiri tentu saja membuat Chelsea akan sedikit lebih diunggulkan atas Ajax pada laga ini. Terlebih, di pertemuan pertama Chelsea mampu mengalahkan Ajax yang tentu akan menambah kepercayaan diri para pemain Chelsea di laga ini.

Namun, Chelsea tetap harus waspada mengingat Ajax juga sedang berada dalam performa yang cukup baik saat ini. Ajax tidak pernah kalah dalam pertandingan tandang Liga Champions di Inggris dengan satu kemenangan, dan 3 kali imbang. Paling anyar mereka menang di kandang Tottenham Hotspur pada April 2019.

Chelsea memiliki rekor kemenangan 100 persen dalam pertandingan Liga Champions melawan tim-tim Belanda, mengalahkan Feyenoord 2 kali di musim 1999/2000, dan Ajax di pertandingan ketiga fase grup mereka musim ini.

Ajax telah memenangkan 5 pertandingan tandang Champions League terakhir mereka. Sebelum mencatatkan rekor ini, Ajax hanya memenangkan 4 dari 38 pertandingan tandang mereka sebelumnya dalam kompetisi.

Chelsea tidak pernah kalah berturut-turut di pertandingan tandang Liga Champions sebelumnya, setelah kalah terakhir kali melawan Valencia.

Manajer Ajax Erik ten Hag, telah memimpin lebih banyak pertandingan tandang Liga Champions tanpa kalah dari manajer lainnya (7 pertandingan), memenangkan 5 dan seri 2 kali. Hanya 2 manajer yang tidak sekalipun kalah dalam 8 laga tandang pertama mereka di kompetisi, yakni Louis van Gaal (14 pertandingan pertama) dan Pep Guardiola (11 pertandingan pertama).

Striker Chelsea Michy Batshuayi, telah mencetak satu gol setiap 47 menit untuk The Blues di Liga Champions (3 gol dalam 141 menit), rasio menit per gol terbaik dari setiap pemain Chelsea dalam kompetisi.

Frank Lampard kalah pada pertandingan kandang pertamanya di Champions League, tapi sejak itu memenangkan 2 pertandingan tandang. Dia menjadi satu-satunya manajer dalam sejarah kompetisi yang 2 kali kalah pada pertandingan kandang pertamanya. Sementara memenangkan 2 pertandingan tandang pertamanya adalah Santiago Solari dengan Real Madrid musim lalu.

Dusan Tadic terlibat langsung dalam 8 dari 14 gol terakhir Ajax yang dicetak di babak penyisihan grup Liga Champions (5 gol, 3 assist), termasuk 6 gol dari 7 pertandingan tandang terakhir mereka (3 gol, 3 assist). (bln/bbs/saz)

Jelang Pilkada Medan 2020, Gerindra Ajak PKS Dukung Ihwan Ritonga

KOMPAK: Pengurus Fraksi Gerindra dan Fraksi PKS DPRD Medan foto bersama usai melakukan pertemuan di salah satu rumah makan di Jalan H Adam Malik Medan, Senin (4/11). Dalam pertemuan ini, Fraksi Gerindra mengajak Fraksi PKS mendukung Ihwan Ritonga menjadi bakal calon Wali Kota Medan pada Pilkada serentak 2020.
KOMPAK: Pengurus Fraksi Gerindra dan Fraksi PKS DPRD Medan foto bersama usai melakukan pertemuan di salah satu rumah makan di Jalan H Adam Malik Medan, Senin (4/11). Dalam pertemuan ini, Fraksi Gerindra mengajak Fraksi PKS mendukung Ihwan Ritonga menjadi bakal calon Wali Kota Medan pada Pilkada serentak 2020.
KOMPAK: Pengurus Fraksi Gerindra dan Fraksi PKS DPRD Medan foto bersama usai melakukan pertemuan di salah satu rumah makan di Jalan H Adam Malik Medan, Senin (4/11). Dalam pertemuan ini, Fraksi Gerindra mengajak Fraksi PKS mendukung Ihwan Ritonga menjadi bakal calon Wali Kota Medan pada Pilkada serentak 2020.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang Pilkada Medan 2020, Partai Gerindra terus membangun komunikasi politik denbgan sejumlah partai politik (Parpol) lainnya. Kali ini, Gerindra mencoba menggandeng PKS untuk mendukung ’jagoannya’ Ihwan Ritonga menjadi bakal calon Wali Kota Medann

Fraksi Gerindra dan Fraksi PKS DPRD Medan melakukan pertemuan di salah satu rumah makan di Jalan Haji Adam Malik Medan, Senin (3/11). Ketua Fraksi Gerindra, Surianto mengatakan, pertemuan yang berlangsung kemarin, akan berkelanjutan. Pihaknya akan terus melakukan komunikasi politik hingga tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS.

“Selain bersilaturahim, pertemuan tadi membahas soal Pilkada Medan. Kalau dari mereka (Fraksi PKS), responnya baguslah, seperti komunikasi politik yang sudah-sudah. Kita berharap itu tetap terjalin,” kata pria yang aktab disapa Butong ini kepada Sumut Pos, Senin (4/11).

Disebut Butong, pihaknya berharap PKS mendukungan Ihwan Ritonga sebagai bakal calon Wali Kota Medan. Dengan begitu, lanjutnya, dukungan kepada Ihwan tidak hanya datang dari kader Gerindra, melainkan juga seluruh kader PKS, baik di tingkat DPW maupun DPD. “Jelang pendaftaran nanti, Fraksi Gerindra berharap Fraksi PKS beserta kader seluruh DPW dan DPD-nya mau mendukung Ihwan Ritonga di Pilkada Medan 2020,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Sahat Simbolon, dari Fraksi Gerindra. Menurutnya, dari pertemuan dengan Fraksi PKS kemarin, dapat disimpulkan, antara Gerindra dan PKS sangat tepat dilakukan koalisi dalam Pilkada Medan 2020. “Soal siapa orangnya, tentu masih penjajakan.

Namun dari Gerindra, diunggulkan Ihwan Ritonga sebagai kader terbaik. Kita sendiri pun mengakui, sosok Ihwan Rironga yang dekat dengan masyarakat kalangan mana saja. Beliau layak jual,” kata Sahat.

Sementara, Penasehat Fraksi PKS DPRD Medan, Dhiyaul Hayati menyambut baik pertemuan yang digagas Fraksi Gerindra DPRD Medan. Katanya, koalisi antara PKS dan Gerindra di berbagai tempat sudah terjalin cukup baik dan mampu memenangkan kontestasi kepala daerah.

“Saya pikir masyarakat Kota Medan pun berharap koalisi ini tetap berjalan, mungkin mereka (masyakarat) masih terbawa suasana Pilpres April lalu. Tapi kita tentunya tetap melakukan komunikasi politik dengan partai politik manapun, karena kan belum ada deal politik sebenarnya,” jelasnya.

Dhiyahul menambahkan, mengingat jumlah kursi Partai Gerindra di DPRD Medan yang mencapai 10 kursi dan PKS 7 kursi, sejatinya sudah bisa mengusung masing-masing calon yang dijagokan, untuk PKS hanya tinggal mencari 3 kursi. Begitupun, pihaknya tetap membuka peluang bagi partai politik lainnya yang ingin berkoalisi mendukung calon yang nantinya akan disepakati.

“Tapi kalau dari internal kitanya, maunya itu mengusung dan memperjuangkan calon dari kader sendiri. Apakah maju sebagai Calon Wali Kota Medan maupun Calon Wakil Wali Kota Medan.” tutupnya.

Selain dengan PKS, Gerindra juga telah melakukan komunikasi politik dengan PDIP. Bakan, komunikasi Gerindra dan PDIP semakin intens. Terakhir, Ketua DPC Gerindra Kota Medan Bobby O Zulkarnain didampingi Sekretaris Jhon Sari Haloho melakukan pertemuan dengan Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih, pada Jumat (1/11) pekan lalu.

Menurut Bobby, dari pertemuan itu, peluang koalisi antara PDIP dan Gerindra semakin terbuka lebar. “Pertemuan tadi merupakan pertemuan lanjutan dari yang kemarin. Ada beberapa hal yang kami bahas, salah satunya menyamakan persepsi. Hasilnya cukup baik, jadi besar kemungkinan Gerindra dan PDIP akan berkoalisi di Pilkada Medan,” kata Bobby usai pertemuan.

Namun, pada pertemuan itu belum ada dibahas mengenai calon yang akan diusung. Termasuk siapa partai yang akan mendapat ‘jatah’ calon wali kota atau calon wakil wali kota. “Belum ada bicara sosok. Kami samakan persepsi dulu. Untuk calon tentu pembahasannya ada di tingkat pusat, setelah bertemu DPD PDIP Sumut, kami akan lakukan pertemuan lanjutan dengan PDIP Medan,” imbuhnya.

Kata dia, Gerindra dan PDIP sama-sama menganut paham nasionalis. Hubungan kedua partai di tingkat nasional diakuinya juga cukup baik. Sehingga kemungkinan berkoalisi sangatlah besar. “Kalau PDIP dan Gerindra sudah berkoalisi, yang lain akan menyusul ikut bergabung,” katanya. (map)

Tak Ada Formasi Guru di Pemko Medan, Tenaga Pendidik akan Direkrut Lewat P3K

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan membuka pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2019, dalam waktu dekat ini. Kota Medan mendapat kuota sebanyak 193 formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Namun dari formasi yang diberikan, tidak ada formasi untuk tenaga pendidik atau guru. Hal ini memicu kekecewaan dari guru-guru honorer di Kota Medan. Pasalnya, hampir dapat dipastikan mereka tidak dapat mengikuti seleksi untuk menjadi CASN.

Padahal sebelumnya, Pemko Medan telah mengusulkan 800-an formasi ke Kemenpan RB. Dari jumlah itu, lebih dari 500 formasi untuk perekrutan tenaga pendidik (guru). Ternyata, usulan Pemko Medan itu tak disetujui Kemen PAN-RB.

Kepala Badan Kepegawaiaan Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap mengatakan, Kemenpan RB hanya menyetujui 193 formasi untuk teknis dan tenaga lainnya. Sedangkan khusus perekrutan untuk tenaga pendidik akan dilakukan melalui perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan, mengungkapkan kekecewaannya. Sebab, tenaga pendidik justru menjadi salah satu tenaga yang paling banyak dibutuhkan saat ini, termasuk di Kota Medan. Tapi, Kemenpan RB justru malah menunda perekrutan tenaga pendidik dan harus menunggu dibukanya rekrutmen P3K sebagai jalur khusus untuk para guru honor.

“Saya heran sekaligus kecewa, padahal guru itu sangat dibutuhkan, tapi kok malah ditunda perekrutannya dan malah harus lewat P3K. Kenapa harus begitu? Kenapa tidak seperti tahun-tahun yang lalu? Tenaga pendidik dan kesehatan justru menjadi formasi yang mendominasi perekrutan CPNS,” kata Ketua FHI Kota Medan, Fahrul Lubis kepada Sumut Pos, Senin (4/11).

Disebutnya, bilapun nantinya harus melewati jalur P3K, pemerintah seharusnya tidak melakukan ujian perekrutan, tetapi langsung mengangkat secara resmi para guru honorer K2 sebagai PNS. “K2 ini rata-rata bekerja sebagai guru Honorer itu setidaknya sudah selama 14 tahun. Saya sendiri sudah 16 tahun jadi guru honorer.

Kami sudah buktikan pengabdian kami sebegitu lama, kenapa harus melalui ujian lagi sama seperti mereka yang baru satu atau dua tahun jadi guru honorer bahkan yang tidak pernah jadi guru honorer? Kami sudah pernah sampaikan ke Pemko Medan agar para honorer K2 dapat langsung diangkat sebagai PNS melalui jalur P3K,” ujarnya.

Untuk itu, Fahrul mewakili para guru honorer di Kota Medan, khususnya honorer K2, meminta Pemko Medan untuk segera mengajukan kembali formasi tenaga pendidik ke Kemenpan RB agar dapat segera dilakukan perekrutan termasuk lewat jalur P3K. “Kita akan minta supaya jalur P3K itu bisa segera dibuka, jangan lama-lama lagi, maka dari sekarang kita harapkan untuk bisa diajukan.

Khususnya untuk honorer K2, datanya sudah lengkap di Pemko Medan, tinggal diajukan saja. Kami minta supaya Pemko Medan mau turut memperjuangkan nasib para guru honorer yang telah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa di Kota Medan ini, namun belum ikut merasakan kesejahteraan,” pungkasnya.

Honorer Pemprovsu Tak Cemas

Sementara, para tenaga honorer di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, tidak cemas sedikit pun menyikapi bakal dilakukannya rekrutmen CASN 2019 pada 11 November ini. Sejumlah tenaga honorer malah tampak mendukung kebijakan perekrutmen itu.

Di antara dari mereka juga ada mau mencoba peruntungan menjadi seorang abdi negara kali ini. “Rencananya begitu, mau dicoba lagi kalau ada buka (CASN) 2019 ini. Mana tau ada rezekinya,” kata Dewi, tenaga honorer di Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu menjawab Sumut Pos, Senin (4/11).

Dia berharap semoga saja formasi sesuai latar belakang pendidikannya ada untuk tahun ini. Apalagi dirinya berencana mencoba formasi di lingkup Pemprovsu, bukan kementerian atau lembaga. “Seperti tahun lalu, gak ada. Kebetulan aku kan latar belakangnya umum, jadi gak bisa ambil yang spesifik gitu. Dengar kabar masih untuk tenaga guru dan tenaga kesehatan juga tahun ini,” katanya.

Wanita yang sudah lama jadi honorer ini mengaku tak mau berpasrah diri dengan keadaan. Selama masih terbuka peluang, dia akan terus mencoba. “Kebetulan umurku masih bisa, ya dicoba ajalah. Kalau ternyata nanti belum berhasil, artinya belum rezeki. Yang tak boleh itu kan pasrah,” katanya.

Tenaga honor lainnya, Fahmi Aulia mengatakan, sejauh ini memang belum terpikir untuk menjadi seorang ASN melalui bidang yang digeluti sekarang. Meski masih terbuka peluang dari tenaga profesional yakni staf ahli pendukung di Biro Humas dan Keprotokolan, baginya kerja sebagai tenaga profesional punya ketertarikan sendiri. Sebab sesuai dengan hobi dan minat yang sudah lama ia geluti.

“Posisi yang diberikan kepada kami adalah staf tenaga pendukung walau kami disamakan dengan tenaga honorer. Tetapi walaupun kami ini tenaga profesional yang sudah siap pakai, tak terpikir untuk diangkat menjadi ASN, diperpanjang kontrak saja setiap tahunnya sudah syukur,” ungkap Fahmi.

Sebelumnya ia bercerita mekanisme perekrutan sebagai tenaga pendukung di Pemprovsu, sekitar dua tahun lalu. Di mana mereka direkrut melalui pengumuman resmi dari Biro Humas dan Keprotokolan, setelah itu melalui serangkaian ujian. Selanjutnya dari 700-an pelamar dipilihlah sekitar 20 orang yang lolos dalam ujian.

“Kami hanya berharap ke depan, Pemprovsu dalam hal ini gubernur, wagub dan sekda melihat kinerja kami, lihat kami sebagai orang profesional, berdayakan kami, lihat apa yang sudah kami bangun dan kami capai,” katanya.

Senada, Riki yang juga tenaga pendukung di Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu menyampaikan dukungan atas rekrutmen CASN tahun ini, meski belum melibatkan para honorer yang sebelumnya digaungkan pemerintah dapat menjadi ASN melalui PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

“Kami tenaga profesional, dan kami sudah komit dari awal tidak menuntut apa-apa soal menjadi ASN. Kami juga baru dua tahun, masih banyak honorer yang sudah jadi honorer berpuluh-puluh tahun. Aku pribadi gak berharap apa-apa,” katanya yang belum mau mencoba rekrutmen CASN tahun ini. “Sekarang ini belum,” pungkasnya. (map/prn)

Pemkab & Pemko Diminta Segera Usulkan UMK 2020

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara diminta segera menyampaikan usulan Upah Minimum (UMK) 2020 di masing-masing daerah kepada Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Usulan tersebut diharapkan sudah masuk ke Pemprovsu secepatnya, agar sempat dieksaminasi Gubernur Sumut untuk kemudian diumumkan pada 21 November 2019.

Permintaan ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut, Harianto Butarbutar kepada wartawan, Senin (4/11). Disebutnya, dari 33 kabupaten/kota di Sumut, ada tiga kabupaten yang tidak memiliki dewan pengupahann

yakni Nias Utara, Nias Barat dan Pakpak Bharat. Sehingga UMK-nya mengikuti nilai UMP yang berlaku yakni sebesar Rp2,499 juta.

Harianto mengimbau agar besaran UMK 2019, ditetapkan dengan tetap berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Kemudian, juga agar memperhatikan Surat Edaran Gubsu Nomor 561/10838/2019 tentang Hasil Evaluasi Penetapan UMK 2019 dan Persiapan Penetapan UMK 2020 tertanggal 21 Oktober 2019.

Kemudian besaran UMK 2020 juga harus melalui kesepakatan Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota. Namun di samping itu agar tetap digarisbawahi bahwa UMK 2020 tidak lebih rendah atau lebih tinggi daripada UMP Sumut 2020 sebesar Rp 2,499 juta.

Sementara, Dewan Pengupahan Kota Medan belum melakukan pembahasan terkait besaran kenaikan UMK Medan 2020. “Belum, belum ada usulan angka yang akan kita ajukan. Sampai sekarang itu masih dibahas dalam rapat-rapat kecil yang sedang kita lakukan secara rutin,” kata Ketua Depeda Kota Medan Harun kepada Sumut Pos, beberapa hari lalu.

Dia juga beralasan, deadline pengumuman UMK tahun 2020 juga masih terlalu lama, yakni 21 November. Sehingga mereka tidak mau terburu-buru melakukan pembahasan besaran kenaikan UMK 2020. Namun, Harum mengatakan, pihaknya akan melakukan pembahasan dan rapat besar terkait UMK Kota Medan di awal November mendatang.

“Kita rapatnya nanti di awal November, hasil kesepakatan dalam rapat akan langsung kita tetapkan, umumkan dan usulkan pada awal November, karena sebenarnya untuk tingkat Kabupaten/Kota, deadline nya juga baru di tanggal 21 November. Nanti akan kita bahas secara matang,” ujarnya.

Terkait provinsi yang telah mengusulkan naiknya UMP sebesar 8,51 persen, Harun masih enggan menanggapinya. “Kalau naiknya, ya pasti kita usulkan naik. Tapi berapa persen kenaikan saya belum berani bicara, akan kita upayakan sebaik mungkin, kita akan koordinasi lagi,” tutupnya.

Sementara, Ketua DPRD Medan Hasyim meminta Pemko Medan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan dewan pengupahan segera melakukan pembahasan pengupahan tersebut. “Walaupun deadline tanggal 21 (November), tapi saya pikir sudah bisa dibahas intens mulai dari sekarang,” ucap Hasyim kepada Sumut Pos, kemarin.

Disebut Hasyim, masalah kenaikan UMK memang selalu menjadi polemik setiap tahunnya. Pemerintah selalu dihadapkan kepada dua kepentingan yang berbeda, yakni pekerja sebagai penerima upah dan pengusaha sebagai pemberi upah. “Makanya pemerintah memang harus bisa membuat keputusan win-win solution.

Artinya, tidak merugikan salah satu pihak. Karena pekerja sebagai penerima upah harus bisa meningkat kesejahteraannya, sedangkan pengusaha sebagai pemberi upah harus tetap bisa menjalankan roda usahanya kala ia harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk membayar upah,” jelasnya.

Namun tidak bisa dipungkiri, pemerintah diharapkan dapat mengutamakan kepentingan rakyat. “Tapi apapun namanya tentu rakyat harus diutamakan, tinggal bagaimana caranya pemerintah bisa mendorong para pengusaha untuk meningkatkan keuntungannya disaat dia harus memberikan upah yang lebih besar kepada para karyawannya,” tandasnya. (bbs/map)

2020 BOPDT Target 400 Ribu Wisman

istimewa WISMAN: Wisatawan mancanegara (Wisman) saat tiba di pelabuhan penyeberangan Tomok, beberapa waktu lalu.
istimewa WISMAN: Wisatawan mancanegara (Wisman) saat tiba di pelabuhan penyeberangan Tomok, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Sumut belum signifikan, atau hanya tumbuh sebesar 8,93 persen sampai September 2019, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah wisman yang masuk ke Sumut pada periode Januari-September 2019 mencapai 175.622 orang.

Meski pertumbuhan Wisman belum signifikan, namun Direktur Utama (Dirut) Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Arie Prasetyo mengaku optimis, angka kunjungan Wisman itu dapat bertambah hingga akhir tahun ini, ditargetkan mampu menembus angka 250 ribu orang. “Ada kenaikan dibandingkan pada Januari sampai Agustus 2018n

Sampai akhir tahun ini, kita targetkan sampai 250 ribuan wisman,” ungkap Arie kepada wartawan di Medan, Senin (4/11).

Pada tahun 2020, Arie mengungkapkan, BPODT bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memproyeksikan kunjungan ke Danau Toba sebanyak 300 ribu hingga 400 ribu wisman. Karena, target itu harus mampu melampaui jumlah tahun sebelumnya.

“Tahun 2020 banyak loncatan. Karena, banyak infrastruktur yang selesai. Jalan tol selesai sampai Pematangsiantar. Isu penerbangan (harga tiket domestik mahal), akan kita selesaikan. Jadi target kita 300 ribu hingga 400 ribu wisman,” jelas Arie.

Ia menjelaskan, dari data yang diperolehnya, kunjungan turis di danau vulkanik terbesar di dunia itu. Masih didominasi oleh warga Malaysia. Kemudian, disusul turis asal Singapura, China dan sejumlah negara-negara Eropa.

Saat ini kata Arie, Pemerintah Pusat melalui Kementerian dan Lembaga terkait tengah melakukan pembangunan fasilitas mewah dan infrastruktur untuk pengembangan pariwisata Danau Toba menjadi super prioritas dan pariwisata kelas dunia. “Amenitas seperti hotel dan restauran sudah banyak. Ini indikator industri pariwisata sudah bergerak. Bagaimana tingkatkan lagi dan kembangkan,” kata Arie.

Ia menambahkan, untuk akses ke Danau Toba kini semakin mudah. Baik melalui darat maupun udara, karena memiliki Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Kabupaten Deli Serdang dan Bandara Silangit Internasional Airport di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). “Kita harapannya airlines memberikan dukungan dan kami siapkan promosinya. Karena, Bandara Silangit sangat bagus dengan kondisi runway dan parkir pesawat sekarang sudah 2 kali lipat,” tutur Arie.

Arie mengatakan, pihak juga tengah melakukan penyusunan klender event Danau Toba 2020. Kemudian, menyelesaikan klender event Danau Toba 2019.”Klender event Danau Toba 2020 sedang kita susun. Awal tahun kita launching. Banyak event-event akhir tahun kita eksekusi setiap minggu besar dan kecil. Baik tingkat Nasional dan Internasional,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah wisman yang masuk ke Sumut periode Januari-September 2019 mencapai 175.622 orang atau hanya tumbuh sebesar 8,93 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara pada September 2019, mengalami penurunan sebesar 1,49 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi mengatakan, wisman Malaysia masih mendominasi sebesar 45,37 persen pada Januari-September 2019, diikuti Singapura 6,07 persen, China 3,20 persen, Australia 2,08 persen, Jerman 2,10 persen, Amerika Serika 1,68 persen, Inggris 1,5 persen, India 1,53 persen, dan Taiwan 1,45 persen.

“Jumlah kedatangan wisman selama September 2019 dari sepuluh negara mengalami penurunan 23,75 persen dibanding bulan sebelumnya. Untuk negara lainnya juga turun sebesar 32,40 persen. Penurunan terbesar terjadi pada wisma asal Perancis,” jelas Syech Jumat (1/11) lalu.

Dia mengatakan, penurunan wisman selama September terjadi pada jumlah wisman yang datang melalui pelabuhan laut Tanjungbalai Asahan 31,88 persen, melalui pintu masuk Bandara Kualanamu sebesar 3,68 persen. Sementara itu, jumlah wisman yang datang melalui pintu masuk Pelabuhan Belawan naik 25 persen.

Dia menambahkan penurunan jumlah kunjungan wisman September 2019 terhadap Agustus 2019 mencapai 26,53 persen. Hal tersebut searah dengan total kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia pada September 2019 yang juga mengalami penurunan 10,08 persen, atau dari 1,55 juta menjadi 1,40 juta kunjungan. (gus/bbs)

Langgar Perda RDTR, Penembokan Gudang Terus Berjalan di Marelan

fachril/sumut pos TANPA IMB: Gudang di Jalan Nipon, Danau Siombak, Paya Pasir, Medan Marelan, berdiri tanpa izin.
TANPA IMB: Gudang di Jalan Nipon, Danau Siombak, Paya Pasir, Medan Marelan, berdiri tanpa izin.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Meskipun melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Detail Tata Ruanguang Wilayah (RDTR), penembokan untuk pembangunan gudang di Jalan Nipon, Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, tetap berjalan.

Pantauan di lapangan, Senin (4/11), tembok setinggi 3 meter telah berdiri di lahan seluas lebih kurang 1 hektare. Para pekerja masih melakukan aktvitas penembokan di lahan yang akan dijadikan gudang penyimpanan truk kontainer.

Kasi Trantib Kecamatan Medan Marelan, Ronal mengaku pihaknya sudah menyurati pihak pemilik lahan tersebut, hanya saja pihak bersangkutan belum merespon surat yang telah mereka layangkan.“Kita belum tahu itu mau dibangun apa, tapi surat sudah kita sampaikan sama mereka. Tapi mereka belum merespon. Kita juga sudah sampaikan ini ke Dinas PKP2R dan Satpol PP, jadi kita masih menunggu tindakan dari dinas juga,” akunya.

Terpisah, Kadis PKP2R, Iskandar dikonfirmasi belum mengetahui adanya surat masuk dari Kecamatan Medan Marelan. Ia akan mengecek surat tersebut.”Nanti saya cek, karena belum sampai ke tangan saya,” katanya sambil meminta alamat gudang tersebut.

Begitu juga Sekretaris Satpol PP Kota Medan, Rahmadsyah Harahap mengaku pihaknya sifatnya menunggu surat dari Dinas PKP2R. Untuk surat dari kecamatan belum ada mereka terima. “Sampai saat ini tidak ada surat masuk, kalau surat sudah masuk pasti sudah kita lakukan tindakan ke lapangan,” cetusnya.

Sebelumnya, pimpinan terpilih DPRD Kota Medan, HT Bahrusmyah menilai fungsi peme-rintahan dari tingkat bawah sampai ke atas tidak berjalan dengan baik melakukan pengawasan. Sehingga, banyak bangunan liar berdiri di Kota Medan khususnya di Medan Utara. (fac/ila)

Untuk pembangunan gudang di Marelan telah menyalahi tata ruang Kota Medan. Karena di Marelan memang tidak boleh lagi didirikan pergudangan dan perindustrian. “Jangankan izin, mendirikan industri dan pergudangan memang tidak bisa. Harusnya, pihak kelurahan harus turun menghentikan gudang itu didirikan,” tegas wakil rakyat akrab disapa Bahrum.

Dijelaskan Ketua DPD PAN Kota Medan ini, kepada pemerintah setempat khususnya camat sudah sepatutnya melaporkan itu ke Dinas PKP2R dan meneruskan ke Satpol PP Kota Medan. Agar, aktivitas pembangunan gudang itu segera dihentikan.

“Pembangunan gudang itu sudah menyalahi Perda No 2 Tahun 2015 tentang RDTR Kota Medan. Jadi, camat harus datangi untuk menghentikan pembangunannya, bukan membiarkan dengan menyurati agar tidak ada asumsi negatif dari masyarakat,” tegas Bahrum lagi. (fac/ila)

Dukung Pelestarian Pangan Lokal dan Pangan Etnis, BPD ICA Sumut Minta Jadi Event Tahunan

MEMASAK: Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan, Emilia Lubis saat kegiatan pengembangan pangan lokal etnis Kota Medan di Hotel Putra Mulia, Jalan Gatot Subroto, belum lama ini. bagus/sumut pos
MEMASAK: Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan, Emilia Lubis saat kegiatan pengembangan pangan lokal etnis Kota Medan di Hotel Putra Mulia, Jalan Gatot Subroto, belum lama ini. bagus/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus BPD Indonesia Chef Association (ICA) Sumut mengapresiasi langkah Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, utnuk melestarikan pangan lokal dan pangan etnis. Untuk itu, BPD ICA Sumut me-minta untuk pangan lokal dan pangan etnis dimasukkan dalam event tahunan ataupun bulanan.

“Pelestarian pangan lokal dan pa-ngan etnis dapat mendukung pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di daerah,” ucap Ketua ICA Sumut, Hasan Basri kepada Sumut Pos, Senin (4/11) siang.

Bahkan Hasan Basri menilai pelestarian pangan lokal dan pangan etnis juga bisa menjadi inspirasi bagi gene-rasi muda. Begitu juga bila pangan lokal dan pangan etnis menjadi menu keluarga, disebutnya akan sangat baik dan bermanfaat. ”Makanan khas etnis adalah makanan sehat tanpa zat pengawet. Jadi sangat baik,” kata Hasan Basri.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan menggelar pengembangan pangan lokal etnis Kota Medan di Hotel Putra Mulia, Jalan Gatot Subroto, Selasa (15/10) lalu.

Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan, Emilia Lubis mengatakan, panganan lokal dan panganan etnis memiliki peran penting dalam penganekaragaman konsumsi pangan dan pelestarian budaya. “Bahan baku yang digunakan tersedia secara turun temurun dan diwariskan, sehingga dapat dijadikan sarana untuk menarik wisatawan,” ungkap Emi.

Dikatakan Emi, dalam rangka mempromosikan pangan lokal dan makanan tradisional maupun pangan etnis di Kota Medan dapat dilakukan di beberapa tempat berpotensi. Di antaranya restoran, rumah makan dan catering, perhotelan dan tempat-tempat wisata dan kuliner yang ada di Kota Medan.

“Kebijakan pembangunan nasional telah mendefinisikan kendaraan pangan lokal dan wisata sebagai sektor unggulan yang dapat memberi kontribusi dan menjadi lokomotif pembangunan di daerah,” pungkas Emi.

Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Ir Rosliana Siahaan mengatakan, meningkatkan pengetahuan peserta tentang penataan manajemen usaha. Begitu juga untuk mendorong kreatifitas pengusaha pangan lokal etnis dalam mengembangkan dan menciptakan pangan lokal etnis sebagai usaha bisinis pangan lokal etnis di Kota Medan.

”Kegiatan ini juga untuk melestarikan dan mempromosikan pangan lokal etnis baik dalam mengolah maupun penyajian,” ucap Rosliana.

Disebut Rosliana, kegiatan itu dilaksanakan selama 2 hari, diikuti 40 orang dari para pengelola usaha kuliner, rumah makan serta perwakilan masing-masing Kecamatan se-Kota Medan.

Kegitatan itu dihadiri Narasumber, Ketua MUI Kota Medan, Prof H Mohd Hatta dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi BBPOM di Medan, Yanti Agustini, Ssi, Apt M Kes. (rel)

Atraksi Lumba-Lumba Masih Buka Hingga 10 November

ATRAKSI: Lumba-lumba beraktraksi menghibur penonton di areal parkir belakang Plaza Medan Fair. istimewa/sumut pos
ATRAKSI:  Lumba-lumba beraktraksi menghibur penonton di areal parkir belakang Plaza Medan Fair. 
istimewa/sumut pos
ATRAKSI: Lumba-lumba beraktraksi menghibur penonton di areal parkir belakang Plaza Medan Fair. istimewa/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bagi warga Medan dan sekitarnya yang belum berkesempatan mengunjungi pentas lumba – lumba dan aneka satwa yang diselenggarakan PT Wersut Seguni Indonesia (WSI) di areal parkir belakang Plaza Medan Fair, masih ada kesempatan untuk menyaksikan atraksi menarik ini hingga 10 November mendatang.

Menjelang akhir pagelaran, pengunjung tampak masih memadati arena. Pengunjung tidak hanya dari Medan tetapi juga dari luar Kota Medan. Hanya dengan tiket Rp50.000 per orang, pengunjung bisa menyaksikan lihainya kemampuan sepasang Lumba-lumba yang didatangkan dari Kendal, Jawa Timur.

Atraksi yang ditampilkan menendang bola pakai ekor, menyundul bola bermain lingkaran dan meliuk-liuk serta lompat indah di air. Serunya lagi, sepasang Lumba-lumba itu pintar berhitung. Perkalian maupun penjumlahan angka yang dimintakan pengunjung, dijawab Lumba-lumba dengan cepat dan tepat.

Dalam kolam berisi air asin, Lumba-lumba tak henti-hentinya menyapa pengunjung lewat suara yang khas dan ragam gerakannya yang menghibur. Tidak hanya Lumba-lumba, seekor burung kaka tua terlebih dahulu menghibur pengunjung dengan kemampuannya berbicara, kebolehannya main sulap, berjoget, mengenali warna dan meminta uang. Beruang hitam juga tampil menghibur. Mulai dari menangkap bola, bermain lingkaran dan permainan lainnya. Pertunjukan ini bentuknya edukasi yang akan menambah kecintaan anak – anak terhadap lumba-lumba dan aneka satwa .

Jadwal pertunjukan hadir setiap hari. Pada Senin-Jumat akan dimulai pukul 11.00 WIB- 20.00 WIB, Sabtu dan Minggu mulai puluk 09.00 – 20.00 WIB. Khusus untuk pelajar nantinya boleh menghubungi pihak sekolah untuk mendapatkan harga diskon jika datang secara rombongan.

Manager Operasional PT WSI Tomi Alfredo menyampaikan terima kasih atas antusiasme warga Medan dan sekitarnya menyaksikan acara ini. ‘’Terima kasih atas kunjungannya dan sampai ketemu 5 tahun lagi di Kota Medan,’’ ujarnya. (sih/ila)

Gaji Guru Honor Masih Minim, DPRDSU Dorong Melalui Diskresi Pemprov

BELAJAR: Pelajar Sekolah Dasar di salah satu sekolah saat belajar di dalam kelas.
BELAJAR: Pelajar Sekolah Dasar di salah satu sekolah saat belajar di dalam kelas.
BELAJAR: Pelajar Sekolah Dasar di salah satu sekolah saat belajar di dalam kelas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masalah masih minimnya gaji guru honorer tingkat SD dan SMP di Sumatera Utara, juga mendapat atensi dari DPRD Sumut. Legislatif akan coba mendorong peningkatan gaji para pahlawan tanpa jasa tersebut melalui kebijakan Pemprovsu kepada seluruh daerah.

“Karena kebetulan domain guru SD dan SMP ada dibawah kendali pemerintah kabupaten/kota, maka kami akan coba suarakan melalui pemerintah provinsi agar membuat kebijakan untuk mengintervensi semua pemdan

mempertimbangkan hal tersebut,” ujar Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta menjawab Sumut Pos, Senin (4/11).

Menurut dia, peningkatan gaji guru honorer harus menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemda terkait melainkan pemerintah provinsi bahkan pemerintah pusat, perlu ikut andil. Sebab pendidikan adalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan, dan persoalan gaji tenaga pengajar terutama guru honorer, ada dalam dinamika yang terjadi selama ini.

“Logikanya begini, bagaimana taraf pendidikan generasi bangsa kita akan baik jika gaji tenaga pengajarnya tidak ikut ditingkatkan. Ini yang mesti menjadi konsern kita kedepan secara bersama, karena guru honorer adalah bagian dari sektor untuk memajukan pendidikan di Sumut,” katanya.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Sumut ini menambahkan, patut diapresiasi kebijakan Gubernur Edy Rahmayadi yang sudah menaikkan gaji guru honorer tingkat SMA sederajat di Sumut pada tahun ini. Dimana besarannya menjadi Rp90 ribu per jam dari hanya Rp60 ribu per jam.

“Diskresi Pak Edy Rahmayadi ini kalau bisa jadi dasar dan semangat pemkab dan pemko se Sumut juga, bahwa ketika pemerintah punya good will maka tak ada yang tak mungkin untuk dilakukan. Bahwa kita punya niat yang sama memajukan pendidikan di Sumut, yang salah satunya dengan meningkatkan gaji para guru honor,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap, realisasi dari kebijakan Gubsu Edy tersebut benar-benar terimplementasi dengan baik. Sehingga para guru honor SMA sederajat di Sumut juga dapat benar-benar menikmati kenaikan gaji tersebut mulai tahun ini.

“Jangan sampai ada oknum-okunum, baik di Dinas Pendidikan ataupun pihak sekolah yang menghambat pencairan gaji guru honorer tersebut. Sebab gaji tersebut sangat mereka harapkan sebagai penopang kebutuhan hidup yang semakin hari semakin sulit ini,” pungkasnya. (prn/ila)

Jumat, Hasyim dan Rajuddin Dilantik

Hasyim SE
Hasyim SE

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana pelantikan empat pimpinan DPRD Medan dimungkinkan akan dilakukan Jumat (8/11). Kemungkinan itu bisa terjadi bila hari ini surat keputusan (SK) terkait empat pimpinan defenitif DPRD Medan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) sudah diterima Sekretariat DPRD Medan.

“Seandainya besok (hari ini) SK-nya terbit, berarti Jumat baru bisa diagendakan pelantikan, tidak bisa langsung begitu saja.

Ada yang harus dipersiapkan seperti undangan, khususnya undangan untuk Ketua PN Medan, harus menyesuaikan waktu Ketua PN dengan agenda pelantikan,” ujar Kabag Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Medan, Alida, Senin (4/11).

Namun sayangnya, hingga kemarin SK tersebut belum diterima pihaknya. “Sampai hari ini SK nya belum ada saya terima. Tapi akan diupayakan segera, supaya kita dapat mengagendakan pelantikannya dalam minggu-minggu ini juga,” ucap Alida.

Seperti diketahui, ada 4 unsur pimpinan di DPRD Kota Medan yang terdiri dari 1 ketua dan 3 wakil ketua. Untuk ketua akan ditempati oleh Hasyim SE dari PDIP. Wakil Ketua I dijabat oleh Ihwan Ritonga (Gerindra), Wakil Ketua II dijabat oleh Rajuddin Sagala (PKS) dan Wakil Ketua III dimana oleh HT Bahrumsyah (PAN).

Wakil Ketua DPRD Medan sementara dari PKS, Rajuddin Sagala mengatakan, dari informasi yang didapatnya, bahwa SK sudah turun dari Gubernur Sumut dan pihak Sekretariat DPRD Medan sedang mengupayakan untuk menjemput SK tersebut kemarin.

“Dari rapat tadi, pelantikan pimpinan defenitif akan digelar Jumat ini,” katanya.

Sementara, Ketua DPRD Medan sementara, Hasyim SE menjelaskan, bahwa informasi dari sekretariat, surat yang diperlukan dari DPC partai-partai sudah sampai ke Gubernur pada minggu lalu dan SK sudah berjalan dari Biro Otda Provsu ke Biro Hukum dan terakhir telah diterima Sekda Provsu serta Wakil Gubernur.

“Sebelumnya direncanakan Jumat sudah turun SK-nya karena Gubernur lagi di luar kota sehingga diprediksikan Rabu (6/11) pelantikan. Tapi sampai hari ini SK belum diterima jadi dimundur pelantikan Jumat (8/11),” ungkapnya.

Dijelaskannya, setelah pengambilan sumpah janji pimpinan defenitif, maka kemudian akan dirampungkan dengan Tata Tertib (Tatib) agar disahkan dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh pimpinan defenitif serta kemudian dibentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

“Pedoman kerja dewan itu kan Tatib, jadi setelah pelantikan akan kita rampungkan Tatibnya. Secepatnya akan selesai lah ini semua agar tugas kedewanan kedepannya dapat berjalan secara maksimal,” pungkasnya. (map/ila)