Home Blog Page 4959

Waspada! Pasien Stroke Serang Usia Muda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Siapa bilang penyakit stroke hanya menyerang usia lanjut? Usia muda, ternyata juga bisa terkena dan rentan terhadap salah satu penyakit paling mematikan tersebut. Hal ini diperkuat catatan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, dimana banyak pasien penderitanya usia 40 tahun kurang.

Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak menyebutkan, hingga Juli 2019 tercatat penderita stroke untuk usia 40 tahun ke bawah sebanyak 64 orang. Jumlah ini terdiri dari 38 pasien rawat inap dan 26 pasien rawat jalan.

“Sepanjang 2018 jumlah penderita stroke juga tidak terbilang sedikit, jumlahnya ada 108 orang yang terkena stroke di usia di bawah 40 tahun. Dengan rincian, 80 orang menjalani rawat inap dan 28 orang rawat jalan,” ungkap Rosa akhir pekan lalu.

Ia menyebutkan, selama Januari hingga Oktober 2019 pasien stroke totalnya mencapai 461 orang yang rawat inap dan 106 orang rawat jalan. Sedangkan di sepanjang 2018, pasien rawat inap mencapai 636 orang dan rawat jalan 134 orang.

Menurut Praktisi Kesehatan, Dr dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI, stroke menyerang usia muda karena pola dan gaya hidup yang kurang sehat. Sebab, masyarakat sekarang ini cenderung terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji. Terlebih, tinggi lemak namun rendah serat. “Perilaku konsumtif dan instan anak muda, membuat penyebaran penyakit ini tidak hanya diderita oleh yang sudah berusia lanjut namun juga pada generasi muda,” ungkap Umar Zein.

Diutarakan dia, stroke biasa muncul secara tiba-tiba dan gejalanya bermacam-macam. Mulai dari bicara cadel, lemah sebelah tubuh atau badan, bahkan sampai tak sadarkan diri.

“Stroke merupakan gangguan pembuluh darah otak. Gangguan pembuluh darah ini bisa juga terhambat dan pecah. Faktor penyebabnya, umumnya merupakan penyakit-penyakit seperti darah tinggi, diabetes yang paling sering mengakibatkan seseorang terserang stroke. Maka, tak heran usia muda bisa terserang store lantaran penyakit darah tinggi dan diabetes ini juga bisa menyerang ketika usia muda,” terang mantan Kadis Kesehatan Kota Medan ini.

Dijelaskan Umar Zein, stroke terjadi karena sebagian sel di area otak mati akibat pasokan pembuluh darah ke otak berkurang. Hal tersebut diakibatkan karena adanya penyumbatan pembuluh darah yang menuju otak, sehingga oksigen dan darah berkurang. Selain itu, juga disebabkan akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga area yang tergenang darah akan mati. “Stroke ada juga yang pendarahan maupun yang bukan pendarahan,” ucapnya.

Meskipun demikian, lanjut dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) ini, stroke bukannya tidak bisa dicegah. Karena itu, usia muda harus dapat menjaga pola hidupnya serta menjaga berat badannya agar tidak sampai terserang penyakit ini. “Untuk menghindari terkena stroke, sangat erat hubungannya dengan dengan pola hidup dan pola makan masyarakat yang harus sehat serta olahraga teratur dan berhenti rokok,” tuturnya.

Umar Zein mengatakan, kelebihan berat badan juga bisa menjadi penyebab stroke. Karena, kelebihan berat badan dapat memicu kolestrol tinggi, diabetes, hingga darah tinggi. “Memang penyakit tersebut juga bisa diturunkan lewat gen. Namun, dengan makan makanan tidak sehat maka akan meningkatkan risiko dua kali lipat. Oleh karena itu, hindari kegemukan,” cetusnya.

Menurutnya, ada cara lain dalam mencegah stroke. Selain olahraga yang teratur dan menjaga berat badan, diet makan makanan rendah lemak sangat dianjurkan, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan gandum utuh. “Pantau tekanan darah, sehingga tahu harus melakukan apa jika tekanan darah tinggi. Cek juga tingkat kolesterol, dan kunjungi dokter untuk konsultasi,” paparnya.

Sementara, Kepala Dinkes Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan menyarankan, kaum muda agar dapat menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam aktivitas sehari-harinya. Sebab banyak kaum muda yang gemar mengkonsumsi makanan cepat saji. Padahal, dengan kandungan lemaknya yang tinggi dapat memicu kolesterol yang merupakan faktor risiko dari penyakit stroke.

“Gaya hidup yang tidak sehat kini banyak dilakukan anak muda sekarang. Padahal, stroke ini dapat dicegah secara dini. Untuk itu, kita terus mendorong agar Germas dapat semakin bergaung di masyarakat,” katanya.

Germas itu sendiri, lanjutnya, bisa dimulai dari melakukan aktivitas fisik lima kali dalam seminggu, makan buah dan sayur, tidak merokok serta tidak mengkonsumsi alkohol. Kemudian, melakukan pemeriksaan secara berkala menjaga lingkungan bersih dan jamban sehat. “Tidak sulit, maka kita harapkan masyarakat terutama kaum muda ikut dalam Germas ini sebelum penyakit stroke menyerang,” pungkasnya. (ris/ila)

Pemberhentian Sepihak Mahasiswa, LBH Medan Nilai UNPRI Arogan

KETERANGAN: Kuasa hukum korban, Dalshat Tarigan,SH, memberikan keterangan kepada wartawan. istimewa/sumu tpos
KETERANGAN: Kuasa hukum korban, Dalshat Tarigan,SH, memberikan keterangan kepada wartawan.
istimewa/sumu tpos
KETERANGAN: Kuasa hukum korban, Dalshat Tarigan,SH, memberikan keterangan kepada wartawan. istimewa/sumu tpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemberhentian secara sepihak Muhammad Ghizi Doohan Manurung sebagai Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi(FKG) Universitas Prima (UNPRI) Medan terus menjadi sorotan. Selain Ombudsman, kini giliran praktisi hukum mengkritisi pemberhentian mahasiswa tersebut.

“Pihak UNPRI dinilai memperlihatkan diskriminatif dan arogan, karena memberhentikan mahasiswa FKG tanpa cros cek tingkatan kesalahannya,” ujar Direktur LBH Medan Ismail Lubis, SH kepada Sumut Pos, Minggu (3/11).

Menurutnya, sebelum melakukan pemberhentian, seharusnya pihak UNPRI melakukan prinsif kehati-hatian, tidak grusah grusuh langsung melakukan tindakan sepihak. “Kalau si mahasiswa dituduh melakukan pemalsuan account, seharusnya pihak UNPRI melaporkannya ke polisi. Kalau terbukti, mungkin bisa salah alasan bagi pihak UNPRI untuk melakukan tindakan terhadap mahasiswa,” ujar ujar orang nomor satu di LBH Medan ini.

Di sisi lain, pihak universitas masih terus menerima uang kuliah dari mahasiswa. Menurut Ismail, pihak UNPRI hanya mencari keuntungan tanpa memperdulikan hak mahasiswa. “Kalau itu benar terjadi, LBH Medan sangat mengecam tindakan UNPRI melakukan pemberhentian mahasiswa secara tidak mendidik tersebut,” tegasnya.

Disinggung pemberhentian itu membuat mahasiswa stres, menurut Ismail, pihak UNPRI harus bertanggung jawab termasuk merehabilitasi harkat dan martabatnya selaku mahasiswa yang dituduh memalsukan account dosen tanpa proses yang jelas.

Sementara, Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut Drs Abyadi Siregar mengingatkan pihak UNPRI Medan, tidak memecat mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), sebelum ada proses hukum yang menyatakan kesalahan mahasiswa itu.

Menurut dia, UNPRI sebagai lembaga pendidikan seharusnya lebih bijak dalam memberi sanksi kepada mahasiswanya.

“Jangan karena menduga mahasiswa membuat kesalahan langsung memberikan sanksi pemberhentian.

Kasihanlah mahasiswa itu,” ujarnya.

Untuk itu, Abyadi mendukung langkah hukum yang ditempuh Doohan Manurung. “Saya mendengar Doohan telah melaporkan masalah itu ke Polrestabes Medan. Yah kita berharap polisi bisa melanjutkan pengaduan tersebut sehingga diketahui siapa pihak yang bertanggungjawab atas pemberhentian sepihak tersebut,” katanya.

Hal senada disampaikan Dashat Tarigan,SH selaku pengacara Doohan Manurung. Dia menyebut oknum Dosen UNPRI, diduga telah melakukan tindakan sewenang-wenang.

“Ini melanggar HAM, membunuh karakter dan menghancurkan masa depan dan telah mencemarkan nama baik Doohan Manurung,” ujar Dashat Tarigan, dalam surat permohonan perlindungan hukum ke Polrestabes Medan, Senin (28/10) lalu.

Sebelumnya, Doohan Manurung, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) program S-1 UNPRI mengadukan sejumlah oknum dosen UNPRI ke Polrestabes Medan dengan

LP: LP/2226/K/X/2018/SKPT Restabes Medan tanggal 10 Oktober 2018.

Doohan Manurung diberhentikan dengan alasan yang tidak jelas. Menurut Dashat Tarigan, kliennya pada Juli 2018 dipanggil seorang oknum Dosen FKG, terkait adanya dugaan pemalsuan user account atau no ponsel android melalui aplikasi whatsApp (WA) antara sesama dosen FKG UNPRI, bernisial drg W selaku Tim Kurikulum FKG UNPRI dan drg JIS. (man/ila)

Medan Deli Gelar Lomba Taman Resapan Air

HADIAH: Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menyerahkan hadiah pertama kepada pemenang lomba. markus/sumut pos
HADIAH: Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menyerahkan hadiah pertama kepada pemenang lomba. markus/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, menggelar lomba taman resapan air untuk menghindari banjir dan mengurangi banyaknya genangan air setelah hujan di kawasan itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya Kelurahan Tanjung Mulia Hilir mengurangi genangan air di wilayahnya dengan membuat biopori atau sumur resapann

“Tentunya langkah positif ini sangat berdampak baik bagi warga yang selama ini sudah sangat resah dengan wilayahnya yang jika hujan turun kerap terjadi genangan air,” ujar Akhyar dalam acara Senam massal dan lomba taman resapan lingkungan tahun 2019, di Halaman Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan (STOK) Binaguna, Medan, Minggu (3/11).

Dia mengatakan, permasalahan genangan air di Wilayah Tanjung Mulia Hilir sudah sangat merasakan warga karena wilayah ini terperangkap oleh air. Tentunya ini menjadi tantangan bagi Pihak Kecamatan dan Kelurahan guna mengatasi permasalahan tersebut.

“Kecamatan Medan Deli dan Kelurahan Tanjung Mulia Hilir mampu menjawab tantangan dengan menjadikan peluang untuk meresapkan air kedalam bumi sehingga mengurangi genangan air. Selain itu peran masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam mendukung program sumur resapan ini,” ujar Akhyar.

Program yang dilakukan Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, lanjutnya, diharapkan dapat dicontoh wilayah lainnya, khususnya kelurahan yang terdapat genangan air, sehingga ke depan seluruh wilayah di Kota Medan dapat bebas dari permasalahan genangan air.

“Selama ini Pemerintah Kota Medan terus mengatasi genangan air dengan memperbaiki saluran Drainase, tentunya program ini juga harus dibarengi dengan program sumur resapan atau biopori khususnya di wilayah yang terkepung air dan jauh dari sungai,” jelasnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Wali Kota Medan juga mengingatkan bahwa seluruh program untuk mengatasi genangan air tidak akan berjalan dengan baik jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang Sampah sembarangan.

Selain itu guna mengurangi sampah plastik, Plt Wali Kota Medan tidak pernah henti untuk mengajak masyarakat agar tidak lagi menggunakan botol minuman sekali pakai.

“Pemko Medan saat ini berkomitmen untuk menggunakan Tumbler, tentunya hal ini juga harus diikuti seluruh warga. Hal ini kita lakukan untuk mengurangi sampah plastik yang kerap ditemukan dalam tumpukan sampah. Mari kita tingkatkan kesadaran untuk Medan bebas dari sampah”, harap Plt Wali Kota Medan.

Sementara itu, Camat Medan Deli, Ferry Suheri, mengungkapkan bahwa Kelurahan Tanjung Mulia Hilir merupakan daerah cekungan dimana wilayah ini berbatasan dengan Jalan tol dan saluran drainase terputus dengan Rel Kereta Api.

“Awal berjalan program ini, warga belum antusias akan tetapi begitu dirasakan genangan air berkurang dengan cepat, warga mendukung penuh program ini, bahkan warga dengan sukarela memberikan sumbangsih untuk pembangunan Sumur resapan ini,” ujarnya.

Kata dia, untuk saat ini sudah ada 15 titik sumur resapan dan jumlah ini akan terus ditambah dengan target setiap rumah memiliki sumur resapan. (map/ila)

Tasyakuran HUT Partai Golkar ke-55, Ahmad Dolly Ajak Kader Perkuat Solidaritas

KATA SAMBUTAN: Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Dolly Kurnia Tanjung memberikan kata sambutannya di acara Tasyakuran HUT Partai Golkar ke-55 di Jalan Wahid Hasyim Medan, Minggu (3/11). istimewa/sumut pos
KATA SAMBUTAN: Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Dolly Kurnia Tanjung memberikan kata sambutannya di acara Tasyakuran HUT Partai Golkar ke-55 di Jalan Wahid Hasyim Medan, Minggu (3/11).
istimewa/sumut pos
KATA SAMBUTAN: Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Dolly Kurnia Tanjung memberikan kata sambutannya di acara Tasyakuran HUT Partai Golkar ke-55 di Jalan Wahid Hasyim Medan, Minggu (3/11). istimewa/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumut mengggelar Tasyakuran HUT Partai Golkar ke-55, sekaligus syukuran Ahmad Yasir Ridho Lubis menjadi Ketua Komisi II DPR RI dan Wakil Ketua DPRD Sumut.

Syukuran tersebut berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Sumut di Jalan Wahid Hasyim Medan, Minggu (3/11).

Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Dolly Kurnia Tanjung dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan syukuran Partai Golkar secara nasional hingga serentak di seluruh daerah.

Sebab, lanjutnya, pada saat pemilu kemarin, Partai Golkar mendapat perolehan suara meraih 12 persen, meski Sumut mengalami penurunan 2 kursi, tapi secara kabupaten kota menjadi tertinggi di Sumut, yakni 27 menduduki pimpinan DPRD.

”Kita harus memanjatkan rasa syukur untuk perolehan yang kita raih. Sebenarnya, ada 30 syukuran, bukan hanya 27 termasuk syukuran saya yang terpilih menjadi Ketua Komisi II DPR RI periode 2019-2024 dan syukuran untuk bung Yasir Ridho yang kita gelar sekarang,” ujar Dolly.

Tak hanya itu, lanjutnya, Partai Golkar juga bersyukur atas masuknya kader Golkar dalam penyusunan kabinet, yakni menduduki jabatan 5 mentri. “Ini membuat partai politik lain merasakan kalau Partai Golkar menjadi pesaing yang kuat. Bangun terus solidaritas kita dan kita kembalikan kepercayaan rakyat yang kita cintai ini terhadap Partai Golkar,” ajak Dolly.

Untuk meraih sukses, lanjut Dolly, adalah memperkuat solidaritas. Untuk solidaritas tentunya harus punya strategi yang matang dengan membangun komunikasi kepada siapa saja.

Bila Golkar sudah bersatu, kata dolly, maka Golkar akan kuat dan dipercaya masyarakat. Ini terbukti kalau kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar cukup tinggi. Faktanya, ada tiga kader Partai Golkar yang terpilih menjadi Ketua Komisi di DPR RI yang berasal dari Sumut.

“Kalau Partai Golkar mau sukses, kita harus solid dan kerja keras. Nah kita akan menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta. Sebelum berangkat Munas, kita harus menyiapkan gagasan-gagasan. Tekad kita bagaimana Partai Golkar bisa menang meraih kemenangan di tahun 2024 mendatang,” kata Dolly dengan penuh optimis dan semangat.

Kata Dolly, ada 23 Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada. Nantinya, Partai Golkar akan memprioritaskan kader yang memiliki prestasi untuk maju dicalonkan sebagai kepala daerah. ”Menghadapi Pilkada serentak nanti 2020, bahwa Golkar termasuk partai lain masih dalam proses penjaringan. Nanti setelah ada keputusan partai, maka siapapun yang akan diusung Partai Golkar dia berharap seluruh kader Golkar solid mendukung calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung Partai Golkar. Tapi kita tetap memprioritaskan kader kita yang berprestasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Yasir Ridho Lubis mengatakan, akan menjalankan jabatan yang diamanahkan kepadanya. ”Amanah ini menjadi tugas dan tanggung jawab saya dan kita semua untuk meraih kemenangan Partai Golkar. Mudah mudahan tanggung jawab ini bisa kami jalankan dan menjadi kebahagian kita semua. Saya juga mengucapkan selamat kepada Amas Siregar yang menjadi Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut. Mudah-mudah kita bersama-sama bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” ujarnya.

Ketua Dewan Kehormatan DPD Golkar Sumut, Nurdin Lubis turut mengucapkan selamat kepada Yasir Ridho yang telah terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD Sumut. “Syukuran ini merupakan syukuran bersama bagi kader Partai Golkar Medan dan Sumut yang telah diberikan kepercayaan oleh masyarakat sehingga terpilih menduduki jabatan,” ujarnya. (ila)

Temu Ilmiah Nasional IPBI, Bangun Kota Lewat Identitas Budaya

BERSAMA: Kepala Balitbang Kota Medan, Farid Wajedi, foto bersama Ketua IPBI, Cynthia Wuisang dan peserta IPBI, di sela-sela Temu Ilmiah Nasional IPBI ke VIII di Gedung Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU).
BERSAMA: Kepala Balitbang Kota Medan, Farid Wajedi, foto bersama Ketua IPBI, Cynthia Wuisang dan peserta IPBI, di sela-sela Temu Ilmiah Nasional IPBI ke VIII di Gedung Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU).
BERSAMA: Kepala Balitbang Kota Medan, Farid Wajedi, foto bersama Ketua IPBI, Cynthia Wuisang dan peserta IPBI, di sela-sela Temu Ilmiah Nasional IPBI ke VIII di Gedung Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seluruh komponen terutama unsur cendikiawan, akademisi, praktisi dan pihak-pihak yang concern pada dunia pendidikan harus bersama-sama berkontribusi dan berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya Kota Medan. Sehingga, dapat bersaing secara global. Terlebih di tengah-tengah kemajuan serta perkembangan zaman dan tekhnologi yang semakin pesat.

“Pendidikan adalah salah satu modal besar yang harus dimiliki agar kita dapat menjadi manusia unggul yang berdedikasi di bidang masing-masing. Tujuannya agar kita dapat berkontribusi untuk Indonesia yang semakin baik,” kata Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Farid Wajedi saat membuka Temu Ilmiah Nasional Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPBI) ke VIII di Gedung Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU), Jumat (1/11).

Kegiatan yang mengangkat tema “Penataan Lingkungan Binaan Dalam Membentuk Wajah Kota Beridentitas” bertujuan untuk menyampaikan hasil karya ilmiah serta berdiskusi dan mencari solusi terkait keikutsertaan masyarakat dalam peran serta membangun wajah kota lewat identitas budaya yang dimiliki. Oleh karenanya, Farid menyampaikan apresiasi karena diharapkan hasil temu ilmiah tersebut dapat menjadi pedoman dan sumbangsih bagi Pemko Medan dalam merawat dan menjaga identitas budaya.

“Atas nama Pemko Medan kami mengapresiasi Temu Ilmiah yang digelar. Tentu, kita berharap pertemuan ilmiah ini memberi referensi berarti bagi Pemko Medan untuk menumbuhkembangkan, merawat, menjaga dan melestarikan identitas budaya di Kota Medan. Namun hal tersebut butuh dukungan dari semua pihak terutama masyarakat. Apalagi Kota Medan dikenal sebagai kota multikultural,” bilang Farid.

Farid pun berharap agar sinergitas antara Pemko Medan dan semua pihak termasuk akademisi dan praktisi dapat terus dibangun dan terjalin baik. Dengan harapan, kolaborasi dan koordinasi menjadi sumbangsih bersama dalam menata Kota Medan ke arah yang lebih baik sehingga dapat terwujud menjadi kota multikultural yang humanis, berdaya saing, sejahtera dan religius.

“Siapapun bisa menjadi apapun dan siapapun bisa berkontribusi apapun, termasuk bagi Kota Medan. Semoga temu ilmiah ini memberi hasil konkrit yang nantinya dapat diimplementasikan di masyarakat, sehingga mampu mengubah pola pikir masyarakar yang acuh menjadi peduli pada sekitar khususnya bagi Kota Medan,” harapnya di hadapan para peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua IPBI, Cynthia Wuisang mengungkapkan kegiatan temu ilmiah IPBI ke VIII ini akan digelar selama tiga hari. Kegiatan akan diisi dengan seminar dan workshop jelajah ke sejumlah destinasi wisata di antaranya Istana Maimun dan Rumah Bolon di Kabupaten Simalungun. “Nantinya hasil temu ilmiah akan menjadi pedoman dan referensi para akademisi dan peneliti untuk berkontribusi menjaga identitas budaya termasuk Kota Medan,” ungkapnya. (map/ila)

Polisi Gerebek Judi Sabung Ayam

ANGKUT: Polsek Batang Kuis mengangkut sejumlah sepeda motor yang ditinggalkan pejudi sasbung ayam usai di Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang. IST/SUMUT POS
ANGKUT: Polsek Batang Kuis mengangkut sejumlah sepeda motor yang ditinggalkan pejudi sasbung ayam usai di Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang.
IST/SUMUT POS
ANGKUT: Polsek Batang Kuis mengangkut sejumlah sepeda motor yang ditinggalkan pejudi sasbung ayam usai di Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang. IST/SUMUT POS

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Polsek Batang Kuis menggerebek lokasi judi sabung ayam di Jalan Sekata Peringgan, Gang Bersama, Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis Deliserdang, Minggu (3/11). Tak ada pelaku judi yang ditahan. Namun belasan sepeda motor berhasil diamankan.

Tentu saja, akibat aksi penggerebekan yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis, Ipda Riky Sitanggang membuat sejumlah pemain judi sabung ayam dan penonton berhamburan melarikan diri dari sergapan petugas.

Bahkan polisi beberapa kali meletusan senjata api agar para pemain judi dan penonton tidak melarikan diri. Namun, upaya itu gagal.

Para pemain judi dan penonton tetap melarikan diri. Tetapi belasan sepeda motor milik mereka ketinggalan di lokasi. Selanjutnya diamankan ke Mapolsek Batang Kuis.

Menurut Wagianto warga setempat, penggerebekan itu membuat mereka kaget. Karena sejumlah orang berhamburan lari tunggang-langgang dikejar polisi.

“Mereka main judi sabung ayam katanya dan ada sebelas kereta yang diangkut polisi pakai mobil pick up,” pungkas Wagianto.

Kapolsek Batang Kuis AKP Madiantha Boru Ginting SH membenarkan penggerebekan tersebut .

“Tadi dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis. Kita mendapat informasi dari masyarakat bahwa di lokasi yang disebutkan ada judi sabung ayam,” tutur AKP Madiantha.

Kemudian, petugas melakukan pengecekan. Ternyata benar, namun saat akan ditangkap para pelaku sudah melarikan diri.

“Para pelaku juga meninggalkan empat ekor ayam aduan serta sepeda motor pemain maupun penonton. Kini masih kami amankan di Polsek Batang Kuis,” pungkas Kapolsek.(btr/ala)

DPO Galian C Binjai Terus Diburu, Poldasu Bantah SP3

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Samsul Tarigan yang menyandang status tersangka atas dugaan pertambangan ilegal di lahan Hak Guna Usaha PT Perkebunan Nusantara II Kebun Sei Semayang, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur, terus diburon penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu Polda Sumut.

Terakhir, rumah mantan Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Binjai di Jalan Gunung Bendahara 13, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan dan usaha hiburan malam Diskotek Cafe Flower disisir polisi, akhir pekan lalu.

Santer kabar berhembus, kasus yang menjerat ST sudah tutup buku. Penyidik menerbitkan SP3 kepada ST.

Sebagai penggantinya yang disebut pemilik tambang ilegal Pantai Kodok adalah Putra Tarigan alias Putra Ponok yang merupakan adik Samsul. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Rony Samtana menepis jika disebut kasus Samsul sudah SP3.

“Belum ada kita SP3,” tulis Rony melalui layanan pesan WhatsApp ketika dikonfirmasi, Minggu (3/11).

Mantan Kapolres Tapanuli Selatan ini memastikan, ST masih terus diburu yang kini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Sumut dan Polres serta Polsek se jajaran.

“Yang bersangkutan masih status DPO,” jelas mantan Wadir Res Krimsus Polda Sumut ini.

Dugaan ST sudah ‘aman’ ditunjukkan pria bertubuh tambun tersebut dengan beredar di Kota Binjai. Belum lama ini, ada paripurna penetapan unsur pimpinan dewan di Gedung Sementara DPRD Binjai, Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Nangka, Binjai Utara.

Samsul menyempatkan untuk mengirim papan bunga mengucapkan selamat dan sukses kepada Ketua DPRD Binjai H Noor Sri Syah Alam lantaran sudah definitif. Bahkan, Samsul pun menunjukkan dirinya hadir sebelum paripurna digelar. Dia mendapat pendampingan dari tiga pria keturunan tionghoa.

Sayangnya, sambung Dir Res Krimsus, upaya penyidik untuk menangkap ST dengan menggeledah tempatnya belum menuai hasil. Dia menambahkan, pengejaran sekaligus penggeledahan di tempat ST dilakukan pada Jumat (31/10) lalu.

“Yang jelas, kita akan tetap cari yang bersangkutan untuk membuat terangnya perkara tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, penyidik Subdit IV/Tipidter Polda Sumut menggandeng Polisi Militer menggeledah rumah Samsul Tarigan dan adiknya Putra Tarigan, Jumat (12/7) lalu. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi konflik di lapangan saat penggeledahan berlangsung.

Selain Pomdam I/BB, penyidik juga menggandeng puluhan personel Direktorat Sabhara dan Satuan Brimob Polda Sumut yang dilengkapi senjata larang panjang.

Diketahui, pengusaha galian C ilegal, Samsul Tarigan yang sudah mengorek tanah hingga menjadi kubangan di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, mengabaikan atau tidak memenuhi panggilan penyidik Subdit IV/Tipidter Direktorat Reskrimsus Polda Sumut, Selasa (2/7) lalu. Begitu juga saat dilayangkan panggilan kedua, Samsul kembali mangkir.

Akibatnya, pria bertubuh tambun dan berkepala plontos ini akan dijemput paksa oleh polisi. Samsul patut diperiksa karena pengakuan para saksi yang dibawa dari lokasi galian C Ilegal.

Para saksi seperti Tabita boru Ginting selaku tukang catat (mandor), Sarmin selaku operator excavator dan saksi lainnya menyebut, mereka disuruh Samsul Tarigan.

Samsul pun akan dijerat pasal berlapis termasuk UU money laundering (pencucian uang), karena telah mengomersilkan lahan milik negara (PTPN2), untuk memperkaya diri sendiri. (ted/ala)

Senggol Truk Warga Belawan Meregang Nyawa

PINGSAN: Erlina pingsan saat akan dibawa ke rumah sakit. IST/SUMUT POS
PINGSAN: Erlina pingsan saat akan dibawa ke rumah sakit.
IST/SUMUT POS
PINGSAN: Erlina pingsan saat akan dibawa ke rumah sakit. IST/SUMUT POS

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang wanita paruh baya tewas setelah sepedamotor Honda BK 3035 ARA yang dikendarainya menyenggol truk BK 8620 DU. Peristiwa terjadi di Jalan KL Yos Sudarso, Km 21,5, Kelurahan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (2/11) sore.

Erlina (51) tewas setelah menjalani perawatan. Sedangkan temannya, Salma (47) mengalami luka ringan.

Kasus kecelakaan menimpa dua wanita yang menetap di Jalan Bawal, Kecamatan Medan Belawan ini, telah ditangani petugas Satlantas Polres Pelabuhan Belawan.

Kecelakaan itu berawal saat kedua korban melintas dari Belawan menuju Medan. Mereka melintas dari sisi kiri truk, ternyata stang sepeda motor yang ditunggangi korban menyenggol sisi kiri truk.

Akibatnya, kedua korban terjatuh ke badan jalan. Salah satu diantaranya, Erlina kakinya tergilas ban truk tersebut. Warga sekitar menyelamatkan kedua korban dan membawa ke RS PHC Belawan.

Setelah menjalani perawatan, Erlina akhirnya tewas. Sedangkan temannya, Salma mengalami luka ringan. Petugas Satlantas telah mengamkan truk. Sementara, sopir truk kabar dan sedang dalam pengejaran.

Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan, AKP MH Sitorus mengatakan, korban tewas setelah beberapa jam menjalani perawatan di rumah sakit.

“Sopirnya masih kita lidik,” katanya singkat.(fac/ala)

Motor Kontra Dumptruk, Korban Diduga Tewas Terseret

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Justin Simatupang (61) tewas seketika setelah sepedamotor yang dikendarainya menabrak truk bernopol D 9623 AD, Sabtu (2/11) malam.

Peristiwa terjadi di jalan nasional Sidikalang-Tigalingga. Tepatnya di kilometer (km) 11, Desa Silumboyah, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi.

Sekretaris Desa (Sekdes) Silumboyah, Edy Kaloko menyebut, pengendara motor datang dari arah Sidikalang ke Tigalingga. Diduga, korban menyalip mobil di depannya. Namun, korban kehilangan kendali lalu bertabrakan dengan Dumptruk PT SPA yang melaju dari arah Tigalingga.

“Dumptruk berusaha mengelak hingga masuk parit. Tetapi pengendara itu malah merapat ke dumptruk,” tutur Edy.

Sopir dumptruk, Herbet Sihombing menjelaskan, dia dalam posisi menanjak berjalan beriringan bersama dumptruk lainnya. Kemudian, korban menyalip mobil di depannya. Tetapi kurang memperhatikan bahwa truk bergerak dari arah berlawanan.

“Saya menghindar sampai banting setir ke parit. Tetapi motor malah datang,” kata Herbet.

Anggota Satuan Lalulintas Polres Dairi segera mengevakuasi jasad warga Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang itu ke RSUD Sidikalang.

Saat diangkat, posisi korban telungkup di lumpur. Sedangkan sepedamotornya masuk ke kolong truk. Terpisah, Parose Sidebang (58) mengatakan, korban tewas tepat di depan rumahnya. Saat itu, kondisi jalanan sepi.

“Korban diduga terseret. Karena selimut yang biasa melekat di badan korban ditemukan 30 meter dari jasad korban,” katanya.

Kasus itu sedang diselidiki Polisi. Sementara korban sudah dibawa kerumah duka.(rud/ala)

Pasutri Ditemukan Tewas Tergantung Leher Robek, Gigi Rontok

DILIHAT: Jenazah pasutri yang ditemukan tewas tergantung dilihat oleh pihak keluarga sesaat sebelum diautopsi oleh tim dokter RSUD Rantauprapat, Sabtu (2/11) sekira pukul 06.40 WIB. IST/SUMUT POS
DILIHAT: Jenazah pasutri yang ditemukan tewas tergantung dilihat oleh pihak keluarga sesaat sebelum diautopsi oleh tim dokter RSUD Rantauprapat, Sabtu (2/11) sekira pukul 06.40 WIB.
IST/SUMUT POS
DILIHAT: Jenazah pasutri yang ditemukan tewas tergantung dilihat oleh pihak keluarga sesaat sebelum diautopsi oleh tim dokter RSUD Rantauprapat, Sabtu (2/11) sekira pukul 06.40 WIB. IST/SUMUT POS

Warga Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara dikejutkan penemuan mayat pasangan suami istri (Pasutri), Sabtu (2/11) sekira pukul 06.40 WIB.

Mayat pasutri ini dalam posisi leher terikat dengan tali nilon dan tergantung di samping jembatan Sungai Kalundang. Tepatnya di Dusun Aek Nauli, perbatasan antara lahan Toko Roma dengan PT Indospadan Jaya.

PASUTRI itu adalah Herman Ginting (58) dan Sarinah (56). Penemuan mayat itu bermula ketika Hendra Polo Sianturi dan Amo Nainggolan mendapat informasi dari warga yang melintas di jembatan tersebut.

“Kata warga ada mayat tergantung di jembatan Sei Kalundang,” kata kedua warga Perumahan PMKS PT Sepasan Jaya, Desa Kampung Padang itu.

Korban masih belum lama bekerja di perkebunan kelapa sawit milik warga Roma Panjaitan.

“Belum sampai dua bulan,” kata Pemilik kebun Roma Panjaitan di komplek RSUD Rantauprapat.

Namun dia kurang mengenal betul sosok kedua pasutri itu. Hanya saja, seorang rekannya Maju Hutasoit merekomendasikan pasutri tersebut sebagai tenaga kerja untuk kebun sawit miliknya.

“Saya mempekerjakan mereka karena diusulkan mandor,” katanya.

Pasutri ini mengaku kepada Roma Panjaitan akan bekerja sebaik mungkin. Maka ketika bernegosiasi dengannya, korban berjanji bekerja yang terbaik.

“Korban bilang takkan mengotori periuk makannya,” tambahnya.

Dia mengaku korban mendapat tempat tinggal di kawasan 30-an hektar kebun sawit miliknya. Selain itu, kata dia, lokasi penemuan jasad para korban di jembatan sekira 100 meter dari lokasi perkebunannya.

Namun, dia enggan dan tidak bersedia membayar biaya visum jasad kedua korban. Alasannya, kematian para korban bukan berada pada perkebunan miliknya.

Sementara, Maju Hutasoit mengaku memang mengusulkan para korban untuk bekerja di perkebuann sawit itu.

“Saya diperintahkan nyari pekerja. Saya rasa mereka baik, saya usulkan bekerja di perkebunan milik Roma,” kata Maju.

Dia juga mengaku jika korban dalam tiga hari terakhir mendapat ancaman dari sejumlah orang. Informasinya, karena tuduhan aksi kejahatan pencurian ternak ayam warga.

“Memang ada yang mengancam akan memenjarakan korban jika tak membayar uang ganti rugi pencurian ayam warga,” ujarnya.

Bahkan, dia mendapat informasi jika korban Herman Ginting juga sempat mendapat perlakuan kasar dari orang-orang yang mengancamnya.

Kematian pasangan suami ini kuat dugaan karena dibunuh. Sebab, pada leher kedua warga Dusun Tasik Dua, Desa Pasir Tuntung, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara itu terdapat luka robek.

Temuan itu terlihat saat tim dokter melakukan visum et repertum (VeR) oleh di RSUD Rantauprapat pada jasad kedua korban.

“Terdapat luka robek di leher sepanjang 4×15 cm. Kemungkinan karena benda tajam. Bisa karena pisau, parang. Kematiannya karena dibunuh. Kalau karena bunuh diri itu kemungkinan kecil,” ujar dokter.

Informasi dihimpun, kedua korban merupakan pekerja pada perkebunan kelapa sawit warga Roma Panjaitan. Pasutri ini masih belum lama bekerja di perkebunan itu.

“Masih jalan dua bulan mereka di sana,” kata salahseorang warga setempat, Syamsul Saragih ketika ditemui di komplek instalasi jenazah RSUD Rantauprapat.

Menurut dia, sejak awal ditemui sejumlah kejanggalan pada tubuh kedua korban. Sebab, ketika dievakuasi dari jembatan jasad korban bagian leher mengeluarkan darah.

“Sewaktu diangkat keluar darah. Jarang karena gantung diri berdarah,” ujarnya.

“Para korban lidahnya tak keluar,” bebernya seraya mengatakan gigi korban Herman Ginting juga diduga rontok karena mendapat perlakuan kasar.

Kapolsek Bilah Hilir Iptu Krisnat Indratno Napitupulu membenarkan pada leher korban terdapat luka robek.

“Hasil pemeriksaan luar oleh dokter, terdapat luka robek di leher korban,” jelasnya.

Untuk mengetahui penyebab luka luar dan luka robek pada jasad korban, pihaknya akan membawa kedua jenazah ke RS Djasamen Saragih Pematang Siantar.

“Kita akan otopsi. Kita bawa ke rumah sakit Djasamen Saragih,” jelasnya.(mag-13/ala)