Home Blog Page 4965

Bupati Tegaskan 5 Prioritas Pemkab Karo

solideo/sumut pos TERIMA: Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH menerima penghargaan dari Gubsu Edy Rahmayadi di sela-sela Rapat Kordinasi TPID, di Hotel Polonia Medan, Senin (7/10).
TERIMA: Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH menerima penghargaan dari Gubsu Edy Rahmayadi di sela-sela Rapat Kordinasi TPID, di Hotel Polonia Medan, Senin (7/10).

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana meminta pejabat utama dan para ASN Pemkab Karo tingkatkan kinerja. Hal ini dikatakan Terkelin pada rapat evaluasi serapan anggaran triwulan III Tahun 2019, Rabu (30/10), di lantai 3 kantor bupati.

Ditegaskan Terkelin, ada lima prioritas yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam upaya menjadikan APBD sebagai instrumen fiskal dalam melayani warga meningkatkan kesejahteraan maupun peningkatan daya saing daerah.

Lima prioritas tersebut meliputi, perkuatan kebijakan money follow program dengan pendekatan holistik, integratif, tematik dan spasial (hits). Kedua, pemantapan pengelolaan keuangan, aset dan implikasinya terhadap penjadwalan pelaksanaan program dan kegiatan. Ketiga penguatan fungsi pengawasan kinerja dan manajemen kerja.

Keempat pembenahan manajemen sumber daya aparatur, dan kelima penguatan sistem nilai dan mekanisme kerja. Terkelin juga menegaskan kepada jajaran ASN Pemda Karo, agar meningkatkan kinerja sehingga kompetensi sebagai kesempatan memberikan kebaikan sebagai aparatur pemerintahan yang mampu meninggalkan legacy yang pantas dikenang anak cucu.

“Tingkatkan sinergi seluruh pejabat utama, mulai dari Sekda, Bappeda, BPKPAD, Inspektorat dan seluruh OPD dalam mengawal dan mengendalikan pelaksanaan program sesuai tema utama pembangunan, Indikator Kinerja Utama (IKU), baik pada level pemda maupun OPD,” tegasnya.

Selain itu, dia juga meminta jajarannya meningkatkan kedisiplinan dan kinerja, termasuk dalam perencanaan pelaksanaan pelaporan atas kewenangan anggaran, asset dan dokumen. “Satu data Kabupaten Karo segera diwujudkan, sehingga tidak ada lagi visi misi OPD, yang ada hanya visi misi kepala daerah dan telah kita jadikan visi misi daerah termuat dalam RPJMD. Yaitu tugas utama Pemda khususnya dalam mengintegrasikan perencanaan, anggaran, pelaksanaan kegiatan,” bebernya.

Selanjutnya, Bupati Karo di dampingi Wakil Bupati Karo menyerahkan piagam penghargaan kepada setiap OPD terbaik dalam kategori penyerapan anggaran . Untuk kategori unsur penunjang diraih Inspektorat, kategori unsur pelaksana oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, pencapaian target PAD terbaik BPKPAD (Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah), realisasi PBB Kategori kecamatan terbaik, yakni Juhar, Merdeka dan Kabanjahe, realisasi PBB kategori desa dan kelurahan terbaik, yakni Dolat Rakyat, Gonsol dan Tongging. Sedangkan camat terbaik dalam pelaksanaan intensifikasi dan ekstensifikasi PBB, yakni diraih Camat Tiga Panah. (deo/han)

5 Pegawai Lapas Klas II A Binjai Naik Pangkat

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kepala Lapas Klas II A Binjai, Maju Amintas Siburian melantik sekaligus mengambil sumpah dan jabatan terhadap 5 pegawai tersebut, kemarin (29/10).

“Kenaikan pangkat dan golongan ini memang diatur berdasarkan kinerja mereka. Dan hal tersebut juga berdasarkan Keputusan Menkumham langsung dari Jakarta,” kata Maju ketika dikonfirmasi, Rabu (30/10).

Kelima pegawai Lapas Binjai dimaksud yakni, dr Maryandi Keresia Malau, Apri Yani br Sitepu, Yuliana, Iswandi dan Handy Sinaga. “Maryandi merupakan seorang dokter ahli muda. Sementara Apri Yani merupakan perawat gigi mahir. Dan tiga orang lainnya merupakan petugas jaga atau keamanan,” urai mantan Kepala Rumah Tahanan Tanjung Gusta ini.

Maju menambahkan, Keputusan Menkumham tentang kenaikan pangkat atau golongan tersebut sesuai dengan Nomor: W2-612LKP.04.04 Tahun 2018. Kenaikan pangkat atau golongan mereka terhitung sejak 1 Oktober 2019.

“Setelah menerima Keputusan Menteri yang ditandatangani Kepala Biro Kepegawaian atas nama Menkumham, baru dilakukan pelantikan,” pungkasnya. (ted/han)

Pimpinan Dewan Diminta Jelaskan Payung Hukum

RAPAT: Rapat evaluasi Ranperda APBD 2020 yang dipimpin Wakil Pimpinan Sementara, Amit Damanik dan Sekdakab Deliserdang, Darwin Zein diwarnai interupsi di Lubukpakam. batara/sumut pos
RAPAT: Rapat evaluasi Ranperda APBD 2020 yang dipimpin Wakil Pimpinan Sementara, Amit Damanik dan Sekdakab Deliserdang, Darwin Zein diwarnai interupsi di Lubukpakam.
batara/sumut pos
RAPAT: Rapat evaluasi Ranperda APBD 2020 yang dipimpin Wakil Pimpinan Sementara, Amit Damanik dan Sekdakab Deliserdang, Darwin Zein diwarnai interupsi di Lubukpakam. batara/sumut pos

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pembahasan evaluasi Ranperda APBD 2020 yang dikirim Gubernur Sumatera Utara kepada Bupati dan DPRD Deliserdang diwarnai interupsi oleh anggota dewan, di Ruang Rapat Komisi A, Gedung Dewan, Lubukpakam, Rabu (30/10).

Bahkan aksi saling intrupsi itu mendapat perhatian warga, yang menilai anggota DPRD bagai ’Anak Ayam Kehilangan Induk,’. Anggota dewan yang ngotot minta penjelasan dasar hukum tentang pelaksanaan rapat evaluasi Ranperda adalah Gambo Tarigan dari Fraksi Demokrat.

Menurut catatan, ada sampai 10 kali Gambo melakukan interupsi meminta Pimpinan Rapat menjelaskan dasar hukum pembahasan evaluasi. Sebab, menurut dia, Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Deliserdang belum terbentuk. Hal itu dimintanya agar anggota dewan tidak ada masalah hukum di kemudian hari.

“Interupsi pimpinan, mohon dijelaskan dasar hukum apa dapat kita lakukan pembahasan evaluasi Ranperda ini. Saya tidak ada sentimen apapun, tujuan saya agar kita tidak ada masalah hukum di kemudian hari karena AKD belum disahkan,” kata Gambo.

Menurutnya, fungsi Pimpinan Sementara bertugas memfasilitasi pembentukan ketua defenitif, membentuk AKD dan pembahasan tata tertib. Hal itu telah diatur tatib pasal 36 ayat 1 dan PP nomor 12. “Mengapa sepertinya lari dari tatib tersebut rapat evaluasi yang digelar ini,”tanyanya lagi.

Bahkan hampir seluruh anggota DPRD melakukan interupsi. Rahmadsyah dari Fraksi Gabungan PKB. “Mohon pimpinan dan tim APBD dijelaskan dasar hukumnya, sekaligus surat evaluasi kapan masuknya dan batas berakhir evaluasi ini,” pintanya.

Demikian interupsi yang senada disampaikan Bayu Sumantri Agus dari Fraksi PAN, Nusantara Tarigan dari NasDem, M Darwis Batubara dari PKS, Said Hadi dari PKB dan dewan lainnya. Wakil Pimpinan Sementara, Amit Damanik yang memimpin rapat menjelaskan, bahwa dasar pelaksanaan rapat yaitu surat resmi dari Kementerian Dalam Negeri nomor 160/8946/SJ yang sifatnya penting. Perihal penjelasan pelaksanaan tugas sebagai Pimpinan Sementara DPRD yang ditandatangani Sekjen, Dr Hadi Prabowo MM.

Disebut dalam surat itu, tugas pimpinan sementara dapat memimpin rapat DPRD dalam rangka penetapan APBD. Dalam melaksanakan tugas, pimpinan sementara DPRD diberikan hak keuangan selaku anggota DPRD termasuk dukungan keuangan berupa biaya rapat, perjalanan dinas dalam rangka kegiatan kordinasi, konsultasi dan/atau penugasan lainnya.

“Surat sudah masuk dari Gubernur dan sebelum rapat ini digelar, kami sudah berembuk dengan para Ketua Fraksi walau belum dikukuhkan. Kami sudah sepakat dengan dasar surat edaran dari Kemendagri itu dan selebaran yang dibagi kepada kita semua sebagai dasar dalam melaksanakan rapat ini,” kata Amit.

Sekdakab Deliserdang, Darwin Zein SSos menjelaskan evaluasi itu wajib dilaksanakan karena sifatnya penting. “Suratnya masuk pada 23 Oktober lalu, dan kita diberi waktu satu Minggu yang berakhir hari ini,” kata Darwin. (btr/han)

Kapolres Deliserdang Mutasi 3 Kapolsek & Pecat 6 Personel

TANDA PANGKAT : Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan SIk menyematkan tanda pangkat kepada ketiga Kapolsek yang dilantik. batara/sumut pos
TANDA PANGKAT : Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan SIk menyematkan tanda pangkat kepada ketiga Kapolsek yang dilantik. 
batara/sumut pos
TANDA PANGKAT : Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan SIk menyematkan tanda pangkat kepada ketiga Kapolsek yang dilantik. batara/sumut pos

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Jajaran Polres Deliserdang melakukan serahterima terhadap 3 Kapolsek dan pemberhentian dengan tidak hormat terhadap 6 personil Polres Deliserdang, Rabu (30/10). Acara itu dipimpin Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan SIk

Ketiga Kapolsek yang diserahterimakan yaitu Kapolsek Tiga Juhar, dari AKP ILHAM, S.Sos kepada AKP Gunado K. Manurung yang sebelumnya menjabat Kanit 2 Sunego Subditdalmas Ditsamapta Polda Sumut. Kapolsek Talun Kenas dari AKP Hotman Samosir kepada Iptu Dahnial Saragih, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Pangkalan Brandan, Polres Langkat. Kemudian, Kapolsek Biru Biru dari AKP Robihatun kepada AKP Erlonggena Sembiring, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Sipahutar Tapanuli Utara.

Usai sertijab tiga Kapolsek jajaran Polres Deli Serdang, dilanjutkan dengan upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH) enam orang personel Polres Deliserdang, dalam hal ini Keterangan keenam personel In Absensia.

Penanggalan seragam dinas polri terhadap keenam personel, tidak dilakukan karena tidak hadir. (btr/han)

20 Pejabat Rebutkan 5 Jabatan di Pemko Binjai

Sebanyak 20 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Binjai memperebutkan 5 jabatan yang dilelang. Namun sayang, Badan Kepegawaian Daerah Kota Binjai yang menggelar Seleksi Terbuka Jabatan Tinggi Pratama ini enggan membeberkan siapa saja yang menjadi pelamar.

Adapun 5 jabatan yang dilelang yakni, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Perdagangan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Abak dan Masyarakat. Menurut Kepala BKD Binjai, Amir Hamzah, dari kelima pelamar dimaksud, masing-masing diisi oleh 4 pejabat yang mencukupi untuk mengikuti lelang jabatan tersebut.

“Tidak ada yang menonjol. Masing-masing ada 4 pelamar. Belum bisa lah saya publikasi karena akan ada tahapan lagi,” kata Amir ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (30/10).

Digali lebih jauh siapa saja pelamarnya di 5 jabatan yang dilelang ini, Amir juga ogah membeberkannya. Saat diwawancarai Sumut Pos, Amir didampingi Kepala Bidang Mutasi dan Kepegawaian Hendra Januar serta Kepala Bidang Pendidikan Kilat Fauzi.

Amir pun melemparkan pertanyaan siapa saja yang melamar ini kepada Fauzi. “Ada Plt Kadis Pendidikan ikut. Cuma memang belum bisa disampaikan,” kata Fauzi.

Fauzi menambahkan, Tim Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Tinggi Prama ini akan diumumkan nama-nama pelamar dan lulus verifikasi melalui website resmi Pemko Binjai. Para pelamar yang mengikuti lelang jabatan ini harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Di antaranya, berstatus PNS di lingkungan Pemko Binjai yang sudah memenuhi syarat pangkat dan usia maksimal 56 tahun per satu Januari 2020, memiliki pangkat golongan ruang serendahnya Pembina (IV a), memiliki kompetisi (teknis, manajerial, sosial kultural) sesuai standart jabatan yang ditentukan, miliki pengalaman di bidang tugas terkait minimal lima tahun, lulus diklat Tingkat III Diutamakn diklat Tingkat II, dikecualikan bagi jabatan fungsional ahli madya.

Untuk Tim Pansel termasuk Sekda Binjai yang telah ditunjuk KASN. Pansel telah disetujui KASN, itu ada Sekda, Prof Hasyim Purba, Iskandar Zulkarnain, Yusmadi Yusuf, dan tokoh masyarakat H Fadlan.

Tiga tahapan dilaksanakan dalam seleksi ini. Yakni, tahapan seleksi administrasi, seleksi manajerial dan sosial kultural, seleksi kompetensi bidang dan wawancara akhir dan akan pengumuman hasil seleksi akan dilakukan 11 November 2019.

Jabatan Direktur RSUD Djoelham Juga Dilelang

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham, dr Sugianto dimutasi menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai. Akibatnya, jabatan direktur pun diisi oleh pelaksana tugas.

Karenanya, BKD juga melakukan lelang jabatan terhadap jabatan Direktur RSUD Djoelham. Amir menambahkan, seleksi terbuka untuk jabatan Direktur RSUD Djoelham dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara.

“Jadi ada 6 jabatan,” tambahnya.

Menurut Amir, seorang pelamar yang ikut lelang jabatan, dilarang mendaftar pada 2 jabatan sekaligus. “Tidak dibenarkan satu pelamar untuk 2 jabatan,” beber dia.

“Kami membuka seleksi terbuka untuk jabatan Direktur RSUD Djoelham Binjai sejak Selasa (29/10) sampai 13 November 2019 mendatang atau 15 hari kerja,” tandasnya. (ted/han)

Pemprovsu Bantu Korban Kebakaran

Setdaprovsu: Veri Ardian TINJAU: Wakil Ketua I TP PKK Sumut, Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah tinjau lokasi kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Sei Kera Hulu, Medan Perjuangan.
Setdaprovsu: Veri Ardian
TINJAU: Wakil Ketua I TP PKK Sumut,  Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah tinjau lokasi kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Sei Kera Hulu, Medan Perjuangan.
Setdaprovsu: Veri Ardian TINJAU: Wakil Ketua I TP PKK Sumut, Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah tinjau lokasi kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Sei Kera Hulu, Medan Perjuangan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memberikan bantuan berupa selimut, tenda gulung, peralatan dapur, bahan makanan dan berbagai barang kebutuhan lainnya kepada para korban kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Wakil Ketua TP PKK Sumut, Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah bersama Kepala Biro Bina Sosial (Binsos) Sumut M Yusuf kepada perwakilan warga di lokasi kebakaran, Rabu (30/10)n

“Kita datang hari ini untuk melihat saudara kita yang sedang tertimpa kesusahan, dan alhamdulillah mereka semua dalam keadaan sehat. Semoga apa yang kita berikan hari ini bisa bermanfaat dan semoga mereka sabar menghadapi ini, harus kuat untuk bangkit kembali,” harap Sri Ayu Mihari.

Paket bantuan yang diberikan terdiri dari 51 selimut, 52 tenda gulung, 51 peralatan dapur keluarga, kasur, 51 paket makanan siap saji, pakaian dalam, 21 paket perlengkapan bayi, 51 paket perlengkapan mandi, hingga 19 paket seragam dan perlengkapan sekolah untuk SMP/SMU. Dengan total bantuan senilai Rp122.613.550.

“Ini yang bisa kami berikan semoga ini bisa bermanfaat. Kepada saudara-saudara kita yang punya rezeki lebih, saya berharap bisa juga ikut mengulurkan tangan membantu, sehingga beban saudara kita yang saat ini terkena musibah terasa lebih ringan,” ajak Sri Ayu Mihari.

Salah seorang korban kebakaran Sentosa Lama yang bernama Asni (43) mengaku senang atas apa yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. “Saya berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumut yang peduli kepada nasib kami, mau memberikan bantuan kepada kami para korban kebakaran,” ujarnya.

Asni yang masih trauma bila mengingat peristiwa kebakaran itu, mengatakan, saat ini yang paling dibutuhkan adalah bantuan pakian dan obat-obatan. “Kami di sini memang berharap bantuan dari pemerintah. Alhamdulillah hari ini Pemerintah Provinsi datang memberi bantuan, apalagi yang sangat kami butuhkan saat ini seperti pakaian dan obat-obatan. Karena tak ada lagi pakaian untuk sehari-hari, semua hangus terbakar bersama rumah kami,” ungkap Asni, sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya.

Untuk diketahui, musibah kebakaran Sentosa Lama itu menghanguskan 39 rumah warga. Ada 60 kepala keluarga dengan total 300 jiwa terdampak. Dari data yang diperoleh, ada tiga gang yang terdampak musibah ini, yakni Gang Ringgit I, Gang Ringgit II dan Gang Keluarga. Diduga penyebab kebakaran terjadi karena korsleting listrik dari salah satu rumah warga. (prn/ila)

Perdana, E-Paspor Resmi Diluncurkan di Sumut, Berteknologi Chip & Bebas Visa ke Jepang

E-PASPOR: Wagubsu, Musa Rajekshah mencoba layanan pembuatan Paspor Elektronik (e-Paspor).
E-PASPOR:
Wagubsu, Musa Rajekshah mencoba layanan pembuatan Paspor Elektronik (e-Paspor).
E-PASPOR: Wagubsu, Musa Rajekshah mencoba layanan pembuatan Paspor Elektronik (e-Paspor).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memperingati ke-74 Hari Dharma Karyadhika, Kanwil Kemenkumham Sumut, melalui Divisi Keimigrasian Sumut, meluncurkan Paspor Elektronik (e-Paspor), di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Jalan Gatot Subroto Km 6,2 Nomor 268A, Medan, Rabu (30/10).

Peluncuran e-Paspor tersebut dilakukan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah, ditandai dengan pengguntingan pita yang turut didampingi Pangdam I/BB MS Fadhilah, Kakanwil Kemenkumham Sumut, Sutrisman dan Wakapolda Sumut Mardiaz Kusin Dwihananto dan pejabat lainnya.

Wagub Musa Rajekshah mengapresiasi upaya Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan untuk meningkatkan kualitas dan pelayanannya kepada publik dengan meluncurkan e-paspor. Menurutnya ini perlu dicontoh instansi lain untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan juga wisatawan.

”Ini perlu kita apresiasi, khususnya Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan ini. Dengan e-paspor masyarakat Sumut akan lebih mudah ke luar negeri. Begitu juga dengan turis-turis yang masuk ke daerah kita, dengan teknologi e-paspor akan lebih cepat, mudah dan lebih lancarn

Mudah-mudahan ini bisa ditiru instansi lainnya demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” kata Musa Rajekshah.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan Agato Simamora menyampaikan, peluncuran e-Paspor antara lain untuk mempermudah layanan keimigrasian dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Sebab, e-paspor merupakan paspor yang memiliki teknologi chip untuk menyimpan data biometric penggunanya yaitu wajah dan sidik jari. E-paspor juga memiliki data penerbit paspor tersebut sehingga mudah dilacak.

Tak hanya itu, juga mempermudah keimigrasian untuk mengidentifikasi pemilik paspor dan mempercepat proses keimigrasian karena terintegrasi dengan auto gate di tempat pengecekan paspor seperti bandara, pelabuhan, kereta api dan lainnya.

“Dengan e-paspor yang memiliki chip dan antena, pemegangnya bisa melewati pemeriksaan paspor melalui auto gate. Jadi, ini akan mengurangi antrean pengecekan paspor di bandara-bandara, pelabuhan atau tempat lainnya. Ini juga akan meminimalisir paspor palsu,” kata Agato Simamora dalam peluncuran tersebut.

Untuk membuat e-paspor, lanjutnya, tidak ada persyaratan khusus yang diberikan kantor keimigrasian, pembuatannya sama dengan paspor biasa. Namun, untuk harganya sedikit lebih mahal karena di dalam e-paspor terdapat teknologi yang canggih dan juga terintegrasi dengan seluruh auto gate yang ada.

“Tujuan utama e-paspor ini juga untuk memperluas tempat pembuatan paspor. Tidak ada persayaratan khusus untuk membuatnya, sama seperti paspor biasa, namun untuk harga berbeda, e-paspor pajak penerimaan negaranya Rp650. Dan Kantor Imigrasi kelas I Khusus TPI Medan sekarang sudah siap menerbitkan paspor dalam satu hari dengan menambah pembayaran sebesar Rp1 juta. Jadi, tidak ada lewat calo,” tegas Agato.

Dipaparkannya, pemilik e-paspor juga akan mendapat keuntungan bebas visa ke Jepang. Sedangkan bagi pemegang paspor biasa untuk menggantinya ke e-paspor harus memenuhi syarat paspor hilang, rusak dan penuh. “Syaratnya sama, namun bagi pemegang paspor lama yang ingin menggantinya ke paspor baru itu dengan syarat paspor hilang, rusak atau sudah penuh, tidak bisa hanya karena gaya-gayaan sudah memiliki e-paspor,” katanya.

Pangdam I/BB MS Fadhilah mengatakan, dengan teknologi seperti ini selain memperlancar masalah keimigrasian juga akan mempermudah kantor-kantor keimigrasian untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia.

“Dunia saat ini semakin menyatu, negara satu dengan yang lain seperti tidak berjarak. Keimigrasian selain harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada publik juga harus bisa menjaga NKRI dari ancaman orang luar atau dalam negeri sendiri. Teknologi seperti ini akan sangat membantu pekerjaan itu baik memberikan pelayanan atau menjaga keutuhan NKRI karena negeri kita ini begitu luas,” ujarnya.

Dalam peluncuran tersebut, Wagub, Pangdam I/BB, Kakanwil kemenkumham Sumut dan Wakapolda juga langsung menjajal layanan baru ini untuk membuat e-paspor di tempat tersebut. (prn/ila)

BPS dan Diskominfo Sumut Samakan 4 Metodologi Data

TANDATANGANI: Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi menandatangani persamaan persepsi metodologi data bersama Diskominfo Sumut.
TANDATANGANI: Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi menandatangani persamaan persepsi metodologi data bersama Diskominfo Sumut.
TANDATANGANI: Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi menandatangani persamaan persepsi metodologi data bersama Diskominfo Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Samakan persepsi pengumpulan data sektor daerah untuk menjadi forum satu data Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara (Sumut) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Peran dan Fungsi Institusi Statistik dalam Satu Data Indonesia dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut, di Medan, Rabu (30/10/2019)n

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, mengatakan, ada beberapa tantangan yang harus diselesaikan dalam pengumpulan data di lapangan, salah satu di antaranya adalah SDM urusan statistik. “BPS sebagai pembina sudah seharusnya bertanggungjawab terhadap SDM di Diskominfo sebagai walidata statistik sektoral. Tentunya mereka diharapkan dapat bertugas mengumpulkan dan mengelola data yang dihasilkan oleh prosedur data serta menyebarluaskan data di lingkup instansi pemerintah,” katanya.

Suhaimi mengatakan, ada 4 metodologi data yang harus disamakan, antara lain menetapkan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK). Dengan 4 metodologi ini maka data yang dihasilkan tidak akan diragukan lagi. Karena itu, dinas-dinas harus berpedoman kepada 4 kriteria.”Jadi misalnya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura sudah menghasilkan data dengan cara tersebut maka tidak perlu lagi statistik membagikan data. Nanti data tersebut tinggal divalidasi dan di-update,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut, R. Sabrina mengungkapkan, rapat koordinasi merupakan implementasi Pepres No 39 tahun 2019 tentang satu data Indonesia dan sangat starategis dalam terwujudnya satu data. Data menjadi salah satu data untuk mendorong kebijakan di daerah. “Kami memandang ini sangat penting karena data yang berbeda akan menimbulkan perdebatan. Dalam pencapaiannya tidak selalu sulit sebab setiap OPD membuat datanya sendiri dan akan disatukan diwalidata dalam hal ini Diskominfo,” paparnya.

Selama ini, kata dia, data resmi yang dipakai harus dari BPS. Namun dengan adanya sistem satu data, Diskominfo dengan BPS bersama-sama memverifikasi data dari OPD sehingga terbitlah data yang siapapun harus menggunakan data ini walaupun sumber datanya berasal dari OPD.

“Pemeritah berharap kegiatan ini dapat menghasilkan data statistik yang handal, lebih baik dan dipercaya. Data menjadi hal penting dalam pengambilan kebijakan, data yang berbeda akan membuat kebijakan yang diambil berbeda karena itu satu ini sangat membantu,” pungkasnya.(gus/ila)

Dinas PU Lihat Kondisi Jembatan Titi Dua Sicanang & Pasang Pemancang Besi

DISKUSI: Plt Dinas PU Kota Medan, Khairul Syahnan bersama tim, berdiskusi membahas kondisi Jembatan Titi Dua Sicanang di lokasi dekat jembatan tersebut. Fachril/sumutpos
DISKUSI: Plt Dinas PU Kota Medan, Khairul Syahnan bersama tim, berdiskusi membahas kondisi Jembatan Titi Dua Sicanang di lokasi dekat jembatan tersebut.
Fachril/sumutpos
DISKUSI: Plt Dinas PU Kota Medan, Khairul Syahnan bersama tim, berdiskusi membahas kondisi Jembatan Titi Dua Sicanang di lokasi dekat jembatan tersebut. Fachril/sumutpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Plt Dinas PU Kota Medan, Khairul Syahnan memenuhi janji masyarakat dengan melihat kondisi Jembatan Titi Dua, Sicanang, Belawan, Rabu (30/10). Tim Dinas PU Kota Medan tersebut kemudian memasang pemacang besi agar jembatan tersebut tak amblas.

Kedatangannya bersama PPTK dan rombongan bertujuan untuk merawat jembatan alternatif agar tidak rusak. Selain itu untuk menjelaskan tentang pembangunan jembatan yang akan dikerjakan pada awal tahun 2020.

“Hari ini (kemarin,Red) kita mensurvei ke lapangan, kemarin masyarakat yang berdemo sudah kita sepakati untuk turun ke lapangann

Makanya hari ini kita turun membuat pemancang besi agar jembatan alternatif tidak amblas karena arus sungai,” kata Plt Dinas PU kepada Ketua Formasi, Togu Silaen.

Sebelumnya, lanjut Syahnan, ia telah menerima pernyataan sikap dari Formasi yang melakukan aksi di Kantor Wali Kota Medan. Mengingat adanya gugat di PTUN, makanya proses teender belum bisa dilaksanakan “Jadi, langkah awal yang bisa kita lakukan perawatan. Semua berkas untuk pelaksanaan pembangunan sudah lengkap, tahun 2020 akan segera dibangun,” paparnya.

Mendengar penjelasan itu, Ketua Formasi, Togu Silaen mengapresiasi sikap Dinas PU yang sudah turun ke lapangan. Artinya telah menepati janjiñya sesuai dengan pertemuan sewaktu mereka mengantarkan koin peduli Jembatan Titi Dua Sicanang ke Pemko Medan.

“Kita tidak ingin pembangunan ini gagal lagi, makanya kita tetap memantau dan akan mengawasi proses pelaksanaannya. Harapannya, pembangunan dapat berjalan dengan baik agar bisa dinikmati masyarakat,” pungkasnya.

2020, Jembatan Baru Dibangun

Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas PU Kota Medan, Mukhyar mengatakan, Dinas PU Kota Medan telah memiliki program percepatan pembangunan jembatan tersebut dengan berencana membangun jembatan yang baru tepat di sebelah jembatan Titi Dua Sicanang.

“Kita upayakan untuk langsung membangun jembatan baru tepat di samping jembatan Titi Dua Sicanang. Supaya cepat kerjanya, kita tidak lagi membuat jembatan sementara, tapi langsung membangun jembatan permanen di samping jembatan yang lama. Mudah-mudahan tahun 2020 sudah terlaksana,” kata Mukhyar kepada Sumut Pos, Rabu (30/10).

Untuk percepatan pembangunan jembatan itu, lanjutnya, Pemko Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan akan segera melakukan pembebasam lahan agar Dinas PU dapat segera menjadikan lah tersebut sebagai oprit jembatan baru yang akan dibangun.

“Untuk itu sekarang sedang diupayakan pembebasan lahan untuk oprit jembatan yang akan dibangun,” kata Mukhyar.

Tak hanya itu, untuk mempercepat proses pra pengerjaan proyek, Dinas PU juga berencana untuk langsung menenderkan pengerjaan jembatan bersamaan dengan proses pembebasan lahan.

“Pembebasan lahan akan kita upayakan kalau bisa di awal 2020 sudah selesai oleh PKPPR Medan dan sembari (proses pembebasan lahan) itu kita tenderkan langsung pengerjaannya.” pungkasnya.

Sebelumnya, Forum Masyarakat Sicanang (Formasi) Belawan Kota Medan datang ke kantor Wali Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (28/10) untuk mengantarkan uang koin yang telah dikumpulkan oleh masyarakat Sicanang Belawan pada Kamis (24/10) dalam sebuah aksi damai. Pengumpulan dan penyerahan uang koin itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat atas mangkraknya Jembatan Sicanang.

Seperti diketahui, jembatan titi dua Sicanang Belawan telah dua kali rubuh. Pertama, jembatan Titi dua Sicanang telah dianggarkan pada APBD Kota Medan Tahun 2017 dan dikerjakan oleh PT Jaya Star Utama dengan anggaran sekitar Rp8 miliar. Namun sebelum selesai, sekitar tanggal 6 November 2017, jembatan tersebut amblas.

Pada APBD TA 2018 pekerjaan itu ditender ulang oleh dinas PU Medan dengan nilai Kontrak Rp13,642.443.000. Mirisnya, pada 20 Oktober 2018 jembatan itu kembali amblas. Artinya, Pemko Medan telah menggelontorkan APBD lebih dari Rp21 miliar untuk jembatan yang telah dua kali ambruk tersebut. (map/ila)

Jalan Kebun Kopi Marendal Rusak Parah, Hanya Dilakukan Pengerasan

RUSAK PARAH: Pengendara motor melintas di Jalan Kebun Kopi Pasar VII Marendal Medan yang rusak parah. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
RUSAK PARAH: Pengendara motor melintas di  Jalan Kebun Kopi Pasar VII Marendal Medan yang rusak parah.
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
RUSAK PARAH: Pengendara motor melintas di Jalan Kebun Kopi Pasar VII Marendal Medan yang rusak parah. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalan Kebun Kopi Pasar VII Marendal, Kota Medan tak kunjung dilakukan pengaspalan. Padahal amatan Sumut Pos, jalan yang beririsan dengan Kabupaten Deliserdang tersebut sudah dua kali dilakukan pengerasan berupa batu krikil dan pasir.

Kondisi badan jalan rusak parah sekitar Maret lalu. Selang satu bulan berikutnya, Pemerintah Deliserdang melalui Dinas Tata Ruang dan Permukiman terlihat ada melakukan pengerasan jalan. Bahkan pengerasan kembali dilakukan pada awal Oktober namun hingga kini tak kunjung diaspal.

“Udah delapan bulan bekalangan ini Jalan Kebun Kopi Marendal tak juga diaspal. Kondisinya udah sangat parah, semua aspal jalan dalam kondisi menganga,” ujar Affan Lubis, warga Dusun I Marendal yang saban hari melintasi jalan tersebut kepada Sumut Pos, Rabu (30/10).

Dikatakannya, setiap pengendara wajib ekstra berhati-hati ketika melintasi jalan tersebut. Karena hampir tidak ada lagi pilihan jalan yang bagus buat dilalui. Lebih berbahayanya lagi, sambung dia, ketika melintas di waktu hujan, jalanan menjadi licin dan tak jarang pengendara terjatuh.

“Sudah sering kalilah orang terjatuh kalau lewat situ. Apalagi yang belum pernah sama sekali melintas dari jalan itu. Batu kerikil untuk pengerasannya kan jadi licin akibat hujan. Udah gitu airnya masih tergenang terus di badan jalan seperti kubangan kerbau,” katanya.

Ia berharap pemerintah setempat segera melakukan pengaspalan. Sebab jalan tersebut merupakan lintasan utama bagi penduduk Marendal, Deliserdang dan juga Kota Medan.

“Janganlah sampai ada korban jiwa baru pemerintah bertindak. Sangat tidak nyaman kita tiap hari lewat situ dengan kondisi jalan yang rusak parah. Dan setahu saya tahun lalu yang mengerjakan itu Dinas PU Kota Medan. Memang sih jalan itu jalan perbatasan antara Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, tapi kan masyarakat gak mau tahu itu,” katanya.

Warga setempat, Boru Nainggolan menuding pengaspalan jalan tersebut terkesan asal jadi, sebab dalam setahun mau dua kali perbaikan yang dilakukan. “Perlintasan jalan didekat Jalan Sumber Amal ini memang langganan rusak. Umurnya tak sampai setahun pasti sudah hancur lagi.

Udah gitu tak ada drainasenya kanan kiri karena sudah dangkal kali paritnya. Akhirnya air itu tergenang ke badan jalan saat hujan deras. Ditambah lagi pedagang yang jualan di pinggir jalan, sesuka hatinya membuang limbah ke jalan,” ungkapnya.

Ia menuturkan jalan itu berada di wilayah perbatasan tapi Dinas PU Medan yang mengerjakan pengaspalan tahun lalu. “Di sisi kanan ini masuk Kota Medan sedangkan sisi kiri itu Deliserdang. Tapi sampai persimpangan Jalan Kongsi Marendal, masih wilayah Kota Medan. Artinya itulah batasnya,” katanya.

Camat Medan Amplas, Edi Mulia Matondang mengaku tidak mengetahui persis titik kerusakan jalan yang terjadi. Dia mengatakan terlebih dahulu memastikan kepada lurah Harjosari II, apakah jalan tersebut waktu itu yang mengerjakan adalah Dinas PU Medan.

“Aku gak gitu tahu kali jalan itu, pasar-pasar berapanya juga aku kurang tahu. Karena setahuku itukan perbatasan ya, coba nanti kutanya dulu sama lurahnya ya,” ungkapnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Medan, Mukhyar yang dikonfirmasi mengatakan, akan segera mengecek kondisi jalan tersebut melalui unit pelaksana teknis (UPT) setempat. “Saya juga akan berkoordinasi dengan lurah setempat, memastikan wilayah tersebut memang masuk Kota Medan. Karena ada informasi bahwa itu masuk wilayah Delisersang,” katanya.

Setelah diterangkan melalui keterangan warga setempat, kalau pengaspalan jalan dilakukan Pemko Medan tahun lalu, Mukhyar kembali mengatakan terlebih dahulu memastikan pekerjaan tersebut memang dilakukan oleh pihaknya. “Kalau memang itu wilayah kita, tentu akan segera kita tindak lanjuti. Terima kasih atas informasinya,” ujarnya. (prn/ila)