Home Blog Page 4964

104 Calon akan Bertarung di Pilkades Dairi

Kabid Administrasi Desa, Rimson Simamora. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
abid Administrasi Desa, Rimson Simamora
Kabid Administrasi Desa, Rimson Simamora.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 104 calon akan bertarung memperebutkan suara masyarakat dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 33 desa yang ada di Kabupaten Dairi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) Kabupaten Dairi, melalui Kepala Bidang Administrasi dan Pemerintahan Desa, Rimson Simamora menjelaskan, gelaran Pilkades di setiap desa diikuti maksimal 5 calon dan minimal 2 calon.

Untuk desa dengan jumlah bakal calon (bacalon) lebih dari 5 orang yang memenuhi syarat administrasi dan berkas, dilakukan ujian tertulis untuk menjaring 5 orang.

Disebutkan Rimson, ada 4 desa yang bacalon lebih dari lima orang, masing-masing Desa Perjuangan Kecamatan Sumbul dengan 8 bacalon, 7 bacalon di Desa Pangguruan Kecamatan Sumbul, Desa Batu Gungun Kecamatan Gunung Sitember dan Desa Juma Gerat Kecamatan Tigalingga.

Untuk empat desa tersebut dilakukan ujian tertulis kepada bacalon. Selanjutnya, bagi bacalon dengan nilai tertinggi bisa mengikuti tahap selanjutnya, yaitu penetapan bacalon menjadi calon oleh panitia pemilihan kepala desa (P2KD) di desa masing- masing.

Lebih lanjut disampaikan Rimson, tahapan Pilkades sudah memasuki tahapan penetapan calon dan pengundian nomor urut dari tanggal 29-4 Nopember. Hingga saat ini, dari 33 desa, sebanyak 104 calon yang akan berkontestasi pada 12 Nopember yang akan datang.

Kemudian, dilanjutkan dengan kesepakatan Pilkades damai yang akan digelar 5 Nopember, masa kampanye 6-8 Nopember, masa tenang 9-11 Nopember dan pemungutan suara 12 Nopember.

Dispemdes Dairi memfasilitasi pencetakan kertas suara sebanyak 37.785 lembar, sudah ikut di dalamnya kertas suara persedian/ cadangan. “Setiap calon melalui P2KD memberikan paspoto kepada Dispemdes, untuk pencetakan kertas suara,” ucapnya.

Kades terpilih direncanakan dilantik Desember, agar pada 1 Januari 2020 sudah efektif menjalankan tugas sebagai kepala desa.(rud/han)

Ketua dan Wakil DPRD Labuhanbatu Diambil Sumpah

DIAMBIL SUMPAH:Empat unsur pimpinan DPRD Labuhanbatu diambil sumpah dan jabatannya dalam sidang istimewa. FAJAR DAME HARAHAP
DIAMBIL SUMPAH:Empat unsur pimpinan DPRD Labuhanbatu diambil sumpah dan jabatannya dalam sidang istimewa.
FAJAR DAME HARAHAP
DIAMBIL SUMPAH:Empat unsur pimpinan DPRD Labuhanbatu diambil sumpah dan jabatannya dalam sidang istimewa. FAJAR DAME HARAHAP

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebanyak empat unsur pimpinan DPRD Labuhanbatu periode 2019-2024, diambil sumpah dan janji jabatan oleh Ketua Pengadilan Negeri Labuhanbatu, Khamazaro Waruhu, di ruang rapat paripurna gedung DPRD setempat, Kamis (31/10).

Keempatnya adalah Meika Riyanti Siregar sebagai Ketua DPRD Labuhanbatu, Abdul Karim Hasibuan dari parta Gerindra sebagai wakil ketua, Juraidah Harahap dari partai Hanura sebagai wakil ketua, dan M Rasyid Rangkuti dari partai NasDem sebagai wakil ketua.

Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe yang hadir berpesan agar Ketua DPRD yang baru dilantik mengabdikan diri demi kepentingan masyarakat, tidak mendahulukan kepentingan pribadi, golongan maupun kelompok masing-masing.

“Hubungan kerja antara DPRD dan Kepala Daerah didasarkan atas kemitraan yang sejajar dalam melaksanakan fungsi yang berbeda tersebut, kerja sama antara DPRD dan Kepala Daerah harus bersinergi demi mewujudkan Labuhanbatu menuju sejahtera 2021, Labuhanbatu semakin hebat lebih berdaya,” ungkap Bupati.

Sementara itu, pimpinan DPRD terpilih Meika Riyanti Siregar mengharapkan dukungan seluruh anggota DPRD, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan seluruh elemen masyarakat, agar ketua dan wakil ketua mampu menjalankan amanah ini.

Meika Riyanti juga mengajak semua anggota DPRD senantiasa meningkatkan profesionalisme, merapatkan barisan, menyelaraskan langkah serta bergerak cepat karena beberapa program dan agenda kerja yang sudah menanti.

Di antaranya, pembentukan alat kelengkapan DPRD, pembahasan Ranperda APBD Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran 2020 dan pembahasan tata tertib DPRD. (mag-13/han)

7 Rumah Ludes Terbakar di Labura

TERBAKAR: Petugas pemadam kebakaran berupa menjinakkan api yang melahap 7 rumah warga di Desa Marbau, Labura, Kamis (31/1).
TERBAKAR: Petugas pemadam kebakaran berupa menjinakkan api yang melahap 7  rumah warga di Desa Marbau,  Labura, Kamis (31/1).
TERBAKAR: Petugas pemadam kebakaran berupa menjinakkan api yang melahap 7 rumah warga di Desa Marbau, Labura, Kamis (31/1).

LABURA, SUMUTPOS.CO – Sebanyak tujuh rumah di Lingkungan II, Kelurahan Marbau, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) ludes dilahap si jago merah, Kamis (31/10) pukul 07.00 WIB.

Tak ada korban jiwa dalam kebakaran hebat tersebut. Namun sumber api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik dari salah satu rumah korban.

“Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini,”kata Kapolsek Marbau, AKP Yusril Irwanto kepada wartawan.

Dijelaskan Kapolsek Marbau, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.

Namun informasi yang diterima, lanjut Yusril Irwanto, kebakaran tersebut diketahui saat anak salah satu korban bernama Dedek, yang rumahnya tempat usaha depot air, keluar dari dalam rumah menuju mesjid sembari mengatakan rumahnya kebakaran. Setibanya di mesjid, Dedek jatuh pingsan. Oleh warga, beramai-ramai membantu melakukan pemadaman.

Namun api terus berkobar hingga melahap 7 rumah warga. Adapun harta benda korban yang terbakar adalah 2 unit sepeda motor, 1 unit becak bermotor, 20 unit tempat tidur, 6 unit kulkas, 7 unit Magic Jar, 6 unit Dispenser, 3 set Sofa, 14 unit lemari pakaian, 7 set meja makan, 5 unit lemari hias dan alat kelengkapan dapur. (mag-13/han)

Lelang Jabatan di Pemko Binjai, 20 Pelamar Lulus Seleksi Administrasi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Daerah sudah mengumumkan pelamar 20 pelamar lulus administrasi dalam seleksi terbuka memperebutkan 5 jabatan di Pemko Binjai.

Kepala Bidang Pendidikan Kilat BKD Binjai, Fauzi membenarkan 20 pelamar dinyatakan lulus administrasi. “Mereka lulus administrasi yang 20 orang itu,” kata dia ketika dikonfirmasi, Kamis (31/10).

Mereka yang lulus seleksi administrasi yakni, Muhammad Yusrizal, Rudi Iskandar Baros, Sri Ulina Ginting, Khairul Arfan Harahap, Zulfan, Jonner Lumbantoruan, Asri Darmawansyah, Herdiyansyah Putra Pohan, Madjid Ginting, Adri Rivanto, Kurnia Aidil Putra, Andi Pinayungan, Syafi’i Nasution, M Uzeir Nasution, Nelly Rossa Hasibuan, Hedi Novria, Iman Siswanto, Ollyvia Agustein, Eka Firman Sinuraya, Dedi Iskandar Batubara. Dari 20 pelamar itu, 6 di antaranya menjabat Camat dan Kepala Bagian.

Adalah Adri Rivanto Camat Binjai Utara dan Herdiansyah Putra Pohan Camat Binjai Timur. Sementara M Yusrizal Kabag Umum, Rudi Iskandar Baros Kabag Humas, Hedi Novria Kabag Perekonomian dan Eka Firman Sinuraya Kabag Penram. Bahkan Pelaksana Tugas Kadis Pendidikan Sri Ulina Ginting pun turut meramaikan lelang jabatan tersebut.

Yusrizal yang akrab disapa Yos dikenal sebagai sosok berjiwa sosial tinggi dan dapat berbaur dengan semua elemen masyarakat. Dia mengikuti seleksi menjadi Kepala Bappeda Kota Binjai.

“Alhamdulilah. Tadi sudah tes psikotes, betul-betul ujian selesaikan soal-soalnya. Doain ya. Baru siap seleksi administrasi, ini masih ada tahapan selanjutnya,” tandasnya.

Diketahui, 5 jabatan yang dilelang yakni, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Perdagangan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat. Selain lima jabatan itu, Pemko Binjai juga mendapat rekomendasi dari KASN untuk seleksi terbuka Direktur Rumah Sakit Umum Djoelham sejak Selasa 29 Oktober 2019 sampai 13 November 2019. Sehingga total, ada enam jabatan seleksi terbuka.

Di antara syarat yang harus dipenuhi yakni, berstatus PNS di lingkungan Pemko Binjai yang sudah memenuhi syarat pangkat dan usia maksimal 56 tahun per satu Januari 2020, memiliki pangkat golongan ruang serendahnya Pembina (IV a), memiliki kompetisi (teknis, manajerial, sosial kultural) sesuai standart jabatan yang ditentukan, miliki pengalaman di bidang tugas terkait minimal lima tahun, lulus diklat Tingkat III Diutamakn diklat Tingkat II, dikecualikan bagi jabatan fungsional ahli madya.

Untuk Tim Pansel termasuk Sekda Binjai yang telah ditunjuk KASN. Pansel telah disetujui KASN, itu ada Sekda, Prof Hasyim Purba, Iskandar Zulkarnain, Yusmadi Yusuf, dan tokoh masyarakat H Fadlan.

Tiga tahapan dilaksanakan dalam seleksi ini. Yakni, tahapan seleksi administrasi, seleksi manajerial dan sosial kultural, seleksi kompetensi bidang dan wawancara akhir dan akan pengumuman hasil seleksi akan dilakukan 11 November 2019. (ted/han)

Tim Evaluasi Tertib Administrasi Kunjungi Binjai

DIABADIKAN: Asisten Wali Kota Binjai, Meidy Yusri dan tim diabadikan saat berkunjung ke Kantor Kelurahan Damai, Binjai Utara, Kamis (31/10).
DIABADIKAN: Asisten Wali Kota Binjai,  Meidy Yusri dan tim diabadikan saat berkunjung ke Kantor Kelurahan Damai, Binjai Utara, Kamis (31/10).
DIABADIKAN: Asisten Wali Kota Binjai, Meidy Yusri dan tim diabadikan saat berkunjung ke Kantor Kelurahan Damai, Binjai Utara, Kamis (31/10).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, HM Idaham melalui Asisten Meidy Yusri menghadiri evaluasi kelurahan pelaksanaan tertib administrasi tingkat Provinsi Sumatera Utara di Kantor Kelurahan Damai, Binjai Utara, Kamis (31/10).

Meidy mengatakan, PKK merupakan organisasi wanita yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan telah terbukti membawa perubahan yang cukup besar dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari peran aktif para kader PKK yang berkomitmen untuk mensejahterakan kehidupan anggota, serta masyarakat pada umumnya.

Gerakan PKK sebagai wadah aktivitas sosial kemasyarakatan, telah menunjukkan eksistensinya yang diakui secara luas sebagai gerakan dari masyarakat yang merupakan mitra kerja pemerintah.

“Kegiatan ini diharapkan memberikan motivasi dan pedoman kepada kader-kader PKK Kota Binjai, khususnya dalam melaksanakan tertib administrasi yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Binjai,” seru Meidy.

Dia menambahkan, kegiatan evaluasi ini dirasakan sangat penting sebagai upaya pembinaan dan pembekalan dalam mensinkronisasikan program Pemko Binjai. Tertib administrasi merupakan upaya untuk mendapatkan data dan informasi tentang 10 program pokok PKK secara tepat, akurat, dan menyeluruh.

Melalui evaluasi ini sekiranya dapat memberikan semangat para kader PKK dalam melaksanakan pelaksanaan tertib administrasi menjadi lebih baik lagi. Karena dengan adanya administrasi yang baik maka akan menunjang keberhasilan kegiatan PKK, serta mempermudah TP PKK untuk memantau perkembangan program dan kendala apa saja yang terjadi di lapangan. (ted/han)

Polres Deliserdang akan Naik Status Jadi Polrestabes

AKBP MP Nainggolan
AKBP MP Nainggolan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polres Deliserdang bakal segera naik status menjadi Polrestabes Deliserdang. Dengan demikian, jabatan Kapolres diisi perwira berpangkat Komisaris Besar (Kombes), naik setingkat di atas Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP).

Kasubid Penmas Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan membenarkan adanya rencana perubahan status tersebut.

“Benar, Polres Deliserdang akan naik tipe menjadi Polresta Deliserdang. Namun sejauh ini, masih dalam tahapan menunggu Surat Keputusan Kapolri dan koordinasi dengan pihak kementerian terkait,” kata MP Nainggolan kepada wartawan, Kamis (31/10).

Dijelaskan Nainggolan, penetapan kenaikan status pada Polres Deliserdang ini hasil keputusan Menpan-RB. Nantinya, keputusan ini harus lagi diikuti dengan keputusan (SK) Kapolri.

“Kapolri kan membuat surat tembusan ke Bappenas dan Menteri Keuangan, karena harus ada koordinasinya dengan departeman keuangan. Sebab terkait penggajian, belum lagi penambahan personel,” jelas MP Nainggolan.

Menurutnya, ada beberapa pertimbangan yang menjadi latar belakang kenaikan status Polres Deliserdang men jadi Polrestabes.

Salah satunya, karena faktor lokasi yang strategis seperti keberadaan bandara dan luas wilayah yang mengelilingi Kota Medan. Namun, yang lebih tahu secara rinci adalah Mabes Polri dan Kemenpan-RB.

“Dinamika dan intensitas kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Deliserdang juga menjadi faktor penting penaikan status,” ucapnya.

Disinggung soal wacana penarikan empat kecamatan di Kabupaten Deliserdang yang masuk wilayah hukum Polrestabes Medan, yaitu Kecamatan Pancurbatu, Delitua, Kutalimbaru dan Percut Seituan, MP Nainggolan belum bisa berkomentar jauh.

“Soal itu kita belum tahu, nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan. Tapi, yang jelas kita sedang menunggu surat keputusan dari Mabes Polri dulu,” pungkasnya. (ris/han)

Rumah Warga Rusak Ditimpa Longsor

RUSAK BERAT: Satu unit rumah warga rusak berat setelah ditimpa tanah longsor pasca hujan deras dan angin kencang yang terjadi di Desa Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo, Rabu (30/10) malam.
RUSAK BERAT: Satu unit rumah warga rusak berat setelah ditimpa tanah longsor pasca hujan deras dan angin kencang yang terjadi di Desa Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo, Rabu (30/10) malam.
RUSAK BERAT: Satu unit rumah warga rusak berat setelah ditimpa tanah longsor pasca hujan deras dan angin kencang yang terjadi di Desa Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo, Rabu (30/10) malam.

KARO, SUMUTPOS.CO – Cuaca ekstrim berupa hujan deras dan angin kencang menyebabkan daerah Tanah Karo rawan banjir dan longsor. Rabu (30/10) sekira pukul 22.30 WIB, membuat 1 unit rumah warga di Desa Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo rusak berat akibat ditimpa tanah longsor.

“Tadi saya dapat laporan dari perangkat Desa Nagara Pak Adi Purba, bahwa ada rumah warga yang tertimbun longsor,”ujar Camat Merek Tommy Heriko Sidabutar, Kamis (31/10) via seluler.

Untuk menindaklanjuti kejadian itu, Ia langsung melapor kepada Bupati Karo. Sebagai informasi awal dan rencana selanjutnya pagi ini. Para Muspika bersama warga Desa Nagara akan bergotong royong membersihkan puing-puing rumah yang terkena longsor.

Kendati demikian, fakta di lapangan terlihat letak rumah semula berdiri kokoh dekat tebing. Setelah diguyur hujan berjam-jam ditambah angin kencang dan gemuruh petir yang keras, menyebabkan tanah menjadi longsor dan menimpa rumah warga tersebut.

“Untung saja, saat kejadian ini terjadi, tidak ada korban jiwa sedangkan kerugian belum dapat ditaksir,” ujar Camat.

Terpisah, Bupati karo Terkelin Brahmana yang mengetahui ada rumah warga terkena longsor langsung merespon dan memerintahkan Camat, agar segera mendatangi lokasi dan lakukan pendataan bersama Muspika.

“Cek kondisi pemilik dan pastikan benar – benar tidak ada korban jiwa,”sebutnya.

Selain itu, Camat segera lakukan kordinasi dengan pihak terkait BPBD dan Dinas Sosial. Jika ini murni akibat bencana alam, harus ada penanganan sinerginitas untuk membantu warga.

“Atas kejadian ini, warga harus lebih berhati hati dan waspada karena cuaca sedang musim hujan. Apalagi khusus bagi rumahnya yang berdekatan dengan tebing, supaya memperhatikan keselamatan. Jika ada potensi atau tanda-tanda bencana, segera laporkan kepada perangkat desa, camat dan aparat setempat,”imbau Terkelin. (deo/han)

5.723 Warga Sumut Terserang DBD

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut), sebanyak 5.723 warga Sumut terinfeksi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Jumlah itu terhitung sejak Januari hingga Agustus 2019.

Dari jumlah tersebut, paling banyak penderitanya adalah laki-laki 2.998 orang dan sisanya perempuan 2.725 orang. Dari jumlah itu juga, sebanyak 30 orang meninggal dunia.

Kepala Dinkes Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan program Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Artinya, orang yang diberi tugas untuk memantau jentik nyamuk dari rumah ke rumah.

“Selain program jumantik, Dinkes Sumut terus menyebarkan informasi waspada DBD terhadap lintas program dan lintas sektor serta stakeholder daerah,” ujarnya, Kamis (31/10).

Diutarakan Alwi, survei faktor risiko DBD juga terus dilakukan di beberapa kabupaten/kota dengan tujuan mengetahui faktor risiko yang ada di daerah. Tak sampai di sana, pertemuan tata laksana kasus DBD di beberapa kabupaten/kota dengan tujuan penegasan kembali bagi petugas pelayanan kesehatan tentang SOP tata laksana kasus DBD sesuai Peraturan Menteri Kesehatan.

“Kita juga mengkoordinasikan Gerakan 1 rumah 1 Jumantik (G1R1J) di beberapa kabupaten/kota dengan tujuan terbentuknya SK Jumantik tingkat kabupaten/kota, dan tersusunnya tim dan terlaksananya G1R1J. Selain itu, penyelidikan epidemiologi terhadap kasus yang ditemukan serta pendistribusian logistik DBD,” jelasnya.

Kepala Seksi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2P) dr Yulia Maryani menyebutkan, data tersebut dari Januari sampai Agustus dari 33 kabupaten/kota di Sumut. (baca data)

“Dari jumlah semua penderita ini, rata-rata usianya kurang dari 1 Tahun sampai di atas 44 tahun. Beberapa daerah seperti Deliserdang dan Asahan tertinggi, karena upaya pencegahan terhadap DBD kurang. Sebab, gerakan 1 rumah 1 Jumantik belum berjalan, adanya persepsi dalam masyarakat bahwa penyelesaian DBD hanya dengan fogging hingga lokasi penduduk padat,” pungkasnya. (ris/ila)

Data Warga Sumut Terserang DBD

Asal Kota Jumlah
Penderita
Meninggal
Kota Medan 839 6
Pematangsiantar171 5
Binjai237
Tanjung Balai108
Tebingtinggi389
Sibolga119
Padangsidimpuan7
Deliserdang1.056 1
Langkat 444 1
Karo1561
Simalungun4813
Asahan4964
Labuhanbatu393
Tapanuli Utara27
Tapanuli Tengah 73
Tapanuli Selatan11
Nias 24
Dairi165
Toba Samosir68
Madina151
Nias Selatan1414
Pakpak Barat 26
Humbahas5
Samosir110 1
Sergai158 1
Batubara180 2
Padanglawas4
Labura1331
Nias Utara71
Nias Barat10
Gunung Sitoli151
Total : 5.72330

5.723 Warga Sumut Terserang DBD, Waspada Berjangkit di Musim Hujan

GENANGAN AIR: Pengendara melintasi jalan yang digenangan air setelah hujan di Kota Medan. Di musim hujan sering kali demam berdarah mewabah. Triadi Wibowo/Sumut Pos
GENANGAN AIR: Pengendara melintasi jalan yang digenangan air setelah hujan di Kota Medan.  Di musim hujan sering kali demam berdarah mewabah.
Triadi Wibowo/Sumut Pos
GENANGAN AIR: Pengendara melintasi jalan yang digenangan air setelah hujan di Kota Medan. Di musim hujan sering kali demam berdarah mewabah. Triadi Wibowo/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti memang semakin pesat pada musim hujan. Ini karena makin banyak genangan air selepas hujan. Genangan air merupakan tempat yang ideal bagi nyamuk Aedes aegypti.

Nyamuk ini memang menggigit siapa saja tanpa mengenal umur. Akan tetapi, anak-anak terutama balita memang paling rentan karena mereka tidak bisa menghindari dari gigitan nyamuk.

Penyakit demam berdarah adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue (tipe 1, 2, 3, 4). Virus ini masuk ke peredaran darahn

manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk ini dapat mengganggu sistem pembekuan darah dan pembuluh darah kapiler, sehingga dapat menyebabkan perdarahan.

Pada musim hujan populasi nyamuk demam berdarah meningkat karena banyaknya tempat berinduk Nyamuk Aedes Aegypti sehingga nyamuk Aedes Aegypti mudah berkembang, dan semakin potensial menggigit anak dan remaja sehingga akhirnya terjangkit demam berdarah.

Waspadalah jika Anda mulai merasa demam. Itu karena menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, demam adalah gejala utama DBD. Demam biasanya mendadak tinggi selama 2-7 hari yang disertai gejala penyerta.

Seperti, nyeri kepala, nyeri belakang bola mata, nyeri otot dan sendi, Flushing (wajah panas kemerahan) atau ruam di kulit, mual, muntah, nyeri perut akibat pembengkakan hati, bintik-bintik merah di kulit (petechiae). Kemudian, hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan leukopenia (jumlah leukosit di bawah nilai normal) dan trombositopenia (jumlah trombosit di bawah nilai normal).

Untuk mencegah demam berdarah, kondisi tersebut dapat dicegah jika kita bisa menutup sumber-sumber genangan air pada lingkungan rumah. Selain itu, menguras dan menyikat bak mandi dan menaburkan bubuk abate tempat yang ada genangan air.

Cepat menutup segala tempat penampungan air seusai hujan turun, lalu menguras dan menyikat bak mandi serta memberikan bubuk abate ke tempat-tempat yang menampung air gentong air, vas bunga, kolam, di sekitar tempat bermain anak. Singkatnya memang, upaya itu seperti menjalani prinsip 3M untuk mencegah demam berdarah

Selain genangan air yang menjadi tempat berkembang biak, lingkungan kotor setelah banjir juga menjadi lingkungan favorit bagi para nyamuk. Sehingga dibutuhkan kerja keras untuk membersihkan lingkungan agar terhindar dari demam berdarah. Untuk menghindari gigitan nyamuk dewasa dapat dilakukan dengan fogging.

Jika faktor lingkungan sudah bersih, maka mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi dan vitamin dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh bagi anak-anak dan remaja. (jpnn/ila)