Home Blog Page 4981

Sumut Bangkitkan Kejayaan Minyak Atsiri Melalui Serai Wangi

SERAI WANGI: Pabrik mini pengolahan serai wangi di Desa Pintu Padang, Kabupaten Tapanuli Selatan.
SERAI WANGI: Pabrik  mini pengolahan serai wangi di Desa Pintu Padang, Kabupaten Tapanuli Selatan.
SERAI WANGI: Pabrik mini pengolahan serai wangi di Desa Pintu Padang, Kabupaten Tapanuli Selatan.

INDONESIA dikenal sebagai negara pengekspor minyak atsiri terbesar ke-9 di dunia. Di mana Amerika Serikat, India, Perancis, Singapura, dan Spanyol adalah pengimpor terbesar di dunia. Minyak atsiri dihasilkan dari metabolit skunder yang terdapat pada akar, kulit batang, daun, bunga dan biji tumbuhan.

Provinsi Sumatera Utara (Provsu) merupakan satu daerah sentra produksi minyak atsiri di Indonesia, dengan jenis yang dihasilkan dari tanaman perkebunan seperti nilam, cengkeh, serai wangi, kemenyan dan pala. Dari tanaman penghasil minyak atsiri yang ada di Sumut, yakni serai wangi yang mempunyai potensi cukup besar.

Sebelum perang dunia kedua, Indonesia dikenal sebagai pengekspor utama minyak serai wangi di dunia. Akan tetapi saat ini RRC menjadi pro dusen utama minyak serai dunia. Ini akibat menurunnya mutu dan kualitas minyak serai wangi Indonesia.

Memperhatikan kondisi tersebut di atas, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan Wakil Gubsu Musa Rajekshah, baru-baru ini mengharapkan, agar bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera Utara bisa mengembalikan kejayaan serai wangi Indonesia, melalui potensi yang ada di berbagai Kabupaten di Sumut.

Ini mengingat kebutuhan pasar dunia untuk komoditi ini sangat menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari neraca perdagangan eksport minyak atsiri yang selama 5 tahun terakhir mengalami pertumbuhan sebesar 10,12 %. Beberapa kabupaten penghasil serai wangi terbesar di Sumatera Utara ada di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Ketua Kelompok Tani Rapradoda Kecamatan Penyabungan, Kabupaten Madina, Dedy Saputra, mengatakan, dari hasil penelusurannya tanaman serai wangi dapat membantu perekonomian petani, disaat harga karet yang saat ini masih melemah.

“ Perekonomian petani karet bisa terbantu melalui penanaman serai wangi , disaat harga karet melemah. Ini kami sampaikan berdasarkan hasil penelusuran dilapangan,” sebutnya.

Petugas penyuluh minyak atsiri di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), Jamaluddin mengatakan, terdapat tiga kecamatan di Paluta yang merupakan potensi menanam serei wangi, yaitu Kecamatan Sosopan seluas lebih kurang 20 hektare, Kecamatan Batangonang lebih kurang 8 hektare dan Kecamatan Padangbolak lebih kurang 4 hektare.

Menurutnya, potensi ini masih bisa terus berkembang mengingat kualitas minyak serei wangi di Tabagsel, memiliki keunggulan mutu yang lebih baik dibandingkan yang ada di pulau Jawa. Namun, saat ini harga minyak atsiri dari serai wangi sangat menurun, dengan kisaran harga Rp 175.000/kg yang mengakibatkan petani terpaksa menjual hasil minyak serei wanginya ke daerah Pasaman Provinsi Sumatera Barat.

Hal yang sama juga dialami H Ahmad Nasution, seorang petani serai wangi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang terpaksa menghentikan produksi pabrik serai wanginya di Desa Pintu Padang. Ini akibat biaya produksi yang tidak sesuai dengan harga jual. Sat ini harga produksi berada di kisaran Rp120.000 per kilogram (Kg). Sementara untuk mendapatkan 1 kg minyak, dibutuhkan sebanyak 150-160 kg serai wangi dengan rendemen sekitar 0,08 persen.

Harapannya, idealnya harus ada sistem kelembagaan bermitra/bermuamalah, sehingga bisa membangun SDM yang terampil dan terlatih dengan menggunakan teknologi penyulingan memadai. Sehingga menghasilkan minyak atsiri yang berkualitas dengan kandungan citronella 35 persen, merupakan standar kualitas ekspor. Dengan demikian diharapkan harga pasar akan bisa stabil di kisaran Rp270.000 hingga Rp300.000 per kg.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, Ir Herawati N MMA, Selasa (22/10) menjelaskan, sejalan dengan harapan Gubsu dan Wagubsu, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara melalui fasilitasi dana APBD TA. 2020, akan melaksanakan kegiatan pemberian bantuan benih serai wangi sebanyak 20.000 batang.

Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan benih unggul dan bersertifikat di lapangan, karena pada saat ini petani masih menggunakan benih lokal. Dengan penggunaan benih unggul diharapkan produksi serta rendemen dapat lebih ditingkatkan.

Terhadap harga yang cenderung menurun, menurut Ir Herawati N MMA hal ini dikarenakan teknologi penyulingan yang dilakukan petani serai masih belum sesuai dengan SOP yang diharapkan, sehingga kualitas minyak atsiri yang dihasilkan belum mampu memenuhi standar yang ditetapkan.

Selain itu tata niaga juga perlu diatur kembali, dimana petani harus memiliki posisi tawar melalui perolehan akses untuk langsung bertemu dengan buyer/eksportir sehingga tidak harus menjual ke daerah atau provinsi lain.

“Perlu peran dan kerjasama berbagai pihak baik Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota maupun stakeholder terkait dalam mendorong potensi yang ada guna meningkatkan kesejahteraan petani serai wangi di Sumut,” pungkas.(rel/azw)

3 Pimpinan DPRD Taput Diambil Sumpah

DIABADIKAN: Bupati Taput, Nikson Nababan bersama Ketua Pengadilan Negeri Tarutung, Jefry Mayeldo Harahap, foto bersama dengan 3 dewan unsur Pimpinan DPRD, usai dilantik di ruang paripurna DPRD Kabupaten Taput. Humas Pemkab Taput
DIABADIKAN: Bupati Taput, Nikson Nababan bersama Ketua Pengadilan Negeri  Tarutung, Jefry Mayeldo Harahap, foto bersama dengan 3 dewan unsur Pimpinan DPRD, usai dilantik di ruang paripurna DPRD Kabupaten Taput.
Humas Pemkab Taput
DIABADIKAN: Bupati Taput, Nikson Nababan bersama Ketua Pengadilan Negeri Tarutung, Jefry Mayeldo Harahap, foto bersama dengan 3 dewan unsur Pimpinan DPRD, usai dilantik di ruang paripurna DPRD Kabupaten Taput. Humas Pemkab Taput

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Utara, Drs Nikson Nababan, MSi menghadiri Pengambilan Sumpah/Janji Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Utara masa jabatan 2019-2024, di Ruang Paripurna DPRD, Tarutung, Selasa (22/10).

Pimpinan DPRD Tapanuli Utara yang diambil sumpah/janji oleh Ketua Pengadilan Negeri Tarutung, Jefry Mayeldo Harahap adalah Poltak Pakpahan sebagai ketua dari partai PDI Perjuangan, Fatimah Hutabarat (Nasdem) dan Reguel Simanjuntak (Golkar) masing-masing sebagai wakil.

Pada kesempatan itu, Bupati Taput berharap adanya sinergitas antara Legislatif dan Eksekutif, dan saling mendukung dalam melanjutkan pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara.

“Banyak hal yang akan kita laksanakan pada 5 tahun kedepan dalam membawa Tapanuli Utara menjadi Kabupaten yang maju dan sejahtera. Untuk itu, kami Nikson – Sarlandy membutuhkan dukungan pimpinan dan segenap anggota Dewan yang terhormat. Berbagai rancangan Perda yang akan kita tetapkan, salah satunya adalah Rencana Detail Tata Ruang Tarutung dan Siborong-borong sehingga lahan yang ada jelas peruntukannya,”kata Nikson.

Bupati juga memaparkan beberapa hal yang menjadi perhatian utama, seperti kendala yang dihadapi dalam pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung, pemeliharaan dan pembangunan jalan provinsi, rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Danau Toba dengan Tapanuli Tengah serta pentingnya Universitas Negeri Tapanuli Raya yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi mikro dan juga mendukung pengembangan pariwisata hingga investasi.

“Sebagai mitra mari kita saling mendukung, mari bergandengan tangan bukan saling menjatuhkan. Selamat bertugas para pimpinan DPRD, semoga tugas ini menjadi amanah. Rakyat menunggu gebrakan-gebrakan yang akan kita lakukan di 5 tahun kedepan yang bertujuan dalam mensejahterakan masyarakat Tapanuli Utara,” ucap Bupati mengakhiri sambutannya. (mag12/han)

Empat Pimpinan DPRD Asahan Dilantik

DIAMBIL SUMPAH: Empat pimpinan DPRD Kabupaten Asahan saat diambil sumpah jabatan.
DIAMBIL SUMPAH: Empat pimpinan DPRD Kabupaten Asahan saat diambil sumpah jabatan.
DIAMBIL SUMPAH: Empat pimpinan DPRD Kabupaten Asahan saat diambil sumpah jabatan.

ASAHAN-Sebanyak empat pimpinan Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan yang terdiri dari seorang ketua dan tiga wakil ketua diambil sumpah pada sidang paripurna di Aula Kantor DPRD Asahan, Jalan Lintas Sumatera, Senin (21/10).

Keempat pimpinan DPRD Kabupaten Asahan yang dilantik, yakni Ketua Baharuddin Harahap dari Partai Gerindra, serta para wakil ketua Benteng Panjaitan dari Golkar, Rosmansyah dari PDIP dan Ilham Harahap dari Partai Demokrat.

Keempatnya diambil sumpah oleh Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, Ulina Marbun, disaksikan Bupati Asahan, H Surya Bsc, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para anggota dewan Asahan.

Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Baharuddin Harahap dengan defenitifnya para pimpinan, maka akan bisa mempercepat pembangunan daerah Asahan.

“Artinya DPRD Asahan siap menjalankan tugas dan fungsi serta bersinergi mengawal pembangunan di Asahan,”kata Bahar

Baharudin Harahap juga mengatakan, untuk menjalankan tugas dan fungsi mengawal pembangunan di Kabupaten Asahan, dibutuhkan kerja sama dari para DPRD Asahan dan Pemkab Asahan.

“Saya yakin bila bekerjasama untuk mengawal pembangunan yang ada di 25 Kecamatan di Kabupaten Asahan pasti akan terwujud,”bilang Bahar

Sementara itu Bupati Asahan, H. surya, BSc mengharapkan para pimpinan bisa membangun dan wujudkan demokrasi dan bisa menjalin hubungi harmonis dengan pemerintah daerah,”bilang Surya.

Dirinya berharap keberadaan DPRD Asahan sangat penting untuk membangun Asahan, dan pimpinan sebagai jembatan dan konsultasi untuk menjalankan roda pemerintahan. “Pastilah pembangunan di Asahan akan dapat terwujud bila bekerjasama dengan DPRD Asahan,”bilang Surya. (omi/han)

Sekcam Manduamas Monev di Desa Tumba Jae, Kabupaten Tapteng, Sahala: Gunakan Dana Desa untuk Pembangunan

MONEV: Sekcam Manduamas, Sahala Sihotang, SH.MAP saat melaksanakan Monev di Pembangunan pengerasan Lapis Penetrasi Makadam, di Dusun IV, Desa Tumba Jae, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapteng.
MONEV: Sekcam Manduamas, Sahala Sihotang, SH.MAP  saat melaksanakan Monev di Pembangunan pengerasan Lapis Penetrasi Makadam, di Dusun IV, Desa Tumba Jae, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapteng.
MONEV: Sekcam Manduamas, Sahala Sihotang, SH.MAP saat melaksanakan Monev di Pembangunan pengerasan Lapis Penetrasi Makadam, di Dusun IV, Desa Tumba Jae, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapteng.

TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, melaksanakan Monitoring dan Eva luasi (Monev) program pembangunan yang disalurkan melalui Dana Desa.

Sekretaris Camat (Sekcam) Manduamas, Sahala Sihotang, SH, MAP mengatakan, Monev merupakan sarana proteksi kecamatan kepada Pemerintah desa dari hal-hal yang tidak diinginkan agar para Kepala Desa (Kades) terhindar dari praktek penyalahgunaan wewenang dalam mengelola dana desa.

“Saya berharap dengan adanya Monev ini, Kades di kecamatan Manduamas tidak bersentuhan dengan hukum,”ujar Sahala, Senin (21/10).

Masih kata Sahala, kegiatan Monev akan dilaksanakan di 17 desa di Kecamatan Manduamas yang berjumlah 17 desa, untuk mengecek pembangunan fisik yang sudah dilaksanakan pemerintah desa masing-masing.

Saat monitoring di Desa Tumba Jae, Sekcam berpesan agar dana desa yang dikucurkan Pemerintah Pusat bisa berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan pembangunan apapun juga benar-benar dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan, sekaligus untuk mendorong/memotivasi warga agar mereka mau berpartisipasi membantu dan mengawasi pelaksanaan pembangunan,”katanya.

Kegiatan tersebut juga diikuti kepala desa, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Kepala dusun , perangkat Desa Tumba Jae

Dilokasi Pengerjaan Sekcam mengungkapkan, agar memanfaatkan dan menggunakan anggaran dana desa sebaik-baiknya untuk pembangunan desa, baik itu pembangunan jalan dan jembatan serta fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat,”ungkap Sahala Sihotang, SH.MAP.

Kedatangan Sekcam disambut oleh kades Tumba jae, Jentri Situmorang bersama dengan ketua TPK,Lusianus Tumorang di lokasi Pengerjaan Pembangunan Perkerasan lapis Penetrasi Makadam di Dusun IV Desa Tumba Jae Kecamatan Manduamas.

Jentri mengungkapkan, untuk program DD Tahun Anggaran 2019 Pemerintah Desa Tumba Jae mempunyai program Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa meliputi, Pembangunan Perkerasan Lapis Penetrasi Makadam dengan Pagu Dana Rp282.798.000,Bimtek Keuangan Desa Berbasis Aplikasi Siskeudes,Bimtek kader Teknis,Video Pembangunan Desa,Pendidikan Formal, Penyelenggaraan Informasi Publik Desa,Bimtek Pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) Berbasis Aplikasi,LPJU 10 Titik, Kegiatan Peningkatan Kesehatan Lansia, Kegiatan PMTAS Desa Untuk Peningkatan Kesehatan Balita Desa,Kegiatan Pemberian Intensif Guru Paud Untuk Peningkatan Pendidikan PAUD,Kegiatan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Untuk Kader Kesehatan Masyarakat.

Selain itu, ada Juga Bidang Pemberdayaan Masyarakat meliputi, Sosialisasi Hukum,Kegiatan Peningkatan Pelayanan Agama,Pelatihan dan Pengadaan Usaha Kelompok Ekonomi Produkti. (mag-11/han)

9 Puskesmas di Tebingtinggi Terakreditasi

BERSAMA: Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia bersama tim akreditasi. sopian/sumut pos
BERSAMA: Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia bersama tim akreditasi. sopian/sumut pos
BERSAMA: Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia bersama tim akreditasi. sopian/sumut pos

Jumlah Puskesmas terakreditasi di Kota Tebingtinggi menjadi 9 puskesmas, setelah 4 puskesmas lainnya kembali memperoleh akreditasi tahun 2019. Tiga di antaranya dengan hasil tingkat Madya dan satu tingkat Utama.

“Alhamdulillah, kita mendapatkan akreditasi empat puskesmas,”ungkap Kadis Kesehatan, dr Nanang Fitra Aulia didampingi dr Darlina Nasution Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK), Selasa (22/10).

Dijelaskan Nanang, keempat Puskesmas yang mendapatkan akreditasi tingkat Madya adalah Puskesmas Rambung, Puskesmas Satria, Puskesmas Tanjung Marulak dan Puskesmas Sri Padang tingkat Utama.

“Keempat puskesmas ini telah dievaluasi oleh tim Surveior dari pusat pada bulan Oktober 2019, dan hasilnya baru disampaikan sekarang,” jelas Nanang.

Dikatakannya, dengan hasil akreditasi ke 4 puskesmas ini, berarti 9 puskesmas yang ada di Kota Tebingtinggi sudah terakreditasi secara Keseluruhanya.

“Akreditasi ini sebagai salah satu upaya mendukung program Pemko Tebingtinggi dibidang Kesehatan menuju Tebingtinggi Kota jasa dan perdagangan,”ujarnya.

Diharapkan dengan sudah terakreditasi, pelayanan kesehatan di Tebingtinggi akan semakin meningkat dan baik kepada masyarakat.

“Kepada Kepala Puskesmas dan segenap petugas di Puskesmas yang sudah terakreditasi harus bekerja berpedoman sesuai SOP yang berlaku dan sudah dipraktekan, dan tidak ada alasan lagi tidak memahami,” tegas Nanang.

Diharapkan Nanang, yang penting adalah puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan terbaik,” ujarnya. (ian/han)

Peringati Hari Santri Nasional 2019, Idaham: Pesantren sebagai Laboratorium Perdamaian

SERAHKAN:Wali Kota Idaham menyerahkan hadiah Musabagaqoh Tahizul Quran. tedi/sumut pos
SERAHKAN:Wali Kota Idaham menyerahkan hadiah Musabagaqoh Tahizul Quran.
tedi/sumut pos
SERAHKAN:Wali Kota Idaham menyerahkan hadiah Musabagaqoh Tahizul Quran. tedi/sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, HM Idaham bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019, di Lapangan Merdeka Binjai, Selasa (22/10).

Di hadapan jajaran SKPD dan FKPD, dan ribuan santri yang ada di Kota Binjai, Wali Kota Binjai HM Idaham membacakan pidato Menteri Agama Republik Indonesia, mengatakan, bahwa Presiden Joko Widodo melalui keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.

Peringatan Hari Santri tahun 2019 ini mengusung tema santri Indonesia untuk perdamaian dunia. Isu perdamaian diangkat berdasar fakta, sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboraturium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam Rahmatanlilalamain. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah, keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud.

“Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia,”kata Idaham. Seiring tema Hari Santri untuk perdamaian, Wali Kota Idaham mengatakan, “Saya yakin tidak ada radikalisme dan tidak akan pernah terjadi radikalisme, karena Islam itu adalah Rahmatanlilalamin, Islam agama yang lembut dan saling menyayangi,”tegasnya.

Pada peringatan Hari Santri tersebut, dilanjutkan penyerahan hadiah Musabaqoh Tahfizul Quran, penyerahan juara 1 tingkat nasional pentas pendidikan agama Islam tentang cerita Islami di Makasar Sulawesi Selatan, penyerahan buku profil Kementerian Agama Kota Binjai kepada Wali Kota Binjai, dan penyerahan bantuan Alquran oleh Ketua IPQOH kepada panitia Hari Santri. (ted/han)

6 Santri Langkat Diberi Umroh Gratis

DEKLARASI: Bupati Langkat Terbit Rencana PA menandatangani deklarasi pesantren ramah anak, diikuti Kakan Kemanag dan sejumlah Forkompimda Langkat di sela-sela peringatan Hari Pesantren Nasional 2019, Selasa (22/10).
DEKLARASI: Bupati Langkat Terbit Rencana PA menandatangani deklarasi pesantren ramah anak, diikuti Kakan Kemanag dan sejumlah Forkompimda Langkat di sela-sela peringatan Hari Pesantren Nasional 2019, Selasa (22/10).
DEKLARASI: Bupati Langkat Terbit Rencana PA menandatangani deklarasi pesantren ramah anak, diikuti Kakan Kemanag dan sejumlah Forkompimda Langkat di sela-sela peringatan Hari Pesantren Nasional 2019, Selasa (22/10).

Raut sumringah tampak dari wajah para santri di Kabupaten Langkat, pada pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019, yang dilaksanakan di Halaman Kantor Kemenag Langkat, Kecamatan Stabat, Selasa (22/10).

Dengan mengenakan peci hitam, bersarung dan berbaju putih dengan hiasan sorban, ratusan anak bangsa ini tampak antusias mengikuti upacara. Suasana indah ini, membuat takjub Bupati Langkat Terbit Rencana PA. Hatinya tergugah, orang nomor satu di ‘Negeri Bertuah’ ini memberikan apresiasi dengan memberangkatkan 6 orang santri berprestasi untuk melaksanakan ibadah umroh gratis.

Pada kesempatan itu, Bupati Langkat menyampaikan amanat Menteri Agama Republik Indonesia (RI), dengan mengucapkan selamat Hari Santri 2019, santri Indonesia untuk perdamaian dunia. “Hari santri sudah diperingati selama 4 tahun berturut-turut dengan tema yang berbeda. Tahun 2016 mengusung tema dari pesantren untuk Indonesia, 2017 wajah pesantren wajah Indonesia dan 2018 bersama santri damailah negeri,” katanya.

Untuk meneruskan tema tahun 2018, peringatan hari santri 2019 mengusung tema santri Indonesia untuk perdamaian dunia.

Isu perdamaian diangkat, kata Bupati, berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebab, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam Rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama.

Sikap ini, sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multicultural, sehingga keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. “Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia,” terangnya.

Disamping alasan pesantren lambang perdamaian, sebut Bupati, keterpilihan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBS) sejak 2 januari 2019 hingga 31 desember 2020. Bargaining position Indonesia dalam menginisiasi dan mendorong proses perdamaian dunia semakin kuat dan nyata.

Hal ini juga menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa, terutama kalangan santri Indonesia, agar turut berperan aktif dan terdepan mengemban misi dan menyampaikan pesan perdamaian di dunia internasional. Bahwa peringatan hari santri tahun ini, terasa istimewa dengan hadirnya UU No.18 tahun 2019 tentang pesantren.

Hal ini memastikan pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat. “Negara hadir untuk memberikan rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi kepada pesantren dengan tetap menjaga kekhasan dan kemandiriannya, dengan UU ini pula tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan lembaga lainnya,” terangnya.

Usai upacara, Bupati Langkat menandatangani deklarasi pesantren ramah anak, yang juga ditandatangani oleh Kakan Kemanag, perwakilan Kapolres dan Dandim 0203/ Langkat, Kajari Stabat, PN Langkat, PA Langkat, Kadis PP PA, Kadis Pora, Kadis Pendidikan dan Kadis Pertanian.

Pada upacara yang dikomandoi Kasi PDP Kemenag H Ainul Aswad itu, dihadiri Unsur Forkopimda Langkat, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, para pimpinan OPD Pemkab Langkat, para pengasuh dan pendidik pondok pesantren se Langkat, para tokoh pendidikan/ masyarakat/ agama dan pemuda, para pimpinan Ormas islam, para santri se Langkat. (bam/han)

Kajatisu Resmikan Kejari Sergai

GUNTING PITA: Wabup H Darma Wijaya, bersama Kajatisu Fachruddin SH, MH, Kajari Sergai Jabal Nur SH, MH, ketua DPRD Sergai H Syahlan Siregar, dan Kapolres Tebing Tinggi mengunting pita tanda peresmian kantor Kejari Sergai, Selasa (22/10).
GUNTING PITA: Wabup H Darma Wijaya, bersama Kajatisu Fachruddin SH, MH, Kajari Sergai Jabal Nur SH, MH, ketua DPRD Sergai H Syahlan Siregar, dan Kapolres Tebing Tinggi mengunting pita tanda peresmian kantor Kejari Sergai, Selasa (22/10).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera UTara (Kajatisu) meresmikan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Serdangbedagai (Sergai) usai dilakukan renovasi, di Jalan Negara, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Selasa (22/10).

Pada kesempatan itu, Kajatisu Fachruddin mengucapkan selamat atas selesainya renovasi gedung kantor Kejari Sergai. Fachruddin berharap dengan dilakukannya renovasi, semakin meningkatkan semangat dan termotivasi dalam bekerja. Selain itu, agar terus sama-sama menjaga bangunan agar selalu terawat seperti rumah sendiri.

Sementara itu, Kajari Sergai Jabal Nur SH, MH menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Sergai yang telah bersinergi dengan Kejari Sergai, begitu juga dengan pihak terkait lainnya yang telah membantu dalam pembangunan kantor Kejari Sergai.

Sementara itu, Wabup Sergai H Darma Wijaya mengharapkan dengan gedung yang baru ini, Kejari dapat lebih maksimal dalam melaksanakan tugas dalam melayani masyarakat.” Sejauh ini telah ada di Kabupaten Sergai kantor untuk pelayanan masyarakat seperti kantor DPRD, Polres, dan sekarang ini sama kita saksikan kantor Kajari telah selesai dan semoga dapat membantu Kabupaten Sergai dalam melayani masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi Kejari,” kata Wabup Darma Wijaya. (sur/han)

Pemkab Karo Gagal Raih WTP

RAKORDA: Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Sekdakab Karo Kamperas Purba dan Kepala BPKAD Karo, Andreasta Tarigan saat mengikuti Rapat Kordinasi Daerah peningkatan kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di ruang Raja Inal, kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (22/10). solideo/sumut pos
RAKORDA: Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Sekdakab Karo Kamperas Purba dan Kepala BPKAD  Karo, Andreasta Tarigan saat mengikuti Rapat Kordinasi Daerah peningkatan kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di  ruang Raja Inal, kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (22/10).
solideo/sumut pos
RAKORDA: Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Sekdakab Karo Kamperas Purba dan Kepala BPKAD Karo, Andreasta Tarigan saat mengikuti Rapat Kordinasi Daerah peningkatan kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di ruang Raja Inal, kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (22/10). solideo/sumut pos

Pengelolaan keuangan di Pemkab Karo belum maksimal. Dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pemkab Karo hanya meraih WDP (Wajar Dengan Pengecualian).

Hal ini terungkap dalam Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) peningkatan kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di ruang Raja Inal, kantor Gubernur Sumatera Utar, Selasa (22/10).

Rakorda ini turut dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi Sekda Kab. Karo Kamperas Terkelin Purba dan Kepala BPKAD Andreasta Tarigan. Rakorda ini dibuka oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provsu Tiarta Sebayang, dan disaksikan Kementrian Keuangan RI Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan R. Wiwin Istanti.

Menurut Tiarta, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih LKPD kab/kota terus dipacu agar ditahun 2019 dapat lagi hasil yang memuaskan, dan sekaligus dapat mempertahankan apa yang telah dicapai di tahun 2018.

“Melalui Rakorda ini peningkatan kualitas LKPD 2019, dalam optimalisasi fungsi pengelolaan keuangan daerah di era digital, dapat menuju target yang diharapkan kinerja keuangan daerah Bidang Penguatan Tata Kelola Pemerintah Daerah/Program Peningkatan Kapasitas Keuangan Pemerintah untuk Provinsi, Kabupaten, dan Kota,”jelas Tiarta.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat membuka Rakorda mengatakan bagi 33 kab/kota se-Sumatera Utara yang belum meraih WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK agar lebih giat lagi meningkatkan kualitas LKPD-nya. “Bagi yang sudah meraih WTP, agar tetap mempertahankan, bukan berarti bagi kab/kota yang lain tidak mempunyai kesempatan untuk meraih WTP. Kuncinya adalah jujur dalam bekerja,”mintanya.

Sementara Bupati karo Terkelin Brahmana mengakui Kab. Karo belum menerima WTP ditahun 2018, namun hanya meraih WDP (Wajar Dengan Pengecualian) dari BPK. Sehingga dalam Rakorda itu Pemkab Karo agar lebih bekerja ekstra lagi .

“Faktor Kab. Karo belum mendapat WTP tahun 2018 karena masih ada SKPD ditemukan temuan yang belum diselesaikan. Karena itulah Kab. Karo belum mencapai target WTP. Namun demikian kita akan terus berbenah dan terus mendorong SKPD untuk lebih aktif dan peduli. Mudah-mudahan tahun berikutnya ada peningkatan, jika sudah ada perbaikan nantinya, sebab kualitas LKPD tersebut dapat ditingkatkan, apabila atas kelemahan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, sudah diperbaiki,”pungkasnya. (deo/han)

Komunitas Persada Tapsel Kunjungi Danau Siombak, Wibi Berbagi Pengalaman tentang Mengrove

TERIMA: Ketua Rumah Mangrove Indonesia Danau Siombak, Wibi Nugraha, menerima Komunitas Persada Tapsel, Selasa (22/10).
TERIMA: Ketua Rumah Mangrove Indonesia Danau Siombak, Wibi Nugraha, menerima Komunitas Persada Tapsel, Selasa (22/10).
TERIMA: Ketua Rumah Mangrove Indonesia Danau Siombak, Wibi Nugraha, menerima Komunitas Persada Tapsel, Selasa (22/10).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Komunitas Perkumpulan Sahabat Cerdas (Persada) Tapanuli Selatan (Tapsel) mengunjungi Rumah Baca Merah Putih, Danau Siombak, Kelurahan Payapasir, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (22/10).

Kedatangan komunitas binaan PT Agincourt Resources (AR), pengelola Tambang Emas Martabe ini, disambut Ketua Rumah Mangrove Indonesia Danau Siombak, Wibi Nugraha, dan wartawan Sumut Pos, Fachril.

Dalam kesempatannya, Wibi berbagi pengalaman tentang mangrove dan karya yang sudah dibangunnya di Danau Siombak. Pemenang juara konservasi tingkat nasional ini, memberikan motivasi tentang budidaya lingkungan yang baik.

“Menjadi pegiat lingkungan tidak mudah, banyak tantangan dan pengorbanan. Tapi karena niat, itu semua bisa tercapai untuk membuat lingkungan jadi sahabat kita,” tutur Wibi di hadapan Komunitas Persada Tapsel.

Berbagai pengalaman sudah dialaminya di dunia mangrove. Bahkan, banyak hasil karya sudah diciptakannya, seperti membangun rumah baca, memanfaatkan buah nipah untuk kesehatan, daun nipah dan budidaya ikan di Danau Siombak.

“Semua yang saya lakukan ini hasil perjuangan panjang yang dibantu banyak teman-teman dan senior. Perjuangan di lingkungan sudah banyak memperoleh penghargaan, ini berkat dukungan keluarga dan sahabat yang mendukung saya,” ujar Wibi memotivasi.

Acara berbagi pengalaman juga disampaikan wartawan Sumut Pos, Fachril, kepada pemuda-pemudi dari Tapsel itu.

Dalam kesempatan itu, dilakukan tanya jawab yang disambut oleh Wibi dan Fachril.

Pada akhir acara, Komunitas Persada Tapsel memberikan cenderamata kepada Pendiri Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak. Kemudian mereka mencoba buah nipah dan menikmati panorama alam Danau Siombak, serta melakukan foto bersama. (fac/saz)