BAMBANG SUHANDOKO/SUMUT POS
BERBINCANG: Pembina LNI Tengku Zainuddin berbincang bersama sejumlah nelayan di perkampungan nelayan.
BERBINCANG: Pembina LNI Tengku Zainuddin berbincang bersama sejumlah nelayan di perkampungan nelayan. BAMBANG SUHANDOKO/SUMUT POS
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Begitulah nasib nelayan di Kabupaten Langkat. Hutan bakau dibabat diganti sawit, sampah plastik merajalela di sungai, ditambah beroperasinya sampan pukat tarik/layang di zona nelayan tradisional, melengkapi penderitaan mereka.
Beroperasinya sampan pukat tarik/layang di zona nelayan tradisional, yang memicu amarah nelayan Desa Bubun, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, yang berakibat terjadinya pengrusakan 2 unit sampan pukat layang, dan menangkap 2 pengemudi sampan pukat tarik dari Desa Kuala Serapuh, baru-baru ini.
Lingkar Nalar Indonesia (LNI) dalam aktivitas ‘Telusur Jejak Budaya Orang Laut’ di Kabupaten Langkat menyikapi hal tersebut sebagai peristiwa budaya. Menurut Pembina LNI, Tengku Zainuddin mengatakan, dari aktivitas tersebut, diketahui nelayan memiliki tanggung jawab melindungi dan menjaga zona hidup mereka, yang menjadi budaya.
Hal ini seharusnya dipahami oleh pemerintah maupun pihak penegak hukum dan instansi terkait, dalam hal penanganan masalah ataupun pembinaan. Selain dari hal tersebut, Zainuddi juga menjelaskan, nelayan juga memiliki budaya musyawarah dan mufakat dalam mengambil suatu keputusan yang bersifat komunal.
“Hal ini harus diketahui dan jangan dianggap sepele,” tegas Zainuddin di Stabat, Senin (23/9).
Lebih lanjut Zainuddin menjelaskan, pihaknya akan mengundang dan duduk bersama dengan seluruh angggota DPRD Sumut Dapil Langkat-Binjai, untuk menyampaikan beberapa temuan yang akan menjadi rekomendasi LNI pada lembaga legeslatif.
Dalam upaya pendampingan masyarakat di Desa Bubun, LNI meminta masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing dan tersulut emosi berkepanjangan, serta mempertahankan budaya.
Ketika disinggung tentang peranan Pemkab Langkat terhadap budaya nelayan, Zainuddin enggan menjawab. “Coba ditanya sajalah kepada mereka, bagaimana perannya,” jelasnya.
Nanti, sambung Zainuddin, LNI akan mengemas kegiatan bertajuk ‘Sampan Tambang Ramah Lingkungan’, sebagai bentuk perlawanan budaya nelayan Kabupaten Langkat. (bam/saz)
teddy/sumut pos
DISITA: Petugas Reskrim Polres Binjai dan TNI melakukan penyitaan 2 alat berat Eskavator dari galian C ilegal di Pantai Acong, Kelurahan Karya Bhakti, Kecamatan Binjai Selatan, Selasa (20/8).
DISITA: Petugas Reskrim Polres Binjai dan TNI melakukan penyitaan 2 alat berat Eskavator dari galian C ilegal di Pantai Acong, Kelurahan Karya Bhakti, Kecamatan Binjai Selatan, Selasa (20/8).
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyelidikan yang dilakukan Polres Binjai terkait galian c ilegal Pantai Acong di Kelurahan Bhakti Karya, Binjai Selatan, disoal. Pasalnya, 2 kali penggerebekan yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Wirhan Arif, hingga kini tak menunjukkan kemajuan. Sebab, tersangka belum ditetapkan, dan terduga pengelola Pantai Acong berinisial ENS alias Ac, tak kunjung ditangkap.
Pengamat Hukum asal Kota Medan, Muslim Muis berpendapat, Polda Sumut sudah dapat mengambil alih proses penanganan hukumnya.
Dia pun mempermasalahkan kinerja Polres Binjai. Karena penambangan ilegal yang diduga sudah berlangsung sejak belasan tahun ini, hingga dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan, namun hingga kini belum ada penetapan tersangka.
“Itu kan jelas bisa melanggar sejumlah Undang-Undang. Ada UU Lingkungan Hidup, pertambangan. Artinya, kerusakan lingkungan hidup sudah kewajiban polisi melakukan penindakan. Itu pidananya jelas, apalagi itu penambangan ilegal,” tegas Muslim, Minggu (22/9) lalu.
“Tak bisa hanya sebatas menangkap, dibiarkan, itu tidak boleh. Jelas itu Undang-Undangnya. Kami minta Kapolda Sumut ambil alih penanganan. Pihak Pemko juga bisa saja dipidana, jika tidak ada pengawasan dan melakukan pembiaran, bisa diduga Pemko terlibat. Kami minta Polda Sumut ambil alih penanganan,” imbuhnya.
Sayangnya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai, belum berhasil dikonfirmasi terkait keberadaan galian C ilegal Pantai Acong.
Sebelumnya, Camat Binjai Selatan, Fatimah Hanim mengaku, sudah pernah diperiksa oleh penyidik Unit Tipidter Polres Binjai terkait galian C ilegal Pangai Acong. Dia mengungkapkan hal yang sebenarnya kepada penyidik, soal siapa pengelola galian C ilegal tersebut. “Semua sudah tahu. Dulu pun sudah pernah bolak balik ditangkap, lepas lagi. Semua orang Binjai sudah tahu, lurah pun tahu, tapi mau bagaimana lagi? Intinya, saya jawab jujur saja,” katanya.
Diketahui, Polres Binjai sudah 2 kali menggerebek galian C ilegal Pantai Acong. Penggerebekan pertama, polisi menyita 2 alat berat atau eskavator dari lokasi. Penggerebekan terakhir, 7 orang dan 3 dumtruk diamankan. Namun, 7 orang yang diamankan sudah pulang. Kini, 2 alat berat dan 3 dumtruk yang belum diketahui siapa pemiliknya, masih ‘terduduk’ di Mapolres Binjai. (ted/saz)
solideo/sumut pos
SAKSIKAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana saksikan penandatanganan berkas pelantikan IDI Cabang Karo Periode 2019-2022, baru-baru ini.
SAKSIKAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana saksikan penandatanganan berkas pelantikan IDI Cabang Karo Periode 2019-2022, baru-baru ini. Solideo/sumut pos
KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana merespon usulan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Karo dr Herman D Bangun, menyoal akreditasi klinik di Kabupaten Karo.
Hal ini dikemukakan Herman, dalam pelantikan pengurus IDI Cabang Karo Periode 2019-2022, yang dihadiri Terkelin, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Irna Safriana Meliala.
Dalam sambutannya, Herman menegaskan, IDI Cabang Karo akan menjalankan amanah yang telah dipercayakan oleh Undang-Undang. Dia pun berjanji akan menjaga profesi IDI selama kepemimpinannya, dan selalu mendukung program Pemkab Karo dalam pembangunan di bidang kesehatan.
Dia menyampaikan, saat ini jumlah anggota IDI Cabang Karo mencapai 70 dokter, yang sebelumnya hanya 50 dokter. Ada penambahan 20 dokter untuk periode 2019-2022. Herman juga mengungkapkan, dari aspirasi dan kesepakatan, IDI Cabang Karo meminta Pemkab Karo sekiranya biaya akreditasi bagi klinik swasta dapat dianggarkan dalam ABPD Karo.
“Tujuannya, masih banyak dokter yang membuka praktik di klinik swasta tidak dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Otomatis pasien tidak ada,” ungkap Herman.
Bupati Karo Terkelin Brahmana merespon hal itu, dan meminta kesiapan IDI berkolaborasi dengan Pemkab Karo. “Jalankan program sebaik-baiknya. Ada peluang penganggaran di APBD Karo, akreditasi dapat ditampung sepanjang demi pembangunan kesehatan bagi masyarakat. Untuk itu, silakan ketua IDI kerja sama dengan Dinas Kesehatan. Adakan kolaborasi, apa yang menjadi program IDI tautkan ke Pemkab Karo, begitu juga sebaliknya,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Irna Safrina Meliala menegaskan, pihaknya tetap konsisten mendukung program IDI.
“Sesuai apa yang telah disinggung Bapak Bupati tadi, kami akan berkoordinasi dengan ketua IDI yang baru. Sebab anggota IDI, 70 orang ini semuanya tersebar di Puskesmas dan di RSU Kabanjahe. Sepanjang cukup anggaran, kami akan fasilitasi permintaan IDI Karo yang baru dilantik. Untuk diadakan akreditasi klinik-klinik swasta,” katanya.
Pelantikan pengurus IDI Cabang Karo 2019-2022 dilangsungkan di Mikie Holiday Resort, Berastagi, Sabtu (21/9) lalu. Pengurus baru ini dilantik oleh Ketua IDI wilayah Sumut dr Edy Ardiansyah.
Pengurus IDI Cabang Karo 2019-2022 yang dilantik sesuai Surat Keputusan PB IDI Nomor: 0612/PB /A. 4/07/2019 tertanggal 24 Juli 2019, Ketua dr Herman D Bangun, Wakil Ketua I dr Simon Gurusinga, Wakil Ketua II dr Johanes Sitepu, Sekretaris dr Jemmy Tarigan, Bendahara dr Rosmery Surbakti. (deo/saz)
UNJUK RASA: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Langkat (Germala) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Langkat, Senin (23/9).
UNJUK RASA: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Langkat (Germala) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Langkat, Senin (23/9).
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pungutan liar (pungli) dan premanisme marak di Kabupaten Langkat. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Langkat (Germala), pun menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Langkat, Senin (23/9).
Penanggung jawab aksi, Gusri Hanafi mengatakan, kedatangan pihaknya karena masyarakat sudah resah atas pungli dan aksi premanisme yang mengatasnamakan oknum pribadi maupun OKP/ormas, terhadap sopir truk yang melintas di jalan raya serta pabrik-pabrik.
Gusri pun mengungkapkan hal tersebut di hadapan Wakil Ketua DPRD Langkat Ralin Sinulingga, Sekretaris Komisi A H Rahmanuddin Rangkuti, dan anggota Komisi A Antoni di ruang rapat DPRD Langkat.
“Karena itu, kami datang ke kantor wakil rakyat ini untuk mengadukan hal tersebut, agar aspirasi ini disampaikan kepada Bupati Langkat,” tutur Gusri.
Ada 3 pernyataan sikap yang disampaikan Germala, yakni mendesak Bupati Langkat melakukan pembinaan dengan tertib, agar tidak terjadi aksi pungli dan premanisme yang mengatasnamakan OKP/ormas maupun oknum pribadi. Selain itu, mereka meminta Pemkab Langkat ikut berperan dalam menciptakan ketertiban dan rasa aman bagi masyarakat. Dan selanjutnya, meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas aksi pungli dan premanisme.
Menanggapi kasi Germala, Sekretaris Komisi A Rahmanuddin Rangkuti, mengaku sangat mengapresiasi dan sepakat agar aksi pungli dan premanisme di Kabupaten Langkat ditanggulangi dengan baik. “Dengan informasi ini, kami berharap pihak Polres Langkat yang hadir dalam pertemuan ini, dapat menindaklanjutinya,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Langkat, Ralin Sinulingga juga berharap, pihak Polres Langkat bertindak tegas terhadap aksi pungli dan premanisme. Seperti diketahui, Tim Saberpungli memang sudah dibentuk. “Kalau Langkat aman, maka masyarakat akan tenang,” pungkasnya. (bam/saz)
KAMERA: Direktur SDM dan Umum PGN, Desima E. Siahaan (tengah) saat melihat kamera usai konferensi pers Kompetisi Jurnalistik PGN.
KAMERA: Direktur SDM dan Umum PGN, Desima E. Siahaan (tengah) saat melihat kamera usai konferensi pers Kompetisi Jurnalistik PGN.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kembali menggelar kompetisi jurnalistik. Ajang uji kemampuan bertajuk Kompetisi Jurnalistik PT Perusahaan Gas Negara Tbk 2019 (KJPGN 2019) ini digelar untuk meningkatkan kualitas produk jurnalistik di Indonesia. Kompetisi tahunan yang digelar untuk yang keenam kalinya ini akan melombakan produk jurnalistik dari seluruh Indonesia selama periode Januari-Desember 2019.
Direktur SDM dan Umum PGN, Desima E. Siahaan mengatakan, konsistensi PGN dalam menyelenggarakan KJPGN 2019 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong kualitas produk jurnalistik dan industri pers di Indonesia.
KJPGN 2019 akan mengangkat tema “Peran Strategis Subholding Gas Mempercepat Pengembangan Infrastruktur dan Memperluas Manfaat Gas Bumi ke Seluruh Wilayah Indonesia”.
Tahun ini, terdapat lima kategori yang dilombakan yang meliputi; Kategori Hard News cetak, Kategori Hard News Online, Kategori Feature News, Kategori Foto Cetak, dan Kategori Foto Online.
PGN dengan status sebagai Subholding Gas diharapkan dapat mengemban tugas untuk menjadi bagian strategis pemerintah dalam menyukseskan pemanfaatan gas bumi domestik serta berperan nyata dalam mencapai target bauran energi nasional sebagai upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Dengan semakin pesatnya pertumbuhan kebutuhan energi baik di sektor kelistrikan, industri, komersial, transportasi dan rumah tangga, kompetisi ini diharapkan akan lahir jurnalis-jurnalis profesional yang handal dengan produk jurnalistik terbaik yang memberikan manfaat di bidang energi dan meningkatkan diskursus bidang energi yang secara konstruktif dan positif bagi masyarakat Indonesia.
“Saat ini, media massa berkembang dengan sangat cepat dengan ribuan konten diproduksi setiap hari. Melalui kompetisi seperti KJPGN 2019 yang menyediakan total hadiah mencapai Rp. 350 juta, kami berharap bisa ikut berperan serta membangun kualitas jurnalis dalam memproduksi konten-konten yang membangun untuk Indonesia yang kita cintai ini,” kata Desima dalam ramah tamah dengan wartawan di Jakarta, Senin (23/9).
Desima menambahkan, ditengah arus kebebasan dan kecepatan informasi saat ini, PGN sebagai bagian dari stakeholders media massa memiliki tanggungjawab untuk ikut memperkuat industri ini. Apalagi sebagai pilar demokrasi ke empat, media memiliki peran strategis sebagai alat pemersatu dan pemacu kemajuan bangsa.
“PGN dapat terus berkembang dan terus menyebarluaskan manfaat energi baik gas bumi, salah satunya karena peran media massa. Inilah yang membuat kami akan terus mendukung penguatan institusi media di Indonesia untuk maju,” tambahnya.
Para jurnalis dapat mengumpulkan karyanya, baik artikel maupun foto jurnalistik yang terbit mulai dari 1 Januari hingga akhir 30 November 2019, dengan batas pengumpulan terakhir pada 14 Desember 2019.
Untuk memudahkan para jurnalis dalam mengikuti kompetisi, PGN juga mengoptimalkan peran website www.kompetisijurnalistikpgn.com. Formulir pendaftaran dapat diunggah melalui website KJPGN 2019, yang selanjutnya peserta dapat mengirimkan persyaratan dan karya terbaiknya pada email kjpgn@pgn.co.id. Website KJPGN 2019 terdiri dari beberapa kanal sehingga pengunjung dapat melihat seputar kompetisi yang diadakan di tahun sebelumnya beserta pemenang dan galeri foto kompetisi.
Tim Dewan Juri KJPGN 2019 yakni Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso, Direktur Produksi dan Pemberitaan Bisnis Indonesia Arif Budisusilo, Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings, merangkap Pemimpin Redaksi Beritasatu TV dan Investor Daily Primus Dorimulu, Wakil Redaktur Foto Harian Kompas Agus Susanto, Redaktur Foto Kontan Hendra Suhara, dan Pimpinan Fotografer EPA untuk Indonesia Mast Irham.
“Semoga KJPGN 2019 kembali melahirkan insan media berbakat dengan kualitas informasi yang bagus serta dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan pembangunan infrastruktur serta pemanfaatan gas bumi PGN secara menyeluruh kepada masyarakat,” tutup Desima. (rel/ram)
Foto: tri/istimewa Communications and ExternaI Affairs Director PT NSHE, Taufick, Senior Adviser on Environment and Sustainability PT NSHE) Agus Djoko Ismanto, Biodiversity Expert of NSHE Barita Manullang, dan pengamat lingkungan hidup Emmy Hamd, hadir sebagai pembicara dalam konferensi pers terkait perlindungan orangutan PLTA Batang Toru, di SEIA, Sudirman, Jakarta, Minggu (22/9).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru menyatakan kembali komitmennya melindungi orangutan yang di luar kawasan konservasi dan kawasan sekitar area kerja PLTA di Tapanuli Selatan Sumatera Utara.
Sebagai upaya agar perlindungan orangutan lebih efektif,
PLTA Batang Toru bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)
dan kelompok-kelompok lingkungan hidup termasuk organisasi internasional
PanEco.
“Ada beberapa langkah nyata yang dilakukan PLTA Batang Toru
dalam melindungi orangutan. Langkah-langkah itu di antaranya membentuk tim
monitoring bersama. Melaksanakan kebijakan zero toleran terhadap perburuan
kepada seluruh pekerja pengaman satwa yang hasilnya zero accidence satwa di
areal proyek,” kata Senior Adviser on Environment and Sustainability PT. North
Sumatera Hydro Energy (NSHE) Agus Djoko Ismanto, pada konferensi pers di
Jakarta, 22 September 2019 lalu di SEIA, Sudirman, Jakarta.
Turut hadir sebagai pembicara dalam konferensi pers tersebut
adalah Communications and ExternaI Affairs Director PT. North Sumatera Hydro
Energy (NSHE) Firman Taufick, Biodiversity Expert of NSHE Barita Manullang, dan
pengamat lingkungan hidup Emmy Hamd.
Kegiatan monitoring sedang diperkuat untuk menerapkan SMART
Patrol. Smart Patrol akan memiliki call center, dan petugas maupun relawan
dapat melaporkan secara real time. Setiap kejadian dapat dilaporkan langsung
disertai foto atau video.
Selain itu, PLTA Batang Toru merekrut ahli orangutan, dan
melakukan pengayaan tanaman pakan di areal kcridor. Selanjutnya direncanakan
perusahaan akan mendukung upaya penanganan konflik satwa di luar areal PLTA
antara Iain dengan mendukung rehabilitasi kebun yang terganggu oleh satwa.
Selain itu untuk menghubungkan habitat yang terpisah dibangun jembatan
perlintasan satwa arboreal.
“PLTA Batang Toru juga melakukan pendidikan masyarakat
mengenai bagaimana menangani orangutan ketika sedang turun di kebun sehingga
tidak terjadi penembakan lagi. PLTA Batang Toru juga siap bekerja sama dengan
pihak-pihak Iain untuk menyelamatkan orangutan sebagaimana telah disepakati
dalam komitmen kerja sama pelestarian ekosistem,” kata Agus.
Menurut Barita Manullang, habitat orangutan Tapanuli tidak terganggu dengan kehadiran PLTA Batang Toru. Habitat orangutan Tapanuli tersebar di hutan-hutan dalam ekosistem Batang Toru seluas 165 ribu Ha, sebuah wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan wilayah DKI Jakarta. Orangutan selalu bergerak berpindah tempat dengan daerah jelajah yang bervariasi antara 800 3.000 ha. Sedangkan luas tapak struktur bangunan PLTA Batang Torn adalah 122 ha atau 0,07% dari total kawasan ekosistem Batang Toru. Dengan demikian, luas areal proyek Iebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan habitat bagi satu individu orang utan. (rel)
istimewa
SERI: Pemain Indonesia U-16 berebut bola dengan pamain China, di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (22/9). Kedua tim bermain seri 0-0.
istimewa
SERI: Pemain Indonesia U-16 berebut bola dengan pamain China, di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (22/9). Kedua tim bermain seri 0-0.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia memastikan lolos ke putaran final Piala AFC U-16 2020 di Bahrain pada 16 September hingga 3 Oktober 2020. Tiket putaran final Piala AFC U-16 2020 ini diraih setelah bermain imbang tanpa gol kontra China di laga terakhir grup G, di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (22/9)n
Indonesia lolos ke putaran final sebagai salah satu runner-up terbaik. Sedangkan China melaju sebagai juara grup G. Selain Indonesia dan China, saat ini sudah ada sembilan tim lain yang memastikan diri lolos, yakni Bahrain (tuan rumah), India sebagai juara Grup B, Uni Emirat Arab sebagai juara Grup F, Australia sebagai juara Grup H, Korea Utara sebagai juara Grup I, Jepang sebagai juara Grup J, Korea Selatan sebagai juara Grup K, Uzbekistan (sebagai runner-up grup B).
Nantinya akan ada 16 tim yang akan berlaga di putaran final Piala AFC U-16. Turnamen akan digelar di Bahrain pada 16 September hingga 3 Oktober 2020.
Pada laga di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (22/9) malam WIB, sejak awal laga kedua tim silih berganti melakukan serangan. Peluang berbahaya pertama Indonesia didapat pada menit ke-26. Marcelo Ferdinan melepsskan sepakan keras yang masih menyamping tipis di sisi gawang China.
China merespons lewat sepakan bebas Maiwulang Mijiti dua menit setelahnya tapi bola melayang di atas mistar Made Putra Kaicen. China mengancam lagi namun barisan belakang Indonesia masih bisa menghalaunya.
Indonesia punya peluang emas unggul di menit ke-44 andaikan sepakan Athallah Araihan setelah melakukan tusukan ke kotak penalti China, tak membentur tiang gawang. Bola rebound nyaris masuk ke gawang sebelum disapu bek China. Hingga turun minum, skor 0-0 tetap bertahan.
Masuk di babak kedua, Indonesia lebih banyak bermain di daerah sendiri karena China begitu agresif menggempur pertahanan tuan rumah. Maiwulang Mijiti melepaskan sepakan bebas pada menit ke-50 namun bola melayang di atas mistar.
Enam menit kemudian Mijti nyaris mencetak gol andaikan sepakannya tak ditangkap Made Putra Kaicen. Alex Kamuru masih jadi andalan Indonesia di sisi sayap namun memasuki menit ke-60, terlihat kondisi fisiknya mulai menurun.
Sementara, lini belakang Indonesia melakukan kesalahan saat Aditya Rangga kurang tenang dalam menguasai bola. He Xiaoke merebut bola dan merangsek hingga kotak penalti, namun bisa dibuang. China benar-benar menggempur Indonesia yang membuat Putra Kaicen harus kerepotan mematahkan setiap peluang yang ada.
Indonesia sempat punya peluang emas ketika Mochamad Faizal melakukan solo run dari sisi kanan dan melakukan cut-in ke kotak penalti. Sayangnya, sepakannya lemah dan mudah saja ditangkap Li Hao.
Di lima menit masa injury time, Indonesia coba mencari peluang tapi usaha sia-sia karena kondisi fisik yang menurun. Pada akhirnya laga berakhir imbang tanpa gol.(bbs)
BERKABUT: Kebakaran hutan di Provinsi Riau dan Jambi menyebabkan kawasan Danau Toba terpapar kabut asap, Minggu (22/9). Jarak pandang menjadi terganggu.
BERKABUT: Kebakaran hutan di Provinsi Riau dan Jambi menyebabkan kawasan Danau Toba terpapar kabut asap, Minggu (22/9). Jarak pandang menjadi terganggu.
SUMUTPOS.CO – Kabut asap di Kota Medan semakin pekat, Minggu (22/9). Jarak pandang makin terbatas. Situasi itu terjadi hampir di seluruh daerah di Sumatera Utara. Bahkan, 8 provinsi di Pulau Sumatera sudah terpapar kabut asap yang ditengarai berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dan Jambi. Untungnya, Sumatera Utara tertolong hujan.
KEPALA Bidang Data dan Informasi Badan Metreologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I, Erida, menyebutkan, saat ini hampir sebagian besar wilayah di Pulau Sumatera diselimuti kabut asap. Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir, yang menyebabkan turunnya jarak pandang di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
“Seluruh wilayah di Sumut diselimuti asap. Selain di Sumut, asap juga terdeteksi di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung. Jadi total ada 8 provinsi di Pulau Sumateran
yang terpapar asap. Sedangkan arah angin, saat ini bertiup dari Tenggara-Selatan menuju Barat Laut-Timur Laut,” kata Erida kepada Sumut Pos, Minggu (22/9).
Disebutkan Erida, jumlah hotspot di Provinsi Sumut (CL > 81%) pada hari Minggu (22/9) kemarin, ada sebanyak tiga titik, yakni dua titik di Kabupaten Labuhanbatu, tepatnya di Kecamatan Panei Tengah dan satu titik lainnya di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), tepatnya di Kecamatan Kwaluh Hilir. “Sedangkan untuk jarak pandang sendiri memang terbatas. Di Gunung Sitoli sejauh 5.000 meter, Kualanamu 1.600 meter, Sibolga 2.100 meter dan Aek Godang sejauh 500 meter,” ujarnya.
Terakhir, BMKG Wilayah I turut mengimbau agar seluruh masyarakat Sumatera Utara, mengurangi aktivitasnya di luar ruangan, sama seperti imbauan yang sebelumnya diungkapkan oleh kementerian kesehatan. “Tetap gunakan masker jika harus melakukan kegiatan di luar ruangan atau berkendara dengan menggunakan sepeda motor,” tutupnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan mengakui ihwal kondisi tersebut. Ia pun sudah memerintahkan jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan lintas instansi hari ini, sekaitan kabut asap yang diduga kiriman dari provinsi lain akibat karhutla. “Saya kebetulan masih di luar kota. Tapi kepada anggota, saya sudah minta supaya lakukan rapat koordinasi hari ini. Salah satunya soal evaluasi TRC (Tim Reaksi Cepat) kita di Dinkes Sumut dalam hal penanggulangan efek karhutla,” ujarnya menjawab Sumut Pos, Minggu (22/9).
Meski demikian, menurut dia, imbas kabut asap yang menyelimuti udara dan cuaca di Sumut, dari aspek kesehatan masih belum masuk kategori berbahaya. “Sumut masih beruntung karena tertolong hujan. Kabut asap yang tadinya pekat perlahan menipis akibat dibantu air hujan. Udara kita di Sumut masih cukup baik,” katanya.
Mantan Kadinkes Labuhanbatu ini menyarankan, meski cuaca dan kadar udara di Sumut belum terpapar parah akibat kabut asap, warga tetap diminta waspada akan kemungkinan perubahan yang bertambah buruk ke depan. “Tetap kita sarankan agar memakai masker bila ke luar rumah, cek kesehatan ke dokter, dan lebih baik dikurangi aktivitas di luar jika memang tidak penting. Imbauan-imbauan ini yang bisa kami sampaikan, di samping secara teknis antisipasi juga perlu saling berkoordinasi,” katanya.
Rapat hari ini, diharapkan Alwi sebagai upaya tindak lanjut rakor penanggulangan karhutla di Sumut, pada Jumat (20/9) kemarin. Di mana pihaknya akan menjadi leading sector dari sisi kesehatan, dan tetap berkoordinasi bersama instansi terkait lainnya. “Kalau secara umum, penanggulangan karhutla ini di Sumut dimotori oleh BPBD. Nah sedangkan kami, Dinkes akan tetap lakukan upaya antisipasi dari sisi kesehatan warga akibat dampak kabut asap tersebut,” ujarnya.
Ia menyarankan kepada pemerintah pusat agar segera menyelesaikan persoalan karhutla Riau dan provinsi lain yang memang sudah terpapar sangat parah. “Sebenarnya kita juga bertanya-tanya, sampai sekarang apa hasil penanganan karhutla di Riau. Sudah sejauh mana pelaku karhutla ditemukan oleh pihak aparat penegak hukum. Karena kalau itu tak terungkap, kejadian ini kita khawatir akan semakin meluas,” pungkasnya.
Siapkan Pelayanan Medis Bagi Masyarakat
Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyiapkan langkah-langkah untuk penanganan medis bagi masyarakat mengalami sakit disebabkan kabut asap tersebut. Wali Kota Medan, HT Dzulmi Eldin mengatakan, kondisi udara tidak sehat akibat kabut asap ini sudah sangat dirasakan masyarakat Kota Medan.
“Ini sudah banyak tempat, spot-spot yang menyalah berdampak juga di Medan. Tentunya, kalau ada menimpa masyarakat tentang keluhan sesak nafas dan lain-lainnya cepat berobat ke Puskesmas dan ke dokter nantinya,” sebutnya.
Eldin mengungkapkan, melalui Dinkes Kota Medan juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bila ada mengeluhkan kesehatan berupa sesak nafas, ISPA dan lain-lain akibat kabut asap itu. “Sudah mengimbau Dinas Kesehatan dan rumah sakit untuk menangani warga yang terdampak karena asap tersebut,” jelas Eldin.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat Kota Medan untuk selalu menjaga kesehatan. Bila tidak diperlukan untuk mengurangi aktivitas sementara diluar rumah demi tidak terjangkit penyakit akibat kabut asap tersebut. “Ya kita berharap bagi masyarakat Kota Medan untuk, yang kalau keluar rumah untuk menggunakan masker. Karena, kondisi udara kita ini memang tidak menentu terdampak dengan kabut asap itu,” imbau Eldin.
Untuk saat ini, Eldin mengakui sudah ada menerima laporan penyakit akibat dampak kabut asap itu. Namun masih dalam katagori ringan dan bisa ditangani secara dini melalui rawat jalan.”Ada laporan, tapi batuk-batuk gitu lah. Tapi, kita harapkan ada keluhan segera melapor untuk segera ditangani atas terdampak asap itu,” tandasnya.
Sementara Dinas Kesehatan Kota Medan, melalui Kepala Bagian Humas Pemko Medan, Arrahman Pane mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk menggunakan masker. “Dinas Kesehatan Medan sudah memberikan imbauan kepada warga untuk menggunakan masker. Juga membagi-bagikan masker,” kata Pane dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Medan, Minggu (22/9).
Masyarakat juga diminta melakukan serangkaian antisipasi untuk melindungi diri dari dampak buruk kabut asap. Mulai dari disiplin berperilaku hidup bersih dan sehat, perbanyak konsumsi buah dan sayur, hingga imbauan untuk tidak memperburuk kondisi dengan merokok.
Masyarakat pun diimbau untuk segera ke sarana pelayanan kesehatan bila mengalami kesulitan bernafas dan gangguan kesehatan lainnya. Kabut asap yang melanda Medan dalam dua pekan terakhir, namun terlihat semakin pekat hari ini. Jarak panjang di kawasan pusat kota sekitar 400-an meter. (map/prn/gus)
sopian/sumut pos
KABUT ASAP: Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan di Provinsi Riau berimbas ke Kota Tebingtinggi.
KABUT ASAP: Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan di Provinsi Riau berimbas ke Kota Tebingtinggi.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – MENGANTISIPASI dampak kabut asap yang menyelimuti Kota Tebingtinggi selama empat hari ini, Pemko Tebingtinggi akan membagikan 10 ribu masker dan rencananya akan dibagikan kepada masyarakat hari ini, Senin (24/9).
“Besok, masker itu akan kita bagikan kepada masyarakat yang melintas di jalan raya seputaran Kota Tebingtinggi,” jelas Kadis Kesehatan Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, Minggu (23/9)n
Nanang mengatakan, 10 ribu masker tersebut akan dibagikan di beberapa titik jalan utama di Kota Tebingtinggi yang nantinya dibagi untuk pengendera umum dan anak-anak sekolah yang melintas.
“Saat ini kami masih menunnggu datangnya masker dari Dinas Kesehatan Provinsi, permohonan sudah disampaikan. Namun karena stoknya terbatas dan banyak Kabupaten Kota yang membutuhkan, kita sabar menunggu,” bilangnya.
Sementara stok masker yang masih ada di Dinas Kesehatan Tebingtinggi sangat terbatas dan barang tersebut sudah sampai di Tebingtinggi dari provinsi. “Saat ini Dinas Kesehatan sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengukur pencemaran udara yang terjadi akibat kabut asap tersebut,” jelasnya.
Dikatakan Nanang, dinas kesehatan perlu mengetahui tingkat keamanannya bagi masyarakat, agar bisa disiapkan antisipasinya sedini mungkin, apa-apa yang diperlukan, diharapkan hasil dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tebingtinggi bisa diperoleh secepatnya. Nanang juga memesankan kepada masyarakat seluruh Kota Tebingtinggi selama kabut asap ini untuk minum air putih banyak dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Salah seorang warga, Zulkarnain warga Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi mengatakan kabut asap di Kota Tebingtinggi semangkin hari semangkin tebal, terasa sesak ketika bernafas, tapi di lihatnya selama adanya kabut asap, Pemko Tebingtinggi belum ada membagikan masker gratis. “Belum ada dari Pemerintah setempat yang membagikan masker gratis, kami masyarakat menunggu,” pinta Zulkarnain.
Binjai dan Langkat Mulai Diselimuti Asap
Kabut asap mulai menyelimuti Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, Minggu (22/9). Di Kota Binjai, kabut asap tipis mulai menyelimuti sejak pagi. Kualitas udara di Kota Binjai pun masuk kategori tidak sehat, walau kabut asap tidak tebal. Karenanya, Pemko Binjai melalui Dinas Kesehatan menganjurkan agar masyarakat mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr Deni Irwansyah Pane, mengimbau masyarakat untuk tidak bersepeda demi mengurangi resiko gangguan pernapasan. Selain itu, dia juga menyerukan agar masyarakat menjaga asupan cairan dalam tubuh. “Minum air yang cukup sangat membantu membuang racun dari tubuh. Cairan tubuh yang cukup juga membantu menyerap polusi yang masuk ke dalam tubuh agar tidak meluas,” ujar dia didampingi Kabid Kesmas, Mery Hati, akhir pekan lalu.
Tak kalah penting, dia juga menyerukan agar masyarakat mengasup makanan yang sehat dan buah yang sarat dengan Vitamin C dan sayur-sayuran. “Makanan sehat sangat membantu menangkal racun jahat dari polusi udara,” ujarnya.
Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Binjai, Ahmad Yani mengatakan, Pemko Binjai telah menggelar rapat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Hasilnya, kata dia, Pemko Binjai berencana akan membangun Posko Kebakaran Hutan dan Lahan. “Apabila diperlukan, kita bangun Posko. Untuk sementara ini, masyarakat harus menggunakan masker dan mengurangi aktifitas di luar ruangan,” ujarnya.
Dia berpesan, cuaca di Kota Binjai belakangan ini tidak menentu. Mulai dari hujan deras hingga angin kencang. “Kita imbau masyarakat berhati-hati apabila ada kejadian bencana agar segera melaporkan ke BPBD Kota Binjai. Selama 24 jam kita siaga untuk membantu masyarakat,” tandasnya.
Kabut asap juga mulai masuk ke Kota Stabat, Kabupaten Langkat. Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor menggunakan masker. “Tampaknya, kabut asapnya mulai menebal di Kota Stabat. Coba perhatikanlah secara seksama kalau tak percaya,” kata Rudi (27), salah satu warga Stabat, Minggu (22/9).
Diakuinya, karena tebalnya kabut asap, dirinya harus menggunakan masker saat berkendara. Selain itu, dia juga mengimbau agar pengendara sepeda motor menyalakan lampu pada siang hari. “Sangat terasa sekali dan pandangan juga terganggu, termasuk perih di mata dan sangat jelas sekali kabutnya terlihat,” sambungnya.
Sementara Indri, warga lainnya, menyampaikan sudah melarang anak-anaknya untuk keluar rumah, karena kabut asapnya sangat terlihat jelas. “Ini tentu akan mempengaruhi pernapasan para anak-anak, bila berlama lama diluar rumah, makanya anak-anak saya larang lama-lama diluar bang,” katanya.
Untuk itu, dirinya dan warga lainya berharap agar pemerintah dapat segera mengatasi permasalahan ini. Karena jika dibiarkan seluruh akrifitas masyarakat akan terganggu. “Kabut asap ini jelas akibat dari kebakaran hutan yang terjadi si Provinsi Riau, yang sudah sampai ke Langkat ini. Kami harapkan agar segera pemerintah mengatasinya bang,” tegasnya. (ian/ted/bam)
sopian/sumut pos
KABUT ASAP: Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan di Provinsi Riau berimbas ke Kota Tebingtinggi.
KABUT ASAP: Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan di Provinsi Riau berimbas ke Kota Tebingtinggi. sopian/sumut pos
KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Karo mengingatkan masyarakat, ada ancaman pidana 12 tahun penjara bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan. Peringatan ini dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo dalam spanduk yang dipasang di titik-titik rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di seluruh kecamatan di Kabupaten Karo.
Pemasangan spanduk bagian dari imbauan Pemkab Karo dalam melakukan upaya preventif Karhutla di Kabupaten Karo. Hal itu disampaikan Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lisma Ginting, di sela-sela Rapat Koordinasi Pencegahan Karhutla yang dipimpin Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur, Kota Medan, Jumat (20/9).
Terkelin menegaskan, Pemkab Karo menindaklanjuti pencegahan karhutla dengan pedoman Instruksi Presidan(Inpres) Nomor 11 Tahun 2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Terkelin mengaku telah memerintahkan instansi terkait dalam hal ini BPBD Karo dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo melakukan tindakan pencegahan.
Hal lain yang dilakukan Pemkab Karo, sebut Terkelin, bersama Forkopimda Karo melakukan rapat mengantisipasi pencegahan karhutla. “Membahas rencana aksi daerah pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Karo pada tanggal 23 Agustus 2019, di Penatapan Sipiso-piso, Tongging. Bersama TNI, Polri dan BPBD Karo sudah melakukan pemasangan baliho (spanduk) imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di seluruh kecamatan,” katanya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lisma Ginting menjelaskan, dalam upaya pencegahan karhutla telah berulang digelar rapat berama Forkopimda Karo. “Tindaklanjutnya, melalui Kesiapsiagaan BPBD Karo membuat imbauan melalui spanduk dipasang di 17 kecamatan se-Kabupaten Karo. Lokasi pemasangan dilakukan di titik rawan kebakaran hutan dan lahan,” kata Lisma didampingi Kasi Kesiapsiagaan BPBD Karo, Romalisda Sihaloho.
Disebutkannya, tulisan dalam spanduk, mengimbau masyarakat tidak membakar hutan dan lahan, semak belukar, ladang dan kebun dan lainnya. Agar hutan tidak rusak dan timbulnya asap yang dapat mengganggu kesehatan. Lisma menegaskan, dalam spanduk sosialisasi itu, dicantumkan ancaman pidana bagi pelaku karhutla, 12 tahun penjara (Pasal 187 KUHP).
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam rapat, menekankan agar para kepala daerah di Sumatera Utara bersama Forkopimda mengoptimalkan pencegahan karhutla, dan melibatkan dunia usaha, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Edy memerintahkan semua kepala pemerintah daerah dan Forkompimda Sumatera Utara bekerja sama dan berperan aktif dalam pencegahan karhutla di daerahnya masing-masing. Membentuk posko-posko kebakaran hutan dan lahan, dan berpedoman dengan Inpres. (deo)