PENOLAKAN: Meski mendapat penolakan dari warga, pekerja dinas PUPR tetap melakukan membangun Drainase Kampung Binjai.
PENOLAKAN: Meski mendapat penolakan dari warga, pekerja dinas PUPR tetap melakukan membangun Drainase Kampung Binjai.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Meski mendapat penolakan dari warga, namun pembangunan sistem drainase dan jalan beton Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, masih terus berjalan di Kelurahan Binjai, Binjai Kota.
Kabid Perumahan dan Pemukiman Binjai, Amrul Lubis yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya terdengar menjawab ketus, Minggu (8/9). Padahal, Amrul bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek drainase di Kelurahan Binjai.
“Apa itu? Ha kenapa?” ucapnya mengawali pembicaraan kepada Sumut Pos ketika dikonfirmasi.
Dia mengakui, ada penolakan datang dari warga terkait proyek tersebut. Ditanya bagaimana kelanjutannya, dia menjawab tergantung warga.
Namun hingga kini, pengerjaan proyek itu masih terus berjalan. “Iya nantilah itu. Tergantung warga. Enggak mau warga, ya sudah. Kalau enggak mau, ya sudah,” ketusnya. “Iya, iya. Kenapa?” jawabnya saat ditanya dirinya yang bertindak sebagai PPK dalam proyek tersebut.
Kata dia, warga hingga kini masih musyawarah terkait adanya pengerjaan proyek tersebut. Ditanya berapa panjang pengerjaan drainase itu, Amrul kembali terdengar ketus menjawabnya. “Nanti hasilnya, masih rembuk orang itu. Enggak tahu aku (soal panjang pengerjaan drainase),” tutupnya mengakhiri konfirmasi melalui sambungan telepon.
Sementara, kalangan legislatif juga sudah mendengar adanya penolakan tersebut. Menurut Anggota DPRD Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra, aspirasi warga yang menolak karena dinilai pembangunannya tidak sesuai perencanaan matang.
Berdasarkan keterangan yang dihimpunnya dari warga, pembangunan proyek drainase itu tak tepat sasaran. Karenanya, Dinas Perkim Kota Binjai yang mengurusi hal itu diminta bermusyawarah dengan warga. “Saya sudah mendengar kabar itu dari warga. Dan sudah ke Dinas Perkim untuk meminta agar menyahuti aspirasi warga,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Binjai ini.
Ternyata penolakan warga tidak hanya pada kurang matangnya perencanaan dan melakukan pengerjaan proyek tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Menurut pria yang akrab disapa Haji Kires ini, terungkap bahwa pengerjaan proyek itu dilakukan oleh pihak ketiga.
“Itu menyalahi juknis. Harusnya pengerjaan itu melibatkan masyarakat setempat. Ini tidak. Yang kerja dari luar, bukan masyarakat situ,” tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah warga di Kelurahan Binjai, Binjai Kota atau daerah yang akrab dikenal Kampung Binjai menolak adanya pembangunan sistem drainase dan jalan beton yang merupakan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penolakan warga lantaran pelaksana proyek tersebut langsung mengerjakan, tanpa adanya dilakukan sosialisasi terlebih dahulu.
Informasi dihimpun, pengerjaan proyek ini disebar pada tiga titik di daerah tersebut. Pembangunannya menyasar pada gang-gang sempit.
Pejabat Pembuat Komitmen ini disebut-sebut dari pegawai Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Binjai. Pada proyek ini, anggaran yang dikucurkan mencapai Rp1,6 miliar lebih. Rinciannya masing-masing anggaran tersebut yakni, Rp605.384.000, Rp650.384.000 dan Rp451.852.000.
Pada plang tersebut, proyek itu mulai dikerjakan sejak 15 Agustus 2019. Namun berjalan beberapa hari, penolakan warga datang. Padahal, proyek tersebut ditarget rampung pada 30 September 2019.
“Tiba-tiba sudah kerja. Kami enggak tahu. Mau masuk rumah pun payah. Enggak tahu kami mau bangun apa,” kata warga sekitar saat Sumut Pos melakukan pemantauan terhadap ketiga titik lokasi pengerjaan tersebut.
“Kami menolak karena orang ini datang mau main gali-gali saja. Enggak ada izin sama kami yang miliki rumah. Selama ini juga gak ada masalah sama kami seperti kek gini saja,” tambah warga. (ted/han)
istimewa
SAH: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Ketua DPRD Sumut dan pimpinan DPRD Sumut lainnya usai penandatanganan pengesahan RAPBD 2020 di gedung dewan, Senin (9/9).
SAH: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Ketua DPRD Sumut dan pimpinan DPRD Sumut lainnya usai penandatanganan pengesahan RAPBD 2020 di gedung dewan, Senin (9/9).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sempat berpolemik dan beberapa kali tertunda, akhirnya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PAPBD) 2019 dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2020 disahkan, Senin (9/9. Paripurna pengesahan kedua ranperda itupun sempat dihujani interupsi hingga aksi walk out (WO) Fraksi PDI Perjuangan)n
Ranperda PAPBD 2019 disahkan dengan struktur pendapatan Rp14,03 triliun dari semula Rp15,3 triliun atau menurun sebesar Rp1,29 triliun (8,44 persen). Ssedangkan RAPBD 2020 ditetapkan dengan pendapatan Rp12,44 triliun dan belanja Rp12,64 triliun. Paripurna berlangsung alot, dari yang awalnya dijadwalkan pukul 10.00 WIB namun baru dimulai sekitar pukul 16.00 WIB, menunggu kehadiran anggota dewan mencukupi kuorum.
Melalui juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan menolak menandatangani daftar hadir maupun menghadiri paripurna PAPBD 2019, karena menilai paripurna PAPBD tersebut melangkahi keputusan paripurna sebelumnya yang memutuskan PAPBD 2019 diserahkan ke Mendagri.
Selain itu, sikap mereka juga tegas menolak PAPBD 2019 karena berbagai persoalan yang terjadi di dalamnya. Seperti penyertaan modal Bank Sumut, perubahan pergub penjabaran dan lainnya. Namun untuk paripurna pengesahan RAPBD 2020, pihaknya mengaku bersedia terlibat. Ia meminta agar absensi dua agenda paripurna itu dipisahkan.
Hingga pukul 15.00 WIB, paripurna kembali diskors karena kehadiran anggota dewan masih belum memenuhi kuorum. Para ketua fraksi diminta untuk memanggil anggota yang belum hadir ke ruang paripurna. Baru 65 anggota dewan yang menandatangani absensi, sementara dibutuhkan 67 anggota untuk memenuhi kuorum.
Usai skors dicabut dan paripurna dinyatakan kuorum, sempat terjadi cekcok di kalangan anggota dewan. Sutrisno Pangaribuan menilai, kuorum terpenuhi hanya berdasarkan tandatangan. Sedangkan kehadiran fisik anggota dewan di ruang paripurna hanya 51 orang. Sebagian anggota lainnya meminta agar paripurna dilanjutkan dan mempertanyakan sikap Fraksi PDI Perjuangan yang awalnya menolak untuk menghadiri paripurna, namun saat paripurna akan dimulai, anggota fraksi PDI Perjuangan turut hadir. Hingga akhirnya anggota Fraksi PDI Perjuangan walk out.
“Kami walk out karena memang sejak awal PDI Perjuangan tidak mau terlibat pembahasan PAPBD 2019. Kami sempat masuk karena ketua fraksi memberitahukan bahwa rapat pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi sepakat tidak lagi membahas PAPBD. Ternyata kami tertipu,” kata Sutrisno.
Namun Ketua DPRDSU, Wagirin Arman tetap melanjutkan paripurna dengan pembacaan keputusan bersama juru bicara anggaran tentang PAPBD 2019 oleh Zeira Salim Ritonga dan Muhri Fauzi Hafiz untuk RAPBD 2020.
“Banggar menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas rencana penurunan target PAD 2020 yang direncanakan sebesar Rp5,9 triliun, akan turun cukup signifikan bila dibandingkan dengan PAD 2019 sebesar Rp6,2 triliun. Meskipun penurunan ini merupakan konsekuensi dari kegagalan bayar pajak daerah dari PT Inalum, namun penurunan ini akan berdampak besar terhadap target-target RPJMD 2019-2023,” kata Muhri.
Banggar menekankan agar alokasi belanja yang ditetapkan pada APBD 2020 memiliki aturan pelaksanaan. Misalnya anggaran pencegahan narkoba, maka Pergub tentang pencegahan narkoba tersebut telah ditetapkan. Begitu juga terhadap berbagai alokasi belanja dan pendapatan yang belum memiliki peraturan operasional.
Pendapat akhir fraksi terhadap RAPBD 2020, dua dari 9 fraksi yakni fraksi NasDem dan Fraksi PDI Perjuangan belum dapat menerima RAPBD 2020. Sedangkan Fraksi Hanura menyetujui dan 6 fraksi lainnya dapat menerima. Total fraksi di DPRD Sumut ada 8 fraksi.
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para anggota dewan yang telah memperjuangkan disahkan PAPBD 2019 dan RAPBD 2020 demi kepentingan rakyat Sumut. Ia juga meminta agar para anggota dewan yang tidak terpilih lagi untuk periode berikutnya tetap turut serta dalam membangun Sumut ke depannya.
Seperti diketahui, Senin (16/9), akan digelar pelantikan anggota DPRDSU periode 2019-2024, dan paripurna kemarin menjadi yang terakhir bagi DPRDSU masa bakti 2014-2019. (prn)
DUET
Duet naturalisasi Lilipaly dan Beto kembali menjadi andalan saat menjamu Thailand di kualifikasi Piala Dunia 2020, Selasa (10/9) malam.
DUET
Duet naturalisasi Lilipaly dan Beto kembali menjadi andalan saat menjamu Thailand di kualifikasi Piala Dunia 2020, Selasa (10/9) malam.
Harapan Indonesia untuk bangkit pada laga kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, tampaknya sangat berat. Pasalnya, Thailand yang bakal menjadi tamu Garuda, punya catatan bagus ketika bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUBK).
Ya, Indonesia bakal menjamu Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUBK), Selasa (10/9) malam ini. Laga ini tidak akan mudah Pasalnya, SUBK tidak memihak Garuda saat menghadapi tim Gajah Putih tersebut.
Menurut rekor pertemuan kedua tim, Thailand baru sekali menelan kelalahan di GBK sejak tahun 1997. Sedangkan Indonesia sudah tiga kali menelan kekalahan ketika menjamu Thailand di tempat sama. Sisanya berakhir dengan imbang.
Jalan Indonesia semakin terjal, karena mereka sedang dalam tren buruk. Pada pertandingan perdana, pasukan Simon McMenemy tersebut dipermalukan Malaysia dengan skor 2-3 di kandang sendiri.
Pelatih Indonesia Simon McMenemy sangat mewaspadai Thailand, meski pada laga perdana ditahan Vietnam di kandang sendiri. Bagi Simon, Thailand tetap tim berbahaya. “Selama mereka masih bermain dengan 10, Thailand akan menjadi tim yang sangat kuat dan berbahaya. Tentu ini akan menjadi tantangan yang berbeda ketika menghadapi Thailand dan saya yakin besok akan jadi pertandingan yang menarik,” kata Simon pada konferensi pers di Gelora Bung Karno, Senin (9/9).
Meski begitu, Simon menegaskan bahwa Indonesia tak tertekan. Meski timnya punya rekor kurang baik atas Gajah Putih, Simon menyebutnya sebagai kesempatan untuk mematahkan hasil buruk. “Saya tekankan sekali lagi, saya sama sekali tidak terintimidasi dengan pemain Thailand. Saya tahu rekor kami tidak bagus dengan Thailand tapi saya siap untuk bermain besok dan sama seperti pertandingan melawan Malaysia, rekor yang ada itu memang untuk dipecahkan,” tegas Simon.
Sementara Thailand datang ke Indonesia dengan misi kemenangan. Untuk itu, mereka langsung melakukan evaluasi setelah ditahan imbang oleh Vietnam.
Pelatih Thailand, Akira Nishino mengakui penyelesaian akhir menjadi perhatian timnya. Dia pun fokus untuk membenahi sisi itu sebelum melawan Indonesia. “Setelah laga melawan Vietnam, fokus kami jelas saja mencetak gol. Itu isu yang kami miliki pada laga sebelumnya, yakni ada masalah di lini depan,” ujar Akira.
Akira mengakui timnya mendominasi saat melawan Vietnam, tapi tidak mampu mencetak gol. “Masalahnya pada sepertiga akhir lapangan, ada 13 peluang di area penalti Vietnam. Tetapi tak bisa berbuah gol, itu yang harus kami perbaiki,” tegasnya.
Thailand diperkirakan tetap akan menurunkan materi pemain seperti saat melawan Vietnam. Sedangkan Indonesia diprediksi melakukan rotasi di lini tengah. (bbs/dek)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sudah banyak tokoh masyarakat yang mengambil formulir penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Sekretariat DPC PDI Perjuangan. Meski begitu, hingga kini belum ada satupun tokoh yang mengembalikan formulir, tanda resmi mendaftar.
“Sampai Sabtu (7/9) kemarin, saya lihat di daftar yang ada di secretariat, sudah banyak yang datang untuk ambil formulir, mungkin jumlahnya sudah belasan, saya nggak ingat pasti,” ucap Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim SE kepada Sumut Pos, Senin (9/9).
Namun, kata Hasyim, dari banyaknya yang sudah datang untuk mengambil formulir tersebut, belum ada satupun yang sudah mengembalikan formulir tersebut lengkap dengan persyaratannya. “Belum ada yang mengembalikan. Itukan banyak yang mau diisi dan isinya juga harus benar-benar. Jadi semuanya datang cuma untuk ambil formulir untuk diisi di rumah dan nanti akan dikembalikan paling lambat tanggal 14 September,” ujar Hasyim.
Dari beberapa nama yang mengambil formulir, lanjut Hasyim, terdapat nama beberapa tokoh yang sudah tidak asing lagi di masyarakat Kota Medan. Teranyar, politisi Partai NasDem yang juga anggota DPRD Sumut, Nezar Djoeli. Sebelumnya, Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan Ketua DPC PKB Kota Medan Hamdan Simbolon juga mengambil formulir. Kemudian Sidarta Pelawi yang masih keturunan Guru Patimpus, pendiri Kota Medan. Termasuk juga Yudi Irsandi yang merupakan seorang pengacara. “Masih ada beberapa yang lain lagi, saya nggak hafal semuanya,” katanya.
Hasyim juga mengatakan, nama-nama yang resmi mendaftar nantinya akan diserahkan ke DPD untuk selanjutnya dikirimkan ke DPP. “Nanti semua formulir yang sudah dikembalikan beserta persyaratannya, akan kami serahkan ke DPD untuk dilanjutkan ke DPP. Jadi bukan hanya dari DPC Medan, tapi 22 DPC lainnya yang menggelar Pilkada akan menyerahkan berkas pendaftaran masing-masing bakal calon kepala daerah ke DPD PDIP Sumut,” jelas Hasyim.
Terpisah, Ketua PDI Perjuangan Sumut, Japorman Saragih saat dikonfirmasi menyatakan, hingga kini pihaknya belum ada memutuskan atau menerima keputusan dari DPP terkait nama kader maupun figur yang akan diusung pada Pilkada Serentak 2020. “Belum, kalau mengenai itu belum ada. Tapi sekarang inikan masih penjaringan, salah satunya seperti di Medan,” katanya menjawab Sumut Pos, Senin (9/9).
Dia mengungkapkan, kemungkinan besar hasil dari penjaringan calon kepala daerah yang bersumber dari kader partai untuk pilkada mendatang, baru akan dikerucutkan dan diputuskan pihaknya serta DPP. Namun begitu, pihaknya mengaku belum mengetahui sudah sejauh mana proses penjaringan berlangsung.
“Mungkin bisa ditanyakan ke DPC (PDIP) Medan untuk jelasnya. Di DPD belum ada laporan yang masuk. Begitupun pada prinsipnya sama sekali dalam agenda konsolidasi partai atau apapun bentuk pertemuan internal partai, belum ada menjurus untuk melakukan pembahasan siapa calon yang diusung,” tegasnya.
Sementara anggota DPRD Sumut, Nezar Djoeli yang dikonfrimasi wartawan, mengungkapkan niatnya untuk bertarung di Pilkada Medan 2020. Politikus Partai Nasdem itu ingin maju sebagai calon Wakil Wali Kota Medan. “Kemarin sudah ambil berkas pendaftaran di penjaringan DPC PDIP Medan. Rencananya tanggal 14 September akan dipulangkan,” ujar Nezar saat ditemui, di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (9/9).
Usai mengakhiri jabatannya sebagai anggota DPRD Sumut periode 2014-2019, ia ingin mengabdikan dirinya lebih banyak untuk Kota Medan yang pada Pileg 2019 lalu menjadi daerah pemilihan (Dapil). “Pengalaman 5 tahun di DPRD Sumut akan jadi modal bertarung di Pilkada Medan,” ungkapnya.
Selain mendaftar di PDIP, Nezar akan mendaftar pada penjaringan bakal calon wakil wali kota di partai lain. “Sampai hari ini yang buka penjaringan hanya PDIP. Kalau yang lain buka, tentu akan mendaftar,” ungkapnya.
Mengenai siapa yang akan dipasangkan dengan dirinya, Nezar mengaku tidak mempersoalkannya. “Kalau nanti nomor 1 nya dari PDIP, tidak ada masalah,” urainya. (map/prn)
OPTIMIS
Politisi Partai Gerindra Ihwan Ritonga optimis bakal diusung partainya sebagai bakal calon wali kota di Pilkada Medan 2020.
OPTIMIS
Politisi Partai Gerindra Ihwan Ritonga optimis bakal diusung partainya sebagai bakal calon wali kota di Pilkada Medan 2020.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Duet antara Ihwan Ritonga dan Dahnil Anzar Simanjuntak dinilai akan menjadi ‘barang jadi’ di Pilkada Medan 2020. Kedua sosok itu disebut-sebut sudah teruji dari segi intelektualitas, kapabilitas, dan ketokohan. Partai Gerindra pun disarankan supaya mempertimbangkan opsi mengawinkan dua tokoh muda tersebut.
“TENTU itu akan sangat bagus sekali (kalau Ihwan-Dahnil diduetkan) untuk Pilkada Medan. Pasangan tersebut menurut saya akan menjadi barang jadi bagi Gerindra, dan menjadi pilihan menarik buat masyarakat Kota Medan,” ujar pengamat politik asal Universitas Sumatera Utara, Agus Suriadi menjawab Sumut Pos, Senin (9/9) malam.
Dia mengemukakan, memang akan lebih baik jika Ihwan-Dahnil dikawinkan, sehingga energi partai besutan Prabowo Subianto itu tak terbuang untuk memilih kader yang akan diusung pada Pilkada Medan.
“Di mana yang satunya merupakan tokoh muda yang sudah memahami seluk beluk Kota Medan, dan satunya lagi adalah tokoh nasional yang tentu sudah punya jaringan kuat di pusat,” katanya.
Namun demikian, dosen FISIP USU tersebut mengatakan, siapa yang akan dipilihn
sebagai nomor satu ataupun nomor dua, itu berpulang kepada Gerindra sebagai perahu politik keduanya. “Hal ini tentu wewenang Gerindra. Apalagi secara perolehan kursi, Gerindra memang bisa mengusung calon sendiri. Kalau ditanya pendapat pribadi, menurut saya posisi Ihwan tentu lebih baik untuk menjadi calon wali kota,” katanya.
Argumentasi Ihwan Ritonga lebih pas ditempatkan pada kursi Medan 1, sambung Agus, karena sosoknya dianggap mumpuni dalam memahami permasalahan Kota Medan, apalagi sudah memasuki periode kedua menjadi anggota DPRD Medan. “Saya pikir duet ini akan menjadi kekuatan tersendiri dalam kontestasi Pilkada Medan nantinya. Apalagi imej Gerindra sangat bagus di Kota Medan. Sedangkan Dahnil punya kekuatan jaringan di pusat, dan keduanya masih muda dan energik tentu menjadi pilihan segar bagi masyarakat Medan,” katanya.
Lantas jika dinilai kualitas dari kedua sosok ini, manakah yang lebih baik jika akhirnya mesti dipilih salah satunya oleh partai, Agus menegaskan, Ihwan Ritonga lebih unggul ketimbang Dahnil. Pertimbangan kuatnya, kata dia, Ihwan lebih menguasai ‘medan pertempuran’ dibanding juru bicara Prabowo Subianto itu.
“Ihwan itu kan anggota dewan dua periode. Tentu dia pasti paham permasalahan sekecil apapun tentang kota ini. Apalagi DPRD merupakan bagian dari pemerintahan daerah. Sedangkan Dahnil sudah dikenal sebagai sosok muda dan menjadi tokoh muda. Artinya lingkup pemahamannya juga sudah nasional. Dan konstelasi politik nasional dengan daerah itu sangat berbeda, tidak bisa disamakan,” katanya.
Yakin Prabowo Objektif
Sebelumnya, Ihwan Ritonga mengaku masih pede (percaya diri) kalau dirinya bakal diusung Partai Gerindra di Pilkada Medan 2020, meski Dahnil Anzar Simanjuntak mengklaim sudah mendapat restu dari Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ihwan berkeyakinan, Prabowo bisa menilai secara objektif, siapa yang paling pantas untuk diusung menjadi bakal calon Wali Kota Medan.
Menurut Ihwan, dirinya dan Dahnil masih sama-sama memiliki peluang yang sama untuk diusung Partai Gerindra di Pilkada Medan 2020. Karena, siapa sosok yang bakal diusung adalah keputusan DPP Partai Gerindra. “Kalau ada kabar beliau (Dahnil) ingin maju di Pilkada Medan, itu sah-sah saja. Saya, Dahnil dan semua orang termasuk kader Gerindra lainnya, punya hak yang sama untuk maju di Pilkada Medan 2020. Inilah politik. Inilah dinamika politik dan butuh kedewasaan dalam menyikapi dinamika politik ini. Ini biasa,” ucap Ihwan Ritonga kepada Sumut Pos, Senin (9/9).
Ihwan mengaku, dirinya justru tidak tahu adanya ‘restu’ yang didapatkan Dahnil dari Prabowo untuk maju di Pilkada Medan. “Oh, saya malah nggak tahu hal itu. Setahu saya, itu masih sekadar kabar, belum ada keputusan dari DPP atas siapa nama yang bakal diusung Gerindra di Pilkada Medan tahun depan,” ujarnya.
Dia justru mengaku santai mendengar kabar kalau Dahnil juga ingin maju di Pilkada Medan 2020. “Kenapa harus berlebihan menanggapi ini? Kita semua tahu bahwa keputusan ada di tangan DPP, baik itu Pak Prabowo dan semua pengurus yang ada di DPP. Pak Prabowo pasti bisa menilai objektif, siapa yang dinilainya sebagai sosok yang paling pantas untuk maju dan memimpin Kota Medan ditahun 2020. Beliau politisi senior, pasti punya penilaian yang matang dalam mengambil sikap dan keputusan,” tuturnya.
Ihwan pun optimis kalau dirinya masih memiliki peluang besar untuk diusung Partai Gerindra. Pasalnya, dirinya telah bergabung dengan Partai Gerindra Medan sejak 2011 dan turut membesarkan Partai Gerindra di Kota Medan sejak ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Gerindra Medan pada 2013.
Hasil kerja keras dirinya dan seluruh kader Gerindra Kota Medan, pada Pemilu 2014 Gerindra berhasil meraih kursi pimpinan di DPRD Medan. Bahkan di Pemilu 2019 lalu, perolehan kursi Gerindra di DPRD Medan naik secara signifikan menjadi 10 kursi. “Tak hanya itu, walaupun belum berhasil, di tahun 2014 yang lalu, saya dan teman-teman di Gerindra Medan sudah turut berjuang untuk memenangkan pasangan Prabowo – Hatta di Pilpres 2014 dan pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Pak Prabowo tahu betul itu,” bebernya.
Di sisi lain, lanjut Ihwan, kabar majunya Dahnil justru menjadi salah satu ‘barometer’ bagi dirinya dalam melihat besarnya antusiasme dan dukungan masyarakat terhadap dirinya untuk maju pada Pilkada Medan 2020. “Justru karena kabar ini, saya jadi melihat begitu besarnya dukungan warga Kota Medan kepada saya. Saya berterima kasih untuk semua dukungan yang datang ke saya. Bukan jadi kebanggaan apalagi kesombongan, tapi ini justru menjadi motivasi buat saya untuk melakukan yang terbaik bagi rakyat di Kota Medan,” tuturnya.
Pun begitu, kata Ihwan, ia tidak akan mempersoalkan apabila DPP punya keputusan sendiri yang membuatnya tidak diusung pada Pilkada Medan 2020. Menurutnya, sebagai kader yang baik ia wajib menghormati dan mendukung apapun keputusan partai.
“Siapapun itu yang nantinya diputuskan DPP untuk maju di Pilkada Medan 2020, sebagai kader yang baik saya pasti menghormati hal itu. Saya yakin, Pak Prabowo dan semua teman-teman di DPP bisa menilai secara objektif atas sosok yang pantas diusung dan berpeluang menang di Pilkada Medan tahun depan.” tutupnya.
Sebelumnya, kabar Dahn il Anzar Simanjuntak sudah mendapat restu dari Prabowo Subianto untuk maju di Pilkada Medan 2020, cukup menghentak pendukung dan simpatisan Ihwan Ritonga. Apalagi, nama Ihwan Ritonga sudah lama digadang-gadang sebagai salah satu bakal calon Wali Kota Medan terkuat dari Partai Gerindra.
Berbagai reaksi penolakan terhadap Dahnil Anzar pun bemunculan di media sosial. Mereka menilai, wacana majunya Dahnil yang bakal menggeser Ihwan Ritonga pada Pilkada Medan dari Partai Gerindra adalah keputusan yang keliru. Bahkan, masyarakat sangat mendukung Ihwan dan mengungkapkan kekecewaaannya apabila Ihwan Ritonga gagal maju sebagai calon Wali Kota Medan 2020 karena hadirnya sosok Dahnil Anzar.
Seperti akun Facebook milik Junaidi Syahputra yang menyebutkan, “Begitu banyak simpatisan bang Ihwan Ritonga kok bang dahnil bakal geser bang ihwan, mikie donk, maju terus bang ihwan”.
Adalagi akun Pratama Kifly yang menyatakan, “Bedakan mana kader terbaik dan jubir partai berilah aspirasi kader terbaik yang loyalisnya kepada partai dan masyarakat kota medan karena ihwan ritonga lah layak memimpin kota medan ini”.
“Pak Ihwan Ritonga… Kader terbaik… Perjuangannya luar biasa untuk partai & untuk Ketum partai…,” ujar pemilik akun Facebook Gumala Delsy. (prn/map)
Panitia foto bersama di Rumah Parsaktian Pomparan Raja Silahisabungan.
PESTA Partangiangan dan Budaya Luhutan Bolon Pomparan Raja Silahisabungan digelar dari tahun ke tahun oleh 8 putra keturunan Raja Silahi Sabungan yaitu Loho Raja, Tungkir Raja, Sondi Raja, Butar Raja, Dabariba Raja Debang Raja, Batu Raja dan Tambun Raja.
Pesta syukuran ini dilaksanakan adalah sebagai wujud ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkatNya kepada Pomparan Raja Silahisabungan dan juga sebagai simbol persatuan dan kesatuan untuk melestarikan nasehat yang diwariskan Raja Silahisabungan serta momen untuk menjalin tali silaturahmi dan kepedulian terhadap Bona Pasogit Silalahi Nabolak.
Sesuai gilirannya turpuk Butar Raja menjadi bolahan amak (panitia) Pesta Partangiangan dan Budaya Pomparan Raja Silahisabungan akan digelar tanggal 22-24 Nopember 2019 .
Dibawah ketua umum Dr Ir Sukardi Silalahi Sinabutar MBA akan mengadakan serangkaian kegiatan yang diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam memajukan pariwisata di Silalahi Nabolak yang kaya akan keindahan alam dengan hamparan Tao Silalahi, situs situs sejarah yang dimiliki dan indahnya pemandangan alam dan udara yang sejuk di Bukti Siattaratas.
Adapun beberapa kegiatan yang sudah dilakukan Butar Raja sejak serah terima bolahan amak yaitu membangun selfie booth di area tugu Silahisabungan, membangun sarana dan prasarana internet (digital valley) di kantor Desa Silalahi 2 untuk dimanfaatkan pelajar dan kawula muda setempat, serta memfasilitasi beberapa penenun ulos untuk menjadi mitra binaan dari perusahaan-perusahaan tertentu.
Pada Sabtu 7 September 2019 kemarin, Bupati Dairi Eddy Berutu didampingi Ketua Umum Panitia bolahan Amak Dr Ir Sukardi Silalahi MBA bersama Ketua Umum Silahisabungan Se Dunia Asner Silalahi melakukan kick off dimulainya event SILAHISABUNGAN FEST 2019.
Silahisabungan Fest 2019 dikemas dalam dua kegiatan lomba yang menyediakan puluhan juta rupiah hadiah uang tuani ditambah lucky draw menarik yakni Photo Contest dan Fun Track Dolok Siattaratas.
Dalam sambutannya Eddy Berutu sangat mengapresiasi kegiatan Silahisabungan Fest 2019 karena in line dengan program Pemkab Dairi untuk menjadikan Silalahi Nabolak sebagai salah satu destinasi wisata lokal dan mancanegara.
Eddy Berutu menilai Pesta Partangiangan dan Budaya Pomparan Raja Silahisabungan yang dilaksanakan setiap tahunnya memiliki makna strategis untuk bidang parawisata dan budaya di Silalahi Nabolak dan event tahunan ini akan menjadi agenda tahunan pemerintah kabupaten Dairi.
Pada kesempatan yang sama Ketua Silahisabungan Asner Silalahi berterimakasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan dan melakukan beberapa kegiatan dalam hal Pesta Partangiangan dan Budaya Pomparan Raja Silahisabungan 2019.
Asner Sialalahi berharap agar apa yang telah diprogramkan berjalan dengan baik. Ia juga meminta seluruh Pomparan Raja Silahisabungan untuk turut serta membantu untuk mensukseskan seluruh rangkaian acara.
Koordinator Bidang Pariwisata Binsar Silalahi Sinabutar menerangkan untuk kegiatan Photo Contest sudah bisa dimulai sejak kick off tanggal 7 September 2019. Peserta yang berminat wajib follow akun instragram @SILAHISABUNGAN.FEST2019.
Objek photo menggambarkan keindahan alam, kekhasan dan kearifan lokal, situs sejarah dan budaya pariwisata di sekitar Silalahi Nabolak. Hasil photo di upload dari tanggal 7 September sampai 11 November 2019. Pada bagian caption, peserta wajib menandai (tag) minimal 3 orang teman akun @SILAHISABUNGAN.FEST2019 serta menambah tagar #silahisabunganfest2019. Juri yang ditunjuk panitia akan memilih 100 foto terbaik untuk di repost tanggal 15 sd 22 Nopember 2019 di @SILAHISABUNGAN.FEST2019 dan penentuan pemenang dilakukan berdasarkan jumlah LIKE terbanyak.
Adapun kegiatan Fun Track akan dilaksanakan tanggal 22 November 2019 bertempat di Dolok Siattaratas. Pendaftaran Fun Track Dolok Siattaratas sudah bisa dimulai dari sekarang dengan cara peserta mem follow akun instagram @SILAHISABUNGAN.FEST2019 dan mengisi form pendaftaran melalui link bit.ly/DaftarFUNTRACKSIATTARATAS. Peserta yang mendaftar dengan nomor urut 1 sd 200 akan mendapatkan kaos dan nomor dada sedangkan pendaftar nomor 200 s/d 500 hanya mendapatkan nomor dada.
Binsar menambahkan hadiah untuk foto contest sejumlah Rp15 juta rupiah dan hadiah fun track Rp 18 juta ditambah lucky draw menarik lainnya. (rel)
Foto: Istimewa AUDIENSI: Panitia Pelaksana Fun Walk IKA MM USU saat melakukan audiensi ke Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna mempererat silaturahmi, Ikatan Alumni Magister Manajemen Universitas Sumatra Utara (IKA MM USU) akan menggelar Fun Walk yang dikemas dalam Family Gathering. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di areal perumahan Royal Sumatra, Jalan Jamin Ginting Medan, Minggu (15/9) mendatang.
IKA MM USU adalah wadah para alumni sekolah pasca sarjana
manajemen USU yang saat ini berjumlah sekitar 1.355 orang, tersebar di seluruh
Indonesia. Berragam profesi yang digeluti para alumni, seperti CEO, Pemimpin
Perusahaan, Pemilik Bisnis, Pemangku Kebijakan, dan Pimpinan Lembaga, baik
swasta maupun pemerintah.
Ketua Panitia, Rio Tambunan, menjelaskan Family Gathering
bertujuan membangun networking di antara peserta khususnya para alumni dan
civitas akademi MM USU, sekaligus sebagai momen nostalgia. Pada perhelatan
perdana ini, IKA MM USU secara khusus menggandeng Royal Sumatra sebagai bentuk
persahabatan yang sudah lama terjalin.
“Menggandeng Royal Sumatra sebagai hunian modern dan hijau
alami merupakan hal yang tepat, mengingat selama ini IKA MM USU telah menjalin
persahabatan yang sebetulnya sudah lama, sejak terlibat dalam beberapa kegiatan
IKA MM yang lalu,” sebut Rio yang juga merupakan alumni IKA MM USU kepada
wartawan, Senin (9/9).
Ria mengatakan, kegiatan Fun Walk 5 K atau jalan santai
sejauh 5 kilometer dengan mengitari lanskap hijau dan asri Royal Sumatra,
ditambah dengan kegiatan pendukung lainnya, seperti senam zumba, body-combat,
pagelaran musik, aneka perlombaan, dan doorprize.
“Kami akan mengundang seluruh alumni, mahasiswa/i aktif, dan
dosen pengajar Program Magister Manajemen USU beserta keluarga untuk
berpartisipasi. Dan rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan berkesinambungan
sekali dalam setahun di Royal Sumatra” jelas Rio.
Rio menambahkan, sebelumnya Royal Sumatra sebagai perumahan
yang menggabungkan unsur alam dan hunian modern telah sukses menyelenggarakan
Royal Sumatra Fun Day yang diikuti hampir semua komunitas lari dan sepeda kota
Medan. Tak ayal Family Gathering ini akan menjadi salah satu kegiatan positif
yang berunsur olahraga.
Pelaksanaan Family Gathering ini tidak terlepas dari dukungan beberapa perusahaan antara lain Bank Sumut, Bank Mandiri, GoJek, Serayu Kopi, Telkomsel, Indocafe, Fitchips/Fitbar, Urban Gym Medan, Opal Coffee, Blackmores, Bank Central Asia (BCA), Winstar, Ocean Blue, Greenfields, Coca Cola, dan tentu saja Royal Sumatra. (gus)
Foto: Corcomm Martabe PENGHARGAAN: CEO PT Agincourt Resources, Tim Duffy menerima ISDA 2019 di Jakarta, Jumat 6 September 2019. Tambang Emas Martabe total menerima sepuluh penghargaan program pemberdayaan masyarakat pada ajang ini meliputi satu Platinum, enam Gold, dan tiga Silver.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe memborong 10 penghargaan untuk 10 program pemberdayaan masyarakat di ajang Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2019. Sepuluh penghargaan tersebut meliputi satu penghargaan Platinum, enam penghargaan Gold dan tiga penghargaan Silver.
Ke-sepuluh program pemberdayaan masyarakat yang diusung oleh
PT Agincourt Resources ini dilakukan dalam rangka mendukung pembangunan
berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs),
ISDA merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan oleh
Corporate Forum for Community Development (CFCD) yang didukung oleh Kementerian
Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Badan Standardisasi Nasional (BSN)
dan sejumlah kementerian lainnya. Penyerahan penghargaan berlangsung Jumat, 6
September 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta.
Adapun Penghargaan Platinum diraih PT Agincourt Resources
(PTAR) dalam kategori bidang Tanpa Kelaparan (SDG’s 2) melalui Program
Penguatan Kelembagaan Usaha Tani Penangkar Padi untuk Kemandirian Ekonomi. Pada
tahun 2016, PTAR menginisiasi program demplot penangkaran padi kepada Kelompok
Tani Permata Hijau di Desa Sipenggeng Kecamatan Batangtoru dengan lahan seluas
1 Ha. Program ini untuk memperkenalkan dan mengedukasi kelompok tani dalam
melakukan budidaya penangkaran padi. Program demplot penangkaran ini dirasa
perlu karena masih minimnya kelompok penangkar padi khususnya di Kabupaten Tapanuli
Selatan. Dengan adanya kelompok penangkar padi ini, diharapkan mampu menjadi
solusi beberapa permasalahan pengembangan budidaya padi.
Dalam luasan 1 Ha ini, Kelompok Tani Permata Hijau berhasil
menerapkan prinsip-prinsip budidaya penangkar padi berkat dukungan teknis dari
BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian, Peternakan dan Kehutanan) Kecamatan
Batangtoru dan UPT BPSB (Unit Pelaksana Teknis – Balai Pengawasan dan
Sertifikasi Benih) Tapanuli Selatan. Keberhasilan ini menjadi modal dan
memberikan motivasi bagi kelompok tani untuk melakukan ekstensifikasi.
Keberadaan kelompok tani penangkar ini diharapkan mampu
menjawab tantangan di atas dalam hal budidaya pertanian padi secara umum.
Seiring berjalan waktu, luasan area tanam bertambah mencapai 15 Ha (2017) dengan
melibatkan 4 kelompok tani. PTAR bersama dengan Kelompok Tani, BP3K Kecamatan
Batangtoru dan UPT BPSB Tapanuli Selatan melakukan diskusi untuk menjaga
keberlanjutan usaha penangkaran padi ini. PTAR juga melibatkan pihak ketiga
untuk melakukan assessment terkait rekomendasi apa yang tepat untuk menjamin
keberlangsungan usaha penangkaran padi.
Foto: Corcomm Martabe PIAGAM: CEO PT Agincourt Resources, Tim Duffy dan Direktur Operasi PT Agincourt Resources Ed Cooney menunjukkan beberapa piagam penghargaan ISDA Awards 2019.
Sementara itu enam penghargaan Gold diraih masing-masing
melalui kategori Bidang Kehidupan Sehat dan Berkualitas (SDG’s3) dengan dua
program yaitu melalui program Masyarakat Sadar dan Bebas Penyakit TB serta
program Gerakan Semua Berhak Sehat dan Sejahtera (Kelompok Rentan). Penghargaan
Gold ketiga di bidang Tanpa Kelaparan
(SDG’s 2) melalui Program Penguatan Kemandirian Kelompok Tani Rentan
(Vulnerable Community) terhadap Sarana Budaya Pertanian dan Akses Modal.
Di bidang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG’s 8)
penghargaan Gold keempat diraih melalui Program Pengembangan Ekonomi Komunitas
Berbasis Produk 3 R (Reuse, Reduce Recycle).
Sementara penghargaan Gold kelima dan keenam diraih
masing-masing di Bidang Air Bersih dan
Sanitasi Layak (SDG’s 6) melalui Program Gerakan Promosi Kesehatan Sanitasi
Lingkungan Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) – STOP Buang Air
Besar Sembarangan (BABS) dan di Bidang Pendidikan Berkualitas (SDG’s 4) untuk
Program Beasiswa Sahabat Cerdas Tambang Emas Martabe.
Sedangkan tiga Penghargaan Silver diraih masing-masing,
pertama untuk bidang Kesetaraan Gender (SDG’s 5) melalui Program Pengembangan
Koperasi Wanita – Koperasi Sahata Satahi Saoloan. Penghargaan silver kedua di Bidang Tanpa
Kelaparan (SDG’s 5) melalui Program Edukasi Kewirausahaan Induktif melalui
Budidaya Tanaman Akar Rimpang – Kelompok Wanita Tani Bandar Hapinis. Sementara
penghargaan Silver ketiga adalah di Bidang Ekosistem Daratan (SDG’s 15) untuk
Program Pengembangan Model Budidaya Pertanian Terpadu Ramah Lingkungan – Griya
Upa Tondi.
CEO PT Agincourt Resources, Tim Duffy yang menerima langsung
penghargaan ini menyambut baik atas pencapaian ini. Menurut Tim Duffy, selama
tujuh tahun beroperasi, Tambang Emas Martabe sangat concern dengan program
pengembangan masyarakat maupun peduli pada lingkungan di sekitarnya secara
konsisten dan berkesinambungan.
“Tentunya, kami bersyukur bahwa komitmen kami dalam rangka
mencapai berbagai kesuksesan, termasuk operasi yang aman dan efisien,
memperhatikan dampak lingkungan, dan memastikan bahwa kehadiran kami memberikan
manfaat sosial jangka panjang yang positif bagi semua pemangku kepentingan
lokal mendapatkan aprsesiasi melalui ajang penghargaan ini,” kata Tim Duffy.
“Tentunya ini akan semakin memicu kami dalam memberikan
kontribusi yang lebih bermanfaat secara konsisten dan berkelanjutan bagi
pengembangan masyarakat lingkar tambang emas Martabe,” lanjutnya.
ISDA 2019 diberikan berdasarkan pada pemenuhan kriteria
program pemberdayaan masyarakat terhadap 17 SDGs oleh PBB. Penghargaan serupa
telah diselenggarakan oleh CFCD sejak 2010. Pada tahun ini total terdapat 66
perusahaan dari sektor pertambangan, energi, industri manufaktur dan jasa yang
bersaing mendapatkan penghargaan. Adapun, di Indonesia, penerapan dan
pencapaian SDGs didukung oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden No.59/2017
tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. (rel/mea)
Angger Bondan/Jawa Pos
BARU: Pemain baru Persebaya Surabaya Aryn Williams dalam latihan di Lapangan Polda Jatim, Surabaya, Sabtu (7/9).
BARU: Pemain baru Persebaya Surabaya Aryn Williams dalam latihan di Lapangan Polda Jatim, Surabaya, Sabtu (7/9). Angger Bondan/Jawa Pos
SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Bursa transfer putaran kedua Liga 1 2019 akan berakhir pada 16 September. Sementara Pelatih Alfred Riedl dijadwalkan baru tiba di Surabaya pada 20 September. Artinya, Riedl tidak bisa memantau secara langsung kegiatan transfer Persebaya Surabaya.
Praktis, proses transfer akan dikendalikan sang asisten Wolfgang Pikal. Dia sudah melakukan komunikasi dengan Riedl. Rencananya, ada keputusan soal transfer pemain pada Selasa (10/9) mendatang. Itu berbarengan dengan laga Timnas Indonesia kontra Thailand. Saat itu, sudah ada kepastian apakah bek Persebaya Otavio Dutra sudah resmi menjadi WNI atau belum.
Jika sudah, Pikal akan mendatangkan pemain asing.
“Saya ingin playmaker, pemain nomor 10,” ungkap Pikal, saat ditemui usai latihan di Lapangan Polda Jatim, Sabtu (7/9) sore.
Posisi itu sama dengan posisi Damian Lizio. Artinya, kans Lizio untuk terdepak sangat besar. “Mau enggak mau harus coret pemain. Memang bisa lebih 4 pemain asing? Kan enggak bisa,” tambah dia.
Bukan hanya pemain asing, Pikal juga sudah bergerilya mendatangkan pemain lokal. “Ada 5 pemain lokal yang sudah kami dekati,” kata pelatih 51 tahun itu.
Pikal enggan menyebutkan identitas pemain yang diincar. Tapi, ada beberapa nama yang santer dikabarkan bakal berlabuh ke Persebaya. Satu di antaranya adalah striker PSM Makassar Ferdinand Sinaga. Sebetulnya kans Ferdinand bergabung bersama Green Force, cukup besar. Apalagi, posisinya di skuad PSM terancam seiring dengan datangnya Ezra Walian. Artinya, PSM memiliki 4 striker.
Selain Ferdinand dan Ezra, masih ada Amido Balde dan Guy Junior. Terlebih, Persebaya hanya punya David da Silva di posisi ujung tombak. Sayangnya, upaya untuk menggaet pemain lokal itu tak membuahkan hasil. “Karena 5 pemain itu tidak dilepas klub masing-masing,” tambah pelatih berdarah Austria tersebut.
Meski begitu, Pikal sama sekali tidak khawatir. “Kalau gagal, ya kami manfaatkan pemain yang ada saja,” imbuh pelatih kelahiran 1 November 1967 itu.
Manajemen PSM tak menampik sempat ada tawaran bagi Ferdinand dari beberapa klub. Termasuk ada untuk opsi peminjaman selama putaran kedua. Tapi, manajemen PSM dengan tegas menolak meski sudah punya 4 striker. “Enggak-lah, sudah cukup (pemain dipinjamkan, red). Kan Guy Junior sama Bayu Gatra lagi cedera. Kami butuh pemain sepadan yang bagus,” jelas CEO PSM Munafri Arifuddin.
Untuk pemain lokal, Pikal sudah memetakan kebutuhan tim. Pemain di posisi bek kanan dan kiri serta playmaker menjadi buruan utama. “Yang pasti, kami ingin cari pemain yang tidak masuk skuad timnas. Karena sudah banyak pemain kami yang masuk timnas,” pungkasnya. (jpc/saz)
batara/sumut pos
LOLOS: Tim PSDS Deliserdang sebelum laga lawan PS Harjuna Putra.
LOLOS: Tim PSDS Deliserdang sebelum laga lawan PS Harjuna Putra. Batara/sumut pos
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – PSDS Deliserdang memastikan diri melaju ke babak 10 besar Liga 3 Zona Sumatera Utara, setelah mengalahkan PS Harjuna Putra dengan skor 4-0 di Stadion Baharoeddin Siregar, Sabtu (7/9) lalu. Dengan hasil ini, PSDS menjadi runner up Grup A, mendampingi Polres Deliserdang melaju ke babak selanjutnya.
Pada laga penentuan ini, Pelatih PSDS Dosman Sagala, menerapkan permainan menyerang, dan cepat. Barisan pertahanan Harjuna Putra harus berkerja ekstra keras untuk menghadang laju permainan barisan depan Traktor Kuning yang dikomandoi Kapten Moh Irsan.
Tak perlu waktu lama, menit 11 Bima Lesmana berhasil membobol gawang Harjuna Putra yang dikawal Sandi Pradika. Bima berhasil menendang keras dari luar kotak penalti yang terukur. Skor berubah 1-0.
Keunggulan PSDS bertambah beberapa menit kemudian. Melalui heading Vikra Seifah Lepi yang berhasil memanfatkan umpan dari Rizky Rahmadan, mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Menit 27, PSDS kembali memperbesar jarak dari eksekusi penalti Tri Andre Ramadhan dan mengubah skor jadi 3-0. Titik putih ditunjuk wasit Edy Syahputra, usai pemain belakang Harjuna Putra, menjatuhkan Bima Lesmana di kotak penalti. Hingga turun minum kedudukan tak berubah 3-0 untuk keunggulan PSDS.
Tertinggal 3-0, Pelatih Harjuna Putra, Eko Syahputra, memerintahkan para penggawa agar menerapkan strategi bertahan. Akibatnya, ritme pertandingan menurun.
Namun, bukannya memperkecil ketertinggalan, Harjuna Putra malah kembali kebobolan.
Di masa enjury time, tendangan keras Kurniawan tak bisa dibendung kiper lawan. Skor berubah 4-0. Dan angka tersebut tak berubah hingga laga berakhir.
Pelatih PSDS, Dosman Sagala mengatakan, kemenangan timnya memanfatkan banyaknya pemain Harjuna Putra yang mengalami kelelahan, karena jarak pertandingan sebelumnya terlalu dekat.
“Hasil 4-0 belum memusakan, alasannya para pemain lawan banyak mengalami kelelahan. Karena jarak pertandingan sebelum melawan PSDS, terlalu dekat. Tidak cukup waktu untuk recovery,” sebut Dosman.
Menurut mantan pemain Pelita Jaya itu, selama babak penyisihan ini, lawan berat yang dihadapi PSDS saat bentrok dengan Polres Deliserdang FC. “Kami kalah dari tim tersebut. Dan kekalahan itu kami jadikan pelajaran,” sebut Dosman.
Untuk menghadapi babak 10 besar, Dosman berkonsentrasi meningkatkan kemampuan fisik para pemainnya. Hal ini dinilainya, karena selama babak penyisihan, tim asuhannya masih kurang maksimal. Meski secara keseluruhan fisik skuad Traktor Kuning masih unggul di antara tim lainnya di Grup A. (btr/saz)