Home Blog Page 5078

Resmikan PAUD Kirana Tigalingga

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS GUNTING PITA: Bunda PAUD Dairi, Ny Romy Mariani boru Simarmata didampingi Kadis Pendidikan, Rosema Silalahi menggunting pita tanda pendirian PAUD Kirana Tigalingga.
GUNTING PITA: Bunda PAUD Dairi, Ny Romy Mariani boru Simarmata didampingi Kadis Pendidikan, Rosema Silalahi menggunting pita tanda pendirian PAUD Kirana Tigalingga.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani Eddy Berutu boru Simarmata mengungkapkan, baru 20 persen anak-anak di Dairi mengecap pendidikan di usia dini.

Hal itu disampaikannya saat meresmikan pendirian PAUD Kirana di Desa Lau Sireme, Kecamatan Tigalingga, Rabu (28/8).

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dairi, Rosema Silalahi serta dihadiri sejumlah pimpinan PAUD, Romy Mariani mengatakan, anak adalah berkat yang diberikan Tuhan kepada setiap pasangan keluarga. Sehingga orangtua punya tanggung jawab memastikan anak tersebut hidup sehat, cerdas serta ceria.” Orangtua punya peran utama mengantarkan mereka ke masa depan yang lebih baik yang tentunya mereka juga akan membuat orangtua bangga,” ucapnya.

Romy menyebut, dengan dibangunnya PAUD Kirana akan membuka peluang masa depan yang lebih baik buat anak usia dini di Kecamatan Tinggalingga.

Ditambahkanya, sesuai hasil audiensi Bunda PAUD ke Dirjen PAUD pusat di Jakarta beberapa waktu lalu, Kepala Desa bisa mengalokasikan 5 persen dari Dana Desa (DD) untuk pendirian PAUD. Romy mengimbau semua Kades membantu program Pemkab Dairi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pendirian lembaga pendidikan dimaksud. (mag-10/han)

Zulfansyah Ketua MPC PP Sergai 2019-2023

surya/sumut pos TERPILIH: Usai terpilih ketua MPC PP Sergai Zulfansyah SH, diabadikan bersama Ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah, Sabtu (31/8).
TERPILIH: Usai terpilih ketua MPC PP Sergai Zulfansyah SH, diabadikan bersama Ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah, Sabtu (31/8).
surya/sumut pos

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Muscab IV MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sergai digelar di Wisma Amerta PTPN IV Adolina, Kelurahan Batang Terap, Kecamatan Perbaungan, Sabtu (31/8).

Ketua panitia pelaksana Muscab Ir Endar Sutan Lubis MSi, mengatakan Muscab bertujuan memilih dan membentuk kepengurusan MPC Kabupaten Sergai untuk periode 2019-2023.

Dikatakan Endar, kegiatan ini terlaksana atas kontribusi dan swadaya seluruh pengurus MPC PP Sergai, PAC dan Srikandi Pemuda Pancasila se-kabupaten Sergai. Bertema “Mari Kita Jalin Kesatuan dan Persatuan Untuk Mewujudkan Pemuda Pancasila Kabupaten Serdang Bedagai,” kata Endar.

Pada kesempatan itu, Wabup Sergai H Darma Wijaya mengatakan, siapapun ketua dan pengurus yang terpilih adalah sosok-sosok terbaik kader, dan diharapkan semakin menjalin kerja sama dan sinergitas yang kuat dengan pemerintah daerah.

Darma Wijaya berpesan, seluruh Pemuda Pancasila agar menjadi garda terdepan guna memberantas peredaran narkoba.

Kepada seluruh kader PP, teruskan bakti, bekerjalah dengan dan untuk masyarakat serta disampaikan rasa hormat pada kepengurusan MPC PP Sergai yang telah mandiri serta banyak membantu masyarakat Kabupaten Sergai.

Sementara kepada ketua yang terpilih, saya yakin adalah kader yang terbaik untuk berbakti kepada masyarakat melalui wadah PP yang harus terus mengawal ideologi Pancasila sebagai dasar negara kita.

Dalam arahan dan bimbingannya ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah mengatakan, musyawarah ini adalah kegiatan yang ke-25 di Sumut.

Kemudian Kodrat menegaskan, siapa pun kader PP yang terlibat dalam narkoba akan ditindak dengan dikeluarkan dari keluarga besar PP, untuk kemudian diserahkan kepada pihak berwajib. “Hal itu dilakukan agar nantinya PP adalah generasi yang bersih dari narkoba dan menjadi referensi para orangtua dalam hal pembinaan generasi muda yang bersih narkoba,” tegas Kodrat seraya mengimbau kader PP harus menjaga nama baik organisasi.

Sebelumnya, panitia pelaksana melakukan test urine kepada 17 PAC PP yang mengikuti jalannya Muscab tersebut. Pemeriksaan urine itu dilakukan oleh pihak BNNK Sergai. Hasilnya negatif dari test urine yang dilakukan oleh BNNK Sergai kepada 17 PAC dan 1 peserta dari MPC. Usai melakukan test urine selanjutnya peserta baru melakukan hak pilihnya untuk memilih.

Dalam Muscab itu, terpilih sebagai ketua MPC PP Sergai Zulfansyah SH masa priode 2019-2023 dengan memperoleh 9 suara, sedangkan lawannya Mukshin Ibrahim mendapat 8 suara.

Ketua terpilih Zulfansyah SH memberikan ucapan terima kasih kepada ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah bersama seluruh unsur pengurus yang telah hadir dan menyaksikan jalannya pemilihan ini. (sur/han)

Kelola Sampah dan Kesediaan Air Bersih, Pemko Tebingtinggi-Jepang Jalin Kerja Sama

sopian/sumut pos MoU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan melakukan MoU dengan Wali Kota Toyama Jepang, Masashi Mori.
MoU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan melakukan MoU dengan Wali Kota Toyama Jepang, Masashi Mori.
sopian/sumut pos


TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan dan Wali Kota Toyama, Jepang, Mr Masashi Mori menyatakan kehendak untuk melakukan kerja sama (MoU) dalam bidang pengembangan teknologi energi terbarukan untuk pengelolaan sampah.

Selain itu, Tebingtinggi dan Jepang juga bekerja sama dalam pengelolaan pasokan air bersih, bidang pertanian, bidang promosi pariwisata dan bidang peningkatan kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah.

Pernyataan kedua pimpinan kota ini dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani pada 30 Agustus 2019 di Kantor Wali Kota Toyama disaksikan Muhammad Arif Hidayat (Kabid Kerja Sama Antar Negara Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri RI) dan Ketua DPRD Kota Tebingtinggi, Muhammad Yuridho Chap.

Turut dalam acara tersebut Wakil Ketua I Hazly Azhari Hasibuan dan Wakil Ketua II Chairil Mukmin Tambunan, Wakil Wali Kota Toyama, Kepala Deputi Lingkungan Hidup Toyama, Pejabat terkait lainnya dari Pemko Toyama.

Penandatanganan LoI ini dirangkaikan dengan site visit ke lokasi-lokasi renewable energi di Kota Toyama dan Exchanging Opinion antara Kepala OPD Kota Tebingtinggi terkait dengan Kepala Devisi Kota Toyama. Kerja Sama Kota Tebingtinggi dengan Kota Toyama difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri RI. (ian/han)

Wawako Binjai Pimpin Apel Hari Pramuka ke-58

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Binjai menggelar Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-58 tahun 2019 tingkat Kota Binjai di Lapangan Merdeka, Jalan Veteran Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Sabtu (31/8).

Apel yang mengambil tema Bersama Seluruh Komponen Bangsa, Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI itu dipimpin Wakil Wali Kota sekaligus Kepala Kwarcab Pramuka Binjai.

Dalam sambutannya, H Timbas Tarigan mengatakan, pramuka adalah salah satu lembaga sah dan memiliki undang undang. Maka itu, dirinya meminta kepada pembina dan orangtua tetap menyemangati anak untuk lebih giat lagi di kepramukaan yang sekarang ini menjadi tanggung jawab kita bersama.

“Mari kita tingkatkan giat kepramukaan ini menjadikan pendidikan berkarakter dan nasionalis, serta kebangsaan,” kata dia.

Kepada pengurus kwartir ranting, Timbas berharap agar dapat saling mengisi segala kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pembina. “Sebab Dasa Dharma itu sangat hebat. Di dalamnya tertuang jiwa nasionalisme, patriot dan bersahaja,” ujarnya.

Lebih jauh, kepada anggota pramuka mulai tingkat siaga, penggalang, penegak, Timbas menegaskan, agar selalu menjauhi narkoba, jangan pernah mendekati, apalagi sampai mencoba.

“Salam Pramuka, Jaya Pramuka, Jayalah Indonesiaku,” teriak Timbas mengakhiri sambutannya.

Usai memberikan arahan, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dengan menyanyikan lagu Hymne Satya Darma Pramuka dan penampilan dari masing-masing kwartir ranting se-Kota Binjai. (ted/han)

BKM Masjid Ubudiyah Peringati 1 Muharam

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Ubudiyah Pangkalan Brandan bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Ubudiyah menggelar peringatan 1 Muharam 1441 Hijriah, Sabtu (31/8) malam.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua BKM Ubudiyah H.Syahrum Hakim, SH, Sekjen BKM Ubudiyah, Safriyansyah, Camat Babalan Yafizham Parinduri, SSos, Camat Besitang, Ibnu Hajar, S.Sos.Kapolsek P.Brandan Iptu Pol Danil Saragih.Dan Yon 8 Marinir.Letkol Mar. Danang Ary Setiawan. S.A.P. M.Tr. Pasiop.Mayor.Mar. Afrizon, Ka.UA.Babalan Fuad, S.Ag, Lurah Berandan Barat, Musa Pasaribu, Ketua IPHI Babalan, Drs H. Ismed Solihin, Ketua ICMI Babalan, Drs H Mujio Arianto, Kepala SMP Ubudiyah Erviana, SPd, Ka.Aliyah Ubudiyah Sutrisnawati, SPd, Ka.Mts Ubudiyah, Nurmansyah, SPdi dan sejumlah undangan.

Ketua BKM Ubudiyah Pangkalan Brandan, H. Syahrum Hakim, SH dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan peran serta partisipasi aktifnya dalam menyukseskan gebyar peringatan 1 Muharram 1441 hijriah di Masjid Ubudiyah yang kita cintai.

“Mari kita berdoa kiranya pada tahun baru hijriah ini, kita akan lebih baik dari tahun-tahun sebelum, sesuai dengan tuntutan ajaran agama kita bahwa hari ini kita harus lebih baik dari hari-hari kemarin.Dan itulah orang-orang yang beruntung,” harap H Syahrum Hakim.

Ketua Panitia, H Sigit melaporkan peringatan 1 Muharram 1441 hijriah diisi dengan kegiatan-kegiatan bernuansa Islami, penampilan pembacaan selawat, puisi dan lain-lain yang ditampilkan oleh anak-anak dari SMP, MTS DAN Aliah Ubudiyah Pangkalan Brandan, remaja masjid ubudiyah, P.Brandan dan dari remaja masjid dan sekolah lain di Kecamatan Babalan, termasuk para prajurit 8 Marinir.

Kegiatan ini diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan Sari Tilawah, dilanjutkan dengan Tausiyah oleh Al-Ustad Syahrial Darwis, MA dari Aceh Tamiang NAD. Dalam tausyiahnya, ustad Syahrial mengatakan bahwa permulaan perhitungan penanggalan menurut ajaran islam, bukanlah dari Bulan masehi, ( januari ) melainkan dari bulan Arab yakni Muharram.

Karena itu, Ustad Syahrial Darwis mengajak seluruh umat Islam untuk mempedomani prinsib ajaran Islam ini. “Kegiatan tausiah, zikir, pembacaan salawat dan lain-lain. Dan bukan malam baru masehi, yakni 31 malam tanggal 1 Januari itu adalah tahun barunya agama di luar Islam,” kata Ustad Syahrial.

“Karena itu marilah kita jadikan tahun baru 1441 hijriah ini menjadi momentum bagi kita umat Islam untuk kembali kepada petunjuk ajaran agama Islam dalam semua aspek kehidupan kita sehari-hari, ” harap Ustad Syahrial Darwis. (yas/han)

Warga Minta Kades Negari Dicopot

solideo/sumut pos TEMUI: Puluhan ibu-ibu warga Desa Negari, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo, temui Bupati Karo Terkelin Brahmana untuk meminta Kades mereka dicopot.
TEMUI: Puluhan ibu-ibu warga Desa Negari, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo, temui Bupati Karo Terkelin Brahmana untuk meminta Kades mereka dicopot.
solideo/sumut pos

KARO, SUMUTPOS.CO – Puluhan emak-emak asal Desa Negari, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo mendesak Bupati Karo Terkelin Brahmana untuk menonaktifkan Kepala Desa Negari, Pelita Purba.

Dalam pertemuan dengan Bupati Karo, Erika br Ginting mengungkapkan, bahwa mereka membawa masalah pertanggung jawaban Dana Desa 2017 dan 2018 ke ranah hukum. Hanya saja, laporan pengaduan yang mereka sampaikan ke Polres Tanah Karo, Juli 2019 lalu, hingga kini tak kunjung jelas.

“Tapi sampai detik ini, kasus tersebut belum diproses sehingga kami datang ke Bupati Karo meminta bantuan untuk oknum Kades tersebut dapat diberhentikan dari jabatannya. Mengingat kami warga Desa Nageri sudah muak melihat tingkah lakunya, maupun arogansi dia selaku Kades,” tutur Erika.

“Tolong Pak Bupati percepat oknum Kades tersebut diberhentikan karena warga takut silap dengan sikapnya sekarang ini. Seolah-olah beliau kebal hukum,” ungkapnya. Elisabet br Sitepu meminta Bupati Karo Terkelin Brahmana memperhatikan mereka dalam kasus tersebut.

“Kasihani kami Pak Bupati, hanya Pak Bupati yang bisa membantu kami. Sebab masalah ini sudah lama berlarut-larut tak kunjung selesai. Kami tak tahu harus berbuat apa. Sebab kasus ini juga sudah ditangani Polres tapi belum ada tanda-tanda penyidikan dimulai,” katanya. Terkelin Brahmana meminta warga Desa Nageri yang menemuinya di ruang kerja Kantor Bupati Karo, Kamis (29/8), untuk bersabar dan menunggu hasil pemeriksaan polisi.

“Kita tunggu saja, itu ada mekanisme, sistem penanganan kasus. Itu urusan hukum,” ujar Bupati Karo. Merespons tuntutan warga meminta pemberhentian Kades Nageri, Terkelin menyatakan hal itu tidak bisa dilakukan semena-mena.

“Saya tidak dapat semena-mena memberhentikan seseorang berdasarkan tidak suka. Yang saya mau harus ada regulasi dan tingkat kesalahannya yang melawan hukum. Jika ini ada segera akan saya perintahkan Inspektorat untuk mengaudit kinerjanya dan Dinas PMD sebagai teknis buatkan kajian.

Jika layak dan memenuhi syarat sesuai ketentuan peraturan maka saya akan laksanakan amanah undang-undang,” ujar Terkelin. Dalam pertemuan itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana menghubungi Polres Tanah Karo mempertanyakan proses penanganan kasus Kades Nageri yang dilaporkan warganya.

Di perbincangan melalui telepon, yang didengar para emak-emak warga Desa Nageri itu, penyidik Polres Tanah Karo menjelaskan bahwa penyidik memerlukan sejumlah data dari Inspektorat Pemkab Karo.

Usai menerima penjelasan dari Polres Tanah Karo, Terkelin Brahmana menyatakan akan segera memerintahkan Kepala Inspektorat Pemkab Karo, Philemon Brahmana memberikan data yang diperlukan Kepolisian.

“Hari ini juga akan kita perintahkan Inspektorat memberikan hasil audit yang dibutuhkan. Pada prinsipnya Pemda Karo siap apa yang diminta penyidik,” tegas Terkelin.

Kepala Inspektorat Philemeon Brahmana menyatakan akan segera memberikan data yang diperlukan Kepolisian. “Sesuai instruksi Bupati Karo, sekarang, besok, lusa atau kapan saja kami siap memberikan apa yang diperlukan. Kami menunggu kedatangan penyidik,” tegasnya. (deo/han)

Pemkab Langkat Gandeng USU Perbaiki Dunia Wisata

KERJA SAMA: Kadis Parbud Langkat Hj. Nur Elly Heriani Rambe menandatangi kerja sama dengan USU.
KERJA SAMA: Kadis Parbud Langkat Hj. Nur Elly Heriani Rambe menandatangi kerja sama dengan USU.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk membenahi sektor budaya dan pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Langkat menjalin kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU), Sabtu (31/8).

Salah satunya dengan menggelar kuliah umum bertema Langkat Menuju Warisan Dunia. Hadir sebagai narasumber dari negara jiran, Prof Datok Dr. Mukhtar Saidin selaku Arkeolog dari pusat penelitian Arkeologi Global Pulau Penang Malaysia., di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat.

Di sela-sela kuliah umum, dilakukan penandatanganan MoU antar Disparbud Langkat dengan Prodi S2 ilmu sejarah FIB-USU, yang disaksikan Sekdakab Langkat dr H Indra Salahuddin.

Indra Salahuddin dalam sambutannya mengatakan, kegiatan kuliah umum sangat sejalan dengan salah satu misi Kabupaten Langkat 5 tahun ke depan, yaitu menjadikan pariwisata dan kebudayaan, sebagai program prioritas pembangunan Langkat. “Saya meminta agar para peserta mengikuti kuliah umum dengan serius dan hikmat,” ujarnya.

Karenanya, sambung Sekda, di Kabupaten Langkat ada banyak peninggalan sejarah yang layak untuk diperkenalkan ke dunia, salah satuh contohnya warisan heritage Masjid Azizi Tanjung Pura, yang diyakini dapat menjadi destinasi wisata sejarah religius kelas dunia.

Untuk itu diharapkan, lanjut Sekda, melalui kuliah umum ini, para guru dan dosen selaku peserta, kedepan dapat bersama – sama membina generasi muda Langkat, agar sadar wisata dan sadar budaya. Sehingga masa depan bangsa semakin maju dan bermartabat.

Sedangkan untuk para budayawan, seniman dan penggiat seni diharapkan membina budaya daerah dan budaya nasional, dengan sungguh-sungguh. Agar menjadi bagian yang dapat disajikan kepada wisatawan yang datang ke Langkat. “Serta menjadi bagian dari promosi ke luar Kabupaten Langkat, termasuk ke luar negeri,” ungkapnya.

Kadis Budpar Provsu Ria Novida Telaumbanua, mewakili Gubsu, menyampaikan, kuliah umun ini dilakukan dalam rangka mengenal jejak perjalanan yang lebih dekat, dan sekaligus untuk menemukan jejak awal masuk dan berkembangnya agama dan kerajaan Aru di Langkat.

Selain itu, kata Ria, acara kulia umum ini dimaksud sebagai salah satu upaya dan langkah strategis guna memberikan pemahaman, pentingnya makna nilai paristiwa sejarah dan budaya, khususnya warisan budaya. Seperti peninggalan dari kesultanan Langkat yaitu Mesjid Azizi dan keberadaan Pulai Kampai.

Sementara Kadis Parbud Langkat Hj. Nur Elly Heriani Rambe, pada laporannya, menyampaikan, melalui kuliah ini Prof. Datok Dr. Mukhtar Saidin, berencana menginformasikan bagaimana warisan budaya, khususnya warisan budaya kesultanan Langkat Masjid Azizi Tanjung Pura, di usulkan ke Unesco melalui Lembaga Cagar Budaya Provsu dan Kementrian Pariwisata RI, untuk dipertimbangkan sebagai salah satu warisan budaya dunia.

“Semoga Kuliah umun ini, akan menjadi catatan sejarah, bahwa kajian dan hasil penelitian dasarnya dapat mengatarkan Langkat dan warisan yang ada, sebagai bukti nyata.

Sehingga kelak, kejayaan Langkat pada masa lalu dapat diangkat menjadi bagian dari warisan dunia,” harapnya. Pada kegiatan tersebut, juga dilakukan penyerahan cendra mata berupa manitur tugu menumen T Amir Hamzah, oleh Sekda kepada Prof. Datok Dr. Mukhtar Saidin. Turut hadir unsur Forkopimda Langkat, para pimpinan OPD Pemkab Langkat, serta undangan lainnya. (bam/han)

Piala Presiden Kompetisi Nasional Media Tinggal 15 Hari Lagi

Foto: Istimewa
Urun Rembuk tentang Piala Presiden Kompetisi Nasional Media, di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Sabtu (31/8/2019) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kompetisi Nasional Media 2019 memperebutkan Piala Presiden dan uang sebesar Rp1,575 miliar, tinggal 15 hari lagi. Pengiriman karya jurnalistik akan ditutup pada 15 September 2019. Awak media di Sumatera Utara diundang untuk mengirimkan karya jurnalistik sebanyak-banyaknya.

Piala Presiden Kompetisi Nasional Media tahun 2019 mengambil lima tema, yakni Persatuan dan Kerukunan Bangsa, Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Berkesejahteraan Sosial, Pendidikan dan Pengembangan SDM di Era 4.0 dan Pengembangan Industri Berbasis Pemanfaatan Teknologi Digital.

“Nilai tambahnya adalah karya yang memberi manfaat besar bagi pemerintah maupun masyarakat luas dalam menghadapi persoalan-persoalan krusial Bangsa Indonesia dewasa ini,” kata Agus Sudibyo, anggota Dewan Pers yang juga Panitia Penyelenggara Piala Presiden Kompetisi Nasional Media, saat Urun Rembug Tokoh Pers Tentang Masalah Bangsa di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Sabtu (31/8) malam.

Kompetisi ini digelar sebagai apresiasi Presiden Jokowi atas dukungan media dalam membantu pemerintah mengatasi berbagai tantangan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. Apresiasi ini kemudian dilembagakan melalui ajang Piala Presiden-Kompetisi Nasional Media.

Untuk 2019 ini, ada 6 kategori yang diukutsertakan dalam kompetisi ini yakni Karya Jurnalistik Media Cetak/media siber, Karya Jurnalistik Televisi, Karya Jurnalistik Radio, Tajuk Rencana Media Cetak/media siber, Artikel opini media cetak/siber dan Karya audio-visual Media Sosial.

Untuk setiap kategori dipilih 3 orang pemenang, yakni Juara I Rp100 juta, Juara II Rp50 Juta dan Juara III Rp25 Juta. Dari kesembilan kategori yang diperlombakan dalam Piala Presiden Kompetisi Nasional Media 2019 ini ada total uang yang diperebutkan sebesar Rp1,575 miliar.

Kompetisi ini dapat diikuti oleh media nasional dan daerah, serta kategori individu untuk artikel opini di media massa cetak dan siber serta karya audio-visual yang dipublikasikan melalui media sosial.

Karya yang diikutsertakan dalam kompetisi adalah karya yang dipublikasikan atau disebarluaskan melalui media utama maupun media sosial dalam periode waktu 1 Januari – 15 September 2019 mendatang.

“Jadi masih ada kesempatan 15 hari kedepan bagi wartawan yang belum punya tulisan dan belum dimuat di media, untuk ikut membuat tulisan dan mengkuti ikut lomba ini,” ujarnya.

Malam puncak Piala Presiden Kompetisi Nasional Media akan dihelat di Jakarta, pada 10 Oktober mendatang.

Dalam pertemuan urun rembuk dengan awak media di Medan, lima pemantik diskusi hadir, yakni, Eko Sulistyo (Deputi IV Kantor Staf Presiden RI) memantik Persatuan dan Kerukunan Bansa, Ranggini (Pendiri Forum Jurnalis Perempuan Indonesia) memantik Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Berkesejahteraan Sosial, Hendry Ch Bangun (Wakil Ketua Dewan Pers) memantik Pendidikan dan Pengembangan SDM di Era 4.0, Usman Kansong (Media Indonesia) memantik Pengembangan Industri Berbasis Pemanfaatan Teknologi Digital dan Muhammad Yazid (Tokoh Pers Sumatera Utara) memantik Pariwisata Sebagai Sektor Utama Ekonomi Nasional.

 Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.kompetisinasionalmedia.id, Facebook Page (FP) Kompetisi Nasional Media, Twitter @knpialapresiden, dan Instagram @knmpialapresiden.(rel/mea)

Berkas PFI Medan Jadi Contoh, Dewan Pers Verifikasi Faktual PFI Medan

BERKAS: Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Chaeruddin Bangub (kanan) didampingi Ketua PFI Medan, Rahmat Suryadi sedang memeriksa berkas PFI Medan, Sabtu (31/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pers yang diwakilkan Wakil Ketua Dewan Pers berkunjung ke Medan, Sumatera Utara dalam rangka melakukan Verifikasi Faktual organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan,  Sabtu (31/8).

Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Chaeruddin Bangun mengatakan verifikasi PFI Medan merupakan bagian untuk menjadikan PFI sebagai organisasi pers yang di akui dibawah naungan Dewan Pers.

“Kita berkunjung ke berbagai daerah yang ada PFI nya. Dan berkas Medan sudah lengkap dan bisa dijadikan contoh untuk PFI seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskannya, verifikasi ini sudah pernah dilakukan sejak tahun 2010 yang lalu. Tetapi karena berkas tidak lengkap, hingga tidak bisa dilanjutkan.

Sedangkan untuk berkas PFI Medan saat ini sudah bisa dikatakan sebagai organisasi profesional, seperti anggota yang sudah dilengkapi dengan kartu identitas PFI Medan dan kartu pers.
“Program kerjanya juga lengkap dan mendetail. Sekretariat dan lainnya juga lengkap,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi mengatakan rasa syukurnya karena berkas dan syarat untuk menjadi organisasi yang diakui oleh Dewan Pers.

“Sebagai ketua, ya harus siap berkorban. Untuk mengumpulkan berkas ini harus rajin dan tidak lelah menginggatkan kepada anggota. Karena, saya juga memahami teman-teman lain juga memiliki kesibukan,” ujarnya.

Rahmad berharap verifikasi faktual ini organisasi PFI bisa menjadi bagian dari organisasi profesi yang diakui dan di bawah naungan Dewan Pers.

Komisi VII Terus Dorong Pemerintah, Wujudkan Energi Terbarukan

Gus Irawan Ketua Komisi VII DPR RI
Gus Irawan Pasaribu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi VII DPR-RI yang membidangin energi dan lingkungan hidup terus mendorong pemerintah untuk mewujudkan energi baru terbarukan (EBT).

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi VII DPR-RI Gus Irawan Pasaribu melalui sambungan telefon, Kamis (25/1), menyikapi lambatnya proses alih energi yang masih mengandalkan bahan bakar minyak (fosil).

Gus Irawan Pasaribu yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI, mengungkapkan selama ini penggunaan energi fosil di Indonesia masih cukup besar. Hal ini, berakibat terus menurunnya ketersediaan energi fosil karena tingginya kebutuhan energi nasional.

Optimalisasi penggunaan energi baru terbarukan adalah sebuah keniscayaan karena dampak dari energi fosil yang sangat merusak lingkungan dan pada akhirnya akan habis karena keterbatasannya, jelasnya. Penggunaan energi baru dan terbarukan sebagai sumber energi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi yang mengharuskan pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong penggunaan energi baru terbarukan.

Menurut dia, mendorong pemerintah untuk terus mengembangkan potensi-potensi energi terbarukan yang ada. Sebagaimana hasil dari Paris Agreement pada 2015, bahwasanya mendorong upaya menahan kenaikan temperatur global di bawah dua derajat celcius dan mengembangkan kebijakan mengurangi emisi gas. Salah satu caranya dengan mengurangi penggunaan energi fosil serta beralih kepada energi baru terbarukan.

“Ke depan kita harus mendorong energi terbarukan yang bersih dan ramah lingkungan. Ke depan, perlu dipikirkan penggunaan energi baru yaitu nuklir yang sangat bersih dan bisa bersaing serta teknologinya sudah maju,” ujarnya.

Menurut Gus Irawan dalam pembahasan di internal Komisi VII pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menciptakan udara yang lebih sehat dan ramah terhadap lingkungan. Pembangunan PLTN ini masih mengalami kendala diantaranya perundang-undangan yang belum membuka PLTN di bangun di Indonesia.

Dia menyebutkan ada peraturan pemerintah tentang kebijakan energi nasional yang menempatkan PLTN sebagai opsi terakhir, ini penyebabnya PLTN belum bisa dibangun di Indonesia. Secara politis sebenarnya, DPR-RI, kata dia, berpendapat PLTN sudah saatnya dibangun karena energi yang menggunakan fosil akan segera habis. “Oleh karena itu kita perlu menyiapkan potensi energi baru terbarukan salah satunya PLTN ini,” tegas Gus.

Dalam diskusi yang lebih panjang dengan anggota DPR-RI di Komisi VII, Gus menyatakan pada prinsipnya tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak membangun tenaga nuklir. “Kalau DPR diminta untuk memperkuat aspek legislasinya, sejak kami berkumpul di Komisi VII, kita punya keinginan kuat untuk membangun itu,” jelasnya.

Komisi VII, kata dia, telah mendapat informasi dari Dewan Energi Nasional, yang dalam kebijakannya mengatakan bahwa nuklir adalah pilihan energi terakhir. “Padahal seharusnya tidak boleh ada diskriminasi energi dalam proses pembangunan di Indonesia. Kami dan kawan-kawan di Komisi VII malah curiga ini ada faktor politis dari negara-negara yang memang tidak menginginkan Indonesia maju. Ini harus kita kejar, demi tercapainya kedaulatan energi,” ucapnya.

Pihaknya punya keinginan kuat untuk membangun yang lebih efektif, efisien, murah dan lebih berkekuatan yaitu PLTN. “Kalau ada hal-hal yang harus kita perjuangkan bersama, seperti revisi Undang-Undang Ketenaganukliran, maka akan kita lakukan,” sambungnya.

Persoalannya, lanjutnya, bukanlah pada DPR, melainkan pada pemerintah. “Sudah puluhan tahun tidak ada kemajuan. Jangan-jangan kita ini sengaja diperlambat proses perkembangannya. Negara-negara kapitalis sepertinya tidak ingin Indonesia maju,” ujarnya. (rel/ila)