Home Blog Page 5079

Ultah ke-131 Istana Maimun, Gubsu: Istana Maimun Wajah Sumut

prans/sumut pos HADIRI: Gubsu,Edy Rahmayadi menghadiri Ulang Tahun ke-21 Sultan Deli XIV, Tuanku Mahmud Lamanjiji di Istana Maimun, Jalan Brigjend Katamso Medan. Kamis (29/8) malam.
HADIRI: Gubsu,Edy Rahmayadi menghadiri Ulang Tahun ke-21 Sultan Deli XIV, Tuanku Mahmud Lamanjiji di Istana Maimun, Jalan Brigjend Katamso Medan. Kamis (29/8) malam.
prans/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di usianya yang ke 131 tahun, Istana Maimun terus berbenah untuk menjadi ikon dan daya tarik wisatawan di Sumatera Utara (Sumut).

Pemerintah pusat juga turut ambil peranan membantu renovasi Istana Maimun agar lebih indah lagi.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pun mendukung upaya tersebut. Menurutnya, hal itu sangat berarti bagi masyarakat Sumut, karena Istana Maimun adalah gambaran wajah Sumut. Istana Maimun juga salah satu kebesaran di Sumut.

“Istana Maimun ini sacara defacto dan dejure saya akui itu adalah warisan. Namun secara harfiah tak bisa dilepaskan dari Sumut. Jadi, baik dan buruknya Istana Maimun, itu merupakan gambaran wajah Sumut. Istana Maimun merupakan warisan para pendahulu kita, ini merupakan sejarah. Makanya pantas saya mengatakan inilah wajah dan kebanggaan Sumut,” ucap Gubernur saat menghadiri syukuran ulang tahun ke-131 Istana Maimun, sekaligus ulang tahun ke-21 Sultan Deli XIV Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam di Istana Maimun, Jalan Brigjend Katamso Medan, Kamis (29/8) malam.

Hadir di acara tersebut, Pemangku Sultan Deli XIV Tengku Raja Muda Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan, Sripaduka Sultan Serdang Tengku Ahmad Tala’a, Ketua Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid Tengku Reizan Ivansyah, dan Sekda Kota Medan Wiriya Al Rahman.

Edy Rahmayadi yang bergelar Laksamana Naradiraja, mengucapkan syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan membangun Istana Maimun. Menurutnya, Pemprov Sumut juga bersedia membangun Istana Maimun.

“Saya tadi mendengar akan dibangun Menteri PUPR. Dari awal saya sudah menyampaikan kalau tak ada yang membangun ini, Gubernur Sumut yang membangun, itu kita lakukan demi wajah Sumut, bukan yang lain-lain,” katanya.

Di akhir sambutannya, Edy juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-21 pada Sultan Deli XIV Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam. Di usia yang menanjak dewasa, Edy meyakini Sultan Mahmud sudah mampu untuk memimpin Istana Maimun.

Sementara itu, Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam menceritakan sejarah pendirian Istana Maimun. Istana Mimun ini berdiri pada 26 Agustus 1888, di mana Istana Maimun dibangun oleh kakeknya, Sultan Deli Ma’moen Al Rasyid dan arsiteknya dari Belanda yaitu Ir Kapten Van Erp.

“Jadi Istana Maimun ini memiliki corak budaya yang sangat unik yaitu, mengambil motif gaya Melayu dan Timur Tengah serta Eropa. Oleh karena itu marilah, kita semua bersinergi dan menjaga marwah Istana Maimun,” katanya.

Sultan juga menyampaikan kesiapannya memimpin Istana Maimun. “Alhamdulillah di hari yang bersama ini saya sudah berusia 21 tahun. Di mana umur 21 sudah siap memimpin. Saat ini saya sedang menimba ilmu di Semarang, oleh karena itu saya dibantu oleh otok saya pemangku Sultan Deli atau Endaramo Raja Muda Datuk Empat Suku dan orang bergelar Negri Deli,” ucapnya. (prn/ila)

Angker, Arsenal vs Tottenham

DUEL Striker Arsenal Aubameyang bakal kembali berduel dengan mesin gol Tottenham Harry Kane di Emirates Stadium, Minggu (1/9) malam.
DUEL Striker Arsenal Aubameyang bakal kembali berduel dengan mesin gol Tottenham Harry Kane di Emirates Stadium, Minggu (1/9) malam.

LONDON, SUMUTPOS.CO – Premier League 2019/2020 pekan keempat akan menyajikan derby London Utara. Pertandingan Arsenal lawan Tottenham Hotspur ini akan digelar di Emirates Stadium, Minggu (1/9) malam WIBn

Dari catatan pertemuan kedua tim, Emirates masih cukup angker bagi Spurs.

Tandang ke Emirates, Tottenham dihantui catatan buruk. Dalam 17 kunjungan terakhir ke Emirates di semua kompetisi, The Lilywhites cuma menang 2 kali, 5 kali imbang, dan mengalami 10 kali kekalahan.

Kemenangan terakhir didapat pada musim lalu saat Tottenham menaklukkan Arsenal 2-0 di Piala Liga Inggris. Sementara di ajang Premier League, kemenangan terakhir yang dipetik Spurs di Emirates terjadi pada November 2010 silam.

Jika ditarik ke belakang, Tottenham memang tak punya catatan bagus dalam laga tandang ke markas Arsenal. Dari 26 laga tandang terakhir di kandang The Gunners pada Premier League, Tottenham cuma menang satu kali, imbang 10 kali, dan kalah 15 kali.

Secara keseluruhan, Tottenham memang sedang buruk di pertandingan tandang. Tim arahan Mauricio Pochettino itu, tidak menang dalam 7 laga tandang terakhir di liga, dengan sekali imbang dan 6 kali kalah.

Bek Arsenal David Luiz, mengungkapkan sebuah tekad. Dia mengaku sangat berhasrat memenangkan pertandingan melawan Tottenham, untuk menebus kekalahan timnya di akhir pekan lalu. Saat itu, Arsenal harus menanggung malu dikalahkan Liverpool di Anfield dengan skor telak 4-1.

Luiz menilai, pertandingan ini merupakan laga yang tepat untuk menjadi momentum kebangkitan Meriam London.

“Ketika anda kalah di suatu pertandingan, maka anda ingin segera bermain di pertandingan berikutnya dengan kemenangan,” pungkas Luiz, seperti dilansir Goal International.

Arsenal saat ini menempati peringkat ketiga klasemen sementara Premier League, dengan 6 poin dari 3 pertandingan. Sementara Tottenham ada di urutan 7 dengan 4 poin. (dtc/glc/saz)

Rekrutmen CASN 2019, Menpan RB Belum Respon Usulan Pemprovsu

Ilustrasi-ASN
Ilustrasi-ASN

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sama seperti Pemerintah Kota (Pemko) Medan, usulan formasi untuk rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) Pemprovsu juga belum direspon Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi.

“Iya, belum ada jawaban dari menpan. Kita sudah usulkan, namun belum ada jawaban sampai sekarang,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Abdullah Khair Harahap menjawab Sumut Pos, Jumat (29/8).

Dia mengungkapkan, usulan tersebut sudah pihaknya sampaikan kepada Kemenpan RB melalui sistem online pada bulan lalu. Namun belum ada respon dari Kemenpan terhadap formasi CASN 2019 Pemprovsu. “Sekarang ini kan semua dilakukan secara online. Tapi pengajuan formasi kita memang belum ada balasan dari pusat. Makanya hingga kini kita belum berani membuka rekrutmen baru (CASN),” katanya.

Pihaknya menambahkan untuk pendaftaran rekrutmen CASN nantinya, akan terlebih dahulu dibentuk dulu Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). “Setahu kami nanti setelah ada Panselnas dan sarana lainnya baru akan dibuka pendaftaran CPNS. Informasi yang kami dengar, pendaftaran akan dibuka Oktober,” katanya.

Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan mengatakan, pihaknya tidak mengetahui berapa pemerintah daerah yang sudah mengusulkan formasi CASN 2019 ke pusat. “Kami tidak tau, karena usulannya tidak pernah (BKN Regional VI Medan) menerima tembusannya,” katanya.

Diakuinya usulan maupun permohonan formasi CASN tersebut langsung dikirimkan oleh pemda terkait ke pusat. “Iya benar (langsung oleh pemda dikirimkan ke Kemenpan),” pungkasnya. (prn)

Dasar MA Kembalikan Tanah ke PT ACR, Mujianto Sudah Beli Tanah dari Tamin

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri (PN) Medan telah menerima petikan salinan putusan Mahkamah Agung (MA), tentang Kasasi Tamin Sukardi.

Dalam putusan itu, MA menghukum Tamin dengan pidana 5 tahun penjara denda Rp500 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar terdakwa, maka diganti dengan kurungan selama 6 bulan. Selain Itu, dalam amarnya, MA juga mengembalikan tanah 106 hektare (ha) kepada pihak swasta. Diantaranya, 32 ha kepada Al-Wasliyah dan 74 ha kepada PT Agung Cemara Realty (ACR), dimana Mujianto selaku direktur.

Terkait pengembalian tanah yang awalnya dikuasai Tamin ini, Humas PN Medan, Jamaluddin mengatakan, pegembalian tanah 74 ha ke Mujianto, awalnya telah terjadi jual beli tanah antara Tamin dan Mujianto. “Di situ ada perintah untuk menyerahkan ke dia (Mujianto), kalau tidak ada perintah tidak mungkin bisa diserahkan.

Dia kan sudah bayar, maka disitulah Tamin terjadi korupsinya itu. Tanah itu dia beli dari si Tamin, maka dalam putusan itu ada perintah, Mujianto harus menyerahkan uang itu kepada negara,” ungkapnya kepada Sumut Pos, Jumat (30/8).

Jamaluddin menjelaskan, dalam putusan MA itu, Mujianto diperintahkan membayar sisa uang itu kepada Tamin, untuk selanjutnya diserahkan kepada negara sebagai uang pengganti. “Jadi karna dia (Mujianto) sudah membeli, maka uang ini wajib diserahkan kepada negara,” katanya.

Sedangkan, tanah 32 ha yang diserahkan kepada Al-Wasliyah, Jamaluddin mengaku belum mempelajari putusan MA tersebut. “Apakah itu hibah atau bagaimana, saya belum pelajari amar putusannya,” ujarnya.

Sementara, mengenai adanya warga yang telah mendiami di objek tanah eks HGU PTPN II itu, Jamaluddin mengatakan warga harus tunduk kepada PT ACR dan Al-Wasliyah selaku pemilik tanah. “Merekalah yang mempunyai hak, kalau masyarakat yang menempati itu berarti tanpa seizin dia. Jadi kalau masyarakat ingin apa, berusanlah dengan PT ACR dan Al-Wasliyah,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Jamaluddin, pihak Tamin maupun Kejaksaan bisa melakukan upaya hukum luar biasa (Peninjauan Kembali), bila ada novum (bukti baru). “Saya tidak mengatakan ini inckrah, apakah dia (Tamin) melakukan upaya perlawanan hukum atau tidak. Kalau dia tidak melakukan upaya hukum, berarti inckrah,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam putusan di PN Medan, pada tanggal 27 Agustus 2018, Tamin Sukardi dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Dia dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, karena telah menjual tanah yang belum dihapus dari aset negara dengan nilai lebih dari Rp132 miliar.

Perkara ini bermula pada tahun 2002, ketika terdakwa Tamin Sukardi mengetahui dari koran bahwa 106 hektare lahan yang dipakai PTPN II (Persero) di Kebun Helvetia tidak diperpanjang hak guna usaha (HGU)-nya. Dia pun berniat menguasai lahan yang berada di Pasar IV Desa Helvetia, Labuhan Deli, Deli Serdang itu berbekal 65 lembar Surat Keterangan Tentang Pembagian dan Penerimaan Tanah Sawah/Ladang (SKTPPSL).

Upaya itu dilakukan dengan Tasman Aminoto dan Misran Sasmita, mantan Karyawan PTPN II, dan Sudarsono. Mereka membayar dan mengoordinasi sejumlah warga agar mengaku sebagai pewaris hak garap di lokasi tanah dengan dikuatkan dengan bukti 65 lembar SKTPPSL yang seolah-olah diterbitkan tahun 1954. Dengan menyerahkan KTP, warga dijanjikan akan mendapatkan tanah masing-masing seluas 2 hektare.

Padahal, nama yang tertera dalam 65 lembar SKPPTSL bukanlah nama orang tua dari warga-warga itu. Mereka juga sama sekali tidak pernah memiliki tanah di lokasi itu. Selanjutnya, warga juga dikoordinasi untuk datang ke notaris. Di sana mereka menandatangani bundel dokumen berkaitan dengan tanah itu.

Pada tahun 2006, warga diakomodasi agar memberikan kuasa kepada Tasman Aminoto (Alm) untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Deliserdang. Setiap selesai persidangan, kata jaksa, warga juga singgah ke rumah Tamin di Jalan Thamrin Medan. Mereka diberi uang Rp100.000-Rp500.000 melalui Tasman Aminoto ataupun anaknya Endang.

Gugatan warga akhirnya dikabulkan pengadilan dan dikuatkan sampai Peninjauan Kembali (PK). Setelah putusan pengadilan tingkat pertama, pada tahun 2007, Tasman Aminoto melepaskan hak atas tanah itu kepada Tamin Sukardi yang menggunakan PT Erni Putera Terari (Direktur Mustika Akbar) dengan ganti rugi Rp7.000.000.000. Akta di bawah tangan kemudian didaftarkan ke Notaris Ika Asnika (waarmerking).

Kemudian, atas dasar akta di bawah tangan dan putusan tingkat pertama itu, pada 2011, PT Erni Putera Terari tanpa mengurus peralihan hak atas tanah itu dan tanpa melalui ketentuan UU Agraria, menjual 74 hektare dari 106 hektare lahan yang dikuasainya kepada Mujianto selaku Direktur PT Agung Cemara Reality sebesar Rp236.250.000.000. Namun, Mujianto baru membayar sekitar Rp132.468.197.742 kepada Tamin Sukardi. Sisanya akan dibayarkan setelah sertifikat tanah terbit.

PT Erni Putera Terari adalah milik anak-anak Tamin Sukardi. Namun Tamin yang menentukan traksaksi itu dan menerima pembayaran. Dia menjadi kuasa Mustika Akbar, Direktur Utama perusahaan itu.

Dalam persidangan, Mustika Akbar maupun Tamin tidak dapat membuktikan bahwa pembayaran berupa uang dan mobil yang telah diterima Tamin dari Mujianto, masuk dalam pembukuan perusahaan. Mobil Land Cruiser yang menjadi bagian pembayaran itu juga belum masuk menjadi aset perusahaan.

Masalahnya, status tanah yang menjadi objek jual beli antara PT Erni Putera Terari dengan PT Agung Cemara Reality masih tercatat sebagai tanah negara. Belum ada rekomendasi melepas hak negara dari Menteri BUMN yang membawahi PTPN2 atas aset itu. (man)

Pelayanan Tak Sebanding, Masyarakat Keberatan Iuran BPJS Kesehatan Naik

Rencana pemerintah menaikkan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam waktu dekat ini, langusung mendapatkan reaksi dari masyarakat. Beberapa peserta BPJS Kesehatan mengaku keberatan dengan rencana kenaikan itu. Alasannya, selain memberatkan, pelayanan yang diberikan juga masih buruk.

DITEMUI Sumut Pos di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Pirngadi Medan, Anton mengaku keberatan dengan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan hingga dua kali lipat di semua kelas.

“Seperti kami kan kelas II, biasanya bayar Rp51 ribu perbulan satu orangnya. Satu keluarga kami ada lima orang, jadi selama ini total kami bayar Rp255.000 per bulan. Kalau iuran perbulannya naik jadi Rp110 ribu per orang, jadinya kami harus bayar Rp550 ribu? Setengah juta lebih sebulan?.

Ya jelas tak sangguplah,” ucap Anton, warga Jalan Letda Sujono, yang ditemui Sumut Pos saat menjaga seorang keluarganya opname di rumah sakit milik Pemko Medan itu, Jumat (30/8).

Anton menyebutkan, iuran saat ini saja sudah tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan BPJS. Apalagi bila harus dinaikkan iurannya, hal itu dinilainya justru semakin tidak sebanding antara pengeluaran dengan fasilitas yang didapat. “Kalau kita berobat jalan, lihatlah obat-obat yang diberi mereka.

Obat-obat generik yang murah-murah itunya yang diberikan, bukan obat-obat ‘berkelas’. Terus kalau dinaikkan lah iurannya, seperti apa rupanya pelayanan yang mau mereka berikan? Kalau obat-obatnya tetap yang generik juganya yang di kasih, ya mending tak usah jadi peserta BPJS lagi,” tandasnya.

Hal senada disampaikan peserta BPJS mandiri kelas I, Dedi Syahputra. Dia juga mengaku sangat keberatan dengan rencana kenaikan iuran BPJS ini. “Saya tidak setuju, karena menaikkan iuran dua kali lipat ini memberatkan saya yang harus membayar untuk tiga orang,” ujarnya.

Setidaknya, dia mengaku harus merogoh kocek hingga Rp480.000 per bulan untuk membayar iuran BPJS kesehatan untuk dirinya, istri dan seorang anaknya. Karenanya, dia berharap pemerintah membatalkan kebijakan yang tidak popular tersebut.

Menanggapi hal itu, Komisi II DPRD Kota Medan yang mengawasi masalah kesehatan menyebutkan, keputusan itu sudah tentu akan menjadi beban berat bagi masyarakat, khususnya warga yang berkemampuan terbatas. “Kita sama-sama tahu, dengan iuran yang saat ini saja, warga di Kota Medan baru 82 persen yang ‘dicover’ BPJS.

Lantas kalau iurannya naik setinggi itu, berapa persen lah warga Medan yang dicover BPJS Kesehatan? Yang mampu saja mungkin masih pikir-pikir dengan iuran yang sebesar itu, bagaiman pula dengan mereka yang tak mampu? Tentu harus kehilangan Jaminan Sosialnya itu,” kata Ketua Komisi II DPRD Medan, HT Bahrumsyah kepada Sumut Pos, Jumat (30/8).

Dengan naiknya iuran BPJS hingga dua kali lipat, sebut Bahrum, akan membuat warga Kota Medan semakin jauh dari fasilitas jaminan kesehatan. “Padahal Pemko Medan sudah mengatakan, kesehatan akan menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kota Medan selain pendidikan dan infrastruktur. Tapi kalau begini, tentu itu sulit terwujud,” jelasnya.

Untuk itu, Bahrum menyebutkan, pihaknya berharap agar pemerintah mau mengkaji kembali rencana tersebut. Ia menambahkan, pihaknya bukan menolak kenaikan iuran yanh disebut-sebut akan menutupi defisit BPJS Kesehatan yang sudah terlalu besar.

Akan tetapi, kenaikan iuran itu harusnya tidak setinggi yang ditetapkan tersebut. “Silahkan dinaikkan kalau memang harus dinaikkan, tapi ya tidak sebesar itu juga, masyarakat jelas banyak yang tidak mampu untuk membayarnya,” tutupnya.

BELUM FINAL

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menyebuytkan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini bakal diterapkan pada 1 September 2019. Langkah ini dilakukan untuk menuntaskan masalah defisit BPJS Kesehatan yang terus-terusan menggerogoti lembaga jaminan sosial kesehatan ini.

“Sudah,” ujar Puan singkat saat dikonfirmasi wartawan soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini sudah berlaku per 1 September 2019.

Menurut Puan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyetujui kenaikan tersebut dan tinggal menunggu tanda tangan di PP tersebut. Namun, putri Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri ini tidak memberitahukan besaran kenaikan, apakah mengikuti versi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atau Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Rujukannya ada pada hasil rapat dengan Komisi IX dan XI DPR RI.

“Kan, kemarin sudah dibahas oleh Kemenkeu dan sudah dibahas juga dengan Komisi IX dan XI, ya seperti itu ketentuannya. Ini (kenaikan iuran) memberikan penguatan kepada BPJS Kesehatan sehingga, Insyallah nantinya tidak akan deficit,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) tetap ditanggung negara. “Tapi yang bisa saya pastikan untuk PBI tetap ditanggung oleh negara sehingga memang masyarakat yang namanya terdaftar dalam PBI tidak akan kemudian kesulitan,” tutur Puan.

Sementara, Kantor Staf Presiden (KSP) mengungkapkan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan per 1 September masih belum final. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan masih harus melewati dua tahap lagi sebelum disahkan lewat Peraturan Presiden (perpres). “Iya, tapi kan pembahasannya masih dua tahap lagi,” kata Ngabalin di gedung KSP, Jakarta, Jumat (30/8).

Ngabalin mengaku sudah mengetahui mengenai kabar kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Meski demikian dia belum bisa memastikan penyesuaian berlaku secara menyeluruh pada 1 September 2019. “Tadi saya komunikasi juga dengan Ibu Menteri, cuma kan belum selesai pembahasan. Saya janji, saya akan memberikan informasi pertama kalau sudah selesai,” jelas dia.

Seperti diketahui, upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah defisit BPJS Kesehatan terus dilakukan. Pasalnya, setiap tahun, lembaga tersebut terus mengalami defisit dengan nilai yang terus meningkat. Bahkan, hingga akhir tahun ini, BPJS Kesehatan diprediksi bakal defisit hingga Rp32,8 triliun.

Terakhir, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal menaikkan besaran iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan hingga dua kali lipat. Banyak pihak pun keberatan dengan langkah pemerintah tersebut. Pasalnya, besaran kenaikan iuran dinilai terlalu tinggi.

Untuk Kelas I, iuran akan naik seratus persen atau dua kali lipat yakni dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu. Untuk kelas II akan naik dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu atau naik Rp59 ribu atau lebih dari seratus persen. Sedangkan untuk di kelas ke III, iuran akan naik dari Rp25.500 menjadi Rp42.000 atau naik sebesar Rp16.500. (map)

3 Caleg Terpilih DPRD Sumut Belum Serahkan LHKPN, Seminggu Sebelum Dilantik Harus Diserahkan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari 100 anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) terpilih periode 2019-2024, tiga orang diantaranya belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, berdasarkan tanda terima yang masuk hasil LHKPN ke KPK, tiga orang anggota DPRD Sumut periode 2019-2024 yang belum serahkan LHKPN tersebut yakni; Tri Ayu Anggrainin

dan Muhammad Subandi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumut, serta Mara Jaksa Harahap dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumut.

“Tanda terima LHKPN dari KPK tersebut kami tunggu paling lama satu minggu sebelum mereka dilantik. Jika belum juga diserahkan ke KPU, kami tidak akan merekomendasikan yang bersangkutan untuk tidak dilantik,” kata Komisioner KPU Sumut, Ira Wirtati kepada Sumut Pos, Jumat (30/8).

Kata dia, LHKPN dapat dikirimkan secara online ke KPK dan mesti ditembuskan ke KPU sesuai tingkatannya melalui tanda terima dari komisi antirasuah. “Memang nantinya LHKPN ini wajib mereka sampaikan ke kami. Paling lama tujuh hari setelah terpilih. Tapi untuk syarat pencalonan, itu (LHKPN) tidak ada,” terangnya.

Lantas, apakah dengan calon petahana yang terpilih lagi, masih wajib menyerahkan LHKPN? “Yang petahana kan tentu sudah melaporkan. Bisa dicek di KPK datanya. Untuk LHKPN memang diwajibkan setelah si calon terpilih,” pungkasnya seraya menyebut untuk DPD RI terpilih asal Sumut langsung diserahkan ke KPU pusat.

Anggota DPRD Sumut terpilih, yang juga Wakil Ketua Partai Gerindra Sumut, M Subandi saat dikonfirmasi membantah belum memberikan tanda terima LHKPN dari KPK ke KPU Sumut. Dia menyebut sudah ada diurus oleh staf partai untuk hal ini. “Sudah. Tanda terkirimnya pun sudah ada. Itu ada si Affan yang urus, nanti saya kabari beliau,” katanya.

Diketahui, dari keseluruhan (100 orang) anggota DPRD Sumut terpilih, 13 orang diantaranya adalah perempuan dan 87 orang adalah laki-laki. Adapun pengambilan sumpah janji jabatan wakil rakyat baru tersebut berlangsung Senin, 16 September 2019 di ruang paripurna DPRD Sumut, Jl. Imam Bonjol Medan. (prn)

185 Jamaah Haji Tebingtinggi Kembali, Satu Wafat

SOPIAN/SUMUT POS SAMBUT: Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar ketika menyambut jamaah haji asal Kota Tebingtinggi di Masjid Agung, Jumat (30/8).
SAMBUT: Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar ketika menyambut jamaah haji asal Kota Tebingtinggi di Masjid Agung, Jumat (30/8).
SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 185 jamaah haji asal Kota Tebingtinggi kembali ke Tanah Air dan langsung di sambut Wali Kota Tebingtinggi, diwakili Sekdako Marapusuk Siregar di Masjid Agung Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, Jumat (30/8) sekitar pukul 04.00 WIB.

Jamaah haji asal Kota Tebingtinggi tergabung dalam kloter 7 di awal keberangkatan sebanyak 186 jamaah, tetapi setelah kembali ketanah air menjadi 185 jemaah di karenakan satu orang jamaah bernama Fatimah Siti Zahra meninggal dan dikebumikan di Kota Makkah.

Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan alhamdulillah para jemaah haji Tebingtinggi telah tiba kembali didaerah dengan sehat wal afiat. Diharapkan setelah menunaikan ibadah haji, para jemaah menjadi haji yang mabrur membawa berkah bagi keluarga dan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Sekdako memimpin pembacaan surat Al Fatihah untuk almarhumah Hj Fatimah Siti Zahra yang meninggal dunia di Makkah. “Mari kita doakan bersama sama agar para jemaah haji yang meninggal di sana di berikan kelapangan kubur dan mendapat tempat disisiNya dan kepada yang kembali ke tanah air agar menjadi haji mabrur,” pinta Marapusuk. (ian)

PGN Percepat Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi

BERSAMA: Jajaran Direksi dan Komisaris berfoto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PGN 2019 di Jakarta, Jumat (30/8).
BERSAMA: Jajaran Direksi dan Komisaris berfoto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PGN 2019 di Jakarta, Jumat (30/8).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) komitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi dengan mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri. Untuk itu PGN akan terus melakukan pembangunan dan pengembangan infrastruktur gas bumi sehingga dapat menjangkau semua segmen pasar.

Sekretaris Perusahaan, Rachmat Hutama mengatakan pihaknya akan membangun jaringan pipa distribusi sepanjang 500 km, pipa transmisi 528 km, 7 LNG filling station untuk truk dan kapal, 5 Floating Storage Regasification Unit ( FSRU ), 3,59 juta sambungan rumah tangga dan 17 fasilitas LNG. Berbagai proyek ini dilakukan juga dalam rangka mewujudkan bauran energi gas bumi sebesar 22 persen pada 2025 dan 24 persen pada 2050.

“Bertambahnya populasi, meningkatnya aktifitas ekonomi dan perubahan gaya hidup ke green energy akan mendorong kebutuhan gas bumi semakin besar. Jadi komitmen PGN adalah menyediakan energi baik gas bumi untuk rumah tangga dan pelaku usaha dari berbagai sektor,” kata Rachmat Hutama usai Rapat Umum Pemengang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Four Sesons Jakarta, Jumat (30/8).

Untuk menyuplai kebutuhan gas bumi ini, PGN bersama anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertagas melakukukan sinergi sebagaimana amanat dalam pembentukam holding industri migas. Dengan adanya pasokan gas yang mencukupi diharapkan gas tidak lagi hanya sebagai komoditas saja melainkan sebagai bagian dari alat produksi yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Hingga semester I 2019, PGN telah menyalurkan gas bumi sebesar 2.938 BBTUD. Rinciannya, volume gas distribusi sebesar 932 BBTUD dan volume transmisi gas bumi sebesar 2.006 BBTUD. Hingga periode tersebut PGN telah melayani lebih dari 350.000 pelanggan dengan cakupan infrastruktur pipa gas bumi sepanjang lebih dari 10.000 km termasuk jaringan gas untuk melayani sektor rumah tangga sepanjang 3.800 km.

“Infrastruktur gas bumi adalah investasi jangka panjang dengan risiko pasokan dan pasar yang belum terjamin. Namun risiko itu diambil PGN agar ketahanan energi nasional semakin kokoh,” pungkas Rachmat Hutama.

Adapun Hasil RUPSLB memutuskan:

Direktur Utama: Gigih Prakoso Soewarto

Direktur Strategis dan Pemgembangan Bisnis: Syahrial Muchtar

Direkstur SDM dan Umum: Desima E Siahaan

Direktur Infrastruktur dan Teknologi: Redy Feryanto

Direktur Keuangan: Arie Nobelta Kaban

Direktur Komersial: Dilo Seno Widagdo

(rel/ram)

Pin Emas Rp1,2 Miliar untuk DPRD, Petahana Tetap Dapat Pin

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemberian pin emas berikut setelan jas kepada anggota DPRD periode 2019-2024, dianggarkan Rp1,2 miliar. Masing-masing ke-100 anggota DPRD baru itu dapat dua pin emas dan dua potong jas. Termasuk untuk belasan para wakil rakyat petahana yang kembali duduk di kursi dewan. Yang berarti, koleksi pin emas para dewan ini bakal bertambah.

“Pin emas tidak lebih hanya sebuah prestise belaka. Tidak ada substansinya. Keuangan akan tergerus hanya untuk hal-hal yang sifatnya seremonial. Dewan yang sudah dapat kepercayaan rakyatn

sebaiknya tidak menerima pin emas lagi saat pengambilan sumpah jabatan nanti,” ujar pengamat anggaran, Elfenda Ananda kepada Sumut Pos, Kamis (29/8).

Diketahui, adapun pengadaan pin emas dan pakaian (setelan jas) bagi wakil rakyat terpilih sudah dianggarkan senilai Rp1,2 miliar oleh Sekretariat DPRD Sumut melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Biro Administrasi Pembangunan Setdaprovsu. Masing-masing anggota dewan akan menerima dua pin emas, dengan berat 10 gram dan 6 gram. Untuk pakaian dinas dengan pin emas 10 gram dibanderol dengan harga Rp6,7 juta. Sedangkan pakaian dinas dengan pin emas 6 gram dibanderol Rp4 juta lebih.

Menurut Elfenda, anggaran sebesar itu kalau dipergunakan untuk kepentingan rakyat susah, banyak sekali gunanya. Antara lain bisa membangkitkan ekonomi rakyat. “Dari aspek keuangan, pin emas tidak mempunyai dampak apapun terhadap kepentingan rakyat. Lebih bagus anggaran tersebut diperuntukkan bagi rakyat kecil, baik sektor pendidikan, kesehatan dan perekonomian mereka,” katanya.

Mantan Sekretaris Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumut ini juga menekankan, kepada DPRD Sumut yang mau habis masa periode untuk segera mengembalikan fasilitas yang diberikan pemerintah daerah kepada mereka. “Pastilah (fasilitas negara harus dikembalikan). Itu aset daerah yang tercatat milik daerah harus dikembalikan ke daerah,” katanya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Sumut petahana, Zeira Salim Ritonga mengaku tidak mempermasalahkan pemberian pin emas kepada wakil rakyat yang kembali terpilih lima tahun mendatang. “Menurut saya karena pin tersebut diberi lima tahun sekali, barang tentu tidak menjadi permasalahan untuk diberikan kepada anggota dewan yang duduk kembali,” ujarnya.

Karena kata dia, masing-masing periode jabatan dewan juga berbeda. Dan juga bisa saja pin yang lama sudah rusak, hilang atau bentuk yang berubah. Persoalan pin, katanya tidak harus menjadi polemik, sebab memang setiap instansi memiliki pin. “Baik gubernur, PNS dan juga presiden. Dan memang aturannya lima tahun sekali,” pungkasnya.

Sekretaris DPRD Sumut, Erwin Lubis mengatakan, seluruh wakil rakyat terpilih saat pengambilan sumpah jabatan pada 16 September 2019, akan menerima pin emas dan jas yang sebelumnya sudah dialokasikan pengadaannya oleh sekretariat. “Untuk semua (100 anggota dewan) yang baru,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan menyurati pimpinan dewan yang masih memegang kendaraan dinas untuk segera dikembalikan. Sementara untuk fasilitas lain yang mesti dikembalikan, Erwin menyebut tidak ada. “Kita akan surati untuk segera dikembalikan,” katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada ULP di Biro Administrasi Pembangunan, diketahui bahwa anggaran belanja untuk pembelian baju dinas dan pin emas sudah rampung. Artinya, sudah ada pemenang proyek yang akan mengerjakan pengadaan tersebut. “Sudah selesai pengadaan proyek untuk pengadaan baju dinas dan pin emas itu,” kata seorang pegawai yang berada di gedung lama kantor gubernur.

Disampaikannya, pengadaan tersebut dianggarkan dengan menelan biaya Rp 1,2 miliar. “Anggaran Rp 1,2 miliar untuk pengadaan baju dan pin emas,” katanya.

Pin DPRD Medan Cuma Disepuh Emas

Berbeda dengan anggota DPRD Medan, mereka tidak akan mendapatkan pin emas, melainkan cuma pin yang disepuh emas. “Anggota DPRD Medan terpilih periode mendatang bukan mendapatkan pin emas, tapi hanya pin biasa yang disepuh emas. Sekali lagi, bukan pin emas tapi pin yang disepuh emas” ucap Sekwan DPRD Medan, Abdul Azis kepada Sumut Pos, Kamis (29/8).

Namun, Azis tidak menyebutkan alasan mengapa ke-50 anggota DPRD Medan terpilih periode 2019-2024 tidak mendapatkan pin emas seperti sebelumnya. “Ya dengan berbagai pertimbanganlah,” ujarnya.

Anggota DPRD Medan yang kembali terpilih untuk periode 2019-2024, Rajuddin Sagala kepada Sumut Pos mengatakan, setiap anggota DPRD Medan yang telah habis periodenya wajib untuk mengembalikan pin emas yang pernah didapatkan pada periode sebelumnya (2014-2019).

“Jadi aturannya kan sudah ada. Misalnya saya, pin emas yang saya dapat itu wajib saya kembalikan usai periode yang sekarang habis. Nanti diperiode berikutnya baru saya akan diberi lagi pin yang baru, entah itu emas atau hanya disepuh emas saya kurang tahu,” kata Rajuddin.

Disebutkan Rajuddin, pada periode 2014-2019, ia dan 49 anggota DPRD Medan lainnya mendapatkan pin emas sekitar 5 gram. “Ditahun 2014 kemarin kami dapat sekitar 5 gram,” tandasnya. (prn/map)

Papua Memanas Lagi, TNI Diperintahkan Tegas

ASAP TEBAL Asap tebal mengepul dari sejumlah fasilitas publik yang terbakar saat demonstrasi warga di Jayapura, Papua, Kamis (29/8).
ASAP TEBAL Asap tebal mengepul dari sejumlah fasilitas publik yang terbakar saat demonstrasi warga di Jayapura, Papua, Kamis (29/8).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Papua memanas lagi. Massa membakar sejumlah gedung di Abepura dan Jayapura. Tidak sedikit juga fasilitas umum milik pemerintah yang telah dirusak. Massa juga merusak lembaga permasyarakatan (Lapas) di Abepura.

Atas kejadian itu, Presiden Joko Widodo memerintahkan Menkopolhukam, Kapolri, Kepala BIN dan Panglima TNI mengambil tindakan tegas kepada siapa pun yang melanggar hukum terkait situasi terkini di Jayapura dan Papua pada umumnya.

“Saya juga telah memerintahkan, sebetulnya malam tadi, saya perintahkan ke Menkolpulhukam bersama Kapolri, Kepala BIN, dan Panglima TNIn

untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar hukum dan pelaku tindakan anarkistis serta rasialis,” ujar Jokowi di sela kunjungan kerjanya di Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (29/8) malam.

Di Purworejo, Jokowi juga menyempatkan menyaksikan pagelaran wayang kulit. “Saya terus mengikuti dan juga saya sudah mendapatkan laporan situasi terkini di Papua, khususnya di Jayapura, dan saya minta masyarakat juga tenang, tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkistis,” pinta.

Seperti diketahui, situasi dan kondisi di Jayapura kembali memanas. Aksi pembakaran sejumlah fasilitas publik juga terjadi di sejumlah titik di wilayah tersebut. “Kita semuanya akan rugi apabila ada fasilitas-fasilitas umum, fasilitas-fasilitas publik, fasilitas-fasilitas masyarakat yang kita bangun bersama jadi rusak atau dirusak,” lanjut suami Iriana itu.

Jokowi menegaskan, pemerintah akan terus berkomitmen untuk memajukan Papua baik di bidang fisik maupun SDM agar semuanya, utamanya khususnya mama-mama, pace, mace, anak anak Papua bisa lebih maju dan lebih sejahtera.

“Mari kita semuanya menjaga agar Tanah Papua tetap menjadi sebuah wilayah yang damai, tanah yang damai, dan saya mengajak kepada semua ketua dan tokoh adat, ketua, tokoh agama, kaum muda Papua untuk mewujudkan Papua yang maju dan tetap damai. Sekali lagi mari kita jaga Tanah Papua sebagai tanah yang damai,” kata Jokowi.

Terpisah, Menko Polhukam Wiranto mengaku mendapat laporan, massa membakar sejumlah gedung dan merusak sejumlah fasilitas umum milik pemerintah. Awalnya massa membakar Gedung Majelis Rakyat Papua (MRP). Kemudian berlanjut pada pengrusakan lembaga permasyarakatan (Lapas) di Abepura.

ý”Sudah membakar Gedung MRP, rutan juga dijebol. Padahal itu semua dibangun dari uang rakyat, pemerintah mendapatkan dana dari rakyat,” ujar Wiranto di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/8).

Wiranto mengatakan, pemerintah mempersilakan melakukan penyampaian pendapat dengan cara berunjuk rasa. Namun jangan berunjuk rasa dengan melakukan perusakan fasilitas umum. Karena Wiranto takut akan ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Jadi jangan sampai ditunggangi. Jangan sampai kemudian justru dimanfaatkan oleh pendemo atau pendompleng pendemo untuk mencelakakan aparat keamanan. Diparang, dipanah, itu saya kira tidak manusiawi. Mereka bukan pendemo,” imbuhnya.

ýSelain itu, Wiranto juga mengatakan, aparat keamanan dari TNI dan Polri juga ia sarankan supaya tidak melakukan tindakan represif. Melainkan harus persuasif. Bahkan senjata api dan tajam tidak boleh digunakan untuk melakukan pengamanan di Papua.

Wiranto juga meminta kesadaran masyarakat Papua untuk bisa melakukan ujuk rasa yang damai. Tidak melakukan tindakan anarkis. Jangan sampai ujuk rasa ini dijadikan komoditas politik untuk melakukan adu domba. “Jangan sampai kita mau diadu domba, jangan sampai kita mau diprovokasi oleh pihak lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wiranto menyatakan, kerusuhan di Papua ini memang sebenarnya diinginkan oleh kelompok tertentu. Karena dia menduga ada yang tidak senang dengan kondisi Indonesia yang aman dan damai. “Memang banyak yang tidak senang negeri ini aman dan damai, ada yang tidak senang negeri dapat membangun, memakmurkan rakyatnya. Itu mereka gunakan momen ini untuk nimbrung untuk mengacau,” pungkasnya.

ýSebelumnya, aksi unjuk rasa hingga berakhir ricuh terjadi di Kabupaten Deiyai, Papua. Demo yang menuntut referendum Papua itu menewaskan datu prajurit TNI dan melukai lima anggota kepolisian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, demo berlangsung di Kantor Bupati Deiyai, Papua, Rabu (28/8). Awalnya, massa yang berdemo hanya berjumlah sekitar 150 orang.

Aparat TNI-Polri yang diterjunkan untuk mengamankan unjuk rasa mencoba bernegosiasi dengan demonstran. Saat itu, ribuan massa dari berbagai macam penjuru tiba-tiba datang dengan membawa senjata tajam dan panah. “Langsung menyerang aparat keamanan. 1 TNI (meninggal dunia), dan lima (anggota) Polri terluka terkena panah,” ujar Dedi.

Dedi menyebut, seluruh korban terkena panah saat mengamankan demo ricuh Papua. Saat ini, aparat keamanan tengah berupaya mengendalikan situasi yang memanas di wilayah tersebut.

“Kami terus mengimbau masyarakat melalui tokoh-tokoh masyarakat kemudian melalui Pemda setempat untuk tidak terprovokasi terhadap pasukan-pasukan, sekelompok orang yang akan memanfaatkan situasi seperti ini,” ujarnya.

Seperti diberitakan, setelah sebelumnya membakar kantor Majelis Rakyat Papua, massa membakar juga kantor Telkom, kantor pos, dan sebuah SPBU yang berjejer di samping kantor Bank BTN, di Jalan Koti Jayapura.

Massa juga melempari kantor-kantor dan hotel di Jayapura lalu massa bergerak mengarah ke kantor Gubernur Papua. “Informasi ada pembakaran di situ (Kantor MRP), cuma bagian mana saja yang dibakar kita belum tahu pastinya,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto, saat dihubungi melalui telepon, Kamis (29/8).

Usai membakar, sambung Eko, massa mulai bergerak ke arah pusat kota. “Massa ada di sekitar Skyland,” ucapnya.

Aksi protes kali ini diikuti ratusan orang yang berkumpul dari berbagai titik, Kabupaten Jayapura, Waena, Perumnas 3, dan wilayah Kota Jayapura, serta perwakilan dari mahasiswa.

Sebelumnya, aksi massa di Expo Waena sempat anarkis. Massa melemparkan batu ke arah aparat, mobil dinas Dandim 1701/Jayapura rusak akibat aksi tersebut. Dari pihak keamanan, sebanyak 500 personel gabungan TNI-Polri diturunkan untuk mengamankan aksi tersebut.

Akibat aksi ini, aktivitas perekonomian di Jayapura lumpuh dan masyarakat lebih memilih berdiam diri di rumah. (fat/jpnn/jpc)