Home Blog Page 5099

Bupati Humbahas Lakukan Penataan Pejabat, Irham Dilmy: Bukan Penataan, tapi Mutasi

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Menurut Wakil Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Irham Dilmy, pelaksanaan penyeleksian pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintahaan Kabupaten Humbahas, belum lama ini, merupakan seleksi mutasi jabatan. Bukan sesuai surat pengumuman Bupati Humbahas bernomor 02/Pansel-JPT/HH 2019 tentang penataan pejabat pimpinan tinggi pratama melalui uji kompetensi.

“Yang ada menurut UU dan PP adalah seleksi terbuka dan mutasi jabatan,” tegas Irham via pesan WhatsApp kepada Sumut Pos, Jumat (23/8).

Irham menjelaskan, dalam undang-undang dan peraturan pemerintah yang dimaksudnya, seleksi terbuka adalah pengisian jabatan yang sudah lowong atau akan segera lowong karena pejabat yang menduduki pensiun. “Itu misalnya,” kata dia.

Sedangkan mutasi disebutkan, untuk memindahkan pejabat berdasarkan hasil uji kompetensi.

“Kedua penyeleksian ini harus diputuskan oleh panitia seleksi dibantu oleh para asesor untuk uji kompetensinya,”ungkapnya.

“Itu istilah mengarang saja (penataan-red). Tapi jatuhnya diusulan untuk mutasi,” sambungnya. Pun demikian, lanjut Irham, penyeleksian yang dilakukan pemerintah selama ini perlu diawasi oleh semua pihak.

“ Apa alasan mutasi, apakah selama ini sudah dilakukan penilaian kinerja. Sudah dikoreksi bila belum baik kinerjanya,” katanya.

Sebah, tambah Irham, bila dilakukan penyeleksian pejabat dengan penyebutan penataan pejabat, patut dicurigai.

“Bahayanya kalau seperti ini (“penataan pejabat”), ditengarai dan dikhawatirkan adanya jual beli jabatan. Itu yang sering terjadi. Untuk apa penataan? Apa alasannya? Mana hasil penilaian masing-masing? Tidak bisa serta merta langsung mau main menata-nata jabatan,” kata dia.

Irham juga mengaku paham betul, ketika ada di daerah melakukan mutasi jabatan jika tidak memiliki alasan kuat melakukan mutasi jabatan. Ia melihat, akan ujungnya-ujungnya jual beli jabatan.

“Kami di KASN sudah paham, kalau tak ada alasan mutasi, biasanya ujung-ujungnya jual beli jabatan. Tapi kalau ada alasan yang kuat, seperti tingkat kinerja yang lemah dan sebagainya, baru diberikan rekomendasi yang membolehkan untuk dilakukan mutasi lewat uji kompetensi dan panitia seleksi,” tegasnya.

“Misalnya, semua 32 posisi dimutasi untuk penyegaran katanya? Kalau mau segar, suruh mereka mandi saja,” sambung Irham sambil tertawa.

Sembari menambahkan, pihaknya juga kesal menemukan hal tersebut, padahal undang-undang dan peraturan pemerintah sudah dijelaskan.

“Kesal kami kadang-kadang dengan banyak pejabat yang macam seperti ini,” ungkapnya menambahkan.

Disinggung, kenapa tetap juga lolos dari KASN, Irham mengatakan sudah berdasar dengan bukti disampaikan adanya kinerja buruk. Kemudian, pejabat yang akan dimutasi sudah lebih dari 5 tahun menduduki jabatan masing-masing.

“Di UU ASN kan jabatan itu untuk 5 tahun, kecuali si petahana masih mempunyai kompetensi yang diperlukan, maka dia bisa diperpanjang. Atau dilakukan mutasi ke jabatan lain yang serumpun,” katanya.

Disinggung, bahwa jabatan belum sampai 5 tahun, tapi sudah dilakukan mutasi, Irham menegaskan bahwa persoalan itu kembali kepada kinerja pejabat yang dimutasi.

“Nah, dicek saja, apakah ada pelanggaran yang dilakukan? Apakah ada kinerja yang tidak memuaskan?. Kalau belum 2 tahun dan tak ada apa-apa, tak boleh orang dipindahkan,” tegasnya.

Ia menyebut persoalan kinerja, semisal target kinerja proyek atau output tidak tercapai. Kemudian, serapan anggaran jelek dan jauh dari sasaran.

Kemudian, menurut dia lagi, dalam mutasi jabatan harus juga dilihat dari jabatan yang akan ditempati.

“Sesuai PP 11, mutasi jabatan itu harus dilihat sesuai standar kompetensi jabatannya. Apakah si calon yg mau dipindah memilikinya atau tidak? Ingat guru yang pindah ke BPKAD?

Jadi bila mau memindahkan dari Dinsos ke Bappeda pun bisa saja, sejauh persyaratan jabatan dan standar kompetensi jabatannya dipenuhi. Walau dia tidak serumpun,” ujarnya. (mag-12/han)

Disdik Langkat Gelar Bimtek PPK dan SPAB, Canangkan Sekolah Cerdas, Berkarakter dan Tanggap Bencana

Disdik Langkat Gelar Bimtek PPK dan SPAB, Canangkan Sekolah Cerdas, Berkarakter dan Tanggap Bencana

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat terus berusaha menjadikan sekolah cerdas berkarakter dan tanggap bencana. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMP Rudi Hendra Tarigan SPd, MPd, di Stabat, Jumat (23/8).

Untuk menuju sekolah Cerdas Berkarakter dan Tanggap Bencana, dijelaskan Rudi Hendra, Pemkab Langkat telah mem buat beberapa regulasi untuk pelaksanaan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), di antaranya Perbup Nomor 20 Tahun 2018 tentang kurikulum muatan lokal dan ekstrakurikuler.

“Penegasan ini sempat saya sampaikan pada penutupan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Negeri 5 Stabat,” katanya.

Rudi menyampaikan, untuk mewujudkan karakter religiusitas peserta didik, baca tulis Alquran merupakan pelajaran ekstrakurikuler yang wajib bagi SD dan SMP sederajat.

Bimbingan teknis ini diikuti 25 orang peserta terdiri dari lima orang pengawas sekolah, 10 orang Kepala SMP dan 10 orang Kepala SD yang dipandu fasilitator nasional (Fasnas) Ucu Julaeha MPd.

“Tujuan kegiatan ini agar sekolah mengimplementasikan PPK terintegrasi SPAB sebagai upaya pengurangan risiko bencana alam dari satuan pendidikan,” jelasnya.

Selain itu, sambungnya, bimtek ini dipandu oleh fasilitator daerah Drs Basry Sitorus SPd MPsi yang menyajikan materi PPK terintegrasi SPAB berbasis kelas, berbasis masyarakat.

Dimana PPK terintegrasi SPAB harus diintegrasikan ke kurikulum, dan jadi ruh nya pendidikan serta indikator untuk memastikan lingkungan, fasilitas pendidikan aman dari bencana.

“Bukan merupakan tempat yang dapat membahayakan peserta didik, guru dan tenaga pendidikan lainnya,” terangnya.

Ada juga fasda Langkat lainnya, yaitu H Hasanuddin Batubara MPd yang menyajikan materi manajerial kepemimpinan kepala sekolah serta PPK terintegrasi SPAB berbasis budaya sekolah. (bam/han)

Batalyon Infantri 8 Marinir Gelar Bersih-bersih

ist BANTUAN: Letda Mar Esau Lucky Yahya Frisahn, memberikan bantuan kepada masyarakat di sela-sela kegiatan Bindesir di Desa Pakis, Kelurahan Tangkahan Durian, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Jumat (23/8).
BANTUAN: Letda Mar Esau Lucky Yahya Frisahn, memberikan bantuan kepada masyarakat di sela-sela kegiatan Bindesir di Desa Pakis, Kelurahan Tangkahan Durian, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Jumat (23/8).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Batalyon Infanteri 8 Marinir (Yonif 8 Mar) terus melaksanakan Pembinaan Desa Pesisir (Bindesir) di Desa Pakis, Kelurahan Tangkahan Durian, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Jumat (23/8).

Dibawah pimpinan Letda Mar Esau Lucky Yahya Frisahn, prajurit Yonif 8 Marinir Kompi Fire Fox bersama masyarakat melakukan pembersihan lingkungan dan pembuatan parit/ badan jalan. “Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinitas kita setiap minggu dan ini merupakan kegiatan Pembinaan Desa Pesisir (Bindesir),” kata Komandan Batalyon Infanteri 8 Marinir, Letnan Kolonel Mar Danang Ary Setiyawan, SAPMTr.

Selain kegiatan bersih-bersih, Batalyon Infanteri 8 Marinir juga menyantuni masyarakat kurang mampu.

“Alhamdulillah, kegiatan kali ini berjalan lancar dan tanpa ada halangan sedikitpun, kita berharap kegiatan akan terus terlaksana dengan baik dan lancar tanpa ada halang rintang,” kata dia.

“Tentunya dalam setiap pelaksanaan kegiatan dibutuhkan koordinasi dengan pihak daerah setempat. Kegiatan Bindesir ini juga sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri lagi antara Korps Marinir dengan masyarakat sekitar. Shingga dapat terciptanya lingkungan yang nyaman, aman dan kondusif,” tambah Danyon.

Kepala Lingkungan (Kepling) M. Hafiz Ritonga memberikan apresiasi kepada pihak Marinir, khususnya Yonif 8 Marinir. Menurut mereka, kegiatan ini sangat berkesan dihati masyarakat sekitar. Karena dengan diadakannya kegiatan Bindesir, masyarakat sekitar merasa terbantu dalam menyelesaikan kendala dalam pembangunan.

“Dengan adanya giat Bindesir ini, sangat membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lingkungan. Karena bisa saling bahu membahu bersama masyarakat, dan membantu mengatasi setiap kesulitan masyarakat,” terang dia. (bam/han)

Meriahkan HUT Ke-74 RI, Kecamatan Babalan Gelar Gerak Jalan dan Lomba Drum Band

ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS MELEPAS: Camat Babalan, Yafizham Parinduri SSos melepas peserta lomba gerak jalan beregu dan drum band di Halaman Kampung Baru, Pangkalan Brandan, Jumat (23/8).
MELEPAS: Camat Babalan, Yafizham Parinduri SSos melepas peserta lomba gerak jalan beregu dan drum band di Halaman Kampung Baru, Pangkalan Brandan, Jumat (23/8).
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 RI, Kecamatan Bababalan, Kabupaten Langkat menggelar berbagai perlombaan seperti gerak jalan beregu dan Drum band, yang dilepas di halaman Kampung Baru Pangkalan Brandan, Jumat (23/8).

Peserta gerak jalan mulai dari pelajar SD, SLTP dan SLTA sederajat yang ada di Kecamatan Babalan.

“Untuk tingkat SD perlombaan drum band, tingkat SMP dan SMA , SMK dan Aliah adalah perlombaan gerak jalan beregu,” ujar Panitia pelaksana Joni Duiman, Naenggolan, S.Pd kepada Sumut Pos jumat ( 23/8 )

Dikatakan panitia pelaksana, Joni Duiman Nainggolan SPd, penyelenggaran lomba gerak jalan beregu dan drum band, merupakan rangkaian memeriahkan HUT ke-74 RI.

Disebutkan Joni, dari 97 kelompok peserta gerak jalan beregu dan drum band, sebagai juara pertama untuk jalan beregu putri diraih SMK Harapan Pangkalan Brandan, juara satu Putra diraih SMANSABA.

Sedangkan juara pertama gerak jalan tingkat SLTP, juara satu putra diraih SMP Negeri 2 Babalan, dan juara satu putri diraih SMP Swasta Babalan, serta juara satu lomba drum band diraih SDN 053996 Pelawi.

“Kita berharap dengan berbagai perlombaan dan pesta rakyat dalam suasana HUT Kemerdekaan ini, selain membuat masyarakat dan pelajar terhibur, akan tertanam di dalam hati mereka atas kecintaan yang mendalam terhadap negara dan bangsa Indonesia,”ujar Camat Babalan Yafizham Parinduri yang turut menyaksikan kegiatan perlombaan. (yas/han)

Pelunasan SPP Penghapusbukuan Eks HGU PTPN II, Forum Pensiunan Minta Kelonggaran Waktu

PRAN HASIBUAN/SUMUT POS SEPAKAT: Warga yang notabene pensiunan PTPN II yang tinggal di Pasar IV, Jalan Masjid Helvetia, Deliserdang, sepakat segera menyelesaikan SPP untuk eks HGU PTPN II melalui perahu Forum Silaturahmi Pensiunan Eks PTPN II, saat melakukan pertemuan di salah seorang rumah warga, Senin (12/8).
SEPAKAT: Warga yang notabene pensiunan PTPN II yang tinggal di Pasar IV, Jalan Masjid Helvetia, Deliserdang, sepakat segera menyelesaikan SPP untuk eks HGU PTPN II melalui perahu Forum Silaturahmi Pensiunan Eks PTPN II, saat melakukan pertemuan di salah seorang rumah warga, Senin (12/8).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Forum Silaturahmi Pensiunan Perkebunan Eks PTPN II meminta kelonggaran batas waktu pelunasan Surat Perintah Pembayaran (SPP) kepada Direktur Utama PTPN II, Abdul Ghani, atas penghapusbukuan aset eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II pada 24 Agustus 2019 mendatang.

“Hal ini berhubung karena lambatnya pengurusan di notaris sebagai akibat susahnya mendapatkan surat akte ahli waris, serta kediaman ahli waris juga banyak di luar kota,” ujar Ketua Forum Silaturahmi Pensiunan Perkebunan eks PTPN II, M Jusuf Sembiring kepada Sumut Pos, usai pertemuan di salah satu rumah pensiunan karyawan PTPN II, di Gang Keluarga, Jalan Karya Ujung, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Rabu (21/8) sore.

Maka dari itu, lanjut dia, pelunasan SPP dari anggota forum, yaitu 57 orang yang menghuni rumah di Desa Helvetia dan 28 orang di Jalan Karya Ujung, tidak dapat melunasi SPP sebelum 24 Agustus.

“Karena pembayaran tidak mungkin dapat dilaksanakan sebelum surat menyuratnya beres di notaris, maka kami memohon kelonggaran waktu kepada Dirut PTPN II Tanjungmorawa,” terangnya.

Surat permohonan dimaksud sudah disampaikan pada 21 Agustus 2019, berikut melampirkan 85 nama anggota forum sebagai penerima manfaat atas lahan eks HGU PTPN II.

“Jadi ini sebenarnya bukan soal uang, tapi administrasi saja, wajar diberikan kelonggaran waktu apalagi semua adalah keluarga besar PTPN II sendiri,” imbuh Jusuf didampingi sekretaris dan bendahara forum, Isfawani Harahap.

Pada pertemuan itu terungkap, sebanyak 28 KK pensiunan karyawan PTPN II yang bermukim di Jalan Karya Ujung Gang Bersama, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, sepakat agar segala urusan soal penghapusbukuan aset eks HGU PTPN II diakomodir oleh Forum Silaturahmi Pensiunan Perkebunan PTPN II.

“Diiringi dengan doa Nabi Yunus Alaihissalam, 28 KK yang notabene pensiunan karyawan PTPN II yang tinggal dan menetap di Jalan Karya Ujung ini, sepakat semua urusan termasuk pelunasan SPP ke kantor direksi PTPN II melalui perahu Forum Silaturahmi Pensiunan Perkebunan PTPN II,” kata perwakilan warga, Roestam Effendi Nasution.

Dijelaskan Roestam, lebih dari 28 KK yang bermukim di lingkungan mereka tersebut. Namun baru 28 KK itulah yang sepakat memutuskan, agar semua urusan soal penghapusbukuan aset eks HGU PTPN II, difasilitasi Forum Silaturahmi Pensiunan Perkebunan PTPN II.

“Seperti kata Pak Jusuf tadi, penundaan pelunasan SPP akibat susahnya mendapatkan surat akte ahli waris. Kami berterimakasih atas kepedulian Pak Jusuf dan kawan-kawan sesama pensiunan di dalam forum, semoga perjuangan kami mendapat rida dari Allah SWT,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, sebanyak 30 KK yang bermukim di Pasar IV, Jalan Masjid Helvetia, Deliserdang, akan membayarkan biaya penghapusbukuan aset tetap eks HGU PTPN II.

Pembayaran kepada PTPN II tersebut dilakukan, mengingat warga sudah menerima SPP untuk pemindahtanganan aset eks HGU PTPN II.

“Alhamdulillah sudah ada yang membantu kami untuk melakukan pembayaran eks HGU PTPN II ini. Kami harus terus bersatu dan kompak sampai prosesnya rampung nanti,” kata perwakilan warga yang juga pensiunan PTP IX/PTPN II, Abdul Hamid, Selasa (13/8).

Selain bekas rumah pensiunan PTPN II, seluas 2.216,2855 Ha lahan eks PTPN II tersebut terdiri dari peruntukan RUTRWK Kota Binjai, gedung Islamic Center, Kodam I/BB, Polda Sumut, Kejati Sumut, BNN Sumut, UMSU, garapan masyarakat dan penghargaan terhadap masyarakat Adat Melayu Raya. Gubsu Edy Rahmayadi sebelumnya sudah membentuk tim inventarisis yang diketuai Kakanwil BPN Sumut, bersama unsur direksi PTPN II serta instansi terkait lainnya. (prn)

Budiman Ginting: Pemimpin Kota Medan Harus Paham Konsep ABG

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Akademisi Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Budiman Ginting SH MHum mengatakan, pemimpin Kota Medan ke depan adalah orang yang harus memiliki kapasitas, kapabilitas, dan integritas. Selain kemampuan pribadi, Budiman juga menjelaskan bahwa pemimpin Kota Medan nantinya harus memahami konsep A-B-G.

“Kita butuh sosok Medan1 atau Medan2 (wali kota atau wakil wali kota) yang memiliki unsur perpaduan Akademik, Bussinesment, dan Government (ABG). A-B-G inilah konsep yang wajib dikuasai seorang calon pemimpin Kota Medan untuk membangun kerja sama dan tata kelola Kota Medan,” kata Budiman kepada Sumut Pos, Rabu (21/8).

Menurut Budiman sejumlah permasalahan warga di Kota Medan mulai dari segi hukum, perizinan, sikap masyarakat sendiri maupun tata kelola daerah adalah pekerjaan rumah pemimpin Kota Medan ke depan yang mesti dibenahi.

Ia pun menyentil sedikit permasalahan banjir yang kerap terjadi di Kota Medan pada saat hujan deras, seraya masih adanya perilaku tidak baik di masyarakat yang buang sampah sembarangan.

“Bagaimana menyadarkan masyarakat agar sadar hukum, sementara si calon pemimpin itu tidak tahu hukum dan tata kelolanya. Jangan bisa membuat Peraturan Daerah (Perda) tapi tidak mampu mengimplementasikannya,” ujar Budiman.

Dekan Fakutas Hukum USU ini mengatakan, masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ataupun partai politik perlu melihat kemampuan A-B-G si calon pemimpin Kota Medan. Bagaimana menyaring sosok yang memiliki prestasi akademis, mampu berbisnis, dan memahami seluk beluk pemerintahan.


Hal itulah perlu dilakukan untuk mengurus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan yang sebenarnya begitu minim dibanding pekerjaan rumah yang harus di benahi.

Budiman pun berujar apa yang dilakukan dalam mengelola pasar daerah dengan konsep kompetisi yaitu ada reward dan punishment adalah satu penilaian yang penting. Sebab dengan begitu, Pemko Medan akan memiliki pendapatan yang jelas dari sektor-sektor yang memberikan keuntungan.


“Seperti yang saya baca di media, baru baru ini, PD Pasar mengupayakan memberikan keuntungan pada Kota Medan. PD Pasar melakukan penghargaan dan promosi bagi bawahannya yang berprestasi dan yang tidak akan didegradasi,” ujarnya.


Terakhir, kata Budiman, ke depannya Pemerintah Kota Medan haruslah mampu menerapkan sistem ‘reward’ dan ‘punishment’ kepada seluruh OPD nya agar tercipta suasana kerja yang kompetitif.


“Jadi hukum itu harus berlaku, suasana kerja harus punya daya saing, kalau tidak bagaimana bisa menciptakan SDM Unggul. Kita harapkan pada Pilkada Medan 2020, Kota Medan dapat dipimpin oleh mereka yang paham dan berani menerapkan sistem hukum dalam mendongkrak kinerja SDM,” pungkasnya. (map/azw)

Anak Dian Sastro Miliki Ciri-ciri Autisme

Dian Sastrowardoyo

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Artis peran Dian Sastrowardoyo mengatakan, tujuh ciri-ciri anak pengidap autisme begitu terlihat pada putra sulungnya, Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo, di tahun pertama setelah didiagnosa dokter.

“Tahun awal ciri-ciri autisme di anak saya kental banget. Kalau sekarang dari tujuh ciri itu, saya sudah enggak lihat lagi,” ujar Dian Sastro saat ditemui di Special Kids Expo (SPEKIX) 2019 yang digelar di Jakarta Convention Centre, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019).

Berangkat dari kecurigaan itu, Dian Sastro membawa sang anak ke dokter tumbuh kembang dan psikolog untuk mendapatkan kepastian.

“Akhirnya kita bawa ke dokter tumbuh kembang dan bawa ke psikolog. Opini satu dokter doang enggak percaya, masih denial, setelah cek ke tiga dokter ternyata benar itu anak saya baru umurnya delapan bulan,” kata Dian Sastro. Benar saja, rupanya putra Dian didiagnosa autisme.

Pemain film “Pasir Berbisik” itu lantas mengikutsertakan putranya mengikuti terapi khusus pada usia delapan bulan.

“Kabar baik, dengan intervensi yang lumayan early dari umur delapan bulan saya terapi secara nonstop, ada sampai empat tahun,” ujar Dian.

Terapi sejak dini itu terbukti mampu membuat putra Dian Sastro dinyatakan tak perlu ikut terapi saat berusia enam tahun. “Di umur enam tahun anak saya sudah dianggap enggak perlu terapi lagi. Saat ini anak saya sudah kelas 3 SD, dari kelas 1 SD sudah enggak terapi lagi dan bisa berfungsi dengan baik,” kata Dian Sastro. (dian/kps)

Matahari Resmikan 361° Mono Store Pertama di Medan

361° Mono Store – Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Matahari Department Store Tbk kembali meresmikan pembukaan 361° Mono Store keenamnya di Indonesia setelah membuka 5 Mono Store di Jakarta dan Surabaya. Untuk pertama kalinya 361° membuka gerai di Medan, yaitu di Centre Point Medan yang terletak di pusat kota Jl. Jawa No. 8 – Gang Buntu, Medan Timur, Medan.

Mono store yang memilki luas sekitar 115 meter persegi ini menawarkan produk–produk untuk kebutuhan olahraga seperti sepatu, pakaian, tas dan asesoris olahraga lainnya dengan produk dan desain terbaru serta kuaitasnya yang tidak perlu diragukan lagi.

Mono Store yang diresmikan di Centre Point Medan ini juga memiliki konsep toko yang sporty, stylist, dan nyaman sehingga dapat memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan bagi pelanggannya. Selain itu, 361° juga memberikan penawaran menarik untuk 36 orang pertama di tanggal 23 – 25 Agustus 2019 berupa gift voucher sebesar IDR 250,000 dengan min. pembelanjaan IDR 500,000.

“Kami menyambut gembira dibukanya toko 361° pertama di Medan dan berharap toko ini dapat memudahkan pelanggan untuk bisa mendapatkan pilihan koleksi produk 361° Sport Shoes and Apparels yang lebih lengkap. Sesuai dengan komitmennya, Matahari akan terus berusaha menghadirkan produk berkualitas tinggi yang menarik bagi konsumen di pasar Indonesia. Dengan begitu, diharapkan pelanggan dapat terus merasakan suasana belanja yang nyaman (“Feel Good”)” ujar Benjamin Handradjasa, Direktur Specialty Retail Matahari.

Target pasar 361° Sport Shoes and Apparels adalah mereka yang memilih gaya hidup aktif. Selain pilihan produk untuk olahraga, 361° Sport Shoes and Apparels Mono Store juga mempunyai beberapa pilihan produk lain yang bisa digunakan untuk kegiatan sehari – hari dari koleksi lifestyle.

“Kami percaya bahwa kehadiran 361° Sport Shoes and Apparels Mono Store ini dapat membuat pelanggan lebih mengenal karakter produk 361° dan mengenakannya dalam kegiatan sehari-hari.” tutup Benjamin Handradjasa.

361°, didirikan pada tahun 2003, merupakan perusahaan internasional untuk produk sepatu dan pakaian olahraga. 361° menawarkan sepatu olahraga, pakaian olahraga, aksesoris, pakaian anak-anak termasuk produk casual serta produk-produk khusus untuk kegiatan outdoor lainnya.

361° telah mensponsori beberapa even olahraga di Tiongkok termasuk diantaranya China Table Tennis Super League, Chinese Volleyball League, Chongqing Marathon, dan Kinmen Marathon. Selain itu, dengan mensponsori Asian Games 2010 di Guangzhou, 361° menjadi merek olahraga dari Tiongkok pertama yang berhasil mensponsori even olahraga antar benua. Even olahraga terkemuka lainnya yang disponsori oleh 361° termasuk Universiade 2011 di Shenzhen, Asian Beach Game 2012 di Haiyang, Youth Olympic Games 2014 di Nanjing dan Asian Games 2014 di Incheon. Pada tahun 2016, 361° juga menjadi merek olahraga dari Tiongkok pertama yang mensponsori Olimpiade Rio 2016. Pada tahun 2018, 361° menjadi sponsor utama dalam Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. (rel/mea)

Layanan Telekomunikasi Telkomsel Siap Kawal Pemerintah Jadikan Kalimantan Sebagai Ibukota Baru

Telkomsel terus bergerak maju membuka akses komunikasi dengan menggelar infrastruktur jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia. Selain di pulau Jawa dan kota-kota besar melainkan menjangkau ke seluruh pulau di Indonesia, termasuk pulau Kalimantan khususnya Provinsi Kalimantan Timur yang akan dijadikan pemerintah Indonesia sebagai lokasi baru Ibukota Republik Indonesia. Di Pulau Kalimantan sendiri Telkomsel telah menggelar lebih dari 17.800 unit Base Transceiver Station (BTS), dimana sekitar 11.700 di antaranya merupakan BTS broadband dan 62 GraPARI yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan.
  • Layanan telekomunikasi Telkomsel menjangkau lebih dari 90% wilayah Kalimantan
  • Hadir di daerah perbatasan, Nunukan dan Pulau Sebatik untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI
Telkomsel terus bergerak maju membuka akses komunikasi dengan menggelar infrastruktur jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia. Selain di pulau Jawa dan kota-kota besar melainkan menjangkau ke seluruh pulau di Indonesia, termasuk pulau Kalimantan khususnya Provinsi Kalimantan Timur yang akan dijadikan pemerintah Indonesia sebagai lokasi baru Ibukota Republik Indonesia. Di Pulau Kalimantan sendiri Telkomsel telah menggelar lebih dari 17.800 unit Base Transceiver Station (BTS), dimana sekitar 11.700 di antaranya merupakan BTS broadband dan 62 GraPARI yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel terus bergerak maju membuka akses komunikasi  dengan menggelar infrastruktur jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia. Penggelaran jaringan yang selama ini dilakukan tidak hanya berpusat di pulau Jawa dan kota-kota besar, melainkan menjangkau ke seluruh pulau di Indonesia, termasuk pulau Kalimantan khususnya jika Provinsi Kalimantan Timur yang akan dijadikan pemerintah Indonesia sebagai lokasi baru Ibukota Republik Indonesia.

Hingga sekarang, di Pulau Kalimantan sendiri Telkomsel telah menggelar lebih dari 17.800 unit Base Transceiver Station (BTS), dimana sekitar 11.700 di antaranya merupakan BTS broadband yang mana sudah berhasil menjangkau lebih dari 90% populasi Pulau Kalimantan. Telkomsel juga telah siap melayani kebutuhan pelanggan, dengan adanya sebanyak 62 GraPARI yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan.

Bahkan Telkomsel juga telah menerapkan teknologi broadband terbaru yaitu yaitu 4,9G Massive MIMO melalui 4 unit BTS nya yang tersebar di Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Tarakan (Kalimantan Utara). Teknologi 4,9G Massive Mimo akan memberikan kapasitas jaringan yang lebih besar dan memberikan kualitas layanan yang lebih baik.

Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini mengatakan, “Kami siap mengawal pemerintah menjadikan Pulau Kalimantan sebagai lokasi ibukota baru Indonesia di manapun nantinya. Berbekal infrastruktur jaringan terdepan yang tersebar di seluruh pulau, Telkomsel akan terus melanjutkan pembangunan teknologi digital di Kalimantan sehingga siap mengadopsi ekosistem teknologi digital yang lengkap dan berkelanjutan. Segala upaya yang kami lakukan ini untuk senantiasa menjaga kedaulatan bangsa Indonesia agar dapat terus mengakselerasi pembangunan negeri.”

Sedangkan jika ibukota nantinya ditetapkan di Provinsi Kalimantan Timur, Telkomsel juga telah siap mengawal provinsi ini sebagai ibukota NKRI dengan adanya layanan telekomunikasi yang berkualitas dengan dukungan sejumlah 5.500 unit BTS,  di mana sekitar 3.800 unit merupakan BTS broadband, serta pusat pelayanan pelanggan GraPARI di 18 titik.

Kesiapan infrastruktur jaringan Telkomsel tidak hanya membuka akses komunikasi dan mengakselerasi terbentuknya ekosistem gaya hidup digital penduduk di Kalimantan Timur, namun Telkomsel juga siap mendukung Penopang Ibukota dari 56 kota dan kabupaten lainnya di seluruh provinsi Kalimantan dengan infrastruktur jaringan dan layanan.

Selain di Provinsi Kalimantan Timur Telkomsel telah menggelar infrastruktur jaringan di Provinsi Kalimantan Utara sekitar 1.400 unit di mana sekitar 1.000 unit merupakan BTS broadband. Di Provinsi Kalimantan Selatan, Telkomsel telah menggelar BTS sekitar 3.800 unit di mana sekitar 2.500 unit merupakan BTS broadband. Di Provinsi Kalimantan Tengah, Telkomsel telah menggelar BTS sekitar 3.300 unit di mana sekitar 2.000 unit merupakan BTS broadband. Sedangkan untuk provinsi Kalimantan Barat, Telkomsel telah menggelar BTS sekitar 3.800 unit di mana sekitar 2.400 unit merupakan BTS broadband.

Jaringan telekomunikasi Telkomsel  juga telah hadir di daerah perbatasan Pulau Kalimantan yaitu di Pulau Sebatik dan Nunukan. Di Nunukan, Telkomsel telah menggelar 187 unit BTS, dimana 127 unit diantaranya adalah BTS broadband. Sedangkan di Pulau Sebatik, Telkomsel telah menggelar 78 unit BTS, dimana 59 unit diantaranya adalah BTS broadband.

“Ibukota negara merupakan salah satu simbol negara yang terpenting. Dengan kepindahan ibukota Indonesia ke Pulau Kalimantan yang mana secara geografis juga merupakan daerah perbatasan NKRI, sebagai operator seluler Telkomsel akan turut bergerak maju bersama pemerintah, untuk mendukung kedaulatan dan menjaga keutuhan NKRI dengan menghadirkan layanan telekomunikasi di daerah perbatasan Kalimantan. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk senantiasa akselerasikan negeri,” tutup Emma. 

Ibu Kota Baru di Kaltim Bakal Dibangun dengan Konsep Forest City

IBU KOTA BARU Jembatan Sungai Mahakam di Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah berencana memindahkan ibu kota negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Kaltim pada Tahun 2024.
IBU KOTA BARU Jembatan Sungai Mahakam di Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah berencana memindahkan ibu kota negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Kaltim pada Tahun 2024.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Teka-teki di mana lokasi ibu kota baru Negara Republik Indonesia, akhirnya terjawab. Pemerintah memastikan, lokasi ibu kota baru akan berada di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Meski begitu, pemerintah masih menutup rapat informasi terkait kawasan yang benar-benar akan menjadi ibu kota pengganti DKI Jakarta itu.

“Kalimantan Timur, tapi lokasi spesifiknya yang belum,” kata Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/8).

Sofyan menegaskan, pengadaan lahan untuk kebutuhan ibu kota ini masih menunggu pengumuman resmi lokasi pasti ibu kota baru oleh presiden. Menteri asal Aceh itu memastikan, kebutuhan lahan ibu kota baru untuk tahap pertama memerlukan tanah seluas 3.000 hektare yang akan dimanfaatkan guna pembangunan kantor pemerintahan.

Dia juga mengatakan, lahan seluas 200-300 ribu hektare (Ha) disiapkan untuk membangun ibu kota baru dengan konsep forest city tersebut. “Setelah itu luas perluasannya bisa 200-300 ribu ha, sehingga bisa bikin kota, dengan taman kota yang indah, banyak tamannya, orang bisa hidup sehat dan udara bersih. Kita harapkan jadi kota menarik buat dihidupi,” kata Sofyan.

Sebelumnya diketahui, ada dua calon terakhir lokasi ibu kota, yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Nama Kaltim sendiri santer disebutkan dalam beberapa waktu terakhir, menyisihkan Kalimantan Tengah.

Terpisah, Menteri Perencanaan Pembangunan/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro belum berani memastikan ibu kota negara akan dipindah ke Kalimantan Timur (Kaltim). Saat ditanya soal pernyataan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil bahwa ibu kota negara akan dipindah ke Kaltim, mantan menteri keuangan itu tak berani menjawab iya atau tidak.

“Itu mungkin pinter-pinternya wartawan saja. Tetapi tunggu pengumuman dari presiden,” jawab Bambang di Kantor Staf Presiden (KSP), Kamis (22/8).

Bambang hanya menjelaskan tentang tahapan pembangunan dan gambaran umum tentang desain ibu kota yang baru tersebut. Di mana, pada 2020 masih tahap persiapan dengan mendasarkan pembiayaan tidak tergantung pada APBN. “Yang paling besar adalah investasi dari pihak swasta dan BUMN,” kata menteri bergelar profesor dengan nama lengkap Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro itu.

Kegiatan pembanguan infrastruktur sendiri akan dimulai pada 2021 pada lahan efektif sekitar 3.000 hektare, dari total 6.000 hektare untuk pusat pemerintahan dan 40.000 hektare keseluruhan kawasan perkotaannya. “Nanti kita lihat, 2021 baru mulai kegiatannya. Groundbreaking 2021. (3.000 ha) itu pusat pemerintahannya,” tegas Bambang.

Gambarannya lainnya, ibu kota negara itu nantinya akan berada tidak jauh dari kota yang sudah ada, serta dekat dengan bandara dan pelabuhan yang ada. Jadi, tinggal dilakukan pembenahan saja. Sebab, pemerintah ingin pembangunannya efektif serta efisien. “Jadi tidak perlu bangun bandara baru. (Lokasinya) ini kan tempat yang belum ada kegiatan, tanah kosong. Jadi bukan di Samarinda atau Balikpapan, itu kan kota yang sudah berjalan,” tambah Bambang sembari menyatakan lahan kosong itu sudah dikuasai negara.

Jokowi Sebut Masih Dikaji

Sementara, Presiden Joko Widodo membantah pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil yang menyebut Ibu Kota akan pindah ke Kalimantan Timur. Jokowi menegaskan, pemerintah belum menentukan provinsi yang akan menjadi ibu kota baru karena masih ada kajian yang belum komplet. “Masih tunggu satu atau dua kajian,” kata Jokowi di Istana Bogor, Kamis (22/8).

Presiden enggan menjelaskan lebih detil apa kajian yang belum komplet itu. Namun, menurut dia, kajian tersebut sampai saat ini belum ia terima. Oleh karena itu, belum ada keputusan dan pengumuman soal lokasi persis ibu kota baru. Pemerintah baru sebatas menentukan bahwa ibu kota pengganti DKI Jakarta akan ada di Pulau Kalimantan. “Akan kita umumkan pada waktunya, masih nunggu kajian, tinggal satu, dua kajian belum disampaikan kepada saya,” kata Jokowi.

Belum Ada Pembahasan di DPR

Meski rencana pemindahan Ibu Kota negara terus bergulir, namun Anggota Komisi II DPR Yandri Susanto mengatakan, ýsampai saat ini mereka belum pernah diajak bicara mengenai rencana pemindahan ibu kota ini. Bahkan naskah akademiknya saja belum ada. “Belum ada yang dibahas. Jadi dari pemerintah belum ada apa-apa. Termasuk draf rancangan UU belum ada sama sekali,” ujar Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/8).

Menurut Yandri, apabila pemerintah serius melakukan pemindahan Ibu Kota. Maka seharusnya sudah mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai hal tersebut. Termasuk juga kapan pemindahan itu dilakukan.

Atau minimal sudah ada naskah akademiknya. Sehingga, apabila hanya mengajukan izin ke DPR mengenai pemindahan ibu kota. Maka wacana itu belum mempunya kekuatan hukum. “Jadi kalau menurut saya pemindahan Ibu Kota itu masih sebatas wacana, karena belum punya kekuatan hukum apa-apa. Otomatis belum bisa dilaksanakan juga, karena belum ada UU untuk memerintahkan pemindahan Ibu Kota,” katanya.

Oleh sebab itu, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku aneh apabila DPR belum diajak berdiskusi dengan pemerintah mengenai wacana pemindahan Ibu Kota itu. Maka bisa saja itu hanyalah wacana yang tidak tahu kapan bisa dilaksanakan. “Kalau sampai saatnya kita di DPR ini enggak diajak bicara. Maka Ibu Kota baru kita itu bisa sebut Ibu Kota ilegal,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Yandir, pemindahan ibu kota memerlukan dana besar. Kalau Presiden Jokowi ingin adanya pemerataan kesejahteraan rakyat. Maka solusinya bukan memindahkan ibu kota. Cukup dengan tidak melakukan segala macam impor. Sehingga petani-petani hidupnya bisa sejahtera. “Jadi alasan memindahkan ibu kota untuk faktor pemerataan itu belum pernah saya dengar,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah meminta izin kepada seluruh rakyat Indonesia untuk pindah ibu kota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan dalam Pidato Kenegaraan HUT ke-74 RI pada Sidang Bersama DPD dan DPR RI di Jakarta, Jumat (16/8). “Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu anggota dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan,” katanya.

Namun, pada kesempatan itu, Presiden tidak menyebutkan secara spesifik provinsi atau kota mana yang akan dijadikan ibu kota baru tersebut. Ibu kota, kata dia, bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa.

Dia mengatakan pemindahan ibu kota tersebut dilakukan demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi. “Ini demi visi Indonesia Maju. Indonesia yang hidup selama-lamanya,” tutup Jokowi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro juga mengatakan lokasi ibu kota baru harus berada di tengah-tengah wilayah Indonesia untuk merepresentasikan keadilan dan mendorong percepatan wilayah timur Indonesia.

Syarat selanjutnya yakni harus memiliki risiko yang minim akan bencana gempa bumi, gunung berapi, tsunami, banjir, longsor mau pun kebakaran hutan dan lahan.(jpc/jpnn/dtc)