Home Blog Page 5106

Dukung Kapolsek Patumbak yang Dikeroyok Bandar Narkoba, Mabes: Sumut Peringkat Satu Kuantitas Peredaran Narkoba

M Idris/Sumut Pos DUKUNGAN: Tim Tindak Pidana Narkoba IV Mabes Polri bertemu dan memberi dukungan kepada Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar dan beberapa anggotanya, yang dikeroyok bandar narkoba, Selasa (20/8).
DUKUNGAN: Tim Tindak Pidana Narkoba IV Mabes Polri bertemu dan memberi dukungan kepada Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar dan beberapa anggotanya, yang dikeroyok bandar narkoba, Selasa (20/8).
M Idris/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus pengeroyokan Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi oleh bandar narkoba di Marindal berinisial A bersama komplotannya berjumlah sekitar 20 orang, mendapat sorotan dari Mabes Polri. Tim Mabes Polri melalui Tindak Pidana Narkoba IV bertemu untuk memberi dukungan kepada AKP Ginanjar di Mapolsek Patumbak, Selasa (20/8).

Wakil Tindak Pidana Narkoba IV Mabes Polri, Kombes Pol Krisno H Siregar, menyatakan sangat mendukung Kapolsek Patumbak dan jajarannya dalam memerangi narkoba.

“Pertemuan ini adalah sebagai wujud empati, sekaligus kesetiakawanan sesama aparatur Polri yang bertugas memberantas narkoba. Apa yang terjadi waktu itu yang dialami Kapolsek Patumbak adalah wujud keseriusan Polri dalam penindakan terhadap narkoba. Kalau ada rekan kami jadi korban dalam penganiayaan ini, kami berharap penegak hukum lainnya mengambil tindakan tegas. Kita sama-sama bekerja dalam memberantas untuk membebaskan bangsa kita dari narkoba,” ujar Krisno didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung.

Kata Krisno, pihaknya sengaja datang ke Mapolsek Patumbak untuk memotivasi seluruh anggota Polri, agar tidak pernah lelah dalam memerangi narkoba. “Setiap tugas ada risiko, khususnya kami pasti ada risiko keselamatan. Kita juga beri penghargaan, penghargaan itu bisa seperti ucapan maupun material,” ucapnya.

Diutarakan dia, Polri sendiri tidak pernah ragu mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap para bandar narkoba. Hal ini sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Krisno mengatakan, di Sumut sendiri kebijakan terhadap penegakan hukum kasus narkoba, Polri sangat keras terutama kepada bandar dan jaringannya. “Kami tidak akan pernah ragu untuk mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap bandar. Namun kami menyadari masalah narkoba juga membutuhkan upaya rehabilitasi terhadap korban dan pecandu penyalahgunaan narkotika,” sebutnya.

Dalam memerangi narkoba, Polri tidak bisa bekerja sendiri melainkan merangkul dari beberapa instansi. “Kami (Polri) melakukan kerja sama masalah pemberantasan narkoba dengan instansi lain seperti BNN, Bea dan Cukai, TNI dan lainnya,” tuturnya.

Krisno mengaku, bukan hanya bekerja sama dengan instansi dalam negeri, Polri juga merangkul negara lain dalam memerangi narkoba. Pasalnya, masalah narkoba bukan hanya persoalan di Indonesia saja. “Kami bekerja sama dengan negara tetangga atau regional Asia Tenggara dan internasional serta intelejen. Sebab, masalah narkoba bukan hanya masalah di Indonesia tapi juga bangsa lain,” ungkapnya. Diakui Krisno, Sumut khususnya Kota Medan mendapatkan ranking 2 se-Indonesia setelah Jakarta dalam pengungkapan peredaran narkoba. Namun, dari segi kualitas dan kuantitas barang bukti narkoba di Sumut merupakan nomor 1.

“Berdasarkan evaluasi, narkoba biasanya masuk dari negara yang paling terdekat, tetapi tempat produksinya belum tentu di sana. Misalnya, produksi saat ini di suatu lokasi di China. Lalu transit ke suatu negara tertentu yang dekat Indonesia. Kemudian masuk ke Indonesia melalui beberapa jalur seperti laut dan darat,” paparnya.

Dalam menyelesaikan atau menghancurkan jaringan narkoba, Polri sendiri tidak hanya melakukan penangkapan atau memenjarakan tetapi juga harus dimiskinkan. “Kami sudah menerapkan Undang Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang money loundry terhadap para bandar. Jadi, bukan hanya para pengedar tapi orang yang terlibat seperti istri, paman dan siapapun yang terlibat maka kita lakukan tindak pidana pencucian uang,” tukasnya.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan dari tim Mabes Polri melalui Tindak Pidana Narkoba IV. Ginanjar menyatakan, meski dirinya menjadi korban penganiayaan bandar narkoba dan kelompoknya, dia tak akan pernah gentar untuk memerangi narkoba. “Saya tetap berkomitmen untuk melakukan pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polsek Patumbak,” ujar dia.

Sebelumnya, AKP Ginanjar beserta jajaran melakukan gerebek kampung narkoba (GKN) di kawasan Jalan Karya Marindal I Gang Rukun, Kecamatan Patumbak pada Selasa (6/8) lalu atas laporan dari masyarakat. Dari penggerebekan tersebut, berhasil mengamankan tiga pelaku narkoba masing-masing berinisial U, K, dan S. Ketiga pelaku mengaku sabu yang dijual berasal dari bandar berinisial A.

Pada Kamis (8/8) Ginanjar bersama sejumlah anggotanya melakukan pengembangan dan mengetahui posisi tersangka A. Sekitar pukul 17.00 WIB bandar narkoba berinisial A tersebut diketahui berada di Jalan Marindal I Pasar IV Gang Keluarga, Kecamatan Patumbak.

Ketika melakukan pengejaran, Ginanjar melihat tersangka A sedang duduk di depan rumah. Mengetahui petugas akan melakukan penyergapan, tersangka pun berusaha melarikan diri dengan cara kabur menuju jalan besar. Sesampainya di jalan besar, ternyata tersangka sudah bersama 20 orang rekannya. Mereka mengeroyok Ginanjar dan anggotanya.

Akibatnya, Kapolsek Patumbak ini pun mengalami luka di wajah tepatnya pipi kiri di bawah mata dan lengannya. Selanjutnya, dilarikan oleh anggotanya ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. (ris)

Sudah Beraksi 27 Kali Komplotan Curanmor Modus ‘Becak Hantu’ Didor Polisi, Cek TKPnya

BECAK HANTU: ketiga pelaku ‘BECAK HANTU’, yaitu Marusaha Sihombing, Rendy Pranata Sihombing, dan FS alias Locot, ditembak polisi.
BECAK HANTU: ketiga pelaku ‘BECAK HANTU’, yaitu Marusaha Sihombing, Rendy Pranata Sihombing, dan FS alias Locot, ditembak polisi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Pegasus Satuan Reskrim Polrestabes Medan kembali menangkap komplotan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bermodus ‘Becak Hantu’, yang selama ini meresahkan masyarakat. Kali ini, tiga komplotan pelaku ditangkap. Dua pelaku di antaranya dihadiahi timah panas pada betis masing-masing.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, kasus ini terungkap berdasarkan laporan korbannya bernama Bahauddin Syahputra Hasibuan (19), seorang mahasiswa penduduk Jalan Badau Lingkungan VIII, Kelurahan Belawan Bahagia.

Korban kehilangan sepeda motor Honda CBR ketika bermain game di Warnet I Cafe Jalan Ringroad, Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Medan Sunggal pada Rabu, 10 Juli 2019.

“Awalnya korban bermain game di warnet sekitar pukul 05.00 WIB, dan memesan selama 7 jam lamanya. Setelah waktunya habis, korban hendak pulang ke rumah. Namun ketika akan mengambil sepeda motornya, ternyata sudah tidak ada di parkiran warnet,” kata Putu, kemarin.

Korban kemudian menanyakan kepada pegawai warnet tersebut. Akan tetapi, tak ada yang mengetahuinya. Lantas, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Medan Sunggal.

Dari laporan korban, tim melakukan penyelidikan lebih jauh. Setelah sebulan lebih menyelidiki, tim mendapat informasi pada 16 Agustus 2019 sekitar pukul 08.00 WIB tentang keberadaan pelaku yang sedang berada di sebuah rumah kos Jalan. Bajak V Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas. “Pelakunya ternyata komplotan curanmor modus ‘becak hantu’. Tiga orang pelaku berhasil ditangkap,” katanya.

Adapun ketiga pelaku yaitu Marusaha Sihombing alias Kocu (22) warga Jalan Tangguk Bongkar 5 Gang Bersama Perumnas Mandala, Rendy Pranata Sihombing alias Rendy (22) warga Jalan Tangguk Bongkar 7 Perumnas Mandala, dan FS alias Locot (17) warga Jalan Tirto Sari Pinggir Rel Perumnas Mandala.

“Saat akan disergap, kedua pelaku (Kocu dan Rendy) mencoba melawan sehingga dengan terpaksa kita lumpuhkan,” ucapnya.

Disebutkan Putu, berdasarkan hasil interogasi ketiga tersangka, mereka mengakui telah mencuri sepeda motor korban. Mereka beraksi dengan tersangka lainnya bernama Sahat Mulatua Sitanggang alias Sahat yang sudah ditangkap sebelumnya.

“Dari penangkapan ini, kita juga meringkus tersangka Alex Suharto alias Alex (34), warga Jalan Tangguk Bongkar II Donggala, Perumnas Mandala yang merupakan penadah. Sama dengan dua tersangka sebelumnya, tersangka Alex mencoba melawan sehingga terpaksa kita lumpuhkan di kedua kakinya,” sebut Putu.

Masih berdasarkan interogasi para tersangka, ternyata Kocu merupakan residivis tahun 2015 dan 2017 dalam kasus pencurian. Begitu juga Rendy residivis tahun 2012 dan 2015, Locot residivis tahun 2018 dan Alex residivis tahun 2008.

“Menurut catatan, seluruh tersangka komplotan ‘becak hantu’ ini merupakan residivis yang yang sudah beraksi di 27 TKP sesuai dengan laporan polisi (lihat grafis, red). Dari mereka, disita barang bukti berupa 2 unit sepeda motor, 1 unit gerenda mesin, 7 kunci letter L, 3 obeng, 5 kunci letter Y, tas hitam, tang, dan helm LTD warna merah,” bebernya.

Putu menambahkan, untuk 3 tersangka pelaku curanmor dikenakan dengan Pasal 363 KUHP. Sedangkan tersangka Alex dijerat dengan Pasal 480 KUHP. (ris)

Pelaku Beraksi di 27 TKP, Ini TKPnya:

  1. LP / 1163 / K / VII / 2019 / SPKT POLSEK SUNGGAL, tanggal 10 Juli 2019 a.n pelapor Bahaudin Syahputra Hasibuan. TKP, Jl. Ringroad (warnet I café) Kel. Tanjung Rejo Kec. Medan Sunggal
  2. LP / 1011 / K / IV / 2019 / SPKT PERCUT, tgl 09 April 2019, Pelapor an. Abdul Latief. TKP Depan Toko Bata Komplek MMTC Pancing Kec. Percut Seituan
  3. LP / 1259 / K / VI / 2019 / SPKT RESTABES MEDAN, tanggal 13 Juni 2019 a.n pelapaor SITI AMINAH SITEPU. TKP : Jl. Prof HM. Yamin No. 236 Kel. Sei Kera Hilir II Kec. Medan Perjuangan
  4. LP / 586 / VI / 2019 / SEK MDN TIMUR, Tgl 11 Juni 2019 an. SURIATIK. TKP : JL. Pahlawan (cm laundry) Medan Perjuangan
  5. LP / 993 / K / VII / 2019 / SPKT SEK DELTA, Tgl 29 Juli 2019 an. VIKTOR BARUS. TKP : JL. Jamin Ginting Simpang Perum Simalingkar
  6. LP / 668 / V / 2019 / SPKT / SEK DELTA, Tgl 23 Mei 2019 an. HENDRI WINARDI
    TKP : JL BZ Hamid no 8 B Simpang Kanal Kel. Suka Maju Kec. Medan Johor
  7. TKP : Jl Ring Road Pinggir Jalan
  8. TKP : Jl. HM. Joni Medan
  9. TKP : JL. Bilal Medan
  10. TKP : JL. Pancasila Kec. Medan Denai
  11. TKP : JL. Jamin Ginting Depan Pajak
  12. TKP : Tanjung Morawa Deli Serdang
  13. TKP : Pasar III Tembung didepan teras rumah
  14. TKP : JL. Ring road dekat ASOKA Medan
  15. TKP : JL. Bromo Medan
  16. TKP : JL. Rahayu Medan
  17. TKP : JL. Menteng (waruk bakso) Medan
  18. TKP : JL Pasar Merah Medan (warung bakso)
  19. TKP : JERMAL (didepan rumah)
  20. TKP : Tembung Simpang Jodoh
  21. TKP : JL. Pancing (depan rumah)
  22. TKP : JL. Pertahanan (RM BPK) Patumbak
  23. TKP : JL. Teladan Medan (counter Hp)
  24. TKP : JL. SM Raja Medan (rumah makan Simpang Limun)
  25. TKP : JL. Perjuangan Medan (kedai tuak)
  26. TKP : JL SM Raja Medan
  27. TKP : JL. Denai Medan (depan Foto Copy)

Groundbreaking Normalisasi Sungai Bedera, Gubsu: Siapapun Tak Boleh Mengganggu

SAKSIKAN: Gubsu, Edy Rahmayadi, Wakil Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi, Dandim, Kol Inf Roy Hansen J Sinaga, Forkopimda Sumut dan Kota Medan, menyaksikan langsung dimulainya normalisasi pelebaran alur Sungai Bedera.
SAKSIKAN: Gubsu, Edy Rahmayadi, Wakil Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi, Dandim, Kol Inf Roy Hansen J Sinaga, Forkopimda Sumut dan Kota Medan, menyaksikan langsung dimulainya normalisasi pelebaran alur Sungai Bedera.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Medan Bersih, Berseri dan Bermartabat yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, memasuki babak baru. Hal itu ditandai dalam acara Groundbreaking Normalisasi/Pelabaran Alur Sungai Badera, di pelataran Perumahan Bumi Asri, tepatnya kawasan Pergudangan Paragon, Selasa (20/8) sore.

Gubsu Edy Rahmayadi bersama Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi yang diwakili Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi, Dandim Kol Inf Roy Hansen J Sinaga beserta unsur Forkopimda Sumut dan Kota Medan menyaksikan langsung dimulainya normalisasi pelebaran alur Sungai Bedera yang melintasi Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Dengan mengenakan rompi keselamatan kerja, pengerukan melalui eskavator yang dinaiki Gubsu Edy, Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan Kepala BWSS II, Roy Pardede menandai groundbreaking Sungai Badera. Alat berat berupa beko tersebut tampak membersihkan sampah yang ada dalam sungai, dan merobohkan bagunan liar di sempadan Badera.

Pengorekan sungai yang dilakukan dalam rangka mengatasi banjir juga disaksikan ratusan warga sekitar yang selama ini menjadi langganan banjir akibat Sungai Bedera telah mengalami penypitan dan pendangkalan. Selain pengorekan, long amp juga merubuhkan pagar seng milik warga yang didirikan persis di pinggiran Sungai Bedera. Tidak hanya pagar seng, long amp juga menghancurkan bangunan liar yang juga didirikan di pinggiran sungai. Tak ada apa upaya dari pemlik pagar seng maupun bangunan liar yang melakukan protes maupun menghentikan prosesi pengorekan maupun pembongkaran yang dilakukan. Kemudian diikuti dengan pelebaran sungai yang ditandai dengan penghancuran dinding sungai yang telah dibeton.

Normalisasi yang dilakukan ini melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dari Pemerintah Provinsi Sumut, Pemko Medan BWS Sumatera II serta dibantu personel dari Kodam I/BB. Proses normalisasi berjalan dengan lancar, tanpa kesulitan long amp pun melakukan pendalaman dan pelebaran. Tanah bercampur lumpur hasil pengorekan selanjutnya ditumpukkan untuk s lanjutnya diratakan.

Menurut Gubsu, normalisasi dilakukan guna mengatasi banjir yang selama ini terjadi. Tidak hanya Sungai Bedera, ada 8 sungai lagi yang menyusul akan dinormalisasi. Namun sebagai langkah awal, Sungai Bedera yang dinormalisasi karena pendangkalan dan penyempitan yang terjadi cukup parah. Dengan normalisasi yang dilakukan diharapkan dapat mengatasi banjir yang selama ini terjadi. “Kalau rumah saya banjir, saya tidak masalah tapi kalau rumah warga yang kebanjiran justru saya yang kewalahan. Itu karena saya sayang warga Sumut, terutama Kota Medan karena Medan ibukota provinsi Sumut,” kata Gubsu.

Dengan dimulainya normalisasi Gubsu berharap sampai tahun 2022, seluruh sungai yang ada di Kota Medan bersih sehingga nyaman diperggunakan. “Ada 9 sungai di Kota Medan yang harus segera ditangani. BWS telah menyiapkan anggaran Rp1 triliun. Anak cucu kita harus hidup sehat. Siapa pun tak boleh mengganggu. Kalau ada yang terganggu, segera bicarakan dengan saya,” tegasnya.

Gubsu menegaskan, tidak boleh seorang pun yang mengganggu kelancaran pekerjaan tersebut. Ia juga membuka ruang komunikasi bagi warga yang terdampak maupun pihak mana saja, untuk diambil solusi segera sesuai ketentuan berlaku.

Menurutnya, tanpa bantuan masyarakat dan semua pihak terkait program dimaksud tidak akan dapat berjalan mulus. “Kenapa saya harus turun hingga tingkat seperti ini. Karena tanpa pengertian kita semua, (program normalisasi) ini adalah omong kosong. Kota Medan ini adalah ibukota Sumut dan milik warga Sumut,” katanya.

Edy menceritakan bahwa program ini ia contoh dari Sungai Citarum, Jawa Barat. Di mana, berkat tangan dingin eks Pangdam Siliwangi waktu itu yang sekarang Kepala BNPB, Doni Monardo, dari sungai terjorok di dunia menjadi sungai yang bersih.

“Saya juga berharap dan punya mimpi yang sama. Kota Medan yang diapit lima sungai harus bersih dan berseri. Sungai ini adalah anugerah Tuhan. Sungai diciptakan sebagai kebermanfaatan bagi manusia. Dan surga kecil itu ditaruh di tempat kita. Kita aja yang gak tahu diri,” tegasnya.

Mantan Pangkostad ini mengajak seluruh lurah dan camat untuk bekerja ikhlas dalam mewujudkan program tersebut. Terutama untuk melakukan pendekatan terhadap warga yang terkena dampak pembangunan. “Kalau kalian (lurah dan camat) bekerja ikhlas, maka surgalah tempat kalian nanti. Saya bersumpah kepada Tuhan, saya tidak akan sengsarakan rakyat saya. Ini harus kita selesaikan. Sebab 10 menit aja Medan hujan, pasti banjir. Saya juga sudah siapkan tali asih. Kalaupun nanti kalian tak mau tali asih, kita sediakan rumah susun,” tutur Gubsu.

Sebelumnya, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Roy Pardede mengungkapkan, Sungai Badera akan menjadi proyek percontohan dari sungai lain yang ada di Medan untuk mewujudkan Program Medan Bersih, Berseri dan Bermartabat.

“Sungai Badera salah satu sungai langganan banjir di Medan. Ini akibat terjadi sendimentasi dan penyempitan sungai. Sehingga daya dukung Badera tidak lagi mampu menampung debit air. Atas dasar itu acara hari ini (kemarin, Red) kita laksanakan.

Kami (BWSS) bersama seluruh stakeholder termasuk tokoh masyarakat, akademisi, TNI/Polri, dan Pemprovsu melaksanakan groundbreaking demi tujuan Medan terhindar dari banjir. Dan Sungai Badera akan menjadi pilot projek atas pelaksanaan program ini,” katanya saat memberi sambutan di acara groundbreaking.

Pihaknya menargetkan, pada akhir tahun ini pekerjaan normalisasi Sungai Badera akan selesai dilakukan. Karenanya BWSS II berharap bantuan semua pihak termasuk masyarakat yang terkena dampak, untuk dapat membantu pelaksanaan pekerjaan di lapangan. “Kami tidak mungkin bisa melaksanakan pekerjaan ini tanpa dukungan semua pihak. Kita berharap semua pihak terlibat dalam pelaksanaannya nanti,” katanya.

Normalisasi Sungai Badera yang memiliki panjang 3,5 km, akan dilakukan mulai dari Jalan Gatot Subroto simpang dekat Kodam I/BB, sampai ke pintu tol Helvetia. Secara teknis pekerjaan, BWSS II mengaku tidak ada masalah karena punya alat yang lengkap dan dibantu perlengkapan dari Kodam I/BB.

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, setelah didata terdapat 93 kepala keluarga yang menetap di sepanjang sempadan Sungai Badera. “Seperti Pak Gubernur tadi katakan akan kita berikan tali asih. Dan untuk nilainya akan ditentukan oleh Pak Gubernur,” katanya.

Dikatakan Akhyar, Pemko juga siap duduk bersama membahas klaim warga akibat dampak pekerjaan itu. Sehingga semua bisa clear dan pekerjaan cepat terwujud. Ada aturan bahwa lebar sungai menurut RTRW Kota Medan adalah enam meter. “Di luar itu ada namanya sempadan sungai. Lebih kurang 15 meter kiri kanan.

Total sebenarnya adalah 38 meter namun kita ambil cuma 16 meter. Itu merupakan hak air dan sudah ada ketentuan bakunya. Mengenai ada klaim tanah mereka, kita akan cek dan ukur ulang. Kita lihat dulu bagaimana prosesnya, kita akan rekonstruksi,” katanya.

Akhyar menambahkan bagi warga yang bersedia direlokasi dan tak mau diberi tali asih, Pemko akan memfasilitasi hunian di Rusunawa Kayu Putih. “Untuk relokasi tahap pertama ini Pemko Medan ada Rusunawa Kayu Putih. Ada beberapa unit lagi di situ. Silahkan manfaat itu. Yang mau pindah sukarela juga akan kita kasih tali asihnya,” katanya.

Selain BWSS II dan Pemprovsu, program ini melibatkan jajaran Kodam I/BB, Polda Sumut, Pemko Medan, dan Pemkab Deliserdang. Sebelumnya Gubsu sudah intens mengajak seluruh pihak untuk rapat koordinasi membahas penanganan banjir Kota Medan dan sekitarnya. (prn/map/ila)

Penertiban Pedagang Warkop Elisabeth, Sofyan: Saya Tak Arogan

idris/sumut pos MELEPUH: Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan mengalami luka melepuh di bagian wajah dan lehernya.
MELEPUH: Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan mengalami luka melepuh di bagian wajah dan lehernya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penertiban pedagang kaki lima di kawasan Jalan H Misbah Kota Medan, tepatnya di depan RS Elisabeth pada 1 Agustus lalu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, diyakini semua pihak akan menjadi pener-tiban yang tidak akan dilupakan, baik oleh para pedagang warkop Elisabeth sendiri, juga bagi Sa-tpol PP Kota Medann

Sebab, selain mendapatkan perlawanan sengit dari para pedagang, Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan juga harus mengalami penyiraman air panas oleh salah satu pedagang yang kembali berjualan di atas badan jalan. Namun Sofyan mengaku dirinya tak arogansi dalam penertiban itu.

Sofyan menceritakan, pihaknya menolak bila disebut sebagai pihak yang menggunakan cara-cata arogansi dalam melakukan penertiban. Sebab, ia hanya menjalankan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai penegak Perda.

Apalagi, lanjutnya, jauh sebelum melakukan penertiban secara tegas dan akurat, pihaknya juga telah mencoba untuk melakukan langkah-langkah persuasif dalam melakukan sosialisasi sekaligus pembinaan terhadap para pedagang. Sejak dari 2 tahun sebelum penertiban itu, pihaknya telah mendatangi sejumlah pedagang kaki kima di sana guna memberikan sosialisasi.

“Tanggal 10 Oktober 2017 saya dengan anggota personel Satpol PP Kota Medan telah ke Warkop Elisabeth untuk melakukan pembinaan dengan teknik dialog kepada para pedagang warkop Jalan Haji Misbah. Dan ketika kita disambut baik dan bicara baik-baik walaupun para pedagang tetap tidak menertibkan sendiri dagangannya,” ujar Sofyan.

Selanjutnya, kata Sofyan, pihaknya juga kembali melakukan sosialisasi pada 12 April 2019 atau tepatnya 4 bulan sebelum penertiban. Namun sama dengan pembinaan yang pertama, para pedagang tetap tidak menertibkan sendiri dagangannya.

“Jadi kalau ada yang bilang bahwa kami ini tidak pernah melakukan cara-cara persuasif, jelas itu salah. Selain itu, kami juga sudah melakukan langkah-langkah sesuai prosudur, yakni memberikan surat peringatan pertama hingga ketiga, sampai terakhir kami berikan surat pengosongan. Kota Medan harus tertib, Perda harus ditegakkan. Tetapi kami tidak pernah lupa untuk melakukan cara-cara persuasif sebelum melakukan penertiban,” tegasnyanya. (map/ila)

Panjat Pinang, Warga Sicanang Tewas

Police Line-Ilustrasi.
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI) di Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, berujung maut. Seorang pemuda berinisial AYH (21) dikabarkan meninggal dunia setelah terjatuh saat panjat pinang.

Warga yang menetap di Lingkungan X, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan kini telah disemayamkan.

Kepala Lingkungan X, Jere Aritonang, mengatakan, peristiwa tragis menimpa warganya terjadi pada hari Sabtu (17/8) lalu. Korban terjatuh saat mengikuti kegiatan panjat pinang.

“Dari keterangan warga, korban terjatuh sewaktu hendak memanjat pinang. Ia jatuh langsung ke ke dalam air lumpur karena lokasi di bak kubangan,” jelas Jere, Selasa (20/8).

Melihat korban pingsan, kata Jere, warga lainya langsung membawanya ke dukun patah di kawasan Payah Rumput. Setelah diberikan pertolongan, ternyata kondisi korban terlihat cukup parah. Keluarga korban melarikannya ke Rumah Sakit Mitra Medika

“Saya dapat kabar Senin pagi, ternyata korban sudah meningggal. Saya sudah dimintai keterangan untuk menjelaskan kejadian itu,” kata Kepling.

Sementara, Kapolsek Belawan, Kompol Safarudin Tama Siregar dikonfirmasi membenarkan adanya remaja tewas karena terjauh saat panjat pinang. “Iya benar. Korban tewas setelah terjatuh saat panjang pinang di Lingkungan X. Saat ini anggota tengah menyelidiki kasusnya,” ujarnya. (fac/ila)

Ayo, Buruan Urus KIA

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bagi masyarakat yang ingin membawa anak-anaknya mengisi hari libur ke Kebun Binatang (Medan Zoo) atau ke Kolam Renang Deli, tak perlu repot membayar penuh harga tiket masuk. Jika memiliki Kartu Identitas Anak (KIA), akan diberi diskon 15 persen masuk ke dua lokasi tersebut Tapi bagi yang belum memiliki KIA, ayo buruan urus KIA sekarang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan Kota Medan, Zulkarnain mengimbau agar orangtua yang memiliki anak berusia di bawah 17 tahun, bisa mengurus KIA secepatnya.

“Minggu lalu kami sudah jalin kerja sama dengan pihak PD Pembangunan agar setiap anak yang telah memiliki KIA dari Disdukcapil Kota Medan jika datang ke dua lokasi tersebut diberi diskon masuk sebesar 15 persen,” ujar Zulkarnain kepada Sumut Pos, Selasa (20/8) di kantor Disdukcapil Kota Medan, Jalan Iskandar Muda, Medan.

Dikatakannya, adanya diskon itu sebagai bentuk simbiosis mutualisme atau akan saling menguntungkan satu sama lain. Bagi Disdukcapil, setiap anak akan mendorong orangtuanya agar segera dibuatkan KIA dan itu akan mendorong tingginya kesadaran masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan anak-anaknya, salah satunya KIA.

“Sedangkan untuk PD Pembangunan sendiri, dengan adanya KIA, setiap orangtua yang anaknya telah memiliki KIA akan terdorong untuk datang ke Kebun Binatang Medan dan Kolam Renang Deli. Artinya bukan hanya jumlah yang mengurus KIA saja yang akan meningkat, tetapi juga pengunjung ke dua lokasi itu,” ujarnya.

Selain telah menjalin kerja sama dengan PD Pembangunan, saat ini Disdukcapil Kota Medan juga sedang berusaha untuk menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lainnya sebagai wujud nyata untuk terus mensosialisasikan sekaligus memotivasi setiap orangtua agar segera mengurus KIA anak-anaknya.

“Ini fungsi-fungsi inovatif lokal dari KIA yang dikembangkan oleh Disdukcapil Kota Medan. Kita harapkan dengan banyaknya jalinan kerja sama, semua pihak dapat turut membantu untuk sosialisasi dan memotivasi orangtua agar mengurus KIA anak-anaknya sebelum menjadi persyaratan publik,” terangnya.

Adapun beberapa pihak yang akan diajak Disdukcapil Kota Medan untuk menjalin kerja sama, salah satunya yakni pihak penerbit buku-buku pelajaran sekolah. Saat ini Disdukcapil Kota Medan sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait tersebut.

“Jadi nanti kalau sudah terjalin kerja sama, anak-anak yang telah memiliki KIA dari Disdukcapil Kota Medan juga akan berhak untuk mendapatkan diskon dari setiap pembelian buku-buku pelajaran. Untuk pihak-pihak lainnya sedang kami pertimbangkan dan kerja sama ini nantinya akan terus berkembang,” katanya.

Selain untuk mensosialisasikan pentingnya mengurus KIA, lanjutnya, pemberlakuan kerja sama ini sekaligus mempromosikan bentuk-bentuk fasilitas publik kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya telah bekerja sama dengam pihak-pihak sekolah di Kota Medan dalam mensosialisasikan KIA, mengingat bahwa dunia sekolah merupakan dunia anak berusia 17 tahun ke bawah.

“Jadi nanti, pihak sekolah akan mengumpulkan data untuk pengurusan KIA, kami yang akan datang menjemput data itu ke sekolah dan kami bawa ke kantor untuk dicetakkan KIA-nya. Setelah selesai, kami akan mengantarkan kembali KIA itu ke sekolah dan pihak sekolah yang nantinya akan memyalurkannya ke setiap anak didik di sekolah tersebut,” terangnya.

Selain itu, kata Zulkarnain, saat ini pihaknya telah memiliki program pengantaran dokumen kependudukan secara langsung ke rumah-rumah penduduk. Program itu sudah berjalan sekitar satu minggu yang lalu.

“Program itu berlaku untuk setiap hari Jumat. Petugas kami siap mengantarkan dokumen kependudukan ke rumah-rumah yang bersangkutan, tentunya dibantu dan berkoordinasi oleh pihak-pihak kelurahan,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini bukan hanya sekadar ‘service’ tetapi sekaligus sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus untuk menghapus paradigma yang selama ini terlanjur melekat pada masyarakat bahwa mengurus dokumen kependudukan itu merupakan hal yang sulit dan merepotkan.

“Jadi kita harapkan agar masyarakat tahu bahwa mengurus dokumen kependudukan itu tidaklah sulit. Saat ini Disdukcapil Kota Medan sudah mencetak lebih dari 30 ribu KIA, sampai September target kita 100 ribu. Dan satu lagi, silahkan urus sendiri, jangan mau gunakan jasa calo atau perantara,” pungkasnya.

Dirut PD Pembangunan Kota Medan, Putrama Alkhairi saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (20/8) pun turut membenarkan kerja sama tersebut. Pihaknya dan Disdukcapil Kota Medan telah menandatangani kerja sama tersebut sejak minggu lalu.

“Dan mulai minggu ini kerja sama itu sudah berjalan, setiap anak yang datang membawa KIA ke Kebun Binatang Medan dan Kolam Renang Deli akan mendapatkan Diskon sebesar 15 persen. Itu hanya berlaku untuk anak yang telah memiliki KIA dari Disdukcapil Kota Medan. Kita harapkan kerja sama ini akan membuahkan hasil yang baik bagi semua pihak,” harapnya.(map/ila)

Pasar Kampunglalang Gelar Perlombaan

istimewa/sumut pos BERSAMA: Penitia perayaan HUT ke-17 RI Pasar Kampunglalang, foto bersama.
BERSAMA: Penitia perayaan HUT ke-17 RI Pasar Kampunglalang, foto bersama.
istimewa/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kampung Lalang bersama pedagang dan pihak ketiga merayakan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di pelataran parkir pasar tersebut, Senin (19/8). Perayaan tersebut dirangkai dengan berbagai perlombaan.

Perayaan yang didukung Pokar AMPI Pasar Kampunglalang tersebut dirangkai dengan balap karung, tarik tambang, memasukkan paku ke dalam botol, lomba joged, gigit sendok berisi kelereng dan kegiatan panjat pinang yang diikuti para kaum bapak dan ibu-ibu.

Kepala PD Pasar Kampunglalang Medan Sunggal, Eddy Suranta Sembiring SE didampingi Wakil Darwin S.SOs mengatakan, kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan ke-74 RI ini untuk pertama kali dilaksanakan.

“Jujur saja dari seluruh pasar yang ada di Kota Medan, PD Pasar Kampunglalang Kecamatan Medan Sunggal yang pertama kali merayakan HUT ke-74 RI dengan menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan para pedagang, petugas jaga malam serta masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan pasar ini,” kata Eddy Suranta.

Menurut Eddy Suranta pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab selain menjalin tali silaturahim dengan petugas pasar, pedagang dan pihak ketiga akan bertambah solid lagi ke depan, juga merayakan hari Kemerdekaan, sehingga tercipta kerja sama yang baik di bidangnya masing-masing.

“Melihat antusiasnya para peserta lomba yang merupakan para pedagang ditambah kehadiran masyarakat, akan lebih menghidupkan animo para ibu-ibu untuk datang berbelanja di pasar kami ini agar lebih damai dari sebelumnya,” ujarnya.

Eddy kembali mengatakan, kegiatan yang mereka gelar itu, juga mendapat sambutan dari pihak kecamatan, lurah dan kepala lingkungan setempat.

“Berarti kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai disini, mudah-mudahan kegiatan akan berkesinambungan. Apalagi kami mendapat dukungan dari pemerintah setempat yang artinya dimasa datang akan lebih meriah lagi,” pungkasnya.

Pengelola jaga malam Pasar Kampunglalang S Parlin Sianturi mengatakan, berdirinya gedung baru yang merupakan Pasar Kampunglalang akan menambah semarak lagi dari sebelum berdirinya gedung yang dimaksud dengan tertata rapi, yang mana memudahkan para pembeli yang ingin mencari kebutuhan baik dapur dan sebagainya.

Beranjak dari gedung baru inilah, timbul ide dari para pedagang dan kita pihak ketiga untuk menggelar sebuah kegiatan yang sifatnya menghibur yang mana langsung disambut positif keinginan tersebut oleh pihak PD Pasar Kampung Lalang

“Jadi lewat HUT Kemerdekaan ke-74 RI yang dirayakan oleh seluruh rakyat Indonesia, maka kami sebagai pihak ketiga yaitu, pengelola jaga malam bersama pedagang juga tak ingin ketinggalan meyarakannya,” katanya tegas.

Parlin mengatakan, pihaknya bersama seluruh pedagang Pasar Kampung Lalang membuat sebuah perlombaan yang sifatnya menyentuh langsung ke para pedagang dan para pembeli.

“Dan untuk lebih memeriahkan lomba dan menyenangkan para pemenangnya, kami menyediakan hadiah berupa peralatan rumah tangga seperti, setrika, kipas angin, jam dinding dan peralatan dapur yang ditambah dengan hadiah gembira berupa Rp100 ribu bagi setiap pemenang yang dinilai menarik,” pungkas Parlin. (dek/ila)

50 Pejabat Eselon IV Pemko Medan Dilantik, Sekda Minta Bekerja Penuh Loyalitas Tinggi

SALAMI: Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman MM, menyalami pejabat struktural eselon IV di lingkungan Pemko Medan, usai dilantik, Selasa (20/8).
SALAMI: Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman MM, menyalami pejabat struktural eselon IV di lingkungan Pemko Medan, usai dilantik, Selasa (20/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Sekda Ir Wiriya Alrahman MM melantik 50 pejabat struktural eselon IV di lingkungan Pemko Medan, Selasa (20/8).

Seluruh pejabat yang dilantik diharapkan dapat melakukan inovasi dan kreativitas guna menjadikan organisasi perangkat daerah (OPD) di tempatnya bekerja akan lebih baik dan unggul ke depannya. Sebab, setiap OPD dituntut memiliki komitmen yang besar untuk mendukung percepatan pembangunan kota.

Pelantikan dilakukan di Ruang Rapat III Balai Kota Medan disaksikan Asisten Administrasi Umum Renward Parapat, Kepala BKD & PSDM Muslim Harahap serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan. Sekda menegaskan, tugas para pejabat yang baru dilantik saat ini semakin besar.

“Terhitung detik ini, saudara adalah garda terdepan bagi OPD di tempat baru Anda bertugas Jabatan yang saudara emban merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh amanat. Sebab, hal tersebut menyangkut kepentingan masyarakat yang membutuhkan pelayanan,” kata Sekda

Oleh karena itulah, Sekda minta kepada para pejabat yang baru dilantik dapat bekerja dengan penuh dedikasi dan loyalitas tinggi. “Bekerja dan bertindaklah sesuai aturan yang berlaku dengan penuh kejujuran dan keikhlasan karena setiap tindakan saudara kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan,” ungkapnya.

Sekda mengingatkan, kedudukan dan jabatan yang diamanahkan tersebut tentu tidak akan berarti tanpa peran serta dari line staf. Karenanya, lanjut Sekda pejabat yang baru dilantik harus mampu menciptakan suasana yang nyaman di lingkungan OPD-nya masing-masing. Selain itu juga harus cepat menyikapi dinamika yang mungkin terjadi sehingga tidak mengganggu dan berdampak terhadap semangat dan etos kerja para line staf.

Sekda juga berpesan pejabat yang baru dilantik diminta fokus terhadap sasaran dan target utama tupoksi masing-masing. “Jangan sampai urusan di luar pekerjaan menganggu semangat dan etos kerja. Ingat, semua pekerjaan harus dilakukan dengan terukur dan terarah,” pesannya.

Sekda menekankan peningkatan kinerja harus lebih ditingkatkan guna memberikan pelayanan ekstra bagi masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka dan bermuara pada maju dan berkembangnya Medan Rumah Kita.

“Mari kita jaga dan pelihara hasil-hasil pembangunan kota yang telah kita raih melalui peningkatan motivasi dan prestasi kerja, sehingga kita mampu mewujudkan Kota Medan menjadi kota masa depan multikultural yang berdaya saing, humanis, sejahtera dan religius,” ajaknya.

Sebelum pelantikan dilakukan, 50 pejabat eselon IV lebih dahulu menyampaikan fakta integritas. Setelah itu Sekda mengambil sumpah/janji serta pelantikan. Adapun 50 pejabat yang dilantik di antaranya Muhammad Juliansyah Ssos menjadi kepala seksi ketentraman dan ketertiban umum Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, Lailatul Badria Marasabessy menjadi kepala sub bagian keuangan dan penyusunan program Kecamatan Medan Johor dan Hendrik Philipi Andriyanto Lumban Tobing menjadi kepala seksi ketentraman dan ketertiban umum Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan. (map/ila)

PLN Terangi 5.992 Desa di Sumut

ist JALAN BERLUMPUR: Petugas PLN menempuh jalan yang berat dan berlumpur saat akan melistriki salah satu desa di Sumut.
JALAN BERLUMPUR: Petugas PLN menempuh jalan yang berat dan berlumpur saat akan melistriki salah satu desa di Sumut.

SUMUTPOS.CO – Listrik menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan di rumah maupun untuk aktivitas di luar rumah. Tidak dipungkiri bahwa kebutuhan akan listrik ini tidak semerta-merta hanya dibutuhkan di kota saja, tetapi di desa bahkan di dusun yang sulit diakses juga sangat membutuhkan listrik.

Adanya kebutuhan ini membuat PLN tentunya menjalankan bisnis kelistrikan tanpa memandang bulu, membangun jaringan infrastruktur menuju desa yang sulit dijangkau sekalipun.

Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumut, Tumpal Hutapea mengatakan, bahwa PLN sudah berhasil melistriki 5.992 Desa di seluruh Provinsi Sumatera Utara. “Tinggal 118 Desa lagi yang perlu kami listriki 100 % oleh PLN, dan mayoritas berlokasi di Pulau Nias (105 Desa), khususnya di Pulau Telo,” ujar Tumpal.

Tumpal memaparkan, bahwa keberhasilan PLN ini tentunya didukung oleh masyarakat Desa dan seluruh lapisan stakeholder yang bekerja sama gotong-royong membangun tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM).

“Sekitar Rp380 miliar di tahun 2019 telah kita siapkan untuk investasi pembangunan infrastruktur kelistrikan desa di Sumut dan semua itu kita berikan kepada masyarakat Desa di Sumatera Utara agar dapat menikmati listrik dari PLN, terlebih lagi dari Pembangkit Listrik yang ramah lingkungan,” kata Tumpal.

Tumpal mengatakan, PLN sudah berhasil melistriki 37 lokasi yang terdiri atas desa dan dusun yang memiliki jumlah 1.544 KK, dari target sebanyak 207 lokasi yang terdiri atas desa dan dusun yang memiliki calon pelanggan dengan jumlah 16.000 KK di tahun 2019, dengan sisa target sebesar 82,12 % sudah dalam progres pembangunan dan diharapkan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun 2019.

Menurut Tumpal, pembangunan infrastruktur Jaringan Tegangan Menegah (JTM) 20 kV tentu memerlukan kondisi tanah yang bebas dari hambatan berupa pohon maupun bangunan.

“Medan jalan yang berbatu, menanjak dan berkelok menjadi tantangan utama kami dalam mengangkut tiang besi seberat melebihi 750 Kg untuk ukuran Panjang 12 Meter,” ungkap Tumpal.

Diakuinya, tantangan yang dihadapi umumnya adalah akses jalan (80% dari seluruh lokasi desa) sangat sulit, juga perizinan penebangan pohon termasuk izin menebang yang melewati kawasan hutan dan perkebunan menjadi tantangan utama PLN dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan.

“Sampai saat ini ada beberapa penyelesaian perizinan untuk melewati jaringan perkebunan PT London Sumatera di Desa Bukit Kijang, Dusun 4 Desa Ofa Padang Mahondang Kebun PTP IV dan beberapa lokasi lainnya,” kata dia.

Untuk itu, lanjutnya, PLN berharap baik Pemerintah maupun masyarakat serta stakeholder lainnya dapat bekerjasama, bahu-membahu mempercepat pembangunan LISA di Sumatera Utara ini, agar seluruh masyarakat di Sumatera Utara dapat menikmati listrik 24 jam dari PLN dan tentunya bisa mendukung gaya hidup yang serba listrik untuk kehidupan yang lebih baik. (ila)

Satlantas Tebingtinggi Tilang 9 Sepeda Motor

sopian/sumut pos IMBAUAN: Wakapolres Tebingtinggi Kompol R Manurung didampingi Kasat Lantas AKP S Siagian dan Kepala Perwakilan Jasa Raharja Tebingtinggi, Sumariadi saat memberikan imbauan kepada pelanggar lalulintas.
IMBAUAN: Wakapolres Tebingtinggi Kompol R Manurung didampingi Kasat Lantas AKP S Siagian dan Kepala Perwakilan Jasa Raharja Tebingtinggi, Sumariadi saat memberikan imbauan kepada pelanggar lalulintas.
sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Selama dua pekan, Operasi Hunting Satlantas Polres Tebingtinggi menilang 9 unit sepedamotor.

Penindakan diperuntukkan bagi pengendara yang sepeda motornya tidak dilengkapi surat-surat seperti SIM, STNK.

Wakapolres Tebingtingg, Kompol R Manurung didampingi, Kasat Lantas AKP S Siagian, Kepala Perwakilan Jasa Raharja Tebingtinggi, Sumariadi saat tatap muka dengan para pelanggar lalu lintas yang terjaring dalam operasi tersebut, Selasa (20/8), di Kantor Satlantas Polres Tebingtinggi, mengatakan operasi Hunting bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan ketertiban seluruh pengendara sepeda motor di jalan raya.

“operasi ini semata-mata dilakukan guna mewujudkan masyarakat yang tertib dan patuh terhadap hukum lalulintas, sehingga kasus Lakalantas bisa diminimalisir,”terang Kompol R Manurung. (ian/han)