Home Blog Page 5138

Iuran Semua Kelas BPJS Kesehatan Bakal Naik, Moeldoko: Sehat Itu Mahal

Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan
Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah bakal menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Langkah itu diambil untuk meredam defisit BPJS yang kian parah. Defisit BPJS bahkan diprediksi akan naik hingga Rp29 triliun.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memastikan BPJS Kesehatan akan naik di semua kelas. Langkah ini diambil untuk menyelamatkan BPJS dari defisit yang terus naik.

“Semua kelas (akan naik). Karena antara jumlah urunan dengan beban yang dihadapi oleh BPJS tidak seimbang, sangat jauh,” kata Moeldoko saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (6/8).

Moeldoko mengatakan, Kantor Staf Presiden selama ini kerap menerima persoalan-persoalan mengenai BPJS Kesehatann

Karena itu, ia merasa kenaikan ini adalah hal yang sangat wajar. Tahun ini, BPJS Kesehatan memang diprediksi akan mengalami defisit hingga Rp29 triliun.

Selain sebagai langkah penyelamatan BPJS Kesehatan, Moeldoko juga menyebut kenaikan ini juga perlu, agar masyarakat sadar bahwa untuk sehat itu perlu biaya yang mahal. “Saya tak ingin ada istilah kesehatan itu murah. Sehat itu mahal. Kalau sehat itu murah, orang nanti menyerahkan ke BPJS. Mati nanti BPJS,” ujar Moeldoko.

Meski begitu, purnawirawan TNI itu mengaku belum tahu seberapa besar kenaikan iuran yang ditetapkan pemerintah. Ia menyebut, hal itu akan dirapatkan di Kementerian Keuangan dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani pun mengamini kalau pemerintah saat ini masih mematangkan formula kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini. “Formulasi masih kita matangkan agar tidak membebani masyarakat dan tidak membebani APBN,” ungkap Puan Maharani di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.

Menurut Puan, peserta BPJS Kesehatan akan dilihat secara keseluruhan, termasuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung oleh pemerintah. Jumlah peserta PBI yang menjadi tanggungan pemerintah mencapai angka 96,8 juta orang. “Akan kita cari argumentasinya yang sesuai tanpa memberatkan masyarakat khususnya untuk PBI. Tentu saja itu masih jadi tanggungan pemerintah. Jadi bukan berarti kenaikan itu tidak jadi tanggungan pemerintah,” ujar Puan.

Puan menyatakan, BPJS Kesehatan juga perlu berbenah. Menyusul hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang harus diselesaikan BPJS Kesehatan. “Tentu saja akan kita review seusai dengan hal yang menjadi review BPKP,” imbuh Puan.

Diketahui, pada akhir Juli 2019 lalu, Presiden Joko Widodo telah menggelar rapat terkait nasib BPJS Kesehatan. Lembaga itu diprediksi akan mengalami defisit hingga Rp29 triliun di tahun ini. Jika tak dicari solusinya, defisit diperkirakan akan semakin membengkak di tahun-tahun berikutnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan, ada tiga strategi yang akan dilakukan pemerintah untuk membantu BPJS Kesehatan keluar dari jerat defisit. Pertama, pemerintah dengan menaikkan besaran premi yang harus dibayarkan oleh peserta jaminan. “Berapa naiknya itu akan dibahas oleh tim teknis. Masyarakat seharusnya menyadari bahwa iurannya itu (sekarang) rendah, sekitar Rp23 ribu. Itu tidak sanggup sistem kita,” kata JK di Kantor Wapres Jakarta.

Strategi kedua, BPJS Kesehatan memperbaiki manajemen dengan menerapkan sistem kendali di internal institusi tersebut. Adapun strategi ketiga, pemerintah akan kembali menyerahkan wewenang jaminan sosial kesehatan tersebut ke masing-masing pemerintah daerah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya juga meminta untuk memperbaiki sistemnya secara keseluruhan di antaranya untuk mengantisipasi adanya fraud atau kecurangan. “Kemarin ada indikasi kemungkinan terjadi fraud, itu perlu di-address,” ujar Sri Mulyani.

Penonaktifan Peserta PBI Jangan Tumpang Tindih

Sementara terkait penonaktifan 256.107 peserta BPJS Kesehatan kategori PBI di Sumut oleh Kementerian Sosial pada 1 Agustus 2019 lalu, hingga kini Dinas Sosial (Dinsos) Sumut belum menerima data tersebut. “Sumber data PBI itu sumbernya dari PKH (Program Keluarga Harapan). Makanya Kementerian Sosial yang mengeluarkan. Itu dari APBN semua anggarannya. Tapi kalau dari APBD provinsi, biasanya dari Dinas Kesehatan. Tapi sejauh ini kami belum menerima data itu dari Kemensos,” kata Sekretaris Dinsos Sumut, Barita Sihite menjawab Sumut Pos, Selasa (6/8).

Dia menyarankan, guna mengkroscek data penonaktifan 256.107 orang peserta BPJS Kesehatan dengan kategori PBI yang berasal dari Sumut, agar menanyakan ke kepala bidang terkait di Dinsos Sumut. “Langsung saja ke kantor, jumpai Marmin Milala, dia Kabid teknis yang menangani PKH ini. Tanya saja sama dia biar clear datanya ini, biar tahu juga masyarakat,” katanya.

Anggota Komisi E DPRD Sumut, Zulfikar menegaskan, secara umum pihaknya sepakat Kemensos melakukan validasi data tersebut sepanjang data yang divalidasi benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan. “Jangan sampai terjadi data yang divalidasi ternyata menimbulkan masalah. Contohnya kalau yang divalidasi status orangnya memang benar-benar berubah dari miskin ke kaya, kita sepakat untuk itu. Tapi kalau ternyata orangnya tetap miskin juga, ini yang jadi masalah,” katanya.

Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut ini, validasi data itu seharusnya dilakukan terkait dengan yang sudah meninggal, tumpang tindih, dan perubahan status ekonomi. Karenanya Kemensos sebut dia, perlu menerangkan alasan validasi data PBI BPJS Kesehatan ini dilakukan. “Jangan sampai masyarakat yang ternyata membutuhkan program itu malah tidak dapat, sedangkan yang tidak membutuhkan justru diakomodir. Ini yang tidak boleh terjadi,” pungkasnya. (bbs/prn)

Bobby, Ihwan & Dahnil Berpeluang, Pilkada Medan Diprediksi Jadi Ajang Pertarungan Tokoh Muda

Pilkada Kota Medan 2020, diprediksi bakal menjadi ajang pertarungan kaum millenial. Sejumlah tokoh muda mulai digadang-gadang bakal maju. Sebut saja Bobby Afif Nasution, Ihwan Ritonga, dan Dahnil Anzar Simanjuntak. Berkaca dari konstelasi politik Pilpres 2019, pertarungan antara ‘jagoan’ PDI Perjuangan dan Partai Gerindra bakal kembali terjadi di Pilkada Medan 2020.

NAMA Bobby Afif Nasution paling hangat dibahas sebagai calon yang layak diusung maju dalam Pilkada Kota Medan. Menantu Presiden Joko Widodo ini dianggap mewakili generasi milenial. Bahkan, hadirnya Bobby di Pilkada Medan akan memberikan angin segar bagi masyarakat yang ingin memiliki pemimpin dari kalangan muda.

“Kalau benar Bobby mau maju di Pilkada Medan, ya tentu saja kita sambut positif. Dia masih muda dan energik dan tidak salah bila kita berharap akan ada perubahan yang dibuat oleh tokoh muda seperti Bobby,” kata Ketua DPW Partai NaDem Sumut, Iskandar ST kepada wartawan.

Iskandar menjelaskan, partainya telah mengantongi sejumlah nama yang direncanakan bakal diusungnya dalam Pilkada Kota Medan 2020. “Kami punya kader sendiri seperti Bachtiar Sibarani yang saat ini menjabat sebagai Bupati Tapteng. Lalu kami punya tokoh muda seperti Afif Abdillah yang merupakan Ketua DPC Partai Nasdem Medan. Selain itu nama Dzulmi Eldin juga kami rasa masih pantas untuk kami usulkan. Dan teranyar, kami juga punya nama lainnya yakni Bobby Nasution,” jelasnya.

Terkait keputusan Dzulmi Eldin yang tak ingin lagi mencalonkan diri sebagai Wali Kota Medan, Iskandar mengaku sangat menghargainya. “Ya kita hargailah itu. Artinya kan, selain itu memang hak politik beliau, itu artinya beliau juga menginginkan adanya regenerasi di Kota Medan dan itu baik,” kata Iskandar.

Namun, terang Iskandar, tidak lah mudah mencari tokoh muda yang dapat menggantikan Eldin dalam memimpin Kota Medan. “Mencari pengganti beliau (Eldin) itukan tak gampang juga. Apalagi kalau tokoh muda. Kalau pun ada, iya kalau partai koalisi mau mendukung. Kalau pun partai mau, iya kalau yang dicalonkan itu bersedia,” pungkasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim juga menyambut positif soal bakal majunya Bobby Nasution di Pilkada Medan. “Sekarang kan memang sudah saatnya yang muda yang berbuat dan memimpin, tentu akan kami sambut positif. Kita harapkan tokoh-tokoh muda ini nantinya dapat maju dan membuat terobosan-terobosan untuk Kota Medan,” katanya.

Munculnya nama Bobby Nasution, Ihwan Ritonga, dan Dahnil Anzar Simanjuntak, menurut pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Supriadi, memungkinkan peta politik saat Pilpres 2019 lalu akan berimbas di Pilkada Medan. “Kalau kita mau apple to apple secara riil antara tiga orang itu dari sisi keorganisasian misalnya, Ihwan Ritonga dan Dahnil Anzar jauh lebih baik dibanding Bobby. Apalagi, Dahnil itu disokong oleh organisasi besar, punya pengalaman di Pilpres kemarin,” ujarnya menjawab Sumut Pos, Selasa (6/8).

Akan tetapi, lanjut dia, jika mau apple to apple tiga kandidat itu dari sisi empiris pengalaman tentang Kota Medan, Ihwan Ritonga jauh lebih baik dari dua nama tadi. “Ihwan lebih baik tentang pemahaman wilayah atau locus, karena dia saat ini masih pimpinan DPRD Medan. Artinya, secara konstelasi pemerintah dan persoalan pembangunan Medan pun, Ihwan lebih memahami,” ujarnya.

Namun persoalannya, kata Agus, itu semua berpulang kepada publik bagaimana menilai ketiga nama tersebut. Terlebih politik bukan statistik atau matematika yang bisa dihitung dengan alasan logis dan rasional. Melainkan tidak bisa diprediksi bahwa saat ini nama-nama bakal calon yang muncul, tetap akan mendapat dukungan dan simpati masyarakat.

“Tetapi secara realitas dan rasional, seperti yang tadi saya sebutkan alasannya, Ihwan jauh lebih baik diantara Dahnil dan Bobby,” kata Kaprodi Ilmu Sosial Fisip USU itu. “Artinya kalau mau apple to apple ketiga orang itu, dengan pengalaman dia di legislatif bertahun-tahun maka lebih menguasai persoalan Medan. Namun sekali lagi bahwa politik itu dinamis,” imbuhnya.

Selain tiga nama itu, Agus juga mengungkapkan, akan banyak figur lain yang muncul ke permukaan terlebih jika Dzulmi Eldin sebagai petahana, memang tidak jadi maju lagi. “Artinya di luar itu semua orang punya peluang yang sama. Dan pertarungan itu akan semakin ketat. Okelah kalau petahana maju, namun orang akan melihat rekam jejaknya selama memimpin. Jadi nama-nama seperti Edy Ikhsan, Sakhyan Asmara dan lainnya dari kalangan akademisi yang saya kenal, punya kans yang sama, walaupun sekarang ini masih halo-halo,” katanya.

Skenario politik lainnya, sambung Agus, kalaulah Gerindra dan PDI Perjuangan masing-masing sudah punya calon, bisa saja parpol lain dengan poros ketiga mengusung nama-nama calon independen yang sudah masuk bursa itu.

Akademisi dari Universitas Medan Area (UMA), Rholand Muaray juga sepakat, peta politik nasional bakal kembali terjadi di Pilkada Kota Medan 2020. Dia memprediksi, pertarungan akan mengerucut pada dua nama yang sama-sama merupakan tokoh muda, yakni Bobby Nasution dan Dahnil Anzar Simanjuntak.

Menurut Rholad, Bobby dan Dahnil sebagai representatif peta politik di tingkat nasional. Di mana, Bobby yang merupakan menantu Presiden Jokowi akan sangat berpeluang diusung PDIP, Nasdem, Golkar dan sebagainya. Sedangkan Dahnil representatif dari Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat. “Bisa saja Dahnil diusung Gerindra, wakilnya dari PKS atau PAN. Bobby dengan pasangannya, ini akan sangat menarik,” jelasnya.

Rholand juga menanggapi pernyataan Dzulmi Eldin yang tidak akan maju di Pilkada Medan. Ia berpendapat tentang dua hal yakni sebagai petahana, Dzulmi Eldin ingin melihat respon masyarakat kepadanya. Kedua, memang karena tidak ada partai yang ingin mengusung. Dan memang, belum ada satupun partai yang mendeklarasikan diri bakal mendukungnya meski berstatus petahana.

“Dinamika politik Kota Medan masih sangat dinamis dan Eldin masih berpotensi untuk diusung kembali. Saat ini memang belum ada dukungan politik secara resmi oleh parpol untuk Eldin agar dia bangun gerbong politiknya. Bisa jadi Eldin hingga saat ini belum ada perahu, jadi masih sangat dinamis,” paparnya. “Melihat kedekatan parpol, Eldin sebenarnya dekat dengan Nasdem, di mana anaknya juga lolos DPRD Medan dari Nasdem, jika melihat dari gaya politik Nasdem, biasanya partai besutan Surya Paloh ini selalu ambil start duluan minimal signal dukungan, tapi sepertinya hingga saat ini belum tampak,” jelasnya.

Sementara itu, Dahnil Anzar Simanjuntak masih malu-malu ketika ditanya apakah sudah mendapat restu Prabowo Subianto untuk bertarung di Pilkada Medan 2020. “Insya Allah,” katanya melalui layanan pesan singkat ketika dikonfirmasi. Sedangkan Bobby Nasution sebelumnya menyebut akan membahas kemungkinan bertarung di Pilkada Medan dengan keluarga besarnya.

Sementara Wakil Ketua Partai Gerindra Sumut, Pangihutan Siagian mengatakan, sejauh ini partainya belum ada memutuskan kader terbaik yang akan diusung di Pilkada Medan. Sebelum sampai ketahapan itu, pihaknya tentu akan mempertimbangkan banyak aspek. “Nama-nama yang sudah beredar seperti Ihwan dan Dahnil, memang mendapat simpati positif ditengah masyarakat. Namun sampai kini DPP dan DPD belum ada memutuskan siapa yang akan diusung di Pilkada Medan,” katanya. (prn)

Mbah Moen Beliau Ingin Meninggal di Makkah Hari Selasa, Dimakamkan Dekat Makam Istri Rasulullah

MAKKAH, SUMUTPOS.CO – Tokoh bangsa sekaligus ulama besar Kiai Maimun Zubair meninggal dunia di usianya ke-90 tahun. Indonesia kehilangan sorang guru dan pengayom umat yang biasa dikenal dengan panggilan Mbah Moen itu.

WARGA Nahdliyin memanjatkan doa kepada jenazah KH Maimun Zubair yang wafat saat ibadah haji, Selasa (6/8) waktu subuh di Arab Saudi. Jenazah Mbah Moen dimakamkan di dekat kuburan istri Rasulullah, Siti Khadijah.

“Bada Zuhur tadi, jenazah almarhum sedang disalatkan di Masjidil Haram. Jenazah almarhum akan dimakamkan di Makkah. Pusarannya terletak di Ma’la,” kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Semarang, KH Anasom, Selasa (6/8)n

Mbah Moen dimakamkan di Pemakaman Ma’la baru. Sementara istri nabi, Siti Khadijah, berada di Ma’la lama. Keduanya terpisah dengan jalan raya. Dia menyebut, nantinya makam almarhum lokasinya berdekatan dengan makam guru-gurunya dan juga istri Nabi Muhammad SAW. “Jenazah beliau dimakamkan berdampingan dengan guru-gurunya. Tempatnya satu area dengan makam istri Rasulullah, Siti Khadijah,” terangnya.

Maka dari itu, Anasom mengajak kepada semua warga Nahdliyin untuk ikut memanjatkan doa bagi almarhum. “Ada surat edaran untuk mengajak warga melaksanakan salat gaib di masjid agar warga NU untuk menggelar tahlilan masing-masing di tempat tinggalnya,” ujarnya.

Di lain hal, Mbah Moen selama ini telah berjasa membesarkan NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia. Maka dari itu, sudah sepatutnya warga Nahdliyin memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum.

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menilai, wafatnya Mustasyar PBNU Maimun Zubair alias Mbah Moen merupakan hal yang luar biasa. Menurutnya, Mbah Moen meninggal sesuai di hari dan tempat yang diharapkannya.

Mbah Moen, kata Anwar, pernah ‘meramalkan’ kematiannya sendiri. “Bagi saya dari kepergian beliau ini, sepertinya kematian ini adalah merupakan jawaban dari Allah SWT terhadap doa-doa beliau sendiri,” ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Selasa (6/8).

Anwar berkata, Mba Moen pernah mengutarakan keinginan agar meninggal di Hari Selasa. Hari itu, lanjutnya, sama dengan hari wafatnya kedua orang tua Mbah Moen.

Selain hari, lanjut Anwar, Mbah Moen juga berharap meninggal saat tengah menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi. “Jadi kepergian beliau ini jelas merupakan hal luar biasa. Dan tentu saja bagi kita ini adalah suatu pertanda bahwa beliau adalah orang baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anwar menyampaikan, Mbah Moen merupakan orang besar. Khusus di PPP, ia berkata Mbah Moen yang menjabat sebagai Ketua Dewan Syariah PPP tidak tergantikan. “Ini disebabkan karena beliau itu punya ilmu dan kharisma sehingga teman-teman dan adik-adiknya di partai menghargai dan menghormatinya,” ujar Anwar.

Putra Mbah Moen, Majid Kamil MZ pun mengamini kalau Mbah Moen pernah menyampaikan keinginannya untuk meninggal di Makkah. “Lewat orang dekatnya, beliau mengatakan bahwa kepingin meninggal di Makkah. Makanya dari sini juga keluarga yang tadinya ini banyak saran-saran untuk diambil saja ke Indonesia, tapi keluarga hati-hatinya melihat itu juga, mantapnya dimakamkan di Mekah,” kata Kamil kepada wartawan, Selasa (6/8).

Tak hanya lokasi wafat yang disebut Kamil menjadi keinginan oleh Mbah Moen. Hari Selasa juga menurutnya adalah hari yang paling sering disebut-sebut oleh Mbah Moen. “Dan harinya pun hampir tahu lah, Hari Selasa. Memang Mbah Moen memprediksi hari Selasa. Semasa hidupnya Mbah Moen selalu membahas soal Selasa. Memang beliau dari orang-orang bahwa ingin meninggal di Mekah dan hari Selasa. Dan ini juga bertepatan dengan hari Selasa,” imbuhnya.

Pihak keluarga telah mendapatkan informasi bahwa jenazah Mbah Moen saat ini telah disucikan dan juga telah dilakukan sholat jenazah. Namun, masih belum dapat dipastikan kapan akan dimakamkan.

“Sudah dimandikan, tadi saya di video call juga sudah disalati, jadi ya monggo kalau yang mau menyalati. Cuman serentaknya nanti habis Maghrib begitu ya. Untuk tahlilan juga,” jelasnya.

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Mbah Moen. Bangsa Indonesia kehilangan ulama besar dan seorang tokoh bangsa yang perjuangan hidupnya menjadi panutan dan suri tauladan masyarakat. “Perjuangan Mbah Moen membumikan nilai-nilai religius dan kebangsaan itu juga telah menjadi tugas dan tanggung jawab MPR RI dalam dua periode terakhir ini,” ujar Basarah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/8).

Mbah Moen adalah contoh ulama Indonesia yang konsisten menjabarkan fatwa Hasyim Asy’ari dengan Hubbul Wathon Minal Iman atau mencintai bangsa dan negara sendiri adalah sebagian dari iman. Beliau, lanjut Basarah, adalah ulama yang telah mengajarkan dan menyebarkan konsep Islam Rahmatan Lil Alamiin yang membuat suasana kebangsaan dan keagamaan di Indonesia menjadi sejuk dan damai.

“Dari sosok Mbah Moen, Islam bukan hanya menjadi penuntun kehidupan yang sejuk dan damai bagi umatnya. Tetapi juga membuat damai dan nyaman bagi umat beragama lainnya,” katanmya.

Sementara, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas wafatnya ulama kharismatik pemilik Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Bangsa ini kehilangan seorang ulama kharismatik nasional. Semoga Allah menerima segala amal dan jasa beliau bagi ummat, bangsa dan negara. Semoga kita dapat meneruskan cita-cita mulianya. Amin. Selamat jalan Mbah Moen, kami semua pasti akan menyusul,” ucap Fahri.

Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) itu pun mengisahkan pertemuannya dengan Mbah Moen, saat berkunjung ke Ponpes Al-Anwar Sarang, Rembang, beberapa waktu silam. Fahri mengaku dalam pertemuan itu, dirinya mendapat banyak nasihat tentang keumatan dan kebangsaan.

“Misalnya nasihat ‘Jaga Agama, Jaga Negara’ adalah pesan terakhir Mbah Moen yang paling berkesan pada saya”, kata legislator asal NTB ini.

“Saya sudah sering mendengar nasihat Mbah Moen. Dan itu saya lakukan sejak menjadi anggota MPR Transisi dari PPP pasca reformasi, terakhir saya bertemu di pernikahan anaknya Ibu Khofifah di Surabaya, sementara di Makkah ini baru mau merencanakan silaturahmi tapi Allah memanggilnya lebih dulu,” katanya.

Terpisah, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya Mbah Moen.ý “Mewakili Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke Rahmatullah, KH Maimun Zubair pada usia 90 tahun,” ungkap Khofifah.

Mantan Menteri Sosial itu kemudian mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan Mbah Moen. Ia juga mendoakan agar keluarga Mbah Moen yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran.

“Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa bagi almarhum, semoga, diterima dan diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah, khusnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran,” tuturnya.

Khofifah mengatakan, dirinya sangat kaget mendengar informasi meninggalnya Mbah Moen tersebut. Terlebih, bulan Juni lalu Mbah Moen sempat menghadiri pernikahan putri pertamannya, Patimasang di Surabaya.

“Beliau jauh-jauh dari Rembang ke Surabaya, menyempatkan diri untuk hadir ke akad nikah anak saya dan menghadiahi anak saya lantunan doa yang sangat panjang dan indah,” kenang Khofifah.

Kenangan lainnya, tambah Khofifah, saat dirinya sowan setelah mendapat mandat sebagai gubernur Jawa Timur. Mbah Moen berpesan agar dapat menjaga Jawa Timur tetap aman dan mewujudkan rakyat Jawa Timur agar sejahtera. Beliau juga berpesan, agar membangun hubungan yang kuat dengan Jawa Tengah karena menurutnya jantung Indonesia itu berada di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Bagi Khofifah, Mbah Moen adalah sosok ulama dan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) yang sangat santun dan kharismatik sehingga begitu dihormati dan disegani banyak kalangan. Wawasan keagamaan dan kebangsaannya sangat luas. Pun perspektif kemasyarakatannya sangat arif dan bijak. Menurut Khofifah, belum ada ulama Indonesia yang sekaliber beliau dan mampu menggantikan sosoknya.

Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri merasakan kesedihan yang mendalam atas wafatnya Almarhum. wafatnya seorang alim seperti Maimun Zubair adalah kesedihan yang amat mendalam. Sebab umat turut kehilangan untuk mengambil ilmu dan hikmah yang Mbah Maimoen miliki semasa hidup.

“Semoga pahala terus mengalir kepada KH Maimun Zubair lewat ilmu yang diajarkan di pesantren, lewat santri, anak keturunan beliau yang Alhamdulillah saleh salehah dan atas segala sumbangsih beliau bagi umat dan bangsa ini. Semoga Allah mencatat semuanya sebagai amal baik beliau,” papar dia.

ýSekadar informasi, Mbah Moen lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928. Almarhum meninggal dunia di Makkah, 6 Agustus 2019, dalam usia 90 tahun.

Mbah Moen tak hanya dikenal sebagai ulama, almarhum juga tercatat sebagai seorang politikus. Sebelum wafat, almarhum tercatat sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.

Saat ini Mbah Moen menjabat sebagai Mustasyar PBNU termasuk juga sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Mbah Moen pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekitar 7 atau 8 tahun. Mbah Moen tercatat pernah menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah selama tiga periode.(jpc/bbs)

Askot PSSI Medan Audensi dengan Wali Kota Medan, Siap Lahirkan Pemain Andal

istimewa BERSAMA: Dzulmi Eldin bersama pengurus Askot PSSI Medan.
BERSAMA: Dzulmi Eldin bersama pengurus Askot PSSI Medan.

Askot PSSI Kota Medan diharapkan terus menggalakkan pembinaan, sehingga lahir pemain sepak bola andal. Untuk itu, pengurus Askot PSSI Medan harus bekerja dengan maksimal.

Harapan tersebut dikatakan Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi saat menerima audensi pengurus Askot PSSI Medan di rumah dinasnya, beberapa hari lalu. “Askot PSSI Medan harus mengembalikan kejayaan sepak bola Medan,” pesan Eldin didampingi Kadispora Medan Syahrul Efendi Rambe.

Wali kota mengapresiasi telah terbentuknya Kepengurusan Askot PSSI Medan periode 2019-2023. Wali kota berharap agar semua pengurus bekerja sama dalam membangun sepak bola Kota Medan.

“Saya berharap kepengurusan Askot PSSI Medan tetap bekerja tanpa mengenal lelah. Dengan demikian, Medan yang dikenal sebagai gudang pemain sepak bola, terus melahirkan pemain-pemain andal,” harapnya.

Sebelumnya Ketua Askot PSSI Medan H Iswanda ‘Nanda’ Ramli melaporkan tentang telah terbentuknya kepengurusan Askot PSSI Medan. Rencananya, kepengurusan Askot PSSI Medan tersebut dilantik di Hotel Polonia, 7 Agustus mendatang.

“Kami berharap Pak Wali datang menghadiri pelantikan itu,” ujar Nanda didampingi Ketua Dewan Penasehat Askot PSSI Kota Medan H Marahusin Lubis SH.

Nanda Ramli menambahkan, Askot PSSI Medan juga mempunyai misi untuk melahirkan pemain-pemain yang andal, seperti Juanda, Parlin Siagian, Tumsila dan lainnya.

“Bekerja sama dengan Pemko, kita akan melakukan pembinaan kepada pemain-pemain muda, sehingga akan lahir pemain-pemain yang andal seperti era 80-an,” sebut Nanda. (dek)

AFF U-15, Indonesia Jumpa Thailand

istimewa RAYAKAN: Pemain Timnas U-15 rayakan gol.
istimewa RAYAKAN: Pemain Timnas U-15 rayakan gol.

BANGKOK, SUMUTPOS.CO – Indonesia dipastikan bertemu Thailand pada babak semifinal Piala AFF U-15. Hal ini terjadi setelah Thailand ditahan imbang Malaysia dengan skor 1-1 di IPE Chonburi Campus Stadium 1, Senin (5/8) malam.

Pada laga pemungkas Grup B itu, Malaysia nyaris kalah. Gol pertama laga ini dicetak oleh pemain Thailand pada menit ke-17. Timnas U-15 Thailand mendapatkan gol dari penyerang potensial Pornsawan Saenkla.

Saat kemenangan sudah di depan mata, Thailand gigit jari pada menit-menit akhir laga. Memasuki fase tambahan waktu, Malaysia mencetak gol penyama. Gol ini tercipta pada menit ke-80+6 dan laga pun berakhir tanpa pemenang.

Hasil ini membuat poin akhir Malaysia dan Thailand menjadi sama yaitu 11. Namun, Malaysia sanggup memuncaki Grup B karena unggul produktivitas.

Thailand pun harus menerima sebagai tim peringkat dua, walau juga lolos ke semifinal bersama Malaysia. Dua tim mampu menang empat kali plus dua kali seri tanpa pernah kalah.

Partai semifinal antara Indonesia melawan Thailand bakal digelar Rabu (7/8) pukul 15.00 WIB. (bbs/dek)

Kekuatan Penuh

istimewa FULL TEAM: PSMS Medan akan tampil full team saat menjamu PSGC Ciamis dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Teladan, Kamis (8/8).
FULL TEAM: PSMS Medan akan tampil full team saat menjamu PSGC Ciamis dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Teladan, Kamis (8/8).

PSMS siap menghadapi PSGC Ciamis pada pertandingan pekan kesepuluh Liga 2 musim 2019 di Stadion Teladan, Kamis (8/8). Ayam Kinantan bakal tampil full team pada laga ini.

“SEMUA pemain siap lawan PSGC. Kita akan tampil dengan kekuatan penuh untuk meraih kemenangan,” ujar pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning kepada Sumut Pos, Senin (5/8).

Gurning mengungkapkan, hingga saat ini hanya M Iqbal yang tidak bisa tampil. Pasalnya mantan pemain Timnas U-19 itu mengalami cedera dan sedang berobat ke kampung halamannya.

“Iqbal sedang pulang kampung. Dia minta izin agar berobat di kampung saja,” ungkap Gurning.

Absennya Iqbal tidak akan berpengaruh kepada kekuatan PSMS. Sebab selama ini juga Iqbal jarang diturunkan. “Kalau pemain inti yang selama ini dimaikan, tidak ada masalah. Semua bisa bermain,” paparnya.

Gurning optimis mampu mengalahkan PSGC. Pasalnya skuad Ayam Kinantan sedang dalam motivasi tinggi untuk kembali ke papan atas klasemen Wilayah Barat.

“Tidak ada kata lain, selain menang dari Ciamis nanti. Kita ingin kembali ke papan atas, sebelum bertandang ke markas Persiraja,” tambahnya.

Pelatih berusia 61 tahun itu mengakui, tidak terlalu banyak mengetahui kekuatan PSGC. Namun, dia meminta pemainnya untuk tetap waspada, meski tamu berada di papan bawah klasemen.

“Mereka (PSGC) memang berada di papan bawah, tapi kita tidak bisa anggap remah. Apalagi tim tamu selalu memiliki motivasi tinggi saat datang ke Teladan,” sebutnya.

Soal materi pemain yang akan diturunkan, Gurning mengaku belum bisa memastikan. Tapi tidak akan berbeda jauh dengan materi yang diturunkan selama ini. “Kita akan lihat siap yang paling siap jelang pertandingan,” tandasnya.

Namun Gurning mewanti-wanti pemainnya agar tidak mendapat kartu kuning pada laga ini. Hingga saat ini, beberapa pemain sudah menerima kartu kuning, seperti Afiful Huda. Jika terkena kartu kuning lagi, maka dipastikan absen lawan Persiraja. (dek)

Blitar United Tahan SFC, Posisi PSMS Tergeser

istimewa IMBANG: Sriwijaya FC ditahan Blitar United.
istimewa IMBANG: Sriwijaya FC ditahan Blitar United.

Posisi PSMS di klasemen sementara Liga 2 wilayah Barat tergeser ke peringkat ketiga. Hal itu terjadi setelah Sriwijaya FC berhasil menahan Blitar United dengan skor 2-2 di Stadion Siliwangi, Bandung, Senin (5/8).

Pada pertandingan ini, Sriwijaya berhasil unggul terlebih dulu. Tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut membuka keunggulan melalui Ahmad Ihwan pada menit 34.

Ahmad Ihwan yang berusia 26, kembali menambah gol pada babak kedua, tepatnya menit ke-56. Unggul dua gol membuat Sriwijaya seolah-olah akan memenangkan laga.

Namun, 10 menit jelang pertandingan usai, tuan rumah justru bangkit menekan lawannya. Adalah Baskoro yang membuat skor menjadi 1-2 pada menit ke-82.

Baskoro kembali jadi penyelamat Blitar Bandung United pada injury time lewat golnya dari titik penalti. Hasil 2-2 bertahan hingga pertandingan selesai.

Hasil ini membuat Sriwijaya naik ke peringkat pertama Wilayah Barat dengan 18 angka dari 10 laga. Mereka unggul selisih gol dari Persiraja Banda Aceh yang baru melakoni 9 laga.

Kondisi ini membuat PSMS otomatis tergeser ke posisi ketiga dengan 17 angka dari 10 laga. PSMS berpeluang kembali ke atas jika mampu mengalahkan PSGC Ciamis, Kamis (8/8) mendatang. (bbs/dek)

Dibanderol Rp500 Juta Lebih, New Mazda 3 Resmi Dipasarkan di Medan

PAMER: All-New Mazda 3 resmi dipasarkan di Medan lewat pameran yang digelar di Atrium Sun Plaza, Senin (5/8).
PAMER: All-New Mazda 3 resmi dipasarkan di Medan lewat pameran yang digelar di Atrium Sun Plaza, Senin (5/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku agen tunggal dan distributor mobil merek Mazda di Indonesia resmi memasarkan All-New Mazda 3 di Medan, Senin (5/8). Mobil yang dibanderol Rp500 juta lebih ini mulai dipasarkan lewat acara pameran di Atrium Sun Plaza selama sepekan.

Direktur Sales, Marketing dan PR PT EMI, Ricky Thio mengatakan, All-New Mazda 3 pertama kali diluncurkan di Indonesia pada ajang Gaikindo International Auto Show 2019 (GIIAS) di ICE, BSD-City, Tangerang. Mobil ini merupakan generasi ketujuh Mazda.

“Kehadiran kami di Medan dengan membawa produk terbaru All-New Mazda 3, kembali menegaskan komitmen kami untuk terus eksis di pasar otomotif Indonesia. Kami juga akan terus berupaya memperkenalkan produk-produk terbaru Mazda serta meningkatkan kualitas layanan purna jual,” ujar Ricky Thio.

Diungkapkan Ricky, sebagai model pertama yang mengadopsi evolusi terbaru desain KODO, All-New Mazda 3 tetap menampilkan desain ‘single motion’ yang sederhana dalam tampilan keseluruhan. Teknologi ini menunjukkan bagaimana cahaya dan bayangan yang berefleksi di atas badannya, menghasilkan ekspresi penting dan dramatis yang jauh lebih baik dibandingkan desain sebelumnya.

“Ada dua model Mazda 3 terbaru yaitu hatchback dimana sentuhan desain yang lebih emosional, dan sedan untuk menghasilkan proporsi yang lebih elegan. Meski saling berbagi nama sebagai Mazda 3, namun kedua model terbaru ini menawarkan kepribadian yang berbeda,” kata Ricky.

Menurut dia, dalam merancang model Mazda 3 baik hatchback maupun sedan, tim pengembangan menunjukkan tampilan yang benar-benar baru pada kepribadian dan nilai-nilai yang dimiliki keduanya. Selain itu, berusaha untuk memaksimalkan daya tarik yang unik pada kedua model.

“Mazda 3 hatchback menampilkan sosok yang bertenaga dan menggoda, dengan daya tarik akan sebuah pengalaman berkendara yang menarik. Sebaliknya, pada Mazda 3 sedan, tampilan yang sederhana, bersih dan memukau, menonjolkan kedewasaan serta kemewahan yang sempurna,” papar Ricky.

Sesuai dengan tema ‘less is more’, lanjutnya, desain semua elemen di dalam kabin dirancang dengan sesederhana mungkin sehingga dapat menonjolkan wilayah kabin. Hal ini membuat lingkungan kabin semakin nyaman, yang menjadikan pengemudi dan mobilnya dapat tersambung secara natural sehingga pengemudi dapat berfokus penuh pada tugas utamanya yakni mengemudi.

“All-New Mazda 3 mengadopsi mesin berbahan bakar bensin Skyactiv-G 2.0 liter terbaru, yang telah mendapatkan pengembangan teknologi. Mesin ini mendapatkan optimalisasi pada bagian intake port dan bentuk piston, split fuel injection dan katup pendingin untuk menghasilkan tingkatan yang lebih baik pada performa dinamis, efisiensi bahan bakar serta keramahan lingkungan. Distribusi tenaga dan torsi dari jantung pacu ini disalurkan melalui transmisi transmisi otomatis 6-speed Skyactiv-Drive,” jelas Ricky.

Lebih lanjut dia mengatakan, selama pameran di GIIAS, total pemesan mencapai 667 unit. Jumlah itu meliputi, Mazda 3 hatchback 92 unit dan sedan 12 unit, serta sisanya unit lain. “Sejauh ini di Medan sudah ada 3 unit pemesanan untuk model hatchback. Ditargetkan 10 unit Mazda 3 dapat terjual selama pameran,” tandasnya.

Direktur Utama PT Graha Mazindo Mandiri, Pin Hong selaku main dealer di Medan menyebutkan, Mazda 3 dibangun dengan 5 konsep. Pertama, dibangun untuk memanjakan hati setiap orang yang melihat. Kedua, diciptakan langsung oleh tangan manusia untuk mewujudkan semangat pembuatnya.

Ketiga, kenikmatan mengemudi tanpa perlu merasa kelelahan.Keempat, pendekatan human centric dalam pengembangan kendaraan untuk menciptakan ikatan antara mobil dan pengemudi. Kelima, percaya diri, memiliki karakter sendiri dan berbeda yang lain.

“Dari dua model yang ditawarkan, ada empat warna pilihan Mazda 3 yaitu hitam, merah, abu-abu dan merah. Khusus warna merah ada penambahan biaya atau perbedaan harga, karena bahan cat yang digunakan berlapis hingga 4 atau 5 kali. Harganya, Rp509,8 juta (hatchback) dan Rp549,8 juta (sedan),” sebutnya.

Ia menambahkan, selama pameran yang digelar mulai 5-11 Agustus ini ada penawaran menarik atau promo. Mulai dari cashback Rp30 juta untuk varian tertentu dan lucky dip dengan cashback hingga Rp20 juta semua varian. (ris/ram)

Franchise Asing Mendominasi di Indonesia

istimewa BERTANYA: Pengunjung bertanya saat Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2019 di Surabaya, kemarin.
BERTANYA: Pengunjung bertanya saat Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2019 di Surabaya, kemarin.

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan, bisnis waralaba dalam negeri belum maksimal jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Singapura.

“Bahkan, franchise asli Indonesia tidak ada growth alias stagnan. Yang miris justru pasar waralaba domestik sekarang dipenuhi pemain asing,” tuturnya di sela pameran Info Franchise dan Business Concept (IFBC) 2019 di Surabaya, Jumat (2/8).

Sampai sekarang jumlah waralaba asing yang masuk ke Indonesia mencapai 480–500 merek dengan pertumbuhan lima persen tiap tahun.

Sementara itu, waralaba asli lokal hanya 120 merek dan tidak tumbuh. Dari 120 itu, yang berhasil ekspansi ke luar negeri baru 15 merek.

“Padahal, maunya kami kalau bisa minimal 300 merek Indonesia bisa ekspansi ke mancanegara. Kenapa harus kalah dengan negara lain?” jelasnya.

Menurut Anang, pertumbuhan franchise lokal minim sebenarnya tidak hanya karena dipengaruhi persaingan dengan asing, tetapi juga disebabkan faktor sikap cepat puas dan tidak sabar dari para pelaku usaha domestik.

Secara garis besar, karakter masyarakat Indonesia adalah ingin cepat sukses dan untung, tetapi tidak mau belajar.

Sejauh ini jenis waralaba Indonesia dipenuhi sektor kuliner. Kontribusinya mencapai 50 persen.

Sisanya diisi jasa kurir, kopi, cleaning service, hingga budi daya bibit bunga.

Sementara itu, PT Baba Rafi Indonesia, waralaba pemegang merek Kebab Turki Baba Rafi, gencar menggaet investor pada semester kedua tahun ini. CEO dan founder PT Baba Rafi Indonesia Hendy Setiono mengatakan, persaingan bisnis makanan dan minuman yang ketat menuntut para pengelola usaha selalu inovatif. “Kami selalu mengedepankan inovasi sekaligus mempertahankan tradisi kualitas produk,” katanya kemarin. (jpnn/ram)

Praka Januar Mengaku Dipukuli Polisi

ist SAKSI: Praka Januar Tanjung bersaksi untuk kedua terdakwa kurir sabu seberat 3.872 gram, Irawan Andiko dan Budi Harianto (kanan). Ia mengaku foto penangkapan yang beredar saat itu merupakan rekayasan pihak Kepolisian (kanan).
SAKSI: Praka Januar Tanjung bersaksi untuk kedua terdakwa kurir sabu seberat 3.872 gram, Irawan Andiko dan Budi Harianto. Ia mengaku foto penangkapan yang beredar saat itu merupakan rekayasan pihak Kepolisian (kecil).

Kasus penangkapan anggota TNI yang sempat viral berbuntut mutasi 17 personel Satresnarkoba Polrestabes Medan, akhirnya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (5/8). Oknum TNI, Praka Januar Tanjung bersaksi untuk kedua terdakwa kurir sabu seberat 3.872 gram, Irawan Andiko dan Budi Harianto.

DALAM keterangannya di persidangan, warga Asmil 125 Simbisa Kompi Balige itu mengaku mengajak terdakwa Irawan yang merupakan abang iparnya untuk mengambil paket di daerah Tanjungbalai.

“Karena saya tahu dia bisa supir. Saya tidak jelaskan sama abang ipar saya. Lalu disupirilah saya pak, sampai Tanjungbalai menjelang magrib. Lalu Abang ipar saya tinggal di tempat pelelangan ikan disitu,” ungkapnya saat ditanya Hakim Ketua, Gosen Butar-butar.

Selanjutnya, Praka Januar mengaku dirinya akan pergi untuk mengambil barang dengan temannya.

“Lalu saya tinggal disitu saya kasih uang. Saya pergi menjemput barang itu. Waktu di sana, orang yang menyerahkan tidak tahu namanya dan dia pakai masker,” tutur Praka Januar.

“Disitu kami tidak ada pembicaraan di daerah semak-semak. Disuruh buka kaca belakang, lalu melempar sebuah kardus kaca mobil kanan, di bangku kedua, ada dua kardus,” sambungnya.

Kemudian, si pemberi barang menyarankan Praka Januar agar berhati-hati di jalan. “Lalu saya langsung pergi,” cetusnya.

Saat ditanya Hakim Gosen apakah isi dari paket barang tersebut sehingga harus dibawa ke Medan, Praka Januar berulang kali menjawab bahwa isinya adalah kulit teringgiling.

“Tidak ada disebutkan bahwa itu narkotika, saya tidak tahu isinya. Lalu saya pergi ke Medan, tepatnya di Jalan Amaliun sesuai arahan menemui saudara Putra. Yang saya tahu isinya tringgiling di dalam kotak,” cetusnya.

Lalu Hakim menunjukkan bentuk kotak yang tersebut yang tepat berada di depan JPU Chandra Naibaho.

“Ini kotaknya?,” tanya Hakim.

“Tidak Yang Mulia, karena dia (kotak) berbentuk seperti kubus. Tidak seperti ini,” jawab Praka Yanuar.

Dijelaskan Praka Januar, dirinya ditangkap oleh pihak Polrestabes Medan di depan PT Kedaung, Jalan Lintas Sumatera Lubukpakam.

“Kami dihadang beberapa mobil polisi, karena ditodongkan senjata, kami posisi berhenti karena ngantuk. Saya mau masuk pintu karena mau berganti sopir lalu mobil fortuner menyerempet dari sebelah kiri,” jelas Praka Januar.

“Kemudian saya melarikan diri (mengendarai mobil). Saya dikejar dan ditembak, jadi saya panik. Lalu saat dikejar saya minta tolong, dilemparkan kotak itu oleh Irawan, karena saya bilang buang saja bang, itu posisinya melewati 500 meter kantor Bupati Deliserdang,” sambungnya.

Setelah itu, kata Praka Januar, ada belasan personel yang mencegat mereka di Tanjungmorawa. Ia dan temannya dipaksa keluar dari mobil.

“Habis itu saya lakukan perlawanan. Mereka sebut dari polisi dan BNN, saya ditiarapkan, kami diupukuli pakai gagang pistol,” cetusnya.

Praka Januar berdalih alasannya melarikan diri karena tahu bahwa tringgiling merupakan hewan yang dilindungi.

“Saya disitu pakai celana dinas loreng, hanya pakai kaos. Kenapa saya lari, karena saya tahu tringgiling binatang yang dilindungi makanya saya panik,” cetusnya.

Selanjutnya pihak Kepolisian menunjukkan barang yang dilemparnya tersebut berisi narkotika, namun dengan posisi kardus telah robek.

Januar juga mengungkapkan bahwa foto penangkapannya yang sempat viral adalah rekayasa pihak Kepolisian.

“Setelah diraon-raon saya lalu dibawa di suatu areal perkantoran lalu dikeluarkan di dalam mobil. Habis itu saya difoto yang lalu diviralkan itu foto direkayasa,” katanya.

Terakhir, Hakim Gosen menanyakan apakah benar terdakwa sedang menjalani perkara di Mahmil Medan?

“Perkara ada di Mahmil, terkait kurir narkoba, sehubungan dengan perkara ini juga. Sudah mau putusan yang mulia,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Praka Januar Tanjung sudah dituntut 6 tahun penjara. Ia melanggar pasal Pasal 115 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selanjutnya, saksi dari Kepolisian, Aiptu Dudi Efni (45) dari Satres Narkoba Polrestabes Medan mengatakan, ada 3 tim yang melakukan penangkapan.

“Kita lakukan penangkapan bersama tim, ada 3 tim, kita melakukan hunting dan menyulusuri ada informasi mobil yang membawa sabu. Mobil tersebut kita hentikan lalu dicampakkan satu bungkusan dan tim kita berhentikan, kita sangka ada oknum TNI dan satu orang sipil,” jelasnya.

Selanjutnya setelah diberangkatkan, Dudi mengungkapan bahwa kotak yang dilemparkan adalah sabu-sabu.

“Kami memperlihatkan kotak dan 4 bungkusan sabu, satu bungkusan itu beratnya 1 kilo,” ungkapnya.

Dalam dakwaan JPU, apes Praka Januar berawal dari telepon adik lettingnya, Praka Ardi (Prajurit Kompi Senapan A Yonif 125 Balige), 9 Desember 2018.

Praka Ardi meminta Praka Januar mengambil sisik trenggiling yang dikemas dalam kotak di Tanjungbalai dan mengantarnya ke Medan.

Namun saat akan mengantarkan barang ke Medan, polisi mengejar Praka Januar di Tanjungmorawa pada 10 Desember 2019. Karena panik, Irawan diminta Praka Januar untuk membuang satu kotak.

Tetapi, laju mobil yang dikendarai Praka Januar bisa dihentikan personel dari Satresnarkoba Polrestabes Medan. Usut punya usut, ternyata Praka Januar merupakan oknum TNI.

Foto-foto penangkapan Praka Januar sempat beredar luas dan viral di media sosial. Dari tangan Praka Januar petugas menyita barang bukti sabu seberat 3,872 gram. (bbs/ala)