Home Blog Page 5145

1,282 Juta Jiwa Penduduk Sumut Miskin

Syech Suhaimi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut
Syech Suhaimi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tercatat, jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 1,282 juta jiwa atau sebesar 8,83% dari total penduduk sekitar 58,46 juta. Penghitungan tersebut, Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada Maret 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi mengatakan, dari jumlah tersebut, terdapat penurunan sebanyak 10.000 jiwa dengan persentasi 0,11%. Penurun tersebut, ada peningkatkan penghasilan masyarakat.

“Kondisi ini memperlihatkan bahwa jumlah dan persentase penduduk miskin di Sumut mengalami penurunan dimana pada September 2018 penduduk miskin sebanyak 1,291 juta jiwan

atau sebesar 8,94%,” ungkap Suhaimi kepada wartawan di Kantor BPS Sumut di Medan, Jumat (2/9) siang.

Suhaimi menjelaskan, berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2018 – Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 11,2 ribu jiwa, sebaliknya di daerah pedesaan meningkat sebanyak 1,3 ribu jiwa.

“Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 8,84% menjadi 8,56%. Sebaliknya, di perdesaan naik dari 9,05% menjadi 9,14%,” tutur Suhaimi.

Suhaimi menjelaskan, sebagai suatu batas untuk menentukan miskin atau tidaknya seseorang menggunakan batas garis kemiskinan. Penduduk miskin adalah yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

“Pada Maret 2019 garis kemiskinan Sumut sebesar Rp466.122,- per kapita per bulan. Untuk daerah perkotaan, garis kemiskinannya Rp483.667,- per kapita per bulan, dan untuk daerah perdesaan sebesar Rp445.815,- per kapita per bulan,” paparnya.

Dibanding September 2018, garis kemiskinan Sumut pada Maret 2019 naik 3,20% yaitu dari Rp451.673,- perkapita per bulan menjadi Rp466.122,- perkapita per bulan. Garis kemiskinan di perkotaan naik 3,84%, yaitu dari Rp465.790,- perkapita per bulan menjadi Rp483.667,- perkapita per bulan. Sedangkan garis kemiskinan di perdesaan naik 2,37% dari Rp.435.492,- perkapita per bulan menjadi Rp445.815,- perkapita per bulan.

Lebih lanjut dikatakan, dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).

“Pada Maret 2019, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap Garis Kemiskinan baik di perkotaan maupun di perdesaan pada umumnya hampir sama, yaitu beras dan rokok kretek filter,” ungkap Suhaimi.

Beras masih berperan sebagai penyumbang terbesar Garis Kemiskinan baik di perkotaan (20,84%) maupun di perdesaan (31,65%). Empat komoditi makanan lainnya penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di perkotaan adalah rokok kretek filter (11,67%), ikan tongkol (4,39%), telur ayam ras (3,92%), dan daging ayam ras (3,20%).

Demikian juga di perdesaan, empat komoditi makanan lainnya penyumbang terbesar terhadap Garis Kemiskinan adalah rokok kretek filter (10,00%), telur ayam ras (2,97%), ikan tongkol (2,93%), dan gula pasir (2,72%).

Dalam kesempatan itu juga disebutkan, pada periode September 2018 – Maret 2019, berdasarkan status kemiskinan, secara umum jumlah penduduk sangat miskin dan rentan miskin lainnya di Sumut mengalami penurunan, dan jumlah penduduk miskin, hampir miskin, dan tidak miskin mengalami peningkatan.

Kemudian, secara umum Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan menunjukkan penurunan. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 1,459 pada September 2018 menjadi 1,371 pada Maret 2019. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,333 menjadi 0,310 pada periode yang sama.

“Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan dan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin menurun,” ujarnya.

Suhaimi juga mengatakan, beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Sumut pada periode September 2018 – Maret 2019 antara lain inflasi Sumut pada periode tersebut cukup terkendali yaitu sebesar 1,14 persen dan harga eceran komoditas penting relatif stabil.

“Pertumbuhan ekonomi cukup stabil meskipun mengalami sedikit penurunan dari 5,43 persen pada Triwulan III 2018 menjadi 5,30 persen pada Triwulan I 2019,” pungkasnya.(gus/ila)

Sekeluarga Kecelakaan di Tol Mabar, Kepala Bank Aceh Tewas

fachril/sumu tpos REMUK: Polisi mengamankan mobil Toyota Kijang Inova yang remuk akibat kecelakaan yang remuk di Jalan Tol Km 14,4, Mabar Mabar Hilir. Dalam kecelakaan tersebut, satu tewas dan tiga kritis itu merupakan satu keluarga.
REMUK: Polisi mengamankan mobil Toyota Kijang Inova yang remuk akibat kecelakaan yang remuk di Jalan Tol Km 14,4, Mabar Mabar Hilir. Dalam kecelakaan tersebut, satu tewas dan tiga kritis itu merupakan satu keluarga.
Fachril/sumu tpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan maut menimpa sekeluarga di Jalan Tol Km 14,4, Kelurahan Mabar Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Jumat (2/7) pukul 06.50 WIB. Akibatanya, Kepala Bank Aceh, Zulfikar (31) warga Desa Trieng, Kecamatan Tanah Luas, Lhokseumawe, tewas.

Sedangkan tiga keluarganya, Rikie Sabaria (51), Nurhidayah (48) dan Saviera (21). Ketiga warga Tanah Abang, Jakarta Pusat ini kritis.

Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, Iptu Lily Taviv mengatakan, peristiwa maut itu terjadi saat mobil Toyota Kijang Inova pelat BL 1285 NG yang dikemudikan Zulfikar bersama ketiga penumpangnya datang dari arah Belawan menuju Medan dengan kecepatan tinggi.

Sedangkan mobil truk BK 8310 LJ yang pengemudinya melarikan diri berhenti di perlintasan Tol Bel Merah dalam keadaan mogok. Dari arah belakang truk, mobil Toyota Kijang Inova menghantam bagian belakang truk tersebut.

Akibat menghantam truk itu, mobil berplat Aceh ini mengalami kerusakan parah pada bagian depan. Pengemudi mobil Toyota Inova tewas seketika di loaksi kejadian.

Sedangkan, ketiga penumpangnya mengalami luka-luka dengan kondisi mengenaskan. Pihaknya memperoleh informasi adanya lakalantas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

“Setiba di lokasi, petugas langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian, keempat korban yang mengalami kecelakaan teragis ini langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Pringadi Medan. Begitu juga, kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan,” katanya.

Dikatakannya, untuk korban meninggal dunia rencananya akan diserahkan ke pihak keluarga. Sedangkan, ketiga penumpang yang mengalami kritis tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pringadi Medan. (fac/ila)

Lantik 22 Pejabat Administrator di Lingkungan Pemprovsu, Gubsu: Pangkulah Jabatan dengan Amanah

AMBIL SUMPAH: Gubsu, Edy Rahmayadi mengambil sumpah sekaligus melantik 22 pejabat administrator dil ingkungan Pemprovsu, Jumat (2/8).
AMBIL SUMPAH: Gubsu, Edy Rahmayadi mengambil sumpah sekaligus melantik 22 pejabat administrator dil ingkungan Pemprovsu, Jumat (2/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi kembali melantik pejabat administrator (eselon III) di lingkungan Pemprovsu, Jumat (2/8) di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jalan Pangeran Diponegoro Medan.

Kali ini, sebanyak 22 pejabat eselon III yang dilantik namun cuma dihadiri 14 orang pejabat saja. Adapun ke-22 pejabat yang dilantik tersebut antara lain; Hartati sebagai Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSU Haji Medan, Lisni Elysah sebagai Wakil Direktur Penunjang Medis dan Akademik RSU Haji Medan, Zamaan Tarigan sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medis pada RSU Haji Medan, Zuhar Elysah sebagai Kepala Bidang Akademik dan Pendidikan pada RSU Haji Medan.

Selanjutnya Yulinda Elvi Nasution sebagai Kepala Bidang Penunjang Medis pada rumah Sakit Jiwa Prof Dr Ildrem Sumut, Arief Indra Siregar sebagai Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Lubukpakam BPPRD Sumut, M Husin sebagai Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut, Syahbudi Sirgar sebagai Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas BMBK Sumut, Oktavianus Tambunan sebagai Kepala UPT Jalan dan Jembatan Doloksanggul Dinas BMBK, Fa’atulo Zaluchu sebagai Kepala UPT Jalan dan Jembatan Siantar Dinas BMBK.

Kemudian, Dirwansyah sebagai Kepala UPT Jalan dan Jembatan Binjai Dinas BMBK, Ir Moden sebagai Kepala UPT Workshop dan Peralatan Dinas BMBK, Marton Batubara sebagai Kepala UPT Jalan dan Jembatan Tebingtinggi Dinas BMBK, Ahmad Ridwan Nasution sebagai Kepala Bidang Kelembagaan pada Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Surya Damli Nasution sebagai Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan pada Biro Administrasi Pembangunan dan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Setdaprovsu, Lamhot Pasaribu sebagai Kepala UPT Pelayanan Sosial Eks Kusta Belidahan-Sicanang Medan Dinas Sosial Sumut, Erwin Hidayah Hasibuan sebagai Sekretaris Inspektorat Sumut, Nuraini sebagai Kepala Bidang Informasi dan Protokol Sekretariat DPRD Sumut, Ichsanul Arifin Siregar sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Stabat Dinas Pendidikan Sumut, Zainuddin sebagai Kepala Bagian Pengkajian dan Pengembangan pada RSH Prof Dr Ildrem, dan Muna Lubis sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumut. Sementara adapun satu pejabat yang dinonjobkan yakni Robbi Rezeki sebagai Fungsional Umum pada Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut.

Usai mengambil sumpah jabatan dan melantik para pejabat tersebut, Gubsu Edy menekankan jabatan bukan hak tetapi kewajiban dalam rangka mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan terkhusus agama. Ia juga tak bosan mengingatkan, baik terhadap pejabat dilingkungan Pemprovsu maupun yang baru dilantik, supaya mampu menjalankan amanah sebaik-baiknya.

“Sebab kalian sudah bersumpah kepada Tuhan melalui kitab suci kepercayaan kalian masing-masing. Pangkulah jabatan itu dengan amanah,” ujarnya.

Kata Edy, rakyat saat ini membutuhkan perhatian dari segenap aparatur Pemprovsu. Menurut dia, pemprov bisa membuat rakyat sengsara dan atau membuat rakyat sejahtera. “Di sinilah tanggung jawab kita bersama mempertanggungjawabkannya baik dunia maupun akhirat,” katanya.

Gubsu menambahkan, ada tiga hal untuk mengimplementasikan tanggung jawab dunia dan akhirat itu. Pertama ialah loyalitas. Kedua, memiliki sense of belonging (rasa memiliki/rasa cinta) atas organisasi yang dipimpin dan Pemprovsu, dan terakhir dapat bekerja sama dengan baik.

“Kalau kalian bekerja tidak bisa atas dasar cinta dengan provinsi yang besar ini, maka kalian akan dicela oleh orang lain. Dan jika kalian dicela oleh orang lain, maka sama artinya kalian biarkan provinsi ini dicela dan dihina orang lain. Ini yang tak boleh terjadi,” kata mantan Pangkostrad itu.

Edy menegaskan, pegawai yang dilantik tersebut adalah hasil seleksi ketat yang dipilih kepala dinas masing-masing. Karena itu harus dapat bekerja sama sesuai intelektualitas yang kalian miliki. “Tiga hal ini adalah prinsip memajukan organisasi kita. Secerdas apapun Anda, kalau Anda tak bisa bekerja sama berarti Anda tidak cocok berada dalam perahu besar ini. Saya pastikan ke depan tidak segan-segan akan mencopot Anda,” pungkas Edy.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wagubsu Musa Rajekshah, Sekdaprovsu R Sabrina, Plt Kepala BKD Setdaprovsu, Abdullah Khair Harahap dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah dilingkungan Pemprovsu. (prn/ila)

Hari Ini dan Besok, Kontes Modifikasi Mobil Digelar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kontes kreativitas modifikasi mobil kembali hadir di Kota Medan. Kali ini, ajang yang mengambil nama MBtech Best Quality Synthetic Leather digelar di Medan International Convention Center (MICC) selama dua hari, Sabtu dan Minggu (3-4/8).

Brand Manager MBTech, Dana Iswanto mengatakan, kontes modifikasi pada tahun ini akan diadakan di 14 kota besar Indonesia, termasuk di Medan. Kontes modifikasi bertajuk Indonesia Automodified MBtech (IAM MBtech) dilakukan secara berseri untuk meningkatkan nuansa kompetisi bagi peserta dalam menampilkan hasil modifikasi terbaiknya.

“Menjadi ajang tahunan yang dinanti-nanti, kontes IAM MBtech 2019 menyediakan lebih dari 150 kategori bergengsi untuk meraih predikat paling bergengsi, yaitu thropy The King of IAM MBtech 2019 (Players & Tuners) di setiap kota,” ungkap Dana didampingi Digital Creative Division Manager, Edi Pamungkas, Jumat (2/8).

Selain kontes modifikasi, lanjut Dana, terdapat pula spesial kategori MBtech Awards yang menantang kreativitas dari para peserta kontes untuk saling berlomba menampilkan hasil kreasi dalam memodifikasi jok dan interior mobil.

Digital Creative Division Manager, Edi Pamungkas mengatakan, dalam penyelenggaraannya, spesial kategori MBtech Awards akan memberikan apresiasi kepada tiga karya modifikasi jok mobil terbaik yang dipilih berdasarkan penilaian tim juri selama kompetisi IAM MBtech 2019 berlangsung. Penilaian pada kompetisi MBtech Awards berdasarkan ide dan orisinalitas, kreatifitas modifikasi jok maupun interior, hingga aplikasi penggunaan bahan MBtech.

“Gelaran kontes IAM MBtech 2019 juga akan diramaikan dengan penyelenggaraan kontes audio mobil dan berbagai sajian hiburan lainnya. Penyelenggaraan seri nasional kontes modifikasi ini menjadi wujud komitmen MBtech di bidang otomotif dalam usahanya untuk terus memajukan trend modifikasi jok mobil di Indonesia,” pungkasnya. (ris/ila)

2 Pejabat JPT Pratama Dilantik, Wabup Sergai: Ciptakan Sistem Kerja Efektif dan Efisien

LANTIK: Wabup Sergai, H Darma Wijaya melantik 2 pejabat JPT Pratama Pemkab Sergai, di Aula Sultan Serdang, Jumat (2/8).
LANTIK: Wabup Sergai, H Darma Wijaya melantik 2 pejabat JPT Pratama Pemkab Sergai, di Aula Sultan Serdang, Jumat (2/8).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Dua pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) dilantik Wakil Bupati, H Darma Wijaya di Aula Sultan Serdang kantor Bupati Sergai Sei Rampah, Jumat (2/8).

Adapun 2 JPT Pratama yang dilantik adalah H Gustian SE. MM. Ak, sebagai Inspektur Sergai. Sebelumnya, Gustian menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sergai, dan H. Ifdal, S.Sos, M.AP sebagai Kadis Sosial menggantikan Misran SE yang memasuki masa pensiun. Sebelumnya, Ifdal menjabat sebagai Inspektorat Sergai.

“Pelantikan JPT Pratama ini merupakan alih tugas jabatan biasa yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi setelah melalui uji kompentensi Job fit oleh panitia seleksi JPT Pratama dan telah mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Negara (KAN),” kata Darma Wijaya disela-sela sambutannya.

Menurut Darma Wijaya, seorang pejabat JPT Pratama harus memiliki kemampuan general, dan tidak boleh terpaku pada tugas pokok dan fungsinya saja.

Selain itu, juga harus mempunyai daya kreatifitas yang tinggi serta didukung oleh semangat, dedikasi dan rasa memiliki yang tinggi untuk mewujudkan Kabupaten Sergai yang unggul, inovatif dan berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Darma Wijaya berharap kepada H Ifdal sebagai Kadis Dinas Sosial yang baru, agar mampu membantu tugas Bupati dalam menjalankan tugas perumusan kebijakan teknis dibidang sosial, seperti penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang sosial, pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang sosial, pelaksanaan pengembangan pembangunan dibidang sosial dan pengawasan dan pengendalian teknis bidang sosial.

Selanjutnya, kepada H Gustian sebagai Inspektur Sergai, agar dapat membantu Bupati sebagai pelaksana pengendalian internal terhadap seluruh pelaksanaan program dan kegiatan di seluruh OPD.

“Sebagai pejabat yang baru, saudara harus bekerja secara profesional dan harus mampu menciptakan sistem kerja yang efektif dan efesien, yang dapat meningkatkan kinerja perangkat daerah yang dipimpin,”pesan Darma Wijaya. (sur/han)

14 Paket Proyek Gagal Lelang, Rp14 M Uang Pemkab Humbahas Dikembalikan ke Negara

ilustrasi lelang proyek
ilustrasi lelang proyek

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Sebanyak Rp14 miliar dari APBD Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Anggaran 2019, dikembalikan ke negara karena 14 paket proyek pengadaan barang dan jasa, gagal lelang.

Disebutkan Kepala Bagian (Kabag) Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Benton Lumbangaol, uang Rp14 miliar yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, seharusnya diperuntukkan dalam 14 paket pengadaan barang dan jasa.

“Ada 14 paket yang kita lelang, gagal. Jumlah uangnya sebanyak Rp14 miliar bersumber dari DAK, dan itu kembali ke Negara,”ungkap Benton saat ditemui di kantor Bupati, Jalan Bukit Inspirasi, Jumat (2/8).

Benton menjelaskan, ratusan kegiatan dari 14 paket tersebut, dinyatakan gagal lelang karena tidak adanya penawaran. Dan peserta lelang yang tidak memenuhi persyaratan.

Dicontohkan Benton, seperti SBU perusahaan dan sertifikat tenaga kerja. Kemudian, tidak mencukupinya waktu meski sempat diberlakukan proses lelang cepat. “Jadi mayoritas kegagalan ini dikarenakan penawaran dan adminitrasi seperti SBU dan sertifikat tenaga kerjanya beda-beda. Contoh, SBU-nya bangunan, tapi dimasukkan irigasi,” katanya.

Sayangnya, Benton enggan menjelaskan nama nama ke-14 paket senilai Rp14 miliar tersebut untuk dipublikasikan. “Belumlah, tidak bisa secara rinci saya sampaikan, karena belum selesai tahun anggarannya,”elak Benton.

Namun Benton mengakui dari beberapa peserta yang mengikuti proses lelang itu, kebanyakan dari lokal, selain di luar Sumatera. “Iya sudah jelas dari lokal ini banyak, makanya ada indikasi kenapa kami tidak dapat pekerjaan,” jelas Benton, sembari menambahkan kebanyakan peserta terindikasi meminjam nama perusahaan.

Benton menambahkan, dalam proses lelang selama ini, pihaknya selalu mendapat pengawasan dari pihak APIP. Dan setiap proses, APIP selalu menerima langkah-langkah proses hingga lelang batal. “Iya setiap proses kita selalu update ke APIP, jadi merekapun tahu langkah kegagalan proses lelang gagal ini,”imbuhnya.

Terpisah, ketua DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan Manaek Hutasoit, menyayangkan dan kecewa, pulangnya uang miliaran itu ke Negara.

Menurut Manaek, uang miliaran tersebut seharusnya dapat membangun kesejahteraan masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan. “Ini namanya bermain-main, pihak-pihak yang bertanggungjawab tidak serius mengelola anggaran itu. Sebab proses lelang yang kita amati selama ini malah melaksanakan proses waktu yang mepet. Padahal dibulan April sudah bisa dilaksanakan, ini tidak,”katanya.

Menurut dia, harusnya persoalan itu tidak terjadi, dikarenakan menjadi kerugian semua masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan, sehingga pembangunan tidak berjalan. Yang seyogianya, masyarakat harusnya dapat menikmati kesejahteraan.

“Akibatnya, masyarakat tidak bisa menikmati pembangunan, jadi seharusnya ini tidak terjadi,”tegas Manaek. “Kami akan perintahkan komisi yang membidangi untuk memanggil dinas terkait untuk dengar pendapat,”sambung Manaek, ke tika disinggung apa langkah DPRD menyikapi tidak difungsikannya Rp14 miliar uang negara tersebut. (mag-12/han)

Silaturahim dengan Komunitas Antar Suku, Pujakesuma Tebinggtinggi Siap Merangkul Seluruh Etnis

SOPIAN/SUMUT POS BERSAMA: Ketua DPD Pujakesuma Tebingtinggi, Suud didampingi Dewan Pembina, Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi dan Wakapolres, Kompol R Manurung.
BERSAMA: Ketua DPD Pujakesuma Tebingtinggi, Suud didampingi Dewan Pembina, Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi dan Wakapolres, Kompol R Manurung.
SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pujakesuma Tebingtinggi menggelar acara silaturahim bersama komunitas antar suku dan etnis yang ada di Kota Tebingtinggi, di aula Kamtibmas Mapolres Tebingtinggi Jalan Pahlawan, Jumat (2/8) sore.

Hadir dalam silaturahim tersebut, sejumlah tokoh adat di antaranya suku Melayu, Batak Toba, Karo, Nias, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan juga para tokoh agama.

Ketua DPD Pujakesuma Tebingtinggi, Suud menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh kelompok etnis yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.

Pada kesempatan itu, Suud menyatakan kesiapannya untuk senantiasa mendukung Polres Tebingtinggi dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang stabil, aman dan kondusif di Kota Lemang.

“Pujakesuma siap menjadi perangkul seluruh etnis serta kelompok masyarakat lainnya demi terciptanya persatuan dan persaudaraan yang kokoh di Kota Tebingtinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pembina Pujakesuma Tebingtinggi, AKBP Sunadi menyebutkan, acara silaturahim ini sejatinya sebagai wadah untuk mempererat tali persaudaraan, persahabatan serta kekompakan dalam kehidupan bermasyarakat. “Mari kita gelorakan semangat keamanan lingkungan di tempat tinggal kita masing-masing,” ucapnya. (ian/han)

7 Pejabat Utama Polres Dairi Disertijab

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS TANDA JABATAN: Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan sematkan tanda jabatan kepada Kabag Ren yang baru, Kompol Salomo Parulian Anakampun.
TANDA JABATAN: Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan sematkan tanda jabatan kepada Kabag Ren yang baru, Kompol Salomo Parulian Anakampun.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Sebanyak tujuh pejabat utama di jajaran Polres Dairi serah terima jabatan (Sertijab), yang dipimpin langsung, Kapolres AKBP Erwin Wijaya Siahaan di Aula Mapolres, Kamis (1/8).

Ketujuh pejabat itu antara lain, dari pejabat lama Wakapolres Kompol Togu Matanari ke Kompol David P Silalahi, Kabag Sumda dari Kompol Helmy Yusuf kepada Kompol Amir Sinaga, Kabag Ren dari Kompol Efendi Sinaga ke Kompol Salomo Parulian Anakampun.

Kasat Reskrim dari AKP Jenggel Nainggolan kepada Iptu Junisar Rudianto Silalahi, Kapolsek TigaLingga dari Kompol Maruli Siburian ke AKP Sarbanua Parluasan Siringoringo, Kapolsek Parogil dari AKP Sayuti ke Iptu Maruli Tambunan serta Kapolsek Bunturaja dari AKP Sarbanua Parluasan Siringoringo ke Iptu Manusun Hutasoit.

Kasubbag Humas Polres, Iptu Donni Saleh kepada wartawan, Kamis (1/8). Dalam kesempatan itu, Kapolres AKBP Erwin Wijaya Siahaan menyampaikan, mutasi ditubuh Polri hal biasa dan akan terus berkesinambungan. Mutasi untuk kepentingan institusi dalam peningkatan karier dan promosi bagi anggota Polri.

Kapolres menyampaikan apresiasi bagi pejabat lama yang telah melaksanakan tugas selama mengabdi di Polres Dairi. Erwin juga selamat bertugas ditempat baru. Jadikan pengalaman selama bertugas di Dairi sebagai bekal berharga ditempat tugas yang baru nantinya, tandasnya.

Kapolres juga mengajak Bhayangkari agar mendukung tugas suami. Dukungan istrilah diharapkan tugas suami akan sukses, ucapnya. Diakhir acara ada pemberian cenderamata. (mag-10/han)

UKK Imigrasi Diresmikan di Dolok Sanggul, Bupati Taput: Ditjen Imigrasi Tidak Tepati Janji

Ilustrasi
Ilustrasi

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Utara (Taput) mengaku sangat menyanyangkan diresmikannya Unit Kerja Kantor (UKK) Imigrasi kelas II non TPI Pematang Siantar, di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan oleh Menkumham RI Yasona Laply, baru-baru ini.

Pasalnya, pihaknya yang pertama mengusulkan agar pelayanan pengurusan paspor dan administrasi itu dipusatkan di Kecamatan Siborongborong.

Menurut Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, Ditjen Imigrasi tidak menepati janji untuk mengalokasikan Unit Kerja Kantor (UKK) Imigrasi kelas II non TPI Pematang Siantar yang sebelumnya di Siborong-borong, menjadi dipusatkan di Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Semestinya jika ada kekurangan, kan bisa dibicarakan dan secara bertahap, saya terkejut ketika diresmikan di Humbang,” kata Nikson saat dihubungi Sumut Pos, Kamis (1/8).

Menurut dia, seharusnya pembangunan imigrasi itu dibangun dekat dengan Bandara Silangit. Karena sangat terjangkau dan hanya hitungan menit ke Bandara. Selain itu, nantinya pelayanan ke masyarakat sangat dekat, wisatawan terlayani cepat ter utama mancanegara atau domestik.

Namun harapannya pupus, ketika kantor UKK Imigrasi kelas II non TPI di Dolok Sanggul. Padahal, sudah dianggarkan pembangunan kantor imigrasi di Taput dan sudah selesai sesuai kesepakatan.

“Makanya kita usulkan di Siborongborong dan soal gedung sudah kita siapkan dan sudah selesai rehab. Itu semua sesuai kesepakatan bersama Ditjen Imigrasi,” katanya.

Nikson menceritakan, sebelumnya, pemerintahnya yang pertama mengusulkan kantor UKK Imigrasi Kelas II non TPI itu di daerahnya. Karena pelayanan ke masyarakat akan cepat, apalagi terhubung di tengah-tengah antara kabupaten tetangga. Di antaranya, Tobasa, Taput, Humbahas, Tapteng, Sibolga, Madina dan Nias.

Sehingga, lanjut dia, dari kedekatan itu, pemerintahnyapun bersedia kantor Imigrasi dipusatkan di Siborong-boborong dengan anggaran pembangunan kantor dibuat. Dan itu pun sudah selesai dan tinggal diresmikan saja. Menurut Nikson, pengalokasian kantor UKK Imigrasi ini, ternyata sempat tarik menarik antara pemerintahnya dengan Ditjen Imigrasi sekaitan persediaan SDM, Hardware yang disarankan oleh Ditjen Imigrasi.

Sebab, Ditjen Imigrasi menyarankan agar pemerintahnya selain tidak menyediakan bangunan kantor saja, melainkan juga menyediakan SDM dan sarana prasarana yang jika dihitung menelan biaya mencapai Rp6 miliar. Namun saat itu, Nikson meminta ke Ditjen Imigrasi agar biaya tersebut ditangulangi bersama. Dan itupun, akhirnya menuai kesepakatan bersama-sama.

“Sempat saya bilang, tidak sanggup. Kalau hanya kantor bolehlah kita sanggup membangun. Makanya kita bangun kantor imigrasi di Siborong-borong, tepatnya di samping kantor koramil,” papar Nikson.

“Gimana kalau biaya hardwarenya dibagi dua dengan kantor imigrasi mungkin lebih ringan biayanya,” ujarnya menceritakan.

Namun, di tengah jalan melihat dan mendengar kantor imigrasi diresmikan, harapannya pun pupus. Di tengah jalan, ia menilai ada tetangga lain yang menyatakan siap dengan semua anggaran.

“Tapi ada baiknya, walaupun hanya gara-gara Hardware dan perlengkapan komputer serta laptop kita gagal. Pihak imigrasi maunya ngomong lagi ke kita. Biar kita diskusikan lagi bersama- sama,” tukasnya. (mag-12/han)

Iptu Danial Terpilih sebagai Ketua Panitia HUT ke-74 RI Babalan

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kapolsek Pangkalan Brandan, Iptu Danial Saragih terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Panitia HUT ke-74 RI di Kecamatan Babalan, Pangkalan Brandan tahun 2019.

“Penetapan Kapolsek menjadi ketua Panitia HUT RI itu berdasarkan rapat di aula kantor Camat Babalan, yang dihadiri seluruh elemen pemerintah, masyarakat dan perwakilan sekolah serta ormas yang ada di Kecamatan Babalan,”ungkap Camat Babalan, Yafizham Parinduri kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Jumat(2/8).

Pembentukan kepanitiaan HUT RI tersebut, lanjut Camat Babalan, bertujuan untuk mengkoordinasikan, mengagendakan dan menanggungjawabi seluruh rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan nantinya.

Camat Babalan juga berharap semua kegiatan yang telah diagendakan dalam mengisi dan memeriahkan HUT ke-74 RI tahun ini, dapat berjalan lancar sesuai dengan yang telah dijadwalkan.

Susunan kepanitian HUT ke-74 RI tahun 2019 kecamatan Babalan adalah sebagai berikut, Penasehat, Camat Babalan Pangkalan Brandan Yafizham Parinduri dan Komandan Koramil 13 Pantai Babalan Kapten Arhanut Fauzan, Ketua Iptu Danial Saragih, Sekretaris Ketua I Lurah Berandan Timur Baru, drs H. Asyari Siregar, Sekcam Babalan Nyonya Rosmawati Surbakti, dan Bendahara Nyonya Adek Rahmi. (yas/han)