Home Blog Page 5149

Buruh Kebun Tewas Tersengat Listrik

TEDDY/SUMUT POS EVAKUASI: Prajurit TNI dibantu warga mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.
EVAKUASI: Prajurit TNI dibantu warga mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.
TEDDY/SUMUT POS

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Buruh PT Rata Makmur, Ali Imron Bangun meregang nyawa tersambar arus listrik di areal perkebunan Desa Bekulap, Selesai, Langkat, kemarin (31/7) petang.

“Saat korban pulang dari kerjaannya, lalu korban bermaksud mencari tambahan dengan cara membawa 1 buah pisau milik pribadi untuk mencari pinang muda. Saat korban mengambil pinang, pisau yang digunakannya terkena kabel listrik,” kata Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting, Kamis (1/8) pagi.

Menurut dia, kabel listrik yang tersentuh pisaunya bertegangan tinggi. Jaraknya sekitar 1,5 meter dengan pohon pinang yang mau dipetik buahnya.

“Akibatnya korban tersengat oleh aliran listrik tersebut hingga meninggal dunia,” kata dia.

Buktinya, kata dia, ditemukan luka sengatan arus listrik pada bagian lengan dan telapak tangan kanan korban terdapat bekas luka bakar.

Menurut Siswanto, pohon pinang itu setinggi 12 meter dan sejajar dengan kabel listrik tersebut. Setelah korban tersengat arus listrik, Yusman (44) dan Ismail (39) melaporkan hal tersebut kepada Polsek Selesai.

Tak lama berselang, Polsek Selesai turun ke TKP untuk melakukan tindakan kepolisian.

“Atas permintaan keluarga korban tidak dilakukan otopsi. Pemeriksaan luar, Polsek Selesai memanggil pihak Puskesmas. Korban disemayamkan di Dusun VI Karoya Paya Jambu, Kelurahan Pekan Selesai atau tempat orang tua korban,” katanya.

Barang bukti yang diambil polisi berupa 1 buah pisau sepanjang 12 meter dan 1 tandan pinang muda.

“Kami juga sudah membuat surat keterangan tidak bersedia dilakukan otopsi oleh pihak keluarga korban,” tandasnya.(ted/ala)

Septic Tank Konvensional Cemari Air Tanah

ist PEMAPARAN: Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan memberikan pemaparan disaksikan Konjen Amerika Nanthan F, pihak USAID IUWASH PLUS dan Kasi I Kemen PUPR Nanda Lasro Elisabeth Sirait pada launching infrastruktur sanitasi, air minum dan peluncuran LLTTdi Lubukpakam, Rabu (31/7).
PEMAPARAN: Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan memberikan pemaparan disaksikan Konjen Amerika Nanthan F, pihak USAID IUWASH PLUS dan Kasi I Kemen PUPR Nanda Lasro Elisabeth Sirait pada launching infrastruktur sanitasi, air minum dan peluncuran LLTT di Lubukpakam, Rabu (31/7).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Keberadaan septic tank konvensional yang masih digunakan masyarakat, dinilai dapat mencemari air bawah tanah.

Hal itu disampaikan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan pada peluncuran infrastruktur sanitasi, tahun anggaran 2016-2018, infrastruktur air minum untuk tahun anggaran 2017-2018, sekaligus meluncurkan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) pengelolaan air limbah domestik di Halaman Gor, Lubukpakam, Rabu (31/7).

Turut hadir acara peluncuran itu, Konjen Amerika Serikat Nanthan F, pihak Usaid Iuwash Plus (Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua) dan Kepala Seksi Wilayah I Direktorat PLP Kementerian PUPR, Nanda Lasro Elisabeth Sirait.

Pengoperasian UPTD PALD (Unit Pelaksana Teknis Daerah – Pengelolaan Air Limbah Domestik) diharapkan dapat menampung dan mengolah lumpur tinja hasil pengurasan sebelum dibuang ke lingkungan, agar tidak menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan.

Selanjutnya, lumpur diolah menjadi lumpur kering dan air olahan yang sudah aman dibuang, atau dimanfaatkan kembali menjadi pupuk.

Upaya itu didukung dengan program LLTT, yaitu suatu mekanisme pelayanan penyedotan lumpur tinja secara periodik atau terjadwal yang diterapkan pada sistem pengelolaan air limbah setempat yang diolah pada instalasi yang ditetapkan.

Adapun payung hukum yang mengatur sistem pengelolaan sanitasi, yaitu Perbup tentang LLTT no 18 tahun 2019, PERDA Retribusi Jasa Umum (Sedot Kakus) no 4 tahun 2018, dan Perbup tentang Pembentukan UPTD PALD no 8 tahun 2018.

Peresmian disaksikan yang mewakili Gubernur Sumatra Utara, Wali Kota Sibolga Syafri Hutauruk, mewakili Wali Kota Tebingtinggi, mewakili Wali Kota Medan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pejabat di Lingkungan Pemkab Deliserdang.

Bupati Ashari menegaskan, latar belakang peluncuran program tersebut, sesuai dengan pendapat para ahli bahwa septic tank konvensional (model lama-red) beresiko terhadap pencemaran air tanah. Jika sudah tercemar, maka akan merusak lingkungan dan tentu akan merugikan kesehatan kehidupan manusia itu sendiri.

“Septik konvesional ini selayaknya harus dirubah ke septic tank aman (standard Indonesia) yaitu harus kedap air, memiliki lubang kontrol, memiliki ventilasi dan tersedia pipa masuk dan keluar. Artinya, limbah tidak merembes secara langsung ke tanah namun sistem lantai betonisasi yang dapat menghempang pencemaran air tanah. Ini prinsip awal dan selayaknya kita semua memberikan perhatian,” ungkap Ashari.

Untuk membangun sanitasi aman itu, diakui Ashari membutuhkan biaya yang sangat besar. Sementara APBD Deliserdang terbatas, bahkan ironis yang terkadang harus mengalosikan infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat, alokasi peningkatan perekonomian rakyat atau alokasi tentang sanitasi.

Walau demikian, Pemkab Deliserdang harus merasa bersyukur yang telah mendapat bantuan tersebut, dan sudah dirasakan manfaatnya dari pemerintah pusat melalui kerja sama USAID IUWASH PLUS.

Dan akan memprogramkan program sanitasi ke tahun-tahun mendatang bagi masyarakat yang belum mendapatkan.

Menurut Ashari Tambunan, program LLTT dan pengoperasian layanan di Deliserdang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kota/kabupaten lain di Sumut, untuk melakukan pengelolaan air limbah domestik secara aman dan berkelanjutan. “Hadirnya UPTD PALD dan LLTT sebagai layanan sanitasi dan air limbah domestik yang aman dan ramah lingkungan dapat memutus sumber pencemaran limbah domestik ke badan/sumber air.

“Diharapkan dapat mewujudkan Deliserdang sebagai kabupaten yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara Nanda Lasro Elisabeth Sirait, menegaskan pentingnya layanan sanitasi terpadu untuk mendukung upaya penyehatan masyarakat dan lingkungan di Sumut. “Kita tahu bahwa sarana sanitasi penting bagi kesehatan masyarakat dan kualitas hidup, terutama bagi anak-anak, dengan program LLTT masyarakat menjadi sehat dan tidak mudah sakit. Sehingga bisa lebih produktif dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kementerian PUPR juga mendukung penuh pengoperasian UPTD PALD dan pelaksanaan LLTT untuk mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030,” ujarnya.

Kadis PKP Deliserdang, H Khairum Rijal ST MAP menambahkan secara teknis pembangunan tanki septic yang aman tidak memandang jarak dengan permukiman, sebab dibangun sistem lantai betonisasi dengan biaya sekitar Rp2-3 jutaan.

Program tersebut menurutnya sudah disampaikan ke seluruh Kades untuk dapat disosialisasikan ke masyarakat Deliserdang.

Acara itu ditandai dengan penandatanganan prasasti berbagai pemakaian sarana air minum dan sanitasi, penyerahan kartu iuran secara simbolis, testimoni dari beberapa masyarakat penerima langsung manfaat program tersebut, peninjauan IPAL kawasan dan melihat stand pameran foto-foto proses pembangunan sanitasi di Deliserdang. (btr/han)

TP PKK Provsu Monitoring 8 Desa dan 1 Kecamatan di Langkat

ist MONITORING: Ketua TP PKK Langkat, Ny Tiorita Terbit Rencana memberikan pemaparan kepada Tim Monotoring TP PKK Provsu.
MONITORING: Ketua TP PKK Langkat, Ny Tiorita Terbit Rencana memberikan pemaparan kepada Tim Monotoring TP PKK Provsu.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumut melaksanakan monitoring delapan desa binaan percontohan dan satu Kecamatan binaan TP PKK Kabupaten Langkat Tahun 2019, Selasa (30/7).

Rombongan monitoring lomba 10 program pokok PKK tersebut, dipimpin oleh Wakil Ketua TP PKK Provsu Ny Sri Ayu Nihari Musa Rajeksah, disambut oleh Ketua TP PKK Langkat, Ny Tiorita Terbit Rencana didampingi pengurus PKK Langkat.

Ny Sri Ayu selaku ketua monitoring lomba 10 program pokok PKK, pada bimbingannya menjelaskan, bahwa monitoring ini merupakan rangkaian kegiatan keterpadaun untuk membangkitkan semangat, melalui koordinasi dan keterpaduan lintas sektoral terkait, yaitu mitra sejajar PKK dalam mengisi pembangunan di segala bidang.

Selain itu, pada tahap monitoring, Tim akan melihat secara langsung tingkat perkembangan di Desa/Kelurahan yang menjadi Binaan masing-masing PKK Kabupaten /kota.

“Melalui kegiatan monitoring ini, saya mengharapkan para peserta dapat mewujudkan kesiapan dan kemampuannya, sehingga apa yang diharapkan di seluruh tingkatan kelompok dari Desa Wisma, Desa/Kelurahan, Kecamatan dapat berhasil,” terangnya.

Selanjutnya, Ny Sri Ayu menyampaikan, bahwa di bulan Agustus 2019, TP PKK Provsu akan mengadakan jambotre kader PKK tingkat Provinsi, sedangkan untuk jambore kader PKK tingkat nasional diadakan di bulan September 2019. Sedangkan untuk kegiatan bulan balita dan bina generasi muda serta remaja, direncanakan akan diadakan pada Oktober 2019.

“Saya berharap kepada ketua TP PKK Kabupaten/Kota yang ada di Sumut, dapat berpartisifasi dalam kegiatan tersebut, dan mempersiapkan kader-kadernya untuk bertanding sesuai dengan kategori lomba yang nanti akan di tetapkan oleh TP PKK Provsu,” sebutnya.

Sementara, Ketua TP PKK Langkat Ny Tiorita, mengucapkan selamat datang kepada TP PKK monitoring Provsu, semoga memberikan motivasi bagi seluruh pengurus PKK Langkat, untuk lebih meningkatkan kapasitas dan kemafaatannya.

“Semoga arahan dan bimbingan yang diberikan, dapat semakin menyempurnakan kesiapan PKK Langkat pada lomba ini,” ujarnya. Sembari mengatakan, di kesempatan ini PKK Langkat dapat menjadi yang terbaik, pihaknya akan berupaya dan bertekad menyiapkan diri, untuk membawah nama baik Provsu pada level nasional.

Disampaikan Plt. Kadis PMD Langkat Musti Sitepu, adapun 8 Desa Binaan Percontohan tersebut, pertama, Desa Teluk Meku Kecamatan Babalan sebagai Desa binaan pola asuh anak dan remaja. Kedua, Desa Telagah Kecamatan Sei Bingai sebagai Desa binaan Usaha Penigkatan Pendapatan Keluaraga (UP2K-PKK). Ketiga, Desa Stungkit Kecamatan Wampu sebagai Desa Binaan Hatinya PKK.

Keempat, Desa Jati Sari Kecamatan Padang Tualang sebagai Desa binaan Tertib Administrasi PKK. Kelima, Desa Pematang Serai Kecamatan Tanjungpura sebagai Desa binaan Kesrag-PKK-KB-KES. Keenam, Desa Puraka I Kecamatan Sei Lepan sebagai Desa Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS).

Ketujuh, Desa Kuta Parit Kecamatan Selesai sebagai Desa binaan Posyandu. Kedelapan, Desa Perdamaian Kecamatan Binjai sebagai Desa binaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Untuk Kecamatan, yaitu Pematang Jaya sebagai binaan untuk Inspeksi Visual Asetat (IVA Test),” paparnya. (bam/han)

Pj Bupati Dairi Ajak Komisi III DPRD dan Ikepada Diskusi

Sumut Pos / Tamba Tinendung BERSAMA: Pj Bupati Pakpak Bharat, Dr H. Asren Nasution, MA, foto bersama Juanda Banurea Anggota DPRD Komisi III, dan Bachtiar R. Ujung, Ketua Ikatan Keluarga Pakpak Dairi (Ikepada), serta Penasehat, H. Daud Berutu di pemandian alam Lae Temberkuh, Kecamatan Siempat Rube, Rabu (31/7).
BERSAMA: Pj Bupati Pakpak Bharat, Dr H. Asren Nasution, MA, foto bersama Juanda Banurea Anggota DPRD Komisi III, dan Bachtiar R. Ujung, Ketua Ikatan Keluarga Pakpak Dairi (Ikepada), serta Penasehat, H. Daud Berutu di pemandian alam Lae Temberkuh, Kecamatan Siempat Rube, Rabu (31/7).
Tamba Tinendung / Sumut Pos

PAKPAKBHARAT, SUMUTPOS.CO – Wujud dari kebersamaan dalam membangun Kabupaten Pakpak Bharat, Pj Bupati Dr H. Asren Nasution MA melakukan diskusi bersama Komisi III DPRD, yang diwakili oleh Juanda Banurea dan Ikatan Keluarga Pakpak Dairi (Ikepada), bersama Ketua, Bachtiar R. Ujung, penasehat, H. Daud Berutu dan rombongan, di pemandian alam Lae Temberkuh, Kecamatan Siempat Rube, Rabu (31/7) sore.

Berbagai permasalahan pun dibahas, yakni menyangkut infrastruktur serta peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat melalui aspek pertanian, energi terbarukan, pariwisata, air minum dan sebagainya.

Ikepada secara tegas mendukung dan siap mengkoneksikan link bagi BUMD Kabupaten Pakpak Bharat, yaitu Perusahaan Daerah Pakpak Agro Lestari (PD PAL) dengan berbagai perusahaan serta melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pusat.

Komitmen Ikepada juga ditunjukkan dengan menghadirkan berbagai perusahaan untuk melakukan demonstrasi beragam teknologi terkait infrastruktur, seperti demo pembangunan jalan dengan menggunakan Soil Stabilizer di Dusun Pelnas, Desa Salak I baru-baru ini. Pj Bupati bersama Komisi III DPRD juga menunjukkan apresiasi atas niat baik dalam berkolaborasi membangun Pakpak Bharat, dan merupakan bukti keseriusan putra daerah untuk memajukan kampung halamannya.

“Mari bersama-sama kita luruskan niat sebagaimana komitmen awal saat dimekarkannya Kabupaten ini. Berbagai dinamika, tantangan, hambatan dan keterbatasan, dapat dituntaskan melalui koordinasi, kerja sama dan komitmen yang tinggi keseluruhan komponen menyelesaikan permasalahan pembangunan di berbagai sektor untuk menghasilkan pertumbuhan yang positif”, pungkasnya. (tam/han)

Dugaan Malapraktik RSU Muhammadiyah, Tunda Keputusan, Keluarga Korban Kecewa

RUMAH DUKA: Fathir Arif Siahaan, saat disemayamkan di rumah duka, Jumat (26/7) lalu. Keluarga korban saat ini menuntut tanggung jawab RSU Muhammadiyah atas sikap dokter yang diduga malapraktik.
RUMAH DUKA: Fathir Arif Siahaan, saat disemayamkan di rumah duka, Jumat (26/7) lalu. Keluarga korban saat ini menuntut tanggung jawab RSU Muhammadiyah atas sikap dokter yang diduga malapraktik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah kembali menunda keputusannya terkait kasus dugaan malapraktik terhadap pasien bernama Fathir Arif Siahaan. Bocah berusia 2,7 tahun itu diduga meninggal dunia akibat korban malapraktik oknum dokter Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit tersebut.

Diketahui, semestinya keputusan diambil dalam pertemuan yang dijadwalkan pada Kamis (1/8) siang setelah ba’da zuhur atau sekitar pukul 13.00 WIB di rumah sakit Jalan Mandala By Pass. Namun, pertemuan batal dilakukan dan pihak rumah sakit belum menentukan sikap.

Ditundanya keputusan pihak rumah sakit kali ini merupakan kali ketiganya. Pertama, pada Senin (29/7) petang dengan alasan masih mendalami keterangan oknum dokter yang bersangkutan, sehingga meminta waktu dua hari ke depan. Kedua, pada Rabu (31/7) dengan alasan perlu dibahas dengan pimpinan UMSU.

Direktur RSU Muhammadiyah, dr Reza mengaku keputusan belum bisa diambil karena harus menunggu persetujuan rektor UMSU. Sebab, rumah sakit ini sudah berada dalam naungan UMSU. “Memang rencananya pertemuan hari ini (kemarin, Red) untuk mengambil keputusan, tapi karena belum bertemu dengan rektor (UMSU) maka ditunda. Kebetulan, rektor banyak kesibukan,” ujar Reza yang dihubungi lewat sambungan selulernya.

Reza mengaku, pihaknya ingin mengambil keputusan yang terbaik. Oleh karena itu, membutuhkan proses dan waktu. “Direncanakan pertemuan akan dilakukan pada pekan depan, Selasa (6/8) sekira pukul 15.00 WIB,” ucapnya.

Disinggung mengenai sanksi terhadap dokter yang diduga melakukan malapraktik, Reza juga belum bisa memastikan. Kata dia, hal itu juga harus dibahas dengan pihak rektorat UMSU. “Belum, belum bisa disampaikan dan masih menunggu. Nanti akan disampaikan pada pertemuan minggu depan,” pungkasnya.

Sementara, ayah Fathir, Arifin Siahaan menyatakan sangat kecewa terhadap pihak rumah sakit yang belum menentukan sikapnya hingga kini. Ia menegaskan, jangan lagi menunda-nunda.

“Kenapa ditunda terus, apa memang tidak ada titik terangnya? Kami ingin secepatnya kasih keputusan, jangan menggantung-gantung seperti ini atau mengulur-ulur waktu. Kalau memang tidak, segera sampaikan, biar tahu kami ambil langkah,” tegas dia.

Kata Arifin, pihak rumah sakit harus bertanggung jawab atas perbuatan oknum dokternya. Selain itu, mereka harus mengakui kesalahan yang telah diperbuat. “Saya sudah mendesak ketika Fathir dibawa ke rumah sakit ini untuk diopname, tetapi tidak juga dilakukan oleh dokter yang menanganinya hingga akhirnya kondisi Fathir kritis dan meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit lain,” pungkas Arifin. (ris/ila)

Pelanggan Telkomsel di Medan Nonton Tayangan Perdana Fast and Furious

Pelanggan Telkomsel sangat antusias mengikuti program Telkomsel Poin Movie Premiere.
Pelanggan Telkomsel sangat antusias mengikuti program Telkomsel Poin Movie Premiere.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel kembali mengajak lebih dari 500 pelanggan terpilih untuk menonton film  di CGV Focal Poin Medan, Rabu (31/7/2019). Pelanggan terpilih yang telah menukarkan 400 poinnya dalam program Telkomsel Poin Movie Premiere, merupakan program loyalty dari Telkomsel untuk pelanggan setia yang ingin menyaksikan tayang perdana film Box Office , yakni serial Fast and Furious.

General Manager Consumer Sales  Sumbagut  Ricky E Panggabean, mengatakan, “Telkomsel  selalu menghadirkan program  menarik untuk para pelanggan setia. Kali ini, kami mengajak pelanggan untuk bisa nonton film bersama di sini. Hal ini sebagai bentuk apresiasi  dan ungkapan terima kasih Telkomsel kepada pelanggan yang telah memanfaatkan produk Telkomsel. Para pecinta film tentu tidak asing dengan film Fast and Furieus dan kali ini, kami persembahkan secara spesial buat pelanggan Telomsel di Medan.”

Para pelanggan terpilih dibagi dalam empat sesi yang menyesuaikan waktu tayang di cinema tersebut.

Ricky menambahkan, pelanggan Telkomsel sangat antusias mengikuti program Telkomsel Poin Movie Premiere. Hal ini terlihat dari banyaknya minat untuk menukarkan poin meraka. Namun, karena kuota sudah ditentukan, maka hanya bisa melayani sebanyak kuota yang tersedia saja. Antusiasme itu juga terlihat ketika para penonton sesi pertama hendak memasuki studio di CGV Focal Poin Medan. Meraka mengantri secara rapi untuk melakukan penukaran tiket pada booth yang telah disediakan panita.

Ricky juga menyarankan pelanggan untuk selalu mengecek program-program menarik dari Telkomsel. Hal ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mendapatkan benefit sesuai dengan kebutuhan pelanggan, seperti diskon pembelian produk Telkomsel, diskon dari produk marchant ataupun program-program gratis lainnya. Dengan semakin banyak poin yang dimiliki, maka akan semakin besar peluang pelanggan untuk dapat menukarkan poin pada program yang diinginkan.

Telkomsel Poin merupakan program yang disediakan oleh Telkomsel ketika pelanggan melakukan pengisian pulsa dengan kalipatan Rp 10000. Poin yang didapatkan bisa dicek melalui aplikasi MyTelkomsel ataupun dial di *700# maupun melalui SMS. Bila menggukan SMS, bisa mengecek poin yang dimiliki dengan mengetikkan POIN kemudian kirim ke 777. Nantinya akan tedapat balasan yang menginformasikan jumlah poin yang dimiliki. Sedangkan program benefit dari Telkomsel Poin bisa diakses melalui aplikasi MyTelkomsel ataupun melalui *700#.

2020, Promosi Besar-besaran

SEJARAH Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana dan sejumlah menteri mendengarkan penjelasan tentang sejarah batu persidangan di Huta Siallagan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu (31/7). Dalam kunjungan itu, rombongan Presiden disambut Gondang Somba-Somba khas Batak.
SEJARAH: Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana dan sejumlah menteri mendengarkan penjelasan tentang sejarah batu persidangan di Huta Siallagan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu (31/7). Dalam kunjungan itu, rombongan Presiden disambut Gondang Somba-Somba khas Batak.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, rehabilitasi total Kawasan Danau Toba merupakan pekerjaan besar yang harus diselesaikan dan tahun depan sudah bisa dipromosikan. Untuk itu, rehabilitasi total itu harus dilakukan secara paralel. Artinya, pembangunan infrastruktur berjalan bersama dengan pengembangan lokasi wisata.

DALAM waktu tiga hari, Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah menteri sudah mengunjungi hampir semua titik wisata yang ada di kawasan Danau Toba, baik di Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Simalungun, Tobasa, dan Samosir. Dari hasil blusukan itu, Presiden menyimpulkan pengembangan pariwisata di sekitar Danau Toba harus dilakukan secara paralel dari berbagai sisi.

“Jadi sudah tiga hari ini, kita sudah kunjungi beberapa titik yang ada di kawasan Danau Toba, baik yang di sini, Taput, Tobasa dan Humbahas, Simalungun. Saya juga jalan keliling Samosir, sudah selesain

Tinggal 21 km saja, tahun ini rampung,” ujar Jokowi, saat melihat progres proyek pembangunan kawasan Tano Ponggol di Pangururan, Samosir, Rabu (31/7).

Jokowi menjelaskan, sebelum itu dirinya telah mengunjungi desa adat , desa ulos di Huta Siallagan, pasar suvenir serta pasar tradisional di Pangururan. Semua tempat dan destinasi yang ada, katanya, akan dikerjakan tahun ini dan tahun depan. Dengan begitu, dimungkinkan proyek dapat diselesaikan semuanya.

“Termasuk dermaga pelabuhan, akan diselesaikan semuanya. Sehingga setelah ini selesai, maka langkah berikutnya adalah mempromosikan pariwisata Danau Toba secara besar-besaran. Setelah produknya ini betul-betul selesai,” sebutnya.

Khusus untuk Tano Ponggol yang disinggahinya, Presiden juga menilai sebagai pekerjaan besar. Sebab, selain membangun jembatan baru yang lebih bagus, juga memperlebar dan memperdalam jalur air pemisah antara Pulau Samosir dengan Sumatera. Sehingga nantinya kapal dapat mengelilingi Danau Toba. “Jadi paralel dikerjakan. Inikan terusan Tano Ponggol ini dilebarkan 80 meter. Semuanya juga akan direhab total,” tegasnya.

Selain itu, terkait lingkungan juga disinggung dalam kunjungan Presiden RI tersebut. Sebab isu pencemaran air Danau Toba sudah sejak lama menjadi polemik. Penyebabnya yakni limbah domestik dan keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA). Disampaikan Jokowi, saat ini sedang dilakukan pengujian terhadap kualitas air oleh ahli.

Pengujian itu, katanya, akan menghasilkan rekomendasi yang selanjutnya dicarikan solusi untuk itu. Namun jika tidak dapat, kemungkinan besar akan ditutup. Karena selain masalah itu, pemerintah juga akan menyiapkan bagaimana sumber daya manusia (SDM) yang harus sinkron dengan sekolah. “Termasuk sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada di sini, kita arahkan ke jurusan pariwisata. Ini paralel semuanya. Nanti dilihat perubahannya akhir tahun depan,” pungkas Jokowi, yang juga mengatakan akan mengambil lahan hutan dan menanaminya kembali.

Selanjutnya, Jokowi bersama rombongan pun mengunjungi Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba di Sigulattti. Dari sana, Jokowi disuguhkan Kopi asal Samosir sekaligus melihat apa yang ditampilkan di dalam gedung informasi tersebut.

Jokowi meminta Kementerian Pariwisata dan pemerintah daerah se-kawasan Danau Toba untuk serius dan bersama-sama meraih sertifikat UNESCO Global Geopark (UGG). Hal ini akan menjadi modal untuk mempromosikan Danau Toba kepada dunia. “Itu tugasnya gubernur dan bupati, dan kementerian. Termasuk itu (masalah lingkungan) sudah ada expertnya. Masalah hutan akan kita ambil,” ucap Presiden Terpilih di Pemilu 2019 itu.

Dengan fasilitas dibenahi, pemerintah pusat akan melakukan peningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan Danau Toba. Dengan tujuan, menjadi masyarakat sebagai pelaku usaha untuk industri pariwisata yang profesional. “Semuanya, memang produknya ini belum dikemas. SMK di sini beberapa akan kita ubah ke SMK Pariwisata. Ini paralel semuanya, tidak bisa ini hanya produknya, SDM tidak atau SDM dan produknya. Tapi, lingkungannya atau hutannya tidak dikembalikan lagi. Itu tidak bisa,” tandasnya.

Senada dengan upaya tersebut, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengakui, jika dirinya pernah menggalakan penanaman pohon hutan di kawasan Danau Toba atau disebut Toba Go Green. Namun saat itu dirinya masih bertugas sebagai Pangdam I/BB. Kini program itu diharapkan dapat berlanjut setelah beberapa tahun setelahnya. “Ya, Toba Go Green. Ya nanti setelah pulang ini saya akan ketemu Pangdam. Jadi TNI/Polri bersama melakukan penanaman pohon di Danau Toba,” jelas Edy sebelum beranjak menuju Humbahas mendampingi kunjungan kerja Presiden RI.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo mengatakan, setelah mendapatkan pengarahan kembali dari Presiden Jokowi. Seluruh pihak terkait akan terus bergerak untuk membuat Danau Toba lebih indah dengan fasilitas kelas dunianya. “Kita akan segerakan pembangunannya jadi nanti dari pemerintah akan segera membangun infrastruktur dasar. Kita berharap ini dikumpulkan lagi, tarik investor untuk segera melakukan pembangunan hotel-hotel di kawasan tersebut,” sebut Arie.

Arie menjelaskan, ada 28 destinasi wisata kelas dunia perlu diupgrade keseluruhan. Hal itu, menjadi poin untuk pengembangan pariwisata Danau Toba kedepannya dan mampu menarik kunjungan wisatawan dengan jumlah besar. “Tadi dalam kunjungan presiden juga ada beberapa arahan untuk diperbaiki fasilitasnya mungkin dibuat story telling yang baik sehingga ini lebih siap untuk dipasarkan kepada wisatawan. Tapi kalau untuk Siallagan selama ini sudah cukup banyak wisatawan ke sana mungkin dari sisi fasilitas yang perlu diupgrade,” jelas Arie.

Ditanyakan soal pelebaran Tanah Ponggol ini terhadap wisatawan. Ia mengharapkan, kapal-kapal nanti dapat berlabuh di sini bisa berkeliling Danau Toba tanpa ada halangan. “Selama ini alurnya sangat sempit sehingga kapal-kapal tidak melewatinya, termasuk bus air yang diusulkan Menteri Perhubungan,” pungkas Arie.

KPPU Soroti KJA di Danau Toba

Kerambah Jaring Apung (KJA) di Danau Toba menjadi sorotan publik. Setelah Presiden Jokowi memerintahkan untuk dilakukan pengujian kualitas air oleh ahli, kini Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah melakukan penelitian terhadap usaha peternakan ikan air tawar itu. “Masih baru mulai penelitian, jadi belum ada hasilnya kita. Karena baru mau mulai ini,” ungkap Kepala KPPU Kantor Wilayah (Kanwil) I, Ramli Simanjuntak saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (31/7) siang.

Penelitian tersebut dilakukan KPPU, diduga ada terjadi persaingan usaha tidak sehat. Namun begitu, Ramli mengungkapkan, terlebih dahulu mengumpulkan seluruh data keberadaan KJA beroperasi di Danau terbesar di Asia Tenggara itu. “Kita akan teliti, siapa saja pelaku usahanya. Fokus kita, siapa pelaku usaha perorangan dan perusahaan dan termasuk struktur pelaku usahanya (KJA yang beroperasi di Danau Toba),” ungkapnya.

Ramli menjelaskan, dari pengumpulan data tersebut dan hasil penelitian baru akan diketahui terhadap prilaku pelaku usaha, apa terindikasi ada persaingan usaha tidak sehat atau sebaliknya. “Termasuk juga soal pakan ternaknya (ikan) siapa yang produsen. Itu nanti jadi fokusnya, baik perorangan maupun pelaku usaha perusahaan. Yang mana saja memiliki izin, nanti kelihatan semua itu,” jelas Ramli.

Ke depannya, KPPU akan segera menyurati pelaku usaha KJA untuk mengalih informasi dan data atas beroperasinya KJA di danau vulkanik terbesar di dunia itu.”Ya, tapi kita akan fokus ke perilaku perusahaannya dan total produksi,” pungkasnya.

GMKI Minta Izin Operasi KJA Dicabut

Terpisah, puluhan mahasiswa tergabung didalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menggelar aksi di depan Kantor Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) di Jalan Pattimura, Medan, kemarin siang. Dengan pengawalan pihak kepolisian, massa GMKI Cabang Medan menuntut segera mencabut seluruh izin beroperasinya KJA dan perusahaan di Danau Toba, yang dinilai merusak dan mencemar lingkungan. Hal ini, juga akan berdampak kunjungan wisatawan yang menurun dengan kondisi alam yang kotor tersebut.

“Mencabut seluruh izin usaha perusahaan perusak Danau Toba seperti Aquafram, PT TPL, PT JAPFA, PT Simalem Resort. Mendesak Presiden Joko Widodo agar meninjau kembali Perpres No 49 tahun 2016. Karena, tidak sesuai dengan tujuan pengembangan Kawasan Danau Toba,” ucap Ketua GMKI Cabang Medan, Hendra Manurung dalam orasi unjukrasanya.

Hendra mengatakan pihak mendorong Pemerintah Kabupaten se-kawasan Danau Toba untuk memprioritaskan upaya-upaya pelestarian dengan melakukan revitalisasi ekosistem dan lingkungan hidup di Danau Toba itu. “Kami meminta Pemerintah dan pihak wewenang untuk mencabut dan tidak menerbitkan izin-izin baru kepada perusahaan yang berpotensi merusak lingkungan kawasan Danau Toba,” tandasnya.

Usai menyampaikan orasi di Kantor BPODT. Massa pun, bergerak ke Kantor Gubernur Sumut di Jalan Dipenogoro Medan, untuk menyampaikan tuntutan yang sama. Aksi unjuk rasa tersebut, berjalan dengan terbit dan kondusif. (gus/rel)

Ambisi Bangkit, PSMS vs Sriwijaya

sutan siregar/sumutpos BANGKIT: Ilham Anthoni diharapkan membawa PSMS bangkit saat menjamu Sriwijaya di Teladan, Kamis (1/8) sore ini.
BANGKIT: Ilham Anthoni diharapkan membawa PSMS bangkit saat menjamu Sriwijaya di Teladan, Kamis (1/8) sore ini.
sutan siregar/sumutpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah menelan kekalahan dalam tur ke Bangka Belitung, PSMS berambisi untuk bangkit. Mereka membidik kemenangan saat menjamu Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Teladan, Kamis (1/8) sore.

Saat tandang ke markas Babel United, PSMS kalah melalui gol kontroversial. Kekalahan itu membuat posisi Legimin Raharjo dkk di klasemen Wilayah Barat mulai terancam. PSMS mengoleksi 16 angka dari tujuh pertandingan. Mereka hanya unggul selisih gol dari Sriwijaya FC dan satu angka dari Cilegon United di posisi keempat.

Untuk mempertahankan posisi tersebut, Ayam Kinantan wajib menang dari Sriwijaya. Pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning sadar dengan posisi tersebut. Dia pun memasang target menang, sekaligus sebagai momentum kebangkitan dari kekalahan lawan Babel. “Apapun ceritanya, kita wajib menang besok (hari ini, red). Kita harus memanfaatkan keunggulan sebagai tuan rumah dan bermain ngotot,” ujar Gurning pada konferensi pers jelang pertandingan di Kebun Bunga, Rabu (31/7).

Gurning memprediksi, pertandingan melawan Sriwijaya merupakan laga berat. Pasalnya, tim yang dijuluki Laskar Wong Kito tersebut merupakan tim kuat dan bermaterikan pemain eks Liga 1. “Sriwijaya merupakan tim bagus dan banyak eks Liga 1. Untuk itu, kita wajib waspada. Meski striker mereka Airlangga (Sucipto) absen, Sriwijaya tetap membahayakan,” tegasnya.

Pelatih berusia 61 tahun itu optimis meraih tiga poin dari laga ini, karena timnya tampil dengan kekuatan penuh. Natanael Siringo-ringo sudah kembali dari seleksi Timnas U-23, Syaiful Ramadhan sudah bebas dari akumulasi kartu dan Al Hadji sudah siap merumput.

“Al Hadji sudah bersemangat dalam latihan terakhir. Dia menyatakan sudah siap bermain. Tapi saya belum bisa pastikan dia menjadi starter. Semua tergantung kondisi pemain jelang pertandingan,” tandasnya.

Sementara Sriwijaya sendiri tidak ingin pulang dari Medan dengan tangan kosong. Laskar Wong Kito membidik satu poin dari Teladan. “Kita membidik satu poin. Kalau ada kesempatan, maka kita ingin menang,” ujar pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi.

Kas Hartadi menilai PSMS merupakan tim kuat dan salah satu favorit lolos ke babak delapan besar. Namun, Sriwijaya disebutkan tidak takut. Apalagi dia sangat kenal dengan pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning.

“Ada Chemistry antara saya dengan Gurning. Kami sering bertemu ketika saat masih menjadi pemain dan pelatih,” ungkapnya.

Kas Hartadi pun sudah menyiapkan strategi terbaik pada laga ini. Meski tidak diperkuat Airlangga Sucipto, dia yakin Sriwijaya akan mampu mengimbangi PSMS. (dek)

4 Calhaj Kloter 19 Tunda Keberangkatan karena Sakit

istimewa DATA: Jamaah Calhaj Embarkasi Medan melakukan pendataan saat tiba di Asrama Haji, Senin (22/7).
DATA: Jamaah Calhaj Embarkasi Medan melakukan pendataan saat tiba di Asrama Haji, Senin (22/7).
istimewa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat calon jamaah haji (Calhaj) kloter 19 asal Kota Medan, Tanjungbalai, Sibolga, Kabupaten Deliserdang, dan Batubara, menunda keberangkatan ke Tanah Suci. Penyebab penundaan karena keempatnya sakit sebelum dan setelah masuk Asrama Haji Medann

Dua calhaj yang menunda keberangkatan sebelum masuk Asrama Haji yakni Dewi Adrianan Abdul Rifai (57) asal kota Medan, dengan manifes 71 ditunda karena sakit. Bulian Zabba Tampubolon (74) asal kota Tanjungbalai, manifes 363 tunda sakit.

Dua calhaj yang ditunda keberangkatan setelah masuk ke Asrama Haji yakni Reskhi Jonia Anwar (53) asal kota Medan, manifes 215. “Kemudian Erionza Bainus Saidi (57) asal kota Medan, manifes 216 juga ditunda karena sakit,” kata Sekretaris PPIH Embarkasi Medan, H Muslim dalam pesan siaran, Rabu (31/7).

Sementara itu, dua calhaj eks kloter 18 yang sempat tertunda, akan diberangkatkan ke Tanah Suci, mengisi slot kosong di kloter 19. “Anwar Perdamean Pohan (65) asal Kabupaten Batubara, manifes 215 dan Faridah Hanum Panjaitan (62) asal Batubara manifes 216, diberangkatkan di kloter 19,” sebutnya.

Hingga keberangkatan kloter 19 ke Tanah Suci, tinggal 3 kloter lagi yang menunggu di berangkatkan. Total 7.399 calhaj Embarkasi Medan, telah tiba di Makkah. “Dari 3 kloter yang menunggu diberangkatkan, menyisakan 1.242 calon jamaah haji lagi,” kata Muslim.

Muslim merincikan, calhaj pria sebanyak 2.939 orang dan wanita sebanyak 4.460 orang.

Sistem Zonasi Permudah Calon Jama’ah Haji Sistem zonasi yang diterapkan Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah dalam mengatur ratusan ribu jamaah calon haji asal Indonesia, dinilai dapat lebih mempermudah jamaah haji Indonesia selama di Tanah Suci, misalnya dalam hal bahasa, budaya dan adat istiadat, karena dapat dikumpulkan dalam satu tempat.

Demikian disampaikan Ketua TPHD Sergai Ir H Soekirman yang juga Bupati Sergai saat mendampingi para jamaah haji asal Sergai kepada Kadis Kominfo Sergai Drs Akmal MSi melalui pesan Whatshapp langsung dari Tanah Suci Makkah, Selasa (30/7) malam.

Tentunya dengan penerapan sistem zonasi akan lebih mempermudah para petugas haji untuk memberikan dan menyediakan makanan khas daerah dengan konsep cita rasa nusantara. Seperti contoh, penginapan (pondokan) dengan sistem zonasi membuat rasa Indonesia sangat kental sehingga persaudaraan Haji sangat mudah untuk terjalin di sana. “Begitu juga yang dirasakan para calon haji kloter 7 asal Sergai, Tebingtinggi, Binjai dan Nias. Meskipun jauh dari Masjidil Haram, namun tidak ada masalah karena tersedianya shuttle bus shalawat yang melayani sampai 24 jam, kata Soekirman.

Menurutnya, dengan sistem zonasi ini seolah jamaah haji berada di Indonesia, atau di daerah sendiri. Ditambah lagi, dengan toko yang menyediakan bahan pokok dan berbagai kebutuhan termasuk oleh-oleh. “Semua toko yang ada di sini diberi merk “Toko Indonesia”, bahkan ada yang mengibarkan bendera merah putih juga,” bilang Soekirman.

Dikatakan Soekirman, para jamaah haji asal Sergai yang tergabung di kloter 7 berlokasi di Syisyah tepatnya di Hotel Rehab Al Mahabbah Maktab 117 gedung 15 lantai yang dihuni para jamaah haji asal Sergai. Dihotel tersebut, selain kloter 7 ada juga kloter Medan dan Simalungun, yang bersebelahan dengan Hotel di Maktap 116, kemudian di depan Maktab 115 ada kloter Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, dan Sibolga. Selanjutnya di belakang Maktab 111 dari Provinsi Sumatera Barat (Padang). “Intinya sekitar pemondokan, zonasi Sumut berdekatan sehingga suasananya seperti dikampung sendiri,” kata Soekirman.

Soekirman menceritakan, yang lebih menarik lagi semua pemondokan selalu dilengkapi dengan Toko Indonesia yang menjual barang-barang kebutuhan seperti layaknya dinegeri kita. Bagi jamaah yang ingin masak sendiri, bisa membeli beras pandan wangi atau jasmin dengan harga R6/kg, sambal terasi R15/botol, Tomat R6/kg, Cabe Merah/Hijau R10/kg, Kerupuk R5/bungkus, pisang ambon R10 /kg, Popmie R 5 /gelas, dan banyak lagi yang ditawarkan seperti obat-obatan minyak angin, tolak angin, dan kebutuhan lainnya, tutur Soekirman.

Soekirman menyebutkan, untuk kapasitas masjid masing-masing Maktab berkisar 500 orang, campur dengan jamaah calon haji perempuan yang berada di lantai atas. Sedangkan untuk masjid berjarak 20 meter dari pemondokan. Dengan berjarak 20 meter sangat membantu bagi para jamaah yang tidak pergi ke Masjidil Haram.

Sedangkan bagi para jamaah yang ingin pulang dengan membawa oleh-oleh seperti kurma nabi, sajadah, pernak pernik, jam tangan, batu cincin, baju gamis, topi lobe, tasbih, mainan anak, dan lainnya semua tersedia di toko-toko Indonesia. “Pada umumnya pemilik toko di sini adalah orang Arab tetapi mereka bisa berbahasa Indonesia,” sebut Soekirman.

Soekirman yang bersemangat menjalankan tugasnya sebagai TPHD, kembali mengatakan, pemondokan dengan sistem penerapan zonasi hampir semuanya ada masjid lokal yang diperuntukan bagi para calon jamaah haji yang akan melaksanakan salat fardhu, kemudian diisi dengan tausyiah Tuan Syekh dari Arab Saudi yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. (man/sur)

Kementerian PUPR akan Pugar 40 Unit Rumah Gorga

RUMAH GORGA: Seorang warga berdiri di samping Rumah Gorga di Kampung Ulos Samosir, Rabu (31/7).
RUMAH GORGA: Seorang warga berdiri di samping Rumah Gorga di Kampung Ulos Samosir, Rabu (31/7).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Pulau Samosir Toba, Provinsi Sumatera Utara terkenal dengan kain tenun Ulos khas Sumatera Utara, yang dibuat secara tradisional. Kegiatan produksi tenun ulos yang menampilkan kearifan lokal juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis domestik dan mancanegara.

Salah satu Desa yang terkenal sebagai pusat tenun Ulos adalah Kampung Huta Raja, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangaruran, Kabupaten Samosir.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dalam kunjungannya ke Pulau Samosir baru-baru ini, meninjau desa yang selama ini dikenal sebagai desa wisata yang kerap disambangi wisatawan. Selain sebagai pusat tenun, di kawasan Huta Raja masih terdapat Rumah Adat Batak Samosir atau Rumah Gorga.

Dalam kunjungannya, Menteri Basuki berbincang dengan warga Huta Raja untuk mengetahui harapan mereka terkait rencana pengembangan kampung tersebut sebagai salah satu destinasi wisata di Samosir.

Dikatakan Menteri Basuki, ada sejumlah rumah gorga yang akan diperbaiki karena kondisinya yang sudah tua dan kurang layak. Selain itu, ada beberapa rumah yang bentuknya telah beralih menjadi rumah modern.

“Selain sebagai pusat tenun dengan beberapa Rumah Gorga yang cukup tua, menjadikan Huta Raja sebagai kawasan wisata atau pusaka. Ada beberapa rumah, sekitar 40 unit akan kita coba rehabilitasi, supaya pelatihan tenun dan keahliannya terus berlanjut,” kata Menteri Basuki.

Dikatakan Menteri Basuki, bila Kampung Tenun Ulos Huta Raja dapat ditata dengan lebih baik serta dilengkapi dengan berbagai infrastruktur dasar seperti sanitasi, maka dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Danis H.Sumadilaga mengatakan, pemugaran Rumah Gorga yang merupakan cagar budaya akan melibatkan tukang-tukang lokal setempat, sehingga sekaligus akan menjadi workshop/media latihan bagi masyarakat setempat untuk memelihara keberlanjutan tradisi dan keahlian yang unik ini.

“Ada beberapa rumah yang bentuknya telah beralih menjadi rumah modern, sehingga nantinya akan direlokasi dan dibuat sepenuhnya menjadi rumah gorga. Kita akan melibatkan masyarakat setempat karena butuh keahlian khusus untuk membangunnya, sehingga menjadi kombinasi pekerjaan konstruksi modern dan kearifan lokal,” ujar Danis.

Untuk mendukung pergerakan ekonomi di kawasan tersebut, Danis menyatakan setelah direvitalisasi, rumah-rumah gorga tersebut dapat menjadi homestay bagi para wisatawan. “Untuk biaya akan direncanakan dulu secara matang, perkiraannya mungkin sekitar Rp 15-20 miliar,” ujarnya.

Salah seorang warga, Lasmauli Simarmata (67) mengatakan sangat bersyukur dengan rencana revitalisasi tersebut. Menurutnya, rumah gorga yang ada di wilayah tersebut merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang yang telah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Sehingga, keberadaan rumah-rumah tersebut memiliki nilai sejarah yang panjang bagi warga.

“Kami berharap rumah-rumah adat ini bisa diperbaiki. Kalau bisa ada tambahan toilet di luarnya, agar para turis tidak minta tolong ke rumah warga kalau mau buang air kecil. Harapannya tempat ini menjadi kawasan wisata internasional,” tuturnya. (rel)