Home Blog Page 5148

Pembaruan KPs Berjalan Lambat, Hari Ini Batas Akhir Perpanjangan

Razia taxi online
Razia taxi online

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembaruan Kartu Pengawasan (KPs) bagi para driver angkutan sewa khusus (ASK) yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara, berjalan lambat. Sementara, batas waktu terakhir perpanjangan KPs yakni pada 2 Agustus 2019 atau hari inin

Dinas Perhubungan Sumut mengatakan, lambatnya pembaruan KPs tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran para driver ASK maupun pihak aplikator.

“Untuk perkembangannya (pembaruan KPs) ini berjalan lambat. Arti kata masih kurang kesadaran kawan-kawan driver untuk mengurusnya,” kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Sumut, Iswan Masyur menjawab Sumut Pos, Kamis (1/8).

Iswan mengaku, belum ada sanksi apapun terhadap para driver dalam jaringan (daring) yang belum memperpanjang KPs. Pihaknya baru akan melakukan pengawasan atas operasional ASK di Sumut, setelah terjalin nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama perusahaan aplikator.

“Sebenarnya kami meminta 2 Agustus urusan KPs ini bisa selesai. Artinya bagi driver angkutan online yang merasa KPs-nya mati, supaya dapat segera diperpanjang sampai tanggal itu. Namun faktanya semua berjalan lambat, baru sedikit sekali yang memohonkan ke kami,” ungkap Iswan.

Pihakya sudah membentuk tim implementasi dalam hal perpanjangan KPs ini. Kewenangan tersebut diberikan kepada Kabid Pengembangan dan Perkeretaapian Dishub Sumut, Agustinus Panjaitan. “Bisa ditanyakan ke Pak Agustinus detilnya. Dan mengenai kelanjutannya bila sudah lewat tanggal 2 Agustus, saya pun menunggu arahan dari pak kadis lagi. Sebab itu kewenangan beliau,” katanya.

Menurutnya, mengenai pengawasan atas penerapan Permenhub No.PM 118/2018 tentang Penyelenggaraan ASK, juga baru dapat dilaksanakan setelah sudah ada MoU antara Pemprovsu dan pihak aplikator. “Setahu saya prosesnya masih di Biro Otda dan Biro Hukum. Gak tau saya kelanjutan kabarnya seperti apa,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Agustinus Panjaitan belum dapat menanggapi soal ini dan mengaku sedang berada di Jakarta. “Masih di Jakarta saya. Besok (hari ini, Red) pagi baru pulang. Nanti saja ya,” katanya.

Plt Kabiro Hukum Setdaprovsu, Aprilla H Siregar mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan telaah atau eksaminasi atas MoU dimaksud. “Kami sudah kembalikan ke Biro Otda untuk tindaklanjutnya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Senin (22/7) lau diwajibkan bagi para penyedia jasa taksi online memiliki KPs (Kartu Pengawasan) ASK (Angkutan Sewa Khusus) sesuai kuota yang ditetapkan dalam Pergub 69/2017 sebanyak 3.500 unit.

Hal itu merupakan satu dari empat hal yang telah disepakati oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara dengan pihak perusahaan Aplikator penyedia jasa yang disaksikan langsung oleh pihak Dishub Medan, Organda Medan, dan pihak-pihak terkait lainnya pada Rabu (17/7) lalu di kantor Dishub Sumut. Pertemuan membahas dan mempelajari MoU tentang penertiban taksi online di Kota Medan. Ada 4 hal yang disepakati dalam rapat tersebut, yakni pertama, perpanjangan KPs ASK sesuai yang ditetapkan dalam Pergub 69/2017 sebanyak 3.500 unit, waktu perpanjangannya sejak tanggal 22 Juli hingga 02 Agustus 2019.

Kedua, penetapan kuota baru (verifikasi data aplikator, analisis kebutuhan ASK di Mebidang, penetapan jumlah kuota dan revisi Pergub 69/2017), waktunya sejak 2 Agustus hingga 2 September 2019.

Ketiga, pemenuhan kuota baru (penambahan kuota, izin ASK baru dan penerbitan KPS), waktunya sejak 03 September hingga 3 November 2019. Terakhir, pengawasan operasional terhadap pemenuhan SPM dan penindakan oleh tim, pelaksanaannya sejak tanggal 3 November dan seterusnya. (prn/ila)

Warkop Elisabeth Digusur, Pedagang Menangis Histeris, Cek Videonya

Sutan Siregar/Sumut Pos DITERTIBKAN: Berbagai suasana saat penertiban lapak warung kopi (warkop) Elisabeth oleh Satpol PP Kota Medan, Kamis (1/8) Saat penertiban, pedagang melakukan perlawanan. Mulai dari menghadang petugas Satpol PP hingga menghadang truk eskavator.
DITERTIBKAN: Berbagai suasana saat penertiban lapak warung kopi (warkop) Elisabeth oleh Satpol PP Kota Medan, Kamis (1/8) Saat penertiban, pedagang melakukan perlawanan. Mulai dari menghadang petugas Satpol PP hingga menghadang truk eskavator.
Sutan Siregar/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan kios pedagang Warung Kopi (Warkop) di kawasan Taman Ahmad Yani, Jalan H Misbah, tepatnya di depan RS Santa Elisabeth, Kelurahan Jati kecamatan Medan Maimun Kota Medan, digusur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan pada Kamis (1/8).

Tidak kurang dari 300 personel Satpol PP menertibkan kios-kios yang menjajakan makanan tersebut. Melihat tempatnya mencari nafkah yang sudah berusia puluhan tahun itu rata dengan tanah, tiang-tiang penyangga tenda tak lagi berdiri n

kokoh akibat dicopot oleh petugas Satpol PP dan meja-meja yang biasanya ramah menyambut tamu dengan hidangannya tak lagi ada, para pedagang pun tertunduk lesu dan berlinang air mata.

Tak rela sumber kehidupannya dirusak, sejumlah ibu-ibu tangguh pun memberikan perlawanan kepada para personel Satpol PP. Mereka pun menangis histeris, memukul aspal seolah menghentak bumi sembari mengucapkan sumpah serapah dengan teriakannya yang sudah terdengar parau.

“Kami ini rakyat kecil, kami sudah berjualan di sini puluhan tahun. Yang kami jual itu yang halal, kami jual makanan untuk para pengunjung yang datang. Kami juga membantu para keluarga pasien yang sakit di RS Elisabeth untuk bisa membeli makanan dengan mudah karena posisinya yang dekat. Sekarang kami mau jualan dimana?” teriak salah seorang ibu-ibu pedagang di sana.

“Lihat anak-anak kami ini, mereka butuh makan. Apakah setelah ini kami harus jual narkoba biar anak-anak kami bisa makan? Kami semua di sini pedagang baik-baik, yang kami jual juga yang baik-baik,” teriaknya lagi.

Begitu pun dengan kaum ayah, mereka berusaha mempertahankan lapak dagangannya, namun tetap kalah dengan jumlah personel Satpol PP yang berjumlah ratusan orang.

“Kalau tak boleh kami jualan di sini, jadi kami mau jualan dimana? Kenapa tak disediakan lokasi jualan kami yang baru? Lantas dari mana kami hidup? Ini cara kami menyambung hidup dan menyekolahkan anak-anak kami. Tolong bantu kami, di mana pemerintah? Dimana?” teriak pria yang menggunakan lobe sambil dirangkul anak lelakinya yang masih remaja.

Tak lama, dua anggota dewan Kota Medan hadir dalam penertiban lapak warkop itu. Mereka adalah Boydo Panjaitan dari Komisi III dan Parlaungan Simangunsong dari Komisi IV. Keduanya sepakat akan membantu persoalan yang dihadapi oleh para pedagang dengan segera memanggil sejumlah OPD terkait dalam hal ini.

“Kami akan bantu bagaimana caranya agar dapat tempat yang baru, apakah kiosnya nanti akan dimasukkan ke dalam lapangan atau bagaimana, yang penting tidak berjualan di atas parit lagi. Sebenarnya warkop Elisabeth ini adalah salah satu ikon Kota Medan. Tapi sudahlah, nanti akan kita carikan solusi lain, segera. Sabar lah inang,” ucap keduanya sambil menenangkan ibu-ibu yang menangis.

Di sisi lain, Kasatpol PP kota Medan, M Sofyan menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya untuk menegakkan Perda. Sebagai aparat penegak Perda, Sofyan hanya berusaha profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Kami sudah beri surat peringatan sebanyak 3 kali, terakhir dua hari yang lalu sudah kami beri surat untuk pengosongan. Para pedagang kooperatif, justru tadi kami mendapatkan sedikit perlawanan dari pihak-pihak yang kami tahu bukan pihak pedagang tapi oknum lainnya dan saat ini sudah ditangani oleh teman-teman dari kepolisian” ujar Sofyan. (map/ila)

Seminar dan Acara Donasi untuk Pencegahan Infeksi Sekunder, RS Perlu Miliki Penghancur Jarum Suntik

SEMINAR: Ketua PERSI Sumut, dr Azwan Hakmi Lubis, Sekretaris ARSSI Sumut, Dr dr Imelda Liana Ritonga, perwakilan KOICA dan Neotop Korea. diabadikan bersama para peserta Seminar dan Acara Donasi Untuk Pencegahan Infeksi Sekunder di Medan, di Medan, kemarin.
SEMINAR: Ketua PERSI Sumut, dr Azwan Hakmi Lubis, Sekretaris ARSSI Sumut, Dr dr Imelda Liana Ritonga, perwakilan KOICA dan Neotop Korea. diabadikan bersama para peserta Seminar dan Acara Donasi Untuk Pencegahan Infeksi Sekunder di Medan, di Medan, kemarin.

Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Sumut dan Perhimpunan Rumah Sakit Swasta Indonesia (PERSI) Sumut menggelar kegiatan Seminar dan Acara Donasi Untuk Pencegahan Infeksi Sekunder bekerja sama dengan KOICA dan Neotop Korea di Medan, kemarin.

Ketua PERSI Sumut, dr Azwan Hakmi Lubis mengatakan, setiap rumah sakit dianggap perlu memiliki penghancur jarum suntik (needle smelter) guna mencegah petugas kesehatan tertusuk jarum.

Pasalnya, fakta yang terjadi di lapangan, ketika petugas selesai menyuntik pasien rentan tertusuk jarum suntik. Maka itu, dengan adanya alat ini petugas dapat lebih terlindungi.

“Resiko akan tertusuk jarum suntik tersebut memang cukup berbahaya. Apalagi segala penyakit ada di jarum tersebut, seperti infeksi dan lainnya, sehingga tertusuk jarum itulah yang sangat ditakuti oleh petugas,” kata Azwan.

Dia mengungkapkan, jika memang alat ini sangat berguna mencegah seseorang untuk terkena infeksi sekunder, maka itu, alat ini dinilai efektif dan rumah sakit perlu memilikinya.

Dalam kegiatan tersebut, KOICA dan Neotop Korea juga melakukan sosialisasi dan sekaligus donasi needle smelter kepada 32 rumah sakit yang tergabung dalam ARSSI Sumut dan PERSI Sumut. Tercatat, ada 560 needle smelter yang didonasikaan.

Sekretaris ARSSI Sumut, Dr dr Imelda Liana Ritonga menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk mendonasikan alat penghancur jarum bagi sejumlah rumah sakit di Sumut yang bersedia untuk mengikuti program tersebut. Sudah ada 32 rumah sakit yang bersedia.

“Hingga kini, belum ada data terkait petugas kesehatan yang tertusuk jarum. Namun, kejadian tertusuk jarum pasti ada. Dengan adanya alat penghancur jarum ini diharapkan kejadian tersebut dapat berkurang,” jelasnya.

Diakuinya, melalui kegiatan ini, pihaknya berharap agar rumah sakit yang ada di Sumut dapat terus melengkapi sarana dan prasarana yang ada.

“Tentunya, dengan adanya donasi ini dinilai sangat membantu rumah sakit. Bahkan, donasinya cukup banyak, sehingga bisa lebih efektif jika digunakan nantinya,” ujar Imelda.

General Manager Neotop Korea, Seakjun Kwak menambahkan, pihaknya bekerjasama untuk menjalankan project penurunan resiko tertusuk jarum bagi tenaga kesehatan di Indonesia khususnya Sumut melalui needle smelter.

Proyek ini diawali dengan melalukan donasi needle smelter kepada 32 rumah sakit di Sumut, karena ingin melihat sejauh mana manfaat yang dirasakan dengan menggunakan alat ini.

“Jika manfaat yang dirasakan cukup besar, maka akan disebarluaskan di luar Sumut dan jika ada prospek maka akan dipasarkan di Indonesia,” ungkapnya.

Bahkan, pihaknya tertarik menjalankan proyek ini di Indonesia karena dari informasi yang didapat, banyak masalah terkait petugas kesehatan di rumah sakit yang rentan tertusuk jarum suntik.

“Kami ingin mengurangi masalah tersebut, maka itu kami memulainya dengan proyek bukan memasarkannya. Melalui seminar ini, kami ingin para petugas kesehatan mengerti tentang penggunaan alat ini,” ujarnya. (sih/ila)

Grosir Kedai Kita Diresmikan, Harga Murah dan Terjangkau

istimewa/sumut pos MAKET: Gambar maket RSU Tipe C di Medan Utara. Saat ini RS tersebut tengah proses pembangunan.
MAKET: Gambar maket RSU Tipe C di Medan Utara. Saat ini RS tersebut tengah proses pembangunan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gerai Kedai Kita di Pasar Kampung Lalang, diresmikan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, diwakili Asisten Umum (Asmum) Renward Parapat, Kamis (1/8).

Kehadiran ‘Kedai Kita’ di Kota Medan diharapkan mampu membantu pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di kota Medan. Sebab, ketersediaan pangan sangat dibutuhkan oleh setiap warga karena merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa dipisahkan dari manusian

“Selain itu, kehadiran Kedai Kita juga diharap bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan harga pangan yang lebih stabil dan terjangkau, serta mempermudah masyarakat untuk mendapatkannya,” ujar Renward Parapat.

Menurut mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan ini, ke depan Kedai Kita juga bisa dirasakan masyarakat di pasar lain yang ingin membeli bahan kebutuhan pokok. Sebagai grosir dan eceran sembako, Kedai Kita mengemban tugas yang tidak mudah.

Pasti Ada pihak yang coba merayu agar melakukan tindakan yang salah, misalnya mengajak menimbun bahan pokok dengan tujuan menaikkan harga, hal ini harus diantisipasi sebab ada sanksi yang berlaku.”Pemko Medan meminta, jagalah amanah ini. Dengan demikian usaha yang dijalankan bisa membawa keberkahan dan nantinya kemajuan ini juga untuk kita semua para pedagang,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatgas Pangan Sumut, Kombes Pol Roni Samtama menegaskan, sembako sering jadi ‘mainan’ bagi para pedagang, terutama saat mendekati hari libur nasional. Karena itu, Kedai Kita diminta membantu agar itu tidak terjadi. Apalagi katanya, Kota Medan merupakan barometer inflasi nasional. Maka, kehadiran Kedai Kita dinilai sangat baik karena berkeinginan dan berkomitmen untuk menjual harga bahan di dalam harga eceran tertinggi (HET).

“Jaga niat Kedai Kita yang ingin menjual harga dalam HET. Kami mendukung untuk memberikan harga yang terjangkau bagi masyarakat dan pedagang tingkat bawah,” pesannya.

Roni Samtama yang juga merupakan Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut tersebut juga meminta agar segera merealisasikan Kedai Kita di semua pasar di Kota Medan, bahkan di Sumut. “Kalau ada di semua pasar di Medan, tentu bermanfaat bagi pemerintah untuk mengendalikan harga pangan, kita harapkan nantinya bukan hanya ada di Kampunglalang saja, tapi di semua pasar,” harapnya.

Sedangkan Direktur Kedai Kita, Sudarto Sitepu menjelaskan, usaha ini sudah berbentuk perusahaan terbatas (PT) dengan nama Kedai Kita Simalem. Dia memastikan, kehadiran mereka tidak akan mematikan pasar-pasar yang ada di bawah pengelolaan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan.

Selain itu, didukung unsur terkait mereka juga siap menjaga stabilitas pangan, khususnya sembako. Sebab, Pemko Medan juga butuh perusahaan untuk menjaga keberlangsungan pedagang kecil. “Melalui kerja sama kita dengan PD Pasar, kami siap memberikan yang terbaik untuk memajukan pedagang kecil di bawah naungan PD Pasar,” janjinya.

Di kesempatan sama, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Rusdi Sinuraya menyambut baik dan mendukung Kedai Kita. “Apalagi jika bisa membantu stabilitas pangan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu, sejumlah Kadis Kota Medan, Pemprovsu, anggota DPRD Kota Medan terpilih Habiburrahman Sinuraya, Badan Pengawas Pasar Kota Medan, serta para pedagang di Pasar Kampung Lalang. (map/ila)

Warga Berkebutuhan Khusus Urus Dokumen Kependudukan, Petugas Disdukcapil Siap Datangi ke Rumah

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga lanjut usia (lansia) serta semua warga Kota Medan lainnya yang berkebutuhan khusus tidak harus hadir ke kantor-kantor kecamatan atau ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengurus dokumen kependudukannya. Bagi warga Kota Medan yang berkebutuhan khusus, petugas Disdukcapil Kota Medan siap untuk datang ke tempat-tempat warga kota Medan yang membutuhkan layanan tersebut.

“Untuk warga Kota Medan yang berkebutuhan khusus, kami sudah memiliki unit pelayanan yang akan datang langsung ke tempat-tempat warga yang dimaksud. Bukan hanya ke rumah warga tersebut, tapi juga bisa ke rumah sakit tempat warga tersebut bila warga tersebut sedang dirawat atau berada di tempat lainnya yang memungkinkan untuk dijangkau oleh petugas kami bila memang ada warga Kota Medan yang membutuhkan layanan Disdukcapil,” ucap Kepala Disdukcapil kota Medan, Zukarnain kepada Sumut Pos, Kamis (1/8).

Untuk mendapatkan layanan pengurusan dokumen berupa KK, KTP dan bentuk lainnya itu, warga atau keluarga yang bersangkutan dapat melaporkan kebutuhannya akan pelayanan Disdukcapil ke kantor kecamatan tempatnya berdomisili, atau bisa juga melalui Kepling di lingkungannya untuk diteruskan kepada pihak kecamatan guna diinformasikan ke pihak Disdukcapil.

“Atau untuk lebih singkatnya, keluarga warga yang bersangkutan juga bisa langsung datang ke kantor Disdukcapil (Medan) untuk melaporkan kebutuhan atas bantuan pelayanan itu kepada kami. Kalau kami sudah terima laporan itu, petugas kami pasti akan langsung ke rumah warga tersebut,” ujarnya.

Untuk kejadian yang baru-baru ini terjadi, di mana ada warga Medan berkebutuhan khusus yang datang langsung ke kantor Disdukcapil Medan untuk mengurus dokumen kependudukannya, Zulkarnain menyebutkan bahwa keluarga yang bersangkutan tersebut sebelumnya tidak ada melaporkan kebutuhan pelayanan dari pihaknya untuk datang ke rumah warga tersebut.

“Untuk kejadian kemarin itu, pihak kelularga dari warga tersebut memang tidak ada memberikan laporan ke kami, begitupun dari pihak kelurahan atau kecamatan tempat warga itu berdomisili, kami tidak ada terima laporan. Kalau kami belum menerima laporan, maka bagaimana kami bisa memberikan pelayanan itu,” jelasnya.

Namun demikian, kata Zulkarnain, pihaknya langsung memberikan pelayanan kepada warga kota Medan berkebutuhan khusus yang sudah terlanjur datang ke kantor Disdukcapil kota Medan yang terletak dijalan Iskandar Muda kota Medan itu.“Sudah terlanjur datang, ya gak mungkin lah kita suruh pulang. Maka kemarin itu langsung kita uruskan KK dan KTP nya dan langsung selesai di hari itu juga,” kata Zulkarnain.

Untuk itu, lanjut Zulkarnain, dirinya sangat menyayangkan peristiwa seperti itu. Ia menghimbau agar pihak kecamatan dan kelurahan dapat bergerak secara pro aktif dalam mendata dan mencari warganya yang membutuhkan pelayanan dari Disdukcapil kota Medan melalui Kepling yang ada di tiap-tiap lingkungan dikecamatan tersebut.

“Kami minta kepada tiap kecamatan dikota Medan melalui kelurahannya dan kepling-keplingnya agar mau pro aktif untuk mendata warganya yang membutuhkan pelayanan, termasuk layanan kami. Kami pastikan, bila kami sudah menerima laporan, pasti kami akan langsung mendatangi warga tersebut untuk memberikan pelayanan kami,” pungkasnya. (map/ila)

Peluncuran Buku ‘Bang Iwan Zulhami Sang Birokrat Beton, Syamsul Arifin: Pendek-pendek Hebat Juga Dia

istimewa/sumut pos BUKU: Ketua PB MABMI, Syamsul Arifin menerima buku dari Iwan Zulhami pada Peluncuran Buku ‘Bang Iwan Zulhami Sang Birokrat Beton, Rabu (31/7) malam.
BUKU: Ketua PB MABMI, Syamsul Arifin menerima buku dari Iwan Zulhami pada Peluncuran Buku ‘Bang Iwan Zulhami Sang Birokrat Beton, Rabu (31/7) malam.
Istimewa/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI), H Syamsul Arifin memuji setinggi langit kiprah Iwan Zulhami di Birokrasi. Merintis karir dari Golongan II/A, hingga mencapai puncak sebagai Eselon II/A di Kementerian Agama Sumatera Utara (Kemenag Sumut).

“Ketika saya dihubungi untuk memberikan komentar terhadap Adinda H Iwan Zulhami berkaitan dengan peluncuran biografinya ada banyak rasa haru dan sekaligus bangga,” ucap Syamsul, pada peluncuran buku ‘Bang Iwan Zulhami Sang Birokrat Beton, Jejak Langkah Meraih Sukses’, di Medan, Rabu (31/7) malam.

Syamsul yang bergelar Dato Srililawangsa ini melanjutkan, baginya sosok Iwan Zulhami sangat spesial baik dari segi kawan, organisasi, pemerintahan dan sesama Melayu. Bagi Syamsul, ada 5 hal yang paling menonjol dalam dirinya dan itu fakta yang sangat akurat.

Pertama, katanya, Iwan Zulhami sosok pejuang yang gigih dalam memperjuangkan cita-cita prinsip dan keyakinan. Kedua memulai karirnya dari yang paling bawah. Ketiga, dia adalah seorang yang sangat se-tia kawan. Keempat, dia sangat peduli dengan lingkungan dan kelima, ke melayuannya sangat tinggi. “Saya salut juga lihat Iwan ini, pendek-pendek hebat juga,” celetuk Syamsul, yang di ikuti tawa para tamu undangan. “Saya kenal Iwan ini sejak tahun 1980-an. Waktu itu saya naik kijang, dia (Iwan) masih naik honda (sepeda motor). Dengan tantangan ini, dia telah tiga mencoba menjadi Kakanwil (Kemenagsu),” imbuhnya lagi.

Anehnya, Iwan Zulhami yang ditanya maksud arti Birokrat Beton ini, mengaku tidak mengetahuinya. Katanya, buku biografinya ini, hanya menceritakan tentang perjalanan karirnya hingga sekarang. “Sebenarnya, awalnya saya tidak setuju judul Birokrat Beton. Tapi penulis buku, H Torang Rambe dan rekan-rekan lainnya tetap memilih judul ini. Kata mereka perjalanan saya keras seperti beton, pasir dan krikil, seperti yang dikatakan Torang tadi,” ungkapnya.

Pesan yang ingin disampaikan dalam buku ini, katanya, bagaimana bisa memberikan inspirasi bagi ASN di Kementerian Agama dan masyarakat. “Saya selalu bersyukur, di usia saya saat ini, saya masih diberikan berkah dan kepercayaan. Kepada anak saya yang berhadir malam ini, semoga ini menjadi inspirasi untuk meraih kesuksesan,” pungkasnya. (man/ila)

Buku setebal 218 halaman ini, ditulis oleh Dr H Torang Rambe M.Ag, sebagai bentuk apresiasi bawahan kepada atasannya, yang merintis karir dari Golongan II/A. Dalam sampul depan buku ini, tampak Iwan Zulhami bersalaman dengan Presiden RI Joko Widodo.

Usai peluncuran, buku ini dibagikan secara gratis kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Dalam peluncuruan buku ini, turut di hadiri oleh unsur pimpinan Forkopimda, hingga tokoh masyarakat. (man/ila)

Menjelang Sejumlah Agenda Penting, Kantor DPRD Dairi ‘Dijampi-jampi’

Pintu Masuk Kantor DPRD Dairi Dipecahi Telur dan Diperciki Air
Pintu Masuk Kantor DPRD Dairi Dipecahi Telur dan Diperciki Air

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Menjelang sejumlah agenda penting, kantor DPRD Dairi dipecahi telur ayam kampung dan disirami air oleh orang tak dikenal. Kuat dugaan, ada oknum yang sengaja melakukan ritual mistis di gedung wakil rakyat itu.

Temuan pecahan telur ayam kampung itu pertama kali ditemukan oleh Sekretaris Dewan, Wesly Manullang pada Kamis (1/8) sekira pukul 07.30 WIB.

Wesly mengaku heran, ketika mendapati pecahan telur ayam kampung di tiga pintu utama masuk gedung DPRD Dairi. Selain pintu depan, telur juga dipecahkan di pintu belakang. Tak hanya itu, di bagian pintu serta jendela juga disirami air.

Keanehan itu, kata Wesly, sudah terjadi sekira sebulan terakhir. Dimana bagian depan pintu, selalu ada bekas siraman air.

Wesly pun menduga, ada orang setiap hari menyiramkan air gedung DPRD Dairi. Sebab, Sidikalang lagi musim kemarau. Atas temuan itu, Wesly mengaku heran masih ada orang yang percaya dengan hal-hal mistis.

Diakui Wesly, kondisi itu terjadi saat banyak agenda dewan termasuk pembahasan P-APBD Dairi tahun 2019. Dan beberapa bulan kedepan, akan ada pembahasan R-APBD TA 2020. “Disaat yang sama akan ada juga pengisian jabatan pimpinan DPRD,”kata Wesly.

Namun lanjut Wesly menduga, jika pemecahan telur dan siraman air itu berkaitan dengan penetapan Ketua DPRD, itu kewenangan internal partai politik (Parpol). “Ini kok jadi kantor DPRD yang dijampi-jampi,”katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Dairi, Togar Pasaribu ikut menyaksikan pecahan telur ayam di pintu masuk tersebut. “Ada apa ini, kok ada telur pecah,”kata Togar heran.

Ketua DPD Hanura Dairi itu juga mengaku, baru kali ini terjadi banyak pecahan telur ayam kampung di pintu masuk gedung DPRD Dairi.

Ketika disinggung, apakah pecahan telur ayam itu ada kaitannya dengan perebutan kursi Ketua DPRD di internal partai Golkar?, atau berkaitan dengan pembahasan P-APBD 2019 agar berjalan mulus? Togar tidak bersedia memberi komentarnya. (mag-10/han)

Direktur PDAM Tirta Bulian Dilantik

sopian/sumut pos LANTIK: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memberikan ucapan selamat kepada Direktur PDAM Tirta Bulian yang baru, Khoiruddin.
LANTIK: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memberikan ucapan selamat kepada Direktur PDAM Tirta Bulian yang baru, Khoiruddin.
sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan melantik Khoiruddin sebagai Direktur PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi periode 2019-2023 di Gedung Hj Sawiyah Nasution, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Rabu (31/7) sore.

Pelantikan tersebut dihadiri Dandim 0204/DS Letkol Syamsul Arifin, dan pimpinan OPD se-Kota Tebingtinggi.

Sementara, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan, bahwa keberadaan PDAM Tirta Bulian sangat urgen dan penting sebagai unit pelayanan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan air bersih di Tebingtinggi.

“Tugas kedepan Direktur PDAM Tirta Bulian yang baru, tantangannya berat, saat ini pelanggannya baru mencapai 58 persen, dan 42 persen lagi harus diupayakan dijadikan pelanggan yang baru kedepannya,” jelasnya.

Umar Zunaidi mengingatkan Khoiruddin agar tidak merombak rencana kerja PDAM Tirta Bulian yang sudah disusun oleh direktur sebelumnya, yakni Erwin Putra SE.

Tingkatkan terus kerjasama dengan USAID yang sudah berjalan dengan baik selama ini, spam regional diupayakan tuntas pekerjaanya sesuai dengan perencanaan.

“Terus bina karyawan yang ada saat ini dengan baik terutama meningkatkan kualitasnya, untuk apa karyawan banyak tetapi tidak berkualitas dan menjadi beban perusahaan,” ujarnya.

Kepada Direktur yang lama Ewin Putra, Umar Zunaidi menyampaikan terima kasih atas pengabdiannya selama di PDAM Tirta Bulian. (ian/han)

Tambang Emas Martabe Raih Dua Penghargaan CSR Indonesia Awards 2019

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina S. Hardono tengah mempresentasikan salah satu program tanggung jawab sosial unggulan Tambang Emas Martabe yakni program Pemeriksaan dan Operasi Katarak Gratis.
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina S. Hardono tengah mempresentasikan salah satu program tanggung jawab sosial unggulan Tambang Emas Martabe yakni program Pemeriksaan dan Operasi Katarak Gratis.

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO, CACALA.id – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe meraih dua penghargaan dalam ajang CSR Indonesia Award 2019 yang digelar di Bali, 30-31 Juli 2019. Kedua penghargaan tersebut yakni penghargaan Silver untuk Kategori Cipta Guna Sehati melalui program Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis Tambang Emas Martabe: Buka Mata Lihat Indahnya Dunia Berikan Harapan Hidup Lebih Luas dan Penghargaan Bronze untuk Kategori Didaktika Pratama Unggul melalui Program E-Coaching Jam Tambang Emas Martabe Belajar Seru Langsung dengan Para Ahli Pertambangan.

CSR Indonesia Award merupakan ajang yang digagas Majalah CSR Indonesia & Media Online CSR-Indonesia.com bekerja sama dengan Meprindo Communications. Event ini merupakan dedikasi dari Majalah CSR Indonesia untuk mensosialisasikan bahwa CSR bisa membantu meningkatkan kualitas kehidupan, baik di daerah yang terdampak bencana maupun yang sedang dalam pembinaan program CSR. Kategori penilaian meliputi dampak program tersebut ke masyarakat dan hasil peliputan independen oleh media massa.

Kategori Cipta Guna Sehati meliputi bidang CSR kesehatan yang memberikan dukungan atau sarana kesehatan gizi dan juga cara hidup sehat. Sedangkan Kategori Didaktika Pratama Unggul meliputi Bidang CSR pendidikan yang memberikan bantuan langsung pertolongan ke masyarakat dalam bidang edukasi.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina S. Hardono menyatakan bahwa Tambang Emas Martabe sangat bersyukur atas apresiasi yang diraih dalam ajang CSR Indonesia Awards 2019 ini. “Tentunya ini menunjukkan bahwa program-program CSR yang dilaksanakan oleh PT Agincourt Resources bisa memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya masyarakat lingkar Tambang Emas Martabe,” kata Katarina.

Direktur Eksternal Relations PT Agincourt Resources, Linda Siahaan dan Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina S. Hardono diantara para penerima penghargaan CSR Indonesia Awards 2019 di Bali.

Pemeriksaan dan operasi katarak gratis Tambang Emas Martabe telah diselenggarakan dan menjadi program tahunan sejak 2011. Fokus utama wilayah yang dituju sebelumnya khususnya adalah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Sibolga, dan Tapanuli Utara dengan titik utama operasi di RS TNI Losung Batu, Padangsidempuan. Namun, pada 2018, Tambang Emas Martabe memperluas jangkauan manfaat menjadi Sumatera Utara, dengan melaksanakan kegiatan di dua titik utama yakni Medan dan Padangsidempuan. Hingga 2018, rangkaian kegiatan ini telah mengembalikan penglihatan 8.434 mata dan harapan hidup 7.131 orang. Tak hanya itu, rangkaian kegiatan ini juga telah memberikan dampak tidak langsung kepada lebih dari 30.000 orang.

Sementara itu sebagai salah satu perusahaan pertambangan emas dan perak berskala besar di Sumatera Utara, bahkan Sumatera, Tambang Emas Martabe memiliki kepedulian untuk memfasilitasi para mahasiswa melengkapi pengetahuan mereka tentang dunia kerja pertambangan yang terus menerus berkembang.

Menurut Katarina, Tambang Emas Martabe melihat perlu adanya ‘jembatan’ untuk meminimalisasi kesenjangan antara pengetahuan yang didapatkan para mahasiswa di bangku akademis dengan praktik di dunia kerja nyata. Salah satunya adalah dengan menggelar berbagai sesi belajar dan diskusi langsung dari para ahli pertambangan (coach) melalui E-Coaching Jam (ECJ).

Katarina menyatakan bahwa Tambang Emas Martabe memiliki visi membangun generasi cerdas yang berkarakter kuat. Sedangkan ECJ adalah wadah edukasi kreatif, yang misinya adalah menyediakan sumber-sumber pengetahuan dan wawasan yang bertujuan untuk membangkitkan dan meningkatkan antusiasme belajar jalur informal, dan membantu para mahasiswa lebih siap memasuki dunia kerja nyata dan terus mengembangkan karir,

ECJ merupakan program jangka panjang yang akan terus dikembangkan oleh Tambang Emas Martabe. Pada awalnya, para coach berasal dari internal Tambang Emas Martabe, mulai dari level Supervisor hingga Direktur. “Tambang Emas Martabe juga akan terus mengembangkan kerja sama dengan perusahaan pertambangan lainnya di Sumatera bahkan Indonesia untuk bersama-sama mengembangkan ECJ. Ke depannya, targetnya bukan hanya Tambang Mineral di Sumatera Utara saja yang berkontribusi, tapi juga tambang lain di wilayah di seluruh Indonesia,” kata Katarina.

Selain belajar, berbagi, dan berkonsultasi via surat elektronik, para mahasiswa peserta ECJ juga bisa bertemu langsung dengan para coach setidaknya 2 kali setahun. Pada pertemuan ini, para peserta dan coach dapat berinteraksi langsung terkait topik pembahasan tertentu. Para coach juga dapat mengevaluasi langsung kemajuan para peserta.

ECJ pertama kali diluncurkan pada 2014 pada ajang Indonesian Students Mining Competition (ISMC) ke-9 dan South East Asian Student Mining Competition (SEAMC). Kegiatan tahunan ISMC & SEAMC yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Tambang ITB ini telah berhasil menarik minat partisipasi perwakilan dari 14 universitas di seluruh Indonesia dan 5 universitas dari Korea Selatan.

Beberapa di antaranya yakni UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Padang, Universitas Sriwijaya, Universitas Hasanudin, Universitas Lambung Mangkurat, ITB, ITM, Korea University, Korea Maritime University, Hanyang University, Dong-A University, Chonnam National University, dan sebagainya. Sejak pertama kali diluncurkan, total pemateri yang telah berkontribusi di ECJ yakni 17 orang dan hingga saat ini mahasiswa (yang sedang menjalani studi ataupun yang sudah lulus) penerima manfaat mencapai hampir 1.800 orang di seluruh Indonesia.

Intip Keseruan Bermain Bersama Si Kecil di Mikie Funland

Bagaimana caramu merayakan HUT RI ke-74 bersama si kecil? Mengikuti berbagai lomba yang diselenggarakan di sekitar tempat tinggal mungkin bisa jadi pilihan. Tapi, tahukah kamu bahwa sebenarnya ada cara yang lebih seru? Menyambut perayaan kemerdekaan ini, Traveloka Xperience memberi diskon mulai dari 45% lewat promo Daily Deals Road to GIS untuk tiket masuk wahana rekreasi.

Beruntung, warga Medan dan sekitarnya bisa memanfaatkan promo ini. Khusus tanggal 2 Agustus 2019, tiket masuk Mikie Funland bisa dipesan dengan diskon spesial. Sebelum memesan tiketnya, sebaiknya kamu mengintip wahana seru apa saja yang ada di Mikie Funland berikut ini:

Dino Egg

Bagaimana rasanya duduk di dalam telur raksasa dinosaurus dan diajak melayang-layang di udara? Wahana Dino Egg akan membawamu melayang setiap kali telur raksasa diputar searah jarum jam. Karena berada di atas perbukitan, kamu akan mendapatkan bonus pemandangan indah di sekitar Mikie Funland.

Untuk bisa menaiki wahana ini, pengunjung harus memiliki tinggi minimum 120 cm. Setiap telur bisa diisi dua orang dan dilengkapi dengan sistem pengamanan memadai demi keselamatan pengunjung, kamu bisa mendampingi si kecil duduk di dalam telur raksasa.

Dino Tracker

Masih membutuhkan keberanian lebih dari si kecil, Dino Tracker siap membuat siapa pun merasa tertantang dengan menaiki roller coaster berbentuk kotak kayu. Dino Tracker memiliki jalur sepanjang 426 meter dengan ketinggian maksimum 12 meter. Kamu akan diajak menyusuri jalur kereta dengan kecepatan bervariasi diiringi musik yang membuat petualangan semakin seru.

Tak perlu khawatir, anak kecil dengan tinggi tubuh di atas 100 cm bisa ikut menikmati wahana ekstrem ini. Tak seperti Dino Egg yang hanya bisa memuat dua orang dalam keretanya, Dino Track mampu menampung hingga empat orang, sangat cocok dimainkan bersama keluarga.

Sea Battle

Anak-anak dijamin akan menyukai permaianan di Sea Battle. Pasalnya, wahana ini memungkinkan mereka beradu tembak dengan pengunjung lainnya dari atas perahu kayu. Tenang saja, meskipun bertema perang permainan ini sangat aman karena yang digunakan adalah empat pistol air yang menempel di perahu.

Setiap perahu mampu menampung empat orang dengan duduk saling membelakangi. Jadi, kamu bisa membagi kelompok untuk strategi berperang yang maksimal. Pastikan untuk mengatur posisi setiap anggota keluarga pada posisi terbaik untuk menyerang pihak lawan di perahu lain.

The Falls

The Falls adalah salah satu wahana yang menjadi favorit di Mikie Funland. Di sini, kamu akan diajak menaiki perahu dan meluncur dari atas ketinggian 14 meter dengan jalur bergelombang. Pertama, kamu akan diajak naik dengan mengendarai perahu ke puncak menara. Selanjutnya, perahu akan meluncur dari atas dan di sinilah keseruannya dimulai.

Lebih seru lagi karena jalur yang dilewati juga dipenuhi oleh genangan air dan kamu tidak bisa menghindar dari cipratan airnya. Tak perlu takut basah karena setiap orang akan dibekali dengan jas hujan tahan air.

Flying Fish

Unik dan patut dicoba, itu adalah dua hal tentang Flying Fish. Wahana ini terbilang unik karena memungkinkan pengunjungnya melihat kawasan wisata di bawahnya dengan cara telungkup. Ya, kamu akan diminta untuk naik gondola dengan posisi tengkurap dan diajak berputar.

Wahana yang bisa dimainkan oleh pengunjung dengan tinggi minimum 100 cm ini hanya tersedia delapan gondola di Mikie Funland. Jadi, sebaiknya kamu tak menunda waktu untuk segera antre menunggu giliran naik.

Catat wahana yang paling kamu ingin coba bersama si kecil dan pesan tiket masuknya segera di Traveloka Xperience. Ingat, diskon mulai 45% untuk tiket masuk Mikie Funland hanya berlaku di tanggal 2 Agustus 2019, jangan sampai terlewat!