PEMBUNUHAN: Jenazah Rindo Harahap saat olah TKP oleh petugas kepolisian di Paluta, beberapa waktu lalu
PEMBUNUHAN: Jenazah Rindo Harahap saat olah TKP oleh petugas kepolisian di Paluta, beberapa waktu lalu
PALUTA, SUMUTPOS.CO – Misteri pembunuhan sadis di Desa Mananti, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), dengan korban Rinto Harahap (27) terungkap. Pelaku tak lain adalah abang iparnya, Tua Tamba Nasution (38). Tua Tamba membunuh Rinto di toko grosir milik korban, lantaran sakit hati sering diremehkan dan kerap diintip saat sedang berhubungan suami istri.
“Kebetulan rumah korban dan pelaku berdekatan,” ungkap Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tapsel, AKP Alexander Piliang, Sabtu (13/7).
Setelah membunuh korban, tersangka keluar dan langsung memberitahukan kepada warga kalau dia sudah membunuh adik iparnya. Warga pun geger. Mereka menemukan korban tewas bersimbah darah dengan kondisi tertelungkup di tokonya. Ada luka robek di bagian leher dan bahu. Tangan kiri korban juga putus ditebas pelaku.
“Keterangan saksi, tersangka keluar sambil berkata ‘madung hubunuh ia’ (sudah kubunuh dia). Tersangka kemudian melarikan diri ke belakang rumahnya,” ujar Alex.
Kapolsek Padang Bolak, AKP Zulfikar, mengatakan pelaku diduga sudah menaruh dendam pribadi terhadap korban. “Bisa dibilang sejak Lebaran (Idul Fitri) kemarin. Dulu, menurut cerita tersangka, atas pertolongannyalah korban bisa membuka grosir seperti sekarang ini. Jadi tersangka yang merekomendasikan kepada neneknya agar korban diberikan pinjaman dana,” ujar AKP.
Seiring membaiknya ekonomi, korban jadi sombong dan mulai meremehkan pelaku. Tersangka pun sakit hati. Apalagi korban juga sering mengintip aktivitas hubungan intim tersangka.
Namun usai membunuh korban, tersangka menyesali perbuatannya. Ia sempat linglung dan pergi ke sawah untuk menenangkan diri, sebelum akhirnya menyerahkan diri ke polisi. “Pengakuan tersangka, ia terpengaruh obat-obatan saat membunuh adik iparnya itu. Senin (15/7) hasil cek urinenya menunggu Labfor Narkoba Polres Tapsel,” ucapnya.
Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana. (dvs)
Sopian/Sumut Pos
AMANKAN: Pihak kepolisian Polsek Padang Hilir Kota Tebingtinggi meringkus Rido, tersangka pemilik sabu.
Sopian/Sumut Pos AMANKAN: Pihak kepolisian Polsek Padang Hilir Kota Tebingtinggi meringkus Rido, tersangka pemilik sabu.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Padang Hilir membekuk seorang pelaku pengedar sekaligus pemilik narkotika jenis sabu-sabu, Rido (24), di Jalan Darat Kelurahan Rambung Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, Sabtu (13/7).
Kapolsek Padang Hilir, AKP David Sinaga melalui Kanit Reskrim Ipda SPN Siregar, Minggu (14/7), mengatakan, tersangka Rido sempat membuang 1 bungkus klip transparan berisi serbuk kristal diduga sabu ke tanah, hendak ditangkap.
“Namun hal itu diketahui oleh petugas. Selanjutnya pelaku kita amankan dan dibawa ke Kapolsek Padang Hilir untuk diperiksa,” ujarnya.
Kini pelaku beserta barang bukti berupa 1 paket kecil sabu-sabu, sudah diserahkan ke Sat Narkoba Polres Tebingtinggi. (ian)
GELEDAH: Penyidik Subdit IV/Tipidter Polda Sumut menggandeng Polisi Militer saat menggeledah kediaman mantan Ketua DPD IPK Kota Binjai, Samsul Tarigan dan adiknya Putra Tarigan, Jumat (12/7).
GELEDAH: Penyidik Subdit IV/Tipidter Polda Sumut menggandeng Polisi Militer saat menggeledah kediaman mantan Ketua DPD IPK Kota Binjai, Samsul Tarigan dan adiknya Putra Tarigan, Jumat (12/7).
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyidik Subdit IV/Tipidter Polda Sumut menggandeng Polisi Militer saat 2 tim dipecah menggeledah kediaman mantan Ketua DPD IPK Kota Binjai, Samsul Tarigan dan adiknya Putra Tarigan, Jumat (12/7). Langkah ini diambil untuk menghindari potensi konflik di lapangan saat penggeledahan berlangsung.
Selain PM Bukit Barisan, penyidik juga menggandeng puluhan personel Direktorat Sabhara dan Satuan Brimob Polda Sumut yang dilengkapi senjata laras panjang.
Informasi dihimpun, penggeledahan dipimpin langsung Kasubdit IV/Tipidter Poldasu AKBP Herzoni Saragih, di kediaman Putra Tarigan, daerah Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan.
Penggeledahan kediaman Samsul Tarigan di Jalan Gunung Bendahara 13, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan, dipimpin Kompol Wira Prayatna. Namun rombongan tak berhasil mendapati Samsul. Penggeledahan yang membuat heboh warga sekitar ini dimulai pukul 15.00 WIB.
Pantauan di lapangan, beberapa oknum prajurit TNI yang diduga dekat dengan Samsul berada di sekitar objek penggeledahan. Di luar rumah Samsul, Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, AKBP Ferry Ukoli terlihat.
Rumah bercat abu milik Samsul terlihat megah. Tepat di sisi kanan rumah Samsul, berdiri sebuah pondok yang disinyalir sebagai tempat untuk anggota piket menjaga rumah. Seorang perwira berpangkat Kompol dari Poldasu dan temannya dari Bidang Humas serta Sumut Pos duduk di pondok tersebut. Kompol itu mulanya penasaran melihat sebuah batang kayu bercat khas IPK.
“Apa ini. Apa ini ya?” katanya.
“Kelewang rupanya. Panjang kali ya,” ujarnya sontak kaget.
Sekitar pukul 16.30 WIB, sejumlah penyidik berompi warna biru keluar dari rumah Samsul. Begitu juga Kompol Wira. Sayangnya, mantan Kapolsek Delitua ini menolak memberi keterangan. “Ke Polda saja,” ujar Wira singkat.
Sekitar 8 mobil pribadi yang diisi oleh penyidik dan personel Brimob lengkap dengan senjata laras panjang mereka meninggalkan rumah Samsul. Tak ketinggalan 1 mobil truk yang diisi personel Dit Sabhara Polda Sumut juga meninggalkan rumah ST.
Sumut Pos mengikuti rombongan penyidik yang menumpangi mobil pribadi. Mobil mewah seperti Toyota Innova dan Mitsubishi Pajero berjalan mengarah ke Diskotek Cafe Flower (nama sebelumnya Titanic Frog) melalui Jalan Sei Petani, Binjai Selatan. Diskotek itu milik Samsul yang pernah digeledah dan aktifitasnya dibekukan.
Rombongan penyidik diduga sepertinya memang ingin mengendus keberadaan Samsul dan Putra. Sekitar 1 km sebelum diskotek, rombongan berhenti.
Sejumlah tim disebar melakukan pencarian. Sayang, usaha yang dilakukan tak menuai hasil. Kasubdit IV/Tipidter Poldasu, AKBP Herzoni Saragih membenarkan adanya penggeledahan tersebut.
“Yang dibawa dokumen-dokumen pendukung untuk perkara yang kami tangani. Surat-surat tanah, surat-surat kendaraan terkait pidana yang ditangani,” kata dia.
Herzoni juga membenarkan, penyidik turut membawa Brimob dan Dit Sabhara Polda Sumut untuk mendukung jalannya penggeledahan. “Ada satuan lain juga ikut untuk penggeledahan biar gak ada komplain. Ada juga propam PM TNI Angkatan Darat,” jelas dia.
Samsul Tarigan dan Putra Tarigan yang merupakan abang beradik ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Status mereka naik dari saksi ditetapkan penyidik setelah gelar perkara.
“(Mereka) telah melanggar pasal pertambangan ilegal. Karena setelah dapat izin dari Pengadilan Negeri Binjai untuk melakukan penggeledahan, tadi kami lakukan penggeledahan di dua lokasi,” beber dia.
Target yang dicari tak ditemukan, rombongan balik kanan ke Kota Medan. Mereka melewati Diskotik Cafe Flower yang diduga sebagai tempat Samsul bersembunyi. Sebab di sekeliling Diskotek Samsul, ada kolam pancing, warung dan sebuah tempat yang kerap disebutnya dengan sebutan mess.
Lahan sebagai tempat Diskotek Samsul berdiri pun tak mengantongi izin karena masih berstatus HGU PTPN II. Selain melintas diskotek, rombongan juga melewati dan menyaksikan kubangan besar dengan luas sekitar 5 hektar yang dikelola oleh komplotan Samsul.
“Selesai penggeledahan, kami balik ke kantor lagi melakukan inventarisir dan combain dengan keterangan saksi dan me lakukan penangkapan,” pungkasnya. (ted)
Istimewa
DIAMANKAN: Petugas kepolisian mengamankan kedua pengeroyok tukang becak, yakni Toni dan Irwandy.
Istimewa DIAMANKAN: Petugas kepolisian mengamankan kedua pengeroyok tukang becak, yakni Toni dan Irwandy.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Setelah masyarakat menggelar aksi unjuk rasa, aparat Polres Langkat menahan Tony (40), warga Jalan Stasiun, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai dan Irwandy alias Simon (38), warga Jalan T Amir Hamzah, Lingkingan I, Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Jumat (12/7). Keduanya ditahan karena memukuli seorang tukang becak bernama Rian Adrianto alias Adi Gondrong (38).
Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa membenarkan hal tersebut. “Sudah ditahan. Besok rencananya mau press rilis. Kasus pecah kaca juga sedang dalam proses,” kata Fathir, Minggu (14/7).
Kasus penganiayaan bermula saat korban datang menuntut biaya pengobatan akibat digigit anjing tersangka Tony, akhir 2018 lalu. Korban mendatangi Tony ke rumahnya di Jalan Kutap Kelurahan Stabat Baru Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Jumat (12/7) malam. Namun pelaku dan teman-temannya malah menganiaya korban. Akibatnya, kepala korban luka robek dan sempat dirawat di RS Surya Stabat.
Warga sekitar yang mendengar kabar itu ramai-ramai menggeruduk rumah Tony. Emosi warga dilampiaskan dengan memecahkan kaca dua mobil di rumah tersangka. Aksi masyarakat sampai ke Polres Langkat.
Aparat pun turun menenangkan massa. Kedua tersangka ditahan dan disangkakan Pasal 170 ayat (2) Subsider Pasal 351 ayat (1) dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara. (bam)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Subdit IV/Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 25 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dari Teluk Nibung Kota Tanjungbalai, Rabu (10/7).
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Sumut AKBP Donald Simanjuntak menyampaikan, sebanyak 25 orang yang terdiri dari 6 wanita dan 19 pria tersebut rencananya akan dikirim untuk dipekerjakan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia.
“Mereka diberangkatkan tanpa dilengkapi paspor,” ungkapnya didampingi Kasubdit IV/Renakta Kompol Reinhard Nainggolan kepada wartawan di Mapoldasu, Jumat (12/7).
Donald menjelaskan, dalam kasus penyelundupan manusia (people smuggling) ini, pihaknya berhasil menangkap seorang agen penyalurnya, bernama Amirullah Abdullah. Dalam kasus ini lanjutnya, Ditreskrimum Polda Sumut juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit kapal mesin 6 feston, dan uang tunai sebesar Rp1,6 juta.
“Modusnya, pelaku mencari orang-orang untuk dijadikan tenaga kerja ke Malaysia, namun tidak resmi. Hal ini dilakukan melalui jalur tikus di Tanjungbalai untuk keuntungan pribadi atau kelompok,” jelasnya.
Donald menerangkan, dari para calon TKI Ilegal ini, pelaku meminta uang sebesar Rp2.200.000 hingga Rp 2.350.000. Karenanya terhadap pelaku akan dijerat dengan Pasal 120 UU RI Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.
“Dari 25 korban ini, di antaranya sebanyak 9 orang (4 laki-laki dan 5 perempuan) merupakan asal Sumut, 2 orang laki-laki asal Sulawesi Barat, 4 orang (3 laki-laki dan 1 perempuan) asal Aceh, 1 orang laki-laki asal Riau, dan 9 orang laki-laki asal Jambi,” paparnya.
Kasubdit IV/Renakta Kompol Reinhard Nainggolan menyebutkan, dalam kasus ini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap 2 orang DPO lainnya. Keduanya yakni berinisial A yang berperan untuk mengumpulkan calon TKI dari masing-masing agen, serta S selaku pemilik.
“Keduanya masih kita kejar. Sedangkan terhadap tersangka Amirullah Abdullah sudah di tahan,” tandasnya.
Amirullah mengaku, dirinya memperoleh keuntungan sebesar Rp 400 ribu rupiah dari 1 orang yang berhasil diberangkatkan. Rencananya, setelah para calon TKI itu dikumpulkan di Malaysia, akan disebar ke sejumlah daerah untuk bekerja.
“Kalau peran saya hanya mencari saja. Dan saya disuruh A,” sebutnya.
Amirullah juga mengaku, baru dua kali melakukan pengiriman calon TKI ke Malaysia ini. Sebelumnya, ia hanya mengirim 2 orang saja.
“Mereka ini sebetulnya sudah pernah bekerja di Malaysia. Jadi ini saya hanya menyalurkan saja,” pungkasnya. (dvs)
ist
Plt Bupati Asahan H Surya BSc, melepas 401 calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Asahan
ist Plt Bupati Asahan H Surya BSc, melepas 401 calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Asahan
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Asahan H Surya BSc, melepas 401 calon jamaah haji (Calhaj) Kabupaten Asahan di Gedung Tahfiz Quran, komplek Masjid Agung Jalan Lintas Sumatra, Sabtu (13/7).
Plt Bupati Asahan, H. Surya BSc mengharapkan kepada jamaah haji pergi dan pulang dalam keadaan selamat dan bisa menjadi haji yang mabrur dan mabruroh.
Ia juga berharap nantinya, petugas pendamping dapat melaksanakan tugasnya membimbing para jamaah haji, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.
“Saya yakin calon jemaah haji Asal Asahan dapat menjadi haji yang mabrur,”kata Surya.
Untuk itulah dirinya berharap kepada seluruh jamaah haji, agar bisa mengatur waktu dan menjaga kesehatan, sehingga menghindari kejadian yang tidak diinginkan, mengingat sekarang kondisi cuaca disana sangat panas dan juga untuk keluar dari hotel bila ada kepentingan saja.
“Calon jemaah haji Asahan pasti menjaga kesehatan selama menunaikan ibadah haji,”bilangnya.
Sementara itu,Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Asahan yang juga selaku Ketua Panitia, Hayatsyah menyampaikan bahwa jumlah jamaah calon haji Kabupaten Asahan orang yang berangkat tahun 1440 H/2019, total sebanyak 401 orang.
“Saat ini calon jemaah haji asal Asahan diberangkatkan dalam kloter 3 dan 4, yakni kloter 3 berangkat tanggal 14 juli 2019 berjumlah 387 orang, pulang pada 25 Agustus, dan kloter 4 berangkat tanggal 15 juli 2019 berjumlah 14 orang, serta pulang ke tanah air pada 26 Agustus, “bilangnya. (omi/han)
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
TANAM BIBIT KOPI: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kiri), Menristek Dikti, Mohamad Nasir (tengah), Wabup, Jimmy AL Sihombing menanam bibit kopi di Taman Rekreasi Sidikalang.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS TANAM BIBIT KOPI: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kiri), Menristek Dikti, Mohamad Nasir (tengah), Wabup, Jimmy AL Sihombing menanam bibit kopi di Taman Rekreasi Sidikalang.
SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya mempermudah akses petani terhadap perbankan, Pemkab Dairi mulai menerapkan penggunaan Kartu Tani.
“Kartu tani ini terkoneksi langsung ke Bank. Dan diharapkan bisa mendapatkan sarana produksi (Saprodi) pertanian serta penguatan modal dari perbankan,”ujar Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu pada acara penerapan Kartu Tani dan pembukaan Rintisan Eksibisi Inovasi Sains Riset Teknologi dan Ekonomi Kreatif yang dihadiri Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menritek Dikti), Mohamad Nasir di Taman Rekreasi Sidikalang, Sabtu (13/7).
Turut hadir juga mewakili Gubernur Sumatera Utara, Kepala BPKSDM Sumut Kaiman Turnip, Wabup Dairi Jimmy AL Sihombing, Sekdakab Sebastianus Tinambunan, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Sementara itu, terkait pembukaan Rintisan Eksibisi Inovasi Sains Riset Teknologi dan Ekonomi Kreatif, untuk peningkatan kualitas pendidikan, ketrampilan dan kemampuan bersaing di pasar tenaga kerja.
Peningkatan sumber daya manusia (SDM) akan dilakukan secara bertahap. Sebagai penunjang peningkatan SDM masyarakat dimaksud lanjut Eddy, Pemda akan membangun ruang berbasis potensi dan sumber daya daerah sesuai dengan arahan Menristek Dikti, semisal tekno park yang rencananya dibangun di Taman Rekreasi Sidikalang.
“Tekno park akan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki, usaha ekonomi kreatif dengan inovasi bidang teknologi tepat guna dan teknologi informatika guna mendukung upaya peningkatan ekonomi daerah,”tandasnya.
Mensritek Dikti, Mohamad Nasir menyambut baik rencana pembangunan tekno park. Namun, lanjut Nasir, syarat utama mendukung pembangunan tekno park harus ada Perguruan Tinggi, UKM, UMKM dan Koperasi.
“Niscaya ekonomi daerah akan bergerak tanpa memanfaatkan teknologi. Semoga penerapan Kartu Tani dan rencana pembangunan tekno park bisa menambah nilai jual komoditas pertanian seperti kopi dan komoditas lainya dan masyarakat dapat sebagai pelaku,”harap Nasir. (mag-10/han)
surya/sumut pos
CENDERA MATA : Bupati Sergai Ir H Soekirman memberikan Cenderamata kepada ketua DPP FERARI Prof DR Teguh Samudera SH, MH, Jumat (12/7).
Surya/sumut pos CENDERA MATA : Bupati Sergai Ir H Soekirman memberikan Cenderamata kepada ketua DPP FERARI Prof DR Teguh Samudera SH, MH, Jumat (12/7).
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kantor Dewan Pimpinan Cabang Federasi Advokat Republik Indonesia (DPC FERARI) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) yang berada di Jalan Garuda Desa Citaman Jernih, Kecamatan Perbaungan, diresmikan oleh Ketua DPP FERARI, Prof DR H Teguh Samudera SH MH, Jumat (12/7).
Peresmian itu turut dihadiri Bupati Sergai Ir H Soekirman, Ketua DPP FERARI DR H. Teguh Samudera, SH, MH, Asisten Pemerintahan Umum Drs Herlan Panggabean, Kadis Kominfo Drs H Akmal, M.Si, Kadis Lingkungan Hidup H Panisean Tambunan, S.Sos, Kadis Pora Parbud Sudarno, S.Sos, M.Si, Kaban Kesbangpol Drs Purba Siregar, Kabag Kesra Arianto, S.Pd, MSi, Kabag Hukum Basyaruddin, SH, serta Pengurus DPC FERARI Kabupaten Sergai.
Dalam sambutannya, ketua DPP FERARI Prof DR H Teguh Samudera, SH MH mengatakan, Insya Allah kehadiran kantor DPC FERARI dapat berdaya guna dan menjadi amal jariyah sebagai pahala bagi kita masing-masing.
Menurut Teguh Samudera, Kabupaten Sergai, adalah tanah yang Loh Jinawi, artinya apapun bisa tumbuh jika kita yakin. “Begitu juga dengan niat FERARI yakin untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat meski baru 2 tahun dilahirkan telah memiliki 22 DPD dan 28 DPC se-Indonesia”, katanya.
Oleh karena itu, Teguh meminta kepada DPC FERARI Sergai agar dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, antara lain dengan membantu pendampingan masyarakat yang mendapatkan masalah hukum. “Utamakan bekerja karena Lillahi Taala, bukan berharap bayaran ataupun imbalan namun berharap ridho Allah, sebab amalan itu yang kita bawa mati kelak, pintanya.
Apabila ada masyarakat Sergai yang perlu pendampingan hukum, silahkan mengajukan ke kantor DPC FERARI Sergai.
”Jangan fikirkan soal bayaran karena dengan ketidakmampuan dari masyarakat yang terkena masalah hukum tersebut, kami siap membantu dengan ikhlas berjuang bersama guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Sergai yang kita cintai ini, bilang Teguh.
Pada kesempatan itu, Bupati Sergai Ir H Soekirman menyampaikan, atas kehadiran Pemerintahan daerah beserta jajaran sebagai ungkapan dukungan atas sinergi atas eksistensi DPC FERARI di Kabupaten Sergai ini.
Dengan kehadiran DPC FERARI Sergai, semoga dapat menjadi pencerah di kabupaten Sergai ini terkhususnya pada bidang hukum. “Kabupaten Sergai yang baru berumur 15 tahun dari waktu ke waktu terus melengkapi infrastruktur Pemerintahan mengingat pada waktu dilahirkan, Sergai masih belum memiliki kantor yang representatif bahkan Kantor Bupati sampai sekarang adalah bekas kantor Camat Sei Rampah dahulu,” bilang Soekirman.
Oleh karena itu, kami terus mengutamakan memberikan pelayanan kepada masyarakat terlebih dahulu ketimbang kemegahan atas bangunan-bangunan Pemerintahan yang megah. Alhamdulillah sampai sekarang perlahan seluruh kecamatan telah dibangun dan memberikan pelayanan masyarakat yang kinerjanya telah mengundang daerah lain untuk belajar PATEN ke sini yang pertama kali diinisiasi oleh Pemerintahan masa Bupati H.T Erry Nuradi beserta Soekirman sebagai Wabupnya.
Menurut Bupati Soekirman dengan kehadiran FERARI, diharapkan dapat membantu penyelesaian kasus hukum dan dengan mengingat jumlah kantor advokat sangat dirasakan semakin banyak menghadirkan keadilan bagi masyarakat. Tidak ada kemenangan tanpa perjuangan, seperti itulah semangat FERARI.
Sementara itu ketua DPC FERARI Kabupaten Sergai Samsul Efendi, SE, SH, MH menyampaikan atas kehormatan dengan hadirnya Bupati beserta jajaran pada kegiatan hari ini. “Melalui peresmian kantor DPC FERARI Kabupaten Sergai ini diharapkan sinergi yang baik dari unsur FERARI beserta Pemkab Sergai dalam rangka memberikan yang terbaik dalam hal penegakan dan keadilan hukum bagi masyarakat Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ini. (sur)
ist
Kondisi arus lalu lintas di pasar pagi Pangkalan Brandan yang dinilai semraut.
ist Kondisi arus lalu lintas di pasar pagi Pangkalan Brandan yang dinilai semraut.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kondisi arus lalu lintas (Lalin) di sepanjang Jalan Wahidin, Jalan Babalan Pangkalan Brandan dan Jalan Sudirman menuju Jalan Masjid di kawasan pasar pagi, semrawut.
Menurut beberapa warga yakni Sintong Nainggolan, Lambok dan Riana, kondisi semrawut jalan tersebut dikarenakan tidak taatnya para pedagang, begitu juga dengan warga yang mencari nafkah di seputaran pasar pagi tersebut.
Terlebih pada pagi hari pukul 7.00 WIB- pukul 17.50 WIB.
“Berjalan kaki aja sulit melintas, apalagi berkendara,”kata Sintong diamini warga lainnya.
Warga setempat ini juga menambahkan carut marutnya arus lalu lintas Pasar Pagi di Pangkalan Brandan tersebut. Sintong pun mencontohkan sepedamotor dan mobil angkutan termasuk mobil pribadi tidak ada yang mau mengalah saat melintas di lokasi tersebut. Kondisi tersebut juga di perparah para PKL berjualan di badan jalan. “Alhasil, semua nggak bisa jalan mau masuk dan keluar. Arus lalu lintaspun menjadi semraut dan macet total, “sebut warga lainnya.
Menanggapi semrautnya arus lalulintas di sepanjang areal pasar pagi Pangkalan Brandan, Camat Babalan Yafizham saat dikonfirmasi Sumut Pos membenarkan keadaan semrautnya.
“Sudah berulang-ulang kita laksanakan penertiban terhadap para PKL, termasuk abang becak bermotor. Sayangnya tertib lalu lintas itu hanya berlangsung satu atau 2 hari saja, selebihnya akan kembali seperti biasa,”ungkapnya.
Yafizham pun mengimbau kepada seluruh warga Babalan terutama para PKL, abang betor dan becak dayungnya, para pengemudi roda dua dan mobil untuk dapat mematuhi peraturan yang ada.
“Contohnya jangan parkir sembarangan dan jangan berjualan di badan jalan. Yakinlah kalau hal itu dapat dipatuhi, saya yakin arus lalu lintas di Pasar Pagi Pangkalan Brandan akan kembali tertib dan tidak carut marut.” sebut Yafizham Parinduri. (yes/han)
tomi/sumut pos
foto bersama: Pelaksana Tugas (PLT) Ketua TP PKK Asahan, Hj Titiek Sugiarti Surya berfoto bersama para kader PKK Kecamatan.
Tomi/sumut pos Foto bersama: Pelaksana Tugas (PLT) Ketua TP PKK Asahan, Hj Titiek Sugiarti Surya berfoto bersama para kader PKK Kecamatan.
Dalam rangka meningkatkan kinerja PKK Kecamatan dan PKK Desa di Kabupaten Asahan, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan semakin gencar melakukan pembinaan.
Di bawah pimpinan Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan Ny Hj. Titiek Sugiarti Surya, didampingi Ny Yusnila Indriati Taufik ZA, Ny. Derlina Jhon Hardi, beserta tim melakukan kegiatan pembinaan Tim Penggerak PKK di beberapa Kecamatan dan Desa yang mengikuti 9 lomba tingkat Propinsi Sumatera Utara, yang dilaksanakan sejak 12 Juli s/d 16 Juli 2019
Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Hj Titiek Sugiarti, Minggu (14/7) menyampaikan, PKK Kabupaten Asahan untuk tahun 2019 mengikuti 9 lomba PKK tingkat Propinsi Sumatera Utara, antara lain Tertib Administrasi PKK diikuti Kecamatan Buntu Pane Desa Buntu Pane, Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) diikuti Kecamatan Meranti Desa Sei Beluru, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) diikuti Kecamatan Sei Dadap, Desa Tanjung Alam, Pemanfaatan Halaman Pekarangan (HATINYA PKK) diikuti Kecamatan Pulo Bandring Desa Tanah Rakyat, IVA Test diikuti Kecamatan Rawang Panca Arga Puskesmas Rawang Pasar IV.
“Sementara itu untuk lomba dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK KB- Kesehatan Tingkat Propinsi Sumatera Utara Kecamatan Air Joman mengikuti Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan, Kecamatan Tinggi Raja Mengikuti Lomba Posyandu, Desa Sei Alim Hasak mengikuti Lomba PHBS,” bilangnya.
Dilanjutkannya, bahwa tujuan pembinaan ini selain untuk pemberdayaan juga untuk mengetahui permasalahan/hambatan yang masih belum terpecahkan sehingga kita dapat secara bersama-sama mencari solusinya.
Penekanan pada pelaksanaan program unggulan sesuai dengan bidang kerja masing masing.
“Bidang kelembagaan PKK, Bidang Rencana Kerja Bidang Administrasi PKK, Program Pokja I,II,III dan IV, mengumpulkan data dan informasi 10 program pokok PKK secara cepat, tepat dan akurat dan menyeluruh,”bilangnya.
Untuk itulah, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Asahan berharap untuk semua Kecamatan dan Desa yang mengikuti Lomba PKK Tingkat Propinsi Sumatera Utara tahun 2019, agar lebih bersungguh sungguh dengan harapan nantinya dapat memperoleh hasil yang maksimal, dan akhirnya kabupaten asahan dapat menghasilkan desa desa unggulan. (omi)