31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 5221

Ini Alasan Jumasri Membakar Ibu Tirinya

Jumasri, pelaku pembunuh sadis ibu tirinya saat dirawat di RSU HAMS Kisaran. (Bayu Sahputra/Metro Asahan)

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Jumasri (42) tersangka pembunuh sadis ibu tirinya dengan cara membakar menggunakan bensin beberapa hari yang lalu sudah dibekuk oleh Sat Reskrim Polres Asahan, Jumat (28/6/19) lalu di Balam, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Ia diduga melakukan pembunuhan terhadap ibu tirinya, Saminem (57) dengan cara membakar hidup-hidup pada hari Selasa (25/6) lalu di Dusun III, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulau Bandring, Kabupaten Asahan.

Tersangka juga sempat mengelabui polisi dengan cara mencukur rambutnya hingga botak. Pelaku juga kerap berpura-pura pingsan kepada polisi.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK MH saat diwawancarai di RSU H Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran memgatakan bahwa tersangka mengaku telah membunuh ibu tirinya dikarenakan sakit hati.

“Saat kejadian, pelaku sempat dikejar oleh warga. Namun pelaku melarikan diri. Lalu kami mendapatkan laporan dan melakukan olah TKP dan melakukan pengejaran. Syukur dalam waktu tiga hari tersangka berhasil kita bekuk,” jelasnya.

Mantan Kasubit III Jatanras Polda Sumut itu membeberkan bahwa tersangka sempat melakukan perlawanan sehingga pihaknya melakukan tindakan tegas dan terukur dengan cara menembak kedua kaki tersangka.

“Untuk pelaku kita jerat dengan Pasal 340 pembunuhan berencana karena hasil penyelidikan kami pelaku membeli bensin pada malam hari sebelum kejadian,” ungkapnya.

Mantan Kabag Ops Polres Asahan itu juga memberitahukan bahwa pelaku adalah seorang Residivis tindak pindana, namun tidak di wilayah hukum Polres Asahan.

“Kita juga akan memeriksa pelaku, apakah pelaku terpengaruh narkoba atau tidak,” tutupnya.

Sementara itu Jumasri kepada Wartawan mengaku sengaja membunuh ibu tirinya dengan cara membakar. “Iya pak, aku sengaja bunuh dia, karena dia suka memarahi aku, sakit hati aku pak,” jelasnya sambil kesakitan. (bay/ma/sp)

Kapal Rombongan Pengantin Terbalik, 1 Orang Tewas

Suasana Puskesmas Sirombu saat proses evakuasi korban.

NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO – Satu unit kapal motor yang membawa rombongan pengantin terbalik di perairan pantai Zebolo, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat. Akibat kejadian, seorang dinyatakan tewas.

Peristiwa naas itu terjadi pada Sabtu (29/6) sore sekira pukul 15.30 WIB. Sesaat sebelum kejadian, ombak tinggi datang menghantam kapal.

Akibat kejadian, tekong kapal bernama Rifan Waruwu (26) warga Desa Sirombu, Kecamatan Sirombu, Nias Barat, kritis. Sementara seorang penumpang bernama Mariana Zalukhu alias Ina Wazo (60) warga Desa Tumula, Kecamatan Afulu, Nias Utara, tewas dalam musibah itu.

Berdasarkan informasi dari Asril Hia, kapal motor yang dia nakhodai berangkat dari Sirombu, Nias Barat bersama kapal motor yang dinakhodai Rifan Waruwu sekitar pukul 09.00 WIB.

Mereka menuju Desa Tumula, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara untuk menjemput rombongan yang hendak mengikuti acara pesta pernikahan di Kecamatan Sirombu, Nias Barat.

Kedua kapal motor yang mereka nakhodai tiba di Desa Tumula, Kabupate Nias Utara sekitar pukul 11.00 WIB dan kembali berangkat menuju Sirombu, Nias Barat membawa rombongan pengantin.

Namun dalam perjalanan, kapal motor yang mereka nakhodai dihantam gelombang tinggi akibat cuaca buruk yang disertai angin kencang.
Sekira pukul 15.30 WIB kapal motor yang dinakhodai Rifan Waruwu terbalik dan pecah di sekitar perairan pantai Zebolo, Kecamatan Mandrehe Barat.

Seluruh penumpang yang berjumlah enam orang bersama tekong melompat ke air untuk menyelamatkan diri, dan diselamatkan kapal motor yang dinakhodai Asril Hia.

Namun akibat kejadian itu, salah seorang penumpang perempuan Mariana Zalukhu alias Ina Wazo tewas, sedangkan tekong yang membawa kapal Rifan Waruwu kritis dan sedang dirawat di Puskesmas Sirombu.

Kasi Binmas Polsek Sirombu Aiptu Osiduhugo Daeli membenarkan adanya kejadian kapal motor terbalik dan tenggelam tersebut. “Benar, kini semua korban masih dalam penanganan di Puskesmas Sirombu,” jelasnya.

Sementara Kapolres Nias AKBP Deny Kurniawan mengatakan korban tewas itu berjenis kelamin perempuan warga Desa Faeku Naa, Kecamatan Afulu, Nias utara.

“Korban yang meninggal nggak bisa berenang. Kejadian itu murni karena badai,” ungkapnya.

“Masing-masing perahu ditumpangi oleh enam orang. Kapal pertama sampai di Desa Sirombu. Kapal kedua kena ombak. Kapal itu pecah, masuk air kemudian karam,” imbuhnya.

Badai terjadi di Goso Moro’o. Saat itu perahu tersebut kemasukan air, lalu mesin perahu mati dan tidak bisa hidup lagi.
Jadi, pada saat itu, penumpang yang ada di perahu menyelamatkan diri masing-masing dengan cara berenang ke tepi pantai. Namun, dari enam penumpang, satu di antaranya tidak bisa berenang. Korban Mariana Zaluku tidak dapat diselamatkan.

Selain korban meninggal, nakhoda KM Usman Laoli juga sempat tenggelam tapi dapat menyelamatkan diri. Usman mengalami luka.
“Begitu kejadian, personel kita gabungan dari polsek dan koramil langsung mengevakuasi korban,” tandasnya.

Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Sirombu untuk mendapatkan perawatan dan pertolongan medis. Sementara itu, korban tewas hari (kemarin, red) ini sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. (ant/dc/int)

Penghuni Rumah Kos-kosan Ditemukan Tak Bernyawa

Effendy ditemukan tewas di kamar kos-kosan di Gang Jae Prima, Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kota Siboolga. (Toga Sianturi/New Tapanuli)

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota digegerkan penemuan sesosok mayat di dalam kamar kos-kosan di Gang Jae Prima, Sabtu (29/6) sekira pukul 08.30 WIB.

Dari informasi yang diperoleh, jenazah tersebut merupakan penghuni kamar kosan milik Irwan Lubis. Dari KTP yang ditemukan, korban bernama Effendy (56), warga Griya Waringin Elok, Kelurahan Cimanggis, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

Yang pertama kali menemukan Effendy sudah tak bernyawa adalah Irwan sebagai pemilik kos. Bermula dari kecurigaannya terhadap pria yang berprofesi sebagai nelayan tersebut, yang tidak pernah keluar dari kamarnya. Dia kemudian mencoba mengetuk pintu kamar Efeendy berulang kali, namun tidak ada jawaban. Lantas, dia pergi melapor ke rumah Kepling setempat.

“Maksudnya mau membangunkannya (Effendy), diketuk-ketuk pintu kamarnya, gak ada jawaban. Karena curiga, dia lalu melapor ke Kepling, Pak Suhardi” kata Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin.

Bersama Kepling, Irwan mencoba membuka paksa pintu kamar kos-kosan tersebut dengan cara mencongkel dengan linggis. Setelah terbuka, merekapun kaget melihat Effendy sudah tidak bernyawa dengan kondisi tergeletak di lantai.

“Mereka lihat, sudah meninggal dunia. Posisinya, di lantai,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi, diketahui bahwa almarhum sebelumnya punya riwayat sakit jantung.

“Menurut pemilik kos (Irwan) almarhum memang sudah mengidap penyakit jantung sebelumnya. Dari KTPnya, dia ini adalah warga Kabupaten Bogor, yang tinggal di kos-kosan, bekerja sebagai nelayan,” pungkasnya.

Kemudian masih kata Sormin, dari hasil pemeriksaan tim medis rumah sakit, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Effendy.

“Dilakukan visum luar, dan tidak ada tanda kekerasan,” terang Sormin.

Selanjutnya, jenazah dijemput keluarganya, Hendra Pakpahan, warga Pondok Batu Tapteng untuk disemayamkan di Kampung Halamannya di Pangaribuan, Tapanuli Utara. “Sore itu, langsung dijamput pihak keluarganya. Rencananya, akan di makamkan di Pangaribuan Tapanuli Utara,” pungkasnya. (ts/nt/sp)

Simalungun Raih 13 Medali di Porprovsu 2019

Upacara penghormatan pemenang juara kelas putra I, Cabor pencak silat, pengalungan medali oleh Parsaoran Simanullang.

MEDAN, SUMUTPPOS.CO – Tim atlet Simalungun berhasil meraih 1 medali emas, 3 perak dan 9 perunggu dalam Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara tahun 2019 yang berakhir, Sabtu (29/6). Porprovsu berlangsung di Medan, mulai tanggal 22-29 Juni.

Ketua Harian KONI Simalungun Parsaoran Manullang, sekaligus ketua kontingen, Jumat (28/6) mengatakan, seluruh atlet Porprovsu dari Simalungun sudah menyelesaikan pertandingan masing-masing. Total medali yang diraih sebanyak 13 medali.

Ada pun medali emas diraih Satria Wibowo, dari cabang olahraga Pencak Silat Putra I. Sedangkan medali perak diraih dari cabang Taekwondo kelas over 73 Kg atas nama Nindi Novia Sohna, dari cabang angkat besi kelas 72 Kg putri atas nama Dessy H Sianipar dan dari cabang karate kata beregu juga menyumbangkan satu medali perak.

Sementara 9 medali perak, diraih dari cabang karate kata perorangan putri atas nama Chehafni Damanik, dan komite perorangan putri 68 Kg atas nama Susi Saragih.

Cabang lahraga taekwondo kelas under 53 Kg putri atas nama Prasmasari, dan kelas under putri 62 Kg atas nama Putri Cristina.

Atletik menyumbang 3 perak, yakni dua medali disumbangkan Pesta Rameria Simanjuntak untuk kelas lari 10.000 meter dan kelas steplechase 3.000 meter.

Pencak silat kelas putra diraih M David dan Faisal Ahmad. (esa/ms/sp)

Asyik, Naik Motor ATV Kelilingi Kebun Teh Sidamanik

Salah satu pengunjung Kebun Teh Sidamanik mecoba menjajal motor ATV untuk mengelilingi kebun.

SIDAMANIK, SUMUTPOS.CO – Pengelola sisata Kebun Teh Sidamanik, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun kini menyeediakan motor ATV (All Terrain Vehicle) untuk hiburan bagi pengunjung. ATV digunakan berkeliling kebun sambil menikmati pemandangan indah teh dan hembusan udara sejuk.

Lokasi wisata Kebun teh ini selalu dipadati pengunjung setiap hari Sabtu, Minggu dan hari-hari besar. Banyak pengunjung datang dari berbagai daerah seperti Kota Medan, Rantau Prapat, Aceh, Kisaran, Kota Pematangsiantar dan Kota Tebing Tinggi.

Biasanya Motor ATV disediakan pada tempat wisata yang berada di pinggir pantai dan pusat Kota, namun untuk menambah kegembiraan dan kepuasan pengunjung, masyarakat Sidamanik menyediakan motor ATV untuk berkeliling keliling menikmati hijau pemandangan kebun teh.

Pengusaha Motor ATV, Edi (43) warga Kelurahan Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik saat dikonfirmasi di lokasi wisata kebun teh, Sabtu (29/6) sekira Pukul 13.00 WIB, mengatakan bahwa pihaknya menyediakan motor ATV baru seminggu.

“Iya, kita sudah mengetahui bahwa kebun teh Sidamanik ini adalah satu-satunya tempat wisata kebun teh yang terkenal di Provinsi Sumatera Utara, selain berselfie ria, kita juga sediakan Motor ATV untuk berkeliling keliling seputaran kebun teh,” imbuhnya.

Lanjut Edi, rutenya tergantung pengunjung yang akan membawa motor ATV sampai kemana.”Sampai berapa jam dan rutenya ya tergantung pengunjung sampai kemana dia mau dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Masih Edi mengutarakan bahwa bisnis rental motor ATV itu dia lakukan karena sebelumnya ia juga pernah ikut berbisnis rental motor ATV dengan keluarnya di Lapangan Kota Binjai.

“Sebelumnya aku ikut ma keluarga ada di Binjai, bisnis rental motor ATV juga di tempat wisata lapangan Kota Binjai, jadi aku langsung berpikir, buat bisnis dikampungku, cocoknya di kebun teh Sidamanik ini,” ungkapnya.

Dedi Saputra Damanik (29), warga sekitar kepada awak media ini mengatakan selain Motor ATV, pihaknya telah menyediakan tempat selfie dengan background yang bagus.

“Di lokasi kebun teh juga kita disediakan tempat selfie yang bagus bagi pengunjung, tidak hanya itu, juga makanan seperti nasi, gorengan, rujak, bakso, kacang-kacangan, menjual teh hijo dan bubuk teh asli Sidamanik,” sebutnya.

Putra menambahkan bahwa dekat kebun teh Sidamanik juga terdapat banyak objek wisata seperti Air terjun Bah Biak, Aek Manik, Simata Huting dan Pemandian Bah Dam.

Sementara, Bella (30) warga Kota Medan bersama pacarnya Fadly saat ditanyai merasa senang dapat menaiki motor ATV mengelilingi kebun teh.

“Ya senang, pemandangannya indah dan udaranya sejuk, jika dibandingkan kota Medan udaranya panas, di sini segar, otak pun fresh, asyiklah keliling kebun teh naik motor ATV,”katanya.

Berbeda dengan Rianna (35) warga Kota Kisaran bersama keluarganya mengatakan bahwa mereka sengaja membawa bekal dan makan bersama keluarganya di kebun teh.

“Kami sudah dua kali liburan bersama keluarga kesini, karena memang pemandangannya sangat bagus dan udaranya segar, setelah berselfi ria, kami makan bersama, sengaja bontot dari rumah, di sini makan jadi selera, seperti makan di ladang,” ucapnya. (Mag05/ms/sp)

HUT ke-73 Bhayangkara, Polres Siantar Gelar Lomba Mancing

HUT ke-73 Bhayangkara, Polres Siantar Gelar Lomba Mancing

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Untuk memeriahkan HUT ke-73 Polri, Kapolres Pematang Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu SIK MSi mengadakan perlombaan memancing, Sabtu (29/6/19).

Lomba mancing ini bekerja sama dengan pemilik Kolam Pancing Sibatu Batu Indah, D Purba, tepatnya di Jalan Sibatu batu, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Perlombaan memancing diikuti sebanyak 57 orang peserta, dengan waktu 2,5 jam. Lomba ini memperebutkan juara satu sampai dengan jura tiga dengan kategori juara pertama sampai dengan jura tiga memperebutkan timbangan terberat dan hadiah hiburan pertama sampai dengan ke tiga memperebutkan ikan terbanyak oleh peserta pemancing.

Kegiatan ini diikuti oleh Personel Pematangsiantar dengan persyaratan alat pancing tidak lebih dari satu pada setiap peserta dan tidak diperbolehkan menggunakan umpan hidup. Adapun sebagai ketua panitia perlombaan memancing ini adalah Kabag Ren Kompol Sandiaman Purba.

Perlombaan itu dimenangkan oleh Kasat Intel AKP Sucipto Samosir sebagai juara I dan mendapat hadiah sebesar Rp2 juta. Kemudian juara II diraih oleh Aiptu Supriono dan mendapatkan hadiah sebesar Rp1,5 juta. Kemudian juara III diraih oleh Aiptu Eka Pribadi dengan mendapat hadiah sebesar Rp1 juta.

Kemudian untuk juara harapan satu dengan hadiah Rp1 juta diraih oleh Aiptu Wilson Silalahi, harapan dua dengan hadiah Rp750 ribu diraih Aiptu Amri Damanik, juara harapan tiga diraih oleh Kabag Sumda Kompol J Purba dengan hadiah Rp500 ribu. (mag03/pra)

Gara-gara Burung, Pemuda Tewas Kesetrum

Kondisi Adi Syahputra yang tewas setelah tersengat listrik. (Bayu Sahputra/Metro Asahan)

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kapolsek Air Batu IPTU Rianto SH MAP menjelaskan, Adi tersengat gegara seeokor burung perkutut miliknya yang lepas dari kandang. Burung miliknya itu sempat hinggap di salah satu pohon sawit sebelah rumahnya. Saat itu juga Adi berusaha menangkap burung miliknya itu dengan menggunakan gagang egrek yang terbuat dari almunium.

Kemudian, burung perkutut itu hinggap di ujung gagang egrek yang dijalakan oleh Adi. Naas, Adi terpeleset dan terjatuh sehingga gagang egrek tersebut menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi. Adi dan burung perkutut miliknya tewas tersegat listrik.

“Saya mendapat laporan dari kades. Kemudian lansung saya perintahkan Kanit Reskrim beserta anggota untuk menuju ke TKP,” jelasnya.

Mantan Kapolsek Pulau Raja itu menejelaskan bahwa ia mendapatkan keterangan kejadian dari dua orang saksi yang bernama Adi dan Mbah Supri.

“Selanjutnya pihak keluarga korban membuat surat pernyataan bahwa tidak setuju kalau korban dilakukan autopsi. Karena menurut dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, kematian korban murni karena tersengat listrik,” pungkasnya. (bay/ma/sp)

Caleg PDIP Binjai Bantah Masih Pengurus NasDem

ist
BUKTI: Ryan Wijaya, Caleg PDIP menunjukkan bukti bahwa dia tidak lagi pengurus DPD NasDem Kota Binjai, Minggu (30/6).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ryan Wijaya, Calon legislatif (Caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membantah dualisme pengurus partai politik (parpol). Dia juga menepis jika disebut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Binjai, dr Edy Putra sebagai anggota ataupun pengurus NasDem Binjai serat Dewan Pimpian Wilayah (DPW) NasDem Sumut.

Ryan hanya mengakui dulu pernah berstatus sebagai anggota DPD Partai NasDem Kota Medan. “Cuma beberapa bulan. Enggak ingat saya tahunnya,” kata Ryan, Minggu (30/6).

Saat itu, menurut dia, Ketua DPD Partai NasDem Kota Medan dijabat Afif Abdillah. Ryan dianggap potensial saat keanggotaan di Paguyuban Suku Tionghoa Indonesia. Karenanya, Ryan diajak bergabung di Nasdem. Namun pada akhirnya, saat melamar sebagai bakal calon legislatif di Kota Binjai, Ryan mengklaim sudah tidak berbaju NasDem.

Pria berkacamata ini loncat ke PDIP Kota Binjai yang akhirnya menjadi Caleg Dapil I, Binjai Kota-Binjai Barat.

“Saya menanggapi positif saja, jadi terkenal,” tambahnya.

Karena itu, pernyataan dr Edy Putra dibantah oleh Ryan. “Saya tidak pernah merasa menjadi anggota ataupun pengurus NasDem Binjai. Begitu juga dengan pengurus DPW Nasdem Sumut,” tandasnya sembari menunjukkan Surat Keputusan Nomor 118-SK/DPP-Nasdem/IV/2018 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Johnny G Plate.

“Buktikan, lihatkan foto saya waktu pelantikan, ada atau tidak,” tambah dia.

Ditanya langkah ke depan bagaimana, Ryan masih menunggu. “Waktu itupun (DPD NasDem Medan) bukan pengurus. Cuma anggota biasa-biasa, secara administratif enggak ada, dari Nasdem Medan sudah keluar surat pengunduran diri pakai kepala surat NasDem dan stempel yang ditandatangani Sekjen Arifin,” ujarnya.

Dia menambahkan, selama proses pencalegan bersama PDIP ke KPU tidak pernah masuk sanggahan dari NasDem. KPU pun meloloskan Ryan karena telah memenuhi syarat. “Di KPU dari awal enggak pernah disanggah, saya penuhi semuanya,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat Kota Binjai, dr Edy Putra membenarkan Ryan Wijaya pernah diamanahkan sebagai pengurus menjadi Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Partai NasDem Kota Binjai. Jabatannya sebagai Wakil Ketua Bidang OKK Partai NasDem Kota Binjai berdasarkan SK Nomor : 188-SK/DPP/NasDem/IV/2016.

“Itukan dulu dia pernah jadi pengurus kita (Partai NasDem). Dulu tahun 2016. Nah setelah itu, dia enggak tahu rimbanya. Dia pengurus situ, tadinya orang ketiga. OKK dia (Ryan),” ujar Edy.

Selebaran surat yang ditulis pada 25 Mei 2019 dengan kepala surat bertuliskan DPD Partai NasDem Kota Binjai beserta lambang parpol ini ditandatangani Ketua dr Edy Putra dan Wakil Sekretaris Zubri Maktur Harahap serta berstempel yang menjelaskan Ryan belum pernah menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi dari partai besutan Surya Paloh tersebut.

Menurut Edy, PDIP tempat berlabuhnya Ryan sekarang menyoalnya. “Sekarang dipermasalahkan pengunduran diri. Pengunduran diri ke kami belum ada (Partai NasDem),” jelas Edy.

“Setelah itu (pindah ke PDIP), dia kan enggak ada kata dia pindah. Enggak ada secara tertulis,” sambung Edy.

Karenanya, sepengetahuan dr Edy, Ryan belum ada mengundurkan diri secara tertulis yang ditujukan kepada DPD Partai NasDem Kota Binjai. “Sepengetahuan kita, enggak ada masuk ke kemari (pengurus). Enggak ada ngomong apa-apa,” kata Edy.

Bahkan, sambung Edy, Ryan juga sebagai pengurus di DPW Partai NasDem Sumut. Sayang, Edy mengaku tidak tahu jabatan apa yang diembannya pada DPW Partai NasDem Sumut.

“Jadi intinya kalau kami sesuai SK itu, belum pernah mengundurkan (diri). Belum ada,” beber Edy. “Kalau pengunduran dirinya itu enggak ada, enggak ada secara resmi. Intinya kalau surat pengunduran diri sampai hari ini enggak ada,” jelasnya. (ted/azw)

Pemilihan Wali Kota Medan 2020 ,Oktober KPU Ajukan Anggaran ke Pemko Medan

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan tengah melakukan penyiapan anggaran pelaksanaan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Periode 2020-2020. Anggaran yang diusulkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan itu akan dimasukan dalam Perubahan Anggaran Belanja Daerah (P-APBD) Kota Medan 2019.

“Saat ini, kita sedang mengajukan anggaran. Tapi, belum final, yang kita usulkan besarannya sekitar 10 persen lebih besar dibanding anggaran Pilkada Medan 2015 lalu sekitar Rp56,6 miliar,” beber Komisioner KPUD Kota Medan, Nana Miranti, Minggu (30/6).

Nana menjelaskan dalam anggaran diajukan biaya terbesar itu untuk honor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS), dan anggota PPS. Termasuk di dalamnya penyediaan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Penyediaan TPS memang cukup besar jumlahnya. Jadi, untuk saat ini kami masih menunggu petunjuk dari KPU RI, sedangkan perekutan PPS, PPK, KPU akan dilakukan delapan bulan sebelum pelaksanaan, tepatnya Januari 2020,” urai Nana.

Untuk diketahui sesuai draf dan jadwal Pemilihan Wali Kota Medan 2020 itu berlangsung Juni hingga September 2019, kemudian perencanaan program dan anggaran berlangsung Juni hingga 31 Agustus 2019. Penyusunan peraturan dan keputusan penyelenggaraan berlangsung Januari-1 Maret 2020 serta pembentukan PPK, dan PPS.

Selanjutnya, 20 Febuari-26 Maret 2020. Penerimaan dan pengelolaan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) berlangusng 27 Maret- Juli 2020. Pemuktahiran DPT. Kemudian, 26 Oktober 2020 penetapan jumlah minimum dukungan penyalonan dan pasangan calon perseorangan berdasarkan rekapitulasi DPT terakhir.

Selanjutnya, 28 Febuari-3 Maret 2020 penyerahan syarat dukungan calon perseorangan, 28-30 April 2020 pendaftaran pasangan calon, dan 13 Juni 2020 penetapan pasangan calon.

Nana kembali mengatakan sesuai dengan uji publik yang dilakukan KPU RI untuk Pilkada Serentak 2020 akan berlangsung pada tanggal 23 September 2020.”Kalau tidak ada perubahan Pilkada serentak 2020 berlangsung 23 September 2020, ada 270 daerah yang akan melaksanakan pilkada serentak,” terang Nana. Meski tahapannya dilakukan KPU daerah, menurut Nana seluruh petunjuk pelaksanaannya tetap menunggu KPU RI.” Sampai saat ini masih uji publik tingkat Kota Medan, tahap itu dilakukan sejak September 2019,” pungkasnya. (gus/azw)

Bersatu & Kembali Bekerja, Jokowi-Ma’ruf Resmi Presiden dan Wapres Terpilih

FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS/jpg
TERPILIH: Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin bersama Komisioner KPU saat penetapan Presiden dan Wakil Presiden 2019 terpilih di kantor KPU, Jakarta, Minggu (30/6). KPU menetapkan pasangan 01 Jokowi dan Maruf Amin unggul dengan perolehan suara 55,05 persen.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Status paslon peserta pemilu untuk Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno resmi berakhir kemarin (30/6). KPU secara resmi menetapkan Jokowi-Ma’ruf sebagai presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia untuk periode 2019-2024. Saatnya bersatu dan kembali bekerja.

Tensi politik sendiri mulai turun sejak MK selesai membacakan putusan Kamis (27/6) lalu. Apalagi, Prabowo-Sandiaga juga telah menyatakan menerima putusan MK.

Meskipun tanpa ucapan selamat kepada Jokwi-Ma’ruf. Prabowo dan Sandiaga juga tidak hadir dalam penetapan presiden dan wapres terpilih kemarin. Sofa di samping Jokowi-Ma’ruf kosong.

Momen penetapan berlangsung dalam suasana yang hangat. Jokowi dan Ma’ruf tiba di KPU pukul 15.52 dengan menumpang mobil Kijang. Tanpa didampingi istri masing-masing, keduanya kompak mengenakan atasan warna putih.

Mereka disambut oleh Komisioner KPU Hasyim Asy’ari dan Sekjen KPU Arif Rahman Hakim dan lanngsung menuju ruang rapat pleno di Aula lantai 2 KPU Selanjutnya, Komisioner KPU Evi Novida Ginting membacakan berita acara penetapan presiden dan wapres terpilih. Dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan KPU yang isinya menetapkan Jokowi dan Ma’ruf sebagai presien dan wakil presiden terpilih. SK tersebut lantas diserahkan kepada Jokowi-Ma’ruf.

Momen akrab yang seharusnya menjadi milik keempat tokoh sedikit berubah. Hadir mewakili Prabowo menerima salinan SK adalah Kabid Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburrokhman. Usai menerima salikan SK, dia tidak langsung kembali ke kursinya. Melainkan mendatangi kursi Jokowi dan Ma’ruf. Habiburrokhman dengan takzim mencium tangan Ma’ruf, dilanjutkan menyalami Jokowi.

Jokowi mengawali sambutaannya usai menerima SK, dengan mengucap terima kasih kepada para pemilihnya yang telah memberi amanat. Pemilih Jokwi-Ma’ruf tercatat berjumlah 85.607.362 orang atau setara 55,5 persen suara sah pilpres. ’’Untuk melanjutkan tugas sejarah mengemban amanat pekerjaan (dari) rakyat, membawa seluruh rakyat Indonesia menuju Indonesia maju,’’ ucapnya.

Dia menjanjikan upaya keras untuk melanjutkan pondasi yang telah dibangun saat periode pertamanya bersama Wapres Jusuf Kalla. Sekaligus mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar. ’’Tidak bisa dibangun oleh satu orang, dua orang, atau sekelompok orang,’’ lanjut mantan pengusaha meubel asal Solo itu.

Atas dasar itulah, dia mengajak semua pihak tanpa kecuali untuk ikut mengambil peran dalam memajukan bangsa. Khususnya Prabowo dan Sandiaga Dia yakin keduanya adalah patriot yang menginginkan Indonesia semakin kuat, maju, adil, dan makmur.

Selain itu, dia mengajak seluruh rakyat untuk berhenti berselisih atas nama dukungan terhadap peserta pemilu. Dia mengakui, perbedaan pilihan politik tersebut memang sempat membelah rakyat. ’’Kita harus bersatu kembali menjadi indonesia, negeri Pancasila yang mempersatukan kita semuanya,’’ ucap Jokowi.

Hal yang sama juga disampaikan kepada awak media yang menanti dia di tenda di halaman KPU. Tidak da lagi 01 dan 02. ’’Jangan sampai ada lagi antartetangga tidak saling sapa, antarkawan tidak saling omong karena kita adalah saudara sebangsa dan setanah air,’’ ujar ayah tiga anak dan kakek dua cucu itu.

Senada, Ma’ruf juga mengajak rakyat untuk fokus pada perjalanan berikutnya. Yakni, bekerja bersama-sama mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk kembali rukun. ’’Mari kita sambung kembali tali silaturahmi sebagai sesama bangsa,’’ ucapnya. Sebab, banyak pekerjaan yang masih harus diselesaikan dan memerlukan kebersamaan.

Ma’ruf juga menyatakan bahwa penetapan dirinya dan Jokowi sebagai presiden dan wapres terpilih adalah amanat dari rakyat Indonesia. ’’Amanah dan tanggung jawab ini kami terima dengan ridho dan ikhlas, dan kami berjanji untuk bekerja keras,’’ tambah mantan Ketua Umum MUI itu.

Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, penetapan tersebut merupakan tindak lanjut perintah UU pemilu dan turunannya, termasuk peraturan KPU tentang tahapan, program, dan jadwal pemilu 2019. Juga tindak lanjut SK penetapan hasil pemilu 2019 yang juga diperkuat dengan putusan MK yang menolak permohonan paslon 02.

SK tersebut, lanjut Arief, tidak hanya diserahkan kepada presiden dan wapres terpilih. Melainkan juga sejumlah lembaga negara terkait. Yakni kepada Presiden, MPR, DPR, MK, dan MA. Juga diserahkan kepada Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), serta partai-partai politik. Juga tentu saja, kepada Prabowo-Sandiaga.

Penetapan tersebut menandakan selesainya tugas KPU untuk sesi pilpres 2019. Kini, bola konstitusi telah dioper ke gedung MPR. Jokowi dan Ma’ruf akan mengucapkan sumpah/janji sebagai presiden dan wapres di hadapan sidang paripurna MPR 20 Oktober mendatang. setelah ini, KPU akan melanjutkan tugas menghadapi sidang sengketa hasil piled di MK.

Komisioner KPU Ilham Saputra menuturkan, SK tersebut sekaligus merupakan usulan pelantikan presiden dan wakil presiden kepada MPR. ’’Mungkin kami akan buat surat pengantar kepada MPR untuk kemudian proses pelantikannya diserahkan kepada mereka,’’ terangnya. Yang jelas, salah satu syarat pelantikan adalah SK KPU tentang penetapan presiden dan wapres terpilih.

Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyantomemastikan bakal ada selebrasi atas penetapan Jokowi dan Ma’ruf sebagai pemimpin terpilih. Mengingat, proses pemilu termasuk kampanyenya sudah berlangsung begitu lama. ’’Tapi tidak berlebihan,’’ ucapnya memberikan jaminan.

Dia mencontohkan PDIP yang menjadi kampiun untuk kedua kali secara berturut-turut di Pileg. Partainya tidak melakukan selebrasi. ’’Justru kami melakukan evaluasi agar ke depan bsia menjadi lebih baik lagi,’’ lanjut pria yang juga menjabat sebagai sekjen PDIP itu.

Hasto menambahkan, Jokowi-Amin di awal masa kerjanya akan meletakkan dasar-dasar gerak cepat untuk pembangunan SDM. Beberapa waktu belakangan, Jokowi memang menegaskan bahwa dia akan fokus membangun SDM di periode kedua. ’’SDM ini menyentuh seluruh aspek. Dari etika, mentalitas hingga semangat juangnya,’’ tambahnya.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra Hendarsam Marantoko menjelaskan bahwa ketidakhadiran Prabowo maupun Sandiaga bukan tanpa alasan. Khususnya pada Prabowo. ’’Karena memang sudah ada agenda sebelumnya yang sudah ditetapkan dan tidak bisa diganti atau diubah,’’ terangnya tanpa mau menyebut agenda yang dimaksud.

Lagipula, pada esensinya penetapan tersebut adalah salah satu tahapan yang dijalankan KPU dalam pemilu. Agenda tersebut, lanjutnya, memang penting. Namun bukan juga agenda luar biasa yang menyebabkan prabowo harus datang. Apalagi secara hukum memang tidak ada kewajiban bagi Prabowo untuk hadir.

’’Kemungkinan besar pak Prabowo akan datang pada saat pelantikan,’’ tambahnya. Itu akan mengulang momen pada 2014. Menurut Hendarsam, momen pelantikan tersebut lebih sakral. Yang dia bayangkan, Prabowo akan hadir di pellantikan dan memberikan ucapan selamat secara resmi kepada Jokwi dan Ma’ruf.

Jokowi mengatakan, dia akan sangat bahagia bila Prabowo bersedia hadir dalam momen pengucapan sumpah/janji 20 Oktober mendatang. Untuk saat ini, yang paling penting adalah melanjutkan kerja-kerja untuk kepentingan negara dan rakyat Indonesia. ’’Besok (hari ini, red) kita masih kerja,’’ tutupnya. (byu)