31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 5220

KNRP Sumut Gelar Halalbihalal

HUMAS KNRP SUMUT FOR SUMUT POS
HALALBIHALAL: Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Sumut, menggelar halalbihalal di Rumah Makan Mie Ayam Jamur, Medan, Sabtu (29/6).
HUMAS KNRP SUMUT FOR SUMUT POS
HALALBIHALAL: Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Sumut, menggelar halalbihalal di Rumah Makan Mie Ayam Jamur, Medan, Sabtu (29/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menjalin silaturahim, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Sumatera Utara menggelar halalbihalal di Rumah Makan Mie Ayam Jamur, Jalan Abdullah Lubis Medan, Sabtu (29/6). Ketua KNRP Sumut, Ustad Sarwedi Hasibuan pada pembukaan halalbihalal berpesan, pentingnya silaturahim dan kebersamaan dalam amal-amal ke-Palesina-an.

Sebagai pengurus KNRP, sebut Ustad Sarwedi, yakinlah bahwa amal-amal Palestina ini menjadi modal untuk berjumpa Allah di ‘kampung akhirat’ kelak. “Semoga kita istiqomah dan ikhlas dalam membersamai perjuangan saudara-saudara kita di Palestina hingga merdeka,” kata Ustad Sarwedi.

Ustad Sarwedi juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya kepada seluruh relawan dan pengurus KNRP Sumut serta daerah yang sudah dilantik. Acara ini diisi pula dengan materi penguatan, di antaranya oleh Penasehat KNRP Sumut Ustad Hidayatullah dan Pembina KNRP Sumut Ustad Salman Alfarisi.

Setelah doa, acara dilanjutkan dengan penguatan relawan dan pengurus KNRP se-Sumatera Utara oleh KNRP Pusat Ustad Ahmad Rifai serta pemberian bingkai piagam penghargaan untuk para donatur. (rel/adz)

Oknum Polisi Kurir 15 Kg Sabu Dituntut 20 Tahun

TUNTUTAN: Brigadir Sofiyan dan Alawi Muhammad, terdakwa kurir sabu 15 kg menjalani sidang tuntutan, Senin (1/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Brigadir Sofiyan (35) dan rekannya Alawi Muhammad alias Otong (21), dituntut masing-masing pidana 20 tahun penjara. Keduanya dinyatakan terlibat menjadi kurir sabu seberat 15 kg dalam sidang yang berlangsung di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (1/7).

“Meminta agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menghukum terdakwa dengan pidana penjara masing-masing 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Apabila denda tidak dibayar maka terdakwa dipidana 6 bulan kurungan,” kata JPU Mutiara Delima di hadapan majelis hakim yang diketuai Deson Togatorop, Senin (1/7).

Dalam dakwaan disebutkan, Sofiyan merupakan warga Jalan Yos Sudarso Gang Walet, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. Sementara Alawi berdomisili di Jalan Sudirman Km 6 Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Sumut.

“Terdakwa bersalah melanggar perbuatan yang diatur dalam Pasal 114 (2) juncto Pasal 132 (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar JPU.

Sofiyan dan Alawi ditangkap di Jalan Asahan Sangnawaluh, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, Minggu (20/1) sekira pukul 01.30 WIB.

Mereka kedapatan membawa dua tas berisi 14,87 Kg sabu-sabu. Satu tas memuat 12 bungkus berisi 11,976 gram sabu-sabu, sedangkan satu lagi berisi 3 bungkus sabu-sabu dengan berat bersih 2,994 gram.

Kedua terdakwa menggunakan mobil Toyota Rush warna abu metalik BK 1486 PJ milik Sofiyan untuk membawa sabu-sabu dari Game Zone di Jalan Ahmad Yani, Tanjungbalai.

Mereka akan menyerahkan barang haram itu kepada seseorang yang belum dikenal di Pematangsiantar. Belum sempat menyerahkan narkotika itu, mereka ditangkap tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut.

Usia persidangan, kedua terdakwa akan menyiapkan nota pembelaan yang akan dibacakan paad sidang pekan depan.(man/ala)

Perampok Sadis di Belawan Diringkus

Perampok ditembak-Ilustrasi
Ilustrasi

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Personel Satreskrim Polres Belawan, menangkap seorang buronan kasus perampokan. Hendrawan alias Bukong (25) warga Gang II Selebes Titi Panjang, Kecamatan Medan Belawan, terpaksa menahan pengap sel tahanan Mapolres Belawan.

Ia ditangkap di Jalan Pelabuhan Raya. Persis di depan PT PHG, Kecamatan Medan Belawan, Senin (1/7).

Pelaku sebelumnya merampok Umaruddin (59) warga Jalan Pandu Raya, Blok M, Nomor VI, Desa Sena, Kecataman Batangkuis, Kabupaten Deliserdang.

Korban dirampok di depan PT Smart, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Belawan, 18 Juli 2016.

“Pelaku yang berprofesi sebagai buruh bangunan beraksi bersama tiga orang rekannya,” ujar Kasat Reskrim Polres Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra SIK, Senin (1/7).

Saat itu, korban hendak pulang kerja dari PT Waruna menggunakan mobil box Toyota BK 8089 DA. Seperti biasa, korban memilih rute Jalan Pelabuhan Raya.

Tepat di depan PT Smart, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, pelaku bersama rekan-rekannya langsung menghadang dan merampas telepon selular korban. Kemudian, menusuk lengan tangan korban.

“Setelah para pelaku berhasil mengambil telepon seluler, kemudian mereka kabur meninggalkanya. Sehingga korban yang merasa keberatan atas tindakan tersebut lalu membuat laporan ke Mapolres Pelabuhan Belawan,” kata Jerico.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas yang melakukan penyelidikan berhasil mengidentifikasi pelaku di pinggir Jalan Pelabuhan Raya. Tepatnya di PT PHG Belawan.

“Memperoleh informasi keberadaan tersangka. Panit Resum, Ipda Hamzar Nodik langsung menuju ke lokasi dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan,” terang Jerico.

Usai diamankan, pelaku yang dikenal sadis saat beraksi tersebut langsung digelandangkan ke Polres Belawan untuk diproses lanjut.

“Imbas perbuatanya, yang bersangkutan kita jerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara,” ujar mantan Kasubag Munjab Polda Sulteng ini.

Hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatanya bersama tiga rekannya.

“Ketika diinterogasi, tersangka mengakui sudah berulangkali melakukan aski serupa di wilayah hukum Polres Belawan bersama tiga rekannya yang saat ini tengah dalam pengejaran petugas,” tandasnya.(fac/ala)

Usai Tenggak Racun Tikus, Warga Dairi Gantung Diri

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
OLAH TKP: Anggota Polsek Tigalingga melakukan olah TKP di sekitar jenazah Saingot Banurea, yang tewas gantung diri.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Diduga bunuh diri dan telan racun tikus, Saingot Banurea (50) ditemukan tewas tergantung diri di areal perladangan, Senin (1/7).

Tepatnya di Km 9, Desa Gunung Meriah, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi.

“Saingot pertama kali ditemukan tewas oleh, Halomoan Maha warga sekitar saat mencari semut unpan pancing sekira pukul 10 pagi,” ujar Plt Kepala Desa Gunung Meriah, Hasanuddin Pasaribu bersama Baur Intel Polsek Tigalingga Kepolisian Resor Dairi, Bripka W Dermawan kepada wartawan, Senin (1/7) di lokasi kejadian.

Temuan itu langsung dilaporkan ke warga lainnya. Kemudian diteruskan ke Pemerintah Desa dan Kepolisian.

“Kakak kami ini sudah lama tak datang ke rumah kami. Kami tidak tahu kakak sudah di kampung,” tutur adik kandung korban, Sahirin Banurea (44) kepada wartawan di lokasi.

Pasalnya, menurut Sahirin selama ini yang mereka ketahui korban bekerja di Medan sebagai pembantu rumah tangga.

“Saya tadi ditelepon bahwa kakak meninggal, makannya saya datang,” ungkapnya.

Informasi dari warga sekitar menyebut, korban sudah ada di kampung sejak Sabtu (29/6) lalu.

Baur Intel Polsek Tigalingga Bripka W Dermawan mengatakan, gadis tua itu meninggal diduga gantung diri di salahsatu pohon yang ada di perladangan orangtuannya. Saat ditemukan, korban tergantung menggunakan seutas tali.

“Sebelum gantung diri, diduga korban meminum racun tikus. Pasalnya, pas digeledah didapati 1 bungkus racun tikus di kantong celana bagian kanan yang sudah separuh diduga dimakan,” ucap Dermawan.

Dermawan menambahkan, jenazah wanita itu sudah dievakuasi ke RSUD Sidikalang. Selanjutnya akan diserahkan ke pihak keluarga.(mag-10/ala)

Kabur lalu Kampak Polisi, Pembunuh Kader IPK Ditembak Mati

IDRIS/SUMUT POS
PERLIHATKAN: Satuan Reskrim Polrestabes Medan menunjukkan barang bukti yang disita dari pelaku pembunuhan kader IPK, beberapa waktu lalu.

PERCUT, SUMUTPOS.CO – Satu lagi pembunuh Jarisman Saragih, kader Ikatan Pemuda Karya (IPK) yang tewas dibantai beberapa waktu lalu, diringkus personel Satreskrim Polrestabes Medan. Namun, tersangka terpaksa ditembak mati karena melawan petugas saat akan ditangkap.

SURIONO alias Nano (37) meregang nyawa ditembus timah panas petugas. Dari warga Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang itu, petugas menyita diamankan sejumlah barang bukti.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengaku, Nano ditembak mati karena melawan petugas saat dilakukan penangkapan dari sebuah gubuk di sekitar rumahnya, Jumat (28/6) lalu. Tepatnya di lahan garapan Kampung Agas, Desa Sampali.

Pelaku yang ditengarai sebagai otak pelaku dan eksekutor itu, menyerang petugas menggunakan kampak yang dibawanya.

“Anggota kemudian memberikan tembakan ke arah kaki tersangka. Tapi, tersangka tetap menyerang dengan mengayunkan kampak ke arah petugas yang mencoba mengamankannya,” ujar Putu dalam keterangannya di Mapolrestabes Medan, Senin (1/7).

Akhirnya, petugas terpaksa menembak dada tersangka sebanyak satu kali hingga roboh. Tersangka kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

“Namun dalam perjalanan meninggal dunia,” kata Putu.

Dijelaskan Putu, penangkapan Nano berawal dari informasi masyarakat yang menyebut tersangka sedang berada di sebuah tak jauh dari rumahnya.

“Dari informasi tersebut, personel Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan dibawah pimpinan Kanit Pidum (Iptu Husein) menuju lokasi,” tutur Putu.

Sesampainya di lokasi, tim langsung melakukan penggerebekan dan mendapati tersangka sedang mengkonsumsi sabu. Namun, tersangka berhasil kabur dan membawa kampak sembari melompat pagar belakang gubuk.

“Petugas yang sudah menunggu di arah belakang tembok mencoba mengamankan. Akan tetapi, tersangka melakukan penyerangan ke arah petugas menggunakan kampak yang dibawanya,” aku Putu.

Kata Putu, sebelum kembali ke tempat tinggalnya, tersangka Nano sempat kabur keluar provinsi Sumut untuk menghindari kejaran petugas.

“Dari keterangan keempat pelaku yang sebelumnya ditangkap, bahwa penyergapan dan pembunuhan terhadap korban merupakan rencana yang disusun atas perintah Nano. Bahkan, Nano sendiri turun langsung memimpin eksekusi,” ujarnya.

Petugas sempat melakukan penggeledahan di rumah tersangka Nano. Dari rumahnya, disita barang bukti parang, senapan angin, jimat, empat unit ponsel, dompet berisi uang seratusan ribu, tiga kaca pirex, empat alat suntik dan satu plastik klip berisi sabu.

“Kita masih memburu pelaku lain yang masih berada di jaringan Nano,” akunya lagi.

Sekadar mengingatkan, Jarisman Saragih tewas dibantai beramai-ramai oleh komplotan Nano yang juga dari organisasi kepemudaan. Peristiwa terjadi di Jalan Keadilan, Desa Sampali, Percut Seituan, Sabtu (2/2) sekira pukul 17.00 WIB.

Saat itu, warga Dusun XIV Sinar Gunung, Kec Labuhan Deli, Deliserdang ini baru pulang bersama beberapa rekannya dengan mengendarai sepeda motor.

Mereka baru saja menghadiri pelantikan massal Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPK Medan Timur dan Medan Perjuangan di Lapangan Sepakbola Gajah Mada Jalan Karakatau, Medan. Namun ketika melintas di Jalan Cemara, rombongan korban dihadang oleh komplotan pelaku. Korban berhasil ditangkap oleh para pelaku dan kemudian dibawa ke Jalan Keadilan.

Korban kemudian dianiaya kemudian ditembak menggunakan senapan angin dan panah. Korban juga dipukuli dengan kayu dan batu hingga tewas di lokasi.

Minggu (3/2) sekira pukul 10.00 WIB, petugas membekuk DP alias Black (39) warga Jalan Cemara, Pasar I, Lorong Il Timur, Percut Seituan. Ketika itu, Black sedang bersembunyi di rumah mertuanya Jalan Binjai Km 10,8, Desa Paya Geli, Gang Murni, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

Setelah membekuk Black, selanjutnya secara bergilir ditangkap tiga pelaku lainnya. Ketiganya masing-masing, DI alias Komeng warga Jalan Cemara Lorong II Barat, Desa Sampali; RS (25) dan MAP (23) yang merupakan warga Jalan Pancing II/Budi Utomo, Kel Indra Kasih, Medan Tembung.(ris/ala)

Kartu Identitas Anak

KARTU Identitas ANAK: Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menyerahkan kartu identitas anak (KIA) kepada salah seorang anak SD, pada Upacara Bendera Peringatan Hari Jadi Kota Medan ke-429 tahun 2019 di Lapangan Merdeka Medan, Senin (1/7).

Demo Masak di Sharp, 50 Year in Harmony

DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS
DEMO MASAK: Nicky Tirta (kanan) menjadi bintang pada demo masak Sharp 50 years in harmony di Atrium Medan Fair Plaza Medan pekan lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – MENGIRINGI pergantian usia menuju 50 tahun, PT Sharp Electronics Indonesia memberikan beragam program promosi. Diantaranya rangkaian roadshow pameran kompilasi hiburan dan kompetisi masak bertajuk 50 years in harmony di Atrium Plaza Medan Fair pada 28-30 Juni 2019.

Selepas Medan, pameran ini akan berlanjut di Jakarta pada 12-14 Juli, Samarinda pada 16-18 Agustus, Surabaya pada 30 Agustus-1 September dan Makassar pada 20-22 September. Program lain adalah akan digelar peluncuran lima truk Sharp Mobile Service Station (SMSS) spesial, penjualan lima ribu produk berbalut warna emas hingga aktivitas penjualan produk lainnya.

Koki selebriti Chef Nicky Tirta hadir dalam cooking demo dengan menggunakan produk Healsio Automatic Cookware dalam menyiapkan beragam menu pilihan. Peserta demo masak dan pengujung pusat perbelanjaan pun mendapatkan pengetahuan dengan kemudahan memasak sehat.

Nicky Tirta mengungkapkan rasa senang dengan mayarakat Medan yang ikut dalam acara demo masak. Ia mengatakan dengan menggunakan Healsio Automatic Cookware, masak semakin mudah karena dilengkapi timer. alat ini juga mampu menjaga nutrisi makanan dengan baik.

”Pameran merupakan salah satu persembahan kami untuk konsumen dalam menyambut usia emas. Sharp Indonesia berkeliling ke lima kota pilihan untuk menghadirkan hiburan seru yang bisa dinikmati bersama keluarga. Harapannya semoga kedatangan Sharp di Medan sebagai kota pertama dapat disambut dengan baik,” kata Marketing Communication Assistant PT Sharp Electronics Indonesia Agus Soewadji. (dmp)

Roadshow Patriot Desa Digital Telkomsel, Dorong Peningkatan Ekonomi melalui Pemanfaatan Teknologi Digital

 Setiap peserta Patriot Desa Digital mendapatkan materi dalam seminar dan talkshow dengan tema pemberdayaan ekonomi desa dengan teknologi yang bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat desa tentang pemanfaatan produk dan aplikasi dalam membangun ekonomi digital serta semangat meraih kesuksesan usia muda di era digital.
 Setiap peserta Patriot Desa Digital mendapatkan materi dalam seminar dan talkshow dengan tema pemberdayaan ekonomi desa dengan teknologi yang bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat desa tentang pemanfaatan produk dan aplikasi dalam membangun ekonomi digital serta semangat meraih kesuksesan usia muda di era digital.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel memperkuat keseriusannya untuk mendukung dalam meningkatkan ekonomi dan kualitas masyarakat melalui program Patriot Desa Digital. Patriot Desa Digital merupakan program Corporate Social Responsibilty (CSR) Telkomsel yang bertujuan mengembangkan potensi warga desa atau pinggir kota kecil usia muda (disebut Patriot) sebagai katalisator perubahan ekonomi secara digital untuk memaksimalkan potensi wilayahnya. Program ini diselenggarakan di 5 kota yaitu Bandung (1 April 2019), Bogor (25 – 28 Juni 2019) dan di lanjutkan di Surabaya, Medan dan Makassar.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan “Melalui program Patriot Desa Digital ini kami ingin membentuk komunitas yang berkualitas di wilayah pedesaan untuk memberikan pendidikian digital guna pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga akan banyak local hero sebagai Patriot yang melek teknologi, menciptakan lapangan kerja baru di era digital serta membantu bisnis masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).”

Program Patriot Desa Digital secara khsusus juga diperuntukkan bagi BUMDES, UMKM, BMT melalui edukasi literasi digital. Di dalam implementasinya akan melibatkan lembaga keuangan non-bank Lembaga Keuangan Mikro (LKM) atau Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Beberapa aktivitas dalam program ini antara lain adalah seminar, workshop, asistensi dan monitoring sampai ke evaluasi dan implementasinya kepada 750 Patriot Desa Digital di 250 Desa seluruh Indonesia serta 50 BMT mulai bulan April hingga Desember 2019.

Seminar dan talkshow dengan tema pemberdayaan ekonomi desa dengan teknologi yang bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat desa tentang pemanfaatan produk dan aplikasi dalam membangun ekonomi digital serta semangat meraih kesuksesan usia muda di era digital. Seminar ini berlangsung selama 1 hari dan mengakomodir 300 peserta dari kalangan masyarakat desa sasaran, yang kemudian diseleksi untuk mendapatkan 150 Patriot Desa Digital di setiap Kota penyelenggaraan.

Selanjutnya para Patriot Desa Digital terpilih akan mengikuti berbagai pelatihan berupa workshop Training of Trainer yang berisi aktivitas Focus Discussion Group dan pendalaman materi mengenai digital marketing, fitur aplikasi, role play, serta pembentukan online forum sebagai sarana komunikasi dan informasi. Selain itu Patriot Desa Digital akan diberikan asistensi dan monitoring secara online dan visitasi berkala selama 6 bulan terkait problem solver, tips marketing dan juga forum diskusi termasuk evaluasi.

Dalam pelaksanaannya, Telkomsel bekerjasama dengan Mobisaria yang merupakan sebuah platform digital yang menghubungkan antara masyarakat pedesaan dengan institusi keuangan, pasar serta bisnis modern. Mobisaria memanfaatkan tiga pondasi ekonomi desa yaitu: Koperasi/BMT, pesantren dan rumah tangga. Info lebih lanjut dapat mengunjungi alamat website http://patriotdesadigital.id/ .

“Program Patriot Desa Digital kami harapkan dapat menciptakan ekosistem digital yang positif dan produktif. Melalui pemanfaatan tekonolgi digital kami juga berharap para Patriot akan mampu memasarkan potensi desanya melalui pemasaran digital yang kami sediakan sehingga dapat mendorong peningkatan perekonomian dan kualitas di wilayahnya,” tutup Denny.

4 Pelaku Pengeroyokan Oknum Polisi Diringkus

Keempat terduga pelaku pengeroyokan bersama barang bukti diamankan polisi. (Muhammad Gani/Metro Asahan)

TANJUNGBALAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Polres Tanjungbalai mengamankan 4 orang tersangka pengeroyokan terhadap seorang anggota polisi yang bertugas di Mapolres Asahan.

Keempat terduga pelaku, AM (56), DP (22) , MIS (36), ketiganya warga Kelurahan Kuala Silo Bestari, Kecamatan Tanjungbalai Utara dan PS (32) warga Kelurahan Tanjungbalai Kota I, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai mengatakan, kejadian bermula saat tersangka AS merasa tidak senang atas kedatangan korban yang ikut menemuinya. Pelaku merasa hanya berurusan dengan teman korban (JN) terkait masalah jual beli lembu. Korban merupakan anggota polisi berinisial WS, yang bertugas di Mapolres Asahan.

Kejadian bermula saat saksi korban (JN) bersama korban dan 3 orang teman lainnya datang ke Pondok Naga Pantai Galau untuk menemui tersangka AS, guna menanyakan bisnis jual beli lembu yang tidak dibayar oleh AS.

Setelah bertemu, JN (Saksi korban) disuruh masuk oleh AS ke dalam ruangan kerjanya dan saat itu juga korban WS juga ikut masuk ke ruang kerja.

Ternyata kehadiran korban tidak disenangi oleh AS dan melarangnya agar tidak masuk dan tidak ikut campur sambil menodongkan senjata air soft gun ke arah korban. Akibatnya terjadi percecokan dan menimbulkan suara keributan yang terdengar hingga keluar ruangan tersebut.

Mendengar hal tersebut, DP (anak kandung AS) masuk ke dalam ruang kerja karena dirinya tidak senang melihat korban berkata kasar terhadap orang tuanya. Kemudian DP langsung memiting leher korban dari arah samping dengan menggunakan tangan kirinya.

Tidak berselang lama, kemudian datang MIS (menantu AS) dan langsung menampar wajah korban sebanyak 1 kali dikarenakan korban berkata kasar dengan mertuanya.

Selanjutnya DP membawa korban keluar ruangan kerja ayahnya dengan posisi masih memiting korban, setelah di luar ruangan. Tidak berhenti sampai disitu, DP kemudian kembali memukul wajah korban berkali-kali dengan posisi masih memiting korban.

Penganiayaan pun berlanjut dan dari arah belakang pelaku (AS) kembali memukul korban dengan menggunakan tongkat kayu warna hitam ke arah punggung korban berkali-kali.

Melihat pelaku AS memukuli korban, lalu pelaku PS datang lagi dan kembali melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan tangan.

“PS melakukan pemukulan pada bagian wajah korban sebanyak empat kali hingga korban Tersungkur ke tanah,” sebut AKBP Irfan Rifai.
Selepas aksi pengeroyokan itu, korban digotong ke dalam ruang kerja dan didudukkan di kursi dalam keadaan babak belur.

Mendapat laporan kejadian pengeroyokan tersebut anggota Kepolisian Polres Tanjungbalai langsung meluncur ke TKP dan mengamankan beberapa orang yang ada disekitar lokasi tersebut.

AKBP Irfan Rifai menambahkan bahwa akibat kejadian tersebut membuat korban mengalami luka parah yakni robek pada bibir bagian atas dan bawah yang mengeluarkan darah. Luka lebam pada mata sebelah kiri mengeluarkan darah , pada bagian leher luka memar.

Bukan hanya itu, korban juga mengalami luka robek pada bagian punggung yang mengeluarkan darah serta benjolan pada bagian kepala.

Tidak senang atas penganiayan yang dialaminya, anggota polisi Polres Asahan ini ( korban) merasa keberatan dan membuat Laporan ke Polres Tanjung Balai dengan Laporan Polisi nomor : LP / 161 / VI / 2019 / SU/RES T.BALAI, tanggal 27 Juni 2019.

Sebagai barang bukti tindak kejahatan terhadap korban yakni baju kaos lengan panjang bercak darah warna merah hitam dan celana panjang warna coklat milik korban, 1 buah tongkat warna hitam terbuat dari kayu dengan panjang 1 meter dan 1 unit senjata air soft gun warna hitam tanpa magazane.

Terhadap ke empatnya dijerat dengan pasal 170 ayat (2), (1) subs 351 ayat (2),(1) lebih subs 335 dari KUHPidana, dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara, sebut Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai. (cr/ma/sp)

Liburan Berujung Duka, Pelajar Tewas Tenggelam di Aek Sakur

Kondisi korban dan susana TKP. (Bayu Sahputra/Metro Asahan)

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Dodi, pelajar kelas II SMK, warga Dusun II Desa Gajah Sakti, Kecamatan Bandar Pulau, Asahan, ditemukan tewas tenggelam di pemandian Alam Sungai Aek Sakur di perbatasan Desa Buntu Maraja dan Desa Gonting Malaha, Jumat (28/6), sekira pukul 17.00 wib.

Informasi dihimpun, Dodi pulang kampung dan mandi-mandi di sungai Aek Sakur bersama rekan-rekannya. Menurut saksi saat diwawancarai, Dodi diduga tidak bisa berenang tetapi Dodi melompat dari atas batu pinggiran sungai. Setelah melompat ke sungai, Dodi tidak muncul ke permukaan hingga menimbulkan kekhawatiran rekan-rekannya.

“Lompat dia dari atas batu ini bang, tapi terus gak muncul-muncul,” Sebut Atik saksi mata yang saat kejadian ia sedang berjualan di lokasi tersebut.

“Awalnya kami gak tau kalau dia itu tidak bisa berenang. Rekan-rekan Dodi kemudian memberitahukan ke orang-orang perihal Dodi yang tak kunjung muncul tersebut. Warga beramai-ramai mencari keberadaan Dodi ke dalam sungai,” sambung Atik.

Setelah kurang lebih selama dua jam, Dodi akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dasar Sungai tak jauh dari lokasi dia melompat dan langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Gajah Sakti.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Bandar Pulau AKP Sunarto ketika dikonfirmasi melaui Kanit Reskrim Iptu JT Siregar SH membenarkan perihal kejadian tersebut.

“Iya benar, saat kejadian personel kita dari Pos Aek Tarum juga langsung ke lokasi untuk membantu pencarian. Diduga kuat Dodi tidak bisa berenang hingga tenggelam dan terbawa arus saat melompat,” terang Siregar. (bay/rah/ma/sp)