31 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 5239

DPRD Sumut Desak Gubsu Hapusbukukan Lahan Eks HGU PTPN II

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz.
Muhri Fauzi Hafiz.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara diminta menindaklanjuti secara serius keinginan penghapusbukuan lahan eks hak guna usaha (HGU) PTPN II. Selain mendukung penuh rencana dimaksud, Komisi A DPRD Sumut akan segera memanggil pihak-pihak terkait dalam waktu dekat, guna meminta perkembangan terbaru.

“Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara sangat mendukung rencana penghapusbukuan lahan eks HGU PTPN 2 yang saat ini sedang dalam proses,” ujar Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz menjawab Sumut Pos, Minggu (23/6).

Kata Muhri, mengingat bahwa batas waktu yang diberikan hanya tinggal dua bulan lagi sampai akhir Agustus 2019 ini, maka pihaknya mendesak agar gubernur menindaklanjuti secara intensif proses ini.

“Pada bulan Juli ini kita akan upayakan pemanggilan pihak yang bertanggungjawab seperti tim verifikasi para penerima yang dibentuk oleh pemerintah,” katanya.

Pihaknya, lanjut dia, juga akan mengajak masyarakat dan para penerima yang sudah masuk dalam daftar inventarisasi segera membantu lancarnya proses ini. “Sebab sejauh ini masih banyak permasalahan, untuk itu masyarakat penerima yang masuk daftar inventaris penting didengar pendapatnya,” pungkasnya.

Diketahui, ada angin segar terkait proses penghapusbukuan aset eks HGU PTPN II khususnya di Kabupaten Deliserdang, Binjai dan Langkat. Menurut perkiraan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, lahan seluas 2.216 hektare tersebut sudah masuk tahapan proses penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Ditargetkan pada akhir April kemarin proses penghitungan akan tuntas, sehingga Mei sudah dapat diketahui berapa biaya yang harus dibayarkan.

“Kalau sudah diketahui berapa biayanya, maka PTPN II tinggal menyurati warga yang masuk daftar nominatif tahap dua yang telah mendapat izin dari komisaris PTPN II selaku pemegang saham yaitu menteri BUMN dalam rangka penghapusbukuan diwajibkan untuk membayar setiap bidang tanah yang besarnya sesuai dengan jumlah yang telah dinilai dan ditetapkan Kantor Penilai Independen KJPP,” kata Kakanwil BPN Sumut, Bambang Priono pada medio Februari lalu.

Secara detil, Bambang tak mengingat persis di mana saja titik 2.216 hektare penghapusbukan tersebut. Dia menyebut hanya sebagian besar berada di Kabupaten Deliserdang dan sisanya ada di Langkat dan Kota Binjai. Khusus di Deliserdang, sebut dia ada di Patumbak, Marendal, Selambo, Saentis, Sena, Helvetia, Sampali, Beringin, Tunggurono dan di beberapa desa Kabupaten Langkat.

Bambang juga menjelaskan, sebagian dari total penghapusbukuan itu yakni seluas 200 hektare, telah selesai proses KJPP maka selanjutnya sudah dapat dilaksanakan proses pembayaran pada Maret lalu. “Jadi yang dibayarkan warga yang masuk daftar nominatif penghapusbukuan itu tergantung berapa besaran luas tanah yang dikuasi dikalikan nilai harga tanah yang dikeluarkan oleh KJPP,” terangnya.

Setelah warga mengetahui besaran kewajiban yang harus dibayarkan kepada negara dan telah memenuhi kewajiban sebagaimana isi izin penghapusbukuan, serta masyarakat telah membayar kepada PTPN II, maka imbuh Bambang, pihak PTPN II akan mengeluarkan surat pelepasan hak dan penghapusbukuan aset secara resmi. Pihaknya mengingatkan kepada warga yang masuk daftar nominatif penghapusbukuan, agar membayar kewajibannya untuk mendapatkan tanah dan bangunan bekas aset PTPN sesuai jumlah yang telah ditetapkan KJPP. Setelah proses penilaian tuntas, maka pada Mei KJPP akan mengirimkan surat resmi kepada yang bersangkutan untuk menyampaikan secara resmi berapa besaran jumlah biaya yang wajib dibayarkan untuk penghapusbukuannya.

“Kalau sejak Mei sampai Agustus nanti ternyata warga bersangkutan tidak juga membayarkan besaran biaya seperti yang disampaikan dan ditetapkan oleh KJPP tersebut, maka itu sama artinya proses penghapusbukuan aset PTPN II tersebut otomatis batal, sehingga status tanahnya akan kembali seperti sebelumnya,” ,” ungkapnya. (prn)

Fakultas Ilmu Budaya USU, Luncurkan Buku Adat Istiadat Perkawinan Melayu Sumatera Timur

DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS ADAT ISTIADAT: Peluncuran buku 'Pokok-pokok Adat Istiadat Perkawinan Suku Melayu Sumatera Timur' di Hotel Adi Mulia Medan, Jumat (21/6).
DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS
ADAT ISTIADAT: Peluncuran buku ‘Pokok-pokok Adat Istiadat Perkawinan Suku Melayu Sumatera Timur’ di Hotel Adi Mulia Medan, Jumat (21/6).

FAKULTAS Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) meluncurkan buku ‘Pokok-pokok Adat Istiadat Perkawinan Suku Melayu Sumatera Timur’ di Hotel Adi Mulia Medan, Jumat (21/6). Peluncuran dilakukan Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu diwakili Wakil Rektor II USU Prof Dr dr Muhammad Fidel Ganis Siregar MKed (OG) SpOG(K).

Hadir pula Gubsu diwakili Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan Provsu Drs Unggul Sitanggang MSc, Dekan FIB USU Dr Budi Agustono MS, Prof Dr Subhilhar, tokoh agama Amiruddin MS dan undangan lain. Turut hadir dalam acara ini adalah keluarga Almarhum OK Gusti Bin OK Zakaria (penulis buku), Muhammad Takari Bin Jilin Syahrial dan Fadlin Bin Muhammad Dja’far (editor buku).

Dalam peluncuran buku setebal 187 halaman ini juga dilakukan bedah buku dipandu Dr Edy Ikhsan MA oleh Prof Madya Datuk Zainal Abidin Borhan, Prof T Silvana Sinar MA PhD dan Dr Rozana Mulyani yang memberi apresiasi terhadap kehadiran buku tersebut.

Wakil Rektor II USU Prof Dr dr Muhammad Fidel Ganis Siregar MKed (OG) SpOG(K) mengemukakan buku ini sarat dengan makna terkait perkawinan. Ia sampaikan selamat pada keluarga OK Gusti yang berhasil dalam melahirkan buku pelestarian budaya yang saat ini masyarakat dimanjakan oleh modernisasi.

”Segala hal yang cenderung pada budaya Barat cenderung lebih mudah diterima dalam berbagai kehidupan manusia. Hal ini menyebabkan nilai-nilai budaya cenderung kita kesampingkan. Dengan kehadiran buku karya OK Gusti ini sebagai kerinduan akan nilai-nilai kebiasaan yang dijalankan pada masa lampau,” kata Fidel.

Gubsu Edy Rahmayadi diwakili Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan Provsu Drs Unggul Sitanggang MSc memberi apresiasi atas terbitnya buku Pokok-pokok Adat Istiadat Perkawinan Suku Melayu Sumatera Timur. Buku ini pun akan dibagikan ke kabupaten/kota di Sumut yang banyak terdapat masyarakat Melayu.

Dekan FIB USU Dr Budi Agustono MS buku ini mengupas lengkap tradisi besar dalam sebuah perkawinan Melayu di Sumatera Timur yang belakangan karena antara lain berbagai proses menyebabkan tergerusnya budaya. Ia berharap peluncuran buku dapat memperkuat simpul-simpul budaya yang menjadi perekat kebangsaan.

Ir Nasri Sebayang mewakili Almarhum OK Gusti Bin OK Zakaria (penulis buku) berterima kasih atas dukungan semua pihak terhadap penerbitan buku. Ia menceritakan perjalanan panjang penulisan buku. Naskah buku diketik pada tahun 1971. Kemudian ada beberapa revisi pada tahun 1974. Penulis buku ini wafat pada tahun 1983.

”Kita melihat draf buku yang jadi warisan pada keluarga. Alhamdulillah pada tahun 2015, dihubungi editor untuk dapat diedit dan dilengkapi sehingga dapat diangkat ke tingkat akademis. Tahun 2016/2017, buku ini jadi dituliskan. Beliau tidak ingin budaya Melayu hilang,” katanya. (dmp)

Adegan Tersulit Aldi & Kiki dalam Say I Love You: Sedih

Foto: Istimewa MEET AND GREET: Pemain Film Say I Love You, Teuku Ryzki (kiri) dan Aldi Maldini (kanan) saat meet and greet di Medan.
Foto: Istimewa
MEET AND GREET: Pemain Film Say I Love You, Teuku Ryzki (kiri) dan Aldi Maldini (kanan) saat meet and greet di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan personil Coboy Junior, Teuku Ryzki (Kiki) dan Aldi Maldini Siregar (Aldi), mengaku paling sulit berakting sedih dan menangis, saat syuting film Say I Love You. “Sedih atau nangis saya kira menjadi adegan paling susah. Soalnya sering merasa geli,” ujar Aldi pemeran Robet dalam film karya sutradara Faozan Rizal tersebut saat meet and greet di CGV Medan, Sabtu (22/6).

Rekannya Kiki menepuknya. “Kau kali yang susah! Aku mah kagak,” celotehnya.

Aldi terbahak. “Iya, aku yang kesulitan,” akunya sembari tertawa.

Ditanya tentang apa yang paling berkesan baginya selama syuting film yang diangkat berdasarkan cerita anak-anak SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) tersebut, Aldi menjawab: banyak. “Tapi adegan paling memorable adalah saat anak-anak yang bandel karena ketahuan pacaran, disuruh suap-suapan oleh guru, dengan nasi kotak. Wah.. adegannya mengharukan dan paling membekas di hati,” tuturnya.

Film Say I Love You yang bercerita tentang anak-anak tidak mampu yang bersekolah gratis di SMA Selamat Pagi Indonesia, Aldi dan Kiki mengaku justru banyak belajar dari anak-anak itu. “Meski dari latar belakang susah, mereka sukses menjadi pengusaha resto, travel, dsb, yang gajinya mencapai 5 kali  UMR,” cetusnya.

Film Say I Love You, menurutnya, merupakan pembuktian perjuangan anak-anak yang sebelumnya mustahil bersekolah karena latar belakang ekonomi dan keluarga yang kurang mampu. Ada anak yatim piatu, anak jalanan, anak telantar, penjual jajanan, pengamen, dan sebagainya. “Di sekolah itu, mereka diajari  mencari bakat masing-masing untuk diasah,” kata Kiki

Fim tersebut juga mengajarkan soal keberagaman dan toleransi. Di mana pencetus ide sekolah gratis itu menetapkan kuota siswa dari berbagai latar suku, agama dan status sosial. “Kuota lima agama harus terpenuhi. Anak-anak diajarkan untuk saling menghargai perbedaan,” kata Kiki.

Foto: Istimewa
MEET AND GREET: Pemain Film Say I Love You, Teuku Ryzki (kiri) dan Aldi Maldini (kanan) saat meet and greet di Medan.

Sampai sekarang para tokoh di film itu eksis dan membesarkan SMA Selamat Pagi Indonesia sebagai sekolah yang mendidik siswanya mampu mandiri. “Mereka mengelola delapan unit usaha berskala industri, di antaranya adalah hotel bintang empat Transformer, perkebunan, produksi makanan ringan hingga minuman kesehatan,” ungkapnya.

Aldi dan Kiki adalah dua dari beberapa pemain di film yang akan tayang serentak di bioskop pada 4 Juli 2019 mendatang.

Pimpinan Produksi Film Say I Love You, Wanda Sari Indah Mengatakan, Medan adalah kota keempat yang disambangi para pemain dan berkesempatan menonton film tersebut dalam spesial screening.

“Jadi kita sudah datang ke Jogyakarta, Solo, Semarang dan saat ini ke Medan. Antusias penonton di Medan cukup tinggi, terbukti untuk di Medan kita membooking tiga bioskop untuk spesial screening ini,” ujarnya.

Film Say I Love You diangkat berdasarkan cerita anak-anak SMA SPI. Say I Love You merupakan film biografi kehidupan tokoh-tokoh di film, selama mereka bersekolah. Tentang cinta yang menginspirasi siswa-siswa SPI membuat langkah besar dalam hidup mereka. Tentang cinta yang menjadikan mereka berubah. (rel/mea)

Rizky Febian dan Ria Ricis jadi Duta ASUS VivoBook Ultra A412

Rizky Febian dan Ria Ricis jadi Duta ASUS VivoBook Ultra A412, pada peluncuran peluncuran ASUS VivoBook Ultra A412 di Jakarta, 20 Juni 2019.
Rizky Febian (kiri) dan Ria Ricis (kanan) jadi Duta ASUS VivoBook Ultra A412, pada peluncuran peluncuran ASUS VivoBook Ultra A412 di Jakarta, 20 Juni 2019.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – ASUS memperkenalkan VivoBook Ultra A412, ultrabook ringkas yang tetap hadir dengan performa kencang. VivoBook Ultra A412 juga hadir dalam empat pilihan varian warna unik yang sangat cocok untuk pengguna muda. ASUS kali ini berkolaborasi dengan Rizky Febian dan Ria Ricis, dimana keduanya merupakan sosok yang sangat cocok merepresentasikan VivoBook Ultra A412.

“Rizky Febian dan Ria Ricis merupakan dua sosok muda yang sangat enerjik serta penuh energi. Keduanya sangat merepresentasikan VivoBook Ultra A412 sebagai laptop yang sangat mobile serta memiliki performa tinggi,” ujar Jimmy Lin, Country Manager ASUS Indonesia. “Kami juga sangat senang berkolaborasi dengan dua sosok muda ini karena selain digemari oleh masyarakat Indonesia, keduanya juga memiliki jiwa kreatif yang sejalur dengan .”

Sosok Rizky Febian memang sudah tidak asing lagi di dunia hiburan Tanah Air. Musisi sekaligus aktor dan presenter ini sering tampil di layar televisi bersama ayahnya yang juga seorang komedian ternama. Sebagai musisi, Rizky Febian hingga kini sudah menerbitkan enam single dan meraih berbagai penghargaan.

Sebagai sosok profesional kreatif yang memiliki jadwal padat, Rizky Febian membutuhkan perangkat yang powerful serta ringkas untuk dibawa bepergian. VivoBook Ultra A412 merupakan ultrabook pilihannya karena memiliki bobot ringan, bodi ringkas, serta performa powerful yang ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke-8.

 

Sementara Ria Ricis merupakan  seorang YouTuber sukses dengan channel lebihdari 15 juta subscriber. Selain berprofesi sebagai content creator di YouTube, Ria Ricis merupakan seorang aktris yang telah membintangi sejumlah film. Ria Ricis juga pernah tampil sebagai host di berbagai acara televisi dan sempat meraih sejumlah penghargaan.

 

Ria Ricis merupakan sosok wanita yang sangat aktif dan enerjik. Ditambah dengan kesibukannya sebagai YouTuber, Ria Ricis tentu membutuhkan perangkat yang bisa diandalkan kapan saja, di mana saja, dan memiliki performa kencang untuk membuat konten YouTube. VivoBook Ultra A412 merupakan pilihan Ria Ricis karena telah ditenagai dengan chip grafis NVIDIA GeForce MX250 sehingga dapat digunakan untuk melakukan video editing. Selian itu, bodi yang ringkas dan penuh warna sangat cocok untuk Ria Ricis yang aktif dan enerjik.

Kiri – kanan: Cindy Ferlani, Notebook National Sales Manager ASUS Indonesia, Emilly Kie, Director Astrindo Senayasa, Merry Oetomo, Director PT Datascrip, Rizky Febian, Jimmy Lin, Country Manager ASUS Indonesia, Ria Ricis, Ronaldy Suhendra, Director Synnex Metrodata Indonesia, Husin Tjandra, Director ECS Indojaya, Frank Wang, Notebook Product Manager ASUS Indonesia, Nick Wu, Notebook Product Manager ASUS Indonesia.

Kolaborasi ASUS dengan Rizky Febian dan Ria Ricis

ASUS berkolaborasi dengan Rizky Febian dan Ria Ricismelalui sebuah lagu khusus bertemakan VivoBook Ultra A412. Lagu tersebut dinyanyikan bersama oleh Rizky Febian dan Ria Ricis, serta akan ditayangkan di akun resmi media sosial Rizky Febian dan Ria Ricis, sertachannel YouTube Ria Ricis.

 

ASUS juga menghadirkan program promosi khusus bagi untuk setiap pembelian VivoBook Ultra A412 dengan prosesor intel. 100 orang pertama yang membeli VivoBook Ultra A412 yang menggunakan prosesor Intel akan mendapatkan T-Shirt eksklusif yang dilengkapi tanda tangan Rizky Febian dan Ria Ricis. T-Shirt tersebut dapat diklaim melalui situs promosi ASUS dengan periode klaim dari 20 Juni hingga 19 Juli 2019. (rel/mea)

 

Main Spec. ASUS VivoBook Ultra A412F
CPU Intel Core i3-8145U Processor (2C/4T, 4MB cache, up to 3.90GHz)

Intel Core i5-8265U Processor (4C/8T, 6MB cache, up to 3.90GHz)

Intel Core i7-8565U Processor (4C/8T, 8MB cache, up to 4.60GHz)

Operating System Windows 10
Memory 4GB DDR4 RAM

8GB DDR4 RAM

Storage 512GB M.2 PCIe SSD
Display 14.0″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) Anti-Glare, NTSC 45%
Graphics NVIDIA GeForce MX250 with 2GB GDDR5 VRAM

Integrated Intel HD Graphics 620

Input/Output 1x USB 3.1 (Gen1) Type-C, 1x USB 3.1 (Gen1) Type-A, USB 2.0 Type-A, HDMI, Audio Jack, MicroSD card reader
Camera HD Web Camera
Connectivity Dual-band 802.11ac Wi-Fi (2×2), Bluetooth 4.2
Audio Sonic Master audio, Array Microphone
Battery 37WHrs, 2S1P, 2-cell Li-ion Battery
Dimension 32.2(W) x 21.2(D) x 1.90 ~ 1.90 (H) cm
Weight 1.5Kg with battery
Colors Transparent Silver, Late Grey, Peacock Blue, Coral Crush
Price Start from Rp7.599.000
Warranty 2 tahun garansi global

 

Rusuh, PSMS Kalahkan PSPS

RUSUH: Pertandingan PSPS melawan PSMS sempat terhenti setelah penonton masuk ke lapangan. PSMS menang dengan skor 3-2 di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu (22/6).
RUSUH: Pertandingan PSPS melawan PSMS sempat terhenti setelah penonton masuk ke lapangan. PSMS menang dengan skor 3-2 di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu (22/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan meraih kemenangan dalam laga perdana Liga 2 musim 2019. Ayam Kinantan sukses mengalahkan tuan rumah PSPS Pekanbaru dengan skor 3-2 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Riau, Sabtu (22/6) sore.

Dalam pertandingan ini, PSMS sempat dikejutkan oleh gol PSPS pada menit ke-13. Lengahnya lini belakang PSMS dimanfaatkan Sandi Septian untuk membuka keunggulan tuan rumah.

Tertinggal satu gol, PSMS berupaya meningkatkan serangan. Setelah melalui berbagai usaha, Ayam Kinantan akhirnya menyamakan kedudukan melalui Bayu Tri Sanjaya pada menit ke-38.Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, PSMS tampil lebih ofensif. Hasilnya, Ayam Kinantan mampu berbalik unggul melalui gol yang dicetam Ilham Fathony di menit ke-48.

Gol tersebut membuat para pemain PSMS bersemangat. Meski bermain di hadapan ribuan pendukung tuan rumah, anak asuh Abdulrahman Gurning tak gentar.

PSMS kemudian memperbesar keunggulan melalui Ilham Fathony. Mantan pemain PSPS tersebut sukses membobol tuan rumah pada menit ke-71 setelah memanfaatkan umpan Aldino.

Unggul dua gol membuat Ayam Kinantan bermaib lebih aman. Namun pertandingan ini tercoreng akibat ulah suporter PSPS. Tepat pada menit ke-80, suporter tuan rumah masuk ke lapangan, setelah sebelumnya menyalakan flare.

Tidak mau ambil resiko, wasit Suma dari DKI Jakarta pun menghentikan pertandingan. Pihak keamanan pun berusaha untuk meredam suasana. Akhirnya setelah terhenti 15 menit, laga dilanjutkan lagi.

Setelah pertandingan dilanjutkan, pemainan PSMS mulai menurun. Kondisi ini dimanfaatkan PSPS untuk memperkecil ketinggalan melalui Dani Marvelous pada injury time. PSMS pun memenangkan laga dengan skor 3-2.

Pelatih PSMS Abdulrahman Gurning mengakui, pemainnya sempat terkejut dengan gol cepat PSPS. Namun, dia mengaku beruntung memiliki pemain senior yang bisa tetap tenang meski dalam tertekan.

“Pada babak kedua, permainan kita lebih baik dengan mencetak gol. Tapi kita sedikit kecewa dengan insiden penonton masuk ke lapangan, sehingga mengganggu konsentrasi pemain. Namun, kita masih beruntung bisa memenangkan pertandingan,” ujar Gurning. (dek)

Porprovsu 2019, Tolak Ukur Pembinaan Olahraga Daerah

(IST/Sumut Pos) Plt Kadispora Medan Musaddat menyerahkan trofi kepada Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian untum diperebutkan kembali pada Porprovsu 2019.
(IST/Sumut Pos)
Plt Kadispora Medan Musaddat menyerahkan trofi kepada Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian untum diperebutkan kembali pada Porprovsu 2019.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2019 merupakam tolak ukur pembinaan olahraga di Sumut. Untuk itu, semua atlet diharapkan berjuang maksimal.

Hal itu dikatakan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi diwakili Kadispora Sumut Baharuddin Siagian saat membuka Porprovsu 2019 di Astaka Pemprovsu Jalan Pancing, Sabtu (22/6).

Multi even empat tahunan ini mempertandingan 14 cabang olahraga berlangsung hingga 29 Juni mendatang.

“Porprovsu adalah suatu program multi even empat tahunan yang dilaksanakan dalam mempersiapkan atlet Sumut mengikuti Pra PON dan PON. Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan prestasi atlet agar lebih berprestasi daripada Porprov dan PON sebelumnya. Realisasi pembinaan prestasi olahraga di seluruh kabupaten dan kota se-Sumut, ” ujar Baharuddin.

“Porprov Sumut tidak hanya menjadi rutinitas belaka. Namun harus mampu memberdayakan potensi daerah, ” tambahnya.

“Kami berharap pada Porprov Sumuttahun 2019 kali ini, dapat sukses dalam pelaksanaan, sukses prestasi dan sukses pemberdayaan berbagai potensi daerah Sumatera Utara dalam membina, mengembangkan dan memajukan keolahragaan dl Sumatera Utara. Kami harapkan tidak lagi menjadi agenda rutinitas semata. Even ini harus menjadi titik lanjut pembinaan olahraga Sumut yang harus dilaksanakan secara konsisten,” katanya.

Selain itu, daerah diminta tidak menghalalkan segala cara untuk juara. Termasuk memutasi atlet yang selama ini menjadi preseden buruk.

“Fenomena mutasi atlet besar-besaran demi berburu medali yang senantiasa terulang pada setiap edisi pekan olahraga baik itu PON maupun Porprov harus dihentikan dengan perubahan paradigma. Untuk itu, Porprov Sumut harus dijadikan kompetisi yang mengandalkan potensi-potensi riil setiap kabupaten kota di Sumut. Lebih baik apa adanya, kalau memang tidak bagus mau apa lagi. Misalnya demi juara Porprov Sumut mengambil atlet dari daerah lain,” tambahnya.

Sementara itu Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis memberikan motivasi kepada atlet agar bertanding semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama daerahnya.

“Kepada seluruh peserta kami sampaikan selamat bertanding.Kami harapkan para atlet nantinya bisa menembus ke PON. Nantinya Gubernur Sumut berjanji akan berkeliling ke venue-venue untuk memantau prestasi atlet. Terima kasih kepada kabupaten/kota yang sudah membiayai atletnya bertanding di ajang ini,” kata John.

Sementara Wakil Ketua PB Porprov Sumut Prof Agung Sunarno melaporkan ajang ini diikuti 30 kabupaten/kota dengan total 1948 atlet, 462 ofisial, dan 817 medali. “Even ini merupakan seleksi terakhir menuju Pra PON,” pungkasnya. (dek)

Dor!!! Dua Curanmor Terkapar Ditembak Tim Pegasus Polsek Medan Area

M IDRIS/SUMUT POS BARANG BUKTI: Kapolsek Medan Area, Kompol Anjas Siregar menunjukkan barang bukti dua pelaku curanmor yang ditembak karena melawan petugas, Jumat (21/6).
M IDRIS/SUMUT POS
BARANG BUKTI: Kapolsek Medan Area, Kompol Anjas Siregar menunjukkan barang bukti dua pelaku curanmor yang ditembak karena melawan petugas, Jumat (21/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dor!!! Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) rubuh ditembak Tim Pegasus Polsek Medan Area. Keduanya terpaksa dilumpuhkan karena coba melawan saat dilakukan pengembangan.

Kedua pelaku masing-masing, Edo Mulia alias Edo (19) warga Pasar V Tembung, Dusun Salak, Kecamatan Medan Tembung dan Abdul Azis alias Azis (20) warga Jalan Titi Sewa Benteng Hilir Gang Sejahtera, Desa Bandar Klipa, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang.

Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Siregar menjelaskan, penangkapan kedua pelaku bermula dari patroli dan hunting yang dilakukan Tim Pegasus Polsek Medan Area untuk mengantisipasi kasus 3C, Rabu (19/6) sekira pukul 02.00 WIB.

Patroli dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu ALP Tambunan dan Panit 2 Ipda MP Hutauruk.

“Selanjutnya, sekira pukul 04.30 WIB di TKP Jalan AR Hakim Simpang Bromo, Tim Pegasus melihat dan mencurigai 4 orang yang menaiki 3 unit sepeda motor. Dimana, 1 sepeda motor berboncengan mendorong 2 sepeda motor,” ungkap Kompol Anjas Siregar di Mapolsek Medan Area, Jumat (21/6).

Melihat kedatangan petugas, pelaku langsung melarikan diri. Personel kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku Abdul Azis.

Dari Abdul Azis, petugas menyita sepeda motor Honda Vario BK 5553 AGJ milik korban.

Personel kemudian berhasil menangkap pelaku Ado Mulia di Gang Sosial setelah tercebur ke dalam parit karena melarikan diri. Dari Ado Mulia, petugas mengamankan sepedamotor Honda Beat Street warna Hitam BK 2431 AHH.

“Selain itu, gunting pemotong dan 2 helai baju yang digunakan pelaku saat melakukan pencurian,” jelas Anjas.

Dari hasil interogasi dan pengembangan terhadap pelaku, diketahui bahwa sepeda motor Honda Vario warna hitam BK 5553 AHJ baru diambil dari Jalan Utama Gang Melati, Kamis (20/6) sekira pukul 03.30 WIB.

Setelah dicek, ternyata benar korban baru kehilangan sepeda motornya dan menunjukkan BPKB serta STNK asli.

Dijelaskan Anjas, dalam beraksi pelaku tidak hanya berdua melainkan dibantu beberapa rekannya. Mereka sudah memiliki peran masing-masing saat beraksi.

“Pelaku Keong (belum tertangkap) bersama Eko (belum tertangkap) masuk ke dalam teras rumah. Selanjutnya membuka pintu teras yang tidak tergembok dan memotong gembok di cakram sepeda motor,” papar Anjas.

Kemudian, mematahkan kunci stang menggunakan kaki. Sedangkan Abdul Azis mengawasi dan memantau situasi menunggu di atas sepeda motor honda Beat Street warna Hitam BK 2431 AHH dan Edo Mulia menunggu di atas sepeda motor Honda Beat Warna Putih.

“Setelah berhasil mengambil sepeda motor, pelaku Edo Mulia menaiki sepeda motor hasil curian didorong oleh Abdul Azis dengan menggunakan kaki dan didorong oleh Eko,” tambah Anjas.

Hasil pengembangan, ternyata kedua pelaku sudah melakukan pencurian sepedamotor sebanyak 10 kali. Antara lain, di Jalan Jermal 11, Pelajar Ujung, Komplek MMTC Pancing hingga Bagan Percut.

“Saat melakukan pengembangan terhadap penadahnya, ternyata kedua pelaku ini mau melarikan diri. Oleh karena itu, dengan terpaksa melumpuhkan mereka dengan menembak kakinya. Namun, kasus ini masih terus dikembangkan untuk menangkap pelaku lain dan mengungkap jaringannya,” tandas Anjas.(ris/ala)

Lerai Ibu Bertengkar Putri Dianiaya Warga Mandala

Lerai Ibu Bertengkar Putri Dianiaya Warga Mandala
Lerai Ibu Bertengkar Putri Dianiaya Warga Mandala

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Putri (nama samaran) terpaksa menjadi bulan-bulanan pria bernama Nanang (32). Pelaku tidak terima ketika Putri melerai ibunya, Misnawati (45) bertengkar dengan Leni (50), tetangganya.

Peristiwa terjadi di Jalan Ismailiyah Lorong I, Medan Area, Selasa (11/6) malam. Diceritakan Misnawati, awalnya dia dan Leni terlibat adu mulut berujung adu fisik.

Kemudian, siswi kelas II SMA itu coba memisahkan keduanya. Namun, saat bersamaan Nanang (32) warga Jalan Perumnas Mandala datang dan menganiaya korban hingga lebam.

“Tiba-tiba saja pelaku datang dari belakang langsung menganiaya anakku hingga mengalami luka lebam,” ujar Misnawati kepada wartawan, kemarin (21/6).

Misnawati mengaku sudah mempertanyakan kepada pelaku kenapa putrinya dianiaya. Namun, pelaku membantah menganiaya putrinya.

“Pelaku tidak mengaku, dia beralibi hanya mencoba memisahkan,” kesalnya.

Tak terima dengan perbuatan pelaku, ibu rumah tangga ini bersama suaminya malam itu juga membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan. Laporan korban diterima dengan Nomor : STTLP/1236/VI/YAN 2.5/2019/SPKT Restabes Medan.

“Saya berharap agar Polrestabes Medan segera menangkap pelaku yang menganiaya putri ku. Pelaku diberikan hukuman berat sesuai perbuatannya. Sebab, akibat perbuatan penganiayaan yang dialaminya membuat anakku trauma,” harapnya.

Sementara, Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Said M Husein mengaku sedang menyelidiki kasus tersebut. Kata dia, kasus tersebut menjadi prioritas.

“Laporan pengaduan korban menjadi atensi, karena masih berstatus pelajar,” ujarnya.(ris/ala)

2 Bulan Menikah Warga Tj Morawa Coba Bunuh Diri

BATARA/SUMUT POS TELENTANG: Aji Setiawan telentang usai menenggak racun tanaman, Jumat (21/6).
BATARA/SUMUT POS
TELENTANG: Aji Setiawan telentang usai menenggak racun tanaman, Jumat (21/6).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Warga Dusun XVI Desa Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang heboh. Seorang pria bernama Aji Setiawan (30) ditemukan tergeletak di pinggiran benteng sawah warga, Jumat (21/6) sekira pukul 15.00 WIB.

Warga Dusun X Desa Daluh X B Kecamatan Tanjung Morawa itu pertama kali ditemukan Pak War. Sehari-hari, Pak War bekerja sebagai buruh harian lepas di sawah milik warga yang bersebelahan dengan benteng tali air tempatnya bekerja.

Saat itu, Aji dilihatnya berjalan sempoyongan dari arah pinggiran benteng sawah. Karena mencari upah di ladang orang, Pak War pun kurang menghiraukan Aji.

Namun, Aji mendadak rubuh. Melihat itu, Pak War pun memberitahukan kepada para warga yang kebetulan masih di ladang.

Kehebohan pun terjadi. Tanpa dikomando, warga berdatangan ke lokasi.

Meski setengah sadar, Aji masih bisa menjawab pertanyaan warga. Aji, bungsu dari empat bersaudara itu mengaku meminum Roundup (racun tanaman) karena ada masalah rumah tangga.

“Aku sudah dua bulan menikah dengan Wati isteriku. Aku kerja di pabrik gas di kawasan Tanjung Morawa,” sebutnya dengan terbata-bata.

Saat disinggung apa masalah rumah tangganya, Aji tidak menjawab dan malah minta tolong. “Tolonglah aku,” ucapnya.

Sedangkan warga sekitar yang datang ke lokasi Aji ditemukan, tak satupun yang mengenalnya.

“Jauh kali dia sampai kemari, jangan-jangan dia ini maling dan sampai disini karena dikejar. Soalnya ada luka gores di kepala dan punggungnya,” cetus salah seorang warga.

Tak lama, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Ipda R Sitanggang tiba di lokasi dan membawa Aji untuk dilakukan pertolongan pertama.(btr/ala)

Erupsi Sinabung Picu Harga Pangan Naik, Cabai Merah dan Rawit Bertahan Mahal

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS CABAI: Pedagang merapikan cabai yang didagangkan di Pusat Pasar Medan, beberapa waktu yang lalu. Harga cabai mulai naik karena musim kemarau.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
CABAI: Pedagang merapikan cabai yang didagangkan di Pusat Pasar Medan, beberapa waktu yang lalu. 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua pekan pasca Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, harga pangan masih tergolong mahal di Pasar Tradisional di Kota Medan, seperti cabai merah yang masih bertahan dikisaran Rp60 ribu per kilogram.

“Aktivitas masyarakat sudah 100% kembali normal. Namun sejumlah kebutuhan pokok masih saja terbilang mahal meskipun lebaran telah lewat. Beberapa komoditas pangan yang masih bertahan mahal di antaranya adalah cabai merah yang masih bertahan di kisaran Rp60 ribu per kilogram,” ungkap Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, Jum’at (21/6) siang.

Gunawan mengungkapkan, untuk cabai rawit juga bertahan mahal di angka Rp45 ribu per kilogram. Harga pangan itu masih tergolong mahal, meskipun jauh lebih baik dibandingkan harganya saat lebaran tiba.

“Tetapi harga cabai yang bertahan Rp60 ribu ini masih lebih mahal 2 kali lipat dibandingkan harga idealnya. Harga cabai ini saya pikir masih berpeluang untuk mengalami penurunan dalam waktu dekat. Saya melihat kenaikan harga cabai ini didominasi oleh masalah produktifitas di tingkat petani,” jelas Gunawan.

Ia mengatakan, erupsi Gunung Sinabung baru-baru ini membuat panen petani mengalami gangguan. Atas hal itu, banyak tanaman cabai dan sayuran yang terpaksa tidak dipanen sehingga mengakibatkan harganya mengalami kenaikan. “Sementara itu untuk harga bawang merah yang di level Rp 34 ribuan saat ini saya menilai masih dalam rentang harga yang juga mahal,” tutur Gunawan.

Untuk harga daging ayam perlahan sudah mulai kembali normal. Di mana harga daging ayam yang saat ini dijual di kisaran Rp 34 ribu per Kg terbilang lebih mahal dari harga normalnya.

“Namun saya juga yakin harga daging ayam tersebut nantinya akan kembali pulih dalam waktu dekat. Untuk bawang putih yang diperdagangkan di level Rp 36 ribu per kg, memang terbilang masih mahal,” kata Gunawan.

Gunawan menjelaskan, hanya saja harga bawang putih tersebut yang mayoritas di datangkan dengan cara impor, harganya perlu melihat harga dasar bawang putih dari negara asalnya.”Saya melihat tren penurunan yang sulit terjadi pada bawang putih lebih dikarenakan harga yang memang lebih mahal dari harga sebelumnya untuk bawang putih di negara eksportir,” papar Gunawan.

Untuk sayur sayuran dan sejumlah kebutuhan pangan lainnya, ia menilai Erupsi Sinabung masih akan berpengaruh setidaknya hingga di pekan depan. Sampai benar-benar petani di wilayah Kabupaten Karo kembali memulai aktifitasnya dan produktifitas kembali normal. (gus/ila)