28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 5253

Drainase Tidak Berfungsi, Jalan Bakti ABRI Martubung Tergenang Banjir

fachril/sumut pos BANJIR: Pengendara motor melintasi genangan air di Jalan Bakti Abri, Martubung.
fachril/sumut pos
BANJIR: Pengendara motor melintasi genangan air di Jalan Bakti Abri, Martubung.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepanjang Jalan Bakti ABRI, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan tergenang banjir. Penyebabnya, saluran air atau drainase tidak berfungsi sepanjang jalan tersebut.

Pantauan di lapangan, Senin (17/6), kondisi banjir yang menggenangi jalan itu sudah sering terjadi bila hujan turun. Genangan terjadi tidak hanya hujan deras, karena drainase belum dibangun di sisi kiri dan kanan jalan tersebut.

“Jalan itu gimana tidak banjir, paritnya tidak ada. Kalau hujan sedikit aja, pasti jalan banjir. Seharusnya, pemerintah harus segera membangun drainasenya, jangan sempat banjirnya meluas ke lingkungan masyarakat,” aku warga sekitar, Syamsul.

Tokoh Masyarakat Medan Utara, Saharudin sangat menyesalkan sikap Pemko Medan yang tidak peduli dengan buruknya infrastruktur di Medan Utara. Artinya, komitmen Wali Kota untuk mempercepat pembangunan di Medan Utara tidak serius.

“Masih masalah drainase saja tidak bisa dibangun, bagaimana masalah besar. Kita ingin Pemko Medan untuk segera membangun drainase itu, agar pemerataan pembangunan dapat terlaksana di Medan Utara. Kita juga tidak ingin jalan itu terus tergenang banjir,” tegas Saharudin.

Selain itu, kata Ketua Gerbaksu ini, Pemko Medan juga tidak serius menangani masalah sampah, sehingga banyak menumpuk di sekitar pinggir jalan di kawasan Sei Mati. Dengan demikan ada kesan pembiaran dari Pemko Medan untuk mengabaikan kebersihan di pinggiran pedalaman di Medan Utara.

“Bagaimana drainase ridak berfungsi, semua itu karena banyak sampah menumpuk. Kemana petugas kebersihan dan becak sampah yang didistribusikan ke setiap kelurahan, ini pasti ada indikasi pengadaan becak sampah fiktif oleh dinas terkait,” tegasnya.

Terpisah, Lurah Martubung, Fadly mengaku, kondisi drainase itu sudah dilaporkan ke dinas terkait, untuk tindaklanjutnya tinggal menunggu dinas. “Untuk gorong – gorong dalam waktu dekat ini akan dibangun, agar air banjir bisa mengalir. Untuk pembangunan drainase kita masih tunggu,” katanya. (fac/ila)

Sosialisasi Perda, Masih Banyak Warga Medan Abaikan Kawasan Tanpa Rokok

istimewa SOSIALISASI: Tengku Eswin ST saat sosialisasi Perda Kota Medan No 3 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kompleks Bumi Asri, Jalan Asrama Medan, Minggu (16/6).
istimewa
SOSIALISASI: Tengku Eswin ST saat sosialisasi Perda Kota Medan No 3 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kompleks Bumi Asri, Jalan Asrama Medan, Minggu (16/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD dan Pemko Medan sudah menetapkan kawasan tanpa rokok (KTR), namun tetap saja masyarakat tidak mengindahkannya. Terbukti sampai hari ini, masih banyak masyarakat yang merokok di kawasan tanpa rokok. Untuk itu, anggota DPRD Medan Tengku Eswin meminta Pemko Medan segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Kawasan Tanpa Rokokn

Dengan diterbitkannya Perwal KTR, kata Eswin, berarti Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2014 sudan dapat diberlakukan, dan masyarakat pun tentu banyak yang takut untuk  merokok di zona larangan merokok. “Dengan diberlakukannya perda itu, maka aka nada sanksi bagi siapa saja yang merokok di KTR,” kata Tengku Eswin ST saat sosialisasi X tahun 2019 Perda Kota Medan No 3 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kompleks Bumi Asri, Jalan Asrama Medan, Minggu (16/6).

Menurut Eswin, sanksi itu diatur pada BAB XIV pasal 44 ayat 1. “Setiap orang merokok di tempat atau area yang dinyatakan sebagai Kawasan Tanpa Rokok diancam pidana paling lama tiga hari atau pidana denda paling banyak Rp50.000 (lima puluh ribu rupiah),” sebutnya.

Tidak hanya itu, lanjut Politisi Partai Golkar ini, laràngan merokok juga diberlakukan di dalam angkutan kota/umum (angkot),  dimana penumpang wajib melarang penumpang lainnya bila merokok. Bahkan pasal 27 ditegaskan, pemilik angkutan umum wajib memberitahukan kepada pengemudi untuk tidak merokok dan tidak membiàrkan penumpang merokok. Dan selanjutnya Pasal 28 ditekankan lagi bagi pengemudi/sopir wajib melarang penumpang merokok.

Hal ini wajib dipatuhi, karena dalam BAB III pasal 6, ditegaskan, setiap orang dan/atau badan wajib mematuhi ketentuan larangan di tempat atau area yang dinyatakan sebagai KTR.  Sedangkan dalam pasal 7 Perda Kawasan Tanpa Rokok antara lain fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.

Sebab tujuan disahkan Perda No 3 tahun  2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok lanjut Eswin adalah untuk terciptanya ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat, memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak buruk rokok baik langsung maupun tidak langsung,  dan menciptakan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat.

Sedangkan ayat 2 setiap orang atau badan yang mempromosikan, mengiklankan, menjual, dan/atau membeli rokok ditempat atau area yang dinyatakan sebagai Kawasan Tanpa Rokok diancam Pidana kurungan 7 (tujuh)  hari atau pidana denda paling banyak Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah).

Untuk itu Pemko Medan diharapkan dapat bersikap tegas menerapkan Perda No 3 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Karena diyakini, jika Perda ini dijalan dengan benar, dipastikan dapat menciptakan hidup bersih dan sehat tandas Sekretaris Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Kota Medan ini. (adz/ila)

Hadirkan Pembicara Internasional, HATTI Sumut akan Gelar Seminar Nasional

KETERANGAN: Komisariat Daerah HATTI, selaku penyelenggara seminar nasional, memberikan keterangan, Minggu (16/6).
KETERANGAN:
Komisariat Daerah HATTI, selaku penyelenggara seminar nasional, memberikan keterangan, Minggu
(16/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) Komisariat Daerah Sumatera Utara (Komda Sumut), akan menggelar seminar berskala nasional di Kota Medan pada September 2019 mendatang. Sejumlah pembicara berkaliber nasional dan internasional akan hadir dalam acara yang digelar di Hotel JW Mariot tersebut.

Tujuan seminar nasional ini, untuk menyebarluaskan tentang betapa pentingnya ilmu teknik tanah atau geoteknik dalam pembangunan fisik, baik pembangunan gedung, jalan, waduk, maupun jembatan.

“Di Indonesia, tidak banyak orang yang memahami pentingnya ilmu geoteknik, termasuk dalam dunia konstruksi dan infrastruktur yang kini sedang giat dikembangkan Presiden Joko Widldo. Bahkan, ahli geoteknik yang tersertifikasi sendiri jumlahnya juga bisa dihitung dengan jari,” ujar Ir Simon Dertha Tarigan MT, Ketua HATTI Komda Sumut, kepada para wartawan di Medan, Minggu (16/6).

Karena itulah, lanjut Simon Dertha, salah satu upaya untuk mengenalkan betapa pentingnya ilmu geoteknik atau ilmu tanah, pihaknya menggelar seminar nasional tersebut pada hari Kamis-Jumat (19-20/9/2019) di Hotel JW Marriott, Jalan Putri Medan.

Seminar dengan tema ‘Penerapan Rekayasa Geoteknik pada Pembangunan Infrastruktur Nasional: Tantangan, Solusi, dan Inovasi’, didukung oleh sejumlah kampus, perusahaan konstruksi BUMN dan swasta, para mahasiswa, para profesional, dan unsur lainnya.

Seminar nasional itu akan menghadirkan sejumlah pembicara berkompeten, baik dari dalam maupun luar negeri seperti Prof Masyhur Irsyam MSE PhD selaku Ketua Umum HATTI dan dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Ikuo Towhata selaku Vice President ISSMGE for Asia dan dosen di Departemen Teknik Sipil Universitas Tokyo Jepang, Dr Ir Indra Sati Hamonangan Harahap MSCE selaku dosen di Universiti Teknologi Petronas Malaysia, dan pembicara lainnya.

Sekretaris HATTI Sumut Samsuardi Batubara mengatakan, seminar ini selain didukung Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD) Sumut, juga didukung oleh pemerintah pusat, dalam hal ini stakeholder yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Ini terbukti dari tampilnya Pak Achmad Trunajaya ST MT selaku Kasatker P2JN Balai BPJN II Kementerian PUPR yang akan menjadi salah satu pembicara dalam seminar nasional yang kita.gelar September nanti,” ujar Samsuardi Batubara.

Turut hadir dalam konfrensi pers tersebut, Simon yang juga dosen di UNIKA Santo Thomas Medan, Ir Samsuardi Batubara MT selaku Sekretaris HATTI Komda Sumut, Prof Dr Ing Ir Johanes Tarigan selaku Penasehat Seminar, Ir Berlin Tampubolon MT selaku Ketua Panitia Seminar, dan para pengurus lainnya. (man/ila)

Lomba Hatinya PKK Tingkat Nasional, Desa Sayur Maincat Masuk Enam Besar

dedi zailani/sumut pos SAMBUTAN: Bupati Madina Drs H. Dahlan Hasan Nasution memberikan kata sambutan dalam kunjungan Tim Penilai dan Verifikasi Hatinya PKK Pusat di Desa Sayur Maincat, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (17/6).
dedi zailani/sumut pos
SAMBUTAN: Bupati Madina Drs H. Dahlan Hasan Nasution memberikan kata sambutan dalam kunjungan Tim Penilai dan Verifikasi Hatinya PKK Pusat di Desa Sayur Maincat, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (17/6).

MADINA, SUMUTPOS.CO – Tim penilai dan Verifikasi Hatinya PKK Pusat menunjungi Desa Sayur Maincat, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (17/6).

Kedatangan tim penilai dan verifikasi tersebut, karena Desa Sayur Maincat masuk dalam 6 besar lomba Hatinya PKK tingkat nasional.

Pada kesempatan tersebut, Tim Penilai Hatinya PKK yang diketuai Hanifah Husein Nasution, dan Ketua Pokja III TP PKK Pusat Ir Johan Siswono, melihat langsung kreativitas masyarakat Desa Sayur Maincat dalam pemanfaatan lahan dan pekarangan rumah dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan, tanaman sayur dan kolam ikan.

Bupati Madina Drs H. Dahlan Hasan Nasution dalam sambutannya, menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Desa Sayur Maincat yang telah mau berubah, sehingga menjadi salah satu nominasi Hatinya PKK tingkat Nasional.

“Saya sangat bersyukur atas terpilihnya Desa Sayur Maincat sebagai Nominasi Hatinya PKK, mari kita jadikan Prestasi ini awal dari kebangkitan, kita jangan berpuas diri dulu mari kita terus tingkatan demi kesejahtraan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Bupati, Desa Sayur Maincat harus dijadikan sebagai Desa percontohan dari Desa-desa yang ada di Madina, bahkan seluruh Indonesia agar perekonomian masyarakat bisa meningkat.

“Program Hatinya PKK ini harus ditingkatkan, jangan hanya sampai disini saja,”harapnya.

Sementara Ketua Bidang III PKK Pusat Hanafiah Husein Nasution mengapresiasi Bupati Madina, PKK Madina dan PKK Desa Sayur Maincat yang telah menggerakkan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah, untuk menanam sayur-mayur dan tumbuhan lainnya.

“Untuk menggerakan masyarakat itu tidak gampang, tapi saya yakin Pak Bupatinya cukup sayang kepada masyarakatnya sehingga mudah mengajaknya,” ucapnya.

Menurutnya, dengan adanya program Hatinya PKK, masyarakat tidak lagi mengeluarkan uang untuk membeli sayuran, cabai, dan ikan, hanya tinggal membeli beberapa bahan pokok. Hal ini bisa menghemat pengeluaran rumah tangga.

“Untuk memenuhi Gizi anaknya atau satu keluarga tidak perlu lagi mengeluarkan uang banyak, dengan menjalankan program hatinya PKK ini sudah cukup,” jelasnya.

Diharapkan kegiatan Hatinya PKK ini jangan saja karena ada lomba tetapi terus di lakukan, kalau bisa terus di tingkatkan, sehingga desa ini bisa menjadi desa percontohan di Madina bahkan Sumatera Utara dan Indonesia.

“Kepada Bupati Madina, Ketua TP PKK Madina, pimpinan OPD Madina diharapkan tidak pernah lelah untuk menggerakkan masyarakat guna melakukan perubahan. PKK harus membantu pemerintah dan PKK harus jadi tonggak perubahan,” harapnya.

Mari sama-sama kita doakan agar Desa Sayur Maincat ini menjadi Desa yang terbaik dalam lomba ini,”sambungnya. (mag-6/han)

Lomba Penilaian UP2K PKK Tingkat Nasional, Tim Verifikasi Kunjungi Tebingtinggi

SOPIAN/SUMUT POS KUNJUNGAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Tim Penilaian UP2K Pusat, Iriana Rosalina mengunjungi Kelurahan Padang Merbau.
SOPIAN/SUMUT POS
KUNJUNGAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Tim Penilaian UP2K Pusat, Iriana Rosalina mengunjungi Kelurahan Padang Merbau.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima kunjungan tim verifikasi lapangan penilaian lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK tingkat nasional, di Kelurahan Padang Merbau, Kecamatan Padanghulu Kota Tebingtinggi, Senin (17/6).

Kelurahan Padang Merbau merupakan salah satu dari 6 kelurahan yang masuk 6 besar dalam lomba penilaian UP2K PKK di tingkat nasional, dalam rangka peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke- 45.

Kepada tim verifikasi tingkat nasional, Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan sedikit gambaran tentang Kota Tebingtinggi yang memiliki luas lebih kurang 38,8 kilometer bujur sangkar.

Dimana Kelurahan Padang Merbau, berada di Kecamatan Kecamatan Padang Hulu, ada 5 kecamatan di Kota Tebingtinggi yaitu Kecamatan Rambutan, Bajenis, Tebingtinggi Kota, Padang Hulu dan Padang Hilir, serta masing masing kecamatan memiliki 7 kelurahan.

Penduduk Kota Tebingtinggi lebih kurang 172.000 jiwa yang pekerjaannya kebanyakan di sektor jasa. Serta jumlah pedagang serta pengusaha mikro kecil dan menengah sebanyak 12.000 orang, dan inilah yang membuat visi dan misi Kota Tebingtinggi menjadi kota jasa dan perdagangan dengan tetap memperhatikan menjadi kota yang benar-benar amanah, bersih religius dan kota yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Sementara ketua tim verifikasi UP2K PKK Tingkat Nasional, Iriana Rosalina mengucapkan selamat kepada Kelurahan Padang Merbau yang masuk 6 besar di tingkat nasional.

Iriana pun memberikan apresiasi terhadap produk-produk makanan, keterampilan dan pertanian yang ada di Tebingtinggi. (ian/han)

Tak Cukup Kuorum, Bupati Humbahas Batal Sampaikan LKPj

dedi simbolon/sumut pos SIDANG: Suasana sidang Paripurna penyampaian nota pengantar bupati atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2018 di gedung DPRD Humbang Hasundutan, sebelum ditutup.
dedi simbolon/sumut pos
SIDANG: Suasana sidang Paripurna penyampaian nota pengantar bupati atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2018 di gedung DPRD Humbang Hasundutan, sebelum ditutup.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) beragendakan penyampaian nota pengantar Bupati atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2018, batal digelar, Senin (17/6) di gedung DPRD.

Pasalnya, dari 25 orang anggota dewan, yang hadir hanya 10 orang saja sehingga tidak mencapai kuorum.

Sementara, sebelumnya rapat paripurna ini yang dipimpin oleh Ketua DPRD Manaek Hutasoit sudah memberikan tambahaan waktu sebanyak dua kali untuk memberikan kesempatan kepada anggota dewan untuk hadir.

Padahal rencananya, siding paripurna diawali dengan penyampaian nota pengantar Bupati atas Ranperda LKPJ tahun anggaran 2018 yang akan disampaikan Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor.

Kemudian, dilanjutkan penyampaian pemandangan umum Fraksi atas Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD.

Namun rapat yang seharusnya dimulai pukul 10.00 WIB, diskors sampai pukul 10.25 WIB. Namun hanya 10 orang dari jumlah anggota dewan 25 orang yang hadir.

Meski sampai pukul 11.45 WIB, rapat kembali diskors usai makan siang dan dilanjut pukul 13.00 WIB. Namun, hingga pukul 13.25 WIB, jumlah anggota dewan pun tidak juga qourum.

Lantaran tidak qourum, Manaek yang didampingi Wakil Ketua DPRD Jimmy Togu Purba dan Marsono Simamora, dihadiri Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Sekdakab Tonny Sihombing dan unsur Uspida serta sejumlah OPD membatalkan rapat tersebut.

Padahal, agenda pembahasan tersebut sudah menjadi jadwal dari hasil pembahasan Badan Musyawarah (Banmus). “ Rapat hari ini kita tutup dan akan kita kembalikan ke Banmus untuk menjadwalkan kembali,” tutup Manaek.

Saat dikonfirmasi terkait sedikitnya anggota dewan yang hadir, Ketua DPRD Manaek Hutasoit enggan menjelaskan. “ Kami rapat dulu ya kawan-kawan,” ujar Manaek sembari berlalu meninggalkan wartawan usai rapat tersebut.

Sekedar diketahui, anggota dewan yang tidak hadir itu, tiga orang dari Fraksi PDI Perjuangan, Ramses Lumbangaol, Kepler Torang Sianturi dan Hulman Tumanggor, satu orang dari Fraksi Amanat Demokrat yakni Bresman Sianturi, 3 orang dari Fraksi Golkar yakni Bantu Tambunan, Marolop Situmorang, Parulian Simamora.

Kemudian, 3 orang dari Fraksi Gerindra yakni Bukka Lumbantoruan, Ronald Lumbangaol, Chandra Mahulae, 3 orang dari Fraksi Nasdem Kebangkitan Bangsa yakni Tulus Hutasoit, Timbul Tinambunan dan Saut Nainggolan, 2 orang dari Fraksi Hanura yakni Irwan Simamora dan Martini Purba. (mag-12/han)

11 Rumah di Asahan Rusak Dihantam Puting Beliung

Ilustrasi puting beliung

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 11 rumah di Desa Suka Makmur, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan rusak parah diterpa angin puting beliung, Sabtu (15/6).

“Sejauh ini dampak dari rumah warga terkena angin puting beliung, belum ditemukan ada kor ban jiwa. Warga sangat sedih atas musibah ini,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Asahan, Syafruddin Harahap.

Dijelaskan Syafruddin, angin puting beliung yang terjadi selama 1 jam tersebut, juga merusak kandang ternak warga serta infrastruktur listrik. Akibatnya aktivitas warga menjadi terganggu. “Sejauh ini untuk aliran listrik terputus. Dimana untuk antisipasi adanya korban,” bilangnya.

Namun, sambungnya, BPBD Asahan bersama Pemerintah setempat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas pihaknya sudah mengunjungi lokasi yang terkena musibah, melakukan kaji cepat dampak, melakukan evakuasi dan pembersihan pohon yang tumbang yang menimpa rumah warga

“Artinya BPBD Asahan juga telah menyerahkan bantuan logistik pemenuhan kebutuhan dasar kepada korban terdampak bencana, “ kata Syafruddin Untuk itulah, dirinya berharap warga dapat tetap bersabar dan tabah dalam menghadapi bencana alama yang terjadi ini. (omi/han)

Hutan Lindung Paropo Terbakar

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS PADAMKAN API: Personel TNI dan Satgas Pusdalops BPBD Dairi membantu memadamkan api yang melalap kawasan hutan lindung di Dusun Aek Pokki, Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PADAMKAN API: Personel TNI dan Satgas Pusdalops BPBD Dairi membantu memadamkan api yang melalap kawasan hutan lindung di Dusun Aek Pokki, Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.

PAROPO, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 7 hektare kawasan hutan lindung Lae Pondom dan areal pertanian terbakar di Dusun Aek Pokki, Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Minggu (16/6).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Pusdalops pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi, Lipinus Sembiring merincikan dari tujuh hektare lahan yang terbakar, ada 4 hektare kawasan hutan dan 3 hektare lahan pertanian milik masyarakat. Disebutkan Lipinus, titik api berawal dari kawasan hutan lindung. Semak-semak yang terbakar merembes ke areal pertanian yang kebetulan berjarak dekat dengan lembah bukit yang terbakar.

Kawasan hutan pinus yang terbakar hanya berjarak 1 kilometer dengan permukiman warga. Untung saja api sudah bisa dipadamkan oleh Tim Manggala Agni Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Babinsa, Kepolisian, aparata Desa serta Satgas Pusdalops Dairi yang turun ke lokasi.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dairi juga mengimbau masyarakat menjaga supaya tidak membakar semak-semak, khususnya di kawasan hutan lindung apalagi dimusim kemarau seperti saat ini,”pinta Lipinus.(mag-10/han)

Lomba Tertib Administrasi PKK Tingkat Nasional, Tim Verifikasi Pusat Kunjungi Binjai

TEDDY/ SUMUT POS DIABADIKAN: Perwakilan tim verifikasi pusat PKK dan Ketua TP PKK Binjai, Hj Lisa Andriani Idaham diabadikan bersama saat berkunjung di Kantor Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur, Senin (17/6)
TEDDY/ SUMUT POS
DIABADIKAN: Perwakilan tim verifikasi pusat PKK dan Ketua TP PKK Binjai, Hj Lisa Andriani Idaham diabadikan bersama saat berkunjung di Kantor Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur, Senin (17/6)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ketua TP PKK, Hj Lisa Andriani Idaham didampingi Asisten I Otto Harianto beserta pimpinan OPD dan anggota PKK, menyambut kehadiran tim verifikasi lapangan lomba pelaksanaan terbaik tingkat nasional tertib administrasi di Kantor Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur, Senin (17/6). Kedatangan mereka dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 47 tahun 2019, yang diketuai Nursila beserta rombongan.

Otto Harianto mewakili Wali Kota Binjai dalam sambutannya mengatakan, PKK sebagai organisasi wanita yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan telah terbukti membawa perubahan yang cukup besar dan dapat dirasakan manfaatnya. Semua itu tidak lepas dari peran aktif kader PKK yang berkomitmen untuk mensejahterakan kehidupan anggota serta masyarakat pada umumnya.

Gerakan PKK sebagai wadah aktivitas sosial kemasyarakatan telah menunjukkan eksistensinya yang diakui secara langsung sebagai gerakan dari masyarakat yang merupakan mitra kerja pemerintah.

“Pemerintah Kota Binjai selaku mitra PKK dalam menjalankan 10 program pokok organisasi PKK, akan selalu mendukung setiap program tim penggerak PKK kota Binjai, karena dengan kerja sama ini dapat meningkatkan sinegritas yang sangat baik antara PKK Kota Binjai dan Pemko Binjai,” jelasnya.

“Terkait dengan pelaksanaan tertib administrasi PKK, saya berharap tim penilai kiranya dapat memberikan masukan baik saran dan kritik sehingga dalam pelaksanaan program PKK dapat terlaksana dengan baik”, sambungnya.

Dia juga menyampaikan, bahwa saat ini di Kota Binjai telah memiliki kelompok dasawisma sebanyak 2.858 kelompok yang bertujuan untuk memudahkan pendataan dan pencatatan dasawisma.

Kegiatan lomba dalam rangka HKG PKK yang selama ini diselenggarakan setiap tahun ternyata direspon secara positif oleh Pemerintah Daerah, Desa dan Kelurahan bahkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan lomba dalam rangka HKG PKK ini cukup besar.

Hal ini dapat ditunjukkan dari peningkatan kualitas penyelenggaraan lomba dalam rangka HKG PKK semakin baik dan membawa nilai positif terhadap pencapaian sasaran-sasaran pemberdayaan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sofie selaku perwakilan dari tim verifikasi lapangan dalam membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK dr. Erni Guntarti Tjahyo Kumolo. Sofie juga mengatakan bahwa Provinsi Sumatera Utara memperoleh 5 nominasi dalam lomba kegiatan PKK yang terdiri dari PAR Cinta Kasih di Kota Medan, UP2K di Kota Tebing Tinggi, Hatinya PKK di Kabupaten Mandailing Natal, IVA Test di Kabupaten Karo, dan Tertib Administrasi di Kota Binjai.

“Saya berharap agar lomba ini memiliki potensi dan nilai strategis yang mampu menjadi aspirasi dan motivasi bagi masyarakat. Karena sesungguhnya gerakan PKK merupakan faktor kunci dalam proses pemberdayaan keluarga dan masyarakat, sehingga masyarakat bersama -sama pemerintah desa dan kelurahan yang didukung penuh pemerintah daerah mampu berperan serta dalam pembangunan,” jelasnya.

Acara penyerahan penghargaan bagi pemenang lomba dalam rangka HKG PKK tahun 2019 yang akan dilaksanakan bersamaan dengan acara puncak Peringatan HKG PKK ke 47 tahun 2019 tingkat nasional pada bulan Juli di Kota Padang.

Di kesempatan tersebut tim verifikasi didampingi Ketua TP PKK turut meninjau secara langsung kampung literasi anggrek bertempat di Jalan Danau Singkarak dan verifikasi lapangan tertib administrasi PKK di kantor TP. PKK Kecamatan Binjai Timur. (ted/han)

Arus Balik Lebaran ke Aceh Membeludak

ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS MENAIKI: Sejumlah penumpang menggunakan bus Simpati Star saat balik usai lebaran dari Pangkalan Brandan menuju Aceh.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
MENAIKI: Sejumlah penumpang menggunakan bus Simpati Star saat balik usai lebaran dari Pangkalan Brandan menuju Aceh.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Hingga Minggu (16/6), arus balik lebaran idul fitri tujuan Aceh masih membludak.

Pantauan Sumut Pos di stasiun Perwakilan Pangkalan Brandan Simpati Star di Jalinsum Besitang-Aceh, penumpang hingga malam masih membludak.

Diakui Sastya Widya Tifani, penumpang bus Aceh khususnya Simpati Star, Putra Pelangi dan lainnya, sejak hari raya kedua hingga kini masih membludak, berbeda dengan hari biasa.

Dikatakannya, kalau hari biasa, tiket bus ke Aceh tidak terlalu sulit untuk didapatkan. “Harganya juga tidak begitu melonjak, paling mahal Rp175 ribu hingga Rp200 ribu dari Pangkalan Brandan ke Banda Aceh,”ungkapnya.

Dikatakan mahasiswi semester IV UIN ARANIRI Banda Aceh, ini sejak sepekan sebelum lebaran dan sesudah Idul Fitri, penumpang tetap banyak.

Parahnya lagi, tambahnya, harga tiket melonjak. Kalau hari biasa Pangkalan Brandan-Banda Aceh Rp175.000 hingga Rp200.000, malam ini harga tiket menjadi Rp250.000 per orang. Sedangkan ongkos kendaraan bawaan naik juga dari Rp300.000, kini naik menjadi Rp350.000 per kendaraan.

“Karena umumnya penumpang kebanyakan mahasiswa dan pekerja, makanya harga tiket makin mahal. Terpaksa karena mau kuliah, tiketnya harus kita beli,”bilangnya.

Sementara perwakilan stasiun Sempati Star Pangkalan Brandan yang melayani penjualan tiket bus Aceh ke Medan dan Medan ke Aceh saat ditemui di loket membenarkan keadaan tersebut.

“Untuk minta kurang sedikitpun tak bisa Pak. Begitulah Pak dari pusatnya di Medan. Kami hanya kantor perwakilan di Brandan ini Pak. Berapa harga tiket dari Medan, ya begitulah yang saya katakan kepada calon penumpang. Kalau tidak, sopir tidak mau bawa. Cari saja bus lain,” sebut petugas tiket yang minta identitasnya tidak dituliskan. (mag-9)