28 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 5259

Sudah Ditarget Tiga Bulan, Bandar Sabu Ame Berdalih

tEDDY/SUMUT POS BARANG BUKTI: Para terdakwa melihat barang bukti yang diperlihatkan majelis hakim PN Binjai, Selasa (11/5)
TEDDY/SUMUT POS
BARANG BUKTI: Para terdakwa melihat barang bukti yang diperlihatkan majelis hakim PN Binjai, Selasa (11/5)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Binjai kembali menggelar sidang lanjutan bandar sabu terdakwa Suarni alias Ame (42), Suratman alias Kutil (36) dan Juna Irawan (30) di Ruang Cakra, Selasa (11/6).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi terkuak kalau Suarni sudah menjadi Target Operasi (TO) Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai.

Sidang beragenda mendengar keterangan saksi. Jaksa Penuntut Umum Perwira Tarigan menghadirkan dua saksi dari polisi.

Adalah Briptu Rahmatullah dan Brigadir Sudirman Surbakti, menceritakan kronologis penangkapan terhadap Ame serta kawan-kawan. “Ame target kita. Selama 3 bulan sudah diintai,” kata Brigadir Sudirman.

Menurut saksi, ketiga terdakwa ditangkap secara bersama-sama pada sebuah rumah kosong di Jalan Petai Pasar II Cina, Komplek Mahkota Permai, Binjai Utara, Senin 29 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB. Dalam proses penangkapannya, polisi menyaru sebagai pembeli melalui informan mereka.

“Kami pesan ke Juna. Lalu Juna sampaikan ke Kutil. Dan ke Pohan. Pohan mengatakan ada buah (sebutan sabu) di tempat Ame,” ujar Sudirman.

Menurut saksi, sabu yang mau dijual kepada polisi dibungkus dalam sebuah kotak lampu merek Hannochs dengan berat hampir 1 ons. Posisi kotak lampu berisi sabu ini di dekat Ame. Sesaat sebelum transaksi, polisi meringkus ketiga terdakwa.

“Setelah melakukan penangkapan, kami geledah rumah Ame. Ditemukan dua paket (sabu) di lemari kamarnya dan plastik kosong,” kata Sudirman.

Sudirman mengamini, Pohan merupakan seorang penghubung yang menghubungkan Suratman dan Juna ke Suarni.

“Setelah geledah, ketangkap juga Pohan di samping Rumah Makan Ampera, daerah Binjai Kota. Ada satu buah pil diduga ekstasi mau dibuang Pohan saat ditangkap,” sambung dia.

Namun kini, yang duduk di kursi pesakitan hanya tiga terdakwa saja. Keempat tersangka yang ditangkap polisi sempat bebas. Pasalnya, masa penahanan mereka habis di polisi.

Jaksa yang meneliti berkas keempat tersangka tak kunjung menyatakan lengkap. Alhasil, keempat tersangka bebas. Namun demikian, polisi berhasil menangkap kembali tiga tersangka yang kini sudah disidangkan.

“Sekarang DPO Pohan,” ujar Sudirman. Menurut saksi, permintaan yang diajukan memang 1 ons dengan nilai transaksi Rp60 juta. Belum sempat dilakukan transaksi, polisi berhasil meringkusnya.

“Saat melihat barang bukti di rumah kosong bersama Ame dan Kutil. Sedangkan Juna kenjiro di Pos,” kata Sudirman.

Namun keterangan saksi dibantah oleh Terdakwa Suarni. Menurut terdakwa, sabu itu bukan miliknya, melainkan milik seseorang yang bernama Adi. Menurut Ame, Adi menitipkan sabu tersebut kepadanya.

“Kalau dua paket itu (ditemukan di lemari) memang punya saya untuk pakai. Saya juga tidak mengenal kedua ini (Juna dan Suratman). Timbangan itu untuk kue, karena pas kejadian aku lagi buat kue. Saya tidak ada transaksi,” kata Ame berdalih.(ted/ala)

ASN Pemko Medan yang Bolos Kerja Paskalibur Lebaran Perlu Diskorsing Biar Jera

BAMBANG/SUMUT POS SERAHKAN:Bupati Langkat Terbit Rencana PA menyerahkan SK CASN di sela-sela kegiatan apel perdana usai cuti bersama Idul Fitri.
BAMBANG/SUMUT POS
SERAHKAN:Bupati Langkat Terbit Rencana PA menyerahkan SK CASN di sela-sela kegiatan apel perdana usai cuti bersama Idul Fitri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta memberikan sanksi lebih tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bolos kerja pada hari pertama masuk paskalibur Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Padahal, libur lebaran tahun ini diberikan cukup panjang yakni selama 9 hari sama seperti tahun 2018.

Anggota Komisi A DPRD Medan, Herri Zulkarnain sangat menyesalkan dan menyayangkan banyaknya ASN yang tidak masuk kerja pada hari pertama setelah libur lebaran kemarin. “Jadi, diminta kepada Wali Kota agar ASN yang bolos tersebut diberi tindakan atau sanksi yang lebih tegas. Tindakan tegas itu selain pemotongan intensifnya, perlu juga penurunan jabatan dan skorsing untuk membuat efek jera. Kalau hanya sekadar pemotongan, saya yakini tiap tahun pasti terulang lagi,” tegas Plt Ketua DPD Demokrat Sumut ini.

Dia meminta Wali Kota harus tegas terhadap ASN yang tidak disiplin, tidak menghargai waktu dan pekerjaannya. Sebab, pelanggaran ini sudah berulangkali dan rutin terjadi setiap tahun.

“Lain halnya apabila ASN yang tidak hadir karena alasan tertentu. Misalnya, karena sakit, ada keluarganya yang kemalangan, kecelakaan atau terkena bencana,” ujarnya.

Herri melanjutkan, kalau perusahaan swasta pasti sudah ada surat peringatan mulai dari 1, 2 dan 3 hingga akhirnya dipecat. “Jika perlu dilakukan pemecatan, kalau memang ASN bersangkutan sering melakukan kesalahan dan tidak disiplin. Sebab, masih banyak orang yang mau bekerja menjadi ASN,” pungkasnya.

Sementara, Anggota Komisi A lainnya, Zulkarnain Yusuf Nasution menilai, kalau pun diberi sanksi maka cukup dengan melakukan pemotongan intensif atau tunjangan penghasilan pegawai (TPP). Karena, pasti berpengaruh bagi ASN yang selama ini berharap besar pada tunjangan selain gaji pokok. “Kalau mereka tidak disiplin, bisa dikenakan sanksi pemotongan (TPP). Kalau terus saja melakukan kesalahan yang sama, barulah langsung diberi peringatan tegas,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Medan, Muslim Harahap mengatakan, dalam memberlakukan sanksi terhadap ASN yang tidak displin mengacu kepada Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 44 Tahun 2016. Oleh karena itu, tidak bisa memberikan sanksi begitu saja, misalnya langsung sanksi yang berat. “Kita tidak bisa langsung kasih hukuman berat tapi harus bertahap. Sanksi ini sudah diatur di dalam Perwal Nomor 44/2016,” akunya.

Menurut Muslim, terhadap ASN yang bolos kerja tersebut akan diberi sanksi berupa tindakan teguran tertulis dan pemotongan TPP. Sanksi ini berlaku bagi mereka yang tidak pernah mendapatkan sebelumnya.

Namun, lanjut dia, apabila mereka sudah pernah mendapat sanksi tersebut maka ditambah sanksinya yakni bisa penurunan pangkat selama satu tahun hingga penundaan gaji berkala. “Kalau baru kali ini, maka diberi teguran tertulis dan dipotong TPP 5 persen. Jika sudah pernah, maka ditambah 2 persen lagi. Apabila kedua-keduanya sudah pernah juga dialami, maka diberikan sanksi kategori sedang berupa pemotongan TPP 15 persen. Sementara bagi yang sudah sering, maka tidak menutup kemungkinan mendapat sanksi berat yakni tak mendapat TPP sebulan,” pungkasnya.

Diketahui, pada hari pertama masuk kerja usai libur lebaran sebanyak 90 ASN tidak hadir tanpa keterangan. “Hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran, dari seluruh ASN di Pemko Medan yang berjumlah 14.540 orang sebanyak 90 tidak hadir. Mereka tidak hadir tanpa memberikan alasan yang jelas,” ujar Muslim.

Kata Muslim, jumlah ASN yang tidak hadir usai libur lebaran pada tahun ini apabila dipersentasekan tidak sampai 1 persen atau 0,62 persen. Jumlah ini lebih baik ketimbang lebaran tahun 2018 lalu. “Pada tahun lalu ada lebih 200 pegawai (ASN) yang bolos kerja setelah libur lebaran. Jadi, jumlah tahun ini ada penurunan yang signifikan dari 200 lebih menjadi hanya 90 orang,” katanya. (ris/ila)

Lelang Jabatan Kepala BPKAD Medan, 6 Pendaftar Lolos Seleksi Berkas

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pendaftaran lelang terbuka jabatan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan telah berakhir pada 28 Mei lalu. Pendaftaran sekaligus seleksi berkas administrasi tersebut kini memasuki tahap kedua, yakni psikotes.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Medan, Muslim Harahap mengaku sudah ada 6 ASN yang mendaftar. Ke-6 ASN tersebut telah lolos seleksi berkas dan saat ini menjalani psikotes oleh tim panitia seleksi (pansel) di Fakultas Psikologi USU. “Ada 6 orang yang daftar dan lolos seleksi berkas. Mereka sekarang (kemarin, red) mengikuti psikotes,” ujar Muslim, Selasa (11/6).

Muslim mengaku, tak begitu mengingat nama-nama ke-6 pendaftar yang menjalani tes tahap kedua pada 11 dan 12 Juni. Namun, kata dia, seingatnya para pendaftar sebagian besar dari organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan. “Ke-6 yang mendaftar, paling banyak tentu berasal dari lingkungan Pemko Medan. Namun, ada juga dari luar yaitu Pemprovsu,” ujarnya.

Menurut Muslim, setelah psikotes maka selanjutnya para pendaftar mengikuti tahap ketiga yakni presentasi dan wawancara. Tahap ketiga dijadwalkan akan dilaksanakan pada 13 dan 14 Juni. “Rabu (13/6) presentasi dan wawancara dengan tim pansel, ketuanya sekda (sekretaris daerah Medan),” tuturnya.

Kata dia, setelah tahap ketiga selesai maka tinggal menunggu hasil seleksinya yang akan diumumkan nantinya. “Hasil seleksi nantinya diumumkan 3 nama dan dibawa ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara). Kita tunggu persetujuan dari KASN, dan kalau disetujui kita lantik 1 nama dari 3 yang diajukan,” pungkasnya.

Sementara, berdasarkan informasi yang diperoleh Sumut Pos di Pemko Medan, 6 pendaftar tersebut ternyata 5 di antaranya berasal dari Pemko Medan. Sedangkan seorang lagi dari Pemprovsu. Masing-masing, Indra Gunawan (Bagian Unit Kesejahteraan Rakyat Setdako Medan), T Ahmad Sofyan (Inspektorat Provinsi Sumatera Utara), Bagian Effendi (Balitbang Medan), Syahrial Rangkuti (BPKAD Medan), M Ashari Lubis (BPKAD Medan) serta Hidayat AP (Balitbang Medan). (ris/ila)

Seleksi Lelang Jabatan Eselon II Pemprovsu Sudah Ada 40 Pelamar

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah pelamar Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sudah ada 40 pelamar. Jumlah pelamar yang ingin menjadi eselon II pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprovsu ini, diprediksi akan terus bertambah mengingat masih lamanya masa pendaftaran yakni sampai 17 Juni 2019.

“Berdasarkan data terakhir yang kita rekap, sudah ada total sekitar 40 orang yang melamar dalam seleksi eselon II dari awal sampai hari ini,” kata Anggota Sekretariat Panitia Seleksi JPT Pratama Pemprovsu, Wasito menjawab Sumut Pos, Selasa (11/6).

Wasito mengungkapkan, mayoritas pelamar yang sudah memasukkan berkas persyaratan pendaftaran berasal dari pejabat eselon III Pemprovsu. Beberapa di antaranya juga ada dari pejabat eselon III kabupaten dan kota di Sumut.

“Untuk yang dari luar Provinsi Sumut sejauh ini memang belum ada (yang mendaftar). Namun sekitar dua orang itu ada dari pejabat di kabupaten/kota. Saya kebetulan belum cek berkas lagi dan info itu saya dapat dari petugas penerima berkas di sekretariat,” katanya.

Jumlah pelamar tersebut, menurutnya akan terus bertambah seiring masih panjangnya tahapan pendaftaran. Pihaknya juga mengungkapkan bahwa pejabat eselon III masih mendominasi yang mendaftar untuk seleksi JPT Pemprovsu 2019 ini. “Ya betul, umumnya pelamar itu dari pejabat eselon III. Kebanyakan dari internal Pemprovsu sendiri,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pembukaan seleksi JPT Pemprovsu dimulai sejak 21 Mei lalu dan masa pendaftaran atau penerimaan berkas sampai 17 Juni. Terdapat 16 JPT yang dibuka pada lelang jabatan eselon II Pemprovsu kali ini. Yakni Inspektur, Asisten Pemerintahan, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan, Kepala Bappeda, Kepala BKD, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Kepala Diskominfo, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Direktur Rumah Sakit Jiwa Prof dr Muhammad Ildrem, Kabiro Umum dan Perlengkapan, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan, dan Kepala Biro Hukum.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Abdul Khair Harahap mengatakan, seleksi terbuka JPT Pratama di lingkungan Pemprovsu ini sudah mendapat persetujuan dari ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), melalui nomor surat B-1657/KASN/5/2019 pada 20 Mei 2019.

“Ada sebanyak 16 JPT (Eselon II) yang akan diisi melalui seleksi terbuka kali ini. Mulanya ada 15 jabatan, tetapi karena Pak Jumsadi sudah mengajukan diri menjadi widya swara utama di BPSDM dan mengingat mau pensiun juga tahun ini, makanya termasuk ikut yang dilelang,” ujarnya didampingi Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprovsu, M Fitriyus saat memberi keterangan pers di Kantor Gubsu, 21 Mei lalu.

Kata Khair, ada perbedaan sistem seleksi JPT Pratama kali ini dibanding seleksi sebelumnya. Yaitu boleh diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) se Indonesia, dari sebelumnya hanya bisa diikuti ASN di pemkab/pemko se Sumut. Selain itu, bagi pejabat eselon II Pemprovsu yang sekarang nonjob akibat mutasi tempo hari, diperkenankan untuk ikut seleksi terbuka tersebut.

“Kali ini teman-teman eselon III yang sudah tiga tahun menjabat, juga boleh ikut lelang. Pertama berstatus sebagai PNS, berusia paling tinggi 56 tahun pada saat dilantik, paling rendah menduduki pangkat Pembina Tingkat I (IV/b) untuk pelamar eselon II A dan paling rendah menduduki pangkat IV/a untuk pelamar eselon II B. Lalu sedang atau pernah menduduki JPT Pratama atau sedang/pernah menduduki jabatan administrator (eselon III) atau jabatan fungsional yang dipersamakan dengan jabatan administrator paling singkat dua tahun untuk eselon III A, dan paling singkat tiga tahun untuk eselon III B,” paparnya. (prn/ila)

Zulkarnain: Jaga Dokumen Kependudukan

Zulkarnain MSi
Zulkarnain

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kesadaran masyarakat dalam menjaga dokumen kependudukan, seperti Akta Nikah, Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran dan sebagainya masih sangat rendah. Seringkali, dokumen kependudukan tersebut rusak atau bahkan hilang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Medan, Zulkarnain mengaku dari pengurusan dokumen kependudukan yang dilakukan masyarakat setiap harinya sangat banyak yang mengajukan bukan untuk mengurus baru. “Hampir separuh setiap harinya berkas pengurusan yang masuk bukan untuk mengurus baru, melainkan karena rusak atau hilang. Mulai dari Akta Nikah, Akta Kelahiran, KK, KTP dan lainnya,” ujar Zulkarnain, kemarin.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar menjaga dokumen kependudukannya dengan baik. Misalnya, dengan menempatkan atau menyimpannya di tempat tidak mudah rusak atau hilang. “Dokumen kependudukan sangat penting sekali untuk aktifitas kebutuhan hidup sehari-hari. Jika rusak atau hilang, tentu semua urusan terhambat. Padahal, menjadi persyaratan penting untuk mengurus banyak keperluan administrasi dalam berbagai hal,” kata Zulkarnain.

Selain kesadaran yang masih rendah dalam menjaga dokumen kependudukan, sambung dia, dalam mengurusnya juga begitu. Masyarakat cenderung mengurus apabila ada keperluan yang mensyaratkan perlunya melampirkan dokumen kependudukan.

“Kita berharap ada kesadaran yang lebih baik terhadap masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan. Sebab, seringkali ketika mengurus di saat perlu dan mendesak saja. Sedangkan ketika tidak perlu, maka tidak diurus bahkan tidak disimpan dengan baik,” bilang Zulkarnain.

Menurut dia, apabila budaya mengurus dokumen kependudukan di saat perlu saja tidak diubah maka bisa merusak sistem. Oleh karena itu, jaga dan rawat dengan baik dokumen kependudukan yang telah dibuat.

“Kita terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dokumen kependudukannya. Selain itu, berupaya juga menjaga dan merawatnya dengan baik apabila suatu saat perlu,” kata dia.

Zulkarnain juga meminta kepada masyarakat ketika mengurus dokumen kependudukannya harus yang bersangkutan dengan datang ke Kantor Disdukcapil. Hal ini guna menghindari praktik percaloan. (ris/ila)

AKP Edy Safari Jabat Kapolsek Medan Labuhan

Ilustrasi
Ilustrasi

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis melantik jabatan Kapolsek Medan Labuhan dan Kasat Narkoba di halaman Mako Polres Pelabuhan Belawan, Selasa (11/6). Jabatan Kapolsek Medan Labuhan diisi oleh AKP Edy Safari menggantikan Kompol Rosyid Hartanto yang masuk masa pendidikan Sespim Polri. Kemudian, jabatan Kasat Narkoba yang sebelumnya dijabat oleh AKP Edy Safari diisi oleh AKP Sukarman yang sebelumnya sebagai Kapolsek Batang Gadis, Polres Madina.

Acara serah terima kedua jabatan ini diawali dengan upacara serah terima di halaman upacara Mapolres Pelabuhan Belawan dan diakhiri dengan acara ramah tamah serta makan bersama undangan dan instnasi terkait di aula Mapolres.

Dalam sambutannya Kapolres Pelabuhan AKBP Ikhwan Lubis menegaskan, pergantian jabatan di tubuh instansi Polri merupakan hal yang biasa dalam rangka peningkatan kuwalitas personel dalam penegakan hukum. Kedua pejabat juga diharapkan mampu menjalankan tugas yang diemban dengan benar dan sesuai aturan yang ada. “Saya berpesan kepada kita semua untuk terus meningkatkan kualitas s diri masing masing dalam rangka menghadapi tuntutan pelayanan penegakan hukum ke masyarakat yang terus berkembang,” kata Kapolres.

Usai pelantikan, Kapolsek Medan Labuhan yang baru AKP Edy Safari mengucapkan terimakasi kepada pimpinan Polri yang telah memberi kesempatannya untuk menjabat sebagai Kapolsek. “Saya ucapkan terimakasih kepad pimpinan dan ini adalah sebuah berkah baik bagi saya karena mendapat jabatan baru di awal bulan Syawal ini,” katanya. (fac/ila)

Penutupan Safari Ramadan 2019 PTPN III, Satukan Hati, Perkokoh Silaturahim

Istimewa/sumut pos BERSAMA: Jajaran Manajemen PTPN III (Persero), foto bersama anak yatim usai acara Safari Ramadan di halaman Masjid Al Hikmah, kantor Direksi Medan.
Istimewa/sumut pos
BERSAMA: Jajaran Manajemen PTPN III (Persero), foto bersama anak yatim usai acara Safari Ramadan di halaman Masjid Al Hikmah, kantor Direksi Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PTPN III (Persero) menggelar Safari Ramadan yang rutin dilaksanakan setiap tahun di lingkungan PTPN III (Persero). Tujuannya, sebagai sarana meningkatkan silaturahim, memperkuat semangat kerja dan mendorong kinerja perusahaan di seluruh distrik, kebun dan unit usaha.

Di tahun 2019 telah dilaksanakan kegiatan yang sama dengan menyiapkan tim Safari Ramadan yang mulai bergerak dari tanggal 13-29 Mei 2019 terdiri dari 3 tim, yang berakhir di halaman Masjid Al Hikmah, kantor Direksi Medan. Tim dikoordinir oleh SEP Kordinator, SEP Produksi dan SEP SDM & Umum, didampingi oleh penceramah serta petugas yang telah ditentukan untuk mengunjungi masing-masing distrik.

Acara Safari Ramadan dimulai dengan memberikan santunan kepada anak yatim di lingkungan perusahaan, pembacaan ayat suci Alquran dan terjemahannya serta ceramah dari ustad yang telah mempersiapkan bahan ceramahnya untuk mendorong semangat bekerja dengan baik dan jujur serta profesional pada seluruh karyawan dan jajaran pimpinan di perusahaan.

Dalam penutupan Safari Ramadan ini, SEP Kordinator, Suhendri mengatakan, perusahaan akan memberikan apresiasi atas kinerja karyawan yang telah memberikan sumbangsih perolehan laba perusahaan berupa bonus. “Walaupun harga sawit mengalami fluktuasi hingga mencapai titik nadir, namun upaya manajemen agar bisa merangsang kinerja karyawan terutama di front liners untuk bisa bekerja lebih giat sesuai values perusahaan yang baru, maka bonus itu diperbanyak,” ujar Suhendri.

Suhendri berharap agar setiap karyawan yang merasa belum maksimal bekerja untuk introspeksi karena itu berarti dia telah menerima fasilitas dari perusahaan dengan keringat saudaranya yang lain. “Kita harus berkontribusi penuh, tanyakan pada diri kita masing-masing, mana kontribusi apakah Anda sudah berkontribusi secara maksimal untuk perusahaan?” paparnya.

Kemudian siraman rohani disampaikan oleh Ustad Irfan Yusuf yang senantisa disampaikan dengan humor yang cukup membuat banyak orang tertawa namun mengandung nilai-nilai relijius yang mendalam.

Ia mendorong agar setiap karyawan tidak iri hati dengan prestasi yang diraih karyawan yang lain, tetap bersyukur, selalu bekerja dengan semangat ibadah dan bekerja maksimal atas nama Allah SWT. “Mari kita perbanyak ibadah dengan fokus mempelajari Islam dan bekerja maksimal demi perusahaan dan keluarga,” katanya. (ila)

Pasca Libur Bersama Idul Fitri, 98% ASN Pemkab Asahan Hadiri Apel Perdana

TOMI/SUMUT POS SALAMI: Plt Bupati Asahan, H. Surya BSc menyalami satu persatu ASN usai apel perdana pasca cuti bersama Idul Fitri 1440 Hijriah.
TOMI/SUMUT POS
SALAMI: Plt Bupati Asahan, H. Surya BSc menyalami satu persatu ASN usai apel perdana pasca cuti bersama Idul Fitri 1440 Hijriah.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 98,05 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan mengikuti apel gabungan perdana pasca libur bersama Idul Fitri 1440 Hijriah di Halaman Kantor Bupati Asahan, Jalan Lintas Sumatera Kecamatan Kisaran Barat, Senin (10/6).

Dimana ke 98,05 persen ASN lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara yang ikuti Apel Gabungan yang dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Asahan, H.Surya, B.Sc itu juga ada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Plt Bupati Asahan, H. Surya BSc meminta kepada seluruh pejabat di lingkungan Kabupaten Asahan beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar maksimal membantu kinerja Plt Bupati Asahan.

Dihadapan para ASN, Surya juga menyampaikan dirinya akan membuat kebijakan yang tidak popular bagi ASN. Hal itu dilakukan untuk kepentingan masyarakat Asahan.

“Sejauh ini Ekspektasi masyarakat kepada Pemerintah sangat besar untuk melihat kemajuan daerah. Mari kita bekerja sesuai sistem administrasi, dan bantu saya untuk membangun Kabupaten Asahan lebih baik lagi,”kata Surya.

Untuk itulah, dirinya berharap semua wajib untuk tetap melanjutkan program dan cita cita almarhum Taufan Gama Simatupang dalam mewujudkan Visi Missi Asahan.

“Visi dan Missi Asahan yang Religius,Sehat,Cerdas dan Mandiri harus segera di tuntaskan dan wujudkan secara hakiki, dan seluruh ASN di jajaran Pemkab Asahan hendaknya dapat menghargai apa yang telah di perbuat oleh almarhum semasa menjabat sebagai Bupati Asahan, yang senantiasa mengedepankan kepentingan warga masyarakatnya,”bilangnya.

Terlebih pasca libur Idul Fitri, sambung Surya, semua ASN dituntut untuk bekerja dengan tulus ikhlas dan sepenuh hati, serta perlu adanya perbaikan dalam pola kinerja bagi ASN, untuk mempercepat roda pembangunan yang nantinya dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat banyak.

“Artinya ASN haruslah dapat melayani masyarakat dengan baik,”imbuhnya. (omi)

35.000 Batang Bibit Cabai Dibagikan ke Masyarakat Kabupaten Asahan

TOMI/SUMUT POS BERIKAN: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Asahan, Amir Husin Siregar secara simbolis membagikan bibit cabai kepada masyarakat di Desa Urung Pane, Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan, Selasa (11/6).
TOMI/SUMUT POS
BERIKAN: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Asahan, Amir Husin Siregar secara simbolis membagikan bibit cabai kepada masyarakat di Desa Urung Pane, Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan, Selasa (11/6).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Asahan membagikan 35.000 bibit cabai merah kepada masyarakat.

Pemberian bibit cabai merah tersebut bertujuan untuk memanfaatkan fungsi dan lahan perkarangan rumah atau tempat tinggal, guna meningkatkan produktifitas dan pendapatan masyarakat.

“Artinya pembagian 35.000 bibit cabai agar kebutuhan bahan pangan pokok terpenuhi, salah satunya adalah cabai di setiap rumah tangga, “ kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Asahan, Amir Husin Siregar di Desa Urung Pane, Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan, Selasa (11/6).

Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk dijadikan sumber pangan pokok sehat dan bergizi, serta terwujudnya halaman rumah yang asri, teratur, indah dan nyaman.

Sementara itu, Plt Bupati Asahan H Surya dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Ekbang Pemkab Asahan, Drs Jhon Hardi Nasution menganjurkan supaya masyarakat dapat melakukan hal-hal kecil seperti penanaman cabai di pekarangan rumah.

“Tentulah mari bersama-sama kita kembangkan dan lakukan niat, mulai dari kabupaten kita sendiri agar kita bisa menanam tanaman dapur tidak hanya cabai saja akan tetapi sayur mayur juga kita tanam, agar kita tidak membelinya lagi di warung,”bilang Jhon

Jhon Hardi meminta dan berharap kepada Dinas Ketahanan Pangan terus melaksanakan gerakan penanaman dan pemanfaatan lahan perkarangan harus diteruskan, sampai ketingkat kecamatan maupun tingkat desa diseluruh wilayah Kabupaten Asahan. (omi)

128 Atlet Asahan Siap Borong Medali Emas

ist Ketua Umum KONI Asahan, Nurkarim Nehe
ist
Ketua Umum KONI Asahan, Nurkarim Nehe

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 128 Atlet dan 27 Official disiapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Asahan untuk bertanding pada ajang Pekan Olahraga Propinsi Sumatra Utara (Porprovsu) tahun 2019.

Dimana, 128 Atlet dan 27 Official, mengikuti 13 dari 14 cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan, yakni Atletik, Biliar, Bola Voli, Binaraga, Bulutang­kis, Catur, Gulat, Karate, Pen­cak Silat, Sepakbola, Tenis Meja, Taekwondo dan Tinju.

“Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Asahan optimis kontingennya meraih medali lebih banyak pada Porprovsu 2019 yang akan digelar di Medan 22 hingga 29 Juni mendatang,”kata Ketua Umum KONI Asahan, Nurkarim Nehe kepada Sumut Pos, Senin (10/5).

Dilanjutkannya, KONI Asahan sendiri optimis meraih medali sebanyak-banyaknya, namun tetap realistis.

“KONI Asahan tidak bermimpi menjadi juara umum yang biasa diraih KONI Kota Medan. Bidikan kami kali ini adalah meraih medali lebih banyak dibanding Porprovsu 2014,”bilangnya

Nehe menjelaskan kalau sesungguhnya konsep Asahan Emas adalah membangun atlet untuk Sumut.

“Keliru jika prestasi atlet untuk nama baik kabupaten kota, sebab tugas Kabupaten Kota menyiapkan potensi dan mengantarnya ke Sumut, salah satunya lewat Porprovsu,” jelasnya.

Dimana, sambungya,pada di Porprovsu 2014 kemarin. Asahan melorot dari peringkat tiga ke urutan enam. Tetapi perolehan medalinya justru meningkat.

“Artinya, walau peringkat Asahan turun, namun semakin banyak atlet yang berprestasi,”bilangya. Lalu, sambungya, Tidak perlu juara umum yang terpenting membuktikan konsep pembinaan prestasi olahraga bertumpu kepada eksistensi atlet, bukan prestise daerah. (omi)