BATARA/SUMUT POS
DIABADIKAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA diabadikan bersama unsur Forkopimda dan Direktur RSU Putri Bidadari usai peresmian Masjid Nur Ar Radiyah.
BATARA/SUMUT POS DIABADIKAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA diabadikan bersama unsur Forkopimda dan Direktur RSU Putri Bidadari usai peresmian Masjid Nur Ar Radiyah.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA meresmikan Masjid Nur Ar Radiyah yang berada di halaman RSU Putri Bidadari, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Kamis (13/6).
Bupati Langkat dalam sambutannya mendoakan kehadiran masjid ini membawa berkah, serta mengucapkan terima kasih kepada H. M Nur Abu Bakar selaku pemilik RSU ini, atas kesediaanya membangun masjid.
“Saya yakin kemanfaatan masjid ini tidak hanya dirasakan pasien dan keluarganya, namun juga masyarakat sekitar,”kata bupati.
Selain itu, Terbit Rencana juga berharap keberadaan masjid semakin meningkatkan kita untuk melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah.
“Mari kita bersama mendoakan, agar wakaf masjid ini menjadi amal jariyah bagi H M Nur beserta keluarga, dan dimurahkan rezekinya sehingga terus dapat melakukan perbuatan baik untuk masyarakat luas,”ajak bupati.
Direktur RSU Putri Bidadari, Firmansyah, anak dari H M Nur, berterima kasih atas kesediaan Bupati Langkat meresmikan masjid Nur Ar Radiyah, beserta masyarakat yang hadir sehingga acara dapat berjalan lancar.
Dijelaskan Firmansyah, tanggal peresmian masjid Nuur Ar Radiyyah RSU Putri Bidadari, sengaja disesuaikan dengan tanggal lahir H. M Nur.
“Jadi peresmian masjid ini bertepatan dengan hari Ulang tahun bapak kami ke 67 tahun, sedangkan nama masjid ini, diambil dari nama bapak dan ibu kami,” ujar Firmansyah, sembari mengatakan keberadaan masjid juga semoga bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
Peresmian masjid Nur Ar Radiyah juga ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Langkat.
Turut hadir saat peresmian, Unsur Forkopimda Langkat, Kapolres Langkat, Dandim 0203/Langkat, Danyon Marinir Tangkah Lagan, ketua MUI Langkat, Kakan Kemenag Langkat, para pejabat Pemkab Langkat, tokoh masyarakat/agama dan pemuda, serta undangan lainnya. (bam/han)
SUWANDA DIVA/SUMUT POS
TEWAS: Rahmat Saragih tewas dihakimi warga karena kepergok mencuri sepeda motor di Jalan Jamin Ginting Medan, Selasa (11/5).
SUWANDA DIVA/SUMUT POS TEWAS: Rahmat Saragih tewas dihakimi warga karena kepergok mencuri sepeda motor di Jalan Jamin Ginting Medan, Selasa (11/5).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hidup Rahmat Saragih (35) harus berakhir di tangan warga Jalan Jamin Ginting, Selasa (11/5). Ia dihakimi massa karena coba mencuri sepedamotor di seputaran tempat kejadian perkara (TKP).
INFORMASI di Mapolsek Medan Baru menyebut, pelaku kepergok sedang berusaha mencuri sepedamotor. Alhasil, pelaku dianiaya oleh masyarakat hingga akhirnya tak sadarkan diri dan dinyatakan tewas, Rabu (12/5) pagi.
Kanit Reskrim Polsek Medan Baru yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. Dijelaskannya, saat tertangkap warga, pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi dalam kondisi babak belur ini.
“Setelah itu sempat mendapat perawatan di rumah sakit,” ujar Iptu Syarif Ginting, Rabu (12/6). Dari rekam jejak yang didapat polisi, pelaku ternyata merupakan mantan narapidana yang saja baru keluar dari penjara Labuhan Pekanbaru dan datang ke Kota Medan.
Sewaktu beraksi, pelaku berusaha ingin mencuri sepedamotor milik Ichlas Rahmawaty (37) warga Jalan Amal, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal yang sedang parkir di depan tempat kerjanya.
“Korban saat itu sedang melayani pembeli di grosir miliknya. Namun ada beberapa kali diduga pelaku masuk ke dalam grosir korban dan pura pura beli rokok. Selang beberapa menit tiba-tiba pelaku sudah membawa kabur sepada motor korban,” kata Syarif.
Dijelaskan Syarif, aksi mantan napi ini diketahui oleh korban dan langsung diteriaki maling. Pelaku kemudian dikejar korban bersama masyarakat sampai seputaran Jalan Jamin Ginting dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra BK 2651 OZ.
Sesampainya di depan Pajak USU (Pajus), pria bertato di lengan sebelah kanan tersebut berhenti meninggalkan sepedamotor yang dicurinya di depan rumah kos-kosan.
“Jadi dikejar oleh warga sampai ke sebuah gudang kosong di kawasan Jalan Jamin Ginting. Sewaktu pelaku masuk ke dalam gudang, karena lantai papan gudang kosong itu sudah lapuk dan pelaku pun terperosok jatuh ke bawah. Di situ lah dia diamuk warga,” sambungnya.
Sewaktu pelaku dalam kondisi lemas, ia langsung membawa pelaku keluar dari dalam gudang kosong tersebut. Namun nahas, pada saat pelaku dibawa ke luar dari dalam gudang, ternyata massa sudah menunggu di luar gudang.
“Pelaku sempat berhasil diselamatkan sejumlah petugas Satuan Sabhara Polda Sumut yang sedang melaksanakan patroli dengan mengendarai sepeda motor trail,” tutur Syarif.
Selanjutnya, pelaku diboyong ke Polsek Medan Baru. Dalam kondisi bersimbah darah dan nyaris tewas, salah seorang petugas Polsek Medan Baru langsung mengarahkan agar pelaku dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna mendapatkan pertolongan medis.
“Setelah mendapatkan perawatan, nyawa mantan napi ini tidak dapat tertolong lagi,” pungkas Syarif. (dvs/ala)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Rumah Hermansyah (31) di Jalan Ampera Utara Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam dibongkar maling, Rabu (12/6) sekira pukul 05.30 WIB.
Akibatnya, uang tunai Rp25 juta yang disimpan dalam tas pinggang serta 2 unit hape dan beberapa buah kartu ATM raib digondol pelaku.
Informasi diperoleh, kejadian itu pertama kali diketahui ibu korban yang duluan bangun. Saat berada di didapur, ibu korban langsung menjerit setelah melihat pintu dapur terbuka dan sudah rusak.
Jeritan itu langsung membangunkan penghuni rumah dan datang ke dapur. Setelah dicek, Hermansyah sadar kalau rumahnya jadi sasaran maling.
Uang tunai Rp 25 juta yang disimpan dalam tas pinggang di kamar raib. Selain itu, ponsel android merk Samsung, ponsel merk Asus, kartu BPJS, KTP, kartu ATM (Mandiri, BTN Syariah, ATM Bank Mestika) juga dibawa kabur pelaku.
Hermansyah kemudian membuat pengaduan ke SPKT Polres Deliserdang dan diterima Kepala SPKT Ipda H Situmorang. Pengaduan korban diterima dengan nomor: LP/247/VI/2019/SU/Res DS.
Menurut Hermansyah, pada saat kejadian itu, seluruh penghuni rumah tidur nyenyak dan tak mendengar sedikit pun suara-suara yang mencurigakan.
“Yang kami curigai pelakunya orang yang sering mancing ikan di tali air yang tak jauh dari belakang rumah. Tapi kami nggak bisa menuduh. Mudah-mudahan polisi bisa cepat menangkap pelakunya,” kata Hermansyah.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Bayu Putra Samara mengaku sudah menerima laporan korban. “Masih penyelidikan ya,” sebut Bayu.(btr/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pupus sudah harapan Syahrial (40) sopir kurir sindikat narkotika jenis sabu jaringan internasional, terbebas dari jeratan hukum.
Pasalnya, majelis hakim yang diketuai Nazar Efriandi, tetap menyatakan terdakwa bersalah lantaran terbukti terlibat membawa sabu seberat 53 kilogram.
“Mengadili terdakwa Syahrial dengan pidana selama 17 tahun denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan,” ucap hakim Nazar di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (12/6).
Terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
Majelis hakim berpendapat dalam pledoi terdakwa, Syahrial tidak bisa membuktikan ketidakterlibatannya dalam menjadi kurir sabu seberat 53 kg.
“Menurut PH (penasihat hukum) mu, terdakwa tidak bersalah. Tapi menurut Jaksa bersalah karena turut terlibat. Jadi kamu tidak bisa menjelaskan alibimu,” kata Nazar, seraya menutup sidang.
Usai sidang, terdakwa seakan tidak percaya dengan vonis yang dijatuhkan kepadanya. Tatapan matanya kosong saat digiring JPU ke sel tahanan sementara. Saat dimintai keterangannya terkait putusan tersebut, terdakwa enggan berkomentar.
Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini, Syahrial, Zainal Abidin dan Bahlia Husein divonis masing-masing 17 tahun penjara. Sedangkan Junaidi Siagian divonis mati, sementara Elpi Darius divonis pidana seumur hidup.
Syahrial ditangkap bersama komplotannya, 4 Oktober 2018. Terdakwa mengaku awalnya ia tidak mengetahui yang dibawanya adalah sabu seberat 53 kg.
Sebab, ia hanya seorang sopir yang mobilnya disewa terdakwa lain. Namun, JPU tidak mau tau dengan alasan terdakwa. (man/ala)
HANGUS: Seorang warga berjalan di samping tiga unit mobil yang hangus dibakar narapidana saat terjadi kerusuhan di Lapas Narkotika Hinai, Langkat, Kamis (16/5) siang.
HANGUS: Seorang warga berjalan di samping tiga unit mobil yang hangus dibakar narapidana saat terjadi kerusuhan di Lapas Narkotika Hinai, Langkat, Kamis (16/5) siang.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca kerusuhan di Lapas Narkotika Langkat pada Mei lalu, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sumut memutasi 33 orang dari 64 pegawai di lapas tersebut. Ke-33 pegawai itu, sudah ditarik ke Kanwil Kemenkumham Sumut.
“Sudah dari hari kemarin dimulai, ada 33 pegawai sudah saya pindahkan ke Kanwil Kemenkuham. Saya berikan pemahaman lah, assesment,” ucap Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut, Dewa Putu Gede, Rabu (12/6).
Dijelaskannya, para pegawai tersebut akan diberikan pembinaan. Kata dia, pencopotan para pegawai juga merupakan bagian dari instruksi Menkumham Yasonna H Laoly pada saat meninjau Lapas itu usai kerusuhan. Dia memastikan, pasca kejadian itu, memang tidak semua pegawai diganti di lapas tersebut.
“Bukan semua. Namun dari 64 pegawai sudah 33 orang di Kanwil sekarang. Untuk pegawai yang baru juga sudah diberi pemahaman supaya melakukan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini masih terdapat 53 orang napi yang belum ditemukan pasca kerusuhan. Pihaknya, masih terus berkoordinasi dengan TNI, polisi maupun masyarakat.
“Sampai saat ini belum tertangkap 53 orang. Kita terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri serta masyarakat untuk mengejar para napi yang belum kembali,” sebutnya.
Sebagaimana diketahui, kerusuhan di Lapas Narkotika Langkat terjadi di Kamis (16/5). Para tahanan mengamuk dan merusak kendaraan di lapas karena emosi melihat rekan mereka disiksa sipir.
Sejumlah mobil dan sepeda motor dibakar. Bahkan, ratusan napi juga berhasil kabur, meski kemudian sebagian berhasil ditangkap.(man/ala)
ist
PARKIR LIAR: Salah satu lokasi parkir di pinggiran Danau Toba yang dikerap dikutip secara liar oleh beberapa oknum termasuk Lurah Tigaraja, Victor Romana Saragih.
ist PARKIR LIAR: Salah satu lokasi parkir di pinggiran Danau Toba yang dikerap dikutip secara liar oleh beberapa oknum termasuk Lurah Tigaraja, Victor Romana Saragih.
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Bupati Simalungun JR Saragih, memberhentikan Victor Romana Saragih dari jabatannya sebagai Lurah Tigaraja. Keputusan itu diambil setelah bupati mengetahui Victor melakukan pungutan liar (pungli) bersama dengan juru parkir liar di tiga kawasan pariwisata Danau Toba, Parapat.
KEPALA Dinas Informasi Komunikasi (Infokom) Pemerintah Kabupaten Edwin Simanjuntak mengungkapkan, Victor telah mendapatkan pembinaan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
“Tadi bapak (JR Saragih) langsung instruksikan ditarik ke sekretariat BKD dan dibina,” ujarnya via seluler, Rabu (12/6/2019).
Edwin mengakui bahwa Victor telah melakukan kesalahan yang fatal. Victor telah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Pasal 4 Ayat 2, Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Kalau berbuat kesalahan kan harus dibina. Setiap PNS dilarang menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan menggunakan wewenang orang lain,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Unit Jatanras Polres Simalungun mengamankan 13 pelaku juru parkir liar di tiga kawasan wisata Danau Toba Parapat, Minggu (9/6/) dan Senin (10/6).
Kanit Jatantas Polres Simalungun Iptu Hengky Siahaan mengungkapkan, ke-13 pelaku diamankan di daerah Lapangan Parkir Open Stage Pagoda Parapat, Lapangan Parkir Pesanggarahan Bung Karno dan Pantai bebas Parapat.
Iptu Hengki menjelaskan, pelaku bukan petugas jukir resmi dari Pemerintah Kabupaten Simalungun. Pelaku melalukan pengutipan parkir kendaraan dengan harga yang tinggi.
Untuk sepeda motor para pelaku mematok harga hingga Rp10 ribu. Sedangkan untuk roda empat dan enam hingga Rp20 ribu.
“Kita amankan karena kutipannya terlalu tinggi. Nggak pakai karcis. Memang pungutan liar. Ada yang Sepmor Rp10 ribu mobil ada Rp20 ribu. Itulah pengakuan mereka,”ujarnya.
Polisi mengamankan pelaku dari Pesanggrahan Bung Karno. Mereka masing-masing, Fresly Norton Sitanggang (43), Pandi Suteju (36), Mozart Sinaga (46).
Dari mereka juga diamankan barang bukti uang Rp402 ribu dan satu lembar keterangan Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun.
Sedangkan dari kawasan wisata Lapangan Pagoda diamankan Victor Romana Saragih (31), Roginda Pahitan Sinaga (35), Pardamean (38), Sakkan Hutabarat (69). Barang bukti yang disita uang Rp817 ribu, 19 lembar karcis parkir liar, dan satu lembar surat kesepakatan.
Dari kawasan wisata Pantai Bebas diamankan Etupus Manik, Tombang Rumahorbo, Lian Tampubolon, Agustino Turnip, Jutta Manurung, Windy Sidabutar. Barang bukti yang disita Rp 1,7 juta. Iptu Hengki Siahaan memastikan seluruh pelaku dalam pembinaan.(trm/ala)
batara/sumut pos
BERSIAP: Penampina PSDS pada Piala Soeratin tahun lalu. Tahun ini PSDS kembali bersiap.
batara/sumut pos BERSIAP: Penampina PSDS pada Piala Soeratin tahun lalu. Tahun ini PSDS kembali bersiap.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – PSDS Deliserdang bakal melakukan seleksi untuk mencari pemain menghadapi Piala Soeratin, Agustus mendatang. Seleksi tersebut digelar di Stadion Baharoeddin Siregar, pada 14-16 Juni mulai pukul 14.30 WIB.
Ketua Umum PSDS Khairum diwakili Sekretaris Tim, M Ridwan alias Iwan Kapelo mengatakan, sebelumnya PSDS sudah memiliki tim junior yang dilatih Siswanto. Namun, anggota timnya kelahiran tahun 2003.
“Adanya perubahan nomenklatur yang dilakukan PSSI dan pemain batas usianya tahun kelahiran kepersertaan 2002,”ucapnya kepada Sumut Pos, Rabu (12/6).
Meski begitu, pemain kelahiran 2002 yang sudah sempat ikut latihan dipersilahkan untuk bersaing kembali. “Mereka masih bisa bersaing nanti,” ungkapnya.
Setiap pemain yang ikut seleksi harus mengenakan kostum olahraga. Dan setiap peserta seleksi wajib mengikuti aturan yang ditetapkan kordinator pelatih Syahrial Effendi.
“Managemen menyerahkan sepenuhnya seleksi kepada tim teleskoting. Dan tak pernah mengintervensi hasil seleksi,” ungkapnya.
Sedangkan Syahrial Effendi menjelaskan bahwa tahapan seleksi akan dilakukan sesuai standar apa yang dibuat PSSI. “Kita akan melihat kemampuan serta visi pemain ketika menggiring bola,” ucapnya. (btr)
sutan siregar/sumut pos
LATIHAN: Pemain PSMS terus melakukan latihan sebagai persiapan menghadapi Liga 2 musim 2019.
sutan siregar/sumut pos LATIHAN: Pemain PSMS terus melakukan latihan sebagai persiapan menghadapi Liga 2 musim 2019.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan masih terus memburu pemain untuk menghadapi Liga 2 musim 2019. Sejumlah pemain pun akan segera merapat ke Kebun Bunga.
SEKRETARIS Umum PSMS, Julis Raja mengatakan, manajemen PSMS masih terus memburu pemain berkualitas, sebelum kick-off Liga 2, 22 Juni mendatang. Artinya, beberapa pemain akan mendarat di Kebun Bunga.
“Masih akan ada beberapa pemain yang akan datang ke Kebun Bunga. Namun status mereka masih trial. Kita tidak ingin membeli kucing dalam karung,” ujar Julius Raja, Rabu (12/6).
Setelah sebelumnya pemain naturalisasi Mohamadou Tassiou Bako dan Aji Nugroho, terbaru tiga pemain merapat ke Kebun Bunga, Rabu (12/6). Mereka adalah Alan Marta, Oka Macit dan Febri Andika.
Alan Marta dan Oka Macit langsung ikut latihan bersama Legimin Raharjo dkk. Kemudian, pada Kamis (13/4) hari ini, satu orang penjaga gawang juga dijadwalkan merapat ke Kebun Bunga.
“Ya, besok (hari ini, red), satu orang penjaga gawang juga akan datang ke Kebun Bunga. Kalau tidak salah, namanya Choirun Nasirin dari Sidoarjo,” ungkap King.
King memastikan pemain yang datang belum pasti berkostum PSMS. Pasalnya, status mereka masih trial. “Kalau pelatih merasa cocok, maka kita akan negoisasi. Kalau tidak, maka akan kita pulangkan,” tegas King.
King mengakui, PSMS memang sudah tertinggal dalam memburu pemain berkualitas. Pasalnya, sebagian besar pemain sudah bergabung dengan tim lainnya.
“Kita tertinggal karena kondisi keuangan. Meski begitu, kita akan tetap berusaha mendapatkan pemain berkualitas. Mudah-mudahan, sebelum pendaftaran pemain ditutup, kita mendapatkan pemain incaran,” tambahnya.
Sementara, pelatih PSMS Abdulrahman Gurning ketika dikonfirmasi mengaku belum kepincut dengan performa Alan Marta dan Oka Macit. “Keduanya biasa saja. Tapi kita masih memberikan kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan,” ujar Gurning.
Gurning berencana akan mencoba para pemain baru itu pada pertandingan uji coba menghadapi Gumarang di Stadion Kebun Bunga, Kamis (13/6). (dek)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingar bingar Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 baru saja usai. Namun warga Kota Medan dan warga 22 kota/kabupaten lainnya di Sumut sudah mulai disajikan dengan isu siapa calon kepala daerah yang bakal muncul pada Pilkada Serentak 2020. Karena tahapan Pilkada dimulai September mendatang (3 bulan lagi), sejumlah partai politik juga mulai bisik-bisik mengenai nama yang akan diusung. Untuk Pilwako Medan, dua parpol percaya diri (pede) mengusung kader sendiri.
BERDASARKAN hasil Pemilu 2019, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra masing-masing memperoleh 10 kursi dari total 50 kursi yang ada di DPRD Medan. Dengan begitu, kedua parpol ini sudah dapat mengusung masing-masing satu pasangan calon (tanpa harus berkoalisi), karena sudah mencukupi persyaratan 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Medan.
Partai Gerindra dan PDI Perjuangan pun merasa mantap mengusung kader sendiri menjadi orang nomor satu di Kota Medan. “Secara raihan kursi, tentu kami akan mencalonkan kader kami sendiri untuk maju sebagai calon Wali Kota Medan tahun depan,” kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, Subandi kepada Sumut Pos, Rabu (12/6)n
Terkait siapa yang bakal dicalonkan Gerindra sebagai bakal calon Wali Kota Medan, Subandi pun menyebutkan dua nama yakni Ihwan Ritonga yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Medan, atau Dahnil Azhar Simanjuntak yang merupakan juru bicara BPN Prabowo-Sandi. “Ihwan Ritonga akan menjadi salah satu kader yang diajukan. Selain itu ada Dahnil Azhar Simanjuntak. Sepertinya beliau juga ingin kembali ke kampung halamannya untuk membangun Kota Medan,” ujarnya.
Namun kata Subandi, selain dua nama itu masih banyak kader Gerindra yang mampu dan layak untuk diusung menjadi bakal calon Wali Kota Medan ke depan. Nama-nama itu akan digodok dan akan diusung di Pilkada Kota Medan tahun depan. “Siapapun yang akan diusung, adalah kader terbaik Gerindra,” pungkasnya.
Begitupun dengan PDI Perjuangan. Partai berlambang banteng gemuk bermoncong putih itu juga optimis mengajukan kadernya sendiri untuk maju dalam perebutan kursi Wali Kota Medan. “Tentu kami akan mengajukan kader kami sendiri untuk maju dalam pencalonan (Wali Kota Medan) tahun depan,” kata Ketua DPD PDIP Sumut, Japorman Saragih kepada Sumut Pos, Rabu (12/6).
Namun berbeda dengan Partai Gerindra, Japorman enggan menyebut nama kader yang bakal diusung. Padahal, kader mereka Akhyar Nasution saat ini duduk sebagai Wakil Wali Kota Medan mendampingi Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin. Japorman berdalih, mereka belum membahas, apalagi menentukan nama-nama kader PDIP yang bakal dicalonkan untuk maju dalam persaingan tersebut tahun depan. “Kalau soal nama-nama, kami belum membahasnya, masih terlalu cepat untuk membahas itu saat ini,” imbuhnya.
Seperti diketahui, pada Pilwako Medan 2015 lalu, PDI Perjuangan bersama koalisinya yakni Golkar, PKS, PAN, PPP, PKPI, PBB, NasDem, mengusung pasangan calon Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution. Sedangkan Partai Gerindra bersama Demokrat, dan Hanura mengusung pasangan Ramadhan Pohan dan Edy Kusuma. Hasilnya, pasangan Dzulmi Eldin dan Akyar Nasution terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2015-2020. Sebagai petahana, nama Dzulmi Eldin juga layak diperhitungkan. Meski PDI Perjuangan dan Gerindra bisa mengusung kader sendiri, bukan tidak mungkin nama Dzulmi Eldin masuk dalam kandidat yang bakal mereka usung.
Selain Gerindra dan PDIP, Partai Amanat Nasional (PAN) yang meraih enam kursi di DPRD Medan, juga mengaku siap untuk mengusung kadernya sendiri di Pilkada Medan. Setidaknya, mereka mengincar kursi Wakil Wali Kota Medan. Ketua DPD PAN Kota Medan, HT Bahrumsyah kepada Sumut Pos mengakui, untuk mengusung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, mereka harus mencari partai koalisi, karena perolehan kursi mereka di DPRD Medan tidak mencukupi persyaratan. Mereka butuh empat kursi lagi. “Tentu kami akan berusaha agar kader kami dapat dimajukan untuk (Pilkada) tahun depan,” kataBahrumsyah kepada Sumut Pos, Rabu (12/6).
Namun begitu, kata Bahrum, untuk mencari partai koalisi bukan persoalan yang mudah. “Kami harus mencari partai lain untuk bisa berkoalisi. Apakah kader kami yang akan dimajukan atau tidak, kita belum tahu,” katanya.
Dia juga mengaku, hingga saat ini PAN belum melakukan komunikasi politik dengan parpol manapun. “Tidaklah mudah mencari partai koalisi yang dapat sejalan serta satu visi dan misi dalam membangun Kota Medan. Namun, kita tetap terbuka dengan setiap partai yang ingin berkoalisi dengan tujuan memajukan Kota Medan,” sebutnya.
Terkait dengan dirinya disebut-sebut sebagai bakal calon yang akan diusung PAN, Bahrumsyah tidak membenarkan dan tidak juga membantah. “Soal itu saya belum bisa komentar, masih terlalu cepat. Intinya, apapun keputusan partai, sebagai kader saya siap menjalankan tugas dari partai,” tutupnya.
sutan siregar/sumut pos
JALUR: Kereta api tujuan Kualanamu melintas di bawah jalur layang, dekat Stasiun KA Medan, Selasa (12/6). Jalur layang ini masih diuji oleh Kemenhub.
sutan siregar/sumut pos JALUR: Kereta api tujuan Kualanamu melintas di bawah jalur layang, dekat Stasiun KA Medan, Selasa (12/6). Jalur layang ini masih diuji oleh Kemenhub.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengoperasian jalur layang kereta api Medan-Kualanamu yang direncanakan dilakukan pada April 2019 lalu, ternyata molor. Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara mengatakan, molornya rencana pengoperasian perlintasan kereta api baru itu karena masih dalam tahap uji coba oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara, Fakhrul Rivai Hasibuan, mengatakan secara fisik pembangunan jalur layang ini tidak ada kendala yang berarti. Menurutnya, semua berjalan dengan baik dan sesuai perencanaan. “Kita sedang tahap pengujian saat ini. Setelah semua pengujian selesai, baru kita operasikan,” kata Fakhrul, Rabu (12/6) siang.
Dia optimis, jalur layang kereta api pertama di Pulau Sumatera ini akan beroperasi dalam waktu dekat. Saat ini tinggal menunggu hasil uji coba kelayakan fisik bangunan untuk dilintasi kereta api Bandara Kualanamu. “Sepertinya sekitar bulan Agustus, karena kita masih tahap pengujian,” sebutnya.
Fakhrul menjelaskan, untuk pengerjaan dilakukan di Stasiun Besar Kota Medan dengan melakukan mekanikal elektrikal & finishing, karena secara struktur sudah selesai. Jalur kereta api Medan-Kualanamu sepanjang 10,8 kilometer itu nantinya diharapkan mampu mengurangi kemacetan. Karena berpindahnya operasional kereta api ke jalur laying akan mengurangi frekuensi kereta api sampai setengahnya (50 persen) di jalur bawah.
“Mungkin saat ini setiap setengah jam ada kereta api melintas. Nah, dengan selesainya jalur layang ini, mungkin per 2 jam kereta api melintas di bawah,” tandasnya.
Diketahui, jalur layang kereta api ini sebagai fasilitas utama operasional kereta api ke Bandara Kualanamu yang dioperasikan PT Railink Indonesia. Per hari kereta api bandara melintas sebanyak 40 kali. Dengan jalur layang, kereta api bandara bisa melintas hingga 70 kali dalam sehari dengan waku tempuh selama 20 menit. (gus)