29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 5266

Dugaan Pungli Ramadhan Fair, Pekan Ini Dewan Panggil Kadisbud Medan

istimewa/sumut pos ramadhan fair: Pengunjung tampak memadati Ramadhan Fair 2019 yang digelar Pemko Medan. Dugaan pungli di event ini mendapat perhatian dari DPRD Medan.
istimewa/sumut pos
ramadhan fair: Pengunjung tampak memadati Ramadhan Fair 2019 yang digelar Pemko Medan. Dugaan pungli di event ini mendapat perhatian dari DPRD Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dugaan pungutan liar (pungli) di acara Ramadhan Fair yang digelar Pemko Medan melalui Dinas Kebudayaan, terus menjadi sorotan DPRD Medan. Disebut-sebut, ajang yang diselenggarakan setiap tahunnya ini menjadi ladang bisnis bagi oknum tertentu.

Pungli seolah sudah menjadi agenda rutin setiap perhelatan ini digelar. Bukan rahasia umum lagi jika stan Ramadhan Fair yang disebut gratis untuk UMKM ini, malah diperjualbelikan oleh oknum-oknum untuk keuntungan pribadi atau golongan.

Untuk itu, DPRD Medan melalui Komisi C akan segera memanggil Dinas Kebudayaan Medan selaku pelaksana Ramadhan Fair tahun ini, guna meminta klarifikasi sekaligus mengevaluasi kinerja.

“Kemungkinan sehabis libur lebaran ini kita memanggil Dinas Kebudayaan selaku penyelenggara kita panggil kadisnya (kepala dinas),” ujar Anggota Komisi C DPRD Medan, Zulkifli Lubis kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, dilakukan pemanggilan setelah lebaran karena pelaksanaan Ramadhan Fair telah selesai. Selain itu, libur lebaran juga telah berakhir.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini mengaku, sudah sering mendengar adanya praktik jual beli stan di Ramadhan Fair. Namun untuk menguatkan tudingan, dibutuhkan bukti yang kuat. “Dugaan pungli itu harus ada alat bukti, misalnya kuitansi jual beli stan. Dari situ, bisa ditelusuri siapa oknum-oknum yang bermain,” ungkap Zulkifli.

Ia menuturkan, pemanggilan terhadap Dinas Kebudayaan Medan diperkirakan pada pekan ini. Kepala dinasnya harus hadir memberi penjelasan mengenai tudingan dugaan pungli tersebut. “Kita minta tahun depan tak terulang lagi. Karena wali kota sudah menginstruksikan bahwa stan gratis untuk UMKM. Namun kenyataan di lapangan diduga dibisniskan. Karena itu kita minta ketegasan wali kota agar menindak kepala dinas yang tidak mampu menjalankan instruksinya,” tegas Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, tak hanya persoalan stan yang diduga dibisniskan, persoalan parkir juga menjadi sorotan. Sebab parkir yang seharusnya gratis tetap dikutip bayaran. Parahnya, bayaran yang diminta malah melebihi ketentuan.

“Bagaimana acara mau sukses kalau harga parkir mahal? Kalau begitu kondisinya, tentu pengunjung enggan datang. Apalagi kalau tak ada inovasi yang dilakukan, sehingga kesannya hanya untuk menjalankan agenda rutin tahunan saja,” tandasnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu sejumlah mahasiswa menggelar aksi di depan Kantor Wali Kota dan DPRD Medan. Mereka menuding praktik pungli marak di ajang Ramadhan Fair.

Stan dan lapak yang berjumlah sekitar 200 lebih tersebut, diduga berbayar atau dipungut biaya. Tak tanggung-tanggung, tarif yang dipasang untuk mendapatkan stan dan lapak berkisar Rp3 juta hingga Rp5 juta.

Anggota DPRD Medan, Wong Chun Sen yang menerima aksi mahasiswa mengaku akan menindaklanjuti informasi terkait dugaan pungli tersebut. Wong menyatakan akan memanggil pihak-pihak terkait. “Terima kasih atas informasi yang disampaikan kepada kami. Informasi dugaan pungli ini akan kita tidak lanjuti dengan memanggil pihak terkait termasuk EO,” ujar Wong.

Wong juga mengaku, akan menelusuri lebih lanjut dugaan pungli itu maupun praktik korupsi terkait gelaran Ramadhan Fair. Sebab, Ramadhan Fair hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat bukan malah membuat semakin menyusahkan. “Kenapa ada yang gratis dan membayar, sementara wali kota sudah memastikan tidak ada dipungut bayaran sepeserpun,” tegas Wong. (ris)

Di Kelurahan PB Selayang II, Parit Ditimbun untuk Bangun Poskamling Sebabkan Banjir

MENGGENANG: Air menggenangi ruas Jalan Bunga Wijaya Kusuma, Kelurahan PB Selayang II, Medan Selayang, tepat di depan bangunan kios dan Poskamling yang dibangun di atas drainase, Senin (27/5) lalu.
MENGGENANG: Air menggenangi ruas Jalan Bunga Wijaya Kusuma, Kelurahan PB Selayang II, Medan Selayang, tepat di depan bangunan kios dan Poskamling yang dibangun di atas drainase, Senin (27/5) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tengah gencar-gencarnya Pemko Medan menertibkan bangunan yang berdiri di atas drainase, Lurah Kelurahan PB Selayang II, Medan Selayang, diduga mendukung berdirinya kios dan pos kamling di atas drainase. Bahkan, drainase tersebut sengaja ditimbun untuk mendirikan bangunan tersebut.

Pantauan Sumut Pos, Senin (27/5) siang lalu, usai hujan deras yang mengguyur, ruas Jalan Bunga Wijaya, Lingkungan XVII, Kelurahan PB Selayang II, Medan Johor, tergenang air. Tinggi genangan air sekitar 10-20 cm. Menurut sejumlah warga, kondisi seperti ini kerap terjadi bila turun hujan deras. Penyebabnya, drainase di Jalan Bunga Wijaya ditimbun untuk mendirikan bangunan Poskamling dan sejumlah kios, tepat di sudut persimpangan Jalan Bunga Wijaya dan Jalan Bunga Kenanga.

Masih menurut warga, berdirinya bangunan tersebut didukung oleh Kepling dan Lurah setempat. Buktinya, kepling dan lurah ikut meresmikan Poskamling di atas drainase tersebut. Padahal, pembangunan Poskamling tersebut sudah melanggar Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 9 Tahun 2009 tertanggal 13 Juli 2009 tentang larangan mendirikan bangunan di atas saluran drainase, bahu jalan, trotoar, tanggul dan garis sempadan sungai serta larangan menutup saluran drainase secara terus-menerus.

Di dalam BAB II Pasal 2 di Perwal itu disebutkan, setiap orang pribadi atau badan usaha dilarang mendirikan bangunan baik yang bersifat permanen maupun sementara di atas bahu jalan dan trotoar, saluran drainase dan garis sempadan sungai untuk berjualan, berdagang dan tempat tinggal.

Lurah PB Selayang II, M Adham ketika dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (28/5) sore, mengatakan penimbunan drainase terjadi di masa lurah sebelum dia menjabat. Menurutnya, penutupan drainase itu justru untuk menghindarkan banjir lebih besar ke Jalan Bunga Wijaya Kesuma atas permintaan warga.

“Tolong dicek yang benar. Sebelumnya, di atas lokasi itu memang sudah ada bangunan pos kamling dan warung jualan es kelapa muda yang sudah kumuh. Kami hanya merespon permintaan warga untuk merevitalisasi Poskamling agar tidak kumuh dan bisa dipergunakan. Sekarang lokasi itu sudah lebih rapi dan bermanfaat,” kata Adham kepada Sumut Pos saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Dia kembali menegaskan, ditutupnya drainase tersebut merupakan permintaan warga setempat dan lurah terdahulu. “Ini semua hasil rembuk warga setempat. Kepling dan lurah hanya memfasilitasi, semua hasil gotong-royong warga setempat,” jelasnya lagi.

Adham pun menduga, ada pihak tertentu yang tidak senang dengan diaktifkannya kembali Poskamling di Jalan Bunga Wijaya Kusuma tersebut. “Saya tahu, ada pihak yang tak senang kalau Poskamling diaktifkan lagi,” tandasnya. (adz)

Longsor, Jalan Juma Gerat Tigalingga Putus Total

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS AMBLAS: Badan jalan menuju Desa Juma Gerat, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi putus total. Warga terpaksa membuat jembatan darurat untuk membuka akses kendaraan.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
AMBLAS: Badan jalan menuju Desa Juma Gerat, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi putus total. Warga terpaksa membuat jembatan darurat untuk membuka akses kendaraan.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Hingga saat ini, badan jalan ke Desa Juma Gerat, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi masih putus total pasca longsor sehari menjelang perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah.

Menurut Amar Bancin, salah satu warga setempat, amblasnya jalan di desa mereka, dinilai sangat mendesak dilakukan perbaikan.

Sebab, badan jalan tersebut merupakan akses strategis bagi kelangsungan ekonomi masyarakat setempat. Apalagi badan jalan tersebut menghubungkan Dusun Lau Pangguh-Dusun Juma Gerat longsor.

Masih menurut Amar, lokasi longsor tersebut berjarak sekitar 7 kilometer (km) dari kota Tigalingga. Konstruksi aspal tinggal setengah meter, dan tak bisa dilalui kendaraan.

Di bawah permukaan aspal terdapat lubang memanjang mirip terowongan.

Kondisi buruk itu dinilai cukup menganggu masyarakat yang hendak merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Menyikapi amblasnya badan jalan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bahagia Ginting enggan memberi komentar.

“Kalau untuk publikasi di media, narasumber harus Bupati atau Humas” kata Bahagia.

Sementara itu, ajudan Bupati, Horas Pardede melalui pesan singkatnya kepada Sumut Pos menyebutkan, Kepala Desa setempat sudah mengkoordinasikan dengan BPBD untuk membuat jalan darurat.

Dan BPBD sudah melakukan penyusunan rencana rehabilitasi, serta dalam waktu dekat dibangun permanen. (mag-10/han)

Malam Takbiran Idul Fitri, 12 Rumah Ludes Terbakar di Dairi

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS GARIS POLISI. Polres Dairi memasang garis polisi di lokasi 12 rumah warga yang ludes dilalap api di Jalan Sudirman Pasar Lama Sidikalang, Kabupaten Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
GARIS POLISI. Polres Dairi memasang garis polisi di lokasi 12 rumah warga yang ludes dilalap api di Jalan Sudirman Pasar Lama Sidikalang, Kabupaten Dairi.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 12 unit rumah di Jalan Sudirman Pasar Lama, Kelurahan Kota Sidikalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, ludes dilalap si jago merah, Selasa (4/6) sekira pukul 22.00 WIB.

Menurut Kepala Lingkungan VI, Kelurahan Kota Sidikalang, Horas Panggabean, musibah kebakaran yang meludeskan rumah dan tempat usaha tersebut terjadi saat masyarakat bersiap-siap menyambut hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah atau pada malam takbiran.

Kobaran api dengan cepat melalap ke-12 rumah tersebut, meski mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. “Petugas pemadam datang agak terlambat, padahal jaraknya hanya 200 meter,”kata Horas.

Informasi yang beredar di masyarakat, sumber api dari kediaman yang dihuni Benni Lumban Tobing. Pun begitu, pihak kepolisian belum bisa memastikan sumber api.

Namun masyarakat yang rumahnya terbakar menduga, kebakaran tersebut ada unsur kesengajaan. Seperti dikatakan Harapenta Ginting, salah satu korban yang rumahnya terbakar sudah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian. “Saya bersama beberapa korban lainnya sudah menyampaikan adanya dugaan unsur kesengajaan,”katanya.

Dikatakan Harapenta, rumahnya satu dinding dengan rumah yang ditempati Benni yang terbuat dari papan kayu.

“Saksi mengaku melihat sum ber api dari bagian kamar rumah Benni dan api langsung membesar,”bilangnya.

Dugaan itu, menurut Harapenta, Benni sudah beberapa kali melontarkan ancaman akan membakar rumahnya. ”Setiap punya permasalahan, dia akan mabuk dan mengancam akan membakar rumah. Rumah kami satu dinding, setiap tingkah lakunya kedengaran,”tandasnya.

Diungkap Harapenta, sekitar 2 tahun lalu, Benni pernah ingin membakar rumahnya, tetapi tidak jadi. Benni menghidupkan kompornya dan menaruh kertas di atasnya. “Saya dan menantu datang ke rumahnya dan memadamkan api itu, bahkan ada sempat percekcokan karena dia menuduh kami mencampurinya,” tuturya.

Sementara itu, Kapolsek Sidikalang Kota AKP Jokner Malau menyampaikan, pihaknya sudah menyurati tim Laboratorium Forensik Poldasu untuk melakukan penyelidikan.

Menurut Jokner, pihaknya juga menyelidikan sumber api, dan sempat mengamankan Bennu selama 1×24 jam. Sebab, ada informasi di masyarakat Benni penyebab terjadinya kebakaran. “Setelah beberapa saksi dimintai keterangan, pernyataan saksi tidak ada yang mengarah pelakunya adalah Benni. Benni diamankan juga untuk mengantisipasi amukan dari massa. Dia sudah dipulangkan, karena keterangan saksi tidak ada menyatakan dia pelaku pembakaran,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan pada BPBD Dairi, Tongam Purba mengaku pihaknya belum menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban. ”Para korban mengungsi ketempat famili masing-masing,”kata Purba.

Dikatakannya, peristiwa kebakaran tersebut belum tergolong tanggap darurat, sehingga tidak mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum. “Sesuai SOP, harus ada korban sekitar 60 jiwa, agar bisa ditetapkan tanggap darurat,”jelasnya. (mag-10/han)

Desa Manduamas Lama Alokasikan Dana Desa untuk Perbaiki Jalan

ist PEMBANGUNAN: Pemerintah Desa Manduamas Lama bersama masyarakat melaksanakan pengerasan badan jalan di Dusun II, Desa Manduamas Lama.
ist
PEMBANGUNAN: Pemerintah Desa Manduamas Lama bersama masyarakat melaksanakan pengerasan badan jalan di Dusun II, Desa Manduamas Lama.

TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Desa Manduamas lama, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, mengalokasikan dana desa tahun anggaran 2019 untuk perbaiki jalan.

Kepala Desa Manduamas lama, Parlaungan Sihotang mengungkapkan, perbaikan jalan dengan cara pengerasan badan jalan dilakukan sesuai dengan hasil musyawarah yang dilaksanakan di Kantor Desa, Selasa (14/5) lalu.

Musyawarah desa (Musdes) tersebut, lanjut Parlaungan, dihadiri Kanit Binmas Polsek Manduamas Aiptu Samwidi Ambardi dan Babinkamtibmas, Aiptu B. Siahaan, Camat Manduamas Marihot Simbolon, SSos, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Perangkat Desa dan masyarakat manduamas lama.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Arisman Simatupang mengatakan, pembangunan dengan cara pengerasan badan jalan tersebut dilaksanakan di Dusun I dengan volume 3x 200 meter dengan anggaran dana Rp 228.523.000, dan di Dusun II dengan volume kegiatan 3×183 meter, dengan pagu dana sebesar Rp209.088.000.

“Pelaksanaan pembangunan pengerasan badan jalan ini dikerjakan masyarakat Manduamas Lama dengan sistem harian, dan pelaksanaannya berpedoman dengan RAB agar kualitas bangunan semakin baik,”terang Arisman.(mag-11/han)

Dua Maling Kambuhan Gasak Rumah Pengusaha

ist/SUMUT POS BARANG BUKTI: Petugas Unit Reskrim Polres Sidempuan Sedang mendata barang bukti yang diambil dua remaja.
ist/SUMUT POS
BARANG BUKTI: Petugas Unit Reskrim Polres Sidempuan Sedang mendata barang bukti yang diambil dua remaja.

PADANGSIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO – Trisno Tan (32) meradang. Sebab, rumahnya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan yang ditinggalnya kosong saat mudik lebaran disatroni maling, Rabu (5/6)

Pelaku sukses menggondol sejumlah perhiasan dan dua buah BPKB mobil raib. Namun tak lama, polisi berhasil menangkap dua pelaku.

Keduanya masing-masing anak di bawah umur, IP (15) warga Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan dan HS (15) warga Jalan Danau Toba, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya menyebut, kedua pelaku ditangkap di dua tempat terpisah. Pelaku pertama ditangkap di Pasar Ucok Kodok, Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.

Kemudian, pelaku kedua ditangkap di Jalan Danau Toba Gang Melati Kota Padangsidimpuan sekira pukul 03.00 WIB.

Dari keduanya, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 buah jam tangan, 1 unit laptop, 1 unit tablet, 1 buah headseat, 1 unit tas sandang, 1 buah sepeda, 1 buah BPKB Mobil plat BM 1440 RQ dan 1 buah BPKB Mobil plat BB 1205 NB.

“Kedua pelaku ditangkap atas laporan pencurian dengan pemberatan oleh korban. Laporan Polisi bernomor LP/258/VI/2019/SU/PSP pada tanggal 7 Juni 2019,” ungkap Hilman kepada Sumut Pos, Minggu (9/6)

Dijelaskannya, kedua pelaku beraksi, Rabu (5/6) sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban yang menerima telepon dari kakek nya, mendapati kabar kalau pintu rumahnya dalam keadaan terbuka.

Mendapatkan kabar tersebut, korban pun menyuruh adiknya untuk mengecek kondisi rumah. Setelah diperiksa, ternyata isi rumah telah berantakan dan barang-barang berharga milik korban telah raib.

Barang-barang berharga itu antara lain, 8 buah jam tangan dengan berbagai merek, 2 unit HP, 1 buah gitar, 1 unit laptop, 2 unit genset, 3 pasang sepatu, 1 unit tas sandang, 1 buah sepeda, 1 buah BPKB mobil plat BM 1440 RQ dan 1 buah BPKB Mobil plat BB 1205 NB.

“Pelaku IP pernah terlibat kasus pencurian pada tiga tahun lalu bersama rekan-rekannya di salah satu rumah toke penjual sapi di Tugu Siborang, Kota Padangsidimpuan. Kejadianya Rabu (4/10/2016),” jelas kapolres.

Saat itu, IP yang masih berusia 12 tahun ditangkap Satreskrim Polres Padangsidimpuan. Sebab, telah menggasak 8 unit HP berbagai merek berikut uang sebesar Rp1,3 juta milik korban.

“Saat itu, polisi juga berhasil mengamankan dua rekannya berinisial RN dan IR beserta barang bukti uang Rp 14,2 juta, 1 buah obeng, satu buah jam tangan, satu HP milik korban merek Nokia, dan tiga pasang sepatu,” beber kapolres. Kala itu, polisi tidak bisa melakukan penahan. Sebab, IP masih dibawah umur dan terganjal UU Perlindungan Anak.(dvs/ala)

Pemkab Asahan Gelar Pawai Takbir

no picture
no picture

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar Pawai Mobil Hias Takbiran di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (4/6) malam.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Asahan H. Surya, BSc mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H kepada seluruh umat muslim di Kabupaten Asahan.

Surya juga mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Asahan melaksanakan Salat Id di Masjid Agung Ahmad Bakrie Kisaran.

“Kepada seluruh elemen masyarakat agar dapat memberikan dukungan kepada pemerintah dalam menjalankan program-program yang telah di rencanakan untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asahan menuju masyarakat Asahan yang religius, sehat, cerdas dan mandiri,”bilangnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Asahan, H. Salman Abdullah Tanjung, MA dalam tausiahnya mengajak hadirin untuk dapat memanfaatkan momentum Idul Fitri 1440 Hijriah, lebih meningkatkan tali silaturahim kepada keluarga maupun sesama masyarakat.

“Untuk memaknai Idul Fitri sebagai sarana untuk saling memaafkan. Mari kita jalani Idul Fitri dengan saling memaafkan untuk menyempurnakan ibadah puasa yang telah kita laksanakan selama Ramadan, “bilangnya.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri Forkopimda Kabupaten Asahan, Sekretaris Daerah, OPD, Camat, Tokoh Agama dan Masyarakat.(omi/han)

Pasca Cuti Bersama, BKD Binjai Wajibkan ASN Hadir

no picture
no picture

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pasca cuti bersama Idul Fitri 1440 Hijriah, usai. Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan bertugas seperti biasanya.

Kepala Bidang Mutasi dan Kepegawaian Pemko Binjai, Hendra Januar menegaskan, pihaknya bersama Inspektorat dan instansi terkait akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah instansi di Pemko Binjai. “Itu wajib (sidak). Ada surat edaran dari menteri,” ujar Hendra, Minggu (9/6). Namun Hendra tidak dapat menjelaskan, sanksi yang akan diberikan kepada ASN yang bolos pada hari pertama kerja usai cuti bersama Idul Fitri 1440 Hijriah. “Aturannya sudah sesuai PP 53 tahun 2010,”kata Hendra.

“Nanti tim keliling. Setelah apel, tim kumpul di Pemko dan langsung bergerak ke wilayah masing-masing. Sekda dan pak Walikota juga turun,”sambungnya mengakhiri. (ted/han)

710 Fakir Miskin dan Duafa Terima Zakat Fitrah di BKM Ubudiyah Pangkalanbrandan

ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS SERAHKAN:Ketua BKM Ubudiyah Pangkalanbrandan, H Syahrum Hakim didampingi Sekjen Safriansyah menyerahkan secara simbolik Zakat Fitrah kepada pewakilan fakir miskin.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SERAHKAN:Ketua BKM Ubudiyah Pangkalanbrandan, H Syahrum Hakim didampingi Sekjen Safriansyah menyerahkan secara simbolik Zakat Fitrah kepada pewakilan fakir miskin.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 710 orang fakir miskin dan kaum duafa dari Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan Pangkalanbrandan wilayah 3 Teluk Aru Langkat menerima Zakat Fitrah dari Badan Kenaziran Masjid (BKM)Ubudiyah Pangkalanbrandan, Selasa (4/6).

Penyerahan Zakat Fitrah tersebut langsung dilakukan Ketua BKM Ubudiyah H. Syahrum Hakim, SH didampingi Sekjen BKM Safriyansyah secara simbolis kepada perwakilan kaum duafa.

Dikatakan Syahrum Hakim, pada perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah tahun 2019, badan amil zakat BKM Ubudiyah berhasil mengumpulkan Zakat Fitrah sebanyak 1,2 ton beras dan uang sebanyak Rp9 juta.

“Uang zakat mal berhasil dikumpulkan sebesar Rp1,3 juta dan fidiyah sebesar Rp 730 ribu,”ungkap Syahrum.

Dijelaskan Syahrum, dana yang terkumpul tersebut akan disalurkan Badan Amil Zakat BKM Ubudiyah kepada 710 orang fakir miskin dan kaum duafa yang berada di lingkungan 1 dan 2 Kelurahan Brandan Barat.

Untuk masih-masing fakir miskin menerima sebanyak 1,5 kilogram beras dan uang sebesar Rp10.000. “Zakat Fitrah yang diberikan sesuai jumlah keluarga penerimanya,”terangnya.

Disalurkannya Zakat Fitrah tersebut, Syahrum Hakim berharap para penerimannya dapat merayakan Idul Fitri dengan layak. “Kita tidak mau mendengar mereka menjerit saat suasana Idul Fitri,”terangnya. (mag-9/han)

Sesmenko Polhukam RI Salat Id di Langkat

BAMBANG/SUMUT POS salad id : Sesmenko Polhukam RI Letjen TNI Agus Surya Bakti duduk berdampingan bersama Bupati Langkat Terbit Rencana PA melaksanakan salat Idul Fitri di alun-alun T. Amir Hamzah Stabat, Langkat, Rabu (5/6).
BAMBANG/SUMUT POS
salad id : Sesmenko Polhukam RI Letjen TNI Agus Surya Bakti duduk berdampingan bersama Bupati Langkat Terbit Rencana PA melaksanakan salat Idul Fitri di alun-alun T. Amir Hamzah Stabat, Langkat, Rabu (5/6).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Letjen TNI Agus Surya Bakti melaksanakan Salat Idul Fitri 1440 Hijriah bersama ratusan masyarakat di Alun alun T Amir Hamzah Stabat, Kabupaten Langkat, Rabu (5/6).

Lantunan takbir dan tahmid terdengar saling bersahutan, menjadi tanda rasa syukur menyambut hari kemenangan itu. Bupati Langkat, Terbit Rencana PA dalam sambutannya, menyampaikan selamat hari raya Idul Fitri kepada masyarakat Langkat dan seluruh umat muslim.

“Ramadan dengan segala keutamaannya telah meninggalkan kita, untuk itu saya atas nama pribadi dan keluarga serta Pemkab Langkat, memohon maaf lahir dan batin,” tuturnya. Bupati berharap, semoga pendidikan ramadan, menjadikan kita lebih mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi. Serta menjadikan kita orang yang perduli kepada sesama saudara, seagama dan setanah air, melalui sedekah dan zakat serta berbagi kebahagiaan. Sebab islam mengajarkan, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain. “Dengan begitu, semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat ampunan,”katanya.

Sementara itu, H Sujarno dalam kutbahnya, yang juga selaku Ketua Muhamdiyah Langkat dan Kepala Bappeda Langkat, menyampaikan, spirit ramadan sebagai langkah untuk mendorong dan menjadikan Langkat semakin maju dan religius. Sebab Allah SWT menurunkan bulan ramadan sebagai nikmat karomah dan wujud bulan ampunan. “Selain itu, ramadan juga sebagai ujian untuk bersabar, menuju ketaatan kepada Allah SWT,” terangnya. (bam/han)