29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 5265

LPPDK Partai Politik Tingkat Sumut, Golkar Rp10,8 M, PDIP dan Hanura Nihil

Ayo memilih
Ayo memilih

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Golkar menjadi partai politik di Sumatera Utara yang paling tinggi dalam hal biaya kampanye Pemilihan Umum 2019. Melalui Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) ke KPU Sumut, partai mapan berlambang pohon beringin tersebut memiliki biaya kampanye sebesar Rp10,8 miliar lebih.

Partai NasDem menyusul diurutan kedua dengan biaya kampanye Rp6, 5 miliar, Partai Amanat Nasional (PAN) senilai Rp4,8 miliar, Partai Gerindra senilai Rp4,024 miliar, Partai Perindo senilai Rp2,028 miliar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) senilai Rp1,29 miliar, Partai Demokrat senilai Rp1,7 miliar, PBB senilai Rp1,055 miliar, PPP senilai Rp1,040 miliar, PKPI senilai Rp936 juta, PKB senilai Rp794 juta, PSI senilai Rp575 juta, dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) senilai Rp266 juta.

Sedangkan tiga parpol lain yaitu PDI Perjuangan, Partai Hanura dan Partai Berkarya, nihil atau sama sekali tak mencantumkan angka di LPPDK mereka alias nol rupiah. Ketiga parpol ini juga melakukan hal serupa saat menyampaikan LADK terutama LPSDK, ke KPU beberapa waktu lalu.

Komisioner KPU Sumut Divisi Hukum, Ira Wirtati mengungkapkan, hasil audit LPPDK peserta pemilu dari Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mereka tunjuk sebelumnya, sudah disampaikan ke seluruh parpol tingkat Sumut. Hasilnya itu menurut dia ada dua perkara, yakni patuh dan tidak patuh.

“Untuk parpol kami tidak mengetahui siapa yang tertinggi dan terendah angkanya, karena KAP yang mengaudit semuanya. Tugas kami hanya meneruskan saja lalu memuat di halaman resmi atau website KPU,” katanya menjawab Sumut Pos, Minggu (9/6).

Artinya, kata dia, dengan penyerahan LPPDK tersebut masyarakat yang akan menilai bahwa parpol itu patuh atau tidak atas mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Untuk parpol yang tidak patuh, sebut Ira, juga tidak berpengaruh terhadap calon terpilih nantinya.

“Jadi sifatnya lebih ke publik. Biar masyarakatlah yang menilai dan melihat. Sebetulnya hanya beban moral saja bagi partai bahwa mereka adalah parpol tidak patuh. Dan hasilnya itu semua bisa dilihat di website kita,” katanya.

Sedangkan untuk calon perseorangan atau Dewan Perwakilan Daerah, dirinya mengungkapkan hal senada bahwa selain Dadang Dermawan, hasil audit LPPDK dari KPU RI sudah disampaikan kembali ke calon bersangkutan. Namun bedanya, jika calon DPD terpilih tidak menyerahkan LPPDK maka tidak ditetapkan sebagai calon terpilih.

Disamping itu, dia menambahkan, ada hal yang tak kalah penting yaitu masalah penyerahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) bagi caleg dan calon DPD terpilih. Katanya, LPPDK merupakan kewajiban bagi parpol atas penggunaan dana kampanye, sedangkan LHKPN bersifat individual caleg bersangkutan. “Caleg terpilih jika tidak melaporkan LHKPN pribadi mereka, dan tanda terima bukti laporannya dari KPK tidak diserahkan ke KPU, mereka juga tidak akan dilantik. Memang mereka wajib sampaikan itu ke KPK, tapi bukti terimanya harus disampaikan juga ke KPU,” katanya.

Meski waktu penyerahan LHKPN ini masih relatif panjang, pihaknya mengingatkan seluruh caleg terpilih menjadikan atensi. “Waktunya sampai nanti menjelang pelantikan. Jadi memang masih relatif lama namun kalau tak disampaikan juga beresiko bagi mereka,” katanya.

Menjawab soal nihilnya angka LPPDK, Partai Hanura dan PDI Perjuangan kompak menyatakan bahwa masing-masing caleg mereka membiayai kegiatan kampanyenya. “Kami memang gak mencantumkan angkanya, sebab caleg kami yang langsung membiayai kampanye dan sosialisasinya ke masyarakat,” ucap Sekretaris Partai Hanura Sumut, Edison Sianturi. (prn)

Puncak Arus Balik Libur Lebaran 2019, Jalur Aceh-Medan & Tebingtinggi Macet

Kondisi jalan macet saat liburan 2019
Kondisi jalan macet saat
liburan 2019

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puncak arus balik libur Lebaran 1440 H di Sumatera Utara, Minggu (9/6), berlangsung relatif lancar, dengan beberapa titik kemacetan. Jalur Karo-Medan yang biasanya macet berjam-jam, tahun ini ramai lancar. Titik macet justru terjadi di jalur Langkat-Aceh, Aceh-Medan, dan Kota Tebingtinggi. Kemacetan paling parah ada di jalur Aceh-Medan, yang berlangsung hingga 4-5 jam.

“KEMACETAN di sini sudah terjadi sejak hari lebaran ketiga, yakni Jumat lalu. Puncaknya terjadi hari ini Minggu (9/6 ) saat masyarakat akan balik ke kota tempat kerjanya masing-masing,” ujar Wagiman, seorang sopir pribadi yang ditemui di sela-sela kemacetan di Pasar 4,5 antara jalinsum Tanjung Pura ke Stabat.

Wagiman menjelaskan, kemacetan mulai terjadi pukul 09.30 WIB pagi hingga pukul 22.30 WIB. Macet total terjadi selama 4 jam. “Saya yang hendak membawa keluarga dari Pangkalanbrandan menuju Medan, terjebak macet di Pasar 4.5 ini dari pukul 15.00 hingga pukul 20.00 WIB. Tidak bisa bergerak sedikitpun,” cetusnya lelah.

Setelah arus lalu-lintas melonggar sedikit, ia memilih putar arah dan istirahat di sebuah penginapan. “Toh mau kembali pulang pun tak bisa. Karena arus lalu lintas dari arah Stabat ke Aceh pun macet total. Pulang nggak bisa, pergi pun tak bisa, “ tutur Mas Wage dan beberapa sopir lainnya.

Menurut Mas Wage, kemacetan arus lalu lintas Langkat ke Aceh dan dari Aceh ke Medan terjadi karena jembatan penghubung yang terletak di Stabat hingga kini belum selesai dikerjakan. Untuk mengatasnya, petugas Lalu-Lintas Jalan Raya menggunakan sistim buka tutup.

“Kalau arus kenderaan dari arah Medan ke Aceh dibuka, kenderaan dari arah Aceh ke Medan ditahan, makanya antreannya jadi macet, panjang, dan menyita waktu kurang lebih 3 hingga 4 jam,” kata Mas Wage.

Wagiman dan Warga masyarakat yang kesehariannya menggunakan jalan raya lintas Sumatra Stabat meminta agar pemerintah Sumatera Utara segera menyelesaikan proses pengerjaan jembatan yang telah mangkrak sekian lama itu, agar dapat dipergunakan.

Polisi Lalu Lintas yang terus berjaga di setiap persimpangan jalan mulai Tanjung Pura hingga Stabat, saat ditemui mengatakan, terus siaga menertibkan arus lalu-lintas, sejak Selasa (4/6) hingga Minggu (9/6). “Karena badan jalan di atas jembatan sempit, kita siaga menggunakan sistim buka tutup, agar arus lalu-lintas tidak lumpuh total,” kata para petugas Polantas Polres Langkat.

Tebingtinggi Macet selama Lima Hari

Tak hanya jalur Aceh-Medan, Kota Tebingtinggi juga mengalami kemacetan selama libur lebaran 2019. Kemacetan berlangsung selama lima hari dengan kendaraan menumpuk sepanjang tiga kilometer.

Penyebabnya, terjadi penumpukan kenderaan di pintu masuk jalan tol Tebingtinggi-Medan. Meski pihak Jasa Marga Kualanamu Jalan Tol (JMKT) sudah melakukan pelebaran jalan di sepanjang menuju Kota Tebingtinggi, kemacetan tetap terjadi. Penumpukan kenderaan pribadi terjadi dari arah Tebingtinggi menuju pintu tol, dan sebaliknya dari Sei Rampah menuju Kota Tebingtinggi.

Selama seminggu, Polantas yang bertugas di pintu Tol Tebingtinggi Medan terlihat sibuk mengatur rekayasa untuk memecah kemacetan, dengan cara menutup dan membuka arus lalu-lintas secara bergantian. Meski demikian, kemacetan tetap terjadi.

Pantauan Sumut Pos, Minggu (9/6) sore, arus kenderaan yang masuk ke Tebingtinggi dan keluar tol cukup ramai. Kendaraan yang datang dari arah Kisaran dan Pematangsiantar menumpuk di Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi. Sementara di Simpang Beo Kota Tebingtinggi tidak tampak petugas kepolisian yang mengatur arus lalulintas menuju Medan. Padahal ada jalur alternatif menuju Medan yaitu melalui Dolok Masihul, Galang dan langsung ke Lubuk Pakam.

Semua kendaraan pribadi pemudik tampak memadati jalan menuju pintu tol. Akibatnya kemacetan terjadi.

Selain arus menuju pintu tol saja, arus jalinsum dari arah Medan menuju Kisaran dan Pematangsiantar juga macet, terutama di Simpang Beo Jalan KL Yos Sudarso. Biang kemacetan adalah rel perlintasan kereta api. Karena semua kenderaan melambat saat melintasi pintu perlintasan rel, sehingga kemacetan terjadi sepanjang satu kilometer.

Titik kemacetan juga terjadi di lokasi wisata air yang ada di Kota Tebingtinggi, seperti kolam renang Gundaling yang berada Jalinsum Tebingtinggi-Kisaran, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta Kota Tebingtinggi serta di pemandian Lubuk Indah di Jalan Gatot Subroto arah Pematangsiantar.

Salah seorang pengendara, Maslin (53) warga Sei Rampah Kota Tebingtinggi menuturkan, selama adanya pintu tol Tebingtinggi, jalan menuju Kota Tebingtinggi menjadi macet parah terutama pada hari-hari libur.

Diceritakan Maslin, pada lebaran ke dua, dua arah lalu-lintas, baik menuju Tebingtinggi dan menuju Sei Rampah, macet tepat di pintu masuk tol. Kemacetan berlangsung hingga malam.

“Saya heran mengapa terjadi kemacetan parah di Kota Tebingtinggi ini? Kemacetan terjadi hingga larut malam. Bahkan sepeda motor pun susah melintas. Diharapkan kepada pemerintah untuk kembali melebarkan jalan ataupun membuat jembatan layang hingga melintasi Jalan KL Yos Sudarso menuju Pematangsiantar dan Kisaran,” jelasnya.

Maslin juga berharap kepada pihak kepolisian untuk tetap mengatur arus lalu-lintas. Karena banyak pemilik kendaraan yang tidak bersabar antri di belakang.

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi, AKP Enda Iwan, ketika dikonfirmasi terkait masalah kemacetan selama libur lebaran, belum bisa memberikan keterangan resminya melalui via telepon.

Jalur Karo-Medan ramai Lancar

Berbeda dengan rute-rute di atas, tiga kawasan pintu masuk ke Kota Medan, tampak ramai lancar meski dipadati kendaraan. Ketiga kawasan itu di antaranya Jalan Pancurbatu, SM Raja tepat di persimpangan menuju Terminal Amplas, dan Jalan TB Simatupang, di seputaran Terminal Pinang Baris Medan.

Hingga Minggu sore, arus lalulintas tampak masih terkendali. Penumpukan kendaraan terpantau berjalan lancar meski melambat.

Kapolrestabes Medan melalui Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihatini mengatakan, Minggu merupakan puncak arus balik. “Karena hari Senin 11 Juni sebagian masyarakat sudah ada yang masuk kerja. Sejak Sabtu (8/6) malam sebenarnya arus balik sudah terjadi,” ungkap Juli.

Untuk mengantisipasi adanya peningkatan volume kendaraan, Satlantas Polrestabes Medan telah mengerahkan personel untuk bersiaga di sejumlah titik di ‘pintu masuk’ Kota Medan.

Di pintu masuk berada di Jalur Medan-Berastagi Jalan Jamin Ginting, Jalur Medan-Tanjung Morawa Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan Medan-Binjai.

Polisi juga melakukan penutupan ruas-ruas jalan memutar yang berpotensi menyebabkan terjadi pelambatan arus kendaraan, seperti di kawasan Simpang Selayang tepatnya di pertigaan Jalan Jamin Ginting menuju Jalan Setiabudi Ujung. Polisi menutup jalan dari Jalan Jamin Ginting menuju Jalan Setiabudi Ujung. Memang kawasan ini kerap kali mengalami kemacetan.

Setidaknya ada 130 personel yang ditempatkan di beberapa objek seperti di titik jalur wisata Medan-Berastagi, Jalur SM Raja. “Saat ini yang jadi prioritas kami jalur wisata dari Medan-Tanah Karo dan sebaliknya. Setidaknya ada 18 titik yang kami ploting anggota guna mengantisipasi kemacetan,” ujarnya.

Ia menuturkan, sejak Jumat (7/6) kemarin kepadatan di jalur wisata Medan-Tanah Karo cukup padat. Penumpukan volume kendaraan terus terjadi mulai di titik Simpang Selayang Medan. “Mulai Jumat dan Sabtu ini yang paling padat sehingga jadi prioritas kita. Penumpukan kendaraan terjadi Jumat dan Sabtu. Sementara hari ini (Minggu) sampai sore terpantau mulai menurun, ramai lancar bahasanya,” paparnya.

Jadi prioritas jalur itu memang terjadi karena tidak adanya jalur alternatif lain yang menghubungkan Medan-Tanah Karo. Sementara arus kendaraan masyarakat yang hendak berwisata dan juga arus balik dari Medan ke Tanah Karo cukup tinggi. “Makanya sesuai arahan pak Kapolrestabes Medan kami prioritas kan jalur ini. Sudah tiga hari saya fokus di sini,” sebutnya.

Sementara di sejumlah titik kawasan ‘pintu masuk’ Kota Medan lainnya seperti di pintu Tol Amplas dan pintu Tol Jalan Letda Sujono, kepada volume kendaraan juga terjadi. Begitu Juliani mengklaim kalau kawasan tersebut cukup terkendali. Penumpukan kendaraan tampak di pintu masuk tol.

“Dari amatan di lapangan yang padat itu dari Medan menuju keluar Medan. Kita siasati dengan membuat lima gerbang masuk, sementara yang keluar dari tol dibuat tiga gerbang. Begitu juga di pintu gerbang tol Bandar Selamat juga kita buat begitu,” pungkas Juli. (mag-09/ian/dvs)

Kereta Api & Pool Bus Padat Penumpang

bagus/sumut pos RAMAI: Calon penumpang memadati pool bus ALS saat arus balik Lebaran, Minggu (9/6).
bagus/sumut pos
RAMAI: Calon penumpang memadati pool bus ALS saat arus balik Lebaran, Minggu (9/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Libur lebaran usai. Aktivitas pemudik menggunakan jasa transportasi Kereta Api pada arus balik Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, menunjukkan lonjakan signifikan sejak Sabtu (8/6) hingga Minggu (9/6). Pool-pool bus juga padat. Sebaliknya, terminal Amplas dan Pinangbaris justru sepi.

Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, M Ilud Siregar, mengatakan total penumpang diangkut pada arus balik 8 Juni 2019 atau H+3 Lebaran berjumlah 19.226 penumpang. Naik dari Lebaran tahun 2018 yang berjumlah 17.991 penumpang. Persentase pencapaian target mencapai 107 persen.

“Komulatif volume penumpang dari masa tanggal 26 Mei hingga 8 Juni 2019 atau H-10 hingga H+3, dengan total mencapai 182.512 penumpang atau naik dari Lebaran tahun 2018 dengan jumlah 176.099 penumpang dengan total target mencapai 104 persen,” jelas Ilud kepada Sumut Pos, kemarin.

Di hari ke-14, total penumpang mengalami peningkatan kurang lebih 4 persen dibandingkan Lebaran tahun 2018. Data itu akan terus bertambah hingga kemarin.

“Untuk prediksi lonjakan penumpang Minggu (kemarin, Red), masih menunggu up date atau pengumpulan data dari Unit Penumpang PT KAI Divre I Sumut,” tutur Ilud.

Untuk angkutan Lebaran PT KAI Divre I Sumut dari Stasiun Besar Medan dengan berbagai jurusan di Sumut, mengoperasikan 40 KA reguler. Terdiri dari 6 perjalanan KA Sri Bilah Utama relasi Medan – Rantau Prapat pergi/pulang (pp). Kemudian dua perjalanan KA Sri Bilah Premium relasi Medan – Rantau Prapat (pp).

“Kemudian enam perjalanan KA Putri Deli relasi Medan-Tanjung Balai (pp). Serta dua perjalanan KA Siantar Ekspres relasi Medan-Siantar (pp) dan 24 perjalanan KA Sri Lelawangsa relasi Medan-Binjai (pp),” jelas Ilud.

Ia mengimbau kepada para penumpang untuk membawa barang bagasi sesuai aturan yang berlaku. “Ukuran dan berat maksimum barang bagasi setiap penumpang kereta api dengan ukuran maksimum 100 dm3 dengan dimensi 70 cm x 48 cm x 30 cm, berat maksimum 20 kg,” kata Ilud.

Pantauan Sumut Pos di Stasiun Besar Medan, aktivitas pemudik berangkat dan tiba sudah menunjukkan jumlah besar.”Kita terus berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2019 ini,” pungkasnya.

Bus ALS dan RAPI Padat

Tak hanya stasiun kereta api, pool-pool bus di Kota Medan juga tampak dipadati pemudik yang akan menjalani arus balik, Minggu (9/6).

Pool Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan Pool PT RAPI di Jalan SM Raja, Medan, kemarin siang tampak dipadati pemudik di ruang tunggu.

Salahsatu penumpang, Reni Harahap, mengungkapkan ia bersama dua rekannya akan kembali ke Jakarta Barat. Itu setelah mereka pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarganya beralamat di Tanah 600 Kecamatan Marelan, Kota Medan.

“Kami tiga orang naik bus. Memang cukup melelahkan. Tapi cemmana lagi, tiket pesawat mahal kali. Pulang pergi bisa mencapai di atas Rp 4 jutaan. Lebih bagus naik bus aja lah, cuma Rp 500 ribuan sekali berangkat Medan-Jakarta,” kata Reni di Pool Bus ALS, kemarin.

Wanita yang bekerja sebagai SPG di sebuah mall di Jakarta itu mengatakan, sudah mengatur jadwal cuti kerja dengan waktu perjalanan bus yang akan menelan waktu 3 hari dan 2 malam itu.

“Aku sampai di Medan kemarin pada H-1 Lebaran. Jadinya pulangnya agak lewat dari libur Lebaran. Namun sudah disesuaikan lah,” sebut Reni sudah bekerja sekitar 3 tahun di ibu Kota itu.

Indra Syahputra, selaku staff bus ALS menjelaskan lonjakan penumpang sudah terjadi Sabtu (8/6) hingga Minggu kemarin. Untuk itu pihaknya sudah melakukan antisipasi untuk arus balik dengan menambah jumlah armada mereka miliki.

“Sabtu dan Minggu merupakan puncak mudik. Tercatat ada 26 bus yang disediakan dari hari biasanya yang 20 bus. Sama saat waktu malam takbiran,” sebut Indra.

Indra yang bertugas sebagai penghitung keluar masuk Bus ALS ini mengatakan, meski mengalami lonjakan penumpang, pihaknya tidak menaikkan harga tiket ke berbagai jurusan dari Kota Medan. Yang mereka tingkatkan adalah pelayanan kepada penumpang.

“Setiap satu unit bus terdiri antara 40-44 penumpang. Bus berangkat sesuai dengan kapasitas,” tandasnya.

Humas PT ALS, Alwi Matondang mengaku, kondisi arus balik lebaran masih normal. “Tidak terjadi penumpukan penumpang,” katanya.

Menurut Alwi, puncak arus balik diprediksi pada pekan ini yaitu 14 hingga 16 Juni dengan tujuan Jakarta. Hal itu dikarenakan harga tiket pesawat yang masih melambung. “Secara keseluruhan, jumlah penumpang arus balik maupun mudik lebaran tahun ini diperkirakan naik hingga 30 persen dari tahun lalu. Faktornya, karena imbas dari mahalnya harga tiket pesawat sehingga pemudik memilih jalur darat,” ujarnya.

Keramaian pemudik terlihat juga di Pool Bus PT RAPI. Para penumpang akan berangkat ke berbagai daerah seperti berbagai kota di Sumut, Jambi, dan Palembang.

Mandor Bus PT RAPI, Selamat Simarmata mengungkapkan selama arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah ini, pihaknya menyiapkan 30 bus. Jumlah ini dua kali limpat dari jumlah armada yang bergerak di hari biasa.

Meski demikian menurutnya tidak ada hubungan harga tiket pesawat yang mahal dengan padatnya arus penumpang bus PT RAPI. Ia mengklaim, bus RAPI selalu ramau setiap musim mudik Lebaran.

“Tidak ada hubungannya dengan harga tiket pesawat. Tahun lalu kami juga menyediakan 30 bus, jadi tidak ada peningkatan,” pungkas Selamat.

Terminal Amplas Sepi

Berbeda dengan stasiun kereta api dan pool-pool bus AKAP, terminal di Kota Medan justru sepi pada puncak arus balik lebaran 2019, Minggu (9/6). Kawasan Terminal Terpadu Amplas tampak sepi.

Pantauan Sumut Pos, hingga Minggu sore hari tidak terlihat kepadatan penumpang maupun angkutan mudik di terminal Amplas. Hanya tampak segelintir pemudik yang menunggu angkutan di dalam terminal. Begitu juga di luar seputaran kawasan terminal, hanya angkutan kota (angkot) yang terlihat hilir mudik.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Iswar Lubis tak menampik kondisi arus balik di terminal tersebut sepi. “(Kondisi arus balik) saat ini masih normal, enggak ada masalah,” ujarnya.

Menurut dia, sepinya aktivitas pemudik di Terminal Amplas karena Kota Medan bukan merupakan kota tujuan para pemudik. “Jadi yang ramai adalah arus antarkota. Kalau di Medan tidak ada persoalan,” katanya.

Ditanya data jumlah penumpang arus balik, Iswar tak bisa menjabarkan. Ia meminta Sumut Pos untuk menghubungi Kepala Terminal Amplas, Yusuf Nasution. “(Datanya) ada, coba langsung hubungi kepala Terminal Amplas,” kilahnya.

Saat dijelaskan bahwa kantor Terminal Amplas sepi dan tidak ditemui satu pun petugas, Iswar berdalih kemungkinan sedang mengecek keluar. “Mungkin lagi bertugas keluar,” dalihnya.

Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Medan, M Tampubolon, mengakui sejauh ini kondisi arus balik di Terminal Amplas belum nampak. “Kalau untuk datanya (jumlah penumpang arus balik) kita belum bisa dapat. Nantilah saya tanya anggota di lapangan,” akunya.

Ia menjelaskan, Terminal Amplas secara hukum dikendalikan langsung oleh Kementerian Perhubungan. Oleh karena itu, Dishub Medan tidak memiliki kewenangan lagi. “Kita sifatnya hanya membantu saja. Meski demikian tetap ada anggota kita yang bertugas di sana,” tukasnya.

Pantauan di Terminal Pinangbaris juga menunjukkan suasana sepi.

Kondisi sepi juga terpantau di Simpang Timbangan Lubukpakam. Hanya sesekali terlihat keramaian mobil dan kendaraan roda dua di persimpangan menuju Bandara Kualanamu dan Galang itu,Minggu (9/6).

Tidak ada terlihat petugas kepolisian yang terlihat mengatur lalu lintas (lalin). Para pengemudi hanya memperhatikan tanda lampu traffic light untuk berhenti dan melaju dengan secara teratur.

Jalinsum Lubukpakam hingga Perbaungan terlihat arus lalin padat lancar. Tidak ada terlihat kemacetan, pengguna jalan didominasi para pengemudi sepeda motor.

Sementara pantauan di jalan tol Bandara Kualanamu menuju Tebingtinggi terlihat ramai pengendara, demikian pula dari arah Medan menuju Tebingtinggi.

Namun kondisi berbeda di pintu gerbang tol Bandara Kualanamu yang terlihat sepi para pengemudi, sehingga arus lalin sangat lancar.

Jalan Tol Medan-Binjai Ramai Lancar

Jalan Tol Medan-Binjai dipadati kendaraan pada arus balik mudik 2019. Jalan bebas hambatan ini menjadi alternatif bagi pemudik dari Aceh-Langkat ke Medan maupun sebaliknya lantaran jembatan penghubung Sunggal, Deliserdang dengan Kota Binjai tengah dalam perbaikan.

Menurut Kepala Cabang Operasional Jalan Tol Medan-Binjai, Indradjana, arus mudik melalui Jalan Tol Medan-Binjai ramai lancar. “Sejauh ini masih terkendali,” ujar dia, Minggu (9/6).

Data menunjukkan, Hari Raya Idul Fitri pertama tahun 2019 tercatat ada 26.977 kendaraan yang melintas Jalan Tol Medan-Binjai. Jumlah kendaraan terus meningkat pada hari raya kedua atau Kamis (6/6) sebanyak 29.010.

“Pada H minus 1, jumlah kendaraan tidak begitu signifikan. Yakni sebanyak 12.859,” beber dia.

Usai lebaran, volume kendaraan yang melintas masih di atas 20 ribuan. Pada Jum’at (7/6), kata dia, jumlah kendaraan yang melintas tercatat 26.231 unit.

Sabtu (8/6), ada 28.079 kendaraan yang melintas. “Hari ini (Minggu) belum terdata. Data itu tadi berdasarkan pantauan kendaraan yang keluar dari 4 pintu gerbang tol yakni di Binjai, Semayang, Helvetia dan Marelan,” ujar dia.

Menurut dia, arus mudik melalui Jalan Tol Medan-Binjai masih terkendali. Hanya saja, menurut dia, pemudik masih ada ditemukan yang belum mengisi saldo kartu tol mereka.

“Ini menjadi kendalan banyak pemudik yang belum isi kartu tol. Sehingga menyumbang antrean agak panjang jadinya,” pungkasnya. (gus/ris/btr/ted)

Selama Liburan, Timsus Kemenhub Awasi Kapal di Danau Toba

no picture
no picture

TOBASA, SUMUTPOS.Co – SELAMA liburan Lebaran 2019, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI menerjunkan Tim Khusus (Timsus) untuk mengawasi kapal penyebrangan yang beroperasi di Danau Toba. Hal ini, untuk mencegah musibah kapal motor tenggelam seperti dialami KM Sinar Bangun pada 2018 lalu.

Direktur Utama Badan Otoritas Danau Toba, Arie Prasetyo mengatakan, Timsus Kemenhub akan menindak segala bentuk pelanggaran prosedur pelayaran yang terjadi di Danau Toba. “Kita ingin memastikan wisatawan yang pergi libur lebaran ke Danau Toba tetap merasa nyaman saat melakukan penyebrangan. Kapal-kapal di Danau Toba yang harus mewujudkannya. Keselamatan adalah yang utama,” kata Arie kepada wartawan di Medan, Minggu (9/6).

Arie mengimbau seluruh pengusaha kapal berlayar di Danau Toba, sesuai instruksi Kemenhub, harus mematuhi peraturan khususnya keselamatan seperti pelampung, manifest, kelayakanan kapal beroperasi dan tidak mengankut penumpang dengan jumlah yang besar atau over kapastitas. Ia mengatakan tim khusus Kemenhub sudah berada di Danau Toba sejak H-1 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Untuk itu, Arie juga mengimbau masyarakat yang sedang berlibur di danau vulkanik terbesar di dunia itu, bila ada temuan pelanggaran agar segera melaporkan. “Langsung hubungi petugas jika ada hal-hal berkaitan pengabaian keselamatan. Jika tidak diberikan pelampung oleh awak kapal, bisa dilaporkan,” tutur Arie.

Sementara itu, sejumlah posko juga sudah siap melayani para pelancong yang berliburan selama liburan Lebaran ini. Posko-posko ini tersebar di pelabuhan utama diantaranya Tigaras, Simanindo, Ajibata dan Tomok. “Di sana ada petugas dari berbagai unsur unsur mulai dari Dinas Perhubungan hingga Basarnas. Bersama kita terus melakukan pengawasan keseluruhan di Danau Toba,” pungkas Arie.(gus)

Penumpang Pesawat Turun 32%, Kapal Laut Naik 55%

TRIADi WIBOWO/SUMUT POS BERSANDAR: KM Kelud bersandar di terminal Dermaga Pelabuhan Belawan, beberapa waktu. Mahalnya tiket penerbangan membuat masyarakat beralih ke kapal laut.
TRIADi WIBOWO/SUMUT POS
BERSANDAR: KM Kelud bersandar di terminal Dermaga Pelabuhan Belawan, beberapa waktu. Mahalnya tiket penerbangan membuat masyarakat beralih ke kapal laut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PERGERAKAN transportasi dan orang selama Lebaran 2019 di Sumatera Utara sedikit mengalami pergeseran. Terutama untuk lonjakan transportasi dan penumpang dari via udara ke via darat dan laut.

Posko Pemantauan dan Pengawasan Angkutan Lebaran 2019 Dinas Perhubungan Sumut, mencatat dan membandingkan pergerakan penumpang dan pesawat di Bandara Internasional Kualanamu, pada H-7 hingga H+2 tahun 2018 dan 2019 mengalami penurunann

Pada 2018, jumlah pesawat yang melakukan penerbangan sebanyak 2.575, sedangkan pada 2019, hanya 2.000 penerbangan atau turun sekitar 22,39%. Demikian juga dengan jumlah penumpang, pada 2018 sebanyak 355.633 penumpang, sedangkan pada 2019 sebanyak 234.449 penumpang atau turun sekitar 32,79%.

Berbeda halnya dengan arus mudik via laut. Untuk rekap data kapal dan penumpang di Pelabuhan Bandar Deli, Belawan mulai H-8 hingga H+2 pada tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 lalu. Jika pada tahun lalu jumlah pergerakan kapal di Terminal Bandar Deli sebanyak 7 kapal dengan jumlah total penumpang 14.395 orang, sedangkan tahun ini ada 9 kapal (naik 28,57 persen) dengan jumlah penumpang 22.417 (naik 55,73 persen).

“Pergerakan angkutan dan penumpang pada Lebaran tahun ini di Sumut, seperti kapal laut kelihatan mengalami lonjakan cukup signifikan. Itu disebabkan tumpahan dari penumpang bandara karena harga tiket pesawat yang masih mahal,” ujar Koordinator Posko Pemantauan dan Pengawasan Angkutan Lebaran 2019 Dishub Sumut, Agustinus Panjaitan menjawab Sumut Pos, Minggu (9/6).

Agustinus mengaku, sejak Sabtu kemarin puncak arus balik sudah mulai terjadi. Dan pada Minggu (9/6) dinamika penumpang via darat maupun laut, masih terlihat tinggi baik via Pelabuhan Belawan, stasiun KA maupun bandara. “Cuma untuk transportasi darat yakni bus, hingga kini kami belum mendapat datanya. Karena di terminal itu kami tidak lagi monitor melainkan sudah ada pihak BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat),” katanya.

Sementara pantauan Sumut Pos di Bandara Kualanamu, Deliserdang, ribuan calon penumpang memadati area chek in dan ruang keberangkatan penumpang, Minggu (9/6). Mereka ingin kembali ke daerah asalnya setelah merayakan lebaran di Sumatera Utara.

Suherman, seorang calon penumpang tujuan Padang, Sumatera Barat, mengatakan, dirinya bersama istri dan anaknya akan kembali ke Padang karena liburan kerja dan sekolah sudah berakhir. “Kami sudah dua pekan di Medan, berlebaran di ruamh orang tua. Sekarang harus kembali ke Padang karena Senin sudah masuk kerja dan anak-anak ada yang masuk sekolah,”katanya.

Suherman sempat mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat. Ia mengatakan, mudik lebaran tahun ini sangat memberatkan, karena harga tiket luar biasa mahal. “Dulu biasa satu orang kalau Kualanamu–Padang Rp500 ribuan tapi kini sudah Rp1 juta lebih. Sangat memberat sekali. Mestinya ini jadi perhatian pemerintah,” harapnya.

Meski harga tiket mahal, tapi terlihat antrean panjang para calon penumpang di sejumlah loket check in seperti di counter Lion Air, Citilink, Batik Air, Sriwijaya Air, Air Asia dan Garuda Indonesia. Menurut Junior Maneger OIC Esron Ginting, saat ini adalah puncak arus balik mudik lebaran. Karena sejak pagi calon penumpang berangkat cukup padat. “Diperkirakan mencapai 20 ribuan penumpang, dan akan terus bertambah hingga pesawat terakhir. Selain keberangkatan terpantau juga kedatangan cukup ramai juga “ ucapnya.

Terpisah, General Manager Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang Bayu Iswantoro mengintruksikan seluruh jajaran pengamanan dan petugas pelayanan bandara untuk melakukan peningkatan pada sisi sisi bandara terkait pengamanan Operasional yang meliputi area Run Way (landasan pacu pesawat) harus benar-benar steril dari gangguan mengingat saat ini musim hujan.

Kemudian itu menjadi perhatian lain pada area parkir pesawat, petugas pengawasan, bagian kelistrikan, bagian pemadam kebakaran (RFFS) dan bagian pelayanan customer bandara. “Arus balik pemudik lebaran kami harus memastikan kesiapan untuk menjaga kelancaran semua ,” ucap Bayu.

Pngamanan Bandara memang sudah disiagakan tim gabungan yang terdiri dari personil Polres Deliserdang, Personil TNI AD, Personil Brimob dan Tim Jibom Poldasumut disiagakan di pintu keluar terminal penumpang.

Sementara itu untuk pantauan jumlah penumpang pesawat domestik dan internasional yang tercatat hari ini di posko terpadu berjumlah 19 .474 penumpang dengan jumlah pergerakan pesawat sebanyak 163 Penerbangan ini merupakan data jumlah penumpang pesawat pada Jumat (7/6) tercatat hingga Sabtu pukul 00.00 wib dini hari.

Banyak Penumpang Ketinggalan Kapal

Sementara pantauan Sumut Pos di Pelabuhan Belawan, Minggu (9/6), arus balik perdana menggunakan jasa angkutan KM Kelud mengalami peningkatan. KM Kelud tujuan Tanjungbalai Karimun, Batam dan Tanjungpriok ini membawa penumpang sebanyak 3.799 orang. Namun, banyak penumpang yang kecewa karena terlambat, sehingga ketinggalan kapal.

“Pak tolonglah pak, suruh tangganya turunkan lagi. Tolonglah pak, kami terlambat karena macet,” pinta seorang pria bermohon sambil memelas kepada petugas di dermaga Terminal Penumpang Bandar Deli, Pelabuhan Belawan.

Meskipun calon penumpang itu memelas meminta tolong, petugas di lapangan tidak memberikan toleransi untuk menaikkan penumpang yang akan pulang ke Jakarta ke KM Kelud. “Sudah tidak bisa, tali sudah dilepas. Jangan gara-gara anda nanti semua penumpang jadi korban, kami tidak mau anda juga jatuh ke laut,” ucap seorang petugas kepada calon penumpang tersebut.

Dengan rasa kecewa, calon penumpang itu pun keluar dari dermaga dan pergi meninggalkan pelabuhan. “Kami tadi macet dari Siantar karena ada tabrakan, kalau sudah begini kami terpaksa naik pesawat,” kesal T boru Manullang.

Keteralambatan penumpang juga tampak di sekitar areal Terminal Penumpang Bandar Deli, rata-rata mereka terlambat karena arus lalu lintas macet di perjalanan. Sehingga, tiba di Belawan terlambat. “Kami terlambat karena jalan macet, sudah terlambat mau bilang apalagi,” oceh calon penumpang tujuan Batam.

Sebelumnya, suasana kehebohan juga terjadi saat proses keberangkatan KM Kelud. Seorang wanita diketahui bernama Epa Basariah Hasibuan mencoba mengelabui penumpang dengan menggunakan tiket orang lain, akhirnya wanita berusia 35 tahun menggunakan tiket tidak sesuai KTP diturunkan dari KM Kelud. “Pak tolonglah, saya tidak dapat tiket. Saya besok mau jualan, anak saya di atas kapal. Izinkanlah saya berangkat,” mohon wanita itu kepada petugas.

Tanpa menghiraukan tangisan wanita itu, petugas tetap memerintahkan agar penumpang tanpa tiket itu tidak diberangkatkan. “Ini ada unsur kesengajaan untuk tidak beli tiket, jadi terpaksa tidak kita izinkan berangkat,” kata petugas dengan menanhan wanita itu untuk tidak naik ke atas kapal.

Dengan rasa pasrah, wanita yang sudah memulangkan tiket kepada pemiliknya, akhirnya tidak berangkat memilih keluar dari Terminal Penumpang Bandar Deli.

Kepala Cabang PT Pelni Medan, Luthfi Israr mengatakan, pada arus balik perdana, jumlah penumpang sudah mengalami peningkatan. Dari jumlah 3.799 penumpang, lebih banyak tujuan ke Batam dengan persentase 80 persen penumpang dan sisanya ke pelabuhan lain. “Kapal ini akan berangkat sampai Tanjungpriok. Akan kembali lagi nanti hari Jumat, akan kembali melanjutkan perjalanan pulang pergi Belawan – Batam,” katanya.

Disinggung soal banyak penumpang yang terlambat, Luthfi mengaku, pihaknya sudah memberikan pemberitahuan agar penumpang tiba di terminal 2 jam sebelum kapal berangkat. Jadi, keterlambatan penumpang bukan tanggung jawab mereka. “Yang jelas, tiket yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan, kecuali dibatalkan sehari sebelum keberangkatan baru bisa kita pulangkan uangnya,” ucap Luthfi.

Mengenai adanya penumpang menggunakan tiket tidak sesuai dengan KTP, pihaknya tidak akan memperbolehkan penumpang untuk naik ke KM Kelud. Agar, tidak terjadi penyelundupan penumpang menggunakan tiket orang lain. “Ini sudah prosedurnya. Makanya, ibu itu kita larang untuk berangkat ke kapal, karena menggunakan tiket tidak sesuai KTP,” jelas Luthfi. (prn/btr/fac)

Hari Ini Seluruh ASN Wajib Masuk Kerja, Bolos Tanpa Alasan Tukin Dipotong

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS ASN: Beberapa orang ASN Pemko Medan saat sedang istirahat. Gaji ASN Pemko Medan ditransfer 1 Juni ini.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
ASN: Beberapa orang ASN Pemko Medan saat sedang istirahat, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Cuti bersama dan libur lebaran 1440 Hijriah atau 2019 Masehi terhitung 1 sampai 9 Juni bagi aparatur sipil negara (ASN), telah usai. Mulai 10 Juni hari ini, ASN wajib masuk bekerja seperti biasa dan mengikuti apel pagi. Bagi ASN bolos tanpa alasan, siap-siap tunjangan kinerja (tukin) bakal dipotong.

PELAKSANA Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Abdul Khair Harahap mengatakan, tukin ASN dipotong akibat bolos kerja tanpa alasan tersebut akan disesuaikan dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Dan itu ada presentasenya yang disesuaikan dengan ketentuan berlaku. Jadi mereka sudah harus masuk kerja lagi setelah libur Lebaran ini,” ujarnya menjawab Sumut Pos, Minggu (9/6).

Begitupun bagi pejabat struktural, dapat dikenakan sanksi penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun, jika benar diketahui tidak masuk kerja paska libur Lebaran. “Bagi pejabat struktural baik mulai dari eselon IV, III dan II, bilamana tahun ini dia akan naik pangkat,dapat ditunda kenaikan pangkatnya sampai tahun depan. Saya kira mereka sudah memahami hal tersebut,” katanya.

Mengenai kegiatan inspeksi mendadak (sidak) kehadiran ASN pada hari ini, dirinya enggan untuk membocorkannya. Namun yang pasti, ungkap dia, sudah ada tim yang bertugas guna memantau kehadiran seluruh ASN dan pejabat struktural pada organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprovsu.

“Soal sidak nanti saja di hari H dilihat sendiri dan kalau mau diekspos. Kami sudah ada tim untuk itu dan mereka akan standby sejak pukul 07.00 WIB di semua OPD kita,” pungkasnya.

Diberi Sanksi Tegas

Senada, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Medan, Muslim Harahap, mengatakan ASN di lingkungan Pemko Medan tidak diizinkan mengambil hak cuti tahunan pada 5 hari kerja sebelum dan sesudah pelaksanaan libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Apabila ada ASN yang menambah hari liburnya, ada sanksi yang akan mereka terima.

“Sanksinya sudah diatur (dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53/2010 tentang Disiplin ASN), sanksi disiplin berupa administrasi. Sebab, pelanggaran yang dilakukan masuk dalam kategori ringan. Terkecuali, perbuatan yang dilakukan berat maka sanksi tentu juga berat,” ungkapnya.

Penjatuhan sanksi ini tidak hanya ditujukan kepada pegawai bawahan organisasi perangkat daerah (OPD). Melainkan juga bagi level pimpinan atau seluruh kepala dinas, kepala badan hingga kepala kantor. Alasannya, Pemko Medan tanpa pucuk pimpinan bisa menghambat pelayanan terhadap publik serta pelanggaran terhadap disiplin ASN. “Pokoknya kita akan bersikap tegas atas manajemen kepegawaian serta semua aturan yang melekat kepada ASN,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan mengawasi sekaligus mendata ASN yang tidak masuk pada hari pertama kerja nanti. “Jika ada ASN yang memang sengaja tidak masuk atau bolos tanpa alasan yang jelas, akan ditindak sesuai aturan,” tandasnya.

Ketua Komisi A DPRD Medan, Sabar Sitepu mengatakan, Pemko Medan melalui BKDPSDM harus memberlakukan sanksi lebih berat terhadap ASN yang bolos pasca libur lebaran. Sebab, selama ini sanksi yang diberikan hanya potongan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) 0,5 persen. Oleh karenanya, bolos kerja pada hari pertama setelah libur lebaran sudah dianggap biasa.

“Sanksi tersebut (potongan 0,5 persen TPP) terlalu ringan, sehingga tidak membuat efek jera. Semestinya sanksi lebih berat, misalnya potongan (TPP) hingga 25 persen,” ujar Sabar.

Kata Sabar, jika sanksi yang diberlakukan lebih berat diyakini peluang para ASN untuk bolos usai libur panjang lebaran bisa diminimalisir. Dengan begitu, tingkat kedisiplinan semakin baik. “Makanya, perlu dipertimbangkan sanksi tersebut terhadap ASN yang bandel,” ucapnya.

Sabar mengharapkan, tingkat kehadiran ASN pada hari pertama masuk setelah libur lebaran bisa meningkat dibanding tahun lalu. Bahkan, bisa mencapai 100 persen. “Jangan sampai menurun tingkat kehadiran ASN, dan semestinya harus 100 persen. Jika mengalami penurunan, maka perlu dievaluasi kenapa bisa terjadi,” tukasnya.

Diketahui, tingkat kehadiran ASN usai libur lebaran tahun 2018 tak mencapai 100 persen. Terdapat 5 orang yang tidak masuk kerja tanpa keterangan atau bolos dari total sekitar 15 ribuan ASN.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi, Syafruddin menyatakan, tidak akan memberi toleransi ASN yang minta cuti duluan. Sesuai surat keputusan bersama MenPAN-RB, Menaker dan Menag, cuti bersama mulai 3, 4, dan 7 Juni. Pada 5 dan 6 libur Lebaran, 8-9 Juni libur Sabtu-Minggu.

“Di luar tanggal itu ASN enggak boleh bolos. Kan sudah dikasih THR satu bulan gaji penuh lengkap dengan tunjangan. Jadi jangan sampai tambah-tambah liburnya,” katanya.

Dia menegaskan, akan ada sanksi bagi ASN yang bolos. Sanksinya sesuai PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. “Ingat ya enggak boleh bolos, 10 Juni masuk kerja kembali dan semuanya akan diabsen,” tegasnya. (prn/ris)

12.517 Warga Binaan Dapat Remisi Lebaran, 90 Napi Langsung Bebas

Remisi-Ilustrasi
Remisi-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 12.517 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah Tahanan (Rutan) di Sumatera Utara (Sumut), mendapat pemotongan masa tahanan atau remisi Idul Fitri. Dari jumlah tersebut, 90 warga binaan mendapatkan remisi bebas.

“Yang dapat remisi sebanyak 12.517 warga binaan dengan rincian 12.427 orang remisi khusus sebagian atau RK-I dan 90 orang remisi khusus seluruhannya atau RK-II,” ujar Humas Kanwil Kemenkumham Sumut, Josua Ginting, Minggu (9/6).

Dikatakan Josua, surat keputusan akan diberikan langsung UPT lapas dan rutan masing-masing yang ada di Sumut.

“Penyerahan SK remisi akan disampaikan kepada masing-masing Kalapas dan Karutan usai pelaksanaan salat Idul Fitri pada Rabu 5 Juni 2019,” ujar Josua.

Selain remisi diberikan kepada warga binaan tindak pidana umum, ada juga 8 warga binaan dalam kasus tindak pidana korupsi yang mendapatkan remisi khusus sebagian.

“Ada 8 orang dengan pemotongan masa tahanan berkisar dari 15 hari hingga 2 bulan pada lebaran 2019 ini,” ungkap Josua.

Josua menyebutkan, saat ini terdapat 34.287 warga binaan yang mendekam di Lapas dan Rutan yang di Sumut. Dengan rincian 22.610 warga binaan laki-laki dan 1.255 warga binaan wanita di lapas. Sedangkan di rutan untuk laki-laki sebanyak 9.992 orang dan wanita sebanyak 430 orang.

Warga binaan yang mendapat remisi berdasarkan regulasi yakni kriminal umum sebanyak 7.937 orang, sesuai PP Nomor 28 tahun 2006 yang mendapat remisi RK-1 untuk kasus narkotika ada 103 orang dan remisi RK-2 satu orang, serta kasus ilegal logging sebanyak 6 orang.

Kemudian, sesuai PP Nomor 99 tahun 2012 yang mendapat remisi RK-1 untuk kasus narkotika sebanyak 4.462 dan remisi RK-2 sebanyak 15 orang. Sementara untuk kasus trafficking yang mendapat RK-1 sebanyak satu orang.

3 Orang Lebaran di Rumah

Sementara itu, dari 168 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Klass II B Labuhandeli yang mendapat remisi Idul Fitri 1440 H, tiga di antaranya bebas menikmati lebaran bersama keluarga di rumah masing-masing.

Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Labuhandeli Klass II, Jimri Nababan mengatakan, program remisi untum warga yang mereka ajukan ke Kanwil Menkumham ada sebanyak 168 orang disetujui, di antaranya ada 3 orang langsung bebas.

Dari jumlah yang disetujui, ada 2 orang lainnya ditolak karena ada perbaikan data. Maka, pihaknya akan segera mengusulkan 2 nama itu untuk remisi susulan berikutnya.

“Yang mendapat remisi ini, minimal sudah menjalani hukuman 6 bulan penjara dengan memiliki prilaku bail selama menjalani hukuman. Untuk 3 orang yang bebas rata-rata menjalani hukuman kasus pencurìan,” jelas Jimri.

Pihaknya akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada warga binaan agar berkepribadian baik, tujuannya sebagai dasar prosedur dalam pengajuan remisi. Ke depannya, warga binaan mampu berlomba-lomba berkarya dan bèrprilaku baik untuk mendapatkan remisi.

Mengenai jumlah warga binaan di Rutan Labuhandeli, kata Jimri, kini berjumlah 1.665 warga binaan. Dari jumlah itu sudah melebihi kapasitas dari kuota kapasitas 480 orang. “Kita terus upayakan meminimalisir kepadatan over kapasitas dengan mengirim warga binaan ke lapas lain,” ujarnya. (man/fac)

Frans Elias Nico Jabat Kalapas Klas I Tanjunggusta Medan

Frans Elias Nico
Frans Elias Nico

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Frans Elias Nico resmi menjabat sebagai Kepala Lapas (Kalapas) Klas I Medan menggantikan Budi Situngkir. Sedangkan Budi Situngkir mendapat promosi menjabat sebagai Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelantikan dan serah terima jabatan dilaksanakan usai Sekjen Kemenkumham RI, Rantam Sarinwanton melalukan perotasian pada 29 Mei 2019 dalam upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan serta serah terima jabatan pimpinan tinggi Pratama lingkungan Kemenkumham di Lounge Graha Pengayoman, Jakarta.

“Iya benar. Saya sudah dilantik kemarin jadi Kadivpas,” ucap Budi belum lama ini.

Dikatakannya, berdasarkan SK yang dikeluarkan Kemenkumham, posisinya digantikan oleh Frans Elias Nico yang sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Pemasyarakatan di Kanwil Kemenkumham Maluku.

Budi mengaku sangat bersyukur. Ia menuturkan, jabatan baru sebagai Kadivpas di NTT sama halnya seperti menjabat sebagai Kalapas. Karenanya hal seperti itu adalah sebuah hal biasa di lingkungan pejabat Kemenkumham.

“Namanya juga promosi, saya mau ditempatkan di mana saja siap, jabatan apapun juga saya siap,” pungkasnya.

Sebagai Kadivpas di Kemenkumham NTT, Budi Situngkir akan membawahi 10 lapas dan rutan. Promosi jabatan Budi termasuk cepat, sebab, ia juga belum setahun menjabat sebagai Kalapas Klas I Medan. Dia dilantik menjadi Kalapas Klas I Medan pada Agustus 2018 menggantikan Tejo Herwanto yang dipromosikan menjabat Kalapas Sukamiskin. (man)

Intensitas Hujan di Medan Meningkat, Bulan Juni Masa Peralihan Cuaca

Triadi Wibowo/Sumut pos berpayung: Seorang wanita berpayung saat hujan di Padang Bulan Medan. Juni ini, Medan memasuki masa peralihan musim.
Triadi Wibowo/Sumut pos
berpayung: Seorang wanita berpayung saat hujan di Padang Bulan Medan. Juni ini, Medan memasuki masa peralihan musim.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Udara panas menyengat yang dirasakan warga kota Medan dan sekitarnya beberapa waktu lalu, mulai menurun pada awal Mei kemarin. Curah hujan yang cukup tinggi, mengakibatkan suhu udara ikut turun. Memasuki bulan Juni, Kota Medan dan sekitarnya mengalami masa peralihan cuaca, yakni dari musim kemarau ke musim hujan.

“Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), untuk awal bulan Juni ini kota Medan dan sekitarnya diperkirakan akan memasuki musim peralihan, yaitu dari musim panas ke musim hujan Meski demikian, hujan masih terjadi tetapi bersifat lokal,” ucap kepala bidang data dan informasi BMKG Medan, Syahnan kepada Sumut Pos, Minggu (9/6).

BMKG juga memprediksi meningkatnya intensitas hujan di bulan Juni dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. “Curah hujan di kota Medan pada bulan Juni ini diprediksi mengalami sedikit peningkatan di banding bulan Mei lalu,” ujar Syahnan.

Syahnan menyebutkan curah hujan tersebut diprediksi masih dalam batas normal. “Angin kencang juga diprediksi masih dalam batas wajar. Secara keseluruhan cuaca pada bulan Juni di Kota Medan diperkirakan masih cukup kondusif,” tandasnya. (mag-1)

Kartu Identitas Anak Diterbitkan Bulan Ini

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kartu Identitas Anak (KIA) akan segera diterbitkan di Kota Medan. KIA ini ditargetkan akan mulai dicetak pada bulan ini oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Medan. “Rencananya, setelah lebaran ini KIA kita launching,” ujar Kepala Disdukcapil Medan, Zulkarnain akhir pekan lalu.

Diutarakan Zulkarnain, penerbitan KIA diatur oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 tahun 2016 KIA diterbitkan untuk seluruh anak berusia di bawah 17 tahun. KIA yang akan dicetak ada dua tipe, perbedaannya terletak pada foto. “KIA untuk anak usia 0 sampai 5 tanpa mencantumkan foto. Sedangkan anak 5 sampai 17 tahun terdapat foto,” ungkapnya.

Menurut dia, kedudukan KIA dan fungsinya sama dengan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El). Sebab, datanya terintegrasi secara nasional sehingga tidak bisa ganda karena terdapat Nomor Induk Kependudukan (NIK). “KIA dan KTP-El memiliki fungsi yang sama, sebagai dokumen negara yang resmi untuk tanda pengenal,” ucapnya.

Penerbitan KIA, kata Zulkarnain, dilatarbelakangi masih seringnya hak adminstrasi anak dalam mendapatkan pelayanan negara tidak bisa dipenuhi. Hal ini lantaran tidak memiliki identitas yang diakui secara konstitusi. “KIA ini hak anak, bukan kewajiban anak-anak. Kepemilikan KIA akan sangat membantu mereka karena terintegrasi secara nasional, sehingga tidak bisa ganda. Berbeda dengan kartu pelajar, hanya terangkum di sekolah yang menerbitkan kartu pelajar tersebut,” sebut Zulkarnain.

Dia menjelaskan, kepengurusan KIA berbeda dengan mengurus KTP-El. Untuk mengurus KIA, anak-anak tidak dilakukan perekaman data. Syaratnya, cukup membawa fotocopy Akte Kelahiran, Kartu Keluarga (KK) dan lainnya serta datang ke Kantor Disdukcapil. “Proses pengurusan selama 10 hari kerja. Orang tua tinggal datang dengan membawa KK, Akte Kelahiran dan pas foto (untuk anak usia 5-17 tahun),” terangnya.

Zulkarnain mengimbau, kepada masyarakat agar mengurus KIA dan dokumen kependudukan lainnya ketika telah memenuhi persyaratan dan bukan ketika sedang membutuhkan. Selain itu, masyarakat juga mengurus sendiri.

“Anak baru lahir itu kan sudah memenuhi syarat untuk memiliki Akte Kelahiran. Jadi, alangkah baiknya langsung diurus dan bukan ketika butuh untuk pendaftaran anak sekolah misalnya. Hal ini juga untuk mempermudah masyarakat, dan menghindari penumpukan antrian serta praktik percaloan,” cetusnya.

Ia mengaku, sebagai tahap awal KIA akan dicetak sebanyak 100.000 blanko. Selanjutnya, pada semester kedua tahun ini ditargetkan lebih banyak lagi. “Setelah selesai tahap awal, pada Perubahan APBD 2019 kita akan ajukan kembali untuk pengadaan sebanyak 300.000 blanko KIA. Jadi, tahun ini paling tidak 400.000 KIA bisa dicetak dan diberikan kepada sekitar 800 ribu warga Medan berusia di bawah 17 tahun,” paparnya.

Ke depan, penerbitan KIA ini akan diberlakukan program ‘three in one’. Artinya, bagi anak yang baru lahir langsung mengurus 3 dokumen negara sekaligus yaitu KIA, Akte Kelahiran dan KK. “Jadi, setiap anak yang baru lahir maka sekali urus dokumen kependudukannya, yakni Akte Kelahiran, KK dan KIA,” akunya.

Oleh karena rencana penerbitan KIA dilakukan dalam waktu dekat, maka pihaknya akan berkordinasi dengan kecamatan dan kelurahan. “Saya berharap fungsi KIA menjadi kartu serbaguna bagi anak-anak Kota Medan nantinya untuk dapat menikmati layanan negara. Atau bisa juga mendapat diskon-diskon di tempat bermain ataupun toko buku yang menjalin kerja sama dengan kita,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu menyambut positif rencana penerbitan KIA. Ia berharap rencana tersebut jangan hanya sekedar wacana belaka. “Jangan hanya cerita saja, tapi bukti nyata. Selain itu, harus maksimal dan transparan anggaran yang dipergunakan nantinya untuk mencetak KIA tersebut,” tegasnya. (ris)