23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 5285

RS Adam Malik Standby di Libur Lebaran, Siagakan 5 Dokter Spesialis di IGD

Rumah sakit Adam Malik
Rumah sakit Adam Malik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik (RSUP HAM) dr Bambang Prabowo menjelaskan layanan rumah sakit yang ia pimpin tetap berjalan seperti biasa meski libur panjang lebaran.

Hanya saja, pelayanan yang diberikan lebih utama untuk yang emergency, ketimbang pelayanan sifatnya terjadwal, sebagaimana rawat jalan.

“Kita akan tetap buka dan dokter spesialis jaga seperti di IGD juga kita sediakan. Jadi, apabila ada kritikan nantinya, seperti keluhan pasien ke rumahsakit tidak menjadi masalah. Sebab itu akan menjadi masukan yang bagus bagi perbaikan rumah sakit agar lebih maju kedepannya,” ujar Bambang saat buka puasa bersama dengan awak media di restaurant Jimbaran Jalan S Parman, Medan, Jumat (24/5).

Ia mengatakan saat ini pihaknya juga terus meningkatkan pelayanan, dengan salahsatunya melakukan renovasi ruangan-ruangan yang ada di rumahsakit Tipe A itu. “Harapan kita rumahsakit ini akan menjadi lebih baik ketimbang dulu-dulunya. Namun bukan saya mengatakan kepemimpinan terdahulu kurang baik, ya. Mohon kritik dan saran. Karena kalau adem-adem saja, gak akan berkembang rumahsakit ini,” sebutnya.

Terkait libur panjang lebaran ini, kata Bambang, rumah sakit yang ia pimpin itu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan meminimalisir perubahan teknis pelayanan meski dalam kondisi libur panjang lebaran. “Setidaknya 90 persen pelayanan tidak ada berubah. Kita tetap siaga meski libur panjang,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan dr Zainal Safri SpPD SpJP menerangkan disiagakan sebanyak lima orang dokter di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut. Kelima dokter tersebut masing-masing, dokter spesialis bedah, dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis obgyn, serta dokter spesialis anastesi.

“Jadi biarpun libur (lebaran) keempat dokter ini ditambah anastesi akan tetap ada di rumah sakit,” ungkapnya, Minggu (26/5).

Zainal menjelaskan, pelayanan saat libur panjang, baik lebaran atau perayaan hari besar lainnya memang telah secara reguler dilakukan oleh RSUP HAM. Untuk menyikapi ini, Zainal mengakui, pihaknya juga telah menggelar rapat persiapannya. “Semua yang terlibat sehari-hari sudah kita panggil. Jadi pelayanan nantinya akan kita fokuskan di IGD, karena pergolakan pasien ada disana,” jelasnya.

Namun begitu, sambung dia, untuk operasi selektif pada libur nanti sudah tidak dijadwalkan, melainkan hanya operasi yang sifatnya emergency saja yang tetap diberikan pelayanan. Sedangkan untuk rawat jalan, tutur dia, RSUPHAM tetap akan memberikan pelayanan bagi pasien yang melakukan sambung obat, dan pihak farmasi juga sudah menyediakan stok obat-obatan.”Jadi mudah-mudahan semuanya bisa lancar,” harapnya.

Sementara itu, untuk layanan hemodialisa(cuci darah) sambung Zainal, pelayanan juga tetap akan dilakukan seperti biasa. Begitu pula untuk radiologi tuturnya, pelayanannya tidak akan diliburkan. “Jadi selain kelima dokter utama tadi, kita juga menyiapkan para dokter PPDS. Jadi disini mereka akan standby, dan akan tinggal dirumah sakit,” pungkasnya.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUPHAM dr Hutama Abdi Tarigan menambahkan, untuk pelayanan di IGD juga akan disiagakan dokter on call. Para dokter ini nantinya akan datang bila dipanggil, ketika ada pasien seperti paru atau THT yang membutuhkan perawatan darurat.

Begitu juga, lanjut dia, untuk perawat, sebanyak 20 perawat juga akan tetap bekerja secara normal di hari libur panjang lebaran nanti. Para perawat ini, terangnya, akan bekerja dalam dua shift, siang dan malam.

“Untuk lantai satu kita tempatkan 10 perawat, dan 10 perawat lainnya kita tempatkan di lantai atas, seperti di ruang isolasi, kebidanan, maupun lainnya,” pungkasnya. (dvs/ila)

2.500 KK di Tanjung Selamat Dapat Paket Lebaran

istimewa/sumut pos PAKET LEBARAN: Pimpinan PT CML Tony Harsono menyerahkan paket lebaran secara simbolis kepada warga, Sabtu (25/5).
istimewa/sumut pos
PAKET LEBARAN: Pimpinan PT CML Tony Harsono menyerahkan paket lebaran secara simbolis kepada warga, Sabtu (25/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 2.500 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 3, 5 dan 8 Desa Tanjung Selamat, Percut Seituan, kembali menerima bantuan paket lebaran dari PT Cipta Mebelindo Lestari (CML) group, Sabtu (25/5/).

Pembagian paket Lebaran yang dipusatkan di halaman kantor di kawasan Saentis, Percut Seituan tersebut secara simbolis diserahkan pimpinan PT CML group Tony Harsono, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto, Danramil Desa Tanjung Selamat Mayor Arh M Rizal SSos, Camat Percut Sei Tuan Khairul Azman Harahap dan Kades Tanjung Selamat Herman serta sejumlah staf di perusahaan tersebut.

Tony Harsono dalam kesempatan tersebut mengatakan, pembagian bantuan paket lebaran tersebut secara rutin dilaksanakan PT Cipta Mebelindo Lestari, PT Cipta Multi Listrik Nasional, PT Louis Philip Indonesia dan Pergudangan Cemara Trade Center, menjelang tibanya Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah yang sudah diambang pintu.

“Pemberian paket sembako kurang lebih 2.500 KK tersebut diberikan kepada karyawan di 3 group perusahaan serta warga masyarakat di 3 Dusun Desa Tanjung Selamat. Ini merupakan bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar yang akan merayakan lebaran bersama keluarga,” ujar Tony Harsono.

Dia berharap bantuan yang diberikan tersebut, bisa membantu meringankan dalam memenuhi kebutuahn sehari-hari dan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Untuk itu, saya berharap kepada muspika, karyawan dan elemen masyarakat lainnya tetap bersinergi agar kegiatan bakti sosial seperti ini bisa terus dilaksanakan. Mari kita jaga dan lindungi aset-aset yang ada di lingkup perusahaan agar tetap terjaga dan terpelihara,” harap Tony Harsono.

Sebelumnya, Camat Percut Seituan, Khairul Azman Harahap mengapresiasi bakti sosial dengan pemberian paket lebaran kepada 2500 KK di 3 dusun di Desa Tanjung Selamat. Pemberian bantuan paket lebaran ini, katanya, telah membantu program pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, kami menyampaikan apresiasi yang Tinggi kepada segenap keluarga besar dan Pimpinan PT CML yang telah

peduli kepada masyarakat sekitar. Semoga ini menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya yang berada di kawasan Percut Seituan,” harap Khairul

Khairul juga berharap agar masyarakat di kawasan pabrik mebel tersebut menjaga dan melestarikan agar perusahaan tersebut bisa tetap eksis dan terus beroperasi. Sehingga, kegiatan-kegiatan bakti sosial dengan pemberian bantuan paket lebaran tersebut akan tetap dilaksanakan di masa yang akan datang.

Sementara, Herman Kades Tanjung Selamat dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada keluarga besar dan Pimpinan

PT CML yang masih peduli terhadap masyarakat sekitar perusahaan, dengan memberikan paket lebaran.

“Banyak perusahaan di kawasan Tanjung Selamat, namun hanya PT CML yang masih mau menyisihkan rejekinya untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat

sekitar. Ini membuktikan bahwa PT CML tidak hanya mencari untung semata, tetapi juga masih mau berbagi dan memberikan lapangan

pekerjaan kepada ratusan warga sekitar. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan berguna bagi yang menerimanya,” ujar Herman. (ila)

Gelar Safari Ramadan di Labusel, Rivai Nasution Ajak Warga Perkuat Ibadah

ist SAFARI RAMADAN-Ketua PB-Iklas, Rivai Nasution melaksanakan Safari Ramadan 1440 Hijriah di sejumlah masjid di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) selama dua hari, Jumat (24/5) dan Sabtu (25/5).
ist
SAFARI RAMADAN-Ketua PB-Iklas, Rivai Nasution melaksanakan Safari Ramadan 1440 Hijriah di sejumlah masjid di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) selama dua hari, Jumat (24/5) dan Sabtu (25/5).

KOTAPINANG, SUMUTPOS.CO – Ketua PB-Iklas, Rivai Nasution melaksanakan Safari Ramadan 1440 Hijriah di sejumlah masjid di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) selama dua hari, Jumat (24/5) dan Sabtu (25/5).

Sejumlah masjid yang dikunjungi yakni, Masjid Al khairiah di Desa Sabungan, Kecamatan Sungaikanan, Masjid Al-Mustafa dan Masjid Jami’ di Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, serta Masjid Baiturrahman Aek Batu, Desa Asam Jawa, Kec. Torgamba. Dalam safari tersebut, PB-Iklas menghadirkan Ustad Idris Aritonang dan Ustadz M Thalib Harahap MA dari Kota Medan.

Rivai mengatakan, safari bertujuan menjalin silaturrahmi dengan para masyarakat, kuhususnya jamaah masjid. Menurutnya, selain berpuasa, Bulan Ramadan meningkatkan amal ibadah.

“Selain itu, kegiatan ini juga bermaksud untuk mendengarkan aspirasi dan harapan masyarakat secara langsung. PB Iklas berkomitmen mendorong pemerintah agar memperhatikan berbagai permasalahan masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu Rivai juga mengajak masyarakat agar dapat menahan diri pasca ditetapkannya hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara Pemilu 2019. Menurutnya, berbagai informasi yang didapat, baik melalui media massa, media sosial, maupun mulut ke mulut harus disaring terlebih dahulu, agar tidak terjebak dalam jerat hoax.

“Masyarakat khususnya di Kab. Labusel agar tidak terprovokasi dengan hal-hal merugikan diri sendiri dan memecah-belah NKRI,” katanya.

Rivai pun berhaap, melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini, organisasi yang dipimpinnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. Menurutnya, peran aktif PB-Iklas selama ini menunjukkan perhatian masyarakat asal Kab. Labusel diperantauan untuk turut membangun daerah.

“Pekan depan safari akan dilanjutkan. Kami buktikan bahwa kita betul-betul memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara luas,” katanya. (adz)

Sempat Kabur, Pelaku Sodomi Belasan Pelajar Ditangkap

ISTIMEWA DIBOYONG: Tersangka Sodomi (baju hitam) diboyong ke Poldasu untuk menjalani pemeriksaan.
ISTIMEWA
DIBOYONG: Tersangka Sodomi (baju hitam) diboyong ke Poldasu untuk menjalani pemeriksaan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Poldasu menangkap pelaku pedofilia yang telah mencabuli belasan pelajar SD di Medan Tuntungan.

“Pelaku sudah kita tangkap dari tempat persembunyian di luar Medan kemarin,” kata Kasubdit Renakta Kompol Reinhard Nainggoan melalui Kanit I Kompol Haryani, Minggu (26/5).

Saat ini tersangka JM alias Jimmy (34) warga Jalan Bunga Turi II, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan sudah ditahan.

“Setelah menjalani pemeriksaan tersangka kita tahan,” katanya.

Sebelumnya, tersangka yang sudah dua kali dipanggil Poldasu tidak memenuhi panggilan. Sehingga penyidik melayangkan surat panggilan ketiga berikut surat perintah membawa.

Sekadar mengingatkan, Jimmy telah menyodomi 11 pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Medan Tuntungan. Alhasil, warga Jalan Bunga Turi II, Lingkungan IV, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan itu dilaporkan orang tua korban.

Pengaduan diterima Brigadir Arfan Dilla dan teregister dengan STTLP Nomor 594/IV/2019 tanggal 24 April 2019.(dvs/ala)

Medan Butuh Pendeteksi Ikan Berformalin

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PEDAGANG: Pedagang ikan di Pusat Pasar Medan, beberapa waktu lalu. Medan butuh pendeteksi ikan berformalin. Rabu (27/12) Pedagang mengeluh dengan langka nya ikan dan membuat harga ikan menjadi tinggi.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PEDAGANG: Pedagang ikan di Pusat Pasar Medan, beberapa waktu lalu. Medan butuh pendeteksi ikan berformalin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana membangun sentra pasar ikan modern di Kota Medan hingga kini belum juga terwujud. Padahal, pusat perdagangan ikan tersebut sangat dibutuhkan Pemko Medan.

Sebab selain menjadi pusat perdagangan ikan, sentra ikan tersebut dilengkapi dengan laboratorium dan fasilitas pendukung untuk mendeteksi ikan yang mengandung formalin.

Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Medan, Ikhsar Rasyid Marbun mengatakan, saat ini pengawasan ikan yang dijual di pasaran masih dilakukan secara manual. Oleh karenanya, petugas atau pegawai yang membidangi perikanan dalam melakukan pengawasan belum maksimal.

Menurut dia, mobil laboratorium untuk mendeteksi ikan diduga mengandung formalin itu menjadi sesuatu hal yang mendesak. Hal ini bertujuan agar masyarakat memperoleh ikan dengan kualitas yang lebih baik dan higienis.

“Ikan yang beredar di pasar tradisional tidak hanya berasal dari Medan saja, tetapi luar Medan juga seperti Sibolga, Tanjung Balai, Serdang Bedagai hingga Aceh. Untuk itu, membutuhkan pengawasan dengan peralatan,” ujar Ikhsar kemarin.

Tak hanya itu, lanjutnya, pengawasan juga meliputi ikan-ikan yang dijual bebas di swalayan karena sebagian besar berasal dari Thailand. Namun, belum diketahui apakah terjamin secara pasti tak mengandung bahan berbahaya atau sebaliknya.

“Sebelum didisitribusikan, maka ikan yang masuk akan diperiksa petugas agar tak terkontaminasi bahan-bahan berbahaya termasuk formalin. Dengan begitu, tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat dalam mengkonsumsi ikan karena sudah melalui tahapan pemeriksaan,” terang Ikhsar.

Ia mengaku, dalam mengawasi ikan berformalin setidaknya dibutuhkan fasilitas laboratorium berjalan atau mobil yang dilengkapi dengan peralatan laboratorium. Di kota-kota besar sudah ada mobil laboratorium untuk mendeteksi ikan berformalin. “Apabila sudah ada laboratorium berjalan untuk memeriksa ikan-ikan yang mengandung formalin tentunya akan maksimal,” ucapnya.

Diutarakan dia, pihaknya sudah mengajukan kepada Pemko Medan untuk pengadaan mobil yang dilengkapi peralatan laboratorium sebanyak dua unit. Akan tetapi, sampai sekarang belum disetujui. “Saya sudah usulkan (dua unit mobil dilengkapi laboratorium) kepada Pemko Medan untuk pengawasan ikan yang berformalin. Artinya, sebelum beredar ke pasaran maka kita lakukan pengecekan terlebih dahulu. Akan tetapi, belum dianggarkan,” tuturnya.

Lantaran belum disetujui Pemko Medan, lanjut Ikhsar, pihaknya mengajukan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Saat ini, masih menunggu tindak lanjutnya. “Karena APBD Kota Medan tidak mencukupi, maka kita mengajukan ke kementerian dan kini masih menunggu kepastian. Namun demikian, kita masih berharap Pemko Medan dapat menyetujui pengadaan dua unit mobil laboratorium tersebut. Untuk itu, kita akan ajukan lagi dan mudah-mudahan ditampung dalam Perubahan APBD 2019 nanti,” pungkasnya.

Sementara, Anggota DPRD Medan, Beston Sinaga mendukung wacana yang dilakukan Dinas Pertanian dan Kelautan untuk pengadaan mobil laboratorium. Pun begitu, harus memastikan dan menjamin pemanfaatan fasilitas negara tersebut benar-benar efektif sehingga tidak membuang-buang anggaran.

“Memang perlu itu ada mobil laboratorium Dinas Kelautan untuk mengecek ikan-ikan. Karena, sama-sama kita ketahui ikan yang beredar di pasar tak menutup kemungkinan diduga mengandung formalin,” ujarnya.

Sekadar untuk diketahui, sebelumnya Dinas Pertanian dan Kelautan Medan sudah mengusulkan agar dibangun sentra pasar ikan modern ke Pemko Medan. Pembanunan sentra ikan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp20 miliar yang dibangun di kawasan rumah potong hewan, Mabar, dengan luas lahan 1 hektar.

Namun, hingga sekarang wacana sentra ikan itu belum juga terwujud lantaran tak juga disetujui oleh Pemko Medan. Oleh sebab itu, mengajukan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun, lagi-lagi belum disetujui. (ris/ila)

PLN UP3 Medan, 3 Hari Lakukan Pemeliharan Jaringan

PLN
PLN

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan melakukan pemeliharaan jaraingan selama tiga hari untuk menambah keandalan listrik.

Pemeliharaan tersebut dilakukan mulai Senin (27/5) hingga Rabu (29/5). Saat melakukan pemeliharaan tersebut, PLN terpaksa melakukan pemadaman beberapa jam di wilayah yang tengah dilakukan pemeliharaan.

Adapun wilayah yang dilakukan pemeliharaan pada Senin (27/5), yakni di Rayon Sunggal, di mana lokasi pemadaman terjadi di Jl. Setia Budi, Tasbih, Kenanga Raya, Jl. Pasar I Sunggal, Jl. SMAN 15 Medan. Di lokasi tersebut, pemadaman terjadi mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Kemudian, pada Selasa (28/5), pemeliharaan di rayon PLN Medanbaru, dengan lokasi pemadaman di Jl. Sei Sikambing, Sei Deli, Petisah, Jl. Nibung, Jl. Iskandar Muda, Jl. Merbau, Jl. Darussalam, Jl. Rokan, Jl. Sei Batu Gingging. Di lokasi pemadaman terjadi mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Selanjutnya, pada Rabu (29/5), pemeliharaan di rayon PLN Medan Selatan, dengan lokasi pemadaman di Pertahanan Patumbak sebagian, Psr II, Aghikarya, Indofarm, Medan -Tamora, Karya Sembada, M.G.Manurung Sebagian, Turi Amplas. Di lokasi ini, pemadaman terjadi mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. (rel/ila)

Dana Tali Asih Reklamasi Menuai Protes, Distanla Medan Dinilai Tak Profesional

PROTES: Para nelayan Bagan Deli saat melakukan protes beberapa waktu lalu.
PROTES: Para nelayan Bagan Deli saat melakukan protes beberapa waktu lalu.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Nelayan dari Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan kembali melakukan protes dana tali asih yang terkena dampak reklmasi. Dalam protes ini, Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan dinilai tidak professional.

Para nelayan yang sehari – hari melaut menggunakan pukat langgei, ja-ring dan pukat layang, keberatan terhadap dana kompensasi atau tali asih yang telah didata oleh Distanla Kota Medan. Mereka menilai, ada unsur pilih kasih atas pendataan nelayan yang akan menerima dana tali asih tersebut.

“Kami warga nelayan di sini sudah didaftar, berkas kami sudah diajukan. Namun sampai kini kami disini, ada puluhan orang tak mendapatkan dana kompensasi. Sedangkan ada yang bukan nelayan malah menda-patkan dana tali asih inu. Kami menilai Distanla tidak profesional,” ung-kap seorang nelayan, Bayu Andika.

Dengan kekecewaan itu, para nelayan ini pun mengadukan nasib mereka kepada Aliansi Nelayan Selat Malaka Sumatera Utara. Harapa-nnya, lembaga itu bisa memfasilitasi keluhan yang mereka hadapi.”Kami ini nelayan memang tidak tahu soal aturan, makanya kami meng-adu. Kalau memang itu ada hak kami, kami mohon dengan peng-aduan ini agar hak kami bisa diberikan, apalagi saat ini mau lebaran,” ungkap para nelayan menceritakan keluhan mereka.

Sementara, Ketua Aliansi Nela-yan Selat Malaka Sumatera Utara, Abdul Rahman menegaskan, ia akan menyampaikan keluhan masyarakat nelayan ke Distanla Kota Medan. Agar, masalah data khususnya nelayan di Bagan Deli dan Bahari untuk diverifikasi ulang, karena banyak nelayan tidak mendapatkan hak tersebut.

“Kita tidak ingin ini dibiarkan te-rus, jangan ada pilih kasih. Kalau masalah ini tidak juga bisa diselesaikan oleh Distanla, ini akan terus ribut dan akan ada aksi demo turun ke jalan. Makanya, kita minta ke Distanla untuk mengecek ulang datanya,” tegas pria akrab disapa Atan.

Sebelumnya, Manager Umum PT Pelindo I Cabang Belawan, Khairul Ulya mengatakan, untuk penyeluran dana dan data yang diajukan oleh Distanla Kota Medan bukan kewenangan mereka. Karena, Pelindo sifatnya hanya memberikan dana yang diajukan sesuai data tersebut.

“Untuk masyarakat nelayan ada yang tidak dapat, kita tidak bisa jawab. Yang pasti, data itu kita peroleh dari dinas, untuk lebih jelas ta-nya ke dinas soal datanya,” ucap Khairul Ulya.

Sebelumnya, Distanla Kota Me-dan telah memverifikasi 3.228 nelayan yang berhak menerima dana tali asih kepada nelayan terkena dam-pak reklmasi. (fac/ila)

Status Sinabung Turun Level Siaga, Pengungsi akan Dipulangkan ke Rumah

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengumuman penurunan status Gunung Sinabung dari Level Awas menjadi Level Siaga oleh Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah berencana memulangkan para pengungsi untuk menempati rumahnya kembali.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, pemerintah akan membantu segala bentuk keperluan para pengungsi Gunung Sinabung, terutama renovasi rumah.

“Rumah warga yang rusak akan dibantu untuk diperbaiki,” kata Edy usai berbuka puasa bersama wartawan, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan, Jumat (24/5) malam.

Namun, Gubsu tidak langsung mengizinkan masyarakat yang tinggal di lereng gunung untuk langsung menempatinya. Dirinya sudah memerintahkan Bupati Kabupaten Karo dan jajaran Forkompinda agar terlebih dahulu melakukan pengecekan lokasi.

“Saya sudah kontak bupati, nanti kita lihat dulu bagaimana kondisi rumah warga pasca bencana alam itu,” ucapnya.

Kata Edy, masyarakat yang tinggal di lereng gunung diperbolehkan kembali ke rumah, berdasarkan pengamatan terlebih dahulu. Hasil dari pengamatan, katanya, saat ini Gunung Sinabung sudah turun level, makanya masyarakat dapat izin kembali ke rumah masing-masing.

“Dengan kondisi Sinabung yang kian membaik, sehingga zona rawan itu diperkecil,” jelasnya.

Kemudian, mantan Pangkostrad ini juga mengatakan, kepada seluruh masyarakat yang bertempat tinggal di lereng gunung agar tetap harus waspada. “Untuk lima desa rencana terlebih dahulu. Tetap waspada,” jelasnya.

Pemerintah daerah dan Pem provsu akan tetap memberikan dukungan kepada seluruh masyarakat yang terkena musibah bencana alam. Berdasarkan hasil pengamatan visual periode Januari hingga Mei 2019, menunjukkan bahwa erupsi mengalami penurunan. Pascaerupsi terakhir pada periode Juni 2018, aktivitas didominasi oleh hembusan gas. Warna dan intensitas asap hem busan menunjukkan, bahwa kandungan gas didominasi oleh uap air tidak terdeteksi adanya material batuan yang terbawa ke permukaan.

Badan Penanggulangan Ben cana Daerah (BPBD) Sumut mencatat sebanyak 1.087 kepala keluarga (KK) atau lima desa yang tinggal di lereng Gunung Sinabung, akan dipulangkan.

Menurut data BPBD Sumut, saat ini masyarakat yang meng ungsi berjumlah 2.117 KK, dan berasal dari 16 desa sekitaran lereng Gunung Sinabung.

Pemkab Karo dan Pemprovsu akan memulangkan warga lima desa terlebih dahulu, karena harus melalui tahapan-tahapan.

Adapun kelima desa tersebut, yaitu Desa Tiga Pancur, Kuta Tengah, Pintu Besi, Desa Jeraya dan Dusun Lau Kawar.

Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan, pekan depan akan ada peninjauan lokasi pada lima desa tersebut. Ia bersama dengan jajaran akan melihat terlebih dahulu bagaimana kondisi desa setelah ditinggalkan oleh masyarakat.

“Kami akan meninjau terlebih dahulu, bagaimana perkembangan terkini terhadap lima desa itu. Jadi kami tidak langsung memulangkan mereka,” katanya via seluler.

Pemulangan warga dilakukan karena saat ini status Gunung Sinabung sudah turun level dari awas menjadi siaga. “Dari level empat awas menjadi level tiga, yaitu siaga,” katanya.

Ia mengatakan, terkait pemulangan pengungsi ini, sebelumnya sudah dilakukan rapat internal. Apakah sudah layak mereka menempati rumahnya untuk menjalani kehidupan.

Dirinya menyebutkan, rencana ini juga diperhitungkan secara matang dan disesuaikan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Desa-desa tersebut, saat ini sudah berada di luar zona merah yang kini berada di 3 kilometer untuk radius lingkar Sinabung. Kemudian, radius sektoral Selatan-Timur 5 kilometer, dan Timur-Utara 4 kilometer. Bilamana kelima desa itu mengalami kerusakan parah, pemerintah akan melakukan renovasi terlebih dahulu, sebelum masyarakat menghuni rumahnya kembali.

“Akan dilakukan indentifikasi dan verifikasi semuanya. Kami lihat terlebih dahulu, tingkat kerusakan yang terjadi di lima desa tersebut,” ucapnya.

Saat ini, masyarakat masih berada di posko-posko pengungsian. Kemudian, ada juga warga yang memilih menyewa rumah. Untuk masyarakat yang berada rumah sewa, pemerintah membantu memberikan uang sewa.

“Walaupun menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tapi juga tetap butuh bantuan dari pihak lainnya. Untuk itu BNPB selalu siap memberikan pendampingan dan bantuan, terutama di masa transisi darurat,” ucapnya. (prn/han)

36 Rumah di Dairi Terendam Banjir

ist MELUAP: Sungai Renun yang meluap mengakibatkan jembatan rusak dan 36 unit rumah warga di Desa Renun, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, terendam banjir, Sabtu (25/5).
ist
MELUAP: Sungai Renun yang meluap mengakibatkan jembatan rusak dan 36 unit rumah warga di Desa Renun, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, terendam banjir, Sabtu (25/5).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 36 unit rumah warga di Desa Renun, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, terendam banjir setelah Sungai Renun, meluap, Sabtu (25/5).

Menurut salah seorang warga, Bonitra Sinulingga (30) kepada wartawan, meluapnya air sungai Renun, setelah hujan deras selama 2 hari sejak Kamis (23/5) dan Jumat (24/5).

Akibat banjir tersebut, lanjut Bonitra yang dihubungi Sumut Pos, Minggu (26/5), rumah-rumah warga yang terendam banjir tersebut berada di pinggir sungai Renun.

“Warga terpaksa mengungsi ketempat tetangga mereka yang lebih aman dari kepungan luapan air sungai,”kata Bonitra.

Selain merendam pemukiman warga, luapan sungai Renun juga merusak tanaman jagung petani yang sudah siap panen. “Warga berharap cuaca semakin membaik supaya debit air berkurang,”imbuhnya.

Sementara menurut Bonitra Sinulingga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi belum memberikan bantuan terhadap warga yang menjadi korban banjir.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, Bahagia Ginting belum bisa dimintai keterangannya terkait musibah banjir yang dialami warga Desa Renun, Kecamatan Tanah Pinem tersebut. (mag-10/han)

TPL Remajakan Pabrik & Perbaiki Pengelolaan Hutan

WAWANCARA: Direktur PT Toba Pulp Lestari , Tbk Mulia Nauli diwawancarai wartawan di sela acara silaturahmi dan buka puasa bersama PT TP di Gedung Uniland Medan Jumat (24/5).
WAWANCARA: Direktur PT Toba Pulp Lestari , Tbk Mulia Nauli diwawancarai wartawan di sela acara silaturahmi dan buka puasa bersama PT TP di Gedung Uniland Medan Jumat (24/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Toba Pulp Lestari Tbk, (TPL) terus melakukan program-program perbaikan perbaikan secara berkelanjutan, baik pada bidang manajemen pengelolaan hutan lestari maupun pembaruan mesin-mesin pabrik pengolahan Pulp. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan sosial yang lebih baik.

“Program peremajaan pabrik yang dimulai 8 Agustus 2018, kini telah mencapai 87 persen dan diharapkan selesai 31 Juli 2019. Peremajaan pabrik ini bertujuan meningkatkan kinerja lingkungan (environmental performance) menuju zero smell dan kualitas produksi yang stabil,” kata Direktur PT Toba Pulp Lestari, Tbk, Mulia Nauli di sela acara silaturahim dan buka puasa bersama PT Toba Pulp Lestari dengan insan media yang digelar di Gedung Uniland Medan Jumat (24/5).

Hadir pada kesempatan ini, jajaran direksi dan manajemen PT Toba Pulp Lestari di antaranya,    Komisaris Utama, Ignatius Djoko Purnomo, Direktur, Mulia Nauli, Direktur, Anwar Lawden, dan Manager Stakeholder, Simon Sidabukke .

Mulia Nauli menjelaskan, selain target menuju zero smell, proyek peremajaan pabrik bertujuan mengurangi emisi dan penggunaan energi. Seluruh pekerjaan pondasi telah selesai dan 5 digester baru telah terpasang beserta fasilitas lainnya.

“Total investasi yang dialokasikan PT TPL mencapai USD 110 juta,” kata Mulia Nauli.

FOTO BERSAMA: Manajemen PT Toba Pulp Lestari  Tbk foto bersama dengan anak yatim usai ucara buka puasa bersama PT Toba Pulp Lestari dengan insan media.

PT TPL hingga kini juga terus melakukan program pemberdayaan masyarakat melalui program Community Development atau CSR berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, investasi sosial dan penciptaan lapangan kerja serta pengembangan keterampilan.

“Program dana pemberdayaan masyarakat yang diambil dari 1 persen keuntungan PT TPL telah diimplementasikan langsung oleh perusahaan sejak 2018. Fokus dilakukan di 6 kabupaten dimana perseroan beroperasi dengan porsi terbesar di Kabupaten Toba Samosir dan berturut setelahnya Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Samosir, Tapanuli Utara, Simalungun dan Kabupaten Dairi.

Perseroan, ujarnya,  juga secara proaktif mendorong program-program kemitraan dengan masyarakat sebagai solusi terkait klaim lahan yang berada dalam wilayah konsesi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk sejalan dengan Program Perhutanan Sosial yang dicanangkan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Hingga saat ini, Perseroan telah menjalin kerjasama Program Kemitraan dengan masyarakat Desa Nagahulambu dan Desa Aek Napa. Kedepan, Perseroan akan terus mengedepankan program –program kemitraan dengan desa-desa lain.

Untuk program CRS, hingga Mei 2019,  TPL telah mencatat beberapa capaian signifikan dari program yang telah terlaksana. Beberapa program yang telah disalurkan antara lain, bantuan 220 komputer, pemeriksaan kesehatan gratis kepada 2000 warga di Tobasa, dukungan cold storage untuk produksi petani di Humbang Hasundutan, program pengembangan ekonomi masyarakat, pelatihan budidaya kopi dan sebagainya.

Acara buka puasa bersama diakhiri dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. (sih/ram)