25 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 5289

Gubsu Edy Harapkan Wartawan Beritakan Kesulitan Rakyat

Buka Puasa Bersama Insan Pers

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian
Gubsu Edy Rahmayadi buka puasa bersama dengan Insan Pers di Aula Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Jalan Sudirman Medan, Jumat (24/5/2019). Gubernur percaya bahwa insan pers memiliki peran yang sangat penting untuk membantu pembangunan Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi percaya bahwa insan pers memiliki peran yang sangat penting untuk membantu pembangunan Sumut. Untuk itu, dirinya miliki harapan besar kepada para wartawan untuk berpartisipasi dalam pembangunan lewat peran masing-masing, khususnya yang menyangkut kesejahteraan rakyat.

“Banyak itu masyarakat kita di daerah yang kritis karena sakit tapi banyak yang tidak tahu. Bagaimana kita mau bantu kalau tidak tahu, coba kalian beritakan itu. Beritakan kesulitan-kesulitan yang dirasakan rakyat kita, biar lebih sejahtera masyarakat kita,” ujar Gubernur saat silaturahmi buka puasa bersama  insan pers, di Aula Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (24/5).

Gubernur kemudian meyakinkan para wartawan bahwa dirinya akan selalu terbuka dan jujur apabila diminta untuk memberikan informasi, selama informasi tersebut tidak bersifat sensitif dan mengganggu usaha-usaha pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Hanya saja, saya berharap agar kalian bisa memahami gaya bahasa dan komunikasi saya, begini lah saya, terima saya apa adanya,” katanya.

Edy Rahmayadi mengaku, ada banyak hal yang ingin dirinya bagi dengan wartawan terkait hal-hal yang berhubungan dengan Sumut. Dengan harapan, wartawan akan membantu membagikan informasi tersebut secara benar ke tengah masyarakat dan pada akhirnya bisa memberikan solusi dan membantu percepatan pembangunan Sumut.

Edy Rahmayadi kemudian mengingatkan bahwa Rumah Dinas Gubernur merupakan Istana Masyarakat Sumut. Siapapun bebas masuk atau datang untuk bersilaturahmi, termasuk para wartawan. “Selama dengan cara yang benar, pasti kita terima,” tuturnya.

Acara Buka Puasa Bersama diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan mendengarkan tausiyah menunggu berbuka. Usai berbuka, dilanjutkan dengan Salat Magrib berjamaah dan makan malam bersama.

Sebelum memasuki waktu Salat Isya, para wartawan menyempatkan beramah tamah dengan Gubernur. Sembari berbincang-bincang, sesekali para wartawan juga menyempatkan untuk melakukan wawancara terkait hal-hal berkembang yang terjadi di Sumut.

Turut hadir tokoh pers Sumut HM Yazid, Ketua PWI Sumut Hermansjah SE, para pemimpin redaksi,  sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut dan ratusan wartawan. (rel)

Dugaan Kasus Makar, Romo Syafii Bakal Dijemput Polisi

DUA KALI MANGKIR DIPERIKSA

Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafii.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dalam waktu dekat akan menjemput paksa Muhammad Syafi’i alias Romo karena sudah dua kali mangkir dari pemanggilan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut.

“Jadi dalam waktu dekat penyidik akan melakukan pemanggilan ketiga. Pemanggilan ini juga akan disertakan dengan membawa surat penjemputan untuk diperiksa,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Jumat (24/5).

Nainggolan mengatakan, sesuai jadwal, pemeriksaan kedua terhadap anggota DPR RI ini seharusnya dilakukan pada Jumat ini.

Sebagaimana yang diketahui, pemeriksaan tersebut terkait dugaan perkara makar yang terjadi di Masjid Raya Al Mashun di Jalan Sisingamangaraja, Medan.

“Hari ini, pemanggilan kedua untuk diperiksa. Tapi yang bersangkutan tidak hadir,” katanya. Menurut MP Nainggolan, alasan ketidakhadiran Syafi’i ke Polda Sumut, karena ia sedang berada di Jakarta.

Hal itu telah dikonfirmasi oleh kuasa hukum Syafi’i. “Tadi kuasa hukumnya telah hadir untuk menyampaikan alasan ketidakhadiran (Syafi’i) untuk diperiksa,” jelasnya.

Secara terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian yang dikonfirmasi juga membenarkan bahwa pihaknya memanggil Syafi’i untuk yang kedua kalinya pada Jumat (24/5/2019) ini. Pemanggilan itu untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus makar.

“Hari ini panggilan kedua,” ujarnya, singkat.

Informasi diperoleh, beberapa hari yang lalu, polisi juga telah melayangkan pemanggilan pertama terhadap Syafi’i, tapi ia tidak datang alias mangkir. Syafi’i diperiksa terkait ceramahnya bernuansa makar di Masjid Raya Medan. (kps)

Polisi ‘Tiongkok’ Itu Ternyata Berasal dari Tebingtinggi

Tangkapan layar kabar adanya polisi dari China.(Media sosial)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang penyebar hoaks berinisial SGA. Pelaku diduga menyebarkan hoaks soal adanya polisi dari Tiongkok saat mengamankan aksi 21 dan 22 Mei.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya masih memeriksa pelaku.

“Pelaku menyebarkan narasi maupun foto menyatakan bahwa aparat kepolisian mengikutkan atau melibatkan polisi dari sebuah negara dalam rangka menangani demo,” ujar Dedi Prasetyo di Jakarta, Jumat (24/5).

Dedi pun memastikan, ketiga anggota anggota Brimob yang disebut berasal dari Tiongkok itu merupakan asli WNI. Dalam perkembangannya, anggota Brimob yang disebut dari Tiongkok itu ternyata berasal dari Sumatera Utara.

Menurut Dedi, pelaku ditangkap pada 23 Mei 2019 di Bekasi, Jawa Barat. Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa satu buah unit ponsel.

Kini, pelaku menjalani penahanan dan dijerat Pasal 45A ayat 20 juncto pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 UU No 40 tentang 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Berdasar pengakuan pelaku, dia menyebarkan konten tersebut dengan tujuan semangat nasionalisme dan seharusnya anggota Polri berasal dari anak bangsa semdiri.

Tiga anggota dalam berita bohong perihal adanya personel Brimob dari China saat mengamankan demonstrasi terhadap hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 dihadirkan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

Sementara itu, ketiga anggota polisi yang disebarkan sebagai personel Brimob dari China saat mengamankan demonstrasi terhadap hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019, dihadirkan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019). Ketiga anggota Brimob tersebut adalah Briptu Raja Hiskia Rambe, Briptu Ib Benuh Habib, dan Briptu Gunawan Sinambela.

Ketiganya pun melepas helm taktis serta penutup wajah yang serba berwarna hitam sebelum memberikan pernyataan. Briptu Raja Hiskia Rambe mendapat kesempatan pertama untuk berbicara. Ia menegaskan bahwa dirinya berasal dari Indonesia.

“Kami tegaskan sekali lagi bahwa kami asli Brimob bukan polisi China, bahwa saya adalah Brimob Sumatera Utara, saya asli Sumatera Utara,” tutur Hiskia.

Setelah itu, Briptu Ib Benuh Habib mengungkapkan hal serupa bahwa ia berasal dari daerah Tebing Tinggi, Sumatera Utara. “Perkenalkan saya dari Brimob Sumatera Utara, tepatnya di Tebing Tinggi, saya asli orang Indonesia,” ujar Benuh.

Terakhir, Briptu Gunawan Sinambela kembali menegaskan bahwa ia merupakan warga Indonesia dan informasi adanya personel Brimob dari negara lain adalah hoaks. “Di sini saya mau menegaskan bahwa saya asli Brimob Indonesia yang bertugas di daerah Polda Sumatera Utara tepatnya di Kota Tebing Tinggi detasemen B, jadi berita yang disebarkan selama ini itu murni hoaks,” ungkap Gunawan.

Sebelumnya, penyebar hoaks tersebut, yang berinisial SDA, telah diringkus aparat pada Kamis (23/5/2019) pukul 16.30 WIB di daerah Bekasi, Jawa Barat. SDA, yang juga hadir saat konferensi pers, mengaku menerima hoaks tersebut dari pihak lain. (cuy/jpnn/kps)

Diisukan Meninggal, ‘Margaretha Nainggolan’ Ngadu ke Polisi

Wanita yang disebut bernama Margaretha Nainggolan, yang dikabarkan meninggal setelah mengikuti aksi yang berujung rusuh 22 Mei lalu.

TANGERANG SELATAN, SUMUTPOS.CO – Seorang wanita yang disebut-sebut bernama Margaretha Nainggolan dikabarkan meninggal setelah mengikuti aksi yang berujung rusuh 22 Mei lalu. Informasi itu tersebar viral di media sosial. Seperti apa faktanya?

Informasi tersebut tersebar viral di media sosial Twitter. Akun Twitter @Sabilussalam2 adalah yang menyebarkan informasi soal ‘kematian Margaretha Nainggolan’ itu.

“RIP… selamat jalan sahabat perjuangan Margaretha Nainggolan, semoga tenang di Surga NYA… Terima kasih atas perjuanganmu untuk kita semua, walaupun kita berbeda keyakinan demi membela ketidakadilan kejahatan dan kecurangan… Almarhumah ini meninggal kemarin pkl 19:15,” cuit Sabilussalam2, Jumat (24/5/2019).

Akun Twitter itu juga mem-posting foto seorang wanita berbaju warna hitam pada cuitannya itu. Namun ternyata sosok dalam foto itu bukanlah Margaretha, melainkan Febina Priscila.

“Saya mau mengklarifikasi atas meninggalnya seorang bernama Margaretha ke media sosial dan online. Saya Febina Priscila, saya ibu rumah tangga dan saya Puji Tuhan masih hidup dan saya sekarang mengadukan penggunaan foto saya tanpa izin dan tidak benar di pemberitaan media sosial ke Polres Tangerang Selatan,” beber Febina.

Dimintai konfirmasi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho mengatakan pihaknya telah menerima aduan dari Febina tersebut.

“(Febina) mengadu ke Polres Tangsel, tadi siang,” kata Alexander saat dihubungi detikcom, Jumat (24/5). (DTC)

441 Terduga Perusuh Jakarta Diperiksa

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepolisian sudah mengamankan sebanyak 441 terduga perusuh terkait kerusuhan di beberapa tempat di Jakarta hingga Jumat (24/5/2019). Hal itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/5).

“Saat ini sudah 441 terduga pelaku perusuh yang sudah diamankan oleh kepolisian dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” kata Dedi.

Menurut dia, status dari masing-masing terduga pelaku sedang didalami oleh penyidik Polda Metro Jaya. Polisi, kata Dedi, mendalami peran dari masing-masing pelaku hingga mengungkap auktor intelektualis kerusuhan tersebut.

“Diklasifikasi dan dipilah-pilah siapa yang sebagai pelaku lapangan, siapa sebagai operator atau koordinator lapangan dan sampai dengan aktor intelektual di balik kerusuhan tersebut,” ujarnya.

Kepolisian menduga kerusuhan di Ibu Kota selama Selasa (21/5) hingga Rabu (22/5), direncanakan. Menurut Kepolisian, ada kelompok lain yang memanfaatkan aksi unjuk rasa menolak hasil rekapitulasi Pilpres 2019. Kepolisian memiliki sejumlah bukti ada perencanaan untuk melakukan kerusuhan. (kps)

Sah! Hasil Seleksi Akhir CPNS Kemenag Diumumkan, STAIN Mandailing Natal Dapat Satu Jatah Dosen

KETERANGAN:
Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan, memberikan keterangan kepada wartawan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hasil seleksi akhir calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Agama tahap dua akhirnya diumumkan, Kamis (23/5).

Menurut Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan, pengumuman tahap dua ini untuk CPNS formasi umum yang mengisi formasi khusus atau sebaliknya. Juga pengganti peserta yang mengundurkan diri.

“Total ada 17 nama yang diumumkan lolos pada tahap II ini terdiri dari 12 dosen dan 5 guru,” kata Nur Kholis di Jakarta, Kamis (23/5).

Ke-17 CPNS ini tersebar di beberapa satuan kerja. Untuk formasi dosen tersebar di IAIN Bone (1), IAIN Palu (1), STAIN Mandailing Natal (1), UIN Mataram (5), UIN Raden Fatah Palembang (1), UIN Sultan Syarif Kasim Riau (1), UIN Sulthan Thaha Jambi (1), dan UIN Sumatera Utara (1). Sedangkan formasi guru, ada di Kanwil Kemenag Bangka Belitung (2) dan Banten (3).

“Mereka yang diumumkan lulus ini adalah peserta dengan peringkat terbaik sesuai formasi yang telah ditetapkan berdasarkan nilai SKD dan SKB,” jelas Nur Kholis.

Peserta yang dinyatakan lulus ini, lanjutnya, harus segera melakukan pemberkasan yang dibuka dari 24 Mei-24 Juni 2019 di satuan kerja masing-masing. Ditambahkannya, peserta yang diumumkan lulus seleksi akhir CPNS tahap dua ini adalah mereka yang mengisi formasi karena ada peserta yang dinyatakan lulus pada pengumuman sebelumnya, tapi mengundurkan diri.

Selain itu, CPNS yang diumumkan tahap dua ini adalah peserta pengganti dari formasi umum ke khusus atau sebaliknya.

Untuk peserta yang diumumkan pada tahap satu, SK CPNS nya sebagian sudah diberikan kepada bersangkutan oleh masing-masing pimpinan satker yang sudah menerima Pertimbangan Teknis (Pertek) NIP dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dari lebih 14 ribu formasi CPNS Kemenag, sudah ada 12.694 Pertek (Pertimbangan Teknis) NIP yang sudah diserahkan Sekjen Kemenag kepada 128 pimpinan satuan kerja pada 30 April 2019. “Sisanya, saat ini masih dalam proses penyelesaian Pertek NIP di BKN,” tandasnya.(jpnn/ala)

Jemaah Berebut Ingin Memakamkan Ustad Arifin Ilham

istimewa
JENAZAH: Para jemaah mengangkat keranda jenazah Ustad Arifin Ilham ke rumah duka.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejumlah tokoh nasional hadir di rumah duka Ustaz Muhammad Arifin Ilham. Jenazah tiba di rumah duka di samping Masjid Azzikra, Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Kamis (23/5) sore sekitar pukul 17:00 WIB.

Menggunakan ambulans milik Polri, jenazah dibawa dari Bandara Halim Perdanakusumah menuju Sentul. Sejumlah tokoh pun ikut datang ke rumah duka yang bersebelahan dengan Masjid Az Zikra tersebut.

Sebut saja Bupati Bogor Ade Yasin, Walikota Bogor Bima Arya, Hidayat Nur Wahid, Menag Lukman Hakim Syaifuddin, Ustaz Yusuf Mansur, dan beberapa tokoh nasional lainnya.

Setelah beberapa saat di rumah duka, jenazah digotong lagi ke arah masjid dengan pengawalan super ketat dari TNI maupun Polri.

Keranda jenazah sang ustaz langsung dibaringkan di saf pertama untuk kemudian dilakukan salat jenazah.

Salat jenazah dilakukan beberapa saat sebelum azan Magrib yang menandakan waktu berbuka puasa. Usai sembahyang dan buka puasa dilakukan, jenazah dipersiapkan kembali untuk dibawa ke Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Setelah disalatkan untuk kedua kalinya, Ustad Arifin Ilham langsung dibawa ke liang lahat untuk dikebumikan. Para pelayat dan jemaah pun berebut ingin memakamkan beliau.

Pantauan awak media, jenazah selesai disalatkan, Kamis (23/5) sekira pukul 20.20 WIB. Keranda langsung dibawa keluar dan menuju liang lahat yang berada di samping masjid.

Ribuan jemaah yang hadir pun sudah mulai memadati lokasi sang pendakwah dikebumikan. Aparat kepolisian ikut mengatur dan membuat border agar tak ada yang ricuh.

Setelah keranda jenazah lewat, para pelayat maju dan mendekati pusara. Mereka berdesak-desakan dan berebut ingin mengangkat keranda jenazah Ustad Arifin Ilham.

“Jemaah jangan berebut. Jemaah sabar. Insyaallah semua dapat berkah,” ucap moderator yang ingin mengkondisikan keadaan.

Lantunan zikir pun terus berkumandang dan tak berhenti. Jenazah pun akhirnya tiba di pusara. (jpnn/bbs/ala)

Kasus ‘Uang Ketok’ Mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho, Dua Anggota DPRD Sumut Divonis 5 Tahun Bui

istimewa
ROMPI ORANGE: Anggota DPRD Sumatera Utara, Rahmianna Delima Pulungan (kiri) mengenakan rompi orange saat memasuki gedung KPK, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dua anggota DPRD Sumatera Utara Syafrida Fitrie dan Rahmianna Delima Pulungan divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Keduanya juga dihukum denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

“MENGADILI, menyatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” ujar ketua majelis hakim Haryono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (23/5).

Dalam pertimbangan, hakim menilai keduanya tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi. Selain pidana penjara dan denda, keduanya juga dihukum membayar uang pengganti.

Syafrida dihukum membayar Rp 647,5 juta. Sementara, Rahmianna dihukum membayar Rp 527,5 juta. Uang tersebut merupakan uang yang diberikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

Uang yang disebut “uang ketok” itu diberikan agar mereka memberikan pengesahan terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2012, dan pengesahan APBD Perubahan TA 2013.

Kemudian, agar memberikan persetujuan pengesahan APBD TA 2014 dan APBD Perubahan TA 2014. Selain itu, persetujuan pengesahan APBD TA 2015.

Kemudian, agar mereka mau menyetujui LPJP APBD Tahun Anggaran 2014.

Keduanya terbukti melanggar Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.(kpc/ala)

Gedung Baru Inalum Jadi Ikon di Kawasan Industri Kuala Tanjung

Progress Pembangunan Gedung: Pembangunan gedung perkantoran Inalum ini sudah mencapai realisasi sekitar 30% dan ditargetkan akan selesai pada Januari 2020.

Progress Pembangunan Gedung: Pembangunan gedung perkantoran Inalum ini sudah mencapai realisasi sekitar 30% dan ditargetkan akan selesai pada Januari 2020.

KUALA TANJUNG, SUMUTPOS.CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum yang merupakan Induk Holding Industri Pertambangan yang beroperasi di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara, sedang membangun sebuah gedung perkantoran yang modern dan representatif di kawasan lapangan bola A-Camp Kuala Tanjung.

Gedung yang rencananya terdiri dari 1 unit gedung 8 lantai dan 1 unit ballroom, dengan total luas bangunan 32.353 m2 serta lahan seluas 2,37 hektar. Gedung ini ditargetkan mampu menampung 1.000 lebih orang karyawan.

Manager Proyek Pembangunan Gedung Inalum, Ari Suryo Purnomo menyampaikan bahwa pembangunan gedung Inalum ini selain untuk mendukung pengembangan bisnis, juga untuk memenuhi kebutuhan perkantoran di kawasan Kuala Tanjung yang berkembang cukup pesat ke depan.

Selain digunakan oleh Inalum, lantai 6, 7 dan 8, juga akan diperuntukkan bagi anak usahanya, rekanan, perbankan & asuransi dan perusahaan lain di kawasan Kuala Tanjung yang lokasinya dekat dengan kawasan pelabuhan dan kluster aluminium.

“Dengan adanya gedung baru ini diharapkan akan meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat sekitar. Mendukung percepatan pengembangan ekonomi daerah khususnya di Kabupaten Batubara dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” ungkap Ari.

TEKS FOTO :
Progress Pembangunan Gedung: Pembangunan gedung perkantoran Inalum ini sudah mencapai realisasi sekitar 30% dan ditargetkan akan selesai pada Januari 2020. (Rel/Tri)

Bio Paulin Pilih PSGC Ciamis, Gurning: Tak Masalah

PSMS

PSMS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan hampir dipastikan bakal gagal mendatangkan stoper naturalisasi incarannya, Bio Paulin. Pasalnya, klub Liga 2 yang juga menincarnya, PSGC Ciamis, sudah mendapatkan tanda tangan Paulin, meski belum diperkenalkan secara resmi oleh klub.

Seperti diberitakan sebelumnya, Manajemen PSMS Medan sudah sempat menjalin komunikasi intens dengan eks Sriwijaya FC itu. Dalam klausul kontraknya, Paulin menginginkan sejumlah fasilitas seperti rumah dan kendaraan, selama membela Ayam Kinantan. Karena diketahui sang stoper bakal membawa keluarganya ikut serta.

Sementara Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning, mengaku belum tahu terkait kabar tersebut. Menurutnya, yang berhubungan langsung dengan Paulin adalah manajemen.

“Kabar terakhir yang saya terima, masih negoisasi. Kalau soal dia (Paulin) sudah ke PSGC, belum ada informasi. Yang berkomunikasi langsung kan manajemen,” ungkap Gurning, Kamis (23/5).

Namun Gurning mengaku, tak jadi masalah besar, jika memang akhirnya PSMS Medan gagal mendapatkan tanda tangan Paulin. Menurutnya, pemain berhak memilih klub mana saja yang dia inginkan. “Tak jadi masalah. Tapi, untuk saat ini belum ada cari pemain naturalisasi lagi. Belum dapat gambaran,” katanya.

Dia memang tak menampik, saat ini tim memang masih membutuhkan pemain berpengalaman untuk mengisi posisi stoper. Karena menurut Gurning, pemain yang ada saat ini belum memenuhi kriteria. Jadi, masih perlu sosok pemain berjiwa pemimpin yang bisa mengatur ritme permainan tim di lini pertahanan.

Sementara terkait laga ujicoba bentrok Pra PON Sumut yang bakal digelar hari ini, Jumat (24/5), sang Pelatih Suharto AD, mengaku, anak-anak asuhnya sudah siap meladeni para penggawa Ayam Kinantan.

Pertandingan yang bakal digelar di Stadion Mini USU ini, dianggap sebagai penambah jam terbang para pemain Pra PON Sumut. “Kekuatan lawan sudah pasti lebih baik, dan ini merupakan lawan yang cukup berat bagi ana-anak. Tapi dengan lawan tangguh seperti PSMS ini, saya harap para pemain bisa menambah pengalamannya. Kami sudah siap,” kata Suharto.

Suharto juga mengungkapkan, tak bakal melihat hasil akhir. Dia sudah instruksikan para pemain untuk bermain bertahan. Karena ingin melihat kekompakan pemainnya saat bertahan. “Dari laga ini, kami berharap bisa membentuk karakter tim. Targetnya bukan hasil akhir. Tapi penerapan taktik compact defence. Yakni penekanan dalam memahami cara bertahan, ketika mendapat serangan lawan,” pungkasnya. (bbs/saz)