26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 5321

PMI Medan Jamin Stok Darah Aman hingga Lebaran

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS DONOR: Seorang wanita mendonorkan darahnya untuk PMI Kota Medan, beberapa waktu lalu. Stok darah di Medan aman hingga Lebaran.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
DONOR: Seorang wanita mendonorkan darahnya untuk PMI Kota Medan, beberapa waktu lalu. Stok darah di Medan aman hingga Lebaran.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stok kantong darah dari Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kota Medan diklaim aman hingga Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019.

“Insya Allah ketersediaan darah di PMI sampai lebaran masih aman,” kata Kasie Pelayanan Teknik Laboratorium dan BDRS UTD PMI Medan dr Ira Fitrianti Putri Lubis, Jumat (17/5).

Stok kantong darah sehat (darah siap pakai dan didistribusikan ke Bank Darah Rumah Sakit/BDRS) per tanggal 16 Mei 2019, sebanyak 2.442 kantong yang terdiri dari stok WB (whole blood/darah lengkap), golongan darah A: 514 kantong, B: 651 kantong, AB: 169 kantong, O: 813 kantong.”Totalnya 2147 kantong,” ujarnya.

Untuk stok Prc (Packed Red Cell/sel darah merah), golongan darah A: 80 kantong, B: 38 kantong, AB: 32 kantong, O: 125 kantong. Totalnya sebanyak 275 kantong.

Sementara, permintaan darah dengan golongan darah rhesus negatif itu juga sesuai permintaan, karena darah tersebut langka. “Jadi tidak bisa di stok dalam jumlah banyak, karena takut kalau tidak ada permintaan mubazir, jadinya expired dan dimusnahkan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bagi warga yang berpuasa bukan alasan untuk tidak mendonorkan darah, karena dari segi kesehatan dan agama juga tidak ada larangan untuk melakukan donor darah saat berpuasa. “Yang penting saat sahur ya tetap makan dan minum sesuai dengan kalori yang dibutuhkan. Insya Allah aman kok puasanya,” ujarnya.

Selain itu, bagi pendonor pertama kali berusia maksimal 55 tahun tanpa ada riwayat penyakit apapun bisa melakukan mendonor. “Penyakit kronik ataupun akut seperti hipertensi, diabetes, jantung, kanker, tumor, tiroid, dan lainnya,” katanya.

Ira menambahkan jadwal kegiatan donor darah masih terus ada. “Kegiatan donor darah seperti biasa. Ada beberapa instansi dan komunitas yang sudah masukkan jadwal masing-masing,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang ingin donor darah saat bulan puasa ataupun lebaran UDD PMI Kota Medan tetap buka seperti biasa selama 24 jam. “Tidak ada halangan ketika kita berpuasa untuk donor darah, asal tetap memperhatikan pola makan saat sahur dan mengurangi kegiatan yang berat ketika selesai donor darah,” ucapnya.

Masyarakat Sumut khususnya Medan jika ingin mengetahui tentang stok darah PMI boleh langsug menghubungi nomor call centre di nomor 08116859888 agar tidak ada kesimpang siuran tentang ketersediaan darah di PMI. “Kalau di rumah sakit stok darah tidak ada bukan berarti di PMI juga tidak ada, maka akan lebih baik lgsg ditanyakan ke PMI. Terimakasih,” jelasnya.

Sementara, Kasubag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak menyampaikan, stok kantong darah di rumah sakit ini pada bulan puasa, memang terjadi penurunan. Menurut dia hal itu bukan menjadi suatu permasalahan bagi pasien di tempatnya.

Sebab, sambung Rosa, bila terjadi kekurangan stok darah untuk pasien, RS Adam Malik mengarahkan keluarga pasien untuk ke PMI. Namun begitu, pihaknya akan lebih menyarankan agar melakukan transfusi darah terhadap keluarga pasien sendiri. “Memang saat ini turun. Tapi bukan jadi masalah untuk kebutuhan pasien,” ujarnya. (dvs/ila)

Hakim Dituding Bekingi Parkir Liar

ist/SUMUT POS Dr Kusbianto SH MHum
ist/SUMUT POS
Dr Kusbianto SH MHum

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hakim merupakan aparat penegak hukum atau pejabat peradilan negara yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk mengadili atau memutuskan suatu perkara. Untuk itu, seorang hakim diharapkan tidak menyalahgunakan profesi yang diamanatkan itu.

Namun kenyataannya, masih saja ada hakim yang melakukan dugaan praktik pelanggaran hukum. Ini terjadi ketika Mul yang merupakan preman berkedok petugas parkir diduga dibekingi oknum hakim. Sehingga preman itu hingga kini belum juga ditangkap pihak yang berwajib.

Mul pernah ditangkap personel Polsek Medan Area. Namun karena diduga dibekingi seorang hakim, akhirnya Mul yang kerap mengutip parkir di Jalan AR Hakim (dari persimpangan Sukaramai hingga sampai Gang Langgar) itu dilepas.

Menanggapi hal itu, Pengamat Hukum Dr Kusbianto SH MHum menyatakan perbuatan oknum hakim tersebut menciderai etika profesinya sebagai hakim.

“Kalau seandainya benar soal dugaan beking itu, tentu akan membuat profesi hakim itu tercela. Hakim punya etika profesi, dan sesuai kode etiknya tidak boleh ada pelanggaran, apalagi ada dugaan melakukan pembekingan parkir liar,” tutur Kusbianto di Medan, Jumat (17/5).

Menurut mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan ini, hakim yang tahu hukum harusnya memberi nasehat dan jangan sampai melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

“Ini bahkan sebaliknya malah ikut melakukan pelanggaran hukum, dengan membela, memihak atau membeking anggota masyarakat yang melanggar hukum,” kecamnya.

Kusbianto menegaskan, apa yang dilakukan oknum hakim tersebut tentu merupakan perbuatan yang tidak benar.

Rektor Universitas Dharmawangsa (Undhar) ini mengimbau hakim tersebut sebaiknya berprilaku sesuai tugas dan fungsinya sebagai pejabat hukum yang tahu hukum.

Dijelaskannya, tugas hakim secara fungsional di pengadilan melaksanakan dan menggali keadilan serta berusaha mengatasi segala hambatan dan rintangan.

Hal ini agar dapat tercapainya peradilan yang dikehendaki undang-undang, oleh karena itu harus menjunjung tinggi etika profesi.

Ditambahkannya, profesi hakim memiliki sistem etika yang mampu menciptakan disiplin tata kerja yang dapat dijadikan pedoman bagi hakim untuk menyelesaikan tugasnya dalam menjalankan fungsi dan mengemban profesinya.

Kusbianto juga berharap polisi jangan tutup mata dengan kondisi pelanggaran hukum yang meresahkan masyarakat itu.

“Tugas polisi menjaga ketertiban, apalagi jika ada warga yang merasakan keresahan dengan adanya praktik pelanggaran hukum,” katanya.(rel/azw)

Penguatan SDM Kepala Sekolah, Kemendikbud Tunjuk UMSU sebagai LPD

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjuk Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sebagai lembaga penyelenggara pendidikan dan latihan (LPD) untuk penguatan kepala sekolah yang berada di Provinsi Sumut.

Hal itu sesuai dengan surat Keputusan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 0801/ B.B1.3/HK/2019 tentang penetapan lembaga penyelenggara pendidikan dan Pelatihan yang bekerja sama dengan lembaga pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah tahap 3.

Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP melalui Wakil Rektor (WR) I, Dr Muhammad Arifin Gultom, SH, M Hum mengatakan, berkomitmen melaksanakan kepercayaan yang diberikan, dengan menyiapkan sumber daya (SDM) tenaga instruktur yang terlatih sesuai ketentuan yang berlaku. “Tentunya kepercayaan ini patut kita syukuri, apalagi penunjukan sebagai penyelenggara diklat penguatan kepala sekolah melalui seleksi yang sangat ketat, “ sebut Arifin, kemarin.

Arifin pun menjelaskan, prinsipnya UMSU siap ditunjuk untuk melaksanakan tugas sebagai mitra Kemendikbud RI dalam rangka penguatan sumber daya manusia di bidang pendidikan. Hal ini sekaligus sebagai komitmen UMSU dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.

“Kepada penyelenggara yang ditunjuk yakni LPD FKIP diharapkan bisa melaksanakan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Selain sebagai kebanggaan serta amanah yang diberikan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi UMSU,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LPD FKIP UMSU, Dr Dewi Kesuma Nasution, M Hum mengatakan, LPD UMSU siap melaksanakan diklat penguatan kepala sekolah yang ditandai dengan tersedianya dan kesiapan Para Dosen sebagai Instruktur/Pengajar Diklat, admin dan operator yang semuanya telah mengikuti Bimtek dari Ditjen GTK Kemendikbud.

“Kegiatan direncanakan pada bulan Juli-November 2019 untuk 14 Kabupaten /Kota di Sumatera Utara dengan jumlah kuota peserta sebanyak 2807 orang,” jelas Dewi.

Penandatangan naskah kerja sama terkait dengan pelaksanaan peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan pendidikan sendiri meliputi diantaranya diklat kepala sekolah dilakukan Dekan FKIP UMSU Dr. Elfrianto S.Pd M. Pd dan Prof. Dr. Nunuk Suryani M.Pd atas nama Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kepala LPPKS.(gus/ila)

Seruduk Warga hingga Tewas, Maling Mobil Diamuk Massa di HM Joni

Foto: Lela/Sumut Pos Kerumunan: Polisi berjaga di lokasi tabrakan yang dikerumuni warga di HM Joni, Jumat (17/5) malam.
Foto: Lela/Sumut Pos
Kerumunan: Polisi berjaga di lokasi tabrakan yang dikerumuni warga di HM Joni, Jumat (17/5) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Seorang maling mobil kritis dihajar warga di Jalan HM Joni, Kecamatan Medan Area, tak jauh dari Museum Negeri Sumut, Medan, Jumat (17/5) malam. Dia dihajar warga karena menyeruduk warga hingga tewas.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelumnya pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut, baru saja mencuri satu unit mobil Avanza hitam di kawasan Jalan Jermal 15, Kecamatan Medan Denai.

Seorang saksi mata, Syaiful menceritakan, pelaku memang telah dikejar oleh warga sejak dari Jalan Jermal 15. Di tengah pelariannya, pelaku juga diketahui menabrak sejumlah warga yang melintas di depannya.

“Ada sekitar 5 orang yang ditabrak. Saya juga tadi hampir kena,” ungkapnya.

Tabrakan pertama terjadi di Simpang Jalan Bromo. Kemudian pelaku menabrak seorang lagi di Simpang Jalan AR Hakim/Bakti, dan terakhir di Simpang Jalan Halat.

“Korbannya yang paling parah, satu orang ibu meninggal. Ibu ini ditabrak usai salat tarawih ketika dia jalan kaki,” terangnya.

Namun pelarian pelaku akhirnya terhenti ketika mobil yang diduga dilarikannya itu menabrak mobil yang terparkir di Jalan HM Joni. Warga sekitar pun marah, lalu menghajar dan merusak mobil yang dilarikan pelaku.

“Saat saya sampai di sini, mobil sudah hancur karena di hajar warga,” pungkasnya.

Senada, menurut warga lainnya, Irwan, satu korban tabrakan tewas. Korban tersebut ialah ibu-ibu yang ditabrak usai pulang salat tarawih tadi.

“Korban sudah dibawa ke RS Madani. Meninggal ibu itu. Saya yang bawa dia tadi ke rumah sakit,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan sumber lain di lokasi, usai menabrak mobil yang terparkir, warga yang marah pun sempat membalikkan mobil pelaku. Sementara pelaku babak belum dihajar warga yang mengamuk.

“Kondisinya parah, soalnya ramai sekali yang memukulinya. Saat ini pelaku sudah dibawa polisi, mungkin ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar seorang warga lainnya.

Petugas dari Polsek Medan Kota, Polsek Medan Area, dan Polrestabes Medan masih berupaya melakukan evakuasi terhadap mobil pelaku. Wakapolsek Medan Kota AKP S Simaremare enggan berkomentar. “Jangan saya. Nanti saja tanya sama pihak Polrestabes,” ucapnya singkat. (Dek)

Laba Manulife Naik 170 Persen Menjadi Rp2,6 Triliun

Foto: Istimewa FOTO BERSAMA: (Dari kiri) Direktur & Chief Operating Officer Manulife Indonesia Hans De Waal, Direktur & Chief Marketing Officer Novita J Rumngangun, Presiden Direktur & CEO  Jonathan Hekster, saat berfoto bersama.
Foto: Istimewa
FOTO BERSAMA: (Dari kiri) Direktur & Chief Operating Officer Manulife Indonesia Hans De Waal, Direktur & Chief Marketing Officer Novita J Rumngangun, Presiden Direktur & CEO  Jonathan Hekster, saat berfoto bersama.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) meraih pertumbuhan signifikan selama 2018. Hal itu cukup mengejutkan di tengah kondisi perekonomian nasional pada 2018 yang penuh tantangan.

“Kami menyadari tahun 2018 penuh tantangan. Namun kami berhasil melewatinya dengan baik dan mempertahankan posisi kami sebagai perusahaan asuransi terkemuka di pasar. Ini bukti komitmen kami dalam mengedepankan kepentingan nasabah serta memberikan layanan yang baik dan inovasi di tahun 2018,” kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Jonathan Hekster, dalam jumpa pers paparan kinerja Manulife Indonesia di Jakarta, Kamis (16/5).

Hadir pada kesempatan itu sejumlah jajaran manajemen Manulife Indonesia dan juga Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Hekster menjelaskan, posisi kinerja yang kuat selama 2018 itu terlihat dari laba tahun berjalan yang tumbuh 170% dari tahun 2017 menjadi Rp 2,6 triliun. Hasil positif itu disebabkan pertumbuhan pendapatan premi bersih, beban perusahaan yang lebih rendah, dan pergerakan suku bunga selama 2018 itu.

Pendapatan premi bersih meningkat 4% menjadi Rp 9,2 triliun. Selain itu, kata Hekster, jumlah ekuitas juga menguat sebesar 4% menjadi Rp 11,5 triliun. Padahal, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2017 & 2018, ekuitas pasar asuransi secara keseluruhan menurun 18%.

“Hasil ini semakin memperkuat posisi Manulife Indonesia sebagai salah satu perusahaan asuransi terpercaya serta dapat diandalkan di industri,” tutur Hekster.

Kinerja bisnis Manulife Indonesia yang kuat itu cukup mengejutkan di saat kondisi industri asuransi jiwa tengah mengalami perlambatan.

Akhir Februari lalu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan, pendapatan premi industri asuransi jiwa sepanjang 2018 merosot 5% dari Rp 195,72 triliun pada 2017 menjadi Rp 185,88 triliun.

Total premi bisnis baru tercatat Rp 117,38 triliun pada 2018, sedangkan 2017 jumlahnya Rp 127,88 triliun.

Penurunan pendapatan premi diduga karena minat masyarakat membeli produk asuransi tak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Bersama AAJI Maryoso Sumaryono mengakui, penurunan minat masyarakat terhadap produk asuransi dipengaruhi pengetahuan mereka mengenai asuransi. Makanya, masih diperlukan sosialisasi demi menumbuhkan literasi keuangan di masyarakat khususnya terkait produk proteksi asuransi jiwa.

Menurut Hekster, kinerja kuat yang diraih Hekster karena Manulife memfokuskan pada kepuasan nasabah. “Kepentingan nasabah yang menjadi utama. Kekuatan bisnis kami untuk memastikan kapabilitas pembayaran klaim kepada nasabah,” ujar dia.

Sepanjang 2018, kata Hekster, pihaknya membayar klaim ke nasabah sebesar Rp 5,5 triliun, atau Rp 15 miliar setiap harinya, dan Rp 626 juta setiap jamnya.

“Komitmen Manulife Indonesia untuk terus berfokus pada kebutuhan nasabah juga terlihat dari perolehan total klaim yang dibayarkan sepanjang 2018 ini,” papar dia.

Ia menambahkan, wujud kecintaan terhadap nasabah juga dilakukan melalui inisiatif Customer Relationship Management (CRM). Lewat CRM, Manulife senantiasa memberikan prioritas utama kepada nasabahnya. Komitmen ini sejalan dengan Angka Kepuasan Nasabah atau Net Promoter Score (NPS) Manulife Indonesia 2018 yang meningkat delapan poin dibandingkan 2017. Angka itu, tambah Hekster, menjadi indikator utama sebagai perusahaan asuransi yang selalu mengedepankan kepentingan dan kepuasan nasabah.

“Angka NPS yang telah dicapai Manulife merupakan bukti jika kami fokus dalam memberikan layanan terbaik dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Melihat pencapaian tersebut, kami optimistis kinerja Manulife akan semakin kuat,” ungkap Jonathan Hekster.

Hekster melanjutkan, Manulife Indonesia terus meningkatkan pelayanan kepada nasabah melalui berbagai program di antaranya Customer Relationship Management (CRM), sebuah platform self ‎service digital, serta kemudahan pembayaran klaim. CRM membantu Manulife mengelola dan mengumpulkan data nasabah, yang merupakan kunci untuk memperkenalkan inovasi yang memudahkan hidup nasabah.

“Kepuasan nasabah menjadi titik fokus kami. Ada dua juta nasabah Manulife Indonesia. Kami lakukan survei terkait net promoter score, tiap tahun terus naik. Boleh dibilang, kami market leader terhadap NPS dari 60 perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. Artinya, nasabah menilai kami tepat, adil, dan benar,” papar Hekster.

Terkait ketidakpastian kondisi ekonomi nasional di 2019, Hekster mengaku tetap optimistis. Apalagi, kesadaran masyarakat akan asuransi kian tinggi, terutama setelah adanya BPJS. Potensi asuransi di Indonesia sangat besar, peningkatannya bisa 20-30 persen tiap tahun. Itu hanya mengacu pada daya beli masyarakat Indonesia. Secara makro, walaupun ada ketidakpastian, diyakini industri asuransi bisa tumbuh dua digit.

“Kami sudah 33 tahun di Indonesia, sudah mengalami banyak pilkada dan pemilu. Kami sudah analisa, apakah event pemilu berdampak atau tidak. Bulan pemilu memang ada dampak. Tetapi secara setahun, rata-rata tidak ada pengaruh negatif, makanya saya tetap optimistis,” papar dia.

Pada kesempatan itu, Presiden Direktur Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Legowo Kusumonegoro juga memaparkan kinerja perusahaannya yang terus membaik.

“Terlepas dari dinamika di pasar modal global dan Indonesia, MAMI juga menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan yang terlihat pada jumlah aset kelolaan dan jumlah investor kami yang meningkat,” kata Legowo.

Ia menjelaskan, selama 2018, dana kelolaan MAMI meningkat menjadi Rp 68,1 triliun dan lebih dari 16.400 investor telah bergabung menggunakan solusi investasi MAMI.

Dalam menjalankan peran sebagai perusahaan penyedia solusi perlindungan keuangan, Manulife didukung lebih dari 7.000 tenaga pemasar profesional dan 1.000 karyawan.

Mereka berperan penting serta berkontribusi dalam mendukung Manulife Indonesia yang beroperasi lebih dari 33 tahun untuk melakukan inovasi layanan dan melindungi lebih banyak lagi keluarga Indonesia.

Saat ini Manulife didukung beragam jalur distribusi telah menjangkau dan melayani nasabah yang mencapai hingga lebih dari 2,5 juta jiwa. Nasabah tersebut terdiri atas berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kalangan mapan atau dikenal dengan sebutan High Nett Work (HNW) hingga kalangan bawah. (gus)

Jalur KA Layang Terhalang Dua Perlintasan

Jalur layang kereta api
Jalur layang kereta api

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalur kereta api layang di Sumatera Utara (SUMUT) belum dapat beroperasi. Penyebabnya, ada kendala pada dua perlintasan elevated-nya, yakni satu di Kota Medan dan satu lagi di Kabupaten Deliserdang.

“Problemnya di situ. Ada perlintasan bidang yang double tracknya. Sementara trafficnya nanti bertambah,” kata Kepala Bidang Pengembangan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishub Sumut), Agustinus Panjaitan menjawab Sumut Pos, kemarin.

Dia mengungkapkan, sebenarnya titik tersebut sudah pernah ditutup. Namun dibuka lagi oleh warga setempat. Inilah yang saat ini sedang dicarikan solusinya. “Apa tetap dipalang lagi supaya mobil tak bisa lewat, atau cuma dibikin rambu-rambu aja? Ini problem yang belum ketemu solusinya,” katanya.

Sesuai ketentuan yang baru, tidak diperbolehkan lagi perlintasan satu bidang. “Namun faktanya problem dimaksud tidak dapat terelakkan di lapangan,” katanya

Ditanya mengenai operasionalnya jalur KA layang, menurutnya, ditarget tahun ini juga. “Plan kemarin di April 2019, tapi nggak jadi. Ini yang masih kita tunggu,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, pada bulan Mei ini tim audit prasarana dari Kementerian Perhubungan akan turun ke lapangan untuk melihat langsung kendala yang ada. “Mau dicek dulu. Uji kelaikan gitulah. Waktu kemarin itu memang belum dicek untuk dua perlintasan tersebut. Rencananya Mei ini mereka akan turun. Kita tunggulah kapan operasionalnya. Tapi kalau mau lebih jelas, bisa ditanyakan ke Balai Teknik Perkeretaapian Sumbagut,” pungkasnya.

Untuk diketahui, infrastruktur jalur kereta api layang merupakan salah satu dari proyek strategis nasional (PSN) di Sumut. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub memastikan jalur kereta api layang yang menghubungkan Medan-Bandara Kualanamu, dapat beroperasi 2019 ini. Hal ini mengingat proses pengerjaan proyek tersebut sudah hampir rampung.

“Jalan layang kereta api di Medan antara Kualanamu sampai ke Stasiun Medan itu akan kita operasikan pada 2019,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Zulfikar di Jakarta akhir 2018 lalu.

Ia mengatakan, selain jalur kereta api layang Medan-Bandara Kualanamu, pengoperasian jalur baru kereta api lintas Binjai-Besitang sepanjang 80 kilometer juga dipastikan dapat beroperasi tahun ini.

Sementara untuk jalur Sumatera lainnya, yakni jalur kereta api Bandar Tinggi-Kuala Tanjung sepanjang 21,5 kilometer, masih dalam proses uji sertifikasi kelayakan. (prn)

Jelang Lebaran 2019, Pintu Marelan Tol Medan-Binjai Dibuka

bambang/sumut pos GERBANG TOL: Sejumlah mobil melintas di gerbang tol Marelan 2 yang baru dioperasikan sejak Senin (13/6) lalu.
bambang/sumut pos
GERBANG TOL: Sejumlah mobil melintas di gerbang tol Marelan 2 yang baru dioperasikan sejak Senin (13/6) lalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Jelang Lebaran 2019, warga Kota Binjai yang ingin menuju Pelabuhan Belawan atau kawasan Medan Utara, sudah dapat melalui Jalan Tol Medan-Binjai langsung keluar di Pintu Gerbang Marelan. Tidak lagi mesti dari Pintu Gerbang Helvetia. Artinya, warga tak lagi terdampak kemacetan di perempatan Simpang Kampung Lalang dan lebih efisien dari segi waktu.

“Kami sudah membuka operasional Pintu Gerbang Marelan sejak 13 Mei 2019 pukul 00.00 WIB. Kami akan terus membuka pintu ini sampai operasi lanjut berlangsung,” jelas Kepala Cabang Operasional Tol Medan-Binjai dari PT Hutama Karya, Indradjana ketika dihubungi Sumut Pos, Kamis (16/5).

Kata dia, jalan yang harus ditempuh dari Kota Binjai hingga pintu gerbang Marelan memiliki panjang 2,7 kilometer. Karenanya tarif yang dikenakan pun sedikit lebih mahal. Jika pengendara dari Kota Binjai keluar di Pintu Gerbang Helvetia dengan mengendarai mobil pribadi, dikenakan tarif Rp10.500. Sedangkan jika keluar di Pintu Gerbang Marelan, dikenakan tarif Rp13 ribu.

Lain untuk mobil angkutan jenis box, dikenakan tarif Rp19.500 ketika keluar Pintu Gerbang Marelan. Ini diatur berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 429/KPTS/M/2019. “Kepmen (Keputusan Menteri) sudah muncul, makanya sudah terus berlanjut (operasional Pintu Gerbang Marelan),” beber dia.

Disoal kondisi jalannya seperti apa, menurut dia, sesuai hasil pemeriksaan dari BPJT, ruas Marelan pada Jalan Tol Medan-Binjai dinyatakan sudah laik operasi.

“SLO sudah keluar dari Februari. Hasilnya laik operasi. Cuma (kemarin) menunggu Kepmen saja. Tapi akhirnya sudah muncul kemudian dilanjutkan proses sosialisasi 7 hari yang kemudian langsung dibuka,” ujar dia.

Bagi warga yang memilih keluar pada Pintu Gerbang Marelan, pengendara langsung melihat Jalan Veteran, Kecamatan Labuhandeli, Deliserdang.

Sejak tiga hari dibuka, menurut dia, animo pengguna jalan tol sangat bagus. “Ini hari keempat. Dari hari pertama, kedua, ketiga cukup bagus. Signifikan ya. Artinya animonya masyarakat juga menggunakan keluar dari Marelan bagus sekali. Sekarang hampir 2 ribu lalu lintas (kendaraan) yang keluar khusus Marelan,” tandasnya.

Pekerjaan Aspal Jalinsum Dikebut

Masih menyambut Lebaran tahun ini, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumatera Utara melakukan perbaikan aspal tambal sulam di Jalinsum Tebingtinggi-Kisaran. Tepatnya di Jalan KL Yos Sudarso dan Jalan Prof HM Yamin Kota Tebingtinggi, Kamis (16/5).

Pantauan Sumut Pos, sepanjang Jalan KL Yos Sudarso dan Jalan Prof HM Yamin Kota Tebingtinggi rusak parah, mulai dari kondisi jalan aspal bergelombang hingga berlobang. Jika pengemudi tidak hati-hati, bisa menyebabkan kecelakaan lalulintas.

Jalan KL Yos Sudarso dan Prof HM Yamin adalah jalan provinsi. Sehingga perbaikan serta perawatan dibiayai oleh pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Pengaspalan dilakukan dengan cara mengorek aspal yang rusak, kemudian diisi dengan aspal. Yang diaspal hanya jalan yang rusak parah saja. Sedangkan yang rusak ringan terkesan dibiarkan saja. Cara serupa selalu dilakukan hampir sepanjang dua tahun ini.

Salah seorang pekerja pengaspalan mengatakan, pekerjaan ditargetkan selesai sebelum memasuki masa mudik lebaran. “Semoga pemudik nantinya bisa pulang kampung dengan lancar dan cepat sampai tujuan,” bilangnya.

Salah seorang pengendara, Wiwin (35), warga Kabupaten Simalungun yang sedang beristirahat mengatakan, perbaikan jalan perlu dilakukan karena lebaran sudah dekat. “Kami sebagai pengendara berharap tidak ada jalan lagi yang bergelombang sepanjang Jalinsum Tebingtinggi-Kisaran dan Tebingtinggi-Pematangsiantar. Jika tidak ada perbaikan, pengendara sepeda motor yang mudik pada malam hari, akan rawan kecelakaan,” jelasnya.

Sopir Angkutan Lebaran Dicek

Terpisah, Dishub Kota Medan akan mengecek sopir dan kendaraan angkutan mudik lebaran, untuk memastikan kesiapan sopir dan kendaraan dalam mengantar pemudik yang pulang ke kampung halaman.

Kadishub Kota Medan, Iswar Lubis, mengatakan kesiapan angkutan lebaran menjadi faktor yang sangat penting, di samping pengemudi atau sopirnya. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas hingga kelancaran arus mudik lebaran. Sebab, ketika kendaraan angkutan mudik mogok, dapat menjadi sumber kemacetan.

“Pengecekan terhadap angkutan mudik dan sopirnya bakal dilakukan di Terminal Amplas dan Pinang Baris. Namun kapan waktunya, masih koordinasi dengan pihak balai (Balai Perhubungan Darat) dan provinsi (Dishub Sumut). Kkarena mereka penanggungjawabnya. Kita (Dishub) Medan hanya membantu saja,” ujarnya, kemarin.

Diutarakan Iswar, Dishub memeriksa selain kesiapan fisik dan kesehatan sopir. Terutama para sopir angkutan lebaran yang berangkat dari Medan. Apabila didapati ada sopir yang memiliki kesehatan kurang baik atau dalam keadaan mabuk, izin mengendarai angkutan tidak diberikan.

“Sama seperti tahun lalu, kita akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk membuat posko kesehatan di Terminal Amplas dan Pinang Baris. Posko itu akan didirikan mulai H-7 lebaran, dan para sopir akan kita periksa kesehatannya,” bebernya.

Pihaknya juga melakukan persiapan dengan menertibkan titik-titik yang menjadi sumber kemacetan pada jalur yang kerap digunakan untuk mudik. Salah satunya Jalan Sisingamangaraja. Sebab, jalan tersebut menjadi pusat keramaian mudik.

Kabid Pengembangan, Pengendalian dan Keselamatan (PP&K) Dishub Medan, Edison Brase mengatakan, pengecekan dilakukan terhadap semua kendaraan angkutan mudik, terkecuali angkot. Dalam pemeriksaan kendaraan, pihaknya menggandeng Satuan Lalu Lintas (Satlantas) hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut.

“Kita sudah berkoordinasi dengan BNNP Sumut untuk mengecek urine sopirnya. Apabila terindikasi narkoba, tidak diperbolehkan membawa angkutan mudik,” tukasnya.

Maskapai belum Ajukan Extra Flight

Tak hanya angkutan darat, arus mudik Lebaran juga termasuk via angkutan udara. Bagaimana arus mudik lebaran 2019 via Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang?

“Aktivitas penerbangan di bandara Kualanamu masih sepi. Kami belum menerima pengajuan extra flight (penerbangan tambahan) dari masing-masing maskapai. Kita tunggu hingga sepekan ke depan. Kalau saat ini jumlah penumpang bandara masih sepi, belum ada tanda tanda akan ada kenaikan. Malah puluhan pembatalan jadwal penerbangan masih terjadi,” kata Manager Humas Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto, saat dikonfirmasi, Kamis (16/5).

Menurutnya, kondisi ini berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Data terakhir, jumlah penumpang pesawat terbang di bandara Kualanamu hanya 13.547 penumpang, dengan jumlah pergerakan pesawat sebanyak 147 penerbangan. Dan jumlah kargo mencapai 16.000 kg.

Sejak awal tahun ini, harga tiket pesawat domestik terus mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Akibatnya seluruh bandara di Indonesia mengalami penurunan jumlah penumpang secara drastis. Salahsatunya Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang, yang mengalami fase penurunan paling anjlok dari bandara lain, yakni turun mencapai 40 persen.

Harga tiket pesawat yang mahal ini telah banyak dikeluhkan masyarakat. Lisbon Situmorang misalnya, penumpang yang baru tiba di bandara Kualanamu. Ia mengatakan, keterisian seat pesawat hanya 80 persen. Penyebabnya, harga tiket yang mahal.

“Mudik lebaran tahun ini, masyarakat harus mengeluarkan biaya ekstra bila ingin naik pesawat karena harga tiket mahal. Mestinya pemerintah menyediakan tarif yang terjangkau pada masyarakat yang ingin mudik lebaran,” harapnya. (ted/ris/btr)

Rekomendasi Bawaslu Mulai Berjalan, Perusuh di Nisel Sudah Diamankan

KPU
KPU

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski masih mendapat hadangan dari masyarakat Kecamatan Toma, proses pembukaan ulang kotak suara hasil rekapitulasi perolehan Pemilu 2019 di Nias Selatan sudah mulai berjalan, Kamis (16/5).

“Tadi pagi masyarakat Toma berupaya datang ke gudang KPU, untuk melakukan presure pada KPU bagaimana supaya teman-teman KPU tidak bisa membuka kotak guna menindaklanjuti putusan Bawaslu,” kata Komisioner KPU Sumatera Utara, Mulia Banurea menjawab Sumut Pos, kemarin.

Menurut laporan yang dia terima, jajaran KPU Nisel sudah mulai bekerja pada hari itu untuk melakukan pembukaan kotak suara di Kecamatan Toma. Mereka berkoordinasi intens dengan pihak kepolisian terkait tekanan yang masih dilakukan warga. “Info yang kami dapat, karena teman-teman itu cepat koordinasi dengan aparat keamanan, oknum-oknum yang lakukan presure tersebut sudah ditangkap. Dan kawan-kawan di sana sudah jalan (menindaklanjuti putusan Bawaslu),” katanya.

Untuk diketahui, KPU Nisel diperintahkan KPU Sumut melakukan sinkronisasi data berdasarkan permintaan dari Bawaslu Sumut. Bahwa dasarnya Bawaslu Sumut menyikapi keberatan para saksi peserta pemilu dalam rapat pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat provinsi, 12 Mei kemarin. Dimana terjadi banyak dugaan pelanggaran pemilu di Kabupaten Nisel serta tidak ditindaklanjutinya rekomendasi Bawaslu Nisel oleh KPU Nisel. Yakni untuk melakukan pemungutan suara ulang di TPS 1 dan TPS 2 di Desa Umbusohahau, Kec. Siduaori untuk kategori surat suara DPR RI, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Lalu di TPS 1 Desa Hilisao’oto, Kec. Siduaori untuk kategori surat suara DPR RI, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

“Kalaupun nanti pembukaan ulang kotak suara (di Nisel) belum selesai juga bisa dibawa ke Medan. Sama kayak KPU Medan kemarin, biar dibuka saja di Medan. Kan tidak sulit mencocokkan (data) di 32 TPS saja, misal DA1-nya atau DAA1-nya, itu saja nanti yang dibawa,” katanya menambahkan untuk perkembangan rekapitulasi di Deliserdang masih terus berlangsung, terkhusus di Kec. Percut Seituan. “Kami juga mau rapatkan lagi langkah-langkah apa yang mau diambil ke depan. Mudah-mudahan akan tuntas dibuat kawan-kawan sampai 18 Mei besok,” pungkasnya.

Anggota Bawaslu Sumut, Marwan, mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta jajarannya menyampaikan ke KPU Nisel untuk berkoordinasi intens dengan kepolisian setempat dalam hal keamanan di lapangan. Menurutnya permasalahan ini mesti tuntas ditingkat kabupaten sehingga tidak lagi sampai di level pusat.

“Bagi Bawaslu ya mesti berkoordinasi dengan pihak keamanan. Karena bagi kami direkap itu ada selisih, lalu apa yang dimintakan sebagian saksi itulah maka kita rekom. Dan kemarin pun sebelum rekap tingkat provinsi, hal tersebut sudah direkomendasi Bawaslu Nisel namun tidak diindahkan KPU Nisel,” katanya.

Pihaknya berharap dua daerah tersebut mampu menuntaskan kendala rekapitulasi ini, sehingga sampai batas waktu yang diminta KPU RI yakni 18 Mei besok, sudah selesai dilakukan ditingkat provinsi. “Kalau Deliserdang kami optimis bisa selesai paling lama besok (hari ini), dimana tinggal memenej 20 panel rekapitulasi di lapangan. Khusus Nisel kami harap KPU Nisel dapat berkoordinasi untuk masalah keamanan dengan aparat kepolisian,” katanya. (prn)

Persaingan Perolehan Suara DPD Makin Sengit, Deliserdang Tentukan Dua Kursi Terakhir

Ayo memilih
Ayo memilih

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perebutan dua kursi tersisa Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara periode 2019-2024, semakin sengit. Dua kursi tersisa itu kini diperebutkan tiga kandidat yakni Badikenita Sitepu, Muhammad Nuh, dan Faisal Amri. Sedangkan dua kursi sebelumnya sudah dapat dipastikan milik Dedi Iskandar Batubara dan Pdt WTP Simarmata.

Badikenita Sitepu, Muhammad Nuh, dan Faisal Amri sepertinya masih akan bersaing ketat dalam perolehan suara. Apalagi untuk rekapitulasi suara tingkat Provinsi Sumut, Kabupaten Deliserdang dan Nias Selatan hingga kini belum tuntas. Melihat DPT terbesar, selain Kota Medan, perolehan suara dari Deliserdang tampaknya begitu menentukan siapa yang akan mendampingi WTP Simarmata dan Dedi Iskandar Batubara.

“Insya Allah membantu (perolehan suara dari Deliserdang),” ungkap calon DPD RI asal Sumut, Muhammad Nuh menjawab Sumut Pos, Kamis (16/5).

Kata Nuh, berdasarkan informasi yang dia peroleh di lapangan, paling tidak perolehan suara dari Kabupaten Deliserdang mampu menguatkan posisinya di empat besar. Nuh mengungkapkan, data yang masuk dari tim pemenangannya, dia memperoleh suara sebanyak 500 ribu. “Mudah-mudahan dapat (empat besar), insya Allah. Sejauh ini 500 ribu data yang masuk. Jika kita lihat sesuai yang kita jalani bisa dijagalah itu (perolehan suaranya). Insya Allah dapat (masuk empat besar),” kata mantan anggota DPRD Sumut dari Partai Keadilan Sejahtera ini.

Ia mengakui, dinamika perolehan suaranya dengan dua kompetitor lain yakni Badikenita Sitepu dan Faisal Amri, belum begitu utuh berdasarkan data riil yang ada saat ini. Sehingga ia menilai, kedua pesaingnya itu masih punya kesempatan itu menyelip. “Semuanya pada prinsipnya masih punya akses dan berpeluang dapat empat besar. Dan di sisa dua kursi lagi, persaingannya masih ketat antara saya, Bu Badikenita dan Faisal Amri. Untuk Pak Abdul Hakim Siagian dari data yang kami miliki, sepertinya masih cukup jauh perolehan suaranya,” katanya.

Dua wajah baru DPD RI asal Sumut ini, sebenarnya sudah diperkirakan akan muncul atas nama WTP Simarmata dan M Nuh. Sebagaimana diungkapkan sebelumnya oleh Ketua Tim Pemenangan Dedi Iskandar Batubara, Rusli Damanik. Kata Rusli, dari informasi yang pihaknya peroleh saat mengawal rekapitulasi suara mulai tingkat kelurahan sampai kabupaten/kota, Dedi Iskandar Batubara sedari awal sudah menempati posisi teratas. Kemudian disusul Pdt. WTP Simarmata, Badikenita BR Sitepu, M Nuh, Faisal Amri dan Abdul Hakim Siagian.

“Pdt WTP masih ada di posisi dua. Termasuk safe posisinya bersama Dedi Iskandar. Badikenita juga besar suaranya. Seperti di Karo dia bisa dapat 100 ribu, Langkat 56 ribu, dan tempat lain ada yang 5 ribu. Jadi dia punya kans. Disusul tiga lainnya, M Nuh, Faisal Amri dan Abdul Hakim Siagian juga berpeluang mendapat tempat terakhir. Data tersebut dari real count kami sendiri ya, bukan berarti untuk diklaim pihak lain. Dan kami jugakan selalu tanyakan dengan PPK di lapangan, siapa-siapa saja yang berpotensi duduk dari DPD. Hasilnya banyak bilang begitu,” katanya.

Jika hingga pengumuman akhir KPU RI pada 22 Mei mendatang perkiraan empat calon DPD RI asal Sumut itu yang lolos, maka dua petahana lain yaitu Darmayanti Lubis dan Parlindungan Purba dipastikan tidak duduk lagi di periode berikutnya. (prn)

Napi Bakar Lapas Narkotika Kelas 3 Langkat, 200-an Kabur

HANGUS: Seorang warga berjalan di samping tiga unit mobil yang hangus dibakar narapidana saat terjadi kerusuhan di Lapas Narkotika Hinai, Langkat, Kamis (16/5) siang.
HANGUS: Seorang warga berjalan di samping tiga unit mobil yang hangus dibakar narapidana saat terjadi kerusuhan di Lapas Narkotika Hinai, Langkat, Kamis (16/5) siang.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Emosi para narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkoba di Jalan Simpang Ladang Estate, Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Langkat, Sumut, mencapai puncaknya. Mereka mengamuk dan mengejar petugas sipir yang melakukan penganiayaan terhadap seorang napi yang kedapatan memiliki narkoba. Akibatnya, sejumlah fasilitas di lapas dirusak dan dibakar. Bahkan, sekitar 200-an napi kabur.

INFORMASI dihimpun Sumut Pos, peristiwa ini terjadi sejak pukul 13.45 WIB. Saat itu pintu pengunjung yang berada di tengah sedang buka tutup untuk menerima pengunjung. Beberapa pengunjung juga sudah masuk untuk menjenguk sanak saudara mereka di lapas tersebut. Demikian juga dengan logistik makanan yang hendak keluar, melalui pintu yang berada di sebelah kanan lapas.

Ketika para pengunjung masuk ke lapas, saat itu juga petugas lapas diketahui berinisial AT, mendapati seorang napi memiliki narkoba. Sipir tersebut langsung mengamankan napi yang biasa disapa Ajo itu, tidak hanya diamankan, ternyata sipir dan rekan-rekannya menganiaya Ajo.

Kabar penganiayaan itu langsung menyebar ke seluruh penghuni Lapas. Tak senang rekan mereka dianiaya, puluhan napi lantas mengejar sipir yang melakukan penganiayaan. Emosi mereka memuncak. Sebab selama ini mereka kerap mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dan penganiayaan dari para sipir. Seperti makan tidak sesuai indeks yang ada, remisi yang sudah dijanjikan tidak diberikan kepada tahanan, serta perlakuan semena-mena pihak Lapas dan pengutipan liar (pungli) yang sering dilakukan.

Para napi mengamuk dengan merusak sejumlah fasilitas di dalam lapas. Sepeda motor yang terparkir di dalam lapas dibakar.

Tidak sampai di situ, mereka juga mendobrak dan membuka pintu samping yang biasa digunakan untuk mengantar logistik. Begitu pintu terbuka, ratusan napi langsung keluar dan melarikan diri.

Sementara ribuan napi lain masih bertahan di luar lapas. Merek melakukan sweeping guna mencari sipir yang menganiaya rekan mereka tadi.

Akhirnya, seorang sipir bernama Agripa yang diduga ikut melakukan penganiayaan, mereka amankan. Dengan emosi, mereka menganiaya sipir tersebut hingga kepalanya berdarah dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sekitar pukul 14.30 WIB, petugas dari Kepolisian turun ke lokasi guna melakukan pengamanan. Melihat kehadiran aparat kepolisian, para napi malah melakukan pelemparan. Demikian juga dengan mobil pemadam kebakaran yang hendak masuk untuk memadamkan api, mereka lempari dengan batu. Mereka terus melakukan perlawanan dan menghalangi petugas yang hendak memadamkan api.

Melihat amuk para napi yang belum bisa teratasi, sekira pukul 16.20 WIB, Dandim 0203/Langkat dan Kapolres Langkat berdiskusi untuk mencari solusi. Akhirnya diturunkan 1 SST Yonif 8 Marinir ke lapas tersebut untuk menenangkan narapidana. Tidak hanya itu, 1 SST Brimobdasu juga diturunkan untuk membantu Yonif 8 Marinir.

Namun kehadiran personel Brimob ini malah mendapat penolakan dari para napi.

Mendapat penolakan itu, personel Brimob pun diperintahkan mundur untuk menghindari konflik lebih parah. Personel marinir pun kemudian melakukan pendekatan ke napi guna mencari solusi. Akhirnya, para napi berhasil ditenangkan dan bersedia masuk ke dalam lapas dengan sejumlah tuntutan yang mereka ajukan.

Berdasarkan negosiasi yang dilakukan, para napi mengajukan 27 poin tuntutan. Di antara terkait perlakuan petugas terhadap napi yang tidak manusiawi, fasilitas kesehatan minim dan berbayar, Justice Colaboration Regulasi, pengurusan remisi sesuai aturan, fasilitas dipungut biaya dan minim, kunjungan keluarga dibatasi, jangan ada lagi jual beli makanan, ada perpindahan ruangan tanpa alasan, pungli administrasi, ibadah dibatasi, pengurusan pembebasan bersyarat sudah bayar tapi tidak dibebaskan, dan keluhan terkait lapas yanh over kapasitas.

Dalam tuntutannya yang dituangkan dalam beberapa secarik kertas, napi minta Kalapas (B Sitepu) dicopot, pergantian Kepala Trantib karena suka aniaya napi wanita, waktu tutup kereng ditambah, remisi jangan diundur, pengurusan PB administrasi minta jangan dipersulit, register F tidak ada, harga kantin diturunkan, dan minta Karupam jangan non-muslim semua.

Dari tuntutan itu juga diketahui, Kalapas diduga berbisnis pulsa, dan ada dugaan istri Kalapas ikut campur urusan di dalam Lapas. Istri Kalapas diduga berbisnis jualan makanan dan minuman di dalam lapas, dan tanpa wewenang ikut-ikutan melakukan razia hingga menelanjang narapidana.

Menanggapi puluhan tuntutan ini, Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Sumut, Indah Rahayu Ningsih diwawancarai belum bisa memberikan data pasti dan keterangan lebih rinci. Pihanya masih melakukan pendataan dan mengumpulkan informasi terkait tuntutan para napi. Sejauh ini, pihaknya mendapat informasi terkait tuntutan fasilitas air dan makanan yang tidak layak sehingga napi protes.

“Yang jelas kita harus memberikan fasilitas dan melayani dengan baik. Fasilitasnya air harus lancar dan makanan harus diperhatikan. Nanti kita cari solusinya, kita mau cek dulu kebenarannya. Soal narkotika dan dugaan pemukukan masih akan kita cek dan cek Kebenaran,” pungkansya.

Kalapas Klas III Narkotika Langkat B Sitepu hingga kini belum bisa dikonfirmasi. Info dari oknum pegawai lapas bahwa atasan itu sedang berda di luar negeri, Yerusalem. “Kalapas gak ada banh. Bapak pergi ke Yerusalem. Itu rumahnya sudah dibakar sama napi tadi. Kalau target napi tadi marah karena mau menarget Kabid Trantib dan pegawai yang mukuli itu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Trantib Lapas, Sunardi memperkirakan, napi yang melarikan diri sekitar 200 orang lebih. “Ditaksir yang lari itu ada 200 orang lebih. Kita tidak bisa dekat, di luar Lapas banyak orang (napi) itu,” katanya.

Menurut Sunardi, mereka tidak bisa memadamkan kobaran api di lapas. Mereka hanya bisa memantau dari kejauhan, sembari menunggu bantuan Kepolisian datang.

Napi: Sipir Arogan

Seorang napi yang mengaku bernama Farid Maulana mengakui kalau kerusuhan tersebut disebabkan sikap arogan petugas sipir yang memukuli seorang napi. “Tadi gara-gara dipukuli warga kami. Capeklah, sampai peyot-peyotlah dipukuli,” kata napi yang mengaku tak mau kabur karena masih ingat keluarga.

Menurutnya, mereka hanya meminta untuk dibina di dalam lapas, bukan dianiaya dan disiksa. “Kami penghuni Lapas ini butuh pembinaan supaya kami bertobat. Dan ketika kembali ke masyarakat nantinya bisa berubah. Bukan dianiaya dan dibinasakan,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, penolakan mereka terhadap personel Kepolisian ketika hendak melakukan pengamanan, dikarenakan ketidaksukaan mereka terhadap institusi Tribrata itu. “Tak suka kami sama polisi. Orang itu yang menangkap kami.Diberinya sabu, dijualnya sabu sama kami, tapi ditangkap juga,” ungkap Farid.

Napi lainnya juga mengakui kalau kerusuhan itu terjadi karena rasa empati mereka terhadap sesama napi yang mendapat perlakuan kasar petugas sipir. Apalagi, napi yang dipukuli itu sampai tak berdaya.

“Kawan kami pula dipukuli orang itu sampai keluar kotoran di celananya. Bagaimana kami tak marah? Sudah itu, makanan suka-suka orang lapas saja bagikannya. Polisi kalau bisa tak usah ada di sini. Kami benci polisi. Polisi yang mengedarkan sabu di negara ini. Di lapas orang itu juga, orang itu yang nangkap kami,” ujar pria bertatto di lengannya itu.

Menurutnya, alasan petugas menghajar Ajo lantaran menggunakan narkoba di dalam Lapas. “Ajo dianiaya dengan ditendang, dipijak-pijak. Cekikan dan pukulan dari oknum petugas lapas berinisial AT tepatnya di depan Blok T5,” ungkapnya lagi.

Napi yang emosi tak terima dan menuntut balas. Beberapa orang pegawai Lapas juga sempat tertahan di salah satu ruangan, sebelum diselamatkan napi lainnya.

Oknum pegawai lapas membeberkan, ribuan napi marah mengincar pegawai AT dan Kepala Trantib Lapas, Sunardi. Hingga saat ini dua oknum Lapas ini belum bisa ditemui dan menghilang. “Orang itu tadi ngincar pegawai yang mukuli itu. Tapi sampai sekarang nggak tahu kami di mana dia sekarang. Mereka mau cari Kepala Trantibnya. Makanya tadi rumah Kalapas (B Sitepu) dibakar orang itu, tiga mobil dibakar. Kalapas posisinya di Yerusalem kalau nggak salah,”ungkap pegawai lapas yang minta nama tidak dipublikasikan.

Diketahui Lapas menampung 1.635 napi dengan luas area 8 Hektare, mencakup Lapas Klas III Narkotika dan Lapas Pemuda yang berdampingan gedung.

Penjagaan Diperketat

Pantauan Sumut Pos hingga tadi malam, kondisi di Lapas Narkotika Kelas III Hinai, sudah kondusif. Namun beberapa aparat kepolisian dan TNI masih terlihat berjaga disekitaran lokasi. Kondisi ini dilakukan guna mengantisipasi tahanan kembali melarikan diri.

“Tak tahu sampai kapan kami bertahan di sini. Sebab, kami mendapatkan perintah untuk terus bertahan dan berjaga-jaga,” kata seorang personel TNI yang menenteng senjata laras panjang.

Penjagaan diperketat dikarenakan beberapa pintu lapas terlihat rusak. Beberapa pekerja pun mulai melakukan perbaikan dengan melakukan pengelasan. Terlihat situasi lapas gelap gulita, hal ini dikarenakan listrik dilapas mengalami kerusakan.

Sebelumnya, Kapolda menyatakan, pihaknya tetap mengerahkan pasukan berjaga terus. Selain itu Kapolda akan berkoordinasi dengan Dirjen Kemenkumham untuk melakukan perbaikan sistem dan infrastruktur lapas yang rusak akibat dibakar dan dihancurkan ribuan napi.

“Kapasitas napi di dalam ada 1.635, saat ini sedang dihitung berapa yang kabur dan berapa yang ada di dalam. Sementara sudah 92 orang yang kabur diamankan kembali,” jelasnya.

Terkait motif, Kapolda mengatakan, kerusuhan dipicu rasa empati sesama napi di dalam lapas yang mendapat tindakan kekerasan dari petugas lapas. Di mana seorang napi diduga dianiaya setelah kedapatan membawa sabusabu.

“Informasi yang kami perolah karena ada napi yang kedapatan membawa sabu-sabu. Kemudian mendapat perlakuan kekerasan dari petugas lapas. Sehingga menimbulkan empati dari teman-teman sesama napi sampai terjadi begini,” ungkap Kapolda Sumut.

Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Sumut, Indah Rahayu Ningsih diwawancarai terkait jumlah napi yang kabur belum bisa memberikan data pasti. Pihaknya masih melakukan pendataan dan mengumpulkan informasi terkait tuntutan para napi.

Sejauh ini, pihaknya mendapat informasi terkait tuntutan fasilitas air dan makanan yang tidak layak sehingga napi protes. “Yang jelas kita harus memberikan fasilitas dan melayani dengan baik. Fasilitasnya air harus lancar dan makanan harus diperhatikan. Nanti kita cari solusinya, kita mau cek dulu kebenarannya. Soal narkotika dan dugaan pemukukan masih akan kita cek dan cek kebenarannya,” pungkasnya. (bam)