26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 5320

Proyek Apartemen De Glass Dinilai Langgar Perda RDTR

Jika Proyek Apartemen De Glass Residence Tak Distanvaskan
Jika Proyek Apartemen De Glass Residence Tak Distanvaskan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan apartemen De Glass Residence di Jalan Gelas/Ayahanda, Sei Putih Tengah, Medan Petisah, dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Daerah Tata Ruang (RDTR) Kota Medan Tahun 2015-2035. Sebab, proyek bangunan vertikal yang akan dibangun 26 lantai ini berada di kawasan pemukiman penduduk kepadatan tinggi.

Kuasa hukum warga yang keberatan, Fernando Sitompul mengatakan, berdasarkan Perda RDTR Kota Medan 2015-2035 Lampiran X tentang zonasi terdapat 18 poin. Khusus poin 9 terkait zona perumahan kepadatan tinggi atau R1 memiliki ketentuan yakni Koefisien Dasar Bangunan (KDB) 80 persen, Koefisien Lantai Bangunan (KLB) 3,2 dan Koefisien Dasar Hijau (KDH) 15 persen, dengan ketinggian bangunan maksimum 4 lantai/18 meter. “Apartemen De Glass berada di kawasan Kelurahan Sei Putih Tengah yang masuk dalam zona R1. Oleh sebab itu, sesuai Perda RDTR tersebut maka pembangunan apartemen tidak diperbolehkan dalam Zona R1 karena ketinggian bangunan yang akan dibangun mencapai 26 lantai atau lebih dari 4 lantai,” ujar Fernando, kemarin.

Karenanya, sambung Fernando, warga jelas menolak dan keberatan. Sebab, banyak dampak negatif yang nantinya ditimbulkan dari adanya pembangunan apartemen tersebut. Selain telah merusak dinding rumah, warga khawatir apartemen tersebut akan menguras persediaan air tanah, menimbulkan dampak sosial, dan membuat Jalan Gelas semakin macet.

“Pertama, masalah air. Kebutuhan air apartemen dan masyarakat bisa jadi rebutan. Kedua, adanya apartemen yang dekat dengan permukiman seperti itu bisa menimbulkan budaya hedonis. Selain itu juga menambah tingkat kemacetan di Jalan Gelas yang sebelum ada apartemen saja sudah macet. Lalu, pada saat pembangunan juga, kan, materialnya berbahaya kalau jatuh-jatuh, debu juga,” ungkapnya.

Menurut Fernando, berbagai upaya sudah dilakukan pihak pengembang agar bisa membangun apartemen itu, terutama untuk mendapat persetujuan warga. Bahkan, sempat terjadi konflik antarwarga yang menghuni di sekitar lokasi apartemen. Oleh karenanya, ia menduga konflik horizontal ini sengaja dibuat pengembang agar memecah persatuan warga. “Ada beberapa aspek alasan penolakan apartemen De Glass, di antaranya potensi dan pelanggaran dampak lingkungan sosial. Kemudian, aspek indikasi pelanggaran perizinan. Pelanggaran dampak sosial yaitu kenyamanan dan ketenangan warga terganggu, sedangkan perizinan terindikasi cacat hukum karena warga sampai sekarang menolak dan tidak ada meneken. Akan tetapi, faktanya izin telah keluar dan ini yang kami pertanyakan,” paparnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi D DPRD Medan, Salman Alfarisi mendesak Pemko Medan untuk benar-benar mengawasi proyek apartemen itu. Jika memang diprotes warga, maka kegiatan proyek harus dihentikan atau distanvaskan.“Pemko Me-dan melalui instansi terkait jangan tutup mata, harus tegas terhadap pengembang yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Jangan karena kepentingan bisnis, warga yang dikorbankan,” tegasnya.

Terkait adanya dugaan proyek ini melanggar Perda RDTR, Salman belum bisa memastikan. Ia terlebih dahulu akan mempelajarinya. “Kita pelajari dulu apa benar memang melanggar Perda RDTR. Namun, nantinya kita akan sampaikan dalam rapat internal Komisi D untuk diajukan RDP (rapat dengar pendapat),” pungkasnya. (ris/ila)

Inalum Bukukan Laba Bersih USD 77 Juta

Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos LABA BERSIH: executive advisor PT Inalum (Persero), Oggy A. Kosasih, mengungkapkan selama tahun 2018, Inalum telah membukukan laba bersih sekitar USD 77 juta. Hal ini dikatakannya usai berbuka puasa dengan pimpinan media dan para jurnalis di JW Marriott pada Jumat, (17/5/2019).
Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos
LABA BERSIH: Executive Advisor PT Inalum (Persero), Oggy A. Kosasih, mengungkapkan selama tahun 2018, Inalum telah membukukan laba bersih sekitar USD 77 juta. Hal ini dikatakannya usai berbuka puasa dengan pimpinan media dan para jurnalis di JW Marriott pada Jumat, (17/5/2019).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai Holding Industri Pertambangan sejak 27 November 2017 dan berhasil mengambil alih 51,23% saham PT. Freeport Indonesia pada 2018 lalu, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) telah membukukan laba bersih sekitar USD 77 juta, selama tahun 2018.

“Sedangkan dari sisi operasional, selama tahun 2018 telah mampu mengoperasikan sebanyak 4 turbin PLTA Sigura-gura dan 4 turbin PLTA Tangga dengan ketinggian muka air danau Toba pada level rata-rata 903,48 meter. Rata-rata tungku peleburan yang beroperasi sebanyak 481 tungku,” kata executive advisor PT Inalum (Persero), Oggy A. Kosasih, usai berbuka puasa dengan pimpinan media dan para jurnalis di JW Marriott, Jumat (17/5).

Di kesempatan itu, Oggy A. Kosasih, mengatakan untuk capaian dari sisi produksi, inalum juga juga mampu memproduksi alumunium batangan sebanyak 219.306 ton dan produk diversifikasi (bullet dan Alloy sebanyak 22.737 ton.

Selama periode Januari sampai dengan April 2019, Inalum juga mampu memproduksi alumunium batangan sebanyak 76.926 ton atau 36,8% dari total target RKAP 2109 sebesar 208.911 ton  dan produksi diversifikasi sebanyak 6.027 ton. Atau 16% dari total target RKAP 2019 sebesar 37.615 ton.

“Selama 2019, Inalum mengoperasikan sebanyak 4 turbin PLTA Sigura-gura dan 4 turbin PLTA tangga dengan ketinggian muka air danau Toba pada level rata-rata 903,9 M dan peleburan yang beroperasi sebanyak 492 tungku,” jelasnya.

Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos
LABA BERSIH: Executive Advisor PT Inalum (Persero), Oggy A. Kosasih, memaparkan kinerja Inalum usai berbuka puasa dengan pimpinan media dan para jurnalis di JW Marriott pada Jumat, (17/5/2019).

Dari sisi penjualan, tahun 2018 Inalum telah menjual aluminium batangan sebanyak 228 ribu ton lebih dan produk diversifikasi sebanyak 17 ribu ton lebih. Sedangkan Januari sampai dengan April 2019, Inalum telah menjual aluminium batang sebanyak 73 ribu ton lebih atau 35,2% dari target 208,911 ton.

Capaian lainnya bukan hanya di bidang bisnis. Inalum juga sukses dalam berkomitmen peduli terhadap sosial. Di mana Inalum telah menyalurkan dana PKBL dan CSR pada tahun 2018 mencapai Rp31,9 miliar, dan Januari- April 2019 mencapai Rp12, 5 miliar.

“Dalam kesempatan ini, Inalum mengharapkan dukungan dari berbagai pihak terutama insan pers, sehingga operasional Inalum dalam berjalan dengan lancar dan aman,” kata Kosasih.

Acara berbuka puasa dengan media ini dihadiri juga oleh ketua PWI Sumut, serikat perusahaan pers, ketua komisi informasi publik Sumut, pimpinan dan penanggung jawab media cetak dan elektronik, seta jajaran pejabat dan staf PT Inalum (Persero).  (rel/tri)

Tim PPLP Sumut Tak Jelas, PSMS Gagal Ujicoba

ist LEWATI: Pemain PSMS Medan mencoba melewati penggawa PPLP Sumut saat laga ujicoba di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini.
ist
LEWATI: Pemain PSMS Medan mencoba melewati penggawa PPLP Sumut saat laga ujicoba di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejatinya, PSMS Medan bakal menjalani laga ujicoba bentrok PPLP Sumut di Lapangan PPLP Sumut, Sunggal, Jumat (17/5) sore. Namun pertandingan ini batal digelar. Tim PPLP berdalih, pemain kurang dan belum siap untuk uji tanding.

Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning mengungkapkan, Ayam Kinantan sebenarnya sudah berada di lokasi pertandingan sebelum waktu yang telah ditetapkan.

“Tidak jadi main, karena mereka enggak siap. Katanya jumlah pemain mereka kurang, dan pemainnya belum siap untuk ujicoba,” beber Gurning, Jumat (17/5).

Alhasil, menggunakan Lapangan PPLP Sumut, tim pelatih pun menggelar latihan ringan dan game internal antar pemain. “Ya, apa boleh buat (tak jadi menggelar ujicoba). Kami tetap latihan di sini saja. Buat game internal dengan pemain,” imbuh Gurning.

Gurning menjelaskan, tim pelatih bakal kembali mencari lawan, dan menjadwalkan rangkaian ujicoba pekan depan. Rencananya PSMS Medan sudah menyiapkan beberapa lawan, termasuk menghadapi tim Liga 3 Tobasa FC. “Pekan depan ujicoba lagi. Rencananya Selasa atau Kamis lawan PS AD lagi. Dan Sabtu baru lawan Tobasa FC,” katanya.

Sebelumnya, Gurning juga sudah menegaskan kepada para penggawa Ayam Kinantan, agar mempertahankan clean sheet saat berlaga ujicoba dengan klub-klub amatir, dan tetap konsisten meraih kemenangan.

Dia pun mengungkapkan sejumlah evaluasi terkait lini pertahanan. Khususnya pada pertandingan ujicoba terakhir kontra Victory Dairi, yang masih kebobolan satu gol. “Jangan sampai lengah lagi (lini pertahanan). Meski (pemain) sedang berpuasa, saya rasa itu tidak bisa dijadikan alasan. Yang paling penting, jangan sampai kebobolan lagi dengan lawan yang levelnya di bawah,” harap Gurning. (bbs/saz)

Pelaksanaan Pemilu 2019 di Sergai Berjalan Lancar dan Aman, Majelis Ulama Indonesia Acungi Jempol Kapolres Sergai

SURYA/SUMUT POS SANTUNAN: Kapolres Sergai, AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu didampingi Wakil Bupati Darma Wijaya dan Dandim 0204/DS Letkol Kav Syamsul Arifin memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu.
SURYA/SUMUT POS
SANTUNAN: Kapolres Sergai, AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu didampingi Wakil Bupati Darma Wijaya dan Dandim 0204/DS Letkol Kav Syamsul Arifin memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu.

RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Suksesnya pengamanan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) Serentak 2019 di wilayah hukumnya, Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Psaribu mendapat acungan jempol dari MUI Sergai.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sergai, H Lukman Yahya mengatakan, apresiasi acungan jempol pada Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu, pantas diberikan. “MUI Kabupaten Sergai memberikan acungan jempol pada Kapolres atas kerja keras Polres Sergai dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pemilu 2019,” kata Buya Yahya saat menghadiri buka puasa bersama yang digelar Polres Sergai, Kamis (16/5).

Menurutnya, mulai digelarnya kampanye sampai usai pelaksanaan pemilu 2019, Kabupaten Sergai tetap kondusif tanpa adanya reaksi yang menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat.

“Ini membuktikan peran aktif TNI dan Polri dapat membimbing masyarakat Sergai dewasa dalam berpolitik,” imbuh Buya Yahya.

Buya Yahya juga minta, agar masyarakat tidak berprovokasi dengan berita-berita hoax, dan sabar menunggu hasil pemilu 2019 dari KPU Sumut.

Dia berharap masyarakat percayakan hasil pemilu 2019 pada KPU dan Bawaslu. “Mari kita percayakan hasil pemilu pada KPU dan Bawaslu,” bilangnya.

Sebelumnya Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra dalam sambutannya mengatakan, hindari yang disebut gerakan people power dengan tujuan memprovokasi masyarakat tidak percaya dengan instansi penyelenggara pemilu 2019, khususnya KPU dan Bawaslu.

“Segenap lapisan masyarakat agar bersatu padu, saling bahu membahu menjaga ketertiban dan tidak saling terprovokasi dengan orang-orang tidak bertanggung jawab,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu didampingi Wakil Bupati Darma Wijaya dan Dandim 0204/DS Letkol Kav Syamsul Arifin menyerahkan bingkisan Idul Fitri 1440 Hijriah pada puluhan anak tidak mampu. (sur/han)

Pembukaan Dekranasda Fair dan Pasar Murah di PPUD Deliserdang, Ashari: Prioritaskan Produk Masyarakat Bawah

Batara/sumut pos PEMBUKAAN: Bupati Deliserdang Ashari saat mengunjungi salah satu stan peserta di kegiatan Dekranasda dan Pasar Murah PPUD Deliserdang.
Batara/sumut pos
PEMBUKAAN: Bupati Deliserdang Ashari saat mengunjungi salah satu stan peserta di kegiatan Dekranasda dan Pasar Murah PPUD Deliserdang.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang Ashari Tambunan bersama Wakil Bupati HM Ali Yusuf Siregar membuka Dekranasda Fair dan pasar murah menyambut puasa Ramadan dan Hari Raya Idul FIitri 1440 Hijriah, di Pusat Promosi Unggulan Daerah (PPUD) Kabupaten DeliSerdang, di Jalan Medan Lubukpakam Km 20,2 Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjungmorawa, Kamis (16/5).

Dijelaskan Ashari, Dekranasda Fair dan Pasar Murah merupakan bentuk kepedulian Pemkab Deliserdang kepada masyarakat untuk memperkenalkan serta mempromosikan Deliserdang sebagai daerah yang memiliki berbagai produk-produk unggulan.

Begitu juga untuk meringankan beban masyarakat menghadapi lonjakan berbagai kebutuhan, akibat naiknya berbagai kebutuhan bahan-bahan pokok di bulan suci Ramadan.

Kepada seluruh stake holders yang turut ikut serta Dekranasda, lanjut Ashari, diharapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pengunjung. Dan menawarkan produk lebih murah dibandingkan dengan harga pasar.

“Memprioritaskan saudara-saudara yang tergolong masyarakat menegah ke bawah atau bahkan termasuk dalam golongan yang kurang mampu. Itulah, tujuan diadakannya Dekranasda fair dan pasar murah ini tepat sasaran,”sebutnya.

Dijelaskan Ashari, Dekranasda Fair dan Pasar Murah di PPUD merupakan bagian ujicoba, sebagai pusat promosi produk unggulan Kabupaten Deliserdang, untuk dijadikan sebagai rumah bagi setiap pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya.

“Di sinilah membuka pemasaran produk-produk unggulan ke berbagai daerah bahkan ke mancanegara lewat pasar digital karenanya kepada seluruh pemangku kepentingan, pemerintah, asosiasi maupun pelaku bisnis lainnya diajak untuk bersama sama mendukung kegiatan ini bagi upaya kita mensejahterakan masyarakat,” harap Ashari

Sementara itu, Kadis Perindang Deliserdang, Ir Ramlan Refis mengatakan kegiatan Dekranasda fair dan Pasar Murah berlangsung hingga 22 Mai 2019 di PPUD Deliserdang.

Kegiatan pasar mirah dilakukan di 20 Kecamatan yang diikuti dari delapan Dinas/instansi terkait, serta TP PKK Kecamatan, perusahaan swasta maupun lembaga pemerintah lainnya, seperti Bulog Brive Medan.

“Pasar murah Hari Natal dan Tahun Baru 2020 dilaksanakan bulan Desamber 2019 dari tanggal 16 hingga 19 Mei 2019,”sebutnya.(btr/han

Maling Lembu Resahkan Warga Karang Gading

Ilustrasi maling sapi
Ilustrasi maling sapi

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat yang menetap di Dusun V, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhandeli, diresahkan dengan maraknya maling lembu. Terbukti, 4 ekor lembu milik Supriyadi (40) hilang, Jumat (17/5) pukul 05.00 WIB. Akibat keresahan itu, masyarakat merusak mobil pikap miliki pelaku.

Ceritanya, komplotan maling lembu sudah sering melakukan pencurian. Dengan membawa mobil pikap bernopol BK 9525 EL, ditemukan warga sekitar 150 meter di sebelah utara dari kandang lembu milik Supardi.

Warga tidak menemukan 4 ekor lembu yang hilang, hanya ada 1 ekor lembu ditemukan di lokasi dekat mobil tersebut. Warga yang kesal langsung mengamuk dan merusak pikanmobil itu hingga rusak.

Supardi mengatakan, 4 ekor sapi jenis miliknya diketahui hilang dini hari, saat akan salat subuh, dia melihat kandang miliknya telah kosong.

“Kemungkinan dicurinya sebelum subuh. Saya tahu hilang setelah ma, tahu hilang saya langsung ke musholla desa dan siaran melalui pengeras suara,” kata Supardi saat membuat laporan pengaduan di Mapolsek Medan Labuhan.

Kepala Dusun V, Zulham mengatakan, pencurian lembu itu sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar.

“Warga kesal, makanya merusak mobil pelaku. Kalau pelakunya ada, mungkin sudah habis juga diamuk massa” katanya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar H Pohan menjelaskan, mobil pelaku dan sapi milik korban sengaja ditinggal untuk menghindari kejaran warga.

“Kami akan terus lakukan pengejaran kepada pelaku yang disinyalir ada 3 orang. Kemungkinan usai meninggalkan mobilnya, mereka langsung kabur ke areal persawahan,” terangnya. (fac/han)

Safari Ramadan di Kecamatan Kuala, Terbit Rencana: Jadilah Pribadi yang Jujur

Bambang/sumut pos SANTUNI: Bupati Langkat Terbit Rencana PA memberikan santunan kepada anak-anak yatim saat memimpin Safari Ramadan di Masjid Jami Al-Ihklas, Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Kamis (17/5).
Bambang/sumut pos
SANTUNI: Bupati Langkat Terbit Rencana PA memberikan santunan kepada anak-anak yatim saat memimpin Safari Ramadan di Masjid Jami Al-Ihklas, Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Kamis (17/5).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA memimpin rombongan Safari Ramadhan Tim 1 Pemkab Langkat 1440 Hijriah ke Masjid Jami Al-Ihklas, Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Kamis (17/5)malam.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus menjadi pribadi dan masyarakat yang memberikan kebaikan, karena kebaikan itu akan mengundang berkah Allah SWT.

Bupati Langkat juga mengingatkan terkait pengeluaran Zakat Fitrah, bahwa hal tersebut sebagai kewajiban diri, serta untuk menunjukkan bentuk rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT, atas limpahan anugrah yang telah diberikannya.

“Mari dibulan yang penuh ampunan ini, kita menguatkan bekal kita untuk kehidupan selanjutnya, dengan menolong saudara sesama yang memerlukan bantuan dari kita,” ajaknya.

Sembari menyampaikan tiga pesan, yaitu pertama kuatkan pendidikan dan pengamalan agama di rumah tangga, demi melahirkan anak generasi yang beriman dan bertaqwa. Kedua, bantu saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan sebagai wujud tanda syukur atas nikmat yang diberikan, dan ketiga berlakulah jujur kepada diri dan selalu mengedepankan sikap kebersamaan.

Safari Ramadan yang diketua MUI Langkat H Ahmad Mahfudz sebagai penceramah, dilanjutkan pemberian santunan tali asih kepada kaum dhuafa berupa sembako dari Baznas Langkat, dan sirup kurnia dari Bank Sumut cabang Stabat. Sedangkan bantuan yang telah dialokasikan untuk masjid lokasi Safari Ramadan tertunda, akibat teknis administrasi, namun tetap akan direalisasikan pada waktunya nanti.

Adapun anggota yang tergabung dalam tim 1 safari Ramadhan ketua DPRD Langkat, Dandim 0203/Langkat, Kapolres Langkat, Kajari Langkat, kerua PN Stabat, Inspektur, Kadis Kominfo, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kabag Kessos, Kabag Humas, sejumlah anggota dewan. (bam/han)

Tiga Tahun Tak Tersentuh Aspal, Jalan Cempaka Ujung Berandan Rusak Parah

ILYAS EFFENDY/SUMUT POS BERLUBANG: Kondisi Jalan Cempaka yang rusak parah dan berlubang-lubang.
ILYAS EFFENDY/SUMUT POS
BERLUBANG: Kondisi Jalan Cempaka yang rusak parah dan berlubang-lubang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Jalan Cempaka Ujung, Kelurahan Berandan Timur Baru, Kecamatan Babalan Pangkalan Berandan, Kabupaten Langkat, rusak parah dan berkubang.

Menurut Sukarmin Hatta dan Disindriatmo, SPd, warga sekitar, badan jalan yang berada persis di depan rumahnya, sudah 2-3 tahun tak tersentuh aspal. Akibatnya, badan jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 4 meter tersebut, berlubang-lubang.

“Hampir seluruh badan jalan berlubang, dan bila musim penghujan akan banjir dan rumah kami terendam dengan ketinggian air selutut,”papar Sukarmin yang juga diamini Disindriatmo, Rabu (15/5).

Akibatnya, aktivitas warga khususnya anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi Jalan Cempaka terganggu.”Kalau musim kemarau, debu beterbangan dan berdampak buruk pada warga sekitar,”sambung Disindriatmo.

Warga berharap, pihak-pihak seperti Lurah, Camat Babalan dam termasuk Dinas terkait membuka mata dan tanggap dengan kondisi jalan tersebut.

“Padahal jalan ini selalu dilintasi masyarakat hendak ke kota,”tambah Sukarmin.

Menanggapi keluhan warga, Lurah Berandan Timur Baru, drs Asyari Siregar mengakui badan Jalan Cempaka yang rusak parah.

Bahkan Asyari pun menyakinkan warga, tahun ini akan dimasukkan dalam murencam di Kecamatan Babalan. “Mudah-mudahan dalam tahun ini juga ada cara-cara lain untuk memperbaikan jalan yang rusak parah tersebut,”bilang Asyari. (mag-9/han )

12 Ribu Lebih Kartu BPJS Kesehatan PBI Belum Didistribusikan, Dinkes Beralasan Masih Koordinasi ke Dinsos

file/sumut pos ANTRE: Warga mengantre di Kantor BPJS Kesehatan. Hingga saat ini Dinkes Medan belum juga mendistribusikan 12 ribu PBI kartu BPJS Kesehatan.
file/sumut pos
ANTRE: Warga mengantre di Kantor BPJS Kesehatan. Hingga saat ini Dinkes Medan belum juga mendistribusikan 12 ribu PBI kartu BPJS Kesehatan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kota Medan mulai dilanda resah. Pasalnya, hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum juga mendistribusikan 12 ribu Penerima Bantuan Iuran (PBI) kartu BPJS Kesehatan.

Keresahan mereka bukan tak beralasan. Anggota DPRD Medan yang kalah dalam pemilihan legislatif (pileg), tampaknya tak lagi merespon kebutuhan warga ini. Padahal sebelum pileg, program penambahan kuota 80 ribu warga Kota Medan untuk PBI BPJS ini sangat getol digaungkan para legislatif incumbent.

Ketua Komisi B DPRD Medan, Bah-rumsyah menyatakan, pihaknya tetap fokus memperjuangkan PBI BPJS untuk warga Kota Medan. “Karena sudah ada kuota penambahan 80 ribu warga, ini yang tetap kita perjuangkan. Terlepas dari siapa yang mengurus, mau caleg mau enggak kami dari Komisi B tetap akan memintan

Pemko Medan segera mendistribusikan kartu tersebut,” ujar Bahrumsyah kepada wartawan, kemarin (17/5).

Menurut dia, Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memang belum mendistribusikan PBI 12 ribu kartu BPJS Kesehatan. Salah satu penyebabnya, karena Dinkes Medan ingin Dinas Sosial terlebih dulu melakukan verifikasi berkas.

“Sah saja jika ingin verifikasi berkas layak atau tidak menerima kartu tersebut. Tapi kami beranggapan, semua warga Medan layak menerima. Terutama, mereka yang tidak mampu termasuk warga yang dulunya menjadi peserta BPJS mandiri kemudian tak sanggup lagi membayar iuran. Ini artinya, mereka tidak mampu sehingga layak mendapat bantuan,” kata politisi PAN ini.

Diutarakan dia, apabila 12 ribu katu BPJS Kesehatan tersebut batal didistribusikan maka dari segi aturan Pemko Medan telah melanggar. Sebab, bukan saja Pemko dan DPRD mengesahkan anggarannya tapi juga kartunya telah dicetak dan tinggal didistribusikan saja. “Nama-nama warga yang menerima kartu tersebut sudah ada, hanya tinggal disalurkan saja. Tapi, tetap juga menunggu verifikasi dari Dinas Sosial,” cetusnya.

Bahrumsyah menambahkan, pihaknya akan kembali memanggil Dinkes Medan untuk mempertanyakan. Direncanakan pemanggilan dilakukan pada pekan depan. “Senin depan sudah dijadwalkan, Dinkes Medan kita panggil untuk menanyakan lagi kendala pendistribusian PBI BPJS Kesehata,’’ tegasnya.

Dia mengatakan, penerima BPJS Kesehatan bukan mutlak masyarakat miskin tapi warga yang tidak mampu membayar biaya kesehatannya. Bila keuangan daerah mampu, maka pemerintah wajib menjamin biaya kesehatan seluruh masyarakatnya, dengan catatan untuk Kelas III.

“Makanya, setiap tahun anggaran BPJS Kesehatan PBI terus bertambah sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Seperti di Medan, jumlah PBI BPJS Kesehatan sudah sangat jauh di atas jumlah masyarakat miskin. Jadi penerima PBI itu bukan saja warga miskin, tapi idealnya untuk seluruh warga Medan apabila mampu secara anggaran,” bebernya.

Dia melanjutkan, warga yang miskin di Medan sudah tertampung hampir 400 ribuan dalam program kesehatan ini, baik dari anggaran APBD Kota Medan maupun APBD Sumut dan APBN. Makanya, alokasi anggaran jaminan kesehatan ditambah untuk warga yang tidak mampu berobat.

“Warga yang tidak mampu berobat memang tidak masuk kategori miskin. Akan tetapi, ketika berobat kesulitan karena tak memiliki biaya. Ini yang mau kita akomodir dan jumlahnya cukup banyak. Bahkan, kenapa tidak kalau anggaran cukup maka seluruh warga Medan ikut didaftarkan. Dengan begitu, produktivitas kerja meningkat lantaran jaminan kesehatan sudah tertampung oleh negara. Otomatis, kesejahteraan masyarakat meningkat,” paparnya.

Ia menambahkan, dari payung hukum sudah jelas yakni Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2017 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional dan Permendagri Nomor 38/2018 tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2019. Bahwasanya, jaminan kesehatan terhadap masyarakat harus terakomodir khususnya yang miskin dan tidak mampu berobat. Oleh sebab itu, Dinkes Medan tolak ukurnya tidak lagi dengan validasi data berdasarkan regulasi sosial. Melainkan, wajib dengan aturan tentang kesehatan.

“Gak nyambung dengan dinas sosial lagi persoalan kesehatan, tapi dinas kesehatan. Kalau mampu mengakomodir seluruh masyarakat termasuk yang mampu, maka tentu diapresiasi,” punkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Medan, Edwin Effendi ketika dikonfirmasi, menolak disebutkan pihaknya akan membatalkan distribusi kartu BPJS Kesehatan. Edwin mengaku, masih melakukan koordinasi dengan Dinsos Medan.

Pun begitu, Edwin tidak menjelaskan maksud dilakukannya koordinasi. Apakah berkaitan dengan data warga miskin seperti yang disebutkan Bahrumsyah atau hal-hal lainnya.”Tidak ada kita tahan itu, mana mungkin kita tahan pendistribusian kartu kesehatan masyarakat dengan sebanyak 12.000. Tapi, memang saat ini kita masih koordinasi dengan Dinas Sosial, bukan menahannya,” ujarnya singkat.

Diketahui, alokasi anggaran untuk jaminan kesehatan khususnya PBI BPJS Kesehatan telah ditambah tahun ini dari sebelumnya Rp90 miliar menjadi Rp112 miliar. Otomatis, jumlah penerima bantuan kesehatan ini pun bertambah.

Di tahun 2018, kepesertaan BPJS berjumlah sekitar 326 ribu jiwa. Maka dari itu, pada 2019 kuota bertambah 80.527 jiwa. Artinya, sekitar 400 ribu lebih penerima bantuan kesehatan yang diakomodir. (ris/ila)

Pesangon Anggota DPRD Medan yang Kalah Pileg Belum Jelas, Pemko Medan Tak Anggarkan di APBD

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Uang jasa pengabdian (pesangon) bagi anggota DPRD Medan yang tak terpilih atau kalah dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2019, ternyata belum jelas. Sebab, Pemko Medan tak ada menganggarkannya di APBD.

“Gak ada enggak diberikan lagi setahu saya (uang jasa pengabdian), kita juga enggak ada menggagarkannya,” ungkap Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Medan, Irwan Ibrahim Ritonga kepada Sumut Pos, kemarin (17/5).

Diutarakan Irwan, kalau tidak salah sejak dua periode belakangan anggota DPRD Medan tidak ada dianggarkan uang jasa pengabdian. Dengan kata lain, memang tidak mendapatkan lagi pesangon. “Mungkin DPR RI yang mendapatkan itu (uang jasa pengabdian), kalau DPRD kabupaten/kota tidak,” ucapnya.

Disinggung pernyataan Sekretaris DPRD Medan, Abdul Aziz yang menyatakan anggota dewan mendapatkan pesangon, Irwan menyebut pernyataan itu keliru dan kemungkinan lupa. “Mungkin salah dan lupa apa yang disampaikan Sekwan (Sekretaris DPRD Medan) bahwasanya mereka (anggota dewan tak terpiih) mendapatkan pesangon. Sebab, dari keterangan Kabag Umum Sekretariat DPRD Medan (Andi Syukur Harahap), memang tidak ada lagi diberikan,” tukasnya.

Sementara, Sekretaris DPRD Medan, Abdul Aziz yang dikonfirmasi via selulernya meralat pernyataan dia yang pernah disampaikan sebelumnya. Kata Aziz, uang jasa pengabdian anggota dewan tak terpilih belum dianggarkan. “Iya benar belum dianggarkan uang jasa pengabdian anggota dewan, saya ralat pernyataan yang pernah saya sampaikan sebelumnya,” ujar Aziz.

Menurut dia, belum dianggarkannya pesangon untuk anggota dewan tak terpilih karena masih menunggu petunjuk teknis atau arahan dari Kemendagri. “Kita sudah sudah konsultasi dengan Kemendagri dan sekarang masih menunggu arahannya bagaimana,” kata Aziz.

Namun demikian, sambung Aziz, anggota dewan tak terpilih tetap mendapatkan uang pesangon. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Hak Keuangan/Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD. “Nanti kita anggarkan di P-APBD (Perubahan APBD) 2019 karena sudah ada regulasinya,” tutur dia.

Aziz mengatakan, dalam pasal 19 PP Nomor 18/2017 disebutkan, pimpinan atau anggota DPRD yang meninggal dunia atau mengakhiri masa baktinya diberikan uang jasa pengabdian. Besaran uang jasa pengabdian sebagaimana dimaksud disesuaikan dengan masa bakti pimpinan dan anggota DPRD.

Dengan ketentuan, masa bakti kurang dari atau sampai dengan 1 tahun diberikan uang jasa pengabdian sebesar 1 bulan uang representasi atau gaji. Begitu juga masa bakti sampai dengan 2 tahun, diberikan uang jasa pengabdian sebesar 2 bulan gaji dan seterusnya.

“Pembayaran uang jasa pengabdian dilakukan setelah yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sedangkan, pimpinan dan anggota DPRD diberhentikan dengan tidak hormat maka tidak diberikan uang jasa pengabdian,” pungkasnya.

Kabag Umum Sekretariat DPRD Medan, Andi Syukur Harahap mengakui, memang belum ada dianggarkan uang pesangon dalam pos anggaran Sekretariat DPRD Medan. “Belum dianggarkan memang, karena belum ada penetapannya dari Pemko Medan,” ucapnya.

Kata Andi, pada periode lalu 2009-2014 anggota dewan yang tak terpilih diberikan cincin emas seberat 10 gram. Namun, untuk periode 2014-2019 tidak diperbolehkan lagi. “Periode saat ini tidak diperkenankan lagi memberikan cincin atau hadiah seperti itu,” ujar dia. (ris/ila)