Home Blog Page 5385

Ngantre Panjang, Pembeli dan Penjual Tiket Adu Mulut, Pembelian Tiket Film Avengers di XXI Center Point Ricuh

diva/Sumut Pos MENGANTRE: Para calon penonton mengantre membeli tiket film End Game-Avengers di Cinema XXI Center Point Mall. Sempat terjadi kericuhan antara pembeli tiket dan penjual tiket karena sistem nomor antrean tidak sesuai.
diva/Sumut Pos
MENGANTRE: Para calon penonton mengantre membeli tiket film End Game-Avengers di Cinema XXI Center Point Mall. Sempat terjadi kericuhan antara pembeli tiket dan penjual tiket karena sistem nomor antrean tidak sesuai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Antusias masyarakat Kota Medan yang ingin menyaksikan pemutaran film End Game-Avengers, tak terbendung. Mereka rela ngantre demi menonton film yang sudah dinanti.

Tak ayal, antrean membeli tiket malah berujung ricuh. Ini terjadi di Bioskop Cinema XXI, di Center Point Mall, di Jalan Jawa, Kota Medan, Kamis (25/4).

Awalnya, calon penonton sudah mengantre untuk membeli tiket sejak sejak Kamis pagi (25/4). Antrean calon penonton yang hendak menonton sekuel terakhir film Avengers yang merupakan film rumah produksi Marvel Studios, kemudian menggular panjang.

Hal ini membuat pihak pengelola bioskop kelabakan sehingga terpaksa menggunakan sistem nomor antrean. Tujuannya, agar pembelian tiket film yang di sutradari Russo Brothers berjalan dengan tertib. Namun, bukannya tertib malah terjadi kericuhan.

Adu mulut pun bermula ketika petugas pejual tiket memanggil nomor urut antrean tidak sesuai dengan nomor urut. Mendapat informasi kericuhan tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Medan Timur langsung mendatangi bioskop tersebut.

Untuk menenangkan kondisi tersebut, Kanit Intelkam Polsek Medan Timur, Ipda Handel turun ke lokasi dan meminta kepada pengelola bioskop untuk dapat memberikan solusi untuk penjualan film Avengers tersebut.

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin mengatakan, pelayanan penjualan tiket film tersebut, tidak dilakukan sesuai dengan nomor antrean oleh petugas penjual tiket. Hal itu menuai protes dari calon penonton lainnya.

“Benar terjadi kericuhan antara masyarakat yang ikut antre tiket dengan petugas tiket. Mereka protes adanya calon penonton yang tidak ikut dalam antrean tapi didahulukan oleh petugas,” kata Arifin kepada wartawan di Medan.

Untuk mencegah hal serupa terjadi, Arifin mengimbau masyarakat yang ingin menonton film Avengers untuk tertib. Begitu juga, pengelola bioskop harus melayani calon menonton dengan baik.

“Peristiwa ini jangan sampai terjadi kembali. Kita harapkan masyarakat dan petugas saling menghargai ada utama budaya antri. Kemudian, management akan kita panggil untuk diminta klarifikasinya agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” jelas Arifin.

Terpisah, Manager Bioskop XXI Center Point Mall, Clara enggan memberikan tanggapan atas keciruhan tersebut.”Maaf ya pak, saya tidak bisa dan tidak punya hak memberikan keterangan kepada wartawan,” kata Clara saat dikonfirmasi wartawan. (dvs/ila)

Abang Beradik Tewas Tenggelam

SOPIAN/SUMUT POS DISEMAYAMKAN:Kedua jasad korban disemayamkan di rumah duka ditangisi para keluarga.
SOPIAN/SUMUT POS
DISEMAYAMKAN:Kedua jasad korban disemayamkan di rumah duka ditangisi para keluarga.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Ratusan warga dihebohkan dua bocah abang beradik tewas tenggelam di kolam ikan lele di belakang rumah nenek korban di Desa Gelam Sei Sarimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdangbedagai, Rabu (24/4) sore.

Menurut keterangan saksi mata, Jorlin Lumban Tungkup (28), Kamis (25/4) pagi, dirinya sempat menyapa korban dan teman-temannya. “Saya tanya, kemana kalian. Lalu korban bilang, mereka mau mancing di kolam lele nenekku uda,”ujar Jorlin menirukan ucapan korban.

Tak berapalama, lanjut Jorlin, dirinya pun mendapat kabar bahwa ada dua anak kecil ditemukan tewas di kolam nenek korban.

“Terkejut kali aku, padahal tadi waktu berangkat sudah saya tegur,”keluh Jorlin.

Sedangkan Kapolsek Bandar Khalifah, AKP Sopian membenarkan bahwa kedua korban tewas tenggelam di kolam lele. Sopian mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Namun saat hendak dibawa ke rumah sakit untuk keperluan visum, keluarga korban menolak dan sudah ikhlas. (ian/han)

Awasi Aliran Kepercayaan dan Keagamaan, Kejari DS Bentuk Tim Pakem

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Deliserdang bentuk Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan (PAKEM) di Aula lantai II Kantor Kejaksaan Negeri Deliserdang, Rabu (24/4).

Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang Harli Siregar SH menjelaskan, bahwa kejaksaan mempunyai peran khusus dalam pengawasan terhadap aliran kepercayaan.

Hal itu diatur dalam pasal 30 ayat 3 huruf d UU RI no.16 tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, dan sejalan dengan tugas tersebut diberi kewenangan terhadap pencegahan penyalahgunaan dan /atau penodaan agama yang diatur dalam pasal 30 ayat 3 huruf e UU RI no.16 tahun 2004 tentang Kejaksaan RI yang menyebutkan dalam bidang ketertiban dan ketentraman umum kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan, pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara, pencegahan dan penodaan agama.

Harli juga mengajak semua Camat untuk mengawasi aliran kepercayaan dan keagamaan yang ada di wilayah administrasinya. Sehingga diperlukan sinergitas untuk pengawasan bersama. Bila ada aliran kepercayaan yang diduga menyimpang dapat diantisipasi, agar tidak mencederai kerukunan umat beragama lainnya.

“Karena itu diharapkan agar elemen masyarakat dan forkopimda dapat melakukan pembinaan keagamaan di wilayah masing masing, agar masyarat dapat peka terhadap adanya kelompok-kelompok yang memiliki kumpulan yang menyimpang ,”pinta Kajari .

Sementara Kasi Intel Kejaksaan Negeri Deliserdang, M. Iqbal menyampaikan hal yang menjadi landasan yuridis pembentukan TIM Pengawas aliran kepercayaan dan aliran Kepercayaan keagamaan adalah Undang Undang no.1/PNPS/1965/tentang pencegahan penyalah gunaan dan penodaan agama .

“Negara hanya mengamanatkan enam agama yang dianggap resmi dan legal di Indonesia yaitu Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu,mengacu pada penjelasan pasal 1 Undang undang No.1/PNPS/1965 memang menyebutkan enam agama tersebut dan pasal 2 ayai 1 memberikan wewenang pada Jaksa agung ,Mendagri dan menteri agama dalam suatu keputusan bersama untuk memberikan peringatan keras kepada siapa saja yang melanggar ,dan Presiden mempunyai kewenangan membubarkan organisasi/aliran terlarang yang melanggar pasal 2 ayat (1) dengan mendengar pertimbangan dari Menteri Agama ,jaksa agung dan Menteri Dalam Negeri,”pungkas Iqbal.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Deliserdang Timur Tumanggor berjanji akan melakukan sosialisasi terkait hal ini kepada seluruh kepala sekolah, guru guru dan para siswa yang ada di Kabupaten Deliserdang .

“Kami akan melakukan edukasi pada hal ini , karena hal ini sangat penting bagi para siswa agar mengetahui tentang aliran kepercayaan yang di akui di Indonesia dan peka terhadap aliran aliran kepercayaan yang menyimpang ,” pungkas Timur.

Hadir pada acara pembentukan Pakem, Camat se-Kabupaten Deliserdang, tokoh agama, tokoh masyarakat, forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Dinas pendidikan , Pengurus Gereja Indonesia (PGI) dan sejumlah elemen masyarakat lainnya. (btr/han)

Gebyar Budaya Nusantara di Kabupaten Samosir, Bupati: Tunjukkan Jati Diri dari Kebudayaan yang Dimiliki

EDWIN/sumut pos DISAMBUT: Sekjen Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sri Hartini didampingi Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon, MM beriringan menuju pentas Gebyar Budaya Nusantara yang diikuti 11 Balai Pelestarian Nilai Budaya (BNPB) se-Indonesia.
EDWIN/sumut pos
DISAMBUT: Sekjen Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sri Hartini didampingi Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon, MM beriringan menuju pentas Gebyar Budaya Nusantara yang diikuti 11 Balai Pelestarian Nilai Budaya (BNPB) se-Indonesia.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Kabupaten Samosir menjadi tuan rumah pelaksanaan Gebyar Budaya Nusantara yang bertemakan Harmoni Budaya Menuju Indonesia Bahagia. Pertunjukan ragam budaya dari 11 Balai Pelestarian Nilai Budaya seluruh Indonesia inipun digelar di Komplek Museum Pustaha Batak (Komplek Gereja Katolik Inkulturatif St. Michael Pangururan) yang dibuka pada tanggal 23-26 April 2019 mendatang.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Samosir, para Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya se-Indonesia, Sekjen Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sri Hartini, Kejari Samosir dan pimpinan OPD serta para Camat se-Kabupaten Samosir.

Di lokasi acara, tampak 11 Balai Pelestarian Nilai Budaya (BNPB) se-Indonesia tersebut memperagakan budaya daerah masing-masing. Selain itu, ada juga menghidangkan masakan khas nusantara yang bebas untuk dicicipi para pengunjung.

Bupati Samosir, Drs. Rapidin Simbolon, MM mengatakan, acara ini sangat penting untuk menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Indonesia, khususnya budaya batak di Kabupaten Samosir.

Sebagai daerah wisata, menurutnya, pelestarian nilai budaya sangat penting. Dan berbagai pertunjukan budaya akan menjadi atraksi menarik bagi wisatawan.

Disamping itu, sambung Rapidin, sangat perlu untuk menjaga tergerusnya nilai budaya akibat masuknya budaya asing. “Mari tunjukkan jati diri kita dengan kebudayaan yang kita miliki”ujar Rapidin.

Pada kesempatan itu, Rapidin juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Samosir, untuk tetap memelihara semangat kebersamaan dan persatuan dengan menerapkan nilai-nilai budaya. Dengan kebudayaan yang berbeda-beda tetapi tetap satu dalam bingkai NKRI.

Sementara Sekjen Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sri Hartini mengaku senang dan takjub dengan keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Samosir “Realita yang ada di Samosir luar biasa dan pantas dijuluki negeri indah kepingan surga,” kata Sri Hartini mengawali sambutannya.

Sri Hartini mengajak Pemkab Samosir untuk kerja sama dan berkolaborasi dalam memajukan kebudayaan di Kabupaten Samosir. Keindahan alam ini harus dipadukan dengan nilai budaya. Lebih lanjut dikatakannya, “ulos” yang menjadi ikon dan ciri khas harus tetap terpelihara dan jangan sampai dirampas oleh daerah maupun bangsa lain.

Ikon ini harus tetap kita pelihara dan lindungi. Selain itu, adat istiadat, permainan tradisional yang cukup banyak di Samosir harus dijaga dan dilestarikan.

Untuk tahun 2019, Kementerian Pendidikan akan menyelenggarakan event Pekan Kebudayaan dan Youth Camp bagi para pemuda/i yang memberikan perhatian atau pecinta kebudayaan.

“Mari bergabung dalam event tersebut demi terjaga dan lestarinya kebudayaan kita,” ajak Sri Hartini.(mag8/han)

Binjai Rawan Banjir Musiman

ist BERSAMA:Sekretaris Daerah M Mahfullah Daulay foto bersama petugas BPBD Binjai usai Apel Gelar Pasukan di Lapangan Merdeka Binjai.
ist
BERSAMA:Sekretaris Daerah M Mahfullah Daulay foto bersama petugas BPBD Binjai usai Apel Gelar Pasukan di Lapangan Merdeka Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai menggelar Apel Gelar Pasukan yang dipimpin Sekretaris Daerah M Mahfullah Daulay di Lapangan Merdeka Binjai, Kamis (25/4). Ini dilakukan Pemko Binjai dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional Tahun 2019.

Bencana merupakan salah satu tantangan dalam kelangsungan pembangunan karena mengancam dan mengganggu kehidupan serta mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, harta benda hingga psikologis.

Sebagai upaya penanggulangan bencana tersebut, pemerintah telah menetapkan perangkat hukum yang mengubah paradigma penanggulangan bencana dari responsif ke preventif, atau penanggulangan bencana yang mengedepankan pengurangan resiko bencana.

Sekda mengatakan, terkait ini BNPB fokus melibatkan kaum wanita. Kerentanan perempuan menjadi korban bencana dikarenakan sumber daya dan akses informasi yang cukup rendah.

Seperti banyak wanita yang kurang paham dalam hal informasi penanggulangan bencana, dan simulasi/latihan kebencanaan cenderung diikuti oleh kaum laki-laki. “Saya minta agar memberi penekanan lebih dan menyasar kepada kaum perempuan dengan memberikan edukasi kebencanaan kepada kaum perempuan, baik perorangan maupun secara kolektif melalui organisasi kaum wanita di Kota Binjai,’ jelas Sekda.

“Kita berharap, kaum perempuan juga bisa menjadi aktor yang meminimalisir jatuhnya korban jiwa akibat bencana. Dengan pemahaman kaum perempuan ini, diharapkan mampu mewujudkan kesiapsiagaan keluarga sebagai pondasi ketangguhan masyarakat, bangsa dan negara dalam menghadapi bencana,” sambung Sekda.

Mantan Kadis Perkim Kota Binjai ini menyerukan kepada semua elemen masyarakat Kota Rambutan, agar memiliki kepedulian yang tinggi terhadap berbagai hal yang berkenaan dengan potensi bencana. Seperti kondisi dan kebersihan lingkungan karena Kota Binjai rawan bencana banjir musiman. (ted/han)

Jurtul Togel Dituntut 5 Bulan

Teddy Akbari/sumut pos DITUNTUT: Terdakwa Mustafa Kamal mendengarkan tuntutan JPU Benny Surbakti di Ruang Sidang Candra PN Binjai.
Teddy Akbari/sumut pos
DITUNTUT: Terdakwa Mustafa Kamal mendengarkan tuntutan JPU Benny Surbakti di Ruang Sidang Candra PN Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Linda Marietha Sembiring menuntut Mustafa Kamal (50) lima bulan penjara atas kasus juru tulis togel.

“Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menyatakan Terdakwa Mustafa Kamal melakukan tindak pidana perjudian berupa pidana penjara 5 bulan,”ujar JPU pengganti, Benny di hadapan Ketua Majelis Hakim Rinto Leoni Manullang didampingi anggota Diana Febrina Lubis dan David Sidik Simare-mare, Kamis (25/4).

Usai mendengar tuntutan JPU, majelis hakim mempersilahkan terdakwa untuk memberikan pembelaan.

Menjawab majelis hakim, Mustafa Kamal mengaku menyesali perbuatannya. Karenanya, bapak anak lima ini meminta agar majelis hakim meringankan hukumannya. “Anak saya masih kecil-kecil. Paling kecil umur 3 tahun dan paling besar 19 tahun. Saya menyesal sekali,” kata Kamal.

Mendengar itu, majelis hakim akan mempertimbangkan penyesalan terdakwa. “Semoga ada perubahan ya. Permohonan ini akan kami pertimbangkan,”ujar majelis hakim sembari mengetuk palu sidang ditutup dan dilanjutkan, Selasa (30/4) mendatang, dengan agenda putusan.

Diketahui, Mustafa Kamal ditangkap Tim Resmob Yon A Pelopor Satbrimobdasu bersama dua orang lainnya, yakni Sopian dan Dedi Siswandi selaku pembeli nomor jitu togel di warung kopi milik terdakwa, Kamis 17 Januari 2019 lalu. Dari tangan ketiganya, Resmob Yon A menyita barang bukti berupa uang tunai Rp840 ribu, sejumlah catatan rekapan nomor togel, 1 buah buku erek-erek atau tafsir mimpi dan 3 unit telepon genggam serta 1 unit tablet android.

Sayangnya, dari tiga yang ditangkap dan dilimpahkan ke Polres Binjai, hanya satu saja yang menghadapi dinginnya kursi pesakitan dan meja hijau PN Binjai. Disebut-sebut, dari hasil penjualan nomor togel ini, Kamal mendapat komisi 25 persen dari Supris. (ted/han)

Refleksi dari Eksistensi dan Ekspektasi Masyarakat

IST PENGHARGAAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA menyerahkan piagam penghargaan kepada para kepala OPD peraih peringkat terbaik, dalam menyusun penyelenggaraan Pemda Kabupaten Langkat tahun 2018.
IST
PENGHARGAAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA menyerahkan piagam penghargaan kepada para kepala OPD peraih peringkat terbaik, dalam menyusun penyelenggaraan Pemda Kabupaten Langkat tahun 2018.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Hari-hari Bupati Langkat Terbit Rencana PA terus disibukkan berbagai kegiatan yang cukup menguras tenaga. Meski demikian, Cana, terlihat aktif demi memajukan Kabupaten Langkat.

Kali ini kegiatan diawali dari memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-23 tahun 2019, di jajaran Aparatur Sipil Negeri (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, bertempat di Halaman Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (25/4) sekira pukul 07.30 WIB.

Selanjutnya, Bupati Langkat menerima audiensi pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Langkat, guna membahas rencana pelantikan kepengurusan TP PKK yang baru, di Ruang Rapat Bupati Langkat sekitar pukul 10.00 WIB.

Bupati Langkat, pada saat memimpin upacara, menyampaikan amanat Mendagri RI Tjahjo Kumolo, mengatakan peringatan ini merupakan refleksi dari eksistensi dan ekspektasi masyarakat, kepada pemerintah dalam meningkatkan otonomi daerah untuk mewujudkan kemandirian, kemajuan dan kesejahteraan.

“Hal ini sesuai dengan tema hari otonomi tahun ini, meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik, melalui penyelenggaraan otonomi daerah yang kreatif dan inovatif,” sebutnya.

Sebab, kata Bupati, muara dari pelaksanaan otonomi daerah, adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, serta partisifasi aktif masyarakat, untuk itu diharapkan daerah mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan, kehususan serta potensi keanekaragaman daerah.

“Untuk itu, semua ASN di daerah harus mampu memberikan kualitas pelayanan publik yang lebih baik sebagai pelaksanaan reformasi birokrasi di daerah provisni dan kabupaten/kota nya sendiri,” terangnya.

Usai upacara Bupati Langkat menyerahkan piagam penghargaan kepada para Kepala OPD peraih peringkat terbaik, dalam menyusun penyelenggaraan Pemda Kabupaten Langkat tahun 2018. Diantaranya Dispora juara I, BAPPEDA juara II, Kecamatan Sawit Seberang juara III dan Kecamatan Tanjungpura harapan I, Bag. Perekonomian harapan II, Bag. Kesejahteraan Sosial harapan III. (bam/han)

Lestarikan Budaya Karo Melalui Sapo Angin

SOLIDEO/sumut pos TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau pembangunan Sapo Angin di lingkungan Kantor Bupati Karo.
SOLIDEO/sumut pos
TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau pembangunan Sapo Angin di lingkungan Kantor Bupati Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menjaga dan melestarikan peninggalan budaya, Pemerintah Kabupaten Karo, membangun Sapo Angin, bangunan tradisional Suka Karo. Pembangunan Sapo Angin kini masih dalam tahap pengerjaan, di areal halaman Kantor Bupati Karo.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengungkapkan, inisiatif pembangunan Sapo Angin, untuk melestarikan peninggalan budaya Karo. Pembangunan Sapo Angin, tutur Terkelin Brahmana, diserahkan kepada ahli Sapo Angin.

“Ini inspiratif wujud kepedulian nilai-nilai kearifan lokal budaya Karo, membangun Sapo Angin di sekitar lingkungan halaman Kantor Bupati Karo. Ini bertujuan agar masyarakat Karo khususnya yang datang ke Kantor Bupati dapat melihat, minimal tahu bahwa nilai-nilai budaya Karo, pada eranya begitu tinggi makna dan nilainya,” ujar Terkelin Brahmana saat meninjau pembangunan Sapo Angin, Kamis (25/4).

Bupati menyatakan, Sapo Angin tersebut nantinya dimanfaatkan dalam kegiatan di Pemkab Karo dan masyarakat. Dalam pembangunan Sapo Angin, Terkelin menuturkan, material pembangunan, desain diserahkan kepada ahli Sapo Angin, Salmon Sembiring dan Benediktus Sembiring.

“Kita serahkan kepada ahlinya. Kita tinggal terima bersih, sudah siap pakai. Siap digunakan bagi masyarakat, silakan manfaatkan dan ketahui bahwa budaya Karo masih berkibar serta perlu kita lestarikan dan jaga,” imbuh Terkelin.

Tukang Sapo Angin, Salmon Sembiring dan Benediktus Sembiring mengungkapkan sudah puluhan tahun melakoni sebagai tukang Sapo Angin, juga bangunan khas budaya Karo lainnya, seperti Geriten.

Kedua tukang Sapo Angin, menyebutkan, dalam membangun diperlukan kehati-hatian dalam membangung rangka, pondasi bangunan, dan juga dalam membuat ukiran, relief di bangunan Sapo Angin.

“Sapo Angin yang kami buat biasanya tergantung si pemilik. Tapi kebanyakan yang kami terima orderan itu bahan-bahan yang dibutuhkan berasal dari kami. Sekarang ini bangunan 2,5 meter x 2,5 meter, yang dibangun dengan semua bahan yang ada dan Pemkab Karo akan menerima siap jadi dan siap pakai, dengan biaya Rp40 juta,” ujar Salmon Sembiring dan Benediktus Sembiring.

Waktu pembangunan Sapo Angin, menurut keduanya, diperlukan waktu sekitar satu bulan. “Biasa kami lakukan dalam target satu bulan semuanya sudah clear,” ucap Salmon. (deo/han)

Orok Ditemukan Nyangkut di Batang Bambu

no picture
no picture

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Warga sekitar Jalan Suasa, Kelurahan Tambangan Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, dikejutkan temuan orok berjenis kelamin laki-laki nyangkut di batang bambu di aliran Sungai Padang, Kelurahan Tambangan, Kamis (25/4) sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut Kapolsek Padanghilir, AKP David Sinaga mengatakan, orok berjenis kelamin laki-laki tersebut ditaksir berusia 6-7 bulan, dan diduga hasil hubungan gelap.

“Petugas masih mencari keterangan para saksi, dan mencari orangtua orok yang di buang ke sungai, kini kasusnya sudah kita tangani,”kata AKP David Sinaga.

Untuk saat ini, tambah David, pihaknya telah mengevakuasi orok tersebut ke instalasi jenazah RSUD Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, guna dilakukan autopsi.(ian/han)

BKKBN: Program KB Berlaku untuk Pria dan Wanita

Foto: Istimewa BERSAMA: Perwakilan BKKBN Sumut dan Anggota DPR RI diabadikan bersama usai sosialisasi advokasi dan KIE di Tobasa. 
Foto: Istimewa
BERSAMA: Perwakilan BKKBN Sumut dan Anggota DPR RI diabadikan bersama usai sosialisasi advokasi dan KIE di Tobasa.

TOBASA, SUMUTPOS.CO – Warga Balige mengikuti sosialisasi Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program KKBPK,

Hotel Marsaringgar, belum lama ini.

Sosialisasi dilaksanakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerjanya, Komisi IX DPR RI di

Pada kegiatan itu, warga diedukasi pentingnya program KB bagi keluarga. Dengan demikian, akan melahirkan generasi yang berkualitas. Karena saat ini program KB tidak saja untuk perempuan melainkan juga pria, sehingga setiap kehamilan bisa direncanakan.

“Kehamilan ini harus direncanakan. Dengan perencanaan, anak yang lahir dapat dirawat dengan baik. Suami yang mengelus perut istri saat hamil merupakan cara berkomunikasi dengan anak. Selain itu, gizi ibu yang sedang hamil juga harus diperhatikan,” kata Sekretaris BKKBN Sumut, Yusrizal Batubara SSos.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI DR Saleh Partaonan Daulay MAg, MHum, MA, yang turut hadir, mengapresiasi BKKBN Sumut atas pelaksanaan sosialisasi Advokasi dan KIE tersebut. Kepada seluruh peserta, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, pengendalian jumlah penduduk mencegah persoalan baru. Seperti angka pengangguran, pernikahan dini dan kemiskinan.

“Pengendalian jumlah penduduk ini bisa dilakukan dengan mengatur jarak melahirkan dan mengikuti program KB,” ujarnya.

Untuk memeriahkan kegiatan sosialisasi, panitia menyiapkan berbagai macam hadiah kepada para peserta. Salah satunya sepeda. (rel)