Arif Kurniawan Radjasa, pemilik akun Facebook Antonio Banerra, yang mencatutu nama JPNN, resmi jadi tersangka.
SUMUTPOS.CO – Kepolisian menetapkan Arif Kurniawan Radjasa, pemilik akun Facebook Antonio Banerra sebagai tersangka. Adapun dia sebelumnya ditangkap Polda Jawa Timur karena menyampaikan ujaran kebencian dan mencatut nama Jawa Pos National Network (JPNN).
“Sudah (jadi tersangka),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Minggu (7/3).
Kendati ditetapkan sebagai tersangka, polisi belum melakukan penahanan terhadap Arif. Dia masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Jawa Timur.
“(Belum ditahan) Antonio diriksa di Jatim karena baru semalam,” jelas Dedi.
Sekadar informasi, penyidik Polda Jawa Timur menangkap Arif Kurniawan Radjasa atas dugaan menyebar ujaran kebencian melalui akun Facebook Antonio Banerra. Selain Arif, polisi turut menangkap istrinya, Puji Astutik. Keduanya diamankan di daerah Buncitan, Sedati, Sidoarjo, Sabtu (6/4).
Dalam akun Antonio Banerra, keduanya menuliskan dukungan terhadap salah satu pasangan calon presiden dengan mengaitkan dengan kejadian kerusuhan 1998. Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Barung Mangera menjelaskan motif pria 38 tahun itu menyebar ujaran kebencian karena urusan politik.
Arif tidak ingin Prabowo terpilih sebagai presiden. Kepada penyidik, Arif mengaku keluarganya menjadi korban tragedi 1998. Dari situ, dia tidak ingin Prabowo terpilih sebagai Presiden RI.
Saat menyebarkan ujaran kebencian, Arif mengaku bekerja di JPNN (Jawa Pos Group). Itu dituliskannya pada profil akun Facebook-nya. (JPC)
Foto: Dame/Sumut Pos
EDUKASI: Direktur Engineering PT Agincourt Resources, Ruli Tanio, dalam kegiatan E-Coaching Jam (ECJ) sesi kedua bagi mahasiswa pertambangan di arena PRSU 2019, Sabtu (6/4/2019).
Foto: Dame/Sumut Pos EDUKASI: Direktur Engineering PT Agincourt Resources, Ruli Tanio, dalam kegiatan E-Coaching Jam (ECJ) sesi kedua bagi mahasiswa pertambangan di arena PRSU 2019, Sabtu (6/4/2019).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, mengajarkan cara efisien mencari dan memproduksi emas dalam industri tambang, kepada ratusan mahasiswa di Medan, Sabtu (6/4/2019). Tema pengelolaan tambang disampaikan dalam sesi kedua E-Coaching Jam (ECJ) pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2019.
Direktur Engineering PT Agincourt Resources, Ruli Tanio, dalam sesinya yang mengambil tema ‘Managing Uncertainties and Risks at Martabe Gold Mine’, menjelaskan dunia pertambangan penuh dengan resiko ketidakpastian. Karena itu, penting bagi para SDM di dunia pertambangan, untuk mempelajari cara mengelola ketidakpastian itu menjadi praktik yang efisien dan berkelas dunia.
“Tambang adalah salahsatu bagian dari peradaban manusia sejak zaman purbakala. Teknologi tambang saling terkait dan saling bersambung dengan perkembangan teknologi berikutnya. Salahsatunya tambang emas. Sampai saat ini emas tetap bernilai tinggi karena kuantiasnya terbatas dan manfaatnya besar. Jika dihitung sejak zaman Cleopatra, jumlah keseluruhan emas jika dilebur diprediksi hanya sekitar 20 x 20 x 20 meter berbentuk kubus,” kata Ruli Tanio.
Dengan nilai emas yang tinggi, industri pertambangan selalu mencari cara memproduksi emas untuk mendukung permintaan pasar yang sangat besar. “Tapi di manakah emas itu berada?” tanyanya.
Untuk mencari potensi emas di perut bumi, biasanya ratusan ahli dikerahkan. Mulai dari geologis, para engineer, biologist, ahli lingkungan, dan sebagainya. Pencarian itu membutuhkan biaya besar. Karena banyak ketidakpastian dalam prosesnya. Mulai dari faktor cuaca, bencana alam, peraturan pemerintah, pasar modal, pasar barang-barang, pasar tenaga kerja, dan sebagainya. Semuanya saling mempengaruhi operasional pertambangan. Di sinilah dibutuhkan cara untuk mengelola semuanya agar efektif dan efisien.
Dalam mengantisipasti ketidakpastian cuaca misalnya, para ahli mengumpulkan data mengenai tingkat curah hujan selama 100 tahun terakhir. Data itu dianalisa untuk melihat karakter hujan di kawasan tambang. Data itu kemudian digunakan untuk mendisain pengeboran, mendisain Tailing Storage Facility, mendisain lanskap pit, dan sebagainya.
Foto: Dame/Sumut Pos FOTO BERSAMA: Para pemateri dalam kegiatan E-Coaching Jam (ECJ) sesi kedua PT Agincourt Resources, bagi mahasiswa pertambangan di arena PRSU 2019, Sabtu (6/4/2019).
Untuk proses produksi emas, juga didisain cara pengeboran agar perhitungan hasil mendekati asumsi di atas kertas.
“Di dunia tambang, proses di lapangan tidak sesimple seperti membuat asumsi di atas kertas.
Misalnya, di atas kertas grade emas di Tambang Emas Martabe sekitar 1,5 gram per ton bebatuan. Target 350 ribu troy ounce (1 troy =31,1 gram) emas per tahun. Tetapi jika ada bebatuan yang hanya mengandung 1,2 gram saja per ton, maka perhitungan biaya dan keuntungan bisa meleset total. Di sinilah, para insiyur pertambangan harus mengelola semua ketidakpastian itu,” katanya.
Misalnya, para insiyur pertambangan mengurangi peluang ketidakpastian itu dengan melakukan mix pemboran bebatuan. Caranya, grade 1,2 gram emas per ton bebatuan decampur dengan grade 1,8 gram emas per ton, untuk menghasilkan 1,5 gram emas per ton bebatuan sesuai asumsi di atas kertas.
“Kita bisa belajar dari peraih nobel bidang Fisika asal USA, Richard Feyman, yang mengatakan semua orang boleh menebak. “Tapi selalulah berpikir ilmiah sesuai eksperimen dan experience (pengalaman),” kata Ruli.
Untuk itu, ia mengajak mahasiswa khususnya jurusan pertambangan, agar selalu menggunakan metode ilmiah dalam pertambangan, untuk mengoptimalkan hasil dengan sumber daya yang terbatas.
“Insinyur itu selalu memerangi ketidakpastian dengan cara berjaga-jaga dan menambah persentase kepastian lewat metode ilmiah,” tutupnya.
Foto: Dame/Sumut Pos DRILLING: Senior Engineer Drill And Blast PT Agincourt Resources, Rudolf Sitorus, membawakan materi “Drilling and Blasting Practice at Martabe Gold Mine”, dalam kegiatan ECJ sesi kedua di arena PRSU 2019, Sabtu (6/4/2019).
Menghitung Energi Peledakan
Selain materi mengelola ketidakpastian di dunia tambang, ECJ sesi kedua ini juga membawakan materi terkait “Drilling and Blasting Practice at Martabe Gold Mine”, yang dibawakan oleh Rudolf Sitorus, Senior Engineer Drill And Blast PT Agincourt Resources.
“Mining Departemen bagian pengeboran dan peledakan, adalah yang bertanggung jawab mencari cara yang lebih efisien dengan memberdayakan seluruh potensi untuk mencapai target. Misalnya, mulai dari menentukan lokasi pengeboran bebatuan minggu per minggu, dan mendisain cara peledakan yang lebih efisien,” kata Rudolf.
Bagian Drilling and Blasting, kata dia, mengelola data yang diperoleh dari Departemen Geologi, mempelajarinya untuk proses tahapan selanjutnya. “Semakin bagus tingkat kepercayaan data, hasil dari drill and blast juga akan lebih baik,” cetusnya.
Tahapannya, para insiyur di bagian ini membuat disain drilling di komputer, melakukan preparasi di lapangan, berkoordinasi dengan departemen lain, sebelum melakukan pekerjaannya.
“Intinya, semua harus dihitung. Untuk pengeboran misalnya, dihitung soal disain posisi lubang, tingkat kedalaman, dan tingkat deviasi jika ada potensi kendala,” jelasnya.
Untuk peledakan, dihitung tingkat getaran, tingkat airblast hingga ke pemukiman penduduk, dan tonase bebatuan yang akan diledakkan. “Ada rumus untuk semua perhitungan itu. Intinya, semua harus dikontrol. Pikirkan arah lemparan ledakan yang akan memudahkan divisi mining menggali bebatuan nantinya. Sesuaikan dengan kapasitas peralatan. Pikirkan level safety. Buat tanggul, rambu-rambu, batas eevakuasi dan sebagainya,” kata dia.
Terakhir, cek apakah semua bahan peledak sudah meledak atau tidak. “Blaster bertanggung jawab menyatakan sebuah area aman atau tidak, sebelum pekerjaan dilanjutkan divisi lain,” katanya.
Selain Rudolf, ECJ juga diisi dengan tema Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dibawakan oleh Manager OHS & Training PT Agincourt Resources Hari Ananto.
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono memaparkan, berbagai tema ECJ di PRSU 2019 adalah pengetahuan mengenai aspek-aspek utama yang menjadikan Tambang Emas Martabe sebagai tambang berkelas dunia dan komitmennya dalam menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan.
Selama lebih dari 6 tahun beroperasi penuh, Tambang Emas Martabe telah membuktikan komitmennya pada pengelolaan lingkungan, operasional, keselamatan dan kesehatan, serta sumber daya manusia khususnya penerapan inisiatif keberagaman gender.
Sebelumnya, pada ECJ sesi pertama pada 9 Maret 2019 mengangkat dua tema yakni , Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan di Tambang Emas Martabe, serta Sumber Daya Manusia dan Keberagaman.
ECJ Tambang Emas Martabe merupakan wadah komunikasi baik secara online maupun temu muka, yang memungkinkan para mahasiswa berbagai jurusan terkait dunia pertambangan dari sejumlah universitas di Sumatera Utara untuk mendapatkan bimbingan dari para praktisi Tambang Emas Martabe.
ECJ telah diselenggarakan sejak 2014. Sejak pertama kali diluncurkan, total pemateri yang telah berkontribusi di ECJ yakni 17 orang dan mahasiwa yang menerima manfaat mencapai hampir 1.800 orang di seluruh Indonesia, tidak hanya di Sumut. (mea)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekitar dua minggu lagi, masyarakat Indonesia akan merayakan pesta demokrasi serentak pertama kalinya dalam sejarah. Partai politik di Sumatera Utara pun semakin gencar menyosialisasikan diri untuk meraih kemenangan, dan mengajak masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) menyalurkan hak pilihnya.
Wakil Ketua Partai Gerindra Sumut, Sugiat Santoso mengatakan, menjelang hari pencoblosan 17 April nanti, pihaknya melalui seluruh calon legislatif yang berkontestasi terus turun ke daerah pemilihannya masing-masing. Mereka terus bersosialisasi tentang program, visi, misi dan mengajak agar masyarakat tidak golput. “Waktu (pemilu) yang bersamaan dengan Pilpres membuat kami lebih aktif mendatangi masyarakat dari pintu ke pintu. Cara tersebut jauh lebih efektif saat ini dibanding harus berkampanye besar-besaran,” katanya kepada Sumut Pos, Jumat (5/4).
Dia mengaku semua parpol ingin meraih kemenangan dan punya keterwakilan di semua tingkatan. Karenanya setiap konstestan dituntut untuk militan melakukan sosialisasi hingga ke akar rumput. “Gerindra sudah siap menghadapi pemilu kali ini, baik untuk legislatif maupun pilpres. Sembari menyosialisasikan program partai dan masing-masing caleg, semua kader maupun caleg yang bertarung wajib untuk mengajak masyarakat memilih Prabowo-Sandi sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024,” katanya.
Sekretaris Partai Golkar Sumut, Riza Fahrumi Tahir juga berpendapat serupa. Pihaknya begitu siap dan fokus dalam menghadapi Pemilu 2019, serta merealisasikan target perolehan kursi dari DPP. “Seluruh kader Golkar yang khususnya caleg yang bertarung tentu sudah memahami apa kebutuhan masyarakat di dapilnya. Tinggal bagaimana meyakinkan mereka untuk memilih kita dan partai kita, sehingga Golkar mampu kembali berjaya bahkan merebut kursi pimpinan dewan di semua tingkatan yang ada,” paparnya.
Ia menambahkan, posisi Golkar melalui survey hari ini masih cukup bagus. Itu artinya masih ada optimisme untuk merebut kemenangan dalam pesta demokrasi serentak pertama dalam sejarah. “Begitupun kami tetap himbau agar dengan sisa waktu yang ada ini, semua perangkat termasuk caleg yang maju untuk semakin meningkatkan intensitas turun ke dapil, mendatangi warga door to door, mendengarkan apa keluhan dan aspirasi mereka,” katanya.
Setali tiga uang, Wakil Ketua PDI Perjuangan Djumiran Abdi mengatakan menjelang hari pencoblosan seluruh caleg mereka semakin intens turun ke dapil masing-masing. Pihaknya juga senantiasa mengajak agar masyarakat menggunakan hak pilihnya untuk datang ke TPS. “Dengan begitu semakin menunjukkan bahwa demokrasi kita sudah berjalan baik. Bahwa golput sebenarnya menjadi masalah klasik dalam setiap momen pemilihan. Kami sebagai parpol punya tanggung jawab untuk ikut berpartisipasi meminimalisir angka golput,” katanya.
Partai Berkarya dan PSI juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas. “Seperti yang saya ucapkan beberapa waktu yang lalu, kami sepakat tidak melakukan kampanye akbar. Hal seperti itu sudah tidak efektif lagi, sudah bukan masanya lagi. Sekarang masyarakat sudah jauh lebih cerdas dan kami lebih memilih untuk mengunjungi masyarakat secara door to door. Semakin mendekati hari pemilu, kader-kader kami semakin gencar dan bersemangat dalam melakukannya,” ucap Ketua DPD Partai Berkarya, Rajamin Sirait kepada Sumut Pos, Jumat (5/4).
Rajamin mengatakan, partainya siap dalam menghadapi pemilu 2019 ini. Apalagi, sosialisasi secara door to door yang telah dilakukan partainya sejak jauh-jauh hari dianggap sudah cukup signifikan. “Jadi sebenarnya kalau sosialisasi itu harus sudah dari jauh-jauh hari. Saat mendekati hari pemilu seperti ini sebenarnya bahasa yang tepat itu bukan lagi sosialisasi, akan tetapi lebih kepada mengingatkan para masyarakat terhadap program-program partai yang telah kita sampaikan sebelumnya. Karena sosialisasi kita selama ini sudah sangat matang, maka kitapun siap dalam menyongsong Pemilu 2019 ini. Kita optimis menghadapi pemilu ini,” kata Rajamin.
Terkait fenomena ‘serangan fajar’ yang sangat sering terdengar saat hari-hari terakhir menjelang pemilu, Rajamin menyebutkan, itu adalah metode lama yang tidak perlu lagi terjadi dalam dunia politik di Indonesia. “Kapan mau maju bangsa ini kalau sedikit-sedikit ‘serangan fajar’. Sudahlah, masyarakat sudah harus bisa meninggalkan itu. Kalau masyarakat kita seperti itu terus, kapan majunya bangsa ini? Banyak yang datang kepada saya menawarkan jasa untuk mengumpulkan suara terhadap kader-kader kami, tapi saya bilang tidak. Cukuplah, saya juga bilang pada kader-kader kami yang menjadi Caleg agar jangan pernah mau dieksploitasi sama ‘pedagang-pedagang suara’ yang tidak benar itu”, tegasnya.
Senada dengan itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga terus melakukan sosialisasi saat menjelang hari-hari terakhir berkampanye. “Sesuai dengan arahan dari pak Jokowi, kami terus melakukan sosialisasi secara door to door sampai hari-hari terakhir dalam berkampanye”, ungkap ketua DPD PSI Sumut, Fuad Ginting kepada Sumut Pos, Jumat (5/4).
Menanggapi hal itu, pengamat sosial politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Sohibul Ansor Siregar mengatakan, waktu kampanye yang diberikan penyelenggara pemilu sudah cukup. Namun, semua itu tergantung kepada masing-masing partai politik dalam menggunakan waktu tersebut.
“Yang terpenting itu adalah efektivitas dalam melakukan sosialisasi dalam masa kampanye, bukan lamanya berkampanye. Waktu yang lama kalau tidak efektif juga percuma, yang ada justru membuat masyarakat jenuh dengan terus diperdengarkan visi dan misi. Maka, pastikan bahwa kampanye yang dilakukan itu efektif, waktu yang singkat atau pun tidak, itu bukanlah masalah”, ucap Sohibul kepada Sumut Pos, Jumat (5/4).
Apalagi, kata Sohibul, yang disebut dengan sosialisasi partai politik adalah hal yang harusnya dilakukan sejak jauh-jauh hari, bukan harus menunggu masa kampanye tiba. “Sekarang kan tren nya sudah berubah, kemeriahan kampanye itu sudah ‘diborong’ habis oleh kampanye pilpres.
Yang paling realistis untuk dilakukan partai politik saat ini adalah sosialisasi secara langsung dengan cara menemui masyarakat secara ‘face to face’. Sedangkan sosialisasi dengan cara itu kan sebenarnya sudah bisa dilakukan jauh sebelum masa kampanye itu tiba, tidak harus menunggu waktu yang telah dekat dengan pemilu. Makanya jelas, siapa yang mampu melakukan sosialisasi secara efektif, maka itu akan berdampak baik untuk pihaknya”, tutupnya. (prn/mag-1)
GANGGU
Antoine Griezmann bakal menjadi pengganggu Barcelona mempertahankan puncak klasemen sementara La Liga, Minggu (7/4) dini hari nanti.
GANGGU Antoine Griezmann bakal menjadi pengganggu Barcelona mempertahankan puncak klasemen sementara La Liga, Minggu (7/4) dini hari nanti.
BARCELONA, SUMUTPOS.CO – Pemimpin klasemen sementara La Liga, Barcelona, bakal meladeni Atletico Madrid di Camp Nou pada jornada 31, Minggu (7/4). Bagi Barca, ini adalah laga yang wajib dimenangkan. Kemenangan akan menjauhkan Blaugrana, julukan Barcelona, dari kejaran rival terdekatnya itu, dalam persaingan menuju tangga juara.
Di laga terakhirnya, Barca melawan tuan rumah Villarreal, dan hampir kalah Sempat unggul 2-0 melalui gol Philippe Coutinho dan Malcom, Barcelona kemudian tertinggal oleh 4 gol balasan Villarreal. Barcelona selamat berkat gol-gol Lionel Messi dan Luis Suarez di pengujung laga.
Lini pertahanan Barcelona terlihat keropos saat melawan Villarreal. Itu tak boleh terulang saat menghadapi Atletico, jika mereka tak mau berada dalam bahaya besar.
Atletico baru saja meraih 2 kemenangan beruntun tanpa kebobolan di La Liga. Pasukan Diego Simeone itu, menekuk tuan rumah Alaves 4-0 lewat gol-gol Saul Niguez, Diego Costa, Thomas Partey, dan Alvaro Morata. Kemudian menang 2-0 saat menjamu Girona melalui gol-gol Diego Godin dan Antoine Griezmann.
Atletico besutan Simeone biasanya menampilkan permainan hebat setiap kali berhadapan dengan Barca. Namun, Barcelona biasanya selalu lebih diunggulkan. Namun Atletico hampir tak pernah membiarkan Barca menang dengan mudah.
Barcelona hanya sekali clean sheet dalam 11 laga terakhirnya melawan Atletico di semua kompetisi. Satu-satunya clean sheet itu ketika menang 1-0 di Camp Nou lewat tendangan bebas Messi pada musim 2017/2018 lalu.
Seperti diketahui, pada pertemuan pertama di La Liga musim ini (jornada 13), Barcelona meraih hasil imbang 1-1 di kandang Atletico. Tertinggal oleh gol Diego Costa dari assist Antoine Griezmann menit 77, Barcelona menyamakan kedudukan lewat gol pemain pengganti Ousmane Dembele dari assist Messi menit 90.
Dalam laga kandangnya melawan Atletico di La Liga musim lalu, Barcelona menang tipis 1-0 melalui gol tendangan bebas Messi. Barcelona tak terkalahkan dalam 7 laga terakhirnya melawan Atletico di semua kompetisi, tapi lebih sering imbang (4) daripada menang (3). Tiga kemenangan yang diraih Barcelona atas Atletico selama periode tersebut, semuanya mereka dapatkan dengan margin satu gol.
Barcelona tak terkalahkan dalam 12 laga kandang terakhirnya melawan Atletico di La Liga. Mereka juga belum terkalahkan dalam 16 laga kandang terakhirnya melawan Atletico di semua kompetisi.
Sementara Messi telah mencetak 28 gol dalam 37 penampilan melawan Atletico di semua kompetisi. Dan Griezmann baru mencetak 6 gol dalam 25 penampilan melawan Barcelona di semua kompetisi.
Sementara terkait rumor kepindahan Griezmann ke Barcelona, mendapat tanggapan dari legenda Barcelona, Rivaldo. Dia merasa wajar jika melihat Griezmann enggan pindah ke Barca. Rivaldo menilai, pemain seperti Griezmann tidak akan bersedia pindah ke klub di mana dia hanya jadi ‘nomor dua’.
Griezmann sempat dikabarkan selangkah lagi menjadi pemain Barcelona pada akhir musim 2017/2018 lalu. Saat itu, dia sudah mengkonfimasi tertarik pindah ke Camp Nou. Barcelona pun bersedia menebus klausul pelepasannya.
Namun, Griezmann kemudian berbelok arah pada fase akhir kesepakatan. Pemain asal Prancis itu, memilih bertahan di Atletico. Dia kemudian meneken kontrak baru dengan klub asal Ibukota Spanyol tersebut.
Menurut Rivaldo, keberadaan Messi di Barcelona menjadi penghalang bagi kepindahan Griezmann. Sebab, selama ada Messi, setiap pemain bintang yang datang hanya akan jadi ‘nomor dua’. La Pulga tetap yang nomor satu.
Rivaldo menduga, alasan itulah yang membuat Griezmann enggan pindah ke klub asal Catalunya itu. Dia tidak ingin pindah jika hanya menjadi bayang-bayang Messi belaka.
“Saya tidak kecewa karena Griezmann tidak jadi menandatangani kontrak dengan Barcelona, karena setiap pemain punya cara sendiri dalam melihat sesuatu,” jelas Rivaldo, seperti dilansir Marca.
“Ada banyak pemain hebat di Barcelona, dan sulit memang untuk berada di bawah bayangan Messi. Griezmann adalah juara dunia, pemain yang sangat saya sukai,” pungkas pria yang juga legenda sepak bola Brasil ini. (bln/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengemplang pajak sebesar Rp450 miliar, Husin (45), seorang pengusaha Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan eksportir CPO ditahan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditreskrimsus Poldasu di Ruang Tahanan Mapolda Sumut sejak Kamis (4/4) malam. Sebelum ditangkap petugas, Husin sempat berusaha melarikan diri hingga sempat terjadi aksi kejar-kejaran.
PENANGKAPAN dan penahanan terhadap pengemplang pajak ini dibenarkan Dirreskrimsus Poldasu Kombes Rony Samtana. “Ya, yang bersangkutan sudah ditahan di sel Mapoldasu, kasusnya ditangani PPNS,” kata Kombes Rony Samtana kepada wartawan, Jumat (5/4).
Namun mantan penyidik KPK itu enggan memberi keterangan lebih lanjut. “Bisa ditanya ke Ditjen Pajak. Kami hanya membantu memfasilitasi untuk penyidikannya. Mereka menyerahkan tersangka Husin untuk dilakukan pemeriksaan. Yang jelas Husin sudah ditahan,” pungkasnya.
Seorang petugas yang ikut menangkap dan tidak bersedia disebut namanya menyebutkan, pengusaha Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan eksportir CPO itu ditangkap pihak intelijen pada Rabu (3/4) di kawasan Jalan Gaharu simpang Jalan Sejati, saat mengendarai mobil Lexus BK1143 EG. “Penangkapan dilakukan bekerja sama dengan pihak Dirjen Pajak, karena tersangka pengusaha turunan Tionghoa itu diduga tidak membayar pajak senilai Rp450 miliar,” sebutnya.
Disebutkan, penangkapan terhadap Husin yang tinggal di Komplek Perumahan elit Royal Golf Mensen Royal Sumatera itu berjalan cukup melelahkan. “Selama dua hari kami menguntit pergerakan dia. Ke mana dia tetap kami ikuti,” sebutnya.
Ia menceritakan, kronologis penangkapan dimulai dari kawasan Galang Kabupaten Deli Serdang saat melakukan ziarah kubur kepada leluhur (Cheng beng, Red)n
Usai ziarah, Husin dengan mengendarai mobil Lexus BK.1143 EG meluncur ke Medan. Tim yang juga mengenderai mobil tetap mengikuti dari belakang.
Di tengah perjalanan, Husin seolah mengetahui kalau dirinya ada yang mengikuti, lalu dia berupaya menghilangkan jejak dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia masuk ke jalan kecil dan berputar ke sebuah komplek perumahan di kawasan Padang Bulan, sebelum kemudian tiba-tiba memutar haluan dengan kecepatan tinggi dan berputar-putar kawasan Kota Medan. Mengakibatkan, petugas sempat kewalahan dan nyaris kehilangan jejak.
Setelah melakukan penguntitan yang cukup melelahkan, akhirnya mobil Lexus tersebut berhasil dihalau petugas di kawasan Jalan Gaharu, Rabu (3/4) sekira pukul 11.20 WIB.
Pria yang saat itu mengenakan kaos warna putih dan jeans warna biru serta sepatu chat warna hitam itu langsung dibawa ke kantor Ditjen Pajak Suka Mulia Jalan Palang Merah yang kemudian ditangani petugas bernama Muliadi. Selanjutnya, Husin diserahkan penanganannya kepada petugas PPNS Polda Sumut.
Husin disebut-sebut sebagai pemilik PKS PT Agrindo Sumatera yang memproduksi CPO, beralamat di Jalan Serbajadi, Desa Karang Tengah Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai. Selain PKS, dia juga diduga memiliki sejumlah perusahaan di Sumut.
Kasus dugaan penggemplangan pajak itu disebut dilakukan dengan mengalihkan pabrik kelapa sawit atas nama orang lain.
Informasi menyebutkan, Husin sudah pernah ditangkap dalam kasus yang sama. Namun tidak diketahui pasti apakah pajak kekayaannya dibayar atau tidak, karena belakangan dia sudah dibebaskan.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2000 tentang penagihan pajak dengan surat paksa, pencegahan pergi ke luar negeri dikenakan bagi WP yang memiliki utang pajak sebesar Rp 100 juta. Sementara itu, penyanderaan dilakukan paling lama enam bulan dan dapat diperpanjang untuk enam bulan kemudian. (dvs)
Triadi Wibowo/Sumut Pos
TIBA: Jenazah Sutopo alias Komeng, korban penembakan OTK saat tiba di rumah duka, Jumat (5/4) sore.
Triadi Wibowo/Sumut Pos TIBA: Jenazah Sutopo alias Komeng, korban penembakan OTK saat tiba di rumah duka, Jumat (5/4) sore.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga di kawasan pinggir rel Jalan Bambu II, Kelurahan Glugur Darat Medan Timur, dibuat geger oleh suara tembakan beberapa kali yang dilesakkan sekelompok pemuda, Jumat (5/4) siang. Di saat bersamaan, Sutopo alias Komeng (45), pun roboh bersimbah darah. Nyawanya tak terselamatkan, meski sempat dibawa ke rumah sakit.
Siang itu, Komeng baru saja pulang salat Jumat. Seperti biasa, dia bersama teman-temannya duduk-duduk di bawah proyek jalur layang kereta api, persis di depan rumah orangtuanyan
Tiba-tiba dari arah simpang, beberapa orang tak dikenal membawa senjata soft gun, menembak membabi-buta. “Saya juga ada di situ waktu kejadian. Macam aksi koboi, mereka menembaki kami. Kurang tahu pasti berapa jumlah mereka. Kami pun membalas pakai batu,” jelas adik korban, Eko Suwarno kepada wartawan di rumah duka.
Aksi penembakan brutal itu ternyata mengenai tubuh Komeng. Lelaki malang itupun langsung roboh dan terkulai lemas di atas tanah. “Rupanya dia (Komeng) kena peluru nyasar. Mereka bawa soft gun yang panjang gitu seperti senapan angin. Dia kena di bagian dada dan tembus ke jantung,” ungkap Eko lagi.
Setelah puas menembaki, para pelaku langsung melarikan diri. Melihat kondisi Komeng yang terbaring di tanah bersimbah darah, mereka lalu melarikannya ke Rumah Sakit Imelda di Jalan Bilal. “Ya itulah, abang saya sudah tak terselamatkan waktu kami bawa ke rumahsakit. Begitu sampai rumah sakit, dokter bilang abang sudah nggak ada (meninggal),” katanya.
Sejauh ini, lanjut Eko, keluarga maupun warga lainnya belum mengetahui siapa pelaku penyerangan itu. Namun, kata Eko, ada sekita 6 atau 8 orang yang melakukan penyerangan itu. “Tadi yang saya lihat ada yang pegang softgun laras panjang. Pelurunya bulat, itu yang mebembus badan abang kami,” sebutnya.
Ketika ditanya, apakah selama ini korban pernah bermasalah dengan orang lain, Eko mengaku tak tahu-menahu soal itu. Ia menyebut, selama ini Komeng orangnya terkenal baik, tidak banyak biacara. “Kalau setahu saya korban tak pernah ada masalah. Tapi, ya saya tidak tahu juga. Ya, pastinya masalah pribadi abang di luar, dia bagaimana saya tidak tahu,” ungkapnya.
Menurut Eko, Komeng tinggal di daerah Bangsal, seputaran kawasan Jalan Putri Hijau sementara lokasi penembakan merupakan kediaman orangtuanya. “Kebetulan saja memang abang hari ini datang melihat ibu. Ya harapan kami agar pelaku penembakan bisa segera ditangkap polisi,” ungkapnya.
Mengetahui Komeng meninggal dunia akibat penembakan itu, pengurus Serikat Tolong Menolong (STM) langsung memasang tenda di depan rumah orang tua Komeng. Sang Ibu, Painem tampak tetap tidak kuasa menahan air matanya yang terus bercucuran menangisi kepergian anaknya itu. Berulang kali Painem mondar-mandir keluar masuk rumah dengan wajah yang dibanjiri air mata. Ia menanti kedatangan jenazah anaknya.
Sekitar pukul 16.53 WIB, akhirnya jenazah Komeng tiba dari RS Imelda Medan. Kedatangan jenazah Komeng disambut deraian air mata dari segenap sanak saudara.
Jenzah Komeng diturunkan dari ambulans RS Imelda menggunakan Brankar dorong (ranjang pasien). Tubuhnya ditutupi kain berwarna merah. Terlihat Eko ikut mengangkat Brankar dorong hingga sampai ke depan pintu masuk rumah.
Anak korban yang mengenakan pakaian kemeja jeans dengan rambut keriting, juga ikut menangis tidak percaya ayahnya telah tiada.
Sanak saudara maupun tetangga sekitar rumah, langsung beranjak masuk ke dalam rumah saat jenazah di baringkan di dalam rumah tersebut.
Ibu korban, Painem tak henti-hentinya terus menangis sambil memandangi wajah anaknya itu. “Kan kau bagus tadi tidur,” ucap Painem sambil berulang kali mengelus wajah Komeng dari dahi hingga ke ujung hidung.
“Kalaulah kau tadi tidur, mungkin nggak akan begini jadinya,” tutur Painem sambil menangis memandangi wajah anaknya yang telah tiada.
Sementara itu, adik ipar korban perempuan bernama Asri (33) mengatakan sebenarnya abangnya baik dan tak pernah aneh-aneh. “Dia nggak ada musuh, baiknya orangnya. Tapi kenapa begini,” ujar Asri sambil menangis. Hingga kini, belum bisa dipastikan siapa penembak misterius yang menghilangkan nyawa Komeng tersebut.
Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa empat orang saksi. “Sudah 4 orang saksi kita lakukan pemeriksaan. Kasus ini masih diselidiki,” ungkapnya.
Lebih lanjut Arifin menjelaskan, berdasarkan keterangan yang didapatkannya dari para saksi, kronologis kejadian ini bermula, saat lima orang pria yang membawa senjata laras panjang dan pendek seperti soft gun serta samurai mencari keberadaan lokasi warung omak. Namun, kemudian terjadi keributan dengan warga setempat.
Selanjutnya, terang Arifin, oleh pelaku langsung menembakan senjata tersebut sehingga dikejar masyarakat. Akan tetapi, ketika keributan bergeser, korban terlihat sudah memegang dada sebelah kirinya. “Sehingga tak berapa lama, korban pun terjatuh dengan dada berdarah,” jelasnya.
Karenanya, sambung Arifin, korban pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Imelda untuk mendapatkan pertolongan. Namun saat petugas pergi ke rumah sakit yang berada di Jalan Bilal tersebut untuk memastikan keadaannya, korban ternyata sudah tak bernyawa. “Untuk itu, kita lalu berkoordinasi dengan keluarga korban, supaya diilakukan otopsi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan,” terangnya.
Arifin mengaku, sejauh ini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap para tersangka yang melakukan penyerangan itu. Saat ini imbuh dia, pihaknya telah membentuk tim khusus (Timsus) untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut. “Saat ini sudah dibentuk Timsus dari kasus tersebut,” pungkasnya. (dvs)
Triadi Wibowo/Sumut Pos
SWAFOTO: Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo berswafoto dengan pendukungnya di Gedung Serba Guna Jalan Willem Iskandar, Jumat (5/4) malam.
Triadi Wibowo/Sumut Pos SWAFOTO: Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo berswafoto dengan pendukungnya di Gedung Serba Guna Jalan Willem Iskandar, Jumat (5/4) malam.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) melakukan safari politiknya ke sejumlah tempat di Sumut. Ia tiba di Bandara Kualanamu, Jumat (5/4) malam sekitar pukul 19.45 WIB.
Informasi yang diperoleh, Jokowi langsung menggelar pertemuan di Gedung Serba Guna Jalan Willem Iskandar Medan. Di sana Jokowi bersilaturahmi dengan masyarakat Sumut.
Berbicara selama 22 menit sejak pukul 21.42 WIB, calon presiden Jokowi berusaha memompa semangat para pendukungnya yang hadir di gedung futsal di area Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, Jumat (5/4) malam. Jokowi yang hadir didampingi Menkumham Yasonna Laoly dan Kepala Staf Presiden Moeldoko, berkeyakinan akan menenangkan Pilpres, setidaknya dengan raihan 65 persen suara di Sumut.
Seharusnya menurut Jokowi, tidak sulit bagi para pendukungnya untuk mewujudkan kemenangan 65 persen. Sebab, kepadanya ada tim dari beberapa kabupaten/kota yang menyanggupi menenangkan 80 hingga 95 persen di wilayah masing-masing. “Ada yang bilang ke saya bisa menenangkan 80 persen, ada pula 90 bahkan 95 persen. Apakah yang hadir di sini bisa memenangkan 65 persen,” tanya Jojowi yang kemudian dijawab teriakan serempak “Bisa…” oleh seluruh peserta pertemuan terbatas yang berjumlah kurang lebih 3.000 orang.
Jokowi mengingatkan bahwa pada Pilpres 2014 dia bisa meraih kemenangan lebih dari 50 persen. Padahal belum menjadi warga Sumut. Sembari meminta menantunya Bobby Nasution naik ke atas panggung, dia mengaku kalau sekarang sudah menjadi warga Sumut. “Awas kalau kita tidak menang, padahal saya sudah jadi warga Sumut,” ungkapnya yang kemudian dibalas tawa bergemuruh.
Selain mengadakan pertemuan dengan tertutup di Medan, Jokowi yang hadir didampingi oleh Iriana Jokowi juga akan menggelar pertemuan tertutup dengan tim suksesnya di Kabupaten Asahan. Dari Medan, capres nomor urut 01 itu akan menggunakan helikopter menuju ke Kabupaten Asahan pada hari, Sabtu (6/4). Heli yang ditumpangi Jokowi akan mendarat di Stadion Mutiara Kabupaten Asahan.
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumut Jokowi-Ma’ruf Amin, Djumiran Abdi membenarkan kabar tersebut. Kata dia, pertemuan akan dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kota Kisaran pukul 09.00 WIB. “Pertemuannya tertutup bersama tim pemenangan dalam rangka menyongsong pemilu. Sekitar dua ribu orang (massa akan hadir),” katanya saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (5/4).
Catatan Sumut Pos, pada tanggal dan hari ini, merupakan jadwal kampanye rapat umum atau kampanye akbar paslon capres 02, Prabowo-Sandi dan seluruh parpol pendukungnya. Disinggung soal ini, Djumiran menyebut boleh-boleh saja meski bukan jadwal dan waktu capres 01 kampanye, sebab pertemuan dilakukan secara tertutup. “Ya enggaklah (melanggar), kan kampanye tertutup. Boleh kalau pertemuan tertutup. Kan dengan internal tim pemenangan. Namanya sampai dua ribu massa, tentu ada juga masyarakat yang hadir,” kata Wakil Ketua PDI Perjuangan Sumut ini.
Diakui dia, kehadiran Jokowi untuk merapatkan barisan bersama internal tim pemenangan di Sumut. Namun Djumiran tidak mengetahui persis selama berapa hari Jokowi berada di Sumut. Termasuk setelah pertemuan internal tersebut, apakah ada agenda Jokowi yang lain. “Kalau mengenai itu saya tidak tahu. Cuma agenda beliau sudah dijadwal hadir untuk pertemuan internal bersama tim pemenangan besok. Lagian sudah dipesan juga kue sebanyak dua ribu kotak untuk tamu undangan, mau dikemanakan kue sebanyak itu kalau tak jadi acaranya,” pungkasnya.
Setelah dari Asahan, Jokowi dan rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Bandara Kualanamu, Deliserdang. Selanjutnya, Jokowi bertolak ke Bandara Hang Nadim, Batam untuk menghadiri kampanye akbar.
Anggota Bawaslu Sumut Marwan mengatakan, tidak ada masalah jika bukan waktu kampanye capres 01 menghadiri pertemuan rapat terbatas atau tertutup. Menurut dia, metode kampanye yang diatur sesuai regulasi yang ada, bukan hanya dengan pola pengerahan massa atau rapat umum. “Iya, tidak ada masalah.
Selama rentang waktu 24 Maret sampai 13 April ini, yang diatur itukan kampanye paslon di media massa dan kampanye rapat umum. Kecuali yang bersangkutan melakukan kampanye pengerahan massa pada tanggal yang bukan sesuai jadwal dia,” katanya seraya mengakui sudah mengetahui kabar kehadiran Jokowi ke Kisaran hari ini.
Meski demikian, pihaknya sudah mewanti-wanti dan bahkan mengingatkan, supaya Bawaslu Asahan memantau sungguh-sungguh acara yang dihadiri Jokowi hari ini. Antara lain, sebut Marwan, keterlibatan para menteri Jokowi dalam setiap momen kampanye serta pemanfaatan fasilitas negara. “Kalau itu jelas tidak diperbolehkan (pakai fasilitas negara). Kami sudah ingatkan kawan-kawan (Bawaslu) Asahan untuk mencatat bilamana ada temuan di lapangan, supaya kita bisa proses lebih lanjut,” katanya.
Danrem dan Polres Asahan Gelar Gladi Resik
Menyambut kedatangan Joko Widodo di Kisaran, Korem 022/PT dan Polres Asahan menggelar apel pasukan dan gradi resik, Jumat (5/4). Rencananya, rombongan Capres nomor urut 01 ini akan datang ke Kisaran dengan menumpang helikopter dan turun di Stadion Mutiara Asahan, Sabtu (6/4) pagi pukul 10.00 WIB. Selanjutnya rombongan menuju lokasi acara di GOR Serba Guna Jalan Mahoni.
Gladi resik kemarin langsung dipimpin Komandan Korem (Danrem) 022/PT Kolonel Inf Raden Wahyu Sugiarto, yang juga selaku Dansatgas Pamwil VVIP. Dalam kesempatan itu, Danrem menyampaikan amanat Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI M Sabrar Fadillah, bahwa pengamanan Presiden adalah menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan Presiden RI. Pasukan juga wajib menjamin keamanan wilayah yang menjadi kunjungan Presiden RI setiap saat dan dimana pun.
“Dimana Ancaman terhadap Presiden bukan hanya ancaman pribadi. Namun ancaman dapat menjatuhkan kehormatan dan kedaulatan negara, martabat serta kewibawaan pemerintah,”katanya.
Dilanjutkannya, apel gelar pasukan ini menggambarkan totalitas kesiapan pengamanan. Mulai dari H-1 sampai dengan selesainya kunjungan kerja Presiden Joko Widodo dan Ibu Hj Iriana di Kabupaten Asahan.
Selesai membacakan amanat Pangdam I Bukit Barisan, Danrem 022/PT menyematkan tanda PAM Pengamanan VVIP kepada perwakilan personil TNI dan Polri. Amatan wartawan telah disiapkan ribuan personil gabungan dari TNI dan Polri untuk menyambut kedatangan Orang Nomor 1 di Republik ini. (prn/omi)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SIDANG: Bupati Labuhanbatu nonaktif Pangonal Harahap mendengarkan vonis Majelis Hakim terhadap dirinya terkait kasus suap fee proyek di Pengadilan Negeri Tipikor Medan, Kamis (4/4). Pangonal tidak mengajukan banding atas vonis 7 tahun penjara dan pencabutan hak politiknya selama 3 tahun yang dijatuhkan kepadanya.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SIDANG: Mantan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap terdakwa kasus suap menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Tipikor Medan, Kamis (4/4).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus suap terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018, menjadi titik nadir dalam kehidupan Pangonal Harahap. Selain harus menjalani hukuman atas tindak pidana korupsi, mantan Bupati Labuhanbatu itu kini pailit. Hartanya habis, sehingga tak mampu membayar uang pengganti sebesar Rp42,28 miliar dan SGD218.000, serta denda sebesar Rp200 juta.
SESUAI vonis majelis hakim yang diketuai Irwan Effendi kemarin, Pangonal Harahap dijatuhi hukuman 7 tahun penjara denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan. Selain itu, Pangonal juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp42,28 miliar dan SGD 218.000. Dengan ketentuan, jika tidak dibayar dalam satu bulan, maka harta bendanya disita. Jika tidak mencukupi juga untuk menutupi kerugian negara, maka diganti dengan hukuman satu tahun penjara.
Herman Kadir selaku kuasa hukum Pangonal mengungkapkan, kliennya dapat dipastikan tidak akan mampu membayar uang pengganti dan denda yang dibebankan kepadanya. “Dari mana uangnya untuk mengganti dan membayar denda itu? Sudah habis hartanya, tujuh turunan nggak akan mampu dia membayarnya,” ucap Herman Kadir kepada Sumut Pos, Jumat (5/4).
Diakuinya, tambahan kurungan merupakan jalan terbaik bagi Pangonal untuk membayar uang pengganti dan denda tersebut. “Kalau denda kan Rp200 juta hukumannya 2 bulan. Kalau uang pengganti Rp42,58 miliar dan 281.000 dollar Singapura hukumannya setahun. Lebih memilih kurungan sajalah daripada harus mengganti,” katanya.
Dengan demikian, dari 7 tahun vonis diberikan majelis hakim Pangadilan Tipikor Medan, Pangonal setidaknya harus menjalani hukuman selama 8 tahun 2 bulan. “Intinya kita menerima putusan majelis hakim,” tandas Herman Kadir.
Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mayhardi Indra masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim. “Kami masih akan mempertimbangkan untuk banding. Karena kita harus mempelajari dulu putusannya. Jadi, nanti setelah kami terima putusannya, akan bersikap apakah akan melakukan banding atau menerima putusan hakim,” tandasnya.
Diketahui, Pangonal Harahap bersama ajudannya diamankan dalam operasi tangkap tangan ( OTT) yang dilakukan KPK di Bandara Sorkarno Hatta pada 17 Juli 2018 lalu. Di saat bersamaan, Tim KPK juga mengamankan 3 orang lainnya yang diduga terlibat di Kabupaten Labuhanbatu. Ketiganya dari pihak swasta, kemudian dibawa ke Polres Labuhanbatu untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta.
Penangkapan Pangonal cs ini diduga terkait korupsi dan suap pada proyek pengadaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Labuhanbatu. KPK menyita sejumlah barang bukti, di antaranya bukti transaksi dan penarikan uang senilai ratusan juta.
Rekam Jejak Pangonal Harahap
Pangonal Harahap adalah bupati ke-18 Kabupaten Labuhanbatu. Pilkada serentak 2015 mendapuk dirinya dan Andi Suhaimi menjadi bupati dan wakil untuk periode 2016-2021, mereka dilantik pada 17 Februari 2016 lalu. Mereka mengalahkan empat pasangan calon bupati masing-masing HZA Dalimunte-Wira Abdi, Mahini Rizal-Waluy, Suhari-Ihsan dan Paslon Tigor-Erik.
Pangonal yang merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Labuhanbatu ini mendapat dukungan suara sebanyak 60.176 suara. Sejak menjabat, Pangonal-Suhaimi dinilai berhasil membangun dan memajukan Labuhanbatu, terutama di bidang pelayanan kesehatan, lingkungan, tata kota, infrastruktur dan pendidikan.
Dari sisi kekayaan, suami dari Siti Awal Siregar ini dikabarkan memiliki harta senilai Rp5 miliar. Laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menyebutkan, kekayaannya didominasi tanah dan bangunan.
Laporan terakhirnya pada 7 Oktober 2016 menyatakan dirinya memiliki 41 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Labuhanbatu, Kabupaten Deliserdang sampai Kota Medan. Lain lagi harta kendaraan dan perhiasan. Kekayaan senilai Rp5 miliar lebih itu, diraih Pangonal dalam satu tahun saja.
Pasalnya, LHKPN pada 24 Juni 2015 menyatakan hartanya bernilai total Rp2 miliar lebih. Artinya, harta bertambah lebih dari 100 persen dalam setahun. (man)
FEDRIK TARIGAN/JAWA POS
TEMUAN: Kepala BPOM Penny K. Lukito menyampaikan ada temuan makanan ilegal yang dijual secara online dari beberapa marketpalce.
FEDRIK TARIGAN/JAWA POS TEMUAN: Kepala BPOM Penny K. Lukito menyampaikan ada temuan makanan ilegal yang dijual secara online dari beberapa marketpalce.
SUMUTPOS.CO – Era digital membawa perkembangan segala transaksi banyak beralih secara online. Bahkan penjualan pun memanfaatkan platform marketplace.
SEIRING dengan perkembangan itu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mulai membidik marketplace sebagai platform penjualan online. Sebab tidak tertutup kemungkinan barang berbahaya, oplosan dan kedaluwarsa dijual di sejumlah marketplace.
Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebut, beberapa produk pangan mulai menjamur dijual secara online. Di antaranya pangan, makanan dan minuman.
Maka dari itu, setiap penjualan makanan minuman dan obat-obatan lewat online diawasi secara ketat. Tentunya platform marketplace menjadi sasaran pengawasan.
“Kami ada tim di deputi 4 yang selalu perhatikan iklan-iklan penjualan online. Di media sosial dan marketplace,” tegas Penny K. Lukito dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/4).
Pada konfrensi pers itu, BPOM memaparkan hasil Operasi Opson. Umumnya barang pangan berbahaya. Semua itu tentulah ilegal.
Menurut Penny, peredaran pangan secara online semakin masif sehingga mendorong masyarakat harus berhati-hati dalam membeli. Makanan dan minuman yang dijual lebih dari 7 hari harus mendapat pengawasan pangan. Selain itu, produk pangan yang dijual di marketplace ada berpotensi hasil oplosan atau berbahaya.
“Apa ada izin edarnya atau tidak. Terbukti ada hasil pangan ilegal di marketplace pun akan kami laporkan juga ke Kemenkominfo,” ungkap Penny.
Penny meminta setiap marketplace untuk bekerja sama mengawasi setiap produk yang dijual di tahap awal. Langkah itu untuk melindungi masyarakat dari produk pangan ilegal.
“Ada beberapa kami list marketplace. Tak usah saya sebutkan,” tukasnya.
Beberapa contoh produk pangan yang dibidik BPOM di marketplace yakni makanan pendamping ASI. Produk itu masih diragukan kualitas dan keamanannya.
Maka dari itu, marketplace untuk lebih meneliti tanggal kedaluwarsa, izin edar dan nomor registrasi sebelum memposting sebuah produk. “Pemilik marketplace untuk bekerja sama dengan kami melakukan pengawasan di awal,” pungkas Penny. (jpc/ala)
IST/Sumut pos
BERI KETERANGAN: Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberi keterangan kepada wartawan terkait hoax pemilu.
IST/Sumut pos BERI KETERANGAN: Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberi keterangan kepada wartawan terkait hoax pemilu.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pihak Polri akan menindaklanjuti laporan yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU). Polisi kini tengah memeriksa beberapa barang bukti, termasuk video yang dibawa KPU dalam membuat laporan guna mencari konstruksi hukum dalam kasus tersebut.
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya sudah melakukan pendalaman terkait video tersebut.
“Nanti juga kita memiliki laboratorium digital, laboratorium itu nanti akan mengaudit dari 3 akun tersebut, mulai dari masalah keasliannya, foto, video atau narasi-narasi yang dibangun dan di viralkan oleh akun tersebut,” kata Dedi di Kantornya, Jumat (5/4).
Setelah konstruksi hukumnya ditemukan, kata dia, penyidik akan mendalami beberapa komponen. Komponen yang akan didalami yaitu sosok creator atau pembuat video serta buzzer yang menyebarkan video hoax itu.
“Pertama creator, siapa yang memiliki ide, gagasan yang membuat konten tersebut. Kedua buzzer, apakah ada keterkaitan antara creator yang membuat ini dengan buzzer. Karena ini kan cukup viral dan ini juga cukup mengganggu kinerja KPU pastinya, sebab KPU merasa dirugikan,” kata Dedi.
Untuk pelaku penyebaran video terancam dijerat dengan undang-udangan Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
“Undang-undang ITE, Pasal 27 dan Pasal 45. Ini nanti akan didalami juga dengan konstruksi hukum dan disesuaikan juga dengan barang bukti yang diserahkan kemarin,” ujarnya lagi.
Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) bereaksi terkait viralnya video di media sosial (medsos) yang menyebut server milik penyelenggara pemilu tersebut sudah diatur memenangkan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.
Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari membantah dengan tegas isu yang beredar di medsos tersebut. Hasyim mengatakan, penyelenggara pemilu bekerja dengan profesional, tidak mendukung calon pasangan tertentu.
“Dengan demikian tidak benar tuduhan bahwa KPU sudah men-setting perolehan capres melalui sistem IT,” ujar Hasyim saat dihubungi, Kamis (4/4).
KPU merasa dirugikan dengan viralnya video di medsos itu. Atas dasar itu, KPU berencana akan melaporkan ke Bareskrim Polri, sehingga ada upaya penegakan hukum.
“Supaya semuanya menjaga pemilu 2019 yang berkualitas dan berintegritas,” katanya.
Hasyim juga membantah, tidak ada server KPU yang berada di luar negeri. Semua server KPU berada di dalam negeri, agar bisa dijaga bersama-sama.
“Sehingga kalau disampaikan ada server KPU di luar negeri yang bobol itu tidak benar,” katanya.
Diketahui, beredar video di medsos dengan beberapa versi durasi. Sejumlah video menayangkan, salah seorang bernama Wahyu yang pernah menjadi staf Jokowi ketika menjabat Wali Kota Surakarta. Dalam video itu, Wahyu menyebut, server milik KPU sudah diatur untuk kemenangan pasangan calon petahana, Jokowi-Ma’aruf Amin. Ini dikatakannya setelah berkunjung ke Singapura.(jpc/ala)