Home Blog Page 5441

Empat Polisi Ditusuk Satu Teroris

no picture
no picture

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Empat anggota polisi menjadi korban penusukan oleh terduga teroris berinisial SHS saat menggerebek di rumah pelaku di kampung Cibungur, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (4/4). Keempat polisi itu mengalami luka tusuk akibat serangan senjata tajam oleh pelaku.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, kejadian itu bermula saat rumah terduga pelaku digerebek oleh kepolisian gabungan. Saat menangkap terhadap sejumlah terduga teroris, SHS pura-pura menyerahkan diri.

“Polisi mengedepankan langkah-langkah persuasif untuk menangkap sejumlah terduga teroris. Kemudian, SHS ini sengaja pura-pura menyerah dan tidak melawan. Namun, kemudian dia tiba-tiba menusuk empat anggota polisi,” ujar Dedi saat dikonfirmasi, Kamis (4/4) malam.

Akibat dari serangan benda tajam, keempat polisi itu kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Bandung, Jawa Barat.

Dedi menerangkan, SHS merupakan salah satu terduga teroris yang terlibat serangkaian aktivitas teror. SHS pun sudah terpapar radikalisme sehingga dilakukan penindakan penangkapan paksa oleh polisi. “Polisi sudah melumpuhkan pelaku,” tutup Dedi.(jpc/ala)

Doan Thi Huong Divonis Bersalah, Rekan Siti Aisyah Segera Bebas

,
,

KUALA LUMPUR, SUMUTPOS.CO – Doan Thi Huong lega sekaligus bahagia. Kemarin, Senin (1/4) Pengadilan Tinggi Shah Alam memberikan jawaban yang selama ini dia nanti. Yakni, vonis alias kejelasan nasib.

Jaksa mengubah dakwaan dari membunuh menjadi mengakibatkan orang lain cedera dengan senjata atau peranti berbahaya lain. Hakim memutus Doan bersalah dengan hukuman penjara 3 tahun 4 bulan.

“Saya senang. Ini adalah hukuman dan penghakiman yang adil,” kata Doan di luar gedung pengadilan sebagaimana dikutip Agence-France Presse.

Perempuan 30 tahun itu berterima kasih kepada pemerintah Vietnam dan Malaysia. Berkat campur tangan para petinggi pemerintahan, kasus pembunuhan Kim Jong-nam, saudara seayah Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, akhirnya selesai.

Sebelumnya, terdakwa dari Indonesia, Siti Aisyah, sudah bebas. Dia pun langsung kembali ke tanah air.

Pemerintah Vietnam sempat mengupayakan hal yang sama. Mereka berharap pengadilan juga membebaskan Doan. Tapi, harapan mereka tidak terkabul.

Pengadilan memang menyatakan Doan bersalah. Namun, vonisnya jauh lebih ringan. Ancaman hukuman 10 tahun penjara pun menguap. Pengadilan “hanya” menetapkan hukuman penjara 3 tahun 4 bulan. Doan menerima vonis tersebut.

Dia tidak mengajukan banding. Sebab, remisi yang dia terima akan membuatnya bebas Mei mendatang.

Di pengadilan, jaksa Iskandar Ahmad mengatakan bahwa Doan mendapatkan keringanan dakwaan dan vonis atas permintaan pemerintah Vietnam.

Hakim Azmi Ariffin yang memimpin sidang kemarin menegaskan, masa hukuman Doan terhitung sejak 15 Februari 2017. Yakni, hari penangkapannya setelah kasus pembunuhan Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur menjadi berita internasional pada 13 Februari 2017.

Putusan Azmi membuat ayah Doan, D. Van Thanh, bersyukur. Lelaki yang setia mengikuti rangkaian sidang putrinya di Kuala Lumpur itu tidak bisa menyembunyikan kegembiraan. Sebab, dalam hitungan bulan, Doan akan kembali ke pelukannya.

Dia berjanji menggelar pesta besar-besaran untuk menyambut kepulangan Doan nanti. Euforia juga melanda ibu tiri Doan, Nguyen Thi Vy, dan kakak le¬lakinya, D. Van Binh.

Lantas, apa harapan sang ibu tiri setelah Doan pulang nanti? “Menikah dan hidup tenang,” kata Nguyen.

Dia yakin bahwa pernikahan akan membuat kehidupan Doan lebih tertata. Apalagi setelah punya anak nanti.

Namun, Doan punya rencana lain. Setelah bebas, dia akan mewujudkan impiannya yang lama terpendam. Yakni, menjadi seorang bintang.

“Saya ingin menjadi penyanyi atau aktris,” tandas Doan. (jpc/ram)

Kebakaran Hutan di Korea Selatan, Korsel Umumkan Darurat Nasional

net KEBAKARAN: Situasi kebakaran di Provinsi Gangwon, timur laut Seoul, Korea Selatan. Akibat kebakaran ini, satu orang tewas, dan ribuan dievakuasi. Saat ini, Korea Selatan mengumumkan keadaan darurat nasional.
net
KEBAKARAN: Situasi kebakaran di Provinsi Gangwon, timur laut Seoul, Korea Selatan. Akibat kebakaran ini, satu orang tewas, dan ribuan dievakuasi. Saat ini, Korea Selatan mengumumkan keadaan darurat nasional.

SEOUL, SUMUTPOS.CO – Korea Selatan mengumumkan keadaan darurat nasional setelah kebakaran hutan terbesar terjadi di negara itu pada Kamis (4/4) waktu setempat. Dalam insiden tersebut, satu orang diketahui tewas dan lebih dari 4.000 orang dievakuasi.

Ribuan tentara telah membantu petugas pemadam kebakaran dari seluruh Korea Selatan memadamkan api di wilayah pegunungan timur laut negara itu, dekat dengan perbatasan dengan Korea Utara. Api telah dikendalikan namun di beberapa titik masih menyala.

Diduga kebakaran berasal dari percikan api di sebuah trafo di dekat Goseong di Provinsi Gangwon, timur laut Seoul. Dikipasi oleh angin kencang, api dengan cepat menyebar melalui wilayah pegunungan yang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin tahun lalu, dan ke kota-kota Sokcho dan Gangneung.

Lebih dari 800 mobil pemadam kebakaran didatangkan dari seluruh Korea Selatan untuk membantu mengatasi kebakaran. Kebakaran itu telah menghancurkan beberapa ratus bangunan di provinsi tersebut.

Presiden Korsel Moon Jae In mengadakan pertemuan darurat dan menyerukan pejabat untuk mengerahkan semua sumber daya yang tersedia. Sekitar 16.500 tentara, 32 helikopter militer, dan 26 truk pemadam militer telah dikerahkan.

“Untungnya, kebakaran utama telah dikendalikan,” kata Gubernur Provinsi Choi Moon Soon dalam wawancara radio dengan penyiar berita YTN.

Terakhir kali bencana dalam skala yang sama melanda Korsel adalah pada 2007, ketika sebuah kapal pengangkut minyak mentah membocorkan ribuan ton minyak ke laut lepas pantai barat. (jpc/ram)

Jalur Layang Kereta Api Medan-Kualanamu Masih Uji Coba, Beroperasi Bulan Ini

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS JALUR LAYANG: Lokomotif kereta api melintas di bawah jalur layang Kereta Api di Jalan Stasiun Medan, Jumat (5/4).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
JALUR LAYANG: Lokomotif kereta api melintas di bawah jalur layang Kereta Api di Jalan Stasiun Medan, Jumat (5/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalur layang kereta api Medan-Kualanamu sudah hampir rampung. Saat ini sedang tahap pengujian. Dijadwalkan, jalur layang kereta api pertama di Pulau Sumatera ini akan beroperasi bulan April ini.

“Insya Allah bulan ini. Sekarang sedang tahap-tahap pengujian,” ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara, Fakhrul Rivai Hasibuan kepada Sumut Pos, Jumat (5/4) siang.

Namun, Fakhrul belum bisa memastikan tanggal berapa launching pengoperasian jalur layang kereta api ini. “Tanggalnya belum ditentukan. Pastinya, nanti saya kabari kembali,” janji Fakhrul.

Untuk proses pengerjaan jalur layang kereta api Medan-Kualanamu sepanjang 10,8 kilometer sudah mencapai 98 persen. Kini Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara terus melakukan pengerjaan hingga pembangunan fisik selesai 100 persen.

“Tinggal sedikit lagi, sudah 98 persen. Bulan ini, juga sudah selesai seluruhnya dan siap akan dioperasikan untuk melayani masyarakat. Saat ini, sedang dilakukan finishing dan perbaikan,” kata Fakhrul.

Informasi beredar peresmian jalur layang kereta api tersebut, akan dihadiri Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Namun, Fakhrul belum bisa memastikan hal tersebut. “Masih belum ada informasi kepastiannya,” aku Fakhrul.

Dia juga menjelaskan tujuan membangun jalur layang kereta api ini untuk mengurai kemacetan dan otomatis berpindahnya opersional kereta api ke jalur layang, mengurangi frekuensi kereta api sampai setengahnya (50 persen) yang ada di jalur bawah. “Mungkin setiap setengah jam ada kereta api melintas, karena selesai jalur layang ini. Mungkin per 2 jam kereta api melintas di bawah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Jalur layang kereta api ini, sebagai fasilitas utama operasional kereta api Bandara di Bandara Kualanamu dioperasikan oleh PT Ralink Indonesia. Perhari kereta api bandara melintas sebanyak 40 kali. Dengan jalur layang, kereta api bandara bisa melintas hingga 70 kali dalam sehari dengan waku tempuh selama 20 menit.(gus/ila)

Karyawan RS Sari Mutiara Datangi Kantor DPD RI Sumut, Bayar Hak Kami Pak Parlindungan Purba…

Markus/sumut pos DEMO: Karyawan RS Mutiara saat menggelar demo di Kantor DPD RI.
Markus/sumut pos
DEMO: Karyawan RS Mutiara saat menggelar demo di Kantor DPD RI.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan karyawan Rumah Sakit (RS) Sari Mutiara masih terus memperjuangkan nasibnya. Kali ini, mereka kembali melakukan unjukrasa sekaligus mengadukan nasibnya ke kantor DPD RI asal Sumut di Jalan Gajah Mada Medan sekitar pukul 09.00 WIB.

Mereka meminta para wakil daerah tersebut untuk bisa menyelesaikan masalah mereka yang tak kunjung selesai. Salah satu anggota DPD RI asal Sumut yang ingin mereka temui adalah Parlindungan Purba, yang juga merupakan pemilik RS Sari Mutiara.

“Kepada bapak dan ibu DPD RI yang terhormat, yakni ibu Darmayanti Lubis, Bapak Parlindungan Purba, Bapak Rizal Sirait dan Bapak Dedi Iskandar Batubara. Tolonglah lihat kami, tolong bantu perjuangkan nasib kami. Bayar hak kami sekarang juga Pak Parlindungan Purba. Kembalikan keringat, tenaga, pikiran dan waktu kami yang diambil,” teriak Koordinator Aksi sekaligus Ketua SPMS Sari Mutiara, Suaidah saat berorasi di depan kantor DPD RI Sumut, Jumat (5/4)

Suaidah mengatakan, hingga kini mereka tak kunjung mendapatkan kejelasan atas statusnya sebagai karyawan serta hak mereka. “Tidak ada buruh yang menginginkan kondisi seperti yang kami alami saat ini di RSU Sari Mutiara. Bekerja tidak digaji sejak bulan Januari lalu. Selama ini upah pun dibayar di bawah UMK dan sekarang status hubungan kerja kamipun menjadi tidak jelas sejak perusahaan tidak beroperasi lagi,” lanjut Suaidah.

Menanggapi aksi mereka, pihak DPD RI tersebut mengundang perwakilan mereka untuk masuk dan membicarakan hal ini.

“Sebagai perwakilan massa, kami ada lima orang diundang untuk masuk dan membicarakan hal ini. Kami diterima oleh dua orang, yakni koordinator DPD RI, ibu Nur Aini dan Staff Ahli Parlindungan Purba, A. Gultom. Ibu Nur Aini berjanji akan melaporkan hal ini ke DPD Pusat dan kami hargai itu. Sedangkan Staff Ahli Parlindungan Purba cuma bilang akan melaporkannya kepada pak Parlindungan Purba,” ujarnya.

Usai melakukan aksinya di depan kantor DPD RI di Medan tersebut, para peserta aksi pun membubarkan diri berkisar pukul 10.30 Wib.

Menanggapi tidak adanya tindaklanjut yang dilakukan oleh pihak rumah sakit Sari Mutiara, anggota komisi E DPRD Sumut, Juliski Simorangkir pun angkat bicara. Menurut Jukiski, pihak RS Sari Mutiara sebelumnya pernah dipanggil dalam rapat RDP yang dilaksanakan dikantor DPRD Sumut.

“D idalam rapat itu, pihak RS Sari Mutiara berjanji kepada kita akan menyelesaikan masalah ini secepatnya. Ada beberapa solusi yang dijanjikan saat itu, salah satunya dengan penempatan sejumlah karyawan di rumah sakit lain yang ada di Deliserdang dan solusi lainnya yakni membayarkan apa yang menjadi hak mereka dan lain-lain,” kata Juliski kepada Sumut Pos, Jumat (5/4) melalui selularnya.

Namun, lanjjut Juliski, apabila memang hingga saat ini janji-janji tersebut belum juga terealisasi dan membuat para karyawannya tidak mendapatkan kejelasan, maka Juliski mendukung para karyawan RS Sari Mutiara untuk membawa kasus ini kejalur hukum. (mag-1/ila)

Menunggu 2 Kadis Pensiun

Kepala BKD dan PSDM Pemko Medan, Muslim Harahap
Kepala BKD dan PSDM Pemko Medan, Muslim Harahap

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Pemko Medan, hingga kini belum mengetahui hasil lelang jabatan atau seleksi terbuka 3 kepala dinas (kadis). Alasannya hasil seleksi tersebut belum keluar dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Namun, tim pansel sudah mengajukan masing-masing tiga nama dari tujuh kadis dan hasilnya baru keluar empat kadis yang kemudian dilantik oleh Wali Kota Medan Dzulmi Eldin beberapa waktu lalu. Jadi, sekarang tinggal menunggu tiga kadis lagi hasilnya.

“Ada kadis yang belum pensiun (Kadispora dan Kadis Perpustakaan). Kalau masih ada yang belum pensiun, paling tidak menunggu beberapa bulan sampai yang bersangkutan pensiun. Lain halnya dengan empat kadis yang sudah keluar hasilnya dan dilantik, jabatan itu memang sudah kosong,” ujar Kepala BKDPSDM Pemko Medan, Muslim Harahap, kemarin.

Menurut dia, tidak etis memberhentikan seorang pejabat yang masa baktinya belum habis. Apalagi, kinerjanya baik. “Apa salahnya hanya menunggu beberapa waktu saja sampai memasuki masa pensiun,” ucapnya.

Muslim menambahkan, dalam lelang jabatan beberapa kadis ini hanya menangani untuk pendaftaran dan proses seleksi ujiannya. Untuk hasil dari seleksi, tim pansel yang menentukan.

Diketahui, dari tujuh yang dilelang atau dilakukan seleksi terbuka, tinggal tiga lagi belum diumumkan hasilnya. Tiga jabatan kadis yang dilelang tersebut masing-masing, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Kadis Perpustakaan dan Kearsipan serta, Kadis Pencegahan dan Pemadam Kebakaran.

Sedangkan empat lagi sudah keluar hasilnya dan dilantik di Balai Kota Medan, Selasa (2/4). Empat pejabat yang dilantik tersebut adalah Kadis Perkim-PR (Benny Iskandar), Kadis Koperasi-UMKM (Edliaty), Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (Khairunisa), serta Kadis Perhubungan (Iswar). (ris/ila)

Tolak Pemahaman Berbau LGBT, Mahasiswa FT USU Unjukrasa

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos Unjukrasa: Mahasiswa USU unjukrasa menolak LBGT di Gedung Biro Rektor USU.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
Unjukrasa: Mahasiswa USU unjukrasa menolak LBGT di Gedung Biro Rektor USU.

Puluhan mahasiswa Pemerintah Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar aksi menolak segala bentuk terkait degan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Aksi digelar di Gedung Biro Rektor USU di Medan, Jum’at (5/4) soren

Aksi ini merupakan dukungan diberikan kepada Rektor USU, Prof Runtung untuk menolak segala bentuk pemahaman dan konten-konten berbau pronografi bernuansa LGBT diciptakan oleh Pimpinan Redaksi (Pimpred) Suara USU, Yael Stefani Sinaga.

Massa menolak dengan karya tulisan Cerita Pendek dengan judul ‘ketika semua menolak kehadiran diriku di dekatnya’. Tulisan tersebut, menuai protes keras dan penolakan yang dinilai vulgar dan mengandung pronografi.

“Kami di sini hadir dengan mahasiswa Teknik USU menolak dengan LBGT yang di Kampus tercinta kami ini,” teriak Sekretaris Jendral (Sekjen) Pemerintahan Mahasiswa FT USU, Habib Lubis dengan menggunakan pengeras suara.

Habib mengatakan, pihak rektorat bertanggungjawab untuk membina mahasiswa yang diluar dan tidak menjunjung tinggi nilai Perguruan Tinggi dan Agama. Untuk itu, harus segera tindak dengan ketentuan berlaku.

Aksi mereka disambut langsung Wakil Rektor (WR) I USU, Prof M Fidel Ganis Siregar yang berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Rektor USU. (gus/ila)

Proyek Kerja Sama Pengelolaan Sampah di Tuntungan Mulai Januari 2020

istimewa/Sumut Pos MOU: Gubsu Edy Rahmayadi menyaksikan penandatangan MOU antara PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara dengan HGNS Incorporation dan MoU dengan dua perusahaan lainnya.
istimewa/Sumut Pos
MOU: Gubsu Edy Rahmayadi menyaksikan penandatangan MOU antara PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara dengan HGNS Incorporation dan MoU dengan dua perusahaan lainnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyaksikan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) dengan HGNS inc, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (5/4).

Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan persoalan sampah di daerah ini dapat selesai.

Penandatanganan MoU antara PT PPSU dan perusahaan asal Korea, HGNS inc tersebut dalam rangka kerja sama tentang pengelolaan sampah di Kota Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidangro) dan sekiratnya. Di saat yang sama juga lakukan penandatanganan MoU antara PDAM Tirtanadi dengan PT MOYA dan PT Adaro Tirta Mandiri tentang pengelolaan air.

Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan, persoalan sampah merupakan hal yang penting dan menjadi prioritas untuk diselesaikan segera. Jika tidak, akan dapat menjadi presedenn

buruk ke depan. “Sehebat apapun kita, jika sampah tak selesai, menjadi polusi, dan akhirnya kita tak sehat,” katanya.

Gubernur mengharapkan Kota Medan dan sekitarnya dapat mejadi kota yang bersih dan sehat. Sehingga orang yang tinggal dan singgah merasa nyaman. “Membuat kita sehat dan membuat kita panjang umur,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Edy Rahmayadi, telah disiapkan lahan 100 hektare di Tuntungan, Deliserdang. “Itu mau saya jadikan tempat sampah yang menghasilkan. Saya mau itu jadi tempat rekreasi, bayangin orang bisa rekreasi di sini,” katanya.

Edy juga mengharapkan Kota Medan menjadi kota yang terbaik di Indonesia. “Saya harap Kota Medan Ibukota Sumatera Utara menjadi kota terbaik di Indonesia dan Asia, saya yakin itu bisa,” katanya.

Sementara itu, Dirut PT PPSU Hendra Suryadi menargetkan proyek kerja sama pengelolaan sampah tersebut akan dimulai sesegera mungkin. “Karena sudah mulai MoU, secepat mungkin kita jalankan,” ujarnya.

Berdasarkan survey HGNS mengenai sampah, Sumatera Utara menghasilkan 9.800 ton sampah per hari. Untuk kawasan Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai dan Binjai menghasilkan 3.815 ton per hari. Angka tersebut merupakan 40,2 % dari total keseluruhan sampah di Sumatera Utara. Medan menghasilkan 1.764 ton per hari, Deliserdang 1.443 ton, Sergai 441 ton, dan Binjai 167 ton per hari.

Chairman HGNS inc Mr Hong mengatakan, akan memulai proyek tersebut pada Januari 2020. Selanjutnya akan dilakukan survey dan pemetaan. Pada proyek tersebut akan dibangun tempat pengumpulan sampah, pemilahan sampah, hingga pembuatan pupuk. Proyek tersebut memiliki 4 tahap pengerjaan.

Meski begitu, Mr Hong mengatakan belum memastikan total angka yang akan diinvestasikan. “Kami masih belum tahu yang pasti tapi tergantung apa yang dilakukan nanti,” katanya.

HGNS adalah perusahaan konsultan atau penyedia solusi di bidang pengolaan limbah yang berbasis di Seoul Korea. Diinformasikan, HGNS telah banyak melakukan kerjasama dengan negara lain.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Sekdaprov Sumut R Sabrina, Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang dan perwakilan kepala daerah Kota Medan, Binjai, Deliserdang dan Sergai. Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo, Chairman HGNS inc Mr Hong, Direktur PT Moya Yuni Supriyanto, dan Direktur Adaro Tirta Mandiri Wito Krisnahadi. (prn/ila)

Hindari Silpa, Komisi D Dorong Percepatan Pelaksanaan Proyek

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi D DPRD Medan mendorong Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan agar memaksimalkan percepatan pengerjaan fisik infrastruktur Tahun Anggaran 2019. Dengan pengerjaan proyek tepat waktu, maka terhindar dari sisa lebih penggunaan anggaran (silpa). Ketua Komisi D DPRD Medan, Abdul Rani mengatakan, diharapkan tahun ini tender dapat lebih cepat. Dengan begitu, pekerjaan proyek infrastruktur bisa maksimal.

“Proses tender harus lebih cepat, sehingga pelaksanaan proyek bisa maksimal. Oleh karenanya, pelaksanaan Perubahan APBD 2019 dapat lebih awal,” ujarnya, kemarin (5/4). Dia meminta, agar Dinas PU serius memperbaiki jalan dan drainase di kota Medan dengan memperhatikan skala prioritas. Lebih dari itu, Dinas PU Medan didorong memiliki kemampuan melobi anggaran dari pemerintah pusat.

“Kita harapkan tuntutan rakyat untuk perbaikan lewat aspirasi saat reses supaya didahulukan. Selanjutnya hasil Musrenbang dan pokok pikiran,” tuturnya.

Sekretaris Komisi D, Ilhamsyah menambahkan, Dinas PU ditekankan agar pengerjaan proyek dilakukan maksimal. Pengawasan proyek supaya benar-benar dilakukan. Sebab, dengan pengawasan maksimal diharapkan menghasilkan kualitas proyek yang baik.

“Harus memberikan sanksi tegas kepada pemborong yang ‘nakal’ melaksanakan proyek sesuai ketentuan. Selain itu, diharapkan tidak mau diintervensi oleh siapapun sepanjang kinerja yang benar,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kadis PU Medan Isa Ansari mengaku, pihaknya akan bekerja maksimal. Apa yang disampaikan Komisi D menjadi kritikan dan masukan yang membangun. “Kita akan tindak lanjuti dan diupayakan percepatan perbaikan. Mulai dari proses tender hingga pelaksanaan proyek,” katanya singkat. (ris/ila)

Kanvas Rem Karya USU Sabet 3 Mendali Emas di Inovasi Teknologi Internasional Rusia

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos PRESTASI: Mahasiswa USU menunjukkan mendali emas setelah mengukir pretasi terbaik pada ajang internasional, yakni 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies Archimedes yang digelar di Moscow, Rusia berlangsung, sejak 26-29 Maret 2019.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
PRESTASI: Mahasiswa USU menunjukkan mendali emas setelah mengukir pretasi terbaik pada ajang internasional, yakni 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies Archimedes yang digelar di Moscow, Rusia berlangsung, sejak 26-29 Maret 2019.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) mengukir pretasi terbaik pada ajang internasional, yakni 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies Archimedes yang digelar di Moscow, Rusia berlangsung, sejak 26-29 Maret 2019.

Mereka menunjukan inovasi kanvas rem yang berbahan dari cangkak (kulit) kemiri, yang disebut tahan lama dalam penggunaan untuk alat pengirim pada sepeda motor. Dengan inovasi tersebut, USU berhasil menyabet 3 medali emas dan 1 piala khusus dari Pemerintah Rusia sendiri.

“Kanvas rem berbahan cangkak kemiri ini, kami bernama bayo secret. Ini sebuah teknologi baru, kami menggantikan komposisi utama dari kanvas rem tersebut dengan cangkak kemiri,” ucap Winelda Mahfud Zaidan Haris kepada wartawan di Biro Rektor USU, Jumat (5/4) sore.

Haris menjelaskan, kanvas rem saat ini banyak terbuat atau berbahan asbestos. Untuk melakukan riset kanvas rem karya mahasiswa USU sudah berlangsung selama 3 tahun dan sudah pernah mengikuti kompetisi di India, Malaysia, Jepang dan terakhir di Rusia ini.”Berkat perjuangan kami, 3 medali emas dan satu piala tidak saja kami persembahan untuk USU, tapi untuk di Indonesia,” tutur Haris.

Dengan kompetisi ini, Haris mengatakan pihaknya menerima investasi dengan dana besar untuk melanjuti penelitian tersebut. Nanti kanvas rem tersebut sudah memiliki hak paten dan akan diproduksi secara massal. “Ada negara mau membeli lisensi dan hak paten. Kami percaya, kami menolak. Insha Allah ini perusahaan pertama akan diproduksi oleh USU,” ujar Haris.

Haris mengatakan, kanvas rem mereka ciptakan itu, akan bertahan dalam penggunaan selama 8 bulan dan akan dibanderol di pasar sebesar Rp35 ribu. Mereka akan mengambil segmen pemasaran di Indonesia. Kemudian, Arab Saudi dan Thailand juga tertarik dengan inovasi mereka ciptakan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor USU, Prof Runtung Sitepu dengan jajarannya, Pemerintah Indonesia dan Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Rusia dan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Juliaster Marbun selaku Pembimbing mengatakan, prestasi terbaik, tak lepas kerja keras mereka lakukan dengan mengharumkan nama USU di tingkat Internasional. Untuk produksi kanvas rem ini, tidak akan terkendala dengan bahan baku yang ada di Sumut.

“Saya sudah melakukan pengecekan langsung dari 33 Kabupaten/Kota di Sumut, 21 daerah memiliki perkebunan kemiri dan panen dilakukan secara bertahap. Jadinya, bisa diproduksi secara massal,” ujar Juliaster.

Sementara itu, Wakil Rektor (WR) I USU, ProfRosmayati mengungkapkan rasa bangga atas prestasi diraih mahasiswanya tersebut dan bonus segera akan diberikan pihak rektorat kepada mereka dalam waktu dekat ini.

Romayati mengatakan, pihak juga tertarik dengan kanvas rem mereka ciptakan tersebut. Namun, untuk diproduksi secara massal akan kembali dibicarakan bersama rektorat USU.”Pada intinya, inovasi tersebut banyak pihak tertarik. Namun, jangan sampai dijual inovasi kita itu. Pastinya, akan diproduksi secara massal,” pungkasnya. (gus/ila)