Home Blog Page 5471

Siapkan Warga Binaan Terampil dan Mandiri, Rutan Labuhandeli Gelar Pelatihan MTU

Facril/sumut Pos DIABADIKAN: Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Kelas II Rutan Labuhandeli diabadikan bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sumut Harianja, Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Medan, M Ali di sela-sela pelatihan MTU.
Facril/sumut Pos
DIABADIKAN: Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Kelas II Rutan Labuhandeli diabadikan bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sumut Harianja, Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Medan, M Ali di sela-sela pelatihan MTU.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Kelas II Rutan Labuhandeli mengikuti kegiatan pelatihan Mobile Training Unit (MTU) yang bekerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan, Senin (25/3).

Kegiatan berlangsung di aula Ruran Labuhandeli sekaligus pemaparan mengenai bahaya narkoba dan penjelasan tentang tenaga kerja. Selain itu, petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut menggelar tes urine kepada sejumlah warga binaan.

Kepala Rutan Klas IIB Labuhan Deli Nimrot Sihotang mengatakan, kegiatan bersama yang mereka lakukan berupa pelatihan berbasis kompetensi (PBK) bertujuan untuk menjadikan warga binaan terampil dan mandiri serta berintegritas di masyarakat.Sehingga, mampu menjadikan warga binaan bekerja dengan layak untuk merubah hidupnya di tengah – tengah masyarakat.

“Dengan pelatihan kemahiran yang diterapkan, harapan kita warga binaan mampu menyadari pentingnya sebuah ketrampilan untuk memperoleh pekerjaan yang baik, agar tidak mengulangi lagi perbuatannya,” ucap Nimrot.

Untuk pembinaan kompetensi warga binaan, dari 1.540 penghuni di Rutan Labuhandeli ada 32 tahap awal mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan itu akan berlanjut dengan melibatkan warga binaan lain yang belum mengikuti pelatihan tersebut.

“Untuk tahap awal ini, ada dua metode latihan yang akan diterima warga binaan kita. Pertama ketrampilan menservis ac dan ketrampilan perbaikan listrik. Harapan kita, mereka dapat menekuni pelatihan itu, untuk membuka peluang usaha kemandirian,” ungkap Nimrot.

Nimrot juga mengucapkan terimakasih kepada Kanwil Menkumham yang telah memediasi serta kerja sama dari BBPLK, Kementrian Tenaga Kerja serta BNNP Sumut yang turut membantu mewujudkan warga binaan untuk berkompeten lebih baik kedepannya.

“Kegiatan ini bukan sekali ini terlaksana, sebelumnya sudah ada kegiatan juga kita lakukam untuk kemahiran bagi warga binaan. Tapi, kali ini kegiatan kita langsungkan dengan bersinergi antara pelatihan kerja dan penyuluhan dampak dari bahaya narkoba,” jelas Nimrot.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wapolsek Medan Labuhan AKP Ponijo, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sumut Harianja, Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Medan, M Ali, mewakili Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Sumut dan tim BBPLK Medan serta perwakilan Kementrian Tenaga Kerja Medan. (fac/han)

Beram Jalan Ancam Keselamatan Pengendara

Solideo/sumut pos RUSAK: Kondisi rusaknya beram jalan yang berada di sepanjang Jalan Besar Kabanjahe-Tigapanah, Senin (25/3).
Solideo/sumut pos
RUSAK: Kondisi rusaknya beram jalan yang berada di sepanjang Jalan Besar Kabanjahe-Tigapanah, Senin (25/3).

KARO, SUMUTPOS.CO – Tak berfungsinya saluran drainase di sepanjang Jalan Besar Kabanjahe-Tigapanah menyebabkan air hujan meluber ke badan jalan. Selain jadi biang kemacetan, genangan juga merusak beram jalan, hingga mengancam keselamatan pengendara.

Kerusakan terparah terjadi di sekitar Laudah atau simpang Desa Bunuraya, Kecamatan Tigapanah. Selain berlubang dengan kedalaman hampir 60 cm, kerusakan beram juga ikut “memakan” sisi kiri jalan dari Kabanjahe menuju Tigapanah. Hal ini diperparah lagi oleh kondisi jalan di lokasi menanjak dan menikung, serta tak adanya lampu penerangan jalan.

Alhasil, jika tak hati-hati saat melintas, para pengendara khususnya sepeda motor rawan terperosok ke lubang beram yang menganga tersebut. Apalagi, saban hari jalan besar yang menghubungkan Tanah Karo- Siantar-Simalungun sekaligus akses menuju Danau Toba tersebut saban hari ramai dilalui berbagai jenis kendaraan.

Jika terus dibiarkan, kerusakan tersebut dipastikan makin parah dan kapan saja siap merenggut korban jiwa. Meski berstatus jalan provinsi, namun warga dan para pengendara berharap kepedulian dari Pemkab Karo.

“Kita tau ini jalan provinsi, tapi kurasa nggak ada salahnya Pemkab Karo menunjukkan kepeduliannya. Paling tidak Pemkab Karo harus mendesak pihak provinsi untuk segera memperbaiki beram jalan ini,” pinta P. Ginting (45), salah seorang pengendara pada awak koran ini Senin (25/1) siang.

Lanjut Ginting, para pengendara yang biasa lewat di sana sudah pasti hafal dengan keadaan dan kondisi jalan. Tapi hal ini jelas tak berlaku bagi pengendara yang baru pertama melintas. “Kasihan pengendara lain yang baru melintas di sini, mereka pasti tak mengetahui kondisi jalan. Apalagi ini kan jalan lintas ke Siantar, Simalungun dan Danau Toba,” ungkapnya. (deo)

Belajar Penyaluran Program BPNT, DPRD Batubara Kunker ke Dinsos Tebingtinggi

SOPIAN/SUMUT POS KUNKER: Anggota DPRD dari Kabupaten Batubara Komisi C melakukan kunjungan kerja di Dinas Sosial Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
KUNKER: Anggota DPRD dari Kabupaten Batubara Komisi C melakukan kunjungan kerja di Dinas Sosial Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka belajar penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Batubara Komisi C melakukan kunjungan kerja ke Dinas Sosial Kota Tebingtinggi.

Rombongan Komisi C Kabupaten Batubara diterima langsung Kadis Sosial Kota Tebingtinggi M Syah Irwan didampingi Kabid Reza dan Firman Sinurat, Korkot TKSK Kota Tebingtinggi Sopian, Korkot PKH Juliana, TKS Sondang Hutajulu dan para pendamping di ruang Aula Dinas Sosial Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Senin (25/3).

Ketua Komisi C dari Fraksi Golkar Kabupaten Batubara, Nafiar SPd mengatakan, kunjungan langsung ke Dinas Sosial Tebingtinggi untuk belajar dan mencari informasi bagaiamana Dinas Sosial bersama Steakholder melaksanakan program BPNT kepada penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bisa berjalan lancar tanpa ada kendala di lapangan.

Kemudian, mereka juga bertanya bagaimana peranan PKH dan pendamping BPNT dalam melaksanakan program tersebut. Sebab, di tahun politik ini, banyak permasalahan yang timbul di masyarakat seperti penerima PKH yang sudah tidak memiliki komponen dikeluarkan, dan saldo nol dan permasalahan lainnya.

Menanggapi hal itu, Kadis Sosial M Syah Irwan Mkes, mengatakan bahwa program BPNT di Kota Tebingtinggi berjalan mulai bulan November 2018 hingga sekarang tidak ada kendala di lapangan karena adanya hubungan, serta kerja sama yang baik antara Dinas Sosial dengan para pendamping dari TKSK, penyelia dari PKH dan e-Warong sebanyak 12 lokasi di Kota Tebingtinggi.

Di Tebingtinggi terdaftar penerima Program BPNT sebanyak 8.629 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdiri dari PKH dan KKS, untuk pemasok beras dan telur di e-Warong, pihak Dinas Sosial dan pendamping hanya memberikan pendampingan sedangkan E Warong diberikan kebebasan untuk berbelanja kepada agen atau distributor. “Kami tidak melakukan pembatasan kepada e-Warong, tetapi kami bersama TKSK hanya melakukan pendampingan,”jelas Syah Irwan.

Terkait KPM PKH yang tidak memiliki komponen seperti anak sekolah, ibu hamil, Balita, lansia, maka pihak Dinas Sosial melakukan verifikasi kembali dengan melakukan musyawarah kelurahan (Muskel) didampingi TKSK dan para pendata yang ditunjuk melakukan pergantian dengan mengisi formulir dan ketentuan penggantian yang berhak melakukan penggatian adalah Kementerian Sosial. “Kita hanya mengusulkan saja ke Kementerian Sosial,”jelasnya.

Sedangkan saldo nol KPM, adalah menjadi tugas pendamping dalam pelaporannya untuk berkoordinasi dengan pihak Bank Himbara seperti BRI. “Semua di lakukan dengan kerja sama yang baik dengan semua pendamping dan Dinas Sosial,”bilangnya.

Tampak hadir rombongan dari anggota DPRD Komisi C Kabupaten Batu Bara, Rizky Aryeta SST dari Partai Golkar, Pagar J Pandiangan, Ir Kristian Manurung, Ahmad Badris dan Iwan Zuhri Lubis. (ian/han)

Menjenguk Bocah Penderita Hydrosefalus di Langkat, Demi Kesembuhan, Nur Syifa Tiga Kali Ganti Nama

Teddy Akbari/SUMUT POS PANGKU: Suherni memangku putra bungsunya Nur Syifa saat ditemui di kediamannya, di Sei Bingai, Langkat
Teddy Akbari/SUMUT POS
PANGKU: Suherni memangku putra bungsunya Nur Syifa saat ditemui di kediamannya, di Sei Bingai, Langkat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – 21 November 2015 lalu, Suherni (33) melahirkan putra keduanya. Bayi mungil yang dilahirkan istri Tumirin (39) dengan cara normal. Namun saat usianya beranjak ke-36 hari, bagian kepala mengalami pembesaran karena kelebihan cairan.

Bungsu dari dua bersaudara ini semula diberi nama Aska Syamil. Seperti umumnya setiap bayi. Ketika berada di dunia, hanya bisa menangis. Bahkan selama dalam kandungan 9 bulan, sang ibu tidak ada mengeluhkan hal apapun.

Bahkan, sang ibu juga bekerja seperti biasa. “Tidak ada keluhan yang bagaimana-bagaimana saya. Biasa saja. Hamil tua juga enggak ada rasa sakit,” ujar Suherni menceritakan kepada wartawan di kediamannya, Jalan Pasar Pinter, Gang Pioner, Dusun V, Desa Purwobinangun, Sei Bingai, Langkat, Senin (25/3) petang.

Selama 9 bulan dalam kandungan, Suherni tidak membawanya ke USG untuk melihat perkembangannya. Sebab, sambung Suherni, saat mengandung anak pertama pun tidak melakukan hal serupa.

“Karena nampak sehat. Apa yang dikeluhkan. Lahirnya juga normal di rumah. Sama seperti dengan abangnya (anak pertama),” ujar dia.

Saat mata Aska melihat dunia, hanya bisa menangis. Bahkan, menangis terus menerus. Suherni pun, membawa buah hatinya untuk berobat kampung.

“Setelah berobat kampung pada 36 hari setelah itu (lahiran), sudah tidak nangis lagi. Namun dari situ mulanya, urat kepala terlihat,” kata Suherni.

Karena hal tersebut, kata Suherni, mendapat saran dari seorang kakek-kakek yang mengobati buah hatinya. Saran dimaksud, yakni merubah nama buah hatinya.

Suherni hanya bisa manggut. Dia menuruti hingga akhirnya Aska Samil ditabalkan namanya menjadi Nasib. Alasan menuruti agar berubah nasib buah hatinya.

Namun apa daya. Buah hatinya malah kian nelangsa. Pada usia 3 bulan, buah hatinya sempat dibawa ke RS Raskita di Tanahseribu, Binjai Selatan. Oleh rumah sakit swasta ini, dirujuk ke RSUD Djoelham Binjai.

“Waktu di Djoelham dilihat oleh dokter anak, ada cairan di kepalanya. Dokter itu merujuknya ke Adam Malik. Ada 4 kali dibawa ke RS Adam Malik. Dokter saraf bilang enggak bisa dioperasi. Tulang otaknya enggak terbentuk,” kata Suherni.

Karena tumpukan cairan, kepalanya membesar yang disebut Hydrosefalus. Kedatangan Sumut Pos disambut hangat. Waktu tempuh yang dilahap dari Binjai menuju rumah Suherni hanya sekitar 20 menit.

Nasib yang kini ditabalkan namanya menjadi Nur Syifa, saat itu tengah terbaring lemah. Syifa sedang diayun oleh neneknya. Kondisi kepalanya lebih besar dari tubuh yang menopangnya. Dia juga tidak rewel seperti balita biasanya. Namun, Syifa kini tidak tumbuh seperti balita lainnya.

Kakinya kecil. Begitu juga dengan tangan. Sudah 3 tahun kondisi Syifa begini tanpa mendapat perhatian dari Pemerintah Kecamatan Sei Bingai, maupun Pemerintah Kabupaten Langkat.

Meski demikian, Suherni dan Tumirin tetap bertekad dapat mengembalikan Syifa seperti balita seperti biasa. Sejumlah rumah sakit yang ada di Kota Rambutan sudah disinggahinya. Namun tak menunjukkan hasil.

Buntutnya, Suherni membawa Syifa dengan pengobatan medis kampung. “Obat kampung yang campuran dari tumbuh-tumbuhan. Mudah-mudahan jodoh lah sama obat ini. Ada juga dikasih obat ?herbal yang diminum, tapi belum saya kasih,” ujar dia.

“Kami memang berobat jalan sendiri. Inisiatif sendiri saja. Dari bidang juga enggak ada bawa kemana-mana,” ujar Suherni.

Saat usia 3 bulan pun demikian. Dokter RS Adam Malik tak menyarankan untuk dioperasi. Malah, kata Suherni, Syifa diminta untuk dibawa pulang saja. “Sudah kasep kata dokter,” kenang Suherni sembari mengusap air matanya yang jatuh.

Obrolan mengalir. Sekali-sekali, Suherni mengajak Syifa mengobrol. Tapi tatapan mata Syifa seperti kosong. Suherni menyemangati Syifa agar dapat normal seperti balita biasanya. “Dokter malah bilang enggak ada yang bagus. Ngomongnya pahit. Di Bidadari (Rumah Sakit), paling pahit. Gizi buruh lagi ditambah,” ujar dia. Syifa pun tak menjalani operasi karena tubuhnya tak fit. Kulit kepalanya merah. Kata Suherni, itu adalah luka. “Kulit harus sehat kalau mau dioperasi,” ujar dia.

Tak lama, ayah Syifa datang duduk yang turut ikut mengobrol. Tumirin baru gabung setelah bekerja sebagai buruh petani. Dia berambisi agar Syifa dapat sembuh.

“Insyaallah anak kami sembuh. Mohon doanya. Kalau sembuh nanti kami mau buat nasi urap dan kenduri. Among-among,” tandas Suherni. (*)

Dampak Musim Kemarau, Petani Secanggang Terancam Gagal Panen

bambang/sumut pos DIABADIKAN: Ketua DPRD Langkat Surialam diabadikan bersama Pengurus KTNA saat melakukan audiensi perihal dampak kemarau yang mengancam petani gagal panen.
bambang/sumut pos
DIABADIKAN: Ketua DPRD Langkat Surialam diabadikan bersama Pengurus KTNA saat melakukan audiensi perihal dampak kemarau yang mengancam petani gagal panen.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dampak musim kemarau yang panjang, ratusan hektare lahan pertanian di empat desa di Kecamatan Secanggang, mengalami kekeringan. Alhasil, para petani  terancam gagal panen.

Hal itu diungkapkan Pengurus Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Secanggang saat beraudiensi ke DPRD Kabupaten Langkat, Senin (25/3).

Pengaduan pengurus KTNA ini langsung diterima Ketua DPRD Langkat Surialam, SE di ruang kerjanya, yang turut dihadiri perwakilan dari Dinas Pertanian Langkat.

“Miris dengan kondisi yang memperihatinkan terhadap ratusan hektar lahan pertanian padi yang diprediksi gagal panen, maka kami datang kesini untuk mengadukannya,”ujar Sugito Sekretaris Pengurus KTNA.

Ada empat desa yang diprediksi mengalami gagal panen ini, yaitu Desa Tanjung Ibus, Kebun Kelapa, Sungai Ular dan Kelurahan Hinai Kiri.

“Sebenarnya prediksi gagal panen ini dapat diatasi kalau mesin kompanisasi dapat menyalurkan air ke persawahan petani,”ujar Ketua KTNA, Purwanto. Mariono selaku Kepala Bidang Irigasi Dinas Pertanian Langkat, menjelaskan bahwa Dinas Pertanian telah memasang mesin kompanisasi di Kecamatan Secanggang.

Sebelum mesin kompanisasi dipasang, Dinas Pertanian Langkat telah mensosialisasikan bahwa biaya operasional mesin kompanisasi tidak dianggarkan dan menjadi tanggung jawab masyarakat/petani.

“Dalam hal ini biaya pipa maupun saluran air untuk sampai ke sawah-sawah petani ditanggung oleh petani,” ungkap Mariono.

Ketua DPRD Surialam pun meminta pengurus KTNA sering berkomunikasi dengan Dinas Pertanian, maupun pihak terkait lainnya untuk menyelesaikan masalah para petani.

Selain itu, lanjut Surialam, pengurus KTNA juga bisa berkomunikasi dengan kepala desa masing-masing, karena setiap desa telah menerima dana desa yang dapat dipergunakan untuk bidang pertanian. (bam/han)

PAD Deliserdang Meningkat 77,47 Persen

no picture
no picture

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang Ashari Tambunan menyampaikan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun Anggaran (TA) 2018, dan akhir masa jabatannya periode 2014-2019 pada sidang paripurna DPRD, Senin (25/3).

Di hadapan anggota DPRD yang dipimpin Wakil Ketua Timur Sitepu, Kamaruzaman dan Imran Obos, Ashari melaporkan total pendapatan daerah Tahun Anggaran (TA) 2018 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, menjadi Rp3.640.579.921.809 dengan realisasi Rp3.363.304.583.385,75 atau 92,38 persen. Dengan rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan target Rp925.522.525.079 dan direalisasikan sebesar Rp729.648.594.488 atau 77,47 persen ditambah retribusi daerah dan lainnya.

Sementara untuk pengelolaan belanja daerah pada tahun 2018 sebesar Rp3.822.171.768.018 realisasi Rp3.422.585.709.419 atau 89,54 persen. Angka itu terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp2.012.180.560.607 realisasi Rp1.844.600.225.946 atau 91,67 persen, dan belanja langsung dianggarkan sebesar Rp1.809.991.207.411 dengan realisasi Rp1.578.325.132.835 atau 87,2 persen.

“LKPJ TA 2018 dan akhir masa jabatan ini merupakan informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama periode 2014-2019. Diharapkan dapat dibahas dalam semangat kebersamaan dan persatuan untuk memajukan Deliserdang, sehingga laporan ini dapat menjadi bahan kajian dan evaluasi guna pelaksanaan pembangunan yang lebih baik ke depan,”ujar Ashari.

Menurut Ashari, salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pelaksanaan pembangunan bidang pendidikan adalah dengan meningkatnya Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM).

Dalam bidan kesehatan, ada keberhasilan dari segi peningkatan sarana dan prasarana di Pukesmas dan jaringannya baik kuantitas maupun kualitas. Dan untuk capaian yang telah diraih, meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH). Kinerja pembangunan kesehatan, adanya penurunan jumlah kematian ibu maternal sebanyak 15 kasus pada tahun 2018, sedangkan balita dan gizi buruk sebanyak 12 orang pada tahun 2018.

Disebutkan Ashari, untuk bidang insfrastruktur pada masa pemerintahannya juga mengalami peningkatan baik kualitas maupun kuantitas. Untuk jalan kabupaten pada tahun 2018 meningkat menjadi 3.670 Km dari tahun 2014 sebelumnya 3.575 Km. Dengan klasifikasi panjang jalan aspal pada tahun 2018 sepanjang 2.016 Km dari sebelumnya 1.834 Km pada tahun 2014.

“Selama tahun 2014 hingga 2018 sebanyak 38 prestasi di berbagai bidang telah diraih di tingkat nasional dan internasional,”pungkasnya. (btr/han)

Silaturahim dengan Badan Kenaziran Masjid, AKBP Nugroho Sebar Nomor HP

Teddy Akbari/sumut pos SAMBUTAN: Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto memberi sambutan sekaligus memberikan nomor HP kepada pengurus BKM.
Teddy Akbari/sumut pos
SAMBUTAN: Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto memberi sambutan sekaligus memberikan nomor HP kepada pengurus BKM.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto menggelar silaturahim dengan sejumlah pengurus Badan Kenaziran Masjid yang ada di Kota Rambutan, Senin (25/3). Dalam kesempatan itu, Kapolres menyerukan agar masyarakat dapat menginformasikan mengenai narkoba dan lainnya. “Kalau ada informasi-informasi mengenai narkoba, dapat dikasih tahu kepada saya melalui nomor telepon ini,” seru Kapolres, sambil memberikan nomor selulernya.

Mantan Danyon A Pelopor Satbrimobda Sumut ini, juga menyerukan agar masyarakat dapat memberikan informasi seperti ada yang tidak dikenal warga. Dapat dikiranya ngasih tahu,” kata Kapolres.

Kepada seluruh alim ulama yang memadati acara, Kapolres mengajak agar para alim ulama dapat bekerjasama untuk menciptakan situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif di Kota Binjai. “Saat pelaksanaan Pemilu tanggal 17 April 2019 ini, ayo datang ke TPS dan gunakan hak pilihnya sesuai hati nurani. Polri tetap berkomitmen untuk menjaga netralitas sebagai anggota Polri,” ujar Nugroho.

Dia menambahkan, Polres Binjai membuat program keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan melaksanakan salat lima waktu berjamaah di masjid-masjid. Dia juga menyerukan, agar masjid tidak dijadikan tempt kampanye. “Jaga kekompakan sesama umat muslim dan jalin kerukunan antar umat beragama, sehingga Kota Binjai tetap aman dan kondusif. Jangan percaya terhadap berita hoax dan ujaran kebenciaan yang nantinya akan memecah belah kesatuan Republik Indonesia,” ujar Nugroho.

Sementara, Sekretaris MUI Kota Binji, Jafar Siddiq mengucapkan terimakasih kepada para BKM dan Kapolres Binjai atas terlaksananya kegiatan silaturahim ini. “Jadikan silaturahim ini untuk mempererat hubungan sesama umat muslim di Kota Binjai,” tandasnya.

Diakhir acara, Kapolres memberikan bingkisan tali asih Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto kepada 700 BKM yang hadir. (ted/han)

Kunker ke Sumut, Kasau TNI Disambut Tortor Batak

Foto: Humas Provsu Kepala Staff Angkatan Udara (KSAU) TNI, Marsekal Yuyu Sutisna, disambut dengan tari-tarian dari Batak Toba, di Apron Charlie Lanud Soewondo Medan, Senin (25/3). Wagubsu, Musa Rajekshah juga menyelempangkan ulos sebagai tanda sambutan masyarakat Sumut.
Foto: Humas Provsu
Kepala Staff Angkatan Udara (KSAU) TNI, Marsekal Yuyu Sutisna, disambut dengan tari-tarian dari Batak Toba, di Apron Charlie Lanud Soewondo Medan, Senin (25/3). Wagubsu, Musa Rajekshah juga menyelempangkan ulos sebagai tanda sambutan masyarakat Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) TNI, Marsekal Yuyu Sutisna, disambut dengan tarian selamat datang Batak Toba, saat tiba di Lanud Soewondo, Medan, Senin sore (25/3). Kedatangan Kasau kali ini ke Medan merupakan rangkaian kegiatan kunjungan kerja ke beberapa lanud yang ada di wilayah Indonesia.

Pesawat Angkatan Udara TNI, Boeing 737 A7307 milik Skuadron Udara 17 Halim Perdana Kusuma yang membawa Marsekal Yuyu Sutisna dan rombongannya, tiba di Apron Charlie Lanud Soewondo, Medan sekitar pukul 16:00 WIB. Setelah melalui jajar kehormatan, Marsekal Yuyu Sutisna diberi penghormatan tim dari Lanud Soewondo.

Usai disambut dengan tarian selamat datang Batak Toba, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah yang turut menyambut, kemudian menyelempangkan ulos kepada Marsekal Yuyu Sutisna, sebelum keduanya bersalaman.

“Selamat datang pak di Sumatera Utara,” kata Wagub Sumut yang akrab disapa Ijeck ini saat bersalaman dengan Marsekal Yuyu Sutisna, di Apron Charlie Lanud Soewondo.

Foto: Humas Provsu
KSAU TNI, Marsekal Yuyu Sutisna, diulosi Wagubsu saat tiba di Apron Charlie Lanud Soewondo Medan, Senin (25/3).

Dalam acara penyambutan Marsekal Yuyu Sutisna ini, turut hadir Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jendral Polisi Agus Andrianto, Komandan Lantamal I, Laksamana Pertama Ali Triswanto, Komandan Lanud Soewondo, Kolonel Penerbang Dirk Poltje Lengkey, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution dan jajaran Forkopimda Sumatera Utara.

Setelah upacara penyambutan di Apron Charlie Lanud Soewondo Musa Rajekshah, Marsekal Yuyu Sutisna dan Forkopimda Sumut berjalan bersama menuju gedung Abdul Karim, mengantar Kasau untuk beristirahat.

Marsekal Yuyu Sutisna sendiri dilantik menjadi Kasau pada Januari 2018 menggantikan Hadi Tjahjanto yang menjadi Panglima TNI. Setelah pelantikan tersebut Yuyu Sutisna mulai melakukan kunjungan kerja ke seluruh Indonesia. Sebelum ke Medan, Kasau mengunjungi Lanud Manuhua, Biak pada 15 Februari 2019 lalu. (rel/mea)

Tak Ada IMB, Bangunan Ruko di Padang Bulan Dibongkar

Bangunan 3 lantai di Jalan Pembangunan Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru, dibongkar Satpol PP Medan, Senin (25/3).
Bangunan 3 lantai di Jalan Pembangunan Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru, dibongkar Satpol PP Medan, Senin (25/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski Pemerintah Kota Medan saat ini gencar menegakkan peraturan daerah, tapi tampaknya tak membuat para pemilik bangunan jera. Terbukti, masih banyak ruko, perumahan, maupun kos-kosan yang tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Untuk itu, Pemko Medan terus menertibkan bangunan yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan.

Seperti halnya bangunan 3 lantai yang berada di Jalan Pembangunan Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru, Senin (25/3). Ruko yang masih dalam tahap pembangunan  ini nantinya akan diperuntukkan sebagai kos-kosan. Sebelumnya tim terpadu sudah mengirimkan surat pemberitahuan untuk dapat melengkapi izin. Namun pemilik bangunan tidak juga menghiraukan surat pemberitahuan tersebut.

Tepat pukul 10.00 Wib, tim berkumpul di Kantor Camat Medan Baru lalu langsung bergerak ke lokasi penertiban. Seperti yang dilihat oleh tim, tidak ada plank IMB terpasang didepan bangunan tersebut, pembangunan juga ditutupi pagar seng.

Penertiban yang dipimpin langsung Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan M Sofyan, terdiri dari 2 orang  Bintara Pembina Desa (Babinsa), 4 orang dari Dinas Tata Kota Medan, Satpol PP 6 orang. Namun sesampainya tim gabungan, mandor bahkan pemilik bangunan tersebut tidak di tempat.

Setelah menanti kurang lebih 1 jam, Kasatpol PP Kota Medan, memberi komando untuk merobohkan bangunan 3 lantai tersebut. Pasalnya, selama kurang lebih 1 jam, tim terpadu menantikan mandor namun tak kunjung datang.

“Sudah terlalu lama kita menanti disini, sudah langsung robohkan saja”, kata Kasatpol PP Kota Medan.

Selanjutnya Kasatpol PP Kota Medan menyebutkan, menurut peraturan pemilik bangunan harus mengantongi dulu SIMB baru melaksanakan pembangunan. Namun kenyataannya seperti yang saat ini terjadi, pemilik malah membangun dulu baru mengurus izin.

Lebih lanjut Sofyan menjelaskan, hal ini dilakukan juga untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan, karena penertiban bangunan ini merupakan salah satu dari retribusi pengurusan SIMB, jika banyak pendirian bangunan tanpa izin dikhawatirkan target pendapat dari sektor itu tidak tercapai.

“Dengan menertibkan bangunan tanpa IMB ini dapat menambah PAD Kota Medan karena retribusi pengurusan IMB ini salah satu bagian dari PAD Kota Medan,” jelas Sofyan. (rel/kr)

Realme 3, ‘Power your Style’ Hadir di Kota Medan

Josef Wang, Marketing Director of Realme SEA pada acara media roadshow Realme 3 di Kota Medan, Senin (25/3).
Josef Wang (kanan), Marketing Director of Realme SEA pada acara media roadshow Realme 3 di Kota Medan, Senin (25/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proud to be Young – Realme, merek smartphone yang didedikasikan untuk menciptakan smartphone berkualitas tinggi bagi kaum muda, hari ini membawa Realme 3 sebagai smartphone terkuat di kelasnya ke Kota Medan.

Perangkat penuh gaya ini ditenagai oleh prosesor AI master MediaTeK Helio P60 dan dilengkapi dengan baterai 4.230 mAh, memberikan penggunanya daya tahan baterai yang kuat di segmennya. Realme 3 dilengkapi dengan kamera belakang ganda 13MP + 2MP yang dilengkapi dengan mode Nightscape dan Chroma Boost untuk pertama kalinya di kelasnya.

Realme 3 tersedia dalam tiga varian, 3GB RAM + 32GB ROM, 3GB + 64GB ROM dan 4GB RAM + 64GB ROM dengan layar dewdrop 6.22 inci dan tiga slot SIM + SD card yang dapat diupgrade hingga 256GB.

Didirikan pada Mei 2018, Realme diciptakan untuk menghadirkan kinerja dan desain yang dibutuhkan oleh anak muda dari sebuah smartphone. Generasi muda tidak hanya menggunakan smartphone sebagai alat komunikasi mereka, mereka juga menggunakannya untuk bersosialisasi, bekerja dan belajar.

Tidak hanya itu, mereka juga menginginkan desain smartphone yang bisa menggambarkan kepribadian mereka. Anak muda mungkin memiliki kebiasaan dalam menggunakan smartphone dan pandangan estetika yang berbeda. Tetapi tuntutan mereka serupa dalam hal apa yang mereka butuhkan sebuah smartphone.

Di masa depan, Realme berfokus pada penyediaan smartphone yang menawarkan kinerja yang kuat dan desain modern untuk anak muda, dengan harga terjangkau.

“Hingga saat ini, Realme telah memiliki 5 juta pengguna di seluruh dunia dan Realme 2 telah terjual habis kepada 15.000 konsumen, di hanya dalam 10 menit melalui Lazada Indonesia pada saat penjualan perdananya,” kata Josef Wang – Marketing Director of Realme SEA pada acara media roadshow Realme 3 di Kota Medan, Senin (25/3).

Sebagai penerus Realme 2, Realme 3 menjadi senjata andalan Realme di tahun 2019 yang dibangun di atas kesuksesan Realme 2 di Indonesia. “Realme 3 adalah bukti bagaimana kami terus meningkatkan kinerja dan desain secara komprehensif, membawa produk baru dan pengalaman ‘Power Meets Style’ kepada anak-anak muda di Indonesia khususnya di Kota Medan, dan mengapa kami menjadi pilihan favorit mereka yang tak tergantikan di segmen harga kami,” lanjutnya.

“Indonesia adalah pasar penting bagi Realme. Tahun ini, kami memiliki beberapa rencana untuk mewujudkan salah satu komitmen Realme dalam memaksimalkan layanan kepada anak-anak muda di Indonesia. Salah satunya adalah kami akan membuka toko offline global pertama di Indonesia pada tahun ini. Sejak kami menjual produk kami di toko offline, kami menerima kontribusi signifikan terhadap pengembangan pasar Realme sejak diluncurkan di Indonesia. Tentu saja kami ingin berinovasi dalam menghadirkan layanan yang akomodatif dan memberikan kenyamanan bagi konsumen,” tambah Josef. (rel/sih)