BATARA/SUMUT POS
RESMIKAN: Wabup Deliserdang H Zainuddin Mars saat menghadiri peresmian Ruang Kelas Baru TK Aisyiyah Bustanul Athfal, di Jalan KH Ahmad Dahlan, Lubukpakam, Kamis (14/3).
BATARA/SUMUT POS RESMIKAN: Wabup Deliserdang H Zainuddin Mars saat menghadiri peresmian Ruang Kelas Baru TK Aisyiyah Bustanul Athfal, di Jalan KH Ahmad Dahlan, Lubukpakam, Kamis (14/3).
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars bersama Eksekutif GM PT AP 2 Bandara Kualanamu, Bayuh Iswantoro resmikan Ruang Kelas Baru (RKB) TK Aisyiyah Bustanul Athfal, di Jalan KH Ahmad Dahlan, Lubukpakam, Kamis (14/3).
Ruang Kelas Baru itu merupakan bantuan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Angkasa Pura 2, Bandara Kualanamu.
Disebutkan Bayuh, bantuan PKBL tahun 2018 tersebut dilaksanakan tahun 2019. Berupa pembangunan dua ruang kelas baru, satu ruang kantor guru, dua toilet serta meubelair senilai Rp368.911.900.”Program ini sebagai wujud kepedulian sosial dari PT Angkasa Pura 2 kepada masyarakat Deliserdang. Kita harapkan tahun depan makin banyak lagi bantuan yang diberikan,”sebutnya.
Ditambahkanya, kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan sejalan dengan amanat peraturan Menteri BUMN Tahun 2017 tentang PKBL. Dengan tujuan mewujudkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta kondisi lingkungan sosial masyarakat sekitar.
Kedepannya, PT AP 2 berencana melaksanakan kegiatan lain yang diharapkan dapat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat.“Mari kita terus bekerja sama untuk penyelenggaraannya di tahun yang akan datang dapat lebih baik lagi,”terangnya.
Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars mengapresiasi PT AP 2 Bandara Kualanamu terkait program PKBL tersebut. Apa yang dilakukan PT AP 2 merupakan bagian dalam menyukseskan harapan pemerintah dan masyarakat di Deliserdang. “Ini harapan saya sebagai wakil Bupati yang akan mengkahiri masa jabatan,”ujarnya. (btr/han)
ist/sumut pos
PERTEMUAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat bertemu Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan di sela-sela kunjungan Presiden RI Joko Widodo di SMK Negeri 1 Balige, Jumat (15/3).
ist/sumut pos PERTEMUAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat bertemu Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan di sela-sela kunjungan Presiden RI Joko Widodo di SMK Negeri 1 Balige, Jumat (15/3).
KARO, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia (Menko Kemaritiman RI) Luhut Binsar Panjaitan melakukan upaya pendekatan ke Pemerintah India, untuk memenuhi janjinya sebagai mediator dan memfasilitasi keberangkatan perwakilan kabupaten/kota se-Indonesia.
Tujuannya, guna mengikuti pelatihan Zero Budget Natural Farming (ZBNF) dalam bidang pertanian alami berbiaya nol sesuai Surat Kemenkomaritim nomor : B-51/deputi II/Maritim/III/2019 tertanggal 6 Maret 2019.
Keberangkatan utusan daerah mengikuti pelatihan ZBNF itu, rencananya akan dijadwalkan 18 – 25 Maret 2019 atau selama enam hari berada di Andhra Pradesh India.
Hal itu dikatakan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi Msi, di sela sela kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke SMK Negeri 1 Balige Sumatera Utara, Jumat (15/3).
Menurut Terkelin, Pemkab berterimakasih kepada Kemenkomaritim RI atas dukungan dan kepeduliannya terhadap Kabupaten Karo, yang telah menunjuk sebagai peserta mengikuti pelatihan ZBNF di India. “Dengan terpilihya Kabupaten Karo sebagai perwakilan pelatihan ZNBF sudah tentu kedepan Karo dalam bidang pertanian akan dijadikan wilayah Pilot Project ZNBF.
Hal seperti ini menjadi satu kebanggaan bagi daerah kita, karena tidak semua daerah mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ZNBF itu,” kata Terkelin.
Artinya, pengetahuan tata cara menggunakan ZBNF nantinya dapat diandalkan, seperti di India yang sukses dengan program ZBNF bidang pertanian sekaligus meningkatkan kompetensi serta transfer pengetahuan dan teknologi. “Selanjutnya, manfaat ZBNF nantinya, jika diterapkan di daerah kita dapat meningkatkan kualitas produk organik. Sasaran ini ke depan kita implementasikan ke para petani, apalagi Karo saat ini semuanya hampir merata merasakan akibat terdampak pasca Erupsi Gunung Sinabung lahan pertanian kurang produktif,” terang Terkelin.
Sisi lain, ZBNF adalah program yang mengedukasi para petani untuk tidak menggunakan pupuk zat kimia tapi mengedepankan alami dengan cara mengadopsi pendekatan agroecology, ZNBF menghindarkan petani dari beban biaya tinggi akibat penggunaan bahan kimia.
“Paling pokok, menggunakan ZBNF tidak mengganggu kesehatan dan paling menakjubkan penggunaan ZNBF meningkatkan kesehatan petani dan lingkungan. Terbukti sudah terjadi di Pemerintah Andhra Pradesh India, ini latar belakang manfaat ZBNF,” ujar Terkelin. (deo/han)
BAMBANG/SUMUT POS
DIABADIKAN: Aliansi Muda Masyarakat Langkat Bersatu diabadikan bersama Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan usai menyerahkan pernyataan sikap dukungan kinerja Kapoldasu.
BAMBANG/SUMUT POS DIABADIKAN: Aliansi Muda Masyarakat Langkat Bersatu diabadikan bersama Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan usai menyerahkan pernyataan sikap dukungan kinerja Kapoldasu.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Aliansi Muda Masyarakat Langkat (AMMAL) Bersatu yang terdiri dari PMII, GP. ANSOR, FMBL, PC. ICNU, IKA-PMII, mendukung kinerja Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto. Dan mengutuk pernyataan oleh orang atau kelompok yang dapat memecah belah kehidupan bermasyarakat di Sumut.
Dukungan itu mereka sampaikan dengan aksi damai di seputaran Kota Stabat hingga di Mapolres Langkat, Kamis (14/3).
Pada kesempatan itu, mereka juga mendukung Poldasu dalam menjalankan tugas secara profesional, dan menjaga situasi yang aman dan damai. Dan siap mendukung Irjen Agus Andrianto sebagai Kapoldasu karena seorang harmonis dan baik hati dan dalam menjalankan tugas. Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan menyatakan terimakasih atas dukungan yang disampaikan AMMAL.
“Menjaga persatuan dan kesatuan NKRI adalah harga mati, jangan biarkan segelintir kelompok atau oknum tertentu memecah belah persatuan dan kesatuan, apalagi menjelang Pemilu banyaknya kepentingan kepentingan tertentu, hindari perselisihan karena kita adalah bersaudara,” ungkap Kapolres.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk menjaga kekondusifan dan kamtibmas di Sumut khususnya di Langkat.”Jangan mudah terprovokasi dan percaya dengan isu yang belum jelas kebenaranya (Hoax),” tegas Kapolres.
Usai menyampaikan pernyataan sikap dukungan kepada Kapolres Langkat, AMMAL pun membubarkan diri dengan tertib dan aksi damai berjalan dengan lancar. (bam/han)
KARTU: Seorang anak menunjukkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Presiden Jokowi rencananya akan membagikan 2 ribu KIP kepada pelajar di Balige, hari ini, Jumat (15/3).
KARTU: Seorang anak menunjukkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Presiden Jokowi rencananya akan membagikan 2 ribu KIP kepada pelajar di Balige, hari ini, Jumat (15/3).
BALIGE, SUMUTPOS.CO – Hari ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dijadwalkan hadir di SMKN 1 Balige, Kabupaten Toba Samosir, untuk membagikan 2.000 Kartu Indonesia Pintar kepada pelajar daerah itu.
“Kamis (kemarin, red), dijadwalkan Bapak Presiden tiba di Kabupaten Tobasa. Menginap di Tobasa. Kemudian akan ada pembagian 2.000 kartu pintar,” tutur Plt Sekda Tobasa, Harapan Napitupulu SH ketika dikonfirmasi, Kamis ( 14/3).
Informasi yang mereka terima, rombongan Presiden tiba di Bandara Silangit, Taput sekira pukul 17.30 WIB. Kemudian berangkat menuju Tobasa. Pada Jumat pagi akan membagikan Kartu Indonesia Pintar di Balige.
“Setelah membagikan kartu, rombongan presiden akan mengunjungi Balerong Balige. Dijadwalkan beliau berada di Tobasa hingga pukul 13.00 WIB,” timpal Kabag Humas Pemkab Tobasa Robinson Siagian.
Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan berbagai keperluan terkait pengamanan, meski pada prinsipnya pengamanan rombongan Presiden ditangani PAM khusus.
Terpisah, Kabag Humas pada Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Indah Dwi Kumala mengatakan, Presiden Joko Widodo kunker ke Sumut sejak 14 Maret hingga 17 Maret.
Sesuai jadwal protokol presiden, sejumlah agenda kunker yan sebelumnya dijadwalkan, berubah di saat-saat terakhir. “Beberapa agenda kunker presiden seperti meninjau dan meresmikan proyek Pelabuhan Kuala Tanjung dan kunjungan ke tiga redaksi media cetak, tidak ada di jadwal,” katanya.
Hasil rapat koordinasi persiapan kunjungan RI 1 ke Sumut di Kantor Gubsu, Rabu malam kemarin, protokol presiden sudah menyampaikan rundown secara umum. Yakni pada Kamis tiba di Bandara Silangit pukul 17.00 WIB. Rombongan menuju Hotel Sare Nauli-Laguboti, dilanjutkan makan malam di hotel dan istirahat
Pada Jumat pagi, RI 1 dan rombongan meninjau pasar di Balige, lalu ke Gedung Serbaguna Dell menyampaikan Kartu Indonesia Pintar. Selanjutnya Salat Jumat di Masjid Balige, makan siang, lalu kembali ke Bandara Silangit dan take off pukul 15.45 ke KNO. Dari KNO, langsung ke lokasi Zikir Akbar di GOR Serbaguna. Selanjutnya menuju Swissbell Hotel untuk melakukan pertemuan internal.
Pada Sabtu pukul 08.15 Wib, Presiden ke Lapangan Merdeka Medan Deklarasi AMPI, lalu lanjut ke Gedung Serbaguna USU.
Kemudian pukul 19.00 WIB, RI 1 menghadiri pertemuan antar etnis di Stadion Teladan. Di hari terakhir, sekitar pukul 07.30 take off dari Lapangan Udara Suwondo ke Bandara FL Tobing Sibolga menuju Pelabuhan Sibolga untuk meresmikan pelabuhan di sana.
Setelah itu lanjut acara internal dan kembali ke Bandara FL Tobing, take off ke Jakarta pukul 12.30 WIB.
Bom di Sibolga Tidak Berdampak pada Investasi
Sementara itu, peristiwa ledakan bom dan pengungkapan terduga pelaku terorisme oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror di Kota Sibolga, dipercaya tidak mempengaruhi perekonomian dan investasi di Sumut. Pasalnya, rencana aksi terorisme itu dapat diantisipasi oleh Polri.
“Ledakan bom di Sibolga itu tentunya memberikan rasa tidak nyaman bagi masyarakat. Demikian pula bagi investor. Meski demikian, ledakan bom itu tidak berdampak pada perekenomian Sumut karena Kota Sibolga bukan ibukota Provinsi Sumut. Apalagi, pemerintah telah menjamin keamanan bagi masyarakat,” kata Pengamat Ekonomi Sumut, Wahyu Ario Pratomo kepada Sumut Pos, Kamis (14/3).
Dosen dari Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) ini mengungkapkan, hingga saat ini investor masih fokus investasi di Pantai Timur Sumut. Terutama di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
“Letak kota Sibolga yang jauh dari Medan rasanya membuat kejadian itu tidak memberikan pengaruh. Selama Medan masih aman, investasi tidak akan terpengaruh. Apalagi kejadiannya hanya sekali dan berskala kecil,” sebut Wahyu.
Menurutnya, sudah banyak aksi bom bunuh diri yang membuat korban berjatuhan di Indonesia. Namun terbukti tidak mempengaruhi perekonomian nasional. Karena, Pemerintah Pusat segara melakukan upayan tindakan melalui aprat kepolisian.
“Serangan teroris di Jakarta tahun 2016 dan Surabaya tahun 2018, tidak berdampak terhadap ekonomi kedua kota. Sepanjang kepolisian dapat menjaga keamanan dan menyelesaikan kasus serangan teroris ini,” pungkasnya. (prn/gus)
istimewa
BERSIAP: Remigo dikawal petugas KPK saat bersiap untuk dipindah ke Rutan Polrestabes Medan guna menjalani persidangan di PN Medan.
istimewa BERSIAP: Remigo dikawal petugas KPK saat bersiap untuk dipindah ke Rutan Polrestabes Medan guna menjalani persidangan di PN Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menitipkan tiga tersangka kasus dugaan suap sejumlah proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pakpak Bharat, ke rutan yang berbeda di Medan.
Ketiganya adalah bupati nonaktif Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali, dan pihak swasta, Hendriko Sembiring.
“Penyidikan terhadap tersangka telah selesai. Sehingga penyidik menyerahkan tersangka dan berkas perkara pada penuntut umum, untuk proses lebih lanjut,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan siaran pers yang diterima, Kamis (14/3).
Febri mengatakan, saat ini ketiganya sudah dibawa ke Medan untuk keperluan persidangan. “RYB (Remigo Yolando Berutu), Bupati Kabupaten Pakpak Bharat periode 2016-2021 dititipkan di sel Polrestabes Medan. DAK (David Anderson Karosekali), Plt Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat dititipkan di Rutan Tanjunggusta Medan. Sedangkan HSE (Hendriko Sembiring), swasta, dititipkan di Rutan Tanjunggusta Medan,” ucap Febri.
Disebutkan Febri, penyidikan terhadap tiga tersangka tersebut telah selesai. Sehingga penyidik menyerahkan tersangka dan berkas perkara pada Jaksa Penuntut Umum untuk proses lebih lanjut.
“Selama penyidikan, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 50 orang saksi. Rencana persidangan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor PN Medan,” tandasnya.
Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 2018 lalu. Dari OTT itu, KPK kemudian menetapkan 3 orang tersangka, yakni Remigo, David dan Hendriko. Menurut KPK, Remigo diduga menerima uang Rp550 juta terkait dengan proyek di Dinas PUPR Pakpak Bharat.
Suap itu diduga diterima Remigo secara bertahap. KPK menyebut uang itu —salah satunya— diduga digunakan Remigo untuk ‘mengamankan’ kasus yang menjerat istrinya.
Setelah penyidikan untuk Remigo dkk berlangsung, KPK kemudian menetapkan tersangka lainnya, yaitu Direktur PT TMU, Rijal Efendi Padang. Dia ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyuap Remigo. Rijal sudah disidang lebih dulu.
Lima Saksi Beratkan Penyuap Bupati
Terpisah, lima saksi dihadirkan dalam sidang Rijal Efendi Padang, terdakwa suap Direktur PT Tombang Mitra Utama (TMU) terhadap Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu. Dalam kesaksiannya, saksi membenarkan bahwa terdakwa memberikan suap kepada Remigo, untuk memenangkan lelang proyek Pengaspalan Jalan Simpang Kerajaan-Mbinanga Sitellu senilai Rp4,5 miliar.
“Saksi hari ini ada 5 orang, 4 dari Pokja ULP yang 1 orang anggota DPRD. Saksi menyatakan bahwa benar dia pernah menawarkan proyek disuruh David Plt Kadis PUPR. Bahkan kepada terdakwa ini ada proyek tapi harus membayar uang muka, sebesar Rp200 juta dari kesepakatan sekitar 10 persen dari nilai proyek,” ucap Ikhsan Ferinando, Jaksa Penuntut Umum dari KPK, di ruang Sidang Cakra Utama Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (14/3)
Saksi Yansen Sianturi, staf di Pemda Pakpak Bharat, sebelumnya menyebutkan bahwa dalam pelelangan terdakwa memberikan uang Rp500 juta.
“Jadi uang itu dibayarkan di awal sebelum lelang kepada David. Seperti biasa akan diberikan ke atas lagi yaitu untuk Bupati (Remigo). Jadi itu tadi yang katakan Pak Yansen. Saksinya pegawai di Pemda bagian BPKD temannya David,” beber Ikhsan.
Pada sidang yang dipimpin Majelis hakim Erwan Efendy itu, Ikhsan juga menjelaskan saksi lainnya yakni, Rudiar Sembiring selaku Pejabat Pembuat Kebijakan (PPK) proyek Pengaspalan Jalan Simpang Kerajaan-Mbinanga Sitellu.
“Saksi lain, yang PPK menjelaskan, dia mengetahui David meminta tagihan kewajiban uang selain Rp400 juta itu ada lagi 15 persen setelah lelang dimenangkan. Lalu diminta lagi dan sempat menyerahkan uang Rp500 juta. Cek lewat PPK, diketahui itu,” katanya.
Ia melanjutkan pada sidang berikutnya, akan menghadirkan saksi Sukardi alias Tages (Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah), yang diperintahkan untuk meminta uang dari terdakwa Rijal Efendi.
“Berikutnya kita akan datangkan saksi lagi, senin minggu depan mungkin, salah satunya Tages alias Sukardi,” pungkasnya.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka lainnya penerima suap proyek infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat. Mereka adalah, Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu (RYB), Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekali (DAK), pihak swasta Hendriko Sembiring (orang kepercayaan David).
Sebelumnya dalam dakwaan JPU KPK, Rijal memberikan uang ratusan juta itu kepada Remigo untuk mendapatkan sejumlah pengerjaan proyek. Di antaranya peningkatan Jalan Simpang Kerajaan-Binanga Sitelu, Pakpak Bharat, dengan nilai kontrak sebesar Rp4,5 miliar.
Usai pemberian uang tersebut, Bupati Remigo lantas menerbitkan Surat Keputusan (SK), tentang pelaksana Pengadaaan Barang Jasa Pemerintah pada Unit Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemkab. Pakpak Bharat dan menunjuk David Anderson Karosekali sebagai Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Remigo kemudian, meminta ULP agar perusahaan pemenang lelang memberikan ‘koin’ sebagai uang ucapan terima kasih sebesar 2 persen dari nilai kontrak dengan pembagian satu persen untuk bupati dan satu persen untuk Pokja.
“Terdakwa mendatangi Yansen Sahat Parulian —teman dekat David Anderson Karosekali— dan menyampaikan ingin mendapatkan paket pekerjaan di Pakpak Bharat pada tahun 2018. David kemudian menyampaikan kepada Yansen, bahwa di Dinas PUPR ada paket pekerjaan Peningkatan/Pengaspalan Jalan Simpang Kerajaan-Mbinanga Sitellu. Tapi dengan syarat, memberikan kewajiban asebesar Rp400 juta atau 10 persen dari nilai paket pekerjaan,” ujar JPU.
Mendengar itu, Rijal pun menyanggupinya. Rijal, lantas memberikan sebagian uang itu di Pendopo Bupati. Setelah diberikan, Bupati kemudian meminta agar lelang proyek dipercepat, dan mengingatkan Pokja untuk memberikan uang koin sebesar 2 persen.
Setelah proyek pekerjaan diberikan, Rijal berjanji akan melunasi setelah beberapa hari kemudian. Uang sisa dari terdakwa diserahkan beberapa kali melalui perantara David Anderson Karosekali. Namun saat memberikan uang itu di rumah Remigo yag berada di Jalan Pasar Baru, Padang Bulan, Medan, ternyata tim KPK sudah membuntuti David Anderson Karosekali.
Dari tangannya diamankan uang sebesar Rp150 juta dari sisa uang terdakwa yang totalnya mencapai Rp580 juta.
“Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 5 ayat 1huruf a UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana,” urai JPU. (man)
DILEDAKKAN
Tim penjinak bom memusnahkan bahan peledak yang ditemukan Densus 88 dengan cara meledakkannya di Rindu Alam, Kecamatan Pandan, Tapteng, Kamis (14/3) pagi.
DILEDAKKAN Tim penjinak bom memusnahkan bahan peledak yang ditemukan Densus 88 dengan cara meledakkannya di Rindu Alam, Kecamatan Pandan, Tapteng, Kamis (14/3) pagi.
SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – SEBANYAK 3 kg dari total 300 kg bom dan bahan baku milik terduga teroris Husein alias Abu Hamzah dan istrinya serta jaringannya yang ditemukan Detasemen Khusus Anti Teror di Kota Sibolga, dimusnahkan dengan cara diledakkan oleh Penjinak Bom (Jibom) di wilayah sepi penduduk, tepatnya di Rindu Alam, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (14/3) pagi.
Tampak, sebelum dilakukan disposal oleh Tim Jibom, tanah kosong di Rindu Alam itu telah dilubangi menggunakan ekskavator untuk tempat ditanamnya bom dan kemudian diledakkan.
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto beserta Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk, Wakil Wali Kota Edy Polo Sitanggang dan Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul turut menyaksikan pemusnahan bom tersebut.
Peledakan pertama adalah bom dengan berat kurang dari 3 kg dengan daya ledak dan suara yang sangat keras. Menyaksikan ledakan itu, Kapolda Sumut menuturkan bahwa disposal selanjutnya perlu dilakukan secara khusus dan di tempat yang khusus.
“Masih kecil barang bukti yang diledakkan (tidak termasuk yang dalam tabung kemasan atau tabung container) seperti itulah yang rekan-rekan saksikan. Atas pertimbangan keamanan dari tim Jibom yang melaksanakan disposal, apabila dilakukan disposal terhadap (bom, red) yang (di tabung, red) kontainer maupun yang tabung gas, dikhawatirkan akan membahayakan,” ujar Agus.
Kapolda juga menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya mengeluarkan informasi adanya penemuan 300 kg bahan baku bom. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan uji laboratorium lebih lanjut, ternyata 300 kg itu sudah merupakan bahan jadi.
“Kemarin kami sampaikan, apabila bahan dicampurkan, (jumlahnya, red) hampir 300 kg. Ternyata laporan dari tim yang melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap barang bukti yang ditemukan, ternyata sudah bahan jadi. Tim akan melakukan pemusnahan secara khusus di tempat yang khusus pula. Karna dengan barang bukti yang nggak sampai 3 kg saja, (ledakannya, red) sudah seperti itu. Apalagi kalau sampai 300 kg,” katanya.
Dia juga menuturkan, untuk kepemilikan bom yang cukup banyak itu merupakan milik Husein alias Abu Hamzah dan istrinya yang diduga telah melakukan bom bunuh diri di rumahnya di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga Sambas. Termasuk juga jaringannya yang juga berada di Kota Sibolga. “Ya, milik AH dengan keluarganya dan termasuk jaringan yang sudah ditangkap saat ini,” katanya.
Irjen Pol Agus menduga, terduga teroris yang ditangkap di wilayah Lampung juga memasok bahan peledak dari terduga teroris di Sibolga. “Mereka ini memang menyiapkan bahan itu di sini, kemudian, kemungkinan seperti yang ditangkap di Lampung, mengambil barang rakitan dari wilayah ini,” jelasnya.
Disinggung jenis barang bukti yang ditemukan, Irjen Pol Agus menuturkan ada Potasium klorat, Sulfur dan Arang. “Potasium klorat, sulfur dan arang, ini merupakan campuran yang sudah dimix oleh mereka dan siap untuk digunakan. Kemarin di dalam satu rompi ada 10 pipa yang sudah mereka rakit dan diisi,” tuturnya.
Ditambahkannya, sesuai informasi yang diterimanya dari hasil penyelidikan, masih ada sejumlah bom yang ditemukan di bawah tanah sekitar TKP peledakan bom di Jalan Cendrawasi, Kelurahan Pancuran Bambu. “Masih ada di beberapa tempat ditanam yang bisa ditemukan oleh tim pada saat melakukan sterilisasi,” katanya. (dvs/ts/dh/smg)
istimewa
WAWANCARA: Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto diwawancarai wartawan usai menyaksikan pemusnahan bahan peledak yang disita dari rumah terduga teroris Abu Hamzah cs, Kamis (14/3).
istimewa WAWANCARA: Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto diwawancarai wartawan usai menyaksikan pemusnahan bahan peledak yang disita dari rumah terduga teroris Abu Hamzah cs, Kamis (14/3).
SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap tiga terduga teroris yang diduga masuk jaringan Abu Hamzah alias Husein alias Upang. Dua di antaranya ditangkap di Kota Tanjungbalai dan seorang lainnya dari Kota Sibolga. Ternyata, jaringan ini telah mempersiapkan aksi bom bunuh diri. Syukurnya, rencana aksi teror tersebut berhasil digagalkan Tim Densus 88.
KAPOLDA Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, satu di antara yang ditangkap di Tanjungbalai berinisial R, wanita yang akan menjadi istri kedua Abu Hamzah. Sedangkan seorang lagi lelaki berinisial M. Kata Agus, penangkapan kedua terduga teroris di Tanjungbalai ini berkat hasil pemeriksaan dan pengembangan yang dilakukan Tim Densus 88.
“Masih dalam pengembangan. Tapi informasinya, terduga teroris R akan menjadi istri kedua AH (Abu Hamzah) dan direkrut untuk jadi ’pengantin’,” kata Kapolda kepada wartawan, Kamis (14/3).
Berdasarkan informasi yang didapat, R dibekuk di Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai. R yang masih berusia 22 tahun ini beralamat di Jalan Ampera/Jalan Protokol Bagan, Dusun II, Desa Bagan Pekan, Kecamatan Tanjungbalai Asahan, Kabupaten Asahan.
Ia diamankan lantaran terlibat dalam pembelian bahan bom Sibolga. Tak cuma itu, R sendiri merupakan istri dari Hendri Syahli Manurung (27), warga Tanjungbalai, yang merupakan salah satu anggota teroris jaringan JAD kelompok Syaifuln
yang ditembak mati oleh Densus 88 Mabes Polri pada Oktober 2018 lalu.
Sementara untuk Kota Sibolga, kata Kapolda, sudah dilakukan penangkapan terhadap empat orang. Satu tambahan lain terduga teroris berinisial M yang ditangkap di Sibolga.
“Jadi ada empat terduga teroris di Sibolga yang sudah ditangkap,” ungkapnya.
Berdasarkan data, ketiga terduga teroris yang ditangkap sebelumnya yakni Abu Hamzah alias Husein alias Upang ditangkap pada Selasa (12/3) sekira pukul 14.00 WIB di Jalan Cendrawasih atau Jalan Selamat, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas. Kemudian, AK alias Ameng dan Hal, ditangkap pada pukul 10.30 WIB pada Selasa (12/3) dari Jalan Sisingamangaraja Simpang Jalan Gambolo, Kelurahan Pancuran Kerambil, Sibolga Sambas.
Rakit Bom Lima Peti
Sementara, seorang terduga teroris lainnya, yakni istri dari terduga teroris Abu Hamzah, yang diketahui berinisial As alias Sol, tewas bersama anaknya dengan cara meledakkan diri dengan menggunakan bom di dalam rumah mereka di jalan Cendrawasih, Gang Serumpun sekira pukul 01.30 WIB pada Rabu (13/3).
Abu Hamzah sendiri, kata Agus Andrianto, sudah merakit bom sebanyak 5 peti. Bom rakitan itu sudah dipasang ke rompi untuk dijadikan bom bunuh diri. “Untuk bahan yang sudah dirakit sebanyak lima peti dan sudah dipasang dalam rompi,” kata Agus.
Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, ada indikasi kelompok teroris di Sibolga akan melakukan aksi bom bunuh diri. Indikasi tersebut muncul ketika ditemukannya barang bukti berupa satu buah bom rompi di kediaman terduga teroris AK alias Amenk.
Menurut Dedi, Amenk dan P alias Ogel turut ditangkap berdasarkan pengembangan dari penangkapan terduga teroris Husain alias Abu Hamzah pada Selasa (12/3/2019) lalu. “Ya (ada indikasi melakukan bom bunuh diri). Jadi betul kelompok ini akan melakukan lonewolf. Artinya, enggak serangan kelompok, tapi serangan person to person. Polanya mereka satu orang tapi bisa memberikan efek,” kata Dedi di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/2) siang.
Kendati begitu, Polisi belum bisa memastikan lokasi mana saja yang menjadi target kelompok teroris tersebut. Namun, Dedi menegaskan yang menjadi sasaran kelompok teroris sudah dipastikan merupakan aparat kepolisian. “Ini masih didalami belum ada kesimpulan karena masih proses,” katanya.
Dalam operasi yang dilakukan Densus 88 Antiteror terhadap kelompok teroris di Sibolga, turut disita barang bukti beberapa jenis bom dan bahan peledak seberat 300 kilogram. Barang bukti tersebut diperoleh dari dua lokasi, yakni di kediaman Abu Hamzah dan Amenk. Dari kediaman Abu Hamzah ditemukan barang bukti berupa dua buah bom pipa tabung dan empat buah cashing tabung pipa LPG.
“Kemudian ada 100 kg flash powder potasium korat, satu buah bom pipa elbow, ada empat buah bom yang sudah tertanam di halaman rumah sebagai bom ranjau,” ungkap Dedi.
Sementara itu, dari kediaman terduga teroris Amenk ditemukan barang bukti berupa satu buah bom rompi yang berisi 10 buah bom elbow. Amenk sendiri diketahui berperan sebagai penyumbang dana sebesar Rp 15 juta terhadap kelompok teroris Sibolga untuk membeli sejumlah bahan baku bom.
“Penyitaan tersebut antara lain satu buah bom rompi yang berisi 10 buah bom elbow, kemudian satu kardus berisi bahan peledak yang masih diperiksa di lab forensik,” imbuh Dedi.
Kejar Penyandang Dana Lain
Ternyata, dua rekan Abu Hamzah (AH), yakni Ameng alias AK dan Ogel alias P ternyata memiliki peran signifikan sebagai penyandang dana dan perencana aksi teror. Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, setelah memeriksa Abu Hamzah alias Husain, diketahui ada dua orang lain yang terlibat. Pertama, Ameng sebagai penyandang dana. “Ditangkap di Sumatera Utara (Sumut),” tuturnya.
Ameng diduga memberikan uang Rp15 juta untuk membuat bom. Saat diamankan ternyata Ameng juga kedapatan menyimpan bom rompi, sepuluh bom pipa dan satu kardus bahan peledak. Kemungkinan bom rompi itu untuk melakukan aksi bunuh diri. “Bahan peledak masih diperiksa di laboratorium forensik,” ujarnya.
Terduga teroris selanjutnya, Ogel alias P yang diduga berperan aktif membantu AH merancang aksi teror. Ada juga bahan peledak yang disimpan Ogel. “Dari penangkapan beberapa hari ini, total 300 Kg bahan peledak yang didapatkan. Bom yang telah terakit jumlahnya 15 buah,” terangnya.
Jumlah bahan peledak yang begitu banyak itu sangat tidak mungkin hanya dibeli dengan Rp15 juta yang diberikan Ameng. Maka, ada kemungkinan penyandang dana lainnya. “Saat ini sedang dilakukan pengejaran,” ujarnya.
Terkait sterilisasi rumah AH dari bom, dia menjelaskan, hingga Kamis siang ditemukan setidaknya lima buah bom. Semua bom itu telah didisposal atau dimusnahkan dengan cara diledakkan. “Tapi, upaya sterilisasi masih berlangsung,” tuturnya.
Dalam waktu dekat, rumah tersebut kemungkinan bisa dinyatakan klir atau bersih dari bom. Dengan demikian sekitar 20 kepala keluarga yang terdampak bisa kembali ke rumah dan bisa memperbaiki rumah masing-masing. “Nanti akan dibantu pihak pemda,” terang mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut.
Dia juga mengklarifikasi soal jumlah anak AH. Bila sebelumnya disebut hanya tiga anak, kini dipastikan AH memiliki empat orang anak. Namun, yang menjadi korban ledakan bom hanya satu anak yang berusia sekitar 2 tahun.”Tiga anak yang lain masih dicari, inisial H usia 18 tahun, A usia 16 tahun dan S usia 11 tahun,” jelasnya.
Menurutnya, aksi teror di Indonesia mengalami fenomena baru. Pasca bom Surabaya ternyata Bom di Sibolga ini menguatkan kemungkinan bahwa perempuan mulai aktif dilibatkan untuk melakukan aksi. “Khususnya untuk lone wolf,” tuturnya.
Hal tersebut menjadi warning untuk semua pihak Agar bisa memerangi terorisme bersama. Jangan sampai ada anggota keluarga yang terpapar ideologi terorisme. “Terorisme itu musuh bangsa ini,” terangnya ditemui di kantor Divhumas Polri kemarin.
Sementara di tempat lain ditangkap pula seorang terduga teroris. Yakni, Riky Gustiadi alias Abu Riky. Dia ditangkap di Jalan Utama , Bagan Kota, Bangko, Rokan Hilir, Riau. Kendati belum dipastikan keterkaitannya dengan kelompok Sibolga, namun Abu Riky memiliki rencana melakukan aksi teror di sejumlah kantor kepolisian. “Dia aktif berkomunikasi melalui grup-grup teroris,” ujarnya.
Ada sejumlah hal yang dilakukan, yakni mengunggah video ledakan di Senayan saat debat Capres ke grup Channel Media Khalifah. Mengunggah poster propaganda berupa kelompok ISIS di Filipina. “Juga mengungkapkan kebencian terhadap Densus 88 Anti Teror,” terangnya.
Dia juga mengarahkan anggota grup WA Panji Hitam untuk melakukan aksi teror dengan sasaran kepolisian. “Ada sejumlah barang bukti yang disita, yakni delapan busur panah, stun gun, face target dan sejumlah alat elektronik, “ terangnya.
Periksa Potongan Tubuh
Tim DVI Polda Sumut dan Tim Labfor Mabes Polri dibantu dokter forensik PPDS USU melakukan identifikasi terhadap serpihan tubuh yang ditemukan di sekitar rumah terduga teroris Abu Hamzah alias Upang alias Tupang, Kamis (14/3). Identifikasi dilakukan di kamar jenazah Rumah Sakit FL Tobing Sibolga. Diduga potongan tubuh tersebut merupakan potongan tubuh As alias Sol, istri dari Abu Hamzah yang diduga meledakkan diri bersama anaknya.
Namun belum diketahui, apakah potongan tersebut merupakan dua tubuh atau hanya tubuh istri Upang. Karena, tim masih terus bekerja mengumpulkan bukti-bukti potongan tubuh dari TKP. “Kita masih kerja, mau ke TKP. Belum bisa memberi keterangan,” kata salah seorang dari tim saat keluar dari kamar jenazah.
Beberapa potongan tubuh yang ditemukan di antaranya, usus, potongan tulang paha dan beberapa serpihan tubuh lain yang dimasukkan ke plastik bening. (dvs/ts/dh/smg/idr/jpg)
net
LATIHAN: Egy Maulana Vikri sudah mengikuti latihan timnas U-23 di bawah arahan Indra Sjafri untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 2020.
net LATIHAN: Egy Maulana Vikri sudah mengikuti latihan timnas U-23 di bawah arahan Indra Sjafri untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 2020.
SUMUTPOS.CO – Dua pemain Indonesia yang berkarir di Eropa, Egy Maulana Vikri dan Ezra Walian akhirnya resmi bergabung ke timnas U-23. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 2020.
Setibanya di Tanah Air, Ezra mengaku bakal bekerja keras demi mencuri perhatian Indra Sjafri. Hal ini wajar sebab dirinya cukup tertinggal dari pemain lain soal persiapan.
“Senang bisa kembali ke Indonesia dan bergabung dalam tim. Latihannya bagus dan bermanfaat buat saya,” ungkapnya.
Ezra menilai rekan-rekannya memiliki level permainan dan kebugaran yang tinggi. Karena itu dia ingin secepatnya mengejar ketertinggalan agar dipilih dalam skuad Timnas U-23.
“Saya kira kami semua berada di satu level yang sama, semua punya kemampuan sama, dan itu sangat penting. Saya bisa lihat di latihan, semua pemain berada dalam kondisi fit,” ujar pemain yang memperkuat klub Belanda, RKC Waalwijk tersebut.
Sementara Egy Maulana Vikri tak mau alasan perubahan cuaca dan jetlag jadi penghalang untuk tak menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti pemusatan latihan. Penggawa Lechia Gdansk itu akan berjuang mencuri satu tempat pada skuad Timnas U-23 Indonesia.
Egy Maulana akhirnya kembali ke ‘pangkuan’ Indra Sjafri, pelatih Timnas U-23, setelah pada Piala AFF U-22 lalu berhalangan. Kala itu, Lechia Gdansk tak memberikannya izin untuk memperkuat Timnas U-22 di Piala AFF U-22 2019.
Eks pemain Persab Brebes itu kembali hadir di latihan Timnas U-23 Indonesia. Egy Maulana datang pada Rabu (13/3).”Alhamdulillah saya sampai dengan selamat kemarin malam. Ini baru latihan pertama, jadi harus cepat adaptasi seperti apa yang diinginkan oleh pelatih,” ungkap Egy usai menjalani latihan.
Meski demikian, Egy tentu saat ini tengah beradaptasi dan berusaha menaklukkan perubahan cuaca dan jetlag yang tengah dia rasakan.
“Alhamdulillah. Lima menit pertama masih penyesuaian. Tapi setelah itu sudah normal lagi. Saya kan tinggal di Indonesia jadi tahu cuaca di sini. Meski ada sedikit masalah, tetap bisa diatasi,” tutup Egy Maulana.
Sebelumnya penggawa Pahang FA, Saddil Ramdani lebih dulu bergabung. Saddil sudah terlihat mengikuti latihan bersama rekan-rekannya sejak Senin (11/3). Saddil sendiri memang baru mengikuti TC setelah diperbolehkan Pahang FA gabung Timnas U-23. Sebelumnya, pihak Pahang FA tak melepas eks pemain Persela Lamongan itu tampil di Piala AFF U-22 2019. (bbs/jpc/don)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Turnamen Rumah Kita Cup akan resmi bergulir hari ini. Laga pembuka akan diramaikan laga ekshibisi Pewarta PSMS-SIWO kontra Mantan PSMS di Stadion Kebun Bunga, Jumat (13/4).
Turnamen yang menyediakan total hadiah Rp 5 juta berserta tropi ini, akan diikuti sebanyak 8 tim diantaranya Pemprovsu, Kosek Hanudnas III, Bank Sumut, USU FC, Mantan PSMS RM – Junior 85-88, Pertamina FC dan Pelindo dan Siwo PWI Sumut.
Pertandingan akan memakai sistim gugur, semifinal, final untuk menentukan peringkat satu hingga tiga. Sebelumnya SIWO PWI Sumut sudah melakukan uji coba dengan sesama wartawan olahraga yang tergabung dalam Pewarta PSMS di Stadion Kebun Bunga, Rabu (13/3). Laga itu berakhir imbang 1-1.
Gol Pewarta PSMS diceploskan Ilham Fazrir di awal babak kedua. Sementara lima menit berselang, SIWO PWI Sumut berhasil membalas lewat gol Syamsir.
“Kami sudah menggelar dua uji coba jelang rumah kita cup. Sebelumnya menghadapi tim DPRD Sumut. Hasil akhir bukan tujuan, tapi melihat bagaimana performa pemain, termasuk stamina,” kata Pelatih SIWO, Ariadi.
Selain itu menarik menyaksikan duel Pewarta PSMS yang akan berkolaborasi menghadapi Mantan PSMS. Rencananya para mantan PSMS dari berbagai generasi akan turut serta pada laga tersebut. Mereka nantinya akan tersebar di klub-klub peserta turnamen. (don)
DIVA/SUMUT POS
DIAMANKAN: Muhammad Rizky Siregar (tengah) diamankan usai menikam leher mertuanya menggunakan belati.
DIVA/SUMUT POS DIAMANKAN: Muhammad Rizky Siregar (tengah) diamankan usai menikam leher mertuanya menggunakan belati.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nyawa Mawardi Lubis (50) hampir melayang di tangan menantunya sendiri. Korban ditikam Muhammad Rizki Siregar (30) warga Jalan Kartini, Kecamatan Medan Barat, Rabu (13/3). Pelaku nekat ingin menghabisi nyawa mertuanya itu lantaran kesal dipisahkan dari istrinya.
KANIT Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Herison Manullang mengatakan, pelaku sehari-hari bekerja sebagai tukang servis AC (Air Conditioner).
“Tersangka berhasil kita tangkap beberapa jam usai melakukan aksinya. Kita juga menyita barang bukti berupa sebilah pisau warna kuning,” ucap Herison, Kamis (14/3).
Dipaparkan Herison, penikaman bermula ketika pelaku datang ke rumah korban. Saat itu, dia ingin melihat istrinya.
Pelaku kemudian memanggil sang istri. Namun istrinya malah memanggil ayahnya. Sontak terjadi cekcok dan pergumulan antara pelaku dan korban.
Tiba-tiba, pelaku mengambil pisau yang ada di pinggangnya. Pisau itu langsung dihujamkan ke leher dan tubuh korban berkali-kali.
Usai menikami mertuanya, pelaku langsung melarikan diri. Tetangga yang melihat kejadian itu langsung membawa korban ke rumah sakit.
“Petugas mendapat laporan. Pelaku langsung kita ringkus tak jauh dari TKP,” ujarnya.
Pelaku dan barang bukti kemudian diboyong ke Polsek Medan Barat untuk penyidikan lebih lanjut. Herison menegaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku guna mengetahui motif penikaman tersebut
“Kalau alasannya datang ke rumah mertuanya karena dia mengaku belum putus (cerai) dengan sang istri. Padahal berdasarkan pengadilan mereka memang sudah putus, cerai. Dia ngaku belum terima surat putusan cerai itu,” terang Herison.
Akibat penganiayaan itu, korban menderita luka tikam di badan dan leher sebelah kiri. Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan.
“Korban tidak tewas, saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Pirngadi,” ungkapnya.
Apa yang membuat sang istri meninggalkan pelaku? Herison mengaku lantaran masalah keluarga biasa.
“Biasalah ada masalah keluarga. Terus istrinya pulang ke rumah orangtuanya,” pungkas Herison.
Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan dengan Pasal 351 KUHPidana tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.(dvs/ala)