Home Blog Page 5506

Terduga Teroris Ditangkap di Sibolga, Menyerahlah, Jangan Korbankan Anakmu

SIAGA: Personel Polisi berjaga di depan Gang Serumpun dekat rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah yang meledakkan bom sebelum ditangkap, Selasa (12/3).
SIAGA: Personel Polisi berjaga di depan Gang Serumpun dekat rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah yang meledakkan bom sebelum ditangkap, Selasa (12/3).

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Suara ledakan keras terdengar dari sebuah rumah di Gang Serumpun, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Selasa (12/3) siang. Dua orang warga dan seorang Polisi terluka dalam ledakan itu.

Terkait peristiwa itu, Tim Densus 88 menangkap Husain alias Abu Hamzah terduga teroris jaringan terduga teroris RIN alias Putra Syuhada (PS) yang ditangkap di Lampung. Hingga Selasa (12/3) malam sekira pukul 22.10 WIB, suasana di lokasi masih mencekam. Polisi masih berusaha membujuk anak dan istri Abu Hamzah agar menyerahn

SUASANA tegang masih menyelimuti Gang Serumpun, tempat terjadi ledakan di rumah salah satu warga, tepatnya di depan Masjid Al Mukhlisin. Gang itu ditutup, bahkan warga belum dibolehkan pulang.

Sejumlah polisi terlihat menenteng senjata, berjaga di depan gang itu. Sementara sekitar 100 meter masuk ke dalam gang, di tempat terjadinya ledakan, Polisi lain sedang bernegosiasi dengan istri terduga teroris Abu Hamzah yang masih bertahan di dalam rumahnya.

Warga berkerumun di dekat polisi yang berjaga. Mereka tak diperkenankan melewati penjagaan, karena negosiasi masih terus dilakukan. Polisi menduga, ada benda-benda berbahaya yang disimpan di rumah terduga teroris Abu Hamzah itu. Polisi masih terus membujuk istri dan anak Abu Hamzah menyerah. “Saat ini kami masih bernegosiasi. Petugas belum masuk ke dalam rumah tersangka karena patut diduga di dalamnya terdapat benda-benda berbahaya. Intinya kami meminimalisir korban,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal saat dikonfirmasi.

Saat penangkapan Abu Hamzah, benda diduga bom meledak di halaman rumahnya sekitar pukul 14.50 WIB. Bom meledak saat tim Densus hendak menggeledah rumah Abu Hamzah. Berdasarkan video amatir masyarakat di Sibolga yang viral saat penggerebekan terjadi, tampak seseorang yang diboyong menggunakan kendaraan becak bermotor yang kabarnya terluka akibat kejadian itu.

Tampak dalam video berdurasi 12 detik itu, warga di sekitar lokasi histeris dan ketakutan. Tampak juga personel Polisi bersenjata lengkap berlari menuju sebuah rumah yang diduga tempat persembunyian terduga pelaku.

Seorang warga yang posisinya tak jauh dari lokasi kejadian mengatakan, suara ledakan yang terdengar cukup kuat. “Bahkan suara ledakannya terdengar hingga radius 1 kilometer. Terdengar sampai ke SPBU Jalan 6,” kata pria yang tidak menyebutkan identitasnya ini.

Menurutnya, ledakan berasal dari dalam Gang Serumpun, yang diketahui dari rumah milik Uppang yang dikontrak seorang warga. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.00 WIB dan hingga kini sejumlah Polisi bersenjata laras panjang masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian.

Warga lain yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, bahwa orang yang disebut-sebut mengontrak rumah Uppang itu dikenal tidak mau berinteraksi dengan warga lain. “Sebenarnya tetangga sebelumnya sudah mencurigai pengontrak rumah. Pekerjaannya memperbaiki listrik dan handphone tapi selama di sini tidak mau berkomunikasi dengan warga,” katanya.

Disebutkan, akibat kejadian itu, seorang warga bernama Zulkarnain terluka. “Saat itu Zulkarnain sedang mencari anaknya yang sedang mencari anaknya di warnet di sekitar lokasi. Hal itu bersamaan dengan petugas yang mengepung rumah tersebut dan terdengar ledakan,” ujarnya.

Warga juga tidak mengetahui siapa yang berada dalam rumah. Sebab saat petugas mengepung rumah dan mengetuk pintu, tiba-tiba terdengar ledakan cukup keras. “Saking kerasnya ledakan, pasir dan bebatuan di sekitar lokasi berterbangan. Hujan batu dan pasirlag tadi. Ku lihat tadi Bang Zulkarnain kena. Wajahnya luka-luka,” ujar seorang pemuda.

Pasca kejadian, korban akibat ledakan dilarikan ke RS Metta Medika Sibolga. Namun hingga kemarin sore, korban kemudian dipindahkan ke RS Dr FL Tobing.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, ledakan berasal dari balik pintu rumah milik Uppang. Ledakan menciderai beberapa orang, termasuk di antaranya personel kepolisian. Hal tersebut terjadi ketika tim Densus akan membuka pintu rumah. “Rumah itu meledak sekitar pukul 14.30 WIB. Telinga saya sempat berdengung ketika mendengar ledakan dan menciderai beberapa orang termasuk di antaranya ada petugas,” kata salah seorang warga bernama Dohar Tua Alam Hutagalung.

Dia mengaku mengetahui itu karena kebetulan sedang berada di lokasi untuk mengungsikan neneknya yang tinggal tepat di samping rumah yang tengah dikepung Tim Densus 88 Anti Teror tersebut. “Kalau lebih jelasnya mengenai rumah yang meledak itu, saya kurang tahu. Tapi rumah itu disebut milik keluarga Uppang,” tuturnya.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja terlihat turun langsung ke lokasi kejadian. Kapolres juga ikut mensterilkan lokasi sambil memegang pistol sambil mengimbau warga. “Semua menjauh, semua menjauh, masih ada tersangka dan diduga ada bom aktif yang terdeteksi, jangan main-main, ini serius!” seru Kapolres.

Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto pun langsung terbang ke Sibolga. Ia terbang langsung dari Mapolda Sumut menggunakan helikopter milik Polri. Ia tiba di Stadion Horas Sibolga, sekira pukul 16.30 WIB.

Berdasarkan pantauan di lokasi kemarin sore, petugas Kepolisian bersama tokoh agama berusaha membujuk terduga teroris yang masih bersembuyi di dalam rumah agar menyerahkan diri. Terdengar, melalui alat pengeras suara masjid, Ustad Zainun Sinaga masih terus berupaya membujuk terduga pelaku teroris agar segera menyerahkan diri. “Menyerahlah, ingat anakmu. Jangan kau korbankan anakmu. Bicarakan baik-baik kalau ada masalah. Tidak ada agama yang mengajarkan hal yang begitu. Menyerahlah,” kata Ustad Zainun Sinaga.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal berdasarkan pesan singkatnya kepada Sumut Pos mengatakan, penggerebekan itu dilakukan Tim Densus 88 bersama personel Brimob berlangsung sejak pukul 14.23 WIB. “Tim Densus 88 melakukan penangkapan terhadap diduga pelaku terorisme atas nama Husain alias Abu Hamzah di Sibolga,” ungkapnya.

Saat akan dilakukan pengecekan awal di rumah pelaku, sekitar pukul 14.50 WIB terjadi Bom meledak yang melukai petugas. “Sementara itu diduga di dalam rumah pelaku ada istri pelaku dan anak pelaku,” jelas Iqbal.

Iqbal menjelaskan, Abu Hamzah merupakan jaringan terduga teroris RIN alias Putra Syuhada (PS) yang ditangkap di Lampung. “Memang diduga terkait dengan jaringan PS yang di Lampung kemarin,” kata Iqbal.

Disebutnya, Polisi masih terus menyelidiki jaringan ini. Polisi juga belum memaparkan soal kekuatan bom itu termasuk sengaja diledakkan atau tidak. “Ini yang sedang kita dalami, yang paling penting kita melakukan negosiasi dari situ langkah-langkah ke depan melakukan penyelidikan termasuk melakukan pendalaman yang diduga bom,” ujarnya.

Tukang Listrik

Husein alias Abu Hamzah selama ini dikenal warga sekitar sebagai tukang listrik. Sejumlah warga Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, yang enggan dituliskan namanya menyebut, Abu sering dipanggil untuk memperbaiki jaringan listrik di rumah warga. “Dia (terduga pelaku) sering dipanggil warga membetulkan listrik di rumah warga,” ujar warga tersebut.

Warga juga menyebut Abu Hamzah asli orang Kota Sibolga, rumah yang ditempatinya itu adalah milik orang tuanya.

Selama dua tahun Abu Hamzah pergi ke Pulau Jawa di kampung istrinya. Baru pulang beberapa waktu yang lalu ke Sibolga. Warga lainnya mengatakan, belakangan ini Abu Hamzah sering main di warnet. Tetapi sikapnya jadi pendiam dan agak tertutup. “Saya sering melihat dia browsing di warnet mencari informasi merakit bom,” ujar seorang pemuda yang juga enggan disebutkan namanya.(dvs/smg/bbs)

Minggu, Jokowi Rencananya ke Sibolga

no picture
no picture

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – PENANGKAPAN terduga teroris yang disusul ledakan bom di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuranbambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, terjadi tiga hari menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo ke Sumatera Utara dalam sejumlah agenda kunjung kerja.

Dijadwalkan, Presiden Joko Widodo berada di Sumatera Utara selama tiga hari yakni mulai Jumat (15/3) sore hingga Minggu (17/3).

Pada hari pertama, Jokowi akan menghadiri sejumlah agenda di Kota Medan. Keesokan harinya, Sabtu (16/3), Jokowi akan meresmikan Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) dan fasilitas jalur kereta api Bandar Tinggi-Kualatanjung di Kabupaten Batubara.

Selanjutnya pada Minggu (17/3) pagi, Jokowi melanjutkan agendanya di Kota Sibolga. Calon Presiden nomor urut 01 itu juga akan menghadiri silaturahmi dengan tokoh adat setempat. Jadwal kegiatan Presiden itu, beredar di grup whatsapp di kalangan jurnalis di Medan.

Rencana kedatangan Jokowi ke Sibolga dibenarkan Kabid Komunikasi dan Informasi Dinas Kominfo Pemko Sibolga, Denni Aprilsyah Lubis kepada wartawan, Selasa (12/3). Menurut Denni, rencana kedatangan itu disampaikan Jokowi langsung kepada Wali Kota Sibolga HM Syarfi Hutauruk usai membuka acara penganugerahan ‘Pasar Rakyat Award’ di BSD Tangerang, Banten Senin (12/3) lalu.

Kata Denni, Jokowi saat itu sedang berjalan dan menyalami para tamu undangan yang hadir. Saat bersalaman dengan Wali Kota Sibolga, Jokowi langsung menanyakan perihal perkembangan Pelabuhan Sambas. “Bapak Wali Kota Sibolga cukup kaget atas pertanyaan Jokowi. Lantas menjelaskan, pembangunan Pelabuhan Sibolga sudah selesai 100 persen dan sangat bagus,” jelas Denni.

Mendengar penjelasan itu, Jokowi langsung menyambut dan mengatakan, pekan depan, dia akan menjadwalkan kunjungan untuk meresmikan Pelabuhan Sibolga. Sayangnya, Senin (11/3), satu unit truk kontainer milik salah satu perusahaan jasa transportasi di Kota Sibolga yang sedang membawa muatan tabung besar, menyeruduk jembatan terminal penyeberangan Pelabuhan Sibolga yang baru selesai dibangun. Akibat kejadian itu, lempengan besi pada bagian tengah jembatan ringsek.

Pelaksana lapangan PT Pembangunan Perumahan (PP) Dadang R, selaku perusahaan pelaksana proyek pengembangan Pelabuhan Sibolga menduga, sopir truk kontainer tersebut sedang bermasalah dan tidak memperkirakan bahan yang dibawanya tinggi.

Namun demikian, Dadang memastikan perbaikan terhadap kerusakan jembatan akan segera dilaksanakan dan ditanggung seluruhnya oleh pihak perusahaan terkait. “Mereka (pihak perusahaan) mau bertanggung jawab atas insiden itu. Setelah kami cek, memang perlu perbaikan tetapi tidak fatal hanya untuk bagian bawah saja,” ujar Dadang.

Manager Bisnis dan Tekhnik PT Pelindo Sibolga Irfan Avandi juga memastikan, perbaikan pada kerusakan jembatan akan secepatnya dilakukan. “Saya juga sudah cek, yang rusak itu nggak ada masalah dan bisa diperbaiki,” tandas Irfan. (ril/rb)

Dewan Sibuk Kampanye, Pansus Pencemaran Danau Toba Tak Jelas

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembentukan Panitia Khusus DPRD Sumatera Utara tentang Pencemaran Danau Toba, sepertinya akan sulit terealisasi. Sebab, saat ini para legislator terutama yang kembali bertarung dalam pemilihan legislatif pada Pemilu 2019 tengah sibuk turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk berkampanye.

Bahkan, sejumlah anggota Komisi D yang diketahui siap jadi penggagas pembentukan pansus tersebut, justru mengaku tidak mengikuti perkembangan itu. “Kebetulan saya lagi dapil adinda, saya tidak membaca apa yang ada diinternal komisi,” ucap Sekretaris Komisi D DPRD Sumut, Burhanuddin Siregar kepada Sumut Pos, kemarin.

Ia mengakui, waktu rapat dengar pendapat dengan para bupati se-kawasan Danau Toba dan stakeholder pada 5 Maret lalu dalam rangka membahas pencemaran air Danau Toba serta percepatan pembentukan pansus, ia juga tidak hadir dan sedang berada di dapilnya untuk berkampanye. “Jadi saya tidak tahu perkembangan konkritnya terkait pembahasan tersebut. Dan memang sekarang ini kami sedang sibuk di dapil masing-masing. Kalau nanti gak terpilih lagi, kan gak bisa lagi saya bercakap,” ucapnya.

Namun, kata politisi PKS ini, adapun pokok pikiran pribadinya yang pernah ia sampaikan sekaitan masalah pencemaran air Danau Toba, bagaimanapun persepsi masyarakat di kawasan tersebut pemerintah harus cermat menyikapi peristiwa ini. Yakni, siapapun investor yang datang dan masuk di kawasan Danau Toba, tentu sudah dipikirkan segala konsekuensinya. “Kalau memang kita menginginkan Danau Toba menjadi jernih (tidak tercemar), maka semua pihak terkait harus diundang. Investor diundang, masyarakat diundang dan pemerintah diundang. Siapa yang sebetulnya bertanggungjawab atas pencemaran air Danau Toba,” katanya.

Jangan-jangan saat ini, ungkap dia, sebagaimana perkembangan yang diikutinya melalui media, bahwa pihak PT AN yang diduga melakukan pencemaran baru-baru ini dengan membuang limbah bangkai ikan, sudah menyatakan siap untuk diperiksa pihak berwajib. “Jadi janganlah sekiranya kita memfitnah atau menzholimi pengusaha untuk diperiksa. Kalau saya berpikiran begitu. Jangan setelah kita undang pengusaha ke daerah kita, lalu kita usir,” katanya.

Karenanya, sambung dia, perlu ditampung semua aspirasi para investor itu dan mendengar klarifikasi sekaitan hal ini. Sebab menurutnya semua investor yang datang ke Sumut sudah pasti ingin mencari keuntungan. Atas dasar itulah, dirinya selaku Sekretaris Komisi D DPRD Sumut, akan coba merundingkan pemanggilan pihak PT AN maupun investor lainnya. “Cobalah kita duduk bersama, evaluasi bersama kenapa bisa terjadi hal demikian. Terus terang jangan sampai kita zholimi pihak pengusaha yang sudah berinvestasi ke Sumut ini. Kalau saya nanti di sana (kembali dari dapil), saya akan coba itu (undang PT AN). Sekarang ini saya memang belum tahu hasilnya, dan pembentukan pansus pada prinsipnya sangat bagus,” katanya.

Hanya saja, ia ingatkan, jangan pula pembenkan pansus menjadi sebuah keterpaksaan dan harus jernih melihat persoalan yang ada. “Jika nanti kita jadi bentuk pansus, kiranya perlu kita tanya Aquafarm dulu. Apa kira-kira komentar dan aspirasi mereka. Seharusnya menurut saya perlu nanti kita undang mereka, dan saya siap membawa suara ini. Tapi sekarang memang masih sibuk di dapil saya ini,” pungkasnya.

Ketua Komisi B DPRD Sumut, Robby Anangga juga mengakui kalau salah satu faktor lambatnya pembentukan Pansus Pencemaran Danau Toba disebabkan para koleganya tengah sibuk bersosialisasi ke dapil masing-masing. “Kawan-kawan memang sudah sibuk mengunjungi konstituen dalam rangka pemilihan lagi, tapi paling terpenting dalam hal pembentukan pansus ini adalah membuat naskah akademiknya terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurutnya mekanisme pembentukan pansus bisa dibahas lintas komisi, namun terlebih dulu harus ada pembicaraan dan finalisasi di level pimpinan. “Setelah itu barulah diputuskan oleh fraksi siapa-siapa saja dewan yang akan mengisi pansus. Tapi sejauh ini tahapannya belum sampai ke sana,” tuturnya.

Dengan kendala konsentrasi anggota dewan dalam pileg saat ini, Robby memperkirakan kalau pembentukan pansus tersebut ideal dilakukan setelah pemilu. “Ya mungkin sebaiknya habis pemilu. Selain kawan-kawan dapat fokus dengan tugasnya, kita pun terlebih dulu akan melakukan kajian karena niat kami juga akan membuat perda sekaitan pencemaran Danau Toba. Dengan adanya naskah akademik dan kajian mendalam, kita harapkan produk hukum yang dibuat nantinya menjadi bermutu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam RDP di ruang Komisi D DPRD Sumut, Selasa (5/3), terungkap bahwa seluruh air Danau Toba sudah tercemar. Bahkan, pencemaran air Danau Toba telah mengancam kehidupan masyarakat di kawasan danau terbesar di Asia Tenggara itu. Mulai dari hilangnya potensi ekonomi hingga air yang tidak bisa lagi digunakan apalagi dikonsumsi.

RDP yang dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga, sekda Dairi dan perwakilan Pemkab Simalungun, Pemkab Humbahas, Pemkab Taput, dan Pemkab Tobasa, juga direncanakan untuk mendorong pembentukan Pansus Pencermaran Danau Toba

Ketua DPP Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB), Lamsiang Sitompul yang hadir di RDP itu mengatakan, saat ini air Danau Toba sudah sangat tercemar oleh keramba jaring apung (KJA) yang banyak beroperasi di perairan itu. Ia juga menilai, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir selama ini tidak ada melakukan kajian apapun. “Dulunya orang bisa berenang dan bisa juga untuk minum air Danau Toba itu, tetapi sekarang apa yang ada? Bau sudah sangat terasa dan tercemar. Bupati lalai dalam hal penindakan ini,” katanya.

Ia juga meminta kepada DPRD Sumut segera membentuk Pansus sesegera mungkin melakukan penelitian terhadap pencemaran perairan Danau Toba. Kemudian, ia dengan puluhan warga yang tergabung dalam yayasan itu juga sudah membuat laporan ke Polda Sumut tetapi tidak juga ditanggapi. “Kami minta segera mungkin bentuk Pansus pencemaran Danau Toba. Kami sudah adukan ke Polda tahun 2017 tidak juga ditanggapi,” kata dia.

Pencemaran air Danau Toba saat ini, ungkapnya juga telah mengancam kehidupan masyarakat di kawasan danau vulkanik tersebut. Mulai dari hilangnya potensi ekonomi hingga air yang tidak bisa lagi digunakan berenang atau dikonsumsi. “Itu sebabnya seluruh perusahaan di kawasan Danau Toba yang menimbulkan pencemaran harus dihentikan izin usahanya,” tegas Lamsiang. (prn)

Masyarakat Mandailing Natal Rayakan Ultah Cawapres 01, Ma’ruf Amin Terharu Dapat Nasi Tumpeng

ISTIMEWA NASI TUMPENG: Cawapres Nomor Urut 01, KH Ma’ruf Amin menyaksikan pemotongan nasi tumpung yang khusus dibuat sebagai kejutan di hari ulang tahunnya ke -76.
ISTIMEWA
NASI TUMPENG: Cawapres Nomor Urut 01, KH Ma’ruf Amin menyaksikan pemotongan nasi tumpung yang khusus dibuat sebagai kejutan di hari ulang tahunnya ke -76.

MANDAILAING NATAL, SUMUTPOS.CO – Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin melakukan safari politik di Sumatera Utara, Senin (11/3). Ini merupakan perjalanan yang membawa kesan khusus di hati ulama berwajah teduh itu. Pasalnya, ia mendapat kejutan berupa nasi tumpeng dari masyarakat dalam acara tabligh akbar yang merupakan rangkaian peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-93 di Lapangan Pasir Putih, Pidoli-Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.

TERNYATA hari itu adalah hari ulang tahun KH Ma’ruf Amin yang ke-76. Usia yang telah cukup banyak melalui asam garam kehidupan. Hal ini, membuat suasana bahagia pada hari lahir ulama ternama di Tanah Air ini.

Potongan tumpeng diserahkan Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution beserta tokoh masyarakat Mandailing Natal yang di antaranya adalah sahabatnya, menantu Presiden RI Muhammad Bobby Nasution dan Ketua TKD Sumut H Ivan Iskandar Batubara beserta jajarannya. Turut hadir pula Wakil Bupati Mandailing Natal, Ketua dan Pengurus Relawan Jokowi Amin Pilihan Muslimah (Jamilah), Ketua dan Pengurus Pertiwi Sumut. KH Ma’ruf Amin menerima kejutan itu dengan penuh haru dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Mandailing Natal.

Di hadapan hampir 30.000 masyarakat yang menghadiri tabligh akbar, KH Ma’ruf Amin mengakui, kalau sepanjang hidupnya ia tak terbiasa merayakan hari ulang tahun. Selain itu, merayakan ulang tahun juga tidak pernah menjadi tradisi rutin dalam keluarga besarnya.

Musisi religi sekaligus Dai kondang, Haddad Alwi, mengajak masyarakat bersalawat dan meminta seluruh yang hadir untuk ikut mendoakan Ma’ruf. “Cinta enggak sama Abah Ma’ruf. Hari ini beliau berulang tahun, maka mari kita doakan,” ucap Haddad yang langsung disambut masyarakat di Mandailing Natal dengan doa bersama.

Selain didoakan, sebelumnya, KH Ma’ruf Amin juga diberikan kain ulos, sebagai lambang diangkatnya ia sebagai tokoh masyarakat Mandailing Natal. Menurut Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution, sebelumnya mereka mendapat kabar kalau KH Ma’ruf Amin akan berulang tahun. “Maka pemikiran kami, tentu akan lengkaplah sudah jika ayahanda merayakan ulang tahun di kampung halaman sendiri,” ungkap Dahlan.

Menerima doa dan kejutan tersebut, Ma’ruf mengungkapkan perasaannya. “Hari ini saya mendapatkan kebahagiaan dari masyarakat Mandailing Natal. Saya jarang diulangtahuni. Tapi saya justru dapat hadiah ulang tahun di sini. Mudah-mudahan daerah ini diberkati oleh Allah SWT,” ucapnya penuh syukur.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut ia juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh masyarakat yang hadir, agar jangan sampai mudah dipengaruhi oleh berita-berita tidak benar atau hoax, yang saat ini begitu banyak beredar. Khususnya di jagad internet melalui laman-laman media sosial popular. (gus/rel)

Amankan Pilpres 2019 Kapolda Tambah Personel ke Nisel

diva swanda/SUMUT POS PLAKAT: Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memberikan plakat kepada Ketua KPU Sumut Yulhasni, usai bersilaturahim, Selasa (12/3).
diva swanda/SUMUT POS
PLAKAT: Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memberikan plakat kepada Ketua KPU Sumut Yulhasni, usai bersilaturahim, Selasa (12/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tahapan yang paling krusial dalam Pemilihan Presiden (pilpres) adalah masa kampanye. Sehingga perlunya koordinasi antar instansi terkait agar tahapan ini berjalan aman, lancar, dan terkendali. Guna menghindari gesekan antar pendukung pasangan calon presiden, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto meminta kepada KPU Sumut agar jadwal dan tempat kampanye pasangan calon agar dibedakann

“KPU dan Bawaslu di kabupaten/kota juga agar berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk tidak menjadikan tempat ibadah sebagai lokasi kampanye,” kata Agus Andrianto saat bersilaturahmi dengan KPU Sumut di Mapolda Sumut, Selasa (12/3).

Agus juga meminta agar KPU Sumut menyampaikan segala kendala yang mereka hadapi. “Semisal kendala mengenai pendistribusian logistik di daerah terpencil. Harapan saya, terciptanya kerja sama Polda Sumut, KPU dan Bawaslu serta seluruh lapisan masyarakat, kiranya dapat mensukseskan Pemilu 2019 ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Agus juga menyatakan, pihaknya akan melakukan penambahan personel (BKO) ke Polres Nias Selatan untuk tambahan kekuatan saat hari H pemilu nanti. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya, Ketua KPU Sumut Yulhasni menyampaikan jika pada prinsipnya KPU sumut bertugas untuk melakukan supervisi terhadap KPU yang ada di kabupaten/kota. Namun begitu ia meminta adanya bantuan khusus pengamanan, seperti untuk daerah di Nias dan Nias selatan.

“Terutama juga di pulau-pulau atau daerah terpencil. Karena belajar dari pengalaman tahun kemarin, dilaksanakan pemungutan suara ulang,” kata Yulhasni didampingi para Komisioner KPU Sumut, Hendensi, Mulia Banurea, Batara Manurung, dan Ira Wirtati.

Diakui Yulhasni, tahapan yang paling krusial dalam Pemilu adalah tahapan kampanye. Sehingga pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait agar pada tahapan tersebut berjalan dengan lancar dan terkendali. “Terima kasih kami sampaikan kepada jajaran Polda Sumut atas kerjasamanya, sehingga kita bisa melewati tahapan-tahapan pemilu baik yang sedang berlangsung bahkan pada tahapan pencoblosan dan penghitungan suara. Kami berharap kerjasama dan koordinasi dengan Bapak Kapolda beserta jajaran dapat terus terjalin hingga selesainya penyelenggaran pesta demokrasi ini,” pungkasnya.

Turut hadir dalam audiensi dan silaturahmi itu, Sekretaris KPU Abdul Rajab Kabag Teknis, Hukum, Humpas, Maruli Pasaribu, Kabag Program, Data, SDM, Irwan Siregar, Kabag Keuangan, Umum, Logistik, Kartinawati. Sementara dari unsur Polda Sumut hadir mendampingi Kapolda, Direktur Sabhara, Dirreskrimum, Dansat Brimob, Kabid Humas, Kabag Dal Ops, dan Kasubdit Politik Intelkam. (prn/dvs)

Pekan Ini Pemain Dikontrak?

sutan siregar/sumut pos PELUANG: Jecky Pasarella dkk berpeluang dikontrak pekan ini.
sutan siregar/sumut pos
PELUANG: Jecky Pasarella dkk berpeluang dikontrak pekan ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah dua pekan tanpa kegiatan, ada titik terang soal pembentukan skuad PSMS menghadapi Liga 2 2019. Rencananya pekan ini, para pemain akan menjalani negosiasi kontrak dan segera diikat.

Hal itu disampaikan Penanggungjawab seleksi PSMS Medan, Mulyadi Simatupang. Menurutnya pihaknya sudah memberi laporan kepada manajemen karena proses seleksi sudah tuntas.

“Secara keseluruhan kami sudah melaporkan. Yang lolos 24 pemain dari 400 pemain seleksi terbuka sebelumnya. Dari beberapa pemain tersebut, pelatih sudah menyodorkan beberapa pemain untuk negosiasi. Terkait ini Pak Kodrat masih tunggu manajemen baru. Minggu ini rencananya akan negosiasi kontrak,” kata Mulyadi.

Mulyadi belum memastikan apakah negosiasi itu akan langsung dilanjutkan dengan teken kontrak resmi. Jika itu sudah dilakukan maka PSMS bisa kembali memulai aktivitasnya. Dan saat itu sudah tuntas, pelatih bisa segera memulai programnya.

“Ya kita maunya ketika nanti PSMS sudah memulai latihan lagi, itu sudah menjadi bagian dari program latihan pelatih,” kata Mulyadi Simatupang.

“Jadi tidak ada lagi istilah seleksi-seleksi pemain lagi. Yang ada hanya trial beberapa hari bagi pemain yang mau dilihat saja,” ucapnya.

Memang ada beberapa pemain luar Medan yang didatangkan. Mereka sudah sepekan berada di Mess Kebun Bunga. Mereka adalah Tri Handoko (Persis Solo), Taufiq Kasrun (Kalteng Putra), Johan Yoga Utama (PSIS), Anis Nabar (Perserui), dan Choiril Hidayat eks skuad musim lalu. Namun selama sepekan, tak ada aktivitas latihan yang bisa mereka ikuti kecuali berlatih sendiri.

“Kalau mereka sifatnya hanya dipanggil satu-satu lalu dites. Berjalan dia. Kalau cocok masuk, kalau tidak ya batal,” kata Mulyadi.

Selain itu ada proses yang tertunda soal peralihan manajemen baru yang sudah direncanakan sejak dua pekan lalu. Namun hingga kini Northcliff yang disebut-sebut akan masuk ke manajemen baru belum juga melakukan pengumuman apapun.

“Saya kan masuknya di PSMS baru masuk di pertengahan ini saja. Sedangkan NorthCliff dengan pengurus lama sudah menjalin komunikasi sejak lalu. Mungkin ada beberapa hal yang belum pas. Kalau itu sudah tuntas mungkin akan segera. Visi ke depannya sudah sama dan cocok tapi mungkin ada yang masih harus dibicarakan,” bebernya.

Apakah soal keberadaan PT PeSeMeS? Mulyadi mengaku kurang mengetahuinya. “Saya tidak mau membicarakan apa yang tidak saya ketahui dengan pasti,” pungkas Mulyadi.

Sementara itu calon pemain PSMS juga masih bingung soal kepastian dengan PSMS. Namun mereka sudah mendengar bakal ada pembicaraan soal kontrak pekan ini. “Kemarin, cuma ngobrol-ngobrol dengan pak Khairul (Asyraf). Katanya sih Rabu atau Kamis kontrak. Tapi saya tunggu kabar sajalah,” pungkasnya. (don)

Polisi Diduga Tangkap Lepas Pelaku Penganiayaan, Cabut Perkara Dibanderol Rp5 Juta

TEDDY/SUMUT POS BERI KETERANGAN: Ibu korban, Sunarti memberi keterangan kepada media perihal kasus penganiayaan yang menimpa anaknya.
TEDDY/SUMUT POS
BERI KETERANGAN: Ibu korban, Sunarti memberi keterangan kepada media perihal kasus penganiayaan yang menimpa anaknya.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Polsek Binjai Selatan diduga melakukan tangkap lepas pelaku penganiayaan. Iqbal sudah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan Ricci Ardiansyah (22).

KEPADA Sumut Pos, Sunarti (43) ibu korban mengatakan, Iqbal disebut-sebut anak dari Ketua DPRD Binjai, Zainuddin Purba.

Penganiayaan yang dilakukan Iqbal terjadi sekitar sebulan lalu di Warung Mamak, Jalan Sibolga, Kelurahan Rambungbarat, Binjai Selatan.

Korban yang tak terima, kemudian melapor ke Polsek Binjai Selatan. Laporan korban diterima sesuai Nomor 07/II/2019/SPKT Sek Binjai Selatan tanggal 12 Februari 2019.

Kata Sunarti, penganiayaan itu bermula dari Ricci yang menjadi perantara penggadaian sepedamotor Iqbal.

“Ricci nggak tahu kalau itu istrinya (Iqbal) yang bertanya kepada anak saya. Dibilang lah kalau kereta itu digadai (sama istri Iqbal),” ujar Sunarti kepada wartawan di Pengadilan Negeri Binjai, Selasa (12/3).

Buntutnya, Iqbal dan istrinya cekcok mulut. Iqbal yang tak senang, kemudian meminta Memet untuk menjemput korban di rumahnya, Jalan Pandega, Semi I, Kelurahan Tanahmerah, Binjai Selatan.

Memet kemudian membawa korban ke Warung Mamak. Menurut Sunarti, anaknya dikeroyok, dipukuli dan disaksikan oleh orang banyak. Korban pun kemudian memilih melapor ke polisi.

“Anak saya dipukul pakai botol kepalanya, dipijak-pijak sampai tersungkur di depan orang banyak,” ujar Sunarti.

Usai melapor, Sunarti diajak berdamai oleh keluarga terlapor. Sunarti meminta uang pengganti kerugian sebesar Rp30 juta.

Tapi, keluarga terlapor tak dapat menyanggupi. Mereka hanya mampu damai dengan nilai Rp10 juta.

“Keluarga Pak Uda (sapaan akrab Zainuddin Purba) datang. Si Acai (Teuku Anggi Rizky) datang ke rumah saya untuk minta jangan segitu besar kali (Rp30 juta),” kata Sunarti.

Oleh Sunarti, Rp10 juta untuk pengganti kerugian pun disepakati. Kemudian, juru periksa (Juper) yang menangani kasus itu meminta Sunarti datang ke Polsek Binjai Selatan.

Namun, Sunarti kecewa. Pasalnya, nilai perdamaian yang disepakati tidak seperti yang diharapkan.

“Ada bahasa cabut perkara Rp5 juta dan Rp5 juta untuk damai. Kata Kanit (Reskrim) sudah oke,” ujar dia.

Dia menambahkan, Iqbal sempat ditahan 4 hari saja. Tiba-tiba sudah ditangguhkan oleh polisi. Padahal, terlapor dan pelapor belum berdamai.

Menanggapi hal ini, Kanit Reskrim Polsek Binjai Selatan, Ipda Ibrahim Soefi membantah tudingan Sunarti. Dia menjelaskan, pihaknya sudah bekerja sesuai prosedur.

“Penangguhan diatur dalam KUHP. Di Perkap juga ada. Tapi perkara tetap lanjut. Belum ada (sepakat damai Rp10 juta),” kata Soefi ketika ditemui di Mapolsek Binjai Selatan.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Binjai ini menyesalkan sikap Sunarti yang terlalu membesarkan perkara ini.

“Lucu juga masak luka enggak seberapa minta Rp30 juta. Kepalanya pun enggak apa-apa. Dia terlalu membesar-besarkan. Kami polisi sudah bertindak,” kata Soefi.

“Mau anak siapa pun, kami tangkap. Bukan kami nggak berani. Selama di sini, siapapun bermasalah saya tangkap,” katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Binjai, Zainuddin Purba belum berhasil dikonfirmasi. Dua nomor telepon selularnya yang dipegang Sumut Pos tidak aktif ketika dihubungi. (ted/ala)

ASN Lhokseumawe Mabuk Narkoba

no picture
no picture

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Diduga mengkomsumsi narkoba, Zulbahrijal (35) ditangkap petugas Avsec Bandara Kualanamu, Selasa (12/3).

Belakangan diketahui, Zulbahrijal merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Karantina Kesehatan Lhokseumawe. Zulbahrijal menumpang pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 7010, tujuan KNO Kualanamu – Halim Perdana Kusuma.

Zulbahrijal diamankan petugas ketika hendak memasuki pemeriksaan di SCP Sentralisasi. Berdasarkan profiling petugas Avsec, kondisinya fly akibat pengaruh narkoba. Setelah dilakukan pemeriksaan, di saku celananya ditemukan sebuah kaca pyrex (alat yang digunakan untuk mengkonsumsi sabu). Petugas langsung mengamankan pelaku.

“Yang bersangkutan diamankan petugas Avsec karena diduga mabuk usai mengkonsumsi narkoba.

Untuk proses hukumnya, kami serahkan ke Satnarkoba Polda Sumut,” singkat Manager Humas Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto. (btr/ala)

Soal SKPP, Korban Penipuan Mujianto Tidak Diberitahu

AGUSMAN/SUMUT POS DIAMANKAN: Mujianto diamankan saat tiba dari Singapura di Bandara Soekarno Hatta, beberapa waktu lalu.
AGUSMAN/SUMUT POS
DIAMANKAN: Mujianto diamankan saat tiba dari Singapura di Bandara Soekarno Hatta, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kuasa hukum Armen Lubis, mengaku belum menerima pemberitahuan Surat Ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) tersangka kasus penipuan, Mujianto alias Anam dan Rosihan Anwar. Anehnya, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), malah telah menyatakan kasus ini telah dihentikan tanpa pemberitahuan.

“Secara resmi mereka belum menyampaikan pemberitahuan kepada klien kita. Nggak bisa kita tafsir-tafsir, kita lihat dulu suratnya apa, redaksi dasar hukumnya apa,” ungkap Arizal kepada Sumut Pos, Selasa (12/3).

Hal ini pun, kata Arizal, sudah dikonfirmasi langsung kepada korban Armen Lubis yang saat ini sedang terbaring sakit.

“Belum (tahu) lah. Kalau tau pasti sudah dikonfirmasi. Saya pun sudah tanya juga kemarin, ada dapat surat pak? Nggak ada katanya (Armen). Awak tanyai kali pun usianya sudah uzur, sakit,” ujarnya.

Mengenai usulan ataupun SKPP kasus Mujianto ini, Arizal sendiri mengaku heran atas keputusan Kejatisu. Menurutnya, kasus yang telah dinyatakan P21 ataupun P22 seharusnya wajib dilimpahkan ke pengadilan.

“Kenapa nggak dari awal aja mereka tolak aja berkas itu di polisi. Kan rasional, azas hukum acara itu kan jelas, peradilan cepat, murah dan biaya yang ringan. Inikan terkatung-katung, kalau sudah dilimpahkan, kan ada kepastian. Biarlah hakim yang menguji, kenapa macam dipertahankan kali macam ada disparitas,” kesalnya.

“Apakah seluruh tersangka yang sudah P21 diajukan orang itu (Kejatisu), kan belum tau juga kan. Nggak boleh disparitas. Tapi intinya kami belum terima, kalau sudah nanti saya konfirmasi ke klien,” pungkasnya.

Sebelumnya, Arizal selaku kuasa hukum dari korban, Armen Lubis sempat mengatakan akan menempuh jalur hukum dengan mempraperadilankan Kejatisu. Sebab telah menghentikan penuntutan Mujianto.

“Tapi kalau itu benar terjadi, secara hukum kan korban mempunyai hak untuk menguji keabsahannya itu. Bisa saja kita melalui praperadilan dan bisa saja kita uji ke ranah PTUN. Tapi pun itu nanti kita diskusikan kepada klien, karena kan kita hanya dapat memberikan aktis hukum,” katanya. Kasus ini berawal dari laporan Armen Lubis kepada Polda Sumut. Laporan korban diterima dengan nomor STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017.

Dalam pengaduannya, Armen Lubis mengaku telah ditipu oleh Mujianto dan Rosihan Anwar perihal tanah timbun. Akibatnya korban menderita kerugian Rp3,5 miliar. (man/ala)

Terkait Gadis Belia Dicekoki Inex, Lalu Diperkosa di Diskotik Titanic Frog, Korban Trauma, Polisi Malah Minta Pihak Keluarga Jujur

IST/SUMUT POS BERI KETERANGAN: Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha memberikan keterangan kepada media, beberapan waktu.
IST/SUMUT POS
BERI KETERANGAN: Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha memberikan keterangan kepada media, beberapan waktu.

SUMUTPOS.CO – Hingga saat ini, cewek berinisial HR yang jadi korban perkosaan secara beramai-ramai di Diskotik Titanic Frog masih trauma. Keluarga juga takut diintimidasi pihak diskotik bila bercerita ke media.

MESKI takut dengan intimidasi pihak Titanic Frog, seorang keluarga korban yang enggan identitasnya dibeber bersedia bercerita ke Sumut Pos.

“Dia (korban) masih trauma. Kami takut (diintimidasi) pihak diskotik,” ujar sumber saat ditemui belum lama ini.

Kepada sumber, korban mengaku HR bersama W datang ke Diskotik Titanic Frog di Desa Namurube Julu, Kutalimbaru, Deliserdang.

“Rasanya ada tiga kali (ekstasi masuk ke mulut HR),” jelas sumber.

Sampai di TKP, HR dikenalkan oleh W kepada dua temannya yang hingga saat ini tidak diketahui identitasnya. Usai dicekoki inex hingga tiga butir, korban diduga dicabuli oleh ketiga pria tersebut.

Pagi harinya pukul 06.00 WIB, lanjut sumber, korban ditemukan tak berdaya dalam kondisi hanya mengenakan celana dalam.

Alhasil, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai. Menurut sumber, hasil visum korban saat ini belum keluar. Keluarga masih menunggu.

“Celana panjang sama bajunya (korban) nggak ada (waktu ditemukan),” sambung sumber.

“Kami orang lemah. Takutnya masalah kami yang tidak selesai. Kami pula nanti yang diintimidasi orang TF (Titanic Frog). Kami orang lemah, TF itu ada orang besar di belakangnya. Ada organisasi kepemudaan itu,” kata sumber dengan nada cemas. Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha mengaku sudah memeriksa korban pasca melapor. “Sudah, sudah kita periksa,” kata Putu kepada Sumut Pos, Selasa (12/3). Namun, Putu meragukan keterangan keluarga korban yang menyebut anaknya dicekoki ekstasi sebelum digilir para pelaku.

“Kata siapa (dicekoki inex,red) coba tanya keluarga korban,” ujarnya. Putu meminta agar keluarga korban berkata jujur terkait laporan dugaan pemerkosaan tersebut.

“Suruh korban dan ortunya jujur, bagaimana kelakuan anaknya,” terang Putu.

Apakah kasus ini berlanjut atau tidak? “Belum tahu, masih periksa saksi-saksi,” ujarnya.

Sementara, Direktur Eksekutif Polri Watch Abdul Salam Karim, meminta agar polisi tidak tebang pilih menangani kasus pemerkosaan tersebut. Terlepas adanya cacat kelakukan korban yang merupakan anak di bawah umur, ada UU Perlindungan Anak yang bisa dikenakan terhadap terduga pelaku.

“Dia (pelaku) bisa dikenakan pasal 293, UU Perlindungan anak, kalaupun pasal 285 KUHPidana dugaan tindak pidana pemerkosaan, terlepas kelakukan si anak, cacat kelakukan,” ujar pria yang akrab disapa Salum.

“Karena dia anak di bawah umur. Harusnya yang lebih tua itu kan melakukan pembinaan, bukan melakukan pengerusakan terhadap si anak,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pernah kejadian serupa terjadi di Medan. Pelakunya oknum polisi yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

“Kan ditahan itu polisinya. Jadi harapan kita jangan ada tebang pilih dalam kasus ini,” tegas Salum.

Diskotik Titanic Frog, Minggu (3/3) malam. Sebelum menikmati kemolekan tubuh korban, ketiga pria itu lebih dulu mencekoki HR ekstasi. (tim)