Home Blog Page 5528

Milad ke-38 BKMT 2019, Pengurus Harus Terus Perkuat Soliditas

DOA: Asisten Pemerintahan dan Sosial Setdako Medan Musaddad Nasution, ikut doa bersama saat menghadiri Milad ke-38 BKMT 2019, belum lama ini.
DOA: Asisten Pemerintahan dan Sosial Setdako Medan Musaddad Nasution, ikut doa bersama saat menghadiri Milad ke-38 BKMT 2019, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, mengajak seluruh pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Medan untuk terus memperkuat soliditas. Jika pengurus solid, tentunya program-program keumatan yang dijalankan bisa terlaksana dan tercapai secara optimal. Apalagi jika dakwah dilaksanakan dari segala arah, maka berbagai program yang dimiliki akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik.

Di samping itu, Wali Kota Medan juga berharap agar seluruh pengurus dan anggota BKMT Kota Medan fokus pada penguatan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah. Apalagi dalam tahun politik ini, para Muslimah dituntut untuk mampu berperan aktif dalam memilih pemimpin yang baik, jujur, dan amanah, sehingga dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

“Peran para Muslimah akan sangat diharapkan dalam memilih pemimpin terbaik,” ungkap Wali Kota Medan, diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial Setdako Medan Musaddad Nasution, ketika menghadiri Milad ke-38 BKMT 2019.

Selanjutnya, Musaddad mengatakan, apabila kaum Muslimah sudah kuat, yang ditandai dengan kuat iman, ilmu, dan daya juangnya, maka mereka akan bisa memainkan peran sentral sebagai benteng keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Karena itu, kuatnya Muslimah akan menjadi modal besar yang sangat signifikan dalam membangun bangsa dan negara. “Seorang Muslimah bukan hanya memikirkan masalah rumah tangganya semata, tapi dia juga dapat memaksimalkan kemampuannya dengan cara memikirkan nasib bangsa dan negara ini,” katanya.

Musaddad kemudian menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-38 BKMT Kota Medan 2019. Dengan niat yang tulus ikhlas dari seluruh anggota dan pengurus BKMT, diharapkan BKMT akan mampu menjadi satu cahaya yang senantiasa menerangi perjalanan bangsa.

Sebelumnya, Ketua BKMT Kota Medan, Hj Aminah Yunus Rasyid memaparkan, memasuki usia ke-38, BKMT akan terus konsisten dalam memberikan wawasan keagamaan kepada amsyarakat, termasuk berperan aktif di tengah-tengah masyarakat, sehingga keberadaannya dapat dirasakan dan memberikan manfaat.

Selain itu, sambung Aminah, BKMT akan berupaya mempererat hubungan silaturahim antar sesama Muslim. “Untuk itu, melalui momentum milad ini, saya mengajak seluruh pengurus dan anggota BKMT untuk terus mempererat silaturahim. Di samping itu, juga sebagai benteng akidah dan akhlak masyarakat. Yang lebih penting lagi BKMT harus dapat menajdi perekat ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan masyarakat,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Aminah tak lupa megajak seluruh pengurus dan anggota BKMT Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam pemilihan umum yang akan berlangsung April mendatang, dengan mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Kemudian senantiasa ikut menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga Kota Medan senantiasa aman dan kondusif. (ris/saz)

Akhyar Berharap Pelaku UMKM Lebih Berinovasi

BERSAMA: Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution diabadikan bersama unsur PT Indomarco Prismatama, dan PT Barco pada pembukaan Seminar UMKM bagi Pelaku UMKM Kota Medan di Garuda Plaza Hotel Medan, Kamis (28/2).
BERSAMA: Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution diabadikan bersama unsur PT Indomarco Prismatama, dan PT Barco pada pembukaan Seminar UMKM bagi Pelaku UMKM Kota Medan di Garuda Plaza Hotel Medan, Kamis (28/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, membuka Seminar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi pelaku UMKM Kota Medan di Garuda Plaza Hotel Medan, Kamis (28/2) lalu. Seminar dengan tema ‘Meningkatkan Daya Saing UMKM Melalui Inovasi dan Kreativitas’ ini, terlaksana atas dukungan Pemko Medan dan PT Indomarco Prismatama, bekerja sama dengan PT Barco, yang tujuan meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM di Kota Medan agar lebih berinovasi.

Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Damikrot Harahap, Akhyar berharap, seminar yang digelar mampu menjadikan para pelaku UMKM dapat lebih berinovasi dalam menghasilkan berbagai macam produk. Dengan demikian, pelaku UMKM Kota Medan mampu bersaing dengan para pelaku UMKM dari kota besar lainnya di Indonesia.

“Pemko Medan menyambut baik digelarnya seminar ini. Apalagi seminar ini menghadirkan para narasumber yang berkompeten di bidang ekonomi dan usaha, sehingga diharapkan mampu memberikan ilmu dan pencerahan bagi pelaku UMKM. Melalui seminar ini, kami harapkan pelaku UMKM di Medan dapat lebih meningkatkan mutu dan kualitas produk yang dihasilkan,” tutur Akhyar.

Kemudian Akhyar mengingatkan kepada seluruh pelaku UMKM yang mengikuti seminar, agar yakin dan percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Sebab, keyakinan diri atas kemampuan dan keunggulan yang dimiliki setiap pelaku UMKM, niscaya akan membuat mereka lebih maju dan berkembang lagi ke depannya. “Kita semua terlahir dengan kemampuan dan kelebihan masing-masing. Untuk itu saya berharap pada seluruh pelaku UMKM agar tetap percaya diri dan yakin dengan kemampuan dirinya masing-masing. Jadi yakinlah, kalian semua bisa maju. Semua itu dapat terwujud apabila kalian selalu fokus dan tetap konsisten terhadap apa yang dikerjakan. Insya Allah, usaha yang dilakukan akan melahirkan hasil yang memuaskan,” harapnya.

Di hadapan ratusan peserta seminar UMKM, Akhyar selanjutnya mengingatkan para pelaku UMKM, untuk dapat mengikuti perkembangan digital marketing. Selain itu, senantiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan global, sehingga harus mampu menguasai teknologi dan mengikuti informasi terkait perkembangan dunia ekonomi dan usaha. “Perkuat kemampuan di bidang teknologi. Melalui teknologi, produk-produk yang dihasilkan dapat dipromosikan secara online, sehingga dapat mencakup ke seluruh daerah. Jangan kita hanya kuat dalam menghasilkan berbagai produk namun masih lemah dalam mempromosikannya. Jadi perkaya diri dengan ilmu dan teknologi. Untuk itu saya berharap sesama pelaku UMKM mau berbagi ilmu. Jangan mau maju sendiri, tapi majulah bersama-sama, karena kekuatan ekonomi bersumber dari para pelaku UMKM,” pesannya.

Selanjutnya menyikapi penertiban yang rutin dilakukan Satpol PP Kota Medan, Akhyar mengatakan, penertiban yang dilakukan itu bukan karena Pemko Medan anti dan benci terhadap pedagang kecil. Sebab, penertiban yang dilakukan dalam rangka melakukan penataan sekaligus penegakan peraturan. Pasalnya, para pedagang banyak yang berjualan di bahu jalan, atas trotoar, serta drainase.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Indomarco Prismatama Kota Medan Hargo Suseno, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan atas dukungan penuh yang diberikan kepada pihaknya, sehingga seminar bagi pelaku UMKM ini dapat terlaksana dengan baik.

Hargo juga mengatakan, kehadiran Wakil Wali Kota Medan menjadi wujud kepedulian pemimpin daerah kepada para pelaku penggerak perekonomian di Kota Medan. “Seminar ini menjadi bentuk kepedulian kami terhadap UMKM di Medan, untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kreativitas dalam mengelola hasil produksinya. Saat ini ada sebanyak 50 produk UMKM yang sudah bergabung dan dipasarkan di outlet-outlet Indomaret di Sumut. Semoga ke depan semakin banyak produk UMKM yang bisa kami bantu penjualan dan pemasarannya melalui outlet kami,” pungkasnya. (ris/saz)

Lepas Offroad Jelajah Desa Satu Hati, Eldin: Jadilah Perintis Kegiatan Sosial

foto-foto pemko medan for sumut pos MELEPAS: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin didampingi Wakil Wali Kota H Akhyar Nasution, Pembina IOF Sumut Musa Idishah (Doddy), Ketua IOF Sumut Riza Bastaman Matondang, dan Ketua IMI Sumut Faisal A Nasution, saat melepas start peserta Offroad Jelajah Desa Satu Hati, Jumat (1/3).
foto-foto pemko medan for sumut pos
MELEPAS: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin didampingi Wakil Wali Kota H Akhyar Nasution, Pembina IOF Sumut Musa Idishah (Doddy), Ketua IOF Sumut Riza Bastaman Matondang, dan Ketua IMI Sumut Faisal A Nasution, saat melepas start peserta Offroad Jelajah Desa Satu Hati, Jumat (1/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 80 peserta mengikuti ajang petualangan bermobil Offroad Jelajah Desa Satu Hati, yang berlangsung pada 1-3 Maret 2019. Para offroaders ini dilepas Wali Kota Medan HT Dzumli Eldin dari Jalan Pulaupinang, Lapangan Merdeka Medan, Jumat (1/3).

Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Binjai H Idaham yang juga menjadi peserta, Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, Pembina Indonesia IOF Sumut Musa Idishah (Doddy), Ketua IOF Sumut Riza Bastaman Matondang, Ketua IMI Sumut Faisal A Nasution, Pengcab IOF se-Sumut, dan perwakilan komunitas klub otomotif.

Dalam sambutannya, Eldin mengatakan, potensi offroad di Sumut masih sangat besar, asal bisa dikelola secara profesional. Bahkan bukan tidak mungkin potensi ini bisa dioptimalkan, sehingga menjadi sebuah sajian wisata yang memadukan dunia otomotif dengan keindahan alam di Sumut.

“Sensasi berkendara menyusuri daerah dengan medan sulit, akan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Dan saya yakin, para pemburu adrenalin ini akan sangat menikmati wisata yang identik dengan lumpur, sungai, hutan, serta berbagai rintangan lain di bumi Nusantara ini,” tutur Eldin.

Menurut Eldin, kegiatan yang dilaksanakan Pengda IOF Sumut ini, juga memiliki misi mulia, yakni dibarengi kegiatan sosial di beberapa desa sepanjang perjalanan. “Dan tentunya kami berharap, bantuan yang disalurkan nanti bisa bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus membuktikan para offroaders adalah manusia berhati mulia, meskipun kegiatan offroad ini sering identik dengan aktivitas mahal,” jelasnya.

“Saya berharap offroaders bisa menjadi perintis dalam melakukan kegiatan-kegiatan, baik seremonial maupun kegiatan sosial lainnya. Dan bukan tidak mungkin dengan kegiatan ini, akan mengangkat daerah Sumut, maupun Medan secara khusus, dalam rangka memanfaatkan wisata mangrove dan lain sebagainya, yang ada di Sumut ini,” imbuh Eldin.

Sementara Ketua IOF Sumut, Riza Bastaman mengatakan, event diikuti 80 peserta (mobil) yang juga datang dari luar Kota Medan, seperti Tobasa, Karo, dan Asahan. Peserta akan mengarungi jalur sepanjang 120 kilometer, yang terbagi 60 persen offroad dan 40 persen onroad.

Selepas start, peserta menuju Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, sebelum menginap di 2 basecamp. “Mereka bergerak menuju kawasan Sibolangit untuk unjuk kebolehan, sekaligus menjajal medan yang sangat menantang,” beber Riza.

Selanjutnya, peserta menuju Desa Sinungkang dan Desa Kualabekah, dan dijadwalkan finish di Bumi Perkemahan Sibolangit, pada Minggu (3/3) siang. “Jika setiap mobil diisi 3 sampai 4 orang, maka Offroad Jelajah Desa Satu Hati ini diikuti sekitar 300 orang,” kata Riza lagi.

“Selain sebagai ajang menyalurkan hobi berpetualang menyusuri medan yang ekstrem, kegiatan akan diisi dengan kegiatan bakti sosial. Di mana para offroaders akan berhenti di sejumlah desa yang dilewati untuk menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu,” pungkas Riza. (ris/saz)

Sepanjang Tahun 2014-2018, 586 Balita di Asahan Alami Gizi Buruk

Ilustrasi
Ilustrasi

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sepanjang tahun 2014 hingga 2018, tercatat sebanyak 586 balita di Kabupaten Asahan mengalami gizi buruk.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Asahan, dr Aris Yudhariansyah saat ditemui Sumut Pos,Jumat (1/3).

Untuk menekan angka tersebut, Aris meminta agar para ibu hamil dan orangtua harus memperhatikan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). “Harus diperhatikan mulai dari kandungan hingga anak usia 2 tahun. Sebab pada masa itu, pembentukan sel jaringan otak sedang berjalan sebanyak 70 persen.”terang Aris.

Dijelaskan Aris lagi, seorang bayi harus mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan. “Kemudian, bayi diperkenankan mendapatkan makanan pendamping yang bernutrisi dan bergizi berimbang agar anak bisa tumbuh sehat dan cerdas,”terangnya.

Berdasarkan data yang dihimpun di Dinkes Asahan, jumlah balita yang mengalami gizi buruk pada tahun 2014 tercatat 96 kasus, tahun 2015 mengalami peningkatan menjadi 117 kasus, tahun 2016 naik menjadi 136 kasus. Kemudian tahun 2017, angka anak mengalami gizi buruk mengalami penurunan sebanyak 132 kasus, dan pada tahun 2018 dapat ditekan menjadi 87 kasus. “Namun berkat kerja keras serta berbagai program yang dijalankan Dinkes Asahan. Kasus gizi buruk ini bisa ditekan,”pungkasnya.

Hal itu dikatakan Aris, Promkes seperti kelas ibu hamil yang dilakukan satu bulan sekali di setiap desa dapat menumbukan pemhamaman yang positif.

“Mereka akhirnya paham begitu pentingnya kesehatan bagi ibu yang mengandung bayi hingga masa nifas,”pungkasnya. (omi/han)

Kapolres Resmikan Taman Musyawarah

POTONG TUMPENG: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi didampingi Wakil Walikota Ir Oki Doni Siregar saat memotong tumpeng peresmian Taman Musyawarah.
POTONG TUMPENG: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi didampingi Wakil Walikota Ir Oki Doni Siregar saat memotong tumpeng peresmian Taman Musyawarah.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi didampingi Wakil Walikota Kota Ir Oki Doni Siregar, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan Forkompinda se-Kota Tebingtinggi meresmikan Taman Musyawarah di Polres Tebingtinggi, Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Jumat (1/3).

Tampak hadir Komandan Brimob Detasemen B Tebingtinggi AKBP Arke F Ambat, Ketua MUI Ahmad Dalil Harahap, Rois NU Ibrahim Harahap, anggota Komisioner KPU Kota Tebingtinggi Mukhlis Mukhtar, Danramil 13, Komandan CPM Tebingtinggi, Kalapas, OPD, Kasat dan Kapolsek se jajaran Polres Tebingtinggi.

Wakil Wali Kota Tebingtinggi Ir Oki Doni Siregar mengatakan, segala sesuatu yang kita bangun harus bisa memberikan implementasi kepada pembangunan khususnya di Kota Tebingtinggi.

Dijelaskan Oki, meski Taman Musyawarah yang dibangun Kapolres Tebingtinggi sangat kecil, tidak menjadi masalah karena memiliki kesan silatuhrahmi dan kesan rasa persaudaraan.

“Apresiasi dari Pemko Tebingtinggi Polres Tebingtinggi bisa membuat Tamam Musyarawah yang nantinya bisa dipergunakan dengan baik dalam mengambil keputusan musyawarah,”ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi mengatakan, Taman Musyawarah dibangun untuk kepentingan bersama antara Polri dan masyarakat, dimana taman musyawarah bisa digunakan sebagai tempat berdiskusi dan menjalin silatuhrami antar semua golongan khususnya semua lintas agama, masyarakat dan semua elemen untuk bisa membuat kondusifnya Kota Tebingtinggi.(ian/han)

Bank Syariah Mandiri Panyabungan Bantu Masjid Al Falah

DEDI JAILANI/SUMUT POS BANTUAN: Branch Manager Bank Syariah Mandiri Panyabungan Lia Efienta diabadikan bersama pengurus BKM Masjid Al Falah Sipolu Polu, Jumat (1/3).
DEDI JAILANI/SUMUT POS
BANTUAN: Branch Manager Bank Syariah Mandiri Panyabungan Lia Efienta diabadikan bersama pengurus BKM Masjid Al Falah Sipolu Polu, Jumat (1/3).

MADINA, SUMUTPOS.CO – Sebagai wujud dan kepedulian terhadap pengembangan dan pembangunan dakwah serta syiar Islam, Bank Syariah Mandiri Panyabungan Bantu pembangunan menara Masjid Al Falah, Kelurahan Sipolu Polu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal sebesar Rp5 juta.

Bantuan tersebut langsung diserahkan Branch Manager Bank Syariah Mandiri Panyabungan Lia Efienta kepada Pengurus BKM Masjid Al Falah Sipolu Polu kepada Ketua BKM Masjid Al Falah, H Mhd Daim Nasution usai pelaksanaan salat Fardhu, Jumat (1/3)

Lia Efienta menyampaikan, bahwa bantuan tersebut merupakan wujud dari kepedulian dari lembaga perbankan Syariah Mandiri terhadap pengembangan dan pembangunan dakwah dan syiar Islam.

Masih dikatakan Lia Efianta, menabung di Bank Syariah Mandiri lebih adil dan menentramkan, dan terhindaqr dari praktek riba. “Kita terbebas dari bunga Riba yang sudah jelas-jelas haram hukumnya, karena dikelola dengan sistem syariah yang pasti bersih, bisa otomatis terpotong zakat sehingga insya Allah dana yang kita simpan bermanfaat,”sebutnta.

Jika 95 persen umat Islam yang ada di Kabupaten Mandailing Natal ini menabung dan mendevositokan uang dan kekayaannya di Bank Bank Syariah, lanjut Lia Efianta, insyaallah perekenomian masyarakat muslim akan terbantu dan meningkatkan, sehingga tidak ada lagi ditemukan yang namanya para duafa, fakir dan miskin.

“Sudah saatnya kita berhijrah dari yang tidak Islami ke Islami, dari yang investasi ke lembaga/perbankan yang tidak Syariah ke ke lembaga/perbankan yang Syariah. Kita harus bangkit, kita kuatkan ekonomi umat dengan menguatkan dan mengokohkan lembaga dan perbangkan syariah Islam di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BKM Al Falah Sipolu Polu H Mhd Daim Nasution menyampaikan terimakasih kepada BSM Panyabungan yang telah peduli terhadap pembangunan menara masjid, dan berdoa agar BSM semakin sukses serta membawa keberkahan dalam membantu perekonomian bagi masyarakat dan umat Islam, dakwah dan syiar Islam.

Serta akan mengajak umat untuk berinvestasi di bank bank syariah, melalui materi materi khutbah di Masjid Al Falah.(mag-6/han)

Hadiri Seminar Pembangunan Monumen Toga Nainggolan, Soekirman: Lestarikan Kearifan Lokal ke Anak Cucu

ist SEMINAR: Ketua Panitia Seminar menyematkan ulos kepada Bupati Ir H Soekirman, Jumat (1/3).
ist
SEMINAR: Ketua Panitia Seminar menyematkan ulos kepada Bupati Ir H Soekirman, Jumat (1/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Tugu atau monumen sebagai tempat pemersatu hati dan jiwa. “Dengan begitu, kita perlu mensyukuri bahwa Pomparan Toga Nainggolan menggelar kegiatan ini untuk mewujudkan Pembangunan Monumen,”ujar Bupati Sergai Ir H Soekirman saat menghadiri Talkshow seminar pembangunan monumen Nainggolan, di Aula RSU Royal Prima Medan, Jumat (1/3).

Dikatakan Soekirman mengatakan, marga Nainggolan adalah bagian dari orang Batak, yang memiliki watak konsisten dengan apa yang dikatakannya.

Oleh karena itu, Soekirman selalu menyampaikan bahwa kearifan lokal harus terus dapat dilanjutkan.”Siapa lagi yang akan melanjutkan kecuali anak cucu kita sendiri. Maka ajarkan tanggung jawab sosial bagi anak-anak kita, agar menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam mempertahankan adat dan budaya agar tidak hilang tergerus budaya luar maupun perkembangan teknologi,” kata Soekirman.

Oleh karena itu, Soekirman pun menyampaikan selamat dan sukses untuk rencana pembangunan Monumen Toga Nainggolan. “Dengan Tondi yang bersatu saya yakin kita akan dapat mewujudkannya, sebagai bukti persatuan untuk anak cucu kita kelak,” ujarnya.

Dalam sambutannya, ketua panitia pembangunan Monumen Toga Nainggolan, Sudirman Nainggolan mengatakan, seminar mengambil tiga topik yaitu pertama, Peradaban Suku Batak Terhadap Budaya, Agama dan Lingkungan Sosial. Kedua, Pembangunan Tugu/Monumen menurut Pandangan Suku Batak, dilihat dari Latar Bisa Sejarah, Silsilah serta Maksud dan Tujuan, dan ketiga, Hakikat Perkumpulan (Parsadaan) Klan/Marga, dilihat dari Filosofi terbentuknya, ragam konflik internal dan solusinya, serta tujuan dan harapan.

Pada kesempatan itu, Ketua DPP KBN DR RE Nainggolan sangat mengapresiasi atas kehadiran para undangan semua. “Khususnya ilmu narasumber jangan disia-siakan. Sebab, sangat berbobot dan bermanfaat, seperti Bupati Sergai Ir H Soekirman serta para guru besar budaya di Indonesia.

RE Nainggolan menambahkan, seminar yang dilakukan sebagai wadah silaturahmi untuk mempersatukan persepsi pembangunan monumen marga Nainggolan. Dikarenakan, di antara silsilah Raja Lottung, hanya monumen marga Nainggolan yang belum ada.

“Oleh karena itu, kami sangat berkeinginan pembangunan Monumen ini terwujud sesuai harapan dan penempatannya, yaitu di Samosir sejalan dimulainya kegiatan ini pada awal bulan Maret,” jelasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Sergai Ir H Soekirman, Dewan Pembina DPP Keluarga Besar Nainggolan (KBN) DR RE Nainggolan, ketua Umum DPP KBN Kombes Pol (Purn) Alisman Nainggolan, pengamat Budaya Prof DR Bungaran Antonius Simanjuntak, DR Parapat Gultom, beserta pengurus DPP KBN se-Indonesia. (sur)

Himmah Ajak Generasi Muda Lawan Terorisme

SOPIAN/SUMUT POS BERSAMA: Plt Himmah Kota Tebingtinggi J Medianda bersama beberapa narasumber dalam kegiatan diskusi dan silaturahmi.
SOPIAN/SUMUT POS
BERSAMA: Plt Himmah Kota Tebingtinggi J Medianda bersama beberapa narasumber dalam kegiatan diskusi dan silaturahmi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (Himmah) Kota Tebingtinggi mengajak generasi muda melawan bahaya terorisme dan meningkatkan semangat nasionalisme.

“Kita harus lawan terorisme, masyarakat harus bentengi diri agar tidak terprovokasi,”ujar J Meidianda selaku Plt Himmah Kota Tebingtinggi, Kamis malam (28/1) saat melaksanakana kegiatan diskusi mahasiswa dan pemuda dalam rangka silaturahmi Himmah Kota Tebingtinggi di salah satu kafe di Kota Tebingtinggi.

Diskusi dengan tema Hijrah Generasi Muda Islam Perangi Bahaya Terorisme dan Tingkat Nasionalisme ini dihadiri peserta dari berbagai kampus dan organisasi kepemudaan yang ada di Kota Tebingtinggi, di antaranya Himpakad dan Sapma PP.

Hadir sebagai narasumber antara lain Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebingtinggi, Jufri Mkom, Danramil 13 Tebinginggi Kapten PM Simanjuntak, dan Zulkarnain mewakili Kakan Kemenag Tebinginggi.

Pada kesempatan itu, J Meidianda berharap diskusi yang dilakukan menjadi bagian dari semangat gerakan deredikalisasi generasi muda dalam memerangi bahaya paham paham radikal yang mengarah pada tindakan terorisme.

“Generasi muda Islam adalah generasi penerus yang harus memiliki akhlak dan keperibadian yang cinta tanah air dan harus menjadi garda terdepan dalam memerangi paham paham radikal yang cenderung mengajak untuk melakukan perbuatan teror,”ucapnya.

Masih dikatakan J Meidianda, fenomena hijrah generasi muda Islam yang saat ini digandrungi dengan tujuan untuk menjadi lebih baik dalam spiritual, dan menambah ilmu keagamaan.

Menurutnya, penguatan nilai nasionalisme juga perlu diingatkan kepada generasi muda Islam untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Sementara itu, Ganda Prayogi selaku panitia pelaksana mengatakan, kegiatan diskusi akan rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Himmah kepada generasi muda Islam, dan mengaktualisasikan kampanye membudayakan diskusi kepada generasi muda untuk meningkatkan nilai nilai intelektual.

“Kami berharap kegiatan seperti ini didukung penuh oleh berbagai pihak, sehingga dapat dilaksanakan dengan baik yang berguna memupuk kekompakan dan mewujudkan silaturahmi generasi muda, dan terwujudu rasa persatuan dan kesatuan pemuda di Tebingtinggi,”ucap Ganda Prayogi. (ian/han)

DPRD Sumut Dukung Jalan Tembus Karo-DS

no picture
no picture

KARO, SUMUTPOS.CO – Komisi D DPRD Sumatera Utara (Sumut) kembali menegaskan komitmennya mendukung akses jalan Kabupaten Karo-Kabupaten DeliSerdang, dari Desa Serdang, Kecamatan Barus Jahe ke Desa Rumah Liang, Kecamatan STM Hilir Kabupaten DeliSerdang.

Komitmen dukungan ini kembali disampaikan anggota Komisi D DPRD Sumut Baskami Ginting kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana, dalam pertemuan pembahasan tindaklanjut pembukaan akses jalan kedua kabupaten di Sumatera Utara itu.

Bertempat di ruang kerja Bupati Karo Terkelin Brahmana, Jumat (1/3) menerima kedatangan Komisi D DPRD Sumut, Baskami Ginting bersama Kepala UPT Tahura (Taman Hutan Raya) Bukit Barisan Provinsi Sumut Ramlan Barus, Camat STM Hilir Budiman Sembiring.

Hadir mendampingi Bupati Karo, Kepala Bappeda Nasib Sianturi Kadis Perhubungan Karo Gelora Fajar Purba, dan Camat Barusjahe Kalsium Sitepu.

Baskami Ginting menuturkan, dirinya beserta Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, telah meninjau akses jalan yang akan menghubungkan kedua kabupaten tersebut.

“Kemarin (Kamis 28 Februari 2019), sudah kami tinjau bersama Komisi D DPRD Sumut dan Bupati DeliSerdang Ashari Tambunan. Karena kemarin, Bupati Karo tidak bisa hadir bersama kami meninjau ke lapangan, karena waktu yang sama ada kegiatan kunker (kunjungan kerja) Gubsu Edy Rahmayadi ke Karo,” kata Baskami.

Dikatakan Baskami, tindaklanjut proses pembukaan akses jalan kedua kabupaten, diperlukan persamaan persepsi Pemkab Karo dengan Pemkab Deliserdang. “Pesan saya, untuk akses pembukaan jalan Karo-Deliserdang, kita (Komisi D DPRD Sumut) serahkan pada masing-masing Pemkab. Sedangkan tindaklanjut kami di Komisi D DPRD akan mendorong Pemerintah Provinsi agar dananya ditampung di APBD. Ini sudah bagian tugas Komisi D DPRD. Komisi D DPRD mendukung penuh jalan tembus tersebut. Ini harus diketahui Pemkab Karo dan Pemkab Deli Serdang,” tegas Baskamil.

Dalam pertemuan itu, Baskami mengingatkan kedua Pemkab agar segera menyelesaikan administrasi pembukaan akses jalan kedua kabupaten di Tahun 2019. Hal ini mengingatkan, akses jalan penghubung kedua kabupaten berada di kawasan hutan konservasi.

“Yang penting, selesaikan Tahun 2019 ini segala adminitrasinya terkait pinjam pakai kawasan hutan. Ini kunci utamanya,” ujar Baskami. (deo/han)

Salat Subuh Berjamaah di Masjid Agung, Kapolres Binjai: Ajak Masyarakat Saling Bertoleransi

teddi akbari/sumut pos DIABADIKAN: Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto diabadikan bersama tokoh agama, masyarakat dan alim ulama pada saat salat subuh berjamaah di Masjid Agung Binjai.
teddi akbari/sumut pos
DIABADIKAN: Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto diabadikan bersama tokoh agama, masyarakat dan alim ulama pada saat salat subuh berjamaah di Masjid Agung Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengajak para ustadz, tokoh alim ulama, tokoh agama dan masyarakat, dapat membantu Polres Binjai dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif demi mewujudkan Pemilu 2019 aman, damai dan sejuk di Kota Binjai.

Hal tersebut disampaikanKapolres AKBP Nugroho saat menghadiri acara Binjai Jumat Barokah (BJB) di Masjid Agung, Jalan Olahraga, Timbang Langkat, Binjai Timur, Jumat (1/3).

Kegitan BJB diawali dengan Salat Subuh berjamaah dan mendengarkan tausiyah dari Ustadz H Qasim Nurseha ini turut dihadiri Waka Polres Binjai Kompol Hamdan, Ketua BKM Masjid Agung HM Yusuf, Sekjen MUI Ustadz Jafar Siddiq dan personil Polres Binjai serta jamaah. Selain itu, mantan Dan Yon A Pelopor Sat Brimob Poldasu ini memperkenalkan diri kepada tokoh agama dan para jamaah.

Mengingat agenda besar jelang pesta demokrasi pada Pilpres dan Pileg Tahun 2019, perwira yang akrab disapa Nugie ini memohon dukungan kepada para ustadz, tokoh agama, dan masyarakat, agar tetap saling bertoleransi, untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk di Kota Binjai.

“Kita boleh saja berbeda pilihan, tetapi jangan jadikan perbedaan itu sebagai pemecah belah umat muslim khususnya di Kota Binjai,” serunya.

Sementara, Ustadz H. Qasim Nurseha Lc MA dalam tausyiahnya menyebutkan tanda tanda akhir zaman adalah ketika banyaknya yang menyebarkan fitnah dan banyaknya umat Islam yang melalaikan salatnya.

Dijelaskan dia, yang dapat menyelamatkan dunia ini adalah saat sudah dapat menegakan salat. “Semoga tausyiah yang disampaikan dapat menjadikan umat islam sebagai penopang dalam menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI. Berbeda pilihan jangan jadikan sebagai pemecah belah umat Islam,” ungkapnya.

Kasubbag Humas Polres Binjai Iptu Siswanto Ginting menambahkan terselenggaranya kegiatan salat subuh berjemaah ini juga dalam rangka program Polda Sumatera Utara. (ted/han)