Belakangan ini beredar kabar Syahrini akan menikah di 22 Februari. Namun nyatanya hingga saat ini belum ada klarifikasi mengenai kabar tersebut.
Kabar terbaru adalah seluruh keluarga Syahrini sudah bertolak ke Jepang, Kamis (22/2) malam. Hal tersebut terlihat dalam salah satu tayangan hiburan.
Namun saat ditanya mengenai hal tersebut ibunda Syahrini dan adik Syahrini yang sekaligus manajernya, Aisyahrani, tidak mengatakan apapun.
Semuanya hanya meminta doa yang terbaik. Untuk apa? Lagi dan lagi, mereka tidak mau menjelaskannya.
“Doakan semoga semuanya yang terbaik,” kata Aisyahrani.
“Semuanya, hari ini, 20 orang yang berangkat,” lanjut perempuan yang biasa disapa Rani itu.
Memang sebelumnya, Syahrini dikabarkan akan melangsungkan pernikahan di Jepang. Reino dan Syahrini dikabarkan akan menikah pada Kamis, 27 Februari 2018. Janji suci mereka akan dilaksanakan di Masjid Cami, Tokyo. Ada pula rumor keduanya akan menikah di masjid milik ayah Reino, Rosano Barack.
Kabarnya, stasiun RCTI nantinya akan menyiakan momen besar ini dalam program infotainment Silet. (bbs/ram)
Istimewa/Suumut Pos_
Tanoto Fondation melakukan Temu Mitra pendidikan seProvinsi Sumatera Utara di Hotel hermes Places, rabu (20/2).
Istimewa/Suumut Pos_ Tanoto Fondation melakukan Temu Mitra pendidikan seProvinsi Sumatera Utara di Hotel hermes Places, rabu (20/2).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Antusiasme kabupaten mitra Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (Pintar) untuk menyebarkan program cukup tinggi dan lebih cepat dari waktu perkiraan. Hal itu dapat dilihat dari siswa sekolah yang menjadi mitra terlihat lebih aktif dan berprestasi.
Stuart Weston Selaku Direktur Program Pendidikan Dasar ‘Pintar’ mengatakan perlunya kerja sama dalam memajukan pendidikan di Indonesia, untuk masa depan bangsa yang lebih baik. Karena luas Indonesia dan berbentuk kepulauan, sehingga masih banyak yang masih belum tersentuh pendidikan yang layak.
“Kita mengucapkan terimakasih dan menyambut dengan antusias pelaksanaan program peningkatan kualitas pendidikan di daerah-daerah mitra, dengan adanya rencana diseminasi program praktik baik pendidikan oleh pemerintah daerah, kita harapkan lebih banyak siswa tersentuh dengan peningkatan kualitas pendidikannya, melalui Program Pintar ini kami mengajak guru dan siswa untuk berfikir secara independen, pola kegiatan belajar mengajar sudah tidak konvensiaonal lagi dengan pembelajaran aktif suasana belajar jadi lebih menyenangkan,” ujarnya dalam Temu Mitra Pendidikan se Provinsi Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation Rabu, (20/2) kemarin di Hotel Hermes Place Medan yang diikuti oleh Kanwil Kemenag Sumut , LPMP Sumut, PW Muhammadiyah Sumut, LPTK Mitra Umsu dan UINSU, Dinas Pendidikan, Bapeda, Kemenag Kota Pematang Siantar, Kabupaten Karo dan Kabupaten Batubara.
Dijelaskannya, di Kabupaten Karo, telah mendata keinginan sekolah nonmitra untuk ikut mendiseminasikan program Pintar. Saat ini telah berjalan di 4 kecamatan, dengan 24 sekolah. Ke depan telah terdata 154 sekolah SD dan SMP di 13 kecamatan dengan 1.182 orang guru.
Pelatihan yang dikembangkan oleh program ini berfokus pada manajemen berbasis sekolah (MBS), pembelajaran yang aktif dan pengembangan budaya baca. Pelatihan ini sudah melalui uji lapangan sehingga sesuai dengan kebutuhan sekolah. Forum ini juga mendorong banyak pihak bekerja sama untuk melakukan lompatan perbaikan mutu pendidikan. (rel/tri/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nokia 5.1 Plus yang resmi dirilis oleh HMD Global pada akhir Januari 2019 lalu di Indonesia, kini mulai diperkenalkan di Kota Medan. Smartphone Nokia terbaru ini dengan market pasar kalangan menengah, dibanderol seharga Rp2,599 juta.
Head of Marketing Indonesia for HMD Global, Miranda Warokka mengungkapkan, Nokia 5.1 Plus merupakan ponsel Android One (A1) yang memakai sistem operasi Android 8.1 Oreo, dan akan mendapatkan upgrade Android Pie. Smartphone ini disematkan chipset Mediatek MT6771 Helio P60 Octa-core berkecepatan 1.8 GHz, dan sudah memakai teknologi 12nm yang mampu menghemat baterai.
Untuk mendukung kinerja prosesor ini, Nokia 5.1 Plus juga didukung dengan RAM 3GB dan internal memori 32GB yang dapat diupgrade hingga 400GB dengan memakai microSD. Ponsel ini bisa diandalkan untuk membuka beberapa aplikasi sekaligus dengan lancar dan memainkan game kekinian tanpa hambatan.
“Nokia 5.1 Plus hadir dengan pemrosesan yang memukau, performa gaming dan pencitraan A1 yang luar biasa dalam kemasan penuh gaya dan menyenangkan. Kombinasi antara desain kontemporer dan kualitas, menjadikan Nokia 5.1 Plus perangkat yang memberikan pengalaman unik dan menyenangkan bagi para penggemarnya di seluruh dunia,” ungkap Miranda dalam ramah tamah di Laurence Coffee, Jalan Petula, Petisah Hulu, Medan Baru, Jumat sore (22/2).
Menurut Miranda, Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar dalam industri mobile gaming di dunia. Dengan multiplayer online battle arenas (MOBA) yang menguasai pasar tersebut, pihaknya ingin memberikan bagi para pengguna smartphone bukan hanya kinerja luar biasa. Tetapi, juga pencitraan smart Android One dan desain kontemporer.
Selain itu, ingin para penggemar menikmati pengalaman gaming terkini, menyaksikan serial kesukaan mereka dan mengambil konten terbaik dengan smartphone Nokia mereka tanpa khawatir kehabisan baterai atau mengorbankan kualitas kerjanya.
“Nokia 5.1 Plus merupakan satu dari smartphone paling terjangkau yang menggunakan chipset MediaTek paling canggih saat ini, MediaTek Helio P60. Mesinnya dirancang untuk menghadirkan daya yang sesuai guna menjalankan gaming, video atau aplikasi yang multi-tasking dengan mudah. Fitur A1 terkini yang tertanam dalam chipset Nokia 5.1 Plus memungkinkan fitur pengenalan wajah deep-Iearning dan memperbaiki peningkatan kualitas foto secara real-time. Dilengkapi dengan seluruh sensor yang diperlukan, anda dapat menikmati game dan aplikasi terbaru dengan maksimal,” paparnya.
Lebih lanjut Miranda mengatakan, Nokia 5.1 Plus memungkinkan penggunanya mengambil foto dengan gaya studio menggunakan pencitraan depth-sensing dan fitur blur ‘bokeh’ sesuai keinginan dan pencahayaan portrait. Rear sensor ganda 13MP/5MP dengan penstabil video elektronik memastikan merekam video dengan stabil, tajam dan sempurna mengambil momen-momen spesial. Ditambah lagi, Phase Detection Auto Focus membantu membuat foto-foto lebih jelas dan fokus.
“Nokia 5.1 Plus memiliki layar berukuran 5.86 inci full HD+ dengan resolusi 720 x 1520 pixel, dan memiliki aspek rasio 19:9. Selain itu, ponsel ini juga dilengkapi dengan kaca melengkung 2.5D untuk mempercantik tampilannya. Kemudian, ponsel pintar ini memakai teknologi IPS LCD capacitive touchscreen pada layar ponselnya,” sebut Miranda.
Trainer Manager Indonesia for HMD Global, Irvan Hasibuan menambahkan, Nokia 5.1 Plus menampilkan desain sempurna dengan bagian kaca depan dan belakang melengkung serta lapisan mengkilap. Desain ergonomis melengkung dengan ketebalan 8mm menjadikannya sangat nyaman ketika digenggam.
“Nokia 5.1 Plus memiliki struktur logam yang kokoh, secara kualitas telah teruji dalam temperatur ekstrim dan drop test untuk memastikan telah memenuhi standar kualitas smartphone Nokia,” tuturnya.
Irvan melanjutkan, Nokia 5.1 Plus merupakan bagian dalam keluarga Android One dari smartphone Nokia, menghadirkan pengalaman rancangan Google yang cerdas, aman dan sangat menakjubkan. Smartphone ini akan tetap up to date dengan pembaruan keamanan bulanan selama tiga tahun dan jaminan pembaruan OS selama dua tahun setelah peluncuran. Dengan Android One pada smartphone Nokia, maka penggunanya mendapatkan lebih dari sekedar baterai dan kapasitas media penyimpan dalam satu kemasan. Artinya, menjadi yang terdepan dengan layanan Google terkini seperti Google Assistant dan Google Photos dengan media penyimpan foto kualitas tinggi gratis tanpa batas.
“Nokia 5.1 Plus yaitu pengalaman smartphone premium tanpa label harga premium. Tampilan menakjubkan dan desain eksklusif, serta kekuatan tipis dalam bentuk saku. Hadir dalam tiga pilihan warna Gloss Black, Gloss White dan Gloss Midnight Blue,” imbuhnya. (ris/ram)
IST/SUMUT POS
DIAMANKAN: Fitri Ariandi bersama istrinya diamankan karena merekam Aiptu P Tarigan (bawah) sedang mengkonsumsi sabu.
IST/SUMUT POS DIAMANKAN: Fitri Ariandi bersama istrinya diamankan karena merekam Aiptu P Tarigan sedang mengkonsumsi sabu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengakuan mengejutkan Fitri Ariandi (40), kibus (informan) polisi yang menjadi terdakwa perekam video Aiptu P Tarigan mengkonsumsi sabu, membuat gerah Polda Sumut. Korps coklat itu pun meminta terdakwa membeber nama-nama polisi yang kerap mengkonsumsi dan menjual kembali sabu hasil tangkapan.
“BEGITU katanya di persidangan? Siapa nama oknum polisinya itu, dia harus bilang supaya ditindak oleh Propam. Kalau salah, kami tegaskan tidak akan melindungi,” ucap Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada Sumut Pos, Jumat (22/2).
Bagaimana soal pengakuan terdakwa yang rumahnya dijadikan ‘gudang’ penyimpanan sabu hasil tangkapan untuk dijual kembali oleh oknum anggota Polri?
“Kami (Polda Sumut) tidak akan melindungi kalau ada oknum yang salah. Karena komitmen kepolisian tegas memberantas narkoba,” kata Nainggolan.
Sementara, Polda Sumut mengakui bahwa berkas Aiptu P Tarigan terkait kasus video mengonsumsi sabunya viral di media sosial telah lengkap. Namun, saat disinggung kapan dilakukan pelimpahan tahap dua ke kejaksaan, Nainggolan belum bisa memastikan.
“Tahap duanya tergantung penyidik dari Polrestabes Medan. Dalam pelimpahan tahap dua memang ada batas waktunya, yang jelas kami tidak akan melindungi. Tidak kami beda-bedakan dengan tahanan sipil yang lainnya,” jelasnya.
Menurut Nainggolan, kewenangan untuk menghadirkan Aiptu P Tarigan dalam pelimpahan tahap dua ke Kejari Medan, merupakan kewajiban penyidik.
Ia mengaku, kepolisian tidak akan buru-buru memasukkan Aiptu P Tarigan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Sebelum menerbitkan DPO, kami akan berupaya untuk melakukan pencarian dulu bila dia (Aiptu PT) tidak masuk dinas. Apalagi keluarganya kan di Medan, kami akan datangi rumah orangtuanya. Kalau tidak ada juga, barulah kami terbitkan DPO-nya,” pungkasnya.
Senada diungkap Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, Raphael Sandhy Priambodo. Ia menyatakan berkas Aiptu P Tarigan sudah P21 (lengkap) di Kejaksaan.
Namun untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti, dia pun sudah menyurati Kapolres Nias.
“Sudah kita surati Kapolres Nias untuk memanggil tersangka Aiptu P Tarigan. Tapi selama ini, katanya, dia itu tidak atau jarang lagi berdinas. Makanya kita nggak tahu dia dimana,” kata Raphael.
Apakah akan menetapkan Aiptu P Tarigan dalam DPO? “Iya. Tentu kita akan terbitkan DPO atas nama dia kalau seperti ini,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri perekam video Aiptu P Tarigan yang mengonsumsi sabu memberikan keterangan yang cukup mengejutkan di persidangan. Kepada majelis hakim yang dipimpin Marihat Simarmata, sang suami mengakui bahwa banyak polisi nyabu di rumahnya.
Keterangan tersebut disampaikan Fitri Ariandi di ruang Sidang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (21/2) sore. Ariandi mengatakan, beberapa kali sejumlah polisi menggunakan rumahnya menjadi lapak mengonsumsi sabu.
“Begini pak, kami ditangkap setelah si Aiptu P Tarigan itu ditangkap karena video menghisap sabu itu,” terangnya.
Tak hanya itu, Ariandi mengatakan rumahnya pun dijadikan lokasi penyimpanan barang haram hasil tangkapan kepolisian. Barang haram yang dititipkan tersebut pun rencananya untuk dijual kembali.
“Jadi pak. Saya ini undercover (kibus) nya Polisi. Jadi banyak sabu-sabu yang dititipkan polisi ke saya itu, untuk dijual lagi. Itu barang hasil tangkapan polisi,” katanya.
“Setiap polisi yang nyabu datang ke rumah saya, pak,” sambungnya, sembari mengaku bahwa barang bukti 3 ons sabu merupakan milik salah seorang oknum polisi berinisial PT. (man/ala)
SOPIAN/SUMUT POS
OLAH TKP: Polisi melakukan olah TKP di rumah anggota FPI Kota Tebingtinggi yang betornya dibakar OTK.
SOPIAN/SUMUT POS OLAH TKP: Polisi melakukan olah TKP di rumah anggota FPI Kota Tebingtinggi yang betornya dibakar OTK.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Becak bermotor (Betor) milik salah seorang anggota Front Pembela Islam (FPI) Kota Tebingtinggi dibakar orang tak dikenal (OTK). Peristiwa terjadi di Gang Flamboyan, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Tebingtinggi, Kota Tebingtinggi, Jumat (22/2) sekira pukul 02.00 WIB.
Akibatnya, Chairuddin (38) yang berprofesi sebagai pedagang mengalami kerugian jutaan rupiah. Tak terima betor Jialingnya dibakar, korban membuat laporan ke Mapolres Tebingtinggi.
Mendapat laporan warga, petugas Polres Tebingtinggi dan Polsek Padang Hilir langsung turun ke lokasi kejadian. Kondisi betor terlihat terbakar sebagian.
Menurut Chairuddin, dirinya adalah anggota FPI Kota Tebingtinggi yang selalu memerangi peredaran narkoba di Kota Tebingtinggi. Sedangkan di tempatnya tinggal, merupakan salah satu kampung narkoba di Tebingtinggi.
“Siapa yang membakar saya tidak tahu, pasti mereka dendam melihat kami,” jelasnya saat membuat pengaduan di Mapolres Tebingtinggi.
Saat itu, waktu menunjukkan pukul 01.00 WIB. Korban baru kembali ke rumah, setelah berdagang.
Baru satu jam merebahkan tubuh, tiba-tiba korban mencium bau hangus terbakar. Ketika dicek ke luar rumah, di atas betor korban sudah ada kobaran api.
“Saya spontan langsung mengambil air,” tuturnya. Siapa kira-kira yang dicurigai membakar betor itu? Korban tidak mengetahui pasti.
“Tapi polisi harus bongkar kasus pembakaran ini,” harap Chairuddin.
Sedangkan Kapolsek Padang Hilir AKP David Sinaga membenarkan kejadian pembakaran ini. Namun soal dugaan sementara apa penyebabnya, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.(ian/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang tuntutan terdakwa kasus ujaran kebencian melalui media sosial Instagram, Agung Kurnia Ritonga, diketahui dua kali tertunda. Penyebabnya, berkas perkara pria 22 tahun tersebut diketahui telah diambil alih Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
Hal tersebut dikatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina saat ditemui di Pengadilan Negeri Medan.
“Iya kita masih menunggu arahan dari Kejagung ya, karena Kejagung yang ambil. Ini belum turun, makanya saya pun nungguin juga,” katanya, Jumat (22/2).
Terpisah, Penasehat hukum terdakwa, Hamda Hasonangan Harahap yang sempat menunggu sidang digelar, berharap agar kliennya itu mendapat hukuman yang adil. Apalagi, Agung Kurnia dan pelapor diketahui sudah berdamai.
“Jadi untuk apalagi menghukum tinggi-tinggi. Karena si Agung ini pun sudah merasa bersalah dan berdamai dengan si pelapor,” ujarnya.
Mengacu pada fakta persidangan, Hamda mengatakan kliennya Agung Ritonga sudah meminta maaf secara terbuka melalui media sosial Instagram seperti saat ia melakukan penghinaan.
“Melihat fakta-fakta persidangan kan dia sudah minta maaf di media sosial Instagram, dan secara tertulis” tukasnya.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina yang membacakan dakwaan pada sidang sebelumnya mengatakan, perbuatan Agung berawal pada tanggal 24 Oktober 2018 di sebuah kedai kopi di Jalan Laksana Medan.
“Saat itu terdakwa mengetik kalimat di instastory instagramnya dengan isi kalimatnya berupa ‘Kenapa rupanya kalo bendera tauhid dibakar? Tuhan kalian ikut terbakar rupanya? Makanya, jangan banyak kali ikut pengajian yang ngajarkan budaya, jadi tolol bangsad. Tuhan kalian aja anteng diatas lagi gitaran sambil mabuk amer dan nulis puisi bokep, klen pulak yang sibuk’,” ucap JPU Rahmi.
Lebih lanjut, terdakwa nekat melakukan perbuatan itu, lantaran protes terhadap orang-orang yang marah dengan bendera Tauhid dibakar.
Sebab dengan marah-marahnya mereka, menurut terdakwa, hal itu tidak menyimbolkan ajaran Islam. Karena hanya dengan dibakarnya bendera nilai ke Islaman tidak hilang.
Selain itu, sebut JPU, berdasarkan keterangan ahli ITE, bahwa perbuatan terdakwa masuk kedalam tindakan pidana yang menjurus ke SARA. Sementara, berdasarkan keterangan ahli bahasa, bahwa postingan terdakwa pada akun instagram Patipadam, merupakan penistaan agama.
Atas perbuatannya, terdakwa melanggar Pidana Pasal 28 ayat (2) Juncto Pasal 45 A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016, tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (man/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ainun (40) dan Rama Fani (22) tak kuasa saat majelis hakim yang dipimpin Saiddin Bagariang menghukumnya. Kedua wanita berparas cantik pemakai sabu ini, pasrah saat hakim menjatuhkan vonis 4 tahun penjara.
“Menghukum terdakwa Ainun dan Rama Fani masing-masing dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp400 juta,” ucap hakim Saiddin di ruang Sidang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (22/2).
Putusan tersebut, jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho, yang semula menuntut keduanya dengan penjara selama 6 tahun. Hal yang meringankan terdakwa, bahwa selama mengikuti proses persidangan berkelakuan baik.
“Apakah terdakwa menerima atau pikir-pikir?,” tanya hakim. “Terima pak hakim,” jawab kedua terdawa kompak.
Sebagaimana dalam dakwaan JPU disebutkan, terdakwa Ainun dan Rama ditangkap polisi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jalan Gedung Arca, Kelurahan Teladan, Kota Medan, 30 Juli 2018.
Saat itu, Ainun menanyakan kepada Rama Fani, dimana tempat membeli sabu-sabu seharga Rp50.000. Rama Fani pun mengajukan dirinya untuk membelikan barang haram yang dibutuhkan Ainun.
Rama Fani kemudian menemui Rina (Buron) untuk membeli barang haram tersebut. Setelahnya, sabu sabu tersebut diserahkan Rama Fani ke Ainun.
Naas dalam perjalanan pulang, Ainun dihadang personel Polsek Medan Kota. Dari Ainun, petugas menemukan sabu-sabu seberat 0,04 gram. Ainun dan Rama Fani didakwa melanggar Pasal 114 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 KUHP tentang Narkotika. (man/ala)
SUMUTPOS.CO – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tengah berjuang menyukseskan rencana Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Namun, pun jika nantinya Indonesia berhasil menjadi tuan rumah, Kemenpora mengatakan bahwa Merah Putih juga tidak bisa seenaknya memasukkan cabang olahraga yang bisa menguntungkan tuan rumah.
Sekretaris Menpora Gatot Dewa Broto menegaskan bahwa dalam Olimpiade, ada aturan baku yang harus dipatuhi oleh negara penyelenggara, yakni kewajiban mengadakan pertandingan cabang olahraga olimpik.
“Tuan rumah penyelenggara tidak boleh sembarangan memasukkan cabang olahraga, karena cabang olahraga olimpik sendiri jumlahnya sudah 32 cabang, dan semuanya wajib ada,” kata Gatot, Jumat (22/2).
Selain 32 cabang olahraga tersebut, hanya ada segelintir cabang olahraga non olimpik yang boleh dipertandingkan. Makanya, kata Gatot, mencapai prestasi di Olimpiade pastinya akan sangat sulit sekalipun Indonesia berhasil menjadi tuan rumah nanti. “Artinya walaupun kita jadi tuan rumah tapi tetap kita harus kerja keras untuk capai prestasi,” kata Gatot.
Lebih lanjut, Gatot mengatakan bahwa ia sudah meminta pengurus gelanggang olahraga Jakabaring Sport City (JSC) di Palembang, Sumatera Selatan untuk mempersiapkan diri. JSC adalah salah satu venue yang digunakan saat Asian Games 2018 tahun lalu.
Gatot menuturkan bahwa JSC nantinya diharapkan bisa kembali menjadi salah satu lokasi untuk penyelenggaraan multi-event terbesar di dunia itu. Pasalnya, tidak mungkin semua event diselenggarakan di kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.
Pemilihan JSC, kata Gatot, tidak lepas dari suksesnya Asian Games 2018 lalu. Fasilitas berbagai cabang olahraga yang disiapkan kala itu diacungi jempol oleh para negara tetangga. Gatot pun berharap mimpi Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 bisa terealisasi.
Seperti diketahui, Indonesia melalui Presiden Joko Widodo telah mengirimkan surat resmi ihwal bidding sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 kepada Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach. Hasil bidding akan diumumkan pada tahun 2024 mendatang. (bbs/azw)
net
PERENCANAAN: Kawasan Mandalika yang direncanakan akan dibangun sirkuit bertaraf internasional.
net PERENCANAAN: Kawasan Mandalika yang direncanakan akan dibangun sirkuit bertaraf internasional.
SUMUTPOS.CO – Pembangunan Sirkuit MotoGP di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat turut menyita perhatian dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Mereka mengaku sangat menantikan dan mendukung langkah tersebut.
Sirkuit Mandalika merupakan bentuk ambisi Indonesia untuk menjadi tuan rumah MotoGP. Ini juga sekaligus sebagai langkah konkret karena sebelumnya banyak beredar wacana mengenai pembangunan sirkuit bertaraf internasional.
“Saya kira Insya Allah bisa tercapai. Karena Kemenpora mendukung sepenuhnya, dan hal itu sangatlah positif,” ucap Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto saat dihubungi JawaPos.com (Group Sumut Pos).
Indonesia sudah beberapa kali mengajukan diri sebagai tuan rumah MotoGP. Hanya saja, keinginan itu terbentur dengan pembangunan infrastruktur sirkuit.
“Dulu Sentul tidak jadi, kemudian Palembang tidak jadi. Mandalika juga awalnya tidak ada kabar. Namun, saya tahu dari media bahwa Mandalika ternyata jadi. Jadi kami dukung dan kami juga mohon seluruh rakyat Indonesia juga mendukung,” ungkapnya.
Gatot juga tidak mempermasalahkan mengenai pergantian lokasi Sirkuit. Sebab pada dasarnya olahraga MotoGP juga harus mengedepankan aspek pariwisata.
“MotoGP jangan dilihat semata-mata sebagai olahraga saja. Karena di olahraga itu juga ada unsur pariwisata juga,” pungkasnya.
Untuk diketahui, ajang MotoGP di Indonesia rencananya akan digelar Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rencana pembangunan sirkuit yang didesain dengan panjang 4,32 km dan memiliki 18 tikungan itu sudah digaungkan sejak beberapa tahun silam.
“Kemenpora pada prinsipnya sangat suport. Dulu awalnya kan rencana di Sentul, lalu di Palembang, dan terkahir di Mandalika. Apa yang nanti akan diperlukan, kami akan berikan,” katanya.
Mengenai pembangunan sirkuit, Gatot sendiri mengaku belum mengetahui secara detail. Sampai sejauh ini belum ada kerja sama yang dilakukan Kemenpora dengan pihak swasta yang nantinya akan melaksanakan pembangunan tersebut.
“Saya nggak tahu bisnisnya seperti apa. Karena ini komersial, kami perlu sampaikan bahwa jangan sampai ada kesan bahwa ini adalah dominasi pemerintah. Pihak swasta juga ikut terlibat,” kata Gatot.
Di sisa waktu yang tinggal dua tahun, Gatot berharap penggarapan sirkuit itu bisa tuntas dengan cepat. Dua tahun dinilai Gatot merupakan waktu yang cukup untuk membangun sirkuit. (bbs/azw)
net
SELEBRASI: Para pemain timnas Indonesia merayakan gol ke gawang Kamboja. Indonesia lolos ke semifinal.
net SELEBRASI: Para pemain timnas Indonesia merayakan gol ke gawang Kamboja. Indonesia lolos ke semifinal.
SUMUTPOS.CO – Indonesia U-22 akhirnya keluar dari lubang jarum. Garuda Muda mendampingi Kamboja ke semifinal setelah meraih kemenangan 2-0 pada laga pamungkas Grup B di Stadion Nasional, Phnom Penh, Jumat (22/2). Marinus Wanewar menjadi pahlawan Indonesia dengan memborong dua gol pada menit ke-19 dan ke-84.
Kemenangan ini membuat Indonesia yang mengemas lima poin lolos ke babak semifinal dengan status runner up Grup B. Indonesia mendampingi Kamboja yang terlebih dahulu lolos sebagai juara grup dengan koleksi enam poin.
Di sisi lain, kemenangan satu gol tanpa balas yang didapatkan Malaysia atas Myanmar jadi terasa hambar. Kesebelasan Negeri Jiran tersebut tetap tak lolos karena cuma mengumpulkan empat nilai.
Indra Sjafri kembali melakukan beberapa perubahan. Mereka adalah Awan Setho (kiper), Bagas Adi Nugroho (bek tengah), Sani Rizki (gelandang), dan Witan Sulaiman (penyerang sayap).
Indonesia berhasil unggul terlebih dahulu pada menit ke-19. Melalui skema serangan balik cepat, Witan Sulaiman melepaskan umpan terobosan mendatar ke arah Marinus Wanewar.
Lolos dari kawalan, Marinus dengan tenang menaklukkan kiper Phone Thitsor Min meski sempat gagal pada tembakan pertama. Gol ini menjadi pembeda hingga babak pertama berakhir.
Berlanjut ke babak kedua, Indonesia tampil lebih agresif dan mampu menciptakan dua peluang emas pada 15 menit pertama. Namun sayang, tembakan tepat sasaran Gian Zola dan Osvaldo Haay mental di tangan Phone Thitsor Min. Dua momen ini membuat Indonesia bermain lebih percaya diri.
Di sisi lain, Kamboja masih terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Kegagalan Kamboja mencetak gol balasan tidak lepas dari penampilan cemerlang Awan Setho. Usaha Indonesia mencari memperlebar keunggulan baru membuahkan hasil pada menit ke-84 berkat gol kedua Marinus.
Marinus menciptakan gol indah lewat tendangan kaki kiri sambil setengah memutar badannya. Tembakan yang tidak terduga itu membuat Phone Thistor Min hanya bisa melihat bola masuk ke gawangnya. Tidak ada gol tambahan tercipta, skor 2-0 untuk Indonesia bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kepastian calon lawan ini seiring selesainya laga di grup A pada Kamis (21/2) malam. Di mana, dalam laga penentuan juara grup, Vietnam dan Thailand bermain imbang alias sama kuat.
Vietnam menjadi juara grup karena meski sama-sama memiliki tujuh poin, selisih gol tim negeri Paman Ho lebih bagus, dengan surplus lima gol banding empat gol.
Gol yang dicetak Vietnam ialah enam, sementara satu gol menjebol gawang mereka. Kemudian, Thailand mampu menjaringkan empat gol tanpa kebobolan. (bbs/jpc/don)