30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 5558

Kejari Binjai Musnahkan Narkoba

TEDDY AKBARI/SUMUT POS MUSNAHKAN: Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar bersama unsur Muspida memusnahkan barang bukti narkoba di halaman Kantor Kejari Binjai
TEDDY AKBARI/SUMUT POS
MUSNAHKAN: Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar bersama unsur Muspida memusnahkan barang bukti narkoba di halaman Kantor Kejari Binjai

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Binjai melakukan pemusnahan barang bukti narkoba seperti sabu, ganja dan ekstasi di halaman Kantor Kejari Binjai, Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Jatimakmur, Binjai Utara, Selasa (19/2).

Pemusnahan barang bukti dari 194 kasus itu disaksikan oleh Waka Polres Kompol Hamdan, Ketua Pengadilan Negeri Fauzul Hamdi Lubis, hingga Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan.

“Pemusnahan yang dilakukan ini merupakan akumulasi selama 1 tahun. Kami melakukan pemusnahan di hadapan umum dan yang sudah berkekuatan hukum tetap atau berdasarkan putusan pengadilan,” ujar Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar usai pemusnahan dengan cara dibakar.

Barang bukti dari terdakwa kasus menonjol seperti 1.500 butir pil ekstasi merupakan salah satu yang dimusnahkan. Menurut Kajari, pemusnahan ini merupakan kali kedua sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Korps Adhyaksa Kota Rambutan.

Pemusnahan barang bukti dilakukan secara terbuka, kata Kajari, agar tidak ada pandangan negatif yang muncul dari khalayak luas. “Kalau menurut data kami, tindak pidana narkotika merupakan paling tinggi dibanding tindak pidana umum lainnya,” sambung mantan Kajari Kualatungkal ini seraya mengajak unsur Pemko dan Polres Binjai untuk sama-sama menekan angka peredaran narkotika.

Pasalnya, tingkat kriminal pun bakal tinggi jika memang peredaran narkotika tidak dibendung. Sementara, Wakil Wali Kota Binjai, Timbas Tarigan merasa prihatin atas masih tingginya tingkat peredaran narkotika.

“Mari kita bekerjasama menekan dan mengurangi peredaran narkotika dan penyalahgunaannya,” tandas Timbas. (ted/han)

Peringatan Hari Jadi ke-73 Karo, Wabup: Jadikan Momen Majukan Karo

Solideo/sumut Pos PEMATANGAN: Bupati Karo Cory S Sebayang dan Ketua Panitia Drs Suang Karo-karo didampingi Sekretaris Panitia, Drs Robinson Brahmana melaksanakan rapat pematangan Hari Jadi Karo di Aula Kantor Bupati. Senin (18/2).
Solideo/sumut Pos
PEMATANGAN: Bupati Karo Cory S Sebayang dan Ketua Panitia Drs Suang Karo-karo didampingi Sekretaris Panitia, Drs Robinson Brahmana melaksanakan rapat pematangan Hari Jadi Karo di Aula Kantor Bupati. Senin (18/2).

KARO, SUMUTPOS.CO – Sukseskan peringatan hari jadi Kabupaten Karo ke-73 tahun 2019, Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang dan Ketua Panitia Drs Suang Karo-karo didampingi Sekretaris Panitia, Drs Robinson Brahmana melaksanakan rapat pematangan rencana kegiatan di aula kantor bupati, Senin (18/2).

Peringatan itu akan digelar selama dua hari, mulai 8 Maret hingga 9 Maret 2019. Peringatan hari jadi lebih ditujukan untuk memperkuat nilai-nilai dan karakter lokal ditengah gempuran budaya asing yang semakin tidak terbendung, sekaligus untuk mengenang, menghargai dan mengambil makna sejarah berdirinya Kabupaten Karo ke-73.

“Dan kita jadikan sebagai sebuah momen untuk lebih memajukan Kabupaten Karo,” jelas Cory S Sebayang didampingi Ketua Panitia Drs Suang Karokaro yang juga Asisten I Pemerintahan Setdakab karo dan Drs Robinson Brahmana Kabag Otonomi Daerah (Otda) saat membuka rapat persiapan memeriahkan peringatan HUT Kabupaten Karo.

Cory menegaskan kepada masing-masing koordinator harus bertanggungjawab demi suksesnya acara tersebut.

Selain itu, ia juga meminta kepada masing-masing pimpinan OPD dan para Camat agar pro aktif, saling bersinergi dan berkoordinasi dengan panitia.

“Oleh karenanya, kita bangun komitmen bahwa kegiatan yang akan digelar pada tanggal 8-9 Maret 2019 yang tinggal dalam hitungan hari, bahwa kegiatan yang dilaksanakan walau dalam balutan kesederhanaan tapi ada peningkatan dibanding tahun lalu, baik dari aspek kuantitas, maupun aspek kualitas,” ujar Cory.

Momen peringatan hari jadi Kabupaten Karo dengan segala dinamikanya harus dijadikan media pengingat dan motivasi agar selalu meningkatkan fungsi pemerintahan secara efektif, efesien dan membumi dengan rakyat.

“Refleksi yang utama adalah, wujud rasa syukur atas apa yang sudah kita nikmati sejak pembentukan Kabupaten Karo 73 tahun yang lalu hingga saat ini,” ucap Cory S Sebayang. Dalam rapat itu, terungkap berbagai masukan dan ide-ide dari sejumlah pimpinan OPD maupun Camat yang bermuara terhadap kesuksesan acara HUT Kabupaten Karo.

Menurut Ketua Panitia Drs Suang Karokaro yang juga Asisten I Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Karo didampingi Drs Robinson Brahmana yang juga Kabag Otonomi Daerah (Otda), peringatan Hari Jadi Kabupaten Karo ke 73 tahun 2019.

“Sangat penting dan strategis menjadi kegiatan rutin tahunan di Kabupaten Karo, dan diprediksi dapat menjadi branding image Kabupaten Karo bila dikemas secara kolosal, rapi dan berkesan untuk mendatangkan wisatawan,” paparnya.

Adapun sejumlah acara yang akan digelar nantinya, sambung Suang Karokaro, pada 8 Maret, Jiarah ke Makam Pahlawan Kabanjahe, Paripurna DPRD Karo, Peresmian Tugu Berastagi, menjamu Veteran, eksebisi catur simultan, eksebisi karate/Tae kwondo, eksebisi MMA, temu fans film “Jandi La Surung”.

Selanjutnya, Rekor MURI “Tikar”, pesta kembang api, lomba kerajinan tangan dengan bahan bambu, lomba menarik balok. Selanjutnya, pada 9 Maret 2019, lomba tari tradisional Karo “Ndikar”, lomba pidato bahasa Karo tingkat pelajar SD, SMP dan SLTA, tari perkolong-kolong, hiburan band artis lokal, eksebisi budaya/tari multi etnis. Selama pelaksanaan acara, makanan kuliner khas Karo gratis, pameran pembangunan, cimpa terbesar dan pasar tradisional.

Pameran terdiri dari stand para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Karo, stand dunia usaha dan dunia industri. “Rencananya jumlah stand sekitar 100 stand, sementara saat peringatan pertama tahun lalu hanya sekitar 30 stand,” ujarnya.

Ditambahkan Drs Robinson Brahmana, Hari Jadi ke 73 Kabupaten Karo 2019, merupakan suatu acara yang diselenggarakan Pemkab Karo, bertujuan memperkenalkan, mempromosikan tradisi dan nilai-nilai budaya dan kesenian Karo.(deo/han)

Perkuat Sub Holding Gas, PGN-Pertagas Luncurkan Brand Association The Gas

JELASKAN: Dirut PGN, Gigih Prakoso saat menjelaskan tentang 'The Gas' di Jakarta, belum lama ini.
JELASKAN: Dirut PGN, Gigih Prakoso saat menjelaskan tentang ‘The Gas’ di Jakarta, belum lama ini.

JAKARTA- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus berinovasi untuk memperluas energi baik semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kali ini, PGN Group bersama-sama dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) yang telah bersinergi dalam Sub Holding Gas meluncurkan brand association yang dinamakan *The Gas.*

“The Gas merupakan representasi sinergi PGN dan Pertagas dalam Sub Holding Gas yang menjadi pengelola satu-satunya gas bumi di tanah air,” kata Direktur Utama PGN Gigih Prakoso dalam Konferensi Pers dan Employee Gathering di Indonesia Convention Exhibition, Sabtu (16/02/2019).

Seperti diketahui, Holding BUMN Migas yang dipimpin oleh PT Pertamina (Persero) telah terbentuk secara resmi pada April 2018. Adapun sebagai lanjutan dari kebijakan pemerintah tersebut yang masih dalam rangkaian Holding BUMN Migas, pada 28 Desember 2018 telah resmi proses integrasi Pertagas ke PGN yang menjadikan PGN sebagai *Sub Holding Gas.* “Sebagai Sub Holding Gas, PGN akan menjadi leader dalam pengelolaan usaha gas bumi dari downstream hingga upstream,” kata Gigih.

Dengan keberadaan PGN sebagai Sub Holding Gas, maka penguatan industri gas nasional akan terealisasi. Terutama, pengelolaan infrastruktur gas dalam rantai distribusi dan transmisi, mayoritas dimiliki oleh Sub Holding Gas. Dengan begitu, ongkos operasional bisa ditekan, serta menghapus kebijakan maupun strategi tumpang tindih antar anak usaha milik negara.

Kendati demikian, menurut Gigih, perusahaan tidak berpuas diri. PGN perlu terus berinovasi agar masyarakat mengenal energi baik yang ingin disalurkan perusahaan kepada masyarakat. “Apalagi, seperti yang kita tahu, PGN bukan perusahaan retail yang memiliki produk-produk yang secara langsung bisa dirasakan oleh masyarakat, seperti sampo, sabun, mi instan, dan lainnya,” kata Gigih.

Gigih mengatakan, produk PGN adalah gas bumi yang tidak bisa dipegang dan tidak memiliki kemasan. Untuk itulah, PGN memperkenalkan *The Gas* kepada publik. The Gas merupakan gambaran dunia gas bumi yang telah diproduksi di dalam perut bumi jutaan tahun silam.

Adapun dalam dunia The Gas tersebut diimajinasikan hidup makhluk-makhluk bernama *Pepe, Gege, dan Een* yang merupakan personifikasi dari molekul-molekul gas bumi. *Pepe, Gege, dan Een* adalah 3 karakter dari The Gas World yang muncul ke dunia nyata mewakili PGN sebagai korporasi.

Adapun, *Pepe* yang berwarna kuning, mewakili infrastruktur pipa yang sudah dibangun oleh PGN. Warna kuning ini juga menggambarkan karakter PGN dan para pekerjanya yang bekerja keras di lapangan untuk dapat mengantarkan energi baik di seluruh Indonesia.

*Gege* yang berukuran paling besar ini, berwarna biru sebagai representasi dari korporasi PGN, sebagai perusahaan yang memiliki visi dan misi yang inovatif dan strategis dalam setiap kebijakannya.

*Een* yang berwarna orange mewakili warna safety, yang merupakan representasi dari karakter PGN sebagai perusahaan yang mengutamakan keselamatan dan selalu bertindak atas dasar perhitungan yang matang.

“Dunia The Gas diharapkan dapat merepresentasikan sinergi baru PGN dan Pertagas untuk menjadi perusahaan gas terbesar yang menyalurkan energi baiknya untuk tanah air,” kata Gigih.

Pembentukan Sub Holding Gas memang diproyeksikan membawa banyak manfaat bagi negara. Dengan terintegrasinya infrastruktur PGN dan Pertagas, secara langsung Sub Holding Gas ini menguasai lebih dari 96% portofolio hilir gas. Hal inipun akan menyukseskan ketercapaian target RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) hingga tahun 2025, di antaranya sebanyak 4,7 juta Sambungan Rumah Tangga (SRT) baru, 6.302 km pipa hilir, dan 5.437 km pipa hulu.

Dari sisi keuangan, integrasi Pertagas di bawah PGN akan menuai benefit. Berdasarkan hitung-hitungan, pembentukan Sub Holding Gas akan memberikan benefit sebesar US$77 juta, bahkan pada tahun 2022 benefit itu bisa membesar hingga US$132 juta.

Terkait kinerja, Sub Holding Gas akan menggarap beberapa program pada tahun ini. Program itu antara lain target niaga gas bumi sebesar 936BBTUD, jumlah pelanggan 364.808. Selain itu panjang jaringan pipa sepanjang 10.547 km dan transportasi gas bumi sebanyak 2.189 MMScfd.

Employee gathering yang dilaksanakan di ICE BSD ini diikuti oleh tidak kurang dari 3.500 karyawan PGN Group dan Pertagas Group sebagai bagian dari change management program yang terus dilakukan sebagai upaya untk menyatukan semangat para karyawan dari kedua group badan usaha tersebut agar bersama-sama bahu membahu memberikan kontribusi terbaik mereka dalam menyalurkan energi baik gas bumi bagi kepentingan masyarakat.(rel/ram)

Liverpool v Munchen, Musuh Lama

NOSTALGIA: Jurgen Klopp dan Xherdan Shaqiri bernostalgia bersama Bayern Munchen saat duel di Anfield, Rabu (20/2) dini hari nanti.
NOSTALGIA: Jurgen Klopp dan Xherdan Shaqiri bernostalgia bersama Bayern Munchen saat duel di Anfield, Rabu (20/2) dini hari nanti.

Liverpool akan menjamu musuh yang tidak asing bagi Jurgen Klopp. Bayern Munchen adalah rival yang selalu dihadapi Klopp baik masih bermain di Bundesliga maupun sebagai pelatih di Borussia Dortmund. Duel di Anfield, Rabu (20/2) nanti akan jadi bukti jika Klopp sangat mengenal sang lawan.

Pelatih asal Jerman ini sadar seperti apa kekuatan Bayern Munchen. Untuk itu dia sudah menyiapkan analisa yang akan digunakannya untuk mencari celah kelemahan Die Bavarians. “Mereka adalah (juara Bundesliga) enam musim beruntun, yang tidak mudah, dan mereka adalah salah satu tim yang dalam 10 tahun terakhir selalu mencapai perempat final, semi-final, final Liga Champions. Lima atau enam laga mereka dan sekarang kami memiliki analisis yang lebih rinci. Ini adalah campuran dari kualitas dan pengalaman,” kata Jurgen Klopp, dikutip laman resmi Liverpool.

Selain Klopp, ada satu sosok lain yang sangat mengenal Bayern. Dialah Xherdan Shaqiri. Pemain asal Swiss ini hampir tiga musim di Bayern Munchen. “Saya sangat senang karena saya ingin bermain melawan Bayern Munich, melawan rekan satu tim lama saya dan tim lama saya. Saya menantikan pertandingan,” kepada Shaqiri seperti dikutip dari situs resmi Liverpool.

Bersama Die Roten, Shaqiri meraih gelar Bundesliga, DFB-Pokal, Piala Super Jerman, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. “Itu adalah waktu yang luar biasa (di Bayern). Dua setengah tahun saya di sana dan itu luar biasa; kami memenangi banyak gelar, kami memenangi Liga Champions. Kami memiliki tim terbaik,” sambungnya.

“Perasaan yang luar biasa bisa memenangi begitu banyak piala. Saya memiliki banyak kenangan indah di sana, saya tidak akan pernah melupakannya. Saya benar-benar berharap untuk pergi ke sana dan mencoba untuk memenangi pertandingan di Munich dengan tim saya (Liverpool),” tegasnya.

Liverpool sendiri, belum melakukan pertandingan kompetitif sejak kemenangan 3-0 atas Bournemoth di Liga Inggris, pada 9 Februari. Ini bisa menjadi istirahat yang panjang dan membuat tim dalam keadaan fit. Namun mereka tak diperkuat Virgil van Dijk yang terkena akumulasi kartu kuning.

Sementara Bayern Munchen musim ini sedang tak stabil. Mereka tak berada di puncak klasemen saat ini. Sebuah hal yang tidak terjadi dalam enam tahun terakhir. Munchen di posisi kedua di bawah Dortmund dengan selisih dua angka. Mereka sudah kalah empat kali musim ini.

Namun ada rasa percaya diri yang kembali timbul saat Bayern Munchen come back setelah teringgal dua kali di Derbi Bavaria, melawan Augsburg yang berakhir dengan skor 2-3. “Kami bangkit dari ketertinggalan dua kali. Kami harus lebih baik di Liverpool. Tetapi ketika Anda bermain di sana, ada fokusnya akan berbeda,” kata Nico Kovac, seperti dikutip laman resmi Bayern Munchen.

Lini belakang Munchen memang cukup rapuh. “Hal ini (kesalahan saat bertahan) tidak boleh terjadi pada kami di kandang Liverpool,” ujar Kovac seperti dilansir dari Sportskeeda. “Ketika para pemain saya membiarkan Liverpool menguasai laga sejak menit awal, khususnya dengan trio lini depan mereka (Salah, Mane, dan Firmino), maka kami akan membahayakan diri setiap menitnya,” imbuhnya.

Bayern Munchen memang tidak akan mudah menumbangkan Liverpool. Satu-satunya kemenangan Bayern atas Liverpool tersaji di semifinal European Cup Winners’ Cup 1971/72. Imbang 0-0 di Anfield, Bayern menang 3-1 melalui gol-gol Gerd Muller (2) dan Uli Hoeness di Jerman.

Terakhir kali Liverpool bertemu dengan Bayern adalah di Piala Super Eropa 2001 di Monaco, ketika The Reds menang 3-2 lewat gol-gol John Arne Riise, Emile Heskey dan Michael Owen. (bbs/don)

Aliansi Peduli Danau Toba Desak Jokowi Cabut Izin Aquafarm, Bule Jerman Ikut Demo

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS AKSI: Annette Horschmann, bule asal Jerman bersama elemen masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Danau Toba melakukan aksi di depan kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (18/2). Mereka mendesak pemerintah untuk menyelamatkan Danau Toba dari kerusakan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
AKSI: Annette Horschmann, bule asal Jerman bersama elemen masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Danau Toba melakukan aksi di depan kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (18/2). Mereka mendesak pemerintah untuk menyelamatkan Danau Toba dari kerusakan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ada yang menarik dari aksi yang digelar Aliansi Peduli Danau Toba di depan Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (18/2). Dari ratusan orang yang melakukan aksi, ada seorang wanita bule berkebangsaan Jerman bernama Annette Horschmann.

Dia mengaku sebagai Boru Siallagan yang bersuamikan pria Batak bermarga Silalahi. Annette mengaku kalau dirinya sudah 25 tahun menetap di Samosir, persisnya di Tuktuk. Ia mengelola hotel bernama Hotel Tabo. Karenanya, kecintaannya terhadap Danau Toba tidak terkira lagi. Usaha menjaga kelestarian lingkungan danau terbesar di Asia Tenggara itu dilakukannya dengan berbagai caran

Bersama warga, sudah sejak beberapa tahun lalu dia turun langsung membersihkan sampah dari kawasan Danau Toba. Eceng gondok yang menutupi air danau diangkat. Tak cuma di Samosir, tetapi juga sampai ke Parapat. Ikut dilibatkannya tokoh-tokoh warga setempat. “Turis, anak-anak sekolah dan sebagainya, mereka kita ajak juga,” ujar Annette yang fasih berbahasa Batak itu.

Di aktivitas pengenalan Geopark Kaldera Toba yang saat ini tengah didorong agar tergabung dalam UNESCO Global Geopark, Annette juga mengaku aktif.

Terkait kesadaran warga untuk menjaga lingkungan Danau Toba, dia mengaku masih rendah. Berbeda dengan pemerintah yang sudah mulai menampakkan perbaikan.

“Aktivitas pembersihan Danau Toba yang kita lakukan bersama warga seperti menjadi tekanan bagi pemerintah, makanya mereka mulai berubah. Upaya-upaya menciptakan kebersihan di wilayah Danau Toba mulai terlihat,” ungkap Annette.

Minta Jokowi Cabut Izin

Sementara dalam aksi kemarin, Aliansi Peduli Danau Toba yang terdiri dari 23 kelompok masyarakat itu meminta Presiden Joko Widodo segera mencabut izin sejumlah perusahaan yang diduga sengaja merusak lingkungan kawasan Danau Toba dengan membuang limbahnya ke danau vulkanik terbesar di dunia tersebut.

Mereka juga menyebutkan, salah satu permasalahan yang menyebabkan kerusakan ekosistem Danau Toba adalah akibat ulah beberapa perusahaan, yaitu PTAN, PT TPL, PTSR, dan PTJF, yang diduga sengaja merusak lingkungan serta membuang limbahnya ke Danau Toba.

Ketua Horas Bangso Batak, Lamsia Sitompul, dalam orasinya mengatakan, salah satu perusahaan yakni PTAN yang merupakan perusahaan asing, diduga membuang pakan ikan busuk ke Danau Toba, yang mengakibatkan air tercemar hingga kualitas air buruk yang sangat bau dan tidak layak minum, serta menyebabkan penyakit gatal-gatal kepada masyarakat sekitar Danau Toba dan juga pengunjung Danau Toba.

“Danau Toba sudah rusak parah. Kenapa harus Danau Toba yang dirusak untuk menuruti kemauan perusahaan-perusahaan ini. Danau Toba tidak lagi menjadi berkat bagi masyarakat Sumut, khususnya masyarakat kawasan Danau Toba karena perusahaan-perusahaan itu hanya mementingkan keuntungannya dengan membuang limbah ke Danau Toba dan menciderai program Geopark Kaldera Toba. Mereka harus bertanggungjawab mengembalikan Danau Toba seperti semula serta mengganti rugi atas kerusakan kawasan pariwisata Danau Toba,” ujarnya.

Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk memangil para pemilik perusahaan dan meminta pertanggungjawaban perusahaan-perusahaan tersebut. Massa juga mendesak DPRD Sumut segera menggelar rapat dengar pendapat dengan memanggil seluruh perusahaan tersebut. “Kami juga meminta bapak Kapolda Sumut agar mengungkap dan mengusut sampai tuntas serta menangkap para mafia dan oknum-oknum yang bekerjasama memuluskan kegiatan perusakan lingkungan kawasan pariwisata Danau Toba yang menyebabkan rusaknya ekosistem di kawasan Danau Toba,” pungkasnya.

Segera Bentuk Pansus

Menyikapi aksi itu, DPRD Sumut mengundang perwakilan massa untuk berdialog di ruang Komisi B DPRD Sumut. Pertemuan itu dipimpin Ketua Komisi B DPRD Sumut, Robby Anangga, dihadiri anggota Komisi B yakni Richard Sidabutar, Donald Lumbanbatu, dan Syamsul Sianturi. Dari Komisi A dihadiri Sarma Hutajulu, dan Komisi D Leonard Samosir.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum DPP Horas Bangso Batak, Lamsiang Sitompul kembali menyebutkan, pencemaran air Danau Toba sudah sangat menghawatirkan. “Jangankan digunakan sebagai air minum, untuk mandi saja akan menyebabkan kulit jadi gatal-gatal,” katanya.

Ia juga mengutip hasil penelitian World Bank yang menyebutkan, hanya sampai kedalaman 50 meter udara tersedia di Danau Toba. Di bawahnya tidak lagi ada.

Menyikapi ini, seluruh anggota DPRD Sumut yang hadir setuju dibentuknya panitia khusus (Pansus) terkait pencemaran Danau Toba. Pansus ini nantinya bertugas menginvestigasi pencemaran air Danau Toba yang diduga dilakukan sejumlah perusahaan, khususnya PT Aquafarm Nusantara (PTAN).

Mereka juga sepakat keramba jaring apung (KJA) dibersihkan dari Danau Toba. “Kami Komisi D setuju agar KJA dibersihkan semuanya dari Danau Toba,” tegas Leonard.

Terkait kendala hukum yang kemungkinan akan mengganjal penghapusan KJA dari Danau Toba, Richard meminta agar masyarakat ikut memperjuangkannya agar diubah atau direvisi payung hukumnya, seperti Perpres Nomor 81 tentang pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata yang mensyaratkan zonasi. Kemudian, terkait rencana tata ruang dan wilayah oleh Gubernur Sumut. “Kedua ketentuan itu harus direvisi. Perpres agar tidak ada lagi zonasi tetapi penghapusan,” tegas Richard.

Ketua Komisi B Robby Anangga pun sepakat agar DPRD Sumut membentuk Pansus Pencemaran Danau Toba. “Saya selaku Ketua Komisi B bersama anggota lainnya akan membentuk Pansus Pencemaran Lingkungan di Danau Toba,” ujar Robby.

Menurutnya, pansus ini nantinya bertugas menginvestigasi pencemaran air Danau Toba yang diduga dilakukan sejumlah perusahaan, khususnya PT Aquafarm Nusantara.

Sementara, anggota Komisi A DPRD Sumut, Sarma Hutajulu mendesak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi membuka ke publik hasil investigasi Dinas Lingkungan Hidup Sumut tentang limbah ikan busuk di dalam karung yang ditenggelamkan di dasar Danau Toba beberapa waktu lalu. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, hasil investigasi tersebut perlu diungkap agar publik Sumut dapat menilai, apakah sanksi yang dijatuhkan kepada PT AN sudah setimpal dengan pelanggaran yang mereka lakukan. Jangan-jangan pelanggaran yang terjadi sesungguhnya lebih berat, tetapi hukumannya terbilang ringan. “Masyarakat perlu tahu, apakah sanksi teguran oleh gubernur sudah sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan Aquafarm? Jangan-jangan sebenarnya lebih berat,” tegasnya.

Sarma juga berharap, pansus dapat segera terwujud agar Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia dapat terwujud. “Pengalaman kita di tahun pertama periode ini, Pansus Danau Toba sudah kita usulkan. Tapi kandas di Komisi D. Akhirnya lahir Pansus yang lebih luas soal lingkungan hidup. Saya kira ini momentum yang harus kita sikapi supaya Pansus Danau Toba ini bisa kita clear-kan. Agar soal pencemaran, perampasan tanah dan lain-lain, bisa kita bicarakan secara holistik,” ungkapnya.

Luhut : Ada Langkah-langkah Baik

Terpisah, Menteri Koordinator (Meko) Kemaritiman Luhut B Panjaitan mengaku, kondisi air Danau Toba yang tercemar saat ini menjadi pembahasan di kementerian yang dipimpinnya. “Lagi kita kaji dan sedang dipelajari dengan benar,” sebut Luhut kepada wartawan usai memberikan kuliah umum di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (17/2) siang.

Menurut Luhut, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi air di danau vulkanik terbesar di dunia itu agar kembali seperti semula. Kemudian, pihaknya juga siap membuat langkah-langkah untuk melindungi alam Danau Toba dari pihak atau oknum melakukan merusak alam itu. “Kita berharap tidak terlalu lama, ada langkah-langkah baik untuk itu (memperbaiki pencemaran di Danau Toba),” kata Luhut.

Namun saat ditanyakan lebih detil soal langkah apa yang dilakukan, sejumlah petugas langsung menghalangi wartawan dan mempersilakan Luhut berlalu. “Sudah ya, sudah ya. Silakan jalan mas,” ucap seorang petugas berkemeja putih sambil membuka jalan untuk Luhut meninggalkan kerumunan wartawan.(prn/gus)

Tol Motor dan Tol Longkar Dianggap Belum Perlu, Pemko Medan Didorong Percepat LRT dan BRT

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wacana pembangunan tol khusus sepeda motor dan tol lingkar luar Kota Medan, menuai beragam pendapat dari berbagai kalangan. Kedua infrastruktur tersebut dianggap bukan kebutuhan yang mendesak dalam mengurangi kemacetan di Kota Medan. Malah, Pemko Medan didorong untuk mempercepat infrastruktur angkutan masal seperti Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT).

KETUA Komisi D DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan secara tegas mengaku tak setuju dengan rencana pembangunan jalan tol khusus sepeda motor dan tol lingkar luar di Kota Medan pada tahun ini. Malah dia mendorong Pemko Medan untuk mempercepat infrastruktur LRT dan BRT. Sutrisno beralasan, dasar penolakan wacana itu disebabkan sepeda motor hakekatnya transportasi dari lingkungan ke lingkungan.

“Di Indonesia karena memang strategi perdagangan kita belum begitu kuat, maka sepeda motor masih diberikan sebagai pengangkut orang. Kalau berkaca dari negara-negara di Asia seperti Cina, sepeda motor itu banyak dipakai untuk ekspedisi antarbarang dari satu wilayah ke wilayah lain,” katanya.

Menurut dia, fungsi sepeda motor ke depan harus lebih ke arah sana. Untuk itu, perlu dikelola
dengan baik transportasi massal seperti MRT, LRT dan juga BRT. “Jadi jangan angkutan kota lagi, tetapi transportasi publik yang bisa mengangkut orang dalam jumlah besar.

Bahkan bukan juga bangun jalan lingkar luar, “ ujar politisi PDI Perjuangan ini. “Yang salah itu sebenarnya perencanaan Kota Medan termasuk Sumut saat ini, dimana kita selalu menjadikan kota sebagai pusat dari semuanya. Baik pusat pemerintahan, industri, bisnis maupun pendidikan,” katanya.

Ke depan, sambung Sutrisno, harus ada komitmen bersama antarpemerintah, DPRD, swasta dan masyarakat bahwa industri mesti digeser ke Deliserdang sehingga tidak lagi menumpuk beroperasi di Kota Medan.

“Kita juga punya KEK Sei Mangkei, dengan demikian akan mengikut pusat-pusat perdagangan dan pendidikan menyebar sehingga Kota Medan tidak memerlukan jalur tol khusus sepeda motor. Itu pun kalau diikuti. Tapi kalau kita kemudian mengakomodasi keserakahan masyarakat kita dan semua memusat di Medan, maka lalu-lintas Kota Medan akan stagnan,” paparnya.

Bersama Dishub Sumut sebenarnya, lanjut dia, mulai dibangun kerja sama dengan Pemerintah Korea dalam hal penyediaan sarana kereta api yang dipusatkan di Kota Medan.

“Jadi mesti ke sana kita mendorongnya. Dan kedepan sepeda motor harus kita kurangi jumlahnya, bukan malah difasilitasi melalui jalan tol. Rencana ini saya sebut gila, karena belum perlu kali dilakukan,” katanya.

Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Kota Medan, Nezar Djoeli menyatakan hal senada. Dia menyebut, yang mesti diperbanyak saat ini di Kota Medan adalah pembangunan jalan by pass, atau ringroad-ringroad baru. “Kalau menurut saya, tol untuk motor masih belum perlu. Tapi kalau untuk ringroad (lingkar luar) sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi kemacetan,” katanya.

Hal ini mengingat pembangunan jalur tersebut di Medan jaraknya pun tidak terlalu jauh. Selain itu perlu dilihat juga kemanpuan pemerintah pusat dalam mengakomodir kepentingan Kota Medan. “Kalau memang tak punya anggaran, ya terpaksalah harus kita cari solusi dengan tol berbayar yang sudah tentu demi kepentingan kita dan kelancaran lalu lintas kita sehingga impian kita dapat terwujud,” ujar politisi Partai NasDem ini.

Begitupun sebaiknya, imbuh dia, tidak perlu sekarang ini dibangun tol lingkar luar tapi bypas saja. Sebab pembangunan autoringroad dinilainya lebih menjanjikan solusi kepadatan kendaraan lalu lintas Kota Medan. “Apapun ceritanya kita menginginkan lalu lintas kita lebih lancar dan jarak tempuh yang efektif dalam menjalankan aktifitas,” pungkasnya.

Anggota Komisi D DPRD Medan, Ahmad Arif juga mengkritik wacana Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin yang ingin membangun tol lingkar luar di Kota Medan. Menurutnya, tol atau jalan berbayar hanya bisa dinikmati masyarakat tertentu. “Di mana lokasi mau dibangun tol? Biaya bangun tol itu tidak sedikit, karena akan ada juga biaya pembebasan lahan,” kata Arif kepada wartawan, Senin (18/2).

Menurutnya, yang menjadi pusat kemacetan itu ada di pusat kota, mulai dari Jalan Brigjen Katamso, Jalan Pemuda, hingga Jalan Yos Sudarso. Maka dari itu, ia menyarankan agar yang lebih banyak dibangun di Kota Medan itu fly over. Selain lebih efektif, biaya yang dikeluarkan jauh lebih hemat.

“Lebih penting lagi fly over bisa dinikmati masyarakat semua lapisan,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, ringroad di Kota Medan sudah ada. Tinggal bagaimana memanfaatkannya.

BBPJN II Belum Tahu

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, Bambang Pardede mengaku belum mendengar mengenai wacana Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin yang ingin mengusulkan pembangunan jalan tol lingkar luar Medan. “Saya baru dengar ada wacana (tol) lingkar luar. Belum pernah dibahas dengan kami, mungkin wali kota mengusulkan langsung ke Kementrian PUPR,” ujar Bambang ketika dikonfirmasi, Senin (18/2).

Dijelaskannya, di Kementrian PU-PR ada instansi yang mengurusi secara khusus pembangunan jalan tol yakni BPJT (Badan Pembangunan Jalan Tol). “BPJT belum juga pernah ajak kami membahas. Lazimnya sebagai pelaksana kami dipanggil ke Jakarta untuk membahas teknis kegiatan, sejauh ini memang belum ada,” tuturnya.

Mengenai wacana pembangunan tol lingkar luar itu, Bambang mengaku masih memungkinkan. Menurutnya, yang paling cocok membangun tol layang. “Seperti di Jakarta ada tol dalam kota, mungkin seperti itu. Cuma memang kami belum lihat detail gambar yang diusulkan seperti apa,” ungkapnya. (prn/bbs)

87.561 Honorer K2 Daftar P3K, Pendaftaran Tahap I Ditutup, Tunggu Aturan Passing Grade

no picture
no picture

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sudah ditutup sejak Minggu (17/2) lalu. Ternyata, jumlah honorer K2 yang mendaftar P3K tahap pertama lumayan banyak. Hingga kemarin sore, jumlah akun yang didaftarkan mencapai 95.519 akun.

“Tetapi akun yang berhasil mendaftarkan atau mengirim (submit) dokumen pada lewat portal SSCASN sebanyak 87.561 pelamar,” kata Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Mohammad Ridwan, Senin (18/2). Menurutnya, untuk masing-masing Kantor Regional (Kanreg) BKN, jumlah pendaftar cukup beragam. Namun, jumlah di Kanreg Surabaya dan Bandung relatif paling tinggi.

Di Kanreg Surabaya, Kabupaten Jember ada di posisi tertinggi dengan 1.323 pendaftar. Kemudian disusul Kabupaten Bangkalan 1.024 dan Kabupaten Sumenep 946. Untuk Kanreg Bandung, posisi tertinggi ditempati Kabupaten Cianjur 2.078 pendaftar, Kabupaten Garut 1.704, serta Kabupaten Bogor 1.669.

Berdasarkan jadwal dan tahapan yang disusun, setelah pendaftaran online, pengumuman hasil verifikasi administrasi digelar hari ini. Kemudian, tes Computer Assisted Test (CAT) pada 23-24 Februari, serta pengolahan nilai oleh BKN bersama pemda pada 25-28 Februari.

Kepala Biro Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) Mudzakir mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan aturan terkait passing grade P3K tahap pertama. Passing grade tersebut nantinya digunakan sebagai batas kelulusan. “Peserta nantinya harus memenuhi nilai PG tersebut,” ujarnya.

Mudzakir belum bisa memastikan kapan aturan tersebut dirampungkan. Namun, pihaknya berkomitmen secepatnya mengingat pelaksanaan dijadwalkan pada 25 Februari mendatang. Mengenai kuota P3K, Mudzakir menyebut secara detil ada di daerah-daerah.

Materi Tes

Sementara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin mengatakan, materi tes P3K meliputi tes kompetensi manajerial, kompetensi sosio kultural, uji kompetensi teknis 520 soal, dan wawancara tertulis. “Tes P3K dilaksanakan 23-24 Februari. Tesnya terdiri dari tes kompetensi dan wawancara menggunakan CAT UNBK Kemendikbud,” kata Syafruddin di kantornya, Senin (18/2).

Dia menyebutkan, sebanyak 362 Pemda telah menyampaikan usulan kebutuhan P3K. Di samping itu, dua instansi pemerintah pusat juga membuka untuk P3K yakni Kementerian Ristek Dikti dan Kementerian Agama. Sisanya, masih terkendala karena belanja pegawai yang lebih dari 50 persen.

Syafruddin mengapresiasi Kemendikbud dan instansi lain yang tergabung dalam Panselnas P3K tahun 2019, karena telah menyiapkan tahap seleksi ini dengan baik. Menurutnya, ujian P3K ini adalah amanat rakyat. “Lebih khusus lagi, kami memberikan pencerahan atau harapan kepada saudara kita yang punya jasa, yaitu para guru honorer, tenaga kesehatan, penyuluh pertanian yang sudah 10 hingga 15 tahun mengabdi dengan gaji terbatas,” tuturnya.

Dia menambahkan, adanya skema P3K juga untuk kepentingan yang lebih luas. Selain khusus untuk para honorer K2 juga akan dibuka untuk jalur umum demi percepatan capaian target organisasi. “Jadi ada keseimbangan antara kepentingan bangsa dan kepentingan orang-orang yang sudah punya jasa besar,” imbuhnya.

Rekrutmen ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK yang merupakan turunan dari Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam UU tersebut, ASN dibagi dalam dua jenis, yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PPPK.

Cuma 9 Guru Honorer K2 Mendaftar

Hingga kemarin, BKD Kota Binjai belum juga menerima petunjuk teknis tentang penerimaan P3K). Meski demikian, ada 9 tenaga pendidik atau guru Honorer K2 yang mendaftar atau melakukan registrasi secara online melalui internet pada website SSCASN.BKN.go.id hingga penutupan pendaftaran, Minggu (17/2).

Koordinator Honorer K2 Kota Binjai, Adnin Al Irsyada ketepatan membantu sejumlah rekan sejawatnya untuk mendaftar. “Sebagian kawan-kawan, aku yang daftarkan. Sudah bisa daftar,” ujar Adnin ketik dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Senin (18/2) siang.

Dia mengamini, BKD Binjai belum mendapat juknis tentang P3K. Akibatnya, sambung Adnin, formasi untuk P3K Kota Binjai pun belum tahu berapa yang dibutuhkan hingga kini. “Formasi dari pusat. Jadi kita hanya registrasi, daftar sajalah dulu. Saat ini juga masih menunggu informasi lebih lanjut. Yang penting sudah daftar,” ujar Tenaga Operator di SMPN 2 Binjai ini.

“Ada 9 orang yang sudah saya registrasi. Kalau yang lainnya, saya enggak tahu. Karena yang 9 ini, sudah usia lanjut yang tidak memahami IT. Jadi saya bantu,” sambung Adnin.

Dia siap membantu rekan sejawatnya bagi yang tidak mengerti melakukan registrasi secara online. “Juknis belum keluar dari Menpan,” ujar Adnin.

Pendaftaran awal untuk tenaga Honorer K2 ini, kata Adnin, harus mencantumkan nomor peserta mereka. Artinya, nomor peserta Honorer K2 saat mengikuti ujian 2013 lalu.

Kemudian juga mengisi Nomor Induk Kependudukan pada KTP Elektronik. “Sabtu (16/2) lalu saya daftarkan yang 9 orang itu. Kalau bukan tenaga guru (Honorer K2), tidak diterim, sistem akan menolaknya,” tandas Adnin. (far/oni/esy/jpnn/ted)

Pemerintah Sasar TPL Terkait HPH

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS KULIAH UMUM: Menteri Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan saat memberi kuliah umum di USU, Senin (18/2).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
KULIAH UMUM: Menteri Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan saat memberi kuliah umum di USU, Senin (18/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan menyinggung nama perusahaan PT Toba Pulp Lestari terkait Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Ia menyebutkan itu, menyusul tanggapan Luhut ihwal pemerintah yang akan mengurangi luas HPH yang dimiliki perusahaan.

Ia menyinggung nama PT Toba Pulp, menanggapi pertanyaan seorang pengusaha perkebunan yang sulit mendapatkan izin HPH, saat menjadi pembicara dalam acara dialog bertema Ekonomi Sekarang dan yang akan Datang yang digelar Forum Pengusaha Sumut, di Kota Medan, Senin (18/2).

Dalam kesempatan itu, Luhut juga mengkritisi soal aktivitas perambahan hutan menjadi fungsi lainnya.

Seperti diketahui, HPH adalah hak untuk mengusahakan hutan di dalam suatu kawasan yang meliputi kegiatan-kegiatan penebangan kayu; peremajaan; pemeliharaan hutan; pengolahan dan pemasaran hasil hutan sesuai dengan rencana kerja pengusahaan hutan menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku serta berdasarkan asas kelestarian hutan dan asas perusahaan.

“Tulis surat ke Pokja 4, nanti kita akan lihat. Saya soal HPH ini agak alergi sekarang. Nebang-nebang pohon sudah cukuplah itu, kita sudah moratorium pemotongan hutan. Kita tidak mau lagi ada pembukaan lahan kelapa sawit karena tidak bagus,” ujarnya.

Presiden Jokowi (Joko Widodo), kata Luhut, selama menjabat sudah menghentikan aktivitas alihfungsi hutan. Luhut pun menggiring wacana soal Danau Toba dalam forum itu. Termasuk soal pelestarian lingkungan dan kawasan hutan penopang Danau Toba.

Pemerintah juga tengah mendorong pembuatan keramba yang meminimalisir produksi limbah. Kata Luhut, limbah Danau Toba sudah dua setengah kali lipat dari daya tampung. Sehingga, sekarang airnya sudah tidak bagus. “Kami sangat peduli, tetapi tidak mudah begitu saja karena mereka (perusahaan) mendapat izin. Ini juga perlu kita verifikasi lagi, karena ujung-ujungnya nanti ke pengadilan,” katanya.

Pemerintah memang tengah getol membangun kawasan Danau Toba menjadi lokasi wisata berkelas Internasional. Apalagi Danau Toba masuk dalam satu dari sepuluh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). “Sehingga kita akan mengurangi secara bertahap HPH yang dimiliki perusahaan, seperti Toba Pulp,” tandasnya.(pra/jpc)

Myanmar v Indoesia, Masih Banyak Kesalahan

net KAWAL: Billy Keraf dikawal dua pemain Myanmar saat laga Piala AFF U-22.
net
KAWAL: Billy Keraf dikawal dua pemain Myanmar saat laga Piala AFF U-22.

Timnas Indonesia U-22 bermain imbang 1-1 kontra Myanmar U-22. Hasil ini membuat Timnas U-22 gagal memenuhi ambisi untuk meraih tiga poin di laga perdana grup B Piala AFF U-22 di Olympic Stadium Phnom Penh, Kamboja, Senin (18/2) sore.

Timnas U-22 gagal memenuhi ambisi untuk meraih tiga poin di laga perdana grup B Piala AFF U-22 melawan Myanmar di Olympic Stadium Phnom Penh, Kamboja, Senin (18/2) sore. Timnas U-22 Indonesia hanya mampu min imbang 1-1.

Timnas sejatinya tak mampu menunjukkan dominasi atas tim lawan. Alih-alih terus menekan dan setel kencang dari awal, agresivitas Indonesia kalah dengan Myanmar.

Karena itu, skuat Garuda Muda begitu tertekan terutama di 15 menit awal. Hasilnya, serangan demi serangan yang dibangun Myanmar membuat Indonesia kecolongan. Sebuah skema serangan cepat, bola kombinasi pemaim Myanmar berhasil dituntaskan dengan sepakan melengkung di dalam kotak penalti oleh Kaung Khant Myat menit ke-13.

Tertinggal satu gol, Timnas U-22 kemudian lebih menekan lawan agar tak bisa berkembang permainannya. Melihat skema belum maksimal, Indra pun menarik Hanif dan memasukkan gelandang yang lebih agresif, Rafi Syarahil.

Sebuah skema serangan cepat, bola kombinasi pemain Myanmar berhasil dituntaskan dengan sepakan melengkung di dalam kotak penalti oleh Kaung Khant Myat menit ke-13.Tertinggal satu gol, Timnas U-22 kemudian lebih menekan lawan agar tak bisa berkembang permainannya.

Melihat skema belum maksimal, Indra pun menarik Hanif dan memasukkan gelandang yang lebih agresif, Rafi Syarahil. Malahan, karena fisik yang sudah kendur, pemain Indonesia terdominasi oleh Myanmar. Beruntung kesempatan emas dari Myanmar di masa injury time babak kedua, tak bisa menjadi gol.Sampai peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tak berubah dan Indonesia harua puas berbagi poin dengan Myanmar.

“Pertandingan pertama yang memang kami prediksi selalu akan sulit. Babak pertama kita sedikit kesulitan dan bahkan gol yang terjadi untuk Myanmar itu kesalahan pemain kita,” katanya.

“Dan setelah itu, kita pelan-pelan bangkit tetapi masih belum seperti saat kita main di tiga kali uji coba sebelum kesini. Masih di bawah performa sebenarnya,” imbuh Indra. (bbs/jpc/don)

Jokdri Diperiksa Perdana dengan Status Tersangka, Edy Rahmayadi: Yang Bersalah Pasti Dihukum

prayugo utomo/jawapos.com KETERANGAN: Edy Rahmayadi memberi keterangan kepada media.
prayugo utomo/jawapos.com
KETERANGAN: Edy Rahmayadi memberi keterangan kepada media.

Plt. Ketua Umum PSSI Joko Driyono akhirnya memenuhi panggilan Satgas Antimafia Bola untuk diperiksa setelah menjadi tersangka penghancuran dokumen yang diduga terkait pengaturan skor.

Joko diperiksa di kantor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (18/2) siang. Kuasa hukum Jokdri, Andru Bimaseta menjelaskan bahwa Joko baru diperiksa terkait denah kantor PT Liga Indonesia (LI).

Di kantor itu, sebelumnya juga digunakan oleh Komdis PSSI dan Marketing PT Persija. Selain itu, salah satu EO Footbalicious juga ada di sana.

“Belum ada yang ditanyakan hanya menceritakan denah keseluruhan kantor. Baru itu saja kemudian break makan siang. Jadi belum masuk ke penghancuran dokumen,” terangnya.

Dia menjelaskan, kliennya sampai saat ini masih mengikuti semua prosesnya sebagaimana apa yang dilakukan kepolisian.” Artinya kan sudah sesuai aturan kan. Kalau memang belum sesuai mungkin belum ada penetapan (jadi tersangka, red). Itu saja prinsipnya. Kami hormati semua,” sambungnya.

Sementara itu Gubernur Sumatera Utara yang juga mantan Ketua Umum PSSI menanggapi ihwal penetapan Joko Driyono sebagai tersangka dalam kasus mafia bola. Kata Edy, setiap yang terlibat harus mematuhi proses hukum yang berlaku.

“Yang namanya tersangka ya diperiksa lah. Negara kita ini adalah negara hukum, yang bersalah pasti di hukum. Kalau tidak bersalah, tak boleh itu (dihukum). Jadi asas praduga tak bersalah,” ujar Edy kepada wartawan Senin (18/2).

Menurut mantan Pangkostrad itu, saat ini semua pihak harus mematuhi proses hukum. Siapa pun itu, tanpa terkecuali. “Pentahapan hukum itu harus melalui penyelidikan, penyidikan, tersangka, terdakwa baru itu dia (bersalah), kalau itu iyah. Biarkan hukum berjalan,” katanya.

Dia juga berharap, PSSI bisa bersih. Karena jika tidak, persepakbolaan Indonesia tidak akan membaik.”Saya tidak tahu sampai sejorok itu. Setahu saya PSSI ini, tampil sebagai persepakbolaan indonesia, karena PSSI ini perekat bangsa. Termasuk wartawan perekat jiwa-jiwa nasionalis. Salah satunya sepak bola ini, ” imbuhnya.

Namun meskipun begitu Edy berharap kepada masyarakat untuk tidak menyalahkan organsiasi PSSI. Karena PSSI hanya sebuah lembaga. Dan yang bikin baik atau buruk lembaga itu adalah orang-orang yang ada di dalamnya.

“Kalau ada yang macam macam itu manusia nya, kalau yang salah pasti dihukum. Kalau tak dihukum di dunia pasti dihukum di akhirat,” tandasnya. (dkk/jpnn/pra/don)